4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai peserta lomba
Les Cosplay di Surabaya
Les cosplay privat di Surabaya: membangun kostum EVA foam, menata wig, merias karakter, dan tampil di lomba. Sesi 90 menit mulai Rp209.300 dengan tutor yang datang ke rumah, dari Rungkut sampai Waru.
Apa itu Les Cosplay di Surabaya?
Les cosplay privat di Surabaya: membangun kostum EVA foam, menata wig, merias karakter, dan tampil di lomba. Sesi 90 menit mulai Rp209.300 dengan tutor yang datang ke rumah, dari Rungkut sampai Waru.
Konsultasi dan DaftarDetail Program
- Format Sesi
- Privat satu tutor satu peserta di meja kerja peserta sendiri, 90 menit untuk sesi biasa dan 120 menit untuk sesi kerja bahan
- Biaya
- Mulai Rp209.300 per sesi 90 menit dengan ritme empat sesi sebulan, tutor datang ke alamat peserta
- Ritme
- Sekali sepekan untuk hobi berkala, dua kali sepekan ketika ada tanggal acara yang sedang dikejar
- Cakupan pelajaran
- Bangun kostum, pola dan jahit replika, wig, rias karakter, zirah dan properti, penampilan panggung, sesi foto
- Wilayah
- 31 kecamatan Surabaya plus 18 kecamatan di kabupaten tetangganya, Sidoarjo
- Perlengkapan
- Bahan build, kertas pola, foam, cat, dan perkakas potong disiapkan peserta di luar tarif sesi; daftarnya disusun di sesi pertama
- Tutor pengampu
- Tutor yang terbiasa mengerjakan build kostum dan mendampingi peserta menuju hari lomba
Susunan Materi
Susunan materi les cosplay dari nol sampai hari lomba
Enam pokok di bawah dijalankan menurut sisa waktu menuju tanggal acara. Peserta dengan tenggat delapan pekan menjalankan semuanya berurutan; peserta dengan tenggat tiga pekan memangkas pokok keempat dan kelima lebih dulu, sebab keduanya bisa disusulkan pada build berikutnya tanpa merusak kostum yang sedang dikerjakan.
- 1
Memilih karakter dan memecah pekerjaannya
Sesi pertamaYang dibahas. Membaca gambar sumber, menghitung jumlah potongan, dan memutuskan bagian mana yang dibangun sendiri serta bagian mana yang dibeli jadi.
Jebakan umum. Karakter dipilih dari rasa suka, dan jumlah potongannya baru dihitung sesudah bahan telanjur terbeli.
Cara tutor. Tutor meminta peserta menggambar daftar potong pada sesi pertama, mengalikan tiap potongan dengan perkiraan jam kerja, lalu mencocokkan totalnya dengan sisa pekan yang benar-benar ada.
- 2
Pola kertas dan pemindahan ke foam
DasarYang dibahas. Mock-up kertas di badan sendiri, kelonggaran jahitan, pencerminan pola untuk sisi kiri dan kanan, serta penandaan garis temu.
Jebakan umum. Pola langsung digambar di lembaran foam, sehingga kesalahan ukuran baru terlihat ketika lembarannya sudah terpotong.
Cara tutor. Kertas dipakai sampai bentuknya benar. Pola kertas yang lolos disimpan sebagai arsip peserta, sebab bentuk pelindung bahu dan sarung tangan sering dipakai ulang untuk karakter berikutnya.
- 3
Menjahit demi ketepatan replika
MenengahYang dibahas. Pemilihan kain untuk kamera, interfacing, penguat bentuk, penyelesaian tepi yang terlihat, dan pemasangan lapisan pengembang.
Jebakan umum. Kain dipilih dari warnanya di layar ponsel, lalu terlihat berbeda sama sekali di bawah lampu ruang pameran.
Cara tutor. Peserta memotret potongan kain di bawah tiga cahaya berbeda sebelum membeli meteran panjang, dan membandingkan hasilnya dengan gambar sumber pada layar yang sama.
- 4
Wig dan penataannya
MenengahYang dibahas. Jenis serat, uji tahan panas, penambahan lajur serat, penguncian bentuk dengan air dingin, dan pemasangan wig cap.
Jebakan umum. Seluruh wig langsung disiram air panas tanpa menguji satu helai, dan seratnya menggumpal tanpa bisa dipulihkan.
Cara tutor. Satu helai dari bagian dalam diuji lebih dulu di depan tutor, hasilnya dicatat di lembar persiapan, dan suhu yang aman dipakai sebagai patokan untuk seluruh penataan berikutnya.
- 5
Rias karakter dan keselamatan lensa
WajibYang dibahas. Pembentukan garis wajah untuk kamera, latex cair dan prostetik sederhana, ketahanan riasan sepanjang acara, dan aturan lensa kontak berwarna.
Jebakan umum. Riasan diukur dari cermin jarak dekat, sehingga garis yang terbaca di kamar hilang di foto panggung.
Cara tutor. Tiap latihan rias ditutup pemotretan cepat dari jarak tiga meter, dan uji tempel prostetik di lengan bagian dalam dilakukan sehari sebelum riasan itu dipakai sungguhan.
- 6
Penampilan, pose, dan sesi foto
Menjelang acaraYang dibahas. Cara berjalan sebagai karakter, tiga sampai lima pose kunci, pengaturan waktu di panggung, serta tata krama dan kredit pada sesi foto.
