Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · SD sampai dewasa

Les Sepak Takraw di Surabaya

Sepak takraw dimainkan dengan kaki, lutut, dada, dan kepala, tanpa tangan. Edubia melatihnya privat di Surabaya, satu pelatih satu peserta, sesi 60 sampai 90 menit di lapangan dekat rumah, dari sepak sila sampai smash. Biaya mulai Rp126.100 per sesi.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les Sepak Takraw di Surabaya

Inti dari Les Sepak Takraw di Surabaya

Sepak takraw dimainkan dengan kaki, lutut, dada, dan kepala, tanpa tangan. Edubia melatihnya privat di Surabaya, satu pelatih satu peserta, sesi 60 sampai 90 menit di lapangan dekat rumah, dari sepak sila sampai smash. Biaya mulai Rp126.100 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Nama program
Les privat sepak takraw Surabaya
Rumpun
Olahraga permainan bola melewati net
Pelatih
Pelatih sepak takraw terverifikasi, datang ke rumah atau ke titik latihan yang disepakati
Jenjang peserta
SD kelas 4 ke atas, SMP, SMA, mahasiswa, serta orang dewasa pemula
Materi latihan
Sepak sila, sepak kuda, menahan dengan paha dan dada, sundulan, sepak mula, umpan, blok, smash kedeng, sampai smash salto
Jumlah peserta
Satu peserta untuk satu pelatih di tiap sesi
Durasi sesi
60 menit untuk peserta usia SD, 90 menit untuk peserta SMP ke atas
Jadwal
Sesi sore dan akhir pekan, disusun bersama pelatih tiap pekan
Biaya
Mulai Rp126.100 per sesi untuk pendampingan pelatih; bola, net portabel, dan perlengkapan pertolongan pertama disiapkan peserta
Tempat latihan
Gedung bulutangkis, aula sekolah, lapangan serbaguna kampung, atau halaman rumah yang cukup lebar
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah Waru, Gedangan, Sedati, dan Taman di Sidoarjo
Perlengkapan peserta
Pakaian olahraga, air minum, dan penyangga pergelangan bagi yang punya riwayat cedera

Kecocokan program

Peserta yang cocok mengambil les sepak takraw

Peserta yang cocok

  • Siswa SD kelas 4 ke atas yang ingin mengikuti pelajaran pendidikan jasmani tanpa canggung saat gilirannya menyentuh bola.
  • Siswa SMP dan SMA yang menyiapkan diri untuk seleksi antarkelas, antarsekolah, atau pertandingan tingkat kota.
  • Pemain sepak bola atau bola voli yang ingin memperbaiki sentuhan kaki dan keseimbangan lewat cabang yang berbeda.
  • Orang dewasa yang pernah bermain takraw di kampung dan ingin merapikan tekniknya dari awal.
  • Peserta yang tinggal di wilayah tanpa klub takraw terdekat, sehingga pelatih yang datang lebih masuk akal daripada mencari lapangan jauh.

Susunan latihan

Susunan materi les sepak takraw dari sentuhan pertama sampai smash

Delapan bagian di bawah dikerjakan berurutan. Tiap bagian punya kesalahan khasnya sendiri, dan pelatih menuntaskan kesalahan itu sebelum menambah teknik berikutnya.

  1. 1

    Sepak sila

    Pekan pertama

    Yang dibahas. Sepakan dengan sisi dalam kaki, telapak dimiringkan menghadap ke atas, bola disentuh tepat di bagian tengahnya.

    Jebakan umum. Kaki tumpu menghadap lurus ke depan sehingga panggul terkunci dan bola melenceng ke samping.

    Cara tutor. Pelatih memutar kaki tumpu peserta ke luar, lalu meminta lima sentuhan berturut-turut sebelum hitungan dinaikkan.

  2. 2

    Sepak kuda

    Pekan kedua

    Yang dibahas. Sepakan dengan punggung kaki dan pergelangan dikunci lurus, dipakai untuk bola rendah di depan badan.

    Jebakan umum. Pergelangan kaki dibiarkan lemas, sehingga bola berputar dan arah pantulannya sulit ditebak.

    Cara tutor. Peserta menahan posisi ujung kaki lurus tanpa bola dulu, baru menyentuh bola yang dijatuhkan pelatih dari ketinggian tetap.

  3. 3

    Menahan bola dengan paha

    Pekan ketiga

    Yang dibahas. Menerima bola deras setinggi perut dengan paha yang diangkat lalu ditarik turun saat bola menyentuh.

    Jebakan umum. Paha dibiarkan kaku, sehingga bola memantul jauh dan keluar dari jangkauan kaki.

    Cara tutor. Pelatih melempar bola pelan sambil memberi aba-aba turun, supaya peserta merasakan saat yang tepat untuk melunakkan paha.

  4. 4

    Mendada

    Pekan keempat

    Yang dibahas. Menerima bola dengan bagian atas dada, badan sedikit condong ke belakang, lutut menekuk untuk meredam.

    Jebakan umum. Badan tetap tegak sehingga bola memantul ke atas kepala dan hilang dari kendali.

    Cara tutor. Latihan dimulai dari posisi berlutut supaya peserta cukup memikirkan kemiringan badan tanpa mengurus langkah kaki.

  5. 5

    Sundulan

    Bulan kedua

    Yang dibahas. Menyentuh bola dengan dahi untuk menerima sepak mula tinggi maupun menyerang dari dekat net.

    Jebakan umum. Mata dipejamkan sesaat sebelum bola tiba, sehingga bola mengenai ubun-ubun dan arahnya tak terkendali.

    Cara tutor. Pelatih memegang bola diam di ketinggian dahi dan meminta peserta menyentuhnya berulang dengan mata terbuka.

  6. 6

    Sepak mula dari lingkaran

    Bulan kedua

    Yang dibahas. Servis tekong dari lingkaran di sisi belakang lapangan, dengan bola yang dilambungkan rekan satu regu.

    Jebakan umum. Kaki tumpu bergeser keluar lingkaran saat menyepak, dan servis dinyatakan gagal.

