Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · TK dan SD

Les Membaca di Surabaya

Les membaca privat Edubia mendampingi anak dari mengenali bunyi huruf sampai memahami isi bacaan sendiri. Tutor datang ke rumah di Surabaya, sesi 60 menit dua kali sepekan mengikuti rentang perhatian anak, mulai Rp112.900 per sesi.

Les Membaca di Surabaya
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor lolos kurasi
1-on-1 perhatian penuh satu siswa
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor prosesnya mudah
Assessment dipetakan di awal

Sekilas tentang Les Membaca di Surabaya

Les membaca privat Edubia mendampingi anak dari mengenali bunyi huruf sampai memahami isi bacaan sendiri. Tutor datang ke rumah di Surabaya, sesi 60 menit dua kali sepekan mengikuti rentang perhatian anak, mulai Rp112.900 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Serba-serbi Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, layanan les privat personal berkantor di Tegalsari, Surabaya
Peserta
Anak usia TK sampai kelas awal SD, ditambah siswa SD yang bacanya masih tertinggal
Cakupan pelajaran
Kesadaran bunyi, merangkai huruf jadi suku kata, kata yang dikenali tanpa dieja, kelancaran membaca bersuara, dan memahami isi bacaan
Tutor pendamping
Tutor terverifikasi yang biasa menangani anak usia dini dan kelas awal SD; kami yang memilihkan, mengikuti hasil pengamatan sesi pertama
Biaya sesi
Mulai Rp112.900 per sesi untuk sesi 60 menit di rumah, tambah Rp15.000 per sesi bila keluarga memilih belajar di co-learning space
Jumlah peserta
Satu anak didampingi satu tutor sepanjang sesi
Jadwal
Dua sesi per pekan pada jam anak masih segar, umumnya sore hari kerja atau pagi akhir pekan
Durasi Sesi
60 menit, dipotong jeda pendek di tengah supaya perhatian anak tidak habis
Tempat belajar
Rumah keluarga, co-learning space Edubia, atau sesi online bila anak sedang tidak bisa keluar kamar
Wilayah layanan
31 kecamatan di Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan Sidoarjo
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Susunan materi

Susunan materi les membaca dan salah kaprah yang menyertainya

Tujuh tahap di bawah mengikuti dua pekerjaan yang dibedakan di awal halaman ini. Empat tahap pertama menggarap sisi bunyi dan huruf, tiga tahap terakhir menggarap sisi makna. Anak yang sudah kuat di satu sisi masuk di titik yang sesuai, tanpa mengulang dari nol.

  1. 1

    Mendengar potongan bunyi dalam kata

    Telinga dulu

    Yang dibahas. Menepuk suku kata, menyebut bunyi awal dan bunyi akhir, membedakan dua kata yang beda satu bunyi, lalu menggabungkan bunyi terpisah jadi kata utuh.

    Jebakan umum. Tahap ini dilewati karena terlihat seperti bermain dan tidak menghasilkan tulisan apa pun, padahal di sinilah letak macet sebagian besar anak yang huruf-hurufnya sudah hafal.

    Cara tutor. Tutor mengerjakannya tanpa buku, memakai tepukan dan benda di sekitar anak, dan menuliskan bunyi mana yang sedang digarap supaya orang tua meneruskannya sepuluh menit sehari.

  2. 2

    Nama huruf dan bunyi huruf

    Tahap awal

    Yang dibahas. Membedakan nama huruf yang dinyanyikan anak dari bunyi yang dipakai saat membaca, lalu memantapkan bunyi vokal sebelum konsonan.

    Jebakan umum. Anak yang hafal lagu alfabet dianggap sudah siap membaca. Ia menyebut be untuk huruf b, lalu terjebak ketika diminta membunyikan ba, sebab yang ia hafal namanya.

    Cara tutor. Bunyi dilatih pendek dan lepas tanpa ekor vokal, dan huruf yang mirip bentuknya sengaja tidak diajarkan berdekatan supaya tidak saling menimpa.

  3. 3

    Merangkai suku kata terbuka

    Tahap inti

    Yang dibahas. Menggabungkan konsonan dan vokal jadi ba, bu, ka, ku, lalu menyusun dua suku kata terbuka jadi kata seperti buku, kaki, dan mata.

    Jebakan umum. Anak diminta mengeja huruf satu per satu lalu menyebut katanya. Cara itu memaksanya menahan tiga hal di kepala sekaligus, dan ia biasanya menyerah di kata ketiga.

    Cara tutor. Bunyi ditarik memanjang lalu disambung tanpa jeda, sehingga anak mendengar katanya lahir dari mulutnya sendiri sebelum ia sempat berpikir mengejanya.

  4. 4

    Suku kata tertutup dan gugus konsonan

    Tahap inti

    Yang dibahas. Suku kata berakhir konsonan seperti man, kar, tul, lalu gugus seperti pr, tr, kl, dan bunyi ng serta ny yang ditulis dua huruf.

    Jebakan umum. Bunyi ng dan ny dibaca sebagai dua bunyi terpisah karena hurufnya dua. Kesalahan ini bertahan lama bila tidak dikenali sejak awal.

    Cara tutor. Pasangan huruf yang berbunyi satu diperlakukan sebagai satu satuan sejak diperkenalkan, dan dilatih dalam kata yang benar-benar dipakai anak sehari-hari.

  5. 5

    Kata yang dikenali tanpa dieja

    Kelancaran

    Yang dibahas. Menumbuhkan kumpulan kata yang dikenali seketika, mulai dari kata penghubung yang sering muncul sampai nama benda di sekitar anak.

    Jebakan umum. Daftar kata diberikan untuk dihafal langsung. Kata yang dihafal tanpa pernah diurai bunyinya akan tertukar dengan kata lain yang bentuknya mirip.

    Cara tutor. Tiap kata diurai sekali sebelum boleh dibaca sekilas, lalu ditemukan kembali di dalam kalimat utuh pada sesi berikutnya.

  6. 6

    Membaca bersuara berulang

    Kelancaran

    Yang dibahas. Teks pendek dibaca tiga sampai empat kali dalam satu sesi, dibaca bergantian dengan tutor, dan sesekali dibaca bersamaan.

    Jebakan umum. Kelancaran dikejar dengan menyuruh anak membaca lebih cepat. Yang tumbuh justru kebiasaan menebak, dan pemahamannya ikut turun.

