4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai Menengah
Les Bahasa Urdu di Surabaya
Les bahasa Urdu di Edubia Surabaya adalah kelas privat 90 menit, dua kali sepekan, dari aksara nastaliq sampai percakapan harian. Tutor bisa ke rumah di Gubeng sampai Waru, atau lewat sesi daring. Biaya mulai Rp222.300 per sesi, alat tulis disiapkan peserta.
Les Bahasa Urdu di Surabaya itu seperti apa?
Les bahasa Urdu di Edubia Surabaya adalah kelas privat 90 menit, dua kali sepekan, dari aksara nastaliq sampai percakapan harian. Tutor bisa ke rumah di Gubeng sampai Waru, atau lewat sesi daring. Biaya mulai Rp222.300 per sesi, alat tulis disiapkan peserta.
Konsultasi dan DaftarRincian Layanan
- Lembaga penyelenggara
- Edubia, les privat personal berbasis di Tegalsari, Surabaya
- Materi yang dipelajari
- Aksara nastaliq, ejaan, kosakata bertema, tata bahasa, percakapan, dan membaca teks
- Tutor pengampu
- Pengajar bahasa Urdu terverifikasi, dicocokkan tim Edubia menurut tujuan peserta
- Tingkat peserta
- Pemula yang belum mengenal satu huruf pun sampai pembaca lambat yang ingin lancar
- Format sesi
- Privat satu tutor satu peserta, daring atau tatap muka
- Durasi sesi
- 90 menit tiap pertemuan
- Ritme belajar
- 8 sesi per bulan, dua kali sepekan
- Biaya
- Mulai Rp222.300 per sesi daring dan Rp242.500 per sesi tatap muka di rumah
- Tempat belajar
- Rumah atau kos peserta, co-learning space Edubia di Tambaksari serta Wonocolo, atau daring
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya dari Gubeng sampai Lakarsantri, plus 18 kecamatan Sidoarjo termasuk Waru dan Gedangan
- Bahan ajar
- Lembar goresan huruf, daftar kata, dan potongan bacaan disusun tutor; alat tulis serta cetakannya menjadi tanggungan peserta
- Waktu penjadwalan
- Setiap hari sepanjang pekan, slot pagi sampai malam
Fleksibel
Sesi bahasa Urdu yang mengikuti agenda Anda
Tutor bahasa Urdu datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.
Cakupan
Yang Anda terima di les privat bahasa Urdu Edubia
- Pemetaan tujuan di pertemuan pertama Tujuan, kemampuan awal, dan tenggat dicatat lebih dulu, dan catatan itu yang menentukan urutan bahan sebulan pertama.
- Lembar goresan huruf yang disusun tutor Lembar berpola khusus nastaliq, dicetak atau dikirim berkasnya, dengan arah goresan bertanda panah untuk latihan mandiri.
- Koreksi tulisan tangan tiap pertemuan Tulisan pekan lalu dibahas di awal sesi berikutnya, dengan huruf yang proporsinya meleset ditandai lalu ditulis ulang.
- Daftar kata pribadi berikut gendernya Kata baru dicatat bersama gender dan satu kalimat contoh, sehingga tumpukan kosakata Anda ikut membawa bentuk yang benar.
- Latihan bunyi dengan pasangan kata Bunyi retrofleks dan beraspirasi dilatih memakai pasangan kata yang hanya dipisahkan satu bunyi, bergantian menyebut dan menebak.
- Pilihan sesi daring atau tutor ke rumah Peserta di Gubeng, Rungkut, Wonocolo, sampai Waru bisa berpindah antara sesi daring dan tatap muka mengikuti pekan yang berjalan.
- Bacaan yang dipilih sesuai tujuan Naskah, dokumen studi, berita, atau sajak dipilih tutor mengikuti alasan Anda belajar, dan diganti begitu tingkatnya sudah terlampaui.
- Hak berpindah ke pengajar lain Bila cara mengajar tutor sulit diikuti, penggantian diproses koordinator kelas dan catatan kemajuan aksara Anda ikut berpindah.
Pembeda kami
Kenapa memilih les bahasa Urdu Edubia
Tutor yang menguasai aksara sekaligus percakapan
Banyak orang bisa berbicara Urdu tanpa sanggup mengajarkan tulisannya. Pengajar yang dicocokkan untuk kelas ini menangani keduanya, sebab peserta di Surabaya biasanya datang untuk membaca dan berbicara sekaligus.
Kelas tetap jalan meski peminatnya sedikit
Bahasa langka jarang terkumpul cukup peserta untuk kelas berombongan. Format privat membuat satu peserta saja sudah cukup untuk memulai, tanpa menunggu kuota terisi.
Goresan diperiksa, tidak sekadar dikumpulkan
Tulisan nastaliq menuntut proporsi dan arah goresan yang benar. Tutor menandai huruf yang terlalu tinggi, sambungan yang putus, dan titik yang melenceng, lalu meminta barisnya ditulis ulang.
Bahan disusun ulang untuk tiap tujuan
Peserta yang mengejar naskah lama dan peserta yang menyiapkan percakapan keluarga menerima bacaan berbeda sejak bulan pertama, walau urutan hurufnya sama.
