4,9/5 · 1.200 ulasan · Dewasa dan Profesional
Les Manajemen Produk di Surabaya
Les manajemen produk di Surabaya, satu tutor satu peserta, mulai Rp202.500 per sesi 60 menit. Latihan menemukan masalah, wawancara pengguna, metrik, peta jalan, dokumen persyaratan, sampai satu studi kasus portofolio yang selesai ditulis peserta.
Mengenal Les Manajemen Produk di Surabaya
Les manajemen produk di Surabaya, satu tutor satu peserta, mulai Rp202.500 per sesi 60 menit. Latihan menemukan masalah, wawancara pengguna, metrik, peta jalan, dokumen persyaratan, sampai satu studi kasus portofolio yang selesai ditulis peserta.
Konsultasi dan DaftarSpesifikasi Les
- Peserta
- Dewasa dan profesional yang sedang bekerja atau sedang berpindah bidang
- Model belajar
- Satu tutor satu peserta, tutor datang ke rumah atau sesi online
- Durasi sesi
- 60 menit untuk latihan terfokus, 90 menit bila satu studi kasus dibedah tuntas
- Biaya
- Mulai Rp202.500 per sesi 60 menit, sampai Rp283.500 untuk sesi 90 menit
- Belajar di co-learning space
- Tambah Rp15.000 per sesi di co-learning space Edubia
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah kota tetangganya di Sidoarjo
- Bahan latihan
- Produk tempatmu bekerja, ide produk sendiri, atau produk publik yang kamu pakai tiap hari
- Yang dibawa pulang
- Satu dokumen persyaratan, satu papan metrik, dan satu studi kasus portofolio
- Penggantian tutor
- Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan bila gaya kerjanya kurang cocok
Yang membedakan
Pembeda les manajemen produk Edubia
Kelas satu tutor satu peserta
Tidak ada kelas rombongan di program ini. Seluruh jam sesi dipakai membahas produk yang kamu pegang, jadi pertanyaan spesifik terjawab di hari yang sama.
Materi berjalan di atas produk nyata
Latihan memakai produk tempatmu bekerja atau produk publik yang kamu pakai tiap hari, sehingga keputusan yang dilatih punya akibat yang bisa dilihat.
Latihan membaca data produk
Retensi, konversi, corong, dan kelompok pengguna dibaca bersama tutor, termasuk cara mengenali angka yang sampelnya terlalu kecil untuk disimpulkan.
Umpan balik tertulis tiap sesi
Tiap dokumen yang kamu tulis dikomentari baris demi baris. Catatan itu tersimpan sebagai riwayat perbaikan yang bisa kamu tunjukkan saat wawancara kerja.
Jadwal menyesuaikan jam kerja
Sesi malam hari dan akhir pekan tersedia untuk peserta yang bekerja penuh waktu, dengan pilihan online saat perjalanan ke rumah terasa berat.
Penggantian tutor tanpa biaya tambahan
Kalau cara kerja tutor kurang cocok denganmu, permintaan ganti diproses tanpa tambahan biaya dan riwayat belajarmu diteruskan ke tutor penggantinya.
Fleksibel
Sesi manajemen produk yang mengikuti agenda Anda
Tutor manajemen produk datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.
Urutan belajar
Perjalanan Peserta dari Sesi Pertama sampai Studi Kasus Selesai
Panjang tiap tahap berbeda antar-peserta. Orang yang sudah bekerja di tim produk biasanya melewati tahap awal lebih cepat, sementara peserta yang berpindah dari bidang lain memerlukan waktu lebih panjang di penulisan dokumen.
- 01
Pemetaan titik awal
Sebelum sesi 1Percakapan pembuka menetapkan bidang pekerjaanmu sekarang, produk yang dipakai sebagai bahan latihan, dan sasaran tiga bulan ke depan.
- 02
Masalah pertama yang tertulis rapi
Pekan 1Kamu keluar dari sesi awal membawa satu pernyataan masalah yang menyebut orangnya, frekuensinya, dan akibat yang ditimbulkannya.
- 03
Enam wawancara pengguna selesai
Pekan 2 sampai 3Wawancara dijalankan sendiri di luar sesi bersama pengguna di sekitar Surabaya, lalu rekamannya dibedah bersama tutor untuk menandai pertanyaan yang menyetir jawaban.
- 04
Papan metrik pertama berdiri
Pekan 4Empat sampai enam angka dipilih berikut alasannya, dan angka yang gagal uji pembeda dipindahkan ke lampiran.
- 05
Dokumen persyaratan lolos dibaca orang lain
Pekan 5 sampai 6Dokumen dinyatakan cukup ketika tutor sanggup menjelaskan ulang isinya tanpa bertanya kepadamu satu kali pun.
- 06
Peta jalan tiga bulan berikut penundaannya
Pekan 7Rencana disusun lengkap dengan kolom pekerjaan yang ditunda, lalu diuji lewat perundingan yang diperankan tutor.
- 07
Studi kasus portofolio selesai ditulis
Pekan 8 sampai 10Empat bagian tersusun utuh: masalah, keputusan berikut pilihan yang dibuang, angka sebelum dan sesudah, serta pelajaran penutup.
