Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat

Les Customer Service di Surabaya

Les customer service Edubia di Surabaya melatih staf layanan menangani keluhan lewat sesi privat 90 menit di rumah atau di tempat kerja. Tutor mengambil peran pelanggan yang menuntut, dan percakapan nyata Anda diulang sampai penutupnya rapi.

Les Customer Service di Surabaya
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Fleksibel rumah · kafe · co-learning · online
Ganti tutor kapan saja bila perlu
Assessment kebutuhan dulu

Apa itu Les Customer Service di Surabaya?

Les customer service Edubia di Surabaya melatih staf layanan menangani keluhan lewat sesi privat 90 menit di rumah atau di tempat kerja. Tutor mengambil peran pelanggan yang menuntut, dan percakapan nyata Anda diulang sampai penutupnya rapi.

Konsultasi dan Daftar

Detail Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal di Surabaya dan kota tetangganya
Format sesi
Privat, satu tutor menemani satu peserta, 90 menit per sesi
Tutor pengampu
Tutor berpengalaman kerja di layanan pelanggan, dipilihkan tim Edubia sesuai kanal yang Anda pakai
Materi yang dipelajari
Urutan menangani keluhan, batas wewenang, empat kanal layanan, catatan kasus, dan pembacaan angka mutu
Biaya
Mulai Rp303.800 per sesi 90 menit, sampai Rp374.600 untuk sesi 120 menit
Tambahan ruang belajar
Rp15.000 per sesi bila sesi berjalan di ruang belajar Edubia
Jumlah peserta
Satu peserta per sesi
Jadwal
Sekali sepekan, umumnya sesudah jam operasional toko atau kantor tutup
Tempat belajar
Rumah, tempat kerja, ruang belajar Edubia di Wonocolo, atau online
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
Tingkat
Pemula sampai staf yang sudah bertahun-tahun berada di meja layanan
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Timbang dulu

Kenapa satu tutor customer service untuk satu peserta lebih unggul?

Pilihan terbaik

Les Customer Service Privat Edubia

Di tempat pilihan Anda, Surabaya

  • Perhatian tutor saat belajar customer service : Penuh, satu untuk satu
  • Materi customer service disesuaikan level peserta
  • Belajar customer service di tempat Anda, Surabaya
  • Koreksi langsung saat langkah kerja meleset
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya

Bimbel Customer Service Grup

  • Perhatian tutor saat belajar customer service : Terbagi ke banyak peserta
  • Materi customer service disesuaikan level peserta
  • Belajar customer service di tempat Anda, Surabaya
  • Koreksi langsung saat langkah kerja meleset : Menunggu giliran
  • Perkembangan dipantau tiap sesi : Sesekali
  • Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya : Kelas terjadwal

Belajar Customer Service Sendiri

  • Perhatian tutor saat belajar customer service : Tanpa pendamping
  • Materi customer service disesuaikan level peserta
  • Belajar customer service di tempat Anda, Surabaya
  • Koreksi langsung saat langkah kerja meleset : Tak ada yang memeriksa
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya

Yang Anda bawa pulang

Isi kelas yang terpakai di meja kerja esok harinya

Urutan lima langkah yang sudah dilatih berulang

Dipakai berurutan untuk keluhan apa pun, dari salah kirim barang sampai janji layanan yang meleset.

Daftar wewenang satu halaman

Berisi keputusan yang boleh Anda ambil sendiri, batas nominalnya, dan hal yang wajib dinaikkan ke atasan.

Kalimat batas untuk pelanggan yang kasar

Satu kalimat pendek yang sudah Anda ucapkan puluhan kali di sesi sampai keluar dengan nada rata.

Susunan balasan tertulis yang aman disebarkan

Bentuk balasan pesan, komentar terbuka, dan surel yang tetap layak dibaca kalau tangkapan layarnya beredar.

Contoh catatan kasus yang bisa dilanjutkan rekan

Berisi permintaan pelanggan, janji yang sudah diberikan, hasil pemeriksaan, dan langkah berikutnya.

Kebiasaan jeda antarpanggilan

Rutinitas pendek yang menahan nada pelanggan sebelumnya supaya tidak terbawa ke percakapan berikutnya.

Cara membaca angka mutu layanan

Termasuk mengenali kapan angka yang bagus menutupi masalah yang belum selesai.

Laporan pendek untuk atasan

Ringkasan keluhan yang berulang beserta jumlahnya, dipakai kalau akar masalahnya ada di proses.

Perjalanan belajar

Dari percakapan yang berantakan sampai kasus sulit

Gambaran di bawah memakai ritme sekali sepekan, ritme yang dipilih hampir semua peserta yang bekerja penuh waktu. Peserta yang mengambil dua sesi sepekan sampai di titik yang sama lebih cepat, dengan catatan latihannya tetap dipakai di tempat kerja pada hari-hari di antaranya.

  1. 01
    Sesi 1

    Pekan pertama: dua percakapan dibongkar

    Dua percakapan yang Anda bawa dijalankan ulang. Tutor menandai detik-detik saat suara pelanggan naik, dan hampir selalu titik itu bukan tempat yang Anda duga.

  2. 02
    Sesi 3

    Pekan ketiga: urutan lima langkah berjalan utuh

    Kelima langkah dipakai tanpa dilewati, meski masih terasa kaku dan lambat. Kekakuan pada tahap ini normal dan biasanya hilang saat langkahnya dipakai di meja kerja.