Jebakan umum. Pose dipilih di tempat ketika fotografer sudah menunggu, dan tubuh berhenti di posisi yang terlihat ragu.
Cara tutor. Pose dikunci di rumah lewat rekaman video, dilatih sampai bisa dimasuki dalam dua detik, lalu diuji sekali lagi memakai kostum lengkap beserta propertinya.
Sebelum mendaftar
Keadaan yang biasanya membawa orang ke kelas cosplay
Kelas ini menjawab keadaan berikut
- Karakter sudah dipilih, dan pekerjaan berhenti karena tak jelas bagian mana yang dikerjakan lebih dulu.
- Bahan pernah dibeli lalu tersisa di lemari karena potongan pertamanya salah ukuran.
- Ada tanggal acara di Surabaya yang sedang dikejar, dan yang dibutuhkan hitungan pekan yang bisa dipegang.
- Menjahit sudah bisa dan foam belum pernah disentuh sama sekali, atau justru sebaliknya.
- Sudah beberapa kali ikut lomba dan nilainya tersendat di jalur craftsmanship.
Kenapa Edubia
Yang membuat sesi cosplay terasa beda
Sesi mengikuti tenggat acara
Rencana disusun mundur dari tanggal lomba atau festival yang dibidik peserta, sehingga tiap sesi berakhir di titik yang aman ditinggal sampai pekan berikutnya.
Tiga keterampilan dipisah jam belajarnya
Membangun, merias, dan menampilkan dilatih dengan ritme sendiri-sendiri, supaya satu keterampilan yang tersendat tidak menahan dua lainnya sampai hari acara.
Bahan diuji sebelum dibeli banyak
Contoh kain dan dua jenis foam pembanding dibeli peserta dalam potongan kecil sebelum sesi awal, lalu keputusannya diambil dari hasil foto serta pegangan tangannya sendiri.
Keselamatan ditulis di lembar bawaan
Aturan lensa kontak berwarna, tanda kelelahan panas, dan aturan properti tiruan dipegang tanpa perkecualian di setiap sesi.
Uji pakai penuh sebelum hari acara
Kostum dipakai tiga puluh menit di rumah untuk menguji berat, ventilasi, titik gesek, dan pengait yang mudah lepas saat peserta bergerak.
Fleksibel
Cosplay yang menyesuaikan jadwal anak
Tutor cosplay datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Cakupan
Yang didapat peserta di paket les cosplay privat
- Rencana build bertanggal Daftar potong, urutan pengerjaan, dan tanggal jatuh tempo tiap bagian, dicocokkan dengan tanggal acara yang dibidik peserta.
- Pendampingan belanja bahan Daftar belanja yang sudah dipisah antara toko kain dan toko perkakas, berikut pagar anggaran yang diperbarui memakai harga lapangan.
- Latihan teknik di meja sendiri Pemotongan, pengeleman, pembentukan panas, penyegelan, dan pengecatan dikerjakan dengan bahan yang benar-benar akan dipakai di kostum.
- Sesi rias dengan uji kamera Setiap latihan rias ditutup pemotretan cepat dari jarak tiga meter, sehingga peserta menilai hasilnya dari jarak penonton.
- Rekaman pose antar pekan Video tiap sesi disimpan peserta, dan perbandingan antar pekan dipakai memilih tiga sampai lima pose yang dibawa ke panggung.
- Lembar keselamatan hari acara Aturan lensa kontak, tanda kelelahan panas, jadwal minum, dan daftar perbaikan darurat yang muat di tas kecil.
Poin utama
Apa yang keluarga dapat dari les cosplay privat?
Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi cosplay pertama di Surabaya.
Biaya les cosplay disepakati di awal
Nominal per sesi dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, tanpa tambahan di tengah jalan.
Garansi ganti tutor
Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor cosplay diganti tanpa biaya tambahan.
Tutor cosplay terverifikasi
Berkas, wawancara, dan uji materi dilalui setiap tutor cosplay sebelum ia masuk ke rumah keluarga di Surabaya.
Urutan pekan
Delapan pekan les cosplay menuju satu tanggal acara
Hitungan di bawah memakai ritme dua sesi sepekan. Peserta dengan ritme satu sesi sepekan menggandakan tiap tahap, dan peserta yang membangun kostum sederhana biasanya selesai dua pekan lebih awal.
- 01
Karakter dan daftar potong
Pekan 1Gambar sumber dibaca bersama, jumlah potongan dihitung, dan pagar anggaran bahan disusun. Peserta pulang membawa daftar belanja yang sudah dipisah antara toko kain dan toko perkakas.
- 02
Pola kertas yang sudah pas
Pekan 2Mock-up kertas diuji di badan, diperbaiki, lalu dipindahkan jadi pola siap potong. Bahan baru dibeli sesudah pola lolos, sehingga jumlah lembarnya tepat.
- 03
Pemotongan dan perakitan foam
Pekan 3 sampai 4Foam dipotong, dilem, dan dibentuk dengan pemanas udara. Bagian kain mulai dijahit berbarengan, supaya waktu tunggu lem terpakai untuk pekerjaan lain.
- 04
Penyegelan dan pengecatan
Pekan 5Amplas, filler primer, penyegelan pori, lalu cat berlapis tipis. Tahap ini menuntut sesi 120 menit dan ruang berangin, jadi jadwalnya digeser ke akhir pekan.
