4,9/5 · 1.200 ulasan · Mahasiswa dan Umum
Les Deep Learning di Surabaya
Les Deep Learning Surabaya adalah kelas privat jaringan saraf tiruan: satu tutor menemani satu peserta merancang, melatih, dan mengevaluasi model dari data miliknya sendiri. Sesi 120 menit berjalan di rumah, kos, kafe, atau daring, mulai Rp298.100 per sesi.
Ringkasan deep learning privat di Surabaya
Les Deep Learning Surabaya adalah kelas privat jaringan saraf tiruan: satu tutor menemani satu peserta merancang, melatih, dan mengevaluasi model dari data miliknya sendiri. Sesi 120 menit berjalan di rumah, kos, kafe, atau daring, mulai Rp298.100 per sesi.
Konsultasi dan DaftarSpesifikasi Les
- Lembaga penyelenggara
- Edubia, les privat personal dengan tutor datang ke rumah di Surabaya, di co-learning space partner, atau daring
- Format Sesi
- Privat satu tutor satu peserta, 120 menit per sesi, berbagi layar saat kode dan kurva latih dibaca bersama
- Tutor pengampu
- Praktisi dan lulusan teknik yang menulis kode jaringan saraf untuk proyek nyata maupun penelitian
- Pokok bahasan
- Neuron dan fungsi aktivasi, backpropagation, penurunan gradien, overfitting, konvolusi, urutan dan attention, transfer learning, evaluasi model
- Perkakas
- PyTorch atau TensorFlow, notebook Jupyter, dan Google Colab untuk peserta yang laptopnya tanpa kartu grafis
- Prasyarat
- Terbiasa menulis kode Python dasar. Peserta yang belum sampai ke sana mendapat dua sesi penyesuaian lebih dulu
- Biaya
- Mulai Rp298.100 per sesi 120 menit pada ritme delapan sesi sebulan, sudah termasuk perjalanan tutor
- Jumlah peserta
- Satu orang per tutor, tanpa kelas gabungan
- Jadwal
- Malam pada hari kerja mulai pukul 19.00, atau pagi sampai sore di akhir pekan
- Tempat belajar
- Rumah, kos, kafe, co-learning space partner di Tambaksari dan Wonocolo, atau daring lewat berbagi layar
- Wilayah les
- Seluruh kecamatan Kota Surabaya, dari Sukolilo dan Mulyorejo sampai Wiyung dan Benowo, ditambah Sidoarjo
- Lama program
- Rata-rata tiga bulan untuk satu proyek utuh, dari data mentah sampai model yang angkanya bisa dipertanggungjawabkan
- Peralatan dan bahan
- Disiapkan peserta, di luar tarif sesi
Peserta yang cocok
Siapa yang cocok masuk kelas deep learning privat ini
Peserta yang cocok
- Mahasiswa tingkat akhir di Surabaya yang tugas akhirnya memakai jaringan saraf dan butuh pendampingan mingguan sampai sidang
- Staf teknis yang sudah terbiasa menulis kode dan ingin pindah ke pekerjaan yang berurusan dengan model
- Guru dan dosen yang menyiapkan bahan ajar dan perlu memastikan penjelasannya benar sampai ke tingkat rumus
- Peserta yang punya data sendiri, entah foto produksi, rekaman suara, atau catatan sensor, dan ingin mengolahnya jadi model
- Pekerja dengan jam padat yang hanya bisa belajar pukul 19.00 ke atas atau di akhir pekan
- Orang yang pernah mengikuti kursus daring lalu berhenti di tengah karena tak ada tempat bertanya saat kodenya berhenti jalan
Susunan materi
Susunan materi deep learning dan salah kaprah yang menyertainya
Dua belas pokok di bawah adalah urutan penuh yang ditempuh peserta les deep learning Edubia. Kolom ketiga menyebut salah kaprah yang benar-benar sering muncul di sesi, sebab menghindari kekeliruan lebih murah daripada memperbaikinya sesudah model dilatih semalaman.
- 1
Neuron buatan dan fungsi aktivasi
Sesi 1Yang dibahas. Perkalian bobot, penjumlahan, bias, lalu ReLU, sigmoid, dan softmax berikut tempat pemakaian masing-masing.
Jebakan umum. Mengira menambah lapisan otomatis membuat model lebih pandai, padahal tanpa fungsi tak linear seluruh tumpukan runtuh menjadi satu perkalian matriks.
Cara tutor. Tutor meminta Anda menghitung dua lapisan tanpa aktivasi di kertas, lalu memperlihatkan bahwa hasilnya sama dengan satu lapisan.
- 2
Forward pass dan fungsi galat
Sesi 2Yang dibahas. Jalannya data dari masukan sampai keluaran, lalu pemilihan cross-entropy untuk klasifikasi dan galat kuadrat untuk regresi.
Jebakan umum. Memakai galat kuadrat untuk tugas klasifikasi karena rumusnya lebih familiar, lalu heran melihat model belajar sangat lambat.
Cara tutor. Kedua fungsi galat dijalankan pada data yang sama dalam satu sesi, dan bentuk kurvanya dibandingkan berdampingan.
