4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai lancar di jalan kota
Les Mengendarai Motor di Surabaya
Les mengendarai motor privat di Surabaya untuk peserta yang mulai dari nol. Latihan dibuka di lahan tertutup, dari menuntun motor sampai angka delapan. Biaya mulai Rp205.500 per sesi 90 menit, satu pelatih satu peserta.
Kenalan dulu dengan Les Mengendarai Motor di Surabaya
Les mengendarai motor privat di Surabaya untuk peserta yang mulai dari nol. Latihan dibuka di lahan tertutup, dari menuntun motor sampai angka delapan. Biaya mulai Rp205.500 per sesi 90 menit, satu pelatih satu peserta.
Konsultasi dan DaftarData Program
- Format Sesi
- Privat, satu pelatih untuk satu peserta
- Durasi
- 90 menit per sesi
- Ritme
- 2 sesi per pekan, 8 sesi per bulan
- Biaya
- Mulai Rp205.500 per sesi, sampai Rp298.100 untuk peserta dewasa
- Tempat latihan awal
- Lahan tertutup yang disepakati di wilayah peserta
- Motor latihan
- Matik, bebek, atau berkopling penuh
- Perlengkapan wajib
- Helm berstandar, sarung tangan, sepatu tertutup, jaket lengan panjang
- Cakupan pelajaran
- Keseimbangan, titik gesek, pengereman, kendali kecepatan rendah, membaca bahaya jalan
- Batas layanan
- Edubia melatih kemampuan berkendara dan tidak menerbitkan SIM
- Wilayah
- 31 kecamatan Surabaya dan 18 kecamatan Sidoarjo
Susunan Materi
Sembilan pokok bahasan kelas motor dan jebakan khas tiap pokoknya
Tiap pokok di bawah membawa satu kesalahan khas peserta pemula, ditulis terbuka supaya peserta mengenalinya sendiri. Urutannya mengikuti apa yang aman dilatih lebih dulu.
- 1
Dua perintah berlawanan di tangan kanan
Sesi 1Yang dibahas. Letak gagang gas dan tuas rem depan pada satu genggaman, pergelangan yang rendah, dan menutup gas sebagai gerakan pertama.
Jebakan umum. Telapak tangan menutup ketika peserta terkejut, sehingga gas bertambah ke arah benda yang ia hindari.
Cara tutor. Dua jari menempel di atas tuas rem depan sepanjang latihan.
- 2
Titik gesek kopling dan titik jalan motor matik
Sesi 2Yang dibahas. Rentang pendek pada langkah tuas tempat pelat kopling menggigit, dan putaran mesin saat roda motor matik menarik.
Jebakan umum. Tuas dilepas sekaligus sehingga mesin mati, atau gas ditambah menutupinya sehingga motor melonjak.
Cara tutor. Merayap secepat orang berjalan di putaran langsam tanpa gas, sampai tangan hafal.
- 3
Pola gigi dan pengereman mesin
Sesi 3Yang dibahas. Pola operan motor bebek dan berkopling penuh, letak netral, serta menutup gas untuk menahan laju di turunan.
Jebakan umum. Pandangan tertahan di lampu penanda netral sehingga jalan di depan hilang dari perhatian beberapa detik.
Cara tutor. Pola gigi dihafal sambil motor diam, lalu diulang dengan mata ke depan.
- 4
Porsi rem depan dan rem belakang
Sesi 3Yang dibahas. Perpindahan beban ke depan saat melambat, remasan bertingkat, pemakaian kedua rem, dan pengukuran jarak berhenti.
Jebakan umum. Keyakinan lama bahwa rem depan membuat orang jatuh, sehingga rem belakang dipakai sendirian.
Cara tutor. Jarak berhenti diukur dengan patok memakai rem belakang saja, lalu diulang dengan kedua rem.
- 5
Keseimbangan di bawah kecepatan orang berlari
Sesi 4Yang dibahas. Tahanan ringan rem belakang, tenaga mesin yang dijaga tetap, genggaman ringan, dan berat badan di sadel.
Jebakan umum. Setang digenggam kaku karena tegang, sehingga tiap getaran tangan berpindah ke roda depan.
Cara tutor. Siku ditekuk longgar dan peserta menyebut apa yang ia lihat di ujung lahan.
- 6
Arah pandang dan angka delapan
Sesi 4Yang dibahas. Menoleh ke tujuan sebelum motor berbelok, dua lingkaran bersambung, dan pergantian arah terus menerus.
Jebakan umum. Mata terkunci pada rintangan yang ingin dihindari, dan motor mengikuti mata ke sana.
Cara tutor. Pelatih berdiri di titik keluar tikungan sebagai sasaran pandang.
- 7
Menyetir berlawanan untuk menghindar
Sesi 5Yang dibahas. Tekanan singkat pada gagang di sisi tujuan, dan pemisahan antara menghindar dan mengerem.
Jebakan umum. Mengerem dan menghindar dicoba bersamaan, sehingga cengkeram ban habis dipakai dua pekerjaan.
Cara tutor. Latihan pindah jalur dikerjakan tanpa rem, dengan dua patok sebagai penanda jarak.
- 8
Membaca bahaya lalu lintas kota
Sesi 7Yang dibahas. Titik buta kendaraan besar, angkutan umum yang berhenti mendadak, bukaan pembatas jalan, perlintasan kereta, dan permukaan licin.
Jebakan umum. Lajur kiri dikira tempat yang aman, padahal di situlah kendaraan keluar masuk dan pintu terbuka.
Cara tutor. Rute pendampingan dipilih dari kecamatan tempat peserta tinggal.
- 9
Pemeriksaan harian dan perawatan ringan
Tiap sesiYang dibahas. Tekanan ban, kedua rem, lampu dan sein, ketinggian oli, ketegangan rantai, serta penyetelan spion.
Jebakan umum. Pemeriksaan dilewati karena motor tetap menyala tanpanya, sehingga kebiasaannya tidak terbentuk.
Cara tutor. Enam butir dijalankan sebagai bagian dari naik ke motor.
Penanda kemajuan
Yang berpindah ke tangan kanan peserta di tiap tahap les motor
Kemajuan di kelas ini terbaca dari tangan kanan, sebab di situlah gas dan rem depan berbagi satu genggaman. Enam penanda di bawah menentukan kapan peserta boleh naik.
- 01
Tangan kanan berhenti menjadi sumber kejutan
Sesi 1Pergelangan bertahan rendah dan rata, motor berjalan tanpa lonjakan gas, dan peserta menutup gas atas aba-aba.
- 02
Dua jari menempel di tuas rem depan tanpa diingatkan
Sesi 2Jari sudah siap di tuas tanpa diingatkan, dan posisi itu bertahan di latihan lurus maupun belok.