    Cara tutor. Lingkaran digambar dengan penanda di tiap sesi, sehingga peserta melatih keseimbangan sekaligus batas kakinya sejak awal.

  7. 7

    Umpan dan blok di bibir net

    Bulan ketiga

    Yang dibahas. Menyusun umpan setinggi kepala untuk penyerang, serta menahan smash lawan dengan punggung, bahu, atau tungkai.

    Jebakan umum. Umpan dilambungkan terlalu dekat ke net, sehingga penyerang kehabisan ruang untuk mengayun kaki.

    Cara tutor. Pelatih memasang penanda satu langkah dari net sebagai sasaran jatuhnya umpan, lalu menaikkan kecepatan bola bertahap.

  8. 8

    Smash kedeng dan smash salto

    Bulan keempat ke atas

    Yang dibahas. Smash menyamping dari posisi berdiri, dilanjutkan gerakan udara berputar penuh bagi peserta yang sudah siap.

    Jebakan umum. Peserta mengejar salto sebelum pendaratan dua kaki terbiasa, dan pergelangan kaki menanggung akibatnya.

    Cara tutor. Salto hanya diperkenalkan sesudah timangan stabil, smash kedeng terkuasai, dan pendaratan rapi berulang di atas matras.

Fleksibel

Pilih format les sepak takraw yang cocok dengan rutinitas keluarga

Sesi sepak takraw berjalan di lapangan yang disepakati di Surabaya, dengan porsi latihan penunjang yang bisa dikerjakan di rumah peserta.

Tahap latihan

Perjalanan peserta sepak takraw dari bulan pertama

Tahapan di bawah adalah pola yang biasa terjadi pada peserta yang berlatih dua kali sepekan dan mengerjakan latihan mandiri di rumah. Kecepatan tiap orang berbeda, dan pelatih menyesuaikannya.

  1. 01
    Sesi 1

    Pertemuan pertama: menakar titik mulai

    Kelenturan pergelangan kaki, keseimbangan satu kaki, dan jumlah sentuhan awal dicatat sebagai angka pembanding.

  2. 02
    Pekan 1 sampai 2

    Pekan pertama: sepuluh sentuhan sepak sila

    Peserta menimang bola dengan sisi dalam kaki dan menjaga bola tetap di depan badan tanpa mengejar ke samping.

  3. 03
    Bulan 1

    Bulan pertama: dua kaki setara

    Kaki kanan dan kiri menghasilkan jumlah sentuhan yang mirip, dan peserta mulai memilih sendiri sentuhan yang dipakai.

  4. 04
    Bulan 2

    Bulan kedua: bola melewati net

    Sepak mula dari lingkaran, sundulan, dan mendada masuk latihan. Permainan pendek melawan pelatih mulai dipakai tiap sesi.

  5. 05
    Bulan 3

    Bulan ketiga: menyusun serangan bertiga

    Peserta berlatih umpan, blok, dan smash kedeng, sekaligus memahami tugas tekong serta kedua pemain depan.

  6. 06
    Bulan 4 ke atas

    Bulan keempat: gerakan udara bila siap

    Peserta yang pendaratannya sudah rapi mulai berlatih putaran badan di atas matras, dimulai tanpa bola.

Yang membedakan

Kenapa memilih les sepak takraw Edubia

Satu pelatih untuk satu peserta

Seluruh bola datang kepada peserta itu sendiri, sehingga jumlah sentuhan per sesi berlipat dibandingkan latihan beramai-ramai di lapangan kampung.

Pelatih datang ke titik latihan

Tempat dipilih di dekat alamat peserta di Surabaya, mulai dari gedung bulutangkis sampai halaman rumah, dan pelatih memasang net portabel milik peserta di tempat.

Peregangan yang aman untuk usia sekolah

Gerakan aktif dipakai sebelum latihan, peregangan diam disimpan untuk sesudahnya, dan panggul dibuka bertahap tanpa dipaksa.

Catatan angka timangan tiap sesi

Sentuhan berturut-turut dicatat pelatih di tiap pertemuan, sehingga kemajuan peserta terbaca lewat angka dan bukan lewat perasaan.

Sesi sore untuk lapangan terbuka

Latihan dijadwalkan ketika permukaan lapangan sudah melepas panas siang, hal yang penting bagi peserta yang bermain tanpa alas kaki.

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Peserta yang merasa cara mengajar pelatih belum cocok cukup memberi tahu tim, dan catatan latihan diserahkan kepada pelatih berikutnya.

Cakupan program

Yang diterima peserta di les privat sepak takraw

Titik latihan dipilih dekat rumah

Tempatnya menyesuaikan alamat peserta, dari gedung bulutangkis di Tambaksari sampai halaman rumah di Tenggilis Mejoyo.

Dua jenis bola di tiap pertemuan

Bola rotan dan bola sintetis disiapkan peserta, dan pelatih menjelaskan cara merawat serta memeriksa anyamannya.

Perangkat lapangan dipasang di tempat

Net dan penanda daerah dibongkar lagi selepas sesi, sehingga latihan tetap berukuran benar walau lapangannya meminjam.

Program teknik delapan tahap

Dari sepak sila sampai smash, tiap tahap punya sasaran yang bisa dihitung peserta sendiri.

Peregangan dan pemanasan terarah

Pergelangan kaki, panggul, dan punggung bawah dilatih sesuai porsi usia peserta.

Rekam jejak angka timangan

Jumlah sentuhan berturut-turut serta teknik yang sudah dituntaskan dicatat, lalu dibandingkan pada bulan berikutnya.

Porsi latihan mandiri

Empat latihan yang bisa dikerjakan di halaman rumah tanpa net diberikan di akhir tiap sesi.

Sesi pengganti bila cuaca menutup lapangan

Latihan lapangan terbuka yang batal karena hujan dipindahkan ke hari lain di pekan yang sama.

