Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Mahasiswa dan Profesional

Les Privat SPSS di Surabaya

Les privat SPSS Edubia di Surabaya mendampingi Anda mengolah data penelitian sendiri: satu tutor satu peserta, sesi 60 atau 90 menit di tempat Anda maupun online, mulai Rp162.000 per sesi. Isinya dari menyiapkan berkas sampai menulis tabel bab hasil.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ peserta didampingi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Les Privat SPSS di Surabaya

Les Privat SPSS di Surabaya: gambaran singkatnya

Les privat SPSS Edubia di Surabaya mendampingi Anda mengolah data penelitian sendiri: satu tutor satu peserta, sesi 60 atau 90 menit di tempat Anda maupun online, mulai Rp162.000 per sesi. Isinya dari menyiapkan berkas sampai menulis tabel bab hasil.

Konsultasi dan Daftar

Fakta Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal yang melayani Surabaya dan Sidoarjo
Format Sesi
Satu tutor mendampingi satu peserta, di tempat Anda atau online
Durasi sesi
60 menit atau 90 menit, dipilih menurut pekerjaan yang sedang berjalan
Jumlah peserta
1 orang per sesi
Cakupan pelajaran
Skala pengukuran, penyiapan dan pembersihan data, statistik deskriptif, uji beda, korelasi, regresi, uji asumsi, uji nonparametrik, validitas dan reliabilitas kuesioner, serta penulisan bab hasil
Tutor pendamping
Pendamping yang terbiasa membaca rancangan penelitian kuantitatif dan mencocokkannya dengan uji yang tersedia
Biaya
Mulai Rp162.000 per sesi; sesi 90 menit dengan tutor datang ke tempat Anda Rp247.100 per sesi
Tambahan ruang belajar
Rp15.000 per sesi bila belajar di co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo
Jadwal
Tersedia tiap hari dari pagi sampai malam, disusun mundur dari tanggal bimbingan Anda
Tempat belajar
Kos, rumah, kantor, ruang baca kampus, co-learning space Edubia, atau online
Wilayah les
Seluruh kecamatan di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, dari Lakarsantri sampai Waru
Penggantian tutor
Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan bila gaya penjelasan atau jam sesinya kurang cocok
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Susunan materi

Susunan materi les SPSS dan salah kaprah yang menyertainya

Delapan pokok di bawah disusun mengikuti urutan pekerjaan nyata, dari berkas mentah sampai kalimat di bab empat. Tiap pokok dibuka dengan salah kaprah yang sering terbawa peserta, sebab memperbaikinya di awal jauh lebih murah daripada mengulang analisis di pekan terakhir.

  1. 1

    Merumuskan pertanyaan penelitian yang bisa diuji

    Sesi pembuka

    Yang dibahas. Menerjemahkan rumusan masalah menjadi hipotesis dengan variabel yang jelas, arah dugaan, dan satuan pengukurannya.

    Jebakan umum. Peserta memilih uji lebih dulu karena melihat skripsi terdahulu, lalu memaksa variabelnya menyerupai contoh itu.

    Cara tutor. Tutor membaca bab tiga bersama Anda dan menguji apakah data yang tersedia sanggup menjawab pertanyaannya.

  2. 2

    Skala pengukuran tiap variabel

    Penentu pilihan uji

    Yang dibahas. Membedakan nominal, ordinal, interval, dan rasio, lalu mengisi kolom Measure di Variable View sesuai kenyataan datanya.

    Jebakan umum. Skala Likert diperlakukan sebagai rasio tanpa pertimbangan, sehingga uji yang dipilih melampaui daya dukung datanya.

    Cara tutor. Tiap variabel di berkas Anda ditelusuri satu per satu, dan pilihan ujinya dicatat berdampingan dengan skalanya.

  3. 3

    Menyiapkan dan membersihkan berkas data

    Pekerjaan yang panjang

    Yang dibahas. Menyusun satu baris per responden, memberi nama dan label variabel, menandai data hilang, serta menelusuri entri yang mustahil.

    Jebakan umum. Data langsung diuji begitu dipindahkan dari borang daring, sementara kolom kosong dan jawaban ganda masih di dalamnya.

    Cara tutor. Frekuensi dijalankan per variabel sebagai penyaring awal, dan tiap kejanggalan ditelusuri kembali ke sumber isiannya.

  4. 4

    Statistik deskriptif dan bentuk sebaran

    Pemeriksa mutu data

    Yang dibahas. Membaca rata-rata, median, simpangan baku, nilai ujung, histogram, dan diagram kotak sebagai pemeriksa mutu data.

    Jebakan umum. Bagian ini ditulis sebagai formalitas pembuka bab empat tanpa dipakai memeriksa apa pun.

    Cara tutor. Tiap angka deskriptif dihubungkan dengan keputusan berikutnya, misalnya kelayakan uji berbasis rata-rata.

  5. 5

    Uji beda, hubungan, dan regresi

    Inti program

    Yang dibahas. Memilih uji menurut jumlah kelompok, bentuk data, dan pertanyaan penelitian, lalu menjalankannya pada berkas Anda.

    Jebakan umum. Nama uji dihafal tanpa pertanyaan yang menyertainya, sehingga peserta bingung begitu rancangan penelitiannya sedikit bergeser.