- 03
Berhenti tanpa kaki mencari-cari aspal
Sesi 3Motor berhenti tepat di titik yang ditunjuk, kedua rem terpakai dengan porsi berbeda, kaki turun sesudah kecepatan habis.
- 04
Mata berpindah ke tujuan sebelum motor berbelok
Sesi 4Angka delapan selesai lima putaran tanpa kaki turun, dan peserta bisa menyebut apa yang ia lihat di titik keluar.
- 05
Rem darurat tanpa roda belakang mengunci
Sesi 6Berhenti sekuat mungkin dalam keadaan lurus tanpa roda menggeser, dan jaraknya berulang mirip pada tiga percobaan.
- 06
Bahaya terbaca sebelum badan sempat bereaksi
Sesi 8Peserta melambat sendiri mendekati bukaan pembatas jalan, menjauhi sisi kiri truk, dan memilih posisi yang terlihat spion.
Kenapa privat
Menimbang cara belajar mengendarai motor di Surabaya
Les Mengendarai Motor Privat Edubia
Di titik latihan yang disepakati, Surabaya
- Perhatian tutor saat belajar mengendarai motor : Penuh, satu untuk satu
- Materi mengendarai motor disesuaikan level peserta
- Perbaikan langsung saat gerakan salah
- Perkembangan dipantau tiap sesi
- Latihan mandiri mengendarai motor yang terarah
- Pelatih mengendarai motor menemui peserta di titik latihan
Bimbel Mengendarai Motor Grup
- Perhatian tutor saat belajar mengendarai motor : Terbagi ke banyak peserta
- Materi mengendarai motor disesuaikan level peserta
- Perbaikan langsung saat gerakan salah : Menunggu giliran
- Perkembangan dipantau tiap sesi : Sesekali
- Latihan mandiri mengendarai motor yang terarah : Seragam
- Pelatih mengendarai motor menemui peserta di titik latihan
Belajar Mengendarai Motor Sendiri
- Perhatian tutor saat belajar mengendarai motor : Tanpa pendamping
- Materi mengendarai motor disesuaikan level peserta
- Perbaikan langsung saat gerakan salah : Tak ada yang mengoreksi
- Perkembangan dipantau tiap sesi
- Latihan mandiri mengendarai motor yang terarah : Cari sendiri
- Pelatih mengendarai motor menemui peserta di titik latihan
Standar layanan
Kenapa peserta Surabaya memilih les mengendarai motor di Edubia?
Yang sudah kami siapkan begitu Anda memutuskan mulai belajar mengendarai motor.
Satu tutor untuk satu peserta
Seluruh jam sesi mengendarai motor tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.
Perkembangan mengendarai motor dicatat tiap sesi
Sesudah pertemuan Anda menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.
Titik latihan mengendarai motor disepakati sebelum sesi pertama
Sesi berjalan di tempat yang disepakati di Surabaya, dan jadwalnya mengikuti ketersediaan tempat itu.
Cakupan
Yang peserta bawa pulang dari paket les mengendarai motor
- Menegakkan dan menuntun motor sendiri · Menurunkan motor dari standar samping, mendorongnya lurus, memutarnya, lalu memasang standar kembali tanpa dibantu.
- Menjalankan motor tanpa menyentuh gas · Merayap di putaran langsam memakai titik gesek atau titik jalan, motor tetap tegak.
- Berhenti tepat di titik yang ditentukan · Memakai kedua rem dengan porsi berbeda, menarik tuas kopling di detik terakhir, dan menurunkan kaki sesudah kecepatan habis.
- Menyelesaikan angka delapan tanpa kaki turun · Lima putaran penuh dengan arah pandang mendahului motor, tahanan ringan di rem belakang, dan bukaan gas tetap.
- Mengerem darurat dalam keadaan lurus · Meluruskan motor lebih dulu, meremas tuas depan bertingkat, dan berhenti pada jarak yang berulang mirip di tiga percobaan.
- Menghindar tanpa memakai rem · Berpindah jalur lewat tekanan singkat pada gagang di sisi tujuan, dengan pengereman ditahan supaya cengkeram ban tidak terbagi.
- Memeriksa motor sendiri sebelum berangkat · Enam butir pemeriksaan dijalankan berurutan dan selesai di bawah satu menit.
- Membaca pola bahaya di rute hariannya · Mengenali titik buta kendaraan besar, bukaan pembatas jalan, perlintasan kereta, dan permukaan licin di kecamatan tempat ia berkendara.
Keunggulan kelas ini
Yang membuat les mengendarai motor kami beda
Latihan dibuka di lahan tertutup
Sesi awal sampai peserta bisa berhenti terkendali berlangsung di lahan tertutup, tempat kesalahan berakhir dengan motor rebah.
Tidak ada pedal ganda di sisi pelatih
Mobil latih punya rem cadangan untuk instruktur; motor tidak. Karena itu refleks peserta yang dilatih lebih dulu, sebelum kecepatannya naik.
Satu pelatih mengawasi satu motor
Pelatih berada dalam jangkauan suara sepanjang latihan, dan aba-aba berhenti terdengar lebih dulu.
Kecepatan naik sesudah anak tangga sebelumnya beres
Peserta naik ke latihan berikutnya ketika gerakan sebelumnya berjalan tanpa perlu dipikirkan, dan urutan itu tidak dilompati.
Pengurusan SIM ditempuh peserta lewat jalur resmi
Peserta mendaftar dan mengikuti ujiannya sendiri di satuan penerbit SIM, tanpa jasa perantara dan tanpa jalan pintas.
Kesiapan
Kesiapan yang menentukan sesi pertama bisa dimulai
Peserta yang bisa langsung mulai
- Belum pernah menyalakan mesin motor dan ingin memulai dari menuntun motor
- Sudah bisa motor matik dan ingin menambah kemampuan mengoper gigi dan kopling
- Baru pindah ke Surabaya dari daerah berjalan lengang dan belum terbiasa lalu lintas padat
- Berhenti mengendarai motor bertahun-tahun sesudah jatuh dan ingin memulai lagi dari lahan tertutup
- Naik motor setiap hari tanpa pernah diajar dan ingin kebiasaannya diperiksa
- Berusia 17 tahun ke atas dan sedang menyiapkan ujian SIM C
Fleksibel
Jadwal les mengendarai motor disusun dari ketersediaan tempatnya
Pelatih mengendarai motor menemui peserta di titik latihan yang disepakati di Surabaya, dan jadwalnya mengikuti ketersediaan tempat itu.
