4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai Menengah
Les Grafiti di Surabaya
Les grafiti Edubia di Surabaya melatih satu peserta menggubah huruf lalu menyemprotnya di permukaan yang boleh dipakai. Sesi berjalan 90 menit, dibuka penuh dari buku sketsa, dan tutor datang ke alamat yang sudah disepakati.
Inti dari Les Grafiti di Surabaya
Les grafiti Edubia di Surabaya melatih satu peserta menggubah huruf lalu menyemprotnya di permukaan yang boleh dipakai. Sesi berjalan 90 menit, dibuka penuh dari buku sketsa, dan tutor datang ke alamat yang sudah disepakati.
Konsultasi dan DaftarSekilas Program
- Lembaga penyelenggara
- Edubia, les privat personal di Surabaya dengan tutor yang datang ke alamat peserta
- Format sesi
- Satu tutor menemani satu peserta, 90 menit per sesi, 4 sesi tiap bulan sebagai ritme awal
- Tutor pendamping
- Praktisi huruf dan cat semprot yang dipilihkan tim Edubia sesuai arah gaya peserta
- Cakupan latihan
- Anatomi huruf, buku sketsa, kendali kaleng bertekanan, ragam nozel, lima lapis cat, keselamatan kerja, dan izin bidang
- Permukaan latihan
- Papan tripleks milik peserta, tembok rumah sendiri, atau tembok orang lain yang izin tertulisnya sudah ada
- Biaya
- Mulai Rp190.400 per sesi 90 menit di alamat peserta, sampai Rp374.600 untuk sesi dewasa 120 menit
- Tambahan di ruang belajar
- Rp15.000 per sesi bila sesi buku sketsa digelar di NextSpace Kenjeran atau Union Space Sidosermo
- Perlengkapan peserta
- Cat semprot, papan tripleks, cat tembok dasar, masker respirator, sarung tangan, dan alas lantai dibeli peserta sendiri
- Jumlah peserta
- Satu orang per sesi, dengan orang dewasa mendampingi peserta di bawah tujuh belas tahun saat menyemprot
- Jadwal
- Disusun mengikuti kesediaan peserta dan cuaca; pekan basah digeser ke sesi buku sketsa
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo
- Penanganan risiko
- Peserta berhak meminta penggantian tutor tanpa biaya tambahan, dan catatan kemajuannya ikut berpindah
Nilai lebih
Yang membuat sesi grafiti terasa beda
Sesi pembuka penuh di kertas
Nol kaleng dibuka di pertemuan pertama. Bentuk huruf diselesaikan lebih dulu di buku sketsa, tempat kesalahan berbiaya hampir nol.
Permukaan latihan disepakati lebih dulu
Tutor dan peserta menetapkan bidang latihan berikut status kepemilikannya sebelum sesi pertama dijadwalkan.
Pemeriksaan ruang sebelum menyemprot
Arah bukaan udara, jarak ke tetangga, sumber api, dan lantai yang perlu ditutup diperiksa tutor di kunjungan awal.
Nozel cadangan dibawa tiap sesi
Nozel tersumbat di tengah karya menghentikan pekerjaan lebih lama daripada cat yang habis, jadi cadangannya selalu ikut.
Latihan meminta izin pemilik bidang
Percakapan permintaan izin, sketsa cetak, dan lembar izin satu halaman dilatih bersama tutor sampai peserta sanggup jalan sendiri.
Penggantian tutor tanpa biaya tambahan
Kalau cara mengajarnya kurang cocok, peserta berhak meminta pendamping baru dan catatan kemajuannya ikut berpindah.
Fleksibel
3 format kelas grafiti di Edubia
Tutor grafiti datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Susunan materi
Susunan materi les grafiti dan salah langkah yang sering terjadi
Tiga belas pokok di bawah disusun berurutan dari kertas ke kaleng, lalu ke bidang berizin. Tiap pokok ditulis lengkap dengan salah langkah yang berulang kali muncul di kelas dan cara tutor Edubia menanganinya di sesi berjalan.
- 1
Rangka huruf satu garis
Sesi pembukaYang dibahas. Menetapkan tinggi, lebar, dan kemiringan huruf memakai garis tipis sebelum apa pun ditebalkan.
Jebakan umum. Peserta langsung menggambar huruf tebal karena bentuk tebal terlihat lebih dekat ke hasil jadi. Proporsinya meleset, dan memperbaikinya menuntut seluruh huruf dihapus.
Cara tutor. Tutor meminta lima rangka satu garis dulu di satu halaman, tanpa boleh menebalkan, sampai tinggi dan lebarnya seragam.
- 2
Jarak antar huruf
HurufYang dibahas. Mengatur ruang kosong di antara huruf supaya deretnya terbaca rata dari jarak jauh.
Jebakan umum. Jarak diukur dari tepi ke tepi dengan penggaris, padahal mata membaca luas ruang kosongnya. Huruf lengkung terlihat terlalu jauh, huruf lurus terlihat berdempet.
Cara tutor. Peserta memicingkan mata sampai hurufnya kabur, lalu menilai ruang mana yang terlihat lebih lebar dan menggesernya.
- 3
Ketebalan yang tetap
HurufYang dibahas. Menjaga tebal batang huruf sama dari huruf pertama sampai huruf penutup dalam satu kata.
Jebakan umum. Tebal huruf mengecil di huruf terakhir karena ruang di kertas mulai habis, dan kata terlihat goyah.
Cara tutor. Batas kanan halaman ditandai lebih dulu, lalu lebar total dibagi ke jumlah huruf sebelum satu huruf pun ditebalkan.
- 4
Kemiringan satu arah
HurufYang dibahas. Menyetel sudut miring yang sama untuk seluruh huruf, termasuk pada huruf yang bentuk aslinya simetris.
Jebakan umum. Sebagian huruf ikut miring, sebagian tetap tegak, dan kata terbaca patah di tengah.
Cara tutor. Garis bantu miring ditarik tipis melintasi seluruh kata sebelum huruf digambar, lalu dihapus di akhir.
- 5
Ritme huruf berulang
HurufYang dibahas. Memberi perbedaan kecil pada huruf yang muncul dua kali dalam satu kata, misalnya panjang ekor atau sudut palangnya.
Jebakan umum. Huruf yang sama digambar persis sama, dan kata terlihat seperti cetakan mesin.
Cara tutor. Peserta menggambar tiga versi huruf itu di pinggir halaman, lalu memilih dua yang berbeda tipis untuk dipakai.
