Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemilik Usaha dan Staf Administrasi

Les Manajemen Keuangan Usaha di Surabaya

Les manajemen keuangan usaha di Surabaya mendampingi pemilik toko, bengkel, dan usaha jasa membaca angkanya sendiri: perkiraan kas, harga pokok, dan titik impas. Sesi 90 menit di tempat usaha, mulai Rp303.800 per sesi.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ peserta didampingi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Les Manajemen Keuangan Usaha di Surabaya

Apa itu Les Manajemen Keuangan Usaha di Surabaya?

Les manajemen keuangan usaha di Surabaya mendampingi pemilik toko, bengkel, dan usaha jasa membaca angkanya sendiri: perkiraan kas, harga pokok, dan titik impas. Sesi 90 menit di tempat usaha, mulai Rp303.800 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Rincian Layanan

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal di Surabaya dan kota tetangganya. Kantor di Tegalsari, tutor berangkat ke alamat usaha peserta.
Peserta yang dilayani
Pemilik toko, warung, bengkel, dan usaha jasa kecil; staf administrasi yang mengurus pembukuan; pasangan yang menjalankan satu usaha berdua.
Pokok bahasan
Pemisahan kas usaha dan kas pribadi, perkiraan uang masuk dan keluar, harga pokok per unit, titik impas, persediaan, piutang, utang, dan cara membaca tiga laporan pokok.
Tutor pendamping
Pendamping berlatar akuntansi, keuangan usaha, dan pendampingan usaha kecil, dipilihkan tim Edubia sesuai jenis usaha peserta.
Format Sesi
Privat satu tutor satu peserta, dikerjakan langsung di atas catatan penjualan milik peserta.
Durasi satu sesi
90 menit sebagai panjang baku; 120 menit untuk sesi yang menyusun perkiraan kas dan harga pokok sekaligus.
Ritme belajar
Empat sesi tiap bulan, satu sesi per pekan, dengan satu pekerjaan rumah pencatatan di antara dua sesi.
Tempat belajar
Toko, bengkel, atau kantor kecil peserta sesudah jam tutup; ruang bersama Edubia; atau online untuk pekan yang jadwalnya rapat.
Wilayah layanan
31 kecamatan Surabaya dan 18 kecamatan Sidoarjo, termasuk Bubutan, Rungkut, Gubeng, Sawahan, Waru, Gedangan, dan Krian.
Biaya per sesi
Mulai Rp303.800 per sesi 90 menit di tempat usaha; Rp374.600 untuk sesi 120 menit; Rp283.500 untuk sesi online.
Yang dibawa peserta
Catatan penjualan tiga bulan terakhir dalam bentuk apa pun: buku tulis, nota rangkap, riwayat pesanan daring, atau lembar sebar.
Kerahasiaan angka usaha
Kesepakatan kerahasiaan ditandatangani sebelum tutor membuka lembar pertama, mencakup margin, daftar pemasok, dan daftar pelanggan.
Penggantian tutor
Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan bila cara mengajarnya tak cocok dengan ritme usaha, dan catatan yang sudah dikerjakan ikut berpindah.
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Fleksibel

Pilih format les manajemen keuangan usaha yang cocok dengan rutinitas Anda

Tutor manajemen keuangan usaha datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Yang membedakan

Kelebihan kelas manajemen keuangan usaha bersama Edubia

Unggulan utama

Sesi berjalan di atas angka usaha peserta

Yang dibuka di meja nota, buku penjualan, dan rekening koran usaha Anda sendiri, jadi tiap hitungan langsung berlaku pada keputusan pekan itu.

Kesepakatan kerahasiaan sebelum lembar pertama dibuka

Margin, harga beli pemasok, dan daftar pelanggan adalah rahasia dagang. Kesepakatan tertulis ditandatangani lebih dulu, dan tutor memakai berkas peserta tanpa menyalinnya keluar.

Satu pekerjaan rumah pencatatan per pekan

Tugas antar sesi sengaja kecil: satu pos saja, misalnya seluruh pembelian bahan selama tujuh hari. Beban ringan itu yang membuat pencatatan bertahan.

Lembar kerja disusun ulang mengikuti jenis usaha

Usaha dagang berstok besar, jasa berpiutang panjang, dan kuliner berbelanja harian memakai kolom yang berbeda. Tutor menyusun bentuknya di sesi, langsung di berkas peserta.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Ritme usaha tiap peserta berbeda, dan kecocokan cara mengajar baru terasa sesudah dua atau tiga sesi. Penggantian berjalan tanpa biaya tambahan, dengan catatan kerja yang ikut berpindah.

Perjalanan Peserta

Dari catatan yang berserak sampai rekap bulanan yang dibaca sendiri

Kemajuan di program ini terlihat dari berkurangnya pertanyaan yang tak bisa dijawab angka. Enam tahap berikut dilalui kebanyakan peserta, dan lajunya bergantung pada kerapian catatan awal.

  1. 01

    Angka usaha berdiri sendiri

    Bulan pertama

    Rekening usaha terpisah, gaji pemilik ditetapkan, dan transaksi rumah tangga keluar dari catatan usaha. Saldo rekening mulai bisa dibaca apa adanya.

  2. 02

    Perkiraan kas tiga bulan tersusun

    Pekan keempat

    Kolom uang masuk dan uang keluar terisi sampai pekan ketiga belas, dan pekan bersaldo tipis ditandai berikut dua pilihan tindakan.

  3. 03

    Harga jual berpijak pada harga pokok

    Bulan kedua

    Tiap jenis barang atau jasa punya angka harga pokok yang teruji ke transaksi nyata, dan harga jual ditinjau ulang dengan margin yang disengaja.

  4. 04

    Target harian menempel di kasir

    Bulan kedua

    Titik impas sudah diterjemahkan jadi jumlah unit per hari. Pertanyaan untung atau rugi berpindah dari akhir bulan ke setiap sore.

  5. 05

    Stok dan tagihan punya aturan tertulis

    Bulan ketiga

    Ukuran pemesanan ulang, tenggat pembayaran pelanggan, dan urutan penagihan sudah ditulis dan dijalankan tanpa ditanyakan ulang tiap kejadian.

  6. 06

    Rekap bulanan dibaca tanpa pendamping

    Penutup program

    Empat baris pokok dibandingkan sendiri dengan bulan sebelumnya, dan peserta bisa menjelaskan sebab tiap pergerakan tanpa bertanya.

Susunan Materi

Susunan materi les manajemen keuangan usaha

Urutan berikut rencana awal, dan tutor menggesernya sesudah membaca catatan usaha Anda di sesi pengenalan. Usaha dagang berstok besar biasanya memulai dari persediaan; usaha jasa berpembayaran mundur memulai dari tagihan pelanggan. Dua belas sesi panjang yang lazim untuk sekali putar.