Les mengendarai motor di Surabaya untuk peserta yang belum pernah menyalakan mesin
Sepeda motor hanya berdiri selama ia bergerak, dan kalimat itu menentukan cara mengajarkannya. Mobil menunggu sampai pengemudinya siap; motor rebah begitu kecepatannya habis dan kaki peserta terlambat turun. Karena itu les mengendarai motor Edubia di Surabaya membuka sesi pertama dengan mesin mati, dan tombol starter baru disentuh sesudah peserta sanggup menegakkan motor sendiri dari standar samping.
Perbedaan kedua lebih menentukan. Mobil latih punya pedal ganda di sisi instruktur; motor tidak, jadi satu-satunya rem yang bekerja adalah refleks peserta sendiri sementara pelatih memberi aba-aba dari samping. Refleks itu dipasang di lahan tertutup, jauh sebelum kecepatan cukup tinggi untuk melukai.
Biaya mulai Rp205.500 per sesi 90 menit dengan satu pelatih untuk satu peserta, sampai Rp298.100 pada ritme yang sama untuk peserta dewasa. Perkiraannya bisa dihitung sendiri lewat kalkulator biaya Edubia. Latihan awal berlangsung di lahan tertutup yang disepakati di wilayah peserta, dari Rungkut sampai Tandes, dengan jam sesi mengikuti arus jalan setempat.
Tiga jenis motor yang beredar di jalan Surabaya menuntut tangan dan kaki yang berbeda. Yang membedakan adalah letak rem belakang dan ada tidaknya tuas kopling, dan letak rem itulah yang menjebak orang saat berpindah jenis. Pelatih menanyakan satu hal di sesi pertama: motor mana yang dipakai peserta setiap hari sesudah les selesai. Jawabannya menentukan motor latihan, sebab kebiasaan tangan yang dibentuk selama delapan sesi terbawa ke motor yang dinaiki.
Rincian
Tiga jenis motor dan pilihan yang ditimbang pelatih di sesi pertama
Motor matik tanpa gigi
Tanpa tuas kopling dan tanpa operan gigi. Rem belakang pindah ke tuas kiri, tempat kopling di motor lain, jadi peserta bisa fokus ke keseimbangan dan gas.
Motor bebek bergigi
Ada operan gigi di kaki kiri, tanpa tuas kopling karena koplingnya bekerja sendiri. Rem belakang kembali ke pedal kanan, dan kebiasaan kaki itu berlaku di sebagian besar motor.
Motor berkopling penuh
Tuas kopling di tangan kiri, operan gigi di kaki kiri, rem belakang di pedal kanan. Empat anggota badan bekerja bersamaan, jadi jenis ini ditaruh di urutan terakhir.
Jebakan saat berpindah jenis
Pengendara motor bergigi yang naik matik meremas tuas kiri mengira itu kopling, dan rem belakang yang menggigit. Kebalikannya lebih berbahaya: tuas itu memutus tenaga tanpa memperlambat.
Urutan yang disarankan pelatih
Peserta yang belum pernah naik motor mulai di matik dua sampai tiga sesi supaya keseimbangan dan gas terpisah dari kopling, lalu pindah ke bebek.
Kapan urutan itu dibalik
Peserta yang di rumah hanya punya motor bebek atau kopling berlatih di motor itu sejak awal. Melatih kebiasaan di mesin yang tidak akan dinaiki harian hanya menunda pekerjaan yang sama.
Panik gas dan alasan kelas motor pemula selalu dimulai di lahan tertutup
Tangan kanan pengendara motor memegang dua perintah yang berlawanan dalam satu genggaman. Memutar gagang ke belakang berarti menambah tenaga; meremas tuas di depannya berarti berhenti. Di mobil keduanya dipisahkan dua pedal; di motor keduanya berbagi satu telapak tangan.
Di situlah letak cacat refleks yang menjatuhkan pemula: ketika manusia terkejut telapak tangannya menutup, dan menutup telapak kanan di atas motor berarti memutar gas. Pemula yang kaget melihat lubang, anjing menyeberang, atau mobil membuka pintu akan mempercepat motornya ke arah benda yang ia takuti. Nasihat tidak menghapusnya; refleks hanya kalah oleh refleks lain.
Penggantinya dilatih tiga cara: pergelangan kanan dijaga rendah dan rata dengan gagang supaya kejutan tidak memutar gas, dua jari menempel di atas tuas rem depan supaya jalur refleks mengarah ke tuas, dan berhenti mendadak diulang puluhan kali sampai aba-aba pelatih memicu tangan menutup gas.
Titik gesek kopling dan pola gigi yang dibahas pelatih di sesi ketiga
Kopling motor tidak bekerja seperti sakelar dua posisi. Ada rentang pendek pada langkah tuas tempat pelat kopling mulai bergesekan sebagian, dan di situ motor berjalan sangat pelan tanpa mati. Menemukan titik gesek itulah pekerjaan sesungguhnya di sesi ketiga: mesin langsam, gigi satu masuk, tuas dilepas milimeter demi milimeter sampai motor menarik, lalu ditahan di situ. Motor berjalan secepat orang berjalan kaki tanpa gas.
Pola giginya berbeda menurut jenis motor. Motor bebek umumnya satu arah: pedal ditekan ke depan untuk naik gigi, diinjak ke belakang untuk turun. Motor berkopling penuh menaruh gigi satu di bawah, netral di antaranya, lalu gigi berikutnya ke atas. Peserta menghafal pola motornya sambil melihat lampu penanda netral, lalu berhenti melihatnya.
Bagian ketiga pengereman mesin. Menutup gas selagi gigi masih masuk membuat mesin menahan laju tanpa satu pun rem disentuh, dan menurunkan gigi menambah tahanannya. Kebiasaan ini berguna di turunan jalan layang Surabaya, tempat rem yang dipakai terus menerus akan memanas, sekaligus menjaga motor di gigi yang siap menarik.
Rem depan, rem belakang, dan mitos yang diluruskan instruktur di kelas motor
Peserta hampir selalu membawa satu kalimat ke sesi pertama: rem depan membuat orang jatuh, jadi pakai rem belakang saja. Kalimat itu keliru, dan mempercayainya memperpanjang jarak berhenti sampai batas berbahaya. Yang menjatuhkan orang adalah cara memakainya: remasan mendadak, pemakaian saat motor miring di tikungan, atau pemakaian di atas permukaan licin.
Sebabnya perpindahan beban: begitu motor melambat, berat pengendara dan motor bergeser ke depan, ban depan tertekan lebih kuat ke aspal, dan cengkeramnya naik. Karena itu sebagian besar tenaga pengereman tersedia di roda depan, sementara rem belakang menstabilkan dan menahan buritan supaya tidak mengangkat.
