Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Anak 6 sampai 15 tahun

Les Animation for Kids di Surabaya

Les animasi anak di Surabaya untuk usia 6 sampai 15 tahun. Satu tutor satu anak, sesi 90 menit, mulai Rp97.300 per sesi. Anak belajar prinsip gerak lewat bola memantul, flipbook, dan stop motion, lalu menuntaskan satu film pendek 15 detik dalam 12 sesi.

Les Animation for Kids di Surabaya

Ringkasan animation for kids privat di Surabaya

Les animasi anak di Surabaya untuk usia 6 sampai 15 tahun. Satu tutor satu anak, sesi 90 menit, mulai Rp97.300 per sesi. Anak belajar prinsip gerak lewat bola memantul, flipbook, dan stop motion, lalu menuntaskan satu film pendek 15 detik dalam 12 sesi.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Usia peserta
6 sampai 15 tahun, kelas 1 SD sampai kelas 9 SMP
Durasi sesi
90 menit, dengan porsi tanpa layar sekitar 45 menit
Panjang paket
12 sesi sampai satu film pendek selesai
Biaya
Mulai Rp97.300 per sesi untuk kelas privat di rumah
Tambahan co-learning space
Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang
Tempat belajar
Rumah peserta, co-learning space Edubia, atau sesi daring
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
Materi utama
Prinsip gerak, flipbook kertas, stop motion, dan animasi digital
Alat dari keluarga
Kertas, pensil, penjepit besi, plastisin, dan satu ponsel
Hasil tiap paket
Satu film pendek 12 sampai 20 detik berikut berkas rekamannya
Pilihan jam
07.00 hingga 21.00 WIB, tujuh hari sepekan
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terseleksi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor tanpa biaya tambahan
Assessment mulai dari kebutuhan

Kecocokan program

Anak yang Cocok Ikut Les Animasi dan Anak yang Sebaiknya Menunggu

Cocok mengambil paket sekarang

  • Anak 6 sampai 15 tahun yang senang menggambar berulang tanpa cepat bosan
  • Anak yang gemar bercerita dan sering mengarang tokoh sendiri
  • Anak yang tertarik pada film animasi lalu bertanya bagaimana cara membuatnya
  • Anak yang perlu latihan menuntaskan pekerjaan panjang secara bertahap
  • Peserta SMP yang sedang menyiapkan kumpulan karya untuk seleksi sekolah seni
  • Keluarga yang ingin waktu layar anak diarahkan ke kegiatan membuat

Kekuatan program

Pembeda les animation for kids Edubia

Tutor berlatar seni rupa dan desain komunikasi visual

Pendamping dipilih dari lulusan dan mahasiswa jurusan seni serta desain di kampus Surabaya, dengan pengalaman mengajar anak usia sekolah dasar.

Sesi 90 menit dengan porsi kertas yang besar

Sekitar separuh waktu dikerjakan tanpa layar, memakai pensil, kertas, dan benda yang sudah ada di sekitar meja belajar anak.

Latihan bola memantul sejak sesi pertama

Latihan pembuka yang selalu tuntas dalam satu pertemuan, sekaligus alat ukur tutor untuk melihat kepekaan anak terhadap waktu.

Flipbook kertas sebelum masuk aplikasi

Anak merasakan waktu dengan tangannya sendiri lebih dulu, sebelum menyentuh garis waktu di layar yang bisa digeser tanpa dipahami.

Stop motion memakai plastisin dan benda rumah

Jalur untuk anak yang lebih suka memegang benda daripada memegang pensil, dengan penopang kamera sederhana dari tumpukan buku.

Aplikasi gratis yang berjalan di laptop lama

Krita, Pencil2D, dan perekam bingkai di ponsel dipakai sepanjang paket, jadi keluarga tidak menanggung biaya perangkat lunak.

Pemutaran karya untuk keluarga di sesi penutup

Karya diputar di rumah lengkap dengan judul dan nama pembuat, lalu berkas rekamannya diserahkan kepada orang tua.

Susunan materi

Materi Les Animation for Kids dari Sesi Pertama sampai Pemutaran

Dua belas sesi dibagi menjadi dua belas pokok materi. Tiap pokok membawa satu kesalahan khas yang berulang pada anak seusia peserta, dan cara tutor menanganinya dicantumkan supaya orang tua bisa ikut mendampingi latihan di rumah.

  1. 1

    Bola memantul dan hukum waktu

    Sesi 1

    Yang dibahas. Delapan sampai dua belas lembar gambar bola yang jatuh, memantul, lalu berhenti di lantai.

    Jebakan umum. Anak menggambar jarak yang sama rata di seluruh lembar, sehingga bolanya terlihat melayang seperti balon.

    Cara tutor. Tutor meminta anak menjatuhkan bola sungguhan tiga kali dan menghitung ketukannya keras-keras sebelum menggambar lembar berikutnya.

  2. 2

    Squash and stretch pada benda lunak

    Sesi 2

    Yang dibahas. Perubahan bentuk saat benda menabrak lantai dan saat melesat naik, dilatih pada bola, kantong tepung, serta pipi tokoh.

    Jebakan umum. Bentuk berubah terlalu jauh sehingga benda kehilangan ukurannya dan terlihat mengembang di tengah gerakan.

    Cara tutor. Tutor mengajarkan patokan sederhana: bagian yang memipih wajib melebar sebanyak tinggi yang ia lepas, sehingga isinya terjaga.

  3. 3

    Antisipasi sebelum gerakan besar

    Sesi 3

    Yang dibahas. Gerakan kecil ke arah berlawanan sebelum melompat, melempar, dan mulai berlari.

    Jebakan umum. Tokoh langsung melompat dari posisi diam, dan penonton kehilangan momen itu karena matanya belum sempat bersiap.

    Cara tutor. Anak diminta melompat sendiri di ruang tamu, lalu menyadari bahwa lututnya menekuk lebih dulu tanpa pernah diperintah.

  4. 4

    Follow through dan gerak susulan

    Sesi 4

    Yang dibahas. Bagian lentur seperti rambut, ekor, dan ujung baju yang berhenti belakangan setelah badan berhenti.

