4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai Menengah
Les Parkour di Surabaya
Les parkour privat Edubia di Surabaya melatih cara berpindah melewati halangan. Sesi 60 sampai 90 menit dibuka dengan pendaratan di ketinggian rendah, lalu keseimbangan, presisi, dan gerakan melewati tepian setinggi pinggang di titik yang disurvei pelatih.
Sekilas tentang Les Parkour di Surabaya
Les parkour privat Edubia di Surabaya melatih cara berpindah melewati halangan. Sesi 60 sampai 90 menit dibuka dengan pendaratan di ketinggian rendah, lalu keseimbangan, presisi, dan gerakan melewati tepian setinggi pinggang di titik yang disurvei pelatih.
Konsultasi dan DaftarDetail Program
- Bentuk belajar
- Privat, satu pelatih mendampingi satu peserta di titik latihan terbuka atau halaman rumah
- Durasi sesi
- 60 menit untuk peserta anak, 90 menit untuk remaja dan peserta dewasa
- Jumlah peserta
- 1 orang per sesi, dengan seluruh perhatian pelatih tertuju ke gerak peserta itu
- Usia peserta
- 8 tahun ke atas, termasuk peserta dewasa yang baru mulai berolahraga lagi
- Tempat latihan
- Ruang terbuka dekat rumah, taman kota, atau co-learning space Edubia saat cuaca menutup pilihan luar ruangan
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah sisi utara Kabupaten Sidoarjo: Waru, Gedangan, Sedati, dan Buduran
- Susunan materi
- Pendaratan, gulingan, keseimbangan tepian, lompatan presisi, gerakan melewati halangan, dan penguatan penopang
- Pendamping
- Pelatih dipilihkan tim Edubia menurut umur peserta, kondisi sendi, dan wilayah latihan
- Perlengkapan latihan
- Matras lipat, penanda jarak, penanda lunak untuk tepi halangan, dan alat perekam gerak, seluruhnya disiapkan peserta di luar tarif sesi
- Perlengkapan pribadi peserta
- Sepatu bersol rata, pakaian yang longgar di lutut dan bahu, serta air minum
- Biaya
- Mulai Rp126.100 per sesi, sampai sekitar Rp298.100 per sesi untuk sesi 90 menit peserta dewasa
- Jadwal
- Pagi, sore, atau akhir pekan, dan jamnya bisa digeser saat ada ujian sekolah atau lembur
- Kebijakan cuaca
- Sesi ditunda saat hujan atau permukaan basah, lalu dijadwalkan ulang tanpa biaya baru
- Penyesuaian pelatih
- Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan bila cara mengajarnya tidak cocok dengan peserta
Fleksibel
3 format kelas parkour di Edubia
Tutor parkour datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Kenapa Edubia
Apa yang keluarga dapat dari les parkour privat?
Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi parkour pertama di Surabaya.
Perkembangan parkour dicatat tiap sesi
Sesudah pertemuan wali menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.
Biaya les parkour disepakati di awal
Nominal per sesi dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, tanpa tambahan di tengah jalan.
Garansi ganti tutor
Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor parkour diganti tanpa biaya tambahan.
Tahap latihan
Perjalanan sesi les parkour privat bersama pelatih Edubia
Tahap di bawah menggambarkan isi latihan, dan lamanya berbeda untuk tiap orang. Pelatih memindahkan peserta ke tahap berikutnya berdasarkan bentuk gerakan yang terlihat di lapangan, dan jumlah sesi yang sudah lewat tidak menentukan.
- 01Sesi pertama
Sesi pemeriksaan dan pemetaan gerak
Pelatih memeriksa pendaratan, keseimbangan, kekuatan penopang, dan riwayat cedera. Tidak ada gerakan di ketinggian di sesi ini.
- 02Tahap 1
Pendaratan dan gulingan di matras
Seluruh porsi teknik dipakai untuk turun dengan benar. Tepian yang dipakai masih setinggi lutut.
- 03Tahap 2
Keseimbangan di tepian rendah
Berjalan maju, mundur, dan berbalik. Peserta mulai terbiasa berada di permukaan sempit tanpa menahan napas.
- 04Tahap 3
Presisi di jarak pendek
Lompatan ke sasaran yang ditandai, dengan kenaikan satu telapak kaki tiap kali berhenti bersih tercapai.
- 05Tahap 4
Melewati halangan setinggi pinggang
Menaiki tepian, menumpu satu tangan, lalu dua tangan. Tinggi halangan tetap sampai bentuk gerakannya rapi.
- 06Tahap 5
Merangkai gerakan jadi satu jalur pendek
Tiga sampai empat halangan disambung menjadi satu jalur, dengan berhenti terkendali di ujungnya.
Susunan materi
Susunan materi les parkour dan salah kaprah yang sering muncul
Delapan pokok di bawah dikerjakan berurutan. Kolom salah kaprah berisi kesalahan yang benar-benar sering ditemui pelatih di lapangan, lalu cara menanganinya ditulis di sebelahnya.
- 1
Pendaratan dari ketinggian rendah
Sesi awalYang dibahas. Turun dari tepian setinggi lutut lalu setinggi pinggang, menyerap benturan lewat kaki depan, lutut, dan pinggul.
Jebakan umum. Peserta menahan tubuh dengan kaki hampir lurus supaya terlihat tegap, sehingga seluruh benturan berhenti di tumit dan lutut.
Cara tutor. Pelatih menilai dari suara lebih dulu, lalu menaikkan tepian hanya sesudah lima pendaratan berturut-turut hampir tanpa bunyi.
- 2
Gulingan ke depan di matras
Sesi 3 ke atasYang dibahas. Masuk dari posisi jongkok, melintang dari satu bahu ke pinggul seberang, keluar berdiri tanpa berhenti di tengah.
Jebakan umum. Gulingan lewat tengkuk karena kepala ditarik ke tengah, dan itu memindahkan beban ke leher.
