Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat

Les Handwriting di Surabaya

Les handwriting Edubia Surabaya adalah pendampingan privat di rumah untuk merapikan tulisan tangan. Sesi 60 menit membereskan posisi duduk, pegangan pensil, lalu bentuk huruf, dan contoh tulisan difoto tiap pekan sebagai pembanding.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les Handwriting di Surabaya

Les Handwriting di Surabaya, apa saja?

Les handwriting Edubia Surabaya adalah pendampingan privat di rumah untuk merapikan tulisan tangan. Sesi 60 menit membereskan posisi duduk, pegangan pensil, lalu bentuk huruf, dan contoh tulisan difoto tiap pekan sebagai pembanding.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat satu tutor satu peserta; tutor menemui peserta di meja belajarnya sendiri di Surabaya, dan area layanan meluas ke Sidoarjo.
Untuk siapa
Anak sekolah dasar yang tulisannya sulit dibaca guru, siswa SMP dan SMA yang tulisannya melambat saat ujian tulis, serta orang dewasa yang ingin tulisan tangannya kembali terbaca orang lain.
Materi yang dipelajari
Posisi duduk dan tinggi meja, sudut kertas, pegangan pensil tiga jari, kendali tekanan, gerak bahu dan lengan, titik mulai dan arah goresan tiap huruf, tinggi huruf dan penempatan pada garis, jarak antar huruf dan antar kata, kecepatan menulis, serta tulisan sambung bila diperlukan.
Tutor pengampu
Tutor terverifikasi yang terbiasa mendampingi anak usia sekolah, memahami penyesuaian untuk peserta kidal, dan terlatih mengurai kebiasaan menulis yang sudah terbentuk bertahun-tahun.
Durasi sesi
60 menit, dipecah menjadi gerak besar, latihan bentuk huruf, menulis yang sungguhan, latihan kecepatan, dan pencatatan hasil.
Ritme belajar
2 sesi per pekan ditambah latihan harian 10 menit di rumah. Ritme lain tersedia dan tarifnya menyesuaikan.
Jumlah peserta
1 peserta didampingi 1 tutor sepanjang sesi, sebab tutor perlu menonton pensilnya bergerak dari dekat.
Biaya
Mulai Rp126.100 per sesi di rumah peserta untuk jenjang sekolah dasar. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi.
Tempat belajar
Meja belajar peserta di rumah, co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, atau online dengan kamera diarahkan ke kertas dari sisi atas.
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah kecamatan tetangga di Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Buduran.
Alat yang dipakai
Pensil kayu segi enam, pensil pendek untuk melatih tumpuan tiga jari, buku bergaris tiga dan bergaris satu, papan tulis kecil, nampan berpasir, serta lembar latihan bergaris. Seluruhnya disiapkan keluarga, di luar tarif sesi.
Laporan perkembangan
Foto satu halaman tulisan tiap pekan yang dibandingkan berjajar, ditambah catatan singkat sesudah tiap sesi berisi huruf yang dikerjakan dan tugas harian pekan itu.

Sebelum mendaftar

Peserta yang cocok dan keadaan yang sebaiknya ditunggu

Peserta yang cocok

  • Anak sekolah dasar yang tulisannya diberi catatan guru karena sulit dibaca
  • Anak yang tangannya cepat pegal sehingga PR menulis berakhir dengan pertengkaran
  • Anak yang huruf b dan d atau p dan q masih tertukar
  • Siswa SMP dan SMA yang tulisannya rapi tetapi kehabisan waktu di soal uraian
  • Anak kidal yang tangannya menutupi tulisan dan bukunya penuh noda tinta
  • Orang dewasa yang pekerjaannya menuntut tulisan tangan terbaca orang lain

Susunan Materi

Susunan materi les menulis tangan dari tubuh ke huruf

Urutannya ditentukan oleh apa yang menahan apa. Bentuk huruf tidak menetap selama bahu belum sanggup menahan lengan, dan jarak antar kata tidak berguna selama hurufnya masih berubah-ubah. Daftar di bawah karena itu dikerjakan berurutan, dan bagian yang sudah beres pada anak Anda dilewati.

  1. 1

    Duduk, tinggi meja, dan sudut kertas

    Sesi pembuka

    Yang dibahas. Tinggi meja diukur dengan siku, pijakan kaki, sandaran punggung, arah miring kertas, letak cahaya, dan tugas tangan yang tidak memegang pensil.

    Jebakan umum. Bagian ini dikira remeh, dan tutor diminta langsung melatih huruf. Padahal anak yang kakinya menggantung memiringkan badan dalam lima menit, dan latihan hari itu berjalan dari posisi yang salah.

    Cara tutor. Tutor memotret posisi duduk anak di sesi pertama dan kelima, lalu menunjukkan keduanya berdampingan kepada orang tua. Penyesuaiannya memakai barang yang sudah ada di rumah, jadi bisa diulang tiap hari.

  2. 2

    Tumpuan tiga jari dan kendali tekanan

    Sesi 1 sampai 3

    Yang dibahas. Letak ibu jari, telunjuk, dan jari tengah pada batang pensil, tugas jari manis dan kelingking sebagai penyangga, serta seberapa kuat pensil perlu ditekan.

    Jebakan umum. Anak memperbaiki pegangan lalu kembali ke pegangan lama dalam dua menit begitu perhatiannya pindah ke isi tulisan. Menegur berulang di titik ini justru membuat anak menghindari menulis.

    Cara tutor. Bentuk pegangan diubah lewat alat: pensil pendek dua ruas jari, batang segi enam, dan bola kertas kecil di jari manis. Alat mengerjakan koreksinya sendiri, sehingga tutor bebas mengurus bagian lain.

  3. 3

    Gerak bahu dan lengan sebelum gerak jari

    Sesi 2 sampai 5

    Yang dibahas. Pola berulang berukuran besar di papan tegak, gerakan huruf di udara dengan lengan lurus, dan penelusuran di nampan berpasir sebagai umpan balik raba.

    Jebakan umum. Bagian ini terlihat seperti bermain, jadi mudah dilewati demi latihan yang tampak serius. Anak yang melompatinya menghasilkan huruf rapi selama diawasi dan kehilangannya begitu menulis sendirian.

    Cara tutor. Tutor menaruhnya di sepuluh menit pertama tiap sesi sebagai pemanasan tetap, sehingga porsinya tidak pernah hilang dan tidak memakan waktu latihan huruf.

  4. 4

    Titik mulai dan arah goresan tiap huruf

    Sesi 4 sampai 8

    Yang dibahas. Dari mana tiap huruf dimulai, ke arah mana ia ditarik, dan di titik mana pensil boleh diangkat. Huruf dikerjakan satu atau dua per sesi.