Yang dilatih di kelas adalah remasan bertingkat. Tuas depan ditekan lembut sepersekian detik supaya beban berpindah, baru tekanannya ditambah, sementara pedal belakang diinjak dengan porsi lebih kecil. Badan tegak, motor lurus, dan tuas kopling ditarik menjelang berhenti supaya mesin tidak mati. Jarak berhenti bertambah jauh lebih cepat daripada kecepatannya: menggandakan kecepatan membuat jaraknya kira-kira empat kali lipat.
Keenam kebiasaan di bawah ini berulang di peserta yang bertahun-tahun naik motor tanpa pernah diajar. Semuanya bisa diperbaiki, dan hampir semuanya menuntut pengulangan di lahan tertutup karena yang diubah gerakan otomatis. Pelatih menandai satu kebiasaan per sesi.
Poin penting
Enam kebiasaan mengerem yang diperbaiki pelatih sepanjang paket les
Menyentak tuas rem depan
Tuas ditarik penuh dalam satu gerakan sebelum beban sempat berpindah ke depan, sehingga ban depan kehilangan cengkeram saat cengkeram itu dibutuhkan.
Hanya memakai rem belakang
Jarak berhenti memanjang dan roda belakang mudah mengunci lalu menggeser. Peserta memakai kedua rem dengan porsi berbeda, diperiksa dari bekas berhenti di aspal.
Mengerem keras di tengah tikungan
Ban sudah memakai sebagian cengkeramnya untuk berbelok, jadi pengereman keras melampaui yang tersedia dan motor melebar keluar jalur. Pengereman dipindahkan ke bagian lurus sebelum tikungan.
Mengerem di atas marka dan tutup saluran
Cat marka, paku jalan, dan tutup saluran air jauh lebih licin daripada aspal, terutama saat basah, jadi peserta melewatinya tegak dan lurus.
Lupa menarik kopling menjelang berhenti
Mesin mati tepat saat motor berhenti, dan peserta panik mencari starter. Urutannya dibalik: rem dulu sampai motor hampir diam, tuas kopling ditarik di detik terakhir.
Menurunkan kaki terlalu dini
Kaki mencari aspal saat motor masih berjalan, sehingga tumpuan hilang dan motor bergoyang. Latihan berhenti di titik yang ditunjuk menahannya di pijakan sampai kecepatan habis.
Kendali kecepatan rendah yang dilatih tiap sesi les motor
Kecepatan rendah menyerap sebagian besar waktu latihan: di bawah kecepatan orang berlari, motor kehilangan hampir seluruh kestabilan yang diberikan putaran roda. Antrean di lampu merah Wonokromo, gang sempit di Semampir, dan halaman parkir yang penuh adalah tempat pemula kerap menjatuhkan motornya.
Tiga hal dilatih bersamaan. Arah pandang diangkat jauh ke tujuan, sebab motor mengikuti mata: yang menatap lubang akan masuk ke lubang. Rem belakang ditahan ringan supaya motor tetap tegak sementara mesin menarik, dan tenaganya dijaga tetap lewat titik gesek di motor kopling atau bukaan gas kecil di motor matik.
Posisi badan menutup ketiganya. Kepala tegak, siku ditekuk longgar, berat tubuh bertumpu di sadel, dan setang cukup dipegang ringan. Setang yang digenggam kaku memindahkan tiap getaran tangan ke roda depan, dan pemula yang tegang karena itu terlihat goyah. Alat ukurnya angka delapan: begitu lima putaran penuh selesai tanpa kaki turun, kendali kecepatan rendah dianggap terpasang.
Menyetir berlawanan dan garis pandang di sesi kecepatan jalan
Di atas kecepatan orang berlari, sepeda motor berhenti berbelok seperti yang dibayangkan orang. Menekan gagang kiri ke depan membuat motor miring lalu berbelok ke kiri, dan gagang kanan membelokkannya ke kanan. Hampir semua pengendara melakukannya tanpa sadar; melatihnya dengan sengaja mengubahnya menjadi alat saat mobil di depan mengerem mendadak.
Peserta berlatih di lintasan lurus dengan dua patok: pelatih menyebut arah, peserta menekan gagang di sisi yang sama sebentar, lalu motor pindah jalur tanpa setang diputar. Latihan ini dikerjakan tanpa rem, sebab pengereman dan penghindaran menuntut cengkeram ban yang sama.
Membaca tikungan memakai urutan tetap: kecepatan diturunkan seluruhnya sebelum motor miring, mata diarahkan menembus tikungan sampai titik keluarnya, lalu gas dibuka pelan dan tetap sampai keluar. Garis pandang menentukan berapa banyak yang boleh ditambah: selama titik keluar belum terlihat, kecepatan belum boleh naik. Aturan itu sama di tikungan jalan layang maupun belokan sempit perumahan Wiyung.
Bagian ini yang membedakan peserta yang sekadar bisa menjalankan motor dari peserta yang siap berkendara di Surabaya. Delapan pola di bawah dibahas di kelas teori singkat, lalu ditunjukkan di jalan pada sesi pendampingan. Rutenya dipilih dari kecamatan tempat peserta tinggal.
Yang perlu diketahui
Delapan bahaya jalan Surabaya yang dibedah bersama instruktur
Titik buta kendaraan besar
Truk dan bus punya wilayah di sisi kiri dan tepat di belakang yang tidak terjangkau spionnya. Berhenti di sisi kiri truk di jalur menuju Tandes atau Asemrowo menempatkan motor persis di situ, dan bahayanya berlipat kalau truk membelok kiri.
Angkutan umum yang berhenti mendadak
Angkutan kota dan bus berhenti di mana pun ada penumpang, tanpa menepi penuh dan sering tanpa sein. Isyaratnya dibaca lebih awal: penumpang di trotoar, kepala menoleh, dan laju melambat di jalur Wonokromo serta Sawahan.
Putar balik di jalan berpembatas
Mobil yang memutar melintasi seluruh arus dari arah berlawanan, dan badannya menutup pandangan. Peserta melambat tiap mendekati bukaan pembatas jalan, dan menahan diri melewati celah antara dua mobil yang mengantre.
Perlintasan kereta
Rel menyilang jalan di banyak titik Surabaya, dari Gubeng sampai Krembangan. Rel dilintasi dengan motor tegak dan arah mendekati siku, tanpa mengerem di atasnya, sebab besinya jauh lebih licin saat hujan. Berhenti di atas rel karena antrean juga dilatih untuk dihindari.
Marka cat dan tutup saluran saat hujan
Garis zebra, marka putih, paku jalan, dan tutup saluran air jauh lebih licin daripada aspal, terlebih saat basah. Peserta melewatinya tegak dan lurus, tanpa gas tambahan dan tanpa rem, terutama di persimpangan padat Genteng.
