Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat

Les Tenis di Surabaya

Les tenis privat Edubia melatih forehand, backhand, servis, voli, dan kerja kaki langsung di lapangan Surabaya, satu pelatih satu peserta. Sesi 60 sampai 90 menit pada jam pagi atau sore, mulai Rp126.100 per sesi.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les Tenis di Surabaya

Mengenal Les Tenis di Surabaya

Les tenis privat Edubia melatih forehand, backhand, servis, voli, dan kerja kaki langsung di lapangan Surabaya, satu pelatih satu peserta. Sesi 60 sampai 90 menit pada jam pagi atau sore, mulai Rp126.100 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, penyedia les privat personal di Surabaya dan kota tetangganya
Materi yang dilatih
Pukulan dasar dari garis belakang, servis, pengembalian servis, voli, kerja kaki, penghitungan angka, dan permainan angka
Pelatih pengampu
Pelatih tenis terverifikasi Edubia, dipilihkan mengikuti usia dan tingkat peserta
Format sesi
Privat, satu pelatih menemani satu peserta sepanjang sesi di lapangan
Durasi sesi
60 menit untuk anak yang baru mulai, 90 menit untuk peserta remaja dan dewasa
Ritme latihan
Satu sampai tiga kali sepekan, disepakati saat pendaftaran dan bisa diubah tiap bulan
Rentang jam
Pagi pukul 06.00 sampai 08.30, atau sore mulai pukul 15.30 sampai menjelang gelap
Tempat latihan
Lapangan tenis yang disepakati bersama sebelum sesi pertama, sesuai alamat peserta
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
Biaya
Mulai Rp126.100 per sesi; sewa lapangan dibayar peserta langsung ke pengelola
Perlengkapan dari pelatih
Keranjang bola latihan dan raket pinjaman untuk sesi awal
Tingkat peserta
Pemula yang baru memegang raket sampai pemain reguler yang membenahi teknik

Yang membedakan

Nilai lebih paket les tenis ini

Pelatih menuju lapangan yang disepakati

Peserta memilih lapangan bersama tim Edubia sebelum sesi pertama, dan pelatih datang ke sana pada jam yang sudah dikunci. Perjalanan pelatih sudah masuk biaya sesi.

Bola latihan disediakan pelatih

Keranjang bola ikut dibawa pelatih tiap kali datang, jumlahnya cukup untuk umpan berulang tanpa berhenti memungut bola tiap tiga pukulan.

Ukuran raket dicek sebelum membeli

Berat, panjang, ukuran gagang, dan ketegangan senar diperiksa pelatih lebih dulu. Raket dewasa di tangan anak adalah sebab yang berulang kali ditemui di balik ayunan yang tak pernah rapi.

Sesi dikunci di jam pagi atau sore

Dua rentang jam itu dipilih mengikuti terik Surabaya, dan peserta boleh menggeser jam sesi saat cuaca berubah atau jadwal kerja bergeser.

Peserta boleh meminta pelatih lain

Kalau gaya melatih terasa kurang cocok, pelatih diganti tanpa biaya tambahan dan catatan latihan ikut berpindah ke pelatih baru.

Perkembangan ditulis tiap empat sesi

Catatan berisi pukulan yang membaik, bagian yang perlu diulang, dan sasaran empat sesi berikutnya. Isinya dibacakan kepada peserta atau orang tuanya.

Kecocokan

Peserta yang cocok dengan les tenis privat Edubia

Peserta yang cocok

  • Anak usia tujuh tahun ke atas yang sudah bisa mengikuti aba-aba dan berlari menyamping tanpa jatuh
  • Peserta dewasa yang baru pertama memegang raket dan ingin mulai dari cara berdiri menunggu bola
  • Pemain rekreasi yang bolanya sering keluar dan ingin tahu sebabnya ada di ayunan atau di langkah kaki
  • Peserta yang servisnya gagal dua kali berturut-turut dan kehilangan angka sebelum reli sempat berjalan
  • Orang tua yang ingin anaknya bergerak di luar ruangan dengan pengawasan satu pelatih penuh waktu
  • Peserta yang menyiapkan pertandingan antarteman atau antarkantor dalam dua sampai tiga bulan ke depan

Kenapa Edubia

Kenapa keluarga Surabaya memilih les tenis di Edubia?

Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi tenis pertama di Surabaya.

Tempat latihan tenis disepakati bersama pelatih

Sesi berjalan di lapangan atau ruang terbuka yang disepakati di Surabaya, dan sebagian latihan penunjang tetap bisa dikerjakan di rumah.

Satu tutor untuk satu siswa

Seluruh jam sesi tenis tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.

Rating tutor Edubia 4,9 dari 1.200 ulasan

Angka itu dihitung dari ulasan wali dan siswa yang sudah menjalani sesi bersama tutor Edubia.

Cakupan

Yang diterima peserta les tenis privat Edubia tiap bulan

Sesi 60 atau 90 menit di lapangan

Panjang sesi dipilih mengikuti usia dan kebugaran peserta, dan bisa diubah sesudah beberapa pekan berjalan.

Pengukuran awal pegangan dan langkah

Hasil pengukuran sesi pertama menjadi dasar urutan materi, jadi peserta tak mengulang bagian yang sudah dikuasai.

Bola latihan sepanjang sesi

Keranjang bola dibawa pelatih, sehingga umpan berjalan berturut-turut tanpa berhenti memungut bola.

Raket pinjaman sampai peserta punya sendiri

Tersedia ukuran anak dan ukuran dewasa, dipakai sampai peserta menemukan raket yang pas di telapaknya.

Rencana latihan yang ditulis

Isi tiap sesi dicatat, termasuk jumlah servis dan bagian yang perlu diulang pada sesi berikutnya.

Jadwal pengganti saat hujan

Sesi yang batal karena lapangan basah dipindah ke hari lain pada rentang jam yang sama, tanpa biaya tambahan.

Pendampingan menuju pertandingan antarteman

Beberapa sesi terakhir disusun di permukaan lapangan yang sama dengan tempat bermain nanti.

Hak meminta pelatih lain

Peserta boleh meminta pelatih pengganti tanpa biaya tambahan, dan catatan latihannya ikut berpindah.

Fleksibel

Pilih format les tenis yang cocok dengan rutinitas keluarga

Sesi tenis berjalan di lapangan yang disepakati di Surabaya, dengan porsi latihan penunjang yang bisa dikerjakan di rumah peserta.