    Jebakan umum. Huruf yang dibuat dari bawah ke atas atau dari dua potongan terpisah tetap terbaca di ukuran besar, jadi kesalahannya tak terlihat sampai tulisan mengecil dan temponya naik.

    Cara tutor. Tutor duduk di sisi tangan yang menulis dan menonton pensilnya bergerak, sehingga kekeliruan tertangkap saat terjadi. Sepuluh pengulangan pertama tiap huruf ditunggui supaya pola yang salah tak sempat mengeras.

  5. 5

    Huruf tertukar dan huruf terbalik

    Menyesuaikan temuan

    Yang dibahas. Pasangan b dan d, p dan q, n dan u, serta angka 6 dan 9. Pembedanya di titik mulai, dan ke sanalah latihannya diarahkan.

    Jebakan umum. Huruf terbalik pada anak kelas satu dan dua masih lazim dalam perkembangan menulis. Menghukum atau mencemaskannya terlalu awal menambah beban tanpa mempercepat apa pun.

    Cara tutor. Tutor mencatat berapa kali huruf tertukar muncul dalam satu halaman tiap pekan, sehingga arah perubahannya terlihat sebagai angka. Kalau angkanya menetap sesudah beberapa bulan, temuan itu disampaikan apa adanya.

  6. 6

    Tinggi huruf dan penempatan pada garis

    Sesi 6 sampai 10

    Yang dibahas. Tiga lapis satu baris tulisan: badan huruf, huruf berkepala yang naik, dan huruf berekor yang turun. Termasuk pilihan buku bergaris tiga, kotak-kotak, atau bergaris satu.

    Jebakan umum. Anak dipindahkan ke buku bergaris satu terlalu cepat karena sekolah memakainya, lalu tinggi hurufnya berantakan lagi dan orang tua mengira latihan sebelumnya sia-sia.

    Cara tutor. Perpindahan buku dikerjakan bertahap, dengan garis dasar ditebalkan spidol lalu ketebalannya dikurangi pekan demi pekan sampai buku sekolah dipakai apa adanya.

  7. 7

    Jarak antar huruf dan antar kata

    Sesi 8 sampai 12

    Yang dibahas. Penakar jarak dengan jari kelingking, potongan stik, dan lebar huruf o, disesuaikan dengan ukuran tulisan anak.

    Jebakan umum. Penakar jari dipakai sampai kelas atas, padahal jari anak tumbuh lebih cepat daripada tulisannya mengecil, sehingga kata-katanya jadi terlalu renggang.

    Cara tutor. Penakar diganti mengikuti ukuran tulisan, lalu dilepas begitu tangan menakar sendiri. Tutor mengukur kemajuannya dengan menghitung kata per baris pada halaman yang sama tiap bulan.

  8. 8

    Kecepatan menulis tanpa kehilangan bentuk

    Menjelang ujian

    Yang dibahas. Pengukuran waktu menyalin paragraf tetap, latihan tiga putaran dengan tempo naik, pengurangan angkat pensil, dan menyalin dari jauh.

    Jebakan umum. Kecepatan dikejar sebelum bentuk hurufnya stabil. Hasilnya tulisan yang cepat sekaligus tak terbaca, dan pekerjaan berbulan-bulan terhapus dalam beberapa pekan.

    Cara tutor. Tutor membuka bagian ini sesudah bentuk huruf bertahan pada halaman penuh. Batas kecepatannya ditentukan anak sendiri lewat latihan tiga putaran, sehingga ia melihat di titik mana bentuknya goyah.

  9. 9

    Tulisan sambung bila memang menolong

    Bagian pilihan

    Yang dibahas. Pasangan huruf yang mudah disambung, sambung sebagian sebagai jalan tengah, dan pertimbangan sekolah yang meminta tulisan lepas.

    Jebakan umum. Tulisan sambung diminta karena terlihat lebih dewasa, padahal huruf lepas anak belum menetap. Dua pekerjaan yang belum selesai lalu bertumpuk.

    Cara tutor. Tutor menilai kesiapannya lewat satu halaman tulisan lepas yang bentuknya bertahan sampai baris terakhir. Sebelum itu tercapai, bagian ini ditunda dan dikatakan terus terang kepada orang tua.

Yang membedakan

Nilai lebih paket les handwriting ini

Sesi pembuka dipakai mengukur meja dan kursi

Tinggi meja dan kursi dibereskan sebelum satu huruf dilatih, sebab postur yang salah membatalkan latihan sebaik apa pun.

Pegangan pensil dibereskan sebelum bentuk huruf

Tumpuan tiga jari dan kendali tekanan dikerjakan lebih dulu, supaya tangan sanggup menulis satu halaman penuh tanpa pegal.

Latihan gerak besar mendahului buku bergaris

Papan tulis kecil, gerakan di udara, dan nampan berpasir menguatkan bahu, sehingga jari berhenti mengerjakan dua tugas sekaligus.

Foto tulisan tiap pekan dibandingkan berjajar

Kemajuan menulis terlalu perlahan untuk terasa harian. Foto berurutan membuat jarak delapan pekan terlihat dalam satu layar.

Penyesuaian tersendiri untuk peserta kidal

Arah miring kertas, letak lampu, posisi pegangan, dan pilihan buku diatur berbeda supaya tangan berhenti menutupi tulisan.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Memperbaiki tulisan menuntut anak mau menunjukkan halaman yang ia malu perlihatkan. Kalau kecocokan itu tak terjadi, tutor diganti.

Perjalanan peserta

Perjalanan les menulis tangan dari halaman pertama sampai tulisan sekolah

Patokan waktu di bawah dihitung pada ritme dua sesi per pekan ditambah latihan harian sepuluh menit. Anak yang lebih muda bergerak lebih cepat, dan kebiasaan menulis yang sudah terbentuk bertahun-tahun perlu waktu lebih panjang di dua tahap pertama.

  1. 01
    Sesi 1 dan 2

    Pekan pertama: halaman awal difoto dan meja diukur

    Satu halaman PR disimpan sebagai pembanding, lalu tinggi meja, kursi, arah kertas, dan isi kotak pensil dibereskan.

  2. 02
    Sesi 5 dan 6

    Pekan ketiga: tangan berhenti cepat pegal

    Pegangan tiga jari bertahan sepanjang sesi dan tekanan pensil turun. Anak menyelesaikan PR tanpa berhenti memijat jari.

  3. 03
    Sesi 9 sampai 16

    Bulan kedua: bahu sanggup menahan satu halaman

    Latihan gerak besar berbuah: bentuk huruf yang dilatih bertahan sampai baris terakhir, tanda bagian huruf boleh diperdalam.

