Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Dewasa dan umum

Les CPR di Surabaya

Latihan bantuan hidup dasar di Surabaya bersama satu instruktur, 90 menit per sesi, memakai manekin di rumah Anda. Isinya mengenali henti napas, memanggil bantuan medis darurat, menekan dada, dan memakai alat kejut otomatis.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ peserta didampingi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Les CPR di Surabaya

Kenalan dulu dengan Les CPR di Surabaya

Latihan bantuan hidup dasar di Surabaya bersama satu instruktur, 90 menit per sesi, memakai manekin di rumah Anda. Isinya mengenali henti napas, memanggil bantuan medis darurat, menekan dada, dan memakai alat kejut otomatis.

Konsultasi dan Daftar

Fakta Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal Surabaya dan kota tetangganya
Format Sesi
Satu instruktur satu peserta, di rumah atau di co-learning space Edubia
Durasi sesi
90 menit sebagai standar, 120 menit bila latihan tersedak dan posisi pemulihan digabung
Jumlah peserta
1 orang per sesi privat
Materi yang dipelajari
Menilai keamanan lokasi, memeriksa kesadaran dan napas, memanggil bantuan medis darurat, tekanan dada, alat kejut otomatis, posisi pemulihan, penanganan tersedak
Tutor pengampu
Instruktur berlatar kesehatan dan keselamatan kerja yang dipilihkan tim Edubia sesuai kebutuhan peserta
Alat latihan
Manekin tekanan dada dan unit latihan alat kejut otomatis yang tidak mengalirkan listrik; disiapkan peserta di luar tarif sesi, rinciannya disepakati sebelum sesi pertama
Status kelas
Latihan keterampilan; Edubia tidak menerbitkan sertifikasi resmi
Biaya
Mulai Rp303.800 per sesi 90 menit di rumah, sampai Rp374.600 untuk sesi 120 menit
Tambahan venue
Rp15.000 per sesi bila belajar di co-learning space Edubia
Jadwal
Tujuh hari sepekan, dari pagi sampai malam; slot dikunci lewat WhatsApp sebelum sesi pertama
Wilayah les
31 kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo sampai Gunung Anyar, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo

Susunan Materi

Susunan materi les CPR privat Edubia

Tujuh pokok berikut dijalankan berurutan, dan tiap pokok punya kesalahan khas yang muncul berulang di ruang latihan. Instruktur menyiapkan koreksinya lebih dulu, sebab kesalahan yang sama hampir selalu lahir di titik yang sama.

  1. 1

    Menilai keamanan lokasi

    Sesi 1

    Yang dibahas. Membaca bahaya di sekitar korban sebelum melangkah masuk: lalu lintas, genangan, kabel listrik, mesin berputar, kerumunan yang mendesak, dan asap.

    Jebakan umum. Penolong berlari langsung ke korban lalu baru menyadari bahayanya sesudah berada di tengah-tengahnya.

    Cara tutor. Latihan dimulai dengan berhenti satu langkah sebelum korban, menyebutkan tiga bahaya yang terlihat, baru mendekat.

  2. 2

    Memeriksa kesadaran dan napas

    Sesi 1

    Yang dibahas. Tepukan bahu, panggilan keras, membuka jalan napas, lalu memeriksa napas dengan melihat gerak dada, mendengar bunyinya, dan merasakan embusannya.

    Jebakan umum. Napas tersendat yang terengah dibaca sebagai napas normal, lalu penolong memilih menunggu sampai bantuan datang.

    Cara tutor. Instruktur memperagakan bunyi dan jarak napas tersendat, lalu meminta Anda menyebutkan keputusan Anda dengan suara keras.

  3. 3

    Menghubungi layanan gawat darurat

    Sesi 1

    Yang dibahas. Isi laporan telepon, cara menyebutkan alamat di gang yang sulit dicari, dan cara menugasi orang tertentu di tengah kerumunan.

    Jebakan umum. Penolong menelepon sendirian sambil berlutut, sehingga tekanan dada tertunda beberapa menit tanpa terasa.

    Cara tutor. Latihan memakai pengeras suara telepon dan pembagian tugas, sehingga panggilan berjalan sementara tangan tetap bekerja.

  4. 4

    Tekanan dada di atas manekin

    Sesi 1 dan 2

    Yang dibahas. Letak tumit tangan, kelurusan siku, sumber tenaga dari berat badan, dan pengembalian dada secara penuh di antara tekanan.

    Jebakan umum. Siku menekuk dan tenaga diambil dari otot lengan, sehingga penolong kehabisan tenaga sebelum satu menit berlalu.

    Cara tutor. Anda menekan sambil diamati dari samping, dan sudut bahu dibetulkan lebih dulu sebelum jumlah tekanan ditambah.

  5. 5

    Alat kejut otomatis

    Sesi 2

    Yang dibahas. Menyalakan alat, menempel bantalan pada dada kering, menjauhkan orang saat analisis, dan melanjutkan tekanan dada sesudah kejutan.

    Jebakan umum. Penolong berhenti lama sesudah kejutan sambil menunggu tanda kehidupan yang belum tentu muncul.

    Cara tutor. Unit latihan diputar berulang sampai tangan Anda kembali ke dada tanpa jeda begitu suara alat mengizinkan.

