Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai Lanjutan

Les Menggambar Anime dan Manga di Surabaya

Les menggambar anime di Surabaya untuk gambar diam: konstruksi kepala, proporsi bergaya, ekspresi, panel manga, tinta, sampai warna digital. Satu tutor satu peserta, sesi 90 menit mulai Rp97.300, di rumah peserta maupun lewat layar. Usia 9 tahun ke atas.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les Menggambar Anime dan Manga di Surabaya

Les Menggambar Anime dan Manga di Surabaya, apa saja?

Les menggambar anime di Surabaya untuk gambar diam: konstruksi kepala, proporsi bergaya, ekspresi, panel manga, tinta, sampai warna digital. Satu tutor satu peserta, sesi 90 menit mulai Rp97.300, di rumah peserta maupun lewat layar. Usia 9 tahun ke atas.

Konsultasi dan Daftar

Sekilas Program

Yang dilatih
Gambar diam bergaya anime dan manga, dari sketsa pensil sampai penintaan dan warna
Format sesi
Satu tutor mendampingi satu peserta, di rumah peserta atau lewat layar
Durasi
90 menit per sesi, umumnya 1 sampai 2 sesi tiap pekan
Biaya
Mulai Rp97.300 per sesi bila tutor datang ke rumah peserta
Belajar di co-learning space
Tambahan Rp15.000 per sesi di luar tarif program
Usia peserta
Mulai 9 tahun, terbuka sampai peserta dewasa yang memulai dari nol
Alat awal
Pensil HB dan 2B, kertas A4 polos, penghapus lunak, penggaris
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya serta 18 kecamatan di kota tetangganya
Bila tutor kurang cocok
Peserta berhak meminta tutor pengganti tanpa biaya tambahan

Sebelum mendaftar

Peserta yang Cocok dengan Kelas Menggambar Anime Ini

Peserta yang cocok

  • Anak usia 9 tahun ke atas yang sudah bisa memegang pensil dengan tenang dan sanggup duduk selama 90 menit.
  • Remaja yang gambarnya rapi dari depan lalu berantakan begitu wajah tokohnya dimiringkan.
  • Peserta yang menyiapkan berkas untuk jalur seni rupa di SMK atau program desain di kampus Surabaya.
  • Penggambar otodidak yang sudah lama menyalin karya orang lain dan ingin mulai menggambar tokoh sendiri.
  • Orang dewasa yang memulai dari nol dan lebih nyaman belajar tanpa ditonton peserta lain.
  • Peserta yang ingin menyusun halaman komik utuh berikut panel dan balon dialognya.

Isi latihan per tahap

Susunan Materi Les Menggambar Anime dari Garis Dasar sampai Panel

Lima belas topik di bawah dikerjakan berurutan, dan tiap topik membawa satu kesalahan khas yang berulang di hampir semua peserta. Tutor memakai daftar ini sebagai penanda kemajuan, sehingga peserta selalu tahu sedang berada di tahap yang mana.

  1. 1

    Garis, Bentuk Dasar, dan Nada Gelap Terang

    Tahap 1

    Yang dibahas. Menarik garis panjang dari bahu, menyusun kotak dan silinder dalam ruang, serta menyalin gelap terang benda nyata di atas meja.

    Jebakan umum. Peserta menggambar memakai pergelangan tangan, sehingga garisnya pendek, patah, dan berbulu.

    Cara tutor. Tutor meminta peserta menarik garis tanpa mengangkat siku dari meja, lalu membandingkan panjang garis pekan pertama dengan pekan ketiga.

  2. 2

    Proporsi Wajah Bergaya

    Tahap 1

    Yang dibahas. Letak garis mata, lebar dahi, jarak antar mata, serta ukuran hidung dan mulut yang dipangkas.

    Jebakan umum. Satu susunan wajah dipakai untuk semua tokoh, sehingga tokoh anak dan tokoh dewasa berwajah kembar.

    Cara tutor. Satu tokoh digambar ulang dengan tiga jarak antar mata yang berbeda, lalu peserta menebak sendiri usia yang terbaca dari tiap versi.

  3. 3

    Perbandingan Kepala terhadap Tinggi Badan

    Tahap 1

    Yang dibahas. Satuan kepala sebagai alat ukur: tujuh sampai delapan kepala untuk tokoh dewasa, enam sampai tujuh untuk remaja, empat sampai lima untuk anak, dua sampai tiga untuk chibi.

    Jebakan umum. Kepala digambar dulu sebesar mungkin, lalu badannya dipaksa masuk ke sisa ruang kertas.

    Cara tutor. Peserta menandai tinggi total di kertas lebih dulu, membaginya memakai penggaris, baru menggambar kepala di petak teratas.

  4. 4

    Konstruksi Kepala dari Bola dan Bidang

    Tahap 2

    Yang dibahas. Bola sebagai tempurung, pemangkasan bidang pipi, bentuk rahang dan dagu, serta garis bantu silang penentu arah pandang.

    Jebakan umum. Garis bantu ditarik lurus mendatar, sehingga wajah yang seharusnya menunduk tetap terbaca menghadap lurus ke depan.

    Cara tutor. Garis bantu dilatih melengkung mengikuti permukaan bola, dan hasilnya diuji dengan meminta wajah yang sama digambar dari enam sudut.

  5. 5

    Mata sebagai Penanda Gaya dan Penanda Perasaan

    Tahap 2

    Yang dibahas. Bentuk kelopak, letak sorot cahaya, ketebalan bulu mata, serta perbedaan gaya mata antar kelompok pembaca.

    Jebakan umum. Dua mata digambar berurutan tanpa memeriksa jaraknya, sehingga wajah terlihat juling saat kepala dimiringkan.

    Cara tutor. Kedua mata dibangun bergantian sedikit demi sedikit, dan peserta memeriksa hasilnya dengan membalik kertas menghadap cahaya.

  6. 6

    Rambut per Gumpalan

    Tahap 2

    Yang dibahas. Titik pusar rambut, tiga sampai lima gumpalan utama, pemecahan berkas di ujung, serta pemisahan poni dari rambut belakang.