Lubang dan tambalan setelah hujan
Genangan menyembunyikan kedalaman lubang dan bekas galian. Latihannya menuntut jarak dari kendaraan di depan supaya permukaan jalan terlihat cukup awal, sebab lubang berpindah.
Jam bubar sekolah
Sore hari di sekitar gerbang sekolah, penjemput, pejalan kaki, dan motor yang berhenti di bahu jalan bercampur di ruang sempit. Peserta melambat sebelum memasukinya, dan menjauh dari deretan kendaraan berhenti.
Kebiasaan lajur kiri
Banyak pemula mengira lajur kiri aman, sementara di situlah becak, kendaraan keluar masuk toko, mobil parkir, dan pintu terbuka berkumpul. Peserta memilih posisi yang terlihat spion kendaraan lain.
Helm, sarung tangan, dan sepatu yang dipakai peserta les motor
Helm yang longgar sama saja dengan tidak memakai helm. Ujinya dikerjakan di sesi pertama: helm dipasang, tali dikencangkan, lalu kepala digelengkan cepat. Helm yang benar menarik kulit pipi ikut bergerak dan tidak berputar sendiri. Uji kedua: dengan tali terpasang, tepi belakang helm didorong ke atas dan ke depan, dan helm yang terguling lepas berarti terlalu besar.
Tali dagu dikencangkan sampai menyisakan ruang selebar dua jari. Tali yang tergantung longgar membuat helm meninggalkan kepala pada benturan pertama, tepat ketika helm satu-satunya yang bekerja. Helm yang pernah menerima benturan keras diganti, sebab lapisan peredamnya bekerja sekali saja.
Tiga perlengkapan lain dipakai di tiap sesi. Sarung tangan menutup telapak yang refleks dijulurkan saat jatuh, dan aspal menghabiskan kulitnya lebih cepat daripada dugaan orang. Sepatu tertutup melindungi mata kaki, sendi yang pertama terjepit motor yang rebah. Jaket berlengan panjang menahan gesekan sekaligus panas matahari Surabaya. Untuk sesi menjelang malam, kaca helm dibersihkan lebih dulu, sebab goresan dan debu memecah cahaya lampu dari arah berlawanan menjadi silau.
Membonceng dan beban tambahan yang mengubah jarak pengereman kelas motor
Menambah satu penumpang mengubah hampir semua yang sudah dilatih. Beratnya duduk tinggi dan jauh di belakang, jadi motor lebih lambat menambah kecepatan, lebih malas dimiringkan, dan jarak berhentinya memanjang. Buritan yang tertekan meringankan roda depan, sehingga cengkeram di roda pengerem utama ikut berkurang. Peserta karena itu tidak membonceng sampai berhenti terkendali berjalan otomatis.
Sebelum membonceng, tekanan ban belakang dinaikkan mengikuti angka beban penuh di buku pemilik, dan per belakang dikeraskan bila ada pengaturnya. Penumpang naik sesudah pengendara menyatakan motor tegak dengan kedua kaki menapak, lalu kakinya tetap di pijakan sepanjang perjalanan, termasuk di lampu merah.
Penumpang yang baik ikut miring bersama motor dan memandang melewati bahu pengendara; yang menahan badan tetap tegak melawan arah dan membuat motor terasa berat. Untuk anak syaratnya lebih ketat: yang kakinya belum sampai ke pijakan tidak bisa menahan dirinya sendiri, dan pangkuan orang dewasa tidak menggantikannya. Anak juga memakai helm berukuran anak, sebab helm dewasa berputar bebas di kepala kecil.
SIM C, syarat ujiannya, dan batas yang dipegang kursus mengendarai motor
Batasnya dinyatakan lebih dulu. Edubia melatih kemampuan berkendara dan tidak menerbitkan SIM. Berkendara di jalan umum menuntut SIM yang sah atas nama peserta. Pengurusannya ditempuh lewat jalur resmi di satuan penerbit SIM, dengan peserta datang dan mengikuti ujiannya sendiri, tanpa jasa perantara dan tanpa jalan pintas.
SIM C dapat diajukan mulai usia 17 tahun. Pemohon membawa identitas yang sah, mengikuti pemeriksaan kesehatan dan psikologi, lalu menempuh dua ujian. Ujian teori menguji rambu, marka, aturan berlalu lintas, dan hak jalan di persimpangan. Ujian praktik menguji kendali kecepatan rendah, keseimbangan, ketepatan berhenti, dan manuver di lintasan yang ditentukan.
Satu catatan soal ujian praktik: bentuk lintasannya pernah beberapa kali diubah, jadi rincian hari ini bisa berbeda dari yang diingat orang di sekitar peserta. Pastikan bentuk terbaru dan daftar berkasnya ke satuan penerbit SIM di wilayah tempat tinggal sebelum mendaftar. Yang dilatih di kelas Edubia adalah dasar seluruh bentuk lintasan itu: angka delapan, jalan pelan di garis sempit, berhenti tepat, dan menghindar.
Satu SIM C tidak berlaku untuk semua ukuran mesin. Penggolongannya mengikuti kapasitas silinder, dan peserta yang berencana naik ke motor bermesin besar perlu tahu batasnya. Pastikan rinciannya ke satuan penerbit SIM setempat, sebab aturannya dapat diperbarui.
Detail
Penggolongan SIM C dan kelas motor yang mengikutinya
SIM C
Berlaku untuk sepeda motor sampai 250 cc. Golongan ini dipegang hampir semua pengendara harian di Surabaya, dan menjadi sasaran peserta kelas pemula.
SIM CI
Berlaku untuk sepeda motor di atas 250 cc sampai 500 cc. Peserta yang menujunya biasanya sudah memegang SIM C dan berlatih di motor berkopling penuh.
SIM CII
Berlaku untuk sepeda motor di atas 500 cc. Bobot, tinggi jok, dan tenaganya menuntut kendali kecepatan rendah yang jauh lebih matang daripada motor harian.
Yang tidak berubah antar golongan
Cara mengerem, arah pandang, dan pembacaan bahaya jalan sama di ketiga golongan. Yang menyempit margin kesalahannya, seiring bertambahnya tenaga.
Biaya les mengendarai motor per sesi dan cara membacanya
Biaya dihitung per sesi, dan satu sesi berdurasi 90 menit. Angka itu dipilih dari sifat latihannya: pemula berhelm penuh dan berjaket panjang di bawah matahari Surabaya kehilangan ketelitian sesudah satu setengah jam, dan tangan yang lelah itulah yang salah membuka gas. Memanjangkan sesi menambah jam tanpa menambah kemampuan.
