4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai lanjutan
Les Seruling di Surabaya
Les seruling Edubia di Surabaya mendahulukan cara memunculkan bunyi sebelum nada. Sesi privat 60 menit di rumah peserta, mulai Rp128.300, mencakup recorder sekolah, suling bambu, dan flute logam berkunci, dari pemula sampai pemain yang berpindah alat.
Seruling privat di Surabaya: ringkasnya
Les seruling Edubia di Surabaya mendahulukan cara memunculkan bunyi sebelum nada. Sesi privat 60 menit di rumah peserta, mulai Rp128.300, mencakup recorder sekolah, suling bambu, dan flute logam berkunci, dari pemula sampai pemain yang berpindah alat.
Konsultasi dan DaftarSekilas Program
- Lembaga penyelenggara
- Edubia, layanan les privat personal di Surabaya, dengan tutor yang menempuh perjalanan ke alamat peserta.
- Alat yang dipelajari
- Recorder sopran, suling bambu Sunda dan Jawa berlubang enam, serta flute logam berkunci.
- Tutor pengampu
- Pemain alat tiup yang terbiasa menangani pemula, dicarikan tim Edubia sesuai jenis seruling dan usia peserta.
- Biaya per sesi
- Mulai Rp128.300 per sesi 60 menit untuk jenjang SD, sampai Rp222.800 per sesi untuk peserta dewasa.
- Tambahan biaya tempat
- Rp15.000 per sesi bila sesi digelar di co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo.
- Isi kurikulum
- Memunculkan bunyi, embouchure, napas dan pembagian kalimat lagu, penutupan lubang, perpindahan oktaf, artikulasi lidah, notasi angka dan balok, perawatan alat, serta bermain bersama iringan.
- Jumlah peserta
- Satu tutor mendampingi satu peserta sepanjang sesi, tanpa peserta lain di ruangan yang sama.
- Durasi dan ritme
- 60 menit per sesi, umumnya empat sesi per bulan, serta dua potongan latihan sepuluh menit tiap hari di rumah.
- Tempat belajar
- Rumah peserta, co-learning space Edubia, atau sesi online bagi peserta yang sedang berada di luar kota.
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan di Surabaya ditambah 18 kecamatan di Sidoarjo, termasuk Gubeng, Rungkut, Lakarsantri, Waru, dan Krian.
- Tingkat peserta
- Pemula yang belum pernah membunyikan alat tiup, sampai pemain yang berpindah dari suling bambu ke flute logam.
- Penggantian tutor
- Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan bila cara mengajarnya terasa kurang cocok sesudah beberapa pertemuan.
Fleksibel
Seruling yang menyesuaikan jadwal anak
Tutor seruling datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Bandingkan
Cara belajar seruling mana yang cocok untuk Anda di Surabaya?
| Fitur | Pilihan terbaik Les Seruling Privat Edubia Ke rumah di Surabaya | Bimbel Seruling Grup | Belajar Seruling Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar seruling | Penuh, satu untuk satu | Terbagi ke banyak siswa | Tanpa pendamping |
| Materi seruling disesuaikan level siswa | |||
| Belajar seruling di tempat Anda, Surabaya | |||
| Tutor seruling bisa diganti tanpa ribet | |||
| Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya | Kelas terjadwal | ||
| Latihan mandiri seruling yang terarah | Seragam | Cari sendiri |
Yang Didapat
Isi paket les seruling privat Edubia
- Pemeriksaan alat di sesi pertama · Sistem penjarian, laras, kebocoran sambungan, dan kesesuaian ukuran alat dengan tangan peserta.
- Rencana bahan latihan tertulis per bulan · Daftar topik yang dikerjakan bulan ini, disusun sesudah tutor mendengar bunyi peserta, dan isinya berbeda tiap peserta.
- Lembar latihan rumah berikut durasinya · Dua pekerjaan pendek beserta lamanya, dipasang supaya bibir sempat pulih di antara ulangan.
- Tanda napas pada tiap lagu · Kertas notasi peserta ditandai bersama tutor sebelum lagu dimainkan untuk pertama kali.
- Rekaman singkat tiap bulan · Satu rekaman ponsel per bulan sebagai pembanding, sehingga perubahan warna bunyi bisa didengar ulang.
- Saran pembelian alat sebelum peserta membeli · Jenis, ukuran, dan laras yang cocok, diberikan lebih dulu supaya uang tidak terpakai untuk alat yang salah.
- Panduan perawatan untuk cuaca Surabaya · Cara mengeringkan bagian dalam, menyimpan bambu, dan memeriksa lilitan tali di ujung tiup.
- Penggantian tutor tanpa biaya tambahan · Berlaku kapan saja bila cara mengajarnya terasa kurang cocok bagi peserta atau keluarganya.
Kecocokan Program
Peserta yang cocok mengambil les seruling
Peserta yang cocok
- Anak yang mulai memegang recorder di pelajaran musik sekolah dan ingin bunyinya berhenti melengking
- Remaja yang memilih alat tiup pertama dan menyukai alat ringan yang mudah dibawa ke mana-mana
- Peserta dewasa yang dulu bisa meniup suling lalu ingin memulainya lagi dengan urutan yang benar
- Pemain suling bambu yang hendak berpindah ke flute logam dan bingung kenapa bunyinya hilang
- Peserta yang tinggal di rumah padat dan memerlukan alat yang bisa dilatih dalam potongan sepuluh menit
- Peserta yang ingin membaca notasi angka sekaligus notasi balok dalam satu program
Kekuatan program
Kenapa memilih les seruling Edubia
Tutor dicarikan menurut jenis seruling peserta
Peserta recorder, peserta suling bambu, dan peserta flute memerlukan cara mengajar yang berbeda sejak menit pertama. Tim Edubia mencocokkannya sebelum sesi pertama dijadwalkan.