Jadwal mengikuti jam kuliah dan jam kerja
Slot bisa digeser bila jadwal praktikum berubah atau tugas kantor menumpuk, selama pemberitahuannya masuk sebelum hari sesi.
Daring dan tatap muka bisa diselang-seling
Pekan yang berisi latihan menulis intensif enak dijalani tatap muka, sementara pekan latihan dengar berjalan mulus secara daring. Keduanya boleh berselang dalam satu bulan.
Tahap demi tahap
Perjalanan peserta les bahasa Urdu di Surabaya
Tahapan di bawah dihitung dengan ritme dua sesi 90 menit sepekan ditambah latihan tulis harian yang pendek. Peserta yang mengejar tenggat kuliah biasanya memadatkan tahap awal, sementara peminat sastra memberi waktu lebih panjang pada tahap membaca.
- 01
Assessment dan penetapan tujuan
Sesi 1Tutor memeriksa pengenalan huruf yang sudah ada, menguji telinga dengan pasangan bunyi, lalu menetapkan penekanan bahan untuk bulan pertama.
- 02
Seluruh huruf dikenali dan ditulis
Pekan 4 sampai 6Peserta menuliskan tiap huruf dalam empat posisinya dan membaca kata pendek yang sudah dikenal artinya tanpa dibantu.
- 03
Kata dan kalimat pendek terbaca
Bulan 2Membaca kalimat tiga sampai lima kata secara lambat, sambil menulis kalimat serupa dari dikte tutor.
- 04
Percakapan kebutuhan harian
Bulan 3Memperkenalkan diri, menanyakan arah, menawar harga, dan menjawab pertanyaan sederhana dengan bentuk sapaan yang tepat.
- 05
Berita pendek terbaca utuh
Bulan 4 sampai 6Menuntaskan berita pendek dan potongan cerita, dengan kata baru dicatat bersama gendernya di daftar pribadi peserta.
- 06
Bahan sesuai tujuan masing-masing
Bulan 6 ke atasNaskah lama, dokumen studi, korespondensi kerja, atau sajak dan lirik dibaca langsung dari sumbernya bersama tutor.
Timbang dulu
Les bahasa Urdu ini cocok untuk Anda bila
Peserta yang cocok
- Menyiapkan studi lanjut atau beasiswa yang menuntut kemampuan membaca Urdu
- Membaca karya ulama dan penulis Asia Selatan yang belum ada terjemahan Indonesianya
- Berurusan dengan mitra dagang dari Pakistan atau India dan ingin membuka percakapan sendiri
- Punya kerabat pasangan yang berbahasa Urdu dan ingin berbicara tanpa perantara
- Mengikuti ghazal, nazm, dan lirik lagu yang selama ini didengar tanpa dimengerti
- Sudah terbiasa mendengar dialog film India dan ingin akhirnya bisa membacanya
Pilihan belajar
Tiga jalan belajar bahasa Urdu, mana yang cocok untuk Anda?
| Fitur | Pilihan terbaik Les Bahasa Urdu Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya | Bimbel Bahasa Urdu Grup | Belajar Bahasa Urdu Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar bahasa Urdu | Penuh, satu untuk satu | Terbagi ke banyak peserta | Tanpa pendamping |
| Materi bahasa Urdu disesuaikan level peserta | |||
| Fokus ke bab bahasa Urdu yang belum dikuasai | Ikut tempo kelas | Tergantung sendiri | |
| Tutor bahasa Urdu bisa diganti tanpa ribet | |||
| Belajar bahasa Urdu di tempat Anda, Surabaya | |||
| Latihan soal bahasa Urdu terarah | Seragam | Cari sendiri |
Susunan materi
Susunan materi bahasa Urdu dan salah kaprah yang menyertainya
Delapan pokok di bawah dilalui hampir semua peserta, dengan panjang waktu yang berbeda menurut tujuannya. Tiap pokok dicatat bersama salah kaprah yang kerap menempel pada penutur bahasa Indonesia dan cara tutor menanganinya di kelas.
- 1
Huruf dan keempat wujudnya
Pekan 1 sampai 4Yang dibahas. Mengenali tiap huruf dalam posisi berdiri sendiri, awal, tengah, dan ujung kata, lalu menuliskannya dengan arah goresan yang benar.
Jebakan umum. Peserta menghafal wujud berdiri sendiri saja, lalu tidak mengenali huruf yang sama begitu ia menyambung di tengah kata.
Cara tutor. Tiap huruf dilatih dalam empat posisi pada hari yang sama, dan latihan bacanya memakai kata utuh, tidak memakai huruf lepas.
- 2
Sambungan dan jeda di dalam kata
Pekan 3 sampai 6Yang dibahas. Membedakan huruf penyambung dari huruf yang menolak disambung, serta membaca kata yang terlihat terputus di tengahnya.
Jebakan umum. Jeda di dalam satu kata dibaca sebagai batas kata, sehingga satu kata terbaca menjadi dua dan artinya hilang.
Cara tutor. Peserta menyalin kalimat pendek lalu menandai batas kata sesungguhnya dengan pensil sebelum membacanya nyaring.
- 3
Bunyi retrofleks dan beraspirasi
Sejak pekan 2Yang dibahas. Membedakan t dan d biasa dari pasangan retrofleksnya, serta mengucapkan kh, gh, bh, dh, jh, dan ph dengan embusan napas.