- 05
Wig, rias, dan uji pakai
Pekan 6Wig ditata lalu dikunci, riasan dilatih dua kali sampai urutannya hafal, dan kostum dipakai penuh tiga puluh menit untuk menguji berat serta ventilasinya.
- 06
Pose, gladi, dan daftar bawaan
Pekan 7 sampai 8Pose dikunci lewat rekaman video, waktu naik panggung dihitung dengan penghitung waktu, dan tas perbaikan darurat disusun berisi lem, jarum, dan cat sisa.
Yang dikerjakan peserta di kelas cosplay privat Surabaya
Cosplay menuntut satu tanggal dipenuhi tiga keterampilan yang tak saling menolong. Kostum harus berdiri sebagai benda yang kuat dipakai berjam-jam. Wajah harus terbaca sebagai karakter di bawah lampu dan lensa kamera. Tubuh harus bergerak seperti tokohnya pada detik nama peserta dipanggil juri. Ketiganya dilatih dengan cara yang berbeda, dan ketiganya jatuh tempo pada hari acara yang sama.
Karena itu kelas disusun mundur dari tanggal acara. Sesi pertama dipakai memilih karakter, menghitung sisa pekan, lalu memecah pekerjaan jadi potongan yang muat di satu sesi. Peserta yang datang membawa gambar referensi biasanya pulang dari sesi pertama membawa daftar potong: bagian mana yang dibangun dari foam, bagian mana yang dijahit, bagian mana yang dibeli jadi.
Tutor cosplay Edubia bekerja di meja peserta sendiri, di rumah, dengan bahan yang benar-benar akan dipakai. Perhitungan berat, ukuran lengan, dan lebar pintu kamar ikut masuk sejak hari pertama, sebab benda yang dibangun harus keluar dari rumah dan naik kendaraan menuju lokasi acara di Surabaya.
Ketiga keterampilan di bawah punya jam belajar yang berbeda jauh. Membangun kostum menuntut waktu blok panjang, sebab lem kontak butuh jeda mengering dan cat butuh lapisan tipis berulang. Merias karakter menuntut latihan pendek yang sering, sebab tangan perlu hafal urutannya sampai selesai dalam waktu terbatas di ruang ganti. Menampilkan karakter menuntut latihan di depan cermin dan rekaman video, sebab yang dinilai orang lain adalah bagaimana peserta terlihat dari jauh. Tutor memisahkan ketiganya supaya satu keterampilan yang tersendat tidak menahan dua yang lain.
Poin penting
Tiga keterampilan yang dilatih terpisah di tiap sesi
Membangun kostum dan properti
Pola, pemotongan, pembentukan dengan udara panas, penyegelan, lalu pengecatan. Bagian dengan jam kerja terpanjang, dan bagian yang sering diremehkan saat menghitung tenggat.
Merias karakter untuk kamera
Membentuk garis wajah supaya terbaca dari kursi penonton dan dari balik lensa, memasang prostetik sederhana, lalu mengatur ketahanan riasan selama acara berlangsung.
Menampilkan karakter di depan orang
Cara berjalan, tiga sampai lima pose yang sudah dikunci, dan pengaturan waktu naik panggung. Dilatih dengan rekaman video supaya peserta melihat dirinya seperti juri melihatnya.
Bahan kostum yang dibahas tutor sejak sesi awal
EVA foam adalah bahan pembuka untuk hampir semua zirah. Lembaran tebal 10 mm dipakai untuk badan pelindung dada, 5 mm untuk lapisan detail yang ditempel di atasnya, dan 2 mm untuk garis timbul yang halus. Kerapatan lembaran menentukan hasilnya: foam yang terlalu empuk penyok saat ditekan tali bahu, sementara yang terlalu padat sulit dilengkungkan.
Lem kontak dipakai karena ia mengikat foam ke foam tanpa jahitan. Cara pakainya berbeda dari lem putih: kedua permukaan diolesi tipis, ditunggu sampai tidak lagi menempel di jari, baru ditempelkan sekali. Sambungan yang sudah menempel praktis tak bisa digeser, jadi tutor melatih peserta menandai garis temu dengan pena perak lebih dulu.
Pemanas udara memberi bentuk melengkung yang tidak bisa dicapai potongan datar, sekaligus menutup pori permukaan. Sesudah itu foam wajib disegel sebelum dicat. Tanpa penyegelan, cat diserap habis oleh pori dan warnanya keluar belang. Lembaran termoplastik dan resin masuk belakangan untuk bagian kecil yang harus keras, sementara hasil cetak tiga dimensi selalu menuntut pekerjaan pasca-cetak berupa amplas dan filler primer sebelum layak dicat.
Pola dan jahit yang diukur dari tubuh peserta les
Menjahit untuk cosplay menaruh ketepatan visual di atas keawetan. Busana harian dijahit supaya tahan dicuci puluhan kali; kostum karakter dijahit supaya siluetnya tepat ketika difoto dari jarak tiga meter. Jahitan yang rapi tetap berguna, dan yang menentukan nilai tetap bentuknya.
Pola tiga dimensi diambil dari tubuh peserta sendiri, sehingga tak ada ukuran standar yang perlu ditebak. Selotip kertas dililitkan di atas kaus lama, garis potongan digambar di atasnya, lalu lapisan itu digunting dan dibuka jadi pola datar. Kelonggaran jahitan ditambahkan belakangan, dan besarnya berbeda menurut kain: kain licin menuntut kelonggaran lebih besar karena ia bergeser di bawah jarum.