Perjalanan

Perjalanan peserta les tenis Edubia dari sesi pertama

Rentang waktu di bawah berlaku untuk ritme dua sesi sepekan. Peserta yang berlatih sekali sepekan umumnya menempuh jarak yang sama dalam waktu sekitar dua kali lipat, dan itu tetap perjalanan yang wajar.

  1. 01
    Pekan 1

    Sesi pertama: pengukuran dan bola pertama

    Pegangan, sikap siap, langkah, dan napas diukur. Peserta memukul bola umpan pelan dan mulai merasakan panjang jeda pantulan.

  2. 02
    Bulan 1

    Sesi 2 sampai 6: reli pendek berjalan

    Forehand dan backhand dari umpan tetap mulai menyeberang berulang kali. Peserta sanggup menjaga reli pendek dari dalam lapangan.

  3. 03
    Bulan 2

    Sesi 7 sampai 12: servis masuk kotak

    Lambungan sudah tenang dan ayunan utuh mulai dipakai. Kesempatan kedua dipisahkan dari kesempatan pertama, dengan putaran lebih banyak.

  4. 04
    Bulan 3

    Sesi 13 sampai 20: bermain game penuh

    Peserta menghitung angka sendiri, menyebutkan kedudukan sebelum servis, dan menyelesaikan beberapa game tanpa berhenti bertanya.

  5. 05
    Bulan 4 sampai 5

    Sesi 21 sampai 32: pola reli dan voli

    Peserta belajar mengarahkan bola ke sisi yang jauh dari lawan, lalu maju ke depan net untuk menyelesaikan bola pendek.

  6. 06
    Bulan 6

    Sesi 33 ke atas: bermain set bersama teman

    Kebugaran cukup untuk satu set penuh, dan peserta sanggup menyesuaikan permainan dengan tinggi pantulan lapangan yang berbeda.

Susunan Materi

Susunan materi les tenis dari pemula sampai bermain angka

Delapan bagian di bawah menyusun jalannya latihan. Bagian yang sudah dikuasai peserta dilewati, dan bagian yang goyah diulang lebih lama. Pengukuran di sesi pertama yang menentukan dari mana peserta berangkat.

  1. 1

    Sikap siap dan langkah pertama

    Sesi 1 sampai 2

    Yang dibahas. Cara berdiri menunggu bola, berat badan bertumpu di ujung telapak, raket dipegang dua tangan di depan pusar.

    Jebakan umum. Peserta berdiri tegak dengan lutut terkunci, lalu terlambat setengah langkah pada tiap bola yang datang.

    Cara tutor. Pelatih mengumpan ke kiri dan kanan bergantian sambil meminta peserta melompat kecil tepat sebelum bola diseberang dipukul.

  2. 2

    Forehand dari garis belakang

    Sesi 2 sampai 6

    Yang dibahas. Putaran bahu, jalur ayunan dari bawah ke atas, titik bertemu bola di depan badan, dan akhir ayunan di atas bahu seberang.

    Jebakan umum. Ayunan berhenti tepat sesudah mengenai bola, sehingga putaran maju tak sempat terbentuk dan bola melayang panjang.

    Cara tutor. Umpan pelan dari keranjang dengan satu tanda yang mudah diperiksa: raket wajib berakhir dekat telinga seberang. Kecepatan bola ditambah sesudah akhir ayunannya tetap.

  3. 3

    Backhand satu tangan atau dua tangan

    Sesi 3 sampai 8

    Yang dibahas. Pemilihan bentuk sesuai kekuatan lengan, posisi kaki saat memukul, dan tinggi bola yang nyaman ditemui.

    Jebakan umum. Anak memaksakan backhand satu tangan karena terlihat lebih ringkas, lalu bahu turun dan bola menyangkut di net.

    Cara tutor. Pelatih menguji kedua bentuk pada sesi yang sama dengan bola setinggi pinggang, lalu memilih bentuk yang bolanya lebih sering menyeberang bersih.

  4. 4

    Servis

    Sesi 4 ke atas

    Yang dibahas. Lambungan tangan bebas, lengkungan badan, tekukan lutut, pertemuan raket dan bola pada jangkauan penuh, serta dua kesempatan di tiap angka.

    Jebakan umum. Lambungan berpindah-pindah tempat, sehingga peserta memukul dari posisi berbeda tiap kali dan siku menekuk untuk mengejar bola.

    Cara tutor. Latihan dipecah: lambungan tanpa raket dulu, lalu pukulan dari posisi belakang kepala, baru ayunan utuh. Jumlah servis per sesi dibatasi supaya bahu tak menanggung beban berlebih.

  5. 5

    Pengembalian servis

    Sesi 6 ke atas

    Yang dibahas. Jarak berdiri terhadap garis belakang, cara membaca lambungan seberang, dan ayunan pendek yang cukup untuk mengembalikan bola cepat.

    Jebakan umum. Peserta memakai ayunan penuh seperti pukulan biasa, dan bola servis yang cepat sudah lewat sebelum raket sampai.

    Cara tutor. Pelatih melakukan servis pelan berulang dari jarak dekat, lalu mundur bertahap ke garis servis dan garis belakang seiring waktu reaksi peserta membaik.

  6. 6

    Voli dan posisi depan net

    Sesi 8 ke atas

    Yang dibahas. Raket ditahan di depan badan, ayunan pendek, langkah maju saat memukul, dan jarak aman dari net.

    Jebakan umum. Peserta membawa kebiasaan ayunan panjang dari garis belakang, dan bola terpukul terlalu keras sampai keluar lapangan.

    Cara tutor. Umpan berpasangan ke kanan dan kiri dengan tangan pelatih, mula-mula tanpa raket, supaya peserta merasakan bahwa voli lebih dekat ke gerakan menahan.

  7. 7

    Kerja kaki dan pemulihan posisi

    Sepanjang program

    Yang dibahas. Langkah menyamping, langkah kecil penyesuai jarak, berhenti dengan kaki luar, dan kembali ke tengah sesudah memukul.

    Jebakan umum. Peserta berhenti di tempat sesudah memukul untuk menonton hasil pukulannya, lalu kehilangan bola berikutnya yang datang menyilang.

