4,9/5 · 1.200 ulasan · Mahasiswa dan Dewasa
Les Songwriter di Surabaya
Les songwriter Edubia di Surabaya adalah pendampingan menulis lagu satu tutor satu peserta, 90 menit per sesi. Lagu setengah jadi dikirim sebelum sesi, lalu tutor membongkar bagian yang macet: susunan, hook, prosodi lirik, akor, dan melodi.
Mengenal Les Songwriter di Surabaya
Les songwriter Edubia di Surabaya adalah pendampingan menulis lagu satu tutor satu peserta, 90 menit per sesi. Lagu setengah jadi dikirim sebelum sesi, lalu tutor membongkar bagian yang macet: susunan, hook, prosodi lirik, akor, dan melodi.
Konsultasi dan DaftarDetail Program
- Lembaga penyelenggara
- Edubia, les privat personal dengan tutor datang ke rumah di Surabaya
- Materi yang dipelajari
- Susunan bagian lagu, hook, prosodi lirik, rima, progresi akor, garis melodi, isi lirik dan sudut pandang, menulis bersama, demo, serta pencatatan ciptaan
- Tutor pengampu
- Penulis lagu dan pemusik yang menulis serta membawakan karya sendiri, dicocokkan tim Edubia dengan selera musik peserta
- Format Sesi
- Privat satu tutor satu peserta, di rumah peserta, di ruang belajar Edubia, atau online
- Durasi sesi
- 90 menit per sesi, umumnya satu kali dalam sepekan
- Biaya
- Mulai Rp247.100 per sesi di rumah; belajar di ruang Edubia menambah Rp15.000 per sesi
- Peserta
- Mahasiswa, pemusik acara kampus, penyanyi, dan orang dewasa yang menulis di sela pekerjaan
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Pakal sampai Gunung Anyar, serta wilayah Kabupaten Sidoarjo
- Bahan dari peserta
- Rekaman lagu setengah jadi, potongan lirik, atau catatan ide, dikirim beberapa hari sebelum sesi berjalan
- Yang dihasilkan
- Satu lagu utuh berikut demo kasarnya tiap empat sesi, ditambah arsip bahan tulisan
Poin utama
Kenapa les songwriter privat terasa lebih terarah?
Yang sudah kami siapkan begitu Anda memutuskan mulai belajar songwriter.
Perkembangan songwriter dicatat tiap sesi
Sesudah pertemuan Anda menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.
Garansi ganti tutor
Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor songwriter diganti tanpa biaya tambahan.
Rating tutor Edubia 4,9 dari 1.200 ulasan
Angka itu dihitung dari ulasan peserta yang sudah menjalani sesi bersama tutor Edubia.
Yang membedakan
Kenapa memilih les songwriter Edubia
Lagu setengah jadi dibaca tutor sebelum sesi
Rekaman dan potongan lirik dikirim beberapa hari lebih dulu, sehingga waktu sesi tidak habis untuk mendengar dari awal.
Prosodi diperiksa satu baris pada satu waktu
Tekanan suku kata dicocokkan dengan ketukan kuat, sebab di sinilah lirik yang bagus dibaca berubah janggal saat dinyanyikan.
Akor dijelaskan sebabnya, tidak dihafalkan
Peserta memahami kenapa satu akor menahan dan akor lain menyelesaikan, sehingga pilihannya berhenti bergantung pada tebakan.
Melodi ditulis di dalam jangkauan penyanyinya
Ujung atas dan ujung bawah suara dicatat lebih dulu, dan nada puncak disimpan untuk chorus terakhir.
Demo direkam tiap satu lagu berdiri
Rekaman ponsel yang jujur dipakai menguji lagunya, dan kelemahan yang tak terdengar saat menulis muncul di sini.
Tutor dicocokkan dengan selera musik peserta
Penulis balada dan penulis lagu berbasis gitar listrik butuh pendamping yang berbeda, dan pencocokan itu dilakukan sebelum sesi pertama.
Susunan Materi
Susunan materi les songwriter privat di Surabaya
Sembilan pokok bahasan di bawah dijalankan berurutan pada lagu peserta sendiri. Peserta yang sudah menguasai satu pokok melewatinya lebih cepat, dan tutor memindahkan waktunya ke pokok yang masih goyah.
- 1
Susunan bagian lagu
Sesi awalYang dibahas. Fungsi intro, verse, pre-chorus, chorus, bridge, dan outro, berikut perkiraan panjang tiap bagian dalam birama.
Jebakan umum. Peserta memakai satu susunan yang sama untuk semua lagunya, biasanya verse lalu chorus berulang, sehingga lagu keempat terdengar seperti lagu pertama dengan lirik berbeda.
Cara tutor. Tutor menggambar susunan tiga lagu yang peserta sukai di kertas, memperlihatkan letak bridge dan panjang intronya, lalu meminta peserta menyusun ulang lagunya sendiri dengan bentuk yang berbeda.
- 2
Hook dan tiga puluh detik pertama
Sesi awalYang dibahas. Hook melodi, hook lirik, dan hook ritme; letak hook di dalam lagu; berapa lama pendengar bertahan sebelum chorus pertama.
Jebakan umum. Hook ditaruh terlalu dalam. Intro delapan birama diikuti verse panjang membuat kalimat utama lagu baru terdengar di menit kedua.
Cara tutor. Lagu dipotong dari depan sampai bagian yang menempel muncul di tiga puluh detik pertama. Kalau memotong merusak ceritanya, hook dipindah ke depan sebagai kutipan pendek.
- 3
Prosodi lirik bahasa Indonesia
Materi pembedaYang dibahas. Letak tekanan pada kata bahasa Indonesia, pergeserannya karena bunyi e lemah dan karena imbuhan, serta cara mencocokkannya dengan ketukan kuat.
Jebakan umum. Imbuhan me-, ber-, di-, dan akhiran -nya serta -kan mendarat di ketukan pertama birama, sehingga kalimatnya terdengar seperti dibaca orang yang belum terbiasa berbahasa Indonesia.
Cara tutor. Bait dibacakan tanpa nada, tekanan alaminya ditandai, lalu melodinya yang digeser. Mengganti kata dipakai belakangan, sebab kata yang sudah tepat maknanya jarang layak dikorbankan.
- 4
Rima dan pilihan kata
LirikYang dibahas. Rima penuh dan rima miring, pola rima per bait, dan kapan sebuah bait lebih kuat tanpa rima sama sekali.