Les sepak takraw privat: bola yang dimainkan tanpa tangan

Sepak takraw berdiri terpisah dari cabang bola lain karena satu aturan yang tegas: bola dilarang disentuh tangan maupun lengan. Yang bekerja hanya kaki, lutut, dada, dan kepala. Bola anyaman berongga itu melintasi net, dan tiap regu memegang tiga sentuhan untuk mengirimnya kembali ke seberang.

Satu aturan lagi memisahkannya dari bola voli. Seorang pemain sepak takraw boleh menyentuh bola dua sampai tiga kali berturut-turut. Karena itu ia sanggup menahan bola di dada, menurunkannya ke paha, lalu menyepaknya sendiri ke daerah lawan tanpa menunggu rekan satu regu bergerak.

Pelatih Edubia membuka les privat sepak takraw dari kenyataan itu. Peserta baru diminta merasakan bola di sisi dalam kaki dan punggung kaki lebih dulu, tanpa net, tanpa lawan, dan tanpa hitungan angka. Bola yang jatuh dipungut, lalu diulang dari posisi berdiri yang sama.

Begitu bola sanggup ditahan beberapa kali berturut-turut, latihan berpindah ke lapangan bernet. Di titik itu peserta mulai berkenalan dengan posisi bermain, arah datangnya bola, dan jarak yang harus ditempuh kaki untuk menyambutnya sebelum bola menyentuh lantai.

Satu regu sepak takraw berisi tiga pemain, dan ketiganya mengerjakan tugas yang berbeda di lapangan. Dalam kelas privat, peserta mempelajari ketiganya bergantian supaya ia mengenali posisinya sendiri sekaligus tahu apa yang dibutuhkan rekan di sebelahnya. Pelatih menandai peran mana yang cocok dengan postur serta kelenturan peserta, lalu memperdalamnya di paruh kedua program.

Garis besar

Tiga peran dalam satu regu yang dilatih pelatih

01

Tekong

Pemain belakang yang melakukan sepak mula dari lingkaran servis. Ia berdiri diam sampai bola dilambungkan rekan, lalu menyepaknya melintasi net. Latihannya menuntut keseimbangan di atas satu kaki dan pandangan yang tetap tinggal di bola.

02

Apit kanan

Pemain depan di sisi kanan net. Ia menerima bola pertama, menyusun umpan setinggi kepala untuk rekannya, dan bergantian menjadi penyerang saat umpan justru datang dari sisi seberang.

03

Apit kiri

Pemain depan di sisi kiri net yang biasanya memegang peran penyerang. Sundulan, smash kedeng, dan blok di bibir net dilatih dari posisi ini karena sudut serangnya lebih terbuka.

04

Rotasi peran di dalam sesi

Dalam kelas satu pelatih satu peserta, pelatih mengambil peran rekan yang belum ada. Ia melambungkan bola untuk sepak mula, menahan smash, lalu bertukar sisi supaya peserta merasakan ketiga posisi dalam satu pertemuan.

Sepak sila, teknik dasar yang dituntaskan di sesi awal

Sepak sila adalah sepakan dengan sisi dalam kaki: telapak dimiringkan menghadap ke atas, lutut ditekuk, dan bola disentuh tepat di bagian tengahnya. Gerakan ini menjadi sentuhan pertama yang dilatih karena hampir semua bola yang datang setinggi pinggang diselesaikan dengan cara itu.

Yang membuat sepak sila terasa sulit di pekan pertama adalah posisi kaki tumpu. Kaki yang menopang badan perlu sedikit membuka ke luar supaya panggul punya ruang berputar. Kalau kaki tumpu tetap menghadap lurus ke depan, bola akan melenceng ke samping meski titik sentuhnya sudah benar.

Pelatih memberi ukuran yang sanggup dihitung peserta sendiri. Sasaran pekan pertama biasanya lima sentuhan berturut-turut dengan bola tetap tinggal di depan badan. Sesudah itu naik ke sepuluh sentuhan, lalu sepuluh sentuhan sambil melangkah maju dan mundur sejauh satu meter.

Sepak sila juga dipakai menerima sepak mula lawan, sehingga latihannya berlanjut walau peserta sudah lancar menimang. Pelatih melempar bola dari jarak dan ketinggian yang berubah-ubah supaya peserta terbiasa menyesuaikan langkah lebih dulu sebelum kakinya menyentuh bola.

Kelenturan pinggul dan pergelangan kaki dalam kelas sepak takraw

Seberapa tinggi kaki sanggup diangkat pemain sepak takraw ditentukan tiga sendi: pinggul, pergelangan kaki, dan punggung bawah. Pemain berpinggul kaku akan berhenti di ketinggian pinggang, sedangkan bola yang datang setinggi dada menuntut kaki naik jauh di atas garis itu.

Peregangan untuk peserta usia sekolah disusun bertahap dan tak pernah dipaksakan. Pelatih memakai gerakan aktif sebelum latihan, misalnya ayunan tungkai dan langkah lebar dengan panggul terbuka, lalu menyimpan peregangan diam untuk sesudah latihan ketika otot sudah hangat.

Pergelangan kaki mendapat perhatian tersendiri. Sepak sila menuntut telapak kaki berputar menghadap ke atas, dan gerakan itu terasa asing bagi peserta yang terbiasa bermain sepak bola. Latihannya sederhana: memutar pergelangan tanpa beban, berdiri di atas satu kaki pada permukaan rata, lalu menahan posisi sepak sila tanpa bola selama beberapa hitungan.

Punggung bawah dilatih belakangan, ketika peserta mulai menyentuh gerakan udara. Kelenturan punggung menentukan seberapa jauh badan sanggup melengkung saat berputar, sementara kekuatan perut menentukan apakah badan itu sanggup ditarik kembali sebelum kaki menyentuh lantai.

Rincian

Perlengkapan sepak takraw yang disiapkan peserta tiap sesi

Perlengkapan di bawah disiapkan peserta, dan pelatih menyebutkan jenis serta ukuran yang cocok sebelum sesi pertama.