    Cara tutor. Latihan dua bola beruntun ke sudut berlawanan dengan satu aturan: bola kedua baru dilepas kalau peserta sudah kembali menyentuh garis tengah.

  8. 8

    Penghitungan angka dan permainan

    Sesi 4 ke atas

    Yang dibahas. Urutan lima belas, tiga puluh, empat puluh, keunggulan sesudah kedudukan seri, lalu game, set, dan game penentu.

    Jebakan umum. Peserta hafal urutan angka tapi lupa menyebutkan kedudukan sebelum servis, dan permainan berhenti untuk berdebat soal skor.

    Cara tutor. Sejak sesi keempat, penutup latihan selalu berupa beberapa game dengan hitungan resmi, dan kedudukan disebut keras-keras sebelum tiap servis.

Les tenis privat Edubia: bola boleh memantul sekali

Tenis punya satu izin yang menyetir seluruh cara bermainnya: bola boleh memantul sekali sebelum dipukul. Izin itu terdengar sepele, dan dari situlah segala yang khas tenis lahir. Karena bola memantul, pemain punya jeda. Jeda itu memberi waktu memilih tempat berdiri, memilih jenis pukulan, dan memilih arah kembalian. Pemain yang terlatih memakai jeda tadi untuk melangkah dua atau tiga kali sebelum mengayun, sementara pemain baru memakainya untuk berdiri diam dan menunggu.

Hal kedua yang khas tenis adalah ukuran lapangannya. Panjangnya hampir 24 meter dari garis belakang ke garis belakang, dan lebarnya untuk permainan tunggal sekitar 8 meter. Net di tengah berdiri kira-kira 91 sentimeter. Dengan ruang seluas itu, satu reli sanggup membuat pemain menempuh jarak puluhan meter, lalu ia harus kembali ke posisi tengah sebelum bola berikutnya datang. Itu sebabnya tenis melatih kaki sebanyak tangan.

Les tenis privat Edubia bekerja dari dua kenyataan itu. Pelatih datang ke lapangan yang sudah disepakati bersama peserta, membawa keranjang bola, lalu memakai jeda pantulan sebagai alat mengajar. Bola diumpan pelan supaya peserta sempat menyiapkan langkah, kemudian dipercepat begitu langkahnya rapi. Satu pelatih menemani satu peserta, sehingga ayunan yang meleset dibetulkan pada bola berikutnya di sesi yang sama.

Sesi pertama les tenis jarang dimulai dari memukul keras. Pelatih memakai bagian awal untuk mengukur apa yang sudah ada pada peserta: cara memegang raket, cara berdiri menunggu bola, dan seberapa jauh peserta sanggup bergerak sebelum napasnya berat. Hasil pengukuran itu yang menentukan urutan materi sesi berikutnya. Anak yang baru pertama memegang raket menerima bola bertekanan rendah yang memantul pelan, sementara peserta dewasa yang pernah bermain langsung diuji reli dari garis belakang. Keduanya berangkat dari lapangan yang sama dengan bahan latihan berbeda.

Uraian

Enam hal yang dikerjakan pelatih tenis di sesi pertama

Pengukuran pegangan raket

Pelatih melihat posisi telapak dan jari di gagang, lalu mencocokkannya dengan pukulan yang ingin dipakai peserta. Pegangan yang keliru membuat bidang raket menghadap terlalu ke atas atau terlalu ke bawah sejak sebelum bola datang.

Uji jarak tempuh dan napas

Peserta berlari menyamping dari satu sisi lapangan ke sisi lain beberapa kali. Pelatih mencatat berapa lama napas pulih, dan angka itu menentukan panjang jeda antar-latihan pada sesi sesudahnya.

Umpan pelan dari keranjang

Bola dilempar atau dipukul pelan supaya memantul tinggi dan mudah ditemui. Peserta belajar merasakan panjang jeda pantulan sebelum diminta menghadapi bola cepat.

Pemeriksaan ukuran raket

Raket dewasa terlalu berat dan terlalu panjang untuk anak, dan pergelangan yang belum kuat akan menambalnya dengan ayunan yang salah. Raket berukuran anak disiapkan peserta untuk sesi awal.

Percakapan soal sasaran peserta

Peserta dewasa biasanya ingin bisa bermain reli santai di akhir pekan, sementara orang tua ingin anaknya betah bergerak di luar ruangan. Sasaran itu ditulis di catatan pelatih dan dibaca ulang tiap empat sesi.

Kesepakatan lapangan dan jam sesi

Lapangan yang akan dipakai dipilih bersama sebelum sesi pertama, berikut jamnya. Biaya sewa lapangan dibayar peserta langsung ke pengelola, terpisah dari biaya les.

Forehand dan backhand: pukulan les tenis dari garis belakang

Dua pukulan yang dipakai berulang di tenis lahir dari garis belakang. Forehand dipukul di sisi tangan yang memegang raket, backhand di sisi seberangnya. Keduanya memakai ayunan penuh yang berangkat dari bawah pinggang lalu naik melewati bahu. Jalur bawah ke atas itulah yang membuat bola berputar maju, dan putaran maju membuat bola menukik turun sesudah melewati net. Peserta yang ayunannya datar sering melihat bolanya melayang panjang dan jatuh di luar garis, walau tenaganya terasa sudah pas.

Backhand punya dua bentuk. Satu tangan memberi jangkauan lebih jauh dan lebih mudah dipakai untuk memotong bola, dua tangan memberi kestabilan pada bola yang datang tinggi. Anak yang lengannya belum kuat hampir selalu dimulai dengan dua tangan, dan pelatih menahannya di sana sampai bahu sanggup menopang ayunan sendirian.

Latihan di sesi privat berjalan berlapis. Pelatih mengumpan dari keranjang dengan tinggi dan kecepatan yang sama berkali-kali, supaya peserta mengulang gerak serupa tanpa perlu menebak. Sesudah gerakannya rapi, arah umpan diacak, dan peserta harus melangkah dulu sebelum memukul. Lapisan penutup adalah reli sungguhan dengan pelatih di seberang net, tempat bola datang tak pernah persis sama. Tiga lapisan ini muat dalam satu sesi 90 menit, dan porsinya ditambah pada bagian yang masih goyah.

Rincian

Yang diterima peserta di les tenis privat Edubia

Satu pelatih menemani satu peserta di lapangan, dari bola pertama sampai reli penutup.