- 6
Mengocok kaleng
KalengYang dibahas. Mencampur pigmen dengan pengencer sampai warna keluar rata, kira-kira satu menit sampai bunyi kelereng terdengar seragam.
Jebakan umum. Kaleng langsung disemprot karena peserta sudah tidak sabar. Warna keluar pucat dan berbintik, dan bintiknya menuntut lapisan tambahan.
Cara tutor. Tutor menghitung waktu kocok bersama peserta di sesi kaleng pertama sampai kebiasaannya terbentuk.
- 7
Jarak nozel ke bidang
KalengYang dibahas. Membaca hubungan antara jarak, lebar garis, dan kepekatan warna pada tiga jarak kerja yang berbeda.
Jebakan umum. Peserta mendekatkan kaleng supaya garisnya lebih pekat, dan justru di jarak dekat itulah cat menumpuk lalu meleleh.
Cara tutor. Lima garis berjajar disemprot di papan, tiap garis pada jarak berbeda, lalu peserta membandingkan hasilnya sendiri.
- 8
Kecepatan tangan dan katup
KalengYang dibahas. Melatih urutan tangan bergerak dulu, katup ditekan sesudahnya, dan katup dilepas sebelum tangan berhenti.
Jebakan umum. Katup masih ditekan ketika tangan berhenti di ujung garis, dan cat menumpuk menjadi gumpalan bulat.
Cara tutor. Peserta menarik garis lurus panjang berulang sambil tutor menyebut aba-aba tekan dan lepas, sampai urutannya berjalan sendiri.
- 9
Garis tepi dengan nozel tipis
LapisanYang dibahas. Menarik garis tepi yang rapat mengikuti bentuk isi, termasuk di sudut dan di lengkung.
Jebakan umum. Garis tepi ditarik memakai nozel lebar karena malas mengganti, dan bentuk hurufnya tenggelam di dalam garisnya sendiri.
Cara tutor. Nozel tipis dipasang sejak awal langkah ini, dan tangan disandarkan pada kelingking yang menempel di bidang.
- 10
Arah bayangan
LapisanYang dibahas. Menempatkan warna gelap di sisi yang sama untuk seluruh huruf, mengikuti satu arah sumber cahaya yang dipilih di sketsa.
Jebakan umum. Bayangan dipasang di sisi yang berbeda-beda antar huruf, dan kata terlihat pecah.
Cara tutor. Arah bayangan ditandai dengan panah kecil di sudut sketsa sebelum menyemprot, lalu panah itu dipatuhi sampai selesai.
- 11
Daya tutup warna terang
WarnaYang dibahas. Memperhitungkan bahwa warna terang menutup lebih lemah daripada warna gelap, jadi ia menuntut dua sampai tiga lintasan tipis.
Jebakan umum. Warna terang disemprot tebal sekaligus di atas dasar gelap supaya cepat menutup, dan hasilnya meleleh sebelum warnanya rata.
Cara tutor. Lintasan tipis berulang dengan jeda kering pendek, dan peserta mencatat berapa lintasan yang dibutuhkan tiap warna.
- 12
Membaca permukaan
PermukaanYang dibahas. Menyesuaikan jarak, jumlah lapis, dan pilihan nozel dengan sifat bidang: tembok berpori, tembok bercat halus, tripleks, atau seng.
Jebakan umum. Peserta memperlakukan tembok batako seperti papan halus. Cat habis jauh lebih cepat, tepi garis melebar, dan hasilnya terlihat kotor.
Cara tutor. Satu petak uji seluas satu jengkal disemprot lebih dulu di sudut bidang untuk melihat serapannya.
- 13
Izin dan status bidang
WajibYang dibahas. Memeriksa status kepemilikan bidang, cara meminta izin, dan bentuk izin tertulis satu lembar.
Jebakan umum. Tembok yang kosong, kusam, dan sudah penuh coretan lama dianggap boleh dipakai. Hukum membaca kepemilikannya, dan kondisi tembok tidak mengubah apa pun.
Cara tutor. Peserta berlatih percakapan meminta izin bersama tutor, lengkap dengan sketsa cetak dan lembar izin satu halaman.
Peserta yang cocok
Peserta yang cocok mengambil les grafiti privat
Peserta yang cocok
- Remaja yang sudah menulis nama sendiri berulang di buku tulis dan ingin bentuknya jadi rapi
- Peserta dewasa yang punya pagar atau tembok sendiri dan ingin mengerjakannya dengan tangan sendiri
- Peserta yang pernah menyemprot sendiri lalu berhenti karena catnya selalu meleleh
- Pemilik usaha kecil yang ingin menulis nama gerainya sendiri di tembok dalam
- Peserta yang sudah bisa menggambar dan ingin masuk ke huruf berukuran besar
- Peserta yang ingin menerima pesanan mural dan butuh cara menghitung bahan
Cakupan
Yang didapat peserta di kelas privat grafiti
Buku sketsa yang benar-benar terisi
Puluhan versi satu nama, lengkap dengan catatan warna dan tanda arah bayangan di tiap halaman.
Kendali jarak dan kecepatan tangan
Tiga jarak kerja yang dipakai bergantian, berikut urutan tekan dan lepas katup yang mencegah gumpalan cat.
Urutan lima lapis cat
Dasar, isi, garis tepi, bayangan, dan sorotan dikerjakan berurutan dengan jeda kering yang tepat.
Empat nozel dan waktu memakainya
Nozel lebar, tipis, kabut, dan bawaan kaleng, lengkap dengan cara membersihkan salurannya sesudah pakai.
Perlengkapan keselamatan yang dipakai benar
Masker respirator berfilter uap organik, sarung tangan, kacamata, dan aturan jarak dari sumber api.
Lembar izin dan cara memintanya
Bentuk izin tertulis satu halaman, ditambah latihan percakapan dengan pemilik bidang.
Hitungan kebutuhan cat untuk satu bidang
Catatan pemakaian sendiri dipakai sebagai dasar hitungan, jadi penawaran mural berpijak pada angka yang pernah diukur.
Album karya berkelengkapan ukuran
Foto lurus tiap karya beserta ukuran bidang, jumlah lapis, dan lama pengerjaan.
Tahap demi tahap
Tahapan les grafiti dari buku sketsa sampai tembok berizin
Sembilan tahap di bawah dilewati berurutan, dan kecepatannya berbeda tiap peserta. Tutor menahan peserta di satu tahap sampai bentuknya berdiri sendiri, sebab tahap yang dilompati selalu kembali menagih di tahap berikutnya.
