Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat

Kursus Microsoft Office di Surabaya

Kursus Microsoft Office privat di Surabaya untuk pekerja dewasa: Word untuk dokumen panjang, PowerPoint untuk paparan rapat, dan perpindahan data antar aplikasi. Satu tutor satu peserta, 90 sampai 120 menit, mulai Rp186.500 per sesi.

Kursus Microsoft Office di Surabaya
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terseleksi
1-on-1 perhatian penuh satu peserta
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor prosesnya mudah
Assessment kebutuhan dulu

Ringkasan Microsoft Office privat di Surabaya

Kursus Microsoft Office privat di Surabaya untuk pekerja dewasa: Word untuk dokumen panjang, PowerPoint untuk paparan rapat, dan perpindahan data antar aplikasi. Satu tutor satu peserta, 90 sampai 120 menit, mulai Rp186.500 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Spesifikasi Les

Sumbu materi
Per jenis dokumen yang diminta kantor, lalu per aplikasi yang menggarapnya
Titik berat program
Word untuk dokumen panjang dan PowerPoint untuk paparan rapat
Cakupan pendamping
Perpindahan data antar aplikasi, cetak dan PDF, serta penyuntingan bersama
Versi yang didampingi
Office 2016 ke atas serta langganan Microsoft 365 milik kantor
Format belajar
Satu tutor untuk satu peserta, tatap muka atau daring
Lama satu pertemuan
90 sampai 120 menit, satu dokumen tuntas tiap datang
Titik belajar
Rumah, kantor peserta, co-learning space Edubia, atau sesi daring
Wilayah layanan
49 kecamatan di Kota Surabaya beserta kabupaten di sebelah selatannya
Biaya per pertemuan
Mulai Rp186.500, tambah Rp15.000 bila memakai co-learning space
Kebijakan tutor
Tutor dapat diganti tanpa biaya tambahan bila gaya mengajarnya kurang klop
Jalur sertifikasi
Pendampingan uji MO-110 untuk Word dan MO-310 untuk PowerPoint
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Peserta yang cocok

Kapan kursus Microsoft Office ini pas diambil

Waktunya sudah pas

  • Staf administrasi dan sekretariat yang menyusun surat serta notulen setiap hari
  • Mahasiswa pascasarjana dan peneliti yang menggarap naskah tebal dengan daftar isi dan sitasi
  • Manajer yang rutin memaparkan angka di rapat bulanan dan menghadap calon klien
  • Pekerja yang baru pindah kantor dan menghadapi ketentuan format dokumen yang lebih ketat
  • Pelamar kerja yang perlu menunjukkan penguasaan aplikasi perkantoran dalam proses seleksi
  • Tim kecil yang berkasnya masih dikirim bolak-balik sebagai lampiran surel

Persiapan sesi

Yang disiapkan peserta sebelum pertemuan pertama

  • Laptop dengan Office yang sudah aktif Sebutkan versinya sejak awal, sebab tata letak menu Office 2016 berbeda dengan langganan Microsoft 365. Bila lisensi kantor belum aktif di perangkat pribadi, sampaikan lebih dulu.
  • Contoh dokumen kantor yang biasa disusun Surat keluar, laporan, atau paparan yang pernah dibuat. Dokumen ini memperlihatkan ketentuan yang berlaku sekaligus kebiasaan penyusunan yang perlu dibenahi.
  • Panduan format resmi tempat kerja Ketentuan kop, penomoran surat, jenis huruf, margin, dan ukuran kertas. Templat yang dibangun di sesi akan mengikutinya supaya hasilnya langsung dapat dipakai.
  • Data penerima untuk latihan surat massal Satu lembar kerja berisi nama, jabatan, dan alamat penerima. Isinya boleh disamarkan, dan yang diperlukan hanyalah bentuk kolomnya.
  • Bahan rapat yang akan dibawakan pekan itu Peserta yang mengambil pokok paparan sebaiknya membawa bahan rapat yang nyata, sehingga hasil sesi langsung dipakai dan mendapat umpan balik dari ruangan sungguhan.
  • Catatan tiga pekerjaan dokumen yang berulang Tuliskan tiga tugas dokumen yang kembali muncul tiap pekan. Urutan pertemuan disusun dari catatan itu supaya penghematan waktu terasa sejak pertemuan pertama.
  • Berkas contoh dari rekan satu tim Berguna untuk pokok penyuntingan bersama. Dua versi dokumen yang terlanjur bercabang justru menjadi bahan latihan yang bagus untuk perintah bandingkan.
  • Sasaran sertifikasi bila memang dibidik Peserta yang menuju uji MO-110 untuk Word atau MO-310 untuk PowerPoint menyebutkannya di awal, sebab susunan pertemuannya diturunkan dari kisi kemampuan resmi.

Pembeda kami

Pembeda les Microsoft Office Edubia

Unggulan utama

Tiap pertemuan meninggalkan satu berkas yang dipakai bekerja

Sesi Word menghasilkan templat surat berkop yang siap dipakai esok pagi, sesi PowerPoint menghasilkan paparan untuk rapat pekan itu. Dokumen latihan dan dokumen kerja berjalan sebagai satu berkas yang sama.

Fitur otomatis diperkenalkan lewat kerugian cara manual

Sebelum gaya judul diajarkan, peserta diminta mengganti jenis huruf pada naskah dua puluh halaman yang dirapikan manual. Beban pekerjaan itu yang membuat fitur otomatisnya melekat.

Aturan format kantor peserta dipakai sebagai patokan

Ketentuan kop, penomoran surat keluar, dan susunan berkas yang berlaku di tempat kerja peserta menjadi bahan latihan, sehingga hasil sesi langsung memenuhi aturan yang berlaku di kantornya.

Perpindahan Word ke PowerPoint dilatih sebagai satu alur

Kerangka laporan di Word diubah menjadi susunan salindia, angka lembar kerja dihubungkan ke keduanya lewat tautan hidup, dan peserta melihat ketiga aplikasi bekerja sebagai satu rangkaian.

Pintasan papan ketik ditanam sejak pertemuan pertama

Tiap perintah yang muncul dua kali dalam satu sesi langsung diperkenalkan pintasannya. Setelah beberapa pertemuan, sebagian besar penyuntingan berjalan tanpa tangan berpindah ke tetikus.

Perbandingan

Cara belajar Microsoft Office mana yang cocok untuk Anda di Surabaya?

