Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai lanjutan

Les Menulis Kreatif di Surabaya

Les menulis kreatif Edubia di Surabaya menemani penulis cerpen, novela, novel, dan puisi lewat sesi privat 90 menit tiap pekan. Naskah dikirim sehari sebelum sesi lalu ditandai tutor baris demi baris, dan satu adegan digarap ulang di pertemuan itu juga.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terseleksi
1-on-1 perhatian penuh satu siswa
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor prosesnya mudah
Assessment dipetakan di awal

Les Menulis Kreatif di Surabaya: gambaran singkatnya

Les menulis kreatif Edubia di Surabaya menemani penulis cerpen, novela, novel, dan puisi lewat sesi privat 90 menit tiap pekan. Naskah dikirim sehari sebelum sesi lalu ditandai tutor baris demi baris, dan satu adegan digarap ulang di pertemuan itu juga.

Konsultasi dan Daftar

Fakta Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal di Surabaya dan sekitarnya
Materi yang dipelajari
Cerpen, novela, novel, dan puisi: premis, sudut pandang, tokoh, anatomi adegan, dialog, revisi berlapis, serta penyiapan naskah kiriman
Tutor pengampu
Penulis dan penyunting yang terbiasa membaca naskah orang lain baris demi baris
Format Sesi
Privat, satu tutor untuk satu penulis, tatap muka di rumah atau daring
Durasi sesi
90 menit sebagai ritme dasar, tersedia 60 dan 120 menit
Jenjang peserta
Pelajar SMP, pelajar SMA, mahasiswa, dan umum
Jadwal
Sekali sepekan; dua kali sepekan saat mengejar tenggat lomba atau revisi struktur
Biaya
Mulai Rp190.400 per sesi; belajar di co-learning space menambah Rp15.000 per sesi
Tempat belajar
Rumah peserta, co-learning space Edubia di Tambaksari dan Wonocolo, atau daring
Wilayah layanan
31 kecamatan di Surabaya, 18 kecamatan di Sidoarjo
Naskah yang didampingi
Naskah baru maupun naskah lama yang berhenti di tengah jalan
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Tiga bulan pertama

Perjalanan peserta les menulis kreatif, pekan demi pekan

Tempo di bawah berlaku untuk ritme sekali sepekan. Peserta yang mengambil dua sesi sepekan biasanya sampai ke tahap yang sama dalam separuh waktu, dengan syarat kuota menulis hariannya ikut naik.

  1. 01

    Pekan 1: tulisan lama dibaca bersama

    Sesi 1

    Contoh tulisan dibahas berdua, kekuatan dan hambatannya ditandai, lalu sasaran tiga bulan disepakati dan ditulis.

  2. 02

    Pekan 2 sampai 4: bentuk pendek dituntaskan

    Sesi 2 sampai 4

    Satu cerpen atau satu berkas puisi diselesaikan sampai titik akhir, betapa pun kasarnya. Penyuntingan ke belakang ditunda.

  3. 03

    Bulan 2: struktur dan adegan dirapikan

    Sesi 5 sampai 8

    Daftar adegan disusun, diuji, dan diurutkan ulang. Naskah biasanya menyusut lebih dulu sebelum akhirnya bertambah.

  4. 04

    Bulan 3: kalimat, dialog, dan bunyi

    Sesi 9 sampai 12

    Draf kalimat dijalankan, naskah dibaca keras, dan berkas kiriman disiapkan bersama tutor sampai siap dikirim.

  5. 05

    Bulan 4 dan seterusnya: naskah panjang

    Tahap lanjutan

    Peserta yang menuju novela atau novel mulai bekerja dengan daftar adegan panjang dan kuota harian yang dijaga di antara sesi.

Fleksibel

Pilih format les menulis kreatif yang cocok dengan rutinitas keluarga

Tutor kelas menulis kreatif datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Peserta yang cocok

Les menulis kreatif ini cocok untuk penulis seperti ini

Peserta yang cocok

  • Pelajar SMP atau SMA yang menyiapkan cerpen untuk lomba sekolah dan perlu pembaca yang teliti
  • Mahasiswa yang menulis di sela tugas kuliah dan ingin menuntaskan naskah pertamanya
  • Orang dewasa yang menyimpan bab satu bertahun-tahun dan belum pernah sampai ke bab empat
  • Penulis yang sudah rutin menulis, tetapi catatan pembacanya selalu berhenti di kata bagus
  • Peminat puisi yang ingin bekerja pada baris, jeda baris, dan pilihan kata
  • Penulis yang naskahnya sudah selesai dan perlu disiapkan sebelum dikirim

Sebelum memutuskan

Apa yang kami siapkan sebelum sesi menulis kreatif pertama?

Ringkasan singkat sebelum Anda menanyakan jadwal dan biaya les menulis kreatif.

Biaya les menulis kreatif disepakati di awal

Nominal per sesi dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, tanpa tambahan di tengah jalan.

Tutor kelas menulis kreatif terverifikasi

Berkas, wawancara, dan uji materi dilalui setiap tutor menulis kreatif sebelum ia masuk ke rumah keluarga di Surabaya.

Rating tutor Edubia 4,9 dari 1.200 ulasan

Angka itu dihitung dari ulasan wali dan siswa yang sudah menjalani sesi bersama tutor Edubia.