- 3
Backpropagation sebagai aturan rantai
Sesi 3Yang dibahas. Perhitungan gradien mundur dari keluaran ke lapisan awal, memakai turunan tiap fungsi aktivasi yang dilewati.
Jebakan umum. Menganggapnya sihir pustaka lalu berhenti bertanya, sehingga pesan galat soal bentuk larik atau gradien kosong jadi mustahil dibaca.
Cara tutor. Anda menulis backpropagation untuk empat bobot dengan tangan sebelum pustaka mana pun dipanggil.
- 4
Penurunan gradien dan laju belajar
Sesi 4Yang dibahas. Pergeseran bobot berlawanan arah gradien, ukuran langkah, dan gejala langkah yang kebesaran maupun kekecilan.
Jebakan umum. Menyetel laju belajar sekali di awal lalu tak pernah menyentuhnya lagi sepanjang percobaan.
Cara tutor. Tutor sengaja menjalankan model dengan langkah kebesaran dan kekecilan supaya kedua bentuk kurvanya Anda kenali sendiri.
- 5
Batch, epoch, dan pengoptimal
Sesi 5Yang dibahas. Ukuran batch dan pengaruhnya pada memori, jumlah epoch, serta beda perilaku SGD dan Adam.
Jebakan umum. Menaikkan ukuran batch untuk mempercepat latihan lalu kehabisan memori kartu grafis di tengah epoch pertama.
Cara tutor. Batas memori perangkat Anda dihitung lebih dulu, lalu ukuran batch ditetapkan dari angka itu dan bukan dari tebakan.
- 6
Pembagian data latih, validasi, dan uji
Sesi 6Yang dibahas. Tiga bagian data, peran masing-masing, dan disiplin menyimpan bagian uji sampai akhir.
Jebakan umum. Memakai bagian uji berulang kali untuk memilih model, sehingga angka yang dilaporkan sudah tercemar sebelum sempat diperiksa siapa pun.
Cara tutor. Bagian uji dipisah ke berkas terkunci di sesi pertama proyek dan hanya dibuka sekali, disaksikan tutor.
- 7
Membaca kurva latih dan kurva validasi
Sesi 7Yang dibahas. Dua kurva berdampingan, titik keduanya berpisah, dan arti bentuk datar, menanjak, atau bergerigi.
Jebakan umum. Melihat loss latih terus turun lalu menyimpulkan model membaik, padahal validasinya sudah berbalik naik sepuluh epoch lalu.
Cara tutor. Tiap percobaan wajib menyimpan gambar kedua kurva, dan sesi berikutnya dibuka dengan membacanya bersama.
- 8
Dropout, regularisasi, dan penghentian dini
Sesi 8Yang dibahas. Tiga penahan hafalan, urutan penerapannya, dan cara mengukur pengaruh masing-masing.
Jebakan umum. Memasang ketiganya sekaligus pada percobaan yang sama, sehingga tak ada cara mengetahui mana yang berpengaruh.
Cara tutor. Satu penahan ditambahkan per percobaan, hasilnya dicatat di notebook yang sama supaya perbandingannya jujur.
- 9
Konvolusi dan pooling untuk citra
Sesi 9Yang dibahas. Kernel yang bergeser, berbagi bobot antar posisi, tumpukan konvolusi, dan peringkasan lewat pooling.
Jebakan umum. Menghubungkan seluruh piksel ke lapisan penuh sejak awal, lalu bertanya-tanya kenapa jumlah bobotnya meledak.
Cara tutor. Jumlah bobot kedua rancangan dihitung berdampingan di papan sebelum satu baris kode ditulis.
- 10
Urutan: recurrent, LSTM, dan attention
Sesi 10Yang dibahas. Pembacaan langkah demi langkah, gerbang ingatan pada LSTM, lalu penimbangan serentak ala Transformer.
Jebakan umum. Memakai jaringan berulang untuk urutan panjang lalu menyerah saat gradiennya mengecil sampai hilang.
Cara tutor. Urutan pendek dan urutan panjang dijalankan pada model yang sama supaya batas kemampuannya terlihat di layar dan bukan berhenti sebagai keterangan lisan.
- 11
Transfer learning dan fine-tuning
Sesi 11Yang dibahas. Pembekuan lapisan awal, penggantian lapisan keputusan, dan pencairan bertahap dengan laju belajar kecil.
Jebakan umum. Mencairkan seluruh lapisan sekaligus dengan laju belajar biasa, sehingga apa yang sudah diketahui model terhapus dalam beberapa epoch.
Cara tutor. Tutor menetapkan urutan pencairan dan laju belajarnya bersama Anda, lalu membandingkan hasilnya dengan model beku sepenuhnya.
- 12
Metrik, matriks kebingungan, dan kebocoran data
Sesi 12Yang dibahas. Presisi, recall, F1, pembacaan matriks kebingungan, serta penelusuran jalur data dari berkas mentah sampai batch.
Jebakan umum. Melaporkan akurasi tinggi pada data yang kelasnya timpang, atau menghitung penskalaan sebelum data dipisah.
Cara tutor. Setiap angka akhir wajib disertai matriks kebingungan dan catatan cara data dipisah, sebelum proyek dinyatakan selesai.