- 01
Sepuluh rangka huruf di kertas
KertasSatu nama digambar sepuluh kali sebagai rangka satu garis, sampai tinggi, lebar, dan kemiringannya seragam tanpa penggaris.
- 02
Satu nama ditebalkan dan diberi garis tepi
KertasRangka pilihan ditebalkan ke dua arah, diberi garis tepi, dan dinilai keterbacaannya dari jarak tiga meter.
- 03
Kaleng pertama di papan latihan
PapanGaris lurus, lengkung, titik, dan kotak disemprot pada tiga jarak berbeda. Sesi ini tentang tangan, dan belum tentang bentuk.
- 04
Huruf gelembung dua warna yang tertutup rapi
PapanIsi satu warna dan garis tepi warna lain diselesaikan tanpa lelehan yang tidak disengaja.
- 05
Lima lapis penuh pada satu papan
PapanDasar, isi, garis tepi, bayangan, dan sorotan dikerjakan berurutan lengkap dengan jeda keringnya.
- 06
Sketsa dipindahkan ke bidang besar
Bidang besarBidang dibagi kotak, garis bantu ditarik, dan proporsi huruf dijaga tetap sama dengan versi kertasnya.
- 07
Huruf bersambung dan sambungan bersudut
LanjutanSudut patah, kaitan antar huruf, dan urutan tumpang tindih mulai dipakai sesudah rangka huruf lurus dikuasai.
- 08
Karya pertama di tembok berizin
BerizinMeminta izin, menyiapkan bidang, mengerjakan, membersihkan lokasi, lalu mengirim foto hasil kepada pemiliknya.
- 09
Album karya dan penawaran mural pesanan
PesananFoto papan dan tembok dikumpulkan berikut ukuran dan lama pengerjaan, lalu dipakai menyusun penawaran yang berpijak pada catatan bahan.
Apa yang dipelajari di les grafiti privat Edubia
Grafiti pada dasarnya adalah seni menggubah huruf. Satu nama atau satu kata ditulis berulang kali sampai bentuknya berhenti terlihat seperti tulisan biasa dan mulai terbaca sebagai milik orang yang menulisnya. Sesudah bentuk itu jadi, ia dipindahkan ke bidang yang lebih besar memakai cat yang keluar dari kaleng sebagai kabut halus, disemprotkan dari jarak tertentu. Dua keterampilan itulah yang dilatih di les grafiti Edubia Surabaya: menyusun huruf di kertas, lalu mengendalikan kaleng bertekanan di permukaan yang boleh dipakai.
Satu hal disampaikan tutor di menit pertama, sebelum kaleng mana pun dibuka. Mencoret tembok, pagar, rolling door, atau kendaraan milik orang lain tanpa izin adalah perusakan barang, dan perbuatan itu melanggar hukum. Karena itu seluruh latihan berlangsung di permukaan yang statusnya jelas: papan tripleks milik peserta, tembok rumah sendiri, atau tembok orang lain yang pemiliknya sudah memberi izin.
Sesi berjalan 90 menit, satu tutor menemani satu peserta, dan tutor berangkat ke alamat yang disepakati. Atur jadwal sesi pertama lewat formulir pendaftaran Edubia begitu permukaan latihan sudah tersedia di rumah.
Anatomi huruf yang dilatih di tiap sesi les
Huruf punya bagian yang bisa disebut satu per satu, dan menyebutnya membuat perbaikan jadi mungkin. Ada batang, garis tegak yang menopang huruf. Ada palang, garis melintang yang memotong batang pada huruf seperti A dan H. Ada lengkung, badan membulat pada B, D, dan O. Ada ekor, bagian yang turun atau menjulur pada Q dan R. Ada bahu, lengkung yang berangkat dari batang pada huruf N dan M. Ada pula ruang kosong di dalam huruf, yang menentukan huruf itu terbaca dari jauh atau tidak.
Di atasnya ada tiga pengatur yang dipegang sepanjang satu kata: ketebalan, kemiringan, dan jarak antar huruf. Ketebalan yang berubah di tengah kata membuat huruf terlihat goyah. Kemiringan yang sebagian tegak dan sebagian miring membuat kata terbaca patah. Jarak antar huruf diukur dari luas ruang kosong di antara dua huruf, sebab itulah yang dilihat mata. Huruf lengkung menyisakan ruang lebih banyak daripada huruf lurus, jadi ia didekatkan sedikit supaya deretnya rata.
Satu lagi yang dilatih di tiap sesi: ritme. Kalau huruf yang sama muncul dua kali dalam satu kata, keduanya diberi perbedaan kecil, misalnya panjang ekor atau sudut palangnya. Tanpa itu kata terlihat seperti cetakan mesin, dan tenaga tulisan tangan hilang.
Bentuk huruf grafiti bertingkat, dan tingkatannya berurutan menurut berapa banyak keputusan yang harus diambil sekaligus. Tulisan satu warna menuntut satu hal saja: garis menerus dan ritme tangan yang tetap. Huruf bersambung menuntut belasan hal sekaligus, dari sudut patah sampai urutan tumpang tindih. Tutor Edubia menahan peserta di satu tingkat sampai bentuknya berdiri sendiri di kertas, sebab naik terlalu cepat membuat huruf berantakan tanpa peserta tahu bagian mana yang meleset. Kelima tingkat di bawah dipakai sebagai urutan latihan.
Selengkapnya
Lima tingkatan bentuk huruf dalam kelas grafiti
Tulisan satu warna
Tanda tangan huruf yang ditulis satu tarikan, satu warna, tanpa garis tepi. Yang dilatih di sini kelenturan pergelangan dan tekanan jari yang tetap dari huruf pertama sampai huruf penutup.
Huruf gelembung bergaris tepi
Huruf membulat dengan isi satu warna dan garis tepi warna lain. Dua warna, dua nozel, dan latihan pertama membaca jarak kaleng ke permukaan.
Huruf blok bersudut tegas
Huruf tegak bersudut yang terbaca dari seberang jalan. Bentuk ini yang sering diminta pada mural pesanan, sebab pesannya sampai lebih dulu daripada gayanya.
Huruf berlapis penuh
Huruf yang sudah memakai lima lapis cat, dari dasar sampai sorotan. Di tingkat ini peserta mulai memikirkan arah bayangan dan urutan pengeringan.
Huruf bersambung yang rumit
Huruf yang saling mengait, bersudut patah, dan bertumpuk. Keterbacaannya sengaja diturunkan, jadi ia baru diajarkan sesudah peserta menguasai rangka huruf lurus.