    Cara tutor. Yang diulang teksnya, dan kecepatan dibiarkan datang sendiri. Bahan dinaikkan setingkat hanya setelah jeda anak jatuh di tanda baca.

  7. 7

    Menceritakan ulang dan menarik simpulan

    Pemahaman

    Yang dibahas. Menceritakan isi dengan kata sendiri, menyebut gagasan pokok satu paragraf, menjawab hal yang tidak tertulis, dan menghubungkan bacaan dengan pengalaman anak.

    Jebakan umum. Anak yang mengulang kalimat persis seperti di buku dianggap sudah paham, padahal ia sedang mengingat bunyi kalimat.

    Cara tutor. Pertanyaan diajukan sambil bercakap tanpa lembar soal, dan anak diminta menjelaskan kepada pendengar lain supaya ia menyusun kalimatnya sendiri.

Peserta yang cocok

Anak yang cocok mengambil les membaca privat

Peserta yang cocok

  • Anak usia empat sampai enam tahun yang sudah menyebut huruf tetapi belum sanggup menggabungkannya jadi kata
  • Anak yang akan masuk SD dan orang tuanya ingin ia berangkat tanpa rasa tertinggal sejak hari pertama
  • Siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD yang masih mengeja sementara teman sebangkunya sudah membaca kalimat
  • Anak yang membunyikan huruf dengan benar tetapi tidak bisa menceritakan kembali isi bacaannya
  • Anak yang mulai menghindar, menawar, atau menutup buku setiap kali diajak membaca di rumah
  • Keluarga yang sudah mencoba mengajari sendiri lalu berhenti karena sesinya berakhir dengan kesal di kedua pihak

Fleksibel

Kelas membaca di tempat yang nyaman untuk anak

Tutor kelas membaca datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Ke rumah
Tutor datang, orang tua bisa memantau
Co-learning
2 titik partner di Surabaya
Online
Sesi berbagi layar dua arah, terjadwal seperti sesi tatap muka

Cakupan

Yang keluarga terima di paket les membaca Edubia

  • Pengamatan awal yang memisahkan bunyi dari makna Pertemuan pertama dipakai mendengarkan anak membaca dan menguji pemahamannya lewat teks yang dibacakan, sehingga rencana belajarnya berangkat dari keadaan nyata anak.
  • Daftar bahan bacaan bertingkat tiap pertemuan Tingkat teks ditetapkan tutor dan dinaikkan hanya setelah anak membaca lancar dua kali berturut-turut, jadi buku yang keluarga siapkan tidak meleset tingkatnya.
  • Catatan tiga baris seusai tiap sesi Berisi bunyi yang sudah stabil, kata yang masih tertukar, dan latihan sepuluh menit untuk pekan berjalan, ditulis dalam bahasa sehari-hari.
  • Latihan harian yang bisa dijalankan sambil beraktivitas Permainan bunyi yang berjalan di perjalanan ke sekolah atau sambil menunggu antrean, tanpa lembar kerja dan tanpa menambah beban jadwal keluarga.
  • Pergantian tutor tanpa biaya tambahan Bila cara mengajarnya belum menyatu dengan anak, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan dan tanpa mengulang pengamatan dari awal, sebab catatannya sudah kami pegang.
  • Pilihan tempat mengikuti keadaan rumah Sesi berjalan di rumah, di co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi, atau online ketika anak sedang tidak bisa keluar kamar.

Poin utama

Bagaimana Edubia menjaga mutu les membaca?

Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi membaca pertama di Surabaya.

Tutor kelas membaca terverifikasi

Berkas, wawancara, dan uji materi dilalui setiap tutor membaca sebelum ia masuk ke rumah keluarga di Surabaya.

Tutor kelas membaca datang ke rumah

Sesi berjalan di rumah Anda di Surabaya, di co-learning space partner, atau online bila cuaca dan jadwal menuntut.

Rating tutor Edubia 4,9 dari 1.200 ulasan

Angka itu dihitung dari ulasan wali dan siswa yang sudah menjalani sesi bersama tutor Edubia.

Tahap demi tahap

Perjalanan anak dari mengenali bunyi sampai membaca sendiri

Kecepatan tiap anak berbeda, dan angka pekan di bawah adalah gambaran umum untuk anak yang menjalani dua sesi per pekan berikut latihan sepuluh menit harian di rumah. Tutor menggeser tahapnya mengikuti anak, tidak mengikuti kalender.

  1. 01

    Pekan pertama: memisahkan dua pekerjaan

    Pengamatan

    Tutor mendengarkan anak membaca, membacakan teks setara, dan menetapkan sisi mana yang digarap lebih dulu. Orang tua ikut duduk dan menerima latihan harian pertama.

  2. 02

    Pekan kedua sampai keempat: telinga distabilkan

    Kesadaran bunyi

    Anak menepuk suku kata, menyebut bunyi awal dan akhir, lalu menggabungkan bunyi terpisah. Bagian ini berjalan tanpa buku dan mudah diteruskan di rumah.

  3. 03

    Bulan kedua: suku kata mulai tersambung

    Merangkai

    Suku kata terbuka disambung jadi kata dua suku, lalu kata itu muncul lagi di kalimat pendek. Anak biasanya mulai membaca papan nama di jalan tanpa diminta.

  4. 04

    Bulan ketiga: kalimat utuh dan kata tertutup

    Kalimat

    Suku kata berakhir konsonan masuk, begitu pula gugus konsonan. Anak membaca kalimat utuh, walau iramanya masih terputus di beberapa titik.

  5. 05

    Bulan keempat dan kelima: irama mulai mengalir

    Kelancaran

    Teks pendek dibaca berulang sampai jeda anak jatuh di tanda baca. Di titik ini tenaganya mulai tersisa untuk memikirkan isi, dan porsi latihan bergeser ke makna.

  6. 06

    Bulan keenam: anak menceritakan ulang sendiri

    Pemahaman

    Anak membaca cerita pendek lalu menceritakan isinya dengan kata sendiri, menyebut tokohnya, dan menjawab hal yang tidak tertulis di buku.

