4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat
Les Kriya dan Kerajinan di Surabaya
Les privat kriya di Surabaya: tanah liat, kayu, serat, kulit, dan logam lembaran ditangani dari satu sisi, yaitu fungsi, bentuk, dan bahan. Sesi 120 menit di rumah, mulai Rp209.300, tutor menjangkau 31 kecamatan.
Kriya dan Kerajinan privat di Surabaya: ringkasnya
Les privat kriya di Surabaya: tanah liat, kayu, serat, kulit, dan logam lembaran ditangani dari satu sisi, yaitu fungsi, bentuk, dan bahan. Sesi 120 menit di rumah, mulai Rp209.300, tutor menjangkau 31 kecamatan.
Konsultasi dan DaftarRincian Layanan
- Format Sesi
- Privat satu tutor untuk satu peserta, 120 menit per sesi, di rumah peserta atau di ruang belajar Edubia
- Materi yang dipelajari
- Tanah liat, kayu, serat dan anyaman, kulit, logam lembaran, penyelesaian akhir, pembacaan motif, serta perhitungan biaya produk
- Jenjang peserta
- Anak usia tujuh tahun ke atas, pelajar, dan orang dewasa yang mulai dari nol termasuk calon perajin
- Biaya
- Mulai Rp209.300 per sesi 120 menit di rumah; jalur peserta dewasa untuk barang jualan sampai Rp374.600 per sesi
- Ruang belajar Edubia
- Tambaksari dan Wonocolo, tambahan Rp15.000 per sesi di atas biaya program
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo
- Perkakas
- Pahat, pisau kerajinan, penjepit, dan alas kerja dibawa tutor; bahan habis pakai dibeli peserta sesuai proyek
- Ritme yang lazim
- Satu sesi tiap pekan mengikuti waktu kering bahan; empat sesi dalam sebulan berjumlah Rp837.000
- Kurikulum
- Disusun ulang untuk tiap peserta sesudah pemetaan kebutuhan pada sesi pertama
- Peralatan dan bahan
- Disiapkan peserta, di luar tarif sesi
Cakupan kelas
Yang diterima peserta les kriya privat di Surabaya
- Sesi 120 menit satu tutor satu peserta · Panjang sesi dipakai penuh: penyiapan bahan, pengerjaan, lalu pembersihan meja sampai ruang kembali seperti semula.
- Perkakas potong dan alas kerja dari tutor · Pahat, pisau kerajinan, pelubang kulit, palu ringan, landasan kayu, papan potong, dan penjepit meja dibawa tiap kedatangan.
- Lembar rancangan untuk tiap proyek · Satu lembar berisi fungsi, bentuk, bahan, ukuran, dan keputusan mana yang mengalah, dipakai menilai benda jadi.
- Daftar belanja bahan berikut perkiraan harganya · Disusun sebelum peserta belanja, lengkap dengan jumlah yang dibutuhkan proyek itu supaya tak ada bahan menganggur.
- Pemeriksaan ketajaman perkakas di awal sesi · Tutor memeriksa mata pahat menghadap cahaya dan menyayatkannya ke serat sisa, lalu mengajarkannya kepada peserta.
- Kacamata bening dan masker debu di sesi pertama · Keduanya disediakan tutor untuk pertemuan pembuka. Peserta yang melanjutkan membeli sendiri karena ukurannya perlu pas di wajah.
- Jalan jujur untuk pembakaran keramik · Tanpa janji tungku di rumah: tanah liat yang mengeras di udara untuk latihan bentuk, atau penitipan karya kering ke studio keramik.
- Lembar hitung biaya untuk peserta yang berjualan · Biaya bahan per benda, bahan pendukung, waktu kerja, angka barang gagal, kemasan, dan pengiriman, disusun dari catatan purwarupa peserta.
Tahap belajar
Perjalanan peserta les kriya dari sesi pertama
Tahapnya diukur dari benda yang sanggup diselesaikan peserta, di luar hitungan jumlah pertemuan. Dua peserta dengan jumlah sesi sama bisa berada di tahap berbeda, sebab tangan matang pada kecepatan yang berbeda.
- 01Pekan pertama
Sesi pertama: tangan dan meja dipetakan
Tutor menakar kekuatan cengkeraman, jangkauan, dan lama tahan tangan, lalu memeriksa tinggi meja dan arah cahaya. Ukuran proyek pembuka lahir dari catatan itu.
- 02Sekitar sesi keempat
Benda utuh pertama yang tidak retak
Satu wadah kecil selesai dari menguli sampai kering tulang tanpa retak rambut, dan itu menandai peserta sudah bisa membaca ketebalan dinding dan laju kering.
- 03Bulan kedua
Perkakas ditajamkan sendiri
Peserta mengasah pahatnya sendiri sampai lolos uji sayat ke serat kayu sisa, dan sejak titik itu ia berhenti bekerja dengan mata potong tumpul.
- 04Bulan ketiga
Rancangan sendiri dari lembar fungsi dan bahan
Peserta mengisi lembar fungsi, bentuk, dan bahan untuk benda yang belum pernah dibuatnya, lalu mengerjakannya sampai selesai. Tutor menandai tabrakan antar keputusan.
- 05Jenjang menengah
Penyelesaian akhir yang seragam
Tiga benda berturut-turut keluar dengan permukaan sama halus dan lapisan penutup rata, dan keseragaman itu pintu masuk ke pekerjaan berulang.
- 06Jalur calon perajin
Sepuluh benda seragam dari satu mal
Peserta mengerjakan sepuluh benda tahap demi tahap memakai mal buatannya, lalu menghitung berapa yang layak jual. Angka gagalnya dipakai menyusun harga.
Susunan Materi
Susunan materi les kriya per rumpun bahan
Urutannya ditentukan oleh seberapa cepat sebuah bahan memaafkan kesalahan. Tanah liat lebih dulu karena bongkahan yang gagal bisa diuli ulang tanpa biaya, sedangkan kulit dan papan kayu menyimpan tiap potongan salah selamanya.
- 1
Tanah liat: plastisitas dan tiga teknik tangan
Rumpun pertamaYang dibahas. Menguli sampai penampang bersih, teknik pijit, pilin, dan lempeng, penyambungan dengan goresan dan bubur tanah liat, serta pembacaan ketebalan dinding.
Jebakan umum. Menguli diperlakukan sebagai pemanasan yang boleh dipercepat, lalu gelembung yang tertinggal memuai saat pembakaran dan memecahkan dinding.