Cakupan

Yang peserta bawa pulang dari les menulis kreatif

  • Catatan baris demi baris pada tiap naskah Tanda tutor di berkas peserta sendiri, lengkap dengan alasan tiap tanda, dan bisa dibuka ulang kapan saja.
  • Daftar adegan yang sudah diuji Satu baris per adegan berisi keinginan, penghalang, dan perubahan keadaan. Daftar ini yang dipakai menulis di rumah.
  • Kuota menulis harian yang masuk akal Angka kecil yang disepakati bersama, diperiksa tiap pekan tanpa hukuman, dan dinaikkan hanya bila dua pekan berturut tercapai.
  • Satu karya utuh tiap tiga bulan Cerpen tuntas, satu berkas puisi, atau tiga bab novel, mengikuti sasaran yang dipilih pada sesi pertama.
  • Berkas kiriman yang siap dipakai Surat pengantar, biografi tiga kalimat, dan naskah dalam format yang lazim diminta redaksi maupun panitia sayembara.
  • Cara memeriksa naskah sendiri Urutan revisi berlapis yang bisa dijalankan peserta tanpa pendampingan, sesudah program selesai.

Adu cara belajar

Tiga jalan belajar menulis kreatif, mana yang cocok untuk Anda?

Pilihan terbaik

Les Menulis Kreatif Privat Edubia

Ke rumah di Surabaya

  • Perhatian tutor saat belajar menulis kreatif : Penuh, satu untuk satu
  • Materi menulis kreatif disesuaikan level siswa
  • Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya
  • Assessment kebutuhan menulis kreatif di awal
  • Tutor kelas menulis kreatif bisa diganti tanpa ribet
  • Koreksi langsung begitu langkahnya meleset

Bimbel Menulis Kreatif Grup

  • Perhatian tutor saat belajar menulis kreatif : Terbagi ke banyak siswa
  • Materi menulis kreatif disesuaikan level siswa
  • Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya : Kelas terjadwal
  • Assessment kebutuhan menulis kreatif di awal
  • Tutor kelas menulis kreatif bisa diganti tanpa ribet
  • Koreksi langsung begitu langkahnya meleset : Menunggu giliran

Belajar Menulis Kreatif Sendiri

  • Perhatian tutor saat belajar menulis kreatif : Tanpa pendamping
  • Materi menulis kreatif disesuaikan level siswa
  • Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya
  • Assessment kebutuhan menulis kreatif di awal
  • Tutor kelas menulis kreatif bisa diganti tanpa ribet
  • Koreksi langsung begitu langkahnya meleset : Tak ada yang mengoreksi

Keunggulan kelas ini

Yang membuat les menulis kreatif kami beda

Unggulan utama

Naskah peserta jadi bahan utama

Tiap sesi berangkat dari halaman yang baru saja ditulis peserta. Karya penulis lain hadir sebagai pembanding pendek saja.

Catatan baris demi baris sebelum sesi

Tutor membaca dan menandai naskah lebih dulu, jadi 90 menit pertemuan habis untuk membahas dan menggarap ulang.

Bentuk pendek dituntaskan sebelum naskah panjang

Peserta menyelesaikan cerita utuh berukuran kecil dulu supaya terbiasa sampai ke titik akhir, sebelum masuk ke novela atau novel.

Puisi dan fiksi punya latihan terpisah

Baris dan jeda baris digarap dengan latihannya sendiri, berbeda dari latihan adegan dan dialog untuk fiksi naratif.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Kecocokan selera baca menentukan mutu catatan. Bila terasa tak bertemu, penggantian tutor diurus tim Edubia dan catatan lama ikut diserahkan.

Susunan materi

Susunan materi les menulis kreatif beserta salah kaprah yang lazim

Sembilan pokok di bawah dijalankan berurutan untuk peserta baru, dan boleh diloncati bila naskah peserta menuntut pokok tertentu lebih dulu. Kolom salah kaprah berisi kekeliruan yang berulang muncul di naskah peserta, dan kolom penanganan berisi cara tutor membereskannya di dalam sesi.

  1. 1

    Ide, premis, dan pilihan bentuk

    Sesi 1 sampai 2

    Yang dibahas. Mengubah ide menjadi premis satu kalimat, lalu memilih bentuk yang sanggup menampungnya.

    Jebakan umum. Premis ditulis sebagai tema besar seperti tentang persahabatan, sehingga naskah tak punya kejadian yang bisa ditulis.

    Cara tutor. Premis ditulis ulang memakai tiga unsur: tokoh, keinginan, penghalang. Sesudah itu adegan yang diperlukan dihitung kasar.

  2. 2

    Sudut pandang dan jarak narator

    Sesi 3 sampai 4

    Yang dibahas. Orang pertama, orang ketiga terbatas, orang ketiga serba tahu, serta akibat tiap pilihan pada informasi yang sampai ke pembaca.

    Jebakan umum. Berpindah kepala tokoh di tengah adegan tanpa jeda, sehingga pembaca kehilangan pegangan.

    Cara tutor. Adegan yang sama ditulis tiga kali, lalu peserta memilih satu dan menguncinya sepanjang naskah.

  3. 3

    Tokoh dan pilihan di bawah tekanan

    Sesi 5 sampai 6

    Yang dibahas. Keinginan, kebutuhan, harga yang dibayar, dan pasangan sifat yang saling menyangkal.

    Jebakan umum. Sifat tokoh didaftar di paragraf perkenalan lalu tak pernah tampak lagi di perbuatan.

    Cara tutor. Peserta menaruh tokohnya di satu situasi sempit dan menuliskan pilihannya tanpa satu kalimat penjelasan penulis.