Kecocokan
Kelas Manajemen Produk Ini Cocok untuk Siapa
Peserta yang cocok
- Pekerja di bidang lain yang sedang menyiapkan perpindahan ke peran produk dan memerlukan satu studi kasus yang layak dibaca
- Manajer produk tahun pertama yang sudah menjalankan perannya sambil merasa keputusannya belum punya dasar yang bisa dijelaskan
- Pemilik usaha di Surabaya yang produknya sudah jalan dan ingin menyusun urutan pengerjaan yang lebih tertib
- Perancang atau pengembang yang mulai diminta ikut memutuskan isi produk sesudah bertahun-tahun menerima kebutuhan yang sudah jadi
- Analis data yang laporannya sering berhenti di angka dan ingin melanjutkannya sampai ke usulan keputusan
- Mahasiswa tingkat akhir di Sukolilo atau Wonocolo yang menyiapkan diri untuk seleksi program manajemen produk
Susunan bahasan
Isi Kelas Manajemen Produk Sesi demi Sesi
Dua belas bahasan berikut dijalankan berurutan, dengan kecepatan yang menyesuaikan titik awal peserta di Surabaya maupun Sidoarjo. Tiap bahasan menyebutkan jebakan yang rutin muncul dan cara tutor menanganinya di sesi, sebab jebakan itulah yang membedakan orang yang tahu istilahnya dari orang yang sanggup memakainya.
- 1
Menemukan masalah sebelum memikirkan solusi
Sesi 1Yang dibahas. Menulis pernyataan masalah yang menyebut siapa yang terganggu, seberapa sering, dan akibatnya bila dibiarkan.
Jebakan umum. Peserta datang membawa solusi yang sudah utuh di kepala, lalu menyusun masalah supaya cocok dengan solusi itu.
Cara tutor. Solusi ditutup selama satu sesi penuh. Pernyataan masalah ditulis ulang tiga kali sampai kalimatnya bisa diuji.
- 2
Wawancara pengguna tanpa menyetir jawaban
Sesi 2Yang dibahas. Pertanyaan tentang kejadian terakhir, cara mengejar cerita sampai rinci, dan cara mencatat memakai kata pengguna sendiri.
Jebakan umum. Pertanyaan yang sudah mengandung jawabannya, ditambah kebiasaan pengguna Indonesia yang sungkan menolak ide lawan bicaranya.
Cara tutor. Tutor berperan sebagai pengguna, sesi direkam, lalu tiap pertanyaan yang menyetir ditandai bersama pada pemutaran ulang.
- 3
Membedakan yang dikatakan dari yang dilakukan
Sesi 3Yang dibahas. Memasangkan kutipan pengguna dengan jejak pemakaian, serta menandai temuan yang masih berstatus dugaan.
Jebakan umum. Satu kalimat pengguna yang enak didengar dipakai sebagai bukti untuk membenarkan rencana yang sudah disukai tim.
Cara tutor. Setiap kutipan wajib punya pasangan angka. Kutipan tanpa pasangan dipindahkan ke daftar dugaan yang menunggu pengujian.
- 4
Memilih antara riset angka dan riset percakapan
Sesi 4Yang dibahas. Kapan survei masuk akal, kapan wawancara mendalam, dan pertanyaan seperti apa yang sebenarnya sedang kamu ajukan.
Jebakan umum. Survei dipakai mencari sebab, dan tiga wawancara dipakai memperkirakan persentase pengguna yang terdampak.
Cara tutor. Pertanyaan ditulis lebih dulu, alat dipilih sesudahnya. Tutor menahan langkah tiap kali urutan itu terbalik.
- 5
Menyusun hipotesis yang bisa dinyatakan salah
Sesi 5Yang dibahas. Bentuk hipotesis yang menyebut sasaran pengguna, perubahan perilaku yang diharapkan, dan angka yang akan bergerak.
Jebakan umum. Dugaan ditulis dengan kalimat yang begitu lentur sehingga hasil apa pun bisa dibaca sebagai pembenaran.
Cara tutor. Tiap hipotesis diuji dengan pertanyaan tunggal: hasil seperti apa yang akan membuat kita menyatakan dugaan ini keliru.
- 6
Mengurutkan pengujian dari yang berbiaya kecil
Sesi 6Yang dibahas. Bertanya ke lima pengguna, halaman pendaratan, purwarupa kertas, layanan manual di belakang layar, baru pembangunan fitur.
Jebakan umum. Tim melompat ke pembangunan penuh, lalu membayar tiga bulan kerja untuk mempelajari hal yang bisa diketahui dalam dua hari.
Cara tutor. Peserta menyusun urutan uji untuk dugaannya sendiri berikut perkiraan waktu tiap langkah, lalu memangkasnya bersama tutor.
- 7
Menetapkan sasaran yang bisa diukur
Sesi 7Yang dibahas. Menyusun sasaran yang menyebut angka, arah pergerakan, dan tenggat, lengkap dengan cara memeriksanya di akhir periode.
Jebakan umum. Sasaran berbunyi meningkatkan pengalaman pengguna, yang terdengar mulia dan tidak pernah bisa dinilai tercapai.
Cara tutor. Tiap sasaran diuji dengan pertanyaan penutup: bila bulan depan angkanya begini, apakah kita sepakat ini berhasil.
- 8
Mengenali metrik hampa
Sesi 7Yang dibahas. Ciri metrik yang selalu naik, tidak pernah mengubah keputusan, dan enak dipamerkan di rapat perusahaan.
Jebakan umum. Jumlah unduhan dan jumlah pendaftar dijadikan ukuran keberhasilan tanpa pasangan yang menunjukkan orangnya kembali.
Cara tutor. Uji pembeda dipakai berulang: bila angka ini turun setengah, apa yang akan kita hentikan atau kita ubah.
- 9
Membaca retensi, konversi, dan corong
Sesi 8Yang dibahas. Membaca kurva retensi, menyebut populasi dasar sebuah angka konversi, dan menemukan langkah corong tempat pengguna berguguran dalam jumlah besar.
Jebakan umum. Angka konversi dikutip tanpa menyebut dari populasi mana ia dihitung, sehingga dua laporan yang benar saling bertentangan.