    Jebakan umum. Seluruh bagian tokoh berhenti pada lembar yang sama, membuat gerakannya terlihat kaku seperti mainan plastik.

    Cara tutor. Tutor mengayunkan tali sepatu di depan anak, memintanya memperhatikan ujung tali, lalu menggambar tiga lembar sesudah tangan berhenti.

  5. 5

    Timing dan spacing di lembar kertas

    Sesi 4 sampai 5

    Yang dibahas. Hubungan antara jumlah gambar, jarak antargambar, dan kecepatan yang akhirnya terbaca oleh mata.

    Jebakan umum. Anak menambah jumlah gambar untuk mempercepat gerak, padahal yang bertambah justru durasinya.

    Cara tutor. Dua tumpukan flipbook dibuat berdampingan dengan gerakan sama dan jarak berbeda, lalu dibalik bergantian sampai anak menyimpulkan sendiri.

  6. 6

    Easing di awal dan akhir gerakan

    Sesi 5

    Yang dibahas. Perlambatan ketika gerakan dimulai dan ketika gerakan hendak berhenti.

    Jebakan umum. Gerak berjalan rata dari awal sampai akhir sehingga terasa seperti mesin, dan anak sulit menemukan penyebabnya sendiri.

    Cara tutor. Tutor menggambar garis bertitik di kertas, rapat di dua ujung dan renggang di tengah, lalu anak menyalin pola titik itu untuk gerakan apa pun.

  7. 7

    Keyframe dan inbetween

    Sesi 6

    Yang dibahas. Memilih empat sampai enam gambar penentu cerita sebelum menggambar penyambung di antaranya.

    Jebakan umum. Anak menggambar berurutan dari lembar pertama, lalu kehabisan semangat sebelum sampai ke tengah karyanya.

    Cara tutor. Keyframe digambar di kertas berwarna berbeda supaya anak melihat kerangka karyanya sudah berdiri sejak awal pengerjaan.

  8. 8

    Desain tokoh lewat siluet

    Sesi 7

    Yang dibahas. Uji siluet, tiga kata sifat, dan penyederhanaan bentuk supaya tokoh mudah digambar ulang berkali-kali.

    Jebakan umum. Tokoh dipenuhi detail kecil yang mustahil digambar ulang dua belas kali dalam satu detik rekaman.

    Cara tutor. Tokoh diwarnai hitam penuh lalu diperiksa dari jarak dua meter; detail yang hilang di uji itu dicoret dari desainnya.

  9. 9

    Papan cerita tiga bagian

    Sesi 8

    Yang dibahas. Enam sampai delapan kotak berisi keadaan awal, masalah yang datang, dan penyelesaiannya.

    Jebakan umum. Cerita yang dibawa anak berdurasi lima menit dengan sepuluh tokoh, dan mustahil tuntas dalam satu paket.

    Cara tutor. Tutor memandu anak memilih satu peristiwa tunggal, lalu menghitung bersama berapa gambar yang dibutuhkan peristiwa tersebut.

  10. 10

    Stop motion dengan plastisin dan benda rumah

    Sesi 9 sampai 10

    Yang dibahas. Penopang kamera, cahaya yang tetap, dua foto tiap pose, serta penambalan lompatan gerak.

    Jebakan umum. Rekaman berkedip karena cahaya jendela bergeser atau kamera menyetel terang gelapnya sendiri.

    Cara tutor. Fokus dan pencahayaan dikunci sebelum foto pertama, dan posisi alas ditandai lakban kertas supaya bisa dikembalikan persis.

  11. 11

    Suara, efek, dan penyelarasan

    Sesi 11

    Yang dibahas. Pengisian suara memakai ponsel, efek dari benda rumah, dan pencocokan bunyi dengan gambar.

    Jebakan umum. Suara direkam lebih dulu tanpa memperhatikan panjang gerakan, sehingga kalimatnya tidak muat di adegan.

    Cara tutor. Anak menghitung durasi tiap adegan dari jumlah gambarnya, lalu berlatih membaca kalimat dalam hitungan itu sebelum merekam.

  12. 12

    Penuntasan dan pemutaran karya

    Sesi 12

    Yang dibahas. Penggabungan adegan, penulisan judul, nama pembuat, dan pemutaran perdana untuk keluarga.

    Jebakan umum. Anak ingin mengulang adegan pertama karena kini merasa gambarnya jelek dibanding adegan terakhir.

    Cara tutor. Tutor menyimpan versi kasarnya sebagai penanda kemajuan, lalu mengarahkan keinginan memperbaiki itu ke karya kedua di paket lanjutan.

Fleksibel

3 format kelas animation for kids di Edubia

Tutor animation for kids datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Cakupan paket

Yang Diterima Peserta Les Animation for Kids Selama 12 Sesi

  • Dua belas sesi privat 90 menit · Satu tutor mendampingi satu anak, di rumah atau lewat sesi daring dengan kamera yang diarahkan ke meja gambar.
  • Penilaian awal pada sesi pertama · Catatan tertulis berisi kebiasaan menggambar anak, kesabarannya mengulang, dan materi yang cocok dijadikan titik mulai.
  • Bahan latihan cetak tiap pokok materi · Lembar patokan jarak gambar, kotak papan cerita, dan lembar uji siluet yang bisa dicetak ulang keluarga kapan saja.
  • Panduan pemasangan aplikasi gratis · Langkah pemasangan Krita, Pencil2D, serta perekam bingkai di ponsel, ditulis untuk orang tua yang belum terbiasa.
  • Satu film pendek yang benar-benar selesai · Karya berdurasi dua belas sampai dua puluh detik lengkap dengan judul, suara, dan nama pembuatnya.
  • Berkas rekaman yang bisa disimpan keluarga · Salinan karya diserahkan kepada orang tua supaya bisa dibagikan ke keluarga besar atau disimpan sebagai penanda kemajuan.
  • Tugas mandiri di antara dua sesi · Satu tugas kertas tiap pekan yang dikerjakan tanpa perangkat, umumnya selesai dalam dua puluh menit.
  • Laporan perkembangan tiap empat sesi · Ringkasan berisi prinsip gerak yang sudah dikuasai anak dan bagian yang masih perlu diulang.
  • Hak penggantian tutor tanpa biaya tambahan · Berlaku sepanjang paket, disertai penyerahan catatan sesi supaya anak tidak mengulang dari awal.
  • Pemutaran perdana di sesi penutup · Sesi terakhir disusun sebagai pemutaran kecil untuk keluarga di ruang tengah rumah.