    Jebakan umum. Rambut digambar helai demi helai sehingga rata tanpa arah, dan waktu menggambarnya membengkak berlipat.

    Cara tutor. Peserta menggambar tempurung kepala telanjang lebih dulu, menandai jarak mengambang di atasnya, baru menempatkan gumpalan pada garis itu.

  7. 7

    Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh

    Tahap 3

    Yang dibahas. Enam ekspresi dasar lewat alis dan kelopak, tiga sikap tubuh, serta gabungan wajah dan badan yang saling bertentangan.

    Jebakan umum. Perasaan dipaksa keluar lewat mulut saja, sehingga semua ekspresi terlihat seperti versi lain dari senyum.

    Cara tutor. Bentuk mulut ditahan tetap sama selama latihan, sehingga peserta wajib memakai alis, kelopak, dan arah bahu.

  8. 8

    Anatomi Tubuh yang Disederhanakan

    Tahap 3

    Yang dibahas. Sangkar rusuk, panggul, sendi bahu, siku, lutut, dan arah putar lengan bawah, semuanya digambar sebagai bentuk sederhana.

    Jebakan umum. Leher digambar terlalu pendek karena tulang selangka diletakkan terlalu tinggi ke arah dagu.

    Cara tutor. Peserta menandai pangkal leher dan ujung bahu sebagai dua titik tetap sebelum menarik garis selangka di antara keduanya.

  9. 9

    Tangan dan Kaki

    Tahap 3

    Yang dibahas. Telapak sebagai kotak pipih, tiga ruas tiap jari, bidang gerak ibu jari, serta tiga titik tumpu telapak kaki.

    Jebakan umum. Tangan disembunyikan di balik saku atau dipotong keluar panel supaya tidak perlu digambar sama sekali.

    Cara tutor. Tiap sesi ditutup dengan satu halaman berisi tangan peserta sendiri yang digambar dari beberapa sudut berbeda.

  10. 10

    Lipatan Kain dan Pakaian

    Tahap 4

    Yang dibahas. Titik tahan kain di bahu, siku, pinggang, dan lutut, ditambah perbedaan lipatan kaus tipis, jaket tebal, serta rok panjang.

    Jebakan umum. Pakaian digambar sebagai garis luar kosong yang mengambang, tanpa mengikuti bentuk tubuh di dalamnya.

    Cara tutor. Tubuh telanjang digambar lebih dulu dengan pensil tipis, dan pakaian ditumpuk di atasnya pada tahap yang terpisah.

  11. 11

    Perspektif dan Sudut Kamera

    Tahap 4

    Yang dibahas. Garis cakrawala, satu dan dua titik hilang, kotak sebagai alat uji, serta pemakaian sudut rendah, sudut tinggi, dan sudut miring.

    Jebakan umum. Tokoh digambar benar sementara latarnya memakai titik hilang yang lain, sehingga tokoh terlihat menempel seperti stiker.

    Cara tutor. Latar digambar lebih dulu berikut kotak sederhana setinggi tokoh, dan tokoh dimasukkan ke dalam kotak itu.

  12. 12

    Panel, Balon Dialog, dan Garis Kecepatan

    Tahap 5

    Yang dibahas. Arah baca kanan ke kiri, pembagian lima sampai delapan panel per halaman, penempatan balon, arah ekor balon, serta berkas garis kecepatan.

    Jebakan umum. Balon dipasang sesudah gambar selesai, lalu menutup wajah tokoh yang justru perlu terlihat.

    Cara tutor. Halaman disusun sebagai kotak kasar kecil lebih dulu, lengkap dengan balon dan panah arah baca, sebelum gambarnya dikerjakan.

  13. 13

    Tinta, Arsiran, dan Screentone

    Tahap 5

    Yang dibahas. Ketebalan garis luar dan garis dalam, blok hitam padat, arsiran sejajar, arsiran silang, serta pemilihan kerapatan nada abu-abu.

    Jebakan umum. Seluruh garis ditinta dengan satu ukuran pena, sehingga halaman terbaca rata dan kehilangan kedalaman.

    Cara tutor. Peserta memakai dua ukuran pena sejak halaman pertama, dan tutor menandai bagian mana yang wajib memakai garis tebal.

  14. 14

    Warna Digital Berlapis

    Tahap 6

    Yang dibahas. Susunan empat lapis dasar, cel shading, pewarnaan lembut, dan penetapan satu arah cahaya sebelum mewarnai.

    Jebakan umum. Semua warna dituang di satu lapisan, sehingga garis hilang begitu salah satu warna perlu diganti.

    Cara tutor. Peserta diminta menyebut arah cahaya sebelum kuas menyentuh kanvas, lalu memeriksa tiap bayangan terhadap arah tersebut.

  15. 15

    Tokoh Orisinal dan Lembar Rujukan

    Tahap 6

    Yang dibahas. Tiga keterangan pembuka tokoh, tampak depan samping belakang, barisan ekspresi, catatan warna, dan detail aksesori.

    Jebakan umum. Tokoh berubah bentuk pelan-pelan dari halaman ke halaman tanpa disadari penggambarnya sendiri.

    Cara tutor. Wajah tokoh digambar ulang dari ingatan sepekan kemudian, dan selisihnya dipakai menandai bagian yang belum ditetapkan.

Yang didapat peserta

Cakupan Paket Les Menggambar Anime di Surabaya

Pendampingan satu tutor untuk satu peserta

Tutor menggambar berdampingan di kertas terpisah, sehingga koreksi terlihat langsung tanpa mencoret karya peserta.

Pembacaan kemampuan awal pada sesi pertama

Tiga gambar uji dipakai menentukan titik mulai, sehingga peserta yang sudah bisa menggambar wajah tidak diminta mengulang dari nol.

Rangkaian latihan konstruksi kepala

Bola, bidang pipi, garis bantu, sampai uji putar delapan sudut, diulang sampai wajah peserta konsisten dari arah mana pun.

Modul tinta manual di atas kertas

Dua ukuran pena, arsiran sejajar, arsiran silang, dan pemakaian pola nada abu-abu untuk halaman hitam putih.