Jebakan umum. Rima yang lahir dari akhiran tata bahasa. Bait terdengar rapi karena semua barisnya berakhir -kan atau -nya, sementara isinya tidak mengatakan apa-apa.
Cara tutor. Peserta menulis maksud tiap baris dalam kalimat biasa lebih dulu, baru mencari bunyi yang menampungnya. Baris yang tak menemukan padanan bunyi dibiarkan tanpa rima.
- 5
Progresi akor dalam satu nada dasar
HarmoniYang dibahas. Tujuh akor yang lahir dari satu nada dasar, watak mayor dan minornya, akor yang menahan, dan akor yang menyelesaikan.
Jebakan umum. Peserta menyalin progresi dari lagu yang disukainya tanpa tahu sebabnya, lalu buntu ketika lagunya menuntut suasana yang berbeda dan progresi salinannya tidak menyediakannya.
Cara tutor. Tiap akor diperkenalkan lewat fungsinya di dalam lagu lebih dulu, sehingga namanya datang belakangan sekadar sebagai label. Peserta memainkan satu bait dengan tiga progresi berbeda dan memilih sendiri mana yang mengatakan hal yang ia maksud.
- 6
Garis melodi dan jangkauan suara
MelodiYang dibahas. Ujung atas dan ujung bawah suara penyanyi, gerak melangkah dibanding melompat, dan letak nada puncak di dalam lagu.
Jebakan umum. Nada puncak habis dipakai di verse pertama, sehingga chorus terakhir tidak punya ruang untuk naik dan lagunya terasa datar di bagian yang seharusnya membesar.
Cara tutor. Jangkauan dicatat di sesi pertama dan ditulis di lembar kerja. Tiap melodi baru diperiksa terhadap catatan itu sebelum liriknya dipasang.
- 7
Isi lirik dan sudut pandang
LirikYang dibahas. Satu ide per lagu, detail konkret yang menggantikan kata abstrak, ketetapan sudut pandang, dan cara menulis baris pembuka.
Jebakan umum. Lirik berpindah dari suara orang pertama ke sapaan langsung lalu ke cerita orang ketiga di dalam satu bait, dan pendengar berhenti tahu siapa yang sedang berbicara kepada siapa.
Cara tutor. Sudut pandang ditulis di kepala lembar kerja sebelum bait pertama disusun. Tiap baris yang menyimpang darinya ditandai dan ditulis ulang di sesi yang sama.
- 8
Menulis bersama orang lain
Kerja bandYang dibahas. Pembagian peran, cara mengeluarkan sesi dari kebuntuan, kebiasaan merekam seluruh sesi, dan lembar pembagian porsi pencipta.
Jebakan umum. Porsi masing-masing tak pernah dibicarakan sampai lagunya mulai didengar orang, dan pada titik itu ingatan tiap orang tentang siapa menyumbang apa sudah berbeda.
Cara tutor. Tutor menjalankan simulasi menulis berdua di dalam sesi, dengan peran yang ditetapkan di awal dan lembar catatan yang diisi begitu satu bagian selesai.
- 9
Demo dan pencatatan ciptaan
Sesi penutupYang dibahas. Demo ponsel yang jujur, rekaman panduan vokal untuk penyanyi lain, dan alur pencatatan ciptaan berikut cara royalti dihimpun.
Jebakan umum. Peserta menunda demo sampai rekamannya terdengar rapi, sehingga kelemahan susunan lagu baru ketahuan berbulan-bulan kemudian ketika mengubahnya sudah mahal.
Cara tutor. Demo direkam sekali jadi di sesi yang sama, tanpa perbaikan. Tutor mendengarkannya bersama peserta keesokan pekan dan mencatat bagian yang terasa panjang.
Cakupan Program
Yang didapat peserta les privat songwriter
Tutor datang ke rumah di Surabaya
Sesi 90 menit berjalan di rumah peserta, di ruang belajar Edubia, atau online. Biaya perjalanan tutor sudah masuk ke dalam tarif per sesi yang tertera.
Pembacaan lagu sebelum sesi berjalan
Bahan yang dikirim peserta didengarkan tutor lebih dulu, sehingga sesi langsung masuk ke bagian yang macet tanpa perkenalan ulang.
Lembar kerja lagu per judul
Satu lembar per lagu memuat kalimat utamanya, sudut pandang, susunan bagian, jangkauan nada, dan progresi akor tiap bagian.
Pemeriksaan prosodi baris demi baris
Tiap bait dibacakan tanpa nada dan tekanannya ditandai, lalu dicocokkan ke ketukan kuat sebelum melodinya dianggap final.
Pekerjaan antar-sesi yang tegas batasnya
Peserta menerima satu tugas yang bisa diselesaikan dalam tiga puluh menit di rumah, misalnya menulis tiga versi verse kedua.
Demo kasar tiap lagu selesai
Rekaman ponsel satu kali jadi dibuat di sesi keempat, lalu didengarkan bersama pada pekan berikutnya untuk menandai bagian yang terasa panjang.
Catatan pembagian porsi pencipta
Untuk lagu yang ditulis bersama rekan band, disiapkan lembar yang mencatat siapa menyumbang lirik dan siapa menyumbang melodi.
Penggantian tutor tanpa biaya tambahan
Kalau selera musik atau cara mengajar tutor terasa tak cocok, peserta mengabari tim Edubia dan pendamping baru dicarikan sebelum sesi berikutnya.
Kecocokan Program
Siapa yang cocok mengambil les songwriter
Peserta yang cocok
- Pemusik acara kampus yang ingin membawakan satu lagu buatan sendiri di antara lagu orang lain
- Penyanyi yang sudah lama membawakan lagu orang dan ingin punya lagu miliknya sendiri
- Orang dewasa yang menyimpan puluhan potongan lirik dan belum pernah menuntaskan satu pun
- Peserta yang lagunya selalu macet di tempat yang sama, biasanya di verse kedua atau di bridge
- Penulis lirik di band yang ingin berhenti berselisih soal pembagian peran dan porsi pencipta
- Peserta yang lagunya terdengar janggal ketika dinyanyikan padahal liriknya bagus dibaca
Fleksibel
Pilih format les songwriter yang cocok dengan rutinitas Anda
Tutor songwriter datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.
Perjalanan Belajar
Perjalanan peserta les songwriter dari ide sampai demo
Garis waktu di bawah memakai ritme satu sesi per pekan. Peserta yang datang membawa arsip lagu setengah jadi biasanya lebih cepat satu pekan, dan peserta yang mulai dari halaman kosong lebih lambat satu pekan.