Bola rotan dan bola sintetis

Peserta menyiapkan dua jenis bola supaya perbedaan bobot dan pantulannya terasa sejak sesi awal, dan pelatih memilihkan yang cocok untuk tiap tahap latihan.

Net portabel dan tiang jepit

Net yang bisa dibongkar dipasang di lapangan bulutangkis, aula sekolah, atau halaman yang cukup lebar, lalu dirapikan lagi selepas sesi berakhir.

Kerucut penanda dan pita ukur

Penanda dipakai menggambar lingkaran sepak mula dan batas daerah permainan, sehingga latihan tetap berukuran benar walau lapangannya meminjam tempat lain.

Perlengkapan pertolongan pertama

Perban elastis, pereda nyeri dingin, dan penyangga pergelangan disiapkan peserta di tiap sesi karena keseleo pergelangan kaki adalah cedera yang sering muncul di cabang ini.

Bola rotan dan bola sintetis: pilihan tutor untuk tiap peserta

Bola sepak takraw pertama dibuat dari rotan yang dianyam menyilang sehingga berongga dan ringan. Bola rotan terasa keras di punggung kaki dan memberi umpan balik yang jujur: sentuhan yang meleset langsung terasa perih, dan peserta memperbaiki titik sentuhnya tanpa perlu diberi tahu.

Bola sintetis dianyam dari pita plastik dan terasa lebih lunak ketika mengenai kaki. Bentuknya bertahan lebih lama, bobotnya tetap sama walau udara lembap, dan arah pantulannya lebih mudah ditebak. Peserta pemula umumnya memakai bola sintetis di bulan pertama, lalu bergantian dengan bola rotan.

Perawatan keduanya berbeda. Rotan menyerap air, jadi bola yang terkena hujan wajib diangin-anginkan di tempat teduh dan dijauhkan dari sinar matahari langsung, sebab anyaman yang mengering terlalu cepat gampang retak. Bola sintetis cukup dilap kering lalu disimpan jauh dari panas.

Pelatih menyimpan keduanya di tas latihan. Peserta yang ingin membeli bola sendiri diberi saran ukuran serta jenis yang sesuai usianya, berikut cara memeriksa anyaman yang mulai longgar sebelum bola itu dipakai lagi di sesi berikutnya.

Lapangan sepak takraw memakai ukuran yang sama dengan lapangan bulutangkis ganda, yaitu 13,4 meter kali 6,1 meter, dengan net di tengah setinggi kira-kira 1,52 meter untuk kategori putra dan sedikit lebih rendah untuk putri. Ukuran itu mengubah cara mencari tempat di kota sepadat Surabaya: gedung bulutangkis, aula sekolah, dan lapangan serbaguna kampung sudah cukup untuk latihan penuh, tanpa perlu lapangan khusus.

Sorotan

Tempat latihan yang dicari pelatih di dekat rumah peserta

Unggulan utama

Gedung bulutangkis beratap

Pilihan pertama di musim hujan. Sejumlah gedung bulutangkis di Tambaksari dan Wonokromo menyewakan lapangan per jam di luar jam sibuk, dan garis lapangannya sudah cocok dengan ukuran sepak takraw.

Aula dan lapangan sekolah

Peserta yang sekolahnya memiliki aula sering berlatih di sana selepas jam pelajaran. Pelatih mengurus izin pemakaian bersama peserta sebelum sesi pertama berjalan.

Lapangan terbuka di perumahan

Lapangan serbaguna di perumahan Rungkut, Gunung Anyar, dan Sukolilo dipakai untuk sesi sore, ketika matahari sudah turun dan permukaan lapangan tak lagi menyimpan panas siang.

Halaman rumah yang cukup lebar

Menimang bola, peregangan, dan teknik dasar tak memerlukan net sama sekali. Peserta di Gubeng dan Mulyorejo yang halamannya memanjang sanggup memulai program tanpa menyewa lapangan.

Titik latihan di kota tetangga

Pelatih juga menjangkau Waru, Gedangan, dan Sedati di Sidoarjo, dengan gedung bulutangkis kompleks perumahan sebagai tempat yang biasa dipakai peserta di sana.

Sepak kuda, memaha, mendada, dan sundulan di kelas lanjutan

Sesudah sepak sila mantap, pelatih menambah sentuhan lain satu per satu. Sepak kuda memakai punggung kaki dengan pergelangan dikunci lurus, dipakai untuk bola rendah yang jatuh di depan badan dan untuk mengangkat bola yang terlanjur turun mendekati lantai.

Menahan bola dengan paha dipakai saat bola datang deras setinggi perut. Paha diangkat lalu sedikit ditarik turun persis ketika bola menyentuhnya, sehingga bola berhenti di depan badan dan tetap berada dalam jangkauan kaki untuk sentuhan berikutnya.

Mendada memakai bagian atas dada dengan badan sedikit condong ke belakang. Sundulan dipakai untuk bola tinggi, baik ketika menerima sepak mula maupun ketika menyerang dari dekat net. Keduanya menuntut peserta membaca arah bola lebih awal, sebab badan perlu waktu untuk berpindah tempat.

Semua sentuhan itu dilatih dalam rangkaian, tak pernah sendiri-sendiri. Pelatih melempar bola dengan ketinggian yang berubah-ubah dan peserta memilih sendiri sentuhan mana yang dipakai. Kemampuan memilih inilah yang memisahkan peserta yang lancar menimang dari peserta yang sudah sanggup bermain.

Kesalahan berikut muncul di hampir semua peserta baru, dan semuanya jauh lebih mudah dibetulkan di pekan pertama daripada sesudah berbulan-bulan terulang. Tutor menandainya lebih dulu sebelum menambah teknik baru, sebab kebiasaan yang keliru akan ikut terbawa ke gerakan yang lebih rumit.

Poin penting

Kesalahan pemula yang dibetulkan tutor sejak sesi pertama

Menyentuh bola dengan ujung jari kaki

Ujung jari kaki memberi permukaan sentuh yang sempit, sehingga bola terbang ke arah yang tak diinginkan. Perbaikannya memutar telapak kaki menghadap ke atas dan menyentuh bola dengan sisi dalam, tepat di bawah mata kaki.