Cara tutor. Tangan pemandu ditaruh di bahu peserta pada tiga pengulangan pertama supaya arah melintangnya terasa sendiri sebelum diulang tanpa bantuan.
- 3
Berjalan di tepian rendah
KeseimbanganYang dibahas. Maju, mundur, berbalik di tempat, lalu berhenti di tengah tepian selebar telapak kaki.
Jebakan umum. Peserta menunduk melihat kaki, sehingga bahu ikut turun dan tubuh kehilangan garis tegaknya.
Cara tutor. Pelatih menaruh penanda setinggi mata di ujung tepian, sehingga pandangan punya tujuan dan kepala tetap terangkat.
- 4
Lompatan presisi ke sasaran sempit
PresisiYang dibahas. Lompat dua kaki ke garis atau balok rendah, mendarat, lalu berhenti diam selama tiga hitungan.
Jebakan umum. Jarak dinaikkan terlalu cepat, dan peserta menambah satu langkah kecil sesudah mendarat untuk menahan tubuh.
Cara tutor. Kenaikan jarak dipatok satu telapak kaki, dan hanya sesudah tiga pengulangan berhenti bersih di jarak sebelumnya.
- 5
Gerakan melewati tepian setinggi pinggang
Melewati halanganYang dibahas. Menaiki tepian dengan satu kaki menumpu, lalu menumpu satu tangan sambil melewatkan kedua kaki ke seberang.
Jebakan umum. Peserta menaruh tangan terlalu dekat ke badan, sehingga siku menekuk dan bahu kehilangan sudut menopang.
Cara tutor. Pelatih menandai posisi telapak tangan dengan kapur di masa awal, dan tinggi tepian tetap sama sampai tandanya jarang meleset.
- 6
Menggantung dan menaiki tepian
Kekuatan atasYang dibahas. Menggantung di palang rendah, menarik badan, memutar pergelangan tangan ke atas tepian, lalu mendorong sampai lengan lurus.
Jebakan umum. Peserta menghentak dengan kaki untuk mencari sisa tenaga, dan hentakan itu menaruh beban mendadak di bahu.
Cara tutor. Latihan dipecah jadi tiga bagian terpisah, dan ketiganya digabung hanya sesudah masing-masing berjalan tanpa hentakan.
- 7
Penguatan pergelangan tangan dan bahu
PenopangYang dibahas. Tumpuan bertahap di lantai, putaran pergelangan, menahan posisi tumpuan, dan menggantung dengan waktu yang dinaikkan sedikit demi sedikit.
Jebakan umum. Bagian ini dilewati karena terasa membosankan dibanding melompat, lalu nyeri muncul di pekan ketiga.
Cara tutor. Latihan penopang ditaruh di awal sesi saat tenaga masih penuh, dengan jumlah pengulangan tertulis di catatan peserta.
- 8
Membaca permukaan dan memilih halangan
KeselamatanYang dibahas. Menguji tumpuan dengan tangan, mengenali lumut dan embun, serta memilih halangan yang sepadan dengan kondisi hari itu.
Jebakan umum. Peserta menilai permukaan dari tampak luarnya saja, dan tepian beton yang kering di atas ternyata licin di sisi teduh.
Cara tutor. Pelatih meminta peserta menyebutkan alasan memilih atau menolak satu halangan sebelum mencobanya, di tiap sesi.
Cakupan
Yang Anda terima di kelas parkour privat Edubia
- Pelatih datang ke titik latihan yang sudah disurvei Permukaan, ruang jatuh, dan keramaian jam latihan diperiksa sebelum sesi pertama berjalan.
- Matras lipat untuk pendaratan dan gulingan Disiapkan peserta lalu digelar pelatih tiap sesi, sehingga pengulangan bisa banyak tanpa memar di bahu dan punggung.
- Rekaman gerak dari samping Diambil tiap beberapa sesi dan diputar pelan bersama peserta supaya perbaikannya terlihat.
- Catatan latihan tertulis Berisi urutan materi untuk empat sampai delapan sesi berikutnya beserta jumlah pengulangannya.
- Pemeriksaan gerak dan riwayat cedera Dikerjakan di sesi pertama, dan hasilnya menentukan bagian mana yang ditahan lebih lama.
- Latihan penopang yang bisa diulang di rumah Seluruhnya berupa gerak dengan kaki tetap di tanah, aman dikerjakan tanpa pendamping.
- Penjadwalan ulang saat hujan Sesi yang batal karena permukaan basah dipindah ke hari lain tanpa biaya baru.
- Penggantian pelatih tanpa biaya tambahan Berlaku bila cara mengajar pelatih tidak cocok, dan catatan latihan ikut dioper ke pendamping baru.
Peserta program ini
Siapa yang cocok mengambil les parkour privat
Peserta yang cocok
- Kamu ingin belajar melompat dan mendarat dengan aman sebelum menyentuh gerakan yang lebih besar.
- Anak umur delapan tahun ke atas yang sudah lancar melompat dua kaki lalu mendarat berdiri.
- Remaja yang tertarik sesudah melihat video parkour dan ingin memulainya dari urutan yang benar.
- Peserta dewasa yang duduk seharian dan mencari latihan seluruh badan di ruang terbuka.
- Peserta yang jadwalnya berubah-ubah dan butuh jam latihan yang bisa digeser.
- Peserta yang lebih nyaman diperhatikan satu per satu daripada berlatih di kelompok besar.
Nilai lebih
Keunggulan les parkour di Surabaya
Titik latihan disurvei lebih dulu
Pelatih mendatangi calon titik latihan sebelum sesi pertama, memeriksa kerataan permukaan, ruang jatuh, dan keramaian di jam yang sama.
Matras lipat menahan tiap pendaratan
Bagian pendaratan dan gulingan dikerjakan di atas matras portabel yang peserta siapkan, sehingga pengulangan bisa banyak kali tanpa memar.