  4. 4

    Anatomi adegan

    Sesi 5 sampai 8

    Yang dibahas. Keinginan, penghalang, perubahan keadaan, masuk terlambat, dan keluar lebih awal.

    Jebakan umum. Adegan berisi percakapan yang enak dibaca tetapi tak mengubah apa pun bagi tokohnya.

    Cara tutor. Daftar adegan diuji satu per satu dengan dua baris keadaan. Adegan tanpa perubahan digabung atau dibuang.

  5. 5

    Dialog dan subteks

    Sesi 7 sampai 9

    Yang dibahas. Penanda pembicara, perbuatan kecil sebagai penanda, irama giliran bicara, dan pilihan meninggalkan tanda petik.

    Jebakan umum. Tokoh menjawab pertanyaan dengan lurus dan lengkap, sehingga percakapan berubah menjadi pengumuman.

    Cara tutor. Satu percakapan ditulis ulang dengan aturan tiap tokoh menghindari satu hal yang tak ingin ia ucapkan.

  6. 6

    Menunjukkan dan menceritakan

    Sesi 9 sampai 10

    Yang dibahas. Kecepatan naratif, adegan penuh untuk titik perubahan, ringkasan untuk bagian penghubung.

    Jebakan umum. Semua bagian ditulis sebagai adegan penuh, sehingga cerita berjalan jauh lebih lambat daripada yang pembaca sanggup ikuti.

    Cara tutor. Tutor menandai adegan yang layak diringkas dan ringkasan yang seharusnya dibentangkan, langsung pada naskah peserta.

  7. 7

    Revisi berlapis

    Sesi 11 sampai 14

    Yang dibahas. Draf nol, draf struktur, draf kalimat, dan membaca keras sebagai pemeriksaan terakhir.

    Jebakan umum. Menyunting kalimat bab satu berulang kali sementara bab berikutnya belum ditulis sama sekali.

    Cara tutor. Peserta menahan diri menyunting ke belakang sampai titik akhir tercapai, lalu tiap lapis revisi diberi jadwalnya sendiri.

  8. 8

    Puisi: baris, citraan, penahanan

    Jalur puisi

    Yang dibahas. Jeda baris, bait sebagai satuan tarikan napas, benda konkret, dan makna yang ditahan sampai akhir.

    Jebakan umum. Kata abstrak seperti rindu dan sunyi dipakai sebagai isi, sehingga pembaca tak diberi apa pun untuk dilihat.

    Cara tutor. Tiap kata abstrak diganti benda yang bisa dilihat atau dipegang, lalu baris penutup yang menjelaskan puisi dicabut.

  9. 9

    Menyiapkan naskah untuk dikirim

    Sesi lanjutan

    Yang dibahas. Format berkas, surat pengantar, biografi pendek, dan pemilihan sasaran kiriman yang sepadan.

    Jebakan umum. Naskah dikirim tanpa membaca ketentuan yang berlaku di tempat tujuan, lalu ditolak sebelum dibaca.

    Cara tutor. Berkas kiriman disusun bersama di dalam sesi, dan ketentuan tujuan dibaca ulang sebelum naskah benar-benar dikirim.

Yang dikerjakan di sesi les menulis kreatif Surabaya

Menulis kreatif adalah pekerjaan menyusun cerita dan puisi sebagai teks: sesuatu yang bisa dibaca ulang, ditandai, lalu diperbaiki. Di Edubia pekerjaan itu berlangsung berdua. Satu tutor menemani satu penulis, dan bahan yang dibahas adalah naskah milik peserta sendiri. Contoh dari buku orang lain dipakai seperlunya saja, sebagai pembanding pendek.

Ritmenya tetap tiap pekan. Peserta mengirim halaman terbarunya sehari sebelum jadwal. Tutor membacanya lebih dulu dan menandai bagian yang sudah bekerja, bagian yang tersendat, serta pertanyaan yang muncul di kepala pembaca pada baris tertentu. Sesi 90 menit karena itu langsung dipakai membahas tanda-tanda tadi.

Peserta les menulis kreatif di Surabaya datang dari tiga arah. Ada pelajar SMP dan SMA yang menyiapkan naskah untuk lomba sekolah, mahasiswa yang menulis di sela tugas kuliah, dan orang dewasa yang menggarap naskah pertamanya sesudah jam kerja. Ketiganya memerlukan hal yang sama: pembaca pertama yang teliti dan berani menunjuk bagian yang belum jalan.

Tutor mendatangi rumah di kecamatan seperti Gubeng, Rungkut, Sukolilo, dan Wonokromo, atau menemui peserta di co-learning space Edubia. Sebagian peserta memilih sesi daring karena bahan utamanya memang teks: dokumen yang sama dibuka berdua, dan catatan pinggir terbaca detik itu juga.

Bentuk memilih isinya sendiri. Sebuah cerita punya batas berapa tokoh dan berapa adegan yang sanggup ditanggungnya, dan batas itu berbeda jauh antara cerpen, novela, dan novel. Salah menaksir daya tampung adalah sebab teknis yang membuat naskah macet, dan ia biasanya muncul pada sesi kedua atau ketiga, saat peserta mulai menghitung adegan yang tersisa.