Untuk peserta usia sekolah menengah yang baru boleh mengurus SIM C, tarifnya mulai Rp205.500 per sesi pada ritme dua sesi sepekan. Untuk peserta dewasa pada ritme yang sama, sampai Rp298.100 per sesi. Selisihnya mengikuti tarif dasar per jenjang di seluruh katalog Edubia. Perhitungan lengkapnya bisa dijalankan di kalkulator biaya dengan durasi dan jumlah sesi yang akan diambil.
Dua sesi sepekan dipilih karena titik gesek dan keseimbangan kecepatan rendah adalah ingatan otot. Jeda tujuh hari mengembalikan tangan peserta ke tebakan, sehingga sebagian sesi berikutnya habis untuk mengulang. Bila lahan tertutup yang dipilih memungut biaya masuk, angkanya disebut terbuka saat penjadwalan dan berdiri terpisah dari tarif per sesi. Motor latihan bisa disiapkan bagi peserta yang belum punya motor sendiri.
Waktu berlatih menentukan seberapa cepat peserta maju. Lahan tertutup pada pagi akhir pekan hampir kosong, sementara jalan yang sama pada jam berangkat kerja penuh kendaraan yang tidak punya kesabaran untuk pemula. Pelatih menyusun jadwal dari kecamatan peserta, jarak ke lahan latihan, dan arah arus di jam itu. Peserta di Sidoarjo utara mendapat susunan berbeda karena arus ke Surabaya memuncak lebih awal.
Lebih dekat
Wilayah Surabaya dan jam sesi les yang menghindari puncak kemacetan
Surabaya Timur
Rungkut, Sukolilo, Gunung Anyar, Mulyorejo, dan Tenggilis Mejoyo. Kawasan kampus dan industri di sini punya jam sibuk berbeda, jadi sesi menjelang tengah hari sering lapang.
Surabaya Barat
Tandes, Lakarsantri, Sambikerep, Benowo, Pakal, dan Sukomanunggal. Jalan penghubungnya lebar dan truk padat pada siang hari, jadi latihan jalan diambil sore.
Surabaya Selatan
Wonocolo, Gayungan, Jambangan, Wiyung, Dukuh Pakis, dan Karang Pilang. Jalan lingkungan perumahan di sini tenang dan cocok untuk sesi pertama di jalan umum.
Surabaya Utara dan Pusat
Krembangan, Pabean Cantian, Semampir, Bulak, Kenjeran, Genteng, Bubutan, Tegalsari, dan Simokerto. Jalannya sempit dan padat, jadi peserta di sini berlatih lebih lama di lahan tertutup.
Sidoarjo utara
Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, dan Sukodono. Arus menuju kota memuncak pagi buta, jadi sesi jalan diambil menjelang tengah hari atau akhir pekan.
Sidoarjo tengah dan barat
Krian, Wonoayu, Sukodono, Prambon, dan Balongbendo. Jalan antar desa di sini lapang pada pagi hari, dan menjadi jalur pertama sesudah lahan tertutup.
Catatan penting
Yang dikerjakan pelatih motor Edubia di tiap sesi
Enam kebiasaan kerja yang berlaku sama di seluruh kelas motor Edubia di Surabaya.
Pendampingan dari jarak satu langkah
Pelatih berdiri dalam jangkauan suara sepanjang latihan, sebab motor tidak punya pedal kedua untuk menghentikannya.
Motor latihan disiapkan lebih dulu
Peserta yang belum punya motor bisa memakai motor latihan, dan jenisnya mengikuti motor hariannya.
Perlengkapan diperiksa sebelum mesin menyala
Ukuran helm, kekencangan tali dagu, sarung tangan, dan sepatu diperiksa di awal tiap sesi. Sesi menunggu sampai keempatnya beres.
Berhenti mendadak diulang tiap pertemuan
Rem darurat dilatih ulang tiap sesi, supaya refleks berhenti tetap menang atas refleks menggenggam gas.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan
Peserta yang merasa cara mengajar pelatihnya belum cocok dapat meminta pengganti, tanpa tambahan biaya sesi.
Jam sesi mengikuti arus jalan wilayahnya
Jadwal disusun dari kecamatan peserta dan jam sibuk di jalur menuju lahan latihan.
Lima keadaan peserta yang datang ke kursus mengendarai motor
Peserta kelas ini jarang datang demi kesenangan; hampir semuanya membawa satu keadaan lama. Yang pertama perempuan yang dulu dilewati ketika saudara laki-lakinya diajari, lalu terbiasa menganggap urusan itu sudah lewat. Yang kedua orang dewasa yang sepanjang hidupnya selalu ada yang mengantar, sampai pengantar itu tidak lagi tersedia.
Ketiga, pendatang yang sudah bisa mengendarai motor di kampung halamannya yang lengang. Kemampuan mekanisnya utuh, sementara membaca lalu lintas kota adalah keterampilan lain yang Surabaya tuntut sejak hari pertama. Keempat, orang yang pernah jatuh lalu berhenti bertahun-tahun: tangannya masih ingat, keberaniannya yang patah, dan latihannya dimulai dari lahan tertutup lagi.
Kelima, kelompok yang jumlahnya besar sekali di Surabaya: orang yang naik motor setiap hari bertahun-tahun tanpa pernah diajar. Ia sampai ke tujuan, dan itu membuat kebiasaannya terasa benar. Yang dilatih di kelompok ini adalah menukar gerakan otomatis dengan gerakan yang lebih selamat, dan itu menuntut pengulangan lebih banyak daripada mengajari peserta yang kosong.
Jatuh di lahan latihan dan yang dilakukan pelatih sesudahnya
Sebagian peserta akan menjatuhkan motor setidaknya sekali, dan itu sudah diperhitungkan. Pada kecepatan serendah orang berjalan, motor yang rebah hanya menurunkan peserta ke samping, dan perlengkapan menutup sisanya.
Yang dikerjakan pelatih sesudahnya berurutan. Peserta ditanya keadaannya, mesin dimatikan, motor ditegakkan, lalu keduanya berhenti sebentar. Baru kemudian kejadiannya dibongkar: ke mana mata memandang, tangan mana yang bergerak, dan apakah kaki sempat turun. Hampir semua jatuh di kecepatan rendah berpangkal pada satu dari tiga hal itu, dan ketiganya bisa dilatih.
Sesudah itu gerakan yang sama diulang di kecepatan lebih rendah sampai selesai benar dua atau tiga kali berturut-turut, dan peserta tidak dinaikkan ke anak tangga berikutnya pada sesi yang sama. Ingatan tentang jatuh menempel jauh lebih kuat daripada ingatan tentang keberhasilan, jadi sesi ditutup dengan pengulangan yang berhasil.