Rekaman gerak untuk umpan balik
Pelatih merekam satu gerakan dari samping, lalu memutarnya pelan bersama peserta supaya perbaikannya terlihat langsung di layar.
Sesi ditunda saat permukaan basah
Hujan dan lumut mengubah daya pegang permukaan, jadi sesi dipindah ke hari lain dan jatahnya tidak hangus.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan
Kalau cara mengajarnya tidak cocok, tim Edubia mencarikan pendamping lain dan latihan berlanjut dari tahap yang sama.
Jadwal menyesuaikan sekolah dan kerja
Sesi bisa diambil pagi sebelum sekolah, sore sesudah jam kerja, atau akhir pekan, dan jamnya bisa digeser saat ada ujian.
Kenapa privat
Kenapa satu tutor parkour untuk satu siswa lebih unggul?
| Fitur | Pilihan terbaik Les Parkour Privat Edubia Ke rumah di Surabaya | Bimbel Parkour Grup | Belajar Parkour Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar parkour | Penuh, satu untuk satu | Terbagi ke banyak siswa | Tanpa pendamping |
| Materi parkour disesuaikan level siswa | |||
| Assessment kebutuhan parkour di awal | |||
| Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya | Kelas terjadwal | ||
| Latihan mandiri parkour yang terarah | Seragam | Cari sendiri | |
| Tutor parkour bisa diganti tanpa ribet |
Apa itu les parkour privat di Surabaya?
Parkour adalah cara berpindah dari satu titik ke titik lain dengan melewati halangan yang ada di jalur. Di Edubia ia diajarkan sebagai latihan berurutan: mendarat dulu, bergerak, baru melewati. Satu pelatih mendampingi satu peserta di sesi 60 sampai 90 menit, di titik terbuka yang sudah dilihat pelatih sebelum hari latihan.
Medannya yang membuat parkour berbeda dari olahraga lapangan. Peserta berlatih di permukaan yang memang ada di kota: bangku beton taman, tepian rendah, pagar setinggi lutut, dan tangga pendek. Karena medannya milik umum, pelatih memilih titik yang permukaannya rata, area jatuhnya lapang, dan lalu lalang orangnya sepi di jam latihan, lalu menggelar matras lipat yang peserta siapkan untuk bagian pendaratan.
Peserta yang mendaftar umumnya berumur delapan tahun ke atas. Anak yang lebih muda tetap bisa ikut selama sudah lancar melompat dengan dua kaki dan mendarat berdiri, dan seluruh materinya ditahan di ketinggian rendah untuk kelompok umur itu.
Tiga tahap yang dilatih berurutan di tiap sesi parkour
Tahap pertama adalah mendarat. Sebelum peserta diminta melompat ke mana pun, ia berlatih turun dari ketinggian rendah dan menerima berat badannya sendiri dengan bentuk yang benar. Porsi waktunya besar di bulan pertama, dan pelatih menahan diri untuk tidak mempercepatnya.
Tahap kedua adalah bergerak. Isinya berjalan di tepian rendah, berpindah dengan empat tumpuan, menggantung di palang setinggi kepala, lalu turun dengan terkendali. Di tahap ini tubuh belajar menahan bebannya sendiri di posisi yang tidak biasa, dan pergelangan tangan mulai dibiasakan menanggung tumpuan.
Tahap ketiga adalah melewati. Barulah di sini peserta menyeberangi halangan: menumpu satu tangan di tepian setinggi pinggang lalu memindahkan kaki ke seberang, atau menaiki tepian dari posisi menggantung. Urutan tiga tahap ini berlaku untuk semua peserta, termasuk yang datang sudah kuat dari cabang olahraga lain. Yang berbeda hanya lamanya seseorang tinggal di tiap tahap.
Pendaratan, pelajaran pertama di kelas parkour pemula
Pendaratan dipakai di setiap gerakan parkour, jadi ia diajarkan lebih dulu dan diulang sepanjang masa latihan. Bentuk yang dilatih sederhana: kaki depan menyentuh lebih dulu, tumit menyusul ringan, lutut menekuk mengikuti turunnya berat badan, pinggul ikut turun, dan pandangan tetap ke depan.
Ukuran keberhasilannya bisa didengar. Pendaratan yang benar nyaris tanpa suara, karena benturan diserap sendi satu per satu. Bunyi keras berarti berat badan berhenti mendadak di satu titik, dan titik itu biasanya tumit atau lutut. Pelatih memakai suara sebagai umpan balik langsung, jauh sebelum tinggi lompatan dibahas.
Berguling dipakai saat peserta turun sambil membawa laju ke depan. Gulingan mengalihkan sisa laju itu ke bahu dan punggung, melintang dari satu bahu ke pinggul seberang, sehingga tulang belakang tidak menerima tumbukan. Di kelas Edubia gulingan dilatih di matras dari posisi jongkok, dan tidak pernah dimulai dari ketinggian.
Satu pendaratan dipecah menjadi bagian yang bisa diperbaiki satu per satu. Peserta jarang salah di semua bagian sekaligus, jadi perbaikan dikerjakan berurutan supaya tiap sesi punya satu hal yang benar-benar berubah. Enam butir di bawah dibacakan pelatih sebagai daftar periksa sampai peserta hafal sendiri urutannya.
Catatan penting
Yang diperiksa pelatih di setiap pendaratan
Titik sentuh pertama
Kaki depan menyentuh lebih dulu. Kalau tumit yang mendarat duluan, benturan naik lurus ke lutut dan pinggul.
Tekukan lutut dan pinggul
Lutut menekuk mengikuti turunnya berat badan, dan pinggul ikut turun supaya jarak serapnya panjang.
Suara saat menyentuh tanah
Pelatih mendengarkan sebelum menilai. Pendaratan yang berbunyi keras dikembalikan ke ketinggian sebelumnya.