Jebakan umum. Bunyi kh dan gh diucapkan seperti kh bahasa Indonesia, sehingga dua kata yang berbeda terdengar sama di telinga lawan bicara.
Cara tutor. Latihan pasangan kata bergantian, dengan tutor menyebut dan peserta menebak, lalu peran ditukar pada putaran berikutnya.
- 4
Penanda di belakang kata benda
Bulan 2Yang dibahas. Memakai ko, se, mein, par, dan ka beserta bentuk turunannya untuk menandai peran kata benda di dalam kalimat.
Jebakan umum. Penanda diletakkan di depan kata benda mengikuti kebiasaan kata depan bahasa Indonesia.
Cara tutor. Kalimat contoh ditulis ulang dengan penanda digeser satu per satu, supaya peserta mendengar sendiri kalimat yang rusak.
- 5
Gender kata benda
Bulan 2 sampai 3Yang dibahas. Mengenali kata benda maskulin dan feminin serta menyesuaikan kata sifat dan kata kerja yang mengikutinya.
Jebakan umum. Kata baru dicatat tanpa gendernya, dan kesalahan itu baru terasa berbulan-bulan kemudian saat kalimat mulai panjang.
Cara tutor. Setiap kata baru masuk daftar bersama gendernya dan satu kalimat contoh, jadi bentuk yang benar ikut terekam sekali jalan.
- 6
Kalimat lampau dengan penanda ne
Bulan 3 sampai 4Yang dibahas. Menyusun kalimat lampau berkata kerja transitif, tempat pelaku menerima penanda ne dan kata kerjanya menyesuaikan sasaran.
Jebakan umum. Kata kerja disesuaikan dengan pelaku seperti pada kalimat biasa, dan kalimatnya langsung terdengar keliru bagi penutur asli.
Cara tutor. Peserta melatih sepuluh kalimat pendek berpola sama tiap sesi sampai pilihan bentuknya berhenti perlu dipikirkan.
- 7
Tingkat sapaan dan bentuk hormat
Bulan 3Yang dibahas. Memilih di antara aap, tum, dan tu, serta menyesuaikan bentuk kata kerja dan cara merujuk orang ketiga.
Jebakan umum. Peserta memakai tum karena terdengar hangat, padahal di hadapan orang yang baru dikenal ia terbaca merendahkan.
Cara tutor. Bermain peran pendek dengan lawan bicara yang berganti-ganti status, dan tutor menghentikan sesi begitu sapaannya meleset.
- 8
Membaca teks tanpa tanda vokal
Bulan 4 ke atasYang dibahas. Membaca berita pendek, potongan cerita, dan sajak sederhana yang ditulis tanpa tanda vokal pendek.
Jebakan umum. Peserta kembali mengeja huruf demi huruf, sehingga kecepatan bacanya mandek walau kosakatanya sudah cukup.
Cara tutor. Bacaan dibaca dua putaran: putaran pertama untuk menangkap isi, putaran kedua untuk merapikan bunyi kata yang tadi ditebak.
Les bahasa Urdu di Surabaya dimulai dari bentuk hurufnya
Orang yang baru mendaftar biasanya mengira hambatan pertama bahasa Urdu ada di kosakata. Kenyataannya ada di tulisannya. Urdu ditulis dari kanan ke kiri dengan gaya nastaliq, gaya kaligrafi yang barisnya turun miring ke kiri bawah dan hurufnya bertumpuk rapat. Pembaca Indonesia lebih akrab dengan gaya naskh yang tegak dan sejajar, gaya yang biasa dijumpai di mushaf dan buku pelajaran, sehingga halaman Urdu pertama sering terasa seperti tulisan tangan orang lain.
Satu huruf Urdu memakai empat wujud menurut posisinya: berdiri sendiri, di awal kata, di tengah, dan di ujung. Sebagian huruf menolak disambung ke huruf sesudahnya, sehingga satu kata bisa terlihat terputus padahal utuh. Tanda vokal pendek umumnya tidak ditulis, jadi pembaca memilih bunyi yang benar dari kata yang sudah ia kenali.
Di kelas privat, bagian ini yang dikerjakan lebih dulu dan diperiksa satu per satu. Tutor menahan diri memberi teks panjang sebelum peserta sanggup memisahkan huruf yang bentuknya berdekatan. Peserta di Gubeng, Sukolilo, dan Mulyorejo yang mengambil sesi sore memakai potongan latihan tulis harian di sela kuliah, dan justru itu yang menentukan kecepatannya, sementara panjang satu pertemuan berpengaruh jauh lebih kecil.
Belajar aksara Urdu berantakan kalau dimulai dari daftar huruf sesuai urutan abjad. Tutor Edubia menyusunnya menurut kemiripan bentuk dan arah goresan, sehingga huruf yang mudah tertukar sengaja dijauhkan jaraknya. Enam tahap di bawah dipakai sebagai urutan bawaan pada sesi awal, dan urutannya berubah kalau tangan peserta ternyata terbiasa lebih dulu daripada telinganya.
Detail
Urutan aksara Urdu yang tutor susun untuk sesi awal
Goresan dasar dan arah pena
Latihan pertama berisi goresan pendek dari kanan ke kiri supaya pergelangan terbiasa arah baru sebelum huruf utuh diperkenalkan.