Sesi dipotong mengikuti daya tahan bibir
Bagian meniup dipecah menjadi beberapa potongan pendek, diselingi latihan jari tanpa suara, sehingga peserta berhenti sebelum bentuk bibirnya melorot.
Alat peserta diperiksa sebelum bahan latihan berjalan
Sistem penjarian recorder, laras suling bambu, dan keadaan klep flute menentukan lagu apa yang mungkin dimainkan bulan ini.
Tempat mengambil napas ditandai lebih dulu
Tiap lagu diberi tanda napas sebelum dimainkan, sehingga kalimat lagu tidak terpotong di tempat yang membuat pendengar kehilangan alurnya.
Lima menit penutup dipakai mengeringkan alat
Embun di dalam badan alat dibersihkan bersama tutor sampai kebiasaan itu berjalan sendiri di rumah, dan bambu peserta terhindar dari retak.
Hak meminta tutor pengganti
Bila cara mengajarnya terasa kurang cocok sesudah beberapa pertemuan, peserta berhak meminta tutor lain, dan pergantiannya tidak menambah biaya.
Perjalanan Belajar
Tahapan peserta les seruling dari sesi pertama
Tanda kemajuan pemain seruling terbaca dari daya tahan bibir dan kestabilan bunyi, sehingga sebagian besar tahap di bawah ini tidak berbentuk lagu baru.
- 01Sesi 1 sampai 2
Bunyi keluar dan bisa diulang
Peserta membunyikan satu nada bersih tiga kali berturut-turut tanpa menebak-nebak posisi bibirnya.
- 02Pekan 3 sampai 4
Nada panjang bertahan satu kalimat
Satu nada ditahan rata selama delapan ketukan, dan sudut bibir belum bergetar saat nadanya berakhir.
- 03Bulan 1 sampai 2
Enam nada dasar tanpa kebocoran
Peserta memainkan deretan nada naik turun dengan jari yang menutup rata, tanpa nada yang meleset di tengah jalan.
- 04Bulan 2 sampai 3
Lagu pendek dengan tanda napas
Satu lagu sederhana dimainkan utuh, dengan tempat mengambil napas yang sudah ditandai dan dipatuhi.
- 05Bulan 3 sampai 5
Dua oktaf terpakai dalam satu lagu
Perpindahan wilayah nada berjalan tanpa bunyi pecah, dan peserta mengenali sendiri saat udaranya kurang cepat.
- 06Bulan 6 ke atas
Bermain bersama pemain lain
Peserta masuk pada ketukan yang benar, menyesuaikan nada sesudah alatnya menghangat, lalu menyelesaikan lagu tanpa berhenti.
Susunan Materi
Susunan materi les seruling dari nol sampai satu lagu utuh
Urutannya ditetapkan oleh satu kenyataan: peserta belum bisa melatih apa pun sebelum ada bunyi yang bisa diandalkan. Karena itu tiga topik pertama sama sekali tidak menyentuh lagu, dan seluruh isinya berkisar pada udara, bibir, dan jari.
- 1
Bunyi pertama dan bentuk bibir
Pekan 1Yang dibahas. Menemukan sudut dan kecepatan udara yang membuat alat berbunyi, lalu mengulanginya sampai bunyi itu bisa dipanggil kapan saja.
Jebakan umum. Peserta menganggap bunyi berangin sebagai hal wajar dan meneruskannya, sehingga bentuk bibir yang salah terlatih berhari-hari sebelum ketahuan.
Cara tutor. Tutor merekam sepuluh detik bunyi peserta di ponsel, memperdengarkannya, lalu meminta peserta membandingkan dengan tiupan tutor pada alat yang sama.
- 2
Nada panjang dan ratanya bunyi
Pekan 1 sampai 3Yang dibahas. Menahan satu nada selama delapan sampai enam belas ketukan tanpa naik turun kekuatannya.
Jebakan umum. Udara dilepas berlimpah di awal, sehingga nada dimulai keras lalu menipis, dan pemain menyangka napasnya yang kurang panjang.
Cara tutor. Peserta menaruh telapak tangan di depan mulut untuk merasakan aliran udara, lalu diminta menjaga tekanannya tetap sama sepanjang nada.
- 3
Menutup lubang dengan bantalan jari
Pekan 2 sampai 4Yang dibahas. Posisi tangan, jarak jari yang menggantung di atas lubang, dan cara memeriksa kebocoran sendiri di rumah.
Jebakan umum. Lubang ditutup memakai ujung jari yang melengkung, menyisakan celah sabit yang membuat nada meleset tanpa peserta tahu sebabnya.
Cara tutor. Tutor menutup satu lubang dari luar dengan jarinya sendiri saat peserta meniup; kalau nadanya membaik, letak kebocorannya ketemu.
- 4
Napas perut dan tempat mengambil napas
Bulan 1Yang dibahas. Menarik napas ke bagian bawah tulang rusuk, mengisi ulang dengan cepat di sela kalimat lagu, dan menandai tempatnya di kertas notasi.
Jebakan umum. Napas diambil di sembarang tempat saat peserta kehabisan, sehingga kalimat lagu terpotong di tengah dan pendengar kehilangan alurnya.