Umpan tanpa antre

Di kelas ramai, satu peserta menunggu giliran sementara bola diumpan ke orang lain. Di sesi privat, seluruh isi keranjang tertuju pada satu orang.

Koreksi pada bola berikutnya

Ayunan yang meleset diberi tahu saat itu juga, lalu langsung diulang. Jarak antara kesalahan dan perbaikannya tinggal beberapa detik.

Raket pinjaman di sesi awal

Peserta yang belum punya raket boleh memakai raket pelatih pada sesi pertama sampai keempat, sambil mencari ukuran gagang yang pas di telapaknya.

Jam sesi mengikuti terik

Latihan dikunci pada rentang pagi atau sore, dan peserta boleh menggeser jamnya kalau cuaca hari itu berubah.

Pelatih bisa diganti

Kalau gaya melatihnya terasa kurang cocok, pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan latihannya diserahkan ke penggantinya.

Catatan tiap empat sesi

Pelatih menulis apa yang membaik dan apa yang tertinggal, lalu membacakannya kepada peserta atau orang tuanya sebelum sesi berikutnya disusun.

Servis di les tenis: lambungan, badan melengkung, dua kesempatan

Servis adalah pukulan yang seluruhnya ditentukan pemain sendiri. Tak ada bola datang yang perlu dibaca. Peserta melambungkan bola dengan tangan bebas, badan melengkung ke belakang, lutut menekuk, lalu raket bertemu bola pada ketinggian penuh jangkauan lengan. Karena semua bagiannya berurutan, satu bagian yang meleset merusak bagian sesudahnya. Lambungan yang jatuh terlalu jauh ke depan memaksa badan mengejar, dan lengan berakhir memukul dengan siku menekuk.

Aturan tenis memberi dua kesempatan pada tiap angka. Kesempatan pertama biasanya dipakai untuk servis cepat dan datar, kesempatan kedua untuk servis yang lebih aman dengan putaran lebih banyak supaya bola turun lebih cepat ke kotak servis. Peserta pemula sering memakai ayunan yang sama untuk keduanya, lalu kehilangan angka karena kedua bolanya keluar. Pelatih memisahkan dua ayunan itu sejak awal, sebab kebiasaan yang telanjur terbentuk sulit ditulis ulang.

Latihan servis dipecah menjadi bagian kecil. Sesi awal hanya melatih lambungan: bola dilempar berulang tanpa raket, dan peserta memeriksa apakah bola mendarat di petak yang itu-itu juga. Sesudah lambungannya tenang, raket masuk tanpa ayunan penuh, hanya dari posisi belakang kepala. Ayunan utuh datang belakangan. Urutan ini menghemat bahu, dan bahu adalah bagian yang lebih dulu cedera kalau servis dilatih dengan tenaga penuh terlalu cepat.

Voli di depan net: bagian les tenis yang dilatih terpisah

Voli dipukul sebelum bola menyentuh tanah, dan justru karena itu ia melawan kebiasaan yang baru saja dibangun di garis belakang. Ayunan panjang yang berguna untuk forehand menjadi beban di depan net. Raket ditahan di depan badan, siku sedikit menekuk, dan gerakannya lebih mirip menahan daripada mengayun. Tenaganya datang dari langkah ke depan, sedangkan lengan hanya mengarahkan bidang raket.

Jarak ke net memperpendek waktu. Bola yang dipukul dari garis belakang seberang tiba dalam sekejap, dan peserta yang berdiri terlalu dekat kehabisan ruang untuk bereaksi. Pelatih karena itu melatih jarak berdiri lebih dulu, biasanya sekitar dua langkah di belakang net, sebelum melatih ayunan pendeknya.

Latihan voli di sesi privat memakai umpan berpasangan. Pelatih memukul dua bola beruntun ke sisi kanan dan kiri, dan peserta memindahkan raket dengan memutar bahu, tanpa mengubah tinggi tangan. Sesudah itu peserta diminta maju dari garis belakang, memukul satu pukulan dasar, lalu menyelesaikan bola berikutnya di depan net. Perpindahan itulah yang sering ditinggalkan pemain rekreasi, dan ia bagian yang membuat permainan terasa utuh.

Lapangan tenis menuntut kaki bekerja lebih dulu daripada tangan. Bola yang datang jauh dari badan tetap bisa dipukul, dan hasilnya hampir selalu buruk. Karena itu porsi latihan kaki di sesi Edubia berdiri sendiri, tidak ditempelkan sebagai pemanasan saja. Peserta dilatih berpindah dengan langkah menyamping supaya badan tetap menghadap net, lalu kembali ke tengah lapangan sesudah memukul. Bagian yang sulit adalah berhenti tepat waktu, dan itulah yang diulang di tiap sesi.

Poin penting

Kerja kaki yang dilatih pelatih tenis di lapangan besar

01

Langkah menyamping

Kaki tak menyilang dan badan tetap menghadap net. Dengan begitu peserta bisa berhenti kapan saja tanpa kehilangan keseimbangan, dan raket sudah siap saat bola datang.

02

Berhenti sejenak sebelum lawan memukul

Sepersekian detik sebelum raket seberang mengenai bola, peserta melompat kecil di tempat lalu mendarat dengan dua kaki. Pendaratan itu yang membuat badan siap bergerak ke arah mana pun.

03

Langkah pemulihan ke tengah

Sesudah memukul, peserta kembali ke titik tengah garis belakang. Tanpa kebiasaan ini, satu bola menyilang sudah cukup membuat separuh lapangan terbuka lebar.

04

Langkah kecil penyesuai jarak

Beberapa langkah pendek menjelang bola menentukan jarak pukul. Peserta pemula biasanya berlari besar lalu berhenti terlalu dekat dengan bola dan mengayun dengan siku terjepit.

05

Putar bahu sebelum melangkah

Bahu dan pinggul berputar lebih dulu, kaki menyusul. Urutan ini menyiapkan ayunan sekaligus memperpendek waktu persiapan pada bola yang datang cepat.

06

Berhenti dengan kaki luar

Kaki yang jauh dari badan menahan laju, lalu mendorong balik ke tengah. Cara berhenti ini mengurangi beban pada pergelangan kaki, bagian yang sering cedera di lapangan besar.