  1. 1

    Untung dan uang di tangan

    Sesi 1

    Yang dibahas. Sebab penjualan yang tercatat hari ini belum tentu jadi uang bulan ini, dan cara melacak selisihnya: stok, tagihan pelanggan, dan pembayaran di muka ke pemasok.

    Jebakan umum. Pemilik usaha membaca laba di catatan lalu menyimpulkan uang sebesar itu siap dibelanjakan, padahal sebagian besar masih berbentuk barang di rak dan nota yang belum dibayar.

    Cara tutor. Tutor mengambil satu bulan nyata dari catatan peserta, menjajarkan laba terhitung dengan pergerakan saldo rekening bulan itu, lalu menelusuri selisihnya baris per baris.

  2. 2

    Rekening usaha dan gaji pemilik

    Sesi 2

    Yang dibahas. Membuka rekening usaha terpisah, memindahkan seluruh transaksi ke sana, dan menetapkan satu angka gaji pemilik yang dipindahkan pada tanggal tetap tiap bulan.

    Jebakan umum. Gaji pemilik dianggap sisa, jadi jumlahnya berubah tiap bulan mengikuti keadaan kas. Beban tenaga pemilik karena itu tak pernah masuk hitungan dan laba terbaca lebih besar daripada kenyataan.

    Cara tutor. Angka gaji ditetapkan dari kebutuhan rumah tangga bulanan, lalu diuji ke kas usaha tiga bulan terakhir. Kalau belum tertutup, tutor mendampingi menyusun tahapan kenaikannya.

  3. 3

    Perkiraan uang masuk dan keluar

    Sesi 3 dan 4

    Yang dibahas. Menyusun daftar mingguan berisi uang masuk, uang keluar, dan saldo akhir tiga bulan ke depan, lengkap dengan penandaan pekan bersaldo tipis.

    Jebakan umum. Penjualan dimasukkan pada tanggal nota ditulis, jadi daftarnya memperlihatkan uang yang belum diterima dan pekan sesak lolos dari penandaan.

    Cara tutor. Tiap baris dipindahkan ke pekan saat uangnya benar-benar bergerak, lalu diuji dengan membandingkan ramalan pekan lalu terhadap mutasi rekening yang sudah terjadi.

  4. 4

    Harga pokok per unit

    Sesi 5

    Yang dibahas. Menyusun biaya bahan, tenaga, dan biaya lain yang bergerak mengikuti jumlah produksi jadi satu angka harga pokok per jenis barang atau jasa.

    Jebakan umum. Sewa dan listrik kantor dibagi rata ke jumlah unit bulan lalu, jadi harga pokok naik turun mengikuti ramai sepinya penjualan dan produk yang sehat terbaca merugi di bulan sepi.

    Cara tutor. Tutor memisahkan biaya yang menempel per unit dari biaya yang tetap dibayar berapa pun penjualannya, lalu mengujinya ke tiga transaksi nyata bulan lalu.

  5. 5

    Biaya tetap dan biaya berubah

    Sesi 6

    Yang dibahas. Memetakan seluruh pengeluaran usaha ke dua kelompok, termasuk pos campuran seperti listrik dan bahan bakar kendaraan yang punya bagian tetap dan bagian yang ikut naik.

    Jebakan umum. Seluruh pengeluaran diperlakukan seragam, jadi pemilik tak bisa memperkirakan seberapa dalam untungnya turun saat penjualan menyusut seperempat.

    Cara tutor. Tagihan tiga bulan dibaca bersama untuk memisahkan bagian langganan dari bagian pemakaian, lalu dipakai menyusun perkiraan laba pada tiga tingkat penjualan.

  6. 6

    Titik impas dan target harian

    Sesi 7

    Yang dibahas. Menghitung jumlah unit dan nilai rupiah penjualan yang menutup seluruh biaya, lalu menurunkannya jadi target harian yang terbaca dari mesin kasir.

    Jebakan umum. Titik impas dihitung sekali lalu dianggap berlaku selamanya, padahal ia bergeser tiap kali sewa naik, karyawan bertambah, atau harga bahan berubah.

    Cara tutor. Tutor menandai kejadian yang menuntut hitungan diulang, lalu melatih peserta menghitungnya ulang dalam lima menit di lembar yang sama.

  7. 7

    Persediaan sebagai uang yang tertahan

    Sesi 8

    Yang dibahas. Mengukur berapa lama stok mengendap, memilah barang cepat laku dari barang menua, dan menyusun ukuran pemesanan ulang yang sepadan dengan laju penjualan.

    Jebakan umum. Pemesanan diperbesar demi mengejar potongan pemasok. Potongannya nyata, tapi uang yang tertahan di rak sering lebih besar.

    Cara tutor. Potongan pembelian dibandingkan langsung dengan lama pengendapan tambahannya, dihitung di depan penawaran pemasok yang sedang ada di meja peserta.

  8. 8

    Tagihan pelanggan dan tenggat pembayaran

    Sesi 9

    Yang dibahas. Menetapkan tenggat sebelum barang dikirim, mengukur umur rata-rata tagihan, menyusun urutan penagihan bertahap, dan menimbang potongan untuk pembayaran cepat.

    Jebakan umum. Tenggat tak pernah ditulis, jadi penagihan terasa seperti menuduh. Pemilik menunda menghubungi pelanggan lama, dan tagihan menua sampai sulit ditagih.

    Cara tutor. Kalimat penagihan disusun bersama untuk tiga tahap: pengingat sebelum tenggat, konfirmasi di hari tenggat, dan percakapan cara pembayaran, lalu dilatih di sesi.

  9. 9

    Utang usaha ke pemasok

    Sesi 10

    Yang dibahas. Membaca tempo pembayaran pemasok sebagai sumber kas, mencatat tanggal jatuh temponya, dan menimbang potongan tunai yang hilang saat tempo dipakai penuh.

    Jebakan umum. Tempo pemasok dipakai sebagai penyangga darurat tanpa dicatat, lalu beberapa jatuh tempo bertumpuk di pekan yang sama dan hubungan dagang ikut tegang.

    Cara tutor. Seluruh jatuh tempo dipindahkan ke daftar perkiraan kas dari sesi ketiga, sehingga tumpukan pembayaran terlihat berminggu-minggu sebelum tiba.

  10. 10

    Membaca laba rugi, neraca, dan laporan kas

    Sesi 11

    Yang dibahas. Mengenali pertanyaan yang dijawab tiap laporan, lalu membaca empat baris pokok tiap bulan dan menjelaskan sebab pergerakannya dibanding bulan sebelumnya.

    Jebakan umum. Laporan dibaca dari baris laba saja. Neraca dilewati, padahal di situlah stok yang membengkak dan tagihan yang menua lebih dulu terlihat.