  6. 6

    Posisi pemulihan

    Sesi 2

    Yang dibahas. Memutar tubuh orang yang tidak sadar tetapi bernapas normal, menjaga jalan napas tetap terbuka, dan memeriksa napas secara berkala.

    Jebakan umum. Korban dibiarkan miring lalu tidak diperiksa lagi sampai petugas tiba di lokasi.

    Cara tutor. Instruktur memasang pengingat waktu selama latihan, sehingga pemeriksaan ulang menjadi kebiasaan yang otomatis.

  7. 7

    Penanganan tersedak

    Sesi 2 atau 3

    Yang dibahas. Beda tindakan pada orang dewasa, anak, dan bayi, termasuk kapan batuk sebaiknya dibiarkan berjalan sendiri lebih dulu.

    Jebakan umum. Dorongan perut dilakukan pada bayi, padahal ukuran tubuhnya menuntut cara yang berbeda sama sekali.

    Cara tutor. Latihan dijalankan bertahap dengan peragaan pada manekin, dan urutannya diucapkan keras setiap kali diulang.

Perjalanan latihan

Dari ragu-ragu sampai berani memulai tekanan dada

Kemajuan di kelas ini diukur dari memendeknya jeda antara melihat kejadian dan mulai bertindak, sebab jeda itulah yang menentukan sisa waktu yang tersedia.

  1. 01
    90 menit

    Pertemuan pertama: mengenali dan memanggil

    Anda menjalankan penilaian keamanan lokasi, pemeriksaan kesadaran, pemeriksaan napas, dan panggilan bantuan medis darurat sampai urutannya keluar tanpa dituntun.

  2. 02
    90 menit

    Pertemuan kedua: tekanan dada berjalan utuh

    Posisi tangan, kelurusan siku, dan pengembalian dada dilatih sampai instruktur berhenti mengoreksi, lalu Anda menjalankan satu putaran penuh sendirian.

  3. 03
    90 menit

    Pertemuan ketiga: alat kejut masuk ke urutan

    Unit latihan alat kejut disisipkan ke tengah tekanan dada, sehingga peralihan antara menekan, menjauh, dan kembali menekan terasa biasa.

  4. 04
    90 atau 120 menit

    Pertemuan keempat: tersedak dan posisi pemulihan

    Dua keadaan yang tidak memerlukan tekanan dada dilatih terpisah, termasuk perbedaan penanganan pada bayi yang menuntut cara sendiri.

  5. 05
    Sesuai kebutuhan

    Pertemuan berikutnya: skenario tempat Anda

    Latihan dipindahkan ke latar yang benar-benar Anda hadapi, misalnya gang sempit, ruang mesin, kamar bayi, atau tepi kolam, lengkap dengan hambatannya.

  6. 06
    Berkala

    Latihan ulang berkala

    Keterampilan ini memudar bila lama tidak dipakai, jadi banyak peserta menjadwalkan satu sesi penyegaran beberapa bulan sekali untuk mengulang urutannya.

Yang Anda dapatkan

Isi paket les CPR privat di rumah

  • Daftar alat latihan disepakati sejak awal Manekin tekanan dada dipakai sepanjang sesi. Penyediaannya ada di tangan peserta di luar tarif sesi, dan rinciannya disepakati sebelum pertemuan pertama bersama ruang berlantai keras yang diperlukan.
  • Unit latihan alat kejut otomatis Perangkat latihan tanpa aliran listrik dipakai berulang supaya urutan memasang bantalan dan menjauhkan orang menjadi kebiasaan.
  • Penilaian awal keperluan Anda Instruktur menanyakan pekerjaan, siapa yang mungkin Anda tolong, dan tempat kejadian yang lazim ia hadapi, lalu menyusun latihannya dari situ.
  • Lembar urutan yang bisa ditempel Ringkasan langkah dalam satu halaman untuk ditempel di dapur, ruang jaga, atau kotak pertolongan pertama di tempat kerja.
  • Simulasi dengan hambatan nyata Latihan mencakup keadaan yang membuat orang tergagap, seperti telepon yang sulit dijangkau, lantai licin, dan kerumunan yang mendesak.
  • Jawaban atas pertanyaan hukum sehari-hari Apa yang wajar dilakukan penolong awam, kapan berhenti, dan bagaimana menyerahkan korban kepada petugas ketika mereka tiba.
  • Catatan kemajuan tiap pertemuan Instruktur menulis bagian mana yang masih goyah, sehingga pertemuan berikutnya langsung berangkat dari titik tersebut.
  • Kanal tanya jawab sesudah kelas Pertanyaan lanjutan bisa disampaikan lewat WhatsApp tim Edubia, dan instruktur menjawab hal teknis yang muncul sesudah sesi berakhir.

Pembeda kami

Nilai lebih paket les CPR ini

Unggulan utama

Latihan tekanan dada hanya di atas manekin

Peralatan latihan disiapkan peserta di luar tarif sesi. Latihan tidak pernah dilakukan pada orang sehat, sehingga Anda bisa mengulang tekanan sebanyak yang diperlukan tanpa membahayakan siapa pun.