  3. 03
    Sesi 5

    Pekan kelima: menolak tanpa menaikkan tensi

    Latihan berpindah ke permintaan yang memang tidak bisa dipenuhi. Peserta berlatih menyampaikan batas sesudah tawaran, dan mengulangnya sampai nada suaranya tetap rata.

  4. 04
    Sesi 7

    Pekan ketujuh: kanal tertulis dan catatan kasus

    Balasan pesan, komentar terbuka, dan surel disusun ulang. Catatan kasus Anda diuji dengan cara diserahkan kepada tutor yang berpura-pura baru menerima kasus itu.

  5. 05
    Sesi 9

    Pekan kesembilan: pelanggan kasar dan eskalasi

    Bagian terberat ditaruh di akhir supaya urutan dasarnya sudah kokoh. Peserta berlatih kalimat batas, memilih waktu menaikkan kasus ke atasan, dan menutup jam kerja tanpa membawa pulang nada pelanggan.

Kecocokan program

Siapa yang duduk di kelas ini

Peserta yang cocok

  • Penjaga toko dan staf restoran yang tiap hari menghadapi penukaran, keterlambatan, dan pesanan yang salah
  • Admin dan tim penjualan usaha kecil yang membalas pesan pelanggan sepanjang jam kerja
  • Staf front office hotel, klinik, dan kantor yang menerima tamu sambil menjawab telepon
  • Pemilik usaha yang masih membalas sendiri pesan pelanggannya dan mulai kewalahan mengaturnya
  • Pekerja baru di bagian layanan yang ingin punya urutan kerja sebelum menghadapi keluhan berat

Fleksibel

Sesi customer service yang mengikuti agenda Anda

Tutor customer service datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Ke tempat Anda
Toko, kantor, gudang, kafe: pilih yang searah dengan hari kerja
Co-learning
2 titik partner di Surabaya
Online
Sesi berbagi layar dua arah, terjadwal seperti sesi tatap muka

Susunan Materi

Delapan bagian yang dilatih di les customer service

Susunan di bawah dipakai sebagai kerangka, dan urutannya bergeser sesudah tutor mendengar dua percakapan yang Anda bawa di sesi pertama. Peserta yang keluhannya datang lewat telepon memulai dari bagian nada suara; peserta yang bekerja di kolom komentar memulai dari bagian balasan tertulis.

  1. 1

    Mendengarkan sampai tuntas

    Sesi awal

    Yang dibahas. Cara mendengar sambil mencatat rincian yang mudah hilang, dan cara menahan jawaban yang sudah siap di kepala.

    Jebakan umum. Banyak staf mendengar sambil menyusun jawaban, sehingga rincian penting lewat dan pelanggan diminta mengulangnya beberapa menit kemudian.

    Cara tutor. Tutor meminta Anda mengulang isi keluhan dengan kalimat sendiri sebelum boleh menjawab. Latihan ini terasa lambat pada awalnya dan biasanya berhenti terasa aneh sesudah putaran ketiga.

  2. 2

    Pengakuan kerugian

    Sesi awal

    Yang dibahas. Menyusun kalimat pengakuan yang menyebut kerugian pelanggan secara khusus, tanpa mengakui tanggung jawab yang di luar wewenang Anda.

    Jebakan umum. Templat permintaan maaf yang dipakai untuk semua kasus terbaca sebagai balasan otomatis, dan pelanggan membalasnya dengan menaikkan tuntutan.

    Cara tutor. Tiga permintaan maaf yang pernah Anda kirim ditulis ulang di sesi, lalu dibandingkan dengan versi yang menyebut kerugiannya dengan jelas.

  3. 3

    Batas wewenang

    Sesi tengah

    Yang dibahas. Memetakan keputusan yang boleh Anda ambil sendiri, batas nominalnya, dan hal yang selalu bergantung pada bagian lain.

    Jebakan umum. Janji yang harus dikerjakan divisi lain adalah sumber keluhan lanjutan yang berulang, dan pelanggan mengingat siapa yang berjanji.

    Cara tutor. Peserta menyusun daftar wewenang satu halaman untuk ditempel di meja, lalu mengujinya lewat lima permintaan sulit yang diajukan tutor.

  4. 4

    Kesepakatan dan tenggat

    Sesi tengah

    Yang dibahas. Menutup percakapan dengan langkah yang berjam, penanggung jawab yang jelas, dan cara mengabari yang disepakati.

    Jebakan umum. Kalimat saya kabari lagi tanpa waktu membuat pelanggan memasang tenggatnya sendiri, dan tenggat itu hampir selalu lebih pendek.

    Cara tutor. Latihan memasang tenggat yang sedikit longgar lalu menepatinya, termasuk cara mengabarkan bahwa jawabannya belum ada tanpa terdengar mengulur.

  5. 5

    Percakapan telepon

    Per kanal

    Yang dibahas. Tempo, jeda, izin menahan panggilan, dan cara menurunkan tekanan lewat volume suara.

    Jebakan umum. Menahan panggilan tanpa suara selama satu menit terasa seperti ditinggalkan, dan pelanggan menutup lalu menelepon ulang dengan nada lebih tinggi.

    Cara tutor. Tutor menelepon dari ruangan lain supaya wajah Anda tidak terlihat, persis seperti keadaan kerja, lalu memainkan tiga tipe penelepon yang berbeda.