Fleksibel
Pilih format les deep learning yang cocok dengan rutinitas Anda
Tutor deep learning datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.
Urutan sesi
Perjalanan les deep learning dari neuron pertama sampai proyek
Enam tahap berikut adalah bentuk yang lazim ditempuh peserta dengan ritme dua sesi sepekan. Urutannya bergeser kalau Anda datang membawa tenggat tugas akhir atau data perusahaan yang sudah siap.
- 01
Perkenalan dan pemeriksaan perangkat
Pekan 1Tutor mencatat kerangka kerja yang Anda pakai, memeriksa memori dan kartu grafis laptop, lalu menyiapkan lingkungan kerja beserta akun Colab.
- 02
Satu putaran latihan dijalankan sendiri
Pekan 2Anda menghitung neuron di kertas, menulis backpropagation untuk jaringan dua lapisan, lalu menjalankan latihan pertama pada data kecil.
- 03
Mengenali overfitting dari kurvanya
Pekan 3 sampai 4Data dipecah tiga, dua kurva digambar berdampingan, dan penahan hafalan ditambahkan satu per satu sambil mencatat pengaruhnya.
- 04
Citra dan konvolusi
Pekan 5 sampai 6Kernel, pooling, dan augmentasi dijalankan pada kumpulan gambar kecil, sampai Anda sanggup menjelaskan tiap lapisan rancangan sendiri.
- 05
Model terlatih disesuaikan ke data Anda
Pekan 7 sampai 9Transfer learning dipakai pada berkas milik peserta, dengan pencairan lapisan bertahap dan pencatatan hasil tiap percobaan.
- 06
Evaluasi, catatan batas, dan penyerahan
Pekan 10 sampai 12Matriks kebingungan, presisi, recall, dan F1 dilaporkan, ditambah satu bagian yang menyebut siapa memeriksa keluaran model dan kapan.
Keunggulan kelas ini
Yang membuat les deep learning kami beda
Materi disusun dari data milik peserta
Urutan bahasan mengikuti persoalan yang Anda bawa, jadi tiap konsep langsung diuji pada berkas yang memang akan Anda pakai.
Hitungan manual sebelum pustaka dipakai
Neuron pertama dan backpropagation pertama dikerjakan di kertas, supaya pesan galat pustaka terbaca sebagai kalimat yang punya arti bagi Anda.
Jalur tanpa kartu grafis mahal
Colab dipakai sejak sesi awal, jadi peserta bisa mulai dengan laptop kerja biasa dan menunda belanja perangkat sampai benar-benar perlu.
Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan
Kalau kerangka kerja atau cara menjelaskannya belum cocok, sampaikan kepada tim dan penggantinya disiapkan.
Catatan kemajuan tiap pertemuan
Notebook, grafik loss, dan alasan tiap keputusan tersimpan rapi sehingga peserta bisa mengulang percobaan kapan saja.
Sesi menyesuaikan alamat dan jam Anda
Tutor datang ke rumah atau kos di Surabaya, menemui Anda di co-learning space partner, atau mengajar daring.
Pilihan belajar
Tiga jalan belajar deep learning, mana yang cocok untuk Anda?
| Fitur | Pilihan terbaik Les Deep Learning Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya | Bimbel Deep Learning Grup | Belajar Deep Learning Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar deep learning | Penuh, satu untuk satu | Terbagi ke banyak peserta | Tanpa pendamping |
| Materi deep learning disesuaikan level peserta | |||
| Belajar deep learning di tempat Anda, Surabaya | |||
| Assessment kebutuhan deep learning di awal | |||
| Tutor deep learning bisa diganti tanpa ribet | |||
| Perkembangan dipantau tiap sesi | Sesekali |
Cakupan kelas
Yang Anda bawa pulang dari les deep learning privat
- Notebook latihan atas nama kasus Anda Berisi kode, grafik loss, dan komentar tutor pada tiap keputusan teknis, bisa dibuka ulang kapan saja.
- Satu model terlatih yang angkanya bisa dijelaskan Lengkap dengan matriks kebingungan dan alasan pemilihan metriknya, siap dipertahankan di sidang atau rapat.
- Kebiasaan memisahkan data sejak awal Latih, validasi, dan uji dipisah di berkas berbeda, sehingga angka akhir yang Anda laporkan tetap bersih.
- Urutan pemeriksaan saat model macet Enam langkah yang dijalankan berurutan, dari melihat data sampai mengganti arsitektur.
- Lingkungan kerja yang jalan di perangkat Anda Pustaka, versi, dan akun Colab tersusun rapi, termasuk cara memindahkan latihan berat keluar dari laptop.
- Kemampuan membaca dua kurva sekaligus Anda bisa menyimpulkan keadaan model dari bentuk kurva latih dan validasi sebelum menyentuh kodenya.
- Catatan batas dan pemeriksaan manusia Satu halaman yang menyebut kapan keluaran model wajib diperiksa orang dan apa yang dilakukan saat ia salah.
- Jalur belajar sesudah program selesai Daftar bahan lanjutan yang disusun tutor sesuai bidang Anda, dari citra medis sampai pemantauan mesin produksi.