Urutan memanggil bantuan dilatih sejak awal

Menelepon layanan gawat darurat dan menugasi orang di sekitar dilatih bersamaan dengan tekanan dada, sebab dua hal itu memang berjalan pada waktu yang sama di lapangan.

Skenario mengikuti pekerjaan peserta

Kelas untuk pengasuh bayi berbeda isinya dengan kelas untuk petugas keamanan pabrik. Instruktur menyiapkan latar kejadian yang benar-benar mungkin Anda temui.

Alat kejut otomatis ikut dilatih

Unit latihan tanpa aliran listrik dipakai berulang supaya urutan menyalakan, menempel bantalan, menjauhkan orang, dan melanjutkan tekanan dada terasa biasa.

Angka teknis mengikuti panduan yang berlaku

Kedalaman, kecepatan, dan jumlah ulangan disampaikan instruktur mengikuti panduan yang dipakai saat sesi berjalan, jadi Anda menerima angka yang masih berlaku pada hari itu.

Kecocokan

Siapa yang cocok mengambil kelas CPR ini

Peserta yang cocok

  • Orang tua bayi dan pengasuh yang sehari-hari berada di dekat anak kecil tanpa orang dewasa lain di ruangan.
  • Guru, pelatih klub olahraga, dan penjaga kolam yang bertanggung jawab atas banyak orang sekaligus.
  • Petugas keamanan gedung, pengemudi, dan pekerja pabrik yang kerap menjadi orang pertama di tempat kejadian.
  • Anggota keluarga yang merawat orang berusia lanjut atau orang dengan riwayat gangguan irama jantung.
  • Peserta yang pernah mengikuti pelatihan singkat di kantor dan merasa belum sempat memegang manekin sendiri.
  • Calon peserta ujian sertifikasi di lembaga terakreditasi yang ingin melatih gerakannya lebih dulu.

Fleksibel

Kelas CPR di tempat pilihan Anda

Tutor CPR datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Isi latihan di les CPR privat Edubia Surabaya

Henti jantung mendadak jarang datang dengan aba-aba. Seseorang bisa roboh di ruang tamu, di gudang tempatnya bekerja, atau di pinggir lapangan futsal sore hari, dan orang yang kebetulan berada di dekatnya punya waktu lebih awal daripada siapa pun. Les CPR Edubia berangkat dari kenyataan sederhana itu.

Selama satu sesi 90 menit, instruktur menemani Anda melatih satu rangkaian tindakan yang berurutan: memastikan lokasi aman untuk penolong, memeriksa kesadaran, memeriksa napas, memanggil bantuan medis darurat, menekan dada di atas manekin, lalu menyiapkan alat kejut otomatis begitu benda itu tiba di tempat kejadian.

Seluruh tekanan dada dilatih pada manekin. Latihan tidak pernah dilakukan pada orang sehat, termasuk pada instruktur maupun anggota keluarga yang ikut menonton, sebab menekan dada orang yang jantungnya masih bekerja normal berisiko melukai tulang dan organ di baliknya.

Kelas ini adalah latihan keterampilan. Edubia tidak menerbitkan sertifikasi resmi, sebab sertifikat semacam itu diterbitkan lembaga terakreditasi lewat ujian tersendiri. Yang Anda bawa pulang dari sini adalah tangan yang sudah tahu rasanya menekan dada dengan benar, dan ingatan urutan yang sudah pernah Anda jalankan sendiri berkali-kali.

Pertolongan pada henti jantung bekerja sebagai rangkaian, dan tiap mata rantai punya pemilik waktunya sendiri. Urutan berikut dijalankan sejak sesi pertama, lalu diulang di sesi berikutnya dengan tempo yang makin ketat, sampai Anda berhenti bertanya pada diri sendiri mana yang harus lebih dulu.

Inti bahasan

Rantai pertolongan yang dilatih tiap sesi

Memastikan penolong aman lebih dulu

Lalu lintas yang masih mengalir, genangan air, kabel listrik, mesin yang belum dimatikan, dan kerumunan yang mendesak adalah alasan sah untuk menunda mendekat. Penolong yang ikut celaka menambah jumlah orang yang perlu ditolong.

Memeriksa kesadaran dengan tepukan dan panggilan

Tepuk bahu dengan tegas lalu panggil keras di dekat telinga. Tidak ada jawaban, tidak ada gerakan, dan tidak ada tanda sadar berarti Anda melanjutkan ke langkah berikutnya tanpa menunda.

Memanggil bantuan medis darurat

Sebutkan alamat lengkap, apa yang terjadi, dan berapa orang yang perlu ditolong lewat nomor layanan gawat darurat setempat. Tunjuk satu orang tertentu untuk menelepon dan satu orang lagi untuk mencari alat kejut; perintah yang dilempar ke kerumunan biasanya tidak dikerjakan siapa pun.

Menekan dada tanpa jeda panjang

Begitu napas normal tidak Anda temukan, tekanan dada dimulai. Setiap jeda menghapus aliran darah yang baru saja susah payah dibangun, jadi latihan menitikberatkan tekanan yang berlanjut dan gangguan yang sependek mungkin.