Perjalanan belajar

Tahapan Anak Selama Paket 12 Sesi Kelas Animasi Edubia

Tiap tahap ditandai satu hal yang bisa dilihat orang tua di rumah tanpa perlu memahami istilah animasi.

  1. 01
    Awal

    Sesi 1 sampai 2: bola pertama yang bergerak

    Anak pulang membawa tumpukan kertas yang bisa dibalik dengan ibu jari. Ini karya pertama yang berhasil, dan ia sengaja dibuat mudah.

  2. 02
    Dasar gerak

    Sesi 3 sampai 4: gerak yang terasa hidup

    Antisipasi dan gerak susulan masuk. Bola berganti menjadi tokoh sederhana yang melompat, dan gerakannya mulai terasa punya berat.

  3. 03
    Kendali waktu

    Sesi 5 sampai 6: anak mengatur waktunya sendiri

    Anak mulai memutuskan sendiri berapa gambar yang dibutuhkan sebuah gerakan, lalu memeriksanya dengan membalik lembar.

  4. 04
    Cerita

    Sesi 7 sampai 8: tokoh dan cerita milik anak

    Tokoh buatannya lolos uji siluet dan papan cerita enam kotak sudah tertempel di dinding kamar. Arah karyanya jelas sejak titik ini.

  5. 05
    Produksi

    Sesi 9 sampai 10: produksi berjalan

    Gambar atau foto stop motion dikerjakan berurutan mengikuti papan cerita. Bagian ini menuntut kesabaran, dan tutor menjaga ritmenya tetap menyenangkan.

  6. 06
    Suara

    Sesi 11: suara masuk ke karya

    Pengisian suara dan efek sederhana direkam di kamar. Perubahan besar dari pekerjaan kecil biasanya membuat anak bersemangat menutup karyanya.

  7. 07
    Penutup

    Sesi 12: pemutaran perdana di rumah

    Karya diputar untuk keluarga lengkap dengan judul dan nama pembuat. Tutor menyerahkan catatan satu halaman berisi usulan untuk karya kedua.

Les Animasi Anak di Surabaya Dimulai dari Satu Bola Memantul

Sesi pertama Les Animation for Kids Edubia hampir selalu dibuka dengan satu bola yang memantul di atas kertas. Latihan ini dipilih karena mudah digambar sekaligus memuat hampir seluruh hukum gerak yang nanti dipakai anak setiap kali ia menganimasi apa pun. Bola melebar sedikit ketika menyentuh lantai, memanjang saat melesat naik, lalu kehilangan tinggi pantulannya sedikit demi sedikit sampai diam.

Anak kelas tiga SD di Rungkut yang belum pernah menyentuh aplikasi apa pun bisa menuntaskan latihan itu dalam satu sesi 90 menit. Ia menggambar delapan sampai dua belas lembar, menjepit tumpukannya, lalu membalik lembar tadi cepat dengan ibu jari. Bola bergerak. Reaksi pada detik itulah yang membuat anak menunggu pertemuan pekan berikutnya.

Di balik permainan tadi ada hal yang cukup serius. Jarak antargambar menentukan cepat lambatnya gerak, dan pengulangan menentukan ritmenya. Tutor Edubia memakai bola memantul sebagai alat ukur juga: dari cara anak mengatur jarak titik di kertas, tutor sudah tahu apakah ia mulai merasakan waktu atau masih menggambar asal berurutan.

Dua Belas Prinsip Gerak yang Diajarkan Tutor Tanpa Istilah Rumit

Dasar animasi yang dipakai studio di seluruh dunia berasal dari dua belas prinsip yang dirumuskan Frank Thomas dan Ollie Johnston dalam buku The Illusion of Life terbitan 1981. Isinya berupa catatan panjang tentang cara membuat gambar terasa hidup. Anak sekolah dasar tentu belum membacanya, dan itu memang belum perlu.

Tutor Edubia menerjemahkan prinsip tersebut menjadi perintah yang bisa langsung dikerjakan tangan anak. Squash and stretch diperkenalkan sebagai bola karet yang gepeng lalu memanjang. Antisipasi diperkenalkan sebagai gerakan mundur kecil sebelum lompatan. Follow through diperkenalkan lewat rambut dan ujung baju yang masih bergerak setelah tokohnya berhenti. Anak menirukan gerakan itu dengan tubuhnya sendiri lebih dulu, baru menggambarnya.

Empat prinsip diperkenalkan pada empat sesi awal, sisanya menyusul saat anak mulai membangun cerita. Urutan ini disusun supaya anak selalu punya satu hal baru untuk dicoba tanpa merasa sedang dijejali teori. Istilah aslinya tetap disebut sekali tiap sesi, dengan alasan sederhana: anak yang kelak masuk kelas desain di sekolah menengah kejuruan akan bertemu istilah yang persis sama.

Yang perlu diketahui

Lima Prinsip yang Dilatih Sejak Pekan Pertama Kelas Animasi Anak

Squash and stretch

Benda lunak berubah bentuk saat menabrak sesuatu, lalu memanjang saat melesat. Anak melatihnya lewat bola, kantong berisi tepung, dan pipi tokoh yang tersenyum lebar.

Antisipasi sebelum gerakan besar: sebelum melompat, tokoh menekuk lutut

Sebelum melompat, tokoh menekuk lutut. Gerakan kecil ke arah berlawanan membuat gerakan besar sesudahnya terbaca oleh mata penonton.

Follow through dan gerak susulan: ekor, rambut, dan ujung selendang berhenti belakangan

Ekor, rambut, dan ujung selendang berhenti belakangan. Bagian yang lentur selalu tertinggal sepersekian detik dari badan tokohnya.

Timing dan spacing

Jumlah gambar mengatur durasi, jarak antargambar mengatur kecepatan. Dua gambar berjauhan terbaca cepat, lima gambar berdekatan terbaca lambat.

