Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Umum

Les Manajemen Tim di Surabaya

Les manajemen tim Surabaya melatih atasan mengurus orang yang sudah ada di timnya. Tiap sesi 90 menit berangkat dari kasus pekan itu: siapa memutuskan apa, cara mendelegasikan, dan latihan percakapan yang sulit disampaikan.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ peserta didampingi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Les Manajemen Tim di Surabaya

Les Manajemen Tim di Surabaya, apa saja?

Les manajemen tim Surabaya melatih atasan mengurus orang yang sudah ada di timnya. Tiap sesi 90 menit berangkat dari kasus pekan itu: siapa memutuskan apa, cara mendelegasikan, dan latihan percakapan yang sulit disampaikan.

Konsultasi dan Daftar

Yang Perlu Diketahui

Lembaga penyelenggara
Edubia Surabaya, les privat dengan tutor yang datang ke kantor, gerai, atau rumah peserta
Cakupan pelajaran
Kejelasan wewenang, delegasi, percakapan satu lawan satu, umpan balik, kinerja yang menurun, perselisihan anggota, rapat, rekrutmen, dan minggu pertama anggota baru
Tutor pendamping
Praktisi yang pernah memegang tim di ritel, jasa, rumah makan, atau kantor cabang
Format sesi
Satu tutor untuk satu peserta, dengan latihan bermain peran di tiap pertemuan
Durasi sesi
90 menit sebagai pilihan utama; 120 menit untuk porsi latihan yang lebih panjang
Ritme belajar
4 sesi per bulan, satu kali sepekan, agar ada waktu mencoba di tim antar pertemuan
Biaya
Mulai Rp303.800 per sesi 90 menit; Rp374.600 untuk sesi 120 menit
Tempat belajar
Kantor, gerai, atau rumah peserta; co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi; tersedia juga sesi daring
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, dari Tegalsari sampai Rungkut dan Benowo, ditambah Kabupaten Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Krian
Tingkat peserta
Supervisor baru, kepala cabang, koordinator, dan pemilik usaha yang baru punya anak buah
Jam sesi
Setiap hari sejak pukul tujuh pagi sampai pukul sembilan malam, termasuk akhir pekan
Yang dibawa peserta
Satu kasus tim yang sedang berjalan; nama anggota cukup disebut dengan inisial atau nama peran
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Rekam Jejak

Bentuk Program Manajemen Tim

90 menit
panjang satu pertemuan manajemen tim
4 sesi
ritme sebulan yang lazim dipilih peserta
1 kasus
persoalan tim nyata dibahas tiap pertemuan
49 kecamatan
wilayah tutor di Surabaya dan kota tetangganya

Kelebihan les ini

Kenapa memilih les manajemen tim Edubia

Kasus tim Anda jadi bahan sesi

Tidak ada studi kasus perusahaan asing. Yang dibahas persoalan pekan itu di gerai, cabang, atau kantor Anda sendiri.

Latihan bermain peran tiap pertemuan

Tutor mengambil posisi anggota tim Anda, termasuk yang keras kepala, supaya kalimat sulit sudah pernah keluar dari mulut Anda sebelum dipakai sungguhan.

Kerahasiaan nama anggota tim

Peserta cukup memakai inisial atau nama peran. Tutor Edubia terikat menjaga isi percakapan sesi.

Sesi sesudah jam operasional

Slot malam sesudah gerai tutup dan slot pagi sebelum buka tersedia setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu.

Tutor datang ke tempat Anda

Ruang kantor di belakang toko, ruang rapat cabang, atau rumah. Perjalanan tutor sudah termasuk dalam biaya sesi.

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Bila cara mengajarnya terasa tidak sejalan, tutor bisa diganti dan catatan kasus Anda diteruskan kepada penggantinya.

Susunan Materi

Susunan materi les manajemen tim di Surabaya

Delapan pokok bahasan di bawah dikerjakan berurutan, dan tiap pokok dipasangkan dengan satu persoalan yang sedang hidup di tim peserta. Urutannya bisa digeser bila ada perkara mendesak, misalnya seorang anggota mengajukan pengunduran diri di tengah program.

  1. 1

    Batas wewenang dan definisi selesai

    Sesi 1

    Yang dibahas. Mendaftar keputusan yang lewat di meja Anda sepanjang tujuh hari kerja, menandai pemiliknya, dan menuliskan ukuran selesai untuk lima pekerjaan yang kerap diperdebatkan hasilnya di tim Anda.

    Jebakan umum. Atasan baru cenderung menahan semua keputusan karena merasa bertanggung jawab, sehingga tim berhenti bergerak tiap kali ia keluar kantor selama dua jam.

    Cara tutor. Tutor memakai daftar pekerjaan asli minggu itu, lalu memindahkan satu jenis keputusan ke tangan anggota sebagai percobaan berbatas waktu dan meninjaunya di sesi berikutnya.

  2. 2

    Menyerahkan pekerjaan tanpa menariknya kembali

    Sesi 2

    Yang dibahas. Empat langkah delegasi: memilih orangnya, menyebut hasil yang diharapkan, menyepakati titik periksa, dan menahan diri saat hasilnya belum rapi.

    Jebakan umum. Menjelaskan langkah kerja secara rinci untuk pekerjaan yang sebenarnya boleh dikerjakan dengan cara lain. Orangnya merasa diawasi, dan Anda tetap memikul pekerjaannya.

    Cara tutor. Peserta memilih satu pekerjaan nyata untuk diserahkan pekan itu juga, menyusun kalimat penyerahannya bersama tutor, lalu melaporkan apa yang terjadi pada sesi berikutnya.

  3. 3

    Ritme percakapan satu lawan satu

    Sesi 3

    Yang dibahas. Panjang, jarak antar pertemuan, dan urutan pertanyaan. Termasuk cara memindahkan setoran laporan keluar dari pertemuan ini supaya isinya tetap jujur.

    Jebakan umum. Pertemuan dibatalkan tiap kali pekerjaan menumpuk, padahal pekan sibuk justru pekan yang menyimpan kabar berlimpah.

    Cara tutor. Tutor menyusun jadwal yang realistis untuk jam kerja peserta, lalu melatih pembukaan dan pertanyaan lanjutan dalam permainan peran sepanjang dua puluh menit.

  4. 4

    Umpan balik yang bisa dikerjakan orangnya

    Sesi 4

    Yang dibahas. Menyebut perilaku dan akibatnya, memilih waktu yang dekat dengan kejadian, memisahkan pembicaraan ini dari urusan penghasilan, dan menutup dengan satu langkah.

    Jebakan umum. Kalimat yang menilai watak, misalnya menyebut seseorang tidak teliti, membuat orangnya membela diri dan tak satu pun perilaku berubah pekan depan.