Kenapa sesi awal les grafiti berjalan di kertas
Sesi pembuka di program ini berjalan penuh di kertas. Nol kaleng dibuka, dan itu disengaja. Cat semprot habis dalam hitungan menit, dan kesalahan bentuk di tembok menuntut satu lapis penutup baru sebelum bisa diperbaiki. Kertas menyerap kesalahan dengan biaya hampir nol, jadi keputusan bentuk diselesaikan lebih dulu di sana.
Alat yang dipakai sederhana: pensil untuk rangka, penghapus, spidol berujung pipih untuk menebalkan, spidol berujung bulat untuk garis tepi, dan penggaris untuk memeriksa kemiringan. Urutannya tetap. Rangka satu garis dulu, tanpa tebal, untuk menetapkan tinggi dan lebar. Sesudah rangka terbaca, huruf ditebalkan ke kiri dan ke kanan. Baru kemudian garis tepi ditarik, bayangan ditandai, dan warna dicatat di pinggir halaman.
Peserta menulis satu nama yang sama berulang kali, kadang dua puluh sampai tiga puluh versi, sebelum satu dipilih untuk dipindahkan ke papan. Pengulangan itu membuat tangan hafal bentuknya, dan tangan yang hafal bekerja lebih tenang saat kaleng dipegang.
Cara kerja kaleng bertekanan yang diajarkan tutor
Di dalam kaleng ada tiga hal: cat, gas pendorong, dan satu atau dua kelereng logam pengaduk. Pigmen cat mengendap ketika kaleng didiamkan, jadi kaleng dikocok sampai bunyi kelereng terdengar merata, sekitar satu menit. Kaleng yang disemprot tanpa dikocok mengeluarkan warna pucat dan berbintik, dan bintik itu sulit ditutup tanpa menambah lapisan.
Jarak nozel ke permukaan yang menentukan lebar dan kepekatan garis. Dari lima sampai sepuluh sentimeter, garis keluar tipis dan pekat, dan cat gampang menumpuk lalu meleleh. Dari lima belas sampai dua puluh sentimeter, garis keluar dengan lebar standar dan tepinya tajam. Dari tiga puluh sentimeter atau lebih, cat mendarat sebagai kabut bertepi lembut, dan itulah jarak untuk bayangan serta peralihan warna.
Kecepatan tangan dilatih bersamaan. Tangan bergerak lebih dulu, katup ditekan sesudah tangan berjalan, dan katup dilepas sebelum tangan berhenti. Urutan itu mencegah gumpalan cat di ujung garis. Untuk garis panjang, gerakan berangkat dari bahu dengan kaki bergeser mengikuti, sebab pergelangan hanya sanggup menarik garis sepanjang lengan bawah.
Nozel adalah bagian kecil di kepala kaleng yang menentukan lebar semprotan, dan menggantinya mengubah hasil jauh lebih banyak daripada mengganti merek cat. Satu karya memakai tiga sampai empat nozel bergantian, mengikuti urutan lapisan: lebar dulu untuk menutup bidang, tipis untuk garis tepi, kabut untuk bayangan, tipis lagi untuk sorotan. Tutor Edubia membawa nozel cadangan ke tiap sesi, sebab nozel tersumbat di tengah karya menghentikan pekerjaan lebih lama daripada cat yang habis.
Garis besar
Ragam nozel dan urutan pakainya di kelas privat
Nozel bawaan kaleng
Nozel yang menempel saat kaleng dibeli. Lebarnya sedang dan cukup untuk latihan garis dasar, kotak, serta lingkaran di papan tripleks.
Nozel garis tipis
Aliran kecil untuk garis tepi, sorotan, dan detail sudut. Menuntut tangan yang bergerak lambat dan tetap, sebab aliran kecil gampang menumpuk kalau tangan berhenti.
Nozel garis lebar
Menutup bidang isi dalam waktu singkat dan menghemat kaleng. Dipakai dari jarak sedang dengan sapuan saling menimpa supaya tidak ada belang.
Nozel kabut lembut
Mengeluarkan cat sebagai kabut halus untuk bayangan dan peralihan warna. Dipakai dari jarak jauh, dan hasilnya baru terlihat sesudah beberapa lintasan tipis.
Perawatan sesudah pakai
Kaleng dibalik lalu disemprot sebentar sampai yang keluar tinggal gas, supaya salurannya bersih. Nozel dilepas, dikumpulkan di wadah tertutup, dan yang tersumbat diganti.
Permukaan latihan yang disepakati sebelum sesi pertama
Sebelum sesi pertama dijadwalkan, tutor dan peserta menyepakati satu hal lebih dulu: di permukaan apa latihan menyemprot akan berlangsung, dan siapa pemiliknya. Jawaban yang lazim di Surabaya ada tiga. Lembar tripleks berukuran 122 x 244 sentimeter yang dipotong menjadi empat papan latihan, tembok samping rumah peserta sendiri, atau tembok milik orang lain yang izin tertulisnya sudah ada di tangan.
Tiap permukaan menyerap cat berbeda. Tembok plester kasar dan batako berpori, jadi lapis pertama banyak terserap dan tepi garis melebar; bidang seperti ini menuntut dua sampai tiga lapis. Tembok bercat halus menahan cat di permukaan, garisnya tajam, tetapi catnya gampang meleleh. Tripleks perlu dasar cat tembok putih supaya serat kayunya berhenti menyerap cat secara tidak rata. Seng dan rolling door licin, jadi catnya ditumpuk tipis berulang. Kain kanvas berbingkai menyerap banyak dan hasilnya lebih redup.
Papan tripleks jadi pilihan pertama untuk peserta di rumah petak atau rumah susun, sebab papan bisa disandarkan di halaman saat sesi berjalan lalu disimpan berdiri sesudahnya.
Kabut cat yang membuat grafiti mungkin adalah juga bagian yang menuntut perlindungan. Butirannya sangat kecil, melayang beberapa menit sesudah disemprot, dan terhirup tanpa terasa. Karena itu sesi menyemprot baru dimulai sesudah enam hal di bawah beres, dan tutor berhak menundanya kalau salah satunya belum ada. Peserta di bawah tujuh belas tahun berlatih dengan orang dewasa yang hadir sepanjang sesi.
Uraian
Keselamatan kerja yang dipegang tutor grafiti Edubia
Masker respirator berfilter
Masker berkatup dengan filter uap organik, dipasang rapat sampai tidak ada celah di sisi hidung. Masker kain dan masker bedah menahan debu besar saja, jadi keduanya tidak dipakai di sesi menyemprot.