    Cara tutor. Tutor menyorot empat baris yang sama tiap bulan supaya kebiasaan membacanya terbentuk, lalu meminta peserta menjelaskan satu pergerakan sebelum memberi tafsirannya.

  11. 11

    Menimbang tambahan pinjaman usaha

    Sesi 12

    Yang dibahas. Menghitung kemampuan bayar dari kas usaha, menjumlahkan beban bunga sepanjang tenor, dan mengenali tanda pinjaman yang sudah melampaui kemampuan usaha.

    Jebakan umum. Kelayakan pinjaman diukur dari laba di catatan, padahal angsuran dibayar memakai kas. Usaha berlaba sehat bisa gagal membayar karena uangnya tertahan di stok dan piutang.

    Cara tutor. Angsuran dimasukkan sebagai baris tetap di perkiraan kas tiga bulan, lalu peserta melihat sendiri pekan mana yang jadi tipis sesudah pinjaman diambil.

Standar layanan

Kenapa peserta Surabaya memilih les manajemen keuangan usaha di Edubia?

Ringkasan singkat sebelum Anda menanyakan jadwal dan biaya les manajemen keuangan usaha.

Tutor manajemen keuangan usaha datang ke tempat pilihan Anda

Toko, kantor, kafe, co-learning space partner di Surabaya, atau sesi online: pilih yang searah dengan hari kerja Anda.

Perkembangan manajemen keuangan usaha dicatat tiap sesi

Sesudah pertemuan Anda menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.

Satu tutor untuk satu peserta

Seluruh jam sesi manajemen keuangan usaha tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.

Yang Dibawa Pulang

Berkas dan kebiasaan yang tetap Anda pegang sesudah les selesai

Lembar perkiraan kas tiga bulan

Berkas mingguan berisi uang masuk, uang keluar, dan saldo akhir, tersimpan di perangkat Anda dengan rumus yang sudah terisi.

Kartu harga pokok tiap jenis barang

Satu baris per jenis barang atau jasa, berisi bahan, tenaga, dan biaya yang menempel, siap diperbarui saat harga bahan bergerak.

Angka titik impas berikut cara menghitung ulangnya

Jumlah unit per bulan dan per hari, lengkap dengan catatan kejadian yang menuntut hitungannya diulang.

Daftar biaya tetap dan biaya berubah

Seluruh pengeluaran usaha sudah tergolong, termasuk pos campuran yang sudah dipisahkan dari tagihan tiga bulan.

Aturan pemesanan ulang stok

Ukuran pemesanan dan titik pemesanan ulang untuk barang yang cepat laku, berikut daftar barang menua yang perlu perlakuan khusus.

Naskah penagihan tiga tahap

Kalimat pengingat sebelum tenggat, konfirmasi di hari tenggat, dan pembicaraan cara pembayaran, disusun dengan nada yang menjaga hubungan dagang.

Lembar rekap empat baris pokok

Format bulanan berisi laba kotor terhadap penjualan, biaya tetap terhadap penjualan, umur tagihan, dan selisih kas dari kegiatan usaha.

Kebiasaan mencatat satu pos tiap pekan

Ritme kecil dari pekerjaan rumah antar sesi, dan ini yang membuat berkas di atas tetap terisi sesudah pendampingan berakhir.

Kecocokan Program

Peserta yang cocok mengikuti les manajemen keuangan usaha

Peserta yang cocok

  • Pemilik toko, warung, bengkel, atau usaha jasa kecil yang penjualannya berjalan tetapi kasnya sering tipis di tengah bulan.
  • Staf administrasi yang mengurus pembukuan dan ingin menjelaskan angkanya kepada pemilik dengan bahasa yang mudah diperiksa.
  • Pasangan yang menjalankan satu usaha berdua dan ingin menyepakati siapa mencatat apa serta bagaimana gaji berdua ditetapkan.
  • Pemilik usaha yang menimbang tambahan pinjaman dan ingin menghitung kemampuan bayarnya dari kas usaha.
  • Pengelola usaha keluarga generasi kedua yang mewarisi catatan berserak dan perlu menatanya tanpa mengganggu kegiatan harian.
  • Peserta yang catatannya masih di buku tulis dan ingin memindahkannya ke lembar sebar dengan pendampingan langsung.

Les manajemen keuangan usaha di Surabaya untuk pemilik dan staf

Usaha yang laris tetap bisa kehabisan uang, dan keluhan itu datang lebih dulu daripada keluhan soal untung. Penjualan tercatat hari ini, uangnya masuk bulan depan, sementara pemasok menagih minggu ini. Les manajemen keuangan usaha di Surabaya mengajarkan cara membaca jarak antara untung dan uang di tangan, lalu mengaturnya.

Satu sesi 90 menit, empat sesi tiap bulan, mulai Rp303.800 per sesi untuk pertemuan di tempat usaha. Peserta membawa catatan penjualannya sendiri, entah buku tulis, nota rangkap, riwayat pesanan daring, atau lembar sebar di laptop. Kesepakatan kerahasiaan angka usaha ditandatangani sebelum tutor membuka lembar pertama, sebab yang tergelar di meja data usaha yang hidup, termasuk margin dan daftar pemasok.

Peserta program ini kebanyakan pemilik toko grosir di Bubutan dan Pabean Cantian, pemilik bengkel di Rungkut, penjahit dan katering rumahan di Wonokromo, serta staf administrasi yang mengurus pembukuan untuk pemiliknya. Ada pula pasangan yang menjalankan satu usaha berdua dan belum menyepakati siapa mencatat apa.

Tutor membuka sesi pertama dengan satu pertanyaan pendek: berapa uang yang benar-benar ada di laci dan rekening usaha hari ini, dan berapa di antaranya yang sudah punya pemilik lain. Jawabannya hampir selalu memperlihatkan satu dari enam tanda berikut, dan tanda mana yang muncul menentukan urutan sesi selanjutnya. Peserta di Gubeng yang melayani kantor menghadapi tanda berbeda dari peserta di Gedangan yang menjual ke pembeli akhir tiap hari.

Sorotan

Enam tanda keuangan usaha yang dibawa peserta ke sesi les pertama

Kas tipis justru di bulan yang ramai

Penjualan naik, saldo rekening malah turun. Uang berpindah ke stok dan tagihan pelanggan yang belum dibayar, lalu tertahan berminggu-minggu.

Uang usaha dan uang rumah dalam satu rekening

Belanja dapur, cicilan kendaraan, dan pembayaran ke pemasok keluar dari kantong yang sama. Selama bercampur, untung usaha tak terhitung dengan jujur.

Harga jual disusun dari perasaan

Harga ditetapkan mengikuti toko sebelah tanpa menghitung bahan, tenaga, dan biaya yang menempel di tiap unit. Untungnya bisa negatif tanpa pemiliknya sadar.