Memakai alat kejut otomatis

Alat dinyalakan, bantalannya ditempel pada dada yang terbuka dan kering, lalu suara dari alat itu yang memandu langkah berikutnya sampai petugas datang.

Menyerahkan kepada tenaga medis

Saat petugas tiba, Anda menyebutkan jam kejadian, berapa lama tekanan dada berjalan, dan apakah alat kejut sempat memberi kejutan. Keterangan itu menentukan langkah mereka berikutnya.

Mengenali keadaan darurat: bagian tersulit di kelas ini

Bagian tersulit terjadi sebelum tangan menyentuh dada siapa pun, yaitu saat Anda memutuskan bahwa keadaan di depan mata memang darurat. Peserta yang sudah hafal urutan tekanan dada tetap bisa berdiri diam kalau tahap ini terlewat.

Orang yang baru saja mengalami henti jantung sering masih mengeluarkan bunyi napas. Napasnya terengah, tersendat, kadang terdengar seperti mendengkur atau seperti menguap panjang, dan jarak antar-embusannya jauh lebih renggang daripada napas orang tidur. Penolong yang belum pernah melihatnya hampir selalu menyimpulkan bahwa orang itu masih bernapas, lalu memilih menunggu. Menunggu di menit-menit tersebut berbiaya sangat mahal.

Karena itu instruktur melatih pemeriksaan napas dengan cara yang bisa Anda ulangi sendiri: buka jalan napas dengan menengadahkan kepala dan mengangkat dagu, lalu lihat gerak dadanya, dengar bunyinya, dan rasakan embusannya di pipi Anda selama hitungan pendek. Bila yang Anda temukan hanya embusan sesekali yang tersendat, latihan mengajarkan Anda memperlakukannya sebagai henti jantung.

Pemeriksaan denyut sengaja tidak dijadikan syarat untuk memulai. Menemukan denyut pada orang yang tidak sadar sulit bagi penolong awam, dan waktu yang habis untuk mencarinya lebih berharga daripada jawabannya. Instruktur menjelaskan alasan tersebut secara terbuka, supaya Anda tidak merasa melewatkan sesuatu ketika langsung memulai tekanan dada.

Garis besar

Cara instruktur mendampingi latihan di rumah Anda

Satu instruktur menemani satu peserta, sehingga tekanan yang meleset dikoreksi pada saat itu juga.

Unggulan utama

Koreksi posisi tangan saat itu juga

Instruktur berlutut di sisi berlawanan dan membetulkan letak tumit tangan, kelurusan siku, serta posisi bahu sebelum kebiasaan yang salah sempat menempel dan sulit dilepas.

Pengulangan pendek yang sering

Beberapa putaran pendek dalam satu sesi lebih berguna daripada satu latihan panjang sekali jalan. Tiap sesi ditutup dengan satu putaran penuh yang Anda jalankan tanpa dituntun.

Skenario disusun dari keseharian Anda

Petugas keamanan berlatih di gang sempit, orang tua bayi berlatih di kasur rendah, pengemudi berlatih di ruang sempit antara kursi dan pintu kendaraan.

Pertanyaan canggung dijawab lugas

Apa yang terjadi bila tulang rusuk berbunyi, apa yang dilakukan bila orangnya muntah, dan apa yang berlaku bila korbannya orang asing. Semua ditanyakan di ruangan tertutup tanpa penonton.

Instruktur bisa diganti tanpa biaya tambahan

Bila cara mengajarnya kurang cocok sesudah sesi pertama, instruktur bisa diganti tanpa biaya tambahan dan jadwal sesi berikutnya diatur ulang lewat WhatsApp.

Alat kejut otomatis dan cara memakainya di kelas

Alat kejut jantung otomatis memang dibuat untuk orang awam, dan kenyataan itu sering mengejutkan peserta yang mengira benda tersebut hanya boleh disentuh petugas medis. Begitu tutupnya dibuka, alat itu berbicara. Ia menyebutkan apa yang harus dilakukan, satu perintah pada satu waktu, dengan kalimat yang bisa diikuti tanpa pelatihan panjang.

Tugas Anda tinggal tiga: menempel bantalan pada dada yang terbuka dan kering, menjauhkan semua orang ketika alat sedang menganalisis, lalu menekan tombol kejut apabila alat itu memintanya. Keputusan perlu tidaknya kejutan diambil oleh alat, di luar penilaian penolong. Itulah sebabnya orang awam boleh memakainya.

Di kelas, Anda berlatih memakai unit latihan yang tidak mengalirkan listrik sama sekali, sehingga urutannya bisa diulang berkali-kali dengan aman. Instruktur juga melatih hal kecil yang kerap menghambat di lapangan: mengeringkan dada yang basah keringat, menyingkap atau menggunting kaos yang ketat, dan menempel bantalan pada tubuh yang berbulu tebal.

Satu hal lagi yang bobotnya sama besar. Tekanan dada dilanjutkan segera sesudah kejutan diberikan, tanpa menunggu tanda apa pun muncul. Jeda panjang sesudah kejutan adalah kesalahan yang berulang di simulasi, jadi instruktur sengaja mengulang bagian ini sampai tangan Anda kembali ke dada begitu alat memberi izin.