Cara tutor. Tutor memotong bongkahan dan meminta peserta menilai penampangnya sendiri sebelum boleh membentuk, diulang tiap sesi sampai ia melakukannya tanpa diingatkan.
- 2
Penyusutan dan tiga tahap kering
Menentukan jadwal sesiYang dibahas. Kondisi basah, setengah kering, dan kering tulang; pekerjaan yang boleh masuk di tiap tahap; pengaturan laju kering dengan plastik longgar; sebab retak rambut di leher.
Jebakan umum. Menghias saat bahan masih basah membuat bentuk penyok; menunggu terlalu kering membuat bahan pecah saat dipotong. Keduanya terlihat sama di mata pemula.
Cara tutor. Peserta menilai suhu benda di pipi tangan lalu mencatat jamnya pada lembar proyek. Sesudah tiga proyek ia bisa menebak tahapnya tanpa menyentuh.
- 3
Kayu: arah serat dan sambungan
Rumpun keduaYang dibahas. Membaca arah serat, memotong searah dan melintang serat, membuang bahan dengan pahat, sambungan berlem, pasak kayu, dan takik yang saling mengunci.
Jebakan umum. Tenaga ditambah saat pahat berhenti melaju, padahal sebabnya mata tumpul atau dorongan melawan serat. Tenaga tambahan itulah yang membuatnya tergelincir.
Cara tutor. Dua tanda itu dilatih terpisah memakai papan sisa. Peserta menghentikan dorongan lalu menyebut sebabnya sebelum melanjutkan.
- 4
Mengasah dan aturan keselamatan
Wajib untuk semua rumpunYang dibahas. Membaca sudut asah bawaan, batu kasar untuk membentuk ulang, batu halus untuk menghapus goresan, membuang duri halus, dan uji sayat ke serat kayu sisa.
Jebakan umum. Sudut asah diubah sesuka tangan sehingga ujung membulat, lalu perkakas menuntut tenaga makin besar.
Cara tutor. Tutor mengajarkan cara menaruh pahat rata di batu lalu mengangkatnya sampai ujungnya menggigit. Sudut yang benar dikenali tangan.
- 5
Serat dan anyaman: pola sebagai penahan beban
Rumpun ketigaYang dibahas. Anyaman silang satu-satu, pola dua-dua, pola berlubang, perlakuan rotan yang direndam, dan penyelesaian tepi keranjang.
Jebakan umum. Bilah rotan yang sudah kering dipaksa melengkung dan patah di sisi luar lengkungan, lalu peserta menyimpulkan bahannya jelek.
Cara tutor. Peserta menekan bilah dengan ibu jari untuk membaca kelenturannya sebelum membentuk, di depan tutor pada tiga sesi pertama rumpun ini.
- 6
Kulit dan logam lembaran
Rumpun keempat dan kelimaYang dibahas. Pola kertas dan uji di bahan sisa, penandaan lubang jahit berjarak sama, jahitan pelana dua jarum, penyelesaian sisi potong, penempaan lembaran tipis, patri, dan patina.
Jebakan umum. Lubang pertama dibuat langsung di bahan bagus tanpa uji pola, dan kulit tidak menutup lubang.
Cara tutor. Tiap pola diuji dulu di potongan sisa, dan tutor menyimpan sisa bahan tiap proyek untuk keperluan itu.
- 7
Penyelesaian akhir dan lapisan penutup
Menentukan penilaian orang lainYang dibahas. Perataan sebelum amplas, kenaikan tingkat kekasaran tanpa melompat, pembasahan untuk merobohkan serat pendek, pembersihan debu, serta pemilihan lilin, minyak, atau pernis.
Jebakan umum. Peserta melompat dua tingkat kekasaran demi menghemat waktu, dan goresan lama justru makin terlihat sesudah lapisan bening masuk.
Cara tutor. Benda dimiringkan ke arah cahaya samping pada tiap kenaikan tingkat, dan goresan lama terbaca sebagai garis pendek yang arahnya berbeda.
- 8
Motif: penggayaan, pengulangan, simetri
Jenjang lanjutanYang dibahas. Menyederhanakan benda nyata menjadi unit yang bisa diulang, mengatur jarak dan arah pengulangan, memilih pencerminan atau putaran, serta menyusun motif dari satu unit dasar.
Jebakan umum. Motif tradisi disalin karena bentuknya menarik, tanpa tahu siapa pemiliknya dan untuk keperluan apa ia dipakai.
Cara tutor. Kelas mengajarkan membaca susunannya lalu mendorong peserta menyusun unitnya sendiri, dan yang ingin memakai motif tradisi diarahkan ke perajin pemiliknya.
- 9
Purwarupa sampai barang yang dijual
Jalur peserta dewasaYang dibahas. Pencatatan gram bahan dan menit tiap tahap, perbaikan rancangan dari catatan itu, pembuatan mal, urutan kerja per tahap, perhitungan biaya bahan dan waktu, angka barang gagal, kemasan, dan foto produk.
Jebakan umum. Waktu kerja diberi angka nol dalam perhitungan harga, sehingga barang laku tetapi tak ada sisa untuk bahan berikutnya.
Cara tutor. Angka per jam ditetapkan peserta sendiri lalu dikalikan menit dari catatan purwarupanya. Lembarnya dibawa pulang dan diperbarui tiap bulan.
Nilai lebih
Nilai lebih paket les kriya dan kerajinan ini
Bahan dipegang sejak sesi pembuka
Tidak ada bulan teori sebelum tangan menyentuh bahan. Sifat bahan dijelaskan sambil bahan itu ada di tangan peserta.
Rancangan diperiksa sebelum bahan dipotong
Tiap proyek dimulai dari lembar fungsi, bentuk, dan bahan. Kesalahan yang tertangkap di kertas berharga beberapa menit; di bahan, satu papan.
Perkakas tajam diperiksa di awal tiap sesi
Tutor memeriksa ketajaman pahat dan pisau sebelum pekerjaan dimulai. Perkakas tumpul menuntut tenaga berlebih, dan tenaga itulah yang melukai.
Jalur produk terbuka untuk peserta dewasa
Peserta yang ingin menjual dibantu menghitung biaya bahan, waktu kerja, angka barang gagal, sampai kemasan, memakai catatan purwarupa buatannya sendiri.
Anyaman dan serat masuk sejak jenjang dasar
Bambu dan rotan diajarkan berdampingan dengan bahan keras supaya peserta merasakan dua cara berpikir: membentuk dari bongkahan, dan menyusun dari helai.