    Cara tutor. Tiap uji dikenalkan lewat pertanyaan yang dijawabnya, lalu dilatih pada dua contoh dari data Anda sendiri.

  6. 6

    Uji asumsi dan jalan keluarnya

    Sering ditanya penguji

    Yang dibahas. Normalitas, homogenitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, berikut pilihan nonparametrik dan transformasi.

    Jebakan umum. Hasil uji asumsi diabaikan karena angka utamanya sudah bermakna, lalu justru dipersoalkan di ruang sidang.

    Cara tutor. Angka uji asumsi selalu dibaca berpasangan dengan gambar sebarannya sebelum kesimpulan diambil.

  7. 7

    Validitas dan reliabilitas instrumen

    Penelitian berkuesioner

    Yang dibahas. Korelasi butir terhadap total, konsistensi internal per dimensi, dan pelaporan hasil uji coba kuesioner.

    Jebakan umum. Satu angka konsistensi dihitung untuk seluruh kuesioner yang sebenarnya memuat beberapa dimensi berbeda.

    Cara tutor. Perhitungan dipisah per dimensi, dan tiap butir yang dibuang dicatat alasannya untuk ditulis di laporan.

  8. 8

    Membaca keluaran dan menulis bab hasil

    Menjelang sidang

    Yang dibahas. Memilih angka yang dilaporkan, menyusun tabel sesuai kaidah program studi, dan menulis kalimat naratif hasilnya.

    Jebakan umum. Tangkapan gambar keluaran ditempel utuh, sehingga penguji harus mencari sendiri angka yang relevan.

    Cara tutor. Tabel disusun ulang bersama tutor, lalu Anda menulis kalimat hasilnya dan tutor mengoreksi rumusannya.

Capaian Kami

Angka yang bisa diperiksa sebelum daftar les SPSS

8 pokok
Susunan materi dari berkas mentah sampai kalimat bab hasil
60 atau 90 menit
Panjang sesi yang dipilih menurut pekerjaan yang berjalan
1 berkas
Data penelitian Anda sendiri yang dibuka di tiap pertemuan
Tanpa joki
Analisis dijalankan peserta sendiri di bawah pendampingan tutor

Tahap demi tahap

Tahapan sesi les SPSS dari berkas mentah sampai bab hasil

Panjang tiap tahap berbeda menurut keadaan data dan tenggat bimbingan Anda. Yang tetap adalah urutannya, sebab tiap tahap memakai hasil tahap sebelumnya.

  1. 01

    Pemeriksaan awal berkas dan rancangan

    Pertemuan pertama

    Tutor membaca bab tiga, membuka berkas data, lalu mencatat apa yang sudah siap dan apa yang perlu diperbaiki.

  2. 02

    Berkas rapi dan siap diuji

    Pekan pertama

    Nama variabel, label nilai, kode data hilang, dan entri janggal sudah beres. Data tinggal dipakai.

  3. 03

    Gambaran deskriptif tersusun

    Pekan kedua

    Tabel frekuensi, ukuran pemusatan, dan gambar sebaran tersedia untuk seluruh variabel penelitian.

  4. 04

    Uji asumsi tuntas

    Sebelum uji utama

    Syarat tiap uji sudah diperiksa, dan pilihan jalan keluarnya diputuskan berikut alasan yang siap ditulis.

  5. 05

    Uji hipotesis dijalankan sendiri

    Inti pengolahan

    Anda menjalankan uji utama di perangkat sendiri, tutor mengoreksi langkah dan cara membacanya.

  6. 06

    Bab hasil dan latihan menghadapi penguji

    Menjelang sidang

    Tabel disusun sesuai kaidah, kalimat hasil ditulis, lalu pertanyaan penguji dilatih satu per satu.

Cakupan

Yang Anda bawa pulang dari tiap sesi les SPSS

Berkas data yang tertata

Satu berkas kerja dengan nama variabel, label nilai, dan kode data hilang yang seragam dari awal sampai akhir.

Catatan alasan tiap keputusan

Daftar uji yang dipakai berikut alasannya, siap dikutip saat menulis metode dan saat menjawab penguji.

Keluaran yang Anda jalankan sendiri

Hasil uji yang Anda hasilkan di perangkat sendiri, lengkap dengan urutan menu yang dipakai untuk mendapatkannya.

Tabel hasil sesuai kaidah

Tabel yang sudah disusun ulang dari keluaran mentah, dengan kolom seperlunya dan jumlah angka desimal yang konsisten.

Kalimat pembahasan yang jujur

Rumusan hasil yang menyebut arah, besaran, dan keterbatasannya tanpa melebihkan klaim yang tidak ditopang data.

Latihan tanya jawab sidang

Daftar pertanyaan penguji yang lazim beserta jawaban yang sudah Anda susun dengan kalimat sendiri.

Cocok untuk siapa

Peserta les privat SPSS yang cocok dengan program ini

Peserta yang cocok

  • Mahasiswa sarjana yang skripsinya memakai pendekatan kuantitatif dan datanya sudah atau hampir terkumpul
  • Peserta magister dan doktoral yang analisisnya menuntut regresi berganda atau pengujian model bertingkat
  • Tenaga kesehatan dan peneliti lapangan yang mengolah data survei serta rekam kunjungan
  • Karyawan yang menganalisis hasil survei internal, data penjualan, atau evaluasi program kerja
  • Siapa pun yang pernah menjalankan uji di SPSS tanpa yakin bahwa cara membacanya sudah benar

Pembeda kami

Kelebihan kelas SPSS bersama Edubia

Pendampingan yang bertumpu pada data Anda

Tiap penjelasan diikat ke variabel yang benar-benar ada di berkas Anda, sehingga langkahnya langsung dapat diulang sendiri sesudah sesi selesai.