Pegangan raket dan putaran bola dalam kelas tenis privat

Pegangan raket menentukan sudut bidang pukul, dan sudut itu menentukan ke mana bola pergi. Ada tiga pegangan yang muncul di hampir semua sesi. Pegangan kontinental memutar telapak sehingga bidang raket berdiri hampir tegak, dan ia dipakai untuk servis, voli, serta bola potong. Pegangan eastern menggeser telapak ke belakang gagang, memberi bidang yang datar dan mudah dikendalikan pemula. Pegangan semi-western memutar telapak lebih jauh ke bawah sehingga bidang raket sedikit menunduk, dan dari situ putaran maju lebih mudah dihasilkan.

Putaran menentukan jalur bola di udara. Putaran maju membuat bola melengkung turun sesudah melewati net, jadi pemain boleh memukul lebih kencang tanpa bolanya keluar. Bola potong berputar ke belakang, melayang lebih lama, dan memantul rendah, berguna untuk memperlambat permainan atau memaksa lawan menunduk. Bola datar melaju cepat dengan jalur lurus dan menuntut ketepatan lebih besar, sebab ruang kesalahannya tipis.

Pelatih Edubia jarang mengganti pegangan peserta di hari pertama. Pegangan yang berubah membuat semua pukulan terasa asing selama beberapa pekan, dan peserta yang belum siap biasanya berhenti sebelum melewati masa itu. Pergantian dijalankan bertahap: pegangan baru dipakai di latihan umpan pelan, sementara reli tetap memakai pegangan lama sampai tangan terbiasa.

Yang perlu diketahui

Cara pelatih tenis Edubia menyusun latihan tiap peserta

Rencana latihan disusun ulang tiap empat sesi mengikuti catatan lapangan.

Umpan lebih dulu, reli belakangan

Gerakan baru dilatih dengan bola yang datang serupa berkali-kali. Reli sungguhan menunggu sampai gerakan itu berdiri sendiri tanpa diingatkan.

Satu perbaikan tiap sesi

Peserta yang diberi lima koreksi sekaligus biasanya tak menjalankan satu pun. Pelatih memilih satu hal, menyebutnya di awal sesi, dan mengulangnya sampai berubah.

Latihan yang dihitung jumlahnya

Servis, voli, dan pukulan dasar dicatat jumlahnya per sesi supaya beban bahu dan siku tetap terkendali sepanjang pekan.

Kesulitan dinaikkan bertahap

Umpan dipercepat, arahnya diacak, lalu jaraknya dijauhkan. Kenaikan hanya dijalankan kalau gerakan sebelumnya sudah rapi tiga kali berturut-turut.

Permainan angka di penutup sesi

Bagian akhir sesi selalu berupa game sungguhan supaya teknik diuji saat peserta mulai memikirkan hasil.

Rencana dibaca ulang tiap empat sesi

Pelatih membandingkan catatan lama dengan keadaan sekarang, lalu menyusun sasaran berikutnya bersama peserta atau orang tuanya.

Permukaan lapangan mengubah pantulan, dan les menyesuaikan

Tenis dimainkan di beberapa jenis permukaan, dan tiap permukaan mengubah cara bola memantul. Lapangan keras berlapis akrilik memberi pantulan sedang yang mudah ditebak, dengan bola yang melaju cukup cepat. Lapangan tanah liat memperlambat bola serta menaikkan pantulannya, sehingga reli berlangsung lebih panjang dan pemain sempat mengejar bola yang tampak sudah lewat. Rumput sintetis berpasir memberi pantulan rendah dan permukaan yang licin, dan langkah di atasnya dibuat lebih pendek supaya kaki tak tergelincir.

Perbedaan itu terasa nyata pada peserta yang baru berpindah lapangan. Bola yang biasanya datang setinggi pinggang tiba-tiba datang setinggi dada, dan ayunan yang sudah rapi terasa terlambat. Karena itu pelatih menanyakan jenis permukaan lapangan yang akan disewa sebelum sesi pertama, lalu menyiapkan latihan yang sesuai dengan tinggi pantulannya.

Untuk peserta yang berlatih menjelang pertandingan antarteman, pelatih menyarankan beberapa sesi terakhir diambil di permukaan yang sama dengan tempat bermain nanti. Penyesuaian terhadap tinggi pantulan biasanya menuntut dua sampai tiga sesi, dan lebih baik terjadi sebelum hari pertandingan.

Tenis tak menuntut banyak barang, dan barang yang sedikit itu justru harus tepat. Raket yang terlalu berat mengubah ayunan anak, sementara bola yang tekanannya sudah habis membuat peserta memukul lebih keras daripada seharusnya. Pelatih membawa bola dan raket pinjaman untuk sesi awal, sisanya disiapkan peserta. Daftar di bawah dipakai sebagai panduan belanja pertama, dan pelatih biasanya ikut memeriksa raket yang hendak dibeli sebelum peserta membayarnya.

Ringkasnya

Perlengkapan yang disiapkan sebelum sesi les tenis dimulai

Unggulan utama

Raket yang cocok dengan tinggi badan

Raket dewasa berukuran penuh, sementara raket anak dibuat lebih pendek, kira-kira 19 sampai 26 inci, mengikuti tinggi badan. Raket dewasa di tangan anak memaksa pergelangan menahan beban yang belum sanggup ditopang.

Ukuran gagang yang pas di telapak

Gagang yang terlalu besar membuat jari tak bisa mengunci, dan yang terlalu kecil membuat telapak berputar saat bola datang keras. Ukurannya dicoba langsung di tangan, tak cukup dibaca dari angka di kemasan.

Ketegangan senar raket

Senar yang ditarik lebih kencang, sekitar 25 sampai 27 kilogram, memberi kendali arah yang lebih baik. Tarikan lebih longgar, sekitar 22 sampai 24 kilogram, memberi pantulan lebih jauh dan lebih ramah untuk lengan pemula.

Bola latihan dan bola bermain angka

Bola tenis diisi tekanan, dan tekanan itu turun beberapa pekan sesudah kalengnya dibuka. Bola yang sudah lembek dipakai untuk umpan berulang, sementara bola baru disimpan untuk bagian bermain angka.

Sepatu bersol datar

Sol sepatu tenis dibuat rata supaya kaki bisa menggeser lalu berhenti. Sepatu lari bersol tebal di tumit menaikkan risiko pergelangan kaki terkilir saat berhenti mendadak.