Yang membedakan

Kenapa memilih les membaca Edubia

Sesi dipendekkan mengikuti daya tahan anak kecil

Anak lima tahun jarang bertahan penuh satu jam menghadapi huruf. Sesi 60 menit dibelah menjadi tiga bagian pendek dengan permainan bunyi di antaranya, jadi anak berhenti selagi perhatiannya masih utuh.

Orang tua ikut duduk di pertemuan pertama

Anda menyaksikan sendiri cara tutor memancing bunyi, memperbaiki tanpa menyalahkan, dan menutup sesi. Latihan sepuluh menit harian yang Anda jalankan setelahnya jadi seragam dengan cara tutor.

Tingkat bahan bacaan ditentukan tutor tiap pekan

Teks yang terlalu sulit membuat anak menebak, teks yang terlalu mudah membuatnya bosan. Tutor menentukan tingkat bacaan yang keluarga siapkan, dan menaikkannya hanya setelah anak membaca lancar dua kali berturut-turut.

Catatan pendek ditinggalkan seusai tiap sesi

Isinya tiga baris: bunyi apa yang sudah stabil, kata apa yang masih tertukar, dan latihan apa untuk pekan ini. Ditulis dalam bahasa sehari-hari, tanpa istilah yang menuntut penjelasan lagi.

Tutor datang tanpa tambahan biaya perjalanan

Biaya tutor menempuh jarak ke alamat rumah sudah duduk di dalam nominal per sesi, jadi keluarga di Lakarsantri membayar angka yang sama dengan keluarga di Gubeng.

Dua pekerjaan berbeda saat anak membaca, dan cara les privat memisahkannya

Orang tua yang mencari les membaca hampir selalu membawa kalimat yang sama: anak saya belum lancar. Kalimat itu benar, dan di baliknya masih tersimpan dua kemungkinan yang berlainan. Membaca menuntut anak mengerjakan dua hal sekaligus. Yang pertama mengubah tulisan menjadi bunyi, huruf demi huruf lalu suku kata demi suku kata. Yang kedua menangkap maksud dari bunyi yang baru saja ia keluarkan sendiri.

Kedua pekerjaan itu tumbuh terpisah, dan seorang anak bisa kuat di satu sisi sambil tersendat di sisi lain. Ada anak kelas 1 yang membunyikan satu halaman penuh tanpa salah, lalu terdiam ketika ditanya cerita tadi tentang siapa. Ada pula anak yang cepat menangkap isi cerita ketika dibacakan, tetapi macet begitu ia harus membunyikan sendiri. Dari luar keduanya terdengar sama, dan keduanya menuntut pendampingan yang sama sekali berbeda.

Sesi pertama les membaca Edubia di Surabaya dipakai untuk memisahkan keduanya. Tutor meminta anak membaca bersuara sebentar, lalu membacakan teks setara dan menanyakan isinya. Anak yang paham saat dibacakan tetapi macet saat membaca sendiri punya pekerjaan di huruf dan bunyi. Anak yang lancar membunyikan tetapi kosong saat ditanya punya pekerjaan di makna. Seluruh rencana belajar sesudahnya berangkat dari pemisahan itu, dan karena itulah kami tidak menyeragamkan bahan untuk semua anak seumur.

Cara tutor Edubia mengenali titik anak tersendat di sesi awal

Menemukan titik macet anak menuntut pengamatan yang tenang, tanpa alat mahal. Tutor duduk di samping anak, menyodorkan teks pendek yang belum pernah ia lihat, lalu mendengarkan sambil mencatat. Yang dicatat adalah bentuk salahnya, dan bentuk itu jauh lebih memberi tahu daripada jumlahnya.

Anak yang menebak kata dari huruf pertama saja sedang memberi tahu bahwa ia belum memegang bunyi di tengah dan di ujung kata. Anak yang menukar urutan suku kata sedang memberi tahu bahwa arah membacanya belum stabil. Anak yang berhenti lama di tiap kata sedang memberi tahu bahwa tenaganya habis di tingkat huruf, sehingga tak ada sisa untuk kalimatnya. Ketiga gejala itu terlihat mirip dari jauh dan menuntut latihan yang berlainan.

Pengamatan yang sama diulang tiap tiga sampai empat sesi memakai teks baru dengan tingkat kesulitan setara. Perbandingan antar-catatan itulah yang memberi tahu orang tua bahwa ada gerak maju, sekalipun anak belum terdengar lancar di telinga. Di rumah keluarga Gubeng maupun Rungkut, catatan itu ditinggalkan tutor seusai sesi, ditulis pendek dalam bahasa sehari-hari, supaya Anda bisa membacanya sambil menyiapkan makan malam.

Enam hal di bawah adalah isi catatan tutor pada pertemuan pertama sampai ketiga. Semuanya bisa Anda dengar sendiri bila sempat ikut duduk, dan semuanya menentukan tingkat bahan bacaan yang tutor sebutkan untuk pekan berikutnya di rumah Anda di Surabaya.

Lebih dekat

Yang didengarkan tutor sepanjang sesi awal les membaca

Arah mata anak saat menyusuri baris

Jari yang melompat balik ke kiri, atau mata yang berhenti di gambar, memberi tahu bahwa kebiasaan menyapu baris dari kiri ke kanan belum jadi otomatis.

Bunyi yang tertukar dan seberapa sering

Tertukar sekali dalam satu halaman lain artinya dengan tertukar di tiap kemunculan. Yang kedua menandakan bunyi itu memang belum tersimpan, dan latihannya diulang dari telinga.

Napas anak saat sampai ujung kalimat

Anak yang kehabisan napas di tengah kalimat biasanya membaca kata demi kata tanpa melihat kelompok katanya. Gejalanya duduk di kelancaran, dan latihannya berbeda dari latihan huruf.

Apa yang ia lakukan ketika bertemu kata asing

Menebak dari gambar, melewati begitu saja, atau mencoba mengurai bunyinya. Ketiganya kebiasaan berbeda, dan tutor menanggapinya dengan tiga cara berbeda pula.

Berapa lama ia bertahan sebelum menggeliat

Anak TK biasanya bertahan sekitar sepuluh menit menghadapi teks. Angka itu menentukan panjang tiap bagian sesi, dan tutor mencatatnya sejak pertemuan pertama.

Reaksi anak ketika ia salah

Menutup buku, tertawa, atau mengulang sendiri. Anak yang sudah membawa rasa malu ditangani lebih dulu di sisi suasana, sebelum bahan bacaannya dinaikkan setingkat.

