Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat

Les Perkusi di Surabaya

Les perkusi Surabaya dari Edubia melatih tabuhan tangan pada cajon, djembe, conga, bongo, dan darbuka. Sesi privat satu tutor satu peserta di rumah Anda atau daring, mulai Rp97.300 per sesi, dimulai dari tiga bunyi dasar: bass, open tone, dan slap.

Les Perkusi di Surabaya

Perkusi privat di Surabaya: ringkasnya

Les perkusi Surabaya dari Edubia melatih tabuhan tangan pada cajon, djembe, conga, bongo, dan darbuka. Sesi privat satu tutor satu peserta di rumah Anda atau daring, mulai Rp97.300 per sesi, dimulai dari tiga bunyi dasar: bass, open tone, dan slap.

Konsultasi dan Daftar

Rincian Layanan

Alat yang dipelajari
Cajon atau kahon, djembe, conga, bongo, darbuka, tamborin, shaker, ditambah alat pukul melodis sederhana
Peserta
Anak sejak usia tujuh tahun, remaja, serta orang dewasa yang baru pertama memegang alat pukul
Format sesi
Satu tutor mendampingi satu peserta, di rumah peserta atau lewat sesi daring
Durasi
60 menit untuk anak, 90 menit untuk peserta yang sekalian ingin memainkan lagu utuh
Biaya
Mulai Rp97.300 per sesi di rumah peserta. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi
Wilayah layanan
Seluruh kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo di barat sampai Gunung Anyar di timur, ditambah wilayah Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Taman
Penggantian tutor
Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan bila cara mengajarnya kurang cocok dengan peserta
Permintaan jadwal
Tim Edubia menerima permintaan jadwal setiap hari sejak pukul tujuh pagi hingga pukul sembilan malam
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor lolos kurasi
1-on-1 privat sepenuhnya
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor tanpa biaya tambahan
Assessment dipetakan di awal

Yang Didapat Peserta

Isi Setiap Sesi Les Perkusi Edubia

  • Sesi privat satu tutor satu peserta Tutor mengoreksi posisi tangan pada saat kesalahan terjadi, koreksi yang mustahil diberikan kepada satu ruangan penuh murid sekaligus.
  • Pemeriksaan postur di tiap awal sesi Tinggi alat, sudut pergelangan, dan posisi bahu diperiksa ulang sebelum materi dimulai, terutama pada bulan pertama saat kebiasaan baru sedang terbentuk.
  • Catatan pola dalam bentuk tabulasi Setiap pola yang dipelajari dicatat dengan huruf B, T, S, dan titik, sehingga peserta bisa membaca ulang latihannya kapan saja lewat ponsel.
  • Latihan harian sepuluh sampai lima belas menit Tutor menyusun latihan pendek yang realistis untuk dikerjakan di sela kegiatan sekolah maupun jam kerja, dan memeriksanya di pertemuan berikutnya.
  • Pemakaian metronom yang dikurangi bertahap Kepadatan klik diturunkan sepanjang program supaya peserta membangun tempo sendiri dan tetap stabil ketika bermain tanpa alat bantu.
  • Perkenalan beberapa jenis alat pukul Peserta mencoba cajon, djembe, dan darbuka bergantian sebelum memutuskan alat mana yang akan ia dalami untuk latihan harian di rumah.
  • Panduan merawat alat berkulit di udara lembap Cara melap keringat, menyimpan alat, memeriksa ketegangan tali maupun baut, serta memilih jenis kulit yang tahan dibawa ke acara luar ruang.
  • Persiapan tampil di depan orang lain Hitungan masuk, cara menjaga tempo saat kelompok mempercepat lagu, dan isyarat menutup lagu bersama dilatih menjelang acara yang akan diikuti peserta.

Susunan Materi

Yang Dilatih di Setiap Tahap Belajar Perkusi

Urutan berikut disusun dari cara tangan belajar, dari gerak sederhana menuju pola yang menuntut kemandirian dua tangan. Tutor menyesuaikan kecepatannya dengan peserta, dan angka pertemuan di tiap tag adalah perkiraan lazim yang boleh bergeser.

  1. 1

    Tiga Bunyi Dasar Tangan

    Pertemuan 1 sampai 3

    Yang dibahas. Bass di tengah kulit, open tone di tepi dengan pangkal jari, dan slap dengan jari yang lemas. Peserta berlatih membedakan ketiganya dengan mata terpejam sebelum menyusunnya jadi pola.

    Jebakan umum. Telapak yang menempel di kulit sesudah memukul meredam getaran, sehingga open tone berubah jadi tepukan tumpul. Peserta biasanya tidak menyadarinya karena di kepalanya bunyi itu sudah benar.

    Cara tutor. Tutor meminta peserta memukul lalu segera mengangkat tangan setinggi sepuluh sentimeter, dilatih lambat sampai gerak memantul menjadi refleks yang tak perlu dipikirkan lagi.

  2. 2

    Postur Duduk dan Tinggi Alat

    Pertemuan 1 dan pemeriksaan berkala

    Yang dibahas. Pemilihan bangku, jarak alat ke badan, sudut pergelangan yang aman, pemanasan singkat, serta tanda tubuh yang menyuruh berhenti.

    Jebakan umum. Peserta dewasa cenderung menganggap postur sebagai formalitas dan langsung mengejar pola. Nyeri pergelangan biasanya baru muncul di pekan keempat, saat kebiasaan salah sudah tertanam.

    Cara tutor. Posisi diperiksa ulang di lima menit pertama setiap sesi selama bulan pertama, dan tutor memotret posisi duduk peserta sebagai pembanding bila keluarganya menghendaki.

  3. 3

    Ketukan dan Subdivisi

    Pertemuan 2 sampai 5

    Yang dibahas. Ketukan dasar, delapanan, enam belasan, dan triplet, seluruhnya diucapkan lebih dulu lalu ditepuk sebelum dipindah ke alat.