Catatan penting

Daya tampung cerpen, novela, dan novel di kelas privat

Cerpen: satu masalah, satu perubahan

Acuan lazimnya 1.000 sampai 7.000 kata. Cerpen sanggup menanggung satu tokoh utama, satu masalah pokok, dan dua sampai empat adegan. Tokoh tambahan boleh ada selama tugasnya menekan tokoh utama. Bentuk ini yang dipakai peserta lomba dan peserta yang ingin melihat cerita utuh dalam sebulan.

Novela: satu alur pokok, satu alur sampingan

Panjangnya lazim di kisaran 20.000 sampai 50.000 kata. Novela memberi ruang untuk dua sampai empat tokoh yang benar-benar berubah, sekitar dua puluh adegan, dan satu alur sampingan yang wajib bertemu kembali dengan alur pokok sebelum halaman terakhir.

Novel: banyak adegan, banyak utang

Di atas 50.000 kata, tiap tokoh yang diperkenalkan menjadi utang yang harus dilunasi dan tiap janji di bab awal menagih jawabannya di bab akhir. Peserta yang ingin langsung menulis novel diminta menuntaskan dua cerpen lebih dulu supaya terbiasa sampai ke titik akhir.

Tutor menahan naskah pemula supaya tidak berhenti di bab tiga

Dua bab pertama hampir selalu lancar. Bayangan awal cerita masih segar, adegan yang sudah lama dipikirkan tinggal dituliskan, dan halaman bertambah cepat. Bab tiga berbeda sifatnya. Di sana bayangan itu habis, dan penulis harus menyusun akibat dari apa yang sudah terjadi.

Ada tiga sebab teknis yang berulang. Pertama, tokoh utama belum punya keinginan yang cukup mendesak, sehingga penulis kehabisan alasan untuk membuatnya bergerak. Kedua, penulis kembali menyunting bab satu tiap kali membuka berkas, dan bab empat tak pernah dimulai. Ketiga, jumlah tokoh sudah melewati daya tampung ceritanya, dan tiap tokoh menuntut adegannya sendiri.

Yang dikerjakan tutor pada sesi semacam ini sederhana. Daftar adegan ditulis di selembar kertas, satu baris satu adegan, lalu tiap baris diuji dengan satu pertanyaan: keadaan apa yang berubah di sini. Baris yang tak sanggup menjawabnya digabung dengan tetangganya atau dihapus. Peserta pulang membawa daftar yang lebih pendek dan tiga adegan berikutnya yang sudah jelas isinya.

Sudut pandang yang ditentukan pada sesi awal les menulis

Sudut pandang sering dianggap urusan selera. Di kelas ini ia diperlakukan sebagai keputusan teknis, sebab pilihan sudut pandang menentukan informasi apa yang boleh diketahui pembaca dan informasi apa yang masih bisa ditahan. Ketegangan cerita lahir dari jarak antara keduanya.

Contoh yang dipakai di sesi: seorang tokoh menyimpan surat di laci. Bila cerita ditulis dari kepala tokoh itu, pembaca ikut tahu isi suratnya, dan ketegangannya berpindah ke pertanyaan kapan surat itu ketahuan. Bila cerita ditulis dari kepala adiknya, isi surat tetap tertutup, dan pembaca terus membaca untuk mengetahuinya.

Perpindahan kepala di tengah adegan adalah kesalahan teknis yang sering muncul di naskah peserta. Pembaca yang sedang mengikuti satu tokoh tiba-tiba dipindahkan ke pikiran tokoh lain dalam paragraf yang sama, dan kepercayaannya pada narator goyah. Tutor menandai tiap perpindahan semacam itu, lalu menunjukkan dua jalan keluar: memberi jeda bagian, atau membuang keterangan yang memang belum perlu diketahui pembaca.

Ketiganya dilatih memakai adegan yang sama. Peserta menulis satu adegan pendek tiga kali, sekali untuk tiap sudut pandang, lalu membandingkan bagian mana yang hilang dan bagian mana yang menguat. Latihan ini biasanya jatuh di pekan ketiga, sesudah peserta punya cukup halaman untuk dibandingkan.

Selengkapnya

Tiga sudut pandang yang dilatih tutor bersama peserta

Orang pertama: sempit dan dekat

Pembaca hanya menerima apa yang tokoh aku ketahui, lihat, dan mau akui. Suaranya harus khas sejak kalimat pertama. Harga yang dibayar: tokoh aku sulit digambarkan dari luar, dan penulis mudah tergoda menjelaskan perasaan yang seharusnya terlihat dari perbuatan.

Orang ketiga terbatas: disiplin sama, ruang lebih luas

Cerita menempel pada satu tokoh per adegan, jadi informasi tetap terkendali, sementara penulis masih bisa menggambarkan tokoh itu dari luar. Bentuk ini yang dipakai sebagian besar novel masa kini, dan biasanya disarankan tutor untuk naskah panjang pertama.

Orang ketiga serba tahu: luas dan mahal

Narator boleh berpindah kepala dan berkomentar. Jangkauannya luas, dan bayarannya ketegangan, sebab pembaca jarang berada dalam ketidaktahuan. Bentuk ini menuntut suara narator yang kuat supaya kehadirannya terbaca sebagai pilihan yang disengaja.

Tokoh dibentuk lewat pilihan, dan itu dilatih tiap sesi

Paragraf perkenalan yang berisi daftar sifat jarang berhasil. Pembaca melewati kalimat semacam sabar, keras kepala, dan setia, lalu melupakannya di halaman berikutnya. Yang menempel di ingatan adalah pilihan yang diambil tokoh ketika kedua pilihan sama-sama merugikan.

