Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat

Les Kendang di Surabaya

Les kendang privat Edubia di Surabaya melatih kendang sebagai pemimpin irama karawitan: bunyi dhah, tak, thung, tong, pola dasar, isian, dan aba-aba peralihan. Tutor datang ke rumah, sesi 60 menit, mulai Rp128.300 per sesi, dari anak SD sampai orang dewasa.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les Kendang di Surabaya

Apa itu Les Kendang di Surabaya?

Les kendang privat Edubia di Surabaya melatih kendang sebagai pemimpin irama karawitan: bunyi dhah, tak, thung, tong, pola dasar, isian, dan aba-aba peralihan. Tutor datang ke rumah, sesi 60 menit, mulai Rp128.300 per sesi, dari anak SD sampai orang dewasa.

Konsultasi dan Daftar

Fakta Program

Nama kelas
Les kendang privat Edubia, satu tutor menemani satu peserta.
Yang dipelajari
Bunyi dasar dhah, tak, thung, dan tong; pola dasar; isian; aba-aba peralihan irama; sampai mengendangi gending sederhana dari pembuka hingga gong penutup.
Tutor pendamping
Pengajar karawitan yang terbiasa menabuh kendang di gending dan iringan tari. Kami yang memilihkan namanya sesuai wilayah, jam kosong, dan tujuan belajar peserta.
Jenjang peserta
Anak SD yang mengisi posisi kendang di karawitan sekolah, remaja, mahasiswa, sampai orang dewasa yang kembali menekuni sesudah lama berhenti.
Biaya sesi
Mulai Rp128.300 per sesi 60 menit di rumah peserta. Sesi di ruang co-learning menambah Rp15.000 per sesi.
Durasi satu sesi
60 menit untuk pemula, 90 menit untuk peserta yang pergelangan tangannya sudah kuat menabuh lama.
Ritme sesi
4 sampai 8 sesi per bulan, disusun mengikuti jadwal sekolah atau jam kerja peserta.
Ukuran kelas
Satu peserta satu tutor, jadi tabuhan yang meleset dibetulkan pada saat itu juga.
Tempat belajar
Rumah peserta, ruang co-learning Edubia, atau sesi online untuk bagian pola dan hitungan.
Wilayah antar tutor
31 kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo di sisi barat sampai Gunung Anyar di sisi tenggara, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo.
Alat yang dipakai
Kendang milik peserta, disiapkan sendiri di luar tarif sesi. Bantalan latihan dipakai di pertemuan awal sambil alatnya diadakan keluarga.
Bahasa pengantar
Bahasa Indonesia, dengan istilah karawitan Jawa dijelaskan saat pertama kali muncul.
Mulai belajar
Isi formulir pendaftaran, sebutkan wilayah rumah dan jam luang, lalu tim penjadwalan mencocokkan tutor beserta jadwalnya.

Sebelum mendaftar

Peserta yang cocok dan yang sebaiknya menunggu

Peserta yang cocok

  • Anak SD atau SMP yang diminta mengisi posisi kendang di kegiatan karawitan sekolah dan punya tenggat pentas.
  • Remaja yang tertarik kesenian daerah dan sudah sering mendengarkan gending atau jaranan, tetapi belum pernah dituntun soal posisi tangan.
  • Orang dewasa yang dulu pernah menabuh lalu berhenti bertahun-tahun dan ingin memulai lagi dengan jadwal tetap.
  • Penari atau pengurus sanggar yang ingin memahami aba-aba kendang dari sisi penabuhnya.
  • Peserta yang sudah punya kendang di rumah dan bingung memulai dari mana.

Perjalanan belajar

Dari pertemuan pertama sampai ikut latihan kelompok

Tanda kemajuan bermain kendang bisa didengar, jadi tiap tahap di bawah punya ukuran yang bisa diperiksa telinga orang lain di ruangan yang sama.

  1. 01

    Pekan pertama: cara duduk dan dua bunyi

    Sesi 1 sampai 2

    Posisi duduk disetel, dhah dan tak dilatih bergantian. Ukurannya: peserta bisa menyebut bunyi apa yang baru ia keluarkan tanpa melihat tangannya.

  2. 02

    Bulan pertama: empat bunyi terpisah jelas

    Sesi 3 sampai 4

    Dhah, tak, thung, dan tong bisa dipisahkan pendengar lain. Rekaman pertama diambil sebagai pembanding untuk bulan-bulan berikutnya.

  3. 03

    Bulan kedua: pola dasar berjalan

    Sesi 5 sampai 8

    Satu pola dasar diulang dengan tempo tetap selama satu putaran gending penuh. Peserta masih boleh menghitung dengan suara.

  4. 04

    Bulan ketiga: isian mulai masuk

    Sesi 9 sampai 12

    Dua sampai tiga bentuk isian dipakai bergantian tanpa menggeser hitungan. Tangan mulai bekerja sendiri saat peserta diajak bicara.

  5. 05

    Bulan keempat sampai kelima: aba-aba terdengar

    Sesi 13 sampai 20

    Isyarat merapatkan irama dan menutup sajian diberikan cukup jelas, sehingga tutor yang memerankan ansambel bisa mengikutinya tanpa ragu.

  6. 06

    Sesudahnya: masuk latihan kelompok

    Tahap lanjut

    Peserta mengendangi satu gending utuh, lalu diarahkan ikut kelompok karawitan sekolah, sanggar, atau kelompok warga di wilayah rumahnya.

Kenapa privat

Tiga jalan belajar kendang, mana yang cocok untuk Anda?