Arah pandangan
Mata tetap ke depan. Menunduk melihat kaki menggeser berat badan ke depan dan membuat pendaratan goyah.
Jarak antar telapak kaki
Kedua kaki mendarat selebar bahu. Kaki yang terlalu rapat membuat peserta sulit menahan goyangan ke samping.
Kapan gulingan dipakai
Gulingan keluar hanya saat ada laju ke depan. Turun lurus dari tepian rendah cukup diselesaikan dengan tekukan lutut.
Keseimbangan dan presisi yang dilatih pelatih di tepian rendah
Sesudah pendaratan mulai rapi, latihan pindah ke keseimbangan. Peserta berjalan di tepian selebar telapak kaki yang tingginya masih di bawah lutut, maju, mundur, lalu berbalik di tempat. Ketinggian sengaja dijaga rendah supaya turun dari tepian tidak berbiaya apa pun, dan peserta bebas mencoba tanpa menahan napas.
Presisi adalah lompatan dari satu titik ke titik lain yang sudah ditentukan, mendarat, lalu berhenti diam. Ukurannya ada pada kemampuan berhenti bersih sesudah kaki menyentuh sasaran. Jarak boleh pendek, asal peserta mendarat tepat di garis dan tidak perlu melangkah tambahan untuk menahan tubuh.
Jarak lompatan dinaikkan satu telapak kaki setiap kali peserta mengulang tiga kali berturut-turut dengan berhenti bersih. Penambahan sekecil itu terasa lambat di dua pekan pertama, dan justru itu yang membuat peserta jarang mundur ke jarak lama. Lompatan yang langsung dijauhkan menghasilkan pendaratan berantakan, dan pendaratan berantakan menanamkan pola gerak yang harus dibongkar ulang.
Presisi dilatih memakai penanda yang bisa dipindah, sehingga jaraknya bisa dinaikkan satu telapak kaki tanpa berpindah lokasi. Lima bentuk latihan di bawah dipakai bergantian supaya peserta tidak menghafal satu jarak saja lalu kesulitan begitu penandanya digeser.
Selengkapnya
Latihan presisi yang disiapkan pelatih tiap sesi
Lompat dua kaki ke garis
Sasaran berupa garis kapur. Peserta menahan posisi tiga hitungan sebelum melangkah keluar.
Lompat satu kaki ke satu kaki
Menuntut pinggul menahan sisi tubuh yang melayang. Dipakai sesudah lompatan dua kaki stabil.
Berjalan mundur di tepian
Mata tidak bisa mengandalkan pandangan ke bawah, jadi telapak kaki yang belajar membaca lebar tepian.
Berdiri satu kaki dengan mata tertutup
Melatih pergelangan kaki menahan goyangan kecil tanpa bantuan penglihatan.
Lompat lalu berhenti tiga detik
Menutup kebiasaan menambah satu langkah kecil sesudah mendarat untuk mencari keseimbangan.
Gerakan melewati halangan yang dilatih bertahap di kelas
Gerakan melewati halangan dimulai dari tepian setinggi pinggang. Bentuk yang diajarkan lebih dulu adalah menaiki tepian dengan satu kaki menumpu di atasnya, karena gerak itu bisa dihentikan di tengah jalan kalau peserta ragu. Baru sesudah itu peserta belajar menumpu satu tangan di tepian sambil melewatkan kedua kaki di sisi yang sama.
Bentuk berikutnya menumpu dua tangan dengan kedua kaki lewat di antara lengan. Gerak ini menuntut bahu menanggung berat badan sesaat, jadi ia baru dibuka setelah peserta sanggup menahan posisi tumpuan beberapa hitungan tanpa siku bergetar.
Menaiki tepian dari posisi menggantung dilatih di palang rendah dulu, dengan kaki masih bisa menyentuh tanah. Peserta menarik badan, memutar pergelangan tangan ke atas tepian, lalu mendorong sampai lengan lurus. Tinggi tepian dinaikkan hanya kalau ketiga bagian itu berjalan tanpa peserta menghentak untuk mencari sisa tenaga.
Kekuatan penopang yang dibangun sebelum kelas menaikkan tingkat
Parkour menaruh beban di tempat yang jarang dipakai olahraga lain, dan empat bagian tubuh disiapkan lebih dulu. Pergelangan tangan menanggung berat badan tiap kali peserta menumpu di tepian, jadi ia dilatih dengan tumpuan bertahap di lantai sebelum naik ke ketinggian mana pun.
Bahu dilatih lewat menggantung dan menahan posisi tumpuan, karena gerakan melewati halangan berhenti di tengah jalan kalau bahu belum sanggup memegang berat badan. Inti tubuh dilatih supaya panggul tidak melorot saat kaki melayang, dan tungkai dilatih menyerap turun berulang kali tanpa lutut roboh ke dalam.
Melewatkan bagian ini adalah sumber cedera yang bisa diramalkan. Peserta yang teknik lompatnya sudah rapi tetapi pergelangan tangannya belum siap akan menemukan nyeri di sesi keenam atau ketujuh, tepat saat latihan mulai terasa menyenangkan. Karena itu pelatih menaruh latihan penopang di awal sesi, saat tenaga masih penuh, dan tidak menyisakannya di menit terakhir.
Membaca lingkungan sebelum pelatih memberi aba-aba
Halangan di kota tidak pernah seragam. Beton taman yang kelihatan sama bisa berbeda kasarnya, besi pagar bisa licin sesudah embun pagi, dan kayu bangku bisa lapuk di bagian bawah. Karena itu peserta diajari memeriksa tumpuan sebelum menaruh berat badan di atasnya: menekan dengan tangan, menggoyang pelan, lalu mencoba sebentar dengan sebagian berat badan.
Permukaan basah dan berlumut mengubah rencana sesi seluruhnya. Lumut tipis di tepian beton dekat saluran air bisa membuat telapak sepatu meleset walaupun permukaannya terlihat kering. Peserta belajar mengenali warnanya, dan belajar menyimpulkan bahwa titik itu ditinggalkan hari itu juga.