- 01Sesi 1
Pekan pertama: satu kalimat lagu ditemukan
Seluruh bahan yang dikirim didengarkan dan dipilah. Sesi ditutup dengan satu kalimat yang akan dipertahankan sepanjang lagu, ditulis besar-besar di lembar kerja.
- 02Sesi 2
Pekan kedua: susunan dan hook berdiri
Bentuk lagu digambar berikut panjang tiap bagian. Hook diuji dengan cara dinyanyikan tanpa iringan kepada tutor, lalu dipindah kalau belum menempel.
- 03Sesi 3
Pekan ketiga: lirik terpasang di melodi
Bait dibacakan tanpa nada, tekanannya ditandai, lalu dicocokkan ke ketukan. Baris yang berselisih digeser sampai kalimatnya terdengar wajar dinyanyikan.
- 04Sesi 4
Pekan keempat: akor dan penutup dibereskan
Progresi dirapikan per bagian, nada dasar dipindah bila perlu, dan cara lagu berhenti diputuskan. Lagu dimainkan utuh dan direkam sebagai demo kasar.
- 05Sesi 5 sampai 8
Bulan kedua: lagu berikutnya ditulis lebih cepat
Keputusan yang tadinya butuh diskusi panjang sudah menjadi kebiasaan. Waktu sesi bergeser ke hal yang lebih halus, misalnya menahan rima di verse atau memperbaiki bridge.
- 06Sesi 9 ke atas
Bulan ketiga: arsip lagu mulai terbentuk
Tiga sampai empat lagu berdiri dengan demo dan lirik final tersimpan rapi, lengkap dengan catatan siapa menulis bagian mana untuk lagu yang ditulis bersama rekan band.
Les menulis lagu privat di Surabaya
Les songwriter Edubia adalah pendampingan menulis lagu satu tutor satu peserta di Surabaya, berdurasi 90 menit per sesi dengan biaya mulai Rp247.100 per sesi. Beberapa hari sebelum tutor datang, peserta mengirimkan lagu yang masih setengah jadi. Seluruh waktu sesi kemudian dipakai membongkar bagian yang macet: susunan lagu, hook, tekanan suku kata pada lirik, progresi akor, dan garis melodi.
Menulis lagu tampak seperti pekerjaan bebas, dan sebenarnya ia penuh keputusan kecil. Satu baris lirik menentukan berapa suku kata yang harus muat di dalam satu birama. Satu pilihan akor menentukan apakah bagian itu terdengar menggantung atau terdengar selesai. Peserta yang belajar sendirian biasanya sanggup menghasilkan potongan yang bagus, lalu berhenti di menit kedua karena tak tahu keputusan mana yang harus diambil berikutnya.
Di sesi privat, keputusan itu diambil sambil lagunya dibunyikan. Tutor meminta peserta menyanyikan bagian yang buntu, mendengar di mana napas terputus, lalu menunjukkan dua atau tiga jalan yang bisa dicoba saat itu juga. Satu sesi karena itu berakhir dengan potongan lagu yang sudah berubah bentuk, dan peserta membawa pulang pekerjaan yang jelas sampai pertemuan berikutnya.
Siapa yang mengambil kelas songwriter di Surabaya
Peserta di Surabaya datang dari tiga arah yang berbeda, dan ketiganya butuh perlakuan yang berbeda pula.
Yang pertama pemusik yang rutin naik panggung acara kampus di sekitar Sukolilo dan Mulyorejo. Mereka sudah terbiasa membawakan lagu orang lain di depan penonton, dan yang mereka cari adalah satu lagu sendiri yang sanggup berdiri di antara lagu-lagu itu tanpa terdengar canggung.
Yang kedua penyanyi yang suaranya sudah matang dan tulisannya belum. Bagi mereka pekerjaan terberat ada di lirik: suara yang bagus membuat kalimat lemah tetap terdengar enak, sehingga kelemahannya justru sulit ketahuan sendiri.
Yang ketiga orang dewasa yang menulis di sela pekerjaan, biasanya malam hari. Waktunya sedikit, idenya sudah lama disimpan, dan yang dibutuhkan adalah cara bekerja yang membuat tiga puluh menit di rumah tetap menghasilkan sesuatu. Kelas untuk mereka disusun dengan pekerjaan antar-sesi yang kecil dan tegas batasnya.
Sebagian peserta sudah bisa memainkan alat musik dan sebagian belum. Kemampuan bermain memang mempercepat, sebab akor bisa dicoba sendiri di rumah. Ia tetap bukan syarat masuk, dan peserta yang belum memegang alat menulis melodinya dengan menyanyikan lalu merekamnya.
Lagu populer hampir selalu memakai susunan yang mirip, dan susunan itu bekerja karena tiap bagian memikul tugas yang berbeda. Verse membawa cerita maju: liriknya berganti tiap kali muncul, sebab tugasnya menambah keterangan baru. Chorus justru mengulang kalimat yang sama, sebab tugasnya menanamkan satu kalimat yang masih tertinggal di kepala orang setelah lagunya berhenti.
Perbedaan tugas itulah yang menjelaskan kenapa mengganti lirik chorus pada kemunculan kedua hampir selalu melemahkan lagu. Enam bagian di bawah dibahas satu per satu di sesi awal, memakai lagu peserta sendiri sebagai bahan.
Garis besar
Bagian lagu yang dibongkar bersama tutor
Intro
Empat sampai delapan birama yang memperkenalkan suasana dan tempo. Tutor menakar apakah intro peserta terlalu panjang, sebab pendengar yang disuruh menunggu terlalu lama sering berhenti sebelum verse pertama selesai.
Verse
Bagian pembawa cerita. Liriknya berganti tiap kemunculan sementara melodinya tetap. Verse kedua yang mengulang keterangan verse pertama adalah masalah yang berulang di lagu peserta baru.
Pre-chorus
Dua sampai empat baris penghubung yang menaikkan ketegangan sebelum chorus tiba. Bagian ini sering hilang dari lagu peserta, dan akibatnya chorus terasa datang mendadak.
Chorus
Kalimat utama lagu, diulang tanpa diubah. Nada rata-ratanya lebih tinggi daripada verse dan liriknya dibuat seringkas mungkin, sebab bagian inilah yang ditirukan orang.