Bentuk yang tegak dibantu interfacing dan penguat. Kerah tinggi, bahu berdiri, dan rok mengembang jarang mau berdiri sendiri hanya dari kain. Peserta belajar memasang interfacing setrika, kawat pipih di tepi kerah, dan lapisan tulle di dalam rok, lalu mengukur hasilnya sambil berdiri di depan cermin.
Empat kain di bawah muncul berulang di kelas cosplay karena harganya terjangkau di Surabaya dan perilakunya sudah dikenal. Kain dipilih dengan mata kamera, dan lampu kuning di dalam toko menyesatkan mata telanjang. Tutor mengajarkan satu uji murah sebelum membeli meteran panjang: ambil potongan kecil, jatuhkan di lantai, potret dengan ponsel di bawah lampu ruangan lalu sekali lagi di dekat jendela, dan bandingkan bentuk lipatannya dengan gambar sumber.
Ringkasnya
Pilihan kain yang disarankan tutor untuk kamera
Drill dan American drill
Jatuhnya tegas dan pantulan cahayanya rendah. Dipakai untuk seragam, celana, dan jas karakter yang harus terlihat rapi di foto.
Satin dan satin bridal
Berkilau di bawah lampu, jadi ia bagus untuk lapisan dalam jubah dan berisiko jadi bercak putih ketika dipakai pada permukaan lebar.
Beludru dan velboa
Menyerap cahaya sehingga lipatannya hilang di bawah lampu keras. Dipakai untuk jubah pendek dan aksen, dibantu cahaya samping saat sesi foto.
Tulle dan organza
Lapisan pengembang di dalam rok dan sayap tipis. Ringan dibawa naik kendaraan, dan mudah kusut kalau dilipat tanpa penyangga.
Wig di kelas cosplay: serat, ketebalan, dan tatanannya
Wig menentukan apakah seseorang terbaca sebagai karakter dari jauh, dan wig murah gagal di foto karena tiga hal yang bisa diperbaiki. Seratnya terlalu mengilap sehingga memantulkan lampu jadi garis putih. Jumlah seratnya terlalu sedikit sehingga jaring kepalanya terlihat di belahan rambut. Ujungnya rata pabrik sehingga siluetnya terbaca sebagai wig.
Serat tahan panas bisa ditata dengan air panas atau uap; serat biasa meleleh dan menggumpal pada suhu yang sama. Tutor memeriksa label dan menguji satu helai dari bagian dalam sebelum peserta menyentuh seluruh wig. Uji satu helai itu murah, dan ia menyelamatkan wig yang harganya setara biaya satu sesi.
Menambah ketebalan dilakukan dengan menjahit lajur serat tambahan ke bagian dalam, tepat di sekitar belahan. Bentuk yang sudah jadi dikunci dengan semprotan air dingin lalu ditahan sampai kering. Kilau berlebih diturunkan dengan bedak tabur tipis. Wig cap dipasang lebih dulu supaya rambut asli rata dan wig berhenti bergeser ketika kepala menoleh cepat di panggung.
Detail
Perlengkapan wig yang disiapkan sebelum sesi les
Lima benda ini dibawa peserta ke sesi tata wig di rumah.
Wig cap jaring
Menahan rambut asli supaya permukaan kepala rata dan wig berhenti bergeser saat peserta bergerak cepat.
Sisir bergigi jarang
Sisir rapat memutus serat sintetis. Gigi jarang menyisir dari ujung ke pangkal tanpa menarik serat sampai lepas.
Botol semprot air dingin
Mengunci bentuk sesudah serat dipanaskan, dan merapikan helai yang berdiri tanpa produk tambahan.
Jarum dan benang sewarna
Menjahit lajur serat tambahan di bagian dalam ketika wig terlalu tipis di sekitar belahan rambut.
Penyangga kepala busa
Menahan wig tetap berbentuk selama ditata, dan menyimpannya rapi di antara dua acara.
Rias karakter di kelas cosplay dan batas amannya
Rias karakter mengerjakan soal yang berbeda dari rias kecantikan. Rias kecantikan menghaluskan dan menyeimbangkan wajah asli. Rias karakter membentuk ulang garis wajah supaya cocok dengan gambar dua dimensi: alis dinaikkan atau ditutup, hidung dipersempit dengan bayangan, dan bentuk mata diubah lewat garis luar yang sengaja dilebihkan.
Ukuran keberhasilannya juga berbeda. Riasan yang bagus dilihat dari jarak setengah meter bisa hilang sama sekali di foto panggung. Karena itu setiap latihan rias di kelas ini ditutup pemotretan cepat memakai ponsel dari jarak tiga meter, sekali dengan lampu ruangan menyala penuh dan sekali lagi dengan satu sisi lampu dimatikan.
Prostetik sederhana dikerjakan dengan latex cair dan tisu berlapis untuk bekas luka, sisik tipis, atau tanduk kecil. Uji tempel di lengan bagian dalam dilakukan sehari sebelumnya. Kulit yang bereaksi pada hari acara sulit ditutupi, dan reaksi itu bertahan jauh lebih lama daripada acaranya sendiri.