Cara tutor. Data produk sungguhan dibuka bersama, dan tutor menunjuk bagian yang menipu sebelum peserta menarik kesimpulan.
- 10
Membaca kelompok pengguna dan ukuran sampel
Sesi 8Yang dibahas. Memisahkan pengguna menurut waktu bergabung, membandingkan antarkelompok, dan menakar kapan jumlahnya terlalu kecil.
Jebakan umum. Kenaikan dari 2 pengguna menjadi 4 dibaca sebagai lonjakan besar, padahal ia goyangan biasa yang berumur sepekan.
Cara tutor. Peserta berlatih menyebut jumlah pengamatan setiap kali menyebut persentase, sampai kebiasaan itu melekat.
- 11
Menyusun peta jalan yang menyatakan penundaan
Sesi 9Yang dibahas. Menyusun rencana tiga bulan dengan kolom terpisah berisi pekerjaan yang sengaja ditunda berikut alasan singkatnya.
Jebakan umum. Rencana berubah menjadi daftar keinginan semua orang, dan tim baru menyadarinya di akhir kuartal.
Cara tutor. Tutor memerankan dua pemangku kepentingan yang keberatan, dan peserta berlatih mempertahankan urutannya.
- 12
Menulis dokumen persyaratan dan kriteria penerimaan
Sesi 10Yang dibahas. Masalah, pengguna, cerita pengguna, kriteria penerimaan yang bisa dicentang, dan hal yang sengaja di luar cakupan.
Jebakan umum. Kriteria ditulis dengan kalimat yang menuntut tafsiran, misalnya halaman terasa cepat atau tampilan terlihat rapi.
Cara tutor. Dokumen dibaca tutor dengan berpura-pura tidak pernah mendengar penjelasan lisan penulisnya, lalu dikomentari baris demi baris.
Cakupan program
Yang Anda Dapat Selama Kelas Berjalan
- Sesi satu tutor satu peserta · Durasi 60 atau 90 menit sesuai kedalaman bahasan hari itu, di rumahmu, di co-learning space Edubia, atau lewat sesi online.
- Urutan materi yang disusun sesuai titik awalmu · Susunan bahasan berbeda antara peserta yang sudah bekerja di tim produk dan peserta yang sedang berpindah dari bidang lain.
- Tugas antar-sesi yang memakai produk nyata · Tugasnya kecil dan berkelanjutan, dan hasilnya menumpuk menjadi bahan studi kasus tanpa pekerjaan tambahan di akhir program.
- Umpan balik tertulis atas tiap dokumen · Catatan diberikan baris demi baris, termasuk usulan kalimat pengganti untuk kriteria penerimaan yang masih menuntut tafsiran.
- Latihan wawancara pengguna terekam · Tutor berperan sebagai pengguna, rekaman diputar ulang, dan pertanyaan yang menyetir jawaban ditandai bersama.
- Pembacaan data produk berdampingan · Retensi, konversi, corong, dan kelompok pengguna dibaca dari data sungguhan, termasuk cara menakar cukup tidaknya jumlah pengamatan.
- Perundingan yang diperankan · Tutor memerankan pengembang, perancang, dan pemangku kepentingan yang keberatan, supaya kamu berlatih di ruang yang aman.
- Simulasi wawancara kerja berulang · Tiga bentuk soal dilatih berselang: studi kasus produk, tebak angka, dan prioritas, lengkap dengan pengaturan waktu bicara.
- Satu studi kasus portofolio yang selesai · Empat bagian tersusun dan siap dibaca perekrut, ditulis dari pekerjaan nyata yang kamu kerjakan sepanjang program.
- Hak mengganti tutor tanpa biaya tambahan · Permintaan ganti diproses bila gaya kerjanya kurang menyambung, dan catatan kemajuanmu diteruskan ke tutor penggantinya.
Kelas Manajemen Produk untuk Pekerja Surabaya
Manajemen produk adalah pekerjaan memutuskan apa yang dibangun dan menjelaskan mengapa. Sebuah tim selalu punya waktu terbatas, orang terbatas, dan daftar permintaan yang jauh lebih panjang daripada keduanya. Manajer produk yang bekerja rapi menyusun urutan: mana yang dikerjakan bulan ini, mana yang ditunda, dan alasan keduanya sanggup dipertanggungjawabkan di depan tim maupun di depan pemberi anggaran.
Permintaan atas peran ini di Surabaya datang dari arah yang beragam. Ada perusahaan rintisan yang aplikasinya baru berumur setahun di sekitar Gubeng, ada tim internal di kawasan industri Rungkut yang membangun sistem untuk dipakai karyawannya sendiri, ada pula usaha keluarga di Sawahan yang memindahkan katalog dagangnya ke layar ponsel pelanggan. Ketiganya memerlukan orang yang sanggup mengurutkan pekerjaan lalu menakar dampaknya.
Kelas ini menemani orang yang sedang mempelajari peran tersebut, satu tutor satu peserta, di rumah atau lewat sesi online. Materinya berjalan di atas produk yang benar-benar kamu pegang. Peserta yang belum memegang produk apa pun memakai produk publik yang dipakai sehari-hari sebagai bahan latihan, dan itu sudah cukup untuk melatih seluruh keputusan yang dibahas di sini.
Lowongan di Indonesia sering memakai empat nama jabatan untuk pekerjaan yang isinya berbeda jauh. Melamar tanpa memisahkan keempatnya membuat orang menyiapkan cerita yang salah saat wawancara. Sesi kedua program ini membedah perbedaannya memakai teks lowongan sungguhan yang kamu bawa sendiri.