Cara tutor. Sebelum lagu dimainkan, peserta membacanya dulu sambil menandai tempat napas, persis seperti orang menandai jeda saat membaca nyaring.
- 5
Perpindahan oktaf
Bulan 2Yang dibahas. Menaikkan dan menurunkan satu nada ke oktaf sebelahnya tanpa mengubah jari, memakai kecepatan serta sudut udara.
Jebakan umum. Nada atas dikejar dengan meniup lebih keras, dan yang keluar bunyi melengking yang meleset dari nada yang dituju.
Cara tutor. Latihan naik turun oktaf dikerjakan pelan sekali, dengan tutor menyebut satu kata pengingat tiap kali celah bibir perlu mengecil.
- 6
Artikulasi lidah
Bulan 2 sampai 3Yang dibahas. Awalan tu dan du, nada bersambung tanpa putus, serta pengenalan lidah ganda untuk bagian yang cepat.
Jebakan umum. Lidah dipakai terlalu keras sehingga awal tiap nada tersendat, atau tidak dipakai sama sekali sehingga melodi terdengar menyatu tanpa batas.
Cara tutor. Peserta mengucapkan pola lidah tanpa alat lebih dulu, baru memindahkannya ke seruling sesudah polanya terdengar rata.
- 7
Notasi angka dan notasi balok
Bulan 2 sampai 4Yang dibahas. Membaca angka satu sampai tujuh berikut tanda oktaf dan panjang nada, lalu memindahkan lagu yang sama ke lima garis paranada.
Jebakan umum. Peserta hafal jari untuk tiap angka tanpa mengenali nada yang dihasilkannya, sehingga berpindah suling langsung membingungkan.
Cara tutor. Tutor meminta peserta menyanyikan angkanya lebih dulu, baru memainkannya, supaya telinga ikut menyimpan nadanya.
- 8
Lagu utuh dan bermain bersama iringan
Bulan 3 dan seterusnyaYang dibahas. Menyambung kalimat lagu menjadi satu bagian penuh, masuk pada ketukan yang benar, dan mencocokkan nada dengan alat lain.
Jebakan umum. Peserta memainkan lagu dari awal terus-menerus, sehingga bagian pembukanya rapi sementara bagian tengahnya tak pernah dikerjakan.
Cara tutor. Lagu dipecah menjadi potongan bernomor, dan potongan yang kerap tersendat dikerjakan lebih dulu di tiap sesi.
Pelajaran pertama les seruling adalah memunculkan bunyi
Pada seruling, menutup lubang dengan benar belum menghasilkan apa pun. Peserta bisa duduk rapi, jari terpasang persis di enam lubang, menarik napas, meniup, dan yang terdengar cuma desis angin. Bunyinya belum ada karena bunyi seruling lahir di luar badan alat, tepatnya saat aliran udara terbelah oleh tepi lubang tiup. Selama pembelahan itu belum terjadi, tidak ada nada untuk dimainkan.
Inilah yang membedakan pengalaman awal peserta seruling dari peserta alat berdawai, yang sekali memetik senar sudah mendengar hasilnya. Karena itu sesi pertama les seruling Edubia di Surabaya tidak dimulai dari lagu, tidak juga dari tangga nada. Ia dimulai dari satu pekerjaan kecil: mendapatkan bunyi yang stabil, satu nada saja, diulang berkali-kali, sampai peserta mengenali rasanya di bibir dan di perut.
Tiga jenis seruling memberi peserta titik mula yang berbeda. Recorder dan suling bambu punya saluran udara bawaan di ujung tiupnya, jadi alat itu yang mengarahkan udara dan bunyi keluar pada tiupan pertama. Flute logam tidak punya saluran itu; bibir pemain sendiri yang mengarahkan. Peserta yang berpindah ke flute karena itu sering merasa mundur ke titik nol, padahal yang hilang cuma satu hal, yaitu bantuan alat.
Cara tutor melatih embouchure di sesi awal
Embouchure adalah bentuk bibir saat meniup: seberapa lebar celah di tengahnya, seberapa kencang kedua sudut mulut, dan ke mana aliran udara diarahkan. Pada flute, celah itu kira-kira selebar biji beras dan arah udaranya jatuh ke tepi seberang lubang tiup. Menggeser celah satu milimeter saja sudah mengubah warna bunyi, dan itu sebabnya dua peserta yang memegang alat sama bisa terdengar sangat berbeda.
Otot yang bekerja di sini otot cincin di sekeliling mulut, ditambah otot di kedua sudut bibir. Ukurannya kecil dan jarang dipakai menahan satu bentuk selama beberapa menit berturut-turut, jadi ia lelah cepat. Tanda lelahnya khas: bunyi berubah berangin, nada mulai turun sendiri, dan sudut bibir bergetar halus. Meniup terus melewati titik itu melatih bentuk bibir yang sudah melorot, sehingga latihannya berbalik arah.
Tutor Edubia memakai tanda itu sebagai penentu ritme sesi. Peserta meniup, alat diturunkan, jari dilatih tanpa suara, lalu meniup lagi. Sepanjang satu sesi 60 menit, waktu alat menempel di bibir biasanya kurang dari separuhnya. Sisanya dipakai membaca notasi, mendengarkan, mengetuk ketukan, dan memeriksa posisi jari, semuanya pekerjaan yang tidak menuntut bibir bekerja.