Cara menghitung angka yang diajarkan pelatih sejak sesi awal

Tenis memakai cara menghitung angka yang tak dipakai cabang lain, dan peserta baru kerap bingung pada sesi pertama bermain. Angka pertama disebut lima belas, angka kedua tiga puluh, angka ketiga empat puluh, dan angka keempat memenangkan satu game. Kedudukan nol dibaca kosong. Kalau kedua pihak sama-sama berada di angka empat puluh, permainan berlanjut sampai salah satu unggul dua angka berturut-turut. Angka pertama sesudah kedudukan seri itu disebut keunggulan, dan angka berikutnya menutup game.

Beberapa game menyusun satu set. Satu set dimenangkan pihak yang lebih dulu mengumpulkan enam game dengan selisih dua. Kalau kedudukan berimbang enam sama, set diselesaikan lewat game penentu yang dihitung dengan angka biasa sampai tujuh, juga dengan selisih dua. Pertandingan biasa selesai begitu satu pihak memenangkan dua set.

Pelatih mengajarkan hitungan ini sejak sesi awal, dan alasannya praktis. Peserta yang belum hafal urutan angka berhenti tiap dua bola untuk bertanya, dan permainannya terputus. Selain itu pihak yang melakukan servis wajib menyebutkan kedudukan sebelum memukul, dengan angkanya sendiri disebut lebih dulu. Kebiasaan menyebut angka keras-keras membuat peserta terbiasa mengatur napas di antara poin, dan jeda pendek itu berguna sekali saat pertandingan mulai panjang.

Panas Surabaya menentukan jam les tenis pagi atau sore

Surabaya panas dan lembap hampir sepanjang tahun, dan lapangan tenis di kota ini sebagian besar terbuka. Panas itu ikut menentukan jam latihan. Olahraga yang menuntut lari berulang selama sembilan puluh menit berubah sifat kalau dijalankan di tengah hari: peserta cepat lelah dan koreksi teknik berhenti masuk.

Sesi les tenis karena itu dikunci di dua rentang jam. Pagi, sebelum matahari naik tinggi, biasanya antara pukul 06.00 dan 08.30. Sore, sesudah panas mulai turun, biasanya mulai pukul 15.30 sampai menjelang gelap. Di antara keduanya, lapangan keras menyimpan panas dan memantulkannya kembali ke kaki, dan latihan panjang pada jam itu lebih banyak menguras peserta daripada memperbaiki tekniknya.

Musim hujan menggeser perhitungan. Lapangan keras yang basah menjadi licin, sementara lapangan tanah liat berubah lunak dan berat. Sesi yang batal karena hujan dipindah ke hari lain, dan pelatih menawarkan gantinya pada rentang jam yang sama supaya ritme peserta tetap. Peserta di Rungkut, Sukolilo, dan Gubeng biasanya memilih sesi pagi akhir pekan karena lapangan lebih longgar, sementara peserta dewasa yang bekerja lebih sering mengambil sore hari kerja di Wonocolo, Gayungan, atau Waru.

Air minum masuk hitungan latihan. Pelatih menghentikan sesi tiap dua puluh menit untuk minum, dan sesi anak dipotong lebih sering. Anak berkeringat lebih cepat daripada orang dewasa dan lebih lambat menyadari haus, jadi jeda minum diatur pelatih tanpa menunggu diminta.

Tenis termasuk olahraga dengan gerakan berulang, dan keluhan yang muncul biasanya lahir dari pengulangan gerak yang sama, jarang dari benturan. Bahu dan siku menanggung servis, pergelangan kaki menanggung berhenti mendadak. Ketiganya bisa dijaga lewat pengaturan porsi, dan itu bagian dari pekerjaan pelatih di sesi privat: menghitung berapa servis yang sudah dipukul hari itu, lalu menghentikan latihan sebelum peserta memaksakan yang kesekian. Peserta yang berlatih sendirian jarang punya penghitung semacam itu.

Detail

Cedera yang dijaga pelatih selama sesi les tenis

Beban bahu dari servis berulang

Servis memutar bahu pada jangkauan penuh berkali-kali dalam satu sesi. Pelatih membatasi jumlahnya dan menyelipkan latihan lain di antaranya supaya sendi bahu punya waktu pulih.

Nyeri di sisi luar siku

Bola yang mengenai senar di luar titik tengah mengirim getaran ke lengan bawah, dan tendon di sisi luar siku yang menanggungnya. Membetulkan titik pukul biasanya meredakan keluhan ini lebih cepat daripada memasang penyangga siku.

Pergelangan kaki saat berhenti mendadak

Berhenti dari lari cepat membebani sisi luar pergelangan kaki. Latihan berhenti dengan kaki luar, ditambah sepatu bersol tenis, menurunkan risikonya cukup banyak.

Punggung bawah pada servis

Badan yang melengkung ke belakang saat servis membebani punggung bawah, terutama kalau otot perut belum kuat menahan. Latihan penguat batang tubuh karena itu masuk ke pemanasan, tidak ditunda.

Lecet telapak tangan

Gagang yang licin karena keringat membuat tangan memegang lebih kuat daripada perlu, dan kulit telapak terkelupas. Pembungkus gagang diganti berkala, dan pelatih membawa cadangan ke lapangan.

Kekurangan cairan di lapangan terbuka

Panas dan lembap mempercepat kehilangan cairan tubuh. Jeda minum dijadwalkan sejak awal sesi, dan latihan dihentikan kalau peserta mulai pusing atau berhenti berkeringat.

Biaya les tenis privat Edubia dan biaya sewa lapangan

Biaya les tenis privat Edubia mulai Rp126.100 per sesi. Angka itu berlaku untuk sesi 60 menit jenjang SD dengan ritme dua kali sepekan, panjang yang dipakai supaya anak selesai sebelum matahari naik tinggi. Sesi 90 menit di jenjang yang sama Rp168.400 per sesi, dan panjang inilah yang diambil kebanyakan peserta, sebab tenis menuntut pemanasan sebelum bola pertama dipukul.

Tarif bergerak mengikuti jenjang peserta. Peserta SMA pada sesi 90 menit dua kali sepekan berada di Rp205.500 per sesi, dan peserta dewasa di Rp298.100 per sesi. Peserta dewasa yang hanya sanggup sekali sepekan berada di Rp303.800 per sesi, sebab biaya kedatangan pelatih terbagi ke lebih sedikit sesi dalam sebulan.