Lensa kontak berwarna menyentuh jaringan hidup, dan itu membuatnya berbeda dari seluruh bagian kostum yang lain. Kelas ini memegang empat aturan di bawah tanpa perkecualian, dan tutor menghentikan sesi rias kalau salah satunya dilanggar. Keempatnya ditulis di lembar persiapan yang dibawa pulang peserta pada sesi pertama, supaya orang rumah ikut membacanya.
Lebih dekat
Aturan lensa kontak berwarna yang dipegang tutor
Dibeli lewat optik, dengan pengukuran
Lensa berwarna adalah alat kesehatan. Optik mengukur lengkung kornea dan diameter yang cocok, lalu mengajarkan cara memasang serta melepasnya. Lensa yang dibeli tanpa ukuran menggesek permukaan mata setiap kali peserta berkedip.
Tidak pernah dipinjamkan
Satu pasang lensa untuk satu orang. Meminjamkan lensa memindahkan bakteri dari mata ke mata, dan infeksinya muncul sesudah acara selesai ketika semua orang sudah pulang.
Masa pakai dipatuhi apa adanya
Lensa harian dibuang sesudah satu hari. Lensa bulanan dihitung dari tanggal kemasan dibuka, tidak dari berapa kali ia dipakai. Peserta menulis tanggal buka di kotak lensa pada sesi yang sama.
Dilepas sebelum tidur, tanpa tawar
Kornea mengambil oksigen dari udara. Tidur memakai lensa menutup jalur itu selama berjam-jam, dan lelah sesudah acara adalah saat langkah ini sering terlewat.
Zirah dan properti yang dirakit di sesi les cosplay
Zirah dinilai mata dari simetri kiri dan kanan. Selisih satu sentimeter di bahu terlihat langsung pada foto tampak depan, sementara selisih yang sama di punggung jarang terbaca. Karena itu pola dibuat sekali lalu dicerminkan, dan sisi kedua dipotong dari pola yang sama tanpa digambar ulang.
Berat dipikirkan sejak gambar rancangan. Kostum yang berat di bagian atas menarik bahu ke depan dan membuat peserta membungkuk sesudah satu jam. Beban dipindahkan ke pinggul lewat sabuk dalam, bagian besar dibuat berongga, dan titik gesek di ketiak serta leher dilapisi busa tipis. Peserta memakainya penuh selama tiga puluh menit di rumah sebelum acara sambil duduk, berdiri, dan naik turun tangga.
Pengait disembunyikan supaya siluetnya bersih: magnet neodymium untuk bagian yang sering dilepas pasang, perekat kait untuk pelat lebar, dan gesper di balik kain untuk beban berat. Titik listrik untuk lampu LED ditempatkan di sisi yang bisa dijangkau tangan peserta sendiri, sebab baterai selalu habis di tengah acara dan tak seorang pun mau melepas separuh zirahnya di lorong pameran.
Panitia acara di Surabaya umumnya memeriksa properti di pintu masuk sebelum peserta boleh naik ke area pameran. Pemeriksaan itu berpengaruh langsung pada penampilan: properti yang ditolak berarti peserta tampil tanpa benda yang justru menandai karakternya. Tutor membahas keempat aturan di bawah pada sesi ketika properti mulai dirakit, sehingga bentuk akhirnya sudah sesuai sejak potongan pertama.
Catatan penting
Aturan properti tiruan yang dibahas sebelum sesi lomba
Nol bahan tajam sungguhan
Bilah dibuat dari foam, kayu ringan, atau resin dengan tepi tumpul. Logam bermata tajam ditolak di hampir semua acara, dan membawanya di jalan menuju lokasi punya risikonya sendiri.
Peace bonding di pintu masuk
Properti panjang diikat pita penanda oleh panitia sebagai tanda sudah diperiksa. Peserta menyiapkan titik ikat yang tidak merusak cat, biasanya di gagang dan di pangkal bilah.
Panjang yang masih bisa dibawa
Properti di atas satu setengah meter sulit naik kendaraan umum dan sulit diputar di lorong pameran. Sambungan lepas pasang memecahnya jadi dua bagian yang muat di tas panjang.
Ujung dan sudut yang dibulatkan
Sudut runcing mengenai pengunjung lain di ruang padat, dan itu kejadian yang berulang tiap acara. Ujung dibulatkan lalu dilapisi foam tipis yang dicat sewarna badan properti.
Panas Surabaya dan cara sesi les menyiapkan tubuh
Kostum tertutup di Surabaya adalah soal teknik. Suhu siang di kota ini jarang turun, dan ruang pameran yang penuh orang menaikkannya lagi. Helm penuh, sarung tangan, dan lapisan foam menahan penguapan keringat, sehingga tubuh kehilangan jalur pendinginannya yang biasa justru pada jam ketika antrean foto sedang panjang.
Jalan keluarnya dipasang pada kostum sejak ia dibangun. Lubang ventilasi disembunyikan di bawah garis rambut helm atau di balik pelat bahu. Kipas kecil bertenaga baterai dipasang menghadap dahi. Lapisan dalam dipilih dari kain yang menyerap dan mudah dilepas, supaya bisa diganti di tengah acara tanpa membongkar zirah.