Seruling meminum udara lebih banyak daripada dugaan pemula, sebab sebagian aliran udara memang sengaja dibuang ke luar dan hanya sebagian yang masuk ke badan alat. Peserta yang mengandalkan napas dada akan kehabisan di tengah kalimat lagu, lalu menambal kekurangannya dengan menekan, dan nada penutupnya terdengar lemah serta turun nadanya. Enam hal berikut dilatih berurutan sepanjang bulan pertama les seruling.
Catatan penting
Yang dilatih tutor pada napas peserta seruling
Napas perut yang terlihat di pinggang
Peserta berbaring atau berdiri menempel tembok, tangan di bawah tulang rusuk, lalu menarik napas sampai bagian itu melebar ke samping. Bahu yang naik ke arah telinga adalah tanda napas masih berhenti di dada.
Mengeluarkan udara dengan takaran
Nada panjang ditahan delapan ketukan, lalu dua belas, lalu enam belas. Yang diukur ratanya, sebab nada yang dimulai keras lalu menipis menandakan udara dilepas berlimpah di awal.
Mengisi napas tanpa terdengar
Menarik napas lewat sudut mulut dalam sekejap, tanpa bunyi sedotan. Tutor menandai tempat mengambil napas di kertas notasi sebelum lagu dimainkan, sehingga kalimat lagu tidak terpotong di tengah kata.
Membagi udara sepanjang kalimat lagu
Peserta menghitung berapa birama yang harus dilewati dengan satu tarikan, lalu mengatur besar celah bibir supaya cukup. Ini yang membuat nada penutup tetap sekuat nada pembuka.
Menangani kepala yang terasa ringan
Pemula kerap merasa pusing di sepuluh menit pertama karena mengambil udara jauh lebih banyak daripada yang terpakai. Sesi berhenti sebentar, peserta duduk, dan latihan dilanjutkan dengan tarikan yang lebih pendek.
Menopang nada tanpa mengeraskan leher
Tekanan datang dari otot perut, sementara leher dan rahang dibiarkan longgar. Tutor memeriksanya dengan meminta peserta menggeleng pelan sambil menahan satu nada panjang.
Menutup lubang tanpa bocor dan cara tutor memeriksanya
Suling bambu dan recorder memakai lubang terbuka, jadi jari peserta sendiri yang menjadi penutupnya. Kebocoran selebar rambut sudah cukup untuk membuat nada meleset, terdengar sumbang, atau melompat ke oktaf atas tanpa diminta. Kesalahan pemula hampir selalu sama: lubang ditutup memakai ujung jari, padahal ujung jari melengkung dan menyisakan celah sabit di tepi lubang.
Yang dipakai bantalan daging di ruas pertama, bagian lunak yang mau mengikuti bentuk tepi lubang. Jari lain menggantung dekat, kira-kira satu sentimeter di atas lubangnya, dan sebaiknya tidak terangkat tinggi. Pergelangan tangan dibiarkan lurus, sebab pergelangan yang menekuk menarik jari keluar dari garis lubang.
Peserta bisa memeriksanya sendiri lewat tiga cara. Pertama, mainkan satu nada lalu tekan sedikit lebih dalam; kalau nadanya mendadak jatuh ke tempatnya, jari itu tadi bocor. Kedua, lihat bekas cincin di bantalan jari sesudah latihan; bekas yang utuh melingkar berarti tutupannya rata. Ketiga, tutup semua lubang lalu tiup pelan sekali; nada dasar yang keluar bersih menandakan seluruh jari duduk benar.
Ukuran tangan ikut menentukan. Jarak antar lubang pada suling bambu ditetapkan pembuatnya dan tidak bisa digeser, jadi anak berjari pendek lebih tertolong memakai suling bernada lebih tinggi yang badannya pendek. Tutor Edubia memeriksa hal ini di sesi pertama, sebelum menyarankan alat yang dibeli.
Nada rendah dan nada tinggi dalam sesi les seruling
Pertanyaan yang datang di sesi ketiga hampir selalu sama: kenapa nada atas melengking dan nada bawah menghilang. Jawabannya satu, dan ia berlawanan dengan naluri. Perpindahan wilayah nada diatur oleh kecepatan udara serta sudut datangnya, dan tidak oleh kerasnya tiupan.
Nada bawah meminta aliran yang lambat, hangat, dan lebar, dengan arah sedikit menukik ke dalam badan alat. Celah bibir dibuka sedikit lebih besar. Peserta yang menambah tenaga di sini akan mendengar nadanya melompat satu oktaf, dan lompatan itu bukti bahwa udaranya terlalu cepat.
Nada atas meminta kebalikannya: aliran yang lebih cepat dan lebih terpusat, celah bibir mengecil, arah udara sedikit lebih mendatar. Pada recorder, wilayah atas dibantu dengan membuka sedikit lubang ibu jari di belakang. Pada suling bambu, tekanan napas dinaikkan bertahap sementara bentuk bibir dijaga tetap.
Latihan yang dipakai tutor sederhana dan sabar: satu nada ditiup di wilayah bawah, dinaikkan ke oktaf atasnya tanpa mengubah jari, lalu diturunkan lagi. Peserta mengulangnya sampai perpindahan itu terjadi tanpa kaget dan tanpa bunyi pecah di antaranya. Sesudah dua atau tiga pekan, telinga peserta biasanya sudah mengenali perbedaannya sebelum tutor menyebutnya.
Selengkapnya
Artikulasi lidah yang dilatih tutor sejak sesi kedua
Lidah tidak membuat bunyi; ia memberi awalan dan akhiran pada bunyi yang sudah ada.