Bridge
Bagian yang muncul sekali saja, biasanya setelah chorus kedua, membawa akor atau sudut pandang yang belum terdengar sebelumnya. Fungsinya menahan lagu agar tidak terasa berputar di tempat.
Outro
Penutup yang menentukan bagaimana lagu berhenti: mengulang chorus sampai memudar, kembali ke bunyi intro, atau berhenti tepat di satu akor tanpa aba-aba.
Hook dan tiga puluh detik pertama, dilatih tiap sesi
Hook adalah bagian lagu yang menempel di kepala orang sesudah satu kali dengar. Ia bisa hidup di tiga tempat, dan peserta biasanya hanya menyadari satu di antaranya.
Yang pertama hook melodi: rangkaian nada pendek yang gampang ditirukan tanpa liriknya, umumnya tiga sampai tujuh nada. Yang kedua hook lirik: satu kalimat yang bunyinya enak diucapkan dan maknanya sanggup berdiri sendiri di luar lagu. Yang ketiga hook ritme: pola ketukan atau pola pengucapan kata yang khas, misalnya kalimat yang selalu masuk sedikit mendahului ketukan pertama. Lagu yang kuat sering memakai dua di antaranya sekaligus, sehingga orang bisa mengingat lagunya lewat lebih dari satu pintu.
Tiga puluh detik pertama menentukan apakah sisa lagunya sempat didengar. Orang yang membuka lagu baru memutuskan dengan cepat, dan pada kebanyakan lagu populer keputusan itu jatuh sebelum chorus pertama berbunyi. Karena itu tutor menghitung berapa detik yang dihabiskan intro peserta, lalu mengujinya dengan satu pertanyaan sederhana: apa yang didengar orang di detik kelima belas, dan apakah itu cukup membuatnya bertahan sampai detik ketiga puluh.
Prosodi bahasa Indonesia dalam les menulis lirik
Prosodi adalah kecocokan antara tekanan kata dan tekanan ketukan. Inilah bagian yang membedakan penulis lagu terlatih dari yang belum, dan inilah sebab lirik yang bagus dibaca bisa terdengar janggal ketika dinyanyikan.
Bahasa Indonesia menempatkan tekanan katanya dengan cara yang cukup teratur. Pada kebanyakan kata, suku kata yang menonjol adalah suku kedua dari belakang: bu-NGA, be-LA-jar, ke-NA-ngan. Tekanan itu bergeser ke suku terakhir ketika suku kedua dari belakang memuat bunyi e lemah, seperti pada be-SAR dan se-MUA. Imbuhan menggeser letaknya sekali lagi: tu-LIS menjadi me-nu-LIS-kan, dan titik yang menonjol pindah satu langkah ke kanan.
Musik punya tekanannya sendiri. Ketukan pertama tiap birama terdengar kuat, dan suku kata apa pun yang mendarat di sana akan terdengar ditekankan, mau atau tidak. Kalau yang mendarat di situ adalah imbuhan me-, ber-, di-, atau akhiran -nya dan -kan, kalimatnya terdengar seperti dibacakan orang yang belum terbiasa berbahasa Indonesia. Maknanya tetap sampai, wibawanya hilang.
Uraian
Latihan prosodi yang dipakai tutor tiap sesi
Empat latihan pendek yang dijalankan sebelum lirik dipasangkan ke melodi.
Membaca lirik tanpa nada
Peserta membacakan baitnya dengan irama bicara sehari-hari. Tutor menandai suku kata yang menonjol dengan sendirinya, dan tanda itu menjadi acuan ketika melodinya disusun.
Menepuk ketukan kuat
Tutor menepuk ketukan pertama tiap birama sementara peserta menyanyi. Suku kata yang bertabrakan dengan tepukan langsung terdengar sendiri tanpa perlu dijelaskan lebih dulu.
Menggeser satu ketukan
Baris yang janggal dicoba masuk sedikit lebih awal atau sedikit terlambat. Sering satu pergeseran kecil sudah membereskan seluruh baris tanpa satu kata pun diganti.
Menukar kata sepadan
Kalau pergeseran belum menolong, katanya yang diganti. Kenangan yang bersuku tiga bisa berganti menjadi ingatan yang juga bersuku tiga, atau menjadi kini yang bersuku dua.
Rima di kelas lirik: penuh, miring, dan tanpa rima
Rima penuh berarti bunyi dua kata sama persis mulai dari vokal yang ditekankan sampai ujung kata: malam dan dalam, pulang dan hilang. Rima miring hanya menyamakan sebagian bunyinya: pulang dan tenang, rindu dan ragu. Telinga tetap menangkapnya sebagai pasangan, dengan kelonggaran memilih kata yang jauh lebih besar.
Bahasa Indonesia murah rima, dan justru di situ jebakannya. Akhiran -kan, -an, dan -nya membuat ratusan kata berbunyi mirip tanpa usaha, sehingga penulis pemula gampang menyusun bait yang berima rapi dan tidak mengatakan apa-apa. Rima yang lahir dari akhiran tata bahasa terdengar seperti latihan sekolah, dan pendengar mengenalinya dengan cepat.
Bahaya kedua lebih halus: rima yang memaksa makna. Baris kedua ditulis hanya karena bunyinya cocok, sementara isinya sudah tidak menyambung dengan baris pertama. Di sesi les, peserta menulis dulu apa yang ingin dikatakan baris itu dalam kalimat biasa, baru mencari bunyi yang menampung maksudnya.
Kalau tak ada kata yang menampung maksud itu, rimanya yang dilepas. Banyak lagu Indonesia yang kuat sama sekali tidak berima di verse, dan menahan rima di verse justru membuat chorus yang berima terdengar lebih menonjol saat tiba.
Akor tidak dipilih dari daftar hafalan. Tiap nada dasar melahirkan tujuh akor yang bunyinya cocok satu sama lain, dan pilihan di antara ketujuhnya menentukan perasaan yang dibawa satu bagian lagu. Tiga di antaranya berbunyi mayor, tiga minor, dan satu terdengar tegang serta jarang dipakai utuh.
Yang dipelajari peserta adalah sebabnya. Akor tingkat lima menarik telinga kembali ke akor tingkat satu karena di dalamnya ada nada berjarak setengah laras dari nada dasar, dan jarak sedekat itu menuntut penyelesaian. Akor tingkat empat membuka ruang tanpa menuntut apa pun. Begitu sebabnya dipahami, peserta berhenti menebak dan mulai memilih.