Fitur Pilihan terbaik Les Kendang Privat Edubia Ke rumah di Surabaya Bimbel Kendang Grup Belajar Kendang Sendiri
Perhatian tutor saat belajar kendang Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak siswa Tanpa pendamping
Materi kendang disesuaikan level siswa
Koreksi langsung begitu langkahnya meleset Menunggu giliran Tak ada yang mengoreksi
Assessment kebutuhan kendang di awal
Tutor kendang bisa diganti tanpa ribet
Tahap dinaikkan saat peserta siap Ikut tempo kelas Tergantung sendiri

Kenapa Edubia

Yang membuat sesi kendang terasa beda

Tutor karawitan yang aktif menabuh

Pendamping dipilih dari pengajar yang terbiasa duduk di belakang kendang saat gending berjalan, sehingga contoh bunyinya bisa langsung ditirukan peserta di sesi yang sama.

Sesi di rumah tanpa memindahkan alat

Kendang berat dan merepotkan kalau dibawa-bawa. Tutor datang ke rumah peserta di Gubeng, Rungkut, atau Wiyung, jadi latihan berlangsung di tempat alatnya berada.

Jadwal yang mengikuti jam karawitan sekolah

Latihan ekstrakurikuler dan gladi pentas kerap berpindah hari. Sesi les bisa digeser lewat tim penjadwalan supaya dua kegiatan itu tidak saling menabrak.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Cara menuntun tiap pengajar berbeda: ada yang lewat hitungan, ada yang lewat tirukan bunyi. Kalau gaya tutor pertama sulit diikuti, peserta bisa meminta pengganti dan catatannya ikut berpindah.

Catatan kemajuan tiap pertemuan

Bunyi mana yang sudah stabil, pola mana yang masih goyah, dan tugas latihan sampai pertemuan berikutnya, ditulis singkat supaya mudah dibaca orang tua.

Latihan tanpa alat untuk hari kerja

Pola bisa diulang di paha atau di bantalan latihan. Warna bunyinya memang hilang, sementara hitungan dan urutan tangan tetap terbentuk.

Susunan Materi

Susunan materi les kendang Edubia

Sebelas bagian di bawah dipakai tutor sebagai urutan bawaan, lalu digeser mengikuti tujuan peserta. Anak yang mengejar pentas sekolah memadatkan bagian pola dasar; peserta yang ingin mengiringi tari mempercepat bagian aba-aba.

  1. 1

    Mengenal perangkat dan cara duduk

    Pertemuan 1

    Yang dibahas. Bagian-bagian kendang, nama kulit besar dan kulit kecil, letak plangkan, jarak duduk, serta sudut lengan yang nyaman untuk tubuh peserta.

    Jebakan umum. Peserta menyetel tinggi alat mengikuti kenyamanan sesaat, lalu bahunya terangkat sepanjang sesi dan tangannya cepat lelah.

    Cara tutor. Tutor menyetel tinggi plangkan dan jarak duduk di pertemuan pertama, lalu memeriksanya ulang tiap kali postur peserta berubah.

  2. 2

    Empat bunyi dasar: dhah, tak, thung, tong

    Dasar

    Yang dibahas. Titik jatuh tangan, bagian tangan yang menyentuh kulit, dan beda antara bunyi yang dibiarkan bergaung dengan bunyi yang diredam.

    Jebakan umum. Thung dan tak tertukar, sebab keduanya lahir dari kulit kecil dan hanya dipisahkan oleh tangan yang diangkat atau ditahan.

    Cara tutor. Dilatih berpasangan: dua bunyi bergantian dengan mata tertutup sampai peserta bisa menyebut bunyi apa yang baru saja keluar.

  3. 3

    Bunyi yang datang dari pantulan

    Dasar

    Yang dibahas. Cara melepas tangan sesaat sesudah menyentuh kulit, dan hubungan antara ketegangan tangan dengan bunyi yang keluar.

    Jebakan umum. Peserta menambah tenaga ketika bunyinya kurang nyaring, padahal tangan yang menekan justru menahan kulit dan membuat bunyi tumpul.

    Cara tutor. Tutor meminta peserta menabuh sepelan yang ia bisa dulu sampai bunyinya tetap bulat, baru volumenya dinaikkan bertahap.

  4. 4

    Hitungan dan jarak antar ketukan

    Dasar

    Yang dibahas. Membagi ketukan, menjaga jarak antar tabuhan, dan berjalan bersama hitungan tetap tanpa alat bantu apa pun.

    Jebakan umum. Tempo naik sendiri saat pola terasa mudah, dan turun saat pola terasa sulit. Peserta jarang menyadarinya tanpa rekaman.

    Cara tutor. Rekaman pendek diambil tiap beberapa pertemuan lalu didengarkan bersama sambil menghitung. Bukti dari telinga sendiri lebih meyakinkan daripada koreksi lisan.

  5. 5

    Pola dasar dan pengulangannya

    Inti

    Yang dibahas. Satu pola dasar yang dipakai sepanjang gending, cara mengulangnya rapi, dan cara menyambung ke pengulangan berikutnya.

    Jebakan umum. Pola dihafal sebagai deretan bunyi tanpa hitungan, sehingga peserta tersesat begitu ada yang menyela atau begitu tempo digeser.

    Cara tutor. Pola dipecah jadi ruas dua ketukan, tiap ruas distabilkan sendiri, baru disambung. Peserta diminta menyebut hitungan sambil menabuh.

  6. 6

    Isian dan variasi

    Inti

    Yang dibahas. Menyisipkan tabuhan tambahan di celah pola dasar, memilih isian yang pas dengan suasana gending, dan menjaga hitungan tetap utuh.

    Jebakan umum. Isian dimasukkan terlalu banyak sekaligus sehingga pola dasarnya tenggelam dan ansambel kehilangan pegangan.

    Cara tutor. Satu bentuk isian per pertemuan, dilatih di tempat yang sama berulang kali, baru dipindah ke celah lain.

  7. 7

    Aba-aba dan peralihan irama

    Lanjut

    Yang dibahas. Isyarat merapatkan dan merenggangkan irama, cara memberi tanda agar tertangkap penabuh lain, serta peran kendang saat gending berpindah tingkatan irama.

    Jebakan umum. Isyarat diberikan terlalu pelan atau terlambat, sehingga penabuh lain menangkapnya setengah-setengah dan ansambel berjalan sendiri-sendiri.

    Cara tutor. Tutor memerankan ansambel dengan menyanyikan balungan, lalu sengaja tidak bereaksi kalau isyarat peserta kurang jelas.

  8. 8

    Menutup sajian di gong terakhir

    Lanjut

    Yang dibahas. Aba-aba menuju gong penutup, mengatur pelambatan, dan berhenti bersama seluruh perangkat.

    Jebakan umum. Peserta melambat sendirian tanpa memberi tanda lebih dulu, jadi kendang berhenti sementara alat lain masih berjalan.

    Cara tutor. Dilatih dengan hitungan mundur yang disuarakan dulu, kemudian dipendam di dalam kepala sesudah pola berhentinya stabil.

  9. 9

    Mengendangi gending utuh

    Lanjut

    Yang dibahas. Menggabungkan pembuka, pola dasar, isian, peralihan, dan penutup dalam satu sajian dari awal sampai akhir.

    Jebakan umum. Bagian yang jarang dilatih, biasanya peralihan, jadi titik jatuhnya ketika semuanya disatukan.

    Cara tutor. Gending dijalankan utuh tiap dua pertemuan, direkam, lalu bagian yang goyah dilatih terpisah di pertemuan berikutnya.

  10. 10

    Pola untuk iringan tari

    Peminatan

    Yang dibahas. Membaca urutan ragam gerak, memberi aksen pada gerak tertentu, dan menyesuaikan tempo dengan napas penari.

    Jebakan umum. Pengendang mengikuti hitungan musik saja dan melupakan penari, sehingga aksen jatuh di gerak yang keliru.

    Cara tutor. Tutor menyebutkan urutan gerak secara lisan sambil peserta menabuh, sampai peserta hafal titik gerak yang menuntut aksen.

  11. 11

    Merawat alat dan menyetel tali

    Perawatan

    Yang dibahas. Membaca perubahan bunyi karena udara lembap, menggeser simpul pengikat, dan menyimpan kendang dengan aman di rumah.

    Jebakan umum. Tali dikencangkan berlebihan saat bunyi terdengar lesu, dan kulit yang sudah tua bisa robek karenanya.

    Cara tutor. Penyetelan pertama dikerjakan bersama tutor di sesi, dengan patokan bunyi yang didengar berdua.

Bukti Angka

Ukuran yang dipakai di kelas kendang

60 menit
panjang satu sesi kendang untuk pemula
4 bunyi
dhah, tak, thung, dan tong di pertemuan awal
3 ukuran
kendang ageng, ciblon, dan ketipung
49 kecamatan
wilayah antar tutor di Surabaya dan kota tetangganya
8 sesi
ritme bulanan yang sering dipilih peserta kendang

Fleksibel

Kelas kendang di tempat yang nyaman untuk anak

Tutor kendang datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Ke rumah
Tutor datang, orang tua bisa memantau
Co-learning
2 titik partner di Surabaya
Online
Sesi berbagi layar dua arah, terjadwal seperti sesi tatap muka

Yang didapat peserta

Isi paket les kendang privat Edubia

Sesi 60 atau 90 menit di rumah peserta

Peserta memakai kendang yang ada di rumah, atau bantalan latihan selama alatnya belum tersedia. Keduanya disiapkan peserta di luar tarif sesi, sementara catatan polanya dikirim tutor sebelum pertemuan.

Susunan materi yang mengikuti tujuan

Pentas sekolah, iringan tari, karawitan umum, atau sekadar ingin bisa menabuh. Tujuan itu menggeser urutan materi sejak pertemuan kedua.

Laporan bunyi stabil dan pola yang goyah

Bunyi yang sudah stabil, pola yang masih goyah, dan tugas latihan sampai pertemuan berikutnya, ditulis singkat supaya mudah dibaca orang tua.

Rekaman pembanding berkala

Rekaman pendek diambil di bulan pertama, lalu diulang beberapa bulan sekali. Peserta mendengar sendiri jarak antara tabuhannya dulu dan sekarang.

Tugas latihan pendek antar pertemuan

Satu ruas pola dengan jumlah pengulangan yang jelas, sengaja dibuat pendek supaya benar-benar dikerjakan di sela hari kerja atau hari sekolah.

Panduan merawat kendang di rumah lembap

Cara menyimpan alat, membaca perubahan bunyi karena udara, dan menyetel tali bersama tutor sebelum peserta berani menyetel sendiri.

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Cara menuntun tiap pengajar berbeda: ada yang lewat hitungan, ada yang lewat tirukan bunyi. Kalau tiga pertemuan pertama terasa sulit diikuti, peserta bisa meminta pengganti.

Penjadwalan ulang bila ada halangan

Sesi yang bentrok dengan gladi pentas karawitan atau latihan tari bisa digeser lewat tim penjadwalan, selama dikabarkan sebelum tutor berangkat ke rumah.

Les kendang privat dan peran kendang sebagai pemimpin irama

Di karawitan Jawa, kendang memegang aba-aba. Ia yang menandai gending dimulai, mengatur cepat lambatnya jalan lagu, memberi isyarat pindah tingkatan irama, dan menutup sajian di gong terakhir. Saron, bonang, gender, dan penabuh lain membaca isyarat itu dari bunyi kendang. Satu aba-aba yang meleset menggeser seluruh perangkat, dan pergeseran itu terdengar oleh siapa pun yang duduk di ruangan.

Sebagian peserta datang ke pertemuan pertama dengan gambaran bahwa kendang mengiringi dari belakang. Gambaran itu digeser lebih dulu, sebab arah latihannya berbeda. Pengiring cukup mengikuti hitungan orang lain. Pemimpin irama memegang hitungan sendiri sambil mendengar seluruh ansambel, lalu memutuskan kapan tempo dirapatkan dan kapan sajian diakhiri.

Karena itu sesi awal les kendang Edubia dipakai untuk mendengar, sebelum pola panjang mulai dihafal. Peserta menabuh satu bunyi, tutor mengulang bunyi yang sama, lalu keduanya membandingkan. Telinga yang sudah bisa memisahkan dhah dari thung jauh lebih cepat menerima pola, dan telinga itu yang dilatih lebih dulu di rumah peserta, entah di Tegalsari, Mulyorejo, maupun Sukolilo.

Tiga ukuran kendang dan perannya di kelas

Perangkat gamelan Jawa memakai kendang dalam beberapa ukuran, dan tiap ukuran memikul tugas berbeda. Kendang ageng berbadan besar dengan bunyi rendah yang lambat lenyapnya. Ia dipakai untuk gending yang berjalan tenang dan berwibawa, dengan tabuhan yang jarang tetapi berbobot.

Ketipung berbadan kecil dan bersuara tinggi. Di praktik karawitan ia kerap dipasangkan dengan kendang ageng dan dimainkan satu orang sekaligus, sehingga bunyi rendah dan bunyi tinggi datang bergantian dari sepasang alat yang duduk berdampingan.

Kendang ciblon berukuran tengah, dan ia yang menuntut kelincahan tangan. Polanya rapat, penuh isian, dan dipakai untuk gending yang ramai serta untuk mengiringi tari. Peserta yang tujuannya mengiringi tari hampir selalu memakai ukuran ini.

Di kelas, urutan pengenalannya mengikuti tangan peserta. Anak SD yang telapaknya belum lebar biasanya memulai dari ketipung atau dari bantalan latihan, sementara peserta dewasa di Wonokromo atau Gayungan yang sudah punya kendang di rumah bisa langsung memakai alatnya sendiri sejak pertemuan pertama.

Uraian

Empat bunyi dasar kendang yang dilatih di tiap sesi

Dhah

Bunyi terbuka dan rendah dari kulit besar. Telapak jatuh mendekati tengah kulit lalu langsung diangkat, sehingga kulit dibiarkan bergetar sampai habis sendiri. Bunyi ini yang memberi bobot pada ketukan berat.

Tak

Bunyi pendek, tinggi, dan kering. Jari mendarat di kulit kecil dan tangan tetap menempel, jadi getarannya langsung diredam. Tak dipakai sebagai penanda ketukan ringan di sela bunyi besar.

Thung

Bunyi bulat yang bergaung, juga dari kulit kecil. Jari menyentuh permukaan lalu ditarik cepat. Beda thung dan tak hanya soal tangan diangkat atau ditahan, dan pemula sering tertukar di dua bunyi ini.

Tong

Bunyi berongga yang datang dari daerah tepi kulit. Titik jatuh tangan digeser ke pinggir, sehingga nadanya terdengar lebih tinggi dan lebih ringan daripada dhah. Menggeser satu telapak saja sudah mengubah warnanya.

Bunyi datang dari pantulan

Tangan yang menekan kuat justru menahan kulit dan membuat bunyi tumpul. Yang dilatih adalah melepas tangan tepat sesudah menyentuh, supaya kulit bebas bergetar. Peserta yang memahami hal ini lebih awal jarang mengeluh pegal.

Duduk, letak kendang, dan pergelangan tangan di sesi awal

Kendang diletakkan mendatar di atas plangkan, dudukan kayu pendek yang menahannya sedikit di atas lantai. Dudukan itu punya alasan bunyi: badan kendang perlu ruang udara di bawahnya, dan kendang yang menempel lantai terdengar tumpul.

Peserta duduk bersila di belakang alat. Tinggi badan menentukan sudut lengan, dan sudut lengan menentukan bunyi. Peserta bertubuh tinggi cenderung menunduk sehingga siku terkunci; peserta bertubuh kecil cenderung mengangkat bahu supaya tangan sampai ke kulit. Keduanya membuat pergelangan tangan bekerja sendirian, dan bunyi yang keluar jadi tipis.

Tutor menyetel tiga hal di pertemuan awal: jarak duduk ke alat, tinggi plangkan, dan posisi bahu. Sesudah itu barulah bunyi dilatih. Urutan ini disengaja, sebab kebiasaan duduk yang keliru sulit dibetulkan ketika tangan sudah terbiasa.

Pegal di pergelangan tangan wajar di dua atau tiga pertemuan pertama, dan biasanya datang dari tangan yang menegang. Sesi 60 menit karena itu dipecah: latihan bunyi beberapa menit, jeda, lalu diulang. Peserta dewasa di Dukuh Pakis atau Jambangan yang bekerja seharian di depan komputer sering merasakan pegalnya lebih dulu di lengan bawah, dan itu tanda genggamannya perlu dilonggarkan.

Rincian

Cara tutor kendang Edubia mendampingi di rumah

Satu tutor menemani satu peserta, jadi bunyi yang meleset dibetulkan di detik yang sama, sebelum kebiasaan tangan mengeras.

Menabuh bersama sebelum menerangkan

Tutor memainkan satu ruas pola, peserta menirukan, lalu keduanya menabuh berbarengan. Penjelasan istilah karawitan menyusul sesudah tangan merasakan polanya.

Memotong pola jadi ruas pendek

Pola panjang dipecah jadi potongan dua atau empat ketukan. Tiap potongan diulang sampai stabil, baru disambung. Cara ini menahan peserta dari menghafal deretan bunyi tanpa hitungan.

Hitungan disuarakan dulu, lalu dipendam

Di pekan pertama hitungan diucapkan keras. Sesudah stabil, hitungan dipindah ke dalam kepala, dan tutor hanya menyebut angka ketika peserta mulai tergelincir.

Merekam sesi sebagai pembanding

Rekaman pendek dari ponsel dipakai sebagai bukti. Peserta sering baru mendengar tabuhannya yang terlambat setengah ketukan ketika mendengarkan rekamannya sendiri.

Menyesuaikan gaya dengan tujuan peserta

Peserta yang menyiapkan iringan tari dilatih pada isyarat dan aksen; peserta yang mengisi karawitan sekolah dilatih pada pola dasar dan ketahanan tangan. Susunan materinya berpisah sejak pertemuan kedua.

Membaca pola dasar, isian, dan aba-aba peralihan di kelas kendang

Permainan kendang berdiri di atas satu pola dasar yang diulang sepanjang gending. Pola itu pendek dan bisa dihafal dalam beberapa pertemuan. Yang menuntut waktu justru dua hal di sekitarnya: isian dan peralihan.

Isian adalah tabuhan tambahan yang disisipkan di celah pola dasar. Ia yang membuat permainan terdengar hidup, dan ia pula yang membuat pemula tergelincir, sebab isian menuntut tangan bergerak lebih rapat sementara hitungan wajib tetap. Latihannya bertahap: pola dasar dulu sampai bisa berjalan sambil peserta berbicara, baru isian dimasukkan satu per satu.

Peralihan adalah bagian yang memisahkan pemain kendang dari penabuh lain. Kendang memberi isyarat ketika irama akan dirapatkan atau direnggangkan, dan isyarat itu wajib terdengar jelas oleh seluruh perangkat. Karawitan Jawa mengenal beberapa tingkatan irama, dan perpindahan antar tingkatan itulah yang dipimpin kendang.

Bagian yang dilatih belakangan adalah menutup sajian. Aba-aba menuju akhir diberikan beberapa ketukan sebelum gong terakhir, dan penabuh lain menyesuaikan tempo begitu mendengarnya. Peserta di Genteng dan Bubutan yang sudah sampai tahap ini biasanya mulai diajak ikut latihan kelompok di sekolah atau di kampungnya.

Latihan kendang di rumah di antara dua jadwal les

Kemajuan bermain kendang datang dari pengulangan pendek yang sering, dan pengulangan itu terjadi di luar sesi. Lima belas menit tiap hari memberi hasil yang berbeda dari dua jam sekali sepekan, sebab ingatan gerak terbentuk dari frekuensi.

Peserta yang belum punya kendang tetap bisa berlatih. Pola bisa dilatih di paha, di bantalan latihan, di atas buku tebal, atau di permukaan meja yang dialasi kain. Yang hilang dari latihan semacam ini hanya warna bunyinya; hitungan, urutan tangan, dan ingatan pola tetap terbentuk. Banyak pemain lama memakainya untuk mengulang materi di perjalanan atau di jam istirahat kerja.

Tutor meninggalkan satu tugas kecil tiap pertemuan: satu ruas pola dengan jumlah pengulangan yang jelas. Tugasnya sengaja pendek supaya benar-benar dikerjakan. Di pertemuan berikutnya tugas itu diperiksa dengan cara ditabuh bersama, dan dari situ tutor tahu bagian mana yang perlu diulang.

Untuk peserta yang tinggal di Rungkut, Tenggilis Mejoyo, atau Gunung Anyar dan pulang kerja larut, jam latihan bisa digeser ke pagi. Yang penting jaraknya rapat, sebab tangan lebih cepat lupa daripada kepala.

Jadwal latihan kendang dan kesepakatan dengan tetangga

Kendang bersuara nyaring, dan suaranya menembus dinding. Di perumahan padat seperti yang banyak dijumpai di Sawahan, Simokerto, atau Semampir, jarak antar rumah tipis dan bunyi rendah kendang ageng terasa sampai ke rumah sebelah. Ini urusan nyata yang perlu dibicarakan sebelum pertemuan pertama, sebab latihan yang dihentikan tetangga akan menghentikan kemajuannya juga.

Jalan keluarnya sederhana dan biasanya berhasil. Sepakati jam latihan dengan tetangga sebelah, misalnya sore antara pulang sekolah dan waktu maghrib, lalu jaga jam itu. Pilih ruangan yang dindingnya tidak berbagi dengan rumah sebelah. Kalau ruangan seperti itu tak ada, hadapkan kendang ke arah dalam rumah dan beri karpet di lantai supaya pantulan bunyi berkurang.

Latihan yang menuntut pengulangan panjang, misalnya menghafal urutan isian, bisa dipindahkan ke bantalan latihan. Suaranya kecil, sementara hitungan dan urutan tangan tetap terlatih. Tim penjadwalan Edubia juga bisa menaruh sesi di jam yang lebih ramah bagi lingkungan sekitar, dan tutor menyesuaikan isi sesi dengan jam itu.

Perawatan kendang di antara sesi les

Kulit kendang bereaksi pada udara. Di hari lembap kulit menyerap uap air, mengendur, lalu bunyinya turun dan terdengar lesu. Di hari kering ia mengencang dan bunyinya naik. Surabaya lembap hampir sepanjang tahun, dan rumah dekat pesisir seperti di Bulak atau Kenjeran menerima udara asin yang membuat perubahan itu lebih terasa.

Yang bisa dikerjakan pemilik alat ada tiga. Pertama, simpan kendang di ruangan berudara, jauh dari lantai yang berkeringat dan dari dinding yang lembap. Kedua, jauhkan dari matahari langsung dan dari sumber panas, sebab kulit yang mengering mendadak bisa retak. Ketiga, hindari menutupnya rapat dalam plastik, karena uap air justru terkurung di dalam.

Penyetelan tali dikerjakan saat bunyi berubah jauh. Tali kulit yang menarik kedua sisi bisa dikencangkan dengan menggeser simpul pengikatnya. Menyetel berlebihan berisiko merobek kulit, jadi tutor menunjukkan caranya lebih dulu, dan peserta pemula sebaiknya menyetel bersama tutor di sesi berikutnya daripada mencoba sendiri.

Peserta yang belum punya alat kerap bertanya kapan sebaiknya membeli. Jawaban yang jujur: sesudah tiga sampai empat pertemuan, ketika sudah jelas ukuran mana yang cocok untuk tangannya dan untuk keperluannya.

Poin penting

Kelas kendang dan tempatnya di kesenian Jawa Timur

Karawitan sekolah

Banyak SD dan SMP di Surabaya menyimpan perangkat gamelan dan menjalankan kegiatan karawitan. Posisi kendang biasanya diisi satu atau dua siswa, dan sekolah kerap kesulitan mencari yang berani mengisinya.

Iringan tari

Tari daerah bergantung pada aba-aba kendang untuk pergantian ragam gerak. Penari mendengar isyarat itu, penabuh lain mengikuti, dan pengendang wajib hafal urutan tariannya.

Ludruk

Kesenian rakyat khas Jawa Timur ini memakai iringan gamelan. Kendang mengatur perpindahan adegan dan menandai gerak pemain di atas pentas.

Jaranan

Kesenian jaranan yang hidup di banyak kampung Jawa Timur bertumpu pada tabuhan kendang yang rapat dan bertenaga. Polanya berbeda jauh dari gending karawitan yang berjalan tenang.

Wayang

Dalam pertunjukan wayang, kendang mengikuti jalan cerita: mengangkat suasana adegan yang ramai, menenangkan adegan percakapan, dan menyambung satu bagian ke bagian berikutnya.

Kelompok karawitan warga

Kelompok karawitan warga masih dijumpai di sejumlah kampung. Peserta yang sudah bisa mengendangi gending sederhana biasanya cepat diterima ikut latihan bersama.

Peserta les kendang: tiga kelompok yang sering datang

Kelompok pertama anak sekolah yang masuk kegiatan karawitan. Biasanya mereka sudah memegang alat lain, lalu diminta guru mengisi posisi kendang karena kekurangan orang. Anak-anak ini datang dengan tenggat: pentas sekolah, lomba, atau peringatan hari besar. Latihannya dipadatkan ke pola yang dipakai gending yang akan dibawakan, dan orang tua biasanya meminta laporan tiap pertemuan.

Kelompok kedua remaja yang tertarik sendiri pada kesenian daerah. Sebagian menemukannya dari video, sebagian dari kelompok jaranan di kampungnya, sebagian lagi dari kakek atau paman yang dulu menabuh. Mereka cepat menyerap pola karena rajin mendengarkan, dan bagian yang perlu dibetulkan justru cara duduk serta bentuk tangan yang terlanjur dibiasakan sendiri.

Kelompok ketiga orang dewasa yang kembali menekuni. Ada yang pernah bermain saat SMA lalu berhenti dua puluh tahun, ada yang baru mulai sesudah anaknya besar. Kelompok ini butuh sesi yang menghargai waktunya: jadwal tetap, tugas yang jelas, dan kemajuan yang terlihat. Peserta dewasa di Wonocolo, Karang Pilang, dan Waru sering memilih sesi 90 menit sekali sepekan supaya sekali datang cukup panjang jalannya.

Yang perlu diketahui

Wilayah antar tutor kendang di Surabaya

Tutor datang ke rumah peserta. Wilayah antarnya mencakup 31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan di kabupaten tetangganya.

Sisi timur kota

Gubeng, Tambaksari, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar. Kawasan kampus dan perumahan, dengan banyak peserta remaja serta mahasiswa.

Sisi pusat dan utara

Genteng, Tegalsari, Bubutan, Simokerto, Semampir, Pabean Cantian, Bulak, dan Kenjeran. Rumah berdempetan, jadi jam latihan disepakati lebih dulu dengan tetangga.

Sisi selatan kota

Wonokromo, Wonocolo, Jambangan, Gayungan, Dukuh Pakis, Sawahan, dan Karang Pilang. Banyak sekolah di sini menjalankan kegiatan karawitan sepanjang tahun ajaran.

Sisi barat kota

Wiyung, Lakarsantri, Sambikerep, Benowo, Pakal, Tandes, Sukomanunggal, Asemrowo, dan Krembangan. Jarak antar rumah lebih longgar, jadi latihan siang hari lebih leluasa.

Kabupaten Sidoarjo

Waru, Taman, Gedangan, Buduran, Sedati, Candi, Sukodono, dan Krian. Sesi di wilayah ini biasanya disusun berpasangan supaya sekali perjalanan tutor menutup dua pertemuan.

Biaya les kendang per sesi dan penentunya

Biaya les kendang Edubia mulai Rp128.300 per sesi untuk sesi 60 menit dengan tutor datang ke rumah. Panjang 60 menit dipilih karena pergelangan tangan pemula kendang belum kuat menabuh lebih lama tanpa kehilangan bentuk bunyi, dan sesi yang dipaksa panjang justru meninggalkan kebiasaan tangan yang menegang.

Angkanya bergerak mengikuti empat hal: jenjang peserta, panjang sesi, banyaknya sesi per bulan, dan tempat belajar. Ujung atas rentang, Rp222.800 per sesi, berlaku untuk peserta dewasa yang mengambil sesi 60 menit di rumah. Sesi 90 menit dihitung dengan pengali durasi yang lebih besar, jadi biaya per sesinya naik dari angka itu. Peserta yang mengambil delapan sesi sebulan menerima potongan tipis dibanding yang mengambil empat.

Kalau sesi digelar di ruang co-learning Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi. NextSpace Kenjeran di Tambaksari dan Union Space Sidosermo di Wonocolo tersedia untuk itu. Satu catatan jujur: perangkat kendang tetap perlu disiapkan sendiri, sebab ruang co-learning menyediakan tempat duduk dan meja saja.

Biaya alat berada di luar biaya les, dan Edubia tidak menjual kendang. Tutor bisa menunjukkan ukuran yang cocok dan tempat membeli yang wajar harganya, supaya pembelian pertama Anda tidak salah ukuran.

Kelas kendang online dan bagian yang menuntut tatap muka

Sebagian isi les kendang berjalan baik lewat sesi online. Membaca pola, menghafal urutan isian, memahami tingkatan irama, dan mendengarkan contoh rekaman bisa dikerjakan dari layar. Peserta yang sedang berada di luar kota atau yang jadwalnya mendadak berubah kerap memakai sesi online sebagai penambal, supaya jarak antar latihan tetap rapat.

Bagian yang menuntut tatap muka juga jelas. Warna bunyi sulit dinilai lewat mikrofon ponsel: dhah yang tumpul dan dhah yang terbuka terdengar mirip sesudah melewati pemadatan suara. Posisi telapak, sudut pergelangan, dan ketegangan bahu juga lebih cepat dibetulkan ketika tutor bisa menunjukkannya langsung di alat yang sama.

Karena itu banyak peserta memakai campuran: pertemuan utama di rumah, sesi tambahan online untuk mengulang pola dan memeriksa hitungan. Tim penjadwalan bisa menyusunnya bergantian dalam satu bulan, dan biayanya mengikuti bentuk sesi yang dipakai.

Kemajuan bermain kendang setelah beberapa bulan les

Ukuran kemajuan bermain kendang mudah dilihat karena bunyinya terdengar. Di bulan pertama, tandanya empat bunyi dasar yang bisa dipisahkan orang lain di ruangan yang sama tanpa melihat tangan peserta.

Di bulan kedua sampai ketiga, tandanya pola dasar yang berjalan stabil. Cara mengujinya sederhana: peserta menabuh pola sambil menjawab pertanyaan ringan. Kalau polanya tetap jalan, berarti tangan sudah bekerja tanpa perlu diawasi terus oleh kepala.

Sesudah itu ukurannya berpindah ke isian dan aba-aba. Peserta dianggap siap masuk latihan kelompok ketika ia bisa memberi isyarat merapatkan irama dan menutup sajian, lalu penabuh lain benar-benar mengikuti isyarat itu. Momen ini yang biasanya membuat peserta bertahan lama: ia mendengar sendiri seluruh perangkat bergerak mengikuti tangannya.

Berapa lama sampai ke sana bergantung pada frekuensi latihan dan usia peserta. Anak SD yang berlatih pendek tiap hari kerap sampai lebih cepat daripada orang dewasa yang berlatih dua jam sekali sepekan. Tutor mencatat capaian tiap pertemuan, jadi orang tua di Sukolilo atau peserta dewasa di Tandes bisa melihat pergerakannya tanpa menebak.

Sorotan

Urutan sesi les kendang dari pertemuan pertama

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Pertemuan 1: menyetel duduk dan mendengar bunyi

    Tinggi plangkan, jarak duduk, dan posisi bahu disetel. Peserta menabuh dhah dan tak bergantian sambil tutor menunjukkan letak jatuhnya tangan di kulit.

  2. Pertemuan 2 sampai 4: empat bunyi dasar stabil

    Dhah, tak, thung, dan tong dilatih sampai bisa dipisahkan dengan mata tertutup. Di tahap ini rekaman pertama diambil sebagai pembanding.

  3. Pertemuan 5 sampai 8: pola dasar berjalan

    Satu pola dasar diulang dengan hitungan tetap, mula-mula pelan, lalu dinaikkan sedikit demi sedikit. Ketahanan tangan ikut terbentuk di tahap ini.

  4. Pertemuan 9 sampai 12: isian masuk

    Isian pendek disisipkan ke pola dasar, satu bentuk tiap pertemuan. Peserta belajar menahan hitungan sementara tangan bergerak lebih rapat.

  5. Pertemuan berikutnya: aba-aba dan peralihan

    Isyarat merapatkan irama, merenggangkan, dan menutup sajian dilatih. Tutor memerankan ansambel dengan menyanyikan balungan supaya peserta punya lawan bermain.

  6. Tahap lanjut: mengendangi gending utuh

    Peserta mengendangi satu gending dari pembuka sampai gong penutup. Sesudah itu banyak peserta melanjutkan ke latihan kelompok di sekolah atau sanggar wilayahnya.

Ringkasnya

Cara mendaftar kelas kendang di Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Isi formulir pendaftaran

    Sebutkan usia peserta, wilayah rumah, jam luang, dan apakah sudah ada kendang di rumah. Empat keterangan itu yang dipakai tim penjadwalan untuk mencari pendamping yang cocok.

  2. Bicara singkat dengan tim penjadwalan

    Tim menanyakan tujuan belajar: pentas sekolah, iringan tari, karawitan umum, atau sekadar ingin bisa menabuh. Tujuan itu menentukan susunan materi sejak pertemuan kedua.

  3. Kami memilihkan tutor yang cocok

    Peserta tidak perlu menyeleksi sendiri. Kami mencocokkan gaya mengajar, latar karawitan, wilayah antar, dan jam kosong, lalu mengirim satu nama beserta pengalamannya.

  4. Sesi pertama dan pemetaan awal

    Sesi pertama dipakai menyetel cara duduk, mencoba empat bunyi dasar, dan mengukur dari mana peserta berangkat. Catatan awal ini jadi pembanding di bulan berikutnya.

  5. Penyesuaian sesudah tiga pertemuan

    Kalau cara menuntun tutor sulit diikuti, peserta bisa meminta pengganti tanpa biaya tambahan, dan catatan kemajuannya berpindah ke tutor baru.

Tanya jawab

Berapa biaya dan bagaimana jadwal les kendang?

Berapa biaya les kendang di Edubia Surabaya?

Mulai Rp128.300 per sesi untuk sesi 60 menit dengan tutor datang ke rumah. Angkanya bergerak mengikuti jenjang peserta, panjang sesi, dan banyaknya sesi per bulan, dengan ujung atas Rp222.800 per sesi untuk peserta dewasa yang mengambil sesi 60 menit. Sesi di ruang co-learning menambah Rp15.000 per sesi.

Saya belum punya kendang. Apakah tetap bisa ikut?

Bisa. Pertemuan awal dijalankan dengan bantalan latihan atau permukaan lain yang dialasi kain untuk melatih hitungan dan urutan tangan. Sesudah tiga sampai empat pertemuan biasanya sudah jelas ukuran mana yang cocok, dan tutor membantu menunjukkan pilihan alat sebelum peserta membeli.