  4. 04
    Sesi 17 sampai 24

    Bulan ketiga: huruf bermasalah tinggal sedikit

    Daftar huruf bermasalah menyusut jadi satu atau dua. Pekerjaan berpindah ke tinggi huruf, garis, dan jarak antar kata.

  5. 05
    Sesi 25 sampai 32

    Bulan keempat: diuji pada tugas sekolah nyata

    Latihan pindah ke buku sekolah dan meninggalkan lembar cetakan. Guru biasanya yang lebih dulu menyampaikan catatan anak sudah terbaca.

  6. 06
    Menyesuaikan target

    Sesudah bentuknya stabil: kecepatan dinaikkan

    Tahap terakhir untuk peserta yang mengejar ujian tulis. Waktu menyalin paragraf tetap dicatat tiap pekan sampai tulisan cepat dan tetap terbaca.

Yang Anda terima

Isi program les menulis tangan yang Anda bayar

Pemetaan tulisan di pertemuan pembuka

Huruf mana yang bermasalah, di titik mana tangan lelah, dan apa yang dikerjakan lebih dulu.

Penataan meja, kursi, dan kotak pensil

Dikerjakan di rumah dengan barang yang sudah ada, lalu difoto supaya posisinya bisa dikembalikan.

Lembar latihan yang dicetak sesuai huruf anak

Berganti tiap pekan mengikuti huruf yang dikerjakan, jadi anak tidak melatih huruf yang sudah benar.

Daftar alat bantu yang tutor sebutkan sesudah pemetaan

Pensil segi enam, pensil pendek, papan tulis kecil, dan nampan berpasir, dibeli keluarga sesudah jelas mana yang cocok untuk tangan anak.

Foto tulisan pekanan berikut perbandingannya

Diambil dengan cahaya dan jarak yang sama, lalu disusun berjajar supaya perubahan halus terlihat.

Catatan singkat sesudah tiap pertemuan

Huruf yang dikerjakan, yang membaik, dan tugas harian pekan itu, sengaja pendek supaya dibaca.

Penyesuaian untuk tangan kiri bila diperlukan

Arah kertas, letak lampu, jenis buku tulis, dan posisi pegangan diatur ulang tanpa tambahan biaya.

Tugas harian yang bisa dikerjakan tanpa didampingi

Sepuluh menit sehari dengan pensil dan meja yang sama; orang tua cukup menyiapkan waktunya.

Bukti kepercayaan

4,9 /5

dari 1.200 ulasan wali dan siswa di Surabaya

2.500+
tutor terverifikasi
1-on-1
satu tutor satu siswa
1.200+
siswa didampingi
Daftar Sekarang

Fleksibel

Pilih format les handwriting yang cocok dengan rutinitas keluarga

Tutor handwriting datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Les handwriting Surabaya yang dimulai dari cara anak duduk

Les handwriting Edubia di Surabaya adalah pendampingan privat yang merapikan tulisan tangan mulai dari tubuh yang memegang pensil. Satu sesi 60 menit berjalan di meja belajar anak sendiri, dan tutor memeriksa posisi duduk, tinggi meja, sudut kertas, serta cara pensil dipegang sebelum satu huruf disentuh.

Orang tua yang membuka halaman ini biasanya sudah lama mengingatkan. Sudah diminta pelan-pelan, sudah dibelikan buku latihan, sudah dijanjikan hadiah, dan tulisannya tetap begitu. Yang jarang terpikir: tulisan berantakan hampir selalu perkara tubuh. Anak yang bahunya belum kuat memakai jari untuk pekerjaan bahu, dan jari lelah lebih cepat. Anak yang kakinya menggantung memiringkan badan, lalu kertasnya ikut miring dan barisnya menurun. Anak yang memegang pensil terlalu erat berhenti karena pegal.

Tak satu pun selesai dengan mengingatkan lebih keras. Karena itu sesi pertama les menulis tangan Edubia dipakai untuk mengukur dan menata: tinggi meja diukur dengan siku anak, kursi dialasi supaya telapak kaki menapak, kotak pensil dibongkar bersama, dan satu halaman tulisan difoto sebagai titik awal. Baru sesudah itu huruf dikerjakan.

Pemeriksaan ini memakan sekitar sepuluh menit dan hasilnya dipakai sepanjang program. Orang tua sering terkejut melihat betapa banyak yang berubah hanya karena meja belajar di kamar anak setinggi meja makan dewasa. Di rumah-rumah di Rungkut dan Gubeng yang kamarnya ringkas, meja belajar kerap dibeli sekali untuk dipakai sampai SMA, sehingga anak kelas dua duduk di meja untuk tubuh jauh lebih tinggi.

Tutor tidak meminta orang tua membeli perabot baru. Penyesuaiannya memakai barang yang sudah ada di rumah: buku tebal sebagai pijakan kaki, bantal tipis di kursi, dan selotip kertas penanda letak kertas. Yang penting posisinya terulang sama tiap hari, sebab tangan menyimpan kebiasaan lewat pengulangan.

Rincian

Lima hal yang tutor periksa sebelum sesi menulis dimulai

Tinggi meja diukur dengan siku anak

Lengan bawah diletakkan di meja dengan bahu turun santai. Bahu yang ikut naik berarti meja terlalu tinggi. Dada yang menempel meja berarti terlalu rendah, dan tulisan akan mengecil.

Telapak kaki yang menapak lantai

Kaki menggantung membuat badan mencari tumpuan lain, biasanya siku yang menekan meja. Tumpukan buku setinggi sejengkal sering cukup mengubah seluruh postur.

Sudut kertas mengikuti tangan yang menulis

Kertas dimiringkan sampai sisi atasnya condong ke bahu tangan yang memegang pensil. Kertas lurus memaksa pergelangan memutar atau kepala miring, dan barisnya melengkung ke bawah.

Tangan satunya menahan kertas

Tangan yang tidak memegang pensil bertugas menahan kertas dan menggesernya saat baris berpindah. Anak yang tangan satunya di pangkuan menulis di kertas yang bergerak, dan tulisannya ikut bergoyang.

Cahaya yang tidak tertutup punggung tangan

Lampu dari sisi tangan yang menulis menjatuhkan bayangan tepat di baris yang dikerjakan. Anak memiringkan kepala untuk melihat, dan postur yang baru diperbaiki runtuh lagi.

Cara memegang pensil yang tutor perbaiki lebih dulu

Pegangan yang dipakai sebagian besar orang bertumpu pada tiga jari. Ibu jari dan telunjuk menjepit batang pensil, jari tengah menopang dari bawah, jari manis dan kelingking terlipat ke telapak sebagai penyangga. Pergelangan menyentuh meja, jadi jari membentuk huruf dan lengan bergeser saat baris berpindah.