Yang dipelajari di kelas deep learning Surabaya
Deep learning berurusan dengan satu benda: jaringan saraf tiruan. Bentuk dasarnya sederhana dan bisa dihitung dengan tangan. Sebuah neuron buatan menerima beberapa angka, mengalikan tiap angka dengan bobotnya, menjumlahkan hasilnya, menambahkan satu bias, lalu melewatkan jumlah itu ke fungsi aktivasi. Susun puluhan neuron berdampingan, Anda mendapat satu lapisan. Tumpuk beberapa lapisan, Anda mendapat jaringan. Kata deep merujuk pada tumpukan itu, tidak lebih dari itu.
Fungsi aktivasi terlihat seperti detail kecil, padahal ia yang menahan seluruh susunan tetap berguna. Tanpa fungsi tak linear di antara lapisan, perkalian bobot lapisan pertama dan lapisan kedua bisa digabung menjadi satu perkalian matriks, dan jaringan sepuluh lapis runtuh menjadi model satu lapis. ReLU meneruskan angka positif apa adanya dan menahan angka negatif di nol. Sigmoid memampatkan angka apa pun ke rentang nol sampai satu. Softmax mengubah sekumpulan angka menjadi peluang yang totalnya satu, dipakai di lapisan terakhir saat model memilih satu kelas dari banyak pilihan.
Di sesi perkenalan, tutor Edubia meminta Anda menghitung satu neuron di kertas lebih dulu, sebelum satu baris kode pun ditulis. Peserta yang melewati langkah kecil itu biasanya berhenti menebak-nebak saat kodenya berperilaku aneh dua bulan kemudian.
Enam istilah di bawah muncul di hampir setiap baris kode yang Anda tulis sesudahnya. Tutor membahasnya berurutan pada dua sesi pertama, memakai jaringan mungil berisi dua lapisan supaya seluruh angkanya masih bisa diperiksa dengan mata. Peserta di Surabaya yang datang dari latar teknik mesin, akuntansi, atau keperawatan tetap memulai dari titik yang sama.
Yang perlu diketahui
Susunan materi les deep learning dari neuron sampai jaringan
Neuron buatan
Satu unit hitung: kalikan masukan dengan bobot, jumlahkan, tambahkan bias, lewatkan ke fungsi aktivasi.
Lapisan tersembunyi
Lapisan di antara masukan dan keluaran. Jumlah dan lebarnya menentukan seberapa rumit pola yang sanggup ditangkap model.
Bobot dan bias
Angka yang berubah selama latihan. Bobot mengatur besar pengaruh tiap masukan, bias menggeser ambang neuron menyala.
ReLU di lapisan tengah
Fungsi aktivasi yang murah dihitung dan gradiennya tak cepat mengecil, sehingga lapisan bawah tetap ikut belajar.
Sigmoid dan softmax
Dua bentuk keluaran: sigmoid untuk jawaban ya atau tidak, softmax untuk memilih satu kelas dari banyak kelas.
Tumpukan tanpa fungsi tak linear
Sepuluh lapisan tanpa aktivasi setara satu perkalian matriks. Kedalamannya jadi sia-sia, dan ini kekeliruan pertama yang tutor tunjukkan.
Satu putaran latihan yang ditelusuri tutor sesi demi sesi
Model tidak belajar dari penjelasan. Ia belajar dari pengulangan satu putaran yang sama, ribuan kali. Putaran itu punya empat langkah dan urutannya tak pernah berubah, jadi begitu Anda memahami urutannya, sisa istilah di bidang ini jadi jauh lebih mudah diikuti. Bagian inilah yang menyita waktu sesi awal lebih banyak daripada bagian mana pun, dan ia memang layak menyitanya.
Langkah pertama adalah forward pass. Data masuk lewat lapisan awal, dihitung lapis demi lapis, keluar sebagai tebakan. Langkah kedua menghitung galat, yaitu seberapa jauh tebakan itu dari jawaban yang benar. Bentuk perhitungannya mengikuti jenis pekerjaan. Untuk klasifikasi dipakai cross-entropy, yang menghukum keras model yang percaya diri pada jawaban salah. Untuk regresi dipakai galat kuadrat, yang menghitung selisih angka lalu mengkuadratkannya supaya selisih besar terasa lebih mahal daripada selisih kecil.
Angka tunggal hasil langkah kedua itulah yang disebut loss, dan seluruh latihan berjalan untuk satu tujuan: menurunkannya. Tutor memakai satu grafik loss yang digambar ulang tiap epoch sebagai bahan bicara sepanjang program, sebab hampir semua persoalan teknis di bidang ini terbaca lebih dulu dari bentuk grafik itu.
Backpropagation dan pembaruan bobot di sesi les privat
Langkah ketiga adalah backpropagation, dan di sinilah sebagian besar peserta tersendat. Namanya terdengar rumit, isinya aturan rantai turunan yang sudah Anda temui di kalkulus. Pertanyaannya cuma satu: kalau satu bobot di lapisan ketiga digeser sedikit, loss naik atau turun, dan seberapa banyak? Jawabannya dihitung dari ujung keluaran, mundur lapis demi lapis, memakai turunan tiap fungsi aktivasi yang dilewati. Hasilnya satu gradien untuk tiap bobot: arah dan besar perubahan yang membuat galat mengecil.