Easing atau perlambatan di ujung gerakan

Gerak alami berangkat pelan dan berhenti pelan. Anak melatihnya dengan merapatkan gambar di awal serta akhir, lalu merenggangkannya di bagian tengah.

Frame, Keyframe, dan Inbetween dalam Bahasa Anak Kelas 4 SD

Frame diperkenalkan sebagai satu lembar gambar. Film bioskop memutar 24 gambar tiap detik, jadi satu detik animasi menuntut 24 lembar apabila digambar penuh. Angka itu biasanya membuat anak terdiam sejenak, dan di titik itulah tutor memperkenalkan cara kerja studio: satu gambar ditahan dua frame, sehingga dua belas gambar sudah cukup untuk satu detik.

Keyframe dijelaskan sebagai gambar yang menentukan cerita. Tokoh berdiri, tokoh menekuk lutut, tokoh melayang di udara, tokoh mendarat. Empat gambar tadi sudah menyimpan seluruh peristiwanya. Inbetween adalah gambar penyambung yang mengisi jarak di antaranya supaya perpindahan terasa halus.

Pembagian ini memudahkan anak mengatur tenaga. Ia menggambar keyframe lebih dulu, memeriksa apakah ceritanya sudah terbaca, baru menambah inbetween pada bagian yang perlu. Anak yang langsung menggambar berurutan dari lembar pertama sering kehabisan semangat di lembar kelima belas dan meninggalkan karyanya setengah jalan. Tutor Edubia memakai urutan keyframe lebih dulu untuk semua peserta di atas kelas 3 SD.

Kenapa Flipbook Kertas Bertahan sebagai Latihan Waktu di Kelas Animasi

Aplikasi animasi membuat banyak hal jadi ringan. Ia menyalin gambar, menggeser gambar, dan mengubah durasi lewat satu tarikan tetikus. Kemudahan tersebut menyimpan satu kerugian bagi pemula: anak bisa mengubah kecepatan tanpa pernah memahami apa yang sebenarnya sedang ia ubah.

Flipbook kertas menutup celah itu. Untuk membuat gerak melambat, anak harus benar-benar menambah lembar. Untuk membuat gerak mencepat, ia harus merenggangkan jarak antargambar dengan tangannya sendiri. Waktu berubah menjadi sesuatu yang bisa dipegang, dihitung, dan ditumpuk di atas meja.

Bahannya murah dan ada di rumah mana pun: kertas HVS dipotong empat, penjepit besi, dan pensil. Anak di Wonokromo dan anak di Gedangan sama-sama memulai dari sini, tanpa perlu perangkat apa pun. Tutor meminta satu flipbook mandiri di antara dua sesi, dan tugas itu termasuk pekerjaan rumah yang jarang terbengkalai.

Cahaya yang Tidak Berubah sebagai Aturan Pertama Kursus Stop Motion

Kegagalan yang berulang pada pemula stop motion datang dari cahaya. Anak sudah memotret enam puluh foto dengan rapi, lalu hasilnya berkedip seperti lampu rusak. Penyebabnya sederhana: matahari bergeser di balik jendela, atau kamera ponsel menyetel terang gelapnya sendiri pada tiap jepretan.

Tutor mengajarkan dua kebiasaan untuk menutup masalah tersebut. Pertama, memotret jauh dari cahaya jendela dan memakai satu sumber lampu yang tetap. Kedua, mengunci fokus serta pencahayaan di aplikasi kamera sebelum foto pertama diambil. Dua langkah itu mengubah rekaman yang berkedip menjadi rekaman yang mulus tanpa perbaikan apa pun sesudahnya.

Kebiasaan ketiga menyangkut tangan. Jari yang tersenggol meja akan menggeser seluruh rangkaian, jadi anak diajak menarik napas dan menjauh sedikit sebelum menekan tombol. Anak di Sukolilo dan di Waru yang berlatih di meja makan keluarga biasanya menandai posisi alas dengan lakban kertas supaya semuanya bisa dikembalikan persis apabila meja perlu dipakai makan malam.

Aplikasi Gratis yang Dipakai di Kelas Animasi Digital Anak

Perangkat lunak berbayar tidak diperlukan untuk memulai. Kelas animasi digital Edubia berjalan di atas aplikasi gratis yang sanggup dijalankan laptop lama maupun ponsel keluarga.

Krita dan Pencil2D dipakai untuk animasi gambar. Keduanya gratis, terbuka kode sumbernya, dan menyediakan kulit bawang: bayangan samar gambar sebelumnya yang muncul di balik lembar yang sedang dikerjakan. Fitur tersebut adalah versi digital dari meja kaca berlampu milik animator tradisional, dan anak biasanya memahaminya cukup dari satu penjelasan.

Untuk stop motion, aplikasi perekam bingkai di ponsel sudah memadai, termasuk versi gratisnya. Pilihan alat sengaja disesuaikan dengan perangkat yang sudah ada di rumah. Keluarga di Tandes yang hanya memiliki satu ponsel dan keluarga di Gubeng yang punya tablet menerima materi yang sama; yang berbeda tinggal urutan latihan digitalnya.

Satu hal ditekankan tutor sejak awal: alat berganti tiap beberapa tahun, sementara hukum gerak yang dipelajari anak tetap berlaku di aplikasi apa pun yang ia pakai nanti.

Membangun Tokoh Lewat Siluet pada Sesi Menggambar Awal

Anak yang diminta membuat tokoh biasanya mulai dari detail: sepatu bertali, jam tangan, kacamata, dan lencana di dada. Semua detail itu lenyap begitu tokohnya bergerak kecil di layar ponsel.

Tutor membalik urutannya. Tokoh digambar dulu sebagai bentuk hitam penuh tanpa satu garis pun di dalamnya. Apabila bentuk hitam tadi masih terbaca sebagai anak berlari, burung terbang, atau kucing marah, tokohnya berhasil. Latihan ini disebut uji siluet, dan perancang tokoh di studio besar memakainya sampai hari ini.