Karena itu latihan tokoh di kelas ini selalu berbentuk situasi. Peserta menaruh tokohnya di tempat sempit: uang tinggal cukup untuk satu keperluan, sementara dua orang menagih janji yang sama. Apa yang dipilih tokoh di situ mengatakan lebih banyak daripada satu paragraf penjelasan.

Tiga pertanyaan dipakai berulang. Apa yang tokoh ini inginkan di halaman ini. Apa yang sebenarnya ia perlukan, yang mungkin berlawanan dengan keinginannya. Apa yang ia korbankan supaya salah satunya tercapai. Jawaban ketiganya berubah menjadi perbuatan, dan perbuatan itulah yang ditulis.

Tokoh yang mudah diingat biasanya menyimpan dua sifat yang saling menyangkal: murah hati dengan uang, perhitungan dengan waktu. Tutor mendorong peserta menemukan pasangan semacam itu untuk tokoh utamanya, lalu mengujinya di satu adegan pendek. Bila pasangan sifat itu terbaca tanpa dijelaskan, tokohnya sudah hidup.

Inti bahasan

Anatomi adegan yang dipakai tutor menilai naskah

Lima pertanyaan di bawah dipakai berulang tiap kali naskah dibahas.

01

Keinginan yang jelas di halaman itu

Tokoh masuk adegan membawa sesuatu yang ia kejar pada halaman itu juga. Cita-cita besar sepanjang cerita disimpan untuk lapisan lain.

02

Penghalang yang punya kepentingan sendiri

Sesuatu atau seseorang menahan keinginan itu. Penghalang yang punya kepentingannya sendiri membuat perlawanannya masuk akal, dan adegannya berhenti terasa dibuat-buat.

03

Keadaan akhir yang berbeda

Tulis keadaan di awal adegan dan di akhir adegan, masing-masing satu baris. Bila keduanya sama, adegan itu digabung dengan tetangganya atau dihapus.

04

Masuk terlambat, keluar lebih awal

Adegan dimulai sesudah basa-basi pembuka dan berhenti sebelum perpisahan. Bagian yang dipotong hampir selalu bagian yang membuat pembaca melompat.

05

Perubahan nilai yang bisa disebut

Aman menjadi terancam, berharap menjadi kecewa, akrab menjadi berjarak. Perubahan yang bisa disebut dengan dua kata semacam ini menandai adegannya bekerja.

Dialog dan subteks: bagian yang sering diperbaiki di kelas

Dalam percakapan sehari-hari orang jarang menjawab langsung. Ia menunda, memindahkan pokok pembicaraan, atau menjawab pertanyaan lain yang tidak diajukan. Dialog yang hidup meniru kebiasaan itu, dan apa yang sebenarnya diinginkan tokoh tinggal di bawah kalimatnya.

Penanda pembicara sering menjadi masalah teknis pertama. Kata katanya cukup dipakai apa adanya dan hampir tak terlihat pembaca, sementara deretan sinonim seperti tukasnya, cetusnya, dan tandasnya justru menarik perhatian ke penandanya. Jalan yang lebih rapi memakai perbuatan kecil: tokoh menutup laci, lalu berbicara. Pembaca tahu siapa yang bicara sekaligus melihat keadaan batinnya.

Irama diatur lewat panjang giliran bicara. Balasan pendek mempercepat, kalimat panjang memperlambat, dan diam kerap menjadi jawaban yang terasa lebih keras daripada kalimat mana pun. Peserta berlatih menulis ulang satu percakapan dengan aturan tiap tokoh menghindari satu hal.

Tanda petik ditinggalkan sebagian penulis supaya ucapan larut ke dalam narasi. Cara itu sah selama dipakai konsisten sejak halaman pertama dan pembaca tetap tahu siapa yang berbicara. Peserta yang ingin mencobanya menulis satu adegan penuh dengan cara tersebut, lalu membacanya untuk telinganya sendiri.

Kapan menunjukkan dan kapan menceritakan di naskah peserta les

Nasihat lama menyuruh selalu menunjukkan. Nasihat itu keliru bila dijalankan tanpa syarat, dan sebabnya ada pada kecepatan naratif: perbandingan antara waktu yang berjalan di dalam cerita dan ruang halaman yang dipakai untuk menceritakannya.

Menunjukkan berarti membentangkan adegan dalam waktu nyata, lengkap dengan dialog dan perbuatan. Ia lambat, dan kelambatan itu berguna di titik cerita yang harus dirasakan pembaca. Menceritakan memampatkan: tiga bulan bisa lewat dalam satu kalimat, dan pembaca sampai ke bagian penting tanpa membaca hal yang bisa dilewati.

Kesalahan yang sering muncul di naskah peserta berbentuk adegan sepanjang sembilan ratus kata untuk kejadian yang cukup diringkas satu baris. Kesalahan sebaliknya juga ada: perpisahan yang menentukan hubungan dua tokoh diringkas jadi keterangan waktu.

Aturan kerja yang dipakai di kelas berbunyi begini. Tunjukkan titik-titik tempat keadaan berubah, lalu ceritakan bagian penghubung di antaranya. Perjalanan menuju rumah sakit boleh diringkas; percakapan di ruang tunggu yang mengubah hubungan dua tokoh ditulis penuh. Tutor menandai tiap adegan yang layak diringkas dan tiap ringkasan yang seharusnya dibentangkan.