Modul warna digital

Susunan lapisan, cel shading, dan pewarnaan lembut, memakai perangkat lunak tanpa biaya yang bisa dipasang peserta sendiri.

Lembar rujukan tokoh milik peserta

Satu halaman berisi tampak depan, samping, belakang, barisan ekspresi, serta catatan warna dan aksesori.

Catatan kemajuan tiap sesi

Tutor mencatat topik yang dikerjakan, kesalahan yang berulang, dan latihan mandiri untuk pekan berikutnya.

Jadwal yang bisa digeser pada pekan penilaian

Peserta sekolah bisa memindahkan sesi tanpa kehilangan haknya, selama pemberitahuan disampaikan sebelum hari sesi.

Hak penggantian tutor

Peserta yang merasa gaya mengajar tutornya kurang cocok bisa meminta tutor lain tanpa biaya tambahan.

4,9 /5

dari 1.200 ulasan wali dan siswa di Surabaya

Kepercayaan wali

1.200+
siswa didampingi
2.500+
tutor terverifikasi
1-on-1
satu tutor satu siswa
Daftar Sekarang

Pembeda kami

Nilai lebih paket les menggambar anime dan manga ini

Tutor ilustrasi yang mendampingi satu peserta

Tutor menggambar berdampingan di kertas terpisah, sehingga koreksi terlihat langsung tanpa mencoret karya peserta.

Latihan konstruksi kepala di tiap sesi awal

Bola, bidang pipi, dan garis bantu silang diulang sampai wajah yang sama terbaca dari enam sudut.

Modul tinta dan arsiran di atas kertas

Dua ukuran pena, arsiran sejajar, arsiran silang, serta pemakaian pola nada abu-abu untuk halaman hitam putih.

Modul warna digital berlapis

Susunan empat lapis dasar, cel shading, dan pewarnaan lembut, memakai perangkat lunak tanpa biaya.

Lembar rujukan tokoh sebagai proyek penutup

Satu halaman berisi tampak depan, samping, belakang, barisan ekspresi, catatan warna, dan detail aksesori.

Jadwal sesi yang menyesuaikan jam sekolah

Sesi bisa digeser pada pekan penilaian selama pemberitahuan disampaikan sebelum hari sesi berjalan.

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Catatan sesi ikut berpindah ke tutor baru, sehingga peserta tidak mengulang materi dari awal.

Tahapan sesi

Perjalanan Peserta Les Menggambar Anime sejak Sesi Pertama

Perkiraan waktu di bawah memakai ritme satu sesi 90 menit tiap pekan ditambah latihan mandiri sekitar tiga jam. Peserta yang berlatih lebih rapat bergerak lebih cepat, dan tutor menyesuaikan urutannya bila peserta datang dengan kemampuan awal.

  1. 01
    Pekan 1

    Sesi 1 sampai 2: pembacaan kemampuan awal

    Peserta menggambar tiga hal tanpa contoh, yaitu wajah dari ingatan, satu tangan, dan satu kotak dalam ruang. Tutor memakai hasilnya untuk memilih titik mulai.

  2. 02
    Bulan 1

    Sesi 3 sampai 8: kepala yang konsisten

    Konstruksi bola dan bidang diulang sampai wajah yang sama terbaca dari enam sudut. Tahap ini terasa lambat sekaligus menentukan seluruh sisanya.

  3. 03
    Bulan 2 sampai 3

    Sesi 9 sampai 16: tubuh, tangan, dan pakaian

    Perbandingan kepala terhadap tinggi badan, anatomi sederhana, tangan dan kaki, serta lipatan seragam. Tokoh mulai berdiri utuh dari kepala sampai sepatu.

  4. 04
    Bulan 4 sampai 5

    Sesi 17 sampai 24: ekspresi dan sudut kamera

    Wajah mulai membawa perasaan, dan latar mulai punya titik hilang. Peserta menggambar satu adegan dari tiga sudut untuk menilai suasananya.

  5. 05
    Bulan 6 sampai 7

    Sesi 25 sampai 32: penintaan dan nada abu-abu

    Sketsa berubah menjadi halaman jadi dengan dua ukuran pena, arsiran, dan pola nada. Peserta menyelesaikan satu halaman utuh berisi enam panel.

  6. 06
    Bulan 8 sampai 9

    Sesi 33 sampai 40: warna digital

    Lapisan, cel shading, dan pewarnaan lembut dikerjakan di tablet atau di layar sentuh. Satu gambar diwarnai dua kali untuk membandingkan kedua gaya.

  7. 07
    Bulan 10 ke atas

    Sesi 41 dan seterusnya: tokoh sendiri dan berkas portofolio

    Peserta membangun tokoh orisinal berikut lembar rujukannya, lalu memilih belasan gambar layak tunjuk untuk jalur sekolah, kampus, atau pesanan lepas.

Les Menggambar Anime di Surabaya Berpijak pada Dasar Gambar

Gaya anime terlihat ringkas di layar, dan keringkasan itu justru menuntut penggambar yang paham bentuk. Wajah bermata besar dengan hidung sekadar goresan tetap terbaca hidup karena penggambarnya tahu di mana tulang pipi berada, ke arah mana tempurung kepala memutar, dan bagaimana cahaya jatuh di bidang yang tidak ia gambar.

Karena itu sesi awal les menggambar anime di Edubia berisi latihan yang terdengar biasa saja: menarik garis panjang tanpa gemetar, menyusun kotak dan silinder dalam ruang, lalu menyalin gelap terang benda di meja. Peserta yang melewatkan tahap ini mentok di titik yang sama, yaitu gambarnya mirip contoh saat dilihat dari depan lalu berantakan begitu wajahnya dimiringkan.

Tutor memakai bagian ini untuk membaca kebiasaan tangan peserta. Ada yang menggambar dengan pergelangan sehingga garisnya pendek dan patah, ada yang menekan pensil terlalu keras sehingga permukaan kertas rusak dan sketsa sulit dihapus. Dua kebiasaan itu berumur panjang kalau tidak diperbaiki pada pekan pertama, dan memperbaikinya jauh lebih murah sekarang daripada sesudah peserta menggambar ratusan halaman dengan cara yang sama.