Tutor kriya bisa diganti tanpa biaya tambahan
Bila cara mengajar tutor belum cocok, tim Edubia mencarikan pengganti yang menguasai rumpun bahan itu, dan proyek yang belum selesai diserahkan berikut catatan tahapnya.
Fleksibel
Pilih format les kriya dan kerajinan yang cocok dengan rutinitas keluarga
Tutor kriya dan kerajinan datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Kecocokan
Kesiapan tangan dan rumah sebelum kelas kriya dimulai
Peserta yang cocok
- Anak usia tujuh tahun ke atas yang perlu kegiatan bertangan di luar layar, dengan orang tua yang siap menerima hasil pertama yang belum rapi.
- Pelajar yang menyiapkan tugas seni budaya berupa benda pakai dan butuh pendampingan sampai selesai.
- Orang dewasa yang bekerja di depan komputer dan ingin pekerjaan yang hasilnya bisa dipegang di akhir sesi.
- Calon perajin yang ingin mengulang satu benda sepuluh kali dengan hasil mirip dan biaya terhitung.
- Guru yang mencari bahan ajar keterampilan tanpa perkakas bertenaga listrik.
- Peserta di rumah tanpa bengkel, dengan satu meja dan satu sudut kering beberapa hari.
Les kriya di Surabaya berangkat dari tiga tekanan yang saling menekan
Kriya adalah pekerjaan merancang benda yang dipakai orang, lalu membuatnya dengan tangan sampai benda itu berdiri sendiri. Di dalamnya ada tiga hal yang saling menekan: fungsi yang dituntut pemakai, bentuk yang diinginkan perancang, dan bahan yang punya batas sendiri. Satu cangkir harus muat digenggam, enak dipandang, dan berdinding cukup tebal supaya selamat dibakar.
Di kelas privat Edubia, tekanan itulah urutan kerja tutor. Peserta ditanya lebih dulu: benda ini untuk siapa, dipakai berapa lama, dan bahan mana yang sanggup menanggungnya. Sesudah ketiganya terjawab, barulah pensil menyentuh kertas.
Cara itu memang lambat pada dua sesi pertama, lalu ia menghemat bahan: perajin pemula yang melompatinya membuang tiga sampai empat benda sebelum benda kelima berdiri utuh.
Tiga pertanyaan di bawah jadi lembar kerja pembuka tiap proyek baru. Peserta mengisinya sendiri, tutor menandai jawaban yang bertabrakan, lalu keduanya memutuskan siapa yang mengalah. Keputusannya ditulis dan dipakai menilai benda jadi.
Yang perlu diketahui
Fungsi, bentuk, dan bahan dalam satu kelas privat
Fungsi menentukan ukuran dan ketahanan
Wadah harian menuntut tepi yang tak melukai jari, dasar yang tidak goyang, dan permukaan mudah dibersihkan. Benda pajangan bebas dari tuntutan itu.
Bentuk menentukan urutan pengerjaan
Bentuk yang menyempit di leher menuntut teknik lain daripada yang melebar ke atas. Menggambar tanpa memikirkan cara membuatnya membuat proyek berhenti di tengah.
Bahan menahan keduanya
Kayu menolak dipotong melawan serat, tanah liat menolak dinding tebal yang tidak rata, rotan menolak dilengkungkan tajam saat kering.
Biaya les kriya per sesi dan yang sudah termasuk di dalamnya
Biaya les kriya privat mulai Rp209.300 per sesi 120 menit di rumah peserta, satu tutor untuk satu peserta, dan Rp837.000 untuk empat sesi sebulan. Panjang 120 menit dipakai karena penyiapan bahan dan pembersihan meja di dua ujung sesi tak bisa dipotong.
Angka naik mengikuti jenjang. Kelas dewasa yang menyiapkan barang jualan ada di ujung atas rentang, yaitu Rp374.600 per sesi, sebab bahannya lebih mahal dan pendampingannya masuk ke hitungan biaya produksi. Susunan yang lain jenjangnya atau lebih rapat ritmenya bisa dihitung lewat kalkulator biaya Edubia.
Yang berdiri terpisah dari angka itu: bahan habis pakai. Tanah liat, papan kayu, lembaran kulit, dan rotan dibeli peserta sesuai proyek, sebab enam mangkuk kecil dan satu kotak kayu bertutup menuntut belanja yang berbeda jauh. Daftarnya disusun tutor beserta perkiraan harga di sesi pertama, jadi pengeluaran terlihat sebelum uang keluar. Ruang belajar Edubia menambah Rp15.000 per sesi.
Ringkasnya
Yang dikerjakan tutor kriya pada sesi pertama
Sesi pembuka di Surabaya dipakai untuk memetakan tangan peserta, sementara benda jadi menunggu giliran.
Menakar kekuatan dan jangkauan tangan
Tutor melihat seberapa lama peserta sanggup menekan tanpa gemetar, dan seberapa besar benda yang masih nyaman digenggam. Ukuran proyek pembuka diturunkan dari catatan itu.
Memeriksa tempat kerja di rumah
Tinggi meja, arah cahaya, jarak ke titik air, dan lantai yang boleh kotor dicatat. Banyak masalah teknik pemula sebenarnya masalah meja terlalu tinggi.
Memilih satu bahan untuk dimulai
Peserta memilih satu rumpun bahan saja pada bulan pertama. Mencoba lima bahan sekaligus membuat tiap bahan hanya tersentuh permukaannya.
Menyusun daftar belanja beserta harganya
Daftar bahan dan perkakas ditulis lengkap dengan perkiraan harga dan tempat membelinya, jadi pengeluaran terbaca sebelum sesi kedua.
Tanah liat: kelas yang jadwalnya diatur oleh waktu kering
Tanah liat bekerja karena butirannya halus dan sanggup meluncur satu sama lain selama masih ada air di antaranya. Sifat itu disebut plastisitas, dan ia habis pelan-pelan sejak benda selesai dibentuk, jadi jadwal proyek keramik ditentukan bahannya.
Pekerjaan pertama tiap sesi adalah menguli. Bongkahan ditekan dan dilipat berulang di atas papan sampai kepadatannya rata dan gelembung udaranya terdorong keluar; gelembung yang tertinggal memuai saat dibakar lalu memecahkan dinding dari dalam.