Bagian terakhir yang dilatih adalah menakar diri sendiri. Halangan yang kemarin terasa mudah bisa terasa berat hari ini karena tidur kurang, perut kosong, atau otot masih pegal dari sesi sebelumnya. Peserta diminta menyebutkan kondisinya di awal sesi, dan pelatih menyesuaikan pilihan halangan mengikuti jawaban itu.
Aturan keselamatan yang mengikat setiap sesi les parkour
Latihan selalu dimulai dari ketinggian rendah dan permukaan yang aman. Tepian setinggi lutut, matras untuk gulingan, dan area jatuh yang lapang adalah syarat sebelum satu gerakan pun dicoba. Ketinggian dinaikkan bertahap, dan hanya sesudah bentuk gerakannya rapi berulang kali di ketinggian sebelumnya.
Peserta dilarang mencoba gerakan di ketinggian tanpa pendamping. Larangan ini berlaku di dalam sesi maupun di luar jadwal, termasuk saat peserta merasa sudah bisa. Latihan mandiri yang dianjurkan pelatih terbatas pada bagian yang kakinya tetap di tanah: penguatan pergelangan tangan, keseimbangan di garis lantai, dan pengulangan tekukan lutut.
Menghormati properti orang lain adalah bagian kurikulum, sederajat dengan teknik. Peserta belajar membaca larangan yang terpasang, menjauh dari pagar rumah, atap, dan bangunan pribadi, meminta izin ke pengelola tempat sebelum memakai fasilitasnya, lalu berhenti begitu ada yang keberatan. Titik latihan yang membuat orang lain terganggu ditinggalkan tanpa perdebatan.
Edubia tidak menjadikan gerakan berisiko tinggi sebagai sasaran peserta pemula, dan tidak menjanjikan gerakan tertentu selesai dalam jangka waktu tertentu. Laju tiap orang berbeda, dan pelatih menyesuaikan sasaran mengikuti kondisi sendi, tenaga, serta keberanian peserta pada hari itu.
Batas di bawah ini berlaku tanpa pengecualian, dan pelatih menyampaikannya di sesi perkenalan sebelum peserta menyentuh halangan mana pun. Peserta yang membawa saudara atau teman untuk menonton juga diberi tahu batasnya, supaya tidak ada yang mengajak mencoba di luar urutan.
Inti bahasan
Batas yang dijaga pelatih di tiap kelas parkour
Ketinggian awal di bawah pinggang
Semua gerakan baru diperkenalkan di tepian rendah. Kenaikan berikutnya menunggu bentuk gerakan rapi berulang kali.
Gerakan di ketinggian selalu berpendamping
Gerak di atas pinggang hanya dikerjakan saat pelatih berada di sisi peserta dan matras sudah terpasang.
Properti pribadi dan larangan setempat dihormati
Pagar rumah, atap, dan area bertanda larangan tidak dipakai. Izin ke pengelola tempat diminta lebih dulu.
Sesi berhenti saat permukaan basah
Hujan, embun tebal, dan lumut membatalkan bagian latihan yang menuntut tumpuan, lalu sesi dipindah harinya.
Peserta boleh mundur kapan saja
Menolak satu lompatan tidak mengurangi nilai apa pun. Pelatih menurunkan tingkat kesulitan tanpa bertanya dua kali.
Sikap mental yang dilatih bersama pelatih parkour
Keterampilan yang diajarkan lebih awal daripada lompatan jauh adalah kemampuan mundur. Peserta yang berdiri di depan lompatan lalu memutuskan untuk tidak mengambilnya sedang mengerjakan penilaian risiko yang benar, dan pelatih memperlakukannya sebagai capaian. Di parkour, tubuh yang ragu biasanya sedang melaporkan sesuatu yang belum siap.
Cara melatihnya konkret. Peserta diminta menyebutkan alasan keraguannya: jaraknya, permukaannya, tenaganya, atau ketinggiannya. Sesudah alasannya jelas, pelatih memecah lompatan itu jadi versi yang lebih kecil, lalu menaikkannya kembali di sesi berikutnya. Rasa takut yang ditinggalkan tanpa dibahas akan kembali di titik yang sama.
Peserta juga belajar membedakan gugup yang wajar dari peringatan tubuh yang sungguhan. Gugup wajar biasanya hilang sesudah dua atau tiga pengulangan di jarak yang sama. Peringatan yang sungguhan menetap dan bertambah, dan itulah tanda latihan hari itu dikembalikan ke tingkat sebelumnya.
Titik latihan dan wilayah yang dijangkau pelatih parkour di Surabaya
Pelatih Edubia mendatangi peserta di seluruh Surabaya, dari Gubeng, Sukolilo, dan Mulyorejo di sisi timur, sampai Tandes, Sukomanunggal, dan Lakarsantri di sisi barat. Peserta di Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar biasanya berlatih di ruang terbuka perumahan yang lantainya rata, sementara peserta di Wonokromo, Gayungan, Jambangan, dan Wiyung memakai taman kota yang dekat rumah.
Pemilihan titik mengikuti tiga hal: permukaannya rata dan tidak retak, ada ruang kosong sekurang-kurangnya dua meter di sekeliling halangan, dan jam latihannya sepi. Titik di dekat Kenjeran dan Bulak yang menghadap laut dihindari ketika angin membawa uap air, karena tepian besi di sana cepat berembun.
Peserta di Sidoarjo dilayani dari sisi utara: Waru, Gedangan, Sedati, dan Buduran. Untuk latihan di dalam ruangan saat cuaca menutup pilihan luar ruangan, Edubia punya co-learning space di Tambaksari dan Wonocolo yang dipakai untuk sesi teori serta pembahasan rekaman gerak, dengan tambahan Rp15.000 per sesi di luar biaya program.