    Cara tutor. Peserta menuliskan tiga kejadian nyata pekan itu, lalu mengubahnya menjadi kalimat perilaku dan akibat, dan mengucapkannya di depan tutor sampai nadanya tenang.

  5. 5

    Koreksi tanpa mempermalukan

    Sesi 5

    Yang dibahas. Cara menyampaikan koreksi dalam budaya kerja yang menjunjung senioritas dan kekeluargaan, termasuk menghadapi anggota yang lebih tua atau lebih lama bekerja daripada Anda.

    Jebakan umum. Menunda bicara karena sungkan sampai keluhan menumpuk, lalu menyampaikannya sekaligus dengan nada yang jauh melebihi kejadian hari itu.

    Cara tutor. Tutor melatih pembukaan yang mengakui pengalaman lawan bicara, memilihkan tempat percakapan, dan menguji kalimat peserta dalam bahasa yang biasa ia pakai sehari-hari.

  6. 6

    Kinerja yang menurun

    Sesi 6

    Yang dibahas. Menelusuri lima sebab yang mungkin, menyusun langkah yang sesuai, dan menyiapkan percakapan yang lebih serius bila dua putaran perbaikan tidak membuahkan perubahan.

    Jebakan umum. Menyusun surat peringatan sebelum tahu sebabnya. Bila akarnya alat yang rusak atau arahan yang kabur, surat itu hanya menambah jarak.

    Cara tutor. Peserta membawa satu nama, disamarkan dengan inisial, lalu bersama tutor menguji kelima sebab satu per satu memakai bukti yang benar-benar ia miliki.

  7. 7

    Perselisihan antar anggota

    Sesi 7

    Yang dibahas. Memisahkan perbedaan cara kerja dari perbedaan kepentingan, menentukan kapan atasan masuk, dan menjalankan percakapan bertiga yang berakhir pada satu aturan baru.

    Jebakan umum. Bolak-balik membawakan pesan untuk dua anggota yang enggan bertemu, sehingga perselisihannya awet dan tenaga Anda habis di tengah jalan.

    Cara tutor. Tutor memerankan salah satu pihak, peserta menjalankan pertemuannya, lalu keduanya menyusun kalimat aturan yang akan berlaku sesudah pertemuan itu.

  8. 8

    Rapat, rekrutmen, dan minggu pertama

    Sesi 8

    Yang dibahas. Memilah pertemuan yang layak diadakan, menulis catatan keputusan, menyusun pertanyaan wawancara berbasis kejadian, dan menyiapkan pekan pertama anggota baru.

    Jebakan umum. Wawancara yang penuh pertanyaan andai-andai dan minggu pertama tanpa persiapan; keduanya membuat orang baru pergi sebelum bulan ketiga.

    Cara tutor. Peserta membawa satu catatan rapat asli dan satu daftar pertanyaan wawancara miliknya, lalu keduanya diperbaiki bersama tutor pada sesi yang sama.

Kecocokan Program

Peserta yang cocok mengambil les manajemen tim

Peserta yang cocok

  • Supervisor toko atau rumah makan yang baru memegang giliran kerja orang lain
  • Kepala cabang yang jumlah anggotanya bertambah lebih cepat daripada pengalamannya
  • Pemilik usaha kecil yang baru pertama kali punya karyawan tetap
  • Staf yang baru diangkat memimpin rekan seangkatannya sendiri
  • Koordinator yang anggotanya bekerja di lokasi berbeda dan jarang bertemu
  • Atasan yang timnya sering bersitegang tanpa sebab yang jelas

Yang Anda Bawa Pulang

Yang dibawa pulang peserta dari kelas manajemen tim

Lembar wewenang tim Anda

Satu halaman berisi keputusan yang lazim muncul, ditandai milik siapa, dan siap ditempel di tempat kerja.

Rumusan selesai untuk lima pekerjaan

Ukuran yang disepakati bersama anggota untuk pekerjaan yang selama ini sering diperdebatkan hasilnya.

Naskah pertemuan satu lawan satu

Urutan pembuka, tiga lapis isi, dan cara menutup, ditulis dengan kalimat yang biasa Anda pakai.

Latihan bermain peran percakapan sulit

Menyampaikan koreksi, menarik kembali pekerjaan, dan membuka pembicaraan kinerja yang serius, dilatih sampai terasa wajar.

Format catatan keputusan rapat

Satu paragraf berisi keputusan, pemilik pekerjaan, tanggal jatuh tempo, dan hal yang sengaja belum diputuskan.

Daftar pertanyaan wawancara berbasis kejadian

Pertanyaan tentang peristiwa yang sudah terjadi berikut tiga pertanyaan susulan yang membuka bagian sebenarnya.

Rencana minggu pertama anggota baru

Empat persiapan sebelum hari pertama, satu pekerjaan kecil yang bisa tuntas pekan itu, dan jadwal percakapan hari kelima.

Ringkasan tertulis di akhir tiap sesi

Kesepakatan sesi dikirim lewat pesan singkat, memakai inisial untuk nama anggota tim Anda.

Perjalanan Belajar

Perjalanan peserta les manajemen tim selama tiga bulan

Gambaran di bawah memakai ritme empat sesi sebulan. Perubahan yang terasa di tim biasanya mulai kelihatan pada bulan kedua, ketika kesepakatan awal sudah diuji oleh pekan yang sibuk.

  1. 01

    Pekan pertama: daftar wewenang tim selesai ditulis

    Sesi 1

    Keputusan yang muncul di pekan biasa sudah ditandai pemiliknya, dan lima pekerjaan yang sering diperdebatkan punya ukuran selesai yang disepakati bersama anggota.

  2. 02

    Pekan kedua: satu pekerjaan benar-benar diserahkan

    Sesi 2

    Peserta menyerahkan satu pekerjaan nyata lengkap dengan titik periksa, lalu melaporkan apa yang terjadi. Di sinilah kebiasaan mengambil alih pertama kali diuji.

  3. 03

    Bulan pertama tutup: percakapan berdua mulai berjalan

    Sesi 3 dan 4

    Jadwal pertemuan satu lawan satu sudah terpasang di kalender seluruh anggota dan putaran pertamanya selesai dijalankan tanpa berubah menjadi setoran laporan.

  4. 04

    Bulan kedua: koreksi disampaikan lebih dekat waktunya

    Sesi 5

    Peserta menyampaikan umpan balik dalam satu atau dua hari sesudah kejadian, dan menangani satu percakapan sulit dengan anggota yang lebih senior.

  5. 05

    Bulan kedua tutup: satu perkara berat ditangani

    Sesi 6 dan 7

    Kinerja yang menurun atau perselisihan antar anggota dibereskan dengan urutan yang sudah dilatih, berikut catatan tertulis yang rapi.