Kesadaran bunyi, pekerjaan telinga sebelum kelas menyentuh huruf

Bagian yang kerap hilang pada anak yang macet justru bagian yang tidak memerlukan buku sama sekali. Sebelum sebuah huruf berarti apa pun, anak perlu mendengar bahwa kata terdiri atas potongan bunyi. Ia perlu bisa memenggal kata sepatu menjadi tiga tepukan, menyebut bunyi awal kata bola, mendengar bahwa kata sapu dan sabun berbeda di bunyi kedua, lalu menggabungkan tiga bunyi terpisah menjadi satu kata utuh.

Seluruh latihan itu berjalan dengan telinga dan mulut. Tutor mengerjakannya sambil bertepuk, memakai kartu bergambar tanpa tulisan, atau lewat permainan menebak benda di ruang tamu. Anak yang belum bisa mendengar potongan bunyi akan kesulitan menggabungkan huruf berapa kali pun huruf itu diperlihatkan kepadanya, sebab yang diminta darinya adalah menyusun sesuatu yang belum pernah ia dengar sebagai bagian terpisah.

Karena berjalan tanpa buku, bagian ini pula yang mudah diteruskan orang tua di sela kesibukan. Dalam perjalanan ke sekolah di Wiyung atau sambil menunggu antrean, Anda bisa mengajak anak menebak bunyi awal nama benda di sekitar. Sepuluh menit sehari sudah cukup, dan tutor menuliskan bunyi mana yang sedang digarap pekan itu supaya latihan di rumah tidak melompat ke mana-mana.

Suku kata bahasa Indonesia dan sebab tutor bisa bergerak cepat di sini

Sesudah telinga siap, huruf mulai masuk. Cara mengajar yang dipakai berangkat dari bunyi tiap huruf, lazim disebut metode bunyi, dan intinya sederhana: anak mengenali bunyi huruf lebih dulu, baru menggabungkannya menjadi suku kata, lalu menggabungkan suku kata menjadi kata.

Di sinilah bahasa Indonesia memberi keuntungan besar yang sering terlewat. Ejaan kita hampir selalu dibaca sebagaimana ditulis. Huruf a berbunyi a di kata apa, ada, dan angka. Sekali anak memegang bunyi tiap huruf, ia bisa membaca kata yang belum pernah ia lihat seumur hidupnya. Anak yang belajar membaca dalam bahasa yang ejaannya tidak beraturan harus menghafal ribuan pengecualian lebih dulu, dan itu memakan tahun.

Urutannya tetap disusun bertahap. Suku kata terbuka yang berakhir vokal dikerjakan lebih dulu, seperti ba, bu, ka, ku, sebab bunyinya bulat dan mudah ditarik panjang. Sesudah itu barulah suku kata tertutup yang berakhir konsonan, seperti man, kar, tul, yang menuntut anak menahan bunyi terakhir. Gugus konsonan seperti pr, tr, dan ng datang belakangan. Tutor tidak menaikkan tingkat sebelum anak membaca lancar dua kali berturut-turut pada tingkat sebelumnya, dan urutan itulah yang membuat kemajuan terasa oleh anak sendiri.

Membaca yang lancar berpijak pada sekumpulan kata yang dikenali seketika tanpa dieja. Daftar itu tidak datang dari hafalan buta; ia tumbuh dari kata yang sudah berhasil diurai anak berkali-kali sampai bentuknya melekat. Empat cara di bawah dipakai tutor di sesi les membaca untuk menumbuhkannya.

Catatan penting

Kata yang langsung dikenali anak, dan cara tutor menumbuhkan daftarnya

Unggulan utama

Kata yang sering muncul digarap lebih dulu

Kata seperti dan, yang, ini, itu, ada, dari menempati sebagian besar teks anak. Menstabilkan segelintir kata ini membebaskan banyak tenaga saat anak membaca kalimat panjang.

Kata dari dunia anak sendiri

Nama anggota keluarga, nama makanan kesukaan, nama jalan di sekitar rumah. Kata yang berarti bagi anak melekat jauh lebih cepat daripada kata dari daftar umum.

Diurai dulu, dihafal belakangan

Tutor selalu meminta anak mengurai bunyinya sekali sebelum kata itu boleh dibaca sekilas. Kata yang langsung dihafal tanpa diurai akan tertukar dengan kata lain yang bentuknya mirip.

Diulang di dalam kalimat utuh, tidak berhenti di kartu

Kata yang sudah dikenali ditemukan lagi di kalimat utuh pada sesi berikutnya. Pengenalan yang hanya hidup di kartu jarang bertahan begitu kata itu dikelilingi kata lain.

Kelancaran membaca dan latihan bergantian yang dijalankan tutor

Kelancaran sering dikira sekadar soal kecepatan. Sebenarnya ia soal tenaga. Otak anak punya jatah perhatian yang terbatas dalam satu waktu. Anak yang masih mengeja tiap kata memakai hampir seluruh jatah itu untuk mengurai bunyi, sehingga ketika ia sampai di titik akhir kalimat, tak ada lagi tenaga tersisa untuk memikirkan apa yang barusan ia baca. Itulah sebabnya anak bisa membaca dengan benar dan tetap tidak paham.

Latihan yang menaikkan kelancaran bentuknya sederhana dan menuntut pengulangan. Teks pendek yang sama dibaca tiga sampai empat kali dalam satu sesi, dan tiap kali anak terdengar lebih ringan. Tutor juga membaca bergantian: satu kalimat oleh tutor dengan irama yang wajar, satu kalimat oleh anak. Anak menirukan irama itu tanpa perlu diberi tahu caranya. Sesekali keduanya membaca bersamaan, dengan suara tutor sedikit di depan sebagai penuntun.

Membaca bersuara dipertahankan cukup lama justru karena ia alat ukur. Dari suaranya terdengar di mana anak berhenti, kata apa yang ia hindari, dan apakah ia sudah membaca berkelompok kata. Ketika suara anak mulai mengalir dan jedanya jatuh di tanda baca, saat itulah bahan bacaan dinaikkan setingkat, dan porsi latihan mulai bergeser ke sisi makna.