Jadwal, wilayah layanan, dan cara menghubungi tim les motor
Sesi berjalan sepanjang pekan, dan jamnya disusun dari dua hal: kapan lahan latihan lapang, dan kapan jalurnya tidak penuh. Akhir pekan pagi menjadi pilihan pertama bagi peserta yang bekerja, sementara yang jam kerjanya bergilir sering mengambil pertengahan pagi di hari kerja. Peserta memilih satu atau dua sesi sepekan, dan ritme sekali sepekan menuntut lebih banyak pertemuan untuk kemampuan yang sama.
Pelatih menjangkau 31 kecamatan di Surabaya dan 18 kecamatan di Sidoarjo. Sebaran layanan wilayah tetangga ada di halaman layanan Edubia untuk Sidoarjo, dan ruang belajar Edubia yang lain di halaman lokasi belajar. Peserta yang mencari kemudi roda empat lebih cocok membuka kursus mengemudi mobil di Surabaya, sebab keseimbangan yang menjadi inti halaman ini tidak berlaku di sana.
Untuk memulai, sebutkan jenis motor yang akan dipakai sehari-hari, kecamatan tempat tinggal, dan apakah peserta sudah memegang SIM C. Dari situ pelatih menyusun sesi pertama dan menyebut lahan latihan terdekat. Kirimkan lewat WhatsApp Edubia di 0821-3617-6381, atau isi formulirnya di halaman pendaftaran. Biaya per sesi disebut terbuka sebelum sesi pertama, dan angkanya tidak berubah di tengah paket.
Tangga di bawah ini tidak dilompati. Tiap anak tangga menghapus satu sumber kejutan, dan peserta naik sesudah anak tangga sebelumnya berjalan tanpa perlu dipikirkan. Peserta yang pernah mengendarai motor tanpa diajar biasanya masuk di tangga keempat, lalu ditarik mundur karena cara berhentinya belum terkendali.
Sorotan
Urutan latihan di lahan tertutup sampai peserta les siap masuk jalan sepi
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Mengenal motor dalam keadaan mati
Letak tiap kendali disebut sambil dipegang: gagang gas, tuas rem depan, tuas kiri, pedal kaki, sein, kunci kontak. Mesin belum menyala.
-
Menuntun motor dan merasakan beratnya
Peserta mendorong motor lurus, memutarnya, menegakkannya dari standar samping, lalu memasang standar kembali.
-
Menemukan titik jalan tanpa gas
Mesin hidup di putaran langsam. Di motor kopling tuas dilepas perlahan sampai motor merayap; di motor matik dicari putaran saat roda menarik. Kaki masih menyusuri aspal.
-
Jalan pertama beberapa meter
Motor berjalan sepuluh sampai lima belas meter dengan kedua kaki di pijakan, tanpa menambah gas. Pandangan ke ujung lahan supaya badan berhenti mencari keseimbangan lewat setang.
-
Berhenti terkendali di titik yang ditunjuk
Pelatih menandai satu titik dan peserta berhenti tepat di situ, kedua rem dipakai bersama, kaki kiri turun lebih dulu.
-
Lurus panjang dengan kecepatan tetap
Jarak diperpanjang sampai peserta sanggup menahan gas di satu bukaan tanpa naik turun.
-
Belok lebar dengan arah pandang
Belok kiri dan kanan dengan radius besar. Peserta menoleh ke arah tujuan sebelum motor berbelok.
-
Angka delapan tanpa kaki turun
Dua lingkaran bersambung yang memaksa arah berganti terus menerus, menggabungkan pandangan, rem belakang, dan bukaan gas kecil.
-
Rem darurat dan menghindar
Berhenti sekuat mungkin dalam keadaan lurus, lalu menghindari rintangan mendadak tanpa mengerem. Keduanya sengaja dipisahkan.
-
Jalan sepi di sekitar lahan latihan
Sesi pertama di jalan umum menempuh jarak pendek di perumahan sepi, dengan pelatih beriringan. Syaratnya satu: SIM C yang sah.
-
Lalu lintas kota dengan pendampingan
Jalan dengan persimpangan bersinyal, kendaraan besar, dan angkutan umum yang berhenti mendadak. Rutenya dari kecamatan tempat peserta berkendara harian.
Daftar ini yang pertama dilewati orang, sebab memeriksa motor tidak memberi hadiah yang terlihat. Biayanya muncul di satu hari ketika rem sudah tipis, ban kempis, atau rantai kendur, dan hari itu datang tanpa pemberitahuan. Pelatih Edubia memasangnya sebagai bagian dari naik ke motor.
Ringkasnya
Pemeriksaan enam puluh detik sebelum motor dinyalakan di tiap sesi
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Tekanan dan permukaan ban
Ban kurang angin membuat motor berat dibelokkan dan memanjangkan jarak berhenti. Tekanan yang tepat tertera di buku pemilik atau stiker bodi. Alur kembang ban ikut diperiksa, sebab ban gundul tidak membuang air di jalan basah.
-
Kedua rem
Tuas depan dan pedal belakang ditekan sebelum motor jalan; keduanya harus terasa padat dan berhenti di jarak yang biasa. Tuas yang kosong atau menyentuh gagang berarti sistemnya perlu diperiksa.
-
Lampu dan sein
Lampu depan, lampu rem, dan sein dinyalakan bergantian. Lampu rem yang mati membuat pengendara di belakang tidak menerima peringatan, dan pemiliknya jarang tahu.
-
Ketinggian oli mesin
Oli diperiksa lewat jendela pantau atau tongkat ukur dengan motor tegak. Oli yang kurang membuat mesin cepat panas, dan pada motor berkopling basah ia mengubah rasa titik gesek.
-
Ketegangan dan pelumasan rantai
Rantai terlalu kendur bisa melompat dari gir, terlalu tegang membebani bantalan roda dan suspensi. Angka jarak mainnya tertera di stiker lengan ayun, dan rantai kering dilumasi berkala.
-
Spion dan sudut pandang
Spion diatur sambil duduk di posisi berkendara, sampai lengan hanya terlihat di sudut dalam dan sisanya berisi jalan. Spion yang mengarah ke bahu sendiri menghilangkan kendaraan di belakang.
Sesi pertama sering dibayangkan sebagai langsung naik dan langsung jalan, sementara mesin baru menyala sesudah lewat sepertiga waktu. Susunan di bawah dipakai pelatih Edubia untuk peserta yang mulai dari nol.
Selengkapnya
Sembilan puluh menit pertama bersama instruktur dari menit ke menit
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Menit 0 sampai 10
Perlengkapan diperiksa: ukuran helm, kekencangan tali dagu, sarung tangan, dan sepatu.
-
Menit 10 sampai 20
Motor masih mati. Peserta menyebut dan memegang tiap kendali, dan letak rem belakang di jenis motor itu ditegaskan berulang.