Huruf yang enggan menyambung
Alif, dal, ra, dan wao menolak disambung ke huruf sesudahnya. Wujudnya nyaris tetap, jadi kelompok ini dikenalkan lebih dulu.
Empat wujud satu huruf
Tiap huruf penyambung dilatih dalam empat posisinya sekaligus, supaya peserta membaca kata sebagai satu kesatuan bentuk.
Huruf yang hanya beda titik
Huruf sekerabat yang dipisahkan jumlah dan letak titik dilatih berpasangan dengan kata contoh, karena salah satu titik mengubah kata sepenuhnya.
Penanda retrofleks dan aspirasi
Tanda kecil di atas huruf menandai bunyi retrofleks, sementara ha bermata dua menandai bunyi beraspirasi. Keduanya khas Urdu dan dilatih terpisah.
Teks polos tanpa tanda bantu
Sesudah kata-kata dasar dikenali, teks polos dibaca dengan menimbang bentuk dan konteks. Tahap ini yang menentukan kecepatan membaca sesungguhnya.
Urdu dan Hindi: yang tutor luruskan sebelum kelas berjalan
Pertanyaan yang hampir selalu muncul di konsultasi awal: apakah belajar Urdu sama saja dengan belajar Hindi. Jawaban jujurnya begini. Dalam percakapan sehari-hari keduanya sangat berdekatan, sampai penutur salah satunya bisa mengikuti pembicaraan penutur lainnya tanpa banyak kesulitan. Yang berbeda sama sekali adalah aksaranya: Urdu memakai aksara Perso-Arab bergaya nastaliq, sementara Hindi memakai Devanagari yang bentuk dan arah tulisnya berlainan.
Perbedaan kedua ada di kosakata resminya. Begitu pembicaraan naik ke urusan hukum, sastra, pidato, atau berita, Urdu menarik kata dari Persia dan Arab, sementara Hindi menarik dari Sanskerta. Dua orang yang tadi mengobrol lancar soal harga dan cuaca bisa saling kehilangan arah di paragraf berita.
Untuk peserta di Surabaya, konsekuensinya praktis. Kalau telinga Anda sudah terbiasa dengan dialog film India, sesi percakapan memang berjalan lebih cepat sejak pertemuan awal. Membaca tetap dimulai dari nol, sebab kemampuan mengikuti dialog tidak memberi satu huruf pun. Berlaku pula sebaliknya: menguasai aksara Urdu tidak dengan sendirinya membuka halaman berhuruf Devanagari.
Kosakata Urdu yang sudah akrab di telinga peserta les
Bahasa Urdu bertumpu pada tiga lapis kata. Lapis sehari-hari berasal dari rumpun Indo-Arya dan dipakai untuk hal yang dekat: anggota keluarga, bagian tubuh, angka, dan kata kerja dasar. Lapis kedua datang dari Persia, terasa di kata sopan, puisi, dan istilah pemerintahan. Lapis ketiga datang dari Arab, banyak dipakai untuk istilah hukum, keilmuan, dan keagamaan.
Dua lapis terakhir itu keuntungan nyata untuk peserta Indonesia. Kata seperti kitab, kursi, waqt, dunya, sabr, dan syukr sudah dikenali telinga penutur bahasa Indonesia dengan bunyi mirip dan makna berdekatan. Dari sisi Persia, bazar, saudagar, gandum, kishmish, dan angur nyaris tidak perlu dihafalkan ulang.
Tutor memanfaatkan kemiripan itu sejak pekan pertama, sebab peserta yang bisa mengeja lima kata yang artinya sudah ia ketahui jauh lebih tahan menghadapi huruf yang masih asing. Sesudah itu peserta diberi daftar kata yang maknanya bergeser. Kata hal dalam bahasa Indonesia berarti perkara, sementara haal dalam Urdu berarti keadaan atau kabar seseorang. Pergeseran semacam itu yang membuat kalimat pemula terdengar ganjil di telinga penutur asli.
Bunyi beraspirasi dan retrofleks di kelas percakapan Urdu
Ada dua kelompok bunyi Urdu yang tidak punya padanan di bahasa Indonesia, dan keduanya menentukan apakah kata Anda dipahami atau ditebak lawan bicara. Kelompok pertama konsonan beraspirasi seperti kh, gh, bh, dh, jh, dan ph, yaitu bunyi yang dilepas bersama embusan napas. Kelompok kedua konsonan retrofleks, dibentuk dengan ujung lidah ditekuk ke belakang sebelum dilepas.
Latihannya memakai pasangan kata yang hanya dipisahkan satu bunyi. Kata pal berarti sesaat sementara phal berarti buah. Kata daal berarti kacang olahan, sementara kata dengan bunyi d retrofleks berarti dahan. Tutor mengucapkan pasangan itu bergantian, peserta menebak mana yang barusan terdengar, lalu giliran dibalik supaya telinga dan lidah dilatih dalam satu putaran.
Bagian inilah yang membuat pertemuan tatap muka berharga. Tutor perlu melihat posisi bibir dan mendengar embusan napas dari jarak dekat, lalu mengoreksinya pada detik berikutnya. Pada sesi daring, mikrofon ponsel kadang memotong embusan napas pada bunyi ph dan bh, jadi tutor meminta peserta mendekatkan mikrofon atau merekam ulang kata itu untuk didengarkan bersama pada menit yang sama.