  6. 06

    Bulan ketiga: rapat dan orang baru ditata

    Sesi 8

    Pertemuan rutin yang tidak menghasilkan keputusan sudah dipindahkan ke bentuk catatan, dan daftar persiapan minggu pertama siap dipakai untuk anggota berikutnya.

Cara kami bekerja

Kenapa peserta Surabaya memilih les manajemen tim di Edubia?

Ringkasan singkat sebelum Anda menanyakan jadwal dan biaya les manajemen tim.

Perkembangan manajemen tim dicatat tiap sesi

Sesudah pertemuan Anda menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.

Tutor manajemen tim terverifikasi

Berkas, wawancara, dan uji materi dilalui setiap tutor manajemen tim sebelum ia mendampingi peserta di Surabaya.

Garansi ganti tutor

Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor manajemen tim diganti tanpa biaya tambahan.

Yang dibereskan les manajemen tim sebelum urusan semangat

Hampir semua orang yang menghubungi Edubia soal timnya membuka dengan keluhan mirip: anggotanya kurang inisiatif, kerjanya lambat, harus diingatkan berulang kali. Begitu pekerjaan tim ditulis satu per satu di atas kertas, sebab yang muncul biasanya jauh lebih membosankan daripada soal semangat. Ada tiga hal yang tak pernah disepakati siapa pun: siapa yang memutuskan, siapa yang wajib diberi kabar, dan seperti apa sebuah pekerjaan disebut selesai.

Tim yang sering bersitegang hampir selalu tim yang batasnya kabur. Dua orang mengerjakan hal yang sama tanpa saling tahu, lalu keduanya jengkel. Satu orang menunggu persetujuan yang sebenarnya sudah jadi haknya, pekerjaan berhenti, dan atasannya menyebut dia lamban. Keduanya terlihat seperti persoalan sikap, dan keduanya lahir dari keterangan yang tak pernah diberikan.

Karena itu sesi pertama les manajemen tim di Surabaya berangkat dari daftar pekerjaan yang benar-benar ada di meja Anda pekan ini. Tutor menuliskannya bersama Anda, lalu menandai bagian yang selama ini dibiarkan menggantung.

Tiga pertanyaan yang dijawab di sesi privat pertama

Siapa memutuskan apa. Tutor mengajak Anda menulis keputusan yang muncul dalam satu pekan biasa: memberi potongan harga kepada pelanggan yang komplain, menerima barang retur, menukar giliran kerja, menahan pengiriman yang isinya kurang, memanggil teknisi. Tiap baris diberi satu dari tiga tanda: milik Anda, milik anggota, atau perlu dibicarakan berdua. Daftar yang sudah ditandai ditempel di tempat yang terlihat seluruh tim.

Siapa dimintai kabar dan kapan. Banyak atasan menyamakan dua hal yang berbeda, yaitu meminta izin dan memberi tahu. Anggota yang mengira semuanya butuh izin akan berhenti bergerak tiap kali Anda keluar kantor. Sesi ini memisahkan keduanya secara tertulis lengkap dengan tenggatnya: hal apa yang cukup dikabarkan sore hari, dan hal apa yang harus ditelepon saat itu juga.

Apa yang disebut selesai. Kalimat "tolong rapikan stok" berarti lain di benak setiap orang. Untuk supervisor toko di Rungkut, selesai bisa berarti angka sistem cocok dengan hitungan fisik, barang rusak sudah dipisah, dan laporannya masuk sebelum toko tutup. Ukuran itu disusun bersama anggota supaya ia ikut memilikinya, lalu diuji satu pekan sebelum dipakai sebagai patokan tetap.

Mendelegasikan sering dibayangkan sebagai satu perbuatan: menyerahkan pekerjaan lalu pergi. Di kelas ini ia diperlakukan sebagai rangkaian langkah berurutan, dan tiap langkah punya kesalahan khasnya sendiri. Peserta melatihnya memakai pekerjaan yang memang sedang ia pegang, sehingga latihan sore itu bisa dipakai keesokan paginya.

Inti bahasan

Urutan mendelegasikan yang dilatih di kelas privat

Memilih orangnya

Timbang tiga hal sekaligus: kemampuannya hari ini, beban yang sedang ia pikul, dan apakah pekerjaan ini menambah keterampilan yang ia butuhkan tahun depan. Orang yang selalu dipilih karena cepat akan kelebihan muatan, dan sisanya berhenti tumbuh.

Menyebut hasil yang diharapkan

Jelaskan wujud akhir pekerjaannya berikut cara mengukurnya, lalu serahkan caranya kepada dia. Langkah kerja dirinci hanya untuk hal yang menyangkut keselamatan, aturan hukum, atau janji yang sudah terlanjur disampaikan kepada pelanggan.

Menyepakati titik periksa

Tentukan di muka kapan Anda menengok dan apa yang dilihat: sepertiga jalan, separuh jalan, atau sehari sebelum tenggat. Kesepakatan di awal membuat pemeriksaan terasa wajar, sebab keduanya sudah memegang tanggalnya.

Menahan diri tidak mengambil alih

Langkah inilah yang biasanya runtuh lebih dulu. Saat hasilnya belum rapi, godaan mengerjakannya sendiri datang cepat, dan tim perlahan memahami bahwa pekerjaan yang tersendat akan kembali ke meja atasan.

Menutup dengan catatan pendek

Tulis ulang kesepakatannya dalam tiga baris lewat pesan singkat: hasil yang diharapkan, tenggatnya, dan tanggal pemeriksaan. Catatan sependek itu memangkas perselisihan tentang apa yang sebetulnya disepakati sore tadi.

Kenapa langkah keempat sering gagal di sesi delegasi

Mengambil alih pekerjaan orang lain terasa seperti sikap bertanggung jawab, dan hari itu memang lebih cepat selesai. Biayanya baru terlihat sebulan kemudian, dalam dua bentuk. Pertama, anggota memahami pola bahwa pekerjaan yang tersendat akan diselesaikan atasannya, sehingga ia berhenti mencari jalan keluar sendiri. Kedua, beban Anda tak pernah berkurang, jadi waktu untuk pekerjaan yang memang milik seorang atasan habis di meja yang sama.

Yang dilatih di sesi ini adalah cara menanggapi hasil yang datang dalam keadaan tujuh puluh persen jadi. Bandingkan dengan hasil yang disepakati di awal, tanyakan apa yang akan ia ubah bila mengulang dari awal, lalu putuskan apakah tujuh puluh persen cukup untuk putaran ini. Sering kali cukup, dan putaran berikutnya membaik dengan sendirinya.