Memahami isi bacaan, bagian yang sering terlewat di kelas besar

Di kelas yang berisi tiga puluh anak, membaca hampir selalu dinilai dari terdengar atau tidaknya suara anak. Yang jarang sempat ditanyakan adalah apakah isinya sampai. Padahal di situlah membaca sebenarnya bekerja, dan di situ pula banyak anak Surabaya yang terdengar lancar ternyata berhenti.

Pemahaman punya beberapa tingkat, dan tutor mengerjakannya berurutan. Tingkat pertama menceritakan ulang dengan kata sendiri: siapa tokohnya, apa yang terjadi lebih dulu, apa sesudahnya. Anak yang hanya sanggup mengulang kalimat persis seperti di buku belum benar-benar memahami; ia sedang mengingat. Tingkat kedua menemukan gagasan pokok, yaitu menyebut satu kalimat tentang isi seluruh paragraf. Tingkat ketiga menarik simpulan yang tidak tertulis: kenapa tokohnya menangis padahal buku tidak pernah menyebut alasannya.

Tingkat keempat menghubungkan bacaan dengan pengalaman anak sendiri. Cerita tentang naik angkutan umum jadi hidup ketika anak diminta bercerita tentang perjalanannya ke pasar bersama ibunya. Hubungan itu bukan pemanis; ia yang membuat anak menyimpan isi bacaan lebih lama. Tutor menanyakan hal semacam ini sambil bercakap, tanpa lembar soal, supaya anak tidak merasa sedang diperiksa setiap kali menutup buku.

Pertanyaan yang bertubi-tubi seusai membaca membuat anak menutup diri, dan anak yang menutup diri berhenti menjawab jujur. Kelima cara di bawah dipakai tutor les membaca Edubia supaya pemeriksaan terasa seperti percakapan biasa di ruang tamu.

Selengkapnya

Lima cara tutor memeriksa pemahaman tanpa membuat anak merasa diuji

Menceritakan ulang kepada boneka

Anak diminta menceritakan isi bacaan kepada boneka atau adiknya. Sasarannya berpindah dari orang dewasa yang menilai ke pendengar yang tidak menghakimi, dan anak biasanya bicara lebih panjang.

Menebak kelanjutan sebelum halaman dibuka

Bacaan dihentikan di tengah, lalu anak diminta mengira-ngira kejadian berikutnya. Jawabannya memperlihatkan apakah ia sedang mengikuti jalan cerita atau sekadar membunyikan huruf.

Mengurutkan kembali potongan cerita

Tiga sampai empat gambar kejadian diacak, lalu anak menyusunnya. Cara ini menolong anak yang paham isi tetapi belum sanggup menyusun kalimat panjang untuk menjelaskannya.

Menggambar adegan cerita yang melekat di ingatan

Anak menggambar satu adegan lalu menjelaskan gambarnya. Yang diperiksa penjelasannya, jadi anak yang belum lancar bicara pun tetap punya jalan menunjukkan pemahamannya.

Menukar peran jadi penanya

Anak yang membuat pertanyaan untuk tutor sedang membuktikan bahwa ia menguasai isinya. Pertanyaan yang ia susun juga memperlihatkan bagian mana yang menarik perhatiannya.

Kosakata anak dan bagian yang dikerjakan orang tua di luar jadwal les

Anak hanya bisa memahami bacaan sampai sejauh kata yang ia kenal. Bocah yang membunyikan kalimat berisi kata dermaga tanpa satu kesalahan pun tetap tidak menangkap isinya bila ia belum pernah mendengar kata itu. Karena itu menumbuhkan perbendaharaan kata berjalan berdampingan dengan latihan huruf, sejak pertemuan pertama.

Sumbernya dua, dan keduanya ada di luar buku pelajaran. Yang pertama percakapan sehari-hari. Orang tua yang menjelaskan apa yang sedang terjadi, menamai benda, dan bertanya balik memberi anak ratusan kata baru tiap pekan tanpa satu pun lembar latihan. Yang kedua bacaan yang dibacakan orang dewasa. Buku yang dibacakan boleh dua atau tiga tingkat di atas kemampuan baca anak sendiri, sebab di situ ia bertemu kata dan susunan kalimat yang belum sanggup ia urai sendiri.

Tutor menandai tiga sampai lima kata baru tiap sesi dan menuliskannya di catatan yang ditinggalkan untuk Anda. Kata itu dipakai lagi dalam percakapan sepanjang pekan, di meja makan atau dalam perjalanan menuju sekolah di Mulyorejo. Kata yang hanya dijelaskan sekali lalu ditinggalkan jarang bertahan; kata yang dipakai lima atau enam kali dalam keadaan berbeda akan tinggal.

Tanda yang perlu pemeriksaan tenaga profesional, dan batas yang dijaga tutor kami

Sebagian besar anak yang belum lancar membaca hanya membutuhkan waktu, latihan yang teratur, dan bahan bacaan yang tingkatnya pas. Sebagian kecil membutuhkan lebih dari itu, dan orang tua berhak mengetahui tandanya sejak awal supaya tidak menunggu terlalu lama.

Tanda yang bisa Anda amati sendiri di rumah: huruf yang sama sudah diajarkan berbulan-bulan tetapi bunyinya tetap tertukar tiap kali ditemui; anak kesulitan mengingat urutan yang sudah sering diulang, seperti nama hari; ia menghindari kegiatan membaca sampai marah atau menangis; atau ia jauh tertinggal dari teman sekelasnya sementara di pelajaran lain ia mengikuti dengan baik. Satu tanda saja belum berarti apa-apa. Beberapa tanda yang bertahan berbulan-bulan pantas dibicarakan dengan orang yang berwenang memeriksanya.

Batas kami tegas di sini. Menilai dan menegakkan diagnosis adalah wewenang tenaga profesional, misalnya psikolog anak, dokter anak, atau terapis wicara. Edubia tidak melakukan pemeriksaan itu dan tidak menerbitkan kesimpulan apa pun tentang kondisi anak. Yang dikerjakan tutor kami adalah mencatat apa yang terlihat selama sesi lalu menyampaikannya apa adanya, supaya Anda memegang bahan yang jelas ketika memutuskan berkonsultasi. Selama pemeriksaan itu berjalan, pendampingan membaca tetap berlanjut, sebab latihan yang sabar dan teratur berguna bagi anak mana pun.