  6. 6

    Balasan tertulis dan media sosial

    Per kanal

    Yang dibahas. Menyusun balasan yang aman dibaca ulang orang lain, memindahkan urusan ke pesan pribadi, dan menutup kembali di kolom terbuka.

    Jebakan umum. Balasan yang diketik saat masih kesal tersimpan selamanya dan bisa disebarkan oleh siapa pun yang membacanya.

    Cara tutor. Aturan tulis dulu lalu tunggu diterapkan di sesi: Anda mengetik balasan, tutor menahan pengirimannya, dan keduanya membaca ulang balasan itu setelah jeda.

  7. 7

    Catatan kasus dan serah terima

    Sesi lanjutan

    Yang dibahas. Isi catatan yang bisa dilanjutkan rekan berikutnya, dan cara membuka percakapan lanjutan dengan meringkas cerita pelanggan.

    Jebakan umum. Catatan berisi penilaian tentang sifat pelanggan mempersulit rekan berikutnya dan berisiko besar kalau catatan itu terbaca pihak luar.

    Cara tutor. Catatan asli Anda ditulis ulang di sesi sampai orang yang belum pernah mendengar kasusnya bisa melanjutkan tanpa bertanya kepada Anda.

  8. 8

    Membaca angka kepuasan

    Sesi lanjutan

    Yang dibahas. Apa yang benar-benar terbaca dari skor kepuasan, waktu tanggap, dan kasus yang dibuka kembali.

    Jebakan umum. Angka rata-rata menutupi kelompok pelanggan yang diam, sementara pengejaran kecepatan melahirkan balasan cepat yang tidak menyelesaikan apa pun.

    Cara tutor. Peserta membawa angka dari tempat kerjanya, lalu keduanya menyusun laporan pendek untuk atasan berisi keluhan yang berulang beserta jumlahnya.

Kelebihan les ini

Kelebihan kelas customer service bersama Edubia

Latihan memakai kasus dari tempat kerja Anda

Contoh percakapan buatan mudah dijawab karena tidak ada yang dipertaruhkan. Bahan latihan diambil dari keluhan yang benar-benar mendarat di meja Anda pekan lalu.

Tutor mengambil peran pelanggan yang menuntut

Tutor menekan di titik yang biasanya membuat Anda kehilangan kata, lalu menahan tekanan itu sampai kalimat penggantinya keluar dengan tenang.

Satu tutor menemani satu peserta

Latihan bicara menuntut koreksi di tengah kalimat. Di kelas berisi banyak orang, koreksi semacam itu memalukan; di sesi berdua ia jadi hal biasa.

Tutor dipilihkan dan bisa diganti tanpa biaya tambahan

Kami memilihkan tutor yang kanal kerjanya sedekat mungkin dengan pekerjaan Anda, dan penggantian dibuka kalau cara berlatihnya kurang cocok.

Sesi berjalan di rumah, tempat kerja, atau online

Tutor datang tanpa biaya perjalanan terpisah. Peserta yang jam kerjanya berpindah tiap pekan bisa berpindah antara tatap muka dan online.

Rekaman latihan dibahas ulang di sesi berikutnya

Rekaman dibuat atas persetujuan Anda dan hanya berisi suara Anda sendiri. Mendengarnya kembali memperlihatkan kebiasaan yang tidak terasa saat sedang berbicara.

Apa yang dilatih di les customer service Surabaya

Menangani keluhan sering dianggap urusan watak. Orang yang tenang dinilai cocok bekerja di meja layanan, orang yang cepat tersinggung dinilai tidak. Di lapangan yang menentukan justru urutan kerja: apa yang dikerjakan lebih dulu, apa yang ditahan, dan kalimat mana yang keluar pada detik pertama. Urutan itu bisa dipelajari, dan itulah isi program ini.

Peserta yang datang ke Edubia umumnya sudah bekerja. Ada penjaga toko di kawasan Tunjungan yang tiap hari melayani penukaran barang. Ada admin penjualan usaha kecil di Rungkut yang membalas pesan pelanggan sambil menyiapkan pengiriman. Ada staf front office yang menjawab tamu di depan meja sementara telepon terus berdering. Semuanya membawa percakapan yang sudah benar-benar terjadi, dan percakapan itulah bahan latihannya.

Satu sesi berjalan 90 menit karena satu putaran bermain peran jarang selesai sekali jalan. Peserta menjalankan percakapannya, tutor mengambil peran pelanggan yang menuntut jawaban hari itu juga, percakapan dihentikan pada titik yang mulai salah arah, lalu diulang dengan pilihan kalimat lain. Sesudah itu dibahas bagian mana yang membuat suara pelanggan turun dan bagian mana yang membuatnya mengulang keluhan dari awal.

Isi kelas ini berhenti di percakapan layanan itu sendiri. Cara menawarkan produk, mengatur tim layanan, dan berbicara di hadapan banyak orang ditangani program lain, sehingga sesi di sini utuh dipakai untuk keluhan yang mendarat di meja Anda.

Lima langkah di bawah dipakai berurutan, dan urutannya yang bekerja. Peserta yang melompat ke langkah ketiga karena merasa sudah tahu jawabannya hampir selalu dilempar balik ke langkah pertama, sebab pelanggan mengulang ceritanya begitu merasa belum didengar. Di sesi latihan, tutor sengaja menghentikan percakapan tepat pada langkah yang dilewati supaya peserta merasakan sendiri akibatnya. Sesudah dua atau tiga putaran, urutan ini biasanya berjalan tanpa dipikirkan lagi.