Ada pekerjaan yang memang tak boleh berhenti di tujuh puluh persen: uang, keselamatan orang, dan janji yang sudah disampaikan kepada pelanggan. Untuk yang seperti itu, tarik kembali pekerjaannya dengan kalimat yang jujur dan sebutkan alasannya di menit yang sama. Menarik pekerjaan tanpa penjelasan membuat orangnya menyusun kesimpulan sendiri, dan kesimpulan yang lahir dari kekosongan jarang menguntungkan siapa pun. Tutor melatih kalimat pengembaliannya sampai terasa wajar diucapkan.

Percakapan satu lawan satu yang dilatih bersama tutor

Percakapan satu lawan satu adalah pertemuan pendek dan rutin antara Anda dan satu anggota. Ukuran yang bekerja untuk kebanyakan tim di Surabaya: dua puluh sampai tiga puluh menit, sekali sepekan atau sekali dua pekan, di jam yang sama supaya tak perlu dijanjikan ulang. Yang membedakannya dari pertemuan lain adalah pemilik agendanya: anggota yang menentukan apa yang dibicarakan, dan Anda yang mendengarkan lebih dulu.

Isinya tiga lapis: apa yang sedang ia kerjakan berikut hal yang menghambat, apa yang ia butuhkan dari Anda, dan ke mana ia ingin bergerak dalam setahun. Setoran angka sebaiknya ditaruh di pertemuan lain, sebab begitu percakapan ini berubah menjadi laporan capaian, anggota berhenti membawa hal yang berisiko diceritakan.

Kerusakan ketika pertemuan ini dibatalkan berulang kali jauh melebihi tiga puluh menit yang terbuang. Anggota membaca pembatalan sebagai urutan kepentingan, lalu berhenti menyimpan hal kecil untuk diceritakan. Kabar tentang pemasok yang mulai telat, pelanggan yang mengancam pindah, atau rekan yang sudah dua bulan melamar ke tempat lain biasanya muncul persis di pertemuan semacam ini. Ketika salurannya tertutup, kabar yang sama datang belakangan dalam bentuk surat pengunduran diri.

Garis besar

Umpan balik yang bisa dipakai, dilatih di kelas privat

Enam kebiasaan di bawah dilatih memakai kejadian yang benar-benar terjadi di tim Anda pekan lalu.

Unggulan utama

Sebut perilaku yang terlihat

Ceritakan apa yang Anda lihat atau dengar berikut hari dan situasinya. Kalimat "Selasa sore ada dua pelanggan menunggu lima menit tanpa disapa" bisa ditanggapi orangnya; kalimat "Anda kurang peduli" hanya bisa dibantah.

Sebut akibatnya

Hubungkan perilaku tadi dengan akibat yang bisa ditunjuk: antrean memanjang, satu pesanan salah kirim, atau rekan yang harus mengulang pekerjaannya. Akibat yang konkret membuat koreksi terasa masuk akal.

Dekat dengan waktu kejadian

Sampaikan dalam satu atau dua hari. Umpan balik yang ditabung sampai rapat penilaian akhir tahun berubah menjadi daftar tuduhan, dan orang yang mendengarnya sibuk mengingat-ingat peristiwanya.

Pisahkan dari urusan gaji

Percakapan yang digabung dengan angka kenaikan berubah menjadi tawar-menawar. Beri jarak beberapa pekan antara pembicaraan perbaikan kerja dan pembicaraan penghasilan.

Sediakan giliran bicara

Sesudah menyampaikan, berhenti dan tanyakan apa yang ia lihat dari kejadian itu. Sering muncul keterangan yang mengubah gambaran: alat rusak, rekan tak hadir, atau perintah lain dari orang lain.

Senioritas dan rasa sungkan yang dihadapi atasan di kelas ini

Di banyak tempat kerja Indonesia, hubungan atasan dan anggota dibingkai sebagai hubungan senioritas sekaligus hubungan kekeluargaan. Bingkai itu punya sisi baik yang nyata: orang saling menutupi ketika ada yang sedang kesulitan, dan tim bertahan melewati masa sepi tanpa banyak keluhan. Sisi beratnya muncul persis pada saat ada yang perlu dikoreksi.

Kalimat lugas gampang terdengar sebagai teguran di depan umum, apalagi bila anggotanya lebih tua, sudah lebih lama bekerja di situ, atau masih terhitung kerabat pemilik. Rasa sungkan yang membuat orang menunda bicara itu sering disebut ewuh pakewuh, dan ia menahan banyak atasan baru selama berbulan-bulan.

Yang biasanya terjadi sesudah penundaan panjang selalu mirip. Keluhan disimpan sampai menumpuk, lalu keluar sekaligus dengan nada yang jauh lebih keras daripada yang pantas untuk kejadian hari itu. Anggota yang menerimanya merasa dihakimi untuk hal yang tak pernah disebut sebelumnya, dan hubungan kerja yang sudah lama baik bisa retak dalam satu sore. Peserta di Surabaya yang datang ke Edubia dengan cerita semacam ini hampir selalu menyesali satu hal yang sama, yaitu lamanya mereka menunda bicara.

Cara menyampaikan koreksi yang dilatih tutor di sesi privat

Pilih tempat berdua lebih dulu. Ruang tertutup, gudang yang sedang sepi, atau sekadar berjalan bersama ke parkiran seusai giliran kerja sudah cukup. Yang dihindari adalah menyampaikannya di lantai penjualan, di dapur saat rekan lain mendengar, atau di grup pesan yang isinya seluruh tim.

Buka dengan kejadiannya, lalu tahan diri dari menilai watak orangnya. Akui bagian Anda sendiri bila arahan yang dulu diberikan memang kabur, sebab pengakuan seperti itu justru menaikkan wibawa di mata anggota. Untuk anggota yang lebih senior, sebut pengalamannya lebih dulu dengan jujur, baru sampaikan permintaan Anda dengan kalimat yang jelas dan tanpa berputar. Bahasa sehari-hari Suroboyoan kadang lebih mengena daripada kalimat kantor yang kaku, asal isinya tetap tegas dan tidak merendahkan.

Pujian di depan tim pun perlu ditakar. Di tim yang anggotanya sedikit, memuji satu nama berulang kali terbaca sebagai pilih kasih oleh sisanya, dan orang yang dipuji malah dijauhi. Sebutkan perbuatannya, sebutkan akibat baiknya bagi pekerjaan tim, lalu berhenti di situ. Latihan bermain peran di sesi les membuat kalimat semacam ini terasa biasa diucapkan, sehingga Anda tidak menyusunnya lagi dari nol saat kejadiannya datang.