Stok menumpuk di rak belakang

Pesanan ke pemasok disusun dari ingatan. Barang yang lambat laku menahan uang berbulan-bulan, dan sebagian menua sampai harus dijual di bawah harga beli.

Tagihan pelanggan lewat tenggat

Barang sudah dikirim, nota sudah diterima, pembayarannya menggantung tanpa tanggal yang disepakati. Penagihan lalu terasa canggung karena tak ada patokan.

Angsuran terasa berat di minggu ketiga

Cicilan diambil dari kas yang sama dengan belanja bahan. Tiap akhir bulan usaha menunggu setoran pelanggan untuk bisa berputar lagi.

Langkah pertama di kelas privat: memisahkan uang usaha dari uang pribadi

Satu rekening yang menampung belanja dapur sekaligus belanja bahan membuat untung usaha mustahil dihitung, sebab angkanya selalu bercampur dengan angka rumah tangga. Sesi awal karena itu dipakai membuka rekening usaha terpisah dan memindahkan seluruh transaksi ke sana, termasuk penerimaan dari pembayaran daring.

Langkah berikutnya lebih sering dilewati: menggaji diri sendiri. Banyak pemilik mengambil uang dari laci saat butuh, dalam jumlah berbeda tiap kali, lalu mencatatnya sebagai apa pun kecuali beban usaha. Laba yang terhitung karena itu selalu lebih besar daripada kenyataan. Tutor mendampingi Anda menetapkan satu angka gaji tetap per bulan, dipindahkan pada tanggal yang sama, dan dicatat sebagai pos yang berdiri sendiri.

Sesudah dua langkah itu berjalan satu bulan penuh, angka usaha mulai bisa dipercaya. Selisih saldo rekening antara awal dan akhir bulan berhenti jadi tebakan, dan pertanyaan berikutnya terjawab dengan data: ke mana uang itu pergi, dan berapa yang tersisa untuk pekan depan.

Poin penting

Cara tutor Edubia mendampingi pemilik usaha di sesi les

Sesi berjalan di atas angka usaha Anda sendiri, sejak menit pertama.

Melihat catatan yang sudah ada sebelum menyarankan apa pun

Tutor membaca bentuk pencatatan yang sedang Anda pakai, lalu memperbaikinya dari titik itu. Sistem baru yang dipaksakan dari luar biasanya berhenti di pekan ketiga.

Menghitung ulang tiga transaksi nyata bulan lalu

Tiap rumus yang diajarkan langsung diuji ke transaksi yang sudah terjadi. Kalau hasilnya meleset dari kenyataan, rumusnya yang diperiksa lebih dulu.

Menutup sesi dengan satu keputusan yang bisa dijalankan

Tiap pertemuan berakhir pada satu tindakan: menaikkan harga satu jenis barang, menetapkan tenggat pembayaran, atau menahan satu pesanan.

Menyerahkan berkas kerja ke tangan peserta

Lembar hitung yang dibuat di sesi tersimpan di perangkat Anda sendiri. Program berakhir dengan alat yang tetap bisa Anda pakai.

Menyesuaikan istilah dengan bahasa usaha sehari-hari

Piutang disebut tagihan yang belum dibayar, biaya berubah disebut biaya yang ikut naik kalau jualan naik. Istilah bakunya masuk sesudah maksudnya jelas.

Mencatat perkembangan dalam lembar rekap bulanan

Empat angka pokok dicatat tiap bulan, lalu dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Perubahan yang tak bisa dijelaskan jadi bahan pembuka sesi berikutnya.

Menyusun perkiraan uang masuk dan keluar bersama tutor privat

Perkiraan kas adalah daftar sederhana: berapa uang yang masuk tiap pekan, berapa yang keluar, dan berapa saldonya di akhir pekan. Panjangnya tiga bulan ke depan, cukup jauh untuk melihat bulan yang akan sesak, cukup dekat untuk diperkirakan dengan jujur.

Yang membuat daftar ini bekerja pemisahan waktu. Penjualan dicatat pada tanggal uangnya benar-benar diterima, dan tanggal nota tinggal jadi pengingat. Pembelian dicatat pada tanggal pembayaran ke pemasok, sementara tanggal barang datang duduk di kolom terpisah. Dua tanggal itu jarang sama, dan selisihnya persis tempat kas menipis di tengah bulan.

Tutor lalu menandai pekan saat saldo turun ke titik tipis. Pekan itu terlihat berminggu-minggu sebelum tiba, jadi pilihannya masih banyak: menggeser pesanan bahan, meminta tenggat lebih panjang dari pemasok, menawarkan potongan kecil bagi pelanggan yang membayar di muka, atau menunda pembelian alat. Pemilik yang baru melihat saldo tipis pada hari kejadian tinggal punya satu pilihan, dan pilihan itu biasanya mahal.

Di sesi les, daftar ini disusun pada lembar sebar sederhana yang Anda pegang sesudah program selesai. Peserta di Sukolilo yang mengelola percetakan memakai kolom mingguan; peserta katering di Sedati memakai kolom harian karena belanja bahannya harian.

Menghitung harga pokok per unit di les manajemen keuangan usaha

Harga pokok adalah biaya yang menempel pada satu unit barang atau satu pekerjaan jasa. Isinya tiga lapis: bahan yang habis dipakai, tenaga yang mengerjakannya, dan biaya lain yang bergerak mengikuti jumlah produksi, seperti kemasan, gas, atau listrik mesin.

Kesalahan yang berulang di hampir tiap sesi ada di lapis ketiga. Sewa ruko dan tagihan listrik kantor dimasukkan ke harga satuan dengan membaginya rata ke jumlah unit bulan lalu. Cara itu menyesatkan: sewa dibayar sama besar saat penjualan turun separuh, jadi harga pokok per unit melonjak di bulan sepi dan pemiliknya menyimpulkan produknya rugi padahal yang berubah cuma pembaginya.

Tutor memisahkan dua kelompok itu sejak awal. Biaya yang menempel per unit masuk harga pokok. Biaya yang tetap dibayar berapa pun penjualannya, seperti sewa, gaji tetap, dan langganan internet, keluar dari harga satuan lalu ditutup lewat margin. Harga pokok karena itu jadi angka stabil yang layak dipakai menetapkan harga jual.

Untuk usaha jasa, hitungannya bergeser ke jam kerja. Bengkel di Rungkut menghitung biaya per jam mekanik ditambah suku cadang; penjahit di Sawahan menghitung per potong dengan bahan dari pelanggan. Tutor menyusun lembar hitung yang cocok dengan cara Anda menagih, lalu mengujinya ke tiga transaksi bulan lalu.