Suku kata tu sebagai pembuka nada
Ujung lidah menyentuh langit-langit tepat di belakang gigi atas, lalu dilepas bersamaan dengan aliran udara. Tanpa itu, awal tiap nada terdengar kabur dan melodi kehilangan batas antar nadanya.
Suku kata du untuk awalan lembut
Dipakai pada lagu berkarakter tenang dan pada nada bawah yang mudah pecah bila didorong terlalu tegas. Perbedaannya halus, dan peserta biasanya mendengarnya lebih dulu di rekaman daripada saat memainkannya.
Nada bersambung tanpa putus
Aliran udara dijaga terus sementara jari berpindah, sehingga dua nada terdengar menyatu. Latihan inilah yang membuat satu kalimat lagu terdengar utuh dan tidak terpotong-potong.
Lidah ganda untuk bagian cepat
Pergantian tu dan ku dipakai saat nada berdempet rapat dan lidah tunggal sudah tertinggal. Materinya masuk sesudah awalan nada tunggal peserta rata, umumnya di bulan ketiga.
Kesalahan lidah yang sering muncul
Lidah dijulurkan sampai ke antara gigi, atau dipakai terlalu keras sehingga awal nada terdengar tersendat. Tutor mengoreksinya lewat rekaman suara di ponsel peserta, diperdengarkan langsung di sesi yang sama.
Pilihan alat menentukan seluruh pengalaman belajar, dan peserta di Surabaya biasanya masuk lewat salah satu dari tiga alat berikut. Tutor Edubia memetakan alat yang sudah dipegang peserta di sesi pertama, lalu menyusun urutan bahan latihan dari situ. Yang berpindah antar jenis seruling ternyata lebih sedikit daripada dugaan kebanyakan orang.
Inti bahasan
Tiga jenis seruling dalam kelas privat Edubia
Recorder sopran yang dikenal dari sekolah
Berbahan plastik atau kayu, memakai saluran udara bawaan sehingga bunyi keluar pada tiupan pertama. Dua sistem penjarian beredar di pasaran dan penjarian nada fa berbeda di antara keduanya, jadi tutor memeriksa milik peserta sebelum mengajarkan lagu.
Suling bambu Sunda dan Jawa
Enam lubang terbuka, badan bambu, dan laras yang sudah ditetapkan pembuatnya. Satu suling melayani satu laras, jadi peserta yang ingin memainkan lagu di nada dasar berbeda memerlukan suling yang lain.
Flute logam berkunci
Ditiup menyamping, tanpa saluran udara bawaan, dengan klep logam yang menutup lubangnya. Bunyi pertama menuntut bibir peserta yang mengarahkan udara sendiri, dan bagian itulah yang menuntut kesabaran di pekan-pekan pertama.
Yang terbawa saat berganti alat
Napas, pembacaan notasi, rasa ketukan, dan kepekaan telinga berpindah utuh. Peserta yang napasnya sudah rapi di suling bambu mempelajari flute jauh lebih cepat daripada pemula murni.
Yang harus dipelajari ulang
Cara bunyi diciptakan, susunan penjarian, posisi memegang, serta berat dan titik tumpu alat. Flute bertumpu pada dagu, pangkal telunjuk kiri, dan ibu jari kanan sekaligus, sehingga bahu dan leher perlu dibiasakan lagi.
Memilih alat pertama untuk anak
Recorder sopran atau suling bambu berbadan pendek lebih ramah bagi jari kecil. Flute dengan kepala melengkung tersedia untuk anak yang lengannya belum cukup panjang menjangkau ujung alat.
Notasi angka dan notasi balok dalam materi les seruling
Sebagian besar pemain seruling di Indonesia memulai dari notasi angka, dan alasannya praktis. Notasi angka menandai nada dengan angka satu sampai tujuh, titik di atas atau di bawah untuk oktaf, serta garis untuk panjang nada. Angka itu menyatakan jarak antar nada, dan tidak menyatakan tinggi nada yang tetap.
Di situlah kecocokannya dengan seruling bambu. Tiap suling bambu terkunci pada satu laras, jadi pemain memilih suling yang sesuai dengan lagunya sementara angka di kertas tetap sama. Satu lembar notasi angka karena itu bisa dipakai untuk beberapa suling berbeda tanpa ditulis ulang sebaris pun.
Notasi balok bekerja terbalik: tiap posisi di paranada menunjuk satu tinggi nada tertentu. Peserta memerlukannya begitu masuk ke flute, ke lagu bersama alat lain, atau ke penilaian musik di sekolah. Ia juga membawa keterangan yang tidak dimuat notasi angka, seperti tanda dinamika dan tanda tempat mengambil napas.
Tutor Edubia mengajarkan keduanya bertumpuk, dan tidak berurutan. Lagu yang sudah dikuasai lewat angka dituliskan ulang di paranada, sehingga peserta melihat benda yang sama dalam dua bahasa tulisan. Cara ini memangkas rasa asing yang biasanya muncul saat peserta pertama kali berhadapan dengan lima garis.
Merawat seruling di antara jadwal latihan
Udara yang keluar dari mulut hangat dan lembap, sementara badan seruling lebih dingin. Selisih itu membuat titik air mengembun di sisi dalam badan alat, dan pada recorder embun berkumpul persis di saluran udara sempit di ujung tiup. Gejalanya jelas: bunyi mendadak berdesis, kehilangan tenaga, atau berhenti sama sekali di tengah lagu.