Hujan, permukaan licin, dan penjadwalan ulang sesi
Surabaya punya dua musim yang mengubah cara sesi parkour disusun. Di musim hujan, beton dan besi kehilangan daya pegangnya walaupun hujannya sudah berhenti sejam sebelumnya, dan lumut di tepian yang teduh baru terasa sesudah diinjak. Sesi yang jatuh di kondisi itu dipindah, lalu jamnya diatur ulang bersama peserta tanpa biaya baru.
Di musim kemarau, yang menggeser jadwal justru panas. Permukaan beton yang terkena matahari langsung bisa terlalu panas untuk telapak tangan di tengah hari, jadi sesi digeser ke pagi sebelum pukul 09.00 atau sore sesudah pukul 16.00. Pelatih menyentuh permukaan dengan punggung tangan sebelum memulai bagian yang memakai tumpuan tangan.
Kalau cuaca berubah di tengah sesi, latihan berpindah ke bagian yang tidak menuntut tumpuan: penguatan, keseimbangan di garis datar, dan pembahasan rekaman gerak dari sesi sebelumnya. Waktu sesi tetap dipakai penuh, dan bagian teknik yang tertunda dikerjakan di pertemuan berikutnya.
Cedera lazim di parkour dan cara pelatih menurunkan risikonya
Tiga bagian tubuh yang sering bermasalah di parkour adalah pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan tulang kering. Pergelangan tangan menerima beban tiap kali peserta menumpu di tepian, dan keluhannya muncul sebagai nyeri tumpul di sisi luar sesudah beberapa pekan. Pencegahannya berupa penguatan bertahap di lantai dan pembatasan jumlah tumpuan per sesi.
Pergelangan kaki bermasalah saat pendaratan meleset dari sasaran atau mendarat di permukaan miring. Karena itu latihan presisi ditahan di jarak pendek sampai peserta bisa berhenti bersih, dan tepian yang miring tidak dipakai sebagai sasaran. Peserta juga dilatih mendarat sedikit menyerong ke sisi yang lapang kalau lompatan terasa kurang jauh.
Tulang kering memar ketika kaki menyentuh tepian yang sedang dilewati. Ini muncul saat peserta menaikkan tinggi halangan sebelum gerakannya rapi. Pelatih menaruh penanda lunak di tepi atas halangan pada masa awal, sehingga sentuhan yang meleset terasa sebagai peringatan tanpa meninggalkan memar. Peserta yang sudah memar diminta beristirahat dari halangan keras dan pindah ke latihan penopang.
Biaya les parkour privat per sesi dan yang sudah termasuk
Biaya les parkour privat Edubia mulai dari Rp126.100 per sesi untuk peserta usia sekolah dasar dengan sesi 60 menit dan delapan sesi dalam sebulan. Peserta dewasa dengan sesi 90 menit berada di ujung atas rentang, sekitar Rp298.100 per sesi. Selisihnya datang dari durasi pertemuan dan jenjang usia, dan angkanya turun sedikit ketika pertemuan bulanan bertambah.
Nominal itu menanggung perjalanan pelatih menuju titik yang sudah disurvei berikut pendampingan sepanjang latihan. Peralatan parkour dibeli peserta sendiri, terpisah dari tarif: matras lipat untuk bagian pendaratan dan gulingan, penanda jarak, sepatu bersol rata, pakaian yang tidak menghambat gerakan, air minum, dan ponsel untuk perekaman gerak.
Latihan di rumah atau di titik terbuka dekat rumah tidak menambah biaya. Kalau sesi dipindah ke co-learning space Edubia saat cuaca menutup pilihan luar ruangan, ada tambahan Rp15.000 per sesi per orang. Sesi yang batal karena hujan tidak hangus dan dijadwalkan ulang di pekan yang sama selama slot pelatih tersedia.
Peserta anak, remaja, dan dewasa di kelas parkour privat
Anak umur delapan sampai dua belas tahun berlatih dengan porsi permainan gerak yang besar: melompati penanda, berjalan di garis, dan menggantung sebentar di palang rendah. Ketinggian halangan untuk kelompok ini ditahan di bawah pinggang selama masa latihan awal, dan orang tua diminta hadir di sesi pertama supaya melihat sendiri batas yang dipakai pelatih.
Remaja umumnya datang sesudah melihat video parkour dan ingin mencoba sendiri. Kelompok ini menerima tambahan waktu untuk latihan penopang, karena tubuh yang sedang tumbuh cepat sering punya tenaga yang belum seimbang dengan panjang tungkainya. Pelatih menahan permintaan melompat jauh sampai pendaratan dan kekuatan tumpuannya sanggup menopang.
Peserta dewasa biasanya membawa pekerjaan yang duduk seharian dan sendi yang jarang bergerak penuh. Sesi mereka dibuka dengan pemanasan pergelangan yang lebih panjang, dan tingkat kesulitannya naik lebih pelan di bulan pertama. Orang dewasa yang punya riwayat cedera lutut atau punggung diminta membawa keterangan dokter sebelum sesi pertama.
Empat hal di bawah dikerjakan sebelum sesi pertama, dan seluruhnya bisa diurus lewat percakapan WhatsApp dengan tim penjadwalan Edubia.
Garis besar
Cara mendaftar les parkour privat di Edubia
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
1Ceritakan kondisi peserta
Umur, riwayat olahraga, keluhan sendi, dan tujuan latihan. Keterangan ini dipakai tim untuk memilihkan pelatih yang cocok.
-
2Sepakati titik dan jam latihan
Tim menawarkan jam yang tersedia di wilayahmu, lalu pelatih mengecek calon titik latihan sebelum sesi pertama.
-
3Jalani sesi pemeriksaan gerak
Sesi pertama berisi pemeriksaan pendaratan, keseimbangan, dan kekuatan penopang, tanpa satu pun gerakan di ketinggian.