Pemilahan yang terlihat sederhana ini menentukan hampir seluruh keputusan sesudahnya: harga jual, titik impas, dan seberapa dalam usaha terluka saat penjualan turun. Usaha berbiaya tetap besar untung lebih cepat saat ramai dan rugi lebih dalam saat sepi; usaha dengan biaya berubah dominan naik lebih lambat dan lebih tahan saat pasar melemah. Tutor memetakan enam kelompok berikut ke angka usaha Anda pada sesi keenam.

Ringkasnya

Biaya tetap dan biaya berubah yang dipilah tutor di sesi les

Sewa tempat usaha

Biaya tetap. Dibayar sama besar di bulan ramai dan bulan sepi, dan besarnya menentukan berapa penjualan minimum yang harus dicapai tiap bulan.

Gaji tetap karyawan dan pemilik

Biaya tetap. Termasuk gaji pemilik yang sudah ditetapkan di sesi awal. Kelompok ini yang membuat bulan sepi terasa berat lebih cepat daripada dugaan.

Bahan baku dan kemasan

Biaya berubah. Naik dan turun seiring jumlah yang diproduksi atau dijual. Kelompok ini masuk hitungan harga pokok per unit tanpa kecuali.

Upah borongan dan komisi

Biaya berubah. Dibayar per potong, per pesanan, atau per nilai penjualan, sehingga ia menyusut sendiri saat penjualan turun.

Listrik, air, dan bahan bakar kendaraan

Campuran. Ada bagian tetap berupa langganan dan ada bagian yang ikut naik saat produksi bertambah. Tutor memisahkannya dengan membaca tagihan tiga bulan.

Angsuran pinjaman dan biaya administrasi

Biaya tetap. Ia berjalan terus tanpa memedulikan penjualan, dan karena itu selalu dihitung lebih dulu saat menimbang tambahan pinjaman.

Titik impas sebagai alat keputusan harian di kelas privat

Titik impas adalah jumlah penjualan yang menutup seluruh biaya, tanpa untung dan tanpa rugi. Hitungannya pendek: seluruh biaya tetap sebulan dibagi selisih antara harga jual per unit dan biaya berubah per unit. Hasilnya berupa jumlah unit, dan kalau dikalikan harga jual ia berubah jadi angka rupiah penjualan.

Angka itu berguna karena mengubah pertanyaan harian. Pertanyaan lama berbunyi untung atau rugi bulan ini, dan jawabannya baru muncul di akhir bulan. Pertanyaan baru berbunyi sudah berapa unit hari ini dibanding target harian, dan jawabannya tersedia tiap sore. Warung kopi dengan biaya tetap Rp9.000.000 sebulan dan margin Rp5.000 per gelas, misalnya, menemukan titik impasnya di 1.800 gelas sebulan atau 60 gelas per hari.

Titik impas juga jadi pagar saat ada tawaran borongan berharga miring. Pesanan semacam itu layak diambil selama harganya di atas biaya berubah per unit dan biaya tetap bulan itu sudah tertutup penjualan biasa. Kalau belum tertutup, pesanan murah justru memperdalam selisihnya. Tutor melatih Anda menjalankan hitungan ini di depan tawaran yang sedang ditimbang.

Di akhir sesi, angka titik impas ditulis di kertas kecil dan ditempel dekat mesin kasir. Peserta di Krian dan Buduran yang menjual lewat pesanan daring menyimpannya sebagai pengingat harian di ponsel.

Tiga pos ini menyimpan sebagian besar uang yang tak terlihat di rekening. Persediaan uang yang sudah dibelanjakan dan belum kembali; piutang uang yang sudah jadi hak dan belum diterima; utang usaha uang orang lain yang sementara boleh Anda pakai. Menggeser satu saja sering menghasilkan tambahan kas lebih besar daripada menaikkan penjualan. Enam bahasan berikut dijalankan pada sesi kedelapan sampai kesepuluh.

Detail

Persediaan, piutang, dan utang usaha di paket les lanjutan

Menghitung uang yang tertahan di rak

Nilai stok dibandingkan dengan penjualan bulanan untuk melihat berapa lama barang mengendap. Angka itu memberi tahu berapa besar modal yang sedang tidur.

Memilah barang cepat laku dan barang menua

Daftar barang diurutkan menurut kecepatan keluarnya. Barang yang lama mengendap diberi rencana khusus, misalnya penjualan paket atau penghentian pemesanan ulang.

Menetapkan tenggat pembayaran di depan

Tenggat disepakati sebelum barang dikirim dan ditulis di nota. Kesepakatan tertulis membuat penagihan berikutnya berjalan sebagai pengingat biasa.

Menagih tanpa merusak hubungan dagang

Urutan penagihan disusun bertahap: pengingat ramah sebelum tenggat, konfirmasi di hari tenggat, lalu percakapan tentang cara pembayaran. Nada dan waktunya dilatih di sesi.

Menimbang potongan untuk pembayaran cepat

Potongan kecil bagi pelanggan yang membayar lebih awal ada biayanya. Tutor mengajarkan cara membandingkan potongan itu dengan nilai kas yang datang lebih cepat.

Memakai tenggat dari pemasok dengan hitungan

Tempo pembayaran dari pemasok adalah sumber kas yang murah selama tenggatnya dihormati. Yang dihitung: berapa lama tempo itu, dan apakah ada potongan yang hilang karenanya.

Membaca tiga laporan pokok bersama tutor di sesi les

Tiga laporan keuangan menjawab tiga pertanyaan yang berbeda, dan pemilik usaha yang mengenali pertanyaannya berhenti melihat laporan sebagai kewajiban administrasi.

Laba rugi menjawab apakah usaha menghasilkan selama satu periode: penjualan di baris atas, harga pokok dan biaya di bawahnya, laba di baris akhir. Neraca menjawab apa yang dimiliki dan apa yang diutang pada satu tanggal, yaitu kas, stok, piutang, dan alat di satu sisi, lalu utang pemasok, pinjaman, dan modal pemilik di sisi lain. Laporan arus kas menjawab pertanyaan yang membuat pemilik usaha terjaga malam hari, yakni apakah uangnya cukup bulan depan.

Yang dilatih di kelas ini membaca dan memakainya untuk keputusan. Tutor menunjuk empat baris yang dilihat lebih dulu tiap bulan: laba kotor terhadap penjualan, biaya tetap terhadap penjualan, umur rata-rata tagihan pelanggan, dan selisih kas dari kegiatan usaha, lalu membandingkannya dengan bulan sebelumnya dan menjelaskan yang bergerak.

Penyusunan laporan baris demi baris punya jalur belajarnya sendiri. Program ini berhenti pada cara memakainya: apa yang berubah, kenapa berubah, dan keputusan apa yang layak diambil pekan depan. Peserta yang laporannya sudah disusun staf atau jasa pembukuan bergerak lebih cepat di bagian ini.