Urdu punya tiga cara menyebut lawan bicara, dan memilih yang keliru terdengar lebih kasar daripada salah tata bahasa. Penutur asing yang sopan biasanya dimaafkan untuk kesalahan lain, sementara sapaan yang salah tempat menutup percakapan sejak kalimat pembuka. Karena itu urutan pengajarannya dibalik dari kebiasaan buku: bentuk hormat dilatih lebih dulu, bentuk akrab menyusul sesudah peserta memahami kapan ia pantas dipakai.
Catatan penting
Tingkat sapaan Urdu yang dilatih tutor sejak sesi pertama
Aap untuk hampir semua situasi
Bentuk hormat yang aman dipakai kepada orang yang baru dikenal, orang yang lebih tua, dan rekan sekerja. Kata kerjanya memakai bentuk jamak sekalipun lawan bicaranya satu orang.
Tum untuk lingkaran yang sudah dekat
Dipakai kepada teman sebaya dan adik yang sudah akrab. Salah tempat sedikit saja ia terdengar merendahkan, jadi peserta menunggu sampai hubungannya jelas.
Tu yang cukup dikenali saja
Bentuk yang amat akrab sekaligus mudah menyinggung bila salah sasaran. Peserta cukup mengenalinya ketika mendengar, tanpa memakainya sendiri di percakapan harian.
Menyebut orang ketiga dengan hormat
Orang yang dihormati dirujuk dengan bentuk jamak, termasuk saat ia sedang tidak hadir. Kebiasaan ini dilatih lewat percakapan tentang keluarga dan pimpinan tempat kerja.
Alasan peserta Surabaya mengambil kelas bahasa Urdu
Peminat bahasa Urdu di Surabaya sedikit, dan justru karena itu alasan tiap peserta terbaca jelas. Kelompok pertama mahasiswa yang menyiapkan studi lanjut ke Pakistan atau ke kampus di India; mereka menuntut kemampuan membaca lebih dulu daripada percakapan. Kelompok kedua pengkaji naskah, sebab banyak karya ulama dan penulis Asia Selatan ditulis asli dalam bahasa Urdu dan terjemahan Indonesianya belum tersedia, sehingga pembacanya memilih mendatangi sumbernya langsung.
Kelompok ketiga datang dari pekerjaan. Pedagang dan staf yang berurusan dengan mitra Pakistan atau India di kawasan Krembangan dan Pabean Cantian memakai Urdu untuk membuka percakapan, menawar, dan merawat hubungan yang sudah berjalan bertahun-tahun. Kelompok keempat keluarga campur, yang ingin berbicara dengan kerabat pasangan tanpa perantara. Kelompok kelima peminat sastra dan film, yang mengejar ghazal, nazm, dan lirik yang selama ini didengar tanpa dimengerti.
Kelima kelompok itu menuntut penekanan yang berlainan, dan itu sebabnya kelas ini tidak memakai satu urutan tetap. Peserta yang membidik naskah menghabiskan waktu lebih panjang pada teks tanpa tanda vokal, sementara peserta yang membidik percakapan lebih banyak berlatih mendengar lalu menjawab cepat. Assessment di pertemuan pertama dipakai memilih penekanan itu sebelum bahan disusun.
Berapa lama sampai bisa membaca Urdu dengan les rutin?
Pertanyaan ini pantas dijawab dengan angka beserta syaratnya sekaligus. Dengan ritme dua sesi 90 menit per pekan ditambah latihan tulis pendek setiap hari, pengenalan seluruh huruf beserta empat wujudnya biasanya tuntas dalam empat sampai enam pekan. Membaca kata demi kata secara lambat menyusul di bulan kedua.
Membaca kalimat tanpa mengeja satu per satu menuntut waktu lebih panjang, umumnya empat sampai enam bulan, sebab tanda vokal pendek tidak ditulis dan pembaca harus mengenali kata dari wujudnya. Percakapan untuk kebutuhan harian, seperti memperkenalkan diri, menanyakan arah, dan menawar harga, umumnya jalan di bulan ketiga bila peserta berlatih bicara di tiap sesi. Membaca teks sastra dan naskah lama adalah pekerjaan satu sampai dua tahun.
Yang mempercepat ada tiga, dan tidak satu pun berupa memperpanjang sesi. Latihan menulis harian sepuluh sampai lima belas menit mengalahkan latihan dua jam sekali sepekan. Membaca ulang bahan lama sebelum bahan baru dibuka membuat huruf yang mirip berhenti tertukar. Menyalin kalimat langsung dari bahan asli melatih mata mengenali wujud yang benar-benar dipakai penulis Urdu, dan catatan tangan sendiri belum tentu memperlihatkannya.
Selengkapnya
Cara les privat bahasa Urdu Edubia berjalan
Satu tutor mendampingi satu peserta, dari pengenalan aksara sampai membaca teks.
Assessment sebelum bahan disusun
Pertemuan pertama dipakai memeriksa tujuan peserta, kemampuan membaca yang sudah ada, dan tenggat kalau memang ada. Susunan bahan dibuat sesudah itu.
Tutor dicocokkan oleh tim Edubia
Peminat Urdu sedikit dan pengajarnya lebih sedikit lagi, jadi pencocokan dikerjakan tim Edubia menurut tujuan peserta serta jam yang benar-benar tersedia.