Langkah keempat memakai gradien itu. Tiap bobot digeser sedikit berlawanan arah gradiennya, sebesar laju belajar yang Anda tetapkan. Itulah penurunan gradien. Sesudah bobot berubah, putaran diulang dengan potongan data berikutnya, dan begitu seterusnya sampai loss berhenti turun.
Tutor menuliskan keempat langkah ini pada sesi ketiga, lalu meminta Anda menjalankannya pada jaringan dua lapisan tanpa memakai pustaka apa pun. Menulis backpropagation sendiri sekali, sekalipun cuma untuk empat bobot, mengubah cara Anda membaca pesan galat di bulan-bulan berikutnya. Sesudah itu barulah pustaka dipakai, dan Anda tahu persis apa yang ia kerjakan di balik satu baris pemanggilan.
Laju belajar, batch, dan epoch yang disetel bersama tutor
Tiga angka mengatur ritme latihan, dan salah menyetelnya adalah sebab yang sering membuat model gagal padahal kodenya sudah benar. Peserta yang tak pernah diperlihatkan gejalanya biasanya menyalahkan datanya, lalu menghabiskan sepekan di tempat yang keliru.
Laju belajar menentukan seberapa jauh bobot digeser tiap pembaruan. Kalau terlalu besar, loss melompat naik turun tanpa pernah menetap, kadang membesar sampai berubah menjadi nilai tak terhingga di layar. Kalau terlalu kecil, loss memang turun, tapi turunnya sedikit demi sedikit sehingga latihan berjalan berjam-jam untuk kemajuan yang bisa dicapai dalam beberapa menit. Kedua gejala itu sengaja dibuat tutor di satu sesi khusus supaya Anda mengenalinya sendiri.
Batch adalah jumlah contoh yang dihitung sebelum bobot diperbarui sekali. Batch kecil membuat pembaruan sering tapi berisik; batch besar membuat pembaruan lebih tenang tapi menuntut memori lebih banyak. Epoch adalah satu putaran penuh atas seluruh data latih. Pengoptimal menentukan cara gradien diterjemahkan menjadi langkah: SGD menggeser bobot apa adanya, sementara Adam menyimpan rerata gradien sebelumnya sehingga langkahnya menyesuaikan diri per bobot dan biasanya menurunkan loss lebih cepat di awal.
Overfitting yang ditangani sejak sesi les pertama
Lawan utama di bidang ini adalah model yang menghafal. Overfitting terjadi saat model merekam data latih sampai ke bagian terkecilnya, termasuk gangguan yang tak berarti apa-apa, lalu gagal begitu bertemu data baru. Tandanya terbaca dari dua kurva yang digambar berdampingan: loss pada data latih terus turun, sementara loss pada data validasi berhenti turun lalu berbalik naik. Titik saat kedua kurva mulai berpisah adalah titik model berhenti mempelajari pola dan mulai menghafal.
Penangkalnya berlapis, dan tutor mengajarkannya berurutan. Data dibagi tiga sejak awal: latih untuk menyetel bobot, validasi untuk menilai selagi latihan berjalan, uji yang disimpan rapat dan hanya dibuka sekali di akhir. Dropout mematikan sebagian neuron secara acak di tiap putaran supaya model tak bergantung pada segelintir jalur hitung. Regularisasi menambahkan denda untuk bobot yang membesar tanpa alasan. Penghentian dini menyimpan model dari epoch tempat loss validasi berhenti turun, lalu menghentikan latihan. Augmentasi data memperbanyak contoh dengan memutar, memotong, atau menggeser citra yang sudah ada.
Kelima cara itu jarang dipakai sekaligus. Tutor mengajak Anda menambahkannya satu per satu dan mencatat perubahan kurvanya, sebab menambah tiga hal sekaligus membuat Anda kehilangan jejak mana yang berpengaruh.
Enam keadaan di bawah menutupi sebagian besar kemacetan yang dibawa peserta ke sesi. Tutor memakainya sebagai urutan pemeriksaan, dari yang murah dicoba ke yang mahal, supaya waktu sesi tak habis menebak.
Ringkasnya
Gejala model macet yang dibaca tutor bersama Anda
Loss melompat tak menentu
Laju belajar kebesaran. Turunkan sepersepuluh, jalankan ulang, bandingkan bentuk kurvanya.
Loss diam di angka yang sama
Gradien nyaris nol atau laju belajar kekecilan. Periksa fungsi aktivasi dan penskalaan masukan.
Latih turun, validasi naik
Tanda hafalan. Tambahkan dropout, hentikan lebih awal, atau perbanyak contoh lewat augmentasi.
Akurasi tinggi tapi tak berguna
Kelas timpang. Periksa sebaran label lalu pindah ke presisi, recall, dan matriks kebingungan.
Angka uji jatuh jauh
Kebocoran data antara bagian latih dan bagian uji. Telusuri cara data dipisah dan cara penskalaan dihitung.