Penanganannya cepat dan sudah menjadi kebiasaan pemain: hentikan permainan, tutup jendela suara dengan telapak tangan, lalu embuskan udara kuat sekali lewat ujung tiup untuk melempar airnya keluar. Menghangatkan alat di telapak tangan sebelum mulai memperkecil selisih suhunya, sehingga embun datang lebih lambat.
Sesudah selesai, bagian dalam dikeringkan dengan kain tipis atau batang pembersih. Recorder plastik tahan dicuci air hangat, sedangkan recorder kayu tidak. Flute logam dilap kering di bagian dalam dan luar, sementara klep serta bantalannya sebaiknya tidak diberi minyak sendiri di rumah.
Bambu menuntut perhatian tersendiri di Surabaya. Siang yang panas kering disusul hujan sore membuat serat bambu mengembang lalu menyusut berulang kali, dan retak biasanya muncul memanjang dekat ujung tiup. Simpan di sarung kain, jauhkan dari kaca mobil yang terjemur dan dari ambang jendela, keringkan di ruang teduh, lalu periksa lilitan tali di ujung tiup sebulan sekali.
Bermain bersama alat lain di kelas lanjutan
Bermain sendirian memaafkan banyak hal. Tempo yang meleset sedikit tidak terdengar, dan nada yang agak melenceng masih terasa wajar di telinga sendiri. Begitu seruling dimainkan bersama alat lain, keduanya langsung ketahuan dalam hitungan detik.
Masuk pada ketukan yang benar menjadi pekerjaan pertama. Pemain alat tiup memerlukan tarikan napas sebelum nada pertamanya berbunyi, jadi persiapannya dimulai satu ketukan lebih awal daripada pemain alat lain. Tutor melatihnya dengan hitungan masuk yang diucapkan keras, lalu diperpendek sampai peserta sanggup menghitung sendiri di dalam hati.
Urusan nada lebih rumit, sebab suling bambu tidak bisa disetel. Panjang badan dan letak lubangnya sudah tetap, jadi yang menyesuaikan justru alat di sebelahnya, atau peserta memilih suling yang cocok dengan nada dasar lagunya. Recorder masih bisa ditarik sedikit di sambungannya, dan flute disetel dengan menggeser kepala alat masuk atau keluar.
Satu hal yang jarang diberitahukan kepada pemula: nada seruling naik sendiri saat alatnya menghangat. Menyetel di menit pertama karena itu percuma. Tutor Edubia meminta peserta memainkan nada panjang beberapa menit lebih dulu, baru nadanya dicocokkan, dan kebiasaan itu terbawa saat peserta bermain di acara sekolah atau di pertemuan komunitas musik.
Biaya les seruling privat di Surabaya
Biaya les seruling privat Edubia mulai Rp128.300 per sesi 60 menit untuk peserta jenjang SD, dan Rp222.800 per sesi untuk peserta dewasa dengan panjang sesi yang sama. Tarif itu berlaku untuk sesi di rumah peserta, satu tutor mendampingi satu peserta, dengan ritme empat sesi per bulan.
Panjang 60 menit dipilih karena alasan yang datang dari alatnya. Otot bibir pemula kehilangan bentuknya jauh sebelum satu jam habis, jadi menambah durasi hanya menambah waktu ketika peserta meniup dengan bibir yang sudah lelah. Uang tambahan di titik itu membeli latihan yang mutunya justru menurun.
Kalau rumah peserta kurang memungkinkan untuk latihan alat tiup, sesi bisa dipindahkan ke co-learning space Edubia di Tambaksari atau di Wonocolo dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Ruang itu juga dipakai peserta yang tetangganya keberatan mendengar recorder pada jam istirahat, sebab suara alat ini menembus tembok dengan mudah.
Biaya alat berdiri sendiri di luar biaya les, dan peserta memang perlu memegang alatnya sendiri karena latihan rumah menuntut alat yang selalu tersedia. Recorder sopran dan suling bambu ada di rentang harga yang ringan, sementara flute logam jauh di atasnya. Tutor menyarankan alat sesudah melihat ukuran tangan dan tujuan peserta, dan saran itu diberikan sebelum peserta membeli.
Perjalanan tutor ke alamat peserta sudah masuk ke dalam tarif sesi, dan alat yang dibawa peserta sendiri membuat pengaturannya ringan: yang berpindah cuma tutor, buku notasi, serta penyangga partitur lipat. Wilayah di bawah dilayani rutin, dan alamat di luar daftar ini tetap bisa ditanyakan lebih dulu lewat WhatsApp.
Uraian
Wilayah yang dijangkau tutor seruling Edubia
Surabaya Timur
Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Tambaksari, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo. Kepadatan peserta di wilayah ini membuat jam sore hari cepat penuh, jadi slot Senin sampai Kamis lazim dipesan sebulan di muka.
Surabaya Selatan
Wonokromo, Wonocolo, Gayungan, Jambangan, Dukuh Pakis, dan Wiyung. Co-learning space Edubia di Wonocolo menjadi pilihan bagi peserta yang rumahnya berdempetan dengan tetangga.
Surabaya Pusat dan Utara
Genteng, Tegalsari, Bubutan, Simokerto, Kenjeran, Semampir, dan Pabean Cantian. Titik belajar Edubia di Tambaksari melayani peserta di wilayah ini bila latihan di rumah kurang memungkinkan.
Surabaya Barat
Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Sukomanunggal, Benowo, Pakal, dan Asemrowo. Perjalanan tutor ke wilayah ini menuntut jam yang dikunci sejak awal bulan supaya sesi peserta lain tidak bergeser.