Yang sering terjadi berbeda. Anak menjepit pensil dengan empat jari sekaligus, ibu jarinya menyilang menutupi telunjuk, atau seluruh telapak membungkus batangnya seperti memegang sendok. Ketiga bentuk itu masih menghasilkan huruf terbaca, dan karena itu ia bertahan bertahun-tahun. Harganya terasa saat tugas menulis memanjang: tangan lelah di paragraf kedua, tulisan mengecil atau membesar, dan anak menghindari tugas menulis.

Tutor tidak memaksa pegangan berubah dalam satu sesi. Kebiasaan memegang terbentuk selama ribuan kali menulis. Yang dipakai alat bantu sederhana: pensil segi enam bersisi datar untuk menahan jari, pensil pendek dua ruas jari yang membuat empat jari mustahil dipakai sekaligus, dan bola kertas kecil di jari manis supaya ia ingat tugasnya menyangga.

Sorotan

Tanda genggaman terlalu kuat yang terlihat di sesi les

Tanda ini muncul di halaman ketiga, saat tangan anak mulai lelah.

Buku jari memutih saat menulis

Warna kulit di sendi jari memucat karena aliran darah tertahan. Tutor memotretnya lalu menunjukkannya, sebab anak jarang sadar sedang menekan sekuat itu.

Lekukan kertas terasa di halaman berikutnya

Balik satu halaman lalu raba permukaannya. Bentuk huruf yang terasa timbul di sisi sebaliknya menandakan tekanan pensil jauh di atas yang diperlukan.

Ujung pensil sering patah

Pensil yang diserut tiga kali dalam satu sesi PR sudah cukup jadi keterangan. Pensil yang lebih lunak meringankan sebagian, sisanya dikerjakan lewat latihan tekanan.

Tangan minta berhenti sesudah beberapa baris

Anak mengibaskan tangan, memijat jari, atau menaruh pensil tiap beberapa kalimat. Keluhan tubuh ini nyata dan layak ditanggapi.

Huruf membesar dan miring menjelang akhir halaman

Bandingkan baris pertama dengan baris terakhir di halaman yang sama. Perubahan ukuran dan kemiringan yang mencolok menandakan otot kehabisan tenaga sebelum tugasnya selesai.

Kenapa sesi awal les menulis berlatih di papan dan di udara

Menulis memakai dua kelompok otot dengan tugas berbeda. Bahu dan lengan atas menahan posisi tangan. Jari dan pergelangan mengerjakan gerakan halus yang membentuk huruf. Kalau kelompok pertama belum kuat, kelompok kedua mengambil alih dua pekerjaan sekaligus, dan pekerjaan halus yang dikorbankan lebih dulu.

Karena itu latihan di Edubia bergerak dari besar ke kecil. Anak menulis huruf setinggi lengan di papan tulis kecil yang ditempel di dinding, menuliskannya di udara dengan lengan lurus, lalu menariknya di nampan berisi pasir. Ukuran besar memaksa bahu bekerja, dan permukaan tegak menaruh pergelangan pada posisi yang dipakai di kertas.

Urutan ini menghemat waktu berbulan-bulan. Anak yang langsung dilatih di buku bergaris bisa membuat huruf rapi selama tutor mengawasi. Begitu ia menulis satu paragraf sendirian, bahunya lelah, jari mengambil alih, dan bentuk yang baru dilatih hilang. Latihan itu berhasil di sesi dan gagal di sekolah, lalu diulang tanpa pernah menetap.

Bentuk huruf: titik mulai dan arah goresan di sesi privat

Dua anak bisa menghasilkan huruf a yang sama-sama terbaca lewat jalan yang berlainan. Yang satu memulai dari sisi kanan atas, memutar berlawanan arah jarum jam, menutup lingkaran, lalu menarik garis turun. Yang lain menggambar bulatan dari bawah, mengangkat pensil, dan menempelkan garis di sebelahnya. Di ukuran besar keduanya rapi. Di ukuran kecil dan tempo cepat, cara kedua runtuh, sebab tiap huruf menuntut dua kali angkat pensil dan dua kali membidik ulang.

Karena itu tutor memeriksa jalannya, tidak cuma hasilnya. Ia duduk di sisi tangan yang menulis dan menonton pensilnya bergerak, mencatat huruf mana yang dimulai dari titik menyulitkan, mana yang ditarik berlawanan arah tulisan, dan di mana pensil terangkat tanpa perlu.

Perbaikannya dikerjakan satu huruf per sesi, kadang dua kalau gerakannya bersaudara. Huruf yang sudah benar dibiarkan, sebab memperbaiki dua puluh enam huruf sekaligus menghabiskan tenaga anak tanpa satu pun menetap. Daftar huruf bermasalah biasanya lebih pendek daripada dugaan: empat sampai tujuh huruf.

Huruf dikelompokkan menurut gerak tangannya, dan urutan abjad ditinggalkan. Anak yang berlatih a lalu b lalu c berpindah gerak tiga kali dalam tiga huruf. Anak yang berlatih c, a, d, g, o, dan q mengerjakan gerak memutar yang sama enam kali, dan pengulangan itulah yang menanamkan polanya.

Ini juga menjelaskan kenapa perbaikan datang berombongan: begitu gerak memutar berlawanan arah jarum jam otomatis, enam huruf membaik bersamaan.

Yang perlu diketahui

Kelompok huruf yang dilatih tutor secara terpisah

Huruf turun lurus: i, l, t

Semuanya dimulai dari atas dan ditarik lurus ke bawah. Kelompok ini melatih titik mulai yang tetap sekaligus mengukur apakah garis anak masih bergelombang.

Huruf berputar: c, a, d, g, o, q

Satu gerak memutar yang sama menjadi enam huruf berbeda. Putaran yang dimulai dari titik keliru menghasilkan huruf terbaca tetapi selalu lambat, sebab tangannya menempuh jalur lebih panjang.

Huruf berpunggung lengkung: n, m, h, r, b, p

Garis turun lalu naik dan melengkung ke kanan. Kelompok ini yang menghasilkan tulisan berpaku-paku, sebab lengkungannya dipipihkan sampai n dan u sulit dibedakan.

Huruf menyudut: v, w, x, y, z, k

Gerak yang berhenti mendadak lalu berbalik arah. Kelompok ini menuntut kendali tekanan; tekanan berlebih membulatkan sudutnya atau menyobek kertas.

Huruf yang sering tertukar: b dan d, p dan q

Pembedanya titik mulai, dan itulah yang dilatih. Huruf b dimulai dari garis turun lalu perutnya ditarik ke kanan; huruf d dimulai dari putaran lalu garisnya berdiri di kanan.