Yang menentukan siapa menyelesaikan naskah dan siapa berhenti terletak pada enam hari di antara dua sesi. Tutor menyepakati kuota kecil bersama peserta, lalu memeriksanya di pertemuan berikutnya tanpa menghukum. Kuota yang terlalu besar hampir selalu berumur pendek.

Uraian

Kebiasaan menulis yang dijaga tutor di antara dua sesi

Kuota kecil yang dijalankan tiap hari

Kisaran 250 sampai 500 kata sehari terdengar sedikit, dan dalam setahun ia sudah sepanjang sebuah novel. Kuota besar yang dikerjakan sesekali kalah oleh kuota kecil yang berulang.

Jam tetap yang tak menunggu suasana hati

Peserta memilih satu jam yang sama tiap hari, sependek dua puluh menit. Berangkat pada jam yang sudah disepakati sendiri melatih tubuh mulai bekerja tanpa menunggu perasaan siap.

Berhenti saat kalimat berikutnya masih terbayang

Sesi menulis ditutup di tengah adegan, saat kalimat berikutnya masih terbayang. Esok harinya peserta tinggal meneruskan, dan halaman kosong berhenti menjadi masalah.

Buku catatan pengamatan yang terpisah

Pengumpulan bahan dipisahkan dari penyusunan naskah. Percakapan di angkutan, bunyi di gang sempit, dan cara orang menunggu dicatat mentah-mentah, lalu dipakai saat sebuah adegan memerlukannya.

Puisi di kelas privat: baris, jeda baris, dan makna yang ditahan

Puisi digarap di kelas ini sebagai teks yang ditulis dan direvisi. Bahan utamanya baris, jeda baris, dan pilihan kata, dan ketiganya dikerjakan di atas kertas maupun berkas digital jauh sebelum puisi itu sampai ke telinga siapa pun.

Jeda baris adalah alat yang tak dimiliki prosa. Tempat sebuah baris diputus menentukan berapa lama pembaca berhenti dan makna sementara apa yang terbentuk sebelum baris berikutnya datang membetulkannya. Latihan pertama berbentuk satu kalimat panjang yang dipotong tiga cara berbeda, lalu dibaca perlahan untuk mendengar perbedaannya.

Citraan konkret dikerjakan lebih dulu daripada pernyataan. Puisi yang menyebut kata kesepian menyerahkan pekerjaannya kepada pembaca; puisi yang menyebut piring yang belum dicuci sejak Selasa membiarkan pembaca sampai sendiri ke sana. Peserta berlatih mengganti tiap kata benda abstrak di draf pertamanya dengan benda yang bisa dilihat, dibaui, atau dipegang.

Penahanan makna adalah pekerjaan revisi. Baris penutup yang menjelaskan seluruh puisi biasanya dicabut lebih dulu, begitu pula bait pembuka yang isinya pemanasan penulis. Sesudah keduanya hilang, puisi dibaca ulang untuk melihat apakah ia masih berdiri.

Mengirim naskah adalah keterampilan tersendiri, dan ia dilatih di sesi tersendiri pula. Yang dikerjakan tutor bersama peserta adalah menyiapkan berkas kiriman, memilih sasaran yang sepadan dengan panjang dan bentuk naskah, lalu menyusun jadwal pengiriman supaya satu penolakan tidak menghentikan pekerjaan menulis.

Rincian

Jalur terbit yang disiapkan bersama tutor menulis

Unggulan utama

Rubrik cerpen di koran akhir pekan

Ruangnya sempit dan panjang naskah dibatasi ketat, jadi cerpen dipangkas ke ukuran yang diminta sebelum dikirim. Antreannya bisa berbulan, dan sebagian pemuatan baru diketahui penulis pada hari terbitnya. Ketentuan tiap rubrik berbeda dan dibaca ulang sebelum berkas dikirim.

Majalah dan jurnal sastra

Sebagian membuka kiriman pada masa tertentu saja, dan sebagian menyunting naskah bersama penulisnya sesudah diterima. Peserta menyiapkan surat pengantar pendek serta biografi tiga kalimat, dua berkas yang hampir selalu diminta.

Penerbit buku, jalur besar maupun mandiri

Naskah lengkap, sinopsis, dan surat pengantar disiapkan sebagai satu paket. Jalur besar menuntut antrean panjang dengan penyuntingan bertahap; jalur mandiri berjalan lebih cepat, dengan urusan produksi dan penyebaran lebih banyak di tangan penulis.

Sayembara dan lomba menulis

Tenggat kaku, format berkas yang ditentukan panitia, dan penilaian yang menyembunyikan nama penulis. Peserta pelajar biasanya masuk lewat jalur ini lebih dulu, sebab tenggatnya memberi alasan untuk benar-benar menyelesaikan naskah.

Biaya les menulis kreatif per sesi dan yang termasuk di dalamnya

Tarif dihitung dari jenjang peserta, panjang sesi, dan jumlah sesi per bulan. Untuk sesi 90 menit sekali sepekan dengan tutor datang ke alamat peserta, jenjang SMP berada di Rp190.400 per sesi, sementara peserta dewasa yang menggarap naskah panjang berada di Rp303.800 per sesi.

Panjang 90 menit dipilih karena isi pertemuannya sudah tetap: sekitar dua puluh menit membahas tanda tutor pada naskah, empat puluh menit menggarap ulang satu adegan atau satu bait, dan sisanya menyepakati target tulisan untuk pekan berikutnya. Pada sesi 60 menit, bagian menggarap ulang itulah yang selalu terpotong.