Satu hal berada di luar angka itu, dan kami menyebutkannya di awal supaya tak jadi kejutan: sewa lapangan. Lapangan dipilih bersama sebelum sesi pertama, dan biayanya dibayar peserta langsung ke pengelola lapangan sesuai tarif yang berlaku di tempat tersebut. Edubia tidak menambahkan potongan di atasnya. Peserta yang punya akses lapangan di perumahan atau di tempat kerja tak menanggung biaya ini sama sekali.

Sesi yang tak memerlukan lapangan, misalnya membahas cara menghitung angka atau menonton rekaman ayunan sendiri, bisa diambil di co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Sesi semacam ini biasanya dipakai saat hujan datang beberapa hari berturut-turut.

Pelatih tenis Edubia menemui peserta di lapangan, sehingga jangkauannya mengikuti sebaran lapangan di kota ini. Sebagian besar sesi berjalan di sisi timur dan selatan kota, tempat lapangan berdiri lebih rapat, sementara peserta dari kecamatan lain umumnya memilih lapangan terdekat dari rumah atau tempat kerja. Kalau lapangan yang biasa dipakai penuh, tim Edubia menawarkan dua alternatif sebelum jam sesi dikunci.

Catatan penting

Wilayah tempat pelatih tenis Edubia menemui peserta

Sisi timur kota

Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo. Permintaan sesi sore di hari kerja padat di sini, terutama dari peserta dewasa yang pulang kantor.

Sisi selatan kota

Wonokromo, Wonocolo, Gayungan, Jambangan, dan Dukuh Pakis. Banyak peserta anak di wilayah ini mengambil sesi pagi akhir pekan bersama orang tuanya.

Sisi barat kota

Lakarsantri, Sambikerep, Wiyung, Tandes, dan Sukomanunggal. Jarak antar-lapangan lebih jauh di sini, jadi jam sesi dikunci lebih awal supaya pelatih tiba tepat waktu.

Sisi utara dan pusat kota

Tambaksari, Kenjeran, Bulak, Bubutan, Genteng, dan Tegalsari. Sesi sore di dekat pesisir lebih berangin, dan bola tinggi melayang berbeda dari biasanya.

Sidoarjo bagian utara

Waru, Gedangan, Sedati, dan Buduran. Peserta di sini sering berbagi lapangan dengan rombongan kantor, sehingga jam pagi lebih longgar daripada sore.

Sidoarjo tengah dan barat

Sidoarjo, Candi, Taman, Sukodono, dan Krian. Sesi di wilayah ini umumnya diambil dua kali sepekan pada sore hari, dengan lapangan yang sudah dipesan sebulan di muka.

Sesi tenis punya bentuk yang tetap, dan bentuk itu ada alasannya. Otot yang masih dingin mudah cedera saat berhenti mendadak, sementara latihan teknik menuntut kepala yang masih segar. Karena itu pemanasan selalu di depan, materi baru di sepertiga awal, dan permainan sungguhan di penutup. Peserta boleh meminta porsinya diatur ulang, misalnya menambah waktu servis menjelang pertandingan antarteman, dan pelatih menyesuaikan urutannya tanpa menghapus pemanasan.

Sorotan

Urutan satu sesi les tenis 90 menit di lapangan

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Pemanasan dan kerja kaki, 10 menit

    Jalan cepat, lari ringan menyamping, dan putaran bahu. Pergelangan kaki dan bahu mendapat porsi lebih panjang karena keduanya yang menanggung beban tenis.

  2. Reli pendek dari dalam lapangan, 10 menit

    Kedua pihak berdiri dekat garis servis dan memukul pelan. Tujuannya membiasakan mata dan tangan pada bola sebelum ayunan penuh dipakai.

  3. Pukulan dasar dari garis belakang, 25 menit

    Umpan dari keranjang untuk forehand dan backhand, dimulai dari arah tetap lalu diacak. Porsi bagian ini bergeser tiap sesi mengikuti catatan latihan sebelumnya.

  4. Servis dan pengembalian servis, 20 menit

    Jumlah servis dihitung, dan latihan pengembalian diselipkan di antaranya supaya bahu punya jeda pulih di dalam sesi.

  5. Voli dan perpindahan ke depan net, 10 menit

    Peserta memukul satu bola dari garis belakang, maju, lalu menyelesaikan bola berikutnya di depan net. Perpindahan itu yang dilatih, di samping volinya sendiri.

  6. Bermain angka sungguhan, 10 menit

    Peserta dan pelatih memainkan beberapa game dengan hitungan resmi. Bagian ini memperlihatkan apakah teknik tadi bertahan begitu angka mulai dihitung.

  7. Pendinginan dan catatan, 5 menit

    Peregangan bahu, lengan bawah, dan betis, lalu pelatih menutup dengan dua kalimat: apa yang sudah jalan hari itu, dan apa yang jadi pekerjaan rumah.

Pendaftaran les tenis berbeda sedikit dari program di dalam ruangan, sebab ada satu hal tambahan yang wajib disepakati lebih dulu, yaitu lapangannya. Urutan di bawah biasanya rampung dalam 1 sampai 5 hari, dan sesi pertama bisa berjalan pada akhir pekan yang sama kalau lapangan pilihan masih kosong.

Lebih dekat

Empat langkah mendaftar les tenis privat Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Kirim kebutuhan lewat formulir atau WhatsApp

    Sebutkan usia peserta, pengalaman bermain, kecamatan tempat tinggal, dan jam yang memungkinkan. Kalau sudah punya lapangan langganan, sebutkan juga namanya supaya pencarian jadi lebih singkat.

  2. Percakapan singkat soal sasaran dan lapangan

    Tim Edubia menanyakan sasaran peserta, lalu menawarkan pilihan lapangan yang dekat dari alamat berikut jam yang masih kosong. Tarif sewa dan cara pembayarannya disebutkan pengelola lapangan.

  3. Pencocokan pelatih tenis

    Pencocokan dikerjakan tim Edubia dengan menimbang umur dan tingkat main peserta. Peserta tak perlu menyeleksi sendiri, dan pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan kalau gaya melatihnya kurang pas.

  4. Sesi pertama dan pengukuran awal

    Sesi pembuka dipakai mengukur pegangan, langkah, dan napas peserta. Hasilnya menjadi dasar rencana latihan empat sesi berikutnya, dan salinannya dibacakan kepada peserta atau orang tuanya.