Sebagian keadaan darurat berakhir tanpa satu pun tekanan dada. Ada orang yang Anda temukan tidak sadar tetapi napasnya jelas normal, dan ada orang yang tersedak sambil sepenuhnya sadar. Dua keadaan itu menuntut tindakan yang berbeda, dan salah memilih justru memperburuk keadaannya.

Rincian

Materi posisi pemulihan dan tersedak di sesi lanjutan

Kapan posisi pemulihan dipakai

Untuk orang yang tidak sadar tetapi napasnya normal. Tubuh dimiringkan supaya lidah tidak menutup jalan napas dan cairan di mulut bisa mengalir keluar dengan sendirinya.

Cara memiringkan tubuh dengan aman

Lengan yang dekat ditekuk ke atas, lengan yang jauh disilangkan ke pipi, lalu lutut yang jauh ditekuk dan dipakai sebagai tuas untuk memutar tubuh ke arah Anda perlahan.

Napas tetap diawasi sesudah dimiringkan

Posisi pemulihan adalah keadaan sementara. Napas diperiksa ulang secara berkala, dan begitu napasnya berhenti, tubuh dikembalikan telentang lalu tekanan dada dimulai.

Tersedak pada orang dewasa yang sadar

Selama batuknya masih kuat, batuk itu sendiri jalan keluar yang efektif. Ketika suaranya hilang dan wajahnya membiru, barulah tepukan punggung dan dorongan perut dijalankan bergantian.

Tersedak pada bayi ditangani berbeda

Bayi ditelungkupkan di atas lengan dengan kepala lebih rendah untuk tepukan punggung, lalu dibalik untuk dorongan pada dada. Dorongan perut tidak dilakukan pada bayi.

Jumlah ulangan mengikuti panduan berlaku

Berapa kali tiap rangkaian diulang sebelum berganti disebutkan instruktur mengikuti panduan yang dipakai saat sesi berlangsung, dan angkanya diperbarui apabila panduan tersebut berubah.

Perbedaan penanganan bayi, anak, dan dewasa di kelas

Tubuh dengan ukuran berbeda menuntut tenaga yang berbeda pula, dan bagian ini berulang kali ditanyakan orang tua bayi serta pengasuh yang mendaftar. Menyamakan cara menekan pada semua ukuran tubuh adalah kesalahan yang berbahaya di kedua arah.

Pada orang dewasa, dua tangan menumpuk di tengah dada. Pada anak, satu tangan sering sudah cukup, sementara penolong bertubuh kecil boleh memakai dua tangan. Pada bayi, tekanan diberikan memakai dua jari di tengah dada, atau memakai dua ibu jari sementara kedua telapak melingkari punggungnya bila ada dua penolong.

Kedalaman tekanan tidak disebutkan dalam sentimeter di halaman ini. Ukurannya dinyatakan sebagai perbandingan terhadap tebal dada tiap tubuh, dan angka yang berlaku disampaikan instruktur mengikuti panduan yang dipakai saat sesi Anda berjalan. Angka yang salah pada bagian ini lebih berbahaya daripada tidak ada angka sama sekali, jadi halaman ini memilih menyebutkan mekanismenya.

Perbedaan lain terletak pada urutan memanggil bantuan. Pada orang dewasa yang roboh mendadak, penyebabnya kerap berupa gangguan irama jantung, sehingga bantuan medis dan alat kejut dicari lebih awal. Pada bayi dan anak, penyebabnya lebih sering berupa masalah napas, dan instruktur menjelaskan mengapa urutannya bisa berbeda ketika penolong hanya seorang diri di tempat kejadian.

Sorotan

Kesiapan penolong yang ikut dilatih instruktur

Bagian yang tidak terlihat pada manekin justru kerap menentukan apakah seseorang berani maju.

Ragu-ragu adalah reaksi manusia biasa

Hampir semua penolong pemula berhenti beberapa detik sebelum menyentuh orang asing. Instruktur membicarakannya terbuka supaya jeda itu memendek, sebab menyalahkan diri sendiri tidak memperpendek apa pun.

Kelelahan datang lebih awal daripada dugaan

Menekan dada terus-menerus melelahkan dalam hitungan menit, dan mutunya menurun sebelum penolong merasa lelah. Latihan memasukkan pergantian penolong sejak putaran pertama.

Aba-aba pergantian dilatih berdua

Bila ada dua orang, satu menekan sementara satu menyiapkan alat kejut, lalu keduanya bertukar dengan aba-aba pendek supaya jeda antar-tekanan hampir tidak terasa.

Beban setelah menolong dibicarakan

Sebagian penolong sulit tidur beberapa hari sesudah kejadian, terutama bila orang yang ditolongnya tidak bertahan. Instruktur menyebutkan hal ini di awal supaya Anda tahu reaksi tersebut wajar dan layak dibicarakan.

Hasil akhir berada di luar kendali penolong

Keterampilan ini menaikkan peluang seseorang bertahan sampai tenaga medis tiba. Banyak faktor lain ikut menentukan, dan penolong yang menjalankan langkahnya dengan benar sudah mengerjakan bagiannya.