Memilih bacaan yang tingkatnya pas, dan bahan yang disiapkan keluarga tiap sesi

Buku yang salah tingkat menghapus hasil latihan berpekan-pekan. Ada cara cepat memeriksanya di rumah, dan Anda bisa memakainya sendiri sebelum membeli buku berikutnya di toko. Minta anak membaca sekitar dua puluh kata dari satu halaman. Kalau ia tersendat di lebih dari dua kata, buku itu terlalu sulit untuk dibaca sendiri. Buku semacam itu masih berguna, asal Anda yang membacakannya.

Tanda lain terlihat dari perilaku anak, dan biasanya muncul lebih dulu daripada hitungan kata. Anak mulai menebak dari gambar tanpa melihat tulisan. Ia meminta Anda melanjutkan sesudah satu paragraf. Ia membaca dengan suara mendatar yang tidak berhenti di tanda baca. Ia menawar untuk membaca buku yang itu-itu saja. Semuanya menandakan beban bacaannya sedang melebihi kemampuannya hari itu.

Tutor menyusun daftar bahan bacaan bertingkat sesudah pengamatan pertemuan pertama, lalu keluarga yang menyiapkan bukunya di luar tarif sesi. Daftar itu menghapus keharusan menebak tingkat yang cocok saat membeli buku berikutnya. Bila di rumah sudah ada buku kesukaan anak, buku itu justru didahulukan, sebab anak yang membaca cerita yang ia sukai bertahan jauh lebih lama daripada anak yang membaca teks netral yang tidak berarti apa-apa baginya.

Inti bahasan

Peran orang tua di sela jadwal les membaca

Empat kebiasaan rumah ini yang membuat dua sesi per pekan bersama tutor benar-benar berbekas.

Membacakan nyaring tiap hari, walau anak sudah bisa membaca

Membacakan buku yang tingkatnya di atas kemampuan baca anak memperkenalkan kata dan susunan kalimat baru. Kebiasaan ini tetap berguna sampai anak duduk di kelas atas.

Menetapkan satu waktu membaca yang selalu sama

Sepuluh menit sesudah mandi sore, atau menjelang tidur. Waktu yang tetap membuat anak berhenti menawar, sebab ia tahu kapan giliran membaca datang.

Menahan diri tidak memperbaiki tiap kesalahan

Tunggu sampai ujung kalimat. Anak yang dipotong di tiap kata kehilangan jalan cerita dan mulai membenci kegiatannya. Kesalahan yang tidak mengubah makna boleh dilewati.

Memuji usahanya lebih dulu, kecepatannya belakangan

Menyebut usahanya secara khusus, misalnya bahwa ia mencoba mengurai kata sulit tanpa dibantu, lebih berguna daripada memuji kelancarannya. Anak jadi memahami bagian mana yang layak diulang.

Biaya les membaca privat di Surabaya dan yang sudah termasuk di dalamnya

Biaya les membaca privat Edubia mulai Rp112.900 per sesi untuk sesi 60 menit di rumah, dengan ritme dua sesi per pekan. Nominal itu sudah menghitung perjalanan tutor menuju alamat Anda, sementara buku dan bahan bacaannya disiapkan keluarga di luar tarif sesi mengikuti daftar tingkat yang tutor susun. Untuk anak SD yang mengambil satu sesi per pekan, biayanya bergerak sampai sekitar Rp128.300 per sesi, sebab tarif per sesi memang menurun seiring bertambahnya jumlah pertemuan dalam sebulan.

Kalau keluarga memilih belajar di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk ruangnya. Pilihan itu biasanya diambil keluarga yang rumahnya sedang ramai, dan anak kecil memang sulit memusatkan perhatian pada huruf ketika televisi menyala di ruangan yang sama. Sesi di rumah tetap menjadi pilihan mayoritas keluarga, dan ia tidak menanggung tambahan apa pun.

Nominalnya dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, berikut jumlah sesi sebulan dan jamnya. Angka yang sudah disepakati tidak berubah di tengah jalan. Bila Anda ingin menghitung sendiri lebih dulu, tim kami bisa menyusun rinciannya lewat WhatsApp mengikuti umur anak, panjang sesi, dan ritme pekanan yang Anda inginkan.

Jadwal sesi 60 menit dan wilayah yang dijangkau tutor Edubia

Sesi les membaca sengaja dijaga di 60 menit dan dibelah menjadi tiga bagian pendek. Anak usia TK jarang sanggup menghadapi huruf selama satu jam penuh, jadi di antara bagian itu diselipkan permainan bunyi atau tebak kata yang tetap mengerjakan hal yang sama tanpa terasa seperti belajar. Sesi yang lebih panjang terdengar lebih murah per menit, dan pada usia ini ia berakhir dengan anak yang menolak pertemuan berikutnya.

Ritme dua kali sepekan dipilih karena membaca tumbuh dari pengulangan yang berdekatan. Jarak tujuh hari antar pertemuan membuat bunyi yang baru stabil kembali kabur. Jamnya dipilih saat anak masih segar, umumnya sore hari kerja sesudah istirahat atau pagi di akhir pekan, dan Anda yang menentukan mana yang cocok dengan rutinitas keluarga.

Tutor mendatangi rumah di seluruh Kota Surabaya, dari Kenjeran dan Tambaksari di sisi utara sampai Gayungan, Jambangan, dan Karang Pilang di selatan, termasuk Sambikerep dan Benowo di barat. Keluarga di Sidoarjo dilayani juga, meliputi Waru, Gedangan, Buduran, Taman, sampai Candi. Sesi online tersedia bila anak sedang kurang sehat atau hujan sedang menutup jalan, dan bacaan yang sedang dikerjakan dibuka dari buku di rumah sambil tutor menyimak lewat layar.

Dari pesan pertama sampai tutor duduk bersama anak Anda, lima langkah di bawah umumnya memakan satu sampai lima hari kerja.

Garis besar

Cara mendaftar les membaca privat di Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Ceritakan keadaan anak lewat WhatsApp

    Umurnya, sudah sampai mana bacanya, dan apa yang membuat Anda khawatir. Cerita sependek tiga kalimat sudah cukup untuk memulai.