Lembar tulis diperiksa tiap pertemuan
Peserta menulis di lembar bergaris khusus lalu memotretnya bila sesi berjalan daring. Tutor menandai proporsi huruf dan arah goresan yang meleset.
Bahan ajar disusun tutor sendiri
Buku Urdu berbahasa Indonesia langka, jadi tutor menyiapkan lembarnya sendiri dan menuliskan ulang penjelasan dari sumber berbahasa asing.
Sesi daring dengan papan tulis bersama
Tulisan nastaliq perlu dilihat saat digoreskan, jadi sesi daring memakai papan tulis digital atau kamera yang diarahkan ke kertas peserta.
Penggantian tutor tanpa biaya tambahan
Kalau cara menerangkan tutor sulit diikuti, beri tahu koordinator kelas. Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan kemajuan aksara ikut berpindah.
Bahan ajar les bahasa Urdu yang disiapkan tutor sendiri
Bahasa besar punya raknya sendiri di toko buku Surabaya. Urdu tidak. Buku pelajaran berbahasa Indonesia untuk Urdu nyaris tidak beredar, kamus dwibahasa Indonesia-Urdu sulit dicari, dan sebagian besar bahan yang tersedia ditulis dalam bahasa asing atau langsung dalam Urdu. Kenyataan itu perlu Anda ketahui sebelum mendaftar, dan kenyataan itu pula yang membuat pendampingan tutor bernilai untuk bahasa ini.
Tutor menyusun lembar latihannya sendiri: lembar goresan huruf, daftar kata bertema, dan potongan bacaan yang panjangnya disesuaikan dengan kemampuan peserta saat itu. Penjelasan tata bahasa dari sumber berbahasa asing dituliskan ulang dalam bahasa Indonesia lebih dahulu, sehingga peserta tidak menanggung dua pekerjaan sekaligus di satu halaman yang sama.
Perkakas hariannya juga dibereskan di pertemuan awal: memasang papan ketik Urdu di ponsel dan komputer, memilih fonta nastaliq supaya teks di ponsel terbaca mendekati tulisan tangan, dan mengenali kamus daring yang jawabannya layak dipercaya. Peserta yang menyiapkan berkas kuliah dilatih pula menuliskan nama serta alamatnya dalam Urdu dengan ejaan yang konsisten dari satu dokumen ke dokumen berikutnya.
Jadwal sesi, durasi, dan tempat les bahasa Urdu
Satu sesi berjalan 90 menit, panjang yang dipilih karena kelas Urdu selalu berisi dua pekerjaan berbeda dalam satu pertemuan: melatih tangan menulis dan melatih telinga mendengar. Sesi 60 menit memaksa salah satunya dipotong, dan yang biasanya dikorbankan adalah latihan menulis, padahal bagian itulah yang menuntut pengawasan langsung.
Ritme yang dianjurkan dua sesi sepekan, delapan sesi sebulan. Jarak dua sampai tiga hari antarsesi cukup untuk mengendapkan huruf baru tanpa sempat terlupa. Peserta yang bekerja umumnya mengambil slot malam pada hari kerja, sementara mahasiswa memilih siang di sela jadwal kuliah. Penjadwalan berjalan setiap hari sepanjang pekan, dari pagi sampai malam.
Tempat belajarnya ada tiga pilihan. Tutor datang ke rumah atau kos peserta di Surabaya, dari Gubeng, Wonokromo, dan Rungkut sampai Lakarsantri, dan menyeberang pula ke Sidoarjo untuk peserta di Waru, Gedangan, dan Buduran. Belajar di co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo dikenai tambahan Rp15.000 per sesi. Sesi daring dipilih banyak peserta Urdu, dan alasannya jujur: pengajar bahasa ini sedikit, sehingga membatasi diri pada tutor yang sanggup berkendara ke alamat Anda justru mempersempit pilihan.
Biaya les privat bahasa Urdu per sesi di Surabaya
Tarif mengikuti jenjang peserta, panjang sesi, dan cara sesi dijalankan. Untuk mahasiswa dengan sesi 90 menit dan ritme delapan sesi sebulan, biaya daring mulai Rp222.300 per sesi. Sesi tatap muka di rumah untuk jenjang yang sama Rp242.500 per sesi, dan selisihnya menutup perjalanan tutor ke alamat peserta. Peserta dewasa yang sudah bekerja berada di kisaran atas, sampai Rp298.100 per sesi untuk pertemuan di rumah.
Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi di atas tarif itu, dihitung per pertemuan yang benar-benar dipakai. Nominal ditulis terbuka di halaman ini supaya Anda bisa menimbang lebih dulu sebelum membuka percakapan, dan angka yang berlaku untuk Anda dikunci sesudah jenjang, durasi, serta ritme sesinya ditetapkan.
Satu hal tidak berubah oleh pilihan mana pun: lembar latihan, daftar kata, dan potongan bacaan itu disusun tutor untuk satu peserta dengan tujuan tertentu, dan tidak ada versi jadinya yang bisa dibeli terpisah di toko buku mana pun di kota ini. Di luar tarif sesi, peserta menyiapkan sendiri alat tulis, buku catatan, serta cetakan lembar latihan bila menghendaki bentuk cetak.