Sesudah itu tiga teknik tangan diajarkan berurutan. Teknik pijit membentuk badan benda dari satu bongkahan dengan ibu jari, dan melatih rasa terhadap ketebalan dinding. Teknik pilin menyusun benda dari gulungan panjang yang ditumpuk lalu disatukan, dan membuka bentuk yang lebih tinggi. Teknik lempeng memipihkan bahan jadi lembaran rata lalu menyambungnya dengan goresan dan bubur tanah liat supaya menyatu.
Lima tahap di bawah berjalan berurutan dan tak bisa dibalik, dan sebagian besar retak yang ditemui pemula lahir karena satu tahap dilewati. Tutor menandai tahap yang gagal, lalu latihan berikutnya diarahkan ke sana sampai peserta mengenali tandanya sendiri.
Detail
Tahap keramik yang dilatih di tiap sesi les kriya
Menguli sampai penampang bersih
Bongkahan dipotong dua dan diperiksa penampangnya; bila masih terlihat lubang, menguli diteruskan. Satu menit ini menyelamatkan pekerjaan dua jam.
Membentuk dengan ketebalan yang rata
Dinding yang tebal sebelah mengering dengan kecepatan berbeda, dan bagian yang lebih dulu menyusut menarik bagian yang masih basah. Ketebalan diperiksa jari dari dua sisi, sebab mata tertipu bayangan.
Menunggu kondisi setengah kering
Bahan sudah kaku tetapi masih dingin dan lembap, dan permukaannya baru bisa diratakan, dipotong rapi, atau diberi kaki. Menghias terlalu awal membuat bentuk penyok.
Mengeringkan pelan sampai kering tulang
Benda ditutup plastik longgar dan dibuka bertahap selama beberapa hari. Di udara Surabaya yang panas, benda yang dibiarkan terbuka mengering di permukaan lebih dulu lalu retak di leher dan sudut sambungan.
Membakar atau memilih jalan tanpa tungku
Tungku bukan perkakas rumah tangga. Kelas menempuh dua jalan: tanah liat yang mengeras di udara untuk latihan bentuk, atau menitipkan karya kering ke studio keramik.
Kayu: arah serat yang menentukan urutan kerja di kelas
Kayu punya arah, dan arah itu menentukan hampir semua keputusan pengerjaan. Serat berjalan memanjang mengikuti pertumbuhan pohonnya, dan bahan jauh lebih kuat searah serat. Memotong searah serat terasa ringan dan bersih; memotong melintang menuntut mata potong lebih tajam dan meninggalkan permukaan berbulu bila dipaksakan.
Pahat membuang bahan secara terkendali, membuat cekungan, dan merapikan sambungan, dengan arah dorongan selalu menjauh dari tubuh dan tangan penahan. Bila pahat menggigit lalu berhenti melaju, sebabnya hampir selalu dua: mata potong tumpul, atau dorongan melawan arah serat.
Sambungan menyusul sesudah peserta lancar membuang bahan: lem dan penjepit, pasak kayu, atau takik yang saling mengunci. Peserta yang berminat pada seni patung dan pahatan bentuk besar dilayani lebih tepat oleh kursus memahat privat di Surabaya, sementara kelas ini tinggal pada benda yang punya fungsi.
Kelas serat dan anyaman: pola yang menentukan kekuatan
Bambu, rotan, dan serat alam bekerja dengan cara yang lain. Sehelai bilah tidak kuat menahan apa pun sendirian; kekuatannya lahir dari cara helai-helai itu saling mengunci, jadi pelajaran anyaman berangkat dari pola yang dipilih menurut beban benda.
Pola pertama adalah anyaman silang satu-satu, tempat tiap bilah lungsi melewati satu bilah pakan lalu masuk ke bawahnya, dan permukaannya rapat untuk dinding wadah. Pola dua-dua memberi permukaan bergaris diagonal yang lebih lentur, jadi ia dipakai pada bagian yang mengikuti lengkungan. Pola berlubang dipakai bila benda perlu ringan dan berudara, dan tepinya menuntut kerapian.
Rotan menuntut pengetahuan tambahan tentang kelembapan. Bahan yang direndam sebentar menjadi lentur, bisa dilengkungkan mengikuti rangka, lalu mengeras dan mempertahankan bentuk barunya. Bahan kering yang dipaksa melengkung patah di sisi luar lengkungan.
Kulit dan logam lembaran di kelas kriya Surabaya
Kulit adalah bahan yang mengingat. Setiap lubang tinggal selamanya, jadi pekerjaannya dimulai dari pola kertas yang diuji dulu di bahan sisa. Lubang jahit dibuat berjarak sama memakai perkakas bergigi, lalu jahitan pelana dikerjakan dengan dua jarum yang berjalan berlawanan pada lubang yang sama; bila satu benang putus, sisanya tetap mengunci. Tepi diselesaikan dengan meratakan sisi potong lalu menggosoknya sampai mengilap.
Wilayah layanan Edubia bertetangga dengan sentra kerajinan kulit di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, tempat perajin tas dan koper berhimpun dalam koperasi berumur puluhan tahun. Peserta yang serius pada bahan ini bisa memegang barang jadi buatan perajin berpengalaman lalu membandingkannya dengan pekerjaannya sendiri.
Logam lembaran tipis dikerjakan dengan cara ketiga. Lembaran tembaga atau kuningan ditipiskan dan dilengkungkan dengan palu di atas landasan kayu, lalu diberi garis dan cekungan dengan perkakas tumpul. Sambungan permanen dibuat dengan patri, dan warnanya diatur lewat patina, yaitu lapisan tipis hasil reaksi kimia yang menuakan tembaga sampai cokelat kehijauan.
Kelas kriya menuntut perkakas, dan perkakas salah beli adalah pengeluaran yang menyakitkan karena barangnya awet. Pembagian di bawah menahan peserta membeli apa pun di bulan pertama.
Catatan penting
Perkakas dan bahan kriya yang dibeli peserta sebelum kelas
Perkakas potong dibawa tutor
Pahat, pisau kerajinan, gunting bahan, pelubang kulit, dan palu ringan datang bersama tutor tiap sesi, sudah tajam dan diperiksa, jadi peserta tak perlu membeli lebih dulu.
Alas kerja dan penjepit dibawa tutor
Papan potong, landasan kayu untuk logam, dan penjepit meja ikut dibawa. Ketiganya jarang ada di rumah, dan ketiganya pula yang menentukan aman tidaknya pekerjaan.