Biaya les CPR per sesi dan pilihan durasinya

Biaya les CPR Edubia mulai Rp303.800 per sesi untuk pertemuan 90 menit di rumah Anda, dengan satu instruktur untuk satu peserta. Nominal itu berlaku untuk kedatangan instruktur ke alamat Anda. Peralatan latihan tidak termasuk di dalam nominal tersebut, penyediaannya ada di tangan peserta, dan rinciannya disepakati sebelum sesi pertama.

Pertemuan 120 menit dipilih peserta yang ingin menambahkan latihan tersedak dan posisi pemulihan pada hari yang sama, dan biayanya sampai Rp374.600 per sesi. Bila Anda memilih belajar di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang; belajar di rumah tidak menanggung tambahan tersebut.

Durasi berpengaruh besar di kelas ini karena tekanan dada perlu diulang puluhan kali sebelum letak tangan berhenti bergeser sendiri. Sembilan puluh menit memberi ruang untuk satu putaran penuh ditambah pengulangan bagian yang masih goyah, tanpa membuat lengan Anda kehabisan tenaga sebelum sesi selesai.

Rincian biaya disebutkan tim Edubia sebelum jadwal sesi pertama dikunci, sehingga tidak ada angka yang muncul belakangan. Bila Anda ingin membandingkan dua pilihan durasi lebih dulu, sampaikan saja lewat WhatsApp dan tim akan menghitungkan keduanya.

Jarak tempuh dan jam berangkat instruktur ikut diperhitungkan ketika jadwal disusun, sebab sesi berlangsung di alamat peserta. Sebaran wilayah di bawah dipakai tim penjadwalan untuk mencocokkan Anda dengan instruktur yang berangkat dari sisi kota yang sama.

Poin penting

Wilayah layanan instruktur CPR di Surabaya

Gubeng, Sukolilo, dan Mulyorejo

Kawasan kampus dan perumahan padat di sisi timur. Peserta yang bekerja di sekitar Rungkut banyak memilih sesi malam sesudah jam kantor selesai.

Wonocolo, Gayungan, dan Jambangan

Co-learning space Edubia di Sidosermo, Wonocolo, menjadi pilihan peserta yang ruang tamunya kurang panjang untuk membaringkan manekin dewasa.

Kenjeran, Semampir, dan Pabean Cantian

Lingkungan pergudangan dan pelabuhan di sisi utara. Peserta dari sini kerap meminta skenario tersedak dan kecelakaan kerja ringan.

Lakarsantri, Benowo, dan Sambikerep

Perjalanan di sisi barat lebih panjang, jadi sesi di wilayah ini biasanya dijadwalkan berurutan pada hari yang sama agar jam berangkatnya masuk akal.

Tegalsari, Genteng, dan Bubutan

Kantor Edubia berada di Tegalsari, sehingga permintaan sesi mendadak di area pusat kota lebih mudah dicarikan instruktur yang kosong.

Waru, Gedangan, Buduran, dan Sedati

Peserta dari kawasan industri Sidoarjo sering mendaftar bersama rekan satu bagian, dan sesinya diatur bergantian pada hari yang sama.

Peserta yang biasanya mengambil kelas CPR ini

Peminat kelas ini datang dari pekerjaan yang sangat berbeda, dan hampir semuanya punya satu kesamaan: mereka berada di dekat orang lain sepanjang hari, sering kali sebagai orang dewasa yang seorang diri terjaga di ruangan itu.

Orang tua bayi mendaftar sesudah menemukan bayinya tersedak sekali dan menyadari tangannya membeku. Pengasuh dan asisten rumah tangga mengikuti kelas atas permintaan keluarga yang mempekerjakan mereka. Guru dan pelatih klub olahraga datang karena mereka bertanggung jawab atas belasan orang sekaligus di lapangan terbuka.

Petugas keamanan gedung, pengemudi angkutan daring, dan pekerja pabrik di sekitar Rungkut serta Waru kerap menjadi orang pertama yang menemukan seseorang roboh. Mereka biasanya meminta skenario yang cocok dengan tempat kerjanya: gang sempit, ruang mesin yang bising, atau area parkir bertingkat dengan sinyal telepon yang buruk.

Sebagian peserta justru datang tanpa alasan yang mendesak. Mereka pernah menyaksikan orang lain menolong dan merasa dirinya berdiri diam tanpa berbuat apa-apa, lalu memutuskan bahwa perasaan tersebut sudah cukup menjadi alasan untuk berlatih.

Ada pula keadaan yang membuat kelas ini belum pas diambil sekarang. Peserta yang sedang memulihkan cedera bahu, punggung, atau pergelangan tangan sebaiknya menunda, sebab tekanan dada berulang menyakitkan. Pelatihan medis lanjutan seperti pemasangan alat bantu napas juga berada di luar cakupan kelas ini. Bila di rumah tidak ada ruang berlantai keras sepanjang orang dewasa, sesi dipindahkan ke co-learning space Edubia.

Tekanan dada yang berguna datang dari mekanika tubuh, dan tenaga lengan justru habis lebih cepat daripada dugaan siapa pun. Lima langkah berikut dilatih berulang di atas manekin, dan instruktur memberi hitungan bersuara sampai gerakannya berjalan tanpa dipikir lagi.