    Jebakan umum. Peserta bisa memainkan enam belasan dengan benar sambil salah menghitung letak ketukan pertama. Kesalahan ini tak terlihat sampai ia bermain bersama orang lain dan pola terasa bergeser.

    Cara tutor. Tutor menyuruh peserta mengucapkan hitungan dengan lantang sambil bermain. Mulut lebih sulit berbohong daripada tangan, jadi kesalahan letak ketukan langsung terdengar dan langsung diperbaiki.

  4. 4

    Koordinasi Tangan Kanan dan Kiri

    Pertemuan 4 sampai 8

    Yang dibahas. Pukulan bergantian, pukulan ganda, pola bergandeng, dan latihan memimpin frasa dengan tangan yang lemah.

    Jebakan umum. Selisih volume antara kedua tangan tersamar pada tempo lambat dan muncul begitu tempo naik. Peserta menyimpulkan dirinya belum bisa memainkan pola, padahal masalahnya ada pada keseimbangan tangan.

    Cara tutor. Pola dilatih dalam dua arah, dimulai kanan lalu dimulai kiri, dengan tempo yang sengaja ditahan rendah sampai kedua tangan terdengar sama beratnya.

  5. 5

    Metronom dan Tempo dalam Diri

    Sepanjang program

    Yang dibahas. Klik penuh di tiap ketukan, klik di ketukan dua dan empat, klik satu kali per birama, sampai latihan mematikan klik selama dua birama.

    Jebakan umum. Metronom dipakai terus-menerus tanpa pernah dikurangi, sehingga peserta bergantung padanya dan kehilangan tempo begitu klik dimatikan di panggung.

    Cara tutor. Kepadatan klik dikurangi bertahap sepanjang program, dan tiap beberapa pekan peserta diminta bermain tanpa klik lalu dicocokkan dengan rekaman untuk melihat seberapa jauh temponya melayang.

  6. 6

    Clave dan Pola Latin

    Pertemuan 8 ke atas

    Yang dibahas. Clave son, clave rumba, pola martillo untuk bongo, serta teknik heel dan toe pada conga.

    Jebakan umum. Clave dihafal sebagai deretan pukulan lalu buyar begitu peserta harus memainkannya sambil menghitung. Rangka dua birama itu memang menuntut perhatian ganda di awal.

    Cara tutor. Clave ditepuk sambil berjalan mengelilingi ruangan, sehingga kaki memegang ketukan dan tangan memegang pola. Sesudah terpisah begitu, keduanya baru disatukan di alat.

  7. 7

    Koplo dan Kendangan Jawa Timuran

    Pertemuan 10 ke atas

    Yang dibahas. Pola koplo berbirama empat per empat dengan bunyi dang yang menonjol, teknik menggeser tangan di permukaan kulit, serta peran kendang sebagai pemberi aba-aba pada iringan tari remo.

    Jebakan umum. Koplo terdengar mudah karena akrab di telinga, padahal isiannya rapat di lapisan enam belasan. Peserta yang belum kuat di lapisan itu akan tertinggal separuh ketukan tiap kali isian datang.

    Cara tutor. Isian dipecah jadi potongan dua ketukan dan dilatih terpisah pada tempo rendah, lalu disambung ke pola utuh setelah tiap potongan bisa dimainkan tanpa jeda berpikir.

  8. 8

    Dinamika dan Aksen

    Pertemuan 12 ke atas

    Yang dibahas. Dua tingkat volume, perpindahan aksen di dalam pola yang sama, pukulan lirih di sela pukulan keras, serta penambahan volume bertahap menuju akhir bagian lagu.

    Jebakan umum. Pukulan lirih dimainkan dengan menarik tangan tinggi lalu menahannya di udara, gerak yang justru membuat waktunya meleset. Tenaga berkurang, ketepatan ikut berkurang.

    Cara tutor. Pukulan lirih dilatih dengan menjatuhkan jari dari jarak dekat, sekitar dua sentimeter dari kulit, sehingga waktu jatuhnya tetap sama sementara volumenya turun.

  9. 9

    Mengiringi Gitar dan Vokal

    Pertemuan 14 ke atas

    Yang dibahas. Menyesuaikan pola dengan genjrengan gitar, memberi hitungan masuk, menahan tempo saat penyanyi mempercepat, dan mengisi celah di antara kalimat vokal.

    Jebakan umum. Pemain baru cenderung menambah isian di tempat yang salah, biasanya tepat saat penyanyi sedang menahan nada panjang. Kelompok merasa terganggu tanpa bisa menjelaskan penyebabnya.

    Cara tutor. Peserta menandai kalimat vokal pada lirik tertulis, lalu berlatih hanya bermain pola dasar sepanjang lagu sebelum diberi izin menambahkan satu isian di tempat yang sudah ditandai.

  10. 10

    Notasi Ritme dan Tabulasi Tabuhan

    Menyesuaikan kebutuhan peserta

    Yang dibahas. Membaca not seperempat, seperdelapan, seperenam belas, dan tanda diam pada satu garis, ditambah sistem tabulasi huruf B, T, S, dan titik untuk mencatat pola secara cepat.

    Jebakan umum. Peserta menyalin notasi dari internet tanpa memeriksa biramanya, lalu berlatih pola yang panjangnya tidak pas sehingga selalu meleset saat dimainkan bersama musik.

    Cara tutor. Tiap pola yang dipelajari dicatat ulang oleh peserta dengan tangannya sendiri, dan tutor memeriksa jumlah ruang dalam satu birama sebelum pola itu dibawa untuk dilatih di rumah.