Bahan habis pakai dibeli peserta tiap sesi
Tanah liat, papan kayu, bilah rotan, lembaran kulit, benang jahit, lembaran tembaga, amplas, lem, dan bahan penutup, disusun per proyek berikut perkiraan harga.
Perlengkapan keselamatan dibawa keduanya
Kacamata bening dan masker debu disediakan tutor untuk sesi pertama. Peserta yang melanjutkan membelinya sendiri karena ukurannya perlu pas di wajah.
Perkakas milik sendiri menyusul di bulan kedua
Tutor menyusun urutan pembelian mulai dari perkakas yang tersentuh hampir tiap sesi. Satu pisau bermutu dan satu batu asah lebih berguna daripada satu set belasan.
Perkakas bertenaga listrik tidak dipakai
Kelas ini tinggal pada perkakas tangan sepanjang jenjang dasar. Perkakas listrik memperbesar kesalahan terlalu cepat untuk dihentikan pemula.
Ketajaman perkakas sebagai aturan keselamatan tiap sesi
Satu kalimat diulang tutor kriya di hampir tiap sesi awal: perkakas tumpul melukai lebih sering daripada perkakas tajam. Mata potong yang tajam masuk ke bahan pada jalur yang diarahkan tangan dengan tenaga kecil. Mata yang tumpul tidak masuk, jadi peserta menambah tenaga, lalu perkakas tergelincir ke arah yang tak bisa dipilih siapa pun.
Karena itu ketajaman masuk ke daftar keselamatan, sejajar dengan kacamata dan penjepit. Tutor memeriksa mata pahat di awal sesi dengan dua cara: melihatnya menghadap cahaya, dan menyayatkannya ke serat kayu sisa. Mata yang tajam tidak memantulkan garis terang di ujungnya.
Aturan tubuh menyusul: tangan penahan di belakang arah dorongan, benda kerja dijepit, dan tak ada pekerjaan potong di atas pangkuan. Untuk anak, tutor memakai pisau berujung bulat dan perkakas bergagang besar sampai kendali tangannya matang.
Keadaan yang sebaiknya ditunggu sebelum kelas kriya dimulai
Dua keadaan membuat kelas ini sebaiknya ditunggu, dan keduanya disampaikan terbuka sejak percakapan pertama. Pertama, anak yang belum bisa menahan benda dengan satu tangan sambil bekerja dengan tangan lain belum siap memegang perkakas potong, berapa pun umurnya. Kedua, peserta dengan luka terbuka di tangan atau riwayat alergi debu kayu sebaiknya bicara dengan dokter lebih dulu, sebab serbuk pengamplasan terhirup selama sesi berjalan.
Batas ketiga berlaku untuk rumah. Pekerjaan bahan meninggalkan serpih, debu, dan noda, jadi rumah tanpa sudut yang boleh kotor perlu memilih ruang belajar Edubia sejak awal. Tutor memeriksanya pada sesi pemetaan, sebab peserta yang takut mengotori lantai tak akan pernah bekerja dengan tangan yang lepas.
Penyelesaian akhir yang dilatih pada sesi lanjutan
Penyelesaian akhir menentukan bagaimana benda dinilai orang lain, dan ia sering dikerjakan terburu-buru. Dua pekerjaan tinggal di sini: menghaluskan sampai permukaan rata, lalu menutup dengan lapisan penahan air, kotoran, dan gesekan. Menutup permukaan yang belum halus hanya mengunci cacatnya.
Tiga keluarga bahan penutup diajarkan berdampingan supaya peserta bisa memilih dengan alasan. Lilin memberi permukaan hangat dan mudah diperbaiki, sebab lapisan baru bisa ditumpuk kapan saja, tetapi ia tidak menahan air lama. Minyak masuk ke serat lalu mengeras di dalamnya, jadi permukaan tetap terasa seperti kayu, dengan syarat waktu kering yang panjang. Pernis duduk di atas permukaan sebagai lapisan keras dan menahan air lebih lama, dengan ganti ia sulit ditambal setempat bila tergores.
Pilihan itu diturunkan dari fungsi benda: talenan menuntut minyak yang aman untuk makanan, kotak pajangan cukup dengan lilin, dan nampan yang sering terkena air menuntut pernis.
Hampir tak ada peserta yang punya bengkel sungguhan, dan kelas ini dirancang untuk rumah biasa. Yang dituntut lima hal, dan kelimanya bisa diadakan di teras belakang atau garasi.
Inti bahasan
Bengkel darurat di rumah peserta Surabaya
Meja setinggi pinggul dan tidak goyang
Tinggi meja menentukan berapa lama punggung bertahan. Meja makan biasanya terlalu tinggi untuk memahat; tutor menyarankan balok atau alas tambahan pada sesi pertama.
Satu penjepit meja yang bekerja
Benda yang dipegang tangan sambil dipotong adalah sebab kecelakaan yang berulang. Satu penjepit murah membuat kedua tangan berhenti berebut tugas.
Cahaya yang datang dari samping
Lampu di atas kepala menghapus bayangan, dan tanpa bayangan permukaan tidak terbaca. Satu lampu meja yang dimiringkan dari samping membuat goresan halus terlihat.
Penanganan debu yang diputuskan di awal
Debu amplas kayu dan debu tanah liat kering sama-sama terhirup. Sesi mengamplas diarahkan ke luar ruangan atau dekat jendela terbuka, memakai masker, lalu permukaan dilap kain lembap.
Rak kering yang tidak terganggu
Karya tanah liat dan karya berlapis penutup perlu berdiri tenang beberapa hari. Satu rak yang disepakati seluruh penghuni rumah mencegah kerja dua jam berakhir karena tersenggol.
Membaca motif secara struktural di kelas kriya
Motif kerap dianggap urusan selera, padahal susunannya bisa dibaca. Tiga hal diperiksa peserta tiap kali menemui motif baru. Pertama penggayaan, yaitu cara benda nyata disederhanakan menjadi bentuk yang bisa diulang: daun menjadi lengkung bersudut, sulur menjadi garis berpilin. Kedua pengulangan, yaitu jarak dan arah unit itu diulang sehingga mata membaca irama. Ketiga simetri: dicerminkan, diputar, atau digeser sejajar.
Cara ini mengubah pekerjaan peserta. Ia memilih satu unit dasar, satu aturan pengulangan, dan satu jenis simetri, sehingga motif buatannya bisa dijelaskan, dan yang bisa dijelaskan bisa diperbaiki.