Badan berdiri terlalu tegak

Peserta yang berdiri lurus kehilangan keseimbangan begitu satu kaki diangkat. Lutut kaki tumpu perlu ditekuk dan badan sedikit condong ke depan supaya titik berat turun dan kaki bebas bergerak.

Pandangan berpindah ke net saat bola di udara

Begitu mata meninggalkan bola, titik sentuh meleset beberapa sentimeter dan bola melenceng. Latihan menghitung sentuhan dengan suara keras membantu peserta menahan pandangan tetap tinggal di bola.

Mengejar smash sebelum timangan stabil

Smash terlihat menarik, dan hampir semua peserta ingin mencobanya di pekan pertama. Pelatih menahannya sampai peserta sanggup menimang sepuluh sentuhan berturut-turut, sebab smash di atas sepakan yang belum rapi membentuk kebiasaan yang sulit dibetulkan.

Melupakan kaki yang lemah

Peserta cenderung memakai satu kaki saja. Pelatih memberi porsi kaki kanan dan kiri yang sama sejak awal, karena bola datang dari sisi mana saja dan pemain yang kuat sebelah akan kehilangan bola yang jatuh di sisi lainnya.

Smash salto: kapan pelatih memperkenalkan gerakan tersulit

Smash salto, yang juga disebut smash gulung, adalah gerakan tanda sepak takraw. Pemain melompat, memutar badan penuh di udara, lalu menyepak bola dari atas net dengan kaki yang datang dari belakang kepala. Gerakan itulah yang membuat penonton berhenti sejenak dan menonton.

Di kelas Edubia, salto tak diperkenalkan lebih awal. Prasyaratnya jelas dan sanggup diperiksa: peserta sudah lancar menimang dengan kedua kaki, sudah menguasai smash kedeng yang menyamping, punya kelenturan punggung yang memadai, dan sudah terbiasa mendarat dengan dua kaki sesudah lompatan biasa.

Latihannya dipecah dan dimulai di atas matras atau rumput. Peserta berlatih memutar badan tanpa bola, lalu memutar sambil menyentuh bola yang dipegang pelatih, lalu memutar terhadap bola yang dilambungkan rendah. Ketinggian bola dinaikkan hanya sesudah pendaratannya terlihat rapi berulang kali.

Ada peserta yang berhenti di smash kedeng dan tetap menjadi pemain berguna bagi regunya. Smash kedeng dikerjakan dari posisi berdiri, lebih hemat tenaga, dan lebih mudah diarahkan. Pelatih menyampaikan pilihan itu apa adanya sejak awal supaya peserta tahu bahwa program ini tetap berbuah tanpa salto.

Keamanan latihan yang dijaga pelatih di tiap sesi

Cedera yang sering muncul di sepak takraw adalah keseleo pergelangan kaki. Penyebabnya biasa saja: pendaratan yang tak rata sesudah gerakan udara, permukaan lapangan yang licin atau berpasir, dan pemanasan pergelangan yang dilewati karena peserta sudah tak sabar memegang bola.

Pelatih memeriksa permukaan lapangan sebelum sesi dimulai. Genangan air, pasir halus, dan pecahan keramik di lapangan terbuka disingkirkan lebih dulu. Untuk gerakan udara, latihan dipindahkan ke matras atau rumput sampai pendaratan peserta terlihat mantap dan berulang.

Cara mendarat dilatih terpisah dari cara menyepak. Peserta berlatih turun dengan dua kaki, lutut ditekuk, dan berat badan dibiarkan mengalir ke depan. Kebiasaan mendarat di atas satu kaki yang lurus adalah sebab keseleo yang sebetulnya sanggup dicegah sejak pekan pertama.

Sesi sore dipilih untuk lapangan terbuka. Selain suhu yang lebih ramah, permukaan lapangan sudah melepas panas siang, sehingga peserta yang berlatih tanpa alas kaki tetap nyaman. Peserta dengan riwayat cedera diminta membawa penyangga pergelangan, dan pelatih menyesuaikan porsi lompatannya.

Sepak takraw di sekolah dan pendampingan tutor untuk jalur pelajar

Sepak takraw masuk pelajaran pendidikan jasmani di banyak sekolah sebagai permainan bola melewati net, berdampingan dengan bola voli. Karena itu peserta sering datang ke Edubia dengan sasaran sederhana: sanggup mengikuti pelajaran tanpa canggung dan berhenti menjadi orang yang selalu kehilangan bola.

Sebagian peserta lain datang dengan sasaran yang lebih jauh. Jalur pertandingan pelajar berjenjang, dimulai dari seleksi antarkelas dan antarsekolah, lalu naik ke tingkat kota dan provinsi. Tutor menyiapkan peserta pada tingkat yang stabil itu: teknik yang rapi, kebugaran yang memadai, serta pemahaman aturan permainan.

Aturan permainan sering terlewat. Peserta perlu tahu bahwa sepak mula dilakukan dari lingkaran di sisi belakang lapangan, bahwa bola boleh disentuh tiga kali oleh satu regu, dan bahwa satu pemain boleh mengerjakan sentuhan itu berturut-turut. Tutor membahasnya sambil bermain, sehingga aturan melekat lewat kejadian di lapangan.

Untuk peserta yang bersiap menghadapi seleksi, tutor menambahkan latihan kebugaran ringan: lari pendek berulang, lompat tali, dan penguatan tungkai. Porsinya disesuaikan dengan jadwal sekolah supaya latihan tak mengambil waktu belajar peserta di rumah.

Biaya les sepak takraw per sesi dan yang sudah termasuk

Biaya les privat sepak takraw dimulai dari Rp126.100 per sesi 60 menit untuk peserta usia SD, dengan pelatih datang ke titik latihan yang disepakati bersama. Sesi 90 menit untuk peserta SMP ke atas berada di kisaran yang lebih besar, sampai Rp205.500 per sesi.