Rincian
Keluarga akor yang dipelajari peserta les songwriter
Akor tingkat satu
Akor rumah dalam satu nada dasar. Bagian lagu yang berhenti di sini terdengar selesai. Di nada dasar C, akor ini C mayor, dan hampir semua lagu berakhir di situ.
Akor tingkat empat
Kepergian yang lembut dari rumah. Bunyinya terbuka dan hangat, sehingga sering dipakai membuka chorus. Di nada dasar C, akor ini F mayor.
Akor tingkat lima
Akor yang menarik telinga pulang ke tingkat satu, karena memuat nada berjarak setengah laras di bawah nada dasar. Menambahkan nada ketujuh padanya membuat tarikan itu lebih kuat. Di nada dasar C, ia G atau G7.
Minor relatif
Akor minor tingkat enam memakai nada-nada yang sama dengan tingkat satu dan terdengar jauh lebih murung. Berpindah cepat dari tingkat satu ke sini adalah cara sederhana menggeser suasana tanpa berganti nada dasar.
Akor tingkat dua dan tiga
Dua akor minor yang bekerja sebagai persinggahan. Tingkat dua sering mendahului tingkat lima dan membuat kedatangannya terasa disiapkan; tingkat tiga menahan lagu di tengah tanpa menyelesaikannya.
Melodi dan jangkauan suara, dibahas di sesi privat
Melodi ditulis untuk suara tertentu, dan suara punya batas. Sebelum melodi disusun, tutor mencatat ujung bawah dan ujung atas jangkauan yang masih nyaman dinyanyikan oleh orang yang akan membawakan lagunya, entah peserta sendiri atau penyanyi lain yang sudah ditunjuk. Batas itu menjadi pagar; melatih suara supaya pagarnya bergeser adalah pekerjaan kelas vokal yang berdiri terpisah.
Di dalam pagar itu ada dua keputusan besar. Yang pertama gerak antarnada. Melodi yang bergerak selangkah demi selangkah gampang dinyanyikan dan gampang diingat, dan ia cepat terdengar rata kalau dipakai terus-menerus. Lompatan besar memberi kejutan, dengan syarat nada tujuannya sudah disiapkan oleh akor di bawahnya. Lompatan yang tidak disiapkan membuat penyanyi meleset, dan itu langsung terdengar di rekaman pertama.
Yang kedua letak nada puncak. Kalau nada puncak sudah dipakai di verse pertama, chorus terakhir kehilangan ruang untuk naik. Karena itu nada puncak disimpan, dan bagian sebelum chorus terakhir sengaja ditulis lebih rendah supaya kenaikannya terasa. Peserta biasanya menemukan lagunya sendiri memakai nada puncak terlalu awal, lalu menurunkan verse satu sampai dua nada.
Menulis lirik di kelas privat: satu ide dan detail konkret
Satu lagu menampung satu ide. Lirik yang mencoba menceritakan tiga hal sekaligus membuat pendengar kehilangan pegangan di verse kedua, dan chorusnya berakhir sebagai kalimat umum yang bisa ditempelkan ke lagu mana pun. Sesi lirik karena itu selalu dibuka dengan satu pertanyaan: kalau lagu ini boleh mengucapkan satu kalimat saja, kalimat itu apa.
Sesudah kalimat itu ditemukan, pekerjaan berikutnya mengganti kata-kata besar dengan benda yang bisa dilihat. Kata seperti kesedihan, kerinduan, dan perjuangan tidak menyerahkan gambar apa pun kepada pendengar. Kalimat tentang gelas kopi yang sudah dingin di meja, atau tentang kereta terakhir dari Gubeng yang lewat tanpa ditumpangi, mengerjakan tugas yang sama dan meninggalkan gambar yang menempel.
Sudut pandang ditetapkan lebih awal daripada dugaan peserta. Lagu yang berpindah-pindah antara suara orang pertama, sapaan kepada lawan bicara, dan cerita tentang orang ketiga di dalam satu bait terdengar goyah. Menetapkan siapa yang berbicara dan kepada siapa, lalu bertahan di sana sampai akhir, adalah keputusan yang menyelamatkan banyak lirik setengah jadi.
Baris pembuka mendapat perlakuan khusus, sebab ia tak punya waktu untuk pemanasan. Baris pembuka yang bekerja langsung menaruh pendengar di suatu tempat, di suatu waktu, atau di tengah suatu kejadian. Di sesi les, peserta menulis lima baris pembuka untuk satu lagu yang sama, membacanya keras-keras, lalu memilih yang membuat orang ingin mendengar baris kedua.
Banyak lagu ditulis lebih dari satu orang, dan peserta yang bermain di band hampir selalu menghadapi keadaan ini. Menulis bersama punya masalahnya sendiri: dua orang mengerjakan bagian yang sama pada saat yang sama, lalu keduanya merasa idenya diabaikan. Pembagian peran di menit-menit awal menutup sebagian besar masalah itu.
Di sesi privat, peserta membawa rekaman sesi menulis bersama rekannya, dan tutor membantu membaca ulang keputusan yang diambil di sana. Empat hal di bawah dibahas sebelum peserta menulis dengan orang lain lagi.
Poin penting
Menulis berdua, dibahas di sesi les songwriter
Membagi peran sejak menit pertama
Ditetapkan siapa memegang lirik, siapa memegang melodi dan akor, dan siapa yang memutuskan bila keduanya buntu. Peran boleh ditukar di lagu berikutnya, dan yang berbahaya adalah membiarkannya tak pernah disebut.
Menyelamatkan sesi yang buntu
Batas waktu pendek dipasang per bagian. Bagian yang macet dinyanyikan dengan nada asal-asalan supaya bentuknya kelihatan, atau ditinggalkan sementara untuk pindah ke bagian lain yang masih mengalir.
Merekam apa pun yang keluar
Perekam ponsel dibiarkan menyala sepanjang sesi menulis. Ide yang akhirnya dipakai sering muncul justru ketika tidak ada yang sedang serius, dan ide semacam itu hilang kalau tak ada rekamannya.
Lembar pembagian porsi
Satu lembar mencatat siapa menulis apa dan berapa porsi masing-masing pencipta, disepakati sebelum lagunya beredar. Selisih ingatan soal porsi hampir selalu muncul sesudah lagu mulai didengar orang.