Satu catatan jujur menyusul. Banyak motif di Nusantara milik komunitas tertentu dan membawa aturan pemakaian yang jauh lebih tua daripada kelas ini, jadi peserta yang ingin memakainya diarahkan ke perajin pemiliknya.
Dari kerajinan ke produk: kelas untuk calon perajin
Sebagian peserta dewasa datang dengan tujuan yang jelas: barang buatannya ingin dijual, dan pertanyaannya berubah. Benda tunggal cukup bagus bila ia jadi; benda yang dijual harus bisa dibuat ulang dengan hasil mirip, waktu yang bisa diperkirakan, dan biaya yang sudah dihitung.
Kelas menempuhnya dengan purwarupa. Satu benda dibuat penuh sambil dicatat: gram bahan terpakai, menit tiap tahap, di mana tangan tersendat, dan bagian mana yang gagal saat diulang. Catatan itu memperbaiki rancangannya; pegangan yang menuntut delapan menit penghalusan sering bisa diubah sehingga cukup tiga menit.
Sesudah purwarupa kedua berjalan lancar, pekerjaan berulang dimulai. Peserta belajar membuat mal, menandai batas dengan cara yang sama tiap kali, dan menyusun urutan kerja per tahap. Sepuluh benda yang dikerjakan tahap demi tahap selesai lebih cepat dan lebih seragam daripada yang dituntaskan satu per satu.
Bagian ini berulang kali dilewati perajin pemula, dan akibatnya terasa lama: barang laku, uang masuk, tetapi tak ada sisa untuk bahan berikutnya. Enam angka di bawah dihitung bersama tutor lalu ditulis di satu lembar yang dibawa pulang.
Garis besar
Menghitung biaya bahan dan menetapkan harga karya tangan
Biaya bahan dihitung per benda jadi
Satu lembar kulit atau satu balok kayu dibagi menjadi berapa benda, lalu harga belanjanya dibagi jumlah itu. Sisa potongan ikut dihitung, sebab uangnya sudah keluar.
Bahan pendukung yang mudah terlupa
Amplas, lem, benang, lilin, pernis, dan kuas habis pelan-pelan sehingga terasa gratis. Pemakaiannya dicatat selama satu bulan, lalu dibagi ke jumlah benda yang selesai.
Waktu kerja yang dihargai seperti pekerjaan
Jumlah menit dari catatan purwarupa dikalikan angka per jam yang peserta tetapkan sendiri. Banyak perajin pemula menaruh nol di baris ini.
Barang gagal dihitung sebagai biaya
Bila dari sepuluh benda ada satu yang tak layak jual, biaya sepuluh benda ditanggung sembilan yang terjual. Angka gagal turun seiring latihan.
Kemasan dan pengiriman berdiri di baris sendiri
Benda tanah liat dan benda berlapis pernis sama-sama menuntut kemasan penahan benturan. Biaya kotak, pelapis, dan pengiriman dihitung terpisah.
Foto produk yang tidak menipu pembeli
Cahaya samping dari jendela, latar polos, dan satu foto berisi tangan sebagai pembanding ukuran. Warna foto disamakan dengan benda aslinya.
Kelas kriya untuk anak dan latihan motorik halus
Anak yang memegang bahan sedang melatih hal yang tidak terlihat di karyanya. Menekan tanah liat dengan tenaga terkendali, memegang perkakas kecil dengan tiga jari, dan menahan benda dengan satu tangan sementara tangan lain bekerja, semuanya melatih otot kecil telapak dan jari yang sama dipakai saat anak menulis, mengikat tali sepatu, dan menggunting.
Yang dilatih berikutnya adalah menunggu. Bahan kriya punya jeda yang tak bisa dipercepat: lem mengering, tanah liat menunggu setengah kering sebelum dirapikan, lapisan penutup menunggu lapisan kedua. Anak yang terbiasa dengan layar jarang bertemu jeda semacam ini.
Pelajaran ketiga berat bagi orang tua: menerima hasil yang belum rapi. Mangkuk pertama anak akan miring, dan tutor Edubia sengaja tidak merapikannya diam-diam, sebab benda yang dirapikan orang dewasa mengajarkan anak bahwa hasilnya belum layak. Tutor menunjukkan di tahap mana miringnya lahir, lalu memberi kesempatan mengulang.
Wilayah yang dijangkau tutor kriya di Surabaya
Sesi berjalan di rumah peserta, dan tutor Edubia menempuh 31 kecamatan Kota Surabaya. Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, dan Tambaksari ada di sisi timur yang padat sekolah, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar di tenggara, Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, dan Benowo di barat. Pusat kota mencakup Genteng, Tegalsari, Bubutan, dan Sawahan, sedangkan Semampir, Pabean Cantian, Krembangan, Bulak, dan Kenjeran berada di utara dekat pesisir.
Kabupaten Sidoarjo dilayani lewat 18 kecamatannya. Waru, Gedangan, Sedati, dan Buduran berbatasan langsung dengan wilayah kota; Taman, Krian, Wonoayu, dan Sukodono ada di sisi barat kabupaten. Tanggulangin, Candi, Porong, dan Tulangan berada di lingkungan tempat kerajinan kulit jadi pekerjaan sehari-hari.
Bila rumah peserta belum memungkinkan untuk pekerjaan berdebu, dua ruang belajar Edubia bisa dipakai, di Tambaksari dan di Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Rinciannya ada di halaman ruang belajar Edubia.
Jadwal sesi les kriya dan ritme yang masuk akal
Ritme yang lazim satu sesi tiap pekan, dan alasannya berasal dari bahan: lem menuntut satu malam, tanah liat beberapa hari sampai kering tulang, lapisan minyak jeda antar lapisan. Dua kali sepekan pada jenjang dasar sering berakhir dengan peserta menatap benda yang belum boleh disentuh. Peserta yang mengejar tenggat pameran sekolah atau pesanan boleh menaikkan ritmenya, dengan urutan kerja yang disusun ulang.
Tim penjadwalan Edubia mencocokkan jam peserta dengan jam tutor sebelum sesi pertama dikunci. Sore selepas sekolah dan akhir pekan pagi adalah dua jendela yang biasa diminta keluarga di Surabaya; peserta dewasa lebih sering meminta malam hari.
Bila cara mengajar tutornya belum cocok, tutor kriya bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan penggantinya menerima proyek yang sedang berjalan berikut tahapnya. Sesi yang batal karena keperluan mendadak digeser ke hari lain. Pertanyaan pendek soal biaya, jadwal, dan jenjang bisa ditengok di halaman tanya jawab Edubia.