Angka itu mencakup perjalanan pelatih ke titik latihan, penyusunan program per peserta, serta catatan latihan tiap pekan. Bola rotan dan bola sintetis, net portabel, penanda lapangan, serta perlengkapan pertolongan pertama disiapkan peserta dan berada di luar tarif sesi.

Biaya sewa lapangan berada di luar tarif dan dibayarkan langsung oleh peserta kepada pengelola tempat. Banyak peserta memilih lapangan terbuka di dekat rumah yang bebas sewa selama bulan pertama, lalu pindah ke gedung bulutangkis berbayar begitu latihan sudah memakai net penuh.

Jumlah sesi tiap bulan disusun bersama peserta. Dua sesi per pekan menjadi ritme yang biasa dipilih peserta usia sekolah, sebab jarak dua sampai tiga hari cukup untuk memulihkan otot tungkai sekaligus cukup dekat supaya sentuhan yang baru dilatih belum sempat hilang.

Wilayah layanan pelatih sepak takraw

Pelatih sepak takraw Edubia berangkat dari beberapa titik di Kota Surabaya lalu menyesuaikan rute dengan alamat peserta. Wilayah timur seperti Rungkut, Gunung Anyar, Tenggilis Mejoyo, dan Sukolilo termasuk yang sering diminta, sebagian karena lapangan terbuka di perumahannya masih lapang.

Di sisi barat, peserta dari Lakarsantri, Sambikerep, Benowo, dan Wiyung umumnya berlatih di gedung bulutangkis kompleks perumahan. Sisi utara seperti Kenjeran, Bulak, dan Semampir memakai lapangan serbaguna kampung yang permukaannya sudah diplester rata.

Untuk peserta di sekitar pusat kota, yaitu Genteng, Tegalsari, Bubutan, dan Sawahan, jarak antartempat cukup pendek sehingga sesi sore lebih mudah diatur berurutan dalam satu hari. Peserta di Gubeng dan Mulyorejo banyak yang memakai aula sekolah selepas jam pelajaran.

Di luar kota, pelatih menjangkau wilayah Sidoarjo bagian utara: Waru, Gedangan, Sedati, dan Taman. Untuk Krian, Buduran, serta Candi, jadwal disusun berkelompok pada hari yang sama supaya waktu tempuh pelatih tetap masuk akal.

Ringkasnya

Kepastian layanan: penggantian tutor dan pengaturan ulang jadwal

Tiga hal yang berlaku sejak pertemuan pertama.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Kalau cara mengajar pelatih dirasa belum cocok sesudah beberapa pertemuan, peserta cukup memberi tahu tim Edubia dan tutor diganti tanpa biaya tambahan. Catatan latihan yang sudah berjalan diserahkan kepada pelatih berikutnya supaya program tak diulang dari nol.

Sesi diatur ulang saat hujan turun

Latihan di lapangan terbuka bergantung pada cuaca. Sesi yang batal karena hujan dijadwalkan ulang di pekan yang sama tanpa hangus, dan pelatih menyiapkan pilihan tempat beratap sebagai cadangan.

Kemampuan awal diperiksa di pertemuan pertama

Pertemuan pertama dipakai menakar kelenturan pergelangan kaki, keseimbangan di atas satu kaki, dan jumlah sentuhan yang sanggup dijaga peserta. Angka itu menjadi titik mulai yang dipakai membandingkan kemajuan bulan berikutnya.

Sesi latihan berdurasi 60 menit untuk peserta usia SD dan 90 menit untuk peserta SMP ke atas. Urutannya sengaja dibuat tetap di tiap pertemuan supaya tubuh peserta mengenali ritmenya, sementara isi tiap bagian bergeser mengikuti kemampuan yang sedang dikejar bulan itu.

Uraian

Urutan satu sesi les sepak takraw

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Pemanasan pergelangan kaki dan panggul

    Sepuluh menit pertama diisi memutar pergelangan kaki, mengayun tungkai ke depan dan ke samping, serta membuka panggul lewat langkah lebar. Bagian ini tak pernah dipotong, sebab cedera sepak takraw hampir selalu bermula di pergelangan kaki yang masih dingin.

  2. 2Menimang bola tanpa net

    Peserta menimang bola dengan sisi dalam kaki, lalu bergantian kaki kanan dan kiri. Pelatih menghitung sentuhan berturut-turut dan mencatat angkanya, sehingga kemajuan pekan ini punya pembanding yang jelas dengan pekan lalu.

  3. 3Teknik baru dalam potongan kecil

    Satu teknik dipecah menjadi bagian pendek: posisi kaki tumpu, ayunan tungkai, lalu titik sentuh bola. Peserta mengulang tiap bagian secara terpisah sampai gerakannya rapi, baru menyatukannya menjadi satu sepakan utuh.

  4. 4Permainan pendek melintasi net

    Sepuluh sampai dua puluh menit terakhir dipakai bermain dengan pelatih di seberang net. Bola datang dengan arah yang tak diberitahu lebih dulu, sehingga teknik tadi teruji dalam keadaan yang mirip pertandingan sesungguhnya.

  5. 5Pendinginan dan catatan sesi

    Peregangan tungkai belakang, betis, dan punggung menutup latihan. Pelatih menuliskan angka timangan, teknik yang dibahas, serta satu hal yang perlu dilatih sendiri sebelum pertemuan berikutnya.

Sepak takraw termasuk cabang yang sanggup dilatih sendiri tanpa lawan, tanpa net, dan tanpa lapangan resmi. Empat latihan berikut diberikan pelatih untuk dikerjakan di hari tanpa sesi, dan hasilnya terbaca jelas di pertemuan berikutnya lewat angka timangan yang naik.

Yang perlu diketahui

Latihan mandiri di antara jadwal les

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Menimang dengan sisi dalam kaki

    Sepuluh menit tiap hari, bola disentuh dengan sisi dalam kaki dan dijaga tetap di depan badan. Peserta menghitung sentuhan berturut-turut lalu mencatat rangkaian terpanjang hari itu di buku kecil yang dibawa ke sesi berikutnya.