Cara memulai kelas dan mengganti tutor bila belum cocok
Langkah pertama mengisi formulir pendaftaran di situs Edubia atau menghubungi tim lewat WhatsApp. Sebutkan tujuan Anda sejak awal, sebab tujuan itulah yang menentukan tutor mana yang dicocokkan: membaca naskah, menyiapkan studi, berbicara dengan kerabat pasangan, atau mengikuti sastra dan lagu.
Sesudah itu tim menjadwalkan sesi assessment. Di pertemuan itu tutor memeriksa apakah Anda sudah mengenali sebagian huruf, menguji telinga dengan beberapa pasangan bunyi, lalu menanyakan tenggat kalau memang ada. Susunan bahan untuk bulan pertama dibuat dari hasil itu, lengkap dengan sasaran yang bisa Anda periksa sendiri di akhir bulan.
Kalau di tengah jalan cara menerangkan tutor terasa sulit diikuti, atau logatnya berjarak jauh dari bahan yang Anda tuju, sampaikan kepada koordinator kelas. Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Lembar tulisan tangan Anda, daftar kata yang sudah dikuasai, dan catatan bunyi yang masih meleset diserahkan kepada tutor berikutnya, sehingga pekan pertama bersama pengajar baru tidak habis untuk mengulang dari huruf pertama.
Tata bahasa Urdu menuntut penyesuaian yang cukup dalam bagi penutur bahasa Indonesia, dan penyesuaian itu tidak bisa ditunda sampai kosakata menumpuk. Kalimat Urdu meletakkan kata kerja di ujung, memakai penanda yang berdiri di belakang kata benda, dan menuntut kesesuaian gender pada hampir semua bentuk kata kerjanya. Lima tahap di bawah dilatih berurutan, dengan porsi lisan dan tulis di tiap pertemuan.
Lebih dekat
Lima tahap tata bahasa Urdu yang dilatih tiap sesi privat
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Kata kerja pindah ke ujung kalimat
Urdu menyusun kalimat dengan urutan pelaku, sasaran, lalu kata kerja. Peserta memulai dari kalimat pendek sambil menahan kebiasaan bahasa Indonesia yang menaruh kata kerja di tengah.
-
Penanda yang berdiri di belakang
Urdu memakai penanda seperti ko, se, mein, dan par sesudah kata bendanya. Latihannya dengan mengganti satu penanda lalu membaca ulang arti kalimat yang berubah.
-
Kata sifat dan kata kerja ikut gender
Tiap kata benda berjenis maskulin atau feminin, dan pilihan itu mengubah bentuk kata sifat serta kata kerjanya. Kata baru dicatat bersama gendernya sejak hari pertama, sebab memperbaikinya belakangan jauh lebih mahal.
-
Kata kerja mengikuti tingkat sapaan
Bentuk kata kerja berubah menurut sapaan yang dipakai. Peserta dilatih memakai bentuk hormat lebih dulu supaya aman di percakapan nyata sebelum bentuk akrab dibuka.
-
Pelaku bertanda ne di kalimat lampau
Pada kalimat lampau berkata kerja transitif, pelaku menerima penanda ne dan kata kerjanya justru menyesuaikan sasaran. Bagian ini yang sering merusak kalimat pemula, jadi ia dilatih lewat kalimat pendek berulang.
Program Terkait
Pilihan les lain untuk kebutuhan serupa dengan bahasa Urdu
Tanya jawab
Masih ragu soal les bahasa Urdu? Ini jawabannya
Apa itu les bahasa Urdu di Edubia Surabaya dan siapa yang biasanya mengambilnya?
Ini kelas privat satu tutor satu peserta sepanjang 90 menit, dimulai dari pengenalan aksara nastaliq lalu bergerak ke tata bahasa, percakapan, dan membaca teks. Pesertanya mahasiswa yang menyiapkan studi lanjut, pengkaji naskah, pekerja yang berurusan dengan mitra Asia Selatan, anggota keluarga campur, dan peminat sastra.
Saya belum mengenal satu huruf Urdu pun. Mulainya dari mana?
Dari goresan dasar dan arah pena, sebelum huruf utuh diperkenalkan. Sesudah tangan terbiasa menulis dari kanan ke kiri, huruf dikelompokkan menurut kemiripan bentuk, lalu tiap huruf dilatih dalam empat posisinya. Peserta dari nol adalah keadaan yang biasa ditemui di kelas ini, jadi urutannya memang disusun untuk keadaan itu.
Berapa lama sampai saya bisa membaca tulisan Urdu?
Dengan dua sesi sepekan ditambah latihan tulis harian yang pendek, pengenalan seluruh huruf biasanya tuntas dalam empat sampai enam pekan, dan membaca kata demi kata secara lambat menyusul di bulan kedua. Membaca kalimat tanpa mengeja umumnya menuntut empat sampai enam bulan, sedangkan teks sastra pekerjaan satu sampai dua tahun.
Saya sudah terbiasa menonton film India. Apakah itu membantu?
Membantu untuk telinga dan percakapan, karena Urdu dan Hindi sangat berdekatan dalam pembicaraan sehari-hari. Membaca tetap dimulai dari nol, sebab aksaranya berlainan sama sekali. Peserta dengan latar seperti ini biasanya melompat cepat di sesi percakapan sambil tetap mengambil waktu penuh untuk aksaranya.