Tinggi huruf dan garis buku dalam latihan tiap sesi

Sesudah bentuknya benar, pekerjaan berikutnya menaruh huruf pada tempatnya. Satu baris tulisan punya tiga lapis: badan huruf yang duduk di antara dua garis, huruf berkepala seperti b, d, h, k, l, dan t yang naik ke lapis atas, serta huruf berekor seperti g, j, p, q, dan y yang turun melewati garis dasar. Tulisan yang sulit dibaca guru sering datang dari ketiga lapis yang bercampur: ekor huruf g berhenti di garis, kepala huruf l setinggi badan huruf a, dan mata pembaca kehilangan patokan.

Buku yang dipakai ikut menentukan. Buku bergaris tiga memberi patokan yang terlihat, dan tutor memakainya selama lapisan itu dilatih. Buku kotak-kotak menolong anak yang hurufnya melebar, sebab satu kotak jadi batas satu huruf. Perpindahan ke buku bergaris satu, yang dipakai sekolah sejak kelas tiga, dikerjakan bertahap.

Keseragaman tinggi diperiksa dengan cara yang bisa ditiru di rumah. Bandingkan huruf a di kata pertama dengan huruf a di baris terakhir pada halaman yang sama. Kalau yang kedua lebih besar atau lebih rebah, yang perlu dikerjakan daya tahan otot lewat latihan gerak besar. Kalau berantakan sejak baris pertama, yang perlu dikerjakan patokan garisnya.

Ringkasnya

Alat sederhana untuk jarak antar kata di kelas menulis

Empat penakar ini dipakai bergantian sampai tangan tidak memerlukannya lagi.

Jari kelingking sebagai penakar jarak

Sesudah satu kata selesai, kelingking tangan yang menahan kertas diletakkan di sebelahnya, dan kata berikutnya dimulai di ujung kuku. Cocok untuk tulisan besar di kelas satu dan dua.

Potongan stik es krim di antara kata

Untuk anak yang jarinya terlalu lebar dibanding tulisannya. Stik ditaruh, kata berikutnya ditulis, stik digeser. Benda yang harus dipindahkan memaksa jeda sejenak, dan jeda itu bagian latihannya.

Lebar huruf o sebagai ukuran

Penakar untuk tulisan yang sudah mengecil, biasanya sejak kelas empat. Anak membayangkan satu huruf o muat di antara dua kata, dan ukurannya ikut mengecil seiring tulisannya.

Garis dasar yang ditebalkan dengan spidol

Satu garis di buku ditebalkan supaya terlihat jelas, lalu ketebalannya dikurangi pekan demi pekan sampai buku kembali biasa. Anak yang hurufnya melayang di atas garis lekas berubah lewat cara ini.

Sesi les untuk siswa SMP dan SMA yang tulisannya melambat saat ujian

Ada kelompok peserta yang tulisannya rapi dan tetap bermasalah. Mereka anak SMP dan SMA yang menulis hati-hati, hurufnya terbaca, dan waktunya habis di soal uraian nomor tiga. Tulisan yang bagus tetapi lambat meninggalkan lembar jawaban kosong di bagian bawah, dan nilainya tidak menggambarkan apa yang mereka kuasai.

Menaikkan kecepatan tanpa kehilangan bentuk punya urutan yang jelas. Tutor mengukur dulu: satu paragraf yang sama disalin tiap pekan, waktunya dicatat, hasilnya disimpan berjajar. Angka itu memberi patokan jujur, sebab rasa cepat dan cepat yang sesungguhnya sering berjauhan. Sesudah itu tempo dinaikkan lewat latihan tiga putaran: kalimat yang sama ditulis serapi mungkin, lalu sedikit lebih cepat, lalu secepat yang masih terbaca orang lain.

Dua hal lain memangkas waktu tanpa menyentuh kecepatan tangan. Yang pertama mengurangi angkat pensil, sebab tiap kali pensil naik turun, mata membidik ulang titik mulainya. Yang kedua menyalin dari jauh, dari papan atau buku di samping, sehingga anak terbiasa memegang beberapa kata dalam ingatan.

Peserta kidal: penyesuaian yang tutor siapkan sejak sesi pertama

Anak kidal menulis melawan arah tulisannya sendiri. Tangan bergerak menuju kata yang baru selesai, jadi tulisan tertutup punggung tangan dan tinta yang belum kering ikut terusap. Bagian ini sering terlewat, dan anak kidal lalu dianggap ceroboh padahal ia mengatasi masalah yang tak dihadapi teman sebangkunya.

Penyesuaiannya berurutan. Kertas dimiringkan berlawanan dari anak bertangan kanan, sehingga sisi atasnya condong ke kanan dan pergelangan tetap di bawah baris. Pensil dipegang lebih jauh dari ujungnya supaya huruf yang baru ditulis terlihat. Lampu ditaruh di sisi kanan supaya bayangan tidak jatuh ke baris yang dikerjakan. Di meja berdua, ia mengambil sisi kiri supaya sikunya tidak beradu.

Alat tulisnya pun dipilih berbeda. Pena bertinta cepat kering mengurangi noda, buku jahit atau lem lebih nyaman daripada buku berspiral yang gelungnya menghalangi telapak, dan penggaris berangka dari kanan menghemat sekali putar. Satu hal yang tidak dikerjakan tutor Edubia: memindahkan anak menulis dengan tangan kanan. Tangan yang dipilih tubuh yang dipakai, dan yang diubah lingkungannya.

Tulisan sambung: kapan tutor memulainya dan kapan ia ditunda

Tulisan sambung punya dua wajah, dan mana yang muncul bergantung pada keadaan anak. Ia menolong ketika tulisan lepas sudah stabil bentuknya tetapi lambat karena pensil naik turun di tiap huruf. Menyambung memangkas angkat pensil, menyeragamkan jarak antar huruf, dan sering menyelesaikan kebingungan b dan d karena arah masuk ke tiap huruf berbeda.

Ia menambah beban ketika bentuk huruf lepasnya belum menetap. Anak yang ragu di mana huruf a dimulai makin ragu ketika a disambung dari huruf sebelumnya, dan dua pekerjaan yang belum selesai bertumpuk. Sekolah yang meminta tugas ditulis lepas juga jadi pertimbangan, sebab anak yang berlatih sambung di rumah lalu menulis lepas di kelas mengerjakan dua gaya sekaligus.

Jalan tengah yang dipakai tutor sambung sebagian. Hanya pasangan huruf yang mudah disambung yang dilatih, misalnya huruf yang berakhir di garis dasar bertemu huruf berikutnya, sementara huruf berekor berdiri sendiri. Keputusan melanjutkan ke sambung penuh diambil sesudah beberapa pekan.