Sesudah siluetnya kuat, sifat tokoh yang menentukan sisanya. Tokoh pemalu digambar sedikit membungkuk dengan bahu masuk ke dalam. Tokoh yang suka memerintah berdiri lebar dengan dagu terangkat. Anak menulis tiga kata sifat di sudut kertas, lalu mencocokkan bentuk badan tokohnya dengan tiga kata tersebut.

Cara ini juga memangkas waktu menggambar. Tokoh sederhana yang siluetnya jelas lebih mudah digambar ulang dua belas kali dalam satu detik, dan kemudahan itu yang membuat anak sanggup menuntaskan film pendeknya.

Detail

Empat Uji Cepat Tokoh Buatan Anak yang Dipakai Tutor

Uji siluet

Tokoh diwarnai hitam penuh. Bentuknya wajib tetap terbaca ketika dilihat dari jarak dua meter.

Uji gambar ulang

Tokoh yang sama digambar lima kali berturut-turut. Bentuk yang berubah-ubah menandakan desainnya terlalu rumit untuk dianimasikan anak.

Uji tiga kata sifat

Tiga kata sifat ditulis di sudut kertas, lalu diperiksa apakah bentuk badan tokoh sudah mewakili ketiganya.

Uji putar samping

Tokoh digambar dari depan dan dari samping. Perbedaan yang terlalu jauh akan menyulitkan anak saat tokohnya berjalan melintasi layar.

Papan Cerita Tiga Bagian yang Disusun Anak Bersama Tutor

Cerita pendek untuk anak dipecah menjadi tiga bagian yang mudah diingat: keadaan awal, masalah yang datang, dan penyelesaiannya. Tiga kata itu ditulis di tiga kotak besar sebelum satu gambar pun dibuat.

Papan cerita disusun dari enam sampai delapan kotak kecil di selembar kertas. Tiap kotak berisi coretan kasar dengan satu kalimat di bawahnya. Coretan itu memang sengaja dibuat jelek supaya anak tidak terjebak menggambar rapi di tahap yang salah, dan tutor menggambar kotak pertamanya lebih dulu sebagai contoh keberanian membuat garis buruk.

Cerita yang terlalu besar dipangkas pada tahap ini juga. Anak sering datang membawa gagasan berdurasi lima menit dengan sepuluh tokoh. Tutor membantunya memilih satu peristiwa saja: kucing mencuri ikan, bola menggelinding masuk got, atau adik menumpahkan susu. Satu peristiwa yang tuntas terasa jauh lebih memuaskan bagi anak dibanding cerita besar yang berhenti di tengah.

Papan cerita yang sudah jadi ditempel di dinding kamar. Ia menjadi daftar pekerjaan yang bisa dicoret satu per satu sepanjang sisa paket sesinya.

Suara dan Efek Sederhana pada Sesi Perekaman di Rumah

Gambar yang bergerak tanpa suara terasa setengah jadi bagi anak. Bagian suara sengaja diletakkan di sesi kesembilan, ketika gambarnya sudah hampir selesai, supaya anak mendengar perubahan besar yang lahir dari pekerjaan kecil.

Alat perekamnya ponsel keluarga di dalam kamar. Lemari yang penuh baju meredam pantulan suara dengan cukup baik, dan itu sudah memadai untuk karya pertama. Anak mengisi suara tokohnya sendiri, lalu mengulang dua tiga kali sampai kalimatnya jatuh tepat pada gerakan mulut yang ia gambar.

Efek suara dibuat dari benda di sekitar rumah. Kertas yang diremas berbunyi seperti api. Sepatu yang dipukulkan ke lantai berbunyi seperti langkah raksasa. Sedotan yang ditiup di dalam gelas berisi air berbunyi seperti rawa. Kegiatan ini menjadi bagian yang ditunggu anak, sekaligus melatih telinganya memperhatikan bunyi sehari-hari.

Menyelaraskan suara dengan gambar menutup pelajaran tentang waktu. Anak menggeser potongan suara maju mundur beberapa gambar, mendengarkan lagi, lalu memahami sendiri bahwa selisih sepersepuluh detik pun sudah terasa oleh telinga.

Menyelesaikan Film Belasan Detik sebagai Sasaran Paket 12 Sesi

Sasaran satu paket ditetapkan dengan sangat khusus: satu film pendek berdurasi dua belas sampai dua puluh detik, lengkap dengan judul dan nama pembuatnya di bagian akhir. Durasi itu terdengar singkat sampai seseorang menghitung jumlah gambarnya.

Menuntaskan karya lebih penting daripada memperindahnya, dan aturan tersebut ditegakkan tutor dengan tegas. Anak yang terus memperbaiki gambar pertamanya selama enam sesi akan berakhir tanpa karya sama sekali. Anak yang menyelesaikan versi kasarnya dalam sepuluh sesi memegang karya utuh yang bisa diputar, dinilai, lalu diperbaiki pada paket berikutnya.

Kebiasaan menuntaskan pekerjaan ini terbawa ke pelajaran sekolah. Anak yang pernah melihat pekerjaannya sendiri berjalan dari awal sampai akhir memiliki gambaran nyata tentang apa artinya menyelesaikan sesuatu, dan gambaran seperti itu sulit didapat dari tugas yang selalu dikoreksi orang lain.

Karya pertama hampir selalu kasar. Itu memang wajar. Animator profesional pun menyimpan latihan bola memantul pertamanya, dan hampir semuanya menceritakan hal yang sama tentang betapa berantakan hasil awal mereka.

Rentang usia 6 sampai 15 tahun terlalu lebar untuk satu materi yang seragam. Tutor memakai tiga jalur berbeda dengan sasaran yang sama: satu karya pendek yang selesai dan bisa diputar untuk keluarga di rumah.

Lebih dekat

Penyesuaian Materi Les Animasi Menurut Umur dan Kelas Anak

01

Kelas 1 sampai 3 SD, usia 6 sampai 9 tahun

Seluruh sesi berpusat di kertas dan benda. Flipbook, plastisin, serta potongan kardus mendominasi, dengan porsi layar di bawah dua puluh menit. Ceritanya dibatasi satu peristiwa dan satu tokoh.

02

Kelas 4 sampai 6 SD, usia 10 sampai 12 tahun

Keyframe dan inbetween mulai diperkenalkan. Anak memakai aplikasi gambar dengan bayangan samar, menyusun papan cerita enam kotak, lalu menggarap film sepanjang dua belas detik.