Perjalanan tutor ke alamat peserta sudah masuk ke dalam tarif tersebut, jadi peserta di Lakarsantri membayar sama dengan peserta di Genteng. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang, dan tambahan itu ditulis terpisah supaya terbaca apa adanya.

Bila catatan tutor terasa mengubah suara peserta, atau selera bacanya tak bertemu, kabari tim Edubia lebih dulu. Penggantian tutor diurus tanpa biaya tambahan, dan berkas naskah berikut seluruh tanda di dalamnya berpindah ke tutor berikutnya.

Wilayah tutor menulis kreatif di Surabaya dan kota tetangganya

Sesi tatap muka berlangsung di rumah peserta. Alamat yang dilayani tersebar di seluruh Surabaya, dari Benowo dan Pakal di sisi barat sampai Gunung Anyar dan Rungkut di timur, ditambah Bulak serta Kenjeran di tepi utara.

Peserta dari Sidoarjo dilayani dengan cara yang sama, terutama dari Waru, Gedangan, Taman, dan Sedati yang jaraknya dekat. Untuk alamat yang lebih jauh seperti Krian, Porong, atau Tanggulangin, sesi daring sering dipilih sebab bahan pembahasannya berupa dokumen dan catatan pinggir yang sama-sama terbaca berdua.

Sebagian peserta memilih menulis di luar rumah. Mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus di Sukolilo kerap meminta jam sore sesudah kuliah, sedangkan peserta yang bekerja di kawasan Genteng dan Tegalsari lebih sering mengambil jam malam. Co-learning space Edubia di Tambaksari dan Wonocolo dipakai peserta yang menginginkan ruang tenang di luar rumah.

Pilihan tempat mengubah satu hal saja, yaitu siapa yang berpindah. Isi sesi tetap sama, sebab naskahnya sudah dibaca tutor sebelum pertemuan dimulai.

Revisi dikerjakan berlapis supaya tiap putaran punya satu pekerjaan saja. Menyunting kalimat sambil memindahkan adegan membuat keduanya setengah jadi. Urutan di bawah dipakai untuk naskah panjang maupun untuk satu cerpen; yang berbeda hanya jarak waktunya.

Garis besar

Tiga lapis revisi yang dijalankan di jadwal les mingguan

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Draf nol: selesaikan dulu ceritanya

    Putaran pertama hanya bertugas sampai ke titik akhir. Bagian yang belum terpecahkan ditandai kurung siku lalu ditinggal. Peserta menahan diri menyunting ke belakang di tahap ini, sebab di situlah banyak naskah berhenti selamanya.

  2. 2Draf struktur: urutan dan adegan

    Naskah dipecah menjadi daftar adegan, dan tiap adegan diuji dengan keinginan, penghalang, serta perubahan keadaan. Adegan dipindah, digabung, atau dibuang. Hubungan antaradegan dibaca ulang supaya tiap kejadian lahir dari kejadian sebelumnya, sebab urutan waktu saja belum cukup.

  3. 3Draf kalimat: bunyi dan ketelitian

    Baru di sini diksi diurus. Kata penyaring seperti melihat, merasa, dan menyadari dicabut bila ia menjauhkan pembaca dari kejadiannya. Keterangan yang mengulang kata kerjanya dipangkas, dan pembukaan kalimat yang berulang dicatat lalu diganti.

  4. 4Membaca keras: uji terakhir sebelum naskah dikirim

    Naskah dibaca dengan suara sendiri di ruangan sepi. Kalimat yang membuat lidah tersandung hampir selalu kalimat yang membuat mata pembaca tersandung. Dialog yang tak sanggup diucapkan mulut mana pun ketahuan di putaran ini.

Peserta baru biasanya sudah memegang sesuatu yang setengah jadi: berkas cerpen yang berhenti di tengah, kumpulan puisi yang belum disusun, atau bab satu yang ditulis ulang berkali-kali. Bahan itu yang dipakai pada sesi pertama.

Sorotan

Empat langkah memulai les menulis kreatif pekan ini

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Kirim kabar lewat WhatsApp atau formulir daftar

    Sebutkan bentuk yang sedang digarap, jenjang, wilayah, dan jam yang mungkin. Tim Edubia memilihkan tutor yang selera bacanya sepadan dengan naskah tersebut.

  2. Kirim contoh tulisan tiga sampai lima halaman

    Contoh itu dibaca tutor sebelum pertemuan pembuka, supaya sesi pertama langsung masuk ke naskah. Perkenalan cukup lima menit.

  3. Sesi pertama: menandai kekuatan dan menyusun sasaran

    Tutor menunjukkan dua bagian yang sudah bekerja dan dua bagian yang menahan pembaca, lalu keduanya menyepakati sasaran tiga bulan: satu cerpen tuntas, satu berkas puisi, atau tiga bab novel.

  4. Tetapkan jadwal mingguan dan kuota harian

    Jam sesi dikunci, kuota menulis harian disepakati, dan naskah dikirim sehari sebelum tiap pertemuan. Ritme itulah yang membuat halaman bertambah tiap pekan.

Tanya jawab

Berapa biaya dan bagaimana jadwal les menulis kreatif?

Berapa biaya les menulis kreatif di Surabaya per sesi?

Sesi 90 menit sekali sepekan dengan tutor datang ke rumah dimulai dari Rp190.400 per sesi untuk jenjang SMP, dan Rp303.800 per sesi untuk peserta dewasa yang menggarap naskah panjang. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang.