Uraian

Langkah latihan menekan dada bersama instruktur

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Berlutut rapat di sisi dada

    Lutut menempel ke sisi tubuh manekin. Jarak yang terlalu jauh memaksa Anda menekan menyerong, dan sebagian tenaga terbuang ke samping tanpa menghasilkan apa pun.

  2. Menaruh tumit tangan di tengah dada

    Tumit satu tangan diletakkan di tengah dada, pada paruh bawah tulang dada. Tangan kedua menumpuk di atasnya dan jari-jari saling mengait supaya tekanan tidak jatuh ke tulang rusuk.

  3. Mengunci siku dan menegakkan bahu

    Siku lurus terkunci dan bahu berada tepat di atas tangan. Dari posisi ini berat badan Anda yang turun ke bawah, sehingga otot lengan tidak habis dalam satu menit pertama.

  4. Membiarkan dada naik kembali penuh

    Sesudah tiap tekanan, tangan tetap menempel sementara bebannya dilepas sepenuhnya. Dada yang tidak sempat mengembang kembali membuat rongga di dalamnya gagal terisi darah, dan tekanan berikutnya jadi sia-sia.

  5. Menjaga irama dengan hitungan bersuara

    Instruktur menghitung dengan suara supaya temponya stabil dan tidak melambat tanpa Anda sadari. Angka kedalaman dan kecepatan yang berlaku disebutkan instruktur mengikuti panduan yang dipakai saat sesi Anda berlangsung.

Pendaftaran kelas ini ditutup oleh satu hal yang khas: memastikan ada ruang lantai yang cukup untuk membaringkan manekin sepanjang orang dewasa. Empat langkah berikut umumnya selesai dalam sehari.

Yang perlu diketahui

Cara mendaftar les CPR dan mengunci jadwal sesi

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Sampaikan alasan Anda ikut

    Orang tua bayi, penjaga kolam, pelatih klub, dan petugas keamanan pabrik memerlukan penekanan yang berbeda. Keterangan ini menentukan skenario yang disiapkan instruktur sebelum berangkat.

  2. Pilih durasi dan jumlah pertemuan

    Pertemuan 90 menit adalah pilihan standar. Peserta yang ingin menambahkan latihan tersedak dan posisi pemulihan pada hari yang sama memilih 120 menit.

  3. Tentukan tempat lalu periksa ruangnya

    Ruang berlantai keras lebih cocok daripada kasur, sebab manekin membutuhkan alas yang tidak memantul. Bila di rumah sulit, sesi dipindahkan ke co-learning space Edubia.

  4. Kunci slot lewat WhatsApp

    Tim Edubia mengabarkan nama instruktur, jam berangkat, dan alat yang dibawa sebelum pertemuan pertama, sehingga Anda tahu persis apa yang datang ke rumah.

Tanya jawab

Bagaimana les CPR berjalan sehari-hari?

Apakah les CPR Edubia menerbitkan sertifikasi resmi?

Tidak. Kelas ini adalah latihan keterampilan, dan Edubia tidak menerbitkan sertifikasi resmi. Sertifikat bantuan hidup dasar yang diakui diterbitkan lembaga terakreditasi lewat ujian tersendiri, jadi bila kantor Anda meminta dokumen resmi, tempuhlah jalur lembaga tersebut. Banyak peserta memakai kelas ini sebagai latihan sebelum mengikuti ujian di sana.

Apa langkah pertama saat menemukan orang yang tidak sadar?

Pastikan lokasi aman bagi Anda lebih dulu, lalu periksa kesadaran dan napasnya. Begitu Anda menyimpulkan orang itu tidak sadar dan napasnya tidak normal, langkah pertama adalah memanggil bantuan medis darurat lewat nomor layanan gawat darurat setempat sebelum tindakan lain apa pun, sambil meminta orang di sekitar mencari alat kejut otomatis. Latihan di kelas ini tidak menggantikan layanan gawat darurat.

Berapa biaya les CPR privat di Surabaya?

Biaya mulai Rp303.800 per sesi untuk pertemuan 90 menit di rumah Anda, dengan satu instruktur untuk satu peserta. Pertemuan 120 menit yang menggabungkan latihan tersedak dan posisi pemulihan mencapai Rp374.600 per sesi. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang, sementara sesi di rumah tidak menanggung tambahan itu.

Apakah saya berlatih menekan dada pada orang sungguhan?

Tidak pernah. Seluruh tekanan dada dilatih pada manekin, dan latihan tidak dilakukan pada orang sehat mana pun, termasuk pada instruktur sendiri. Menekan dada orang yang jantungnya masih bekerja normal berisiko melukai tulang rusuk dan organ di baliknya, jadi manekin menjadi media latihan tunggal di kelas ini.

Saya takut salah lalu malah mencederai orang. Bagaimana kelas menjawabnya?

Ketakutan itu wajar dan dibicarakan terbuka sejak pertemuan pertama. Instruktur menjelaskan tanda apa saja yang membuat Anda boleh yakin bahwa tindakan perlu dimulai, apa yang wajar terjadi pada tubuh korban selama tekanan dada, dan kapan tindakan justru dihentikan. Keterampilan ini menaikkan peluang seseorang bertahan sampai tenaga medis tiba, sementara hasil akhir tetap ditentukan banyak faktor di luar kendali penolong.