Ringkasnya
Sesi Pembeda Tiga Jabatan Produk di Lowongan Indonesia
Manajer produk
Memutuskan masalah mana yang layak dikerjakan dan mengapa. Ia berbicara ke pengguna, membaca angka, menyusun peta jalan, lalu mempertahankan urutan itu di depan orang yang menginginkan urutan lain.
Pemilik produk
Menjaga daftar pekerjaan tim tetap jernih dari pekan ke pekan: memecah kebutuhan jadi butir yang siap dikerjakan, menulis kriteria penerimaan, dan menerima atau menolak hasil kerja.
Manajer proyek
Menjaga waktu, biaya, dan cakupan sebuah pengerjaan tetap terkendali. Pertanyaan utamanya kapan selesai dan siapa mengerjakan apa, sementara isi keputusan produk berada di tangan orang lain.
Analis bisnis
Menerjemahkan proses kerja menjadi kebutuhan sistem yang jelas. Ia banyak berurusan dengan aturan bisnis, alur dokumen, dan kesepakatan antarbagian di perusahaan yang prosesnya sudah mapan.
Sesi Awal Dimulai dari Masalah Pengguna
Hampir semua kegagalan produk berakar di satu tempat yang sama: tim membangun sesuatu yang rapi untuk masalah yang tidak cukup mengganggu siapa pun. Fiturnya jalan, tampilannya bagus, tenggatnya terkejar, dan pemakainya sedikit. Kalau kamu pernah melihat produk semacam itu di kantor sendiri, kamu sudah melihat bentuk kegagalan yang dibahas sepanjang program ini.
Soalnya begini: solusi jauh lebih menyenangkan untuk dipikirkan daripada masalah. Solusi punya bentuk, bisa digambar, bisa dipamerkan. Masalah terasa kabur dan membosankan, jadi orang cenderung melompatinya. Sesi pertama menutup pintu itu selama satu jam penuh. Kamu dilarang menyebut solusi apa pun, dan waktu itu dipakai menulis ulang pernyataan masalah sampai kalimatnya menyebut siapa yang terganggu, seberapa sering, dan apa akibatnya bila dibiarkan.
Pernyataan masalah yang jernih punya sifat yang menyenangkan: ia menyaring solusi dengan sendirinya. Sebagian ide gugur karena tidak menyentuh orang yang disebut di dalam kalimat itu, dan sebagian lagi tiba-tiba terlihat jauh lebih murah dikerjakan daripada yang kamu kira.
Kelas Riset Angka dan Riset Percakapan
Riset kuantitatif dan riset kualitatif menjawab pertanyaan yang berlainan, dan itulah sebabnya keduanya duduk berdampingan sepanjang program ini. Angka memberitahu berapa banyak, seberapa sering, dan di titik mana orang berhenti. Percakapan memberitahu mengapa orang berhenti di titik itu, dan alasan yang muncul sering tidak terduga oleh tim yang membangunnya.
Kesalahan yang rutin terjadi adalah memakai alat yang salah untuk pertanyaannya. Survei disebar untuk mencari sebab, padahal survei hanya sanggup mengumpulkan jawaban atas pertanyaan yang sudah kamu pikirkan lebih dulu. Sebaliknya, tiga wawancara dipakai untuk memperkirakan berapa persen pengguna terdampak, padahal tiga orang tidak pernah cukup untuk angka persentase.
Di kelas, kamu berlatih memilih alat sebelum mengumpulkan apa pun. Pertanyaan ditulis dulu, baru alatnya dipilih, dan tutor menahan langkah setiap kali urutannya terbalik. Kebiasaan kecil ini menghemat pekan-pekan kerja di kantor, sebab data yang dikumpulkan dengan alat yang salah tetap tidak menjawab apa pun setelah diolah serapi apa pun.
Menguji Hipotesis dengan Biaya Kecil Lebih Dulu
Hipotesis produk yang baik menyebut tiga hal sekaligus: siapa yang dituju, perubahan perilaku apa yang diharapkan, dan angka mana yang bergerak kalau dugaannya benar. Kalimat sebesar itu terasa kaku pada awalnya, dan justru kekakuan itu yang membuatnya bisa dinyatakan salah. Dugaan yang tidak bisa dinyatakan salah tidak akan pernah selesai diperdebatkan di ruang rapat.
Sesudah hipotesisnya berdiri, pertanyaan berikutnya soal biaya. Ada urutan uji yang menaik: bertanya ke lima pengguna, membuat halaman pendaratan, menggambar purwarupa kertas, menjalankan layanan itu secara manual di belakang layar, baru membangun fiturnya. Tim yang terburu-buru melompat langsung ke anak terakhir, lalu membayar tiga bulan pengembangan untuk mempelajari sesuatu yang sebenarnya bisa diketahui dalam dua hari.
Peserta berlatih menyusun urutan itu untuk dugaannya sendiri, lengkap dengan perkiraan waktu tiap langkah. Latihan ini sering mengubah rencana peserta di sesi yang sama, dan perubahan itu memang tujuannya.
Kelas Metrik: Sasaran Terukur dan Angka yang Hampa
Sasaran yang bisa diukur menyebut angka, arah, dan tenggat. Sasaran yang berbunyi meningkatkan pengalaman pengguna terdengar mulia dan tidak pernah bisa dinilai tercapai atau tidak. Di kelas, tiap sasaran yang kamu tulis diuji dengan satu pertanyaan sederhana: kalau bulan depan angkanya begini, apakah kita sepakat ini berhasil?
Bagian yang lebih halus adalah memilih metrik yang benar-benar berarti. Metrik hampa punya ciri khas: ia selalu naik, ia tidak pernah membuat siapa pun mengubah keputusan, dan ia enak dipamerkan. Jumlah unduhan, jumlah tayangan halaman, dan jumlah pendaftar termasuk keluarga ini kalau berdiri sendirian tanpa pasangan yang menunjukkan apakah orangnya kembali.