Fitur Pilihan terbaik Les Microsoft Office Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya Bimbel Microsoft Office Grup Belajar Microsoft Office Sendiri
Perhatian tutor saat belajar Microsoft Office Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak peserta Tanpa pendamping
Materi Microsoft Office disesuaikan level peserta
Pekerjaan peserta diperiksa di layar yang sama Seragam Cari sendiri
Assessment kebutuhan Microsoft Office di awal
Tutor Microsoft Office bisa diganti tanpa ribet
Bahan dipilih dari perkakas yang sudah dipakai peserta Umum Tergantung sendiri

Fleksibel

3 format kelas Microsoft Office di Edubia

Tutor Microsoft Office datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Urutan sesi

Perjalanan peserta dari templat surat sampai paparan rapat

Tiap tahap ditutup dengan satu dokumen jadi yang langsung terpakai di kantor keesokan paginya. Dokumen itulah bukti kemajuan yang diperiksa tutor sebelum tahap berikutnya dibuka.

  1. 01

    Satu templat surat resmi tersimpan dan terpakai

    Sesi 1 sampai 2

    Peserta menyusun templat berkop bernomor dengan ukuran kertas yang dipakai kantornya, lalu menghasilkan dua surat baru tanpa membuka berkas lama. Tahap ini lewat ketika surat kedua selesai di bawah lima menit.

  2. 02

    Naskah panjang bergaya judul dan berdaftar isi otomatis

    Sesi 3 sampai 5

    Bab disisipkan di tengah naskah, daftar isi disegarkan, dan penomoran halaman antar bagian tetap benar. Buktinya dokumen yang bertahan rapi setelah jenis hurufnya diganti seluruhnya.

  3. 03

    Penomoran bertingkat dan rujukan silang berdiri sendiri

    Sesi 6 sampai 7

    Nomor subbab mengikuti gaya judul, keterangan gambar membawa nomor babnya, dan kalimat rujukan menyesuaikan. Tahap ini lewat ketika satu bab dipindahkan lewat panel navigasi tanpa satu nomor pun perlu diperbaiki.

  4. 04

    Surat massal terkirim ke ratusan penerima

    Sesi 8

    Kolom data disiapkan, medan gabungan terpasang, dan format tanggal serta rupiah tampil benar di pratinjau. Peserta menyelesaikan satu kiriman nyata di akhir sesi.

  5. 05

    Paparan dibawakan tanpa membaca dari layar

    Sesi 9 sampai 11

    Peserta membawakan lima salindia di depan tutor memakai mode pembicara. Buktinya, kalimat panjang sudah pindah ke catatan pembicara dan tiap salindia menyisakan satu gagasan.

  6. 06

    Berkas tim berjalan di penyimpanan bersama

    Sesi 12 ke atas

    Berkas kerja berpindah ke penyimpanan awan dengan izin yang diatur, revisi berjalan terlacak, dan riwayat versi dipakai saat ada perubahan yang perlu ditelusuri.

Susunan materi

Sebelas pokok Office yang dibedah per jenis dokumen

Tiap pokok berdiri sendiri dan menghasilkan satu dokumen jadi. Peserta bebas mengambil sebagian pokok saja, dan urutannya mengikuti dokumen yang sering diminta di tempat kerjanya.

  1. 1

    Gaya judul dan penataan dokumen Word

    Word

    Yang dibahas. Gaya Judul 1 sampai 3, panel gaya, penyuntingan definisi gaya, pemutakhiran gaya dari contoh terpilih, pintasan Ctrl+Alt+1 sampai Ctrl+Alt+3, pembersihan format lewat Ctrl+Spasi dan Ctrl+Q, serta tanda paragraf.

    Jebakan umum. Judul bab dibentuk dengan menebalkan teks lalu menaikkan ukurannya satu per satu. Ketika kantor mengganti ketentuan huruf, peserta menyisir empat puluh judul secara manual, dan dua di antaranya selalu terlewat.

    Cara tutor. Tutor mengubah satu judul di dokumen peserta menjadi gaya, lalu memakai perintah pemilihan teks berformat serupa untuk menyapu sisanya sekali jalan. Sesudah itu ketentuan huruf diuji dengan mengganti tema, dan seluruh naskah ikut berubah dalam satu langkah.

  2. 2

    Daftar isi otomatis dan pemisah bagian

    Word

    Yang dibahas. Penyisipan daftar isi dari tab Referensi, penyegaran lewat F9, pemisah bagian halaman berikutnya, pemutusan sambungan kepala dan kaki halaman antar bagian, angka romawi untuk bagian pengantar, dan penyetelan nomor mulai.

    Jebakan umum. Angka romawi di bagian pengantar berubah menjadi angka biasa begitu penomoran isi disetel, sebab kaki halaman bagian isi masih mewarisi pengaturan bagian sebelumnya. Peserta lalu menghapus dan memasang ulang nomor berkali-kali tanpa hasil.

    Cara tutor. Sambungan antar bagian diputus lebih dulu, baru formatnya diubah. Peserta menyisipkan satu bab di tengah dokumen latihan, menyegarkan daftar isi, lalu memeriksa penomoran dari lembar pertama sampai lampiran.

  3. 3

    Penomoran bertingkat dan rujukan silang

    Word

    Yang dibahas. Daftar bertingkat yang dihubungkan ke gaya judul, keterangan gambar dan tabel, penyertaan nomor bab di dalam keterangan, rujukan silang, daftar gambar, serta penyegaran seluruh medan lewat Ctrl+A lalu F9.

    Jebakan umum. Nomor subbab diketik tangan. Satu subbab disisipkan di bab dua, dan seluruh nomor sesudahnya meleset satu, termasuk kalimat rujukan yang menyebut Tabel 3 padahal tabelnya sudah bergeser menjadi Tabel 4.

    Cara tutor. Peserta membangun daftar bertingkat yang terhubung ke gaya judul, memasang keterangan lewat menu, dan menulis rujukan sebagai rujukan silang. Ujiannya memindahkan satu bab lewat panel navigasi, lalu memeriksa apakah seluruh nomor menyesuaikan sendiri.

  4. 4

    Templat surat berkop dan blok isian

    Word

    Yang dibahas. Penyimpanan berkas templat berakhiran dotx, blok bangunan untuk kop dan tanda tangan, kendali isian dari tab Pengembang, penyetelan ukuran kertas F4 beserta penyimpanannya sebagai bawaan, dan penyusunan folder templat kantor.

    Jebakan umum. Surat baru lahir dari surat lama yang ditimpa. Nama penerima terdahulu tertinggal di baris tembusan, dan surat resmi terkirim ke luar membawa nama perusahaan yang keliru.

    Cara tutor. Satu surat yang sudah pernah dikirim diubah menjadi templat bersama tutor, bagian yang berganti ditandai sebagai kendali isian, dan berkasnya disimpan di folder templat. Latihan sesudahnya selalu dimulai lewat perintah dokumen baru dari templat.

  5. 5

    Surat massal dari data lembar kerja

    Word dan Excel

    Yang dibahas. Penyiapan kolom data, pemilihan penerima, penyisipan medan gabungan, pencocokan nama medan, aturan bersyarat, pratinjau penerima, penyelesaian ke pencetakan atau surel, serta pembuatan label dan amplop.