Keunggulan kelas ini

Yang membuat sesi perkusi terasa beda

Bunyi Lebih Dulu, Teori Menyusul

Sesi pertama diisi memukul, mendengar, lalu memukul lagi sampai peserta bisa membedakan bass dari slap dengan mata terpejam. Istilah dan notasi masuk sesudah telinga punya sesuatu untuk dinamai.

Latihan yang Muat di Ruang Tamu

Perkusi tangan tidak menuntut ruang kedap suara atau alat berjajar. Satu cajon di sudut ruang tamu rumah Anda di Rungkut atau Wiyung sudah cukup untuk seluruh materi enam bulan pertama.

Hitungan Diucapkan sebelum Ditabuh

Peserta menghitung dengan mulut, menepuk paha, baru memindahkannya ke alat. Urutan ini memotong kebiasaan menghafal gerakan tangan tanpa memahami di mana ketukan sebenarnya jatuh.

Pola Ritme yang Akrab di Telinga Warga Surabaya

Selain clave dan samba, sesi memakai koplo yang tumbuh di Jawa Timur sejak 1990-an serta pola kendangan yang mengiringi tari remo. Peserta berlatih pada irama yang benar-benar ia dengar tiap pekan.

Tutor Bisa Diganti tanpa Biaya Tambahan

Cara mengajar yang cocok untuk anak kelas empat berbeda dari cara mengajar pemain kelompok banjari. Bila pencocokan pertama meleset, tim mengganti tutornya tanpa memungut biaya lagi.

Fleksibel

Kelas perkusi di tempat yang nyaman untuk anak

Tutor perkusi datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Ke rumah
Tutor datang, orang tua bisa memantau
Co-learning
2 titik partner di Surabaya
Online
Sesi berbagi layar dua arah, terjadwal seperti sesi tatap muka

Sebelum Mendaftar

Menimbang Program Ini dengan Jujur

Peserta yang cocok

  • Anak usia tujuh tahun ke atas yang senang menabuh apa saja di rumah dan butuh arah supaya kebiasaannya berkembang
  • Remaja yang ingin bergabung dengan ansambel pentas seni sekolah dan perlu menguasai satu pola utuh dalam beberapa bulan
  • Anggota kelompok banjari, hadrah, atau musik patrol yang ingin merapikan pola dasar dan menambah ketahanan tangan
  • Pengiring ibadah dan doa bersama yang butuh cajon terdengar rapi di ruangan kecil tanpa menutupi suara jemaat
  • Orang dewasa yang belum pernah bermusik sama sekali dan mencari kegiatan sepulang kerja yang tak menuntut membaca not balok

Pilihan belajar

Kenapa les privat perkusi lebih efektif di Surabaya?

Pilihan terbaik

Les Perkusi Privat Edubia

Ke rumah di Surabaya

  • Perhatian tutor saat belajar perkusi : Penuh, satu untuk satu
  • Materi perkusi disesuaikan level siswa
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Latihan mandiri perkusi yang terarah
  • Tutor perkusi bisa diganti tanpa ribet
  • Belajar perkusi di tempat Anda, Surabaya

Bimbel Perkusi Grup

  • Perhatian tutor saat belajar perkusi : Terbagi ke banyak siswa
  • Materi perkusi disesuaikan level siswa
  • Perkembangan dipantau tiap sesi : Sesekali
  • Latihan mandiri perkusi yang terarah : Seragam
  • Tutor perkusi bisa diganti tanpa ribet
  • Belajar perkusi di tempat Anda, Surabaya

Belajar Perkusi Sendiri

  • Perhatian tutor saat belajar perkusi : Tanpa pendamping
  • Materi perkusi disesuaikan level siswa
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Latihan mandiri perkusi yang terarah : Cari sendiri
  • Tutor perkusi bisa diganti tanpa ribet
  • Belajar perkusi di tempat Anda, Surabaya

Yang kami jaga

Bagaimana les perkusi di Surabaya berjalan tenang?

Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi perkusi pertama di Surabaya.

Garansi ganti tutor

Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor perkusi diganti tanpa biaya tambahan.

Satu tutor untuk satu siswa

Seluruh jam sesi perkusi tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.

Tutor perkusi datang ke rumah

Sesi berjalan di rumah Anda di Surabaya, di co-learning space partner, atau online bila cuaca dan jadwal menuntut.

Perjalanan Belajar

Dari Pertemuan Pertama sampai Naik Panggung

Gambaran berikut memakai ritme dua sesi per pekan, ritme yang banyak dipilih keluarga di Surabaya. Peserta yang berlatih setiap hari di antara sesi biasanya bergerak lebih cepat daripada gambaran ini.

  1. 01
    Sebelum sesi pertama

    Konsultasi dan pencocokan tutor

    Tim menanyakan usia peserta, alat yang dituju, jam yang tersedia di rumah, dan tujuan belajarnya. Usulan tutor beserta rincian biayanya dikirim lewat WhatsApp sebelum sesi pertama disepakati.

  2. 02
    Pekan 1

    Sesi pertama: memeriksa tangan dan posisi duduk

    Tutor mengukur tinggi alat, memperbaiki sudut pergelangan, lalu mengenalkan bass dan open tone. Peserta pulang dengan satu latihan pendek berdurasi sepuluh menit per hari.

  3. 03
    Bulan 1

    Tiga bunyi lancar dan satu pola utuh

    Peserta bisa memindahkan tiga bunyi tanpa berpikir dan memainkan pola delapanan sederhana pada tempo 70 sampai 80 dengan metronom menyala penuh.

  4. 04
    Bulan 2

    Tangan lemah menyusul dan tempo naik

    Pola dilatih dari dua arah, tempo terangkat ke kisaran 100, dan klik metronom mulai dikurangi menjadi hanya di ketukan dua dan empat.