Demo lagu yang direkam peserta antara dua sesi
Demo adalah rekaman kasar yang dibuat untuk menguji lagunya. Isinya cukup satu suara dan satu alat musik pengiring, direkam dengan ponsel di kamar, tanpa perbaikan apa pun sesudahnya. Peserta yang sudah punya perangkat lunak rekaman di komputer boleh memakainya sekadar sebagai wadah; menata suara dan menyeimbangkan alat musik adalah materi kelas produksi musik yang berdiri sendiri.
Gunanya satu: mendengar lagu dari luar kepala sendiri. Bagian yang terasa jelas ketika ditulis sering terdengar terlalu panjang ketika diputar ulang keesokan harinya. Verse kedua yang mengulang isi verse pertama juga baru ketahuan di sini. Karena itu demo dibuat sebelum lagunya dianggap selesai, dan bukan sesudahnya.
Ada satu jenis rekaman lain yang dipakai kalau lagunya akan dibawakan orang lain, yaitu panduan vokal. Isinya melodi yang dinyanyikan lugas tanpa hiasan, sehingga penyanyi yang menerimanya bisa mendengar letak nada dan letak kata dengan terang. Rekaman semacam ini sengaja dibuat sederhana, sebab produksi yang rapi membuat pendengar menilai rekamannya dan berhenti menilai lagunya.
Hak cipta lagu yang dibahas tutor di sesi akhir
Hak cipta atas sebuah lagu lahir pada saat lagunya diwujudkan, misalnya begitu ia direkam atau ditulis lengkap dengan lirik dan notasinya. Pencatatan resmi ke kantor kekayaan intelektual pemerintah tidak melahirkan hak itu. Yang diberikannya adalah bukti tertulis bertanggal, dan bukti semacam itu jauh lebih mudah dipakai kalau suatu saat ada yang mempersoalkan siapa penciptanya.
Satu lagu umumnya memuat dua ciptaan yang berdiri sendiri: liriknya dan melodinya. Kalau keduanya ditulis orang yang berbeda, keduanya sama-sama pencipta, dan porsi masing-masing adalah hal yang mereka sepakati sendiri secara tertulis. Tidak ada angka baku yang berlaku otomatis, dan justru karena itu kesepakatan dibuat sebelum lagu beredar, selagi semua orang masih sepakat.
Royalti pemutaran dihimpun lewat lembaga manajemen kolektif, badan yang menagih pemakaian lagu di tempat usaha, penyiaran, dan pertunjukan, lalu meneruskannya kepada pencipta yang terdaftar. Pemakaian di layanan pemutaran musik dan penjualan digital berjalan lewat jalur berbeda, dan biasanya ditangani pihak yang mendistribusikan rekamannya.
Materi ini dibahas ringkas di sesi akhir dan sengaja tidak dijadikan janji apa pun. Tutor Edubia mengajar menulis lagu. Tarif royalti, syarat pendaftaran, dan bentuk perjanjian yang berlaku pada hari itu diperiksa langsung ke lembaganya, sebab ketentuannya berubah dari waktu ke waktu.
Jadwal dan wilayah les songwriter di Surabaya
Tutor mendatangi rumah peserta di seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Pakal dan Benowo di sisi barat sampai Gunung Anyar dan Rungkut di sisi timur, dan wilayah Kabupaten Sidoarjo dilayani dengan cara yang sama. Biaya perjalanan sudah dihitung di dalam tarif per sesi yang tertera, sehingga peserta di Lakarsantri membayar angka yang sama dengan peserta di Tambaksari.
Jam sesi mengikuti kapan lagu benar-benar ditulis. Peserta yang bekerja hampir selalu memilih malam pada hari kerja, sebab rumah sudah sepi dan ide yang terkumpul sepanjang hari masih segar. Mahasiswa di sekitar Sukolilo dan Mulyorejo biasanya memilih sore sesudah kuliah, sementara akhir pekan terbuka sejak pagi.
Peserta yang lebih nyaman keluar rumah bisa memakai dua ruang belajar Edubia: NextSpace Kenjeran di Tambaksari dan Union Space Sidosermo di Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Ruang ini sering dipilih peserta yang membawa gitar berukuran penuh, sebab ada tempat menaruh alat dan tetangga tidak terganggu suara berulang-ulang.
Penjadwalan ulang berlaku dua arah dan diikat ke bahan yang dikirim. Kalau sepanjang pekan itu peserta belum sempat menulis apa pun, sesinya lebih berguna digeser daripada dipakai membaca ulang bahan yang sama. Cukup kabari tim Edubia sebelum hari sesi, dan slotnya dipindahkan.
Biaya les songwriter per sesi di Surabaya
Biaya les songwriter mulai Rp247.100 per sesi 90 menit untuk peserta mahasiswa, dengan tutor datang ke rumah satu kali dalam sepekan. Untuk peserta yang sudah bekerja, tarifnya Rp303.800 per sesi pada durasi dan ritme yang sama. Sembilan puluh menit dipilih karena satu sesi menulis lagu selalu dimulai dengan memainkan lagunya utuh lebih dulu, dan sisa waktunya baru cukup untuk membongkar satu bagian sampai tuntas.
Sekali sepekan dipilih dengan alasan yang sama nyatanya: lagu butuh jeda. Peserta yang memaksakan dua sesi dalam sepekan biasanya datang di sesi kedua dengan bahan yang sama persis, dan waktunya habis mengulang. Jarak tujuh hari memberi ruang untuk menulis, merekam, dan mendengarnya lagi dengan telinga yang sudah dingin.
Belajar di ruang Edubia menambah Rp15.000 per sesi, sementara belajar di rumah tidak menambah apa pun. Sesi online dihitung tersendiri karena tak ada perjalanan tutor di dalamnya, dan tim Edubia menyampaikan angkanya saat pendaftaran.
Kalau cara mengajar tutor ternyata tak cocok dengan cara peserta menulis, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Di kelas menulis lagu hal ini lebih penting daripada di kelas lain, sebab peserta memperdengarkan tulisan yang belum jadi dan itu hanya berjalan kalau ia merasa aman. Cukup kabari tim Edubia, dan pendamping baru dicarikan sebelum sesi berikutnya berjalan.
Ritme kelas ini diukur dari berapa lagu yang selesai. Satu lagu utuh biasanya menghabiskan empat sesi, dan urutan yang sama berulang untuk lagu berikutnya dengan bagian yang sudah dikuasai peserta dilewati lebih cepat.
Peserta yang datang membawa arsip lagu setengah jadi biasanya memulai dari langkah kedua, sebab bahan mentahnya sudah ada. Peserta yang mulai dari halaman kosong memakai sesi pertama untuk mengumpulkan bahan, dan lagunya berdiri di sesi kelima.