Urutan kerja yang tetap

Pertanyaan penelitian, skala pengukuran, penyiapan data, lalu uji. Urutan ini yang menjaga analisis Anda tetap dapat dipertanggungjawabkan di sidang.

Pembacaan keluaran, tidak berhenti di klik menu

Latihan diarahkan pada arti angka: kemaknaan, ukuran efek, dan batas kesimpulan yang boleh ditarik dari rancangan penelitian Anda.

Sesi di tempat Anda atau online

Tutor datang ke kos, rumah, atau kantor di Surabaya, dan sesi online tersedia untuk peserta yang jadwalnya berhimpitan.

Batas etis yang dinyatakan terbuka

Edubia menolak permintaan pengerjaan olah data atas nama peserta, dan tidak menjanjikan hasil uji tertentu maupun kelulusan sidang.

Tim yang memilihkan pendamping

Peserta tidak perlu menyeleksi tutor sendiri; tim mencocokkan rancangan penelitian Anda dengan pendamping yang terbiasa menanganinya.

Les privat SPSS di Surabaya dimulai dari pertanyaan penelitian

Banyak peserta datang ke sesi pertama dengan kalimat yang sama: berkas datanya sudah ada, tinggal diuji. Tutor Edubia justru menahan langkah itu sebentar. Sebelum satu menu pun dibuka, pertanyaan penelitian Anda ditulis ulang dalam kalimat yang sanggup diuji, lalu diperiksa apakah variabel yang tersedia memang mampu menjawabnya.

Urutannya tetap sama untuk skripsi, tesis, maupun laporan riset kantor. Pertanyaan penelitian menentukan variabel, variabel menentukan skala pengukuran, dan skala pengukuran menentukan uji mana yang sah dipakai. Peserta yang membalik urutan ini biasanya memilih uji lebih dulu, sering karena melihat skripsi kakak tingkat, lalu memaksa datanya menyerupai contoh tersebut. Dari situ lahir pekerjaan ulang yang panjang, dan tenggat bimbingan yang sudah rapat jadi makin sempit.

Sesi les privat SPSS di Surabaya karena itu dibuka dengan membaca bab tiga Anda dan mencocokkannya dengan isi berkas data. Peserta di Gubeng dan Sukolilo yang sedang mengejar jadwal bimbingan sering menemukan di menit kedua puluh bahwa satu variabelnya sudah telanjur diukur dengan cara yang menutup pilihan ujinya. Menemukannya sekarang jauh lebih murah daripada menemukannya di ruang sidang.

Skala pengukuran adalah cara sebuah variabel dicatat, dan ia yang menentukan uji mana yang masuk akal. Di SPSS, kolom Measure pada Variable View meminta Anda memilihnya sejak awal. Pilihan yang asal tetap membuat perangkat lunak mengeluarkan angka, sementara angka itu belum tentu berarti apa-apa. Empat bentuk berikut dibahas satu per satu memakai variabel dari berkas Anda sendiri.

Yang perlu diketahui

Skala pengukuran yang tutor SPSS bahas di sesi pertama

Nominal

Label tanpa urutan: jenis kelamin, program studi, jenis kemasan. Rata-ratanya tak punya arti, jadi yang dibaca frekuensi dan persentase, dan ujinya bertumpu pada tabel silang.

Ordinal

Berurutan tanpa jarak yang setara: peringkat kepuasan, tingkat pendidikan, jenjang jabatan. Selisih peringkat satu dan dua belum tentu sama dengan selisih dua dan tiga.

Interval

Jarak antar-angka setara sementara titik nolnya kesepakatan. Suhu Celsius dan banyak skor komposit masuk di sini, dan perhitungan rata-rata sudah sah dilakukan.

Rasio

Punya nol mutlak, sehingga perbandingan berlaku penuh: usia, lama kerja, pendapatan, jumlah kunjungan. Pilihan ujinya pun lebih lapang daripada tiga skala sebelumnya.

Menyiapkan berkas data sebelum sesi les SPSS berjalan

Bagian yang menyita waktu di pengolahan data hampir tak pernah ujinya. Uji regresi berjalan dalam hitungan detik. Yang panjang adalah pekerjaan sebelum itu: menyusun berkas supaya satu baris berisi satu responden, memberi nama variabel yang tetap terbaca tiga bulan kemudian, dan menuliskan label nilai supaya angka 1 dan 2 punya keterangan di keluaran.

Di sesi ini tutor menemani Anda menandai data yang hilang dengan kode seragam, memisahkan responden yang berhenti di tengah kuesioner, dan menelusuri entri yang mustahil seperti usia 4 tahun pada survei karyawan atau skor 6 pada skala berjangkauan satu sampai lima. Kesalahan semacam itu jarang terlihat di tabel mentah; ia baru muncul saat frekuensi dijalankan per variabel.