Apakah saya perlu menguasai aksara Arab dulu sebelum belajar Urdu?
Tidak perlu. Pengenalan huruf hijaiyah memang memberi awalan yang enak karena sebagian bentuk hurufnya berkerabat, tetapi Urdu menambah huruf yang tidak ada di sana, memakai gaya tulis nastaliq yang bentuknya berbeda, dan membawa bunyi retrofleks serta beraspirasi tersendiri. Peserta tanpa latar apa pun tetap bisa mulai dari sesi pertama.
Berapa biaya les privat bahasa Urdu per sesinya?
Untuk mahasiswa dengan sesi 90 menit dan ritme delapan sesi sebulan, biaya daring mulai Rp222.300 per sesi dan sesi tatap muka di rumah Rp242.500 per sesi. Peserta dewasa yang sudah bekerja berada di kisaran atas sampai Rp298.100 per sesi. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi.
Wilayah mana saja yang dijangkau untuk sesi tatap muka?
Seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Gubeng, Sukolilo, dan Mulyorejo di timur sampai Lakarsantri dan Sambikerep di barat, ditambah 18 kecamatan Sidoarjo termasuk Waru, Gedangan, dan Buduran. Untuk alamat yang jauh dari tempat tinggal tutor Urdu yang tersedia, sesi daring sering menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Karena tutor bahasa Urdu langka, apakah kelasnya daring saja?
Tidak selalu, dan pilihannya ada di Anda. Sesi tatap muka tetap dibuka untuk alamat yang terjangkau tutor yang sedang tersedia. Banyak peserta Urdu memilih daring justru supaya pilihan pengajarnya lebih luas, dan sebagian menyelang keduanya: pekan latihan menulis dijalani tatap muka, pekan latihan dengar dijalani daring.
Kalau sesinya daring, bagaimana tulisan tangan saya diperiksa?
Peserta menulis di lembar bergaris khusus, lalu memotretnya dan mengirim gambarnya saat sesi berjalan. Tutor menandai huruf yang proporsinya meleset, sambungan yang terputus, dan titik yang salah letak, lalu meminta barisnya ditulis ulang di layar bersama. Untuk goresan yang sulit dijelaskan lewat kata, tutor mengarahkan kameranya ke kertasnya sendiri.
Bahan ajarnya apa, dan apakah ada buku berbahasa Indonesia?
Buku Urdu berbahasa Indonesia nyaris tidak beredar, jadi tutor menyusun lembar latihannya sendiri: lembar goresan huruf, daftar kata bertema, dan potongan bacaan bertingkat. Penjelasan tata bahasa dari sumber berbahasa asing dituliskan ulang dalam bahasa Indonesia lebih dahulu. Cetakan lembar latihan, buku catatan, dan alat tulis dibeli peserta sendiri, terpisah dari tarif sesi.
Apakah remaja bisa ikut, atau kelas ini hanya untuk orang dewasa?
Remaja bisa ikut, dan peserta termuda biasanya siswa akhir sekolah menengah yang menyiapkan studi lanjut. Bahan bacaannya dipilih sesuai usia, dan jadwalnya diambil sesudah jam sekolah. Sebagian besar peserta kelas ini memang mahasiswa dan orang yang sudah bekerja, sebab alasan belajarnya bersandar pada studi, pekerjaan, atau keluarga.
Bisakah materi diarahkan hanya ke membaca, tanpa percakapan?
Bisa, dan permintaan itu justru sering datang dari pengkaji naskah. Aksara dan tata bahasa dasar tetap dilalui karena keduanya menopang membaca, sementara porsi latihan bicara dikecilkan dan diganti latihan membaca nyaring serta menerjemahkan potongan teks. Penekanan ini ditetapkan di sesi assessment supaya bahan disusun sekali jalan.
Bagaimana kalau saya merasa tidak cocok dengan tutornya?
Sampaikan kepada koordinator kelas, sebutkan bagian mana yang sulit diikuti, apakah cara menerangkan aksaranya, kecepatan bicaranya, atau logat yang berjarak dari bahan yang Anda tuju. Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan lembar tulisan tangan, daftar kata, serta catatan bunyi Anda diserahkan ke tutor berikutnya.
Bagaimana cara mendaftar dan apa yang terjadi setelah itu?
Isi formulir pendaftaran di situs Edubia atau hubungi tim lewat WhatsApp, sebutkan tujuan belajar dan jam yang Anda punya. Tim mencocokkan tutor bahasa Urdu yang tersedia, lalu menjadwalkan sesi assessment. Susunan bahan bulan pertama dikirim sesudah assessment, lengkap dengan sasaran yang bisa Anda periksa di akhir bulan.
Apakah ada sertifikat setelah program bahasa Urdu selesai?
Ada. Edubia menerbitkan sertifikat penyelesaian program di akhir paket belajar, memuat cakupan materi yang sudah dilalui peserta. Sebagian peserta memakainya sebagai lampiran berkas studi atau kerja, dan sebagian lagi menyimpannya sebagai catatan pribadi kemajuan belajarnya.
Jadwalkan Sesi
Jadwalkan sesi bahasa Urdu pertama Anda
Daftar hari ini, tutor bahasa Urdu pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 5 hari kerja.
4,9/5 · 1.200 ulasan peserta di Surabaya