Arsitektur yang dipilih tutor menurut bentuk data Anda
Jaringan berlapis biasa, atau multilayer perceptron, cocok untuk data berbentuk tabel yang tiap kolomnya berdiri sendiri. Begitu datanya citra, susunan itu jadi boros: gambar berukuran sedang berisi ratusan ribu angka, dan menghubungkan semuanya ke tiap neuron lapisan berikutnya menghasilkan bobot yang jumlahnya tak masuk akal. Konvolusi menyelesaikannya dengan menggeser satu kernel kecil ke seluruh gambar dan memakai bobot yang sama di tiap posisi, sehingga model belajar mengenali tepi, sudut, dan tekstur di mana pun letaknya. Pooling meringkas hasilnya supaya ukuran turun dan model tak bergantung pada posisi yang persis.
Data berurutan menuntut bentuk lain. Recurrent neural network membaca satu langkah pada satu waktu sambil membawa ingatan dari langkah sebelumnya, dan LSTM menambahkan tiga gerbang kecil yang mengatur apa yang disimpan, apa yang dilupakan, dan apa yang diteruskan, sehingga ingatan bertahan jauh lebih lama.
Transformer mengganti pembacaan berurutan itu dengan attention: tiap potongan masukan menimbang seluruh potongan lain sekaligus, lalu memutuskan bagian mana yang perlu diperhatikan lebih dulu. Susunan itu yang menopang model bahasa masa kini, dan ia berjalan jauh lebih cepat di kartu grafis karena hitungannya bisa dijalankan berbarengan. Data yang Anda bawa menentukan arsitektur mana yang digarap sampai dalam, dan urutan buku teks mengalah pada kebutuhan itu.
Transfer learning sebagai jalur peserta les di Surabaya
Melatih model besar dari nol menuntut jutaan contoh berlabel dan deretan kartu grafis yang menyala berhari-hari. Hampir tak ada peserta di Surabaya yang punya keduanya, dan memang tak perlu punya. Jalur yang wajar adalah transfer learning: mengambil model yang sudah dilatih pihak lain pada data raksasa, lalu menyesuaikannya ke persoalan Anda sendiri.
Cara kerjanya begini. Lapisan-lapisan awal model terlatih sudah mengenali hal umum: tepi, warna, tekstur, potongan bentuk. Kemampuan itu berlaku untuk hampir semua citra, termasuk citra yang belum pernah dilihatnya. Yang diganti tinggal lapisan terakhir, yang memutuskan nama kelas. Anda membekukan lapisan awal, melatih lapisan baru pada data sendiri yang jumlahnya mungkin cuma beberapa ratus gambar, lalu kalau hasilnya masih kurang, mencairkan beberapa lapisan atas dan melatihnya lagi dengan laju belajar yang jauh lebih kecil.
Itulah fine-tuning, dan urutannya penting. Laju belajar besar pada lapisan terlatih akan menghapus apa yang sudah diketahui model, dan Anda kembali ke titik nol tanpa sadar. Di kelas ini tahap tersebut biasanya jatuh di sesi kesepuluh ke atas, saat peserta sudah memegang data sendiri dan sudah pernah melihat modelnya gagal dengan cara yang bisa dijelaskan.
Perkakas dan laptop yang diperiksa sebelum sesi pertama
Dua kerangka kerja menguasai bidang ini: PyTorch dan TensorFlow. Keduanya menulis jaringan dengan gagasan yang sama, jadi memahami satu membuat yang lain terbaca dalam beberapa jam. Edubia menanyakan lebih dulu kerangka mana yang dipakai di kampus atau di tempat Anda bekerja, lalu memilihkan tutor yang memang menulis kode di kerangka itu tiap hari. Notebook Jupyter dipakai sepanjang kelas karena kode, keluaran, grafik, dan catatan duduk dalam satu berkas yang bisa dibuka ulang di sesi berikutnya.
Sekarang bagian yang jarang dibicarakan terbuka: laptop. Kebanyakan laptop kerja di Surabaya tak punya kartu grafis yang sanggup melatih jaringan besar, dan hal itu tidak menghalangi Anda untuk mulai. Google Colab menjalankan notebook di peramban dengan kartu grafis pinjaman, tersedia tanpa biaya pada tingkat dasarnya, dan itulah jalur yang dipakai hampir semua peserta kami di tiga bulan pertama.
Latihan yang berat dijalankan di sana, sementara laptop Anda cukup untuk menulis kode, membaca kurva, dan menyiapkan data. Tutor memeriksa spesifikasi perangkat Anda di sesi perkenalan: kapasitas memori, ruang penyimpanan, dan kecepatan sambungan internet di alamat tempat sesi berlangsung. Kalau perangkatnya menuntut jalan lain, urutan materi disusun ulang sebelum sesi kedua, sehingga tak ada waktu terbuang menunggu latihan yang memang tak akan selesai.
Data yang dibereskan tutor sebelum model dilatih
Model hanya sebagus data yang diberikan kepadanya, dan sebagian besar waktu di proyek nyata habis di sini. Tiga persoalan berulang, dan ketiganya jarang memunculkan pesan galat apa pun di layar.