Peserta di Wonokromo yang datanya dikumpulkan lewat borang daring biasanya membawa berkas berisi kolom stempel waktu, jawaban kosong, dan jawaban ganda sekaligus. Merapikannya sekali di awal menghemat berjam-jam kemudian, sebab tiap uji yang dijalankan di atas data yang belum bersih harus diulang seluruhnya begitu satu kesalahan ketik ditemukan.

Statistik deskriptif yang dibaca tutor bersama Anda di sesi awal

Statistik deskriptif sering diperlakukan sebagai formalitas pembuka bab empat. Di sesi les SPSS, ia dipakai sebagai alat pemeriksa. Rata-rata yang jauh dari median menandakan sebaran yang miring. Simpangan baku yang hampir sebesar rata-ratanya menandakan jawaban responden berpencar. Nilai ujung bawah atau ujung atas yang janggal menandakan ada entri keliru yang lolos dari pembersihan.

Tutor menemani Anda membaca tabel frekuensi per variabel, menampilkan histogram dan diagram kotak, lalu menandai kasus yang berdiri jauh dari kelompoknya. Kasus semacam itu tidak langsung dihapus. Kami memeriksanya dulu: apakah ia kesalahan pencatatan, atau responden yang memang berbeda dan justru menarik dibahas di bagian pembahasan.

Membaca sebaran lebih dulu juga menghemat langkah berikutnya. Bentuk sebaran memberi petunjuk awal apakah uji berbasis rata-rata akan bertahan, dan berapa besar kelompok yang tersedia untuk dibandingkan. Peserta yang melewatkan bagian ini biasanya baru sadar kelompoknya timpang setelah uji beda dijalankan dan hasilnya sulit dijelaskan.

Tiap uji menjawab satu bentuk pertanyaan. Menghafal namanya kurang menolong; yang menolong adalah mengenali pertanyaan apa yang sedang Anda ajukan pada data. Empat rumpun di bawah menutup sebagian besar kebutuhan penelitian kuantitatif di jenjang sarjana dan magister.

Ringkasnya

Empat rumpun uji yang dipelajari di kelas privat SPSS

Uji beda dua kelompok

Menjawab apakah rata-rata dua kelompok berbeda: kelas eksperimen dan kelas kontrol, keadaan sebelum dan sesudah pelatihan, responden laki-laki dan perempuan. Bentuk berpasangan dan tidak berpasangan diperlakukan berbeda.

Uji beda tiga kelompok atau lebih

Menjawab apakah tiga kelompok atau lebih berbeda: tiga metode pengajaran, empat cabang perusahaan, lima rentang usia. Uji lanjutan menunjukkan pasangan kelompok mana yang menyumbang perbedaannya.

Hubungan antar-variabel

Menjawab apakah dua variabel bergerak bersama dan seberapa erat. Yang dilaporkan arah hubungan, keeratannya, dan makna praktisnya pada konteks penelitian Anda.

Analisis regresi

Menjawab seberapa besar satu atau beberapa variabel menjelaskan variabel terikat. Koefisien, kemaknaan tiap penduga, dan proporsi keragaman yang terjelaskan dibaca bersama-sama.

Uji asumsi yang tutor SPSS periksa sebelum hasil dipercaya

Tiap uji statistik berdiri di atas syarat tertentu. Melewatkan syarat itu tidak menghentikan SPSS; angkanya tetap keluar, dan justru itu yang berisiko. Empat pemeriksaan berikut sering ditanyakan penguji, dan tutor menemani Anda menjalankannya sendiri di berkas Anda.

Normalitas menanyakan apakah sebaran data cukup dekat dengan bentuk lonceng untuk dipakai uji berbasis rata-rata. Homogenitas menanyakan apakah keragaman antar-kelompok setara, syarat yang menopang uji beda. Multikolinearitas menanyakan apakah dua atau lebih variabel bebas saling tumpang tindih sampai pengaruhnya sulit dipisahkan. Heteroskedastisitas menanyakan apakah sisa dari model menyebar merata di seluruh rentang nilai dugaan.

Bagian yang menuntut latihan adalah membaca hasilnya. Nilai kemaknaan pada uji normalitas berperilaku berbeda pada sampel kecil dan sampel besar, dan pembacaan yang mengabaikan ukuran sampel gampang menyesatkan. Karena itu tutor selalu memasangkan angka uji asumsi dengan gambar sebarannya, lalu mengajak Anda menyimpulkan keduanya bersama.

Jalan keluar saat asumsi gagal di sesi les SPSS Anda

Asumsi yang tidak terpenuhi adalah keadaan biasa dalam penelitian lapangan, dan ia punya jalan keluar yang sah. Yang perlu dihindari hanya satu hal: memaksa uji berjalan seolah syaratnya sudah terpenuhi.

Ketika sebaran jauh dari normal, uji nonparametrik tersedia sebagai padanan yang bekerja pada peringkat data. Perbandingan dua kelompok berpindah ke uji Mann-Whitney atau Wilcoxon, perbandingan tiga kelompok atau lebih ke Kruskal-Wallis, dan hubungan antar-variabel ke korelasi Spearman. Hasilnya tetap dapat dilaporkan di bab empat dengan kalimat yang sama tegasnya.