Uji pembeda yang dipakai sepanjang program berbunyi begini: bila angka ini turun setengah, apa yang akan kita hentikan atau ubah? Metrik yang tidak menghasilkan jawaban atas pertanyaan itu dipindahkan ke lampiran laporan, dan tempat utamanya diberikan kepada angka yang memang menggerakkan keputusan.
Membaca data produk itu keterampilan tersendiri, dan ia dilatih dengan cara yang sama seperti membaca laporan keuangan: berulang, memakai data sungguhan, dengan seseorang di sebelahmu yang menunjuk bagian yang menipu. Lima kelompok berikut dibedah bergantian sepanjang program.
Lebih dekat
Lima Kelompok Angka yang Dibaca Bersama Tutor
Retensi
Berapa banyak pengguna yang kembali sesudah hari pertama, pekan pertama, dan bulan pertama. Kurva retensi yang mendatar di angka rendah memberi kabar yang jarang bisa ditutup oleh perolehan pengguna baru.
Konversi
Berapa bagian orang yang menyelesaikan satu langkah yang kamu inginkan. Angka ini nyaris tidak berarti apa-apa tanpa menyebut dari populasi mana ia dihitung.
Corong
Urutan langkah yang dilewati pengguna, berikut tempat mereka berguguran. Kebocoran biasanya menumpuk di satu langkah, dan menemukannya lebih murah daripada memperbaiki semua langkah sekaligus.
Kelompok pengguna
Pengguna dipisah menurut waktu bergabung, lalu dibandingkan antarkelompok. Cara ini memisahkan perbaikan produk yang sungguhan dari pergeseran yang cuma disebabkan komposisi pengguna baru.
Ukuran sampel
Angka kecil bergoyang keras. Kenaikan konversi dari 2 pengguna menjadi 4 terbaca sebagai lonjakan seratus persen, dan ia sering hanya kebetulan yang berumur satu pekan.
Sesi Peta Jalan dan Daftar Pekerjaan yang Ditunda
Peta jalan produk yang berguna menyatakan pilihan. Ia menyebut apa yang dikerjakan pada satu rentang waktu, dan ia menyebut dengan sama jelasnya apa yang tidak dikerjakan pada rentang itu. Bagian kedua inilah yang biasanya hilang, padahal justru bagian itu yang membuat sebuah peta jalan berarti bagi tim.
Peta jalan tanpa penundaan yang tertulis berubah jadi daftar keinginan semua orang. Semua permintaan tampak masuk, tidak ada yang pernah ditolak secara terbuka, dan tim menemukan sendiri kenyataannya di akhir kuartal saat separuh daftar terbengkalai. Kekecewaan yang muncul di titik itu jauh lebih besar daripada kekecewaan yang muncul saat penolakan disampaikan di awal.
Di sesi ini kamu menyusun peta jalan tiga bulan untuk produk yang kamu pegang, dengan satu kolom tambahan yang berisi pekerjaan yang sengaja ditunda berikut alasan singkatnya. Tutor lalu memerankan dua pemangku kepentingan yang keberatan, dan kamu berlatih mempertahankan urutan itu tanpa berjanji menambah kolom pertama.
Latihan Menulis Dokumen Persyaratan Bersama Mentor
Dokumen persyaratan produk diukur dengan satu uji yang keras: apakah orang lain bisa memakainya tanpa bertanya kepadamu. Dokumen yang cuma bisa dipahami penulisnya sendiri gagal di uji itu, betapapun panjangnya. Karena itu tiap dokumen yang kamu tulis di program ini dibaca ulang oleh tutor dengan berpura-pura tidak pernah mendengar penjelasan lisanmu.
Isinya dibedah bagian demi bagian: masalah yang dituju, siapa penggunanya, cerita pengguna yang menyebut situasi nyata, kriteria penerimaan yang bisa dicentang tanpa perdebatan, dan hal-hal yang secara sengaja berada di luar cakupan. Bagian terakhir sering diremehkan, dan ia yang menyelamatkan tim dari pekerjaan tambahan yang menyelinap masuk di pekan ketiga.
Kriteria penerimaan mendapat porsi latihan yang panjang. Kalimat seperti halaman terasa cepat diganti dengan kalimat yang bisa diuji seseorang tanpa menafsirkan apa pun. Perbedaan antara dua bentuk kalimat itu terlihat kecil di layar, dan ia menentukan berapa kali sebuah pekerjaan bolak-balik antara pengembang dan penguji.
Kelas Kerja Sama dengan Perancang dan Pengembang
Manajer produk hampir tidak pernah menjadi atasan orang-orang yang mengerjakan produknya. Ia meminta, menjelaskan, dan meyakinkan tanpa kewenangan memerintah. Kenyataan itu mengejutkan banyak orang yang berpindah dari peran manajerial, dan ia justru menjadi keterampilan yang membedakan orang yang bertahan lama di peran ini.
Bentuk kerjanya sederhana kalau dipegang teguh: kamu membawa masalah dan batasan, perancang membawa bentuk, pengembang membawa cara membangun dan biayanya. Manajer produk yang datang membawa gambar layar yang sudah jadi memotong dua sumbangan itu sekaligus, dan biasanya menerima kembali hasil yang lebih miskin daripada kalau ia diam.
Latihannya berbentuk perundingan kecil. Kamu menyampaikan satu kebutuhan kepada tutor yang berperan sebagai pengembang, lalu menerima jawaban bahwa pekerjaannya menuntut waktu tiga kali lipat dari perkiraanmu. Yang dilatih adalah cara mencari pilihan tengah tanpa menekan, sebab tekanan hari ini dibayar dengan perkiraan waktu yang digelembungkan pada permintaan berikutnya.