Menimbang pinjaman usaha: yang dihitung tutor bersama Anda

Pinjaman masuk akal saat uangnya dipakai untuk sesuatu yang menghasilkan kas lebih cepat daripada angsurannya: menambah mesin yang menaikkan jumlah produksi, menambah stok menjelang musim ramai, atau menutup selisih waktu antara pengiriman barang dan pembayaran pelanggan.

Yang dihitung lebih dulu kemampuan bayar, dan ukurannya kas usaha yang tersedia tiap bulan sesudah gaji, sewa, dan belanja bahan. Tutor menyusun tiga baris: selisih kas bulanan dari kegiatan usaha, jumlah angsuran per bulan, dan sisa ruang di antara keduanya. Ruang yang tipis berarti satu bulan sepi cukup untuk membuat angsuran diambil dari uang belanja bahan.

Beban bunga dihitung terhadap seluruh masa pinjaman, dan bagian ini sering mengejutkan. Angsuran yang terasa ringan per bulan bisa berjumlah besar sesudah dikalikan tenor, yaitu panjang masa pinjaman. Tutor melatih Anda menjumlahkan seluruh angsuran, menguranginya dengan pokok pinjaman, lalu membandingkan sisanya dengan tambahan laba yang diharapkan.

Tanda pinjaman sudah terlalu besar ikut dibahas: angsuran ditutup dengan pinjaman baru, stok dikurangi demi membayar cicilan, atau gaji pemilik ditunda dua bulan berturut-turut. Pemilihan lembaga pembiayaan tetap keputusan Anda, dan angka penawarannya wajib dibaca langsung dari dokumen resminya.

Kewajiban pajak usaha: batas bahasan di kelas les privat

Pajak muncul di hampir tiap program lewat pertanyaan yang sama: apakah usaha sekecil ini perlu mengurusnya. Jawaban jujurnya, kewajiban pajak ditentukan ketentuan yang berlaku, dan ketentuan itu berubah dari waktu ke waktu.

Yang diajarkan di sini kesiapannya. Pencatatan penjualan yang rapi, pemisahan rekening usaha, penyimpanan bukti pembelian, dan penomoran nota membuat pemeriksaan kewajiban pajak berjalan dalam setengah hari, sementara usaha yang catatannya berserak menghabiskan dua pekan.

Tutor juga membantu menyiapkan keterangan yang biasanya diminta konsultan pajak atau petugas kantor pelayanan pajak: jenis usaha, omzet setahun, bentuk badan usaha, dan jumlah karyawan. Empat keterangan itu memangkas waktu konsultasi dan biayanya.

Tarif, batas omzet, dan nomor peraturan sengaja tidak diajarkan di kelas ini. Angka semacam itu berubah, dan angka pajak yang salah lebih mahal daripada angka pajak yang ditanyakan. Rujukannya ketentuan resmi yang berlaku serta konsultan pajak yang menangani perkara usaha Anda.

Biaya les manajemen keuangan usaha mulai Rp303.800 per sesi 90 menit di tempat usaha Anda, dengan ritme empat sesi tiap bulan. Tarif itu berlaku untuk sesi privat satu tutor satu peserta, dan perjalanan tutor ke alamat usaha tidak ditagih terpisah. Peserta yang ingin belajar di ruang bersama Edubia, yaitu NextSpace Kenjeran di Tambaksari atau Union Space Sidosermo di Wonocolo, menambah Rp15.000 per sesi.

Lebih dekat

Biaya les manajemen keuangan usaha di Surabaya per sesi

01

Sesi 90 menit di tempat usaha

Mulai Rp303.800 per sesi, empat sesi tiap bulan. Panjang yang cukup untuk membuka catatan, menghitung ulang, dan menutup dengan satu keputusan yang bisa dijalankan pekan itu.

02

Sesi 120 menit untuk pekerjaan menyusun

Rp374.600 per sesi. Dipilih peserta yang ingin menuntaskan perkiraan kas dan hitungan harga pokok dalam satu pertemuan, biasanya di awal program.

03

Sesi online tanpa biaya perjalanan

Rp283.500 per sesi 90 menit. Berkas kas dibuka bersama di layar, tutor memandu pengisiannya, dan pekerjaan rumah pekan itu tetap diberikan.

04

Ruang bersama di Tambaksari dan Wonocolo

Tambahan Rp15.000 per sesi di atas tarif program, untuk peserta yang ingin belajar di luar tempat usaha tanpa gangguan pelanggan yang datang.

05

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Bila cara mengajar tutor tak cocok dengan ritme usaha Anda, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan kerja yang sudah tersusun ikut berpindah ke tutor berikutnya.

06

Sesi pengenalan sebelum program berjalan

Pertemuan awal dipakai untuk membaca bentuk catatan Anda dan menyusun urutan sesi. Dari situ jumlah sesi yang benar-benar dibutuhkan baru bisa disebut.

Jadwal les yang menyesuaikan jam tutup toko dan bengkel

Pemilik usaha jarang punya jam kosong di tengah hari. Karena itu sebagian besar sesi berjalan sesudah tempat usaha tutup, saat laci kasir baru dihitung dan angka hari itu masih segar. Sesi malam lazim untuk toko dan bengkel; sesi pagi sebelum buka dipilih peserta yang usahanya melayani makan siang.

Ritme yang dipakai kebanyakan peserta satu sesi per pekan. Jarak tujuh hari itu disengaja: tiap sesi menutup dengan satu pekerjaan rumah pencatatan, dan pekerjaan itu butuh sepekan untuk menghasilkan data. Mencatat satu pos per pekan, misalnya seluruh pembelian bahan pada pekan pertama, membuat tugasnya ringan dan hasilnya terlihat di sesi berikutnya.

Jadwal bisa digeser saat usaha ramai. Peserta yang berdagang di Pabean Cantian menjelang hari besar biasanya menunda dua sesi, lalu menggantinya di pekan yang lebih longgar. Pemberitahuan sehari sebelumnya sudah cukup.

Layanan Edubia berjalan setiap hari sepanjang pekan, dari pagi sampai malam. Tim penjadwal mencocokkan tutor dengan jam yang Anda sebut saat mendaftar, dan jam itu bisa diperbarui kalau jam buka usaha berubah.

Wilayah tutor Edubia: dari Tegalsari sampai Gedangan

Kantor Edubia berada di Tegalsari, dan tutor berangkat dari tempat tinggalnya masing-masing menuju alamat usaha peserta. Permintaan untuk program ini datang dari kawasan dagang dan kawasan industri: Bubutan serta Pabean Cantian untuk usaha grosir, Rungkut dan Tandes untuk bengkel dan usaha pendukung pabrik, Wonokromo serta Sawahan untuk usaha jasa rumahan, lalu Gubeng dan Mulyorejo untuk usaha kuliner dan layanan kantor.