03

SMP kelas 7 sampai 9, usia 13 sampai 15 tahun

Materi bertambah ke desain tokoh, tabel waktu, penyuntingan, dan pengisian suara. Sebagian peserta memakai paket ini untuk menyiapkan kumpulan karya bagi seleksi masuk sekolah seni.

Waktu Layar Sehat dan Porsi Tanpa Layar di Tiap Sesi Les

Orang tua yang menghubungi Edubia untuk kelas animasi hampir selalu membawa satu kekhawatiran yang sama, dan kekhawatiran itu masuk akal. Anak sudah menatap layar untuk keperluan sekolah, lalu ditambah kelas yang juga memakai layar.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menganjurkan waktu layar hiburan sekitar satu setengah jam sehari bagi anak usia 6 sampai 12 tahun, dan sekitar dua jam bagi usia 12 sampai 18 tahun, di luar keperluan belajar. Angka tersebut dipakai Edubia sebagai patokan saat menyusun sesi.

Susunan 90 menit membagi waktu dengan sadar. Sekitar 45 menit dikerjakan di kertas, sepuluh menit dipakai untuk bergerak dan menghitung ketukan, sisanya baru di perangkat. Untuk peserta kelas 1 sampai 3 SD porsi layarnya ditekan lagi menjadi sekitar dua puluh menit.

Pembagian ini menguntungkan hasil belajarnya juga. Anak yang menggambar gerak dengan tangannya sendiri memahami waktu lebih cepat dibanding anak yang hanya menggeser penanda di garis waktu aplikasi, jadi porsi tanpa layar bekerja untuk dua tujuan sekaligus.

Pemutaran Perdana untuk Keluarga sebagai Penutup Paket Kelas

Sesi terakhir tiap paket disusun sebagai pemutaran kecil di rumah. Lampu diredupkan, ponsel atau laptop disambungkan ke televisi keluarga apabila tersedia, dan karya anak diputar dari awal sampai nama pembuatnya muncul.

Bagian ini terlihat sepele dengan pengaruh yang besar. Anak yang karyanya ditonton kakek, adik, dan tetangga sebelah pintu memperoleh alasan nyata untuk melanjutkan. Tepuk tangan keluarga bekerja lebih kuat daripada nilai angka mana pun pada usia tersebut.

Tutor menyiapkan satu berkas rekaman yang bisa disimpan dan dibagikan orang tua. Sebagian keluarga di Mulyorejo dan Sedati mengirimkannya ke grup keluarga besar; sebagian lain menyimpannya sebagai penanda perkembangan untuk dibandingkan dengan karya paket berikutnya.

Sesudah pemutaran, tutor menuliskan satu halaman catatan: prinsip gerak yang sudah dikuasai, bagian yang perlu diulang, dan usulan tema untuk karya kedua. Catatan itu menjadi titik mulai apabila keluarga meneruskan ke paket lanjutan.

Biaya Les Animasi Anak di Surabaya dan Sidoarjo

Biaya Les Animation for Kids Edubia mulai Rp97.300 per sesi untuk kelas privat satu tutor satu anak di rumah. Angka tersebut berlaku untuk sesi 90 menit, panjang yang dipakai supaya satu latihan gerak sempat digambar, diuji, diperbaiki, lalu diputar ulang pada pertemuan yang sama.

Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang. Sesi di rumah tidak memakai tambahan tersebut, dan sebagian besar peserta animasi memang memilih di rumah karena meja gambar, plastisin, serta lampu belajarnya sudah tersedia di sana.

Bahan habis pakai berupa kertas, pensil, dan plastisin ditanggung keluarga. Nilainya kecil dan barangnya mudah didapat di toko alat tulis sekitar rumah. Aplikasi yang dipakai gratis, jadi tidak ada biaya perangkat lunak sepanjang paket berjalan.

Kelas daring tersedia dengan tarif yang sama untuk keluarga di wilayah berjarak tempuh panjang, misalnya Lakarsantri, Benowo, atau Krian. Sesi daring dijalankan dengan kamera diarahkan ke meja gambar supaya tutor tetap melihat tangan anak sepanjang ia menggambar.

Jadwal Les Animasi Anak dari Rungkut sampai Waru

Jadwal disusun mengikuti jam keluarga. Sesi tersedia dari pagi hingga malam, tujuh hari sepekan, dan sebagian besar peserta animasi memilih akhir pekan karena latihan menggambar menuntut anak dalam keadaan segar.

Untuk hari kerja, jam 16.00 dan 18.30 termasuk yang cepat penuh. Tutor yang melayani Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar biasanya menyusun rute sore secara berurutan supaya waktu perjalanan tidak memakan jam belajar. Keluarga di Waru, Gedangan, serta Sedati mendapat pilihan jam yang memperhitungkan padatnya jalur menuju Surabaya pada jam pulang kerja.

Sesi yang berhalangan bisa dipindah dengan pemberitahuan sehari sebelumnya. Anak yang sedang menghadapi ujian sekolah biasanya menjeda satu sampai dua pekan, dan jeda tersebut tidak menghanguskan sisa sesi di paketnya.

Paket 12 sesi umumnya selesai dalam tiga bulan dengan ritme satu sesi tiap pekan. Keluarga yang mengejar libur panjang kadang memadatkannya menjadi dua sesi sepekan selama enam pekan, dan ritme padat itu justru cocok untuk animasi karena ingatan anak atas gerak yang sedang digarap masih segar.

Ganti Tutor Tanpa Biaya Tambahan Selama Paket Berjalan

Kecocokan tutor dengan anak menentukan hasil kelas seni lebih besar dibanding di mata pelajaran hitungan. Anak yang segan bertanya akan menyimpan kebingungannya, dan gambarnya berhenti berkembang tanpa ada yang menyadari.

Karena itu Edubia memasang mekanisme yang jelas. Sesi pertama berfungsi sebagai pengenalan sekaligus penilaian awal: tutor mengamati cara anak memegang pensil, kesabarannya menggambar ulang, dan hal yang membuatnya bersemangat. Hasil pengamatan tersebut dicatat lalu dikirim kepada orang tua.

