Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai lanjutan

Les Komputer Bicara di Surabaya

Les komputer bicara Edubia melatih teman Tunanetra di Surabaya menjalankan komputer lewat papan ketik dan pembaca layar, tanpa tetikus sama sekali. Satu tutor menemani satu peserta selama 60 menit tiap pertemuan, di rumah atau daring.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terseleksi
1-on-1 privat sepenuhnya
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor tanpa biaya tambahan
Assessment kebutuhan dulu

Les Komputer Bicara di Surabaya, apa saja?

Les komputer bicara Edubia melatih teman Tunanetra di Surabaya menjalankan komputer lewat papan ketik dan pembaca layar, tanpa tetikus sama sekali. Satu tutor menemani satu peserta selama 60 menit tiap pertemuan, di rumah atau daring.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal di Surabaya dan kota tetangganya
Bentuk kelas
Privat, satu tutor untuk satu peserta
Materi yang dipelajari
Papan ketik sepuluh jari, perintah pembaca layar, penjelajahan dokumen, berkas dan folder, pengolah kata, peramban, surel, papan ketik ponsel
Tutor pengampu
Tutor terverifikasi yang terbiasa mengajar tanpa menunjuk dan menahan bicara saat pembaca layar berbunyi
Biaya
Mulai Rp198.500 per sesi daring; Rp218.700 per sesi bila tutor datang ke rumah
Durasi sesi
60 menit, dengan jeda pendek di tengah
Jumlah peserta
1 orang per sesi
Ritme jadwal
1 sampai 3 pertemuan per pekan, dipilih peserta
Jam layanan
Pagi sampai malam, tujuh hari sepekan, slot dikunci lewat WhatsApp
Tempat belajar
Rumah peserta, co-learning space Edubia, atau sesi daring
Wilayah les
31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah kota tetangganya Sidoarjo
Perangkat
Komputer atau laptop milik peserta; papan ketik lengkap disarankan
Prasyarat
Sanggup menyalakan perangkat sendiri; mengetik sepuluh jari dilatih dari nol
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Sebelum memutuskan

Apa yang kami siapkan sebelum sesi komputer bicara pertama?

Yang sudah kami siapkan begitu Anda memutuskan mulai belajar komputer bicara.

Biaya les komputer bicara disepakati di awal

Nominal per sesi dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, tanpa tambahan di tengah jalan.

Garansi ganti tutor

Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor komputer bicara diganti tanpa biaya tambahan.

Satu tutor untuk satu peserta

Seluruh jam sesi komputer bicara tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.

Timbang dulu

Privat atau bimbel untuk komputer bicara? Ini bedanya

Fitur Pilihan terbaik Les Komputer Bicara Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya Bimbel Komputer Bicara Grup Belajar Komputer Bicara Sendiri
Perhatian tutor saat belajar komputer bicara Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak peserta Tanpa pendamping
Materi komputer bicara disesuaikan level peserta
Tutor komputer bicara bisa diganti tanpa ribet
Assessment kebutuhan komputer bicara di awal
Bahan dipilih dari perkakas yang sudah dipakai peserta Umum Tergantung sendiri
Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya Kelas terjadwal

Kelebihan les ini

Yang membuat les komputer bicara kami beda

Assessment mengetik di pertemuan pertama

Tutor mengukur posisi tangan, jumlah salah ketik per paragraf, dan kecepatan bicara yang nyaman didengar. Ketiganya jadi titik berangkat, dan diukur ulang tiap empat pertemuan.

Perintah baru dibatasi lima sampai delapan per sesi

Daftar perintah yang panjang mudah hilang dalam sepekan. Jatah kecil yang langsung dipakai untuk pekerjaan sungguhan bertahan lebih lama di ingatan jari.

Bahan latihan diambil dari urusan peserta sendiri

Formulir yang perlu diisi, surel yang menunggu balasan, dan berkas yang perlu dirapikan dipakai sebagai bahan sesi. Latihan selesai berarti satu urusan nyata ikut selesai.

Catatan setelan suara dibawa pulang peserta

Kecepatan bicara, tingkat kerincian tanda baca, dan cara angka dibacakan dicatat tiap sesi, sehingga latihan mandiri di rumah berjalan pada setelan yang sama.

Kelas menyesuaikan sisa penglihatan peserta

Peserta dengan sisa penglihatan mendapat pengaturan ukuran huruf dan beda terang lebih dulu. Peserta tanpa sisa penglihatan memakai waktu itu memperdalam perintah posisi.

Jeda hening satu sampai dua menit tiap sesi

Di tengah pertemuan suara dimatikan sepenuhnya sesaat. Diam sebentar mengembalikan ketajaman dengar lebih cepat daripada meneruskan latihan sambil menahan lelah.

Susunan materi

Susunan materi les komputer bicara per tahap

Sepuluh bagian di bawah dilalui berurutan, dan tempo tiap peserta berbeda. Bagian yang sudah dikuasai dilewati sesudah tutor memeriksanya di pertemuan pertama.

  1. 1

    Wilayah papan ketik

    Pertemuan 1 sampai 2

    Yang dibahas. Lima wilayah papan ketik yang bisa ditemukan tangan: baris tengah, baris angka, tombol fungsi, kelompok perpindahan, dan papan angka.

    Jebakan umum. Peserta menghafal nama tombol tanpa tahu letaknya, sehingga hafalan itu tak terpakai saat tangan berada di papan ketik.

    Cara tutor. Tutor menyebut jarak dalam hitungan tombol dari tonjolan baris tengah, dan tiap pertemuan dibuka dengan mencari posisi itu dari udara.

  2. 2

    Sistem sepuluh jari dan jatah kolomnya

    Pertemuan 1 sampai 8

    Yang dibahas. Jatah kolom tiap jari, latihan kata pendek, kalimat, lalu paragraf pendek dari kebutuhan peserta.

    Jebakan umum. Peserta kembali ke kebiasaan dua jari begitu terburu-buru, dan itu mengeras kalau dibiarkan beberapa pekan.

    Cara tutor. Tutor menghitung salah ketik per paragraf, sehingga peserta tak tergoda mengejar angka dengan cara lama.

  3. 3

    Tombol pengubah pembaca layar

    Pertemuan 3 sampai 5

    Yang dibahas. Satu tombol yang mengubah huruf di sekitarnya jadi perintah, berikut cara menahannya dengan kelingking.

    Jebakan umum. Tombol pengubah terlepas di tengah gabungan, sehingga huruf perintah tercetak ke dokumen yang sedang dibuka.

    Cara tutor. Latihan menahan tombol jadi gerakan tersendiri sebelum satu pun perintah dihafal, seperti melatih pegangan sebelum pukulan.

  4. 4

    Tiga ukuran baca

    Pertemuan 4 sampai 6

    Yang dibahas. Membaca per baris untuk kecepatan, per kata untuk memeriksa istilah, per huruf untuk ejaan yang tak boleh meleset.

    Jebakan umum. Peserta bertahan di satu ukuran, lalu kelelahan karena membaca alamat surel dengan ukuran baris atau artikel dengan ukuran huruf.

    Cara tutor. Tutor memberi latihan campuran dalam satu sesi: satu paragