4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat
Kursus Fotografi di Surabaya
Kursus fotografi privat di Surabaya: satu mentor, satu peserta, di rumah atau daring. Materi dari segitiga eksposur, arah cahaya, komposisi, olah RAW, sampai etika memotret orang. Praktik di Kota Lama, pasar, dan taman kota. Mulai Rp97.300 per sesi 90 menit.
Kursus Fotografi di Surabaya: gambaran singkatnya
Kursus fotografi privat di Surabaya: satu mentor, satu peserta, di rumah atau daring. Materi dari segitiga eksposur, arah cahaya, komposisi, olah RAW, sampai etika memotret orang. Praktik di Kota Lama, pasar, dan taman kota. Mulai Rp97.300 per sesi 90 menit.
Konsultasi dan DaftarSekilas Program
- Kamera peserta
- ponsel, kamera saku, mirrorless, atau DSLR merek apa pun
- Tingkat
- pemula sampai peserta yang menyiapkan diri menerima pekerjaan berbayar
- Tempat praktik
- rumah peserta, kawasan Kota Lama, taman kota, pasar, atau ruang tertutup
- Lama program
- 12 sampai 20 sesi, mengikuti genre yang dituju
- Perlengkapan mentor
- pemantul, penyebar, lampu kilat lepas, dan lampu menetap kecil
- Biaya
- mulai Rp97.300 per sesi, mentor spesialis mulai Rp186.500
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
- Jadwal
- buka tiap hari, dari jam tujuh pagi sampai jam sembilan malam
Fleksibel
Fotografi yang menyesuaikan jadwal anak
Tutor fotografi datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Tanda kemajuan
Lima titik ukur sepanjang kursus fotografi
Kemajuan pada fotografi terbaca dari berapa banyak bingkai layak pakai dalam satu pemotretan. Lima titik berikut diperiksa mentor bersama peserta, dan tiap titik punya tanda lolos yang bisa dilihat langsung di layar.
- 01
Lepas dari mode otomatis
Sesi 1 sampai 3Tanda lolos: peserta memotret satu subjek pada tiga tingkat kecerahan berbeda dengan pengaturan penuh manual, dan sanggup menyebutkan tombol mana yang ia putar untuk tiap perubahan.
- 02
Membaca arah dan ukuran sumber cahaya
Sesi 4 sampai 7Tanda lolos: masuk ke ruangan asing, peserta menunjuk sumber utama beserta arah bayangannya dalam waktu kurang dari sepuluh detik, lalu menempatkan subjek tanpa dituntun.
- 03
Bertahan di keadaan cahaya yang sulit
Sesi 8 sampai 12Tanda lolos: dari sepuluh bingkai yang diambil di ruangan berlampu campuran, sedikitnya enam memiliki rona kulit yang wajar tanpa perbaikan warna sesudahnya.
- 04
Menambah cahaya buatan tanpa merusak suasana
Sesi 13 sampai 16Tanda lolos: satu potret dibuat memakai satu lampu tambahan, bayangan di dinding belakang subjek hilang, dan bentuk wajahnya tetap terbaca.
- 05
Menyusun kumpulan karya lintas keadaan
Sesi 17 sampai 20Tanda selesai: dua belas foto terpilih mewakili sedikitnya enam keadaan cahaya berbeda, dan peserta sanggup menerangkan pengaturan tiap foto tanpa membuka keterangan berkasnya.
Kecocokan
Peserta yang cocok dengan kursus ini
Tanda program ini pas dengan kebutuhan Anda
- Kamera Anda jarang keluar dari mode otomatis, dan Anda ingin memakainya sepenuhnya.
- Anda berjualan daring dan ingin memotret barang dagangan sendiri tanpa menunggu jasa foto.
- Mutu foto Anda berubah-ubah tiap kali memotret, sementara penyebabnya belum ketahuan.
- Anda ingin memotret keluarga di dalam rumah dan sering kalah oleh cahaya yang kurang.
- Anda menyiapkan diri menerima pekerjaan berbayar dan perlu karya yang mewakili beberapa keadaan cahaya.
Pokok materi
Tiga belas pokok fotografi dan salah langkah yang khas
Empat pokok pertama selalu didahulukan, sedangkan sisanya dijalankan menurut genre yang Anda tuju. Tiap pokok membawa satu salah langkah yang berulang ditemui mentor pada peserta baru, dan cara menanganinya dilatih langsung di lokasi.
- 1
Segitiga eksposur dan pertukarannya
Pokok dasarYang dibahas. Hubungan bukaan, kecepatan rana, dan kepekaan sensor dalam satuan langkah yang sama, cara membaca histogram, serta pemakaian kompensasi eksposur.
Jebakan umum. Ketiganya dihafal sebagai tabel angka. Begitu keadaan cahaya bergeser sedikit, peserta kehilangan pegangan dan kembali ke mode otomatis dalam hitungan menit.
Cara tutor. Mentor mengunci dua sisi lalu meminta peserta menggerakkan satu sisi saja sampai terangnya benar. Latihan diulang dengan sisi yang berganti, sehingga pertukarannya terbaca lewat mata sendiri.
- 2
Fokus, titik fokus, dan kedalaman ruang
Pokok dasarYang dibahas. Pengaruh bukaan, panjang fokal, dan jarak subjek terhadap lebar area tajam, pemindahan titik fokus, serta cara memisahkan subjek dari latarnya.
Jebakan umum. Fokus dikunci di tengah bingkai lalu kamera digeser. Pada bukaan lebar, bidang tajamnya ikut berputar dan mata subjek keluar dari area tajam tanpa terlihat di layar kecil.
Cara tutor. Peserta dilatih memindahkan titik fokusnya, dan hasil kedua cara itu diperiksa berdampingan dengan pembesaran penuh di lokasi yang sama.
- 3
Arah cahaya dan letak bayangan
Pokok dasarYang dibahas. Membedakan cahaya depan, samping, dan belakang, membaca arah bayangan pada wajah, serta memilih posisi berdiri sebelum kamera diangkat.
Jebakan umum. Subjek diminta menghadap matahari supaya wajahnya terang. Matanya menyipit, bayangan hidung jatuh tegas ke pipi, dan tidak ada olahan berkas yang sanggup memulihkan ekspresi yang hilang.
Cara tutor. Mentor membalik posisinya: subjek membelakangi matahari, lalu wajahnya diangkat dengan pemantul. Kedua hasil disandingkan di layar sebelum materi berpindah.
- 4
Kualitas cahaya, keras dan lembut
Pokok dasarYang dibahas. Hubungan ukuran sumber dengan ketegasan tepi bayangan, pemakaian penyebar dan pemantul, serta pengaruh jarak sumber ke subjek.
Jebakan umum. Kelembutan dikira urusan daya lampu, sehingga dayanya terus dinaikkan setiap hasil terasa kurang. Cahayanya justru makin keras dan bayangannya makin tegas.
Cara tutor. Daya dikunci pada satu angka sepanjang latihan, dan peserta hanya boleh menggeser posisi lampu serta mengganti ukuran penyebarnya. Hubungan jarak dengan kelembutan muncul sendiri.
- 5
Suhu warna dan ruangan berlampu campuran
Keadaan sulitYang dibahas. Mengenali sumber yang berbeda suhu dalam satu ruangan, memilih satu sumber sebagai penentu, mengunci suhu warna, dan memakai rona kulit sebagai patokan.
Jebakan umum. Kafe dengan lampu kuning di langit-langit, lampu putih di dapur, dan sisa cahaya siang dari pintu diperlakukan sebagai satu keadaan. Koreksi tunggal selalu menyisakan rona kehijauan di wajah.
Cara tutor. Peserta memindahkan subjek sampai satu sumber jelas menguasai, sebab berpindah dua meter jauh lebih murah daripada menyeimbangkan tiga suhu warna sekaligus.
- 6
Komposisi, lapisan, dan momen
Genre apa punYang dibahas. Memakai garis yang tersedia di lokasi, menyusun lapisan depan sampai belakang, membersihkan tepi bingkai, dan menunggu momen pada komposisi yang sudah disiapkan.
Jebakan umum. Perhatian tertuju penuh ke subjek di tengah. Tiang, kabel, dan tangan orang lain baru terlihat setibanya di rumah, ketika lokasinya sudah jauh.
Cara tutor. Sebelum menekan tombol, peserta diminta menyebutkan isi keempat tepi bingkai dengan suara. Kebiasaan ini terdengar aneh pada dua pertemuan awal, lalu berjalan sendiri.
- 7
Cahaya rendah dan pemotretan malam
Keadaan sulitYang dibahas. Urutan penyesuaian antara bukaan, kecepatan rana, dan kepekaan sensor, batas aman gerak tangan, pemakaian penyangga kamera, serta memotret lampu kota.
Jebakan umum. Kepekaan sensor langsung dinaikkan jauh begitu ruangan gelap, padahal lensa masih tertutup dan kecepatan rana masih bisa diturunkan. Fotonya keluar berbutir tanpa alasan yang perlu.
Cara tutor. Urutan tetap dilatih berulang: buka lensa dulu, turunkan kecepatan sampai batas aman tangan, baru naikkan kepekaan. Batas aman tiap peserta diukur sendiri di sesi itu.
- 8
Lampu kilat lepas di luar kamera
Cahaya buatanYang dibahas. Memantulkan kilatan ke langit-langit dan dinding, mengatur daya, memadukan kilatan dengan cahaya ruangan, serta menempatkan lampu di samping subjek.
Jebakan umum. Kilatan ditembakkan lurus ke wajah karena hasilnya terang seketika. Kulit tampak rata memantul, dan sebuah bayangan tegas jatuh di dinding tepat di belakang kepala.
Cara tutor. Kepala lampu diarahkan ke langit-langit sejak percobaan pertama, lalu satu subjek dipotret dengan dua cara supaya selisihnya masuk lewat mata sendiri.
- 9
Studio kecil dengan lampu menetap
Cahaya buatanYang dibahas. Menempatkan sumber utama, mengatur lampu pengisi, menghitung jarak lampu ke subjek, memakai penyebar, dan membentuk pola cahaya pada wajah.
Jebakan umum. Lampu kedua dinyalakan dengan daya sama besar supaya bayangan hilang seluruhnya. Wajah kehilangan bentuk dan hasilnya terlihat rata seperti foto dokumen.
Cara tutor. Sumber utama dipasang lebih dulu sampai bentuk wajahnya benar. Lampu pengisi ditambahkan kemudian dengan daya lebih rendah, hanya untuk mengangkat bayangan tanpa menghapusnya.
- 10
Potret: jarak, fokal, dan percakapan
GenreYang dibahas. Memilih panjang fokal yang menjaga bentuk wajah, menentukan jarak berdiri, mengarahkan pose dengan kalimat sederhana, dan menjaga suasana supaya subjek melupakan kamera.
Jebakan umum. Lensa lebar dipakai dari jarak dekat supaya latarnya ikut masuk. Hidung membesar, telinga mengecil, dan subjek merasa wajahnya aneh tanpa sanggup menyebut sebabnya.
Cara tutor. Peserta mundur beberapa langkah lalu memanjangkan fokal, dan dua foto dari subjek yang sama disandingkan. Latihan mengarahkan pose memakai kalimat pendek yang menyebut satu gerakan saja.
- 11
Foto produk di meja rumah
GenreYang dibahas. Menyusun satu sumber utama dari jendela, memakai kertas putih sebagai pemantul, menyiapkan latar bersih, mengendalikan pantulan pada permukaan mengilap, dan menjaga keseragaman antar foto.
Jebakan umum. Barang difoto di meja makan dengan lampu ruangan berwarna kuning dan alas kain berkerut. Warna produknya bergeser dari aslinya, lalu pembeli yang menerima barang merasa tertipu meski penjualnya jujur.
Cara tutor. Mentor membangun meja foto sederhana dari jendela, kertas putih, dan satu pemantul di depan peserta, lalu peserta mengulanginya dengan barang dagangannya sendiri sampai sepuluh foto keluar seragam.
- 12
Mengolah berkas RAW seperlunya
Sesudah memotretYang dibahas. Urutan olah yang pendek, penyetelan suhu warna, pemulihan bagian terang dan gelap, pelurusan garis, pemotongan tepi, serta penyalinan setelan ke satu kumpulan foto.
Jebakan umum. Foto yang lemah diolah berjam-jam dengan harapan bisa diselamatkan. Waktunya habis, hasilnya rapuh, dan kesalahan di lokasi terulang pekan berikutnya karena sebabnya tak pernah dibahas.
Cara tutor. Batas olah ditetapkan sejak awal: lima langkah, satu foto, sepuluh menit. Foto yang tetap lemah sesudah batas itu dipakai sebagai bahan pembahasan keputusan di lokasi.
- 13
Etika dan cara mendekati orang
Sikap kerjaYang dibahas. Kapan izin perlu diminta, kalimat pembuka yang wajar, memotret anak-anak, memperlihatkan hasil di tempat, serta persetujuan untuk foto yang dipakai berdagang.
Jebakan umum. Kamera diangkat dari kejauhan dengan lensa panjang supaya tidak ketahuan. Subjeknya biasanya tetap sadar, ekspresinya mengeras, dan hubungan yang seharusnya terbangun hilang sejak awal.
Cara tutor. Peserta dilatih mendekat, menyapa, dan meminta izin dengan satu kalimat pendek. Foto yang diambil sesudah percakapan hampir selalu lebih terbuka daripada foto curian dari seberang jalan.
Bawaan peserta
Yang perlu disiapkan sebelum sesi fotografi pertama
Kamera yang sudah Anda miliki
Ponsel, kamera saku, mirrorless, atau DSLR lama. Sebagian besar pokok materi bisa ditempuh dengan ponsel yang pengaturannya dapat dikunci.
Baterai terisi penuh
Satu sesi berisi praktik hampir tanpa jeda. Baterai separuh membuat latihan berhenti tepat ketika cahayanya sedang bagus.
Kartu memori dengan ruang kosong
Berkas RAW cepat memenuhi kartu, dan berkas RAW itulah yang dipakai memeriksa keputusan pencahayaan Anda di sesi berikutnya.
Kain pembersih lensa
Sidik jari pada lensa ponsel adalah penyebab kabut tipis yang sering dikira setelan kamera bermasalah.
Seseorang yang bersedia difoto
Anggota keluarga atau teman untuk sesi potret. Latihan potret menuntut wajah manusia berikut umpan balik ekspresinya.
Aplikasi kamera manual di ponsel
Bagi pengguna ponsel, kesanggupan mengunci kecepatan rana dan suhu warna menjadi syarat masuk pokok cahaya campuran.
Sekitar dua jam sepekan di luar sesi
Tugas antar pertemuan berupa keadaan cahaya yang harus dicari sendiri, dan waktu itulah yang membuat materinya mengendap.
Tempat menyimpan foto latihan secara berurutan
Foto disimpan per pokok supaya perbandingan bulan pertama dengan bulan berjalan bisa dilakukan di sesi penutup.
Pembeda kami
Kelebihan kelas fotografi bersama Edubia
Pembacaan kebiasaan memotret di pertemuan pembuka
Keterangan pengaturan pada foto lama peserta dibaca satu per satu untuk menemukan kebiasaan yang menahan hasilnya.
Praktik memotret mengisi hampir seluruh waktu sesi
Penjelasan diberikan sambil kamera di tangan, sehingga tiap teori langsung diuji pada keadaan yang ada di depan mata.
Perlengkapan cahaya dibawa mentor
Pemantul, penyebar, lampu kilat lepas, dan lampu menetap kecil disediakan selama sesi, jadi peserta menunda pembelian sampai kebutuhannya jelas.
Lokasi praktik berpindah mengikuti materi
Rumah peserta, kawasan lama, taman kota, pasar, dan ruang tertutup dipakai bergantian menurut pokok yang sedang dipelajari.
Catatan pengaturan yang Anda susun sendiri
Tiap pokok ditutup dengan catatan pribadi berisi titik awal pengaturan untuk keadaan itu, dan catatan tersebut dipakai lagi di lapangan.
Mentor bisa diganti tanpa biaya tambahan
Kalau ritme mengajar mentor pertama kurang cocok, Edubia menyiapkan penggantinya, dan urutan materi Anda diteruskan dari titik yang sudah dicapai.
Kursus fotografi privat Surabaya: isi materi dan biayanya
Kursus fotografi Edubia berjalan berdua saja. Satu mentor, satu peserta, dan kamera yang menyala hampir sepanjang pertemuan. Satu sesi berlangsung 90 menit dengan tarif mulai Rp97.300, dan tempatnya mengikuti materi hari itu. Latihan cahaya jendela berjalan di rumah Anda sendiri, latihan garis dan perspektif berjalan di kawasan Kota Lama Surabaya yang bangunannya rapat, sedangkan latihan memotret orang berjalan di pasar tempat orang benar-benar sedang bekerja.
Materinya dibuka dari hal yang sama untuk semua peserta, yaitu segitiga eksposur berikut akibat sampingan yang dibawa tiap pengaturan. Sesudah itu jalannya bercabang mengikuti genre yang Anda tuju. Peserta yang ingin memotret barang dagangannya menempuh urutan berbeda dari peserta yang ingin memotret keluarga di dalam rumah, dan keduanya berbeda lagi dari peserta yang tertarik pada fotografi jalanan. Mentor menyusun urutan itu pada pertemuan pembuka, sesudah melihat foto yang sudah Anda buat selama ini. Kalau ritme mengajarnya kurang cocok dengan Anda, mentor bisa diganti tanpa biaya tambahan.
Rincian
Segitiga eksposur dan kompromi di tiap sisinya
Bukaan lensa mengurus dua pekerjaan sekaligus
Angka f menentukan banyaknya cahaya yang masuk sekaligus lebar area yang tajam. Membuka lensa demi ruangan gelap otomatis menipiskan area tajam, dan wajah kedua di sebelah subjek ikut melunak.
Kecepatan rana memilih membekukan atau mengaburkan
Angka ini menahan gerak. Tangan pedagang yang sedang menakar terbaca tajam di 1/250 detik dan berubah menjadi sapuan lembut di 1/30 detik. Keduanya sah, asal Anda yang memutuskan.
Kepekaan sensor menaikkan terang berikut butirannya
ISO memperkuat sinyal yang sudah tertangkap. Ia menyelamatkan sesi di ruangan gelap, dan bayarannya butiran halus serta warna yang sedikit meluntur di bagian yang gelap.
Satu langkah di sini dibayar satu langkah di sana
Ketiganya berpasangan dalam satuan yang sama. Menutup lensa satu langkah bisa diganti dengan menurunkan kecepatan rana satu langkah, dan peserta yang menguasai pertukaran ini berhenti menebak.
Pengukur cahaya kamera sedang menebak
Kamera mengira segala sesuatu berwarna abu-abu sedang. Gaun putih membuatnya menurunkan terang dan jas hitam membuatnya menaikkan. Kompensasi eksposur ada untuk membetulkan tebakan itu.
Fokus dan kedalaman ruang: memilih apa yang tajam
Ketajaman dalam foto punya batas depan dan batas belakang, dan jarak di antara keduanya disebut kedalaman ruang. Tiga hal menentukan lebarnya: angka bukaan, panjang fokal lensa, dan jarak Anda ke subjek. Dua faktor berikutnya sering terlewat. Mendekat setengah meter ke wajah subjek menipiskan area tajam jauh lebih cepat daripada membuka lensa satu langkah.
Titik fokus diletakkan pada mata yang lebih dekat ke kamera. Di bukaan lebar, selisih dua sentimeter antara mata dan bulu mata sudah terlihat begitu foto dibuka di layar besar. Kebiasaan mengunci fokus di tengah lalu menggeser bingkai bekerja di bukaan sedang dan mulai meleset di bukaan lebar, sebab bidang tajamnya ikut berputar mengikuti kamera. Latihannya sederhana: pindahkan titik fokusnya, dan biarkan kameranya diam.
Peserta yang memakai ponsel bertemu persoalan lain. Latar yang lembut pada mode potret dihitung perangkat lunak, dan hitungan itu meleset di helai rambut, gagang kacamata, serta sela jari. Cara menghindarinya adalah memperlebar jarak antara subjek dan latarnya, sehingga kelembutan itu lahir dari optiknya sendiri.
Sorotan
Komposisi sesudah aturan sepertiga
Aturan sepertiga menyelesaikan pertanyaan pertama saja, yaitu ke mana subjek diletakkan. Lima hal berikut yang menentukan sisanya.
Garis yang sudah tersedia di lokasi
Rel, pagar, sela bangunan, dan tepi trotoar menuntun mata pembaca. Di kawasan Kota Lama Surabaya garis semacam ini berlimpah, dan tugas Anda memilih satu lalu berdiri di tempat yang membuatnya bekerja.
Lapisan depan, tengah, dan belakang
Foto yang terasa datar biasanya hanya punya satu lapisan. Menaruh sesuatu di dekat lensa, misalnya daun atau bahu orang lain, seketika memberi kedalaman pada bidang dua dimensi.
Membersihkan tepi bingkai sebelum menekan tombol
Tiang listrik yang tumbuh dari kepala subjek dan tangan orang asing di sudut kanan lahir dari mata yang cuma menatap tengah bingkai. Sapu keempat tepinya lebih dulu.
Jarak berdiri ikut menentukan ceritanya
Lensa lebar dari dekat membesarkan hidung dan melebarkan ruangan, lensa panjang dari jauh memipihkan wajah dan merapatkan latar. Wajah yang wajar lahir dari mundur beberapa langkah lalu memanjangkan fokal.
Menunggu di dalam bingkai yang sudah disiapkan
Cara kerja yang dipakai fotografer jalanan: temukan latar yang menarik dulu, tetapkan komposisinya, lalu tunggu orang yang tepat berjalan masuk. Memotret sambil mengejar orang jarang menghasilkan bingkai yang rapi.
Membaca cahaya: arah, kualitas, dan warnanya
Begitu tiba di satu tempat, ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab sebelum kamera diangkat. Dari mana cahayanya datang, seberapa besar sumbernya dibandingkan subjek, dan warnanya apa.
Arah menentukan letak bayangan. Cahaya dari depan meratakan wajah sampai kehilangan bentuk, cahaya dari samping memunculkan tekstur dan tulang pipi, cahaya dari belakang memberi garis bercahaya di rambut sambil menggelapkan wajah. Ketiganya berguna, dan yang keliru hanyalah memakainya tanpa sengaja.
Kualitas ditentukan ukuran sumber terhadap subjek. Matahari berukuran besar sekali, sementara dari Bumi ia tampak kecil, jadi tengah hari di halaman terbuka melahirkan bayangan bertepi tegas. Langit yang tertutup awan tebal berubah menjadi sumber selebar atap dunia, dan bayangannya melunak sampai nyaris hilang. Jendela besar sejarak satu meter bersifat lembut, dan jendela yang sama dari lima meter mengeras kembali.
Warna berubah sepanjang hari, dan di Surabaya jadwalnya rapat. Matahari terbenam di kota ini jatuh antara pukul 17.27 dan 17.55 sepanjang tahun, jadi jam cahaya hangat dimulai kira-kira pukul 16.45 lalu habis dengan cepat. Peserta yang berangkat setelah pukul lima biasanya kehilangan separuh jendelanya.
Poin penting
Empat genre dan tuntutan masing-masing
Fotografi jalanan menuntut antisipasi
Momennya datang sekali saja. Yang dilatih adalah menyiapkan pengaturan lebih dulu, memakai prafokus pada jarak tertentu, dan membaca ke arah mana orang akan melangkah. Keberanian menyapa ikut dilatih di sini.
Potret menuntut hubungan dengan orangnya
Sebagian besar pekerjaannya berupa percakapan. Fokal 50 sampai 85 milimeter dari jarak wajar menjaga bentuk wajah, dan sisanya soal membuat orang di depan lensa lupa bahwa ada kamera.
Foto produk menuntut keseragaman
Satu foto bagus itu mudah. Tiga puluh foto yang warnanya sama, latarnya sama, dan sudutnya sama adalah pekerjaan lain. Pantulan pada permukaan mengilap dikendalikan lewat ukuran dan posisi sumber cahaya.
Arsitektur menuntut disiplin pada garis
Kamera yang mendongak membuat gedung tampak roboh ke belakang. Perbaikannya adalah mundur dan menaikkan posisi kamera, sedangkan sisa kemiringannya diluruskan saat mengolah berkas.
Mengolah berkas RAW sebatas yang perlu
Berkas RAW menyimpan lebih banyak keterangan daripada JPG, terutama di bagian yang sangat terang dan sangat gelap. Ia memberi ruang untuk memperbaiki, dan ruang itu ada batasnya. Setengah langkah eksposur yang meleset masih bisa dibetulkan, sementara fokus yang meleset dan arah cahaya yang keliru tinggal menjadi pelajaran untuk pemotretan berikutnya.
Urutan olah yang diajarkan di kelas ini pendek dan selalu sama. Luruskan garis cakrawala, potong tepi yang mengganggu, setel suhu warna sampai kulit terlihat wajar, atur terang keseluruhan, turunkan bagian yang terlampau terang, angkat sedikit bagian gelap, lalu berhenti. Penajaman diberikan tipis di langkah penutup. Peserta yang menghabiskan empat puluh menit untuk satu foto biasanya sedang menambal keputusan yang salah di lokasi.
Untuk foto barang dagangan ada satu langkah tambahan yang menghemat banyak waktu. Setelan satu foto disalin ke seluruh kumpulan hari itu, sehingga tiga puluh foto katalog keluar dengan warna yang seragam. Pembeli menilai keseragaman itu lebih cepat daripada ketajaman, sebab warna yang berpindah-pindah membuat barangnya terlihat berbeda-beda.
Memilih kamera pertama dengan jujur
Ponsel yang dirilis lima tahun belakangan sudah cukup untuk mempelajari komposisi, arah cahaya, dan momen. Ketiganya bagian yang menentukan hasil, dan ketiganya tidak menuntut sensor besar. Peserta yang keluhannya berbunyi foto saya terasa datar hampir selalu sedang menghadapi persoalan cahaya dan sudut, dan kamera baru tidak menyentuh keduanya.
Batas ponsel muncul di tiga tempat. Ruangan gelap memaksa perangkat lunaknya bekerja keras sampai wajah terlihat seperti lukisan cat air, latar yang lembut ditiru lewat hitungan lalu meleset di helai rambut, dan lampu kilat lepas tidak bisa dipicu. Peserta yang memotret acara di dalam gedung atau menekuni potret akan menemui batas itu dalam beberapa pekan.
Kalau memang perlu membeli, urutan yang masuk akal adalah badan kamera bekas dari generasi sebelumnya ditambah satu lensa tetap 50 milimeter. Badan kamera cepat tergantikan model baru, sementara lensa bertahan bertahun-tahun dan berpindah ke badan berikutnya. Perlengkapan cahaya ditunda sampai Anda tahu genre yang ditekuni, sebab lampu untuk foto produk dan lampu untuk acara berbeda bentuk.
Tempat memotret di Surabaya yang dipakai kelas ini
Kawasan Kota Lama Surabaya, yang membentang di Krembangan dan Pabean Cantian, dipakai untuk latihan garis, perspektif, dan cahaya pantul. Area terbukanya bisa dimasuki tanpa tiket, jadi peserta bebas kembali sendiri untuk mengerjakan tugas. Jalan Gelatik dengan dinding tuanya berguna untuk potret berlatar rata, muka Gedung Cerutu untuk latihan garis vertikal, dan halaman De Javasche Bank untuk cahaya pagi. Museum itu sendiri melayani pengunjung Selasa sampai Minggu pada pukul 08.00 hingga 16.00, sedangkan Pos Bloc di dekatnya buka sampai malam dan cocok untuk latihan cahaya buatan.
Di luar kawasan itu, tiap kecamatan punya keperluannya sendiri. Tugu Pahlawan di Bubutan menyediakan ruang lapang untuk belajar menghadapi terik tengah hari. Jalan Tunjungan di Genteng memberi deretan muka bangunan serta lampu toko untuk latihan senja ke malam. Taman Harmoni Keputih di Sukolilo dan Kebun Bibit Wonorejo di Rungkut menyediakan naungan pohon dan latar hijau untuk potret keluarga. Kawasan pantai di Bulak menghadap ke timur, jadi ia dipakai untuk sesi pagi: matahari terbit di atas air dan memberi cahaya rendah yang datang dari depan subjek.
Pasar sebagai ruang latihan memotret manusia
Pasar memberi tiga hal sekaligus yang sulit ditemukan di tempat lain: cahaya sulit, gerak yang terus berjalan, dan orang yang sedang benar-benar bekerja. Pasar Pabean di Pabean Cantian, Pasar Keputran di Tegalsari, dan lorong-lorong Pasar Atom dipakai bergantian menurut jam latihan.
Persoalan cahayanya khas. Atap seng dan terpal menahan sebagian besar sinar, lalu menjatuhkan berkas terang lewat celah-celahnya. Selisih terang antara lorong yang gelap dan berkas itu jauh melampaui kesanggupan sensor mana pun, sehingga peserta belajar memilih: mengukur cahaya pada wajah dan merelakan sisanya memutih, atau menunggu subjek berpindah ke tempat yang selisihnya lebih ramah.
Kecepatan rana ikut diuji di sini. Tangan yang sedang menimbang, uang yang berpindah, dan ikan yang dilempar ke atas timbangan menuntut angka yang cukup tinggi, sementara ruangannya justru gelap. Di titik inilah pertukaran antara tiga sisi segitiga eksposur berhenti terasa sebagai teori. Peserta yang sudah melewati sesi pasar biasanya berhenti takut menaikkan kepekaan sensor, sebab foto berbutir yang tajam jelas lebih berguna daripada foto bersih yang kabur.
Peserta dari Sidoarjo dan latihan di sekitar rumahnya
Mentor menjangkau 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, dan peserta dari Waru, Gedangan, Sedati, Taman, Buduran, serta Candi umumnya berlatih di dekat tempat tinggalnya sendiri. Alasannya masuk akal: keadaan cahaya yang perlu dikuasai adalah keadaan yang mereka temui tiap hari, dan perjalanan satu jam ke pusat kota memakan waktu yang lebih berguna untuk memotret.
Dua kawasan di sana justru menjadi ruang latihan yang jarang tersedia di tempat lain untuk foto barang. Sentra tas dan koper di Tanggulangin, yang koperasinya berdiri di Desa Kedensari, memberi permukaan kulit yang memantulkan cahaya dengan cara rumit. Kulit mengilap menampilkan bentuk sumber cahaya di permukaannya, jadi peserta belajar memperbesar dan memindahkan sumber sampai pantulannya berubah menjadi bidang yang lembut. Kampung Batik Jetis di Kecamatan Sidoarjo memberi persoalan sebaliknya: kain bertekstur dengan warna yang harus terbaca persis seperti aslinya, sehingga suhu warna dan keseragaman antar foto yang diuji di sana. Pelaku usaha kecil di dua kawasan itu memotret dagangannya sendiri tiap pekan, dan materi kelas ini disusun dari kebutuhan tersebut.
Etika memotret orang di ruang terbuka
Kemampuan teknis membawa Anda sampai ke depan orang, dan sesudah itu yang menentukan adalah cara Anda memperlakukannya. Di ruang publik, memotret memang diperbolehkan, sementara diperbolehkan dan pantas adalah dua hal yang berjarak jauh.
Aturan praktis yang dipakai kelas ini pendek. Wajah yang menjadi subjek utama sebaiknya diminta izinnya, dan kalimatnya cukup satu: permisi, boleh saya foto sebentar. Anak-anak selalu lewat izin orang tuanya. Di pasar, berbelanja sesuatu lebih dulu mengubah seluruh percakapan, sebab Anda berubah dari orang asing berkamera menjadi pembeli. Hasilnya diperlihatkan di layar saat itu juga, salinannya dikirim lewat WhatsApp kalau diminta, dan permintaan menghapus dipenuhi tanpa perdebatan.
Ada garis yang tidak dilewati: orang dalam keadaan yang memalukan, orang yang jelas menghindar, dan anak orang lain untuk keperluan dagang. Foto yang dipakai menjual barang atau jasa menuntut persetujuan yang jelas dari orangnya, dan untuk pekerjaan berbayar persetujuan itu ditulis. Sikap semacam ini juga berumur panjang. Pedagang yang pernah menerima cetakan fotonya akan menyambut Anda lagi bulan depan, dan itu menentukan apakah Anda punya tempat berlatih untuk jangka panjang.
Isi satu sesi 90 menit bersama mentor
Sepuluh menit pembuka dipakai meninjau tugas pekan lalu di layar. Mentor menahan penilaian bagus atau jelek, dan menggantinya dengan satu pertanyaan: kenapa foto ini disetel begini. Cara itu memindahkan perhatian dari hasil ke keputusan, dan keputusanlah yang bisa diulang di tempat lain.
Bagian tengah berisi peragaan singkat lalu praktik. Mentor menunjukkan pembacaan keadaan di lokasi itu, menyebut arah sumber utama beserta ukurannya, memotret dua atau tiga bingkai sambil menerangkan pilihannya, kemudian menyerahkan giliran. Peserta mengambil dua puluh sampai tiga puluh bingkai dengan pengaturan yang ia putuskan sendiri. Hasilnya diperiksa di tempat, dan yang meleset diulang saat itu juga di lokasi yang sama dengan satu perubahan tunggal, supaya sebab akibatnya terbaca.
Sepuluh menit penutup dipakai menyusun tugas. Bentuknya selalu berupa keadaan, misalnya tiga potret dengan satu jendela sebagai sumber tunggal, atau sepuluh foto barang dengan warna yang seragam. Peserta yang memilih pertemuan daring mengirim hasilnya sebelum sesi dimulai, lalu pembahasan berjalan lewat panggilan video sambil berbagi layar, dan peragaan mentor tetap berlangsung langsung dari lokasi tempat ia berada.
Biaya kursus fotografi Surabaya dan panjang programnya
Tarif sesi bersama mentor umum mulai Rp97.300 untuk 90 menit, dan angka itu sudah mencakup pemakaian pemantul, penyebar, lampu kilat lepas, serta lampu menetap kecil milik mentor. Peserta karena itu tidak perlu membeli perlengkapan cahaya sebelum tahu genre yang akan ditekuni. Mentor spesialis, misalnya fotografer pernikahan dengan jam terbang panjang atau fotografer produk yang biasa menggarap katalog besar, berada di lapis mulai Rp186.500 per sesi. Seluruh katalog Edubia bergerak di rentang Rp75.000 sampai Rp300.000 per sesi.