Tanda yang membuat tutor menyarankan pemeriksaan tenaga profesional

Sebagian besar tulisan yang berantakan membaik dengan latihan terarah. Sebagian kecil tidak, dan halaman ini akan tidak jujur kalau berpura-pura semuanya sama. Tanda yang bisa diamati siapa pun di rumah, dan layak dibawa ke tenaga yang berwenang: anak mengeluh nyeri di tangan atau lengan saat menulis; tangan lelah sampai anak menolak menulis meski meja, kursi, dan pegangan pensil sudah diperbaiki; tulisan tidak berubah sesudah berbulan-bulan latihan tertib; kesulitan serupa muncul pada gerak halus lain seperti mengancingkan baju atau mengikat tali sepatu; anak mendekatkan wajah ke kertas tiap kali menulis.

Edubia tidak melakukan penilaian klinis dan tidak memberi diagnosis. Tutor mencatat apa yang terlihat selama sesi, apa adanya, lalu menyampaikannya kepada orang tua. Keputusan pemeriksaan dan penanganan berada di tangan tenaga profesional yang berwenang, misalnya dokter anak, psikolog, terapis okupasi, atau dokter mata.

Selama pemeriksaan berjalan, sesi les tetap boleh diteruskan, dan isinya disesuaikan supaya tidak bertabrakan dengan arahan tenaga yang menangani. Yang tidak akan Anda dengar dari halaman ini maupun dari tutor kami: nama gangguan sebagai kesimpulan, atau janji bahwa les menyembuhkan sesuatu.

Sesi menulis menuntut meja dan kursi yang tingginya pas, dan meja itu ada di rumah anak sendiri. Karena itu tutor Edubia mendatangi alamat peserta, dan penyesuaian di sesi pertama berlaku untuk semua PR sesudahnya. Menata posisi di meja pinjaman tidak berguna kalau meja di kamar anak tetap terlalu tinggi.

Perjalanan tutor menuju alamat Anda di dalam Kota Surabaya tidak ditagih terpisah. Kalau rumah sedang ramai, sesi bisa dipindahkan ke co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi, dan keluarga cukup membawa pengganjal kursi supaya tinggi mejanya tetap sesuai.

Detail

Wilayah les menulis tangan di Surabaya dan kota tetangganya

01

Surabaya Timur: Gubeng, Sukolilo, Rungkut, Mulyorejo

Permintaan sesi sore di wilayah ini padat sepanjang tahun. Tutornya terbiasa dengan jam pulang sekolah yang berbeda-beda dan menaruh sesi sebelum anak kehabisan tenaga.

02

Surabaya Selatan: Wonokromo, Wonocolo, Gayungan, Jambangan

Banyak peserta di sini memilih dua sesi pekanan pada hari kerja. Union Space Sidosermo di Wonocolo jadi pilihan cadangan saat rumah sedang direnovasi.

03

Surabaya Pusat dan Utara: Genteng, Tegalsari, Bubutan, Tambaksari

Kantor Edubia di Tegalsari, sehingga penjadwalan ulang di area ini cepat terkonfirmasi. NextSpace Kenjeran di Tambaksari melayani peserta sisi utara.

04

Surabaya Barat: Lakarsantri, Wiyung, Sambikerep, Tandes

Jarak antar perumahan di sisi barat lebih lebar, jadi tutornya memegang jadwal blok dua sesi berurutan di satu kawasan. Permintaan Sabtu pagi cepat penuh.

05

Kota tetangga: Waru, Gedangan, Buduran, Taman, Sidoarjo

Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Surabaya memakai ketentuan tarif yang sama. Untuk alamat lebih jauh seperti Krian atau Candi, tim menyampaikan ketersediaan tutor sebelum jadwal disepakati.

Biaya les handwriting per sesi dan yang sudah termasuk

Les handwriting improvement Edubia untuk peserta jenjang sekolah dasar dimulai dari Rp126.100 per sesi 60 menit, dihitung pada ritme dua sesi per pekan di rumah peserta di Surabaya. Besarnya bergeser mengikuti jenjang peserta dan jumlah sesi per bulan. Untuk peserta dewasa dengan satu sesi per pekan, tarifnya naik sampai sekitar Rp222.800 per sesi.

Tarif itu sudah memuat bagian yang membuat program berjalan: pemetaan tulisan di sesi pertama, susunan lembar latihan yang mengikuti huruf yang sedang dikerjakan, foto contoh tulisan tiap pekan berikut perbandingannya, dan catatan singkat sesudah tiap pertemuan. Alat tulis dan bahannya, dari pengganjal jari sampai pensil segi enam dan papan tulis kecil, disiapkan keluarga di luar tarif sesudah tutor menyebutkan mana yang cocok.

Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi. Sesi online tersedia untuk keluarga yang jadwalnya sempit, dengan kamera ponsel diarahkan ke kertas dari sisi atas sehingga tutor melihat tangan, pensil, dan garis sekaligus. Untuk menata posisi duduk, tatap muka tetap lebih tepat.

Latihan harian sepuluh menit di antara dua sesi les

Gerakan menulis tersimpan lewat pengulangan yang sering dan pendek. Sepuluh menit tiap hari mengubah tulisan lebih cepat daripada satu jam sekali sepekan: tangan anak kehabisan tenaga jauh sebelum jam itu selesai, sehingga separuh terakhirnya melatih kebiasaan yang ingin dihilangkan.

Tutor meninggalkan satu tugas kecil yang bisa dikerjakan tanpa pendampingan. Isinya berganti mengikuti bagian yang dikerjakan: menelusuri satu kelompok huruf, menyalin dua kalimat dari buku kesukaan anak, atau menulis daftar belanja keluarga. Tugas ditaruh di meja yang sudah disesuaikan, dengan pensil yang sama, pada jam yang kira-kira sama tiap hari.

Peran orang tua di bagian ini ringan dan penting. Tidak perlu menilai hasilnya atau menyuruh mengulang. Cukup pastikan waktunya ada, pensilnya runcing, dan mejanya kosong. Kalau anak pegal sebelum sepuluh menit habis, hentikan dan sampaikan ke tutor.

Foto tulisan tiap pekan dipakai untuk hal yang sulit dilihat harian. Kemajuan menulis datang bertahap dan hampir tidak terasa saat Anda melihatnya tiap malam. Berjajar dalam satu layar, jarak antara halaman pekan pertama dan pekan kedelapan biasanya lebih jelas daripada dugaan.

Enam puluh menit dipilih karena tangan anak sekolah dasar minta berhenti sesudah sepuluh menit menulis terarah. Sesi yang lebih panjang berubah menjadi latihan menahan lelah, dan tulisan di menit terakhir mengajarkan kebiasaan yang salah.