Ketika hasil kerja seseorang menurun, godaan pertama biasanya menyusun surat peringatan. Di sesi ini urutannya dibalik: cari sebabnya lebih dulu, sebab kelima sebab di bawah menuntut langkah yang sama sekali berbeda. Salah menebak sebabnya berarti menyusun langkah yang tak menyentuh persoalannya, dan orangnya pulang dengan perasaan tidak didengar.

Uraian

Lima sebab kinerja turun yang ditelusuri bersama mentor

Kemampuan yang belum terbentuk

Bagian itu memang belum pernah ia pelajari. Tandanya hasilnya meleset di titik yang sama berulang kali, dan ia kesulitan menjelaskan langkah kerjanya sendiri. Yang menolong pendampingan atau satu pekerjaan yang dikerjakan berdua; surat peringatan tak mengubah apa pun di sini.

Kejelasan yang tak pernah diberikan

Ia mengerjakan hal lain karena mengira itu yang lebih penting, atau tak pernah tahu seperti apa hasil yang dianggap baik. Jalan keluarnya kembali ke daftar wewenang dan ukuran selesai yang disusun pada sesi awal.

Alat dan izin yang kurang

Sistemnya lambat, aksesnya belum diberikan, atau ia menunggu tanda tangan orang yang jarang ada di tempat. Sebab jenis ini kerap tersembunyi, sebab anggota sungkan menyebut kekurangan perusahaan kepada atasannya sendiri.

Keadaan di luar pekerjaan

Kesehatan, keluarga, utang, atau perjalanan dari rumah yang berubah sesudah pindah kontrakan. Anda tak perlu tahu rinciannya. Satu pertanyaan sudah cukup: adakah hal di luar kantor yang sedang mengganggu, dan apa yang bisa disesuaikan sementara.

Peran yang tak lagi cocok

Orangnya rajin dan jujur, dan pekerjaan yang sekarang memang tak sejalan dengan cara kerjanya. Ini sebab yang berat diakui kedua pihak, dan jalan keluarnya kadang memindahkan sebagian tugas ke bagian lain sementara orangnya tetap tinggal.

Menyiapkan percakapan kinerja yang serius bersama tutor

Sesudah dua atau tiga putaran percakapan biasa dan hasilnya tetap sama, bentuk percakapannya perlu berubah. Yang dilatih di sesi ini tiga hal. Tulis apa yang diharapkan dengan ukuran yang bisa dilihat kedua pihak. Sebut jangka waktunya, misalnya empat pekan, berikut tanggal peninjauannya. Sampaikan akibat yang menyusul bila tidak ada perubahan, satu kali saja, dengan nada yang tenang.

Catat tanggal, isi, dan kesepakatan tiap percakapan pada hari yang sama. Peserta yang memiliki usaha sendiri dan belum punya bagian personalia sering melewatkan bagian ini, lalu kesulitan menjelaskan urutan kejadiannya beberapa bulan kemudian. Catatan pendek yang rapi juga menjaga Anda tetap adil: ia memperlihatkan apakah orang ini benar-benar sudah diberi kesempatan yang sama dengan yang lain.

Satu batas yang disebutkan terus terang di kelas ini. Pemutusan hubungan kerja di Indonesia tunduk pada aturan ketenagakerjaan dan pada perjanjian kerja yang berlaku di tempat Anda, jadi bagian hukumnya dibicarakan dengan bagian personalia atau penasihat hukum perusahaan. Les manajemen tim berhenti pada percakapannya: cara membuka, cara menyampaikan tanpa mengancam, dan cara menutup supaya orang yang mendengarnya tetap punya harga diri.

Perselisihan antar anggota dan saat pendamping menyarankan Anda masuk

Langkah pertama memisahkan dua jenis perselisihan yang tampak sama dari luar. Perbedaan cara kerja muncul ketika dua anggota menempuh urutan yang berlainan untuk pekerjaan serupa, lalu saling menganggap ceroboh. Perbedaan kepentingan terjadi ketika keduanya menginginkan satu hal yang jumlahnya terbatas: giliran kerja akhir pekan, kendaraan operasional, jatah lembur, atau pengakuan atas satu pekerjaan.

Perbedaan cara kerja biasanya selesai dengan memperjelas titik serah terima. Siapa menyerahkan apa, dalam bentuk apa, dan jam berapa. Perbedaan kepentingan menuntut Anda memutuskan, sebab keduanya memang tak punya wewenang membagi hal yang terbatas itu. Atasan yang mencoba mendamaikan perselisihan kepentingan tanpa memutuskan apa pun akan mendapati keduanya kembali bertengkar pekan depan.

Kapan sebaiknya Anda diam dulu: ketika keduanya masih saling menyapa dan persoalannya sanggup mereka bicarakan sendiri. Kapan Anda masuk cepat: ketika pelanggan sudah ikut merasakan, ketika ada nada mengancam atau merendahkan, dan ketika tim mulai terbelah menjadi dua kubu. Yang dihindari adalah menjadi pengantar pesan di antara dua orang yang tak mau berbicara langsung. Peran itu melelahkan, dan ia mengawetkan perselisihannya.

Rapat memakan jam kerja beberapa orang sekaligus, jadi ia layak diadakan ketika ada sesuatu yang harus diputuskan. Kabar, angka, dan pengumuman bisa berjalan lewat catatan tertulis dan sampai lebih cepat. Di sesi ini peserta memilah pertemuan rutin yang sudah berjalan di kantornya, lalu memindahkan sebagiannya ke bentuk yang lebih murah.

Rincian

Rapat tim yang layak diadakan, disusun ulang di sesi privat

Pertemuan untuk memutuskan

Ada beberapa pilihan yang harus dipilih hari itu, dan orang yang berwenang memutuskan hadir di ruangan. Agendanya ditulis sebagai pertanyaan, misalnya "giliran kerja Lebaran memakai pola mana", supaya jelas kapan rapat boleh dibubarkan.

Pertemuan untuk memecahkan masalah

Persoalannya belum punya jalan keluar dan menuntut beberapa orang berpikir bersama di satu ruangan. Undang yang benar-benar memegang bagiannya, dan cukup itu; penonton membuat orang enggan mengaku salah.

Kabar lewat catatan tertulis

Angka penjualan, perubahan jadwal, pengumuman kebijakan, dan hasil rapat kemarin. Semuanya sampai lebih rapi lewat pesan tertulis yang bisa dibaca ulang saat anggota selesai melayani pelanggan.

Urusan satu orang dibicarakan berdua

Hal yang menyangkut kerja satu anggota tak pernah diletakkan di rapat tim. Membahasnya di depan orang lain mengubah pertemuan menjadi pengadilan kecil, dan sisanya ikut merasa terancam.