  2. Bergantian kaki kanan dan kiri

    Sepuluh sentuhan dengan kaki kanan, sepuluh dengan kaki kiri, lalu selang-seling tiap satu sentuhan. Latihan ini membenahi kaki yang lemah tanpa memerlukan bola tambahan atau tempat yang luas.

  3. Menahan pandangan tetap di bola

    Peserta menyebut angka dengan suara keras tiap kali bola menyentuh kaki. Suara memaksa mata mengikuti bola sampai titik sentuh, dan kebiasaan itu terbawa ke lapangan saat bola datang cepat.

  4. Peregangan panggul lima menit

    Duduk bersila dengan punggung tegak, langkah lebar dengan panggul terbuka, dan ayunan tungkai sambil berpegangan dinding. Dikerjakan sesudah tubuh hangat, tak pernah dalam keadaan otot masih dingin.

Tanya jawab

Masih ragu soal les sepak takraw? Ini jawabannya

Apa itu sepak takraw dan apa bedanya dengan bola voli?

Sepak takraw adalah permainan bola melewati net yang dimainkan tanpa tangan dan tanpa lengan. Bola disentuh memakai kaki, lutut, dada, dan kepala. Bolanya berupa anyaman berongga yang jauh lebih ringan daripada bola sepak. Bedanya dengan bola voli ada di dua hal. Pertama, tangan dilarang menyentuh bola sama sekali. Kedua, satu pemain boleh menyentuh bola dua sampai tiga kali berturut-turut, sehingga ia sanggup menahan bola di dada, menurunkannya ke paha, lalu menyepaknya sendiri ke seberang net. Tiap regu tetap dibatasi tiga sentuhan sebelum bola wajib menyeberang.

Umur berapa anak sudah bisa mulai les sepak takraw?

Peserta biasanya diterima mulai kelas 4 SD. Di usia itu koordinasi kaki dan keseimbangan sudah cukup untuk menimang bola dengan sisi dalam kaki, dan tubuhnya sudah sanggup menerima porsi peregangan panggul yang ringan. Untuk anak yang lebih kecil, pelatih memakai bola sintetis yang lebih lunak, memperpendek sesi menjadi 60 menit, dan menghabiskan sebagian besar waktu untuk permainan menimang tanpa net. Gerakan udara seperti smash salto tak diperkenalkan pada usia ini. Peserta dewasa yang belum pernah menyentuh bola takraw sama sekali juga diterima dan memulai dari tahap yang sama.

Berapa biaya les privat sepak takraw per sesi?

Biaya dimulai dari Rp126.100 per sesi 60 menit untuk peserta usia SD dan naik sampai Rp205.500 per sesi 90 menit untuk peserta SMP ke atas. Tarif itu berlaku untuk latihan di titik yang disepakati di dekat rumah peserta. Bola rotan, bola sintetis, net portabel, penanda lapangan, dan perlengkapan pertolongan pertama disiapkan peserta, dan pelatih menyebutkan ukuran serta jenisnya sebelum peserta membeli. Sewa lapangan berada di luar tarif dan dibayarkan langsung kepada pengelola tempat. Peserta yang berlatih di lapangan terbuka milik kampung atau perumahan sering tak perlu mengeluarkan biaya sewa sama sekali.

Di mana latihan berlangsung kalau rumah tak punya lapangan?

Lapangan sepak takraw berukuran sama dengan lapangan bulutangkis ganda, jadi tempat yang bisa dipakai jauh lebih banyak daripada yang dibayangkan orang. Pelatih biasa memakai gedung bulutangkis, aula sekolah, lapangan serbaguna kampung, atau halaman perumahan yang cukup lebar. Net portabel disiapkan peserta, dipasang bersama pelatih di tempat, lalu dibongkar lagi sesudah sesi selesai. Untuk bulan pertama, sebagian besar latihan justru tak memerlukan net sama sekali: menimang bola, peregangan, dan teknik dasar cukup dikerjakan di halaman rumah. Pelatih membantu mencari tempat terdekat sebelum sesi pertama dijadwalkan.

Peserta perlu membawa bola sendiri atau disediakan pelatih?

Bola disiapkan peserta sendiri, dan harganya berada di luar tarif sesi. Pelatih menganjurkan bola rotan sekaligus bola sintetis supaya peserta merasakan perbedaan keduanya sejak awal. Bola rotan terasa lebih keras di punggung kaki dan memberi umpan balik yang jujur soal titik sentuh, sedangkan bola sintetis lebih lunak, lebih tahan lama, dan bobotnya tetap stabil walau udara lembap. Peserta yang berlatih setiap hari di rumah biasanya menambah satu bola cadangan, dan pelatih memberi saran ukuran serta jenis yang sesuai usia peserta sebelum pembelian dilakukan.

Berapa lama sampai peserta bisa melakukan smash salto?

Tak ada angka tunggal, sebab yang menentukan adalah daftar prasyarat yang sudah dikuasai peserta. Pelatih baru memperkenalkan smash salto ketika peserta sudah lancar menimang dengan kedua kaki, sudah menguasai smash kedeng yang menyamping, punya kelenturan punggung yang memadai, dan sudah terbiasa mendarat dengan dua kaki sesudah lompatan biasa. Peserta yang berlatih dua kali sepekan dan mengerjakan latihan mandiri di rumah umumnya sampai ke tahap itu dalam hitungan bulan, sementara peserta lain memilih berhenti di smash kedeng dan tetap bermain dengan baik. Pelatih menyampaikan posisi peserta apa adanya di tiap tahap.

Apakah sepak takraw aman untuk anak yang jarang berolahraga?