Apakah tutor membawa kendang sendiri ke rumah peserta?

Kendang ageng berbadan besar dan berat, jadi memindahkannya tiap pertemuan tidak praktis. Tutor datang dengan catatan pola dan hitungan, sementara kendang atau bantalan latihannya disiapkan peserta di luar tarif sesi. Kalau di rumah sudah ada kendang, sesi memakai alat itu. Kalau belum, tim penjadwalan membicarakannya sebelum pertemuan pertama supaya tak ada yang terkejut di hari sesi.

Umur berapa anak bisa mulai belajar kendang?

Yang menentukan adalah ukuran tangan dan daya duduk anak, lebih daripada angka umurnya. Anak kelas 3 SD ke atas umumnya sudah bisa menjangkau kedua sisi kulit dengan nyaman. Untuk yang lebih kecil, sesi diarahkan ke ketipung dan bantalan latihan dengan porsi bermain yang lebih besar.

Latihan kendang di rumah berisik. Bagaimana dengan tetangga?

Sepakati jam latihan lebih dulu, biasanya sore antara pulang sekolah dan waktu maghrib, lalu jaga jam itu. Pilih ruangan yang dindingnya tidak berbagi dengan rumah sebelah dan beri karpet supaya pantulan bunyi berkurang. Pengulangan panjang bisa dipindah ke bantalan latihan yang suaranya kecil, sementara hitungan tetap terlatih.

Rumah saya di Sidoarjo, apakah masih terjangkau tutor kendang Edubia?

Masih. Wilayah antar mencakup 31 kecamatan Kota Surabaya serta 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo, termasuk Waru, Taman, Gedangan, Buduran, dan Krian. Untuk wilayah yang jauh dari pusat kota, sesi biasanya disusun berpasangan dalam satu hari supaya sekali perjalanan menutup dua pertemuan.

Berapa kali sepekan sebaiknya les kendang dijalankan?

Sekali sepekan cukup untuk memulai, dan dua kali sepekan mempercepat tahap awal ketika bunyi dasar serta pola sedang dibentuk. Yang lebih menentukan justru pengulangan pendek di luar sesi: lima belas menit tiap hari memberi hasil yang berbeda dari dua jam sekali sepekan.

Apa beda kendang ageng, ciblon, dan ketipung?

Kendang ageng berbadan besar dengan bunyi rendah, dipakai untuk gending yang berjalan tenang. Ketipung berbadan kecil dan bersuara tinggi, kerap dipasangkan dengan kendang ageng lalu dimainkan satu orang. Kendang ciblon berukuran tengah dengan pola rapat dan banyak isian, dan itu yang dipakai untuk gending ramai serta iringan tari.

Bisakah les kendang dijalankan online?

Sebagian bisa. Membaca pola, menghafal urutan isian, dan mendengarkan contoh berjalan baik lewat sesi online. Yang menuntut tatap muka adalah menilai warna bunyi dan membetulkan posisi tangan, sebab mikrofon ponsel meratakan beda antara bunyi yang terbuka dan yang diredam. Banyak peserta memakai campuran keduanya.

Apakah peserta menyeleksi sendiri tutornya?

Kami yang memilihkan. Tim penjadwalan mencocokkan gaya mengajar, latar karawitan, wilayah antar, dan jam kosong, lalu mengirim satu nama beserta pengalamannya. Kalau sesudah beberapa pertemuan cara menuntunnya sulit diikuti, peserta bisa meminta pengganti tanpa biaya tambahan dan catatan kemajuannya ikut berpindah.

Berapa lama sampai bisa mengiringi satu gending?

Peserta yang berlatih pendek tiap hari dan bertemu tutor sekali sepekan umumnya bisa menjalankan satu pola dasar dengan tempo tetap di bulan kedua, lalu mengendangi gending sederhana dari pembuka sampai gong penutup di bulan keempat sampai keenam. Angka ini bergerak mengikuti frekuensi latihan.

Anak saya ikut karawitan sekolah dan ada pentas dua bulan lagi. Bisa dikejar?

Bisa dipersempit ke gending yang akan dibawakan. Tutor meminta rekaman atau notasi gendingnya, lalu memecah pola kendangnya jadi ruas pendek dan melatih bagian peralihan yang biasanya jadi titik jatuh saat pentas. Sesi dua kali sepekan sampai hari pentas lebih masuk akal untuk tenggat sependek itu.

Kenapa bunyi kendang di rumah berubah saat musim hujan?

Kulit kendang menyerap uap air. Di udara lembap kulit mengendur sehingga bunyinya turun dan terdengar lesu; di udara kering ia mengencang. Rumah dekat pesisir seperti di Bulak dan Kenjeran merasakannya lebih jelas. Simpan alat di ruangan berudara, jauh dari lantai lembap dan matahari langsung, lalu setel talinya bersama tutor.

Apakah les kendang cocok untuk orang dewasa yang baru mulai?

Cocok. Kelompok dewasa justru sering datang: ada yang pernah menabuh saat sekolah lalu berhenti lama, ada yang baru mulai sesudah anaknya besar. Sesi 90 menit sekali sepekan kerap dipilih supaya sekali datang cukup panjang, dengan jeda di tengah karena pergelangan tangan pemula memang cepat pegal.

Bagaimana cara mendaftar dan kapan sesi pertama bisa mulai?

Isi formulir pendaftaran dengan menyebut usia peserta, wilayah rumah, jam luang, dan apakah sudah ada kendang di rumah. Tim penjadwalan lalu menanyakan tujuan belajar dan mencocokkan tutor. Sesi pertama umumnya bisa dijadwalkan dalam hitungan hari sesudah nama tutor dan jamnya bertemu.

Ayo Bergabung

Jadwalkan sesi kendang pertama Anda

Daftar hari ini, tutor kendang pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 5 hari kerja.