  2. 2Tim kami menanyakan beberapa hal susulan

    Alamat kecamatan, jam yang memungkinkan, dan apakah anak pernah didampingi sebelumnya. Dari sini kami mengira-ngira profil tutor yang cocok.

  3. 3Kami memilihkan tutor dan mengirim profilnya

    Anda menerima ringkasan pengalaman tutor menangani anak seusia anak Anda. Peserta tidak memilih sendiri dari daftar; pencocokan itu pekerjaan kami.

  4. 4Sesi pertama dipakai untuk mengamati

    Tutor mendengarkan anak membaca, membacakan teks setara, lalu menyusun rencana pekan pertama. Orang tua diminta ikut duduk di pertemuan ini.

  5. 5Jadwal tetap berjalan dan catatan mengalir

    Dua sesi per pekan berjalan pada jam yang sama, dan tiap seusai sesi Anda menerima catatan pendek berisi latihan sepuluh menit untuk di rumah.

Program Terkait

Kalau les membaca belum pas, mulai dari sini

Tanya jawab

Sebelum daftar les membaca, apa yang perlu ditanyakan?

Anak saya sudah hafal semua huruf tetapi belum bisa membaca. Apa yang kurang?

Hafal huruf dan bisa membaca adalah dua hal yang berbeda. Anak yang hafal lagu alfabet menyimpan NAMA huruf, sementara membaca menuntut BUNYI huruf. Ia menyebut be untuk huruf b, lalu bingung ketika diminta membaca ba. Yang sering hilang berikutnya adalah kemampuan mendengar potongan bunyi dalam kata: menepuk suku kata, menyebut bunyi awal, dan menggabungkan bunyi terpisah jadi satu kata. Latihan itu berjalan dengan telinga, tanpa buku sama sekali, dan biasanya menjadi bagian pertama yang digarap tutor kami di sesi awal.

Umur berapa sebaiknya anak mulai les membaca?

Kesiapan anak yang menentukan, dan angka umur hanya penunjuk kasar. Anak umumnya siap ketika ia sudah bisa duduk memperhatikan sekitar sepuluh menit, menyukai buku yang dibacakan, dan mulai bertanya tulisan apa itu. Sebagian anak sampai di titik itu pada umur empat tahun, sebagian pada umur enam. Anak yang didorong sebelum siap akan menghubungkan huruf dengan rasa tertekan, dan rasa itu jauh lebih sulit dihapus daripada mengejar materinya kelak. Kalau Anda ragu, ceritakan kebiasaan anak lewat WhatsApp, dan tim kami akan menyampaikan apakah sebaiknya menunggu.

Berapa biaya les membaca privat di Surabaya?

Mulai Rp112.900 per sesi untuk sesi 60 menit di rumah dengan ritme dua sesi per pekan. Untuk anak SD yang mengambil satu sesi per pekan, biayanya bergerak sampai sekitar Rp128.300 per sesi, sebab tarif per sesi menurun seiring bertambahnya jumlah pertemuan sebulan. Nominal itu sudah menghitung perjalanan tutor ke alamat Anda; buku dan bahan bacaannya disiapkan keluarga di luar tarif, mengikuti tingkat yang tutor tentukan. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi untuk ruangnya. Angkanya disepakati sebelum pertemuan pertama dan tidak berubah di tengah jalan.

Berapa lama sampai anak saya benar-benar lancar membaca?

Anak yang mulai dari mengenali bunyi dan menjalani dua sesi per pekan berikut latihan sepuluh menit harian biasanya membaca kalimat utuh sekitar bulan ketiga, dan iramanya mulai mengalir sekitar bulan kelima. Kami menyebutnya gambaran, karena tiga hal menggeser angka itu: umur anak saat mulai, seberapa sering latihan rumah benar-benar berjalan, dan apakah pekerjaannya ada di sisi bunyi atau di sisi makna. Anak yang sudah lancar membunyikan dan hanya perlu menggarap pemahaman sering bergerak jauh lebih cepat. Kami tidak menjanjikan tanggal, dan catatan tiap sesi memperlihatkan geraknya secara terbuka.

Anak saya menolak setiap kali diajak membaca. Apakah les justru menambah tekanan?

Penolakan hampir selalu tumbuh dari pengalaman gagal yang berulang. Rasa malas jarang menjadi sebabnya. Karena itu pertemuan pertama tidak dipakai mengejar materi. Tutor menurunkan tingkat bacaan sampai ke titik anak berhasil, sebab anak yang berhasil tiga kali berturut-turut mau mencoba yang keempat. Sesi juga dibelah menjadi tiga bagian pendek dengan permainan bunyi di antaranya. Sementara itu kami meminta orang tua menahan diri tidak memperbaiki tiap kesalahan di rumah selama beberapa pekan. Perubahan suasananya biasanya terasa lebih dulu daripada perubahan kemampuannya.

Bolehkah saya ikut duduk saat sesi berlangsung?

Untuk pertemuan pertama kami justru meminta Anda ikut duduk. Anda akan melihat sendiri cara tutor memancing bunyi, cara ia memperbaiki tanpa menyalahkan, dan cara ia menutup sesi sebelum anak lelah. Latihan sepuluh menit harian yang Anda jalankan sesudahnya jadi seragam dengan cara tutor, dan anak tidak menerima dua aturan berbeda. Pada sesi berikutnya sebagian anak justru lebih berani mencoba ketika orang tuanya berada di ruangan lain. Tutor akan menyampaikan mana yang tampak lebih cocok untuk anak Anda, dan keputusannya tetap di tangan Anda.

Kenapa sesinya hanya 60 menit dan tidak dibuat lebih panjang saja?

Karena rentang perhatian anak usia TK dan kelas awal SD memang pendek. Kebanyakan anak seusia itu bertahan sekitar sepuluh menit menghadapi teks sebelum mulai menggeliat. Sesi 60 menit sudah dibelah menjadi tiga bagian pendek dengan permainan bunyi di sela-selanya, jadi anak berhenti sebelum ia lelah. Sesi dua jam terdengar lebih hemat per menit, dan pada usia ini ia berakhir dengan anak yang menolak pertemuan berikutnya. Yang menumbuhkan kemampuan membaca adalah pengulangan yang berdekatan, sehingga dua sesi pendek per pekan lebih berguna daripada satu sesi panjang.

Anak saya sudah kelas 3 SD dan masih tertinggal bacanya. Apakah masih tertolong?