Rincian

Lima langkah menangani keluhan yang dilatih tiap sesi

Dengarkan sampai kalimat terakhir

Pelanggan yang dipotong di tengah cerita akan mengulang ceritanya lebih panjang dan dengan suara lebih tinggi. Sambil mendengar, catat hal yang mudah hilang: nomor pesanan, tanggal, nama barang, dan siapa yang sudah dihubungi sebelumnya. Catatan itu menutup satu keluhan lanjutan yang muncul belakangan, yaitu diminta mengulang keterangan yang sudah diberikan.

Sebut kerugiannya dengan namanya

Permintaan maaf umum nyaris tak berbunyi apa-apa karena kalimatnya bisa dipakai untuk kejadian apa pun. Yang mendarat adalah kalimat yang menyebut kerugian nyata: pesanan terlambat dua jam dan acaranya sudah lewat, atau barang datang dengan ukuran yang salah. Pelanggan berhenti berusaha membuktikan kerugiannya begitu mendengar kerugian itu disebut ulang dengan benar.

Nyatakan yang bisa dilakukan lebih dulu

Penolakan yang berdiri sendiri di awal menutup percakapan, dan langkah pelanggan berikutnya biasanya meminta bicara dengan atasan. Urutannya dibalik di kelas ini: sebutkan pilihan yang benar-benar ada di tangan Anda, lalu sebutkan batasnya. Batas yang datang sesudah tawaran terdengar sebagai keterangan, dan pelanggan punya sesuatu untuk dipilih.

Sepakati langkah berikut beserta jamnya

Janji tanpa waktu dibaca sebagai penundaan, dan pelanggan akan memasang tenggatnya sendiri yang hampir selalu lebih pendek daripada tenggat Anda. Sebutkan jam yang sanggup Anda penuhi, sebutkan siapa yang akan menghubungi, dan sebutkan lewat kanal apa. Tenggat sedikit longgar yang ditepati bekerja jauh lebih baik daripada tenggat enak didengar yang kemudian meleset.

Tutup dengan mengulang isi kesepakatan

Sebelum percakapan ditutup, ulangi tiga hal: apa yang disepakati, siapa yang mengerjakan, dan kapan kabarnya datang. Salah paham yang tertangkap pada detik ini masih murah untuk diperbaiki. Kalau baru ketahuan esok hari, ia berubah menjadi keluhan kedua yang menumpuk di atas keluhan pertama.

Kenapa pemulihan layanan dibahas sejak sesi awal

Pelanggan yang keluhannya diselesaikan dengan baik sering bertahan lebih lama daripada pelanggan yang tak pernah bermasalah. Sebabnya bisa dijelaskan. Sebelum ada masalah, pelanggan hanya tahu bahwa layanan Anda berjalan ketika semuanya lancar. Sesudah masalah diselesaikan, ia memegang keterangan yang jauh lebih mahal: bagaimana usaha Anda bersikap ketika sedang berada di posisi yang salah.

Keterangan itu hanya lahir kalau tiga syarat terpenuhi. Pertama, pelanggan tidak menagih berulang kali. Penyelesaian yang datang sesudah lima kali ditagih memperbaiki barangnya dan merusak hubungannya. Kedua, penyelesaiannya menyentuh kerugian yang benar. Potongan harga untuk pelanggan yang sebenarnya membutuhkan barangnya tepat waktu terasa seperti pengalihan. Ketiga, kejadiannya tidak berulang. Kesalahan serupa untuk kedua kalinya menghapus seluruh nilai penyelesaian yang pertama.

Bagian ini dibahas lebih awal karena ia mengubah cara peserta memandang keluhan yang masuk. Keluhan berhenti terasa sebagai serangan pribadi dan mulai terbaca sebagai kesempatan yang berbatas waktu. Satu hal ditegaskan sejak awal: ini tidak berarti masalah boleh dibiarkan terjadi supaya ada yang diselesaikan, dan ia tidak berlaku untuk kesalahan yang menyangkut keselamatan atau uang yang tidak pernah kembali.

Daftar kalimat hafalan cepat basi karena pelanggan mengenali skrip dari nadanya. Yang dilatih di sini mekanismenya: apa yang terjadi di kepala pelanggan saat sebuah kalimat masuk. Begitu mekanismenya dipahami, peserta menyusun kalimatnya sendiri dengan bahasa yang wajar untuk tokonya, kantornya, dan pelanggannya. Enam pola di bawah berulang di hampir tiap rekaman percakapan yang dibawa peserta ke sesi.

Sorotan

Kalimat yang meredakan dan yang memperkeruh di kelas ini

Memindahkan beban ke pelanggan

Kalimat yang menyiratkan pelanggan kurang teliti membaca syarat membuatnya berhenti mengurus masalah dan mulai membela diri. Percakapan berpindah dari mencari jalan keluar menjadi mencari siapa yang salah, dan bagian itu tidak pernah dimenangkan siapa pun. Sebutkan apa yang diizinkan aturan, lalu apa yang bisa Anda kerjakan di dalam aturan itu.