    Jebakan umum. Tanggal berubah menjadi susunan angka gaya asing dan nominal rupiah kehilangan titik ribuannya, sebab data masuk sebagai teks mentah tanpa membawa format asalnya. Peserta menyangka datanya rusak dan menyusun ulang lembar kerjanya.

    Cara tutor. Kode medan dibuka lewat Alt+F9, lalu sakelar pemformatan dipasang: \# untuk angka dan \@ untuk tanggal. Peserta juga berlatih menyalakan konfirmasi konversi format berkas supaya lembar kerja terbaca beserta format asalnya.

  6. 6

    Revisi terlacak dan penyuntingan bersama

    Word

    Yang dibahas. Pelacakan revisi lewat Ctrl+Shift+E, empat tampilan markah, penerimaan dan penolakan perubahan, komentar berbalas beserta penyebutan rekan, perbandingan dua berkas yang bercabang, dan pembatasan penyuntingan.

    Jebakan umum. Dokumen dikirim dalam tampilan markah ringkas yang menyembunyikan coretan. Penerima mengira berkasnya bersih, mencetaknya untuk rapat, dan seluruh riwayat revisi ikut tercetak di hadapan tamu.

    Cara tutor. Sebelum berkas keluar, peserta menyelesaikan seluruh perubahan, mematikan pencetakan markah, lalu memeriksa berkas lewat penyelidik dokumen. Dua berkas yang terlanjur bercabang disatukan dengan perintah bandingkan.

  7. 7

    Menyusun alur paparan sebelum menyentuh salindia

    PowerPoint

    Yang dibahas. Tampilan kerangka, judul salindia berbentuk kalimat pernyataan, satu gagasan tiap salindia, Tab dan Shift+Tab untuk mengatur tingkat, pembagian bagian pada dek panjang, serta pengubahan kerangka Word menjadi salindia.

    Jebakan umum. Paparan dimulai dari templat penuh hiasan, lalu paragraf laporan disalin utuh ke dalamnya. Pendengar membaca lebih cepat daripada pembicara berbicara, dan ruangan selesai membaca sebelum kalimat pertama tuntas diucapkan.

    Cara tutor. Seluruh isi ditulis di tampilan kerangka sebagai teks polos lebih dulu. Teks yang diketik di kotak mengambang tak pernah muncul di kerangka, dan tutor memakai kenyataan itu sebagai pemeriksaan apakah isi salindia sudah duduk di tempat yang benar.

  8. 8

    Slide induk dan keseragaman tampilan

    PowerPoint

    Yang dibahas. Tampilan slide induk, perbedaan induk dengan tata letak, penempatan logo sekali untuk seluruh dek, warna tema supaya grafik mengikuti, garis bantu, perataan dan penyebaran objek, panel pemilihan, serta penyematan huruf.

    Jebakan umum. Huruf berubah sendiri ketika berkas dibuka di laptop ruang rapat, dan tata letak bergeser beberapa menit sebelum paparan dimulai. Huruf yang dipakai memang tak terpasang di komputer itu.

    Cara tutor. Logo dan susunan tetap dipindahkan ke induk, penyematan huruf dinyalakan sebelum berkas dibawa keluar, dan satu salinan PDF disiapkan sebagai cadangan. Peserta menguji hasilnya dengan membuka berkas di perangkat lain.

  9. 9

    Membawakan paparan dan mode pembicara

    PowerPoint

    Yang dibahas. F5 dan Shift+F5, mode pembicara, gladi tanpa layar kedua lewat Alt+F5, catatan pembicara, tombol B dan W untuk menggelapkan dan memutihkan layar, penghitung waktu, serta pencetakan halaman catatan.

    Jebakan umum. Susunan layar baru diurus lima menit sebelum rapat. Salindia muncul di layar yang keliru, catatan pembicara terpampang ke seluruh ruangan, dan pembukaan paparan terpakai untuk membetulkan kabel.

    Cara tutor. Perpindahan tampilan dilatih di laptop peserta sendiri, termasuk penukaran layar. Gladi memakai mode pembicara berjalan tanpa proyektor, dan tiga salindia pertama dibawakan di depan tutor sampai lancar.

  10. 10

    Menghubungkan angka lembar kerja ke dokumen dan salindia

    Integrasi

    Yang dibahas. Tempel spesial dengan tautan hidup, pilihan mempertahankan format asal, daftar tautan berkas, penyegaran saat berkas dibuka, pemutusan tautan pada salinan yang dikirim keluar, serta penempelan sebagai gambar diam bila memang dikehendaki.

    Jebakan umum. Grafik ditempel sebagai gambar diam. Angka diperbarui semalam sebelum rapat, dan salindia masih menampilkan angka pekan lalu tanpa seorang pun menyadarinya sampai ada yang bertanya di ruangan.

    Cara tutor. Peserta menempel grafik dengan tautan hidup, mengubah angka sumbernya, dan melihat salindia menyesuaikan. Kebiasaan penutupnya dua: menyegarkan tautan sebelum rapat, lalu memutus tautan pada salinan yang dikirim ke luar kantor.

  11. 11

    Cetak, ukuran kertas, dan berkas PDF

    Cetak dan arsip

    Yang dibahas. Ukuran kertas F4 21,5 kali 33 sentimeter beserta penyimpanannya sebagai bawaan, margin, cetak dua sisi, ekspor PDF dengan penanda navigasi dari gaya judul, penandaan struktur untuk pembaca layar, dan pemampatan gambar.

    Jebakan umum. Berkas paparan menyentuh puluhan megabita karena foto dari kamera ponsel masuk apa adanya, lalu surel kantor menolak lampirannya beberapa jam sebelum tenggat penyerahan.

    Cara tutor. Gambar dimampatkan ke resolusi cetak yang wajar, PDF diekspor beserta penanda judul supaya penerima dapat melompat antar bab, dan hasilnya dibuka di ponsel sebagai pemeriksaan terakhir.

Kursus Microsoft Office privat Surabaya: cakupan, biaya, dan jalur mulai

Dokumen kantor yang rapi lahir dari fitur yang jarang dibuka orang: gaya judul di Word, slide induk di PowerPoint, dan tautan data yang menghubungkan lembar kerja ke keduanya. Kursus Microsoft Office privat Edubia di Surabaya mengajarkan fitur itu dalam format satu tutor satu peserta, di rumah, di kantor peserta, atau lewat sesi daring untuk jam kerja yang berpindah-pindah.