Pertemuan pendek harian

Hanya layak bila pekerjaannya berubah tiap hari, misalnya di restoran atau gudang. Sepuluh menit sambil berdiri, tiga hal saja: yang berbeda hari ini, yang menghambat, dan siapa butuh bantuan siapa.

Catatan keputusan yang dilatih tutor seusai rapat tim

Rapat yang bagus pun menguap bila tak ada yang menuliskan hasilnya. Format yang dilatih di sesi ini sengaja dibuat pendek supaya benar-benar dikerjakan: satu paragraf berisi keputusan yang diambil, siapa mengerjakan apa, dan tanggal jatuh temponya. Kirim dalam dua jam setelah rapat bubar, saat semua orang masih ingat.

Bagian yang sering dilewatkan justru yang menyelamatkan: sebutkan juga hal yang dibahas dan sengaja belum diputuskan, berikut alasannya. Tanpa baris itu, anggota yang hadir pulang dengan tafsiran masing-masing, dan dua pekan kemudian dua orang mengerjakan dua arah yang berbeda sambil sama-sama merasa mengikuti rapat.

Bila rapat berakhir tanpa satu keputusan pun, katakan apa adanya di catatan dan sebutkan apa yang kurang: data yang belum lengkap, orang yang belum hadir, atau wewenang yang ada di tangan orang lain. Kejujuran sekecil itu menjaga kepercayaan tim terhadap rapat berikutnya. Peserta les manajemen tim di Surabaya biasanya membawa satu catatan rapat asli ke sesi berikutnya untuk diperbaiki bersama tutor, dengan nama anggota diganti inisial.

Merekrut anggota baru dengan pertanyaan yang digali di kelas

Wawancara yang menanyakan keadaan andai-andai hampir selalu dijawab dengan jawaban yang bagus. Semua orang tahu jawaban yang benar untuk pertanyaan "apa yang Anda lakukan kalau pelanggan marah". Yang lebih memberi keterangan adalah pertanyaan tentang kejadian yang sudah lewat: "ceritakan satu kali Anda harus menyelesaikan pekerjaan dengan data yang kurang, dan apa yang Anda lakukan hari itu".

Sesudah jawabannya keluar, tiga pertanyaan susulan yang dilatih di kelas ini membuka bagian yang sebenarnya: apa langkah pertama yang ia ambil, siapa yang ia libatkan, dan apa yang berubah pada dirinya sesudah kejadian itu. Jawaban yang selalu memakai kata "biasanya kami" tanpa pernah sampai ke "waktu itu saya" pantas ditanyakan lebih jauh, sebab ia bisa berarti orangnya sedang menceritakan timnya, sementara perannya sendiri belum terdengar sama sekali.

Bila jenis pekerjaannya memungkinkan, satu tugas kecil yang nyata memberi keterangan lebih banyak daripada wawancara kedua. Sepakati lingkupnya, waktunya, dan imbalannya sejak awal supaya adil bagi pelamar. Di Surabaya, peserta yang mengelola toko dan gerai makanan biasanya memakai satu giliran kerja percobaan berbayar sebagai pengganti wawancara panjang.

Minggu pertama anggota baru yang disiapkan bersama tutor

Perputaran karyawan di gerai dan rumah makan Surabaya berjalan cepat, dan sebagian besar kepergian di bulan-bulan awal sebenarnya sudah diputuskan pada minggu pertama. Yang terasa kuat oleh orang baru pada hari-hari itu adalah apakah kehadirannya dianggap ada. Sisanya berupa persiapan sederhana yang bisa dikerjakan sebelum orangnya datang.

Siapkan empat hal sebelum hari pertama: alat dan akses yang ia butuhkan, tempat menaruh barang, nama satu orang yang boleh ia tanyai apa saja, dan satu pekerjaan kecil yang bisa dituntaskan dalam pekan itu juga. Menyelesaikan sesuatu di minggu pertama memberi orang alasan untuk kembali di minggu kedua.

Sebutkan juga aturan yang tak tertulis, sebab justru itu yang membuat orang baru terlihat canggung: jam berapa orang biasanya datang, siapa yang menutup kasir, bagaimana kebiasaan izin di tempat ini, dan hal apa yang di sini dianggap tidak sopan. Jadwalkan percakapan satu lawan satu pertama di hari kelima, saat kesan awalnya masih segar dan koreksi masih murah. Tutor membantu Anda menyusun daftar ini sekali, dan ia dipakai lagi untuk setiap anggota berikutnya.

Biaya les manajemen tim di Surabaya dan isi tiap sesi

Biaya mulai Rp303.800 per sesi untuk pertemuan 90 menit dengan ritme empat sesi sebulan, satu tutor untuk satu peserta. Tersedia pula sesi 120 menit seharga Rp374.600 bagi peserta yang ingin waktu latihan lebih longgar. Tarif itu sudah menghitung tutor yang datang ke tempat Anda, sehingga tidak ada tambahan perjalanan di luar biaya sesi.

Satu pertemuan 90 menit biasanya terbagi dua. Paruh pertama membahas kasus tim yang sedang berjalan pekan itu, lengkap dengan apa yang sudah Anda coba dan bagaimana orangnya menanggapi. Paruh kedua dipakai berlatih: menyusun kalimat pembuka, menjalankan percakapan sulit sebagai permainan peran dengan tutor berperan sebagai anggota tim Anda, lalu memperbaikinya sampai terasa wajar.

Bila Anda lebih tenang membahas hal ini di luar kantor sendiri, sesi bisa dipindah ke co-learning space Edubia di kawasan Tambaksari atau Wonocolo dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Sesi daring juga tersedia untuk pekan yang jadwalnya rapat. Bila cara mengajar tutor terasa tidak sejalan sesudah beberapa pertemuan, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan catatan kasus Anda diserahkan kepada penggantinya supaya tak perlu bercerita dari awal.

Wilayah dan jam sesi tutor manajemen tim di Surabaya

Tutor mendatangi tempat yang Anda tentukan di 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Tegalsari, Genteng, dan Bubutan di tengah kota, sampai Rungkut, Sukolilo, dan Mulyorejo di sisi timur, Lakarsantri dan Benowo di barat, serta Wonokromo, Jambangan, dan Gayungan di selatan. Kabupaten Sidoarjo ikut dilayani, termasuk Waru, Gedangan, Buduran, Taman, Krian, dan pusat kotanya.

Tempat sesi mengikuti bentuk pekerjaan peserta. Supervisor gerai biasanya memilih ruang kantor kecil di belakang toko sesudah rolling door turun. Kepala cabang sering memakai ruang rapat kantornya sendiri seusai jam pelayanan. Pemilik usaha yang bekerja dari rumah menerima tutor di rumahnya, dan sebagian memilih sesi daring di pekan yang padat. Bila cabang Anda di Rungkut sementara rumah Anda di Wiyung, tempatnya boleh berpindah antar pertemuan asal disampaikan sehari sebelumnya.