Proporsi Wajah Bergaya yang Dibedah di Kelas Privat

Proporsi anime adalah proporsi manusia yang digeser dengan sengaja, dan pergeserannya punya aturan. Pada wajah manusia, garis mata duduk kira-kira di tengah tinggi kepala. Gaya anime menurunkan garis itu sedikit, membesarkan bola mata, memangkas hidung dan mulut, lalu menyisakan dahi yang lebar. Perubahan kecil pada jarak antar mata sudah cukup membuat satu tokoh terbaca sebagai anak kecil atau sebagai orang dewasa.

Tinggi badan diukur memakai satuan kepala. Tokoh dewasa bergaya umumnya digambar setinggi tujuh sampai delapan kepala, remaja enam sampai tujuh, anak-anak empat sampai lima, dan bentuk chibi memampatkannya sampai dua atau tiga. Peserta yang menghafal satu angka saja akan menggambar seluruh tokohnya seumur sebaya, dan itu langsung terlihat begitu dua tokoh berdiri berdampingan dalam satu panel.

Di kelas privat, latihan ini dikerjakan sebagai deret. Satu tokoh yang sama digambar ulang pada empat perbandingan tinggi yang berbeda, dan peserta melihat sendiri bagaimana wajah yang identik berubah usia hanya karena badannya dipendekkan. Cara itu menempel lebih cepat daripada menghafal tabel angka.

Anatomi Nyata Dipelajari Lebih Dulu dalam Kursus Ini

Terdengar aneh mempelajari otot dan tulang untuk menggambar tokoh bermata sebesar telur. Kenyataannya, penyederhanaan hanya meyakinkan kalau yang disederhanakan sudah dipahami. Penggambar yang tahu bahwa tulang selangka melintang dari pangkal leher ke ujung bahu akan menyederhanakannya jadi dua garis pendek yang tepat, sementara yang menebak menaruhnya terlalu tinggi sehingga leher tokohnya terlihat pendek.

Materi anatomi di kelas ini disaring sampai bagian yang benar-benar terlihat di gaya anime: sangkar rusuk, panggul, sendi bahu, siku, lutut, serta arah putar lengan bawah. Peserta menggambarnya sebagai bentuk sederhana lebih dulu, satu bulat telur untuk dada, satu kotak untuk panggul, garis-garis untuk anggota badan.

Sesudah bentuk itu duduk, gaya boleh masuk. Bahu dipersempit, kaki dipanjangkan, pinggang dikecilkan mengikuti selera gaya yang dituju. Peserta yang melewati urutan ini sanggup menjelaskan alasan tiap pergeseran, dan tokohnya berdiri mantap di atas kertas walau proporsinya jauh dari manusia sungguhan.

Di antara semua bagian wajah, mata yang lebih dulu memberi tahu pembaca sedang membaca cerita jenis apa. Latihan berikut dikerjakan berpasangan: satu tokoh digambar ulang dengan lima perlakuan mata yang berbeda, tanpa satu pun bagian lain ikut diubah.

Detail

Gaya Mata per Kelompok Pembaca dalam Kelas Anime

Shounen

Mata bersudut, alis tebal, sorot cahaya kecil dan keras. Bentuknya dibuat lebar mendatar supaya wajah terbaca berani saat digambar dari sudut bawah.

Shoujo

Bola mata tinggi dan bulat, sorot cahaya banyak dan besar, bulu mata dirinci. Ruang putih di dalam mata sengaja diperluas supaya perasaan lembut mudah terbaca.

Seinen

Mata mendekati ukuran manusia, kelopak tegas, sorot cahaya sedikit. Wajah jadi lebih dingin dan cocok untuk cerita bernada berat.

Josei

Mata memanjang mendatar dengan kelopak yang jelas dan alis tipis. Nada wajahnya dewasa tanpa kehilangan kelembutan garis.

Chibi

Mata memakan hampir separuh wajah, hidung dan mulut nyaris hilang. Bentuk ini dipakai untuk potongan lucu di sela adegan serius.

Rambut per Gumpalan yang Dilatih Berulang Bersama Tutor

Kebiasaan yang sering muncul di pekan-pekan awal adalah menggambar rambut helai demi helai. Hasilnya rambut yang terlihat seperti sapuan sikat, rata, tanpa arah, dan memakan waktu berjam-jam. Gaya anime menangani rambut sebagai gumpalan, yaitu kelompok besar yang berbagi satu arah dan berbagi satu bayangan.

Latihannya berurutan. Peserta menetapkan titik pusar rambut di tempurung kepala, menarik tiga sampai lima gumpalan utama dari titik itu, baru memecah tiap gumpalan menjadi berkas yang lebih kecil di ujungnya. Poni ditangani terpisah karena ia menempel di dahi dan mengikuti lengkung tempurung, sementara rambut belakang jatuh bebas dan boleh melewati garis bahu.

Bagian yang menuntut kesabaran adalah menjaga rambut tetap mengambang di atas kepala. Gumpalan yang digambar menempel rapat pada garis tempurung membuat rambut terlihat seperti topi karet. Tutor biasanya meminta peserta menggambar dulu tempurung kepala telanjang, menandai jarak beberapa milimeter di atasnya, lalu menaruh gumpalan pada garis baru itu.

Ekspresi dan Bahasa Tubuh sebagai Materi Kelas Menengah

Panel manga sering berjalan tanpa satu kata pun, dan pembaca tetap tahu tokohnya sedang menahan marah atau sedang berbohong. Yang bekerja di situ adalah alis, kelopak, arah bahu, dan jarak antar tokoh di dalam panel.

Materi ekspresi disusun dari dua arah. Dari arah wajah, peserta melatih enam ekspresi dasar dengan menggeser alis dan kelopak saja, sementara bentuk mulut ditahan tetap sama. Dari arah badan, peserta menggambar satu tokoh dalam tiga sikap tubuh: bahu naik dengan dagu masuk, badan condong ke depan dengan tangan terbuka, serta punggung tegak dengan kepala miring.