Sidoarjo sisi utara
Waru, Gedangan, Taman, Sedati, dan Buduran. Banyak peserta di sini bersekolah di Surabaya, jadi jadwalnya umumnya mengikuti jam pulang sekolah dan latihan rumahnya jatuh selepas magrib.
Sidoarjo sisi tengah
Sidoarjo, Candi, Sukodono, Krian, dan Wonoayu. Sesi akhir pekan lebih lazim dipilih daripada sesi hari kerja, dan pagi Sabtu biasanya jam yang lebih dulu terisi.
Jadwal, durasi sesi, dan cara mendaftar les seruling
Sesi berlangsung 60 menit dan lazimnya sekali sepekan. Ritme itu diturunkan dari daya pulih otot bibir: otot yang belum terbiasa memerlukan sehari sampai dua hari untuk kembali ke bentuknya, jadi dua sesi yang ditumpuk pada hari sama memberi hasil lebih kecil daripada dua sesi yang berjarak.
Di rumah, latihan pendek yang sering mengalahkan latihan panjang yang jarang. Sepuluh menit pagi dan sepuluh menit sore lebih menolong daripada empat puluh menit sekali sepekan, sebab bibir sempat pulih di antaranya dan bentuk yang benar terulang lebih banyak kali.
Jam sesi disepakati mengikuti dua hal: kesediaan peserta dan kesediaan tetangga. Seruling terdengar jelas dari luar rumah, jadi keluarga yang tinggal di perumahan padat biasanya memilih sore sebelum magrib atau akhir pekan pagi. Tim Edubia mencatat batasan itu sejak percakapan awal supaya jadwalnya tidak perlu digeser di tengah bulan.
Pendaftaran dimulai lewat percakapan singkat di WhatsApp: alat yang sudah dipegang, usia peserta, wilayah rumah, dan jam yang mungkin. Sesudah itu tutor dicarikan dan sesi pertama dijadwalkan. Kalau cara mengajarnya terasa kurang cocok sesudah beberapa pertemuan, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan lembar latihan peserta ikut dioper supaya sesi berikutnya melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan.
Sesi 60 menit dibagi mengikuti daya tahan bibir, sehingga bagian meniup dipecah menjadi beberapa potongan pendek dengan jeda di antaranya. Susunannya tetap dari pekan ke pekan, isinya berganti mengikuti tingkat peserta.
Garis besar
Alur satu sesi les seruling di rumah peserta
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Menit 1 sampai 8: memeriksa alat dan pemanasan
Sambungan diperiksa, badan alat dihangatkan di telapak tangan supaya nadanya tidak naik di tengah sesi, lalu peserta meniup nada panjang tanpa memindahkan jari.
-
Menit 9 sampai 20: nada panjang dan bentuk bibir
Bagian yang membentuk bunyi. Tutor mendengarkan ratanya nada, lalu mengoreksi celah bibir dan arah udara sebelum kebiasaan yang salah mengeras.
-
Menit 21 sampai 28: jari tanpa suara
Alat diturunkan dari bibir. Peserta melatih perpindahan jari sambil membaca notasi dan menghitung ketukan, sehingga otot bibir mendapat waktu pulih di tengah sesi.
-
Menit 29 sampai 42: potongan lagu
Satu kalimat lagu dikerjakan sampai tuntas, lengkap dengan tempat mengambil napas yang sudah ditandai. Kalimat berikutnya menunggu pekan depan bila yang ini belum rapi.
-
Menit 43 sampai 52: bermain bersama iringan
Peserta memainkan potongan tadi bersama ketukan metronom atau iringan rekaman, supaya masuk pada ketukan yang benar terlatih sejak awal.
-
Menit 53 sampai 60: mengeringkan dan mencatat
Bagian dalam alat dikeringkan, sambungan dilap, lalu tutor menuliskan dua pekerjaan rumah beserta lama latihannya di lembar peserta.
Program Terkait
Masih menimbang seruling? Bandingkan dengan program berikut
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan siswa les seruling di Surabaya?
Anak saya sudah bisa meniup recorder di sekolah, apa masih perlu les seruling?
Perlu bila bunyinya masih melengking atau berangin. Recorder mengeluarkan suara pada tiupan pertama karena alat itu punya saluran udara bawaan, jadi anak bisa memainkan lagu sambil membawa bentuk bibir dan tekanan napas yang salah selama bertahun-tahun. Les privat membereskan bagian itu lebih dulu, baru menambah jumlah lagunya.
Kenapa seruling saya tidak berbunyi sama sekali padahal jarinya sudah benar?
Kemungkinan besar alatnya flute atau seruling tanpa saluran udara bawaan. Pada alat semacam itu bunyi lahir saat aliran udara terbelah oleh tepi lubang tiup, dan yang mengarahkan aliran itu bibir pemainnya. Jari yang benar belum menolong sebelum arah dan kecepatan udaranya tepat, jadi sesi pertama Edubia dipakai khusus untuk menemukan arah tersebut.
Berapa biaya les seruling privat di Surabaya?
Mulai Rp128.300 per sesi 60 menit untuk peserta jenjang SD, dan Rp222.800 per sesi untuk peserta dewasa. Tarif itu berlaku untuk sesi berdua saja dengan tutor di rumah peserta, dengan ritme empat sesi per bulan. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi, sementara biaya alat berdiri sendiri di luar tarif les.
Kenapa sesinya 60 menit dan tidak 90 menit seperti les lain?