Menyangkal perasaan pelanggan

Meminta pelanggan tenang menyampaikan pesan bahwa yang bermasalah adalah reaksinya, sementara kejadiannya dianggap urusan kecil. Suaranya justru naik karena ia merasa perlu membuktikan bahwa kemarahannya beralasan. Sebutkan fakta yang sudah terjadi dengan kalimat datar, dan alasan kemarahannya terjawab tanpa perlu diperdebatkan.

Penolakan yang berdiri sendiri di awal

Kata tidak bisa yang keluar sebagai kalimat pertama menutup ruang bicara sebelum ada yang bisa ditawarkan. Isi keputusan yang sama masih bisa disampaikan dengan urutan berbeda: tawaran dulu, batas kemudian. Keputusannya tetap, ruang percakapannya terjaga, dan pelanggan berhenti merasa dipulangkan dengan tangan kosong.

Menunjuk bagian lain sebagai penyebab

Menyebut gudang, kurir, atau bagian keuangan sebagai pihak yang salah memberi tahu pelanggan bahwa perusahaan ini tidak saling terhubung. Ia menyimpulkan tidak ada yang bertanggung jawab, lalu naik ke tingkat yang lebih tinggi. Pakai kata kami saat menyebut kesalahan, dan sebut nama bagian hanya ketika menjelaskan langkah teknis.

Janji yang tidak berjam

Kalimat nanti saya periksa dulu terdengar sopan sambil tidak memberi pelanggan apa pun untuk dipegang. Ia akan menagih lebih cepat daripada perkiraan Anda, dan tagihan itu masuk dengan nada yang sudah naik satu tingkat. Pasang jam pada tiap janji, sekalipun jam itu hanya untuk mengabarkan bahwa jawabannya belum ada.

Kalimat pasif yang menghapus pelakunya

Bentuk seperti pesanan Anda terlewat menyembunyikan siapa yang melewatkan, dan pelanggan mendengarnya sebagai usaha berkelit. Kalimat aktif yang mengakui pekerjaan sendiri memendekkan perdebatan. Batasnya tetap ada: mengakui kelalaian kerja berbeda dari mengakui tanggung jawab hukum, dan bagian kedua diserahkan ke atasan.

Batas yang dilatih tutor saat pelanggan mulai kasar

Marah dan kasar adalah dua hal berbeda, dan membedakannya dengan cepat menentukan langkah berikutnya. Pelanggan yang marah pada kejadiannya masih bisa diajak menyelesaikan masalah; suaranya turun begitu ia merasa kerugiannya diakui. Pelanggan yang menghina, mengancam, atau melecehkan sudah keluar dari urusan pesanannya, dan urutan lima langkah berhenti berlaku di sana.

Untuk keadaan itu, yang dilatih adalah satu kalimat pendek berisi dua bagian: perilaku yang Anda tolak, dan apa yang akan Anda lakukan kalau perilaku itu berlanjut. Kalimatnya diucapkan sekali, dengan nada sedatar kalimat sebelumnya, lalu ditepati. Bagian sulitnya ada di nada. Kalimat itu keluar terlambat kalau Anda ragu, dan terdengar seperti balasan kalau suara Anda ikut naik. Karena itu ia diulang berkali-kali di sesi sampai keluar tanpa bergetar.

Permintaan di luar wewenang punya penanganan lain. Peserta menyusun daftar pribadi: keputusan apa yang boleh diambil sendiri, sampai nominal berapa, dan apa yang selalu bergantung pada bagian lain. Daftar itu ditempel dekat meja kerja. Menjanjikan sesuatu yang harus dikerjakan orang lain adalah penyebab keluhan lanjutan yang berulang di hampir semua tempat kerja peserta.

Poin penting

Kanal layanan yang dilatih terpisah tiap sesi

Empat kanal di bawah menuntut kebiasaan berbeda, jadi masing-masing dilatih sebagai bagian tersendiri.

Telepon dan nada suara

Di telepon pelanggan hanya punya suara Anda untuk dinilai. Jeda lebih dari beberapa detik terdengar seperti ditinggalkan, jadi ceritakan apa yang sedang Anda kerjakan. Ketika suara pelanggan naik, turunkan volume dan pelankan tempo dengan sengaja; percakapan biasanya ikut turun dalam belasan detik.

Pesan dan media sosial

Balasan tertulis meninggalkan jejak yang bisa disalin, dibagikan, dan dibaca ulang berbulan-bulan kemudian. Karena itu sindiran, guyonan setengah serius, dan balasan yang diketik saat masih kesal tidak punya tempat di kanal ini. Akui keluhannya di kolom terbuka, selesaikan rinciannya lewat pesan pribadi, lalu kembali menutup di kolom yang sama.

Tatap muka dan jarak badan

Di depan meja, tubuh ikut berbicara. Berdiri menjulang di atas pelanggan yang duduk menaikkan tekanan tanpa satu kata pun. Ajak bergeser sedikit dari antrean supaya ia berhenti berbicara di depan penonton, lalu letakkan barang atau nota di antara Anda berdua sebagai benda yang dilihat bersama.

Surel dan susunan balasan

Surel dinilai dari judul dan paragraf pertama. Judul yang menyebut nomor pesanan membuat balasan Anda mudah dicari kembali berbulan kemudian. Taruh jawabannya di kalimat pembuka, rincian di bawahnya, dan satu langkah berikutnya di penutup. Surel panjang yang menyimpan jawaban di paragraf terakhir dibaca sebagai usaha mengulur.