Di Sidoarjo, tutor menjangkau Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Krian, dan Sukodono. Peserta di Sedati banyak yang mengurus usaha pendukung logistik dengan tagihan bertenggat panjang, sementara peserta di Krian mengelola usaha produksi kecil berstok besar. Perbedaan itu menggeser urutan pembahasan: yang satu memulai dari piutang, yang lain dari persediaan.

Sesi tetap bisa berjalan online untuk peserta di luar kedua wilayah itu, atau untuk pekan yang jadwalnya rapat. Bentuknya sama, sebab bahan utamanya berkas kas peserta yang bisa dibuka bersama dari mana saja.

Kantor di Tegalsari terbuka bagi Anda yang ingin bertemu tim sebelum sesi pertama dijadwalkan, misalnya untuk membaca kesepakatan kerahasiaan angka usaha lebih dulu.

Urutan berikut dijalankan pada empat sampai lima sesi pertama, dan tiap langkah menutup dengan berkas yang bisa dipakai hari itu juga. Peserta yang catatannya rapi kadang selesai dalam tiga sesi; yang catatannya tersebar di beberapa buku menuntut satu sesi tambahan untuk mengumpulkannya. Tutor mengatur lajunya sesudah melihat bahan yang Anda bawa.

Yang perlu diketahui

Empat langkah sesi les dari catatan penjualan ke perkiraan kas

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Mengumpulkan angka tiga bulan terakhir

    Nota penjualan, catatan belanja, rekening koran usaha, dan daftar tagihan yang belum dibayar dikumpulkan jadi satu tempat. Bentuk aslinya dipertahankan, urutannya yang dirapikan.

  2. Memisahkan uang usaha dari uang pribadi

    Transaksi rumah tangga ditarik keluar dari catatan usaha, lalu gaji pemilik ditetapkan sebagai satu angka tetap. Sesudah langkah ini saldo usaha bisa dibaca apa adanya.

  3. Menyusun kolom uang masuk dan uang keluar

    Tiap pos dimasukkan ke pekan saat uangnya benar-benar bergerak, sementara tanggal nota tinggal di kolom pengingat. Kolomnya dibuat mingguan atau harian mengikuti ritme belanja usaha Anda.

  4. Menandai pekan saat saldo menipis

    Baris saldo akhir dibaca dari pekan pertama sampai pekan ketiga belas. Pekan bersaldo tipis diberi tanda, lalu tutor dan peserta menyusun dua pilihan tindakan untuk tiap tanda.

Pendaftaran berjalan dalam empat langkah, dengan penugasan tutor 1 sampai 5 hari kerja. Penentunya kesiapan bahan: peserta yang catatan penjualannya sudah terkumpul bisa mulai di pekan yang sama. Kalau masih menimbang, langkah pertama saja cukup untuk mendapat gambaran biaya dan jumlah sesi yang wajar.

Catatan penting

Cara mendaftar les manajemen keuangan usaha di Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Menyebut jenis usaha dan wilayahnya

    Sampaikan jenis usaha, jumlah karyawan, dan kecamatan tempat usaha berada. Tiga keterangan itu yang dipakai tim untuk memilihkan tutor dengan pengalaman yang sepadan.

  2. Menyepakati kerahasiaan angka usaha

    Kesepakatan tertulis ditandatangani sebelum tutor melihat berkas apa pun. Isinya mencakup margin, harga beli dari pemasok, dan daftar pelanggan.

  3. Memilih jam dan tempat sesi

    Sebutkan jam tutup usaha dan hari yang biasanya longgar. Tim penjadwal mencocokkannya dengan tutor yang wilayah kerjanya dekat dengan alamat usaha Anda.

  4. Menjalani sesi pengenalan

    Pertemuan pertama dipakai membaca catatan yang ada, menetapkan urutan bahasan, dan menentukan pekerjaan rumah pekan pertama. Dari situ program berjalan mingguan.

Program Terkait

Program pendamping les manajemen keuangan usaha yang layak dilihat

Tanya jawab

Bagaimana les manajemen keuangan usaha berjalan sehari-hari?

Apa yang saya pelajari di les manajemen keuangan usaha Edubia?

Anda belajar mengurus uang yang berputar di usaha sendiri: memisahkan kas usaha dan kas pribadi, menetapkan gaji pemilik, menyusun perkiraan uang masuk dan keluar tiga bulan ke depan, menghitung harga pokok per unit, menemukan titik impas, mengatur stok dan tagihan pelanggan, lalu membaca tiga laporan pokok sebagai alat keputusan. Semuanya dikerjakan di atas catatan penjualan Anda sendiri, jadi tiap hitungan langsung terpakai pekan itu.

Saya tidak punya latar belakang akuntansi. Apakah tetap bisa ikut?

Bisa, dan sebagian besar peserta memang begitu. Sesi dimulai dari bentuk catatan yang sedang Anda pakai, entah buku tulis atau nota rangkap. Istilah baku masuk sesudah maksudnya jelas: piutang disebut dulu sebagai tagihan yang belum dibayar, biaya berubah sebagai biaya yang ikut naik kalau jualan naik. Tutor mengikuti kecepatan Anda, dan tiap rumus diuji ke transaksi nyata sebelum dipakai untuk keputusan.

Berapa biaya les manajemen keuangan usaha di Surabaya?

Mulai Rp303.800 per sesi untuk pertemuan 90 menit di tempat usaha Anda, dengan ritme empat sesi tiap bulan. Sesi 120 menit di Rp374.600, sesi online di Rp283.500. Perjalanan tutor ke alamat usaha tidak ditagih terpisah. Kalau Anda ingin belajar di ruang bersama Edubia, yaitu NextSpace Kenjeran di Tambaksari atau Union Space Sidosermo di Wonocolo, ada tambahan Rp15.000 per sesi. Jumlah sesi yang wajar disebutkan sesudah sesi pengenalan.

Apakah tutor perlu melihat angka penjualan usaha saya?

Perlu, sebab seluruh hitungan berjalan di atas angka nyata. Kesepakatan kerahasiaan karena itu ditandatangani sebelum tutor membuka lembar pertama, mencakup margin, harga beli dari pemasok, serta daftar pelanggan. Berkas kerja tersimpan di perangkat Anda dan tutor memakainya tanpa menyalinnya keluar. Kalau ada bagian yang tak ingin dibuka, sampaikan sejak awal; sebagian besar hitungan tetap jalan dengan nama yang disamarkan, selama nilainya benar.

Sesi bisa dilakukan di toko atau bengkel saya sesudah tutup?