Sarung tangan dan pakaian tertutup
Sarung tangan nitril atau lateks, lengan panjang, celana panjang, dan sepatu tertutup. Cat semprot sulit lepas dari kulit, dan pelarutnya membuat kulit kering serta pecah.
Ruang berudara mengalir
Latihan berlangsung di luar ruangan atau di ruangan dengan dua bukaan berhadapan. Garasi tertutup dan kamar berjendela satu tidak dipakai, seberapa pun singkatnya sesi.
Jarak dari sumber api
Isi kaleng dan gas pendorongnya mudah terbakar. Rokok, kompor, obat nyamuk bakar, dan pekerjaan las dijauhkan dari area semprot, dan kaleng tidak disimpan di dalam mobil yang terjemur.
Kacamata dan arah semprot
Kacamata pelindung dipakai saat menyemprot bidang setinggi kepala. Kaleng tidak pernah diarahkan ke orang, ke hewan, atau ke arah angin yang membawa kabut ke rumah tetangga.
Jeda keluar dari area
Setiap dua puluh menit peserta keluar dari area semprot untuk menghirup udara bersih. Pusing ringan atau tenggorokan gatal adalah tanda sesi dihentikan hari itu.
Meminta izin pemilik tembok sebelum sesi berlangsung
Tembok yang kosong dan kusam tetap milik seseorang. Hukum membaca kepemilikan, dan kondisi tembok tidak mengubah apa pun di mata hukum. Karena itu keterampilan meminta izin diajarkan sebagai bagian dari program ini, setara dengan keterampilan memegang kaleng.
Pemilik tembok hampir selalu menanyakan tiga hal yang sama: apa yang akan muncul di sana, berapa lama pengerjaannya, dan siapa yang membereskan sesudahnya. Peserta yang datang membawa sketsa cetak, ukuran bidang, dan rencana warna menjawab ketiganya dalam satu percakapan. Yang datang dengan penjelasan lisan saja hampir selalu pulang tanpa izin.
Program ini melatih permintaan izin dalam bentuk tertulis sederhana: satu lembar berisi nama pemilik, alamat bidang, ukuran, tanggal pengerjaan, dan tanda tangan kedua pihak. Untuk tembok sekolah, kantor, atau pemerintah kota, surat ditujukan kepada pengelolanya, dan penjaga di lokasi tidak berwenang memberi izin. Latihan diam-diam dan pengerjaan malam hari tidak masuk materi program ini, sebab yang dilatih di sini pekerjaan yang bisa ditunjukkan terang-terangan kepada pemilik bidangnya.
Mural pesanan sebagai jalur kerja peserta kelas grafiti
Huruf yang sudah rapi punya pasar, dan pasarnya berbentuk pesanan. Kafe meminta nama gerainya ditulis besar di tembok dalam. Sekolah meminta pagar dan tembok kantinnya diberi tulisan. Kantor meminta satu tembok ruang rapat diberi kalimat perusahaan. Pemilik rumah meminta pagar depannya ditulisi nama keluarga. Semua itu pekerjaan yang izinnya datang lebih dulu, sebab yang memesan pemiliknya sendiri.
Cara kerjanya dilatih di sesi lanjutan. Bidang diukur panjang dan tingginya, sketsa dibuat berskala di kertas kotak-kotak, lalu kebutuhan cat dihitung dari catatan latihan sendiri: berapa kaleng yang habis untuk menutup satu papan tripleks penuh, dikalikan luas bidang pesanan dan jumlah lapisnya. Catatan itu yang membuat penawaran harga berpijak, dan peserta yang menghitung dari perkiraan kasar hampir selalu rugi di pesanan pertama.
Berkas karya juga disusun sejak awal. Tiap papan latihan difoto lurus dari depan dengan penerangan rata, diberi keterangan ukuran dan lama pengerjaan, lalu dikumpulkan dalam satu album. Album itu yang dibuka calon pemesan, dan ia menilai kerapian sambungan huruf lebih dulu daripada kerumitan gaya.
Sorotan
Perlengkapan yang disiapkan sebelum kelas semprot
Daftar ini dikirim tutor sebelum sesi pertama supaya belanja cukup sekali jalan.
Cat semprot warna dasar
Dua kaleng warna gelap dan dua kaleng warna terang cukup untuk empat papan latihan pertama.
Papan tripleks dan cat dasar
Satu lembar tripleks yang dipotong empat, ditambah cat tembok putih dan rol kecil untuk lapisan dasar.
Masker respirator dan sarung tangan
Satu masker berkatup dengan filter uap organik per peserta, ditambah sarung tangan sekali pakai secukupnya.
Buku sketsa dan spidol
Buku gambar tebal, pensil, penghapus, spidol berujung pipih, dan spidol berujung bulat.
Alas lantai dan lakban kertas
Terpal atau kardus bekas untuk menutup lantai, ditambah lakban kertas untuk membatasi tepi bidang.
Cuaca Surabaya dan pengaruhnya pada jadwal sesi semprot
Cuaca Surabaya ikut menyetel jadwal program ini. Siang hari di kota ini panas dan terik, dan panas itu punya dua sisi. Sisi baiknya, lapisan cat kering cepat sehingga lapisan berikutnya turun dalam belasan menit. Sisi lainnya, kaleng yang terjemur ikut panas, tekanannya naik, dan cat keluar lebih deras daripada perkiraan tangan. Kaleng karena itu disimpan di tempat teduh, dan yang telanjur panas didiamkan sebelum dipakai.
Angin sore membawa kabut cat ke arah yang tidak dituju. Di halaman rumah yang berdempetan, kabut halus bisa mendarat di jemuran tetangga atau di mobil tiga meter dari papan. Tutor memeriksa arah angin di awal sesi, menempatkan papan membelakangi angin, dan menutup barang di sekitarnya dengan terpal.
Musim hujan menggeser sesi ke bagian kertas. Udara lembap memperlambat pengeringan, dan lapisan yang belum kering menerima lapisan berikutnya dengan hasil keruh serta berlekuk. Di pekan basah, sesi diisi buku sketsa, susunan huruf, dan rencana warna, lalu sesi menyemprot dipadatkan pada hari cerah berikutnya.
Kaleng bekas cat semprot tetap bertekanan meski catnya habis, dan kaleng bertekanan di tumpukan sampah rumah tangga bisa pecah ketika tertekan atau terpanaskan. Empat langkah di bawah dikerjakan di akhir tiap sesi bersama peserta, dan masuk hitungan waktu sesi supaya tidak dilewati karena buru-buru.