Sorotan
Cara satu lagu diselesaikan dalam empat sesi les
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Sesi pertama: menetapkan satu kalimat lagu
Tutor mendengarkan seluruh bahan yang dikirim, lalu memilah mana yang macet di lirik dan mana yang macet di melodi. Sesi ditutup dengan satu kalimat yang akan dipertahankan sepanjang lagu.
-
Sesi kedua: menyusun bagian dan menaruh hook
Susunan verse, pre-chorus, chorus, dan bridge digambar dulu di kertas berikut perkiraan panjang tiap bagian. Hook diletakkan, diuji dengan menyanyikannya tanpa iringan, lalu dipindah kalau belum menempel.
-
Sesi ketiga: memasang lirik ke melodi
Bait dibacakan tanpa nada, tekanan alaminya ditandai, lalu dicocokkan dengan ketukan kuat. Baris yang berselisih digeser atau katanya ditukar sampai kalimatnya terdengar wajar dinyanyikan.
-
Sesi keempat: akor, jangkauan, dan penutup
Progresi akor dirapikan per bagian, nada dasar dipindah kalau melodi keluar dari jangkauan penyanyinya, dan cara lagu berhenti diputuskan. Lagu dimainkan utuh dari awal sampai akhir.
-
Antara dua sesi: menulis dan merekam sendiri
Peserta menerima satu pekerjaan yang jelas batasnya, misalnya menulis tiga versi verse kedua. Semuanya direkam dengan ponsel apa adanya dan dikirim beberapa hari sebelum sesi berikutnya.
-
Sesudah lagu berdiri: demo dan arsip
Demo kasar direkam satu kali jadi, lirik final diketik lengkap, dan catatan siapa menulis bagian mana disimpan. Arsip inilah yang dipakai kalau lagu itu kelak dibawakan orang lain.
Program Terkait
Les songwriter sering dipasangkan dengan program berikut
Tanya jawab
Apa saja yang perlu diketahui soal les songwriter di Surabaya?
Apakah saya harus bisa bermain gitar atau piano sebelum ikut les songwriter?
Tidak. Kemampuan bermain alat musik memang mempercepat pekerjaan, sebab akor bisa dicoba sendiri di rumah di antara dua sesi, tetapi ia bukan syarat masuk. Peserta yang belum memegang alat menulis melodinya dengan cara menyanyikan lalu merekamnya di ponsel, dan tutor yang memainkan akor pengiringnya di sesi. Banyak lagu populer lahir persis dengan cara itu. Kalau di tengah jalan Anda ingin bisa mengiringi lagu sendiri, itu pekerjaan kelas alat musik yang berdiri terpisah, dan tim Edubia bisa menyusun jadwalnya berdampingan dengan kelas menulis lagu.
Berapa biaya les songwriter di Surabaya dan apa saja yang sudah termasuk?
Biaya mulai Rp247.100 per sesi 90 menit untuk peserta mahasiswa, dan Rp303.800 per sesi pada durasi yang sama untuk peserta yang sudah bekerja. Angka itu berlaku untuk sesi di rumah peserta dan sudah menghitung perjalanan tutor, sehingga peserta di Wiyung membayar sama dengan peserta di Gubeng. Belajar di ruang belajar Edubia menambah Rp15.000 per sesi, sementara belajar di rumah tidak menambah apa pun. Yang berada di luar biaya adalah alat musik pribadi dan perangkat rekam; keduanya tidak diwajibkan, sebab ponsel sudah cukup untuk demo di tahap ini.
Berapa lama sampai satu lagu benar-benar selesai?
Satu lagu utuh biasanya menghabiskan empat sesi, kira-kira satu bulan pada ritme sekali sepekan. Peserta yang datang membawa potongan lirik atau rekaman gumaman sering selesai lebih cepat, sebab bahan mentahnya sudah ada dan sesi pertama langsung dipakai memilah. Peserta yang memulai dari halaman kosong memakai sesi pertama untuk mengumpulkan bahan, dan lagunya berdiri di sesi kelima. Lagu kedua hampir selalu lebih cepat daripada lagu pertama, karena keputusan yang tadinya butuh diskusi panjang, seperti letak hook dan panjang intro, sudah menjadi kebiasaan.
Saya menyimpan belasan lagu setengah jadi. Apakah semuanya bisa dibawa ke sesi?
Bisa, dan justru itu bahan yang bagus untuk sesi pertama. Kirimkan rekamannya beberapa hari sebelum tutor datang supaya ia sempat mendengarkan semuanya lebih dulu. Sesi pertama dipakai untuk memilah: mana yang macet di lirik, mana yang macet di melodi, dan mana yang sebetulnya dua lagu berbeda yang tertempel menjadi satu. Dari belasan potongan itu biasanya ada dua atau tiga yang layak dituntaskan lebih dulu, sementara sisanya disimpan sebagai arsip bahan yang bisa dipanggil lagi ketika lagu berikutnya butuh satu baris.
Saya kurang percaya diri dengan suara sendiri. Apakah tetap bisa menulis lagu?
Bisa. Menulis lagu dan menyanyikannya di depan orang adalah dua pekerjaan yang berbeda, dan kelas ini mengerjakan yang pertama. Melodi diuji dengan cara dinyanyikan pelan atau dimainkan di alat musik, dan tutor sudah terbiasa mendengar melodi dari suara yang belum terlatih. Yang dicatat hanyalah ujung atas dan ujung bawah jangkauan yang masih nyaman untuk Anda, supaya melodinya tidak ditulis di luar batas itu. Kalau kelak Anda ingin melatih suaranya sendiri, itu kelas vokal yang berdiri terpisah dan bisa diambil berdampingan.
Apakah les ini mengajarkan cara merekam dan mencampur lagu di komputer?
Tidak. Kelas ini berhenti di lagunya: susunan bagian, lirik, melodi, dan akor. Rekaman yang dibuat di sini adalah demo kasar dari ponsel yang gunanya menguji lagunya, dan bentuk sederhana itu memang yang diminta. Menata suara, menyeimbangkan alat musik, dan menyiapkan berkas untuk diedarkan adalah materi kelas produksi musik yang berdiri sendiri di Edubia. Banyak peserta mengambil keduanya berurutan: menulis dulu sampai lagunya berdiri kokoh, baru memikirkan bagaimana ia direkam dengan layak.
Lirik dalam bahasa apa yang bisa dibahas di sesi?
Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris keduanya dibahas, dengan catatan bahwa cara keduanya bertemu ketukan berbeda. Bahasa Indonesia menempatkan suku kata yang menonjol pada suku kedua dari belakang di kebanyakan kata, sehingga kesalahan yang muncul umumnya berupa imbuhan yang mendarat di ketukan kuat. Bahasa Inggris punya pola tekanan yang berbeda dari kata ke kata dan menuntut pemeriksaan satu per satu. Peserta yang menulis dalam bahasa Jawa sebaiknya menyebutkannya saat mendaftar, supaya tutornya dicocokkan dengan orang yang terbiasa menulis lirik berbahasa daerah.
Rumah saya jauh dari pusat kota. Apakah tutor tetap datang?
Ya. Sesi berjalan di rumah peserta di seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo dan Pakal di sisi barat sampai Gunung Anyar dan Rungkut di sisi timur, dan wilayah Kabupaten Sidoarjo dilayani dengan cara yang sama. Biaya perjalanan sudah dihitung di dalam tarif per sesi, jadi jarak tidak mengubah angka yang Anda bayar. Yang perlu disiapkan hanya satu ruang yang cukup tenang untuk mendengar melodi dengan jelas, sebab sebagian besar sesi berisi menyanyikan potongan yang sama berulang-ulang lalu mendengarkan bedanya.
Bisakah sesi berjalan online kalau saya sedang di luar kota?
Bisa, dan untuk kelas menulis lagu bentuk online bekerja lebih baik daripada dugaan banyak orang. Peserta memainkan atau menyanyikan lagunya di depan kamera, tutor mendengarkan, lalu keduanya menyunting lirik pada berkas yang sama secara bersamaan sehingga tiap perubahan terlihat langsung. Yang berkurang adalah kemampuan tutor mendengar warna suara secara utuh, jadi keputusan soal jangkauan nada biasanya ditunda sampai sesi tatap muka berikutnya. Tarif sesi online dihitung tersendiri karena tak ada perjalanan tutor di dalamnya, dan tim Edubia menyampaikannya saat pendaftaran.
Bagaimana kalau sepekan itu saya sama sekali tidak sempat menulis?
Kabari tim Edubia sebelum hari sesi dan jadwalnya digeser. Sesi menulis lagu berjalan di atas bahan yang Anda bawa, jadi sesi tanpa bahan baru biasanya habis untuk membaca ulang hal yang sama. Kalau kekosongan itu berulang beberapa pekan, tutor mengganti pendekatannya: sesi dipakai untuk menulis di tempat, dengan batas waktu pendek per bagian, supaya Anda tetap punya bahan yang lahir di sesi itu sendiri. Banyak peserta yang bekerja penuh waktu memakai cara ini sepanjang program dan tetap menyelesaikan lagunya.
Lagu yang saya tulis di kelas tetap milik saya?
Ya. Hak cipta atas lagu itu berada pada penciptanya, dan penciptanya adalah Anda. Tutor bekerja sebagai pendamping yang memberi masukan, dan memberi masukan tidak menjadikan seseorang pencipta bersama. Yang perlu diperjelas adalah keadaan ketika Anda menulis bersama teman atau rekan band: begitu dua orang sama-sama menyumbang lirik atau melodi, keduanya pencipta, dan porsi masing-masing sebaiknya ditulis serta disepakati sebelum lagunya beredar. Cara menyusun catatan kesepakatan itu dibahas di sesi akhir program.
Bagaimana cara mencatatkan lagu saya secara resmi?
Hak cipta lahir sendiri begitu lagu diwujudkan, misalnya saat direkam atau ditulis lengkap dengan lirik dan notasinya. Pencatatan resmi ke kantor kekayaan intelektual pemerintah menambahkan bukti tertulis bertanggal, dan bukti itu jauh lebih mudah dipakai kalau suatu saat ada yang mempersoalkan siapa penciptanya. Royalti dari pemutaran di tempat usaha, penyiaran, dan pertunjukan dihimpun lewat lembaga manajemen kolektif. Tutor menjelaskan alur dan urutannya; syarat serta biaya yang berlaku pada hari itu Anda periksa langsung ke lembaganya, sebab ketentuannya berubah dari waktu ke waktu.
Berapa orang dalam satu sesi les songwriter?
Satu tutor mendampingi satu peserta. Di kelas menulis lagu susunan ini lebih menentukan daripada di kelas lain, sebab bahan yang dibawa peserta adalah tulisan yang belum jadi dan sering sangat pribadi. Sesi hanya berjalan kalau peserta merasa aman memperdengarkan versi yang masih jelek. Seluruh 90 menit karena itu dipakai untuk lagu Anda: dimainkan utuh lebih dulu supaya tutor mendengar bentuknya, lalu satu bagian yang macet dibongkar sampai tuntas dan disusun ulang di tempat.
Kalau cara mengajar tutornya ternyata tidak cocok, apakah bisa diganti?
Bisa, dan tutor diganti tanpa biaya tambahan. Kabari tim Edubia sambil menyebut apa yang terasa tidak pas, misalnya tutornya terlalu cepat mengarahkan sementara Anda ingin menemukan sendiri, atau selera musiknya jauh dari yang Anda tulis. Kecocokan selera itu nyata pengaruhnya di kelas menulis lagu. Menyebutkannya sejak awal menghemat waktu semua pihak. Pendamping baru dicarikan sebelum sesi berikutnya, dan lembar kerja lagu yang sedang Anda garap ikut dioper supaya tidak ada yang mengulang dari nol.
Jam berapa sesi les songwriter biasanya bisa dijadwalkan?
Jadwal disusun mengikuti kapan Anda benar-benar menulis. Peserta yang bekerja hampir selalu memilih malam pada hari kerja, sebab rumah sudah sepi dan ide yang terkumpul sepanjang hari masih segar. Mahasiswa biasanya memilih sore sesudah kuliah selesai, sementara akhir pekan terbuka sejak pagi. Tim Edubia mencocokkan jadwal itu dengan tutor yang wilayah dan selera musiknya sesuai, lalu mengunci slotnya sebelum sesi pertama berjalan. Sesi bisa digeser selama pemberitahuannya masuk sebelum hari pelaksanaan.
Siap Bergabung
Tanyakan biaya dan jadwal les songwriter lebih dulu
Ribuan keluarga Surabaya sudah memulai. Kini giliran Anda mencoba sesi songwriter pertama.