Pelabelan lebih dulu. Setiap contoh butuh jawaban benar yang ditulis manusia, dan label yang berbeda-beda antar pelabel membuat model bingung tanpa satu pun tanda muncul. Tutor mengajak Anda menulis aturan pelabelan yang tegas di awal, lalu memeriksa ulang segelintir contoh acak untuk melihat apakah aturan itu benar-benar dipakai.
Berikutnya kelas timpang. Kalau 95 dari 100 contoh berlabel normal, model yang selalu menjawab normal langsung mencatat akurasi 95 persen tanpa mempelajari apa pun. Penanganannya bisa berupa penimbangan kelas, penambahan contoh kelas minoritas, atau pemilihan metrik yang tak tertipu oleh sebaran semacam itu.
Yang ketiga kebocoran data, dan ini yang mahal. Kalau contoh yang sama, atau keterangan yang seharusnya belum diketahui, ikut masuk ke bagian latih dan bagian uji sekaligus, angka uji jadi indah dan tak berarti apa-apa. Bentuk halusnya: penskalaan dihitung dari seluruh data sebelum dipisah, atau beberapa potongan berasal dari satu rekaman yang sama. Tutor menelusuri jalur data Anda dari berkas mentah sampai batch terakhir untuk mencarinya.
Evaluasi model di kelas deep learning Edubia
Akurasi terlihat seperti angka yang jujur, padahal ia menyesatkan begitu kelasnya timpang. Karena itu evaluasi di kelas ini selalu dimulai dari matriks kebingungan: tabel kecil yang memisahkan tebakan benar dan tebakan salah menurut kelasnya, sehingga terlihat persis kesalahan jenis apa yang dilakukan model.
Dari tabel itu lahir dua angka yang menjawab dua pertanyaan berbeda. Presisi menjawab: dari semua yang ditandai model sebagai positif, berapa yang memang positif. Recall menjawab: dari semua yang sebenarnya positif, berapa yang berhasil ditangkap model. Keduanya tarik-menarik. Menaikkan ambang keputusan membuat presisi naik dan recall turun; menurunkan ambang membuat kebalikannya. F1 menggabungkan keduanya menjadi satu bilangan lewat rerata harmonik, berguna saat Anda perlu satu angka pembanding antar percobaan.
Yang tutor tekankan: pilih metrik dari akibat kesalahannya, dan tuliskan alasan pemilihan itu di catatan proyek. Penyaring pesan masuk boleh lebih longgar karena satu pesan yang lolos hanya merepotkan sedikit. Model yang menandai kemungkinan kerusakan mesin produksi menuntut recall tinggi, sebab kasus yang terlewat jauh lebih mahal daripada peringatan palsu yang bisa diperiksa ulang manusia.
Batas model dan pemeriksaan manusia yang ditagih tutor
Jaringan saraf menghasilkan jawaban dengan nada yang sama untuk kasus yang dikuasainya dan untuk kasus yang sama sekali di luar jangkauannya. Ia tak punya cara memberi tahu Anda bahwa ia sedang menebak. Angka keyakinan yang ditampilkan softmax pun kerap terlalu tinggi, terutama pada data yang bentuknya berbeda dari data latih. Peserta yang baru pertama menerbitkan model biasanya terkejut di titik ini.
Bias adalah persoalan kedua, dan model mewarisinya dari data. Kalau data latih berisi keputusan masa lalu yang berat sebelah, model akan mengulanginya dengan rapi dan cepat, lalu membungkusnya dalam angka yang terlihat netral. Memeriksanya menuntut Anda memecah hasil menurut kelompok, lalu melihat apakah galatnya menumpuk di satu kelompok saja.
Karena itu tiap proyek yang keluar dari kelas ini menyertakan satu bagian yang membosankan tapi wajib: siapa yang memeriksa keluaran model, kapan pemeriksaan dilakukan, dan apa yang dikerjakan saat model salah. Tutor menagihnya sebelum proyek dianggap selesai. Peserta yang mengerjakan tugas akhir menemukan bagian itu justru mengangkat mutu penulisannya, sebab ia memaksa penulis menyatakan batas kerja modelnya dengan jujur.
Biaya les deep learning di Surabaya dan yang termasuk
Sesi les deep learning berdurasi 120 menit, dan panjang itu dipilih dengan alasan yang bisa Anda periksa sendiri. Satu putaran latihan pada data kecil saja menghabiskan beberapa menit, membaca kurvanya menuntut beberapa menit lagi, dan memperbaiki kode lalu menjalankannya ulang memakan sisanya. Sesi 60 menit habis sebelum satu percobaan tuntas, dan peserta pulang tanpa melihat akibat perubahan yang baru saja ia tulis.
Biaya mulai Rp298.100 per sesi untuk ritme delapan sesi sebulan dengan tutor datang ke alamat Anda di Surabaya, dan angka itu sudah menanggung perjalanan tutor. Peserta yang memilih ritme empat sesi sebulan dengan panjang sesi yang sama berada di kisaran Rp374.600 per sesi. Sesi daring lebih ringan karena komponen perjalanan hilang. Kalau Anda memilih belajar di co-learning space partner, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang.