Uraian
Yang membedakan les kriya privat dari kelas rombongan
Kelas kriya di Surabaya berjalan satu tutor untuk satu peserta, dan perbedaannya terasa di empat hal berikut.
Tangan diperiksa saat kesalahan terjadi
Kesalahan kriya lahir di detik tertentu: sudut pahat berubah, tekanan berlebih, atau bahan dipegang miring. Tutor yang mengawasi satu pasang tangan melihatnya sebelum kebiasaan itu mengeras.
Proyek dipilih dari kebutuhan peserta
Anak yang menyiapkan tugas seni budaya, orang dewasa yang ingin talenan, dan calon perajin menempuh urutan bahan yang berbeda. Kelas rombongan memberi satu proyek untuk semua.
Kecepatan kelas mengikuti waktu kering bahan
Karya yang belum kering tidak dipaksa maju karena pertemuan berikutnya sudah dijadwalkan. Tutor menyiapkan tahap lain yang bisa dikerjakan sambil menunggu.
Perkakas tajam diawasi satu banding satu
Pahat, pisau, dan perkakas pelubang menuntut pengawasan dekat, terutama untuk peserta anak, dan rasio satu tutor satu peserta menyediakannya tanpa menghentikan pekerjaan.
Penghalusan mudah dilihat hasilnya dan mudah pula dirusak. Aturannya satu: tiap tingkat kekasaran hanya menghapus goresan tingkat sebelumnya, dan melompat dua tingkat menyisakan goresan lama di bawah lapisan penutup.
Lebih dekat
Urutan penghalusan kayu yang dipandu tutor
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Ratakan permukaan sebelum menyentuh amplas
Gelombang dan cekungan diratakan dulu dengan pahat atau ketam. Amplas menghaluskan; memakainya untuk meratakan hanya membulatkan tepi yang seharusnya tegas.
-
Mulai dari kekasaran yang cukup, tidak berlebihan
Permukaan bekas gergaji mulai dari amplas kasar; bekas ketam yang sudah rapi boleh langsung ke tingkat menengah. Memulai terlalu kasar menambah pekerjaan.
-
Naik bertahap tanpa melompat
Tiap naik satu tingkat, permukaan digosok merata searah serat sampai goresan sebelumnya hilang. Miringkan benda ke arah cahaya; goresan lama terlihat sebagai garis pendek yang tidak searah.
-
Basahi permukaan lalu haluskan sekali lagi
Air membuat serat pendek berdiri kembali. Setelah kering, sekali gosokan halus merobohkannya untuk selamanya, dan permukaan tak lagi berbulu saat lapisan penutup masuk.
-
Bersihkan debu sebelum lapisan penutup
Debu yang tertinggal terkunci di lapisan pertama dan terasa seperti pasir di bawah jari. Permukaan dilap kain lembap lalu dibiarkan kering benar.
Mengasah adalah keterampilan tersendiri, diajarkan pelan dan berulang dengan tanda keberhasilan yang bisa dilihat mata. Peserta yang bisa menajamkan perkakasnya sendiri berhenti bergantung pada bengkel.
Selengkapnya
Cara tutor mengasah pahat sebelum sesi dimulai
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Baca sudut asah yang sudah ada
Tiap pahat datang dengan sudut miring di ujungnya, dan sudut itu diikuti apa adanya. Menaruh pahat rata di batu lalu mengangkatnya pelan sampai menggigit adalah cara membacanya.
-
Mulai dari batu kasar bila ujungnya sompel
Ujung yang cuil atau membulat dibentuk ulang di batu kasar sampai garisnya lurus kembali. Di tahap ini bentuk yang dikejar; ketajaman menyusul.
-
Pindah ke batu halus dengan tekanan ringan
Gerakan dijaga panjang dan tekanan dikurangi. Tahap ini menghapus goresan batu kasar, dan hasilnya terlihat sebagai permukaan miring yang seragam kilapnya.
-
Buang duri halus di sisi belakang
Pengasahan meninggalkan lipatan logam tipis di sisi seberang, terasa saat jari diusapkan melintang. Sisi belakang pahat digosok rata di batu halus sampai lipatan itu lepas.
-
Uji ketajaman ke serat kayu sisa
Uji kelas ini: sayat pelan ujung papan sisa melintang serat. Mata yang tajam mengambil serutan tipis tanpa ditekan; yang belum jadi hanya menggores.
Program Terkait
Pilihan les lain untuk kebutuhan serupa dengan kriya dan kerajinan
Tanya jawab
Apa saja yang perlu diketahui soal les kriya dan kerajinan di Surabaya?
Anak saya tidak bisa menggambar. Apakah itu menghalangi kelas kriya?
Tidak. Kriya berangkat dari bahan, dan bahan diperiksa dengan tangan sebelum ada garis di kertas. Sketsanya berupa gambar kerja sederhana: bentuk dasar, ukuran, dan tanda letak sambungan. Anak yang merasa gambarnya jelek biasanya justru lebih cepat maju di sini, sebab benda tiga dimensi memberinya cara lain menunjukkan isi kepalanya.
Berapa biaya les kriya per sesi dan apa saja yang sudah masuk di dalamnya?
Mulai Rp209.300 per sesi 120 menit di rumah peserta, satu tutor untuk satu peserta, atau Rp837.000 untuk empat sesi sebulan. Angka itu sudah memuat perkakas potong, penjepit, dan alas kerja yang dibawa tutor dalam keadaan tajam. Jalur peserta dewasa yang menyiapkan barang jualan ada di ujung atas rentang, yaitu Rp374.600 per sesi. Bahan habis pakai dibeli peserta sesuai proyek, dan ruang belajar Edubia menambah Rp15.000 per sesi.
Bahan dan perkakasnya dibeli siapa?
Perkakas potong dibawa tutor tiap kedatangan: pahat, pisau kerajinan, pelubang kulit, palu ringan, landasan kayu, papan potong, dan penjepit meja. Bahan habis pakai dibeli peserta karena jumlahnya berbeda jauh antar proyek. Daftarnya disusun tutor beserta perkiraan harga dan tempat membelinya sebelum uang keluar.
Di rumah tidak ada tungku. Karya tanah liatnya dibakar di mana?
Tungku keramik bukan perkakas rumah tangga, dan Edubia tidak menjanjikan satu pun di dapur peserta. Kelas menempuh dua jalan. Pertama, tanah liat yang mengeras di udara, cukup untuk melatih plastisitas, ketebalan dinding, dan tiga teknik tangan sampai lancar. Kedua, menitipkan karya kering tulang ke studio keramik bertungku, dengan tutor membantu pengaturannya. Pilihannya dibicarakan pada sesi pemetaan.