-
4Terima susunan latihan tertulis
Pelatih menyusun urutan materi untuk empat sampai delapan sesi berikutnya, dan menyesuaikannya tiap kali ada perkembangan.
Program Terkait
Masih menimbang parkour? Bandingkan dengan program berikut
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan siswa les parkour di Surabaya?
Apakah parkour aman untuk pemula yang jarang berolahraga?
Aman selama urutannya dijaga. Sesi pertama berisi pemeriksaan gerak dan latihan pendaratan di ketinggian rendah, tanpa satu pun gerakan di atas pinggang. Pelatih menaikkan tingkat kesulitan hanya sesudah bentuk gerakan rapi berulang kali di tingkat sebelumnya. Peserta yang jarang berolahraga justru menerima porsi latihan penopang yang lebih panjang di bulan pertama, karena pergelangan tangan dan bahu perlu disiapkan sebelum menanggung berat badan. Kalau ada riwayat cedera lutut, pergelangan, atau punggung, sebutkan sejak awal supaya pelatih menyusun latihan yang menghindari beban di titik itu.
Berapa biaya les parkour privat di Surabaya?
Mulai Rp126.100 per sesi untuk peserta usia sekolah dasar dengan sesi 60 menit dan delapan sesi sebulan. Peserta dewasa dengan sesi 90 menit berada di sekitar Rp298.100 per sesi. Nominalnya mencakup kedatangan pelatih ke titik latihan dan pendampingan penuh sepanjang sesi. Matras lipat untuk pendaratan, penanda jarak, serta ponsel perekam gerak disiapkan peserta di luar tarif. Latihan di rumah atau di ruang terbuka dekat rumah tidak menambah biaya. Kalau sesi dipindah ke co-learning space Edubia saat cuaca menutup pilihan luar ruangan, ada tambahan Rp15.000 per sesi per orang. Tim menghitung angka persisnya sesudah umur peserta, panjang sesi, dan jumlah sesi per bulan disepakati.
Di mana sesi parkour berlangsung kalau pelatih datang ke rumah?
Pelatih memakai ruang terbuka dekat rumah: halaman yang cukup luas, area parkir yang sepi di jam tertentu, atau taman kota terdekat. Sebelum sesi pertama, pelatih mendatangi calon titik itu untuk memeriksa kerataan permukaan, ruang kosong di sekeliling halangan, dan keramaian di jam yang sama. Titik yang dipilih perlu punya ruang kosong sekurang-kurangnya dua meter di sekeliling halangan yang dipakai. Kalau di sekitar rumah tidak ada titik yang memenuhi syarat, tim menawarkan titik lain yang jaraknya masih dekat, atau memindahkan bagian yang bisa dikerjakan di dalam ruangan ke co-learning space Edubia.
Umur berapa anak boleh mulai belajar parkour?
Umumnya delapan tahun. Ukuran yang dipakai adalah kemampuan dasarnya: anak sudah lancar melompat dengan dua kaki lalu mendarat berdiri tanpa jatuh, dan sanggup mengikuti aba-aba selama satu jam. Anak yang lebih muda tetap bisa diterima sesudah pelatih melihat langsung di sesi pemeriksaan gerak, dengan seluruh materi ditahan di bawah pinggang. Untuk kelompok umur ini porsi permainan gerak dibuat besar: melompati penanda, berjalan di garis, dan menggantung sebentar di palang rendah. Orang tua diminta hadir di sesi pertama supaya melihat sendiri batas ketinggian yang dipakai pelatih.
Perlengkapan apa yang perlu disiapkan sebelum sesi pertama?
Sepatu bersol rata dengan daya pegang yang baik, pakaian yang longgar di lutut dan bahu, serta air minum. Sol yang tebal di bagian tumit menyulitkan peserta merasakan permukaan, jadi sepatu olahraga bersol empuk sebaiknya diganti sepatu bersol tipis. Celana panjang berbahan lentur membantu di masa awal karena lutut dan tulang kering sering bersentuhan dengan tepian. Matras lipat, penanda jarak, penanda lunak untuk tepi halangan, dan alat perekam juga disiapkan peserta, dan tim menyebut ukuran yang sesuai sebelum sesi pertama. Sarung tangan tidak dipakai karena telapak tangan perlu merasakan permukaan secara langsung.
Bagaimana kalau hujan atau permukaan latihan basah?
Sesi ditunda lalu dijadwalkan ulang tanpa biaya baru. Beton dan besi kehilangan daya pegang walaupun hujan sudah berhenti sejam sebelumnya, dan lumut tipis di tepian yang teduh sering baru terasa sesudah diinjak. Kalau cuaca berubah di tengah sesi, latihan berpindah ke bagian yang tidak menuntut tumpuan: penguatan pergelangan tangan, keseimbangan di garis datar, dan pembahasan rekaman gerak dari sesi sebelumnya. Sesi yang batal biasanya dipindah ke hari lain di pekan yang sama selama slot pelatih tersedia. Di musim hujan, tim cenderung menawarkan jam pagi karena permukaan lebih cepat kering.
Berapa lama sampai bisa melakukan gerakan melewati halangan?
Waktunya berbeda untuk tiap orang, dan Edubia tidak menetapkan tanggal untuk gerakan tertentu. Yang menentukan adalah bentuk pendaratan, kesiapan pergelangan tangan dan bahu, serta kondisi peserta pada hari latihan. Pelatih memindahkan peserta ke tingkat berikutnya sesudah melihat bentuk gerakan yang rapi berulang kali di tingkat sebelumnya. Peserta yang memaksa naik lebih cepat biasanya berakhir mengulang dari bawah, karena pola gerak yang salah perlu dibongkar dulu. Yang bisa dipegang peserta adalah urutannya jelas, catatannya tertulis, dan tiap sesi punya satu hal yang diperbaiki.
Apakah pelatih bisa diganti kalau cara mengajarnya tidak cocok?