Biaya mulai Rp186.500 untuk satu pertemuan 90 sampai 120 menit. Panjang itu dipilih supaya satu dokumen selesai dari halaman kosong sampai siap cetak dalam satu kali duduk. Peminatnya datang dari perkantoran Genteng dan Tegalsari, kampus di Sukolilo dan Mulyorejo, kawasan pabrik Rungkut, sampai kantor logistik di Waru dan Gedangan. Kalau gaya mengajar tutornya terasa kurang klop, tutor dapat diganti tanpa biaya tambahan.

Word dan PowerPoint menuntut cara berpikir yang berlainan

Word mengurus teks yang mengalir. Halaman di Word adalah akibat, sebab isinya yang menentukan di mana satu halaman berakhir. Peserta yang memperlakukannya seperti kertas kosong akan menekan Enter berkali-kali untuk mendorong judul ke halaman baru, dan susunan itu ambruk begitu satu paragraf ditambahkan di atasnya.

PowerPoint mengurus ruang yang punya durasi. Tiap salindia mendapat jatah perhatian yang pendek, kira-kira selama pembicara menerangkan satu hal, lalu perhatian ruangan berpindah. Salindia yang memuat lima gagasan sekaligus memaksa pendengar memilih sendiri gagasan mana yang ditunggu.

Perbedaan itu yang membuat program ini menaruh kedua aplikasi sebagai titik berat, ditambah satu lapisan ketiga: memindahkan angka dan kerangka dari satu aplikasi ke aplikasi lain tanpa mengetik ulang. Lembar kerja tetap dibahas seperlunya untuk keperluan surat massal dan grafik rapat, sementara pendalaman rumus, tabel ringkas, dan otomasi berada di kursus Excel Surabaya.

Yang perlu diketahui

Jenis dokumen yang dilatih sampai benar-benar jadi

Surat resmi berkop dan bernomor

Kop, penomoran surat keluar, lampiran, dan tembusan disusun sebagai satu templat yang dipakai ulang. Kebiasaan menimpa surat lama berhenti di sini.

Laporan panjang berdaftar isi

Gaya judul bertingkat, daftar isi yang menyegar sendiri, penomoran halaman berbeda antar bagian, catatan kaki, dan daftar pustaka.

Skripsi dan tesis dengan penomoran bertingkat

Nomor bab dan subbab yang mengikuti gaya judul, keterangan gambar bernomor bab, rujukan silang, serta pengelola sumber rujukan.

Paparan rapat bulanan

Alur cerita disusun lebih dulu di tampilan kerangka, angka ditonjolkan seperlunya, dan kalimat panjang dipindahkan ke catatan pembicara.

Paparan penawaran untuk calon klien

Tata letak seragam dari slide induk, warna tema yang diikuti grafik, huruf yang disematkan, dan salinan PDF sebagai cadangan di lokasi klien.

Surat massal untuk ratusan penerima

Data penerima dari lembar kerja dipertemukan dengan naskah surat, lengkap dengan pemeriksaan hasil sebelum dicetak atau dikirim lewat surel.

Dokumen yang disunting beramai-ramai

Revisi terlacak, komentar berbalas, perbandingan dua versi yang terlanjur bercabang, dan pembatasan agar penyunting lain tetap terlacak.

Berkas cetak dan arsip PDF

Ukuran kertas yang dipakai kantor, cetak dua sisi, ekspor PDF berpenanda judul, dan pemampatan gambar supaya lampiran surel diterima.

Gaya judul: satu perubahan yang menjalar ke seluruh naskah

Sebagian besar peserta membentuk judul bab dengan cara yang sama: blok teksnya, tebalkan, naikkan ukurannya menjadi 14, lalu ulangi untuk judul berikutnya. Cara itu berjalan mulus sampai ada satu permintaan sederhana dari atasan, misalnya seluruh judul diminta memakai jenis huruf lain. Empat puluh judul disisir manual, dan dua di antaranya selalu terlewat.

Gaya judul menyimpan penampilan itu di satu tempat. Judul ditandai sebagai Judul 1 lewat pintasan Ctrl+Alt+1, subbabnya Ctrl+Alt+2, dan ketika tampilannya perlu berubah, yang disunting cukup definisi gayanya. Seluruh naskah menyesuaikan seketika.

Manfaat lanjutannya baru terasa belakangan. Panel navigasi menampilkan seluruh judul sebagai daftar yang bisa diseret, sehingga memindahkan satu bab beserta isinya cukup dengan menggeser satu baris. Daftar isi otomatis membaca gaya yang sama. Penomoran bertingkat menempel padanya. Ekspor PDF menurunkan penanda navigasi darinya. Satu keputusan di awal membuka empat fitur sekaligus, dan itulah sebabnya pokok ini selalu diletakkan di pertemuan pertama.

Daftar isi otomatis dan pemisah bagian pada naskah panjang

Daftar isi yang diketik tangan adalah salinan mati dari susunan naskah. Satu bab disisipkan di tengah, seluruh nomor halaman bergeser, dan peserta membetulkannya satu per satu beberapa jam sebelum tenggat penyerahan. Daftar isi otomatis membaca gaya judul, lalu menyegarkan dirinya dengan satu tekanan F9.

Kesulitan berikutnya datang dari penomoran halaman. Bagian pengantar lazim memakai angka romawi kecil, sementara isi memakai angka biasa yang mulai dari satu. Peserta memasang pemisah bagian halaman berikutnya di antara keduanya, lalu menyetel penomoran isi. Yang sering terjadi: angka romawi di pengantar ikut berubah menjadi angka biasa.

Penyebabnya satu setelan yang tersembunyi di kaki halaman. Selama sambungan ke bagian sebelumnya masih menyala, kedua bagian berbagi satu pengaturan, jadi apa pun yang diubah di satu tempat menjalar ke tempat lain. Sambungan itu diputus dulu, baru formatnya disetel. Peserta membuktikannya sendiri di sesi yang sama dengan menyisipkan satu bab di tengah dokumen latihan dan memeriksa nomor halaman dari lembar pertama sampai lampiran.

Detail

Yang berubah di meja kerja setelah beberapa pertemuan

Perubahan berikut biasanya dilaporkan peserta lebih dulu, sebelum seluruh pokok materi selesai dibahas.

Naskah berhenti berantakan saat jenis huruf diganti

Penataan lewat gaya judul membuat perubahan tampilan cukup dikerjakan sekali di satu tempat, dan seluruh dokumen mengikuti tanpa disisir ulang.

Daftar isi dan nomor halaman menyesuaikan sendiri

Bab yang bergeser tinggal disegarkan sekali, dan penomoran antar bagian tetap benar dari lembar pengantar sampai lampiran.

Surat untuk ratusan penerima selesai sekali jalan

Surat massal menggantikan penyalinan satu per satu, termasuk pratinjau hasil sebelum dicetak maupun dikirim lewat surel.

Paparan berhenti dibaca dari layar

Kalimat panjang pindah ke catatan pembicara, salindia menyisakan satu gagasan, dan pembicara memandang ruangan lagi.