-
Menit 20 sampai 35
Motor dituntun lurus, diputar, ditegakkan dari standar samping, lalu distandarkan kembali.
-
Menit 35 sampai 55
Mesin dinyalakan di putaran langsam. Peserta mencari titik jalan atau titik gesek dan membuat motor merayap, kaki masih menyusuri aspal.
-
Menit 55 sampai 75
Jalan lurus sepuluh sampai lima belas meter, lalu berhenti di titik yang ditunjuk. Bagian ini diulang sampai berhentinya rapi, dan itulah isi sebagian besar sesi.
-
Menit 75 sampai 90
Mesin dimatikan, pelatih menyebut satu hal yang sudah beres dan satu sasaran pertemuan berikutnya, lalu jadwal sesi kedua disepakati di tempat.
Program Terkait
Setelah les mengendarai motor, peserta biasanya melanjutkan ke sini
Tanya jawab
Apa saja yang perlu diketahui soal les mengendarai motor di Surabaya?
Saya belum pernah memegang motor sama sekali. Mulainya dari mana?
Dari motor yang mesinnya mati, di lahan tertutup. Sepuluh menit pertama untuk mengenal letak tiap kendali, lima belas menit berikutnya untuk menuntun, memutar, dan menegakkan motor. Mesin menyala sesudah lewat sepertiga sesi, dan gas belum disentuh sampai motor bisa merayap di putaran langsam.
Berapa biaya les mengendarai motor di Surabaya?
Mulai Rp205.500 per sesi 90 menit untuk peserta usia sekolah menengah pada ritme dua sesi sepekan, sampai Rp298.100 per sesi untuk peserta dewasa pada ritme yang sama. Selisihnya mengikuti tarif dasar per jenjang di katalog Edubia. Bila lahan latihan memungut biaya masuk, angkanya disebut terpisah.
Apakah Edubia bisa mengurus SIM C saya?
Tidak. Edubia melatih kemampuan berkendara dan tidak menerbitkan SIM. Pengurusannya ditempuh peserta sendiri lewat jalur resmi di satuan penerbit SIM, dengan mengikuti ujian teori dan praktiknya sendiri, tanpa jasa perantara. Yang disiapkan kelas ini adalah kemampuan yang diuji, dari angka delapan sampai ketepatan berhenti.
Umur berapa saya boleh ikut kelas ini?
Latihan di lahan tertutup bisa diikuti peserta yang cukup tinggi dan kuat menahan berat motor dengan kedua kaki menapak. Jalan umum menuntut SIM C yang sah, dan itu dapat diajukan mulai usia 17 tahun. Di bawah usia itu peserta tetap berlatih, seluruhnya di dalam lahan tertutup.
Saya sudah bisa motor matik. Perlukah belajar motor kopling?
Perlu bila motor yang dinaiki sehari-hari memakai gigi. Perpindahan jenis menyimpan satu jebakan: di matik tuas kiri adalah rem belakang, sementara di motor kopling tuas yang sama memutus tenaga tanpa memperlambat. Peserta yang tetap di matik mengalihkan sesinya ke pengereman dan pembacaan bahaya jalan.
Motor latihannya dari siapa?
Peserta boleh memakai motornya sendiri, dan itu yang disarankan karena kebiasaan tangan terbentuk di mesin yang akan dinaiki. Bagi yang belum punya, motor latihan bisa disiapkan dan jenisnya dipastikan saat jadwal disusun.
Di mana latihan pertama dilakukan?
Di lahan tertutup yang disepakati lebih dulu, dipilih dari kecamatan tempat peserta tinggal. Peserta di Rungkut, Sukolilo, atau Gunung Anyar mendapat titik berbeda dari peserta di Tandes atau Lakarsantri, dan jaraknya ikut diperhitungkan saat menyusun jam sesi. Jalan umum baru diambil sesudah berhenti terkendali berjalan otomatis.
Bagaimana kalau saya menjatuhkan motor saat latihan?
Itu sudah diperhitungkan, dan latihan dibuka di lahan tertutup pada kecepatan serendah orang berjalan. Pelatih menanyakan keadaan peserta, mematikan mesin, lalu menegakkan motor. Kejadiannya dibongkar bersama, lalu gerakan yang sama diulang sampai berhasil dua sampai tiga kali sebelum sesi ditutup.
Saya berhenti naik motor sesudah pernah jatuh. Masih bisa ikut?
Bisa, dan kelompok ini rutin datang. Kemampuan mekaniknya biasanya masih ada; yang perlu dibangun ulang adalah rasa aman. Latihannya dimulai lagi dari lahan tertutup, dan kecepatan naik sesudah gerakan sebelumnya berjalan tanpa ragu.
Perlengkapan apa yang saya siapkan sendiri?
Empat hal: helm yang ukurannya pas, sarung tangan, sepatu tertutup yang menutupi mata kaki, dan jaket berlengan panjang. Ukuran helm diuji di sesi pertama dengan gelengan cepat dan dorongan dari tepi belakang; yang terguling lepas berarti terlalu besar.
Berapa sesi sampai saya berani masuk jalan kota?
Peserta yang mulai dari nol umumnya menuntaskan latihan lahan tertutup dalam enam sampai delapan sesi, lalu mengambil sesi jalan sepi lebih dulu. Angkanya bergeser mengikuti orangnya, sebab penentunya enam penanda kemajuan yang dipegang pelatih.
Saya tinggal di Sidoarjo. Latihannya di mana?
Pelatih menjangkau 18 kecamatan di Sidoarjo, dari Waru, Gedangan, dan Buduran di utara sampai Krian, Wonoayu, dan Prambon di sisi barat. Lahan latihan dipilih yang terdekat dari alamat peserta. Di Sidoarjo utara sesi jalan diambil menjelang tengah hari, sebab arus menuju Surabaya memuncak pagi buta.
Kalau saya merasa belum cocok dengan pelatihnya?
Peserta dapat meminta pelatih pengganti, dan pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan. Sesi yang sudah berjalan tetap dihitung dan tarif per sesinya tidak berubah. Sebutkan bagian mana dari cara mengajarnya yang terasa belum jalan, supaya penggantinya dipilih dengan gaya yang sesuai.
Apakah rem depan benar-benar aman dipakai?
Aman, dan justru di roda depan tersedia sebagian besar tenaga pengereman, sebab beban bergeser ke depan saat motor melambat dan cengkeram ban depan naik. Yang menjatuhkan orang adalah tuas depan yang diremas mendadak, dipakai saat motor miring, atau dipakai di atas marka dan tutup saluran yang basah.
Langkah Pertama
Waktunya serius dengan les mengendarai motor
Sejak sesi pertama, tutor mengendarai motor menyesuaikan materi dengan level dan target Anda di Surabaya.