Sesi Pengujian A/B dan Batas Pemakaiannya
Pengujian A/B menjawab satu jenis pertanyaan dengan baik: di antara dua bentuk yang mirip, mana yang menghasilkan perilaku lebih banyak. Untuk pertanyaan itu ia alat yang jujur, sebab pembagian pengguna secara acak menyingkirkan banyak dugaan yang biasanya menyelinap ke dalam kesimpulan.
Batasnya perlu diketahui sejelas kegunaannya. Uji semacam ini menuntut jumlah pengguna yang cukup besar untuk membedakan perubahan sungguhan dari goyangan biasa. Produk dengan seratus pengguna aktif nyaris tidak pernah sampai ke jumlah itu dalam waktu yang masuk akal, dan memaksakannya menghasilkan angka yang meyakinkan sekaligus keliru. Ia juga kurang tepat untuk perubahan besar yang mengubah seluruh alur, sebab yang dibandingkan bukan lagi dua bentuk yang sebanding.
Di kelas, kamu berlatih memutuskan lebih dulu apakah pertanyaanmu layak diuji dengan cara ini. Kalau tidak layak, ada jalan lain yang dibahas di sesi yang sama: peluncuran bertahap, wawancara sesudah pemakaian, dan pengamatan langsung terhadap lima pengguna pertama.
Kelas Peluncuran Bertahap dan Rencana Bila Gagal
Peluncuran bertahap berarti membuka fitur ke sebagian kecil pengguna lebih dulu, mengamati beberapa angka yang sudah disepakati, lalu melebarkan cakupan kalau angkanya sehat. Cara ini menahan kerusakan tetap kecil ketika ada yang meleset, dan hampir selalu ada yang meleset pada peluncuran pertama.
Bagian yang sering terlewat adalah menyiapkan rencana bila gagal sebelum tombolnya ditekan. Rencana itu berisi hal-hal yang membosankan dan menenangkan: angka apa yang menandakan keadaan memburuk, siapa yang berwenang menghentikan, berapa lama waktu pengamatan, dan bagaimana mengembalikan keadaan seperti semula. Menuliskannya saat suasana masih tenang jauh lebih mudah daripada menyusunnya pada malam hari ketika keluhan mulai masuk.
Peserta menyusun rencana semacam itu untuk satu fitur nyata, dan tutor menguji rencananya dengan skenario yang tidak menyenangkan. Latihan ini juga melatih ketenangan, sebab peluncuran yang ditarik kembali dengan tertib terbaca sebagai kerja profesional oleh tim maupun oleh pemangku kepentingan.
Sesi Menyampaikan Kabar Buruk kepada Pemangku Kepentingan
Setiap orang yang bekerja di produk akan menyampaikan kabar buruk berkali-kali: tenggat yang meleset, fitur yang dibatalkan, hasil uji yang menolak dugaan bersama. Cara menyampaikannya menentukan apakah kepercayaan terhadapmu naik atau turun sesudah kabar itu diterima.
Bentuk yang dilatih di sesi ini berurutan: sampaikan kabarnya di awal tanpa pembukaan yang berputar, sebutkan akibatnya dengan angka, jelaskan apa yang sudah dilakukan, lalu tawarkan dua pilihan langkah berikutnya beserta konsekuensinya masing-masing. Orang yang menerima kabar buruk hampir selalu ingin tahu satu hal yang sama, yaitu apa yang terjadi sekarang.
Yang juga dilatih adalah waktu penyampaian. Kabar yang ditahan sampai rapat bulanan berubah menjadi dua masalah, dan masalah kedua selalu lebih mahal daripada yang pertama. Tutor memerankan atasan yang menuntut kepastian tanggal, dan kamu berlatih menjawab dengan rentang yang jujur berikut alasan mengapa rentangnya belum bisa menyempit.
Selengkapnya
Paket Portofolio Studi Kasus bagi Peserta yang Berpindah Bidang
Orang yang berpindah dari bidang lain menghadapi satu keadaan yang sama: pengalaman kerjanya nyata, dan bentuknya belum terbaca sebagai pengalaman produk oleh yang membaca. Satu studi kasus yang ditulis rapi menjawab keadaan itu lebih baik daripada daftar pelatihan yang pernah diikuti. Empat bagian di bawah disusun bertahap sepanjang program.
Masalah dan cara kamu menemukannya
Bagian pembuka menyebut siapa yang terganggu dan dari mana kamu tahu. Sumbernya boleh kecil, misalnya enam wawancara, asalkan cara pengumpulannya ditulis apa adanya.
Keputusan yang kamu ambil berikut yang kamu tolak
Pembaca profesional lebih tertarik pada pilihan yang kamu buang daripada pada fitur yang jadi. Bagian ini memperlihatkan cara berpikirmu, dan itulah yang sedang mereka nilai.
Angka sebelum dan sesudah
Ditulis lengkap dengan ukuran sampel dan rentang waktunya. Angka kecil yang jujur lebih kuat daripada persentase besar yang menyembunyikan bahwa penggunanya baru dua belas orang.
Pelajaran dan apa yang akan kamu ubah
Bagian penutup menyebut satu hal yang meleset berikut perbaikannya. Kejujuran di bagian ini yang membuat sebuah studi kasus terbaca sebagai pengalaman sungguhan.
Kelas Simulasi Wawancara Kerja Bidang Produk
Wawancara kerja bidang produk punya bentuk yang khas, dan bentuk itu bisa dikenali jauh hari. Yang diuji bukan hafalan istilah. Pewawancara ingin mendengar cara kamu menyusun pikiran saat pertanyaannya kabur, cara kamu memilih di antara dua pilihan yang sama-sama masuk akal, dan cara kamu mengakui hal yang belum kamu ketahui.