Angka di salindia mengikuti angka di lembar kerja

Tautan hidup membuat pembaruan semalam sebelum rapat ikut terbawa, sehingga tak ada lagi grafik pekan lalu yang tertinggal di dek.

Surat massal: satu naskah untuk ratusan penerima

Undangan rapat mitra, surat pemberitahuan kenaikan tarif, sertifikat pelatihan, dan tagihan bulanan punya bentuk yang sama: satu naskah, ratusan nama. Yang lazim terjadi, naskahnya disalin berulang lalu namanya diganti satu per satu, dan pekerjaan itu memakan satu hari penuh dengan risiko satu nama tertukar.

Surat massal mempertemukan naskah surat dengan kolom data di lembar kerja. Peserta menyiapkan kolomnya, memilih penerima, menyisipkan medan gabungan di tempat nama dan jabatan seharusnya berada, lalu melihat pratinjau penerima satu demi satu sebelum apa pun dicetak. Aturan bersyarat menambah kalimat berbeda untuk penerima tertentu, misalnya sapaan yang berlainan antara mitra lama dan mitra baru.

Jebakan yang hampir selalu muncul ada di format. Tanggal berubah menjadi susunan angka gaya asing, dan nominal rupiah kehilangan titik ribuannya, sebab data masuk sebagai teks mentah tanpa membawa format asalnya. Perbaikannya dikerjakan di kode medan: tekan Alt+F9, lalu pasang sakelar pemformatan, \# untuk angka dan \@ untuk tanggal. Satu baris tambahan itu menyelamatkan seluruh kiriman.

PowerPoint: satu gagasan tiap salindia

Paparan yang menyiksa ruangan hampir selalu lahir dari urutan kerja yang terbalik. Templat penuh hiasan dibuka lebih dulu, lalu paragraf laporan disalin utuh ke dalamnya. Pendengar membaca jauh lebih cepat daripada pembicara berbicara, jadi ruangan selesai membaca salindia sebelum kalimat pertama tuntas diucapkan, dan sisa waktunya dipakai untuk menunggu.

Urutan yang dilatih di sesi ini berangkat dari teks polos. Seluruh isi ditulis dulu di tampilan kerangka: judul salindia ditulis sebagai kalimat pernyataan yang berdiri sendiri, dan butir di bawahnya menjadi penopangnya. Judul semacam Penjualan Naik 18 Persen di Kuartal Kedua bekerja jauh lebih baik daripada judul berbunyi Hasil Penjualan, sebab pembaca yang cuma sempat melirik sudah menangkap maksudnya.

Tampilan kerangka sekalian menjadi alat pemeriksa. Teks yang diketik di kotak mengambang tak pernah muncul di kerangka, jadi salindia yang tampak penuh namun kosong di tampilan kerangka menandakan isinya diketik di tempat yang keliru. Baru sesudah kerangkanya tuntas, peserta memindahkannya ke tata letak dan menambahkan gambar atau grafik seperlunya.

Lebih dekat

Kebiasaan slide yang membuat ruangan berhenti menyimak

Paragraf utuh ditempel ke dalam salindia

Perbaikannya memindahkan kalimat panjang ke catatan pembicara dan menyisakan satu pernyataan di layar. Isi tetap lengkap, dan layarnya berhenti bersaing dengan pembicara.

Grafik bawaan dipakai apa adanya

Legenda kecil, sumbu penuh angka, dan tujuh warna sekaligus membuat pendengar mencari sendiri maksudnya. Satu deret data ditonjolkan, sisanya diredupkan.

Animasi dipasang di hampir tiap objek

Perhatian ruangan habis untuk menunggu teks selesai terbang. Gerak disisakan untuk hal yang memang perlu muncul bertahap, misalnya tiga tahap rencana kerja.

Tabel dua puluh baris dipindahkan mentah dari lembar kerja

Angka sekecil itu tak terbaca dari baris ketiga ruangan. Tiga angka yang menentukan diangkat ke salindia, tabel penuhnya masuk ke lampiran cetak.

Warna terang dipilih di ruangan yang tak bisa digelapkan

Banyak ruang rapat di gedung perkantoran Gubeng dan Wonokromo menghadap jendela lebar. Perbedaan gelap terang yang tegas menjaga teks tetap terbaca.

Salindia penutup berisi ucapan terima kasih

Layar terakhir menemani seluruh sesi tanya jawab, dan ruangan memandanginya lama sekali. Ia lebih berguna memuat ringkasan keputusan yang diminta dari peserta rapat.

Slide induk, huruf tersemat, dan laptop ruang rapat

Dek paparan yang disusun salindia demi salindia akan berbeda-beda ukuran judulnya, letak logonya bergeser beberapa milimeter, dan warnanya berselisih tipis. Slide induk menyimpan susunan tetap itu sekali untuk seluruh dek. Logo dipasang di induk, tata letak judul dan isi ditetapkan sebagai bentuk baku, dan warna tema disetel supaya grafik yang dibuat kemudian ikut memakai warna yang sama tanpa disetel ulang.

Masalah yang lebih sering merusak paparan justru datang di menit terakhir. Berkas dibawa ke ruang rapat, dibuka di laptop yang tersedia di sana, dan hurufnya berubah sendiri karena huruf yang dipakai memang tak terpasang di komputer itu. Tata letak bergeser, judul berpindah baris, dan pembicara membetulkannya di depan ruangan.

Ada dua kebiasaan penutup yang dilatih untuk itu. Pertama, penyematan huruf dinyalakan lewat pengaturan penyimpanan sebelum berkas dibawa keluar. Kedua, satu salinan PDF disiapkan sebagai cadangan, sebab PDF membawa tata letaknya sendiri dan terbuka di perangkat mana pun. Peserta menguji keduanya dengan membuka berkas di perangkat lain sebelum hari rapat.

Angka lembar kerja yang ikut berubah di dokumen dan salindia

Rekap penjualan hidup di lembar kerja, ringkasannya masuk ke laporan Word, dan grafiknya tampil di paparan rapat. Tiga tempat, satu angka. Ketika angkanya diperbarui semalam sebelum rapat, dua tempat lain akan tertinggal kalau grafiknya ditempel sebagai gambar diam.

Tempel spesial dengan tautan hidup menutup celah itu. Grafik yang ditempel dengan cara ini tetap menunjuk berkas asalnya, sehingga perubahan angka sumber terbawa ke salindia dan ke laporan begitu berkasnya dibuka dan tautannya disegarkan. Peserta membuktikannya di sesi yang sama: angka di lembar kerja diubah, salindia ikut berubah di depan matanya.