Perjalanan mentor ke titik praktik yang disepakati tidak ditagihkan. Sesi yang digelar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi, dan pilihan itu biasanya diambil untuk latihan lampu menetap yang menuntut ruangan tertutup dan terkendali.
Panjang program mengikuti sasaran. Peserta yang ingin lepas dari mode otomatis dan memotret keluarga dengan hasil ajek umumnya tuntas dalam 12 sesi. Peserta yang menyiapkan diri menerima pekerjaan berbayar menempuh sekitar 20 sesi, sebab genre produk dan acara menuntut pengulangan di beberapa lokasi berbeda sebelum hasilnya bisa diandalkan.
Cara mentor fotografi Edubia disaring
Edubia beroperasi terus-menerus, dan penyaringan mentor fotografi berjalan berbeda dari penyaringan pengajar mata pelajaran sekolah. Calon mentor menyerahkan berkas asli tanpa olahan, sebab kesanggupan mengatur cahaya di lokasi hanya terbaca dari berkas mentah. Foto yang sudah dipoles menyembunyikan persis bagian yang sedang dinilai.
Pertanyaan berikutnya selalu sama: ceritakan satu pemotretan yang berjalan buruk, dan bagaimana Anda menyelamatkannya. Jawaban atas pertanyaan itu memisahkan orang yang pernah bekerja di bawah tekanan waktu dari orang yang hanya memotret ketika keadaannya nyaman. Tahap penutupnya berupa sesi percobaan mengajar, sebab menguasai bidang dan sanggup menerangkannya adalah dua kemampuan yang terpisah.
Latar mereka beragam, dan keberagaman itu disengaja. Sebagian fotografer pernikahan yang terbiasa bekerja di gedung berlampu buruk, sebagian fotografer produk yang menguasai meja kecil dengan satu sumber cahaya, sebagian jurnalis foto yang terlatih memotret cepat tanpa sempat mengatur apa pun. Anda boleh meminta mentor yang bidangnya berdekatan dengan sasaran Anda, dan permintaan itu disampaikan sebelum sesi pertama disusun.
Kemampuan yang Anda bawa pulang selepas program
Ukuran keberhasilan program ini terletak pada keajekan. Peserta yang menuntaskan seluruh pokok bisa masuk ke ruangan asing, menyebut sumber cahaya utamanya dalam hitungan detik, menetapkan pengaturan awal tanpa coba-coba, lalu membetulkannya sesudah melihat satu bingkai percobaan. Perbandingan yang dipakai di sesi penutup selalu sama: berapa bingkai layak pakai dari seratus jepretan pada bulan pertama, dan berapa dari seratus jepretan pada bulan berjalan.
Bagi pemilik usaha, kemampuan itu berarti barang baru bisa difoto sendiri pada hari yang sama, dengan warna yang cocok dengan aslinya. Bagi peserta yang menyiapkan diri menerima pekerjaan berbayar, dua pertemuan penutup dipakai menyusun kumpulan karya yang mewakili beberapa keadaan cahaya sekaligus. Calon klien membaca keragaman itu sebagai tanda bahwa Anda sanggup bekerja di keadaan apa pun yang mereka sediakan, sedangkan sekumpulan foto bergaya seragam justru menyisakan pertanyaan.
Yang perlu diketahui
Cara memulai kursus fotografi bersama mentor Edubia
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Kirim lima foto yang Anda buat belakangan
Mentor membaca kebiasaan Anda dari keterangan pengaturan di dalam berkasnya, termasuk mode yang dipakai dan seberapa sering kepekaan sensor dibiarkan berjalan otomatis.
-
Sebutkan genre yang ingin Anda tuju
Foto keluarga, katalog dagangan, acara, jalanan, atau arsitektur. Jawaban ini yang menentukan urutan materi sesudah empat pokok dasar tuntas.
-
Pilih mentor, lokasi, dan jam pertemuan
Anda menerima profil mentor beserta bidang kerjanya, lalu menentukan titik praktik di kecamatan Anda dan jam yang cocok dengan cahaya yang sedang dipelajari.
-
Datang ke sesi pembuka membawa kamera Anda
Pertemuan pertama langsung memotret. Cara tangan bekerja dan urutan tombol yang Anda sentuh terbaca lebih jujur daripada jawaban lisan mana pun.
-
Tinjau ulang arah materi di sesi keempat
Sesudah tiga pertemuan, mentor dan peserta menimbang lagi urutannya. Cukup banyak peserta menemukan genre yang berbeda dari dugaan awalnya.
Program Terkait
Pilihan les lain untuk kebutuhan serupa dengan fotografi
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan siswa les fotografi di Surabaya?
Saatnya Bertindak
Jadwalkan sesi fotografi pertama Anda
Ribuan keluarga Surabaya sudah memulai. Kini giliran Anda mencoba sesi fotografi pertama.