Apabila orang tua atau anak merasa kurang cocok, permintaan penggantian tutor bisa diajukan tanpa biaya tambahan dan tanpa memotong sisa sesi. Tim mencarikan tutor lain berlatar seni yang sesuai, lalu menyerahkan catatan sesi sebelumnya supaya anak tidak perlu mengulang dari awal.

Mekanisme yang sama berlaku apabila arah minat anak bergeser, misalnya dari animasi gambar ke stop motion atau ke penyuntingan video. Sisa sesi dialihkan ke materi baru bersama tutor yang memang menguasainya.

Catatan penting

Alat yang Perlu Disiapkan Keluarga Sebelum Sesi Les Pertama

Kertas HVS satu rim dan penjepit besi

Dipotong empat untuk flipbook. Satu rim cukup untuk seluruh paket 12 sesi termasuk latihan mandiri anak di rumah.

Pensil 2B, penghapus, dan spidol hitam tipis

Spidol dipakai menegaskan garis akhir supaya gambar tetap terbaca saat lembarnya difoto.

Meja rata dengan satu lampu belajar

Cahaya dari satu arah yang tetap membuat hasil foto rangkaian gambar seragam dari lembar pertama sampai terakhir.

Ponsel atau tablet dengan ruang simpan kosong

Satu karya pendek memuat ratusan foto, jadi ruang kosong sekitar dua giga sudah memadai.

Plastisin dua sampai tiga warna

Dipakai mulai sesi stop motion. Warna terang lebih mudah dilihat anak ketika hasilnya diputar di layar kecil.

Laptop lama pun memadai

Aplikasi animasi gratis yang dipakai kelas ini berjalan pada mesin berusia sepuluh tahun sekalipun.

Ke Mana Anak Melanjutkan Setelah Kursus Animasi Dasar

Sebagian keluarga bertanya soal kelanjutan sesudah paket pertama selesai, dan Surabaya kebetulan memiliki jalur yang cukup lengkap untuk bidang ini.

Di jenjang menengah, SMK Negeri 12 Surabaya di kawasan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, membuka Konsentrasi Keahlian Animasi serta Desain Komunikasi Visual. Sekolah tersebut memusatkan seluruh jurusannya pada industri kreatif, dan seleksi masuknya memakai jalur bakat dan minat, sehingga kumpulan karya yang dirawat anak sejak SD punya nilai nyata.

Di jenjang kampus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember membuka program studi Desain Komunikasi Visual dengan materi yang mencakup media interaktif dan animasi. Universitas Negeri Surabaya menjalankan program studi serupa sejak 2015, sementara Universitas Kristen Petra sudah membukanya sejak 1998. Ketiganya berada di Surabaya, jadi anak bisa menempuh jalur itu tanpa meninggalkan rumah.

Anak yang tidak menuju sekolah seni tetap membawa pulang sesuatu. Kesabaran menggambar ulang, kemampuan memecah pekerjaan besar menjadi bagian kecil, dan kebiasaan menuntaskan karya terpakai di jurusan apa pun. Beberapa peserta memakai keterampilan ini untuk membuat bahan presentasi sekolah yang bergerak, dan hasilnya biasanya terlihat berbeda dari milik teman sekelasnya.

Panjang 90 menit dipilih karena satu latihan gerak perlu digambar, diuji, diperbaiki, lalu diputar ulang pada pertemuan yang sama. Sesi 60 menit biasanya berhenti tepat sebelum anak sempat melihat karyanya bergerak, dan bagian itulah yang membuatnya mau berlatih lagi.

Poin penting

Alur Satu Sesi Les Animasi Anak Selama 90 Menit

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Lima belas menit pertama: pemanasan garis

    Anak menggambar bentuk sederhana berulang tanpa memakai penghapus. Tangan yang sudah panas menghasilkan garis lebih tenang di lembar berikutnya.

  2. Menit 15 sampai 45: latihan gerak di kertas

    Satu prinsip gerak dilatih di lembar terpisah, ditumpuk, lalu dibalik dengan ibu jari supaya anak langsung melihat akibat dari jarak yang ia pilih.

  3. Menit 45 sampai 55: rehat tanpa layar

    Anak berdiri, meniru gerak yang sedang ia animasikan, dan menghitung ketukan bersama tutor. Tubuh yang ikut bergerak membantu anak merasakan tempo.

  4. Menit 55 sampai 80: memindahkan latihan ke aplikasi

    Lembar kertas difoto atau digambar ulang di aplikasi gratis, lalu waktunya diatur. Anak melihat gambar yang sama berjalan lebih cepat dan lebih lambat.

  5. Sepuluh menit terakhir: pemutaran dan catatan tugas

    Hasil sesi diputar dua kali, tutor menulis satu catatan perbaikan, dan anak membawa satu tugas kertas yang bisa dikerjakan tanpa perangkat.

Stop motion dipilih untuk anak yang lebih suka memegang benda daripada memegang pensil. Bahannya plastisin, mainan lama, kancing, atau potongan kardus. Lima langkah di bawah dikerjakan berurutan dalam satu sesi 90 menit.

Ringkasnya

Urutan Kerja Membuat Stop Motion di Rumah pada Sesi Les

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Menyiapkan meja dan cahaya yang menetap

    Meja didorong menjauh dari jendela, lalu satu lampu belajar diarahkan dari sisi yang sama sepanjang pemotretan berlangsung.

  2. Menegakkan penopang kamera dari tumpukan buku

    Ponsel disandarkan pada tumpukan buku atau penjepit sederhana supaya sudut pandangnya tidak bergeser sedikit pun antarfoto.

  3. Membentuk tokoh dari plastisin

    Tokoh dibuat pendek dan gempal supaya sanggup berdiri sendiri. Bentuk tinggi kurus akan roboh di tengah pemotretan dan memaksa anak mengulang.

  4. Menggeser sedikit lalu memotret

    Satu gerakan dipecah menjadi belasan geseran kecil. Dua foto untuk tiap pose menghasilkan dua belas pose dalam satu detik rekaman.