Bisa, dan tanpa biaya tambahan. Sampaikan ke tim lewat WhatsApp, sebutkan bagian yang tidak cocok, misalnya kecepatan menaikkan tingkat yang terasa buru-buru, cara memberi aba-aba, atau jam yang sulit ditepati. Tim mencarikan pendamping lain dan mengoper catatan latihan supaya peserta melanjutkan dari tahap yang sama tanpa mengulang. Untuk parkour, kecocokan pelatih berpengaruh besar karena peserta perlu merasa aman saat mengatakan bahwa satu lompatan terasa belum bisa diambil. Pelatih yang tidak menerima kalimat itu dengan tenang akan mendorong peserta mengambil risiko yang belum perlu.
Wilayah mana saja yang dijangkau pelatih parkour Edubia?
Seluruh Surabaya, dari Gubeng, Sukolilo, dan Mulyorejo di sisi timur, sampai Tandes, Sukomanunggal, dan Lakarsantri di sisi barat. Sisi selatan seperti Wonokromo, Gayungan, Jambangan, dan Wiyung terlayani, begitu pula Rungkut, Tenggilis Mejoyo, serta Gunung Anyar. Di Kabupaten Sidoarjo, pelatih menjangkau sisi utara: Waru, Gedangan, Sedati, dan Buduran. Yang menentukan pilihan titik latihan adalah ketersediaan ruang terbuka yang rata dan sepi di jam latihan. Kalau di sekitar rumah tidak ada titik yang memenuhi syarat, tim menawarkan titik lain yang jaraknya masih terjangkau, atau memakai co-learning space Edubia di Tambaksari maupun Wonocolo untuk bagian yang bisa dikerjakan di dalam ruangan.
Apakah orang dewasa yang bekerja kantoran masih bisa mulai?
Bisa. Peserta dewasa biasanya membawa sendi yang jarang bergerak penuh dan pergelangan tangan yang belum terbiasa menanggung berat badan, jadi sesi mereka dibuka dengan pemanasan pergelangan yang lebih panjang. Tingkat kesulitan naik lebih pelan di bulan pertama, dan porsi latihan penopang lebih besar daripada kelompok remaja. Jam latihan bisa diambil pagi sebelum berangkat kerja atau sore sesudah pulang, sementara akhir pekan tersedia untuk sesi yang lebih panjang. Peserta dengan riwayat cedera lutut atau punggung diminta membawa keterangan dokter sebelum sesi pertama.
Bagaimana kalau saya takut ketinggian?
Takut ketinggian tidak menghalangi seseorang belajar parkour, karena seluruh materi awal berada di bawah pinggang. Peserta bisa berlatih pendaratan, keseimbangan, dan presisi selama berbulan-bulan tanpa naik ke tepian tinggi sama sekali. Kalau ketinggian mulai dinaikkan, kenaikannya kecil dan peserta boleh berhenti kapan saja. Mundur dari satu lompatan diperlakukan sebagai keputusan yang benar, dan pelatih memecah gerakan itu menjadi versi yang lebih kecil di sesi berikutnya. Peserta juga dilatih membedakan gugup biasa, yang hilang sesudah dua atau tiga pengulangan, dari peringatan tubuh yang menetap dan bertambah.
Bolehkah berlatih sendiri di luar jadwal sesi?
Boleh untuk bagian yang kakinya tetap di tanah: penguatan pergelangan tangan, tumpuan bertahap di lantai, keseimbangan di garis lantai, dan pengulangan tekukan lutut. Bagian itu justru dianjurkan, dan pelatih menuliskan jumlah pengulangannya di catatan peserta. Yang dilarang adalah mencoba gerakan di ketinggian tanpa pendamping, termasuk saat peserta merasa sudah bisa. Pendaratan yang salah di ketinggian menghasilkan cedera pergelangan kaki dan tulang kering yang menghentikan latihan berpekan-pekan. Kalau ada gerakan baru yang ingin dicoba, rekam dulu percobaan versi rendahnya, kirim ke pelatih, dan tunggu jawabannya sebelum menaikkan ketinggian.
Apa bedanya latihan parkour dengan latihan di pusat kebugaran?
Parkour melatih perpindahan melewati halangan di medan yang tidak seragam, sementara latihan di ruang kebugaran berjalan di alat yang bentuk dan bebannya tetap. Di parkour, permukaan berubah tiap titik, dan peserta perlu memutuskan sendiri apakah tumpuan itu layak dipakai hari itu. Karena itu porsi latihannya mencakup penilaian lingkungan di samping pengulangan gerak. Penguatan tetap ada di parkour, dengan sasaran yang khas: pergelangan tangan, bahu, inti tubuh, dan tungkai yang menyerap turun berulang kali. Keduanya bisa berjalan berdampingan, dan peserta yang sudah rutin ke pusat kebugaran biasanya lebih cepat menuntaskan tahap penopang.
Bagaimana jadwal sesi diatur kalau sekolah atau pekerjaan sedang padat?
Jadwal disusun bersama tim penjadwalan lewat WhatsApp, dan bisa digeser saat ada ujian, lembur, atau kegiatan sekolah. Sebagian besar peserta mengambil dua sesi sepekan, sementara sebagian lain memilih satu sesi sepekan dengan durasi lebih panjang. Permintaan geser jadwal diterima sejak pagi pukul 07.00 sampai malam pukul 21.00, tiap hari termasuk akhir pekan, dan pergeseran yang dikabarkan sehari sebelumnya hampir selalu bisa dipenuhi. Kalau peserta harus berhenti sementara karena ujian sekolah, catatan latihan disimpan supaya sesi berikutnya melanjutkan dari tahap yang sama.
Mulai Sekarang
Kuasai parkour bersama tutor Surabaya
Rating 4,9/5 dari 1.200 ulasan. Mulai dari konsultasi kebutuhan parkour, tanpa komitmen.