Karena otot bibir yang membentuk embouchure lelah jauh sebelum satu jam habis. Sesudah otot itu melorot, peserta meniup dengan bentuk yang salah, dan latihannya berbalik merugikan. Sesi 90 menit tetap tersedia bila diminta, umumnya untuk peserta yang sudah setahun bermain dan bibirnya tahan meniup lebih lama.
Berapa lama sampai anak bisa membawakan satu lagu di depan orang?
Penentunya daya tahan bibir. Selama peserta belum sanggup menahan bunyi rata sepanjang satu kalimat lagu, lagu utuh akan terdengar putus di tengah berapa kali pun dilatih. Dengan sesi mingguan ditambah dua potongan latihan sepuluh menit tiap hari, peserta anak umumnya sampai ke lagu pendek utuh pada bulan kedua sampai ketiga.
Peserta harus punya seruling sendiri atau dipinjami Edubia?
Harus punya sendiri, sebab sebagian besar kemajuan datang dari latihan pendek di rumah dan bentuk bibir menyesuaikan diri pada satu alat tertentu. Tutor menyarankan jenis, ukuran, serta laras yang cocok di sesi pertama, sebelum peserta membeli, supaya uangnya tidak terpakai untuk alat yang salah ukuran.
Suling bambu, recorder, dan flute, mana yang sebaiknya dipelajari lebih dulu?
Untuk anak usia sekolah, recorder sopran atau suling bambu berbadan pendek lebih ramah, karena bunyi keluar cepat dan jari kecil masih menjangkau lubangnya. Flute logam menuntut bibir peserta mengarahkan udara sendiri dan lengan yang cukup panjang. Peserta yang napasnya sudah rapi di alat pertama berpindah ke flute jauh lebih cepat.
Apakah tutor Edubia mengajarkan notasi angka atau notasi balok?
Keduanya, dan diajarkan bertumpuk. Notasi angka dipakai lebih dulu karena angkanya menyatakan jarak antar nada, sehingga satu lembar bisa dipakai untuk beberapa suling bambu yang larasnya berbeda. Notasi balok menyusul saat peserta masuk ke flute, ke lagu bersama alat lain, atau ke penilaian musik di sekolah.
Saya tinggal di Krian, apakah jadwal les seruling masih mungkin diatur?
Masih. Seluruh 18 kecamatan Sidoarjo dan 31 kecamatan Surabaya masuk wilayah layanan, termasuk Krian, Waru, Gedangan, dan Sedati. Alamat yang jauh dari pusat kota umumnya dilayani pada jam yang dikunci sejak awal bulan, supaya perjalanan tutor tidak bertabrakan dengan sesi peserta lain di hari yang sama.
Kenapa seruling saya mendadak berdesis lalu berhenti berbunyi di tengah lagu?
Karena embun. Udara dari mulut hangat dan lembap, badan alat lebih dingin, dan titik air berkumpul di saluran udara sempit di ujung tiup. Hentikan permainan, tutup jendela suara dengan telapak tangan, lalu embuskan udara kuat sekali untuk melempar airnya keluar. Menghangatkan alat di telapak sebelum mulai membuat embun datang lebih lambat.
Apakah suling bambu bisa disetel supaya nadanya cocok dengan gitar?
Tidak bisa. Nada suling bambu ditetapkan oleh panjang badan dan letak lubangnya sejak dibuat. Yang dilakukan pemain memilih suling yang larasnya cocok dengan nada dasar lagu, atau meminta alat pengiring yang menyesuaikan diri. Recorder masih bisa ditarik sedikit di sambungannya, dan flute disetel dengan menggeser kepala alatnya.
Anak saya sering pusing sesudah beberapa menit meniup, apakah berbahaya?
Umumnya tidak berbahaya dan memang lazim pada pemula. Sebabnya peserta mengambil udara jauh lebih banyak daripada yang terpakai, ditambah bahu dan leher yang tegang. Sesi dihentikan sebentar, peserta duduk, lalu latihan dilanjutkan dengan tarikan napas yang lebih pendek. Bila pusingnya berulang di luar latihan, periksakan ke dokter sebelum sesi diteruskan.
Tetangga saya keberatan mendengar suara latihan, adakah jalan keluarnya?
Ada tiga. Pertama, geser jam latihan ke sore sebelum magrib atau ke akhir pekan pagi. Kedua, pecah latihan menjadi potongan sepuluh menit, sebab bibir memang memerlukan jeda dan suara pendek lebih mudah diterima tetangga. Ketiga, pindahkan sesi ke co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo dengan tambahan Rp15.000 per sesi.
Kalau cara mengajar tutornya terasa kurang cocok, apa yang bisa dilakukan?
Kabari tim Edubia lewat WhatsApp, lalu tutor pengganti dicarikan tanpa biaya tambahan. Lembar latihan serta catatan bunyi peserta ikut dioper, sehingga sesi berikutnya melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan. Peserta tidak perlu mengulang pemeriksaan alat maupun pemetaan kemampuan dari awal.
Apakah les seruling bisa dijalankan secara online?
Bisa, dan sebagian peserta memakainya saat sedang berada di luar kota. Yang perlu disiapkan kamera yang diletakkan menyamping supaya bentuk bibir dan posisi jari terlihat bersamaan, ditambah ruangan yang sepi. Bagian memeriksa kebocoran lubang lebih mudah dikerjakan bertatap muka, jadi sesi online biasanya diselingi sesi di rumah.
Mari Mulai
Tanyakan biaya dan jadwal les seruling lebih dulu
Tutor seruling bisa diganti kalau belum cocok. Konsultasinya gratis, keputusannya tetap di tangan Anda.