Slot mengajar tersedia setiap hari sejak pukul tujuh pagi sampai pukul sembilan malam, termasuk Sabtu dan Minggu. Peserta yang bekerja di ritel dan rumah makan hampir semuanya mengambil slot malam atau pagi sebelum gerai buka. Bila hari itu tokonya mendadak ramai, sesi bisa digeser selama Anda mengabari tim penjadwalan pada hari yang sama.

Pendaftaran dirancang singkat, sebab hampir semua peserta menghubungi Edubia di sela pekerjaan. Yang perlu Anda siapkan cukup gambaran kasar tentang tim: berapa orang, jenis usahanya, dan satu persoalan yang ingin dibereskan lebih dulu.

Sorotan

Cara mendaftar les privat manajemen tim di Surabaya

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Ceritakan keadaan tim Anda

    Isi formulir pendaftaran atau kirim pesan WhatsApp berisi jumlah anggota, bidang usaha, dan lokasi kantor atau gerai Anda di Surabaya. Alamat di wilayah Sidoarjo juga terlayani.

  2. Bicara singkat dengan tim Edubia

    Percakapan sekitar lima belas menit untuk memahami persoalan utamanya, sekaligus menentukan panjang sesi, ritme bulanan, dan tempat pertemuan yang masuk akal bagi jadwal Anda.

  3. Terima tutor yang kami pilihkan

    Kami memilihkan tutor yang pernah memimpin tim di bidang yang dekat dengan usaha Anda, lalu mengirimkan gambaran pengalamannya sebelum sesi pertama dijadwalkan.

  4. Jalani sesi pertama dengan kasus nyata

    Bawa satu persoalan yang sedang berjalan. Nama anggota tim tidak perlu disebut; inisial atau sebutan peran sudah cukup untuk membahasnya secara rinci.

  5. Kunci ritme sesi berikutnya

    Tetapkan hari dan jam tetap tiap pekan supaya sesi tidak kalah oleh pekerjaan mendadak, lalu sepakati satu perubahan yang Anda coba di tim sebelum pertemuan berikutnya.

Tanya jawab

Berapa biaya dan bagaimana jadwal les manajemen tim?

Berapa biaya les manajemen tim di Surabaya?

Satu pertemuan 90 menit dihitung Rp303.800, dan ritme yang umum diambil empat pertemuan sebulan. Pilihan 120 menit dihargai Rp374.600 sekali datang. Perjalanan tutor menuju kantor, gerai, atau rumah Anda sudah masuk ke dalam angka itu, sehingga tidak ada tagihan transportasi terpisah. Tambahan muncul hanya bila Anda memilih bertemu di co-learning space Edubia, yaitu Rp15.000 tiap kali datang. Tim Edubia menghitungkan totalnya saat pendaftaran supaya angkanya pasti sejak awal.

Sesinya bisa dijalankan sesudah gerai atau kantor tutup?

Bisa, dan begitulah jalannya bagi sebagian besar peserta. Tim penjadwalan membuka slot dari pukul tujuh pagi hingga pukul sembilan malam pada hari apa pun, akhir pekan ikut di dalamnya. Pengelola gerai umumnya mengambil giliran malam sesudah rolling door turun, pemilik rumah makan lebih memilih pagi sebelum dapur menyala. Satu saran dari tutor: kunci hari sekaligus jamnya sejak awal, sebab pertemuan yang waktunya berpindah terus akan kalah oleh pekerjaan mendadak.

Saya baru diangkat memimpin rekan seangkatan sendiri. Apakah program ini cocok?

Cocok, dan keadaan itu termasuk yang sering dibawa peserta ke sesi pertama. Naik memimpin orang yang kemarin duduk sebaris membuat dua hal berubah sekaligus: Anda kini memegang keputusan yang dulu dibicarakan sebagai teman, dan mereka belum tahu batas baru yang berlaku. Yang dikerjakan di sesi awal adalah menyebutkan perubahan itu secara terbuka, menuliskan wewenang yang sekarang ada di tangan Anda, dan melatih satu percakapan pembuka dengan tiap orang. Tutor juga membantu menyiapkan tanggapan untuk pertanyaan yang biasanya muncul, misalnya soal keberpihakan pada teman dekat.

Apakah nama anggota tim saya harus disebutkan kepada tutor?

Tidak perlu. Peserta cukup memakai inisial atau sebutan peran, misalnya kasir sore atau koordinator gudang, dan itu sudah memadai untuk membahas perkaranya sampai rinci. Yang dibutuhkan tutor adalah gambaran perilaku, riwayat percakapan yang sudah terjadi, serta posisi orang itu dalam alur kerja. Tutor Edubia juga terikat menjaga isi percakapan sesi. Bila kasusnya menyangkut hal sensitif seperti dugaan kecurangan atau perkara pribadi, sesi bisa dipindahkan ke co-learning space atau daring supaya pembicaraannya jauh dari telinga staf Anda sendiri.

Tim saya hanya tiga orang. Apakah masih perlu belajar manajemen tim?

Justru tim kecil yang lebih cepat merasakan akibat batas yang kabur, sebab satu orang bermasalah berarti sepertiga tenaga kerja Anda. Di tim bertiga, atasan biasanya ikut mengerjakan pekerjaan harian, sehingga peran memutuskan dan peran mengerjakan tercampur sepanjang hari. Bagian yang dikerjakan di sesi adalah memisahkan keduanya dengan jelas, menyusun ukuran selesai yang dipahami sama oleh ketiganya, dan menjaga percakapan berdua tetap berjalan meski setiap hari sudah bertemu. Materi rapat memang dipakai lebih ringkas untuk tim sekecil ini, dan porsinya dipindahkan ke delegasi.

Berapa lama sampai perubahannya terasa di tim?

Yang berubah lebih dulu biasanya cara Anda bekerja sendiri. Sesudah dua atau tiga sesi, kebanyakan peserta melaporkan keputusan kecil berhenti menumpuk di mejanya dan pekerjaan yang diserahkan tidak lagi kembali. Perubahan yang dirasakan anggota umumnya baru tampak di bulan kedua, sesudah aturan baru bertahan melewati satu pekan yang benar-benar padat. Edubia tidak menjanjikan hasil pada tanggal tertentu; yang dijaga tutor adalah langkah berikutnya selalu jelas.

Apa bedanya dengan pelatihan yang pernah saya ikuti di kantor?