Waktu tanggap dan catatan kasus dalam sesi les

Jawaban cepat yang belum lengkap lebih berguna daripada jawaban lengkap yang datang terlambat. Selama menunggu tanpa kabar, pelanggan menyusun penjelasannya sendiri, dan penjelasan yang ia susun hampir selalu lebih buruk daripada keadaan sebenarnya. Balasan singkat yang menyatakan keluhannya sudah diterima dan sedang diperiksa menutup ruang itu.

Balasan sementara baru bekerja kalau memuat tiga hal: apa yang sudah diketahui sekarang, apa yang sedang dikerjakan, dan kapan kabar berikutnya datang. Bagian ketiga inilah yang sering hilang, dan tanpanya balasan sementara terdengar seperti basa-basi. Menepati jam yang dijanjikan meski jawabannya belum ada adalah bagian yang membuat pelanggan berhenti menagih.

Catatan kasus dilatih di sesi yang sama. Pelanggan kehilangan kesabaran ketika harus menceritakan ulang masalahnya kepada orang kedua, sebab ia menyimpulkan percakapan pertamanya tidak dicatat dan janji di dalamnya kemungkinan besar juga tidak tersimpan. Catatan yang layak memuat permintaan pelanggan dengan kata-katanya sendiri, apa yang sudah dijanjikan dan oleh siapa, apa yang sudah diperiksa, serta langkah berikutnya. Kata sifat tentang pelanggan tidak ditulis di sana.

Angka mutu layanan berguna dan mudah dibaca keliru. Empat ukuran di bawah dipakai di banyak tempat kerja peserta, dan tiap ukuran punya bagian yang tidak terlihat olehnya. Di sesi, peserta membawa angka dari tempat kerjanya sendiri kalau ada, lalu keduanya membaca angka itu bersama keterangan tertulis yang menyertainya. Angka tanpa keterangan hampir selalu menghasilkan perbaikan yang membidik hal yang salah.

Yang perlu diketahui

Angka mutu layanan yang dibaca bersama tutor

01

Skor kepuasan sesudah percakapan

Skor ini menilai satu percakapan yang baru saja terjadi, sementara orang membacanya seolah ia menilai seluruh hubungan dengan pelanggan. Yang mengisi umumnya pelanggan yang sangat senang atau sangat kecewa, sementara mayoritas yang biasa-biasa saja diam. Rata-ratanya karena itu menutupi sebagian besar pelanggan yang tidak pernah mengisi apa pun.

02

Waktu tanggap pertama

Ukuran ini menghitung kecepatan menjawab, dan sama sekali tidak menghitung apakah masalahnya selesai. Tim yang dikejar angka ini belajar membalas cepat dengan kalimat kosong. Bacalah ia berdampingan dengan waktu penyelesaian, sebab kecepatan yang tidak diikuti penyelesaian hanya memindahkan kekesalan ke hari berikutnya.

03

Kasus yang dibuka kembali

Kasus ditutup di sistem dan pelanggan datang lagi dengan keluhan yang sama. Ukuran ini lebih jujur daripada jumlah kasus yang selesai, karena ia menghitung penyelesaian yang tidak bertahan. Kenaikannya biasanya menunjuk pada tekanan untuk menutup kasus dengan cepat, dan jarang menunjuk pada kemampuan orangnya.

04

Keluhan yang sama berulang

Kalau keluhan yang serupa datang dari pelanggan berbeda setiap pekan, letak masalahnya ada di proses, dan pelatihan bicara tidak akan menutupnya. Bagian ini dibahas supaya peserta bisa menyusun laporan pendek ke atasan: apa yang berulang, berapa sering, dan apa yang diminta pelanggan tiap kali.

Kelelahan emosi dan kerahasiaan data dalam kelas ini

Pekerjaan ini menghabiskan tenaga yang tidak muncul di daftar tugas. Menahan nada sendiri sambil menerima nada orang lain, berjam-jam setiap hari, adalah kerja yang nyata, dan ia yang menentukan siapa bertahan setahun dan siapa mundur di bulan ketiga. Karena itu bagian ini masuk ke dalam kelas dan tidak diserahkan begitu saja sebagai urusan pribadi.

Yang dilatih berupa kebiasaan pendek yang muat di sela pekerjaan: memberi jeda beberapa tarikan napas sebelum mengangkat panggilan berikutnya supaya nada pelanggan sebelumnya tidak terbawa, memisahkan marah pada keadaan dari marah pada diri Anda, dan menutup jam kerja dengan menuliskan satu hal yang memang berada di luar kendali Anda hari itu. Kebiasaan itu terdengar kecil, dan justru ia yang menahan penumpukan.

Kerahasiaan data ikut dijaga di sesi. Peserta membawa percakapan nyata, dan percakapan nyata memuat nama, nomor, alamat, serta nilai transaksi. Sebelum sesi pertama, tutor dan peserta menyepakati cara menutup bagian itu: nama diganti inisial, nomor dipotong, dan berkas latihan tidak disimpan sesudah sesi selesai. Peserta dari perusahaan yang punya aturan kerahasiaan sendiri bisa membawa aturan itu, dan latihannya menyesuaikan.

Tempat sesi mengikuti tempat kerja peserta, sebab latihan ini lebih masuk akal dijalankan dekat dengan meja tempat percakapannya benar-benar terjadi. Sebagian peserta memilih rumah supaya bisa berlatih dengan suara keras tanpa didengar rekan kerja, sebagian memilih tokonya sesudah tutup, dan sebagian memilih online karena jam kerjanya berpindah. Lima kelompok wilayah di bawah menampung kecamatan yang rutin diminta peserta.