Latihan penutupnya menggabungkan keduanya secara sengaja bertentangan, misalnya wajah tersenyum di atas bahu yang menutup. Pembaca membaca kejanggalan itu sebagai kebohongan atau kesedihan yang ditutupi, dan kemampuan menuliskannya di kertas membedakan gambar yang rapi dari gambar yang bercerita.

Lebih dekat

Tangan dan Kaki: Bagian yang Dikejar Sejak Sesi Awal

Tangan dan kaki biasanya disembunyikan pemula di balik saku, di belakang punggung, atau dipotong keluar panel. Kelas ini menaruhnya lebih awal justru karena kebiasaan menghindar itu berumur panjang kalau dibiarkan.

Unggulan utama

Telapak sebagai kotak pipih

Telapak digambar sebagai kotak pipih bersudut melengkung. Arah punggung tangan sudah benar sebelum satu jari pun dipasang.

Jari dibangun dari tiga ruas

Tiap jari disusun tiga ruas dengan panjang yang menyusut ke ujung. Ruas yang sama panjang membuat tangan terlihat seperti sarung tangan karet.

Ibu jari bergerak di bidang sendiri

Ibu jari tumbuh dari pangkal telapak dan berputar di bidang yang berbeda. Menempelkannya sejajar empat jari lain adalah kesalahan yang kerap lolos dari mata penggambarnya.

Kaki bersandar pada tiga titik tumpu

Tumit, pangkal jempol, dan pangkal kelingking menopang berat badan. Menggambar ketiganya lebih dulu membuat tokoh berdiri mantap tanpa terlihat melayang.

Sepatu mengikuti bentuk kaki di dalamnya

Sepatu digambar sesudah kaki telanjang selesai, sehingga solnya menempel rata di lantai dan pergelangannya tidak patah.

Lipatan Kain dan Pakaian dalam Latihan Terpandu Tutor

Pakaian dalam gambar anime jarang digambar penuh detail, dan justru karena itu tiap lipatan yang dipilih harus benar. Kain menuruti dua hal sekaligus: bagian tubuh yang menahannya dan gaya berat yang menariknya ke bawah. Lipatan berkumpul di tempat kain tertahan, yaitu bahu, siku, pinggang, dan lutut, lalu memanjang ke arah tarikan.

Peserta melatihnya dengan urutan yang sama tiap kali: gambar tubuh telanjang lebih dulu memakai pensil tipis, tandai titik tumpuan kain, baru tarik lipatan dari titik itu. Seragam sekolah dipakai sebagai bahan latihan pertama karena bentuknya sudah dikenal peserta dan kainnya cukup kaku, sehingga lipatannya sedikit dan mudah dibaca.

Jenis kain lain diperkenalkan sesudah seragam terkuasai. Kaus tipis melipat rapat dan banyak, jaket tebal melipat lebar dan sedikit, rok panjang membentuk lipatan berbentuk corong dari pinggang. Peserta yang menggambar semua kain dengan pola lipatan yang sama akan langsung ketahuan, sebab jaket kulitnya berkerut seperti kaus oblong.

Perspektif dan Sudut Kamera yang Dilatih Tiap Paket

Panel yang terasa datar hampir selalu digambar dari ketinggian mata, tepat di depan tokoh. Sudut itu aman dan cepat membosankan. Perspektif diajarkan di kelas ini dengan tujuan yang langsung terpakai, yaitu memberi peserta pilihan sudut yang lain.

Bahan dasarnya tiga: garis cakrawala sebagai tinggi mata pengamat, titik hilang sebagai tempat garis sejajar bertemu, dan kotak sederhana sebagai alat uji. Peserta menggambar satu ruangan kosong dengan satu titik hilang, lalu ruangan yang sama dengan dua titik hilang, sebelum satu tokoh pun dimasukkan ke dalamnya.

Sesudah itu barulah sudut kamera dipakai untuk maksud cerita. Sudut rendah membuat tokoh terlihat menjulang dan berkuasa. Sudut tinggi menekan tokoh ke arah lantai sehingga ia terbaca kecil. Sudut miring memberi panel rasa gelisah. Peserta menggambar satu adegan yang sama dari ketiga sudut itu, lalu menilai sendiri panel mana yang menyampaikan suasana yang ia inginkan.

Menyusun Panel Manga sebagai Bahan Kelas Lanjutan

Halaman manga dibaca dari kanan ke kiri, mulai dari pojok kanan atas dan berakhir di pojok kiri bawah. Urutan itu menentukan segalanya: letak panel, arah tokoh menghadap, dan tempat balon dialog dipasang. Peserta yang menyusun panel memakai kebiasaan membaca kiri ke kanan membuat pembacanya melompat-lompat tanpa sadar.

Latihan menyusun halaman dimulai dari kotak kasar berukuran kecil. Peserta membagi satu halaman menjadi lima sampai delapan panel, menandai arah baca dengan panah, lalu memeriksa apakah mata pembaca bergerak menurun tanpa berbalik. Panel lebar dipakai untuk adegan yang perlu waktu, panel sempit berjajar untuk pertukaran cepat.

Balon dialog ikut disusun pada tahap ini, sebab balon yang ditempel belakangan akan menutup wajah tokoh. Ekor balon menunjuk ke mulut pembicara, dan urutan balon dalam satu panel mengikuti arah baca yang sama. Garis kecepatan berupa berkas sejajar rapat dipakai untuk menandai laju di dalam gambar diam, dan kerapatan berkasnya menentukan seberapa cepat adegan itu terbaca.

Tinta, Arsiran, dan Screentone di Sesi Penintaan

Penintaan adalah tahap saat sketsa berubah menjadi gambar jadi, dan ia menuntut keputusan yang tidak bisa ditunda. Garis luar tokoh ditebalkan supaya terpisah dari latar, garis dalam dibuat lebih tipis, dan garis yang berada di bagian gelap dibiarkan menyatu dengan bayangan.

Bayangan di halaman hitam putih dibangun dengan tiga cara. Blok hitam padat dipakai untuk bagian yang benar-benar gelap, misalnya bagian dalam rambut. Arsiran garis sejajar dipakai untuk peralihan, dan kerapatan garisnya menentukan seberapa gelap bidang itu terbaca. Arsiran silang menambah satu tingkat gelap lagi tanpa menghitamkan seluruh bidang.