Karena itu latihannya berbentuk simulasi. Pembahasan teori berjalan seperlunya di sela-selanya. Kamu menerima pertanyaan tanpa persiapan, berpikir keras di depan tutor, lalu mendengar rekamannya kembali bersama catatan di titik mana penjelasanmu melompat. Peserta biasanya terkejut pada putaran pertama, dan perbaikannya terasa cepat sesudah putaran ketiga.
Simulasi juga melatih hal yang jarang dibahas, yaitu mengatur waktu bicara. Jawaban yang bagus dan berdurasi dua belas menit tetap gagal, sebab pewawancara punya daftar pertanyaan yang harus selesai. Kamu berlatih menutup jawaban di menit keempat dengan ringkasan pilihan yang kamu ambil.
Tiga bentuk berikut muncul berulang di proses seleksi bidang produk, dan ketiganya menguji hal yang berbeda. Latihannya dijadwalkan berselang supaya kamu terbiasa berpindah bentuk dalam satu sesi wawancara yang sama.
Inti bahasan
Tiga Bentuk Soal yang Dilatih di Kelas Simulasi
Studi kasus produk
Kamu diminta memperbaiki atau merancang sesuatu untuk pengguna tertentu. Yang dinilai adalah urutan berpikirmu: memperjelas pertanyaan, memilih pengguna, menyebut masalah, baru menawarkan solusi berikut ukurannya.
Tebak angka
Pertanyaan seperti memperkirakan jumlah pemakai kereta komuter Surabaya pada hari kerja. Angka penutupnya jarang dinilai. Yang dinilai adalah cara kamu memecah perhitungan dan menyebutkan asumsi yang kamu pakai.
Prioritas
Kamu menerima empat permintaan dan waktu yang cuma cukup untuk satu. Pewawancara menunggu dasar penilaianmu, dan menunggu apakah kamu berani menyatakan yang tiga lainnya ditunda.
Biaya Les Manajemen Produk dan Cara Menghitungnya
Biaya kelas ini mulai Rp202.500 per sesi 60 menit, memakai tarif peserta dewasa untuk wilayah Surabaya. Sesi 90 menit dipatok Rp283.500, dan durasi panjang itu dipakai ketika satu studi kasus dibedah utuh dari pernyataan masalah, wawancara, angka, sampai keputusan penutupnya. Memotongnya jadi dua pertemuan pendek membuat alur berpikirnya terputus di tengah.
Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi. Tambahan itu berdiri sendiri di luar tarif kelas, dan sesi di rumahmu sendiri tidak memakainya. Sebagian peserta yang tinggal di Tenggilis Mejoyo dan Wonocolo memilih ruang belajar bersama karena rumahnya ramai pada jam malam, sementara peserta lain memilih sesi online untuk memangkas waktu perjalanan.
Ritme yang lazim dipilih peserta yang bekerja penuh waktu adalah dua sesi tiap pekan. Ritme itu memberi jeda beberapa hari untuk mengerjakan tugas antar-sesi, dan tugas itulah yang pelan-pelan menjadi isi studi kasus portofoliomu.
Jadwal Sesi dan Jangkauan Tutor di Surabaya
Tutor Edubia menempuh sesi di rumah untuk seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya. Permintaan yang rutin masuk untuk program ini datang dari Gubeng, Tegalsari, Sukolilo, Rungkut, Mulyorejo, dan Wonocolo, ditambah Waru serta Gedangan di Sidoarjo. Peserta di Lakarsantri dan Pakal yang jarak tempuhnya panjang biasanya memilih sesi online, dan isinya sama persis.
Sebagian besar peserta program ini bekerja, jadi jadwalnya bergeser ke malam hari dan akhir pekan. Slot pukul 19.30 dan 20.00 lebih dulu penuh. Peserta yang jam kerjanya bergilir bisa menyepakati jadwal yang berubah tiap pekan, dengan konfirmasi selambatnya dua hari sebelum sesi supaya tutor sempat mengatur perjalanannya.
Dekatnya kampus teknik dan bisnis di kota ini membuat banyak peserta datang dengan latar yang sudah bersinggungan: lulusan ITS di Sukolilo, Universitas Airlangga di Mulyorejo, UPN Veteran Jawa Timur di Gunung Anyar, dan Universitas Kristen Petra di Wonocolo. Kelas ini tetap dimulai dari titik yang kamu pegang sekarang, tanpa mensyaratkan latar tertentu.
Yang Dijual Kelas Ini dan Yang Tidak Dijanjikan
Bagian ini ditulis supaya harapannya jernih sejak awal. Edubia menjual pendampingan belajar, dan cakupannya berhenti di situ. Kelas ini tidak menyalurkan kerja, tidak mengurus lamaran, tidak menghubungkanmu ke perusahaan tertentu, dan tidak menjanjikan kenaikan jabatan di tempat kerjamu sekarang. Siapa pun yang menjanjikan hal-hal itu sedang menjual sesuatu yang berada di luar kuasanya.
Perpindahan karier ke bidang produk menuntut waktu dan bukti kerja. Orang yang berpindah biasanya menghabiskan beberapa bulan untuk menyusun satu studi kasus yang layak dibaca, lalu beberapa bulan lagi melamar dan mengikuti seleksi berlapis. Keputusan penerimaan berada di tangan perusahaan, dan ia dipengaruhi banyak hal yang berada di luar jangkauan sebuah kelas privat.