  5. 05
    Bulan 3

    Mengiringi satu lagu dari awal sampai akhir

    Peserta memilih satu lagu yang ia sukai, memainkan pola dasarnya sepanjang lagu, memberi hitungan masuk, dan menutup lagu bersama pemain lain tanpa terburu-buru.

  6. 06
    Bulan 4 ke atas

    Masuk kelompok dan tampil di acara

    Peserta bergabung dengan kelompok banjari, tim patrol kampung, atau ansambel pentas sekolah. Sesi berikutnya berfokus pada bagian yang terasa berat di latihan kelompok itu.

Tiga Bunyi Dasar yang Dilatih di Sesi Pertama

Seluruh perkusi tangan berdiri di atas tiga bunyi, dan ketiganya keluar dari alat yang sama hanya karena telapak Anda berubah posisi. Bunyi bass lahir ketika telapak penuh mendarat di tengah kulit lalu memantul naik seketika. Bunyi open tone muncul saat pangkal jari mendarat di tepi, jari rapat, tangan kembali terangkat tanpa menahan getaran. Bunyi slap datang dari jari yang lemas menampar tepi, menghasilkan desis pendek yang menggigit di atas dua bunyi lainnya.

Yang membedakan pemain baru dari pemain yang sudah beberapa bulan berlatih hampir selalu satu hal kecil: tangan yang menempel terlalu lama. Kulit yang masih ditekan telapak berhenti bergetar, dan bunyi yang seharusnya terbuka berubah jadi tepukan tumpul. Karena itu sesi pertama di rumah peserta, entah di Gubeng maupun di Sukolilo, biasanya dihabiskan untuk satu kebiasaan saja: memantul.

Sesudah tiga bunyi itu jelas, hampir semua pola dunia terbuka. Clave Kuba, samba Brasil, maqsum Timur Tengah, dan kendangan Jawa Timuran memakai bahan yang sama, disusun dengan urutan dan aksen yang berbeda.

Tiap alat punya watak bunyi sendiri. Tutor mengenalkan beberapa di antaranya secara bergantian supaya peserta tahu ke mana ia ingin melangkah, lalu memilih satu alat sebagai rumah latihan harian.

Lebih dekat

Alat Perkusi yang Dikenalkan Tutor Secara Bergantian

Cajon atau kahon

Kotak kayu asal Peru yang dimainkan sambil diduduki. Papan depannya yang tipis menghasilkan bass di bagian tengah dan desis mirip snare di sudut atas, jadi satu alat sudah memberi dua warna bunyi sekaligus.

Djembe

Alat asal Afrika Barat berbadan kayu menyerupai piala dengan kulit kambing bertali. Bass-nya dalam dan slap-nya tajam, sehingga satu pemain sendirian pun sudah terdengar penuh saat mengiringi nyanyian.

Conga

Tabung tinggi asal Kuba, umumnya dipakai berpasangan. Selain bass dan open tone, conga menuntut teknik heel dan toe: telapak dan ujung jari bergantian menekan kulit untuk mengisi celah antar ketukan.

Bongo

Sepasang tabung kecil yang dijepit di antara lutut. Nada tingginya menggigit dan cocok untuk isian rapat, dengan pola martillo sebagai latihan wajib pemain pemula yang ingin masuk ke musik Latin.

Darbuka

Alat berbadan logam atau keramik dari kawasan Timur Tengah dengan kulit tipis dan bunyi yang sangat responsif. Kosakatanya dua: dum di tengah dan tek di tepi, dirangkai jadi pola maqsum, baladi, dan saidi.

Tamborin dan shaker

Dua alat kecil yang sering dianggap remeh, padahal keduanya menahan ketukan halus sebuah lagu. Pada shaker, bunyi justru ditentukan saat gerakan dihentikan, sehingga kontrol pergelangan lebih menentukan daripada tenaga.

Alat pukul melodis sederhana

Bellyra, glockenspiel anak, dan bilah gamelan seperti saron memperkenalkan nada pada alat yang tetap dipukul. Peserta yang menyukainya bisa menambahkan melodi pendek di atas pola ritme yang sudah ia kuasai.

Memilih Alat Pertama untuk Peserta Les Perkusi

Pertanyaan pertama yang masuk ke tim Edubia hampir selalu sama: alat apa yang perlu dibeli sebelum sesi dimulai. Jawaban yang jujur untuk sebagian besar keluarga adalah cajon. Harganya berada di kelompok terendah di antara alat perkusi utuh, bentuknya menjadi tempat duduk sekaligus alat, dan ia menghasilkan dua warna bunyi yang cukup untuk mengiringi gitar akustik seutuhnya.

Djembe menjadi pilihan berikutnya bagi peserta yang tertarik pada bunyi terbuka dan bermain berdiri, terutama yang berencana bergabung dengan kelompok komunitas. Darbuka menarik peserta yang telinganya sudah akrab dengan musik gambus dan hadrah. Conga serta bongo biasanya menyusul belakangan, sebab keduanya menuntut ruang penyimpanan lebih besar dan mahar yang lebih tinggi.

Ada satu jalan masuk yang bahkan tak menuntut pembelian apa pun. Dua pekan pertama bisa dijalani dengan menepuk paha, meja kayu, atau ember terbalik. Tutor tetap bisa mengajarkan tiga bunyi, hitungan, dan koordinasi tangan di media seadanya itu, dan keluarga baru membeli alat sesudah yakin minat peserta bertahan.

Melatih Tangan Lemah di Les Privat Perkusi

Setiap pemain baru memiliki satu tangan yang lebih pintar. Pada kebanyakan orang, tangan kanan memukul lebih keras, lebih tepat waktu, dan lebih percaya diri. Selisih itu tak terdengar saat memainkan pola lambat, dan langsung terdengar begitu tempo dinaikkan: pola mulai terseok di sisi yang lemah.