Kebalikannya juga dilatih, sebab tautan hidup punya sisi merepotkan. Berkas yang dikirim ke luar kantor sebaiknya diputus tautannya lebih dulu, supaya penerima tidak disambut peringatan tentang berkas sumber yang tak ditemukan di komputernya. Satu jalur lagi berjalan ke arah sebaliknya: kerangka laporan yang sudah ditata dengan gaya judul di Word dapat diubah menjadi susunan salindia PowerPoint tanpa satu kalimat pun diketik ulang, dan judul tingkat pertama menjadi judul salindia.

Cetak, ukuran kertas, dan berkas PDF yang terbuka di mana saja

Dokumen yang rapi di layar bisa berantakan begitu keluar dari pencetak. Penyebabnya sering sederhana: ukuran kertas di berkas berbeda dengan kertas yang dipakai kantor. Banyak instansi di Surabaya memakai F4 berukuran 21,5 kali 33 sentimeter, sementara pemasangan Office lazim berangkat dari ukuran lain, sehingga margin bawah meleset dan baris terakhir terdorong ke lembar berikutnya.

Ekspor PDF punya pilihan yang jarang dibuka dan justru menentukan. Penanda navigasi dapat diturunkan dari gaya judul, sehingga penerima laporan seratus halaman bisa melompat ke bab yang dicarinya, dan struktur dokumen dapat ditandai supaya pembaca layar mengenali urutan bacanya.

Dua kecelakaan cetak ikut dibahas. Komentar dan coretan revisi ikut tercetak karena pilihan mencetak markah masih tercentang. Berkas paparan menyentuh puluhan megabita karena foto kamera ponsel masuk apa adanya, lalu surel kantor menolak lampirannya beberapa jam sebelum tenggat.

Selengkapnya

Menyunting bersama tanpa berkas berjudul revisi final

Revisi terlacak menunjukkan siapa mengubah apa

Pelacakan dinyalakan lewat Ctrl+Shift+E. Tiap perubahan tercatat beserta penulisnya, dan pemilik dokumen menerima atau menolaknya satu per satu.

Empat tampilan markah, dan satu yang menjebak

Tampilan markah ringkas menyembunyikan coretan sehingga berkas tampak bersih padahal riwayatnya utuh. Sebelum dikirim keluar, perubahan diselesaikan dan berkas diperiksa lewat penyelidik dokumen.

Riwayat versi menggantikan lampiran bolak-balik

Berkas yang tinggal di penyimpanan awan menyimpan riwayatnya sendiri. Versi kemarin dapat dibuka kapan saja, sehingga nama berkas berimbuhan revisi terakhir berhenti beranak.

Dua berkas yang terlanjur bercabang dapat disatukan

Perintah bandingkan memperlihatkan selisih dua versi baris demi baris, lalu menggabungkannya jadi satu naskah. Pekerjaan dua orang tak ada yang hilang.

Inti bahasan

Pintasan papan ketik yang dipakai hampir tiap hari

01

F4 mengulang tindakan terakhir

Menyalin format, menyisipkan baris, atau memberi warna latar pada belasan tempat selesai lewat satu tombol yang ditekan berulang. Peserta biasanya merasakan hasilnya sejak menit pertama pemakaian.

02

Ctrl+Shift+8 menampilkan tanda paragraf

Spasi ganda, tab liar, dan pemisah bagian yang tersembunyi langsung terlihat. Hampir semua tata letak yang aneh terbongkar dalam beberapa detik setelah tanda ini dinyalakan.

03

Ctrl+Alt+1 sampai 3 memasang gaya judul

Judul bab, subbab, dan anak subbab ditandai tanpa berpindah ke panel gaya. Naskah panjang tertata sambil diketik.

04

Shift+F3 mengubah besar kecil huruf

Judul yang terlanjur diketik dengan tombol Caps Lock berpindah antara huruf kapital seluruhnya, huruf kecil, dan kapital di awal kata.

05

Ctrl+Enter memindahkan ke halaman baru

Judul bab pindah ke lembar berikutnya tanpa deretan Enter yang berantakan begitu ada paragraf disisipkan di atasnya.

06

Alt memunculkan huruf petunjuk di pita menu

Menekan Alt menampilkan huruf pada tiap tab dan tombol, sehingga perintah yang jarang dipakai tetap terjangkau tanpa mencari-cari dengan tetikus.

07

Shift+F5 memulai paparan dari salindia yang terbuka

Saat gladi, paparan tak perlu diulang dari salindia pertama. F5 memulai dari awal, dan Shift+F5 memulai dari tempat peserta berhenti.

08

Tombol B menggelapkan layar saat tanya jawab

Layar padam sesaat sehingga perhatian ruangan kembali ke pembicara. Menekan tombol yang sama mengembalikan salindia seperti semula.

Staf administrasi dan sekretariat di perkantoran Surabaya

Sebagian besar peserta bekerja di bagian yang keluarannya memang berupa dokumen: administrasi, sekretariat, personalia, dan pengadaan. Pekerjaannya berulang dan menuntut ketelitian. Surat keluar bernomor, notulen rapat, daftar hadir, dan dokumen penawaran yang harus rapi ketika dibaca pihak luar.

Kelompok ini memulai dari pembangunan templat. Setelah kop, gaya judul, dan penomoran tersimpan dalam satu berkas templat, pekerjaan harian berubah menjadi mengisi bagian yang memang berganti. Waktu penyusunan surat keluar biasanya turun dari setengah jam menjadi beberapa menit, dan bentuknya seragam dari satu penyusun ke penyusun berikutnya.

Pokok kedua untuk kelompok ini adalah surat massal, sebab undangan dan pemberitahuan selalu datang dalam jumlah besar menjelang akhir bulan. Pokok ketiga adalah revisi terlacak, yang menjadi penting begitu satu dokumen melewati tiga meja sebelum ditandatangani. Peserta dari kantor pemerintahan di Genteng dan Tegalsari umumnya menambahkan satu pertemuan khusus untuk ketentuan tata naskah dinas yang berlaku di instansinya.

Mahasiswa pascasarjana dan penyusun naskah panjang

Kelompok kedua menggarap skripsi, tesis, laporan penelitian, dan proposal hibah. Kesulitannya khas dokumen tebal: daftar isi yang harus diperbarui setiap bab bergeser, penomoran halaman yang berbeda antara bagian awal dan isi, keterangan gambar yang menyertakan nomor bab, serta sitasi yang jumlahnya puluhan.

Materi untuk kelompok ini menekankan gaya judul bertingkat, pemisah bagian, rujukan silang, dan pengelola sumber rujukan bawaan Word. Peserta juga berlatih membenahi naskah warisan yang terlanjur ditata manual, sebab tesis yang sedang berjalan jarang bisa dimulai ulang dari lembar kosong. Latihan itu memakai perintah pemilihan teks berformat serupa, yang mengubah puluhan judul manual menjadi bergaya dalam satu langkah.