Yang termasuk di dalamnya: notebook latihan yang disusun tutor untuk kasus Anda sendiri, catatan singkat tiap sesi, dan pemeriksaan kode di luar jam sesi lewat pesan saat latihan panjang Anda berjalan sendiri di Colab. Nominalnya disepakati sebelum sesi pertama dan tidak berubah di tengah paket berjalan.
Jadwal sesi les yang mengikuti jam kerja dan kuliah
Hampir semua peserta kelas ini punya kesibukan lain di siang hari. Sesi deep learning karena itu umumnya jatuh pukul 19.00 ke atas pada hari kerja, atau pagi sampai sore di akhir pekan. Tim penjadwalan mencocokkan tutor yang jam luangnya bertemu dengan jam luang Anda, dan pola itu dikunci untuk beberapa pekan supaya latihan panjang bisa direncanakan di antara dua pertemuan.
Bentuk sesinya sendiri menyesuaikan bahan yang dibahas. Saat yang diperiksa adalah kode dan kurva latih, berbagi layar sering lebih tajam daripada duduk berdampingan menatap satu monitor, jadi sebagian peserta memilih sesi daring meski tinggal di Gubeng atau Wonokromo. Saat yang dibahas rancangan data dan alur proyek, tatap muka di rumah, kos, atau kafe biasanya terasa lebih enak. Tutor Edubia menjangkau seluruh kecamatan Kota Surabaya, dari Rungkut dan Tenggilis Mejoyo di sisi timur sampai Lakarsantri dan Pakal di sisi barat, ditambah wilayah Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Buduran.
Kalau cara mengajar tutor belum cocok, misalnya ia menulis kode di kerangka yang berbeda dari yang Anda pakai di kampus, sampaikan kepada tim kami dan tutor diganti tanpa biaya tambahan. Latihan yang berjalan berjam-jam juga tak perlu ditunggu di dalam sesi: jadwalnya disetel supaya waktu bersama dipakai membaca hasil dan memperbaiki, sementara latihan panjang berjalan sendiri di sela dua pertemuan.
Lebih dekat
Yang membedakan kelas deep learning privat Edubia
Lima hal berikut diputuskan sebelum sesi pertama berjalan di Surabaya.
Tutor dicocokkan ke kerangka kerja Anda
PyTorch atau TensorFlow ditanyakan lebih dulu, lalu tutor dipilih dari yang memakai kerangka itu tiap hari.
Spesifikasi perangkat diperiksa di awal
Memori, penyimpanan, dan kartu grafis dicatat pada sesi perkenalan, sehingga urutan materi disusun dari perangkat yang benar-benar ada.
Latihan panjang berjalan di luar jam sesi
Waktu bersama tutor dipakai membaca hasil dan memperbaiki kode, sementara latihan berjam-jam berjalan sendiri di Colab.
Satu proyek milik Anda dari awal
Materi digantung pada data yang Anda bawa, entah citra produksi, rekaman suara, atau berkas tugas akhir.
Catatan sesi yang bisa dibuka ulang
Tiap pertemuan meninggalkan notebook berisi kode, grafik, dan alasan tiap keputusan teknis diambil.
Urutan di bawah dijalankan dari langkah pertama tiap kali sebuah model berperilaku aneh, tanpa melompat. Melompat ke langkah keempat lebih dulu adalah kebiasaan yang membuat peserta memperbaiki hal yang tidak rusak.
Detail
Langkah yang dipakai tutor saat model latihan Anda macet
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Lihat datanya dengan mata sendiri
Buka tiga puluh contoh acak berikut labelnya. Kekeliruan label, berkas rusak, dan satuan yang tercampur ketahuan di sini, sebelum satu epoch pun berjalan.
-
Buat model kecil sengaja menghafal
Ambil sepuluh contoh saja dan latih sampai loss hampir nol. Model yang gagal menghafal sepuluh contoh menunjuk pada cacat di kode, sebab kapasitasnya jelas mencukupi.
-
Periksa penskalaan dan bentuk masukan
Angka masukan yang rentangnya jauh berbeda antar kolom membuat gradien pincang. Ukuran larik yang keliru sering lolos diam-diam sampai hasil terlihat aneh.
-
Turunkan laju belajar sepersepuluh
Jalankan ulang dengan jumlah epoch yang sama lalu bandingkan bentuk kurvanya. Perbandingan dua kurva jauh lebih informatif daripada satu kurva tunggal.
-
Tambahkan penahan hafalan satu per satu
Dropout dulu, jalankan, catat. Baru regularisasi, jalankan, catat. Menambah dua sekaligus menghapus jejak mana yang bekerja.
-
Baru ganti arsitektur atau tambah data
Langkah termahal ditaruh terakhir. Sebagian besar kemacetan sudah selesai di lima langkah sebelumnya, dan itu menghemat berjam-jam waktu latihan.
Program Terkait
Program lain yang sering diambil bersama les deep learning
Tanya jawab
Berapa biaya dan bagaimana jadwal les deep learning?
Mari Mulai
Langkah pertama Anda di kelas deep learning dimulai di sini
Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor deep learning di Surabaya menyesuaikan dengan jadwal Anda.