Pelatihan kantor umumnya berbentuk kelas berisi banyak orang dengan bahan yang sama untuk semua peserta, dan contohnya diambil dari perusahaan lain. Di sini formatnya satu tutor untuk satu peserta, dan bahan tiap pertemuan berasal dari kasus yang sedang berjalan di tim Anda pekan itu. Anda bisa menyebutkan nama pekerjaan, jam kerja, dan kebiasaan tempat Anda apa adanya, lalu latihan bermain peran disusun dari situ. Selain itu, ritmenya mingguan sehingga ada jeda untuk mencoba di lapangan, dan hasil percobaannya dibahas di pertemuan berikutnya.

Kalau cara mengajar tutornya kurang cocok, bisa diganti?

Bisa, dan tutor diganti tanpa biaya tambahan. Sampaikan saja kepada tim Edubia lewat WhatsApp berikut alasannya, misalnya gaya bicaranya terlalu teoretis atau pengalamannya jauh dari bidang usaha Anda. Karena program ini bertumpu pada kasus tim yang sedang berjalan, catatan perkara yang sudah dibahas diteruskan kepada tutor pengganti supaya Anda tidak perlu bercerita dari awal. Sebagian peserta meminta pergantian karena alasan yang lebih sederhana, misalnya butuh tutor yang jam kerjanya cocok dengan slot malam. Permintaan seperti itu juga dilayani dengan cara yang sama.

Kantor saya kecil dan tidak punya ruang tertutup. Sesinya di mana?

Ada tiga jalan keluar. Sebagian peserta meminta tutor datang ke rumah, terutama yang enggan membiarkan stafnya menebak-nebak isi pertemuan. Sebagian lain memindahkannya ke co-learning space Edubia di kawasan Tambaksari atau Wonocolo; ruangnya tertutup, dan itu berguna untuk latihan bermain peran yang suaranya perlu agak keras. Sisanya memilih pertemuan daring pada pekan yang jadwalnya rapat. Pemakaian co-learning space dikenai tambahan Rp15.000 tiap kali datang. Banyak peserta mencampur ketiganya: pertemuan rutin di kantor sesudah tutup, sementara perkara berat sengaja dibawa keluar dari tempat kerja.

Bisakah tutor ikut hadir saat saya berbicara dengan anggota tim?

Tutor tidak ikut masuk ke percakapan Anda dengan anggota tim, dan itu disengaja. Kehadiran orang luar mengubah percakapan menjadi pemeriksaan, anggota akan menjaga kata-katanya, dan wibawa Anda sebagai atasan justru berkurang karena terlihat perlu didampingi. Gantinya, percakapan itu dijalankan lebih dulu sebagai permainan peran di sesi les, dan tutor mengambil posisi lawan bicara Anda, termasuk menirukan tanggapan yang meledak maupun diam seribu bahasa. Sesudah percakapan aslinya terjadi, hasilnya dibahas di pertemuan berikutnya untuk memperbaiki bagian yang meleset.

Sesi tatap muka bisa diadakan di kecamatan mana saja?

Seluruh kecamatan di Kota Surabaya terlayani: pusat kota seperti Genteng dan Bubutan, sisi timur laut seperti Gubeng, kawasan timur seperti Rungkut dan Sukolilo, sisi barat seperti Tandes dan Sambikerep, sampai selatan seperti Wonokromo dan Karang Pilang. Kabupaten Sidoarjo ikut masuk jangkauan, termasuk Waru, Sedati, Buduran, Krian, dan Porong. Kalau gerai dan rumah Anda berada di kecamatan berbeda, tempat pertemuan boleh berpindah antar sesi; cukup kabari sehari sebelumnya supaya tutor mengatur perjalanannya.

Saya pemilik usaha dan belum punya bagian personalia. Materinya tetap terpakai?

Tetap terpakai, dan sebagian peserta Edubia memang pemilik usaha kecil yang mengurus sendiri semua urusan orang. Yang berubah hanya penekanannya. Peserta tanpa bagian personalia dilatih lebih rinci untuk mencatat sendiri isi percakapan kinerja, menyimpan kesepakatan tertulis, dan menyusun daftar persiapan minggu pertama yang bisa dipakai berulang. Satu batas disebutkan terus terang: urusan hukum ketenagakerjaan, termasuk pemutusan hubungan kerja dan perhitungan haknya, dibicarakan dengan penasihat hukum atau konsultan yang berwenang. Yang dikerjakan di sesi ini adalah percakapan dan cara kerjanya.

Bagaimana kalau jadwal saya mendadak berubah karena toko sedang ramai?

Pertemuan boleh dipindah asal dikabarkan pada hari yang sama, dan tutor menawarkan pengganti di pekan yang sama supaya ritme mingguannya tidak putus. Pekan yang tak bisa ditebak memang bagian dari pekerjaan di ritel dan rumah makan, apalagi menjelang hari besar, jadi kemungkinan itu sudah diperhitungkan sejak program disusun. Saran tutor: geser jamnya dan pertahankan harinya, sebab hari yang tetap jauh lebih mudah dijaga daripada jam yang tetap. Kalau pekan itu benar-benar mustahil, pertemuan dapat dijalankan daring dengan durasi lebih pendek untuk membahas satu perkara saja.

Apa yang perlu saya siapkan sebelum sesi pertama?

Tiga hal sederhana. Pertama, daftar kasar anggota tim beserta perannya, memakai inisial saja bila Anda lebih nyaman begitu. Kedua, satu perkara yang menurut Anda mendesak, misalnya pekerjaan yang selalu kembali ke meja Anda atau dua anggota yang sudah sebulan tidak saling menyapa. Ketiga, gambaran jam kerja tim supaya jadwal sesi dan jadwal percakapan berdua bisa disusun realistis. Tidak perlu menyiapkan bahan bacaan atau catatan rapi. Sesi pertama justru dipakai menuliskan hal-hal itu bersama tutor.

Anggota saya lebih tua dan lebih lama bekerja daripada saya. Bagaimana menghadapinya?

Keadaan ini dibahas tersendiri di sesi kelima, sebab menyampaikan koreksi kepada orang yang lebih senior menuntut urutan yang berbeda. Yang dilatih: mengakui pengalamannya secara jujur dan spesifik di kalimat pembuka, memisahkan penghormatan pada orangnya dari kejelasan tentang pekerjaannya, lalu menyampaikan permintaan tanpa berputar-putar. Tempat percakapan juga ditentukan dengan hati-hati, sebab koreksi yang terdengar rekan lain akan dibaca sebagai kehilangan muka. Sebagian peserta memilih membuka dengan meminta pendapatnya lebih dulu tentang persoalan yang sama, dan cara itu sering membuat kesepakatannya datang tanpa perlu ditekan.

Mulai dari Konsultasi

Siap mulai les manajemen tim bulan ini?

Kebutuhan dipetakan dulu, biaya per sesi dibicarakan terbuka, baru les manajemen tim berjalan.