Ringkasnya

Wilayah Surabaya yang dijangkau tutor Edubia

Pusat kota dan kawasan niaga lama

Tegalsari, Bubutan, Krembangan, Pabean Cantian, dan Simokerto. Banyak peserta di sini bekerja di toko grosir sekitar Pasar Turi dan di ruko kawasan Kembang Jepun yang melayani pembeli langsung sepanjang hari.

Sisi timur kota

Gubeng, Mulyorejo, Sukolilo, Tambaksari, Rungkut, dan Gunung Anyar. Peserta dari kawasan ini banyak yang bekerja di gerai pusat belanja dan di kantor penjualan kawasan industri Rungkut.

Sisi selatan kota

Wonokromo, Wonocolo, Jambangan, Gayungan, dan Tenggilis Mejoyo. Ruang belajar Edubia di Sidosermo, Wonocolo, berada di kelompok ini dan sering dipakai peserta yang tidak leluasa berlatih di tempat kerjanya.

Sisi barat kota

Dukuh Pakis, Sukomanunggal, Tandes, Lakarsantri, Sambikerep, dan Benowo. Jarak antartitik di sisi ini lebih lebar, jadi jam sesi biasanya digeser sedikit menjauhi jam pulang kerja.

Kota tetangga di sisi selatan

Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Sidoarjo, dan Tanggulangin. Peserta dari sini termasuk staf front office di sekitar Juanda dan penjaga showroom tas Tanggulangin yang melayani pembeli dari luar kota.

Biaya les customer service dan jadwal sesi

Biaya mulai Rp303.800 per sesi untuk sesi 90 menit yang berjalan sekali sepekan. Panjang itu dipilih karena satu putaran bermain peran menuntut tiga bagian sekaligus: percakapan dijalankan, dihentikan lalu diulang, dan dibahas. Sesi 60 menit hanya cukup untuk dua bagian pertama, sementara bagian pembahasan itulah yang mengubah kebiasaan lama. Peserta yang ingin membahas beberapa kasus sekaligus bisa mengambil sesi 120 menit, dan tarifnya naik sampai Rp374.600 per sesi.

Angka itu berlaku untuk sesi yang berjalan di rumah, di tempat kerja, atau online, dan perjalanan tutor sudah ada di dalamnya. Kalau Anda memilih ruang belajar Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang. Ruang tertutup berguna untuk latihan yang melibatkan suara keras dan untuk peserta yang tidak nyaman berlatih di area toko yang masih ramai.

Soal jadwal, sebagian besar peserta memilih jam sesudah toko atau kantornya tutup, atau hari libur yang bergilir. Tutor menyesuaikan, termasuk untuk peserta yang jam kerjanya berpindah tiap pekan. Jadwal yang bertabrakan dengan musim ramai, tanggal merah, atau stok opname bisa diatur ulang selama dikabarkan sebelum harinya.

Pendaftaran dimulai dari cerita, sebab tutor perlu tahu kanal apa yang Anda pakai dan jenis keluhan apa yang rutin mendarat di meja Anda. Peserta yang melayani pembeli tatap muka di toko dan peserta yang membalas pesan sepanjang hari menerima susunan latihan yang berbeda sejak sesi pertama. Lima langkah di bawah biasanya selesai dalam beberapa hari kerja.

Detail

Cara mendaftar les customer service di Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Ceritakan pekerjaan dan kanalnya

    Sebutkan tempat kerja Anda melayani siapa, lewat kanal apa, dan berapa banyak keluhan yang masuk dalam sehari. Keterangan itu yang menentukan bagian mana yang didahulukan.

  2. 2Kirim dua percakapan yang belum selesai

    Ambil dua percakapan yang menurut Anda berakhir kurang baik, dengan nama dan nomor pelanggan sudah ditutup. Keduanya menjadi bahan bermain peran di sesi pertama.

  3. 3Sesi pertama dipakai mendengar kebiasaan lama

    Tutor menjalankan dua percakapan itu bersama Anda tanpa menilai, lalu menandai titik-titik yang membuat pelanggan menaikkan suara. Susunan materi disusun dari titik itu.

  4. 4Tutor dipilihkan tim Edubia

    Kami memilihkan tutor yang pengalaman kerjanya berdekatan dengan kanal Anda. Kalau cara berlatihnya kurang cocok, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan kasus yang sudah dibahas ikut berpindah supaya Anda tidak mengulang cerita dari awal.

  5. 5Jadwal dikunci sesuai jam kerja

    Hari dan jam ditetapkan mengikuti jam operasional tempat kerja Anda, lalu dikonfirmasi lewat WhatsApp sebelum sesi pertama berjalan.

Tanya jawab

Masih ragu soal les customer service? Ini jawabannya

Berapa biaya les customer service di Surabaya?

Biaya mulai Rp303.800 per sesi untuk sesi 90 menit, dan Rp374.600 per sesi untuk sesi 120 menit. Angka itu sudah mencakup kedatangan tutor ke rumah atau ke tempat kerja Anda. Belajar di ruang belajar Edubia menambah Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang.

Saya baru masuk kerja di bagian layanan. Apakah masih terlalu awal?