Latihan yang menutup selisih itu sederhana dan membosankan, dan justru karena itu ia jarang dikerjakan sendiri tanpa pendamping. Pukulan bergantian kanan kiri dilatih pada tempo lambat sambil mendengarkan volume kedua tangan, lalu pola yang sama dibalik arahnya sehingga tangan kiri yang memimpin. Pemain yang terbiasa memulai frasa dengan tangan kanan biasanya kaget menemukan pola yang dikiranya sudah dikuasai terasa asing begitu arahnya ditukar.

Setelah itu masuk pola bergandeng seperti kanan kiri kanan kanan yang disambung kiri kanan kiri kiri. Pola ini memaksa kedua tangan bergantian memimpin dalam satu birama, dan ia terbawa ke hampir semua isian yang nanti dipakai peserta saat bermain bersama orang lain.

Ritme masuk lewat mulut lebih dahulu. Peserta mengucapkan hitungan, menepuknya di paha, lalu memindahkannya ke alat. Lima lapis di bawah ini dipelajari berurutan, dan tiap lapis baru dibuka sesudah lapis sebelumnya terdengar rata.

Selengkapnya

Lima Lapis Hitungan yang Diajarkan Tutor

Ketukan dasar

Satu, dua, tiga, empat, diucapkan rata seperti langkah kaki berjalan. Peserta belajar mengenali di mana ketukan pertama jatuh dalam sebuah lagu, keterampilan yang menopang seluruh materi berikutnya.

Delapanan

Tiap ketukan dibelah dua menjadi satu dan dua dan tiga dan empat dan. Lapisan inilah yang dipakai hampir seluruh lagu pop, dan shaker biasanya berjalan tepat di lapisan ini sepanjang lagu.

Enam belasan

Tiap ketukan dibelah empat, diucapkan satu e dan a, dua e dan a. Peserta yang menguasainya bisa masuk ke funk, koplo, dan isian rapat yang selama ini terdengar mustahil ditiru.

Triplet

Tiap ketukan dibagi tiga, terasa berayun seperti langkah kuda. Pembagian ini muncul di blues, di sebagian pola darbuka, dan di lagu yang berayun meski birama tertulisnya tetap empat per empat.

Sinkopasi

Aksen sengaja dijatuhkan di antara ketukan, misalnya di suku kata dan atau di suku kata e. Di sinilah pola mulai terdengar bergoyang, dan di sini pula pemain baru biasanya kehilangan pegangan tempo.

Tiga Tahap Memakai Metronom di Kelas Perkusi

Metronom sering diperlakukan sebagai hakim yang menghakimi, padahal ia teman berlatih yang tugasnya berubah tiap beberapa pekan. Tahap pertama, klik dibunyikan di setiap ketukan pada tempo 60. Peserta memainkan pola sampai bunyi tangannya menempel rapat pada klik, sampai keduanya terdengar seperti satu bunyi.

Tahap kedua menaikkan tempo empat sampai lima ketukan per menit setiap kali pola terasa mantap. Kenaikan kecil ini terasa lambat pada minggu pertama dan terasa sangat cepat setelah dua bulan, sebab tambahan lima ketukan per menit yang dikerjakan konsisten membawa peserta dari 60 ke 120 dalam waktu yang masuk akal.

Tahap ketiga membuat klik semakin jarang. Klik dipindah hanya ke ketukan dua dan empat, lalu hanya ke ketukan pertama tiap birama, akhirnya satu klik untuk dua birama. Latihan penutupnya mengungkap banyak hal: klik dimatikan selama dua birama lalu dinyalakan lagi. Kalau tangan masih bertemu klik ketika ia kembali, tempo dalam diri peserta sudah terbentuk.

Inti bahasan

Tujuh Pola Ritme yang Masuk Materi Kelas

Tiap pola membawa rasa, asal, dan cara berjalan sendiri, dan peserta diajak merasakan perbedaannya sebelum menghafal urutannya.

01

Clave son

Rangka ritme musik Kuba sepanjang dua birama, dengan tiga pukulan di birama pertama dan dua di birama kedua. Hampir semua pola Latin berdiri di atasnya, jadi peserta menghafalnya sampai bisa menepuknya sambil berjalan.

02

Clave rumba

Saudara dekat clave son dengan satu pukulan yang bergeser sedikit lebih lambat. Pergeseran kecil itu mengubah seluruh rasa lagu, dan membandingkan keduanya adalah cara singkat melatih telinga membedakan nuansa.

03

Samba

Rasa Brasil yang berat di ketukan kedua, berjalan di atas arus enam belasan yang rapat. Pada perkusi tangan, samba dilatih dengan menekankan ketukan berat itu sambil menjaga arus kecil tetap rata.

04

Funk enam belasan

Pola yang hidup dari pukulan lirih di sela pukulan keras. Peserta berlatih memainkan not lirih hampir tanpa suara, karena justru selisih volume itu yang membuat pola terdengar bergoyang.

05

Pop delapan ketuk

Pola sederhana yang menopang sebagian besar lagu di radio, dengan tekanan di ketukan dua dan empat. Inilah pola pertama yang dipakai peserta untuk mengiringi teman yang bermain gitar.

06

Koplo

Irama yang tumbuh di Jawa Timur sejak 1990-an dan dikenal se-Indonesia pada 2003. Cirinya birama empat per empat dengan bunyi dang yang dominan serta teknik menggeser tangan di permukaan kulit kendang.

07

Kendangan Jawa Timuran

Pada gamelan yang mengiringi tari remo dan ludruk, kendang berperan sebagai pemberi aba-aba: ia menentukan tempo, menandai perpindahan bagian, dan mengunci gerak penari. Peran memimpin itu dilatih sejak awal.