Kenapa karya tanah liat sering retak padahal sudah dibentuk hati-hati?
Sebabnya biasanya tiga, dan ketiganya lahir sebelum benda terlihat bermasalah. Pertama, gelembung udara sisa bahan yang kurang diuli, yang memuai saat dibakar lalu memecahkan dinding. Kedua, ketebalan dinding yang tidak rata, sehingga bagian tipis menyusut lebih cepat dan menarik bagian tebal. Ketiga, pengeringan terlalu cepat di udara Surabaya yang panas, yang meninggalkan retak rambut di leher dan sudut sambungan.
Anak saya baru tujuh tahun. Perkakas tajam itu aman untuknya?
Untuk peserta anak, tutor memakai pisau berujung bulat dan perkakas bergagang besar sampai kendali tangannya matang; pekerjaan potong yang menuntut tenaga dikerjakan tutor. Tiga aturan berlaku sejak sesi pertama: benda kerja selalu dijepit, tangan penahan selalu di belakang arah dorongan, dan tak ada pekerjaan potong di atas pangkuan. Satu tutor satu peserta membuat pengawasan itu berjalan tanpa menghentikan pekerjaan.
Kecamatan mana saja yang sudah didatangi tutor kriya?
Seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo dan Pakal di barat sampai Gunung Anyar dan Rungkut di tenggara, termasuk Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Tambaksari, Genteng, Tegalsari, Wonokromo, Semampir, dan Kenjeran. Kabupaten Sidoarjo dilayani lewat 18 kecamatannya, termasuk Waru, Gedangan, Sedati, Buduran, Taman, Krian, Candi, dan Tanggulangin. Alamat dicocokkan dengan tutor yang menguasai rumpun bahan pilihan peserta, sebab tidak semua tutor mengampu kelimanya.
Kenapa sesi kriya 120 menit dan bukan satu jam seperti les mapel?
Karena dua ujung sesi tidak bisa dipotong. Di awal, tanah liat diuli sampai penampangnya bersih, perkakas kayu ditata dan diperiksa ketajamannya, bahan ditakar. Di akhir, meja dikembalikan bersih dan perkakas dibersihkan sebelum disimpan, sebab logam yang disimpan basah akan berkarat. Sesi 60 menit habis oleh dua pekerjaan itu saja.
Saya bekerja di depan komputer sepanjang hari dan ingin pindah ke pekerjaan tangan. Mulai dari bahan apa?
Hampir selalu tanah liat. Bongkahan yang gagal bisa diuli ulang tanpa biaya tambahan, jadi peserta bebas salah berkali-kali di bulan pertama, dan bahan ini menjawab tangan dalam hitungan detik: tekanan berlebih langsung terlihat sebagai dinding yang menipis. Sesudah tangan terbiasa, peserta pindah ke kayu atau kulit, dua bahan yang menyimpan tiap kesalahan potong selamanya.
Kalau cara mengajar tutornya kurang cocok, bagaimana?
Sampaikan ke tim Edubia, dan tutor kriya bisa diganti tanpa biaya tambahan. Yang membedakan penggantian di kelas kriya adalah barang yang sedang berjalan: karya setengah kering, papan yang sudah dipotong, atau pola kulit yang sudah ditandai. Tutor pengganti menerima proyek itu berikut catatan tahapnya dan menguasai rumpun bahan yang sedang dikerjakan.
Bisakah kelas diarahkan untuk menyiapkan tugas seni budaya di sekolah?
Bisa, dan itu keperluan yang berulang kali dibawa pelajar. Yang dibicarakan pertama adalah tenggat pengumpulan, sebab bahan kriya punya jeda kering yang tidak bisa dipercepat. Dari tenggat itu tutor menghitung mundur, memilih bahan yang sanggup selesai tepat waktu, lalu menyusun urutan kerja per sesi. Bila waktunya sempit, tugas yang menuntut pembakaran diarahkan ke tanah liat yang mengeras di udara.
Saya ingin menjual hasil kerajinan. Apakah kelas ini membahas harga dan kemasan?
Ya, dan bagian itu berjalan sesudah peserta bisa membuat benda yang sama dua kali dengan hasil mirip. Yang dihitung ada enam baris: biaya bahan per benda, bahan pendukung seperti amplas dan lem, waktu kerja dikalikan angka per jam yang peserta tetapkan, angka barang gagal dari tiap sepuluh benda, kemasan, lalu pengiriman. Foto produk ikut dibahas di sini.
Apa bedanya kelas ini dengan kursus memahat atau seni patung?
Kelas kriya berhenti pada benda yang punya fungsi, dan fungsi itulah yang menekan bentuk serta pilihan bahannya. Seni patung dan pahatan bentuk besar bergerak ke arah lain, tempat bentuk bebas dari tuntutan pemakaian. Peserta yang tujuannya ke sana dilayani lebih tepat oleh kursus memahat privat di Surabaya, dan tim Edubia mengarahkannya sejak sesi pemetaan.
Motif tradisional boleh dipakai bebas di karya sendiri?
Kelas mengajarkan cara membaca susunannya, yaitu penggayaan, pengulangan, dan simetri, sehingga peserta bisa menyusun motifnya sendiri dari unit dasar buatannya. Banyak motif di Nusantara milik komunitas tertentu dan membawa aturan pemakaian yang jauh lebih tua daripada kelas ini, jadi menyalinnya tanpa tahu siapa pemiliknya adalah pengambilan yang tidak sopan. Peserta yang ingin memakai motif tradisi diarahkan belajar langsung dari perajin pemiliknya.
Rumah saya sempit dan tidak ada tempat yang boleh kotor. Masih bisa ikut?
Yang dituntut kelas ini lima hal: meja setinggi pinggul yang tidak goyang, satu penjepit meja, cahaya dari samping, cara menangani debu, dan satu sudut kering beberapa hari. Semuanya bisa diadakan di teras belakang atau garasi. Bila tetap tidak memungkinkan, dua ruang belajar Edubia di Tambaksari dan Wonocolo bisa dipakai dengan tambahan Rp15.000 per sesi.
Ambil Langkahnya
Satu konsultasi, rencana les kriya dan kerajinan yang jelas
Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les kriya dan kerajinan dulu, keputusan belakangan.