Untuk keragaman sisa yang tidak merata pada model regresi, pilihan yang lazim adalah mentransformasi variabel, memakai galat baku yang tahan terhadap keadaan itu, atau meninjau ulang bentuk hubungan yang diasumsikan. Untuk variabel bebas yang saling tumpang tindih, biasanya salah satunya digabungkan atau dikeluarkan setelah alasannya ditulis.

Tiap pilihan itu punya harga yang wajib Anda pahami sebelum dipakai, dan itulah yang dibahas di sesi. Penguji jarang mempersoalkan pemakaian uji nonparametrik; yang dipersoalkan adalah peserta yang tak sanggup menjelaskan mengapa ia berpindah ke sana.

Validitas dan reliabilitas kuesioner di sesi privat SPSS

Penelitian berkuesioner menambah satu lapis pekerjaan sebelum hipotesis diuji: membuktikan bahwa alat ukurnya layak. Validitas menanyakan apakah tiap butir benar-benar mengukur hal yang dimaksud. Reliabilitas menanyakan apakah butir dalam satu dimensi memberi jawaban yang konsisten.

Di SPSS keduanya dikerjakan pada berkas uji coba Anda sendiri. Korelasi tiap butir terhadap totalnya dibaca satu per satu, butir yang lemah ditandai, dan angka konsistensi internal dihitung per dimensi, tidak dicampur untuk seluruh kuesioner sekaligus. Kekeliruan yang sering muncul adalah menghitung satu angka untuk lima dimensi berbeda, lalu melaporkannya sebagai reliabilitas instrumen.

Tutor juga mengingatkan batas etis di bagian ini. Membuang butir semata supaya angka konsistensi naik mengubah isi alat ukur, dan perubahan itu wajib dilaporkan berikut alasannya. Uji coba pada responden yang mirip dengan sasaran penelitian menghemat pekerjaan ini jauh lebih banyak daripada perbaikan angka di belakang.

Membaca keluaran SPSS bersama tutor: kemaknaan dan ukuran efek

Keluaran SPSS memuat lebih banyak angka daripada yang perlu dilaporkan. Sesi membaca keluaran melatih Anda memilih: mana angka yang menjawab pertanyaan penelitian, mana yang berkedudukan sebagai syarat, dan mana yang cukup tinggal di lampiran.

Nilai kemaknaan menjawab satu hal yang sempit, yaitu seberapa mengejutkan data Anda seandainya di populasi tidak ada perbedaan atau hubungan sama sekali. Ia tidak menyatakan besarnya perbedaan, dan ia sangat dipengaruhi jumlah responden. Selisih yang amat kecil bisa lolos ambang kemaknaan pada sampel besar, sementara selisih yang berarti bisa gagal lolos pada sampel kecil.

Karena itu ukuran efek dilaporkan berdampingan dengan nilai kemaknaan. Ia menjawab pertanyaan yang justru diajukan pembaca skripsi Anda: seberapa besar perbedaannya, dan apakah sebesar itu berarti sesuatu di lapangan. Tutor menemani Anda menerjemahkan angka tersebut menjadi kalimat pembahasan yang jujur, termasuk ketika hasil yang bermakna secara statistik ternyata kecil pengaruhnya bagi praktik yang Anda teliti.

Menulis hasil uji ke bab skripsi bersama tutor pendamping

Keluaran SPSS tidak pernah ditempel apa adanya ke bab empat. Tangkapan gambar tabel mentah beserta seluruh kolomnya memaksa penguji mencari sendiri angka yang relevan, dan itu memancing pertanyaan yang sebenarnya bisa dihindari.

Sesi penulisan hasil melatih Anda menyusun ulang tabel sesuai kaidah yang dipakai program studi: kolom yang dibutuhkan saja, jumlah angka di belakang koma yang konsisten, catatan kaki untuk keterangan singkatan, dan judul tabel yang berdiri sendiri tanpa perlu membaca kalimat sebelumnya. Setelah tabelnya rapi, barulah kalimat naratifnya ditulis: apa yang diuji, dengan uji apa, hasilnya seperti apa, dan artinya bagi hipotesis.

Menjelang sidang, sesi berpindah ke latihan menjawab. Pertanyaan penguji yang sering muncul berkisar pada alasan pemilihan uji, cara menangani data hilang, jumlah responden dan cara mengambilnya, serta arti angka yang Anda laporkan. Tutor mengajukan pertanyaan itu lebih dulu supaya Anda sudah pernah menjawabnya di meja belajar sebelum menghadapinya di ruang sidang.

Kesalahan yang sering ditemui tutor SPSS di sesi awal

Tiga kekeliruan muncul berulang, dan ketiganya lebih mahal daripada salah menekan menu.

Pertama, menyimpulkan sebab-akibat dari korelasi. Kalimat semacam "motivasi menaikkan hasil belajar" terdengar wajar, sementara yang dihitung hanya kebersamaan gerak dua variabel pada satu waktu. Data lintas-seksi tanpa perlakuan dan tanpa urutan waktu tidak sanggup menopang klaim sebab. Yang sah ditulis adalah hubungan, arahnya, dan keeratannya, disertai catatan bahwa penjelasan lain masih mungkin.