Bisa, dan itu bentuk yang dipilih kebanyakan peserta. Sesudah kasir dihitung, angka hari itu masih segar dan nota belum masuk laci arsip, jadi bahan sesi sudah tergelar sendiri. Sesi malam lazim untuk toko dan bengkel; sesi pagi sebelum buka dipilih peserta yang melayani makan siang. Tutor datang ke alamat usaha di seluruh kecamatan Surabaya dan wilayah Sidoarjo, tanpa biaya perjalanan terpisah.

Berapa lama sampai saya bisa menyusun perkiraan kas sendiri?

Perkiraan kas tiga bulan pertama biasanya tersusun di sesi ketiga dan keempat, sekitar sebulan sesudah program berjalan. Menyusunnya sendiri menuntut satu putaran penuh: Anda mengisi pekan berikutnya, lalu membandingkan ramalan itu dengan mutasi rekening yang benar-benar terjadi. Kebanyakan peserta merasa cukup mandiri pada bulan kedua. Penentunya kerapian catatan awal, sebab data yang tersebar di beberapa buku menuntut satu sesi tambahan untuk mengumpulkannya.

Apakah program ini juga menata keuangan rumah tangga saya?

Tidak. Program ini berhenti pada keuangan usaha, dan bagian pertamanya justru memisahkan uang usaha dari uang pribadi supaya keduanya terbaca sendiri-sendiri. Yang tersentuh dari sisi pribadi cuma satu: menetapkan gaji pemilik sebagai pos usaha yang tetap, dengan jumlah yang diuji terhadap kebutuhan rumah tangga bulanan. Sesudah gaji itu berpindah ke rekening pribadi, pengelolaannya di luar cakupan sesi.

Apakah kelas ini membahas penempatan uang di produk keuangan tertentu?

Tidak. Program ini mengajarkan cara mengelola uang yang berputar di dalam usaha: kapan ia keluar, kapan ia kembali, dan berapa yang boleh diambil. Pemilihan tempat menaruh dana, penilaian produk keuangan, dan keputusan menempatkan uang berada di luar cakupan, dan tutor Edubia tak memberi saran ke arah itu. Yang Anda bawa dari sini angka yang jujur tentang usaha sendiri, sehingga keputusan apa pun sesudahnya berdiri di atas data yang benar.

Catatan usaha saya masih di buku tulis. Perlu pindah ke komputer dulu?

Tidak perlu sebelum mulai. Bawa buku tulisnya apa adanya; tutor membaca bentuknya lebih dulu, lalu menyusun pemindahan bertahap kalau memang menolong. Sebagian peserta bertahan di buku tulis untuk catatan harian dan memakai lembar sebar hanya untuk perkiraan kas serta harga pokok, dan bentuk itu tetap sah selama angkanya lengkap. Kalau Anda memilih pindah, pemindahannya dikerjakan di sesi memakai perangkat Anda sendiri.

Kalau tutor tidak cocok dengan cara kerja usaha saya, apakah bisa diganti?

Bisa. Tutor dipilihkan tim Edubia menurut jenis usaha dan wilayah Anda, dan kecocokan cara mengajar biasanya baru terasa sesudah dua atau tiga sesi. Kalau ritmenya tak nyambung, tutor diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan kerja yang sudah tersusun ikut berpindah sehingga Anda tak mengulang dari awal. Sampaikan alasannya sedetail mungkin: terlalu cepat, terlalu banyak istilah, atau jam datangnya menabrak jam ramai.

Alamat usaha saya di Sidoarjo. Apakah tutor tetap datang ke sana?

Tetap datang. Tutor Edubia melayani 18 kecamatan Sidoarjo, termasuk Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Krian, dan Sukodono, dengan tarif sama seperti sesi di Surabaya. Jenis usaha tiap wilayah sedikit berbeda, dan itu menggeser urutan bahasan: peserta di Sedati yang mengurus usaha pendukung logistik sering memulai dari tagihan pelanggan, sementara peserta di Krian dengan usaha produksi kecil memulai dari persediaan. Sebutkan kecamatan Anda saat mendaftar.

Suami dan istri menjalankan usaha ini berdua. Bisakah ikut satu sesi bersama?

Bisa, dan untuk usaha yang dijalankan berdua justru dianjurkan. Selisih sering lahir dari pencatatan yang berjalan di dua kepala tanpa kesepakatan: satu orang memegang belanja, satu lagi penjualan, dan tak ada yang memegang gambaran utuhnya. Sesi dipakai menyepakati siapa mencatat apa, di berkas mana, dan pada jam berapa. Penetapan gaji berdua juga dibahas terbuka, sebab pos itu yang biasanya berbeda tafsir.

Apakah les ini membantu menyiapkan berkas untuk kewajiban pajak?

Membantu pada sisi kesiapannya. Pencatatan penjualan yang rapi, rekening usaha yang terpisah, bukti pembelian yang tersimpan, dan nota bernomor membuat pemeriksaan kewajiban pajak berjalan cepat. Tutor juga membantu menyiapkan keterangan yang biasanya diminta: jenis usaha, omzet setahun, bentuk badan usaha, dan jumlah karyawan. Tarif, batas omzet, dan nomor peraturan sengaja tak diajarkan di sini karena ketentuannya berubah; rujukannya ketentuan resmi yang berlaku dan konsultan pajak usaha Anda.

Berapa lama satu program berjalan, dan apa yang saya pegang di akhir?

Rangkaian dasarnya dua belas sesi, sekitar tiga bulan dengan ritme satu sesi per pekan. Di akhir program Anda memegang lembar perkiraan kas tiga bulan, kartu harga pokok tiap jenis barang, angka titik impas berikut cara menghitung ulangnya, daftar biaya tetap dan biaya berubah, aturan pemesanan ulang stok, naskah penagihan tiga tahap, dan lembar rekap empat baris pokok. Seluruh berkas tersimpan di perangkat Anda dan tetap terpakai sesudah pendampingan berakhir.

Bagaimana cara mendaftar dan kapan sesi pertama bisa dimulai?

Sampaikan jenis usaha, jumlah karyawan, dan kecamatan tempat usaha Anda lewat halaman pendaftaran atau WhatsApp Edubia. Tim memilihkan tutor dengan pengalaman sepadan, lalu mengirim kesepakatan kerahasiaan angka usaha untuk ditandatangani sebelum berkas apa pun dibuka. Sesudah jam dan tempat disepakati, sesi pengenalan biasanya terjadwal dalam dua hari kerja. Peserta yang catatan penjualan tiga bulannya sudah terkumpul kerap bisa memulai di pekan yang sama.

Mulai dari Konsultasi

Langkah pertama Anda di kelas manajemen keuangan usaha dimulai di sini

Ceritakan target manajemen keuangan usaha Anda, kami carikan tutor yang pas di Surabaya. Tanpa komitmen di awal.

  • 2.500+ tutor terverifikasi
  • 1.200+ peserta didampingi
  • 4,9/5 rating ulasan