Yang bisa kami kerjakan bersamamu jelas bentuknya: melatih cara berpikir produk lewat kasus nyata, memperbaiki tulisanmu sampai bisa dipakai orang lain, menemani penyusunan satu studi kasus, dan mengulang simulasi wawancara sampai jawabanmu tertata. Sisanya pekerjaan yang kamu tempuh sendiri, dan kami lebih memilih menyampaikannya di halaman ini daripada di sesi keenam.
Penggantian Tutor dan Cara Mendaftar Kelas Pertama
Kecocokan gaya kerja itu nyata pengaruhnya di kelas satu lawan satu, terutama untuk materi yang banyak berisi perdebatan seperti prioritas dan peta jalan. Kalau sesudah dua atau tiga pertemuan kamu merasa cara kerjanya kurang menyambung, permintaan ganti tutor diproses tanpa biaya tambahan, dan catatan kemajuanmu diteruskan supaya tutor penggantinya tidak memulai dari nol.
Pendaftaran dimulai dengan percakapan singkat untuk memetakan titik awalmu: bidang pekerjaan sekarang, produk yang akan dipakai sebagai bahan latihan, dan sasaran yang ingin kamu capai dalam tiga bulan ke depan. Dari percakapan itu tersusun urutan materi yang berbeda antara peserta yang sudah bekerja di tim produk dan peserta yang berpindah dari bidang lain.
Sesudah urutannya disepakati, jadwal pertemuan pertama ditetapkan bersama tutor, lalu tugas pra-sesi dikirim pada hari penetapan itu juga. Tugas pertamanya ringan, yaitu mencatat tiga keluhan pengguna yang kamu dengar dalam sepekan terakhir, dan catatan itu langsung dipakai sebagai bahan di pertemuan pembuka.
Wawancara pengguna terlihat mudah sampai rekamannya diputar ulang. Kebanyakan pewawancara pemula menghabiskan separuh waktunya menjelaskan idenya sendiri, lalu mencatat anggukan sopan sebagai bukti. Enam langkah di bawah dilatih berulang, dengan tutor berperan sebagai pengguna supaya kamu bisa salah tanpa merusak hubungan dengan pengguna sungguhan.
Detail
Alur Sesi Wawancara Pengguna yang Tidak Menyetir Jawaban
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
1Tutup ide sendiri selama sepuluh menit pertama
Pengguna yang sudah mendengar idemu akan menanggapi ide itu, dan ceritanya sendiri berhenti di situ. Sepuluh menit awal dipakai memahami pekerjaan serta kebiasaannya lebih dulu.
-
2Tanyakan kejadian terakhir yang benar-benar dialami
Pertanyaan tentang kebiasaan memancing jawaban ideal. Pertanyaan tentang kejadian terakhir memancing ingatan yang konkret berikut kekacauannya.
-
3Kejar cerita sampai ke rinciannya
Setiap jawaban pendek dilanjutkan dengan permintaan cerita: apa yang terjadi sebelumnya, apa yang dicoba, berapa lama, dan apa yang akhirnya dipakai.
-
4Tandai pertanyaan yang menyetir jawaban
Pertanyaan yang sudah mengandung jawabannya dicoret saat sesi ditinjau. Latihan ini membuat telinga peserta terbiasa mengenali bentuknya di tengah pembicaraan.
-
5Pisahkan yang dikatakan dari yang dilakukan
Tiap kutipan dipasangkan dengan satu jejak pemakaian nyata. Kutipan tanpa pasangan disimpan sebagai dugaan, dan diberi tanda supaya tidak beredar sebagai temuan.
-
6Tulis temuan sebelum ingatanmu menghaluskannya
Catatan ditulis pada hari yang sama, memakai kata-kata pengguna sendiri. Ingatan yang menginap semalam cenderung berubah menjadi versi yang lebih mendukung idemu.
Memprioritaskan itu pekerjaan menolak dengan sopan sambil tetap dipercaya. Kerangka yang rumit jarang bertahan di rapat sungguhan, jadi program ini memakai kerangka sederhana yang bisa kamu jelaskan dalam satu menit kepada orang yang idenya baru saja ditunda.
Catatan penting
Urutan Sesi Prioritas dan Cara Menyampaikan Penolakan
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Kumpulkan permintaan dalam satu daftar terbuka
Permintaan yang tersebar di pesan pribadi tidak pernah bisa dibandingkan. Satu daftar yang bisa dilihat semua orang sudah menyelesaikan separuh perdebatan sebelum rapat dimulai.
-
Nilai dampak dan biaya dengan skala kasar
Tiga tingkat sudah cukup. Skala yang terlalu halus menciptakan perdebatan tentang angka penilaian, dan perdebatan itu mengalihkan tim dari isi permintaannya.
-
Tulis alasan pemeringkatan di sebelah angkanya
Satu kalimat alasan per baris. Angka tanpa alasan terbaca sebagai selera pribadi, dan orang yang idenya berada di bawah berhak tahu dasar penilaiannya.
-
Sampaikan penundaan secara langsung ke pengusulnya
Kabar penundaan disampaikan sebelum ia beredar lewat orang lain. Menyampaikannya sendiri terasa berat sekali di awal, dan ia menjaga hubungan kerja jauh lebih baik.
-
Tawarkan syarat yang membuat idenya naik
Penolakan yang menyebut syarat memberi jalan ke depan: data apa yang perlu ada, atau perubahan keadaan seperti apa yang membuat permintaan itu masuk peta jalan berikutnya.
Program Terkait
Masih menimbang manajemen produk? Bandingkan dengan program berikut
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan peserta les manajemen produk di Surabaya?
Ambil Langkahnya
Tanyakan biaya dan jadwal les manajemen produk lebih dulu
Tutor manajemen produk bisa diganti kalau belum cocok. Konsultasinya gratis, keputusannya tetap di tangan Anda.