Perkusi bisa dipelajari lewat telinga sepenuhnya, dan banyak pemain hebat menempuh jalan itu. Peserta yang berlatih sendiri di antara sesi biasanya merasakan manfaat bila bisa mencatat polanya, sebab catatan menahan bentuk pola selama sepekan menunggu pertemuan berikutnya. Lima hal berikut sudah cukup untuk menulis hampir semua pola perkusi tangan.

Garis besar

Notasi Ritme yang Dicatat Peserta Tiap Sesi

Not seperempat

Satu ketukan penuh, sepanjang satu langkah kaki berjalan. Nilai inilah yang dikenali peserta lebih dahulu, dan ia menjadi ukuran pembanding bagi seluruh nilai lain yang ditulis di atas kertas.

Not seperdelapan dan seperenam belas

Setengah ketukan dan seperempat ketukan. Peserta yang sudah terbiasa menghitung dengan mulut biasanya mengenali keduanya dalam dua sampai tiga pertemuan, sebab ia hanya menamai sesuatu yang sudah bisa ia ucapkan.

Tanda diam

Jeda punya panjang yang persis sama dengan not, dan pemain baru sering melewatkannya. Diam yang dihitung dengan tepat merapikan pola jauh lebih cepat daripada menambah pukulan baru di sela-selanya.

Tabulasi huruf B, T, dan S

Huruf B menandai bass, T menandai open tone, S menandai slap, sedangkan titik menandai diam. Huruf besar berarti keras dan huruf kecil berarti lirih, sehingga dinamika ikut tercatat dalam satu baris.

Enam belas ruang untuk satu birama

Satu birama ditulis dalam enam belas ruang sejajar. Seluruh pola pekan itu muat dalam satu baris yang bisa diketik di ponsel, dibaca ulang kapan saja, dan dikirim ke sesama anggota kelompok.

Aksen dan Dinamika di Materi Kelas Lanjutan

Dua pemain bisa memainkan urutan pukulan yang persis sama dan terdengar sangat berbeda. Selisihnya ada di volume tiap pukulan. Pola yang seluruh pukulannya dimainkan sama keras terdengar seperti mesin, dan telinga cepat bosan mendengarnya walau tempo dan urutannya tepat.

Latihan dinamika dimulai dengan dua tingkat saja: keras dan lirih. Peserta memainkan pola delapanan dengan aksen di ketukan pertama dan ketiga, lalu memindahkan aksen ke ketukan kedua dan keempat tanpa mengubah urutan pukulan sedikit pun. Perpindahan itu membuat pola yang sama terdengar seperti dua pola berbeda, dan momen ketika peserta menyadarinya biasanya menjadi titik balik.

Tingkat berikutnya adalah pukulan lirih yang nyaris tak terdengar di sela pukulan keras. Pada perkusi tangan, pukulan lirih dikerjakan dengan menjatuhkan jari dari jarak yang sangat dekat, tanpa menarik tangan tinggi lebih dulu. Kemampuan menahan tenaga inilah yang membedakan pemain yang enak diiringi dari pemain yang membuat seisi ruangan mengecilkan suaranya sendiri.

Merawat Alat Berkulit di Udara Surabaya

Surabaya menyimpan tantangan tersendiri bagi alat berkulit alami. Udara lembap membuat kulit kambing dan kulit sapi mengendur sehingga bunyinya melempem, sementara ruangan ber-AC yang kering membuatnya menegang dan rawan retak. Alat yang dipindah bolak-balik di antara dua keadaan itu akan berubah karakternya dalam hitungan hari.

Perawatan hariannya ringan. Keringat dilap sesudah bermain, sebab garam pada keringat merusak kulit lebih cepat daripada pemakaian itu sendiri. Alat disimpan di tempat teduh dengan jarak dari dinding luar yang lembap, tidak diletakkan langsung di lantai keramik, dan tidak ditinggal di dalam mobil yang terparkir di bawah matahari.

Pada djembe bertali dan conga berbaut, ketegangan diperiksa berkala dan disetel sedikit demi sedikit di beberapa titik yang berseberangan supaya kulit tertarik rata. Cajon menuntut perhatian yang berbeda: baut sudut dan baut papan depan kendur secara alami karena getaran, dan memeriksanya sebulan sekali menahan bunyi berderak yang mengganggu. Peserta yang sering membawa alat ke acara luar ruang biasanya memilih kulit sintetis yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca.

Pemain perkusi jarang kekurangan tempat untuk bermain. Beberapa jalur di bawah ini sudah hidup di kota ini dan sering menjadi alasan peserta memulai les sejak awal.

Rincian

Ke Mana Keterampilan Ini Terpakai di Surabaya

Unggulan utama

Kelompok musik patrol

Tradisi membangunkan sahur dengan kentongan bambu berkembang menjadi pertunjukan tersendiri. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya rutin menggelar festival musik patrol tiap Ramadan sejak 2009, salah satunya di Taman Jayengrono dekat Jembatan Merah.

Grup hadrah dan banjari

Kelompok rebana di kampung-kampung Surabaya menuntut kekompakan pukulan dan ketahanan tangan bermain panjang. Latihan bass, tone, dan slap di sesi privat langsung terpakai di sini, terutama bagi pemain yang menjaga pola dasarnya.

Pengiring ibadah dan doa bersama

Cajon menjadi pilihan umum untuk mengiringi kebaktian, pujian, dan doa bersama di ruangan yang tak muat menampung alat besar. Volumenya bisa ditekan sampai lirih tanpa kehilangan ketukan yang dibutuhkan jemaat.

Pentas seni dan lomba sekolah

Ansambel perkusi menjadi pilihan populer untuk pentas akhir tahun karena satu kelas bisa ikut bermain dengan alat sederhana. Peserta yang sudah terlatih biasanya dipercaya memegang ketukan utama kelompoknya.