Sisanya urusan jadwal. Peserta dilatih memasang pengingat minum setiap tiga puluh menit, menyiapkan satu jeda lepas helm setiap satu jam, dan menandai satu titik teduh sebagai tempat kembali sebelum acara dimulai. Pusing, mual, dan berhentinya keringat adalah tanda awal kelelahan panas; ketiganya diajarkan sebagai alasan untuk keluar dari kerumunan dan melepas bagian yang menutup kepala.
Penampilan karakter yang dilatih di sesi les cosplay
Berjalan sebagai karakter adalah keterampilan yang bisa dipecah jadi bagian kecil. Tinggi dagu, lebar langkah, arah pandangan, dan posisi tangan ketika diam menentukan siapa yang sedang berjalan. Peserta melatihnya di ruang tamu sendiri sepanjang lima langkah bolak-balik, direkam dari sudut yang sama tiap kali, supaya perubahannya terlihat antar sesi.
Pose dikunci sebelum hari acara. Tiga sampai lima pose sudah cukup: satu tampak depan, satu tampak samping, satu memakai properti, dan satu pose rendah untuk foto berlatar lantai. Pose yang baru dipilih di tempat, di depan fotografer yang sudah menunggu, hampir selalu jatuh kaku. Latihannya diarahkan supaya tiap pose bisa dimasuki dalam dua detik.
Pengaturan waktu dilatih dengan hitungan. Peserta menghitung berapa detik berjalan ke tengah, berapa detik berhenti menghadap juri, dan pada ketukan mana properti diangkat. Musik pengiring lomba biasanya sudah ditentukan panitia dengan durasi tetap, jadi latihan berjalan dengan penghitung waktu menyala di samping.
Penilaian lomba yang dipelajari di kelas cosplay
Lomba cosplay di Indonesia umumnya membelah penilaiannya jadi dua jalur yang dihitung terpisah. Jalur craftsmanship menilai bendanya: kerapian sambungan, kesesuaian dengan gambar sumber, tingkat kesulitan teknik yang dipakai, dan kejujuran soal bagian mana yang dibuat sendiri. Jalur performance menilai orangnya: pembawaan karakter, cara memakai ruang di panggung, dan pengaturan waktu.
Pemisahan itu punya akibat praktis pada cara berlatih. Peserta yang kuat membangun sering tampil kaku, sedangkan peserta yang kuat tampil sering membawa kostum dengan sambungan yang belum rapi. Sesi kelas ini menimbang porsi keduanya sejak awal, mengikuti kategori lomba yang dibidik peserta dan sisa waktu yang masih ada.
Sebagian lomba memeriksa kostum dari dekat di meja juri sebelum penampilan. Peserta menyiapkan foto proses pembuatan, dari lembaran foam sampai lapisan cat terakhir, sebab pertanyaan pertama juri hampir selalu soal bagian mana yang dikerjakan sendiri. Foto proses itu dikumpulkan sepanjang sesi les, jauh sebelum malam menjelang acara.
Sesi foto cosplay: sudut, izin, dan kredit fotografer
Sesi foto adalah tempat sebagian besar kostum akhirnya dilihat orang banyak. Sudut rendah membuat karakter terlihat besar dan menonjolkan zirah bagian dada; sudut sejajar mata memberi kesan sehari-hari. Cahaya samping menghidupkan tekstur foam yang sudah dicat berlapis, sementara lampu kilat langsung dari depan meratakan tekstur itu jadi bidang datar.
Tata kramanya diajarkan bersamaan dengan tekniknya. Meminta izin sebelum memotret berlaku untuk semua orang, termasuk peserta yang sedang berpose untuk fotografer lain. Menyentuh kostum orang lain selalu didahului permintaan izin, sebab sambungan yang tampak kokoh sering hanya ditahan magnet kecil di baliknya.
Kredit fotografer disepakati sebelum sesi dimulai: bagaimana namanya ditulis, di mana foto boleh diunggah, dan berapa lama peserta menunggu sebelum memakainya. Kesepakatan lisan cukup untuk sesi santai di lokasi acara. Sesi berbayar lebih baik ditulis singkat lewat pesan, supaya kedua pihak memegang catatan yang sama ketika foto keluar sebulan kemudian.
Etika komunitas yang dipegang peserta les cosplay
Komunitas cosplay Surabaya berjalan di atas kesepakatan yang sebagian besar tidak tertulis, dan pendatang baru biasanya mempelajarinya dari kesalahan orang lain di depan umum. Kelas ini menaruhnya di sesi awal supaya peserta tahu batasnya sebelum ia berdiri di ruang pameran yang penuh.
Tubuh peserta tidak termasuk properti. Karakter dengan kostum terbuka tetap orang yang berhak menolak difoto, menolak disentuh, dan berhenti kapan saja tanpa memberi alasan. Peserta usia sekolah datang bersama pendamping, dan pendamping itu berhak ikut dalam setiap percakapan yang menyangkut foto maupun jadwal.
Menghargai karya orang lain punya bentuk yang jelas: menyebut pembuatnya kalau sebuah properti dibeli jadi, menjawab jujur ketika ditanya tekniknya, dan menahan diri membandingkan kostum orang di depan pemiliknya. Peserta yang menjual jasa build juga belajar menuliskan batas pekerjaan sejak awal, termasuk apa yang berlaku ketika tanggal acara bergeser mendadak.