Kedua, menghapus data yang mengganggu hipotesis. Godaannya nyata ketika tenggat mendesak: responden yang jawabannya melawan arah dugaan dibuang, lalu hasilnya berubah menjadi bermakna. Tindakan itu mengubah kesimpulan penelitian dan sulit dipertanggungjawabkan bila ditanyakan. Data yang dikeluarkan wajib punya alasan metodologis yang ditulis terbuka, misalnya responden yang tidak memenuhi kriteria inklusi atau jawaban yang mustahil secara logis.

Ketiga, memilih uji lebih dulu karena mengikuti skripsi terdahulu, lalu menyesuaikan variabel supaya cocok. Tutor mengenali pola ini dari cara variabel diberi kode, dan memperbaikinya di sesi awal jauh lebih ringan daripada di pekan terakhir.

Batas pendampingan tutor SPSS Edubia

Edubia mendampingi Anda memahami dan mengerjakan analisis Anda sendiri. Yang memegang tetikus, memilih menu, dan menekan tombol jalankan adalah Anda; tutor duduk di samping untuk menjelaskan, memeriksa, dan mengoreksi. Kami tidak menerima pekerjaan olah data atas nama peserta, dan permintaan semacam itu ditolak dengan penjelasan terbuka sejak percakapan pertama.

Ada dua alasan yang membuat batas ini penting. Sidang menguji pemahaman Anda, dan pertanyaan penguji tentang alasan pemilihan uji hanya bisa dijawab oleh orang yang benar-benar mengerjakannya. Selain itu kemampuan mengolah data terbawa terus setelah kelulusan, ke pekerjaan yang menuntut Anda membaca angka sendiri.

Kami juga tidak menjanjikan hasil uji tertentu. Tak ada tutor yang sanggup menjanjikan data Anda akan bermakna secara statistik, dan tak ada yang sanggup menjanjikan kelulusan sidang. Hasil uji mengikuti data yang Anda kumpulkan.

Data yang tidak mendukung hipotesis tetap temuan yang sah. Penelitian semacam itu bisa ditulis dengan baik: hipotesis yang tidak didukung dilaporkan apa adanya, lalu dibahas kemungkinan penyebabnya, keterbatasan cara pengambilan sampel, dan saran untuk penelitian berikutnya. Banyak peserta menemukan bahwa bab pembahasan justru menjadi lebih berisi ketika hasilnya di luar dugaan.

Batas berikutnya soal jenis penelitian. Pendampingan ini menyertai penelitian yang memuat data angka untuk diuji; rancangan yang sepenuhnya kualitatif menuntut bentuk bimbingan lain, dan tim menyampaikannya terus terang sejak percakapan awal.

Detail

Yang Anda dapat dari les privat SPSS di Surabaya

Enam hal berikut melekat di setiap sesi les privat SPSS Edubia.

Berkas data Anda sendiri jadi bahan sesi

Tutor membuka berkas penelitian Anda, lengkap dengan kuesioner dan responden aslinya. Nol data contoh yang tidak Anda kenali.

Sesi mengikuti tenggat bimbingan

Jadwal disusun mundur dari tanggal Anda menghadap dosen pembimbing, sehingga bagian yang dibahas selalu bagian yang sedang ditagih.

Pemeriksaan pekerjaan antar-sesi

Pertemuan dibuka dengan memeriksa keluaran yang Anda jalankan sendiri sejak sesi sebelumnya, jadi kemajuannya terlihat per pekan.

Tutor yang membaca metode penelitian

Pendamping Anda terbiasa membaca bab tiga dan mencocokkan rancangan penelitian dengan uji yang tersedia di SPSS.

Latihan menjawab pertanyaan penguji

Menjelang sidang, sesi berpindah ke tanya jawab tentang alasan pemilihan uji dan cara membaca angka yang Anda laporkan.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Bila gaya penjelasan atau jam sesinya kurang cocok, sampaikan ke tim Edubia dan pendamping baru disiapkan.

Tutor SPSS Edubia berangkat ke tempat yang Anda tentukan: kos, rumah, kantor, atau ruang baca kampus. Wilayah di bawah yang sering diminta peserta, sementara permintaan dari kecamatan lain tetap diusahakan sepanjang jam tutor masih tersisa.

Lebih dekat

Wilayah tutor SPSS datang di Surabaya dan kota tetangganya

Surabaya Timur

Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar. Banyak peserta di sini memilih sesi malam setelah jam kuliah usai.

Pusat kota Surabaya

Genteng, Tegalsari, Bubutan, dan Simokerto. Sesi siang di wilayah ini sering diambil peserta yang bekerja sambil menuntaskan tesis.

Surabaya Selatan

Wonokromo, Wonocolo, Jambangan, Gayungan, Dukuh Pakis, dan Wiyung. Titik yang lazim dipakai untuk sesi akhir pekan.

Surabaya Barat dan Utara

Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Sukomanunggal, Krembangan, Semampir, Tambaksari, dan Kenjeran. Sesi pagi lebih mudah dijadwalkan di sini.

Kabupaten Sidoarjo

Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Krian, dan Sukodono. Peserta di wilayah ini kerap memilih sesi online saat tenggatnya mendesak.

Biaya les privat SPSS per sesi dan pilihan jadwalnya

Biaya les privat SPSS Edubia mulai Rp162.000 per sesi untuk sesi 60 menit yang berjalan online, bentuk yang dipilih peserta yang cukup berbagi tampilan saat memeriksa keluaran uji. Sesi 90 menit dengan tutor datang ke tempat Anda ada di Rp247.100 per sesi, panjang yang biasanya diambil ketika berkas masih perlu dirapikan sebelum satu uji pun dijalankan. Bila Anda memilih belajar di co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, ada tambahan Rp15.000 per sesi di luar tarif tersebut.