Maka satu jam itu dipecah menjadi lima bagian pendek. Bagian yang menuntut ketelitian ditaruh saat tangan masih segar, dan bagian santai dipakai sebagai jeda tanpa menghentikan sesi.

Poin penting

Urutan latihan dalam satu sesi les menulis tangan

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Sepuluh menit pertama: gerak besar

    Papan tulis kecil, gerakan di udara, dan pola berulang seperti gelung dan zigzag. Bagian ini menghangatkan bahu sekaligus mengingatkan arah gerak huruf pekan itu.

  2. Lima belas menit: bentuk huruf yang sedang dikerjakan

    Satu atau dua huruf per sesi, ditelusuri dari titik mulainya, diulang dalam ukuran yang mengecil. Tutor menunggui sepuluh pengulangan pertama, sebab huruf yang salah sejak awal diulang salah sampai akhir.

  3. Dua puluh menit: menulis yang sungguhan

    Anak menyalin catatan sekolah, mengerjakan soal, atau menulis kalimat dari dikte pendek. Di sinilah terbukti latihan tadi terbawa ke tulisan sehari-hari.

  4. Sepuluh menit: menaikkan kecepatan

    Satu kalimat pendek ditulis tiga kali dengan tempo naik. Anak melihat sendiri di percepatan keberapa bentuknya goyah, dan angka itu jadi batas pekan berikutnya.

  5. Lima menit penutup: foto dan catatan

    Satu halaman hasil sesi difoto dengan cahaya yang sama seperti pekan lalu, lalu tutor menulis catatan singkat: apa yang membaik, apa yang dilatih di rumah, dan berapa lama.

Pendaftaran dimulai dari satu benda yang sudah Anda miliki: selembar tulisan anak. Halaman PR biasa, tanpa disuruh menulis serapi mungkin, lebih berguna daripada lembar latihan yang dikerjakan khusus untuk dikirim. Tim Edubia memakainya untuk memperkirakan lama program dan tutor yang cocok.

Lebih dekat

Cara mendaftar les menulis tangan di Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Kirim foto satu halaman tulisan anak

    Foto halaman PR apa adanya, diambil lurus dari atas dengan cahaya cukup. Sebutkan kelas anak sekarang, tangan mana yang dipakai menulis, dan keluhan yang berulang Anda dengar dari gurunya.

  2. Bicarakan tujuannya bersama tim

    Tujuan berbeda menghasilkan program berbeda. Anak kelas dua yang hurufnya masih terbalik dan anak kelas delapan yang kehabisan waktu ujian dikerjakan lewat jalan berlainan sejak sesi pertama.

  3. Kami memilihkan tutor dan menyusun jadwal

    Peserta tidak memilih sendiri. Tim mencocokkan tutor menurut usia, tangan yang dipakai menulis, dan wilayah tempat Anda tinggal, lalu menawarkan dua sampai tiga pilihan waktu.

  4. Sesi pertama menata meja dan alat tulis

    Pertemuan pembuka dipakai mengukur tinggi meja, mengatur kursi, membongkar kotak pensil, dan memotret tulisan sebagai titik awal. Kalau anak tidak nyaman, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan.

Tanya jawab

Masih ragu soal les handwriting? Ini jawabannya

Berapa lama sampai tulisan anak saya terlihat berubah?

Perubahan pertama datang dari hal di luar huruf. Dalam dua sampai tiga sesi, posisi duduk dan pegangan pensil sudah berubah dan keluhan tangan pegal berkurang. Bentuk huruf bergerak lebih pelan, sekitar enam sampai sepuluh pekan pada ritme dua sesi per pekan ditambah latihan harian sepuluh menit. Kecepatannya ditentukan usia anak, umur kebiasaan lamanya, dan tertib tidaknya latihan di rumah.

Anak saya kelas lima dan tulisannya begitu sejak kelas satu. Masih bisa diperbaiki?

Bisa, dan yang berubah cara kerjanya. Anak kelas satu masih membentuk kebiasaan, sedangkan anak kelas lima sudah memakai kebiasaannya ribuan kali, dan mengganti selalu lebih lama daripada membentuk. Siapkan kesabaran untuk dua bulan pertama: tulisannya kadang terlihat lebih buruk sebentar saat cara lama dilepas dan cara baru belum otomatis. Tutor memberi tahu ketika fase itu terlewati.

Berapa biaya les menulis tangan di Surabaya dan apa saja yang termasuk?

Untuk peserta jenjang sekolah dasar, biayanya mulai Rp126.100 per sesi 60 menit pada ritme dua sesi per pekan di rumah peserta di Surabaya. Peserta dewasa satu sesi per pekan berada di sekitar Rp222.800 per sesi. Tarif itu memuat pemetaan tulisan di pertemuan pembuka, susunan lembar latihan, foto pekanan, dan catatan tiap pertemuan; alat tulis dan bahan latihannya disiapkan keluarga. Alamat di Kota Surabaya tanpa tambahan biaya jarak. Co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi.

Anak saya kidal. Apakah tutornya memahami cara mengajar anak kidal?

Ya, dan bagian ini disiapkan sejak pertemuan pertama. Tangan anak kidal menutupi tulisan yang baru selesai dan mengusap tinta basah. Yang diatur tutor: kertas dimiringkan dengan sisi atas condong ke kanan, pegangan pensil ditaruh lebih jauh dari ujungnya supaya huruf terlihat, dan lampu dipindah ke sisi kanan. Alat tulisnya disesuaikan: pena bertinta cepat kering, buku jahit atau lem, dan penggaris berangka dari kanan. Tutor Edubia tidak memaksa anak pindah ke tangan kanan.

Tulisan anak saya sangat sulit dibaca. Apakah itu tanda ada gangguan?

Halaman ini tidak akan menjawab pertanyaan itu. Penilaian dan diagnosis adalah ranah tenaga profesional yang berwenang, dan Edubia tidak melakukan keduanya. Tanda yang bisa Anda amati sendiri: nyeri saat menulis, tangan lelah sampai anak menolak menulis meski meja dan pegangan sudah diperbaiki, tulisan yang tidak berubah sesudah berbulan-bulan latihan tertib, dan kesulitan serupa pada gerak halus lain. Kalau tanda itu ada, bawalah ke dokter anak, psikolog, terapis okupasi, atau dokter mata.

Kami tinggal di Rungkut. Apakah sesinya berlangsung di meja belajar anak sendiri?