Biaya les cosplay Surabaya dan hitungan bahannya
Biaya les cosplay privat di Surabaya mulai Rp209.300 per sesi 90 menit dengan ritme empat sesi sebulan, dan tutor mendatangi alamat peserta. Panjang 90 menit dipilih karena satu putaran kerja foam menuntut waktu utuh: menandai pola, memotong, mengelem, lalu menunggu sambungannya kering cukup lama untuk diperiksa sebelum sesi ditutup.
Sesi kerja bahan yang panjang memakai durasi 120 menit di angka Rp256.500 per sesi. Durasi itu dipakai ketika pengecatan berlapis atau perakitan zirah besar sedang berjalan, saat berhenti di tengah berarti mengulang satu lapisan dari awal. Peserta dewasa yang mengambil jadwal 90 menit berada di angka Rp303.800 per sesi.
Belajar di co-learning space Edubia dikenai tambahan Rp15.000 per sesi untuk tiap orang. Pilihan itu diambil peserta yang meja rumahnya sempit atau yang tidak bisa memakai cat semprot di dalam rumah. Bahan build dibeli peserta sendiri, jadi biayanya dihitung terpisah dari tarif sesi, dan rinciannya ada di bagian berikut.
Angka di bawah adalah pagar anggaran yang dipakai tutor saat menyusun rencana belanja bersama peserta pada sesi pertama. Ia diperbarui di lapangan memakai harga toko yang benar-benar didatangi hari itu. Peserta yang baru pertama kali membangun kostum diarahkan memilih karakter berkostum sederhana: pakaian sehari-hari, satu properti kecil, dan satu wig. Anggaran build pertama yang masuk akal jarang melewati sepertiga anggaran kostum berzirah penuh.
Selengkapnya
Rincian biaya bahan satu build sebelum sesi pertama
Lembaran EVA foam dan lem kontak
Tiga sampai lima lembar ukuran matras ditambah satu kaleng lem kontak. Kisaran Rp150.000 sampai Rp400.000 untuk zirah dada beserta lengannya.
Kain dan kelengkapan jahit
Dua sampai empat meter kain utama, benang, resleting, dan interfacing. Kisaran Rp120.000 sampai Rp350.000 mengikuti jenis kain yang dipilih.
Wig beserta perawatannya
Wig serat tahan panas, wig cap, dan sisir bergigi jarang. Kisaran Rp150.000 sampai Rp450.000, dan lajur serat tambahan menaikkannya sekitar Rp80.000.
Cat, rias, dan lensa berwarna
Cat akrilik, primer, latex cair, serta lensa berwarna dari optik. Kisaran Rp200.000 sampai Rp600.000, dan lensa biasanya jadi pos yang berat di dalamnya.
Jadwal dan wilayah yang dijangkau tutor cosplay
Tutor cosplay Edubia mendatangi alamat peserta di 31 kecamatan Surabaya, dari Rungkut dan Gunung Anyar di sisi timur sampai Benowo dan Pakal di sisi barat. Kabupaten Sidoarjo ikut terlayani, dengan Waru, Gedangan, dan Taman sebagai wilayah yang jadwalnya mudah dicocokkan karena jaraknya dekat dengan batas kota.
Jam sesi disepakati per peserta. Pelajar di Sukolilo dan Gubeng biasanya memilih sore hari kerja sesudah jam sekolah. Peserta yang sudah bekerja di Tegalsari dan Wonokromo memilih malam atau akhir pekan. Peserta yang sedang mengejar tanggal lomba menambah satu sesi akhir pekan berdurasi 120 menit, sebab pekerjaan cat dan perakitan besar menuntut blok waktu yang utuh.
Perubahan jadwal disampaikan lewat pesan ke tim Edubia, dan tanggal penggantinya dicari bersama supaya rantai pekerjaan build tidak terputus lebih dari satu pekan. Kalau cara mengajarnya tidak cocok, tutor cosplay bisa diganti tanpa biaya tambahan; catatan build yang sudah berjalan diserahkan ke penggantinya sehingga pekerjaan dilanjutkan dari potongan terakhir yang sudah kering.
Titik sesi les cosplay di rumah dan di ruang bersama
Titik sesi mengikuti tempat kerja peserta. Yang mejanya sudah siap di rumah dilayani langsung di Mulyorejo, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, sampai Lakarsantri. Yang memilih co-learning space Edubia bertemu tutor di Tambaksari atau Wonocolo, dua titik yang sama-sama dekat jalan besar sehingga bahan berukuran lembaran masih mudah dibawa masuk tanpa dilipat.
Peserta Sidoarjo yang tinggal lebih jauh dari batas kota, di Krian, Buduran, atau Candi, biasanya memilih satu sesi panjang sepekan supaya perjalanan tutor terpakai sebaik-baiknya. Ritme itu juga cocok dengan sifat pekerjaannya: memotong dan mengelem seluruh satu bagian dalam sekali duduk lebih hemat daripada membukanya dua kali, sebab lem kontak menuntut permukaan yang bersih setiap kali kerja dimulai lagi.
Berburu bahan cosplay di Surabaya sebelum sesi kedua
Kain dicari di Pasar Kapasan, Kecamatan Simokerto, pusat grosir kain dan pakaian yang sudah berdiri sejak 1910. Kain gelondongan dijual per rol di sana, jadi harga per meter turun kalau peserta membeli untuk beberapa potongan sekaligus. Lapaknya buka pagi sampai sore, dan tutor menyarankan datang sebelum tengah hari selagi lorongnya masih lengang dan warna kain masih bisa dilihat dekat pintu.