Justru masa awal adalah waktu yang tepat, karena kebiasaan bicara belum mengeras. Peserta yang belum punya kasus sendiri memakai kasus yang disiapkan tutor pada dua sesi pertama, lalu berpindah ke keluhan nyata dari tempat kerjanya begitu mulai menerima pelanggan.

Saya sudah lima tahun di meja layanan. Apa yang bisa ditambah?

Peserta berpengalaman biasanya sudah kuat di langkah mendengarkan dan tersendat di langkah menyatakan batas serta memasang tenggat. Sesi pertama dipakai menemukan letak sendatnya, dan susunan materi dimulai dari sana tanpa mengulang awal urutan.

Berapa lama sampai cara bicara saya berubah?

Urutan lima langkah biasanya berjalan utuh di sekitar sesi ketiga, meski masih terasa kaku. Bagian yang lebih lama adalah nada suara saat menolak permintaan, yang umumnya baru terasa wajar setelah dipakai berulang di tempat kerja selama beberapa pekan.

Apakah saya harus membawa kasus nyata dari kantor?

Kasus nyata membuat latihan jauh lebih berguna, jadi peserta diminta membawa dua percakapan yang berakhir kurang baik. Kalau tempat kerja Anda melarang membagikan isi percakapan, tutor menyiapkan kasus tiruan yang dibangun dari jenis keluhan yang Anda sebutkan.

Bagaimana data pelanggan di kasus itu dijaga?

Sebelum sesi pertama, tutor dan peserta menyepakati cara menutup identitas: nama diganti inisial, nomor dan alamat dipotong, dan nilai transaksi dibulatkan. Berkas latihan tidak disimpan sesudah sesi selesai, dan peserta boleh memakai aturan kerahasiaan milik perusahaannya sendiri.

Sesi bisa dijadwalkan jam berapa saja?

Jadwal ditetapkan mengikuti jam operasional tempat kerja Anda. Banyak peserta mengambil jam malam sesudah tokonya tutup, dan sebagian lain memakai hari libur bergilir. Peserta yang jam kerjanya berpindah tiap pekan bisa menyepakati jadwal yang berbeda-beda tiap bulannya.

Siapa yang menentukan tutornya?

Tim Edubia yang memilihkan, dengan pertimbangan kanal layanan yang Anda pakai sehari-hari dan jenis pelanggan yang Anda hadapi. Kalau cara berlatihnya kurang cocok, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan kasus yang sudah dibahas ikut berpindah ke tutor penggantinya.

Apakah latihan bermain peran direkam?

Perekaman dilakukan hanya kalau Anda menyetujuinya, dan isinya suara Anda sendiri selama latihan, tanpa percakapan pelanggan sungguhan. Rekaman dipakai untuk mendengar kebiasaan yang tidak terasa saat berbicara, misalnya tempo yang naik atau kata pengisi yang berulang.

Pelanggan saya semuanya datang lewat pesan teks. Apakah materinya menyesuaikan?

Menyesuaikan. Peserta yang bekerja di kanal tertulis memulai dari susunan balasan, waktu tanggap, dan cara memindahkan urusan ke pesan pribadi. Bagian telepon tetap diberikan dengan porsi lebih ringan, sebab keluhan yang berat sering berpindah ke telepon pada akhirnya.

Bisakah tutor datang ke toko sesudah jam tutup?

Bisa, dan itu pilihan yang sering diambil peserta yang bekerja di gerai. Berlatih di tempat yang sama dengan tempat kejadiannya membantu, karena meja, antrean, dan jarak berdiri ikut dipakai dalam latihan. Pastikan ada izin dari pemilik atau penanggung jawab tokonya.

Tempat kerja saya di Waru. Apakah tutor sampai ke sana?

Sampai. Selain 31 kecamatan Kota Surabaya, tutor Edubia menjangkau 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo, termasuk Waru, Gedangan, Sedati, dan Tanggulangin. Biaya perjalanan tutor sudah termasuk dalam tarif per sesi, jadi tarifnya sama dengan peserta di dalam kota.

Bagaimana menghadapi pelanggan yang mengancam menyebarkan keluhannya?

Ancaman semacam itu ditangani seperti keluhan lain, dengan satu tambahan: percakapan dipindahkan ke kanal pribadi lebih cepat, dan tiap janji ditulis dengan jam yang jelas. Bagian ini dilatih di sesi lanjutan, berikut cara mengabari atasan sebelum kasusnya membesar.

Saya pemilik usaha yang membalas sendiri pesan pelanggan. Apakah bisa ikut?

Bisa, dan pemilik usaha adalah salah satu kelompok peserta yang rutin datang. Susunannya sedikit berbeda: selain urutan menangani keluhan, sesi juga dipakai menyusun balasan baku yang nanti bisa dipakai staf Anda ketika usahanya bertambah besar.

Bagaimana cara memulai les customer service di Edubia?

Hubungi tim Edubia lewat WhatsApp, sebutkan pekerjaan Anda dan kanal layanan yang dipakai, lalu kirim dua percakapan yang berakhir kurang baik. Tim memilihkan tutor yang cocok, menetapkan jadwal mengikuti jam kerja Anda, dan sesi pertama biasanya berjalan dalam pekan yang sama.

Mulai dari Konsultasi

Satu konsultasi, rencana les customer service yang jelas

Rating 4,9/5 dari 1.200 ulasan. Mulai dari konsultasi kebutuhan customer service, tanpa komitmen.