Panjang sesi memang berpengaruh pada tarif, dan pilihannya mengikuti pekerjaan yang sedang berjalan. Membersihkan data lalu menjalankan uji asumsi menuntut waktu duduk yang lebih panjang; membahas satu tabel hasil sebelum menghadap pembimbing cukup ditangani sesi pendek.

Jadwalnya disusun mundur dari tanggal bimbingan Anda. Peserta yang sidangnya masih tiga bulan lagi biasanya mengambil satu sesi per pekan, sementara yang tenggatnya tinggal dua pekan memadatkan menjadi tiga sesi per pekan. Perubahan jadwal disampaikan ke tim lewat WhatsApp, dan sesi yang batal diatur ulang tanpa hangus.

Lima langkah di bawah memisahkan percakapan pertama dari sesi pertama. Sebagian besar peserta menuntaskannya dalam satu sampai lima hari kerja, dan yang sedang mengejar tenggat bimbingan bisa meminta jalur di ujung tercepat rentang itu.

Catatan penting

Cara mulai les privat SPSS Edubia di Surabaya

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Kirim gambaran penelitian Anda

    Sampaikan judul, rancangan penelitian, dan keadaan data lewat WhatsApp Edubia. Bila berkasnya sudah ada, sebutkan jumlah responden dan bentuk variabelnya.

  2. Pemeriksaan berkas dan tenggat

    Tim menimbang uji yang dibutuhkan, panjang sesi yang sesuai, dan tanggal bimbingan yang harus dikejar, lalu menyampaikan perkiraan jumlah sesinya.

  3. Tutor dipilihkan oleh tim

    Kami menyiapkan pendamping yang terbiasa dengan rancangan penelitian seperti milik Anda. Peserta tidak perlu menyeleksi sendiri.

  4. Sesi pertama dan rencana kerja

    Pertemuan pembuka dipakai untuk menata berkas dan menyusun urutan pekerjaan sampai bab empat selesai.

  5. Sesi berjalan dan ditinjau tiap pekan

    Tiap pertemuan dibuka dengan memeriksa keluaran yang Anda kerjakan sendiri, lalu ditutup dengan tugas untuk pekan berikutnya.

Tanya jawab

Sebelum daftar les SPSS, apa yang perlu ditanyakan?

Apakah Edubia mengerjakan olah data skripsi saya sampai selesai?

Tidak. Edubia mendampingi Anda mengerjakan analisisnya sendiri. Tutor menjelaskan pilihan uji, memeriksa langkah yang Anda ambil, dan mengoreksi cara membaca keluaran, sementara yang menjalankan uji di perangkat tetap Anda. Permintaan pengerjaan atas nama peserta kami tolak sejak percakapan pertama, sebab sidang menguji pemahaman Anda dan pertanyaan penguji hanya bisa dijawab oleh orang yang benar-benar mengerjakannya.

Bagaimana kalau hasil uji saya tidak signifikan?

Hasil uji mengikuti data yang Anda kumpulkan, dan tak ada tutor yang sanggup menjanjikan angka tertentu. Hipotesis yang tidak didukung tetap temuan yang sah dan bisa ditulis dengan baik: hasilnya dilaporkan apa adanya, lalu dibahas kemungkinan penyebabnya, keterbatasan cara pengambilan sampel, dan saran untuk penelitian berikutnya. Tutor menemani Anda menyusun bagian pembahasan itu kalimat demi kalimat.

Berapa biaya les privat SPSS di Surabaya?

Mulai Rp162.000 per sesi untuk sesi 60 menit yang berjalan online. Sesi 90 menit dengan tutor datang ke tempat Anda ada di Rp247.100 per sesi. Bila Anda memilih belajar di co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, ada tambahan Rp15.000 per sesi di luar tarif tersebut. Rincian paket dan cara pembayaran dijelaskan tim lewat WhatsApp sebelum sesi pertama berjalan.

Data saya masih di lembar kerja dan berantakan. Apakah sudah bisa mulai?

Bisa, dan justru itu titik mulai yang lazim. Sesi pertama dipakai untuk menyusun berkas supaya satu baris berisi satu responden, memberi nama dan label variabel, menandai data yang hilang, serta menelusuri entri yang mustahil. Bawa juga naskah kuesioner dan bab tiga Anda supaya tutor bisa mencocokkan tiap variabel dengan rancangan penelitiannya.

Saya belum mengumpulkan data sama sekali. Apa yang bisa dikerjakan di sesi?

Sesi tetap bisa berjalan dengan isi yang berbeda. Sebelum data ada, yang dibahas adalah menerjemahkan rumusan masalah menjadi hipotesis yang bisa diuji, menentukan skala pengukuran tiap variabel, menyusun struktur berkas, dan memperkirakan uji yang akan dipakai. Merancang bagian ini lebih dulu mencegah pengambilan data yang ternyata tidak sanggup menjawab pertanyaan penelitian Anda.

Uji normalitas saya gagal. Apakah penelitian saya harus diulang?