Panggung akustik dan latihan sanggar

Taman Budaya Jawa Timur Cak Durasim di Jalan Gentengkali, Kecamatan Genteng, menampung latihan sanggar dan pergelaran seni sepanjang tahun. Sore hari, halamannya biasa dipakai anak-anak berlatih tari remo dengan iringan kendang.

Biaya, Durasi, dan Cara Sesi Perkusi Berjalan

Biaya les perkusi Surabaya di Edubia mulai dari Rp97.300 per sesi. Angka itu mencakup latihan tangan terbimbing, hitungan yang diucapkan bersama, serta satu pola yang dicatat untuk dilatih peserta sampai pertemuan berikutnya. Sesi 60 menit biasa dipilih anak usia sekolah dasar, sementara sesi 90 menit dipilih remaja dan orang dewasa yang ingin sekalian memainkan lagu utuh di akhir pertemuan.

Tutor datang ke rumah peserta, dari Tandes dan Sambikerep di sisi barat sampai Mulyorejo dan Tenggilis Mejoyo di sisi timur, termasuk wilayah Sidoarjo seperti Waru dan Gedangan. Keluarga yang lebih nyaman belajar di luar rumah bisa memakai co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Peserta yang jadwalnya padat memilih sesi daring, dan format itu bekerja baik untuk perkusi selama kamera diarahkan ke tangan.

Pencocokan tutor dimulai dari alat yang dituju, usia peserta, serta jam yang tersedia di rumah. Bila cara mengajar tutor pertama kurang cocok, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan.

Cedera pergelangan pada pemain perkusi hampir selalu berasal dari posisi duduk yang salah. Tenaga berlebih jarang jadi penyebabnya. Lima langkah berikut dikerjakan tutor di menit-menit awal setiap sesi pertama.

Catatan penting

Posisi Duduk yang Diperiksa di Menit Awal Sesi

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Pilih bangku tanpa sandaran

    Sandaran memaksa punggung mundur dan bahu naik. Bangku datar setinggi lutut membuat panggul sedikit lebih tinggi daripada lutut, dan posisi itu menjaga punggung bawah tetap tegak sepanjang sesi.

  2. 2Atur tinggi alat sampai lengan bawah datar

    Alat diletakkan sedemikian rupa sehingga lengan bawah hampir sejajar lantai saat tangan menyentuh kulit. Bahu yang terangkat untuk menjangkau alat akan pegal dalam sepuluh menit dan mengubah warna bunyi.

  3. 3Jaga pergelangan tetap lurus

    Tenaga datang dari lengan bawah dan gerak jatuh tangan, sementara pergelangan hanya mengarahkan. Pergelangan yang menekuk tajam saat memukul adalah penyebab nyeri yang muncul beberapa pekan kemudian.

  4. 4Lepas cincin dan potong kuku

    Cincin melukai kulit alat sekaligus jari pemakainya. Kuku yang panjang mengubah slap jadi bunyi mencuit dan mudah patah di tepi conga maupun djembe.

  5. 5Berhenti saat muncul kesemutan

    Rasa panas di telapak adalah hal biasa pada bulan pertama, sedangkan kesemutan atau nyeri tajam di pergelangan adalah tanda berhenti. Tutor menambah durasi latihan secara bertahap, sekitar sepuluh persen tiap pekan.

Perkusi jarang dimainkan sendirian, dan tanggung jawab pemain perkusi di dalam kelompok lebih berat daripada yang terlihat. Lima kebiasaan berikut dilatih sejak peserta menguasai satu pola utuh.

Uraian

Kebiasaan Bermain Bersama yang Dilatih Tutor

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Dengarkan lebih banyak daripada memukul

    Pemain perkusi yang bagus menghabiskan sebagian besar perhatiannya untuk mendengar gitar, bas, dan vokal. Pola yang tepat pada tempo yang tepat masih terdengar salah kalau ia menutupi orang lain.

  2. Beri hitungan masuk yang jelas

    Kelompok kecil biasanya menunggu aba-aba dari pemain perkusi. Hitungan masuk empat ketukan dengan volume tegas menentukan tempo seluruh lagu, dan hitungan yang ragu membuat awal lagu berantakan.

  3. Jaga tempo saat orang lain bergeser

    Penyanyi yang bersemangat cenderung mempercepat lagu di bagian akhir. Tugas pemain perkusi adalah tetap di tempo awal, sebab kelompok akan mengikuti sumber ketukan yang stabil.

  4. Sisakan ruang untuk kalimat vokal

    Isian rapat dimainkan di sela kalimat vokal, tak pernah menimpanya. Peserta berlatih menandai di mana penyanyi mengambil napas, karena di situlah isian terdengar pas dan menambah tenaga lagu.

  5. Tutup lagu dengan satu isyarat bersama

    Akhir lagu adalah bagian yang sering gagal di panggung acara sekolah. Kelompok berlatih menutup lagu dengan satu isyarat yang disepakati supaya seluruh pemain berhenti pada ketukan yang sama.

Tanya jawab

Apa saja yang ditanyakan siswa les perkusi di Surabaya?

Umur berapa anak bisa mulai les perkusi?

Tujuh tahun adalah usia yang nyaman untuk memulai, sebab telapak tangan sudah cukup kuat dan anak bisa duduk tenang sekitar dua puluh menit. Anak berusia lima sampai enam tahun tetap bisa ikut dengan sesi 60 menit yang dipecah menjadi beberapa babak pendek berisi permainan tepuk dan hitungan.

Apakah peserta harus punya alat sendiri sebelum sesi pertama?