Screentone adalah lembar berisi titik-titik yang dahulu ditempel manual di atas kertas lalu dipotong mengikuti bentuk. Di meja digital ia berupa pola yang dipasang pada lapisan tersendiri. Fungsinya tetap sama, yaitu memberi nada abu-abu pada cetakan yang hanya mengenal tinta hitam. Peserta belajar memilih kerapatan titik supaya baju abu-abu tidak menyatu dengan bayangan wajah di sebelahnya.

Mewarnai Digital Berlapis untuk Peserta Kursus Tingkat Dua

Pewarnaan digital di kelas ini disusun sebagai tumpukan lapisan yang bisa dibongkar kapan saja. Susunan dasarnya empat: lapisan garis di atas, lapisan warna dasar di bawahnya, lapisan bayangan, lalu lapisan sorot cahaya. Peserta yang mewarnai langsung di satu lapisan akan kehilangan garisnya begitu warna perlu diganti.

Dua gaya pewarnaan diperkenalkan berdampingan. Cel shading memakai batas bayangan yang tegas, sesuai tampilan serial di televisi, dan ia lebih cepat dikerjakan serta lebih mudah dijaga konsistensinya. Pewarnaan lembut mencampur peralihan gelap terang secara berangsur, terasa lebih membumi, dan menuntut peserta benar-benar paham arah cahaya.

Latihan pembandingnya sederhana. Satu gambar yang sama diwarnai dua kali memakai kedua gaya itu, dengan sumber cahaya yang persis sama. Peserta melihat sendiri bahwa kesalahan arah cahaya lebih mudah disembunyikan di cel shading dan langsung ketahuan di pewarnaan lembut.

Peserta tidak perlu membeli perangkat mahal untuk memulai. Daftar di bawah disusun berurutan: empat butir pertama cukup untuk beberapa bulan awal, dan dua sisanya menyusul kalau peserta memang berlanjut ke jalur digital.

Catatan penting

Alat Gambar yang Disiapkan Sebelum Sesi Pertama

Pensil HB dan 2B

HB untuk garis bantu yang tipis dan mudah dihapus, 2B untuk garis akhir. Dua batang ini menutup hampir seluruh kebutuhan sketsa.

Kertas A4 polos 80 gram

Cukup tebal untuk menerima penghapusan berulang. Buku bergaris dihindari karena garis cetaknya ikut terbaca saat gambar dipindai.

Penghapus lunak dan penggaris

Penghapus lunak mengangkat grafit tanpa merusak permukaan kertas. Penggaris dipakai untuk garis bantu perspektif dan bingkai panel.

Pena tinta ukuran 0,1 dan 0,5

Ukuran tipis untuk garis dalam, ukuran tebal untuk garis luar tokoh. Dua ukuran sudah cukup memberi kedalaman pada halaman hitam putih.

Tablet gambar tingkat pemula

Papan tanpa layar dengan pena peka tekanan sudah memadai. Peserta yang belum yakin melanjutkan ke digital boleh menunda pembelian ini.

Perangkat lunak tanpa biaya

Krita dan MediBang Paint bisa dipakai gratis, dan keduanya menyediakan lapisan, kuas, serta pola nada abu-abu. Peserta bertablet layar sentuh bisa memulai dari ibisPaint X.

Tokoh Orisinal dan Lembar Rujukan sebagai Proyek Kelas

Bagian penutup rangkaian latihan adalah membangun satu tokoh milik peserta sendiri. Prosesnya dimulai dari tiga keterangan di luar urusan gambar: umur tokoh, peran atau pekerjaannya, dan satu hal yang ia sembunyikan. Ketiganya menentukan bentuk mata, potongan rambut, dan cara tokoh itu berdiri.

Keluaran bagian ini berupa lembar rujukan, yaitu satu halaman berisi tokoh yang sama digambar dari depan, samping, dan belakang, ditambah barisan ekspresi wajah, catatan warna, serta detail kecil seperti bentuk kancing dan aksesori. Lembar semacam ini dipakai di industri supaya banyak penggambar bisa menggambar tokoh yang sama tanpa berselisih bentuk.

Lembar rujukan berguna juga bagi peserta yang menggambar sendirian, sebab ia mencegah tokoh berubah pelan-pelan dari halaman ke halaman. Tutor memeriksanya dengan cara sederhana: menutup lembar itu, lalu meminta peserta menggambar ulang wajah tokohnya sepekan kemudian dari ingatan. Selisih yang muncul menunjukkan bagian mana yang belum benar-benar ditetapkan.

Menyalin untuk Berlatih dan Batasnya bagi Peserta Les

Menyalin karya penggambar lain adalah cara belajar yang sah dan sudah lama dipakai di studio mana pun. Yang dipelajari dari menyalin adalah keputusan orang lain: kenapa garis rahang itu ditarik sependek itu, kenapa bayangan diletakkan di sisi itu. Peserta diminta menuliskan satu kalimat temuan setiap kali selesai menyalin, supaya kegiatan itu berhenti menjadi gerakan tangan tanpa berpikir.

Batasnya jelas dan disampaikan sejak sesi pertama. Hasil salinan serta jiplakan tetap milik pemilik gambar aslinya, jadi ia tidak diunggah sebagai karya sendiri, tidak dimasukkan ke berkas portofolio, dan tidak dijual. Kalau peserta ingin memperlihatkannya, sumbernya disebut terang-terangan dan statusnya ditulis sebagai latihan.

Aturan ini melindungi peserta sendiri. Penilai portofolio di jalur desain terbiasa mengenali gambar yang ditiru, dan satu berkas jiplakan cukup untuk menghapus kepercayaan pada seluruh berkas lain di map yang sama. Tokoh orisinal yang digambar setengah rapi bernilai lebih tinggi di mata penilai daripada salinan rapi milik orang lain.