Peminatnya banyak datang dari kampus di Sukolilo dan Mulyorejo, ditambah peserta yang berkuliah sambil bekerja dan hanya punya waktu pada malam hari. Untuk mereka, sesi daring dengan berbagi layar biasanya lebih masuk akal daripada perjalanan lintas kota, dan tutor tetap melihat langkah yang keliru saat itu juga.

Manajer dan pemilik usaha yang rutin memaparkan angka

Kelompok ketiga lebih sering berdiri di depan ruangan daripada mengetik. Yang diperlukan adalah paparan yang membuat pendengar menangkap angka dalam waktu singkat, dan yang menyediakan ruang bagi pertanyaan susulan. Satu gagasan tiap salindia, grafik yang jujur, dan catatan pembicara yang menampung kalimat panjang.

Sesi untuk kelompok ini memakai bahan rapat yang benar-benar akan dibawakan pekan itu. Tutor mendampingi penyusunan alur di tampilan kerangka, pemangkasan salindia berlebih, penataan slide induk supaya seragam, sampai gladi memakai mode pembicara. Rapat berikutnya menjadi ujian nyata hasil sesi, dan pertemuan sesudahnya dibuka dengan membahas bagian mana yang berjalan lancar.

Pemilik usaha yang menghadap calon klien mendapat satu pokok tambahan: menyiapkan dek yang aman dibawa ke tempat orang lain. Huruf disematkan, tautan data diputus pada salinan yang dikirim, dan satu berkas PDF disiapkan sebagai cadangan. Peserta dari kawasan niaga Wonokromo dan kawasan pabrik Rungkut umumnya mengambil pokok ini lebih dulu daripada pokok naskah panjang.

Jam sesi, jangkauan tutor, dan cara memulai

Pemesanan sesi dibuka jam tujuh pagi sampai jam sembilan malam, Sabtu dan Minggu ikut terbuka. Pegawai kantor umumnya menaruh jadwalnya sesudah jam pulang, penyusun naskah akademik lebih sering memilih siang. Penjadwalan ulang tersedia tanpa biaya bila ada rapat mendadak.

Tutor menjangkau seluruh kecamatan di Kota Surabaya, dari Krembangan dan Pabean Cantian di sisi utara sampai Gunung Anyar dan Rungkut di sisi timur, ditambah Waru, Gedangan, Taman, dan Sedati di sebelah selatan. Kawasan industri Rungkut menaungi ratusan perusahaan sejak 1974, dan staf kantornya peminat tetap program ini.

Peserta yang kantornya membatasi tamu biasanya memilih co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 tiap pertemuan, sementara kunjungan ke rumah maupun kantor tidak dikenai biaya tambahan. Taksiran biaya beberapa pilihan durasi dapat dilihat di kalkulator biaya. Mulailah dengan satu pesan WhatsApp yang menyebut jenis dokumen dan versi Office di perangkat Anda.

Ringkasnya

Lima langkah membangun templat surat berkop

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Ambil satu surat yang sudah pernah dikirim

    Surat yang formatnya sudah disetujui pimpinan dipakai sebagai titik berangkat. Nama penerima dan angka sensitif disamarkan lebih dulu sebelum berkasnya dibuka bersama tutor.

  2. Pisahkan bagian tetap dari bagian yang berganti

    Kop, garis pemisah, blok tanda tangan, dan tembusan berdiri sebagai bagian tetap. Nomor surat, tanggal, nama penerima, dan isi menjadi bagian yang berganti tiap kali.

  3. Tandai bagian yang berganti sebagai kendali isian

    Kendali isian dari tab Pengembang memberi kotak yang jelas untuk diisi, sehingga penyusun berikutnya tahu persis apa yang boleh disentuh dan apa yang dibiarkan.

  4. Setel ukuran kertas dan margin sesuai ketentuan kantor

    Banyak kantor di Surabaya mencetak di kertas F4 berukuran 21,5 kali 33 sentimeter. Ukuran itu dipasang lewat pengaturan halaman lalu disimpan sebagai bawaan supaya dokumen berikutnya tak kembali ke ukuran asal.

  5. Simpan sebagai berkas templat, lalu uji pakai

    Berkas disimpan berakhiran dotx di folder templat. Peserta menyusun dua surat baru lewat perintah dokumen baru dari templat, dan pertemuan ditutup ketika surat kedua selesai di bawah lima menit.

Catatan penting

Daftar periksa satu jam sebelum rapat dimulai

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Segarkan seluruh tautan data

    Buka berkas paparan, izinkan pembaruan tautan, lalu bandingkan angka di salindia dengan angka di lembar kerja sumber. Selisih apa pun diselesaikan sekarang.

  2. Baca ulang lewat tampilan kerangka

    Tampilan kerangka menunjukkan alur cerita sebagai teks. Salindia yang judulnya kosong atau berulang akan langsung terlihat, dan urutannya masih murah diperbaiki di titik ini.

  3. Gladi memakai mode pembicara

    Mode pembicara dapat dicoba tanpa layar kedua lewat Alt+F5. Catatan, penghitung waktu, dan salindia berikutnya tampil persis seperti nanti di ruangan.

  4. Siapkan cadangan dalam bentuk PDF

    Satu salinan PDF disimpan di perangkat dan satu lagi di penyimpanan awan. Bila laptop ruang rapat menolak berkas aslinya, paparan tetap berjalan.

  5. Uji sambungan layar lebih awal

    Perpindahan tampilan dan penukaran layar dicoba sebelum peserta rapat masuk. Tombol B menggelapkan layar saat tanya jawab berlangsung, sehingga perhatian kembali ke pembicara.

Garis besar

Empat langkah memulai kursus Microsoft Office

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Sebutkan jenis dokumen yang dihadapi

    Kirim pesan WhatsApp berisi bidang pekerjaan dan dokumen apa yang sering disusun, dari surat resmi, laporan tebal, sampai paparan rapat bulanan.

  2. Kirim contoh dokumen beserta ketentuan kantornya

    Format kop, penomoran surat, jenis huruf, dan ukuran kertas yang berlaku di tempat kerja. Nama dan angka sensitif boleh disamarkan lebih dulu.

  3. Susun urutan pokok dan jumlah pertemuan

    Pokok yang sudah dikuasai dilewati setelah pemetaan singkat di pertemuan pertama. Sebagian peserta hanya mengambil jalur dokumen panjang, sebagian lain menempuh seluruh rangkaian sampai kerja bersama.

  4. Jalankan sesi dan pakai hasilnya di kantor

    Tiap pertemuan meninggalkan satu dokumen jadi beserta catatan langkahnya. Bila gaya mengajar tutornya kurang klop, tutor dapat diganti tanpa biaya tambahan.

Tanya jawab

Berapa biaya dan bagaimana jadwal les Microsoft Office?