Saya belum pernah menulis apa pun. Apakah tetap bisa ikut?

Bisa. Sesi pertama dimulai dari ide dan premis satu kalimat, lalu naik ke bentuk pendek. Peserta yang belum punya naskah diminta menulis satu adegan sepanjang satu halaman sebelum pertemuan pembuka, dan halaman itulah yang dipakai sebagai bahan pertama.

Naskah dikirim dulu sebelum sesi atau dibaca tutor di tempat?

Dikirim sehari sebelum jadwal. Tutor membaca dan menandainya lebih dulu supaya 90 menit pertemuan habis untuk membahas dan menggarap ulang. Tanpa kebiasaan itu, separuh waktu sesi hilang hanya untuk membaca.

Berapa lama sampai satu cerpen benar-benar selesai?

Dengan ritme sekali sepekan dan kuota menulis harian yang dijalankan, satu cerpen utuh biasanya tuntas dalam tiga sampai lima sesi. Angka itu bergeser mengikuti panjang naskah dan berapa banyak halaman yang benar-benar ditulis di antara dua pertemuan.

Apakah puisi ikut diajarkan atau hanya fiksi?

Keduanya, dengan latihan yang terpisah. Fiksi naratif dikerjakan lewat adegan, tokoh, dan dialog; puisi dikerjakan lewat baris, jeda baris, citraan konkret, dan makna yang ditahan. Peserta boleh mengambil satu jalur saja atau keduanya bergantian.

Rumah saya di Sidoarjo. Apakah masih terlayani?

Masih. Waru, Gedangan, Taman, dan Sedati dilayani tatap muka seperti wilayah Surabaya. Untuk alamat yang lebih jauh seperti Krian atau Porong, sesi daring sering dipilih sebab bahan pembahasannya berupa dokumen dan catatan pinggir yang sama-sama terbaca berdua.

Sesi daring untuk menulis apakah sama berhasilnya?

Untuk pembahasan naskah, ya. Bahan utamanya teks, jadi dokumen yang sama dibuka berdua dan tiap catatan pinggir terbaca detik itu juga. Yang berbeda hanya latihan menulis di tempat, yang pada sesi daring dikerjakan memakai pencatat waktu dan berkas bersama.

Bisakah minta ganti tutor kalau catatannya terasa tak cocok?

Bisa, dan tanpa biaya tambahan. Kecocokan selera baca menentukan mutu catatan, jadi kabari tim Edubia bila catatan terasa mengubah suaramu sendiri. Tanda yang sudah dibuat ikut berpindah, sehingga tutor berikutnya tak memulai dari nol.

Apakah tutor akan menulis ulang naskah saya?

Tidak. Tutor menandai, bertanya, dan menunjukkan pilihan yang tersedia; keputusan tetap di tangan penulis. Penggarapan ulang satu adegan di dalam sesi dikerjakan peserta sendiri, dengan tutor mengarahkan pertanyaan pada tiap kalimat yang macet.

Saya sering macet di tengah cerita. Apakah itu dibahas?

Ya, dan macet diperlakukan sebagai masalah teknis. Biasanya keinginan tokoh di adegan itu belum jelas, atau ada keputusan keliru dua adegan sebelumnya. Peserta dilatih menulis sepuluh kemungkinan kejadian berikutnya, lalu memilih yang jauh dari tebakan pertamanya.

Anak saya kelas 8 dan sedang menyiapkan lomba menulis. Materinya menyesuaikan?

Menyesuaikan. Untuk peserta lomba, sasaran diikat ke tenggat: bentuk cerpen dipilih, panjang dibatasi mengikuti ketentuan panitia, dan revisi berlapis dijadwalkan mundur dari tanggal pengumpulan. Dua sesi sepekan lazim diambil pada bulan terakhir menjelang tenggat.

Apakah Edubia bisa memastikan naskah saya dimuat?

Keputusan pemuatan ada di redaksi dan dewan juri, di luar kendali kelas ini. Yang dikerjakan tutor adalah menaikkan peluang dari posisi naskah itu sekarang: memilih sasaran kiriman yang sepadan, merapikan berkas, dan menjadwalkan pengiriman berikutnya begitu satu kiriman ditolak.

Berapa lama satu program berjalan?

Sasaran dasarnya tiga bulan, sekitar dua belas sesi, dengan satu karya utuh sebagai capaian. Peserta yang menggarap novela atau novel biasanya melanjutkan ke tahap berikutnya, sebab naskah panjang menuntut daftar adegan dan kuota harian yang dijaga lebih lama.

Jam berapa saja sesi menulis bisa diambil?

Slot sore dan malam yang tersedia dikunci lewat WhatsApp sebelum sesi pertama. Pelajar biasanya memilih sore sesudah sekolah, mahasiswa sesudah jam kuliah, dan peserta yang bekerja mengambil jam malam atau akhir pekan.

Apakah kelas ini juga membahas artikel, esai opini, atau naskah iklan?

Tidak. Fokus kelas ini fiksi naratif dan puisi sebagai teks: cerpen, novela, novel, dan sajak. Peserta yang memerlukan tulisan kerja diarahkan ke program Edubia lain yang memang menggarap jenis tulisan tersebut.

Langkah Pertama

Langkah pertama Anda di kelas menulis kreatif dimulai di sini

Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor kelas menulis kreatif di Surabaya menyesuaikan dengan jadwal Anda.