Foam, lem kontak, cat akrilik, dan perkakas potong dicari di toko bahan kerajinan serta toko perkakas bangunan. Foam matras olahraga sering jadi pilihan pertama karena harganya ringan; foam khusus craft lebih rata permukaannya dan lebih mudah disegel. Tutor menjelaskan beda keduanya di sesi kedua, dan peserta membeli potongan kecil dari masing-masing supaya perbedaannya terpegang sendiri sebelum satu jenis dipakai untuk seluruh bagian.
Wig dan lensa punya jalur berbeda. Wig banyak dibeli lewat lapak daring, dan risikonya ada pada serat yang berbeda dari foto, jadi uji satu helai dilakukan sebelum apa pun ditata. Lensa berwarna dibeli lewat optik, dan optik mana pun di kota ini bisa mengukur lengkung kornea peserta sebelum lensanya dipesan.
Rute belanja bahan yang digabung ke jadwal sesi
Letak rumah peserta ikut menentukan bentuk jadwalnya. Peserta di Bubutan, Pabean Cantian, dan Krembangan berada dekat pusat kain, jadi belanja bisa disisipkan pada hari yang sama dengan sesi, dan tutor memakai sisa waktunya untuk memeriksa kain yang baru dibeli sebelum digunting.
Peserta di Wiyung, Dukuh Pakis, Sambikerep, atau Gayungan menempuh jarak lebih jauh. Untuk mereka, seluruh daftar belanja digabung jadi satu perjalanan, dan ukuran tiap bahan dikunci lebih dulu di sesi sebelumnya supaya tak ada yang perlu diulang. Kelebihan setengah meter kain jauh lebih murah daripada satu perjalanan tambahan menyeberangi kota pada jam padat.
Jalur peserta yang mengambil les cosplay privat
Pelajar SMA biasanya masuk lewat teman satu sekolah dan lewat acara di ruang pameran mal. Anggaran mereka terbatas, jadi sesi awal banyak dipakai memilih karakter yang bisa dibangun dengan bahan murah, dan orang tua ikut duduk di sesi pertama untuk mendengar rencana biayanya sampai selesai.
Mahasiswa masuk lewat komunitas kampus. Mahasiswa program studi bahasa Jepang di Universitas Negeri Surabaya, misalnya, menggelar festival budaya Jepang tahunan berisi penampilan dan lomba cosplay yang terbuka untuk pelajar SMA dan masyarakat umum. Tanggal semacam itu sering jadi tenggat pertama yang dibidik peserta, dan seluruh rencana build disusun mundur darinya.
Peserta dewasa memperlakukan cosplay sebagai hobi berkala dengan dua atau tiga build setahun, dan mereka umumnya mengejar kerapian teknis. Ada pula peserta yang menjual jasa build kepada orang lain; untuk mereka sesi bergeser ke pengukuran tubuh orang lain, penghitungan jam kerja jadi harga, dan cara menuliskan batas pekerjaan. Orang tua yang menemani anaknya sering ikut memegang gunting, dan satu sesi bisa menampung keduanya sekaligus.
Satu potong zirah jarang selesai dalam satu sesi. Urutan di bawah adalah cara tutor memecahnya supaya tiap sesi berakhir di titik yang aman ditinggal: lem sudah kering, cat sudah kering sentuh, dan pekerjaan berikutnya sudah jelas. Peserta yang bekerja tanpa urutan biasanya berhenti di tengah lapisan cat, lalu menemukan permukaannya berdebu ketika sesi berikutnya dibuka.
Yang perlu diketahui
Urutan satu potong zirah dalam sesi les cosplay
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Mock-up kertas di badan peserta
Pola diuji memakai kertas manila yang ditempel ke tubuh dengan selotip kertas. Ukuran bahu, keliling dada, dan panjang lengan diambil dari peserta sendiri, sehingga potongan foam berikutnya berhenti menebak.
-
Pola dipindahkan ke lembaran foam
Pola kertas yang sudah pas dijiplak, dicerminkan untuk sisi kiri dan kanan, lalu ditandai bersama garis temu dan arah lengkungannya.
-
Potong, lem kontak, bentuk dengan panas
Pemotongan memakai pisau craft bermata baru, pengeleman menunggu lem tidak lagi menempel di jari, dan pembentukan memakai pemanas udara sampai lengkungnya menahan sendiri.
-
Amplas sambungan dan filler primer
Garis sambung dihaluskan, celah kecil diisi, lalu filler primer meratakan permukaan supaya cat tidak menonjolkan bekas potongan.
-
Penyegelan pori sebelum cat pertama
Lapisan penyegel ditumpuk tipis dan dikeringkan penuh. Tahap ini yang menentukan warna keluar rata, dan ia sering dipangkas peserta yang dikejar tenggat.
-
Cat berlapis tipis lalu uji pakai
Cat disemprot atau dikuas tipis berulang, dibiarkan kering antar lapisan, lalu potongan dipasang ke badan selama tiga puluh menit untuk menguji berat dan titik geseknya.
Program Terkait
Les cosplay sering dipasangkan dengan program berikut
Tanya jawab
Masih ragu soal les cosplay? Ini jawabannya
Langkah Pertama
Siap mulai les cosplay bulan ini?
Sejak sesi pertama, tutor cosplay menyesuaikan materi dengan level dan target Anda di Surabaya.