Aman selama pemanasan dan pemilihan tempat dikerjakan dengan benar. Cedera yang sering muncul di cabang ini adalah keseleo pergelangan kaki, dan sebagian besar berasal dari tiga hal: pemanasan yang dilewati, permukaan lapangan yang licin atau berpasir, dan pendaratan dengan satu kaki lurus sesudah lompatan. Ketiganya dijaga pelatih. Sepuluh menit pertama tiap sesi dipakai memutar pergelangan kaki dan membuka panggul, permukaan lapangan diperiksa sebelum latihan dimulai, dan cara mendarat dilatih terpisah sebelum peserta menyentuh gerakan udara. Peserta dengan riwayat cedera diminta membawa penyangga pergelangan.

Bagaimana jadwal disusun kalau peserta sekolah sampai sore?

Jadwal disusun bersama pelatih setiap pekan dan bisa digeser mengikuti kegiatan sekolah. Untuk latihan di lapangan terbuka, sesi sore sesudah pukul 15.30 menjadi pilihan yang biasa dipakai karena permukaan lapangan sudah melepas panas siang dan matahari tak lagi menyengat. Peserta yang pulang lebih malam bisa memakai gedung bulutangkis beratap yang lampunya menyala sampai malam. Akhir pekan dipakai peserta dengan jadwal sekolah padat, biasanya pagi menjelang siang. Sesi yang batal karena hujan atau kegiatan sekolah dijadwalkan ulang di pekan yang sama tanpa hangus.

Sepak takraw dimainkan bertiga, apakah les privat tetap masuk akal?

Justru di sinilah teknik dasar terbentuk. Dalam permainan bertiga, peserta pemula jarang mendapat sentuhan karena bola cenderung dikuasai pemain yang sudah bisa. Di kelas satu pelatih satu peserta, seluruh bola datang kepada peserta itu sendiri, sehingga jumlah sentuhan per sesi berlipat. Pelatih mengambil peran rekan yang belum ada: melambungkan bola untuk sepak mula, menyusun umpan, menahan smash, lalu bertukar sisi supaya peserta merasakan ketiga posisi regu. Ketika peserta kembali bermain bertiga di sekolah atau di kampung, teknik yang sudah rapi itu langsung terpakai.

Kalau pelatih dirasa belum cocok, apa yang bisa dilakukan?

Peserta cukup memberi tahu tim Edubia lewat WhatsApp, dan tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Kecocokan cara mengajar penting di cabang olahraga karena sebagian peserta butuh instruksi yang tegas sementara sebagian lain lebih cepat berkembang lewat contoh dan pengulangan pelan. Catatan latihan yang sudah berjalan, termasuk angka timangan dan teknik yang sudah dituntaskan, diserahkan kepada pelatih berikutnya supaya program tak diulang dari awal. Penggantian ini tak dibatasi sekali. Yang dituju adalah pasangan pelatih dan peserta yang benar-benar berjalan, sebab latihan fisik menuntut kepercayaan.

Apakah pelatih sepak takraw sampai ke Sidoarjo bagian utara?

Ya. Waru, Gedangan, Sedati, dan Taman termasuk wilayah yang rutin didatangi, sebagian karena jaraknya dekat dengan sisi selatan Kota Surabaya. Untuk Krian, Buduran, dan Candi, sesi disusun berkelompok pada hari yang sama supaya waktu tempuh pelatih tetap masuk akal dan jam latihan tak tergerus perjalanan. Di Kota Surabaya sendiri, seluruh 31 kecamatan terjangkau, dengan Rungkut, Sukolilo, Gubeng, Tambaksari, dan Lakarsantri sebagai wilayah yang sering diminta. Titik latihan dipilih di dekat alamat peserta, jadi jarak tempuh peserta sendiri tetap pendek.

Bola rotan atau bola sintetis, mana yang dipakai saat latihan?

Keduanya dipakai bergantian, dan pemilihannya mengikuti tahap latihan. Peserta pemula umumnya memulai dengan bola sintetis karena permukaannya lebih lunak, bobotnya stabil, dan pantulannya mudah ditebak, sehingga peserta bisa berkonsentrasi pada posisi kaki. Bola rotan masuk sesudah titik sentuh mulai rapi, sebab bola itu memberi umpan balik yang jujur: sentuhan yang meleset langsung terasa. Perawatannya juga diajarkan. Bola rotan yang basah wajib diangin-anginkan di tempat teduh dan dijauhkan dari sinar matahari langsung, sedangkan bola sintetis cukup dilap kering lalu disimpan jauh dari panas.

Apa yang perlu dilatih sendiri di luar sesi bersama pelatih?

Empat hal, dan semuanya bisa dikerjakan di halaman rumah tanpa net. Pertama, menimang bola dengan sisi dalam kaki sepuluh menit sehari sambil mencatat rangkaian sentuhan terpanjang hari itu. Kedua, bergantian kaki kanan dan kiri supaya kaki yang lemah menyusul. Ketiga, menyebut angka dengan suara keras tiap kali bola menyentuh kaki, karena suara memaksa pandangan tetap tinggal di bola. Keempat, peregangan panggul lima menit sesudah tubuh hangat. Pelatih menuliskan porsi latihan mandiri ini di akhir tiap sesi, dan angka timangannya diperiksa di pertemuan berikutnya.

Bagaimana cara mendaftar les sepak takraw di Edubia?

Pendaftaran dimulai lewat halaman daftar atau lewat WhatsApp. Tim Edubia menanyakan usia peserta, pengalaman olahraganya, alamat, dan jam yang bisa dipakai berlatih. Dari situ tim memilihkan pelatih sepak takraw yang wilayah kerjanya dekat dengan alamat peserta, lalu mengirimkan jadwal pertemuan pertama untuk disepakati. Pertemuan pertama dipakai menakar kelenturan pergelangan kaki, keseimbangan, dan jumlah sentuhan yang sanggup dijaga peserta, sekaligus menentukan tempat latihan tetap. Sesudah itu jadwal bulanan disusun bersama, dan porsi latihan mandiri diberikan untuk hari tanpa sesi.

Jadwalkan Sesi

Sesi sepak takraw pertama bisa dijadwalkan minggu ini

Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor sepak takraw di Surabaya menyesuaikan dengan jadwal Anda.