Poin penting
Membuang kaleng bekas sesudah sesi latihan selesai
Kosongkan sisa tekanan
Balikkan kaleng di tempat berudara mengalir lalu tekan katup sampai yang keluar tinggal gas tanpa warna. Kaleng yang sudah kosong terasa jauh lebih ringan saat digoyang.
Lepas nozel dan tutupnya
Nozel dan tutup plastik dikumpulkan terpisah dalam wadah tertutup. Nozel yang masih baik dicuci dengan pelarut lalu dipakai lagi di sesi berikutnya.
Kumpulkan kalengnya
Kaleng logam kosong dikumpulkan dalam satu kardus, lalu diserahkan ke pengepul logam atau bank sampah yang menerima kaleng aerosol. Kaleng tidak pernah dibakar dan tidak pernah dilubangi.
Sisa cat cair dan lap
Lap bekas cat dan sisa cat tembok tidak dibuang ke saluran air. Keduanya dikeringkan dulu di tempat terbuka, baru dibuang sebagai sampah kering.
Biaya les grafiti privat di Surabaya dan yang termasuk
Biaya les grafiti privat Edubia mulai Rp190.400 per sesi 90 menit untuk peserta jenjang SMP, dengan tutor datang ke alamat peserta di Surabaya. Angka itu bergerak mengikuti jenjang peserta dan panjang sesi; peserta dewasa yang mengambil sesi 120 menit, panjang untuk satu papan lima lapis sekaligus, berada di Rp374.600 per sesi. Panjang 90 menit dipakai sebagai ritme dasar karena satu papan latihan menuntut jeda kering di antara lapisan, dan jeda itu diisi latihan huruf di kertas.
Yang termasuk di dalam biaya sesi: waktu tutor, perjalanannya ke alamat peserta, pemeriksaan ruang latihan, nozel cadangan, dan pemeriksaan sketsa di antara sesi. Yang dibeli peserta: cat semprot, papan tripleks, cat tembok dasar, masker respirator, sarung tangan, dan alas lantai. Perlengkapan itu terpisah karena jumlahnya mengikuti seberapa sering peserta berlatih sendiri.
Sesi buku sketsa boleh digelar di ruang belajar Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi, di NextSpace Kenjeran atau Union Space Sidosermo. Sesi menyemprot tetap berlangsung di permukaan latihan peserta. Hitung biaya dan pilih ritme sesi lewat halaman pendaftaran.
Wilayah layanan tutor grafiti di Gubeng sampai Lakarsantri
Tutor grafiti Edubia berangkat ke alamat peserta di 31 kecamatan Kota Surabaya. Peserta di Gubeng, Sukolilo, dan Mulyorejo umumnya berlatih di halaman rumah atau teras belakang. Peserta di Lakarsantri, Sambikerep, dan Pakal biasanya punya halaman lebih lapang, jadi papan latihan bisa disandarkan jauh dari jemuran tetangga. Di Tegalsari, Bubutan, dan Simokerto tempat berlatihnya lebih rapat, dan papan tripleks seperempat lembar lebih masuk akal.
Kabupaten Sidoarjo dilayani lewat 18 kecamatannya, dan peserta di Waru, Gedangan, serta Sedati biasanya mengambil sesi sore ketika suhu turun. Pemeriksaan ruang latihan dikerjakan sebelum sesi menyemprot pertama dijadwalkan: arah bukaan udara, jarak ke rumah tetangga, sumber api, dan bidang lantai yang perlu ditutup. Kalau ruangnya belum memungkinkan, sesi kertas berjalan lebih dulu sambil peserta menyiapkan papan dan alas.
Peserta yang merasa cara mengajar tutornya kurang cocok berhak meminta penggantian tanpa biaya tambahan, dan catatan kemajuannya ikut berpindah supaya latihan berlanjut dari titik yang sama.
Satu karya grafiti utuh dikerjakan berlapis, dan urutannya punya alasan teknis. Lapisan di bawah harus kering sebelum lapisan berikutnya turun, sebab cat basah di atas cat basah bercampur dan warnanya berubah keruh. Tutor Edubia memakai urutan enam langkah di bawah pada tiap karya, termasuk pada papan latihan berukuran kecil, supaya urutan itu jadi kebiasaan sebelum peserta mengerjakan bidang besar. Di sesi 90 menit biasanya dua sampai tiga langkah pertama yang tuntas, dan sisanya dilanjutkan di sesi berikutnya.
Inti bahasan
Urutan lapisan yang dikerjakan tutor bersama peserta
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Lapisan dasar
Permukaan lama ditutup rata, biasanya dengan rol cat tembok supaya kaleng lebih hemat. Warna dasar dipilih agar huruf di atasnya terlihat, dan lapisan ini menuntut waktu kering terpanjang.
-
Garis bantu
Sketsa dipindahkan ke bidang besar dengan garis tipis, memakai kaleng warna terang atau kapur tukang. Bidang dibagi dulu menjadi beberapa kotak supaya proporsi huruf tetap sama dengan di kertas.
-
Isi huruf
Bidang dalam huruf ditutup memakai nozel lebar, digerakkan dari bahu, dengan sapuan yang saling menimpa separuh. Dua lapis tipis memberi hasil lebih rapi daripada satu lapis tebal.
-
Garis tepi
Bentuk huruf dipertegas memakai nozel tipis. Tangan disandarkan pada jari kelingking yang menempel di bidang supaya garisnya berhenti bergetar.
-
Bayangan
Warna gelap ditambahkan di satu sisi huruf, dan sisi itu harus sama untuk seluruh huruf. Nozel kabut dipakai dari jarak jauh supaya tepinya lembut.
-
Sorotan dan latar
Titik dan garis terang ditambahkan di sisi berlawanan, lalu bidang di belakang huruf diselesaikan. Langkah ini ditaruh di akhir supaya tidak tertutup lapisan lain.
Enam langkah di bawah dipakai peserta ketika ia mulai mengincar bidang di luar rumah sendiri. Tutor menemani percakapan pertama kalau peserta masih ragu, lalu melepasnya berjalan sendiri sejak permintaan kedua. Yang dilatih di sini cara bicara, kelengkapan berkas, dan kesabaran menerima penolakan, sebab penolakan adalah jawaban yang wajar dan sering terjadi.
Rincian
Langkah meminta izin tembok yang dilatih bersama tutor
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
1Cari pemiliknya
Tanyakan kepada penghuni rumah di sebelahnya, kepada pengurus RT, atau kepada penjaga toko. Tembok pabrik, ruko, dan sekolah punya pengelola resmi yang namanya bisa ditanyakan di kantor depan.