Tanya jawab

Sebelum daftar les tenis, apa yang perlu ditanyakan?

Anak saya belum pernah memegang raket. Mulai dari mana?

Sesi pertama tidak dimulai dari memukul. Pelatih mengukur cara berdiri, cara memegang raket, dan seberapa jauh anak sanggup bergerak, lalu mengumpan bola bertekanan rendah yang memantul pelan supaya anak sempat menyiapkan langkah. Bola biasa masuk sesudah ayunannya berdiri sendiri, umumnya di sesi ketiga atau keempat.

Lapangannya siapa yang menyiapkan?

Lapangan dipilih bersama sebelum sesi pertama, mengikuti alamat peserta dan jam yang tersedia. Tim Edubia menawarkan pilihan yang dekat, dan peserta yang punya akses lapangan sendiri di perumahan atau kantor boleh memakainya. Biaya sewa dibayar peserta langsung ke pengelola lapangan, terpisah dari biaya les.

Berapa biaya les tenis privat di Edubia?

Mulai Rp126.100 per sesi untuk sesi 60 menit jenjang SD dengan ritme dua kali sepekan. Sesi 90 menit di jenjang yang sama Rp168.400 per sesi, peserta SMA Rp205.500 per sesi, dan peserta dewasa Rp298.100 per sesi pada ritme yang sama. Sewa lapangan berada di luar angka itu.

Jam berapa sesi tenis biasanya berjalan di Surabaya?

Pagi antara pukul 06.00 dan 08.30, atau sore mulai pukul 15.30. Dua rentang itu dipilih karena lapangan terbuka di kota ini menyimpan panas sepanjang siang, dan latihan panjang di tengah hari lebih banyak menguras peserta daripada memperbaiki tekniknya.

Perlu beli raket sendiri sebelum sesi pertama?

Tidak perlu. Raket ukuran anak dan ukuran dewasa disiapkan peserta untuk sesi awal. Peserta yang sudah yakin melanjutkan biasanya membeli raket sesudah sesi keempat, dan pelatih ikut memeriksa berat, ukuran gagang, serta ketegangan senarnya sebelum peserta membayar di toko.

Umur berapa anak boleh mulai les tenis?

Umumnya sejak tujuh tahun, saat anak sudah bisa mengikuti aba-aba dan berlari menyamping tanpa kehilangan keseimbangan. Anak yang lebih muda tetap bisa ikut memakai raket pendek dan bola bertekanan rendah, dengan porsi sesi yang lebih singkat serta lebih banyak permainan gerak.

Apa bedanya bola latihan dan bola untuk bermain angka?

Bola tenis diisi tekanan, dan tekanannya turun beberapa pekan sesudah kalengnya dibuka walau bolanya jarang dipakai. Bola yang sudah lembek memantul lebih rendah dan memaksa peserta memukul lebih keras. Pelatih memakainya untuk umpan berulang, lalu mengganti bola untuk bagian bermain angka.

Kalau hujan turun, sesinya bagaimana?

Sesi dipindah ke hari lain pada rentang jam yang sama tanpa biaya tambahan. Lapangan keras yang basah menjadi licin dan berbahaya untuk berhenti mendadak, sementara lapangan tanah liat berubah lunak. Kalau hujan datang beberapa hari berturut-turut, pembahasan aturan dan menonton rekaman ayunan bisa diambil di co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi.

Berapa lama sampai bisa bermain reli yang lancar?

Peserta dengan ritme dua kali sepekan umumnya sanggup menjaga reli pendek beberapa pukulan pada bulan pertama, dan bermain game penuh dengan hitungan resmi sekitar bulan ketiga. Kecepatannya lebih ditentukan kerja kaki daripada kekuatan lengan, jadi peserta yang rajin melatih langkah biasanya sampai lebih dulu.

Bagaimana kalau pelatihnya kurang cocok?

Kirim pesan WhatsApp ke Edubia dan terangkan apa yang mengganjal, misalnya cara memberi koreksi atau ritme latihan yang terlalu cepat. Pelatih diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan latihan peserta ikut berpindah sehingga sesi berikutnya melanjutkan dari titik yang sama.

Saya tinggal di Sedati, apakah pelatih tenis masih datang?

Datang. Pelatih tenis Edubia menemui peserta di 31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo, Sedati serta Waru dan Gedangan termasuk di dalamnya. Jadwal ditentukan ketersediaan lapangan di sekitar alamat, jadi jam sesi dikunci sesudah lapangannya disepakati.

Servis saya sering keluar. Bisakah sesi difokuskan ke situ?

Bisa, dan itu permintaan yang sering datang dari peserta dewasa. Pelatih memecah servis menjadi bagian kecil: lambungan tanpa raket, pukulan dari posisi belakang kepala, lalu ayunan utuh. Jumlah servis per sesi tetap dibatasi supaya bahu tak menanggung beban berlebih, jadi latihan voli tetap masuk sebagai jeda.

Apakah sesi tenis selalu satu peserta?

Ya, format program ini privat: satu pelatih menemani satu peserta sepanjang sesi. Di lapangan seluas tenis, format itu yang membuat umpan dari keranjang berjalan tanpa henti dan koreksi ayunan datang pada bola berikutnya. Kalau Anda ingin berlatih berdua dengan saudara atau teman, kirim pesan lebih dulu supaya susunan sesinya disiapkan terpisah.

Apa yang perlu dibawa peserta ke lapangan?

Sepatu bersol datar untuk tenis, kaus yang menyerap keringat, topi, handuk kecil, dan air minum dalam botol besar. Raket dan bola disiapkan pelatih pada sesi awal. Untuk sesi sore di lapangan terbuka, tambahkan satu kaus ganti; kelembapan Surabaya membuat kaus basah jauh sebelum sesi berakhir.

Perlukah ikut pertandingan supaya latihannya berguna?

Tidak. Sebagian besar peserta bermain untuk kesehatan dan kesenangan, dan latihan tetap terarah tanpa target pertandingan. Bagi yang ingin mencoba pertandingan antarteman atau antarkantor, pelatih menyusun beberapa sesi terakhir di permukaan lapangan yang sama dengan tempat bermain nanti.

Saatnya Bertindak

Langkah pertama Anda di kelas tenis dimulai di sini

Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor tenis di Surabaya menyesuaikan dengan jadwal Anda.