Satu sesi berapa lama, dan berapa pertemuan sampai urutannya melekat?

Satu sesi standar berlangsung 90 menit, dan sesi 120 menit dipilih bila latihan tersedak serta posisi pemulihan digabung pada hari yang sama. Sebagian besar peserta merasa urutannya mulai keluar tanpa dipikir setelah tiga sampai empat pertemuan, tergantung seberapa sering mereka mengulang gerakan tekanan dada di antara sesi.

Latihannya berlangsung di mana, dan siapa yang menyiapkan manekinnya?

Sesi berlangsung di rumah atau tempat kerja Anda. Manekin tekanan dada dan unit latihan alat kejut disiapkan peserta di luar tarif sesi, dan rinciannya disepakati sebelum sesi pertama. Yang perlu Anda sediakan di tempat adalah ruang berlantai keras sepanjang orang dewasa. Bila ruangnya kurang, sesi dipindahkan ke co-learning space Edubia di Sidosermo, Wonocolo, atau di kawasan Tambaksari.

Apakah remaja boleh mengikuti kelas CPR ini?

Boleh, dan remaja termasuk peserta yang cepat menguasai urutannya. Tenaga tekanan dada bergantung pada berat badan penolong, jadi instruktur menyesuaikan posisi dan cara bertumpu agar tekanan tetap berguna. Untuk peserta di bawah usia dewasa, pendaftaran dilakukan oleh keluarga dan sesi berlangsung dengan sepengetahuan mereka.

Apakah saya perlu membeli manekin atau alat sendiri?

Penyediaan peralatan latihan ada di tangan peserta dan berdiri di luar tarif sesi, jadi daftarnya disepakati bersama tim Edubia sebelum pertemuan pertama supaya tidak ada pembelian yang keliru. Peserta yang ingin berlatih mandiri di antara sesi cukup mengulang posisi tangan, kelurusan siku, dan hitungan tempo tanpa menekan apa pun, dan instruktur menunjukkan caranya di pertemuan pertama.

Bagaimana kalau saya lupa urutannya beberapa bulan kemudian?

Itu hal yang lazim, dan justru sebabnya banyak peserta menjadwalkan sesi penyegaran berkala. Keterampilan tangan memudar lebih cepat daripada ingatan urutannya, jadi satu sesi ulang biasanya cukup untuk mengembalikan posisi dan tempo. Lembar urutan yang Anda terima juga dibuat untuk ditempel di dapur atau di ruang jaga sebagai pengingat harian.

Apakah penanganan tersedak pada bayi ikut dilatih?

Ikut, dan bagian ini dipisahkan dari penanganan orang dewasa karena caranya memang berbeda. Bayi ditelungkupkan di atas lengan dengan kepala lebih rendah untuk tepukan punggung, lalu dibalik untuk dorongan pada dada, sementara dorongan perut tidak dilakukan pada bayi. Jumlah ulangan tiap rangkaian disebutkan instruktur mengikuti panduan yang berlaku saat sesi berjalan.

Apakah tekanan dada bisa mematahkan tulang rusuk korban?

Bisa terjadi, terutama pada orang berusia lanjut, dan hal itu dibicarakan apa adanya di kelas supaya Anda tidak berhenti karena kaget. Bunyi dari tulang rawan di dada adalah kejadian yang dikenal petugas medis. Yang diajarkan adalah menjaga letak tangan tetap benar dan meneruskan tekanan, sebab berhenti di tengah jalan mengembalikan keadaan ke titik nol.

Bisakah satu keluarga mengikuti sesi yang sama?

Sesi privat ini disusun untuk satu peserta agar tiap tekanan bisa dikoreksi langsung. Bila beberapa anggota keluarga ingin ikut, tim Edubia menyusun jadwal berurutan pada hari yang sama sehingga instruktur cukup datang sekali. Sampaikan rencana itu lewat WhatsApp lebih dulu supaya durasi dan biayanya dihitung sejak awal.

Bagaimana bila instruktur yang datang kurang cocok dengan cara belajar saya?

Kecocokan biasanya terasa sejak pertemuan pertama. Instruktur bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan tim Edubia menyusun ulang jadwal sesi berikutnya dengan pendamping lain. Ceritakan bagian mana yang kurang pas, misalnya tempo penjelasannya terlalu cepat atau koreksinya kurang rinci, karena keterangan itu dipakai untuk memilihkan instruktur pengganti.

Apakah kelas ini bisa diambil satu regu kerja atau tim kantor?

Bisa, dan permintaan semacam itu banyak datang dari kawasan industri di sisi Waru dan Gedangan. Karena tiap orang perlu memegang manekin sendiri, tim Edubia menyusun jadwal bergiliran dalam satu hari atau beberapa hari berdekatan. Biayanya mengikuti jumlah peserta dan panjang program, jadi penawarannya disusun sesudah kebutuhan regu Anda dihitung.

Ambil Langkahnya

Waktunya serius dengan les CPR

Rating 4,9/5 dari 1.200 ulasan. Mulai dari konsultasi kebutuhan CPR, tanpa komitmen.