-
2Datang siang hari
Temui pemilik pada jam wajar, berpakaian rapi, dan sendirian atau berdua saja. Rombongan besar membuat pemilik merasa didesak, dan jawabannya hampir selalu penolakan.
-
3Bawa sketsa cetak
Cetak sketsa berwarna di kertas dan bawa ukuran bidangnya. Pemilik ingin melihat persis apa yang akan menempel di temboknya untuk waktu yang lama.
-
4Sebutkan yang tidak akan muncul
Nyatakan sejak awal bahwa karya tidak memuat kata kasar, lambang kelompok, lambang partai, atau hal yang menyinggung tetangga. Kalimat ini yang sering membuat pemilik bergeser ke arah setuju.
-
5Tulis izinnya di kertas
Satu lembar berisi nama pemilik, alamat, ukuran bidang, tanggal, dan tanda tangan kedua pihak. Simpan salinannya dan foto lembarnya sebelum pengerjaan dimulai.
-
6Bereskan dan laporkan
Tutup lantai dengan terpal sebelum mulai, angkut sampah dan kaleng bekas sesudah selesai, lalu kirim foto hasilnya kepada pemilik. Langkah ini yang membuat permintaan izin berikutnya lebih mudah.
Program Terkait
Pilihan les lain untuk kebutuhan serupa dengan grafiti
Tanya jawab
Sebelum daftar les grafiti, apa yang perlu ditanyakan?
Apakah les grafiti Edubia mengajak peserta mencoret tembok milik orang lain?
Tidak, dan aturan itu tidak bisa ditawar di program ini. Mencoret tembok, pagar, rolling door, atau kendaraan milik orang lain tanpa izin adalah perusakan barang, dan perbuatan itu melanggar hukum. Seluruh latihan menyemprot berlangsung di tiga permukaan saja: papan tripleks milik peserta, tembok rumah peserta, atau tembok orang lain yang izin tertulisnya sudah ada sebelum sesi dimulai. Tutor Edubia menolak menjalankan sesi di bidang yang statusnya belum jelas, dan cara meminta izin justru diajarkan sebagai materi. Kegiatan diam-diam dan pengerjaan malam hari tidak masuk program ini.
Rumah saya tidak punya tembok yang boleh dicat. Di mana peserta berlatih menyemprot?
Papan tripleks jadi jawaban untuk sebagian besar peserta di kota. Satu lembar tripleks berukuran 122 x 244 sentimeter dipotong menjadi empat papan latihan, diberi lapisan cat tembok putih, lalu disandarkan di halaman saat sesi berjalan dan disimpan berdiri sesudahnya. Papan yang sama dipakai berkali-kali: lapisan lama ditutup cat dasar baru, dan permukaannya kembali kosong. Untuk peserta di rumah petak atau rumah susun, papan seperempat lembar lebih mudah diangkut. Sesi buku sketsa boleh berjalan di ruang belajar Edubia, sementara sesi menyemprot tetap di permukaan latihan peserta.
Berapa biaya les grafiti privat di Surabaya dan apa saja yang sudah termasuk?
Biaya mulai Rp190.400 per sesi 90 menit untuk peserta jenjang SMP di Surabaya, dengan tutor datang ke alamat peserta. Untuk peserta dewasa yang mengambil sesi 120 menit, biayanya Rp374.600 per sesi. Di dalam angka itu sudah ada waktu tutor, perjalanannya, pemeriksaan ruang latihan sebelum sesi menyemprot pertama, nozel cadangan, dan pemeriksaan sketsa di antara sesi. Di luarnya ada perlengkapan yang dibeli peserta: cat semprot, papan tripleks, cat tembok dasar, masker respirator, sarung tangan, dan alas lantai. Sesi buku sketsa di ruang belajar Edubia menambah Rp15.000 per sesi.
Cat, kaleng, dan masker disiapkan Edubia atau dibeli peserta sendiri?
Peserta yang membeli cat semprot, papan tripleks, cat tembok dasar, masker respirator, sarung tangan, dan alas lantai. Alasannya sederhana: jumlah cat yang habis mengikuti seberapa sering peserta berlatih sendiri, dan masker respirator barang pribadi yang menempel di wajah. Tutor mengirim daftar belanjanya sebelum sesi pertama, lengkap dengan jumlah dan ukuran, supaya belanja cukup sekali jalan. Tutor membawa nozel cadangan, contoh sketsa, dan satu masker cadangan ke tiap sesi. Untuk yang belum yakin melanjutkan, dua kaleng dan satu papan cukup untuk dua sampai tiga sesi pertama.
Mulai usia berapa peserta boleh memegang kaleng cat semprot?
Bagian huruf di buku sketsa bisa dimulai sejak usia sekolah dasar, dan banyak peserta muda menghabiskan beberapa sesi pertama di kertas. Untuk bagian menyemprot, peserta di bawah tujuh belas tahun berlatih dengan orang dewasa yang hadir sepanjang sesi, memakai masker respirator yang rapat di wajah, dan di ruang berudara mengalir. Tutor memotong durasi menyemprot untuk peserta muda menjadi bagian pendek dengan jeda keluar area lebih sering. Kalau maskernya belum ada atau ruangnya tertutup, sesi hari itu diisi latihan huruf di kertas.
Saya tidak bisa menggambar sama sekali. Apakah masih bisa ikut kelas grafiti?
Bisa, sebab yang dilatih di sini huruf, dan huruf punya bentuk yang bisa dipelajari berurutan. Peserta memulai dari rangka satu garis: menetapkan tinggi, lebar, dan kemiringan sebelum huruf ditebalkan. Tahap itu memakai penggaris dan pensil, jadi tangan yang belum terlatih menggambar tetap sanggup mengerjakannya. Kemampuan menggambar bentuk bebas berguna di tahap lanjutan, dan tahap itu datang jauh belakangan. Banyak peserta yang merasa tidak bisa menggambar justru menemukan huruf sebagai jalan masuk yang lebih terukur, sebab tiap kesalahan bentuknya bisa ditunjuk lalu diperbaiki.
Berapa lama sampai peserta sanggup menyelesaikan satu huruf gelembung utuh?
Ukurannya lebih baik dibaca dari tangan daripada dari jumlah pertemuan. Yang lelah lebih dulu di grafiti jari telunjuk yang menekan katup dan bahu yang menahan lengan sejajar bidang. Selama telunjuk kehilangan kepekaan tekanan sesudah lima sampai sepuluh menit menyemprot, garis peserta menebal tanpa disadari dan huruf gelembung belum tertutup rapi. Peserta yang berlatih di kertas tiap hari dan menyemprot sekali sepekan biasanya menutup satu huruf gelembung dua warna dalam beberapa pekan pertama. Yang menyemprot saja tanpa buku sketsa perlu waktu lebih panjang.