Ya, dan itu memang yang kami sarankan. Latihan menulis menuntut meja dan kursi yang tingginya pas, dan meja itu ada di rumahnya sendiri. Tutor mendatangi alamat peserta di 31 kecamatan Kota Surabaya, termasuk Rungkut, Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, dan Tenggilis Mejoyo, serta kecamatan tetangga di Sidoarjo seperti Waru dan Gedangan. Kalau rumah sedang ramai, sesi bisa dipindah ke co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo dengan tambahan Rp15.000 per sesi.

Kenapa satu sesi hanya 60 menit dan tidak lebih panjang?

Karena tangan yang menulis punya batas, dan batas itu datang lebih cepat daripada perhatian anak. Anak sekolah dasar umumnya minta berhenti pada menit kesepuluh latihan huruf. Sesi 90 menit karena itu berpindah menjadi bertahan melawan pegal, dan tulisan di menit terakhir mengajarkan hal yang ingin kita hilangkan: tekanan bertambah, huruf membesar, bahu naik. Satu jam yang dipecah menjadi lima bagian pendek lebih berguna. Kalau porsi latihan perlu bertambah, jalannya menambah sesi per pekan.

Anak saya menolak latihan menulis di rumah. Apa yang bisa dilakukan?

Penolakan menulis hampir selalu punya sebab yang bisa ditunjuk, dan yang berulang muncul rasa tidak nyaman di tangan. Anak yang tangannya pegal setelah lima baris sedang menghindari rasa sakit. Karena itu program ini menaruh postur dan pegangan pensil di depan: begitu menulis berhenti melelahkan, sebagian besar penolakan hilang sendiri. Sisanya diurus lewat bentuk tugasnya. Tugas harian dibuat sepuluh menit dan isinya berguna nyata, misalnya daftar belanja keluarga. Orang tua cukup menyediakan meja kosong tanpa menilai hasilnya, lalu menyampaikan penolakan itu ke tutor.

Alat apa yang perlu orang tua siapkan sebelum sesi pertama?

Untuk sesi pertama, siapkan tiga hal yang sudah ada di rumah: satu halaman tulisan anak untuk difoto, meja yang kosong, dan kotak pensil yang biasa dipakai. Alat bantu seperti pensil segi enam, pensil pendek, papan tulis kecil, dan nampan berpasir menyusul sesudah pemetaan, sebab yang dijual di toko belum tentu cocok dengan tangan anak Anda. Tutor menyebutkan jenis dan ukurannya, lalu keluarga menyiapkannya di luar tarif sesi. Kotak pensil itu dibongkar bersama pada sesi pertama, dan sering di situlah setengah masalahnya ditemukan.

Bisakah les menulis tangan berjalan secara online?

Bisa, dengan satu catatan tentang pertemuan pertama. Kamera ponsel diarahkan ke kertas dari sisi atas, ditopang tumpukan buku, sehingga tutor melihat tangan, pensil, dan garis sekaligus. Format ini bekerja baik untuk bentuk huruf, penempatan pada garis, jarak antar kata, dan latihan kecepatan. Yang sulit dari jauh justru bagian pembuka: mengukur tinggi meja, mengganjal kursi, dan memindah lampu menuntut orang yang berdiri di ruangan itu. Karena itu pertemuan pertama sebaiknya tatap muka, lalu sesi berikutnya boleh berganti mengikuti jadwal keluarga.

Tulisan anak saya rapi tetapi lambat sekali saat ujian. Apakah program ini menolong?

Ya, dan kelompok peserta ini sering terlambat mencari bantuan karena tulisannya terlihat baik-baik saja. Tutor mengukur dulu waktu menyalin satu paragraf tetap tiap pekan, sebab rasa cepat dan cepat yang sesungguhnya sering berjauhan. Tempo lalu dinaikkan lewat latihan tiga putaran: serapi mungkin, sedikit lebih cepat, lalu secepat yang masih terbaca orang lain. Anak melihat sendiri di percepatan keberapa bentuknya goyah, dan angka itu jadi batas pekan berikutnya.

Apakah anak akan diajari tulisan sambung?

Bergantung pada keadaan anak, dan tutor mengatakannya terus terang di pertemuan pembuka. Tulisan sambung menolong ketika huruf lepas sudah stabil tetapi lambat karena pensil naik turun di tiap huruf. Ia menambah beban ketika bentuk huruf lepasnya belum menetap, sebab dua pekerjaan yang belum selesai bertumpuk. Sekolah yang meminta tugas ditulis lepas juga jadi pertimbangan. Jalan tengahnya sambung sebagian: hanya pasangan huruf yang mudah disambung yang dilatih, sementara huruf berekor berdiri sendiri.

Kalau tutornya tidak cocok dengan anak saya, bisakah diganti?

Bisa, tanpa biaya tambahan. Sampaikan ke tim Edubia lewat WhatsApp dan kami mencarikan tutor lain. Kecocokan di sini menentukan: anak diminta menunjukkan halaman tulisan yang selama ini ia sembunyikan karena malu. Kalau ia tidak merasa aman, ia menulis serapi mungkin di depan tutor lalu kembali ke cara lamanya begitu tutor pulang. Peserta tidak memilih tutor sendiri; tim yang mencocokkan menurut usia, tangan yang dipakai menulis, dan wilayah tempat Anda tinggal.

Saya orang dewasa dan tulisan tangan saya sulit dibaca. Apakah bisa ikut?

Bisa, dan pesertanya lebih banyak daripada yang orang duga: guru yang menulis di papan tiap hari, tenaga kesehatan yang catatannya dibaca orang lain, dan karyawan yang mengisi formulir tulisan tangan. Urutan besarnya sama dengan program anak, hanya temponya berbeda. Orang dewasa mengerti alasan tiap penyesuaian sejak awal, sementara kebiasaan berumur puluhan tahun perlu waktu lebih panjang untuk diganti. Sesi dewasa biasanya satu kali per pekan selama 60 menit, dengan tarif mulai sekitar Rp222.800 per sesi.

Apakah orang tua perlu menemani selama sesi berlangsung?

Tidak sepanjang sesi, dan ada dua bagian yang sebaiknya Anda ikuti. Yang pertama sepuluh menit pembuka pada pertemuan pertama, saat tinggi meja diukur dan kursi disesuaikan, sebab penyesuaian itu perlu Anda kembalikan tiap kali kamar dibereskan. Yang kedua lima menit terakhir tiap sesi, saat tutor menyampaikan huruf yang dikerjakan dan tugas harian pekan itu. Di antaranya anak bekerja lebih lepas kalau orang tua tidak duduk di sebelahnya, terutama anak yang sering ditegur soal tulisannya.

Daftar Hari Ini

Jadwalkan sesi handwriting pertama Anda

Satu langkah kecil: konsultasi kebutuhan handwriting. Sisanya biar kami yang siapkan.