Jalur Kerja Ilustrasi yang Dibicarakan Bersama Pendamping

Peserta remaja di Surabaya sering menanyakan hal yang sama: apakah kemampuan menggambar anime bisa dibawa ke pekerjaan. Jawabannya berjenjang dan menuntut kejujuran soal waktu. Ilustrasi lepas menerima pesanan tokoh dan sampul, dan pemesan biasanya menuntut kecepatan sekaligus kemampuan mengikuti arahan. Komik daring menuntut ketahanan menggambar puluhan halaman berturut-turut dengan tokoh yang bentuknya tetap. Desain tokoh menuntut lembar rujukan yang rapi serta kemampuan menggambar satu tokoh dari banyak sudut.

Ketiganya berdiri di atas berkas portofolio, dan portofolio yang meyakinkan jarang selesai di bawah satu tahun latihan rutin. Peserta yang mengambil dua sesi sepekan ditambah latihan mandiri di rumah umumnya baru memegang belasan gambar layak tunjuk pada bulan kesembilan sampai bulan kedua belas. Tutor menyampaikan perkiraan ini di awal supaya peserta menakar sendiri kesiapannya.

Portofolio Jalur Sekolah Seni yang Disiapkan di Kelas Lanjutan

Bagi peserta yang menuju jalur sekolah, sasarannya lebih terukur daripada jalur pesanan lepas. SMK Negeri 12 Surabaya membuka kelompok seni rupa dengan konsentrasi seperti Desain Komunikasi Visual dan Seni Lukis, dan penerimaannya menyediakan jalur tes bakat dan minat. Peserta yang menuju ke sana berlatih menggambar di bawah batas waktu, sebab tes semacam itu menilai kemampuan menggambar di tempat.

Di tingkat kuliah, program Desain Komunikasi Visual tersedia di beberapa kampus Surabaya. Universitas Kristen Petra membukanya sejak 1998, Universitas Negeri Surabaya sejak 2015, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadikannya program studi mandiri sejak 2018. Ketiganya menilai berkas gambar dengan ukuran yang berbeda-beda, jadi peserta perlu membaca ketentuan kampus tujuannya sebelum menyusun berkas.

Tutor menyesuaikan isi sesi dengan berkas yang diminta jalur tujuan peserta. Peserta yang menyasar tes gambar di tempat mendapat porsi latihan sketsa cepat, sementara peserta yang menyusun map karya mendapat porsi penintaan dan pewarnaan supaya gambarnya selesai rapi.

Biaya Les Menggambar Anime dan Ritme Jadwal Sesi

Biaya belajar mulai Rp97.300 per sesi bila tutor datang ke rumah peserta. Angka itu berlaku untuk sesi 90 menit, panjang yang dipakai karena satu putaran konstruksi kepala, dari bola dasar sampai garis tinta terakhir, memang menuntut waktu selama itu. Sesi 60 menit hampir selalu terpotong di tengah tahap dan memaksa peserta mengulang pemanasan pada sesi berikutnya.

Peserta yang memilih belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi di luar tarif program. Tambahan itu berdiri sendiri dan tidak dijumlahkan diam-diam ke tarif, sehingga peserta yang belajar di rumah tetap membayar tarif dasarnya saja.

Ritme yang lazim dipakai adalah satu sesi sepekan bagi peserta sekolah dan dua sesi sepekan bagi yang sedang menyiapkan berkas portofolio dengan tenggat. Jadwal disusun mengikuti jam sekolah dan bisa digeser pada pekan penilaian. Peserta di kawasan Rungkut dan Tenggilis Mejoyo biasanya memilih jam sesudah pukul empat sore, sementara peserta di Gubeng dan Genteng lebih sering mengambil jam siang pada akhir pekan.

Jangkauan Tutor Menggambar dari Gubeng sampai Waru

Tutor Edubia berangkat ke rumah peserta di 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Kenjeran dan Bulak di sisi utara sampai Lakarsantri dan Sambikerep di sisi barat. Permintaan kelas gambar terkumpul di Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, dan Wonokromo, sebagian karena keluarga di kawasan itu dekat dengan sekolah serta kampus yang membuka jalur seni.

Kota tetangganya dilayani lewat 18 kecamatan, dengan permintaan yang menumpuk di Waru, Gedangan, Taman, dan Sidoarjo. Peserta di Krian, Candi, atau Sedati yang jam tempuhnya panjang biasanya memilih sesi lewat layar, dan gambarnya dikirim sebagai foto atau hasil pindaian untuk dikoreksi tutor menjelang sesi berikutnya.

Sesi lewat layar memakai dua kamera bila perangkat peserta memungkinkan: satu mengarah ke wajah, satu mengarah ke kertas. Tutor bisa menunjuk bagian gambar yang perlu dibetulkan sambil peserta menggambar, dan cara itu mendekati pengalaman duduk berdampingan di meja yang sama.

Konstruksi kepala dikerjakan berurutan supaya peserta sanggup mengulangnya sendiri di rumah tanpa contoh di depan mata. Enam langkah di bawah dipakai berulang sampai peserta bisa menggambar wajah yang sama dari sudut mana pun.

Ringkasnya

Urutan Sesi Membangun Kepala dari Bola dan Bidang

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Bola sebagai tempurung kepala

    Lingkaran digambar lebih dulu sebagai tempurung. Ukurannya menentukan lebar wajah, dan kesalahan di sini menular ke seluruh bagian sesudahnya.

  2. 2Bidang samping dipangkas

    Sisi bola dipotong rata menjadi bidang pipi. Potongan inilah yang membuat kepala terasa punya isi saat diputar, dan tanpanya wajah terlihat gepeng.

  3. 3Garis bantu silang ditarik melengkung

    Satu garis tengah tegak dan satu garis mata mendatar ditarik mengikuti permukaan bola. Arah lengkungnya menentukan ke mana tokoh memandang.

  4. 4Rahang dan dagu ditempel

    Bentuk rahang ditarik dari bidang pipi menuju satu titik dagu. Panjang serta ketajaman dagu inilah pembeda tokoh laki-laki, perempuan, dan anak-anak.

  5. 5Mata, hidung, dan mulut diletakkan

    Ketiganya mengikuti garis bantu, sehingga arah pandang sudah benar sebelum satu detail pun digambar.