Masih, dan pendampingannya justru menuntut kehati-hatian lebih. Anak kelas 3 yang tertinggal biasanya sudah membawa rasa malu karena membandingkan diri dengan teman sekelas, jadi bahan bacaan bergambar untuk anak TK akan ia tolak. Tutor kami memakai teks yang isinya sesuai umurnya sementara tingkat kesulitannya diturunkan, sehingga ia berlatih hal yang sama tanpa merasa dikembalikan ke kelas kecil. Sesi berjalan di rumah, jauh dari mata teman-temannya. Kemajuan anak seusia ini sering lebih cepat daripada anak TK, sebab ia sudah punya perbendaharaan kata yang jauh lebih luas.

Bukunya disediakan Edubia atau kami yang membeli sendiri?

Keluarga yang menyiapkan bukunya, dan bahan bacaan itu berada di luar tarif sesi. Tutor menyusun daftar bertingkat sesudah pengamatan sesi pertama, lengkap dengan jenis teks dan tingkat kesulitannya, sehingga pembelian berikutnya tidak berjalan dengan menebak. Kalau di rumah sudah ada buku kesukaan anak, buku itu justru kami dahulukan: anak yang membaca cerita yang ia sukai bertahan jauh lebih lama daripada anak yang membaca teks netral. Untuk latihan harian, sebagian besar permainan bunyi berjalan tanpa alat sama sekali, memakai benda yang sudah ada di rumah.

Anak saya lancar membaca tetapi tidak paham isinya. Apakah ini ditangani juga?

Ditangani, dan itu salah satu keadaan yang kerap kami temui pada anak kelas 2 dan 3. Anak seperti ini melewati tahap bunyi dan huruf, lalu masuk langsung ke sisi makna. Latihannya berbentuk menceritakan ulang dengan kata sendiri, menyebut gagasan pokok satu paragraf, menjawab hal yang tidak tertulis di buku, dan menghubungkan bacaan dengan pengalamannya sendiri. Kami juga memeriksa perbendaharaan katanya, sebab anak tidak bisa memahami kalimat yang berisi kata yang belum pernah ia dengar. Sebagian anak ternyata membaca terlalu cepat sampai maknanya terlewat, dan itu diperbaiki lewat jeda di tanda baca.

Kalau tutornya ternyata tidak menyatu dengan anak saya, bagaimana?

Kabari tim kami, dan tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Kami tidak meminta alasan panjang; anak kecil punya kecocokan yang sulit dijelaskan orang dewasa, dan itu wajar. Catatan pengamatan yang sudah terkumpul tetap kami pegang, jadi tutor pengganti melanjutkan dari tingkat terakhir tanpa mengulang dari nol. Perlu diketahui juga bahwa keluarga tidak memilih tutor sendiri dari daftar. Kami yang memilihkan, berdasarkan umur anak, sisi mana yang sedang digarap, dan jam yang tersedia di jadwal keluarga Anda.

Rumah kami di Sidoarjo. Apakah tutor membaca Edubia sampai ke sana?

Sampai. Sidoarjo termasuk wilayah layanan Edubia, meliputi Waru, Gedangan, Buduran, Taman, Sukodono, Candi, sampai Sedati dan Krian. Di Kota Surabaya sendiri tutor mendatangi ketiga puluh satu kecamatan, dari Kenjeran dan Bulak di utara sampai Gayungan dan Karang Pilang di selatan. Biaya perjalanan tutor sudah duduk di dalam nominal per sesi, jadi jarak rumah tidak menggeser angka yang Anda bayar. Yang perlu disebutkan sejak awal hanyalah kecamatan dan jam yang memungkinkan, supaya kami mencocokkan tutor yang tinggal berdekatan dan bisa datang tepat waktu.

Apakah les membaca bisa dijalankan secara online?

Bisa, dan sebagian orang tua menyimpannya untuk hari ketika anak sedang batuk pilek atau jalanan tergenang. Bacaan yang sedang dikerjakan dibuka dari buku di rumah sambil tutor menyimak lewat layar, dan permainan bunyi tetap berjalan karena ia memang bekerja lewat telinga. Untuk anak di bawah enam tahun kami tetap menganjurkan pertemuan tatap muka sebagai jalur utama: pada usia itu tutor perlu melihat arah mata anak menyusuri baris dan menunjuk langsung ke huruf yang sedang dibicarakan. Anak SD umumnya sanggup mengikuti sesi online dengan baik.

Anak saya sering membalik huruf b dan d saat membaca. Apakah itu tanda ada gangguan?

Membalik huruf yang bentuknya bercermin adalah hal yang lazim pada anak yang baru belajar membaca, dan pada sebagian besar anak ia hilang sendiri seiring latihan. Yang pantas diperhatikan adalah pola yang bertahan: huruf yang sama sudah diajarkan berbulan-bulan tetapi tetap tertukar tiap kali, anak sulit mengingat urutan yang sudah sering diulang, dan ia jauh tertinggal dari teman sekelasnya sementara di pelajaran lain ia mengikuti dengan baik. Menilai dan menegakkan diagnosis adalah wewenang tenaga profesional seperti psikolog anak atau terapis wicara, dan Edubia tidak melakukannya. Yang kami berikan adalah catatan apa adanya dari tiap sesi, supaya Anda memegang bahan yang jelas bila memutuskan berkonsultasi.

Apa yang perlu kami siapkan sebelum sesi pertama?

Cukup meja yang cukup terang dan satu jam tanpa televisi menyala di ruangan yang sama. Buku bacaannya disiapkan keluarga, dan tutor menyebutkan tingkat yang cocok sesudah pertemuan pertama. Kalau ada buku kesukaan anak, siapkan di dekat meja. Satu hal yang menolong: ceritakan lebih dulu kepada anak bahwa akan datang kakak yang mengajak membaca sambil bermain, supaya ia tidak merasa sedang diperiksa. Untuk pertemuan pertama kami meminta orang tua meluangkan waktu ikut duduk, sebab dari situlah latihan sepuluh menit harian yang Anda jalankan sesudahnya menemukan bentuknya.

Jadwalkan Sesi

Siap mulai les membaca bulan ini?

Ribuan keluarga Surabaya sudah memulai. Kini giliran Anda mencoba sesi membaca pertama.