Berapa biaya kursus Microsoft Office privat di Surabaya?

Mulai Rp186.500 untuk satu pertemuan 90 sampai 120 menit, naik sampai Rp300.000 mengikuti pokok yang diambil dan jarak tempuh tutor. Kunjungan ke rumah maupun ke kantor peserta tanpa pungutan tambahan, sementara pemakaian co-learning space Edubia dikenai Rp15.000 tiap datang.

Saya sudah bisa mengetik dan membuat slide sederhana. Apa lagi yang perlu dipelajari?

Kemampuan mengetik menyelesaikan dokumen pendek. Yang berat datang di dokumen panjang dan paparan yang dibawakan di depan orang: gaya judul, daftar isi otomatis, pemisah bagian, surat massal, slide induk, dan tautan data antar aplikasi. Pemetaan di pertemuan pertama mengukur mana yang sudah dikuasai, dan pokok itu langsung dilewati.

Berapa pertemuan sampai bisa membuat daftar isi otomatis untuk tesis?

Umumnya tiga pertemuan. Yang pertama menata naskah dengan gaya judul, yang kedua memasang daftar isi beserta pemisah bagian dan penomoran halaman, yang ketiga menambahkan penomoran bertingkat, keterangan gambar, dan rujukan silang. Naskah tesis yang sedang berjalan boleh langsung dipakai sebagai bahan latihan.

Kenapa nomor halaman skripsi saya berubah semua ketika satu bab disisipkan?

Penyebabnya hampir selalu sama: penomoran diketik tangan atau sambungan kaki halaman antar bagian masih menyala, sehingga seluruh dokumen memakai satu pengaturan. Perbaikannya memasang pemisah bagian, memutus sambungan itu, lalu menyetel penomoran tiap bagian sendiri-sendiri. Satu pertemuan biasanya cukup untuk membenahi naskah yang sudah terlanjur berjalan.

Bisakah materi memakai dokumen kantor saya sendiri?

Justru itu yang dianjurkan. Ketentuan kop, penomoran, jenis huruf, dan ukuran kertas tempat kerja peserta dipakai sebagai patokan latihan, sehingga hasil sesi langsung memenuhi aturan kantornya. Nama serta angka sensitif boleh disamarkan sebelum dokumen dikirim ke tutor.

Office saya masih 2016 sementara kantor memakai Microsoft 365. Materinya berbeda?

Sebagian besar sama, sebab gaya judul, daftar isi otomatis, pemisah bagian, surat massal, dan slide induk sudah tersedia sejak versi itu. Perbedaannya ada di penyimpanan awan, penyuntingan bersama, dan beberapa fitur baru. Sebutkan versi di kedua perangkat sejak awal supaya bahan sesi disiapkan untuk keduanya.

Apa bedanya kursus ini dengan kursus Excel?

Titik beratnya berlainan. Program ini menggarap dokumen dan paparan, dengan Word dan PowerPoint memegang porsi utama, ditambah perpindahan data antar aplikasi. Kursus Excel Surabaya berhenti pada satu aplikasi dan menggali jauh lebih dalam, sampai rumus lanjutan dan otomasi. Peserta yang pekerjaannya berkutat di lembar kerja lebih tepat ke sana.

Bisakah kursus ini menyiapkan uji sertifikasi Microsoft Office Specialist?

Bisa. Jalurnya MO-110 untuk Word, MO-310 untuk PowerPoint, dan MO-210 untuk Excel; gelar Associate diperoleh setelah lulus tiga uji pada aplikasi yang berbeda. Susunan pertemuan diturunkan dari kisi kemampuan resmi, dilatih lewat soal bertugas, lalu ditutup gladi berhitung waktu. Biaya ujinya dibayar langsung ke pusat uji, terpisah dari biaya belajar.

Slide saya sering berubah tampilannya di laptop ruang rapat. Apa penyebabnya?

Huruf yang dipakai tidak terpasang di komputer itu, sehingga sistem menggantinya dengan huruf lain dan tata letak ikut bergeser. Perbaikannya menyalakan penyematan huruf sebelum berkas dibawa keluar, ditambah satu salinan PDF sebagai cadangan. Keduanya dilatih di pokok slide induk beserta cara mengujinya di perangkat lain.

Saya perlu mengirim surat ke 300 penerima dengan nama masing-masing. Cukup satu sesi?

Cukup untuk kiriman yang datanya sudah rapi. Satu pertemuan menempuh penyiapan kolom, penyisipan medan gabungan, pratinjau penerima, sampai pengiriman. Bila data penerima masih tercecer di beberapa berkas, biasanya perlu satu pertemuan tambahan untuk merapikannya lebih dulu.

Sesi bisa digelar di kantor saya sendiri?

Bisa. Tutor mendatangi kantor di seluruh kecamatan Kota Surabaya, dari Tegalsari dan Gubeng di pusat sampai Rungkut dan Tenggilis Mejoyo di sisi timur, ditambah kawasan Waru dan Gedangan di kabupaten sebelah selatan. Bila kantor membatasi tamu, sesi dapat dipindahkan ke co-learning space Edubia atau berjalan daring dengan berbagi layar.

Jam berapa saja sesinya bisa dijadwalkan?

Pemesanan dibuka sejak jam tujuh pagi sampai jam sembilan malam, Sabtu dan Minggu ikut. Peserta yang bekerja umumnya mengambil jadwal sesudah jam pulang atau pada akhir pekan. Penjadwalan ulang tersedia tanpa biaya bila ada rapat mendadak.

Bagaimana kalau berkas kantor saya tidak boleh dibawa keluar?

Tutor menyiapkan dokumen tiruan dengan bentuk dan ketentuan yang sama seperti dokumen kantor peserta. Latihan berjalan di dokumen tiruan itu, lalu peserta menerapkan langkahnya sendiri pada berkas asli di kantor dengan panduan catatan sesi.

Apa yang saya bawa pulang selepas satu pertemuan?

Satu dokumen jadi yang siap dipakai bekerja, misalnya templat surat, kerangka laporan berdaftar isi, atau dek paparan rapat. Dokumen itu disertai catatan langkah singkat, sehingga peserta dapat mengulang penyusunannya tanpa mengingat-ingat urutan menunya.

Bagaimana kalau cara mengajar tutornya terasa kurang pas?

Kabari tim Edubia lewat WhatsApp, dan tutor diganti tanpa biaya tambahan. Catatan kemajuan beserta dokumen hasil pertemuan diserahkan kepada tutor penerus, sehingga pokok yang sudah selesai tetap terlewati dan peserta melanjutkan dari titik terakhir.

Ambil Langkahnya

Sesi Microsoft Office pertama bisa dijadwalkan minggu ini

Sejak sesi pertama, tutor Microsoft Office menyesuaikan materi dengan level dan target Anda di Surabaya.