  6. 6Uji putar delapan sudut

    Kepala yang sama digambar dari depan, tiga perempat, samping, belakang, serta sudut atas dan bawah. Wajah yang konsisten lolos, wajah hafalan gugur di sini.

Program Terkait

Setelah les menggambar anime dan manga, peserta biasanya melanjutkan ke sini

Tanya jawab

Sebelum daftar les menggambar anime dan manga, apa yang perlu ditanyakan?

Berapa biaya les menggambar anime di Surabaya?

Biaya mulai Rp97.300 per sesi 90 menit bila tutor datang ke rumah peserta. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi di luar tarif itu. Peserta membayar sesi yang berjalan, dan rincian paket dibicarakan saat pendaftaran.

Anak usia berapa yang sudah bisa mengikuti kelas ini?

Mulai 9 tahun. Pada usia itu anak umumnya sudah bisa menahan garis panjang dan duduk 90 menit tanpa kehilangan perhatian. Anak yang lebih muda tetap boleh belajar menggambar, dengan materi dasar yang menyesuaikan kendali tangannya.

Perlu bisa menggambar dulu sebelum mendaftar?

Tidak perlu. Sesi pertama diisi tiga gambar uji, yaitu wajah dari ingatan, satu tangan, dan satu kotak dalam ruang. Hasilnya menentukan titik mulai peserta, sehingga yang sudah bisa menggambar wajah tidak diminta mengulang dari nol.

Harus punya tablet gambar sejak awal?

Tidak harus. Beberapa bulan pertama dikerjakan dengan pensil dan kertas, sebab konstruksi kepala serta proporsi lebih mudah diperbaiki di atas kertas. Tablet menyusul saat peserta masuk modul warna digital, dan papan tanpa layar tingkat pemula sudah memadai.

Apakah kelas ini mengajarkan gambar bergerak?

Kelas ini menggarap gambar diam: tokoh, panel, tinta, dan warna. Gambar bergerak ditangani program terpisah. Peserta yang berencana ke sana tetap terbantu, sebab konstruksi kepala dan anatomi sederhana adalah bahan dasar yang sama.

Kenapa anatomi manusia nyata dipelajari untuk gaya yang jelas-jelas dilebih-lebihkan?

Karena penyederhanaan hanya meyakinkan kalau bentuk aslinya sudah dipahami. Penggambar yang tahu letak tulang selangka menyederhanakannya jadi dua garis pendek yang tepat, sementara yang menebak menaruhnya terlalu tinggi sehingga leher tokohnya terlihat pendek.

Berapa lama sampai peserta bisa menggambar tokohnya sendiri dari berbagai sudut?

Dengan satu sesi sepekan ditambah sekitar tiga jam latihan mandiri, kepala yang konsisten dari enam sudut umumnya tercapai pada bulan pertama sampai kedua. Tokoh orisinal berikut lembar rujukannya biasanya dikerjakan mulai sesi keempat puluh satu.

Perangkat lunak apa yang dipakai, dan apakah harus berbayar?

Krita dan MediBang Paint bisa dipakai tanpa biaya, keduanya menyediakan lapisan, kuas, dan pola nada abu-abu. Peserta bertablet layar sentuh bisa memulai dari ibisPaint X. Perangkat lunak berbayar diperkenalkan belakangan, hanya bila peserta memang membutuhkannya.

Bolehkah peserta menyalin karya penggambar lain sebagai latihan?

Boleh, dan menyalin memang cara belajar yang lama dipakai di studio. Batasnya ada pada penyebaran: salinan serta jiplakan tetap milik penggambar aslinya, jadi ia tidak diunggah sebagai karya sendiri, tidak masuk berkas portofolio, dan tidak dijual.

Peserta di Waru atau Krian bisa belajar dengan cara apa?

Ada dua pilihan. Tutor berangkat ke rumah peserta di 18 kecamatan wilayah itu, dan sesi lewat layar tersedia bagi yang jam tempuhnya panjang. Pada sesi daring, gambar dikirim sebagai foto atau hasil pindaian untuk dikoreksi menjelang sesi berikutnya.

Bagaimana kalau gaya mengajar tutor kurang cocok dengan peserta?

Peserta berhak meminta tutor pengganti tanpa biaya tambahan. Permintaan disampaikan ke tim Edubia, dan tutor baru dicarikan dengan mempertimbangkan catatan sesi yang sudah berjalan, sehingga peserta tidak mengulang materi dari awal.

Bisakah sesi diarahkan untuk menyiapkan berkas masuk jurusan desain?

Bisa. Tutor menyesuaikan isi sesi dengan berkas yang diminta jalur tujuan peserta, misalnya tes bakat dan minat di SMK seni atau berkas program Desain Komunikasi Visual di kampus. Peserta perlu menyebut sasarannya sejak sesi awal.

Berapa sesi per pekan yang disarankan?

Satu sesi sepekan cukup untuk peserta sekolah yang jam belajarnya padat. Dua sesi sepekan dipakai peserta yang sedang menyiapkan berkas portofolio dengan tenggat. Menambah sesi tanpa latihan mandiri di rumah jarang mempercepat kemajuan.

Peserta sudah bisa menggambar wajah tetapi tubuhnya kaku. Apa yang dikerjakan?

Tutor memulai dari perbandingan kepala terhadap tinggi badan, lanjut ke anatomi sederhana berupa sangkar rusuk dan panggul, lalu menutup dengan lipatan kain. Tubuh kaku hampir selalu berasal dari tokoh yang digambar sebagai garis luar tanpa bentuk di dalamnya.

Apakah jadwal bisa digeser saat pekan ujian sekolah?

Bisa. Sesi dipindahkan selama pemberitahuan disampaikan sebelum hari sesi berjalan, dan hak sesi peserta tidak hangus. Peserta di Rungkut dan Gubeng biasanya memakai keleluasaan ini pada pekan penilaian tengah semester.

Waktunya Belajar

Tanyakan biaya dan jadwal les menggambar anime dan manga lebih dulu

Daftar hari ini, tutor menggambar anime dan manga pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 5 hari kerja.

  • 2.500+ tutor terverifikasi
  • 1.200+ siswa didampingi
  • 4,9/5 rating ulasan