  5. Memutar hasil dan menambal lompatan gerak

    Rekaman diputar pelan, bagian yang meloncat ditandai, lalu foto tambahan disisipkan tepat di titik tersebut.

Tanya jawab

Berapa biaya dan bagaimana jadwal les animation for kids?

Berapa biaya les animasi anak di Surabaya?

Mulai Rp97.300 per sesi untuk kelas privat 90 menit di rumah, satu tutor untuk satu anak. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi. Bahan seperti kertas, pensil, dan plastisin ditanggung keluarga, sementara aplikasi yang dipakai gratis sepanjang paket berjalan.

Umur berapa anak boleh mulai belajar animasi?

Enam tahun sudah memadai apabila anak sanggup menggambar dengan tenang sekitar lima belas menit. Peserta usia 6 sampai 9 tahun berlatih di kertas, plastisin, dan kardus. Materi digital dengan keyframe serta inbetween mulai diberikan pada peserta kelas 4 SD ke atas.

Anak saya belum pandai menggambar. Apakah tetap bisa ikut?

Bisa. Latihan pertama berupa bola memantul yang hanya menuntut lingkaran, dan hampir semua anak menuntaskannya di sesi pertama. Animasi menuntut kemampuan mengatur waktu antargambar lebih besar daripada kemampuan menggambar rapi. Kerapian tumbuh sendiri dari pengulangan sepanjang dua belas sesi.

Apakah kelas animasi menambah waktu anak menatap layar?

Sekitar separuh sesi dikerjakan di kertas. Untuk peserta kelas 1 sampai 3 SD, porsi layar ditekan menjadi sekitar dua puluh menit dari 90 menit. Susunan ini mengikuti anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia yang membatasi waktu layar hiburan sekitar satu setengah jam sehari bagi anak usia 6 sampai 12 tahun.

Aplikasi apa yang perlu dibeli sebelum les dimulai?

Tidak ada. Kelas ini memakai Krita dan Pencil2D yang gratis serta terbuka kode sumbernya, ditambah aplikasi perekam bingkai gratis di ponsel untuk stop motion. Semuanya berjalan pada laptop lama, jadi keluarga tidak perlu membeli perangkat baru sebelum sesi pertama.

Berapa lama sampai anak menghasilkan karya pertamanya?

Karya pertama berupa flipbook bola memantul selesai pada sesi pertama juga. Film pendek berdurasi dua belas sampai dua puluh detik dengan cerita, suara, dan judul disasar tuntas di sesi kedua belas, umumnya sekitar tiga bulan dengan ritme sepekan sekali.

Apakah tutor datang ke rumah di wilayah Sidoarjo?

Ya. Tutor melayani kunjungan ke Waru, Gedangan, Taman, Sedati, Buduran, dan Sidoarjo kota, dengan jadwal sore yang memperhitungkan padatnya jalur menuju Surabaya. Wilayah berjarak tempuh panjang seperti Krian dan Tarik biasanya memilih sesi daring dengan tarif yang sama.

Apa perbedaan animasi gambar dan stop motion di kelas ini?

Animasi gambar dikerjakan lembar demi lembar dengan pensil atau aplikasi, cocok untuk anak yang senang menggambar. Stop motion memakai plastisin serta benda rumah yang difoto sedikit demi sedikit, cocok untuk anak yang lebih suka memegang benda. Keduanya diajarkan dalam satu paket yang sama.

Apakah anak perlu punya tablet gambar?

Tidak perlu. Sebagian besar latihan dikerjakan di kertas, dan bagian digitalnya bisa dijalankan dengan tetikus biasa atau layar sentuh ponsel. Tablet gambar mempermudah peserta SMP yang sudah menggarap karya panjang, dan pembeliannya sebaiknya menunggu sampai minat anak terbukti bertahan.

Bagaimana kalau anak tidak cocok dengan tutornya?

Permintaan penggantian tutor bisa diajukan tanpa biaya tambahan dan tanpa memotong sisa sesi. Tim mencarikan tutor lain berlatar seni yang sesuai, lalu menyerahkan catatan sesi sebelumnya supaya anak melanjutkan dari titik terakhir yang sudah ia capai.

Apakah kelas animasi bisa diikuti dua anak sekaligus?

Format bakunya satu tutor untuk satu anak, sebab tiap anak berjalan pada kecepatan menggambar yang berbeda. Kakak beradik dengan selisih usia dekat kadang meminta sesi bersama, dan permintaan itu dibicarakan lebih dulu bersama tim supaya materinya disusun ulang.

Apa yang perlu disiapkan sebelum sesi pertama?

Kertas HVS satu rim, pensil 2B, penghapus, penjepit besi, serta meja rata dengan satu lampu belajar. Ponsel atau tablet dengan ruang simpan sekitar dua giga disiapkan untuk sesi stop motion. Plastisin baru diperlukan mulai sesi kesembilan.

Apakah karya anak bisa dipakai mendaftar sekolah seni?

Bisa, dan sebagian peserta SMP memang memakainya. SMK Negeri 12 Surabaya di Kecamatan Wonocolo membuka Konsentrasi Keahlian Animasi serta Desain Komunikasi Visual dengan jalur seleksi bakat dan minat, sehingga kumpulan karya yang rapi punya nilai nyata saat mendaftar.

Apakah tersedia kelas online untuk animasi?

Tersedia, dengan tarif yang sama. Kamera diarahkan ke meja gambar supaya tutor melihat tangan anak sepanjang ia menggambar dan bisa menunjukkan perbaikan di lembar yang sama. Sesi daring cocok untuk keluarga di Benowo, Lakarsantri, Krian, dan wilayah lain yang jarak tempuhnya panjang.

Apakah anak harus sudah lancar membaca dan menulis?

Membaca lancar membantu saat menulis papan cerita, dan anak kelas 1 SD yang belum lancar tetap bisa ikut. Tutor menuliskan kalimat papan cerita mengikuti dikte anak, sementara anak mengerjakan gambar di dalam kotaknya.

Siap Bergabung

Sesi animation for kids pertama bisa dijadwalkan minggu ini

Kebutuhan dipetakan dulu, biaya per sesi dibicarakan terbuka, baru les animation for kids berjalan.