Apakah sesi les grafiti bisa berjalan online?
Sebagian bisa, dan sebagian menuntut tatap muka. Yang berjalan baik secara online: pemeriksaan sketsa, susunan huruf, jarak antar huruf, rencana warna, hitungan kebutuhan cat, dan berkas untuk meminta izin pemilik tembok. Peserta memotret halaman buku sketsanya, tutor menandai bagian yang perlu diperbaiki, lalu perbaikan dikerjakan sebelum sesi berikutnya. Yang tetap tatap muka: pertemuan pertama dengan kaleng, jarak nozel, kecepatan tangan, dan seluruh sesi berlapis di papan. Tekanan jari pada katup dan sudut kaleng tidak terbaca lewat sesi daring.
Rumah saya di Lakarsantri. Apakah sesi menyemprot tetap bisa berjalan di sana?
Bisa, selama ada bidang latihan yang boleh dipakai dan ruang berudara mengalir. Tutor grafiti Edubia berangkat ke alamat peserta di 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Lakarsantri dan Sambikerep di sisi barat sampai Mulyorejo dan Gunung Anyar di sisi timur, ditambah 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Sebelum sesi menyemprot pertama dijadwalkan, tutor memeriksa lokasi: arah bukaan udara, jarak ke rumah tetangga, sumber api, dan bidang lantai yang perlu ditutup terpal. Di lingkungan yang rapat, papan seperempat lembar dipakai supaya kabut cat tetap terkendali.
Bagaimana kalau cara mengajar tutornya terasa kurang cocok?
Peserta berhak meminta penggantian tutor tanpa biaya tambahan. Sampaikan alasannya sedetail mungkin, misalnya tempo penjelasan yang terlalu cepat, urutan materi yang melompat, atau cara memberi koreksi yang membuat peserta enggan mencoba. Catatan kemajuan, termasuk halaman sketsa yang sudah dinilai dan tahap lapisan yang dikuasai, diteruskan ke tutor berikutnya supaya latihan berlanjut dari titik yang sama. Di kelas grafiti kecocokan sering ditentukan hal teknis: sebagian tutor kuat di huruf blok dan mural pesanan, sebagian di huruf bersambung. Menyebut arah yang dituju membantu tim Edubia memilihkan pendamping yang tepat.
Apakah masker kain sudah cukup untuk sesi menyemprot?
Belum cukup. Kabut cat semprot terdiri dari butiran yang sangat kecil beserta uap pelarutnya, dan keduanya lolos dari serat masker kain maupun masker bedah. Yang dipakai di program ini masker respirator berkatup dengan filter uap organik, dipasang rapat sampai tidak ada celah di sisi hidung dan pipi. Peserta berjenggot tebal perlu tahu bahwa celah kecil menurunkan perlindungannya, jadi ukuran masker dipilih dengan mencoba lebih dulu. Sesi juga berjalan di luar ruangan atau di ruangan dengan dua bukaan berhadapan, dan peserta keluar dari area semprot tiap dua puluh menit.
Bagaimana cara meminta izin pemilik tembok untuk mural pertama?
Cari pemiliknya lebih dulu, biasanya lewat penghuni rumah di sebelahnya atau lewat pengurus RT. Datang siang hari, berpakaian rapi, dan bawa sketsa yang sudah dicetak berwarna beserta ukuran bidang yang diincar. Jelaskan berapa lama pengerjaannya, siapa yang menutup lantai dengan terpal, dan siapa yang mengangkut sampahnya. Sebutkan juga yang tidak akan muncul di sana: kata kasar, lambang kelompok, dan hal yang bisa menyinggung tetangga. Tutup percakapan dengan izin tertulis satu lembar berisi nama pemilik, alamat, ukuran bidang, tanggal, dan tanda tangan kedua pihak. Untuk tembok sekolah atau milik pemerintah kota, surat ditujukan kepada pengelolanya.
Bisakah karya dari kelas ini dipakai untuk menerima pesanan mural?
Bisa, dan berkas karyanya disusun sejak papan latihan pertama. Tiap papan yang selesai difoto lurus dari depan dengan penerangan rata, diberi keterangan ukuran bidang, jumlah lapis, dan lama pengerjaan, lalu dikumpulkan dalam satu album. Calon pemesan menilai kerapian sambungan huruf, ketebalan yang tetap, dan kebersihan tepi lebih dulu daripada kerumitan gaya. Di sesi lanjutan peserta berlatih mengukur bidang, membuat sketsa berskala, dan menghitung kebutuhan cat dari catatan sendiri, sehingga penawaran harganya berpijak pada angka. Pesanan pertama biasanya datang dari lingkungan terdekat: pagar rumah tetangga atau tembok kafe kecil.
Cat meleleh di tengah karya. Apakah karyanya harus dihapus?
Lelehan muncul karena cat menumpuk melebihi daya tahan permukaan, dan penyebabnya hampir selalu satu dari tiga hal: kaleng terlalu dekat ke bidang, tangan bergerak terlalu lambat, atau lapisan basah ditumpuk di atas lapisan yang belum kering. Yang dikerjakan pertama berhenti, membiarkan lelehannya kering, lalu menutupnya dengan lapisan tipis warna dasar. Menyeka lelehan yang masih basah justru melebarkan noda. Sebagian penulis huruf sengaja membiarkan lelehan sebagai bagian bentuk, dan itu sah selama lelehannya konsisten di seluruh huruf.
Kaleng bekas dibuang ke mana sesudah sesi latihan selesai?
Kaleng bekas tetap bertekanan meski catnya habis, jadi ia tidak dibuang bersama sampah rumah tangga. Langkahnya: balikkan kaleng di tempat berudara mengalir, tekan katup sampai yang keluar tinggal gas tanpa warna, lalu goyangkan untuk memeriksa isinya kosong. Nozel dan tutup plastik dikumpulkan terpisah di wadah tertutup, dan nozel yang masih baik dicuci dengan pelarut untuk dipakai lagi. Kaleng logamnya dikumpulkan dalam kardus, lalu diserahkan ke pengepul logam atau bank sampah yang menerima kaleng aerosol. Kaleng tidak pernah dibakar dan tidak pernah dilubangi.
Ambil Langkahnya
Waktunya serius dengan les grafiti
Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor grafiti di Surabaya menyesuaikan dengan jadwal Anda.