Tidak harus. Dua pekan pertama bisa dijalani dengan menepuk paha, meja kayu, atau ember terbalik, dan tutor tetap mengajarkan tiga bunyi dasar, hitungan, serta koordinasi tangan di media itu. Keluarga biasanya membeli alat sesudah melihat minat peserta bertahan melewati bulan pertama.

Alat apa yang sebaiknya dibeli lebih dulu, cajon atau djembe?

Cajon untuk sebagian besar peserta. Harganya berada di kelompok terendah di antara alat perkusi utuh, ia berfungsi sekaligus sebagai tempat duduk, dan dua warna bunyinya sudah cukup untuk mengiringi gitar akustik. Djembe lebih cocok bagi peserta yang berencana bermain berdiri bersama kelompok komunitas.

Suara latihan mengganggu tetangga di perumahan padat, ada solusinya?

Ada beberapa. Cajon bisa dilatih dengan menaruh kain tipis di papan depan sehingga volumenya turun jauh tanpa menghilangkan rasa memantul. Latihan tangan juga bisa dikerjakan di atas bantal keras, dan tutor mengatur porsi latihan lirih untuk peserta yang tinggal di rumah berdempetan seperti di kawasan Simokerto atau Semampir.

Harus bisa membaca not balok untuk ikut program ini?

Tidak. Seluruh materi bisa ditempuh lewat hitungan yang diucapkan dan sistem tabulasi huruf. Notasi ritme dasar diajarkan bagi peserta yang ingin membaca partitur kelompok atau mencatat polanya sendiri, dan lapisan itu biasanya cukup dipelajari dalam dua sampai tiga pertemuan.

Berapa lama sampai bisa mengiringi satu lagu penuh?

Dengan dua sesi per pekan ditambah latihan sepuluh menit sehari, sebagian besar peserta bisa mengiringi satu lagu pop sederhana dari awal sampai akhir pada bulan ketiga. Peserta yang berlatih tidak teratur biasanya membutuhkan waktu sekitar dua kali lipat, dan itu hal yang wajar.

Apakah program ini sama dengan les drum?

Berbeda. Fokus di sini adalah perkusi tangan dan alat pukul kecil seperti cajon, djembe, conga, bongo, darbuka, tamborin, serta shaker. Drum set lengkap dengan pedal bass, hi-hat, tom, dan simbal ditangani program les drum yang terpisah, sebab koordinasi kakinya menuntut latihan yang lain.

Bisakah les perkusi berjalan lewat sesi daring?

Bisa, dan hasilnya cukup baik selama kamera diarahkan ke tangan dan alat. Wajah peserta tak perlu masuk bingkai. Tutor mengamati posisi telapak, sudut pergelangan, dan gerak memantul lewat layar. Sesi daring banyak dipilih peserta dewasa yang jam pulang kerjanya sulit diprediksi.

Berapa biaya les perkusi di Surabaya dan berapa lama satu sesinya?

Biaya mulai Rp97.300 per sesi. Sesi 60 menit lazim dipilih anak sekolah dasar, sedangkan sesi 90 menit dipilih remaja dan orang dewasa yang ingin memainkan lagu utuh di akhir pertemuan. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi, sementara sesi di rumah peserta tidak dikenai tambahan itu.

Wilayah mana saja yang dijangkau tutor perkusi Edubia?

Seluruh kecamatan Kota Surabaya terlayani, mulai Benowo, Pakal, dan Tandes di sisi barat sampai Rungkut, Gunung Anyar, dan Mulyorejo di sisi timur. Wilayah Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, Taman, dan Buduran juga terjangkau. Jarak tempuh tutor menjadi bahan pertimbangan saat tim menyusun jadwal.

Bagaimana bila cara mengajar tutor kurang cocok dengan peserta?

Sampaikan hal itu ke tim Edubia lewat WhatsApp, dan tutor diganti tanpa biaya tambahan. Pencocokan kedua memakai catatan dari sesi yang sudah berjalan, misalnya peserta lebih cepat menangkap lewat contoh tabuhan langsung daripada lewat penjelasan panjang, sehingga usulan berikutnya lebih tepat sasaran.

Apakah materinya bisa disesuaikan untuk kelompok banjari atau musik patrol?

Bisa, dan permintaan semacam ini cukup sering masuk menjelang Ramadan. Tutor menyesuaikan latihan dengan pola yang dipakai kelompok peserta, menambah porsi ketahanan tangan untuk bermain panjang, serta melatih kekompakan masuk dan berhenti bersama anggota lain.

Orang dewasa yang belum pernah bermusik apakah masih bisa mulai?

Masih, dan perkusi tangan adalah titik masuk yang ramah bagi pemula dewasa. Tidak ada nada yang perlu dicari, tidak ada jari yang perlu ditekuk di senar, dan bunyi pertama sudah keluar di menit pertama. Yang dilatih sesudah itu adalah ketepatan waktu serta kontrol volume.

Anak saya aktif dan sulit duduk diam, apakah ia cocok?

Justru sering cocok. Perkusi memberi saluran untuk energi gerak sekaligus menuntut perhatian pada hitungan, dan banyak anak yang sulit tenang di meja belajar bisa bertahan lama di depan cajon. Tutor memecah sesi menjadi babak pendek yang berganti kegiatan supaya perhatiannya tetap terjaga.

Adakah pendampingan menjelang lomba atau pentas sekolah?

Ada. Sampaikan tanggal acaranya saat konsultasi supaya tim menyusun jumlah sesi yang masuk akal sampai hari tampil. Latihan menjelang acara berfokus pada hitungan masuk, menjaga tempo ketika kelompok terbawa suasana, dan isyarat menutup lagu supaya semua pemain berhenti pada ketukan yang sama.

Ayo Bergabung

Temukan tutor perkusi Anda hari ini

Ribuan keluarga Surabaya sudah memulai. Kini giliran Anda mencoba sesi perkusi pertama.