Tidak perlu diulang. Sebaran yang jauh dari normal adalah keadaan biasa di penelitian lapangan, dan jalan keluarnya sah. Perbandingan dua kelompok berpindah ke uji Mann-Whitney atau Wilcoxon, tiga kelompok atau lebih ke Kruskal-Wallis, dan hubungan antar-variabel ke korelasi Spearman. Yang dituntut penguji adalah kemampuan Anda menjelaskan alasan perpindahan itu, dan latihan menjelaskannya termasuk isi sesi.

Berapa sesi yang dibutuhkan sampai bab empat selesai?

Bergantung pada keadaan data dan rancangan penelitiannya. Peserta yang datanya sudah rapi dan analisisnya berupa uji beda sederhana biasanya menuntaskan dalam empat sampai enam sesi. Penelitian dengan regresi berganda, banyak dimensi kuesioner, atau data yang masih kotor menuntut lebih banyak. Tim menyampaikan perkiraan sesi setelah melihat berkas Anda, dan perkiraan itu ditinjau ulang di tengah jalan.

Bisakah tutor datang ke kos atau kantor saya?

Bisa. Tutor SPSS Edubia berangkat ke tempat yang Anda tentukan di Surabaya, termasuk kos, rumah, kantor, dan ruang baca kampus, serta ke wilayah Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Sukodono. Alamat dan titik temu dikunci lewat WhatsApp sebelum sesi pertama supaya tutor datang tepat waktu dan waktu belajar Anda tidak terpotong.

Apakah sesinya bisa berjalan online?

Bisa, dan untuk pengolahan data bentuk ini sering lebih praktis. Anda membuka berkas di perangkat sendiri, membagikan tampilannya, lalu tutor mengarahkan langkah demi langkah sambil Anda yang menjalankan menunya. Peserta di luar Surabaya dan yang tenggatnya mendesak banyak memilih bentuk ini karena waktu perjalanan tutor tidak ikut terpakai.

Tenggat bimbingan saya pekan depan. Apakah jadwalnya bisa dipadatkan?

Bisa. Jadwal les privat SPSS disusun mundur dari tanggal Anda menghadap dosen pembimbing. Peserta yang tenggatnya tinggal satu sampai dua pekan biasanya mengambil tiga sesi per pekan, termasuk malam hari dan akhir pekan. Sampaikan tanggalnya sejak percakapan awal supaya tim menyiapkan tutor yang jam kosongnya cocok dengan kebutuhan Anda.

Apakah tutor membantu saya menghadapi pertanyaan penguji?

Ya, dan bagian itu punya sesi tersendiri menjelang sidang. Tutor mengajukan pertanyaan yang lazim muncul: alasan pemilihan uji, cara menangani data hilang, jumlah responden dan cara pengambilannya, arti angka yang Anda laporkan, serta batas kesimpulan yang boleh ditarik. Anda menjawab, tutor mengoreksi, lalu jawabannya Anda rapikan dengan kalimat sendiri.

Penelitian saya memakai kuesioner. Apa yang perlu diuji lebih dulu?

Alat ukurnya. Sebelum hipotesis diuji, korelasi tiap butir terhadap totalnya dibaca untuk menandai butir yang lemah, lalu konsistensi internal dihitung per dimensi, tidak dicampur untuk seluruh kuesioner sekaligus. Butir yang dibuang wajib dicatat alasannya, sebab menghapus butir hanya demi menaikkan angka konsistensi berarti mengubah isi alat ukur Anda.

Apakah korelasi yang kuat sudah cukup untuk menyimpulkan sebab-akibat?

Belum cukup. Korelasi menyatakan dua variabel bergerak bersama, sementara sebab menuntut urutan waktu, kendali atas penjelasan lain, dan pada umumnya perlakuan. Data lintas-seksi tanpa perlakuan tidak sanggup menopang klaim sebab. Yang sah ditulis adalah arah dan keeratan hubungannya, disertai catatan bahwa penjelasan lain masih terbuka. Tutor melatih perumusan kalimat itu di sesi penulisan hasil.

Kalau saya merasa kurang cocok dengan tutornya, bagaimana?

Sampaikan ke tim Edubia lewat WhatsApp dan sebutkan bagian yang kurang cocok, entah gaya penjelasan, kecepatannya, atau jam sesinya. Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan pendamping berikutnya menerima catatan kemajuan Anda supaya sesi tidak mengulang dari nol. Peserta tidak perlu menyeleksi tutor sendiri; tim yang memilihkan berdasarkan rancangan penelitian Anda.

Apakah les privat SPSS ini hanya untuk mahasiswa?

Tidak. Peserta les privat SPSS Edubia mencakup mahasiswa sarjana dan pascasarjana, tenaga kesehatan yang mengolah data survei dan rekam kunjungan, staf yang menganalisis hasil survei internal atau data penjualan, serta pengajar yang menyiapkan laporan penelitian. Isi sesinya berbeda menurut kebutuhan, sementara urutan kerjanya tetap sama.

Mari Mulai

Jadwalkan sesi SPSS pertama Anda

Ceritakan target SPSS Anda, kami carikan tutor yang pas di Surabaya. Tanpa komitmen di awal.

  • 2.500+ tutor terverifikasi
  • 1.200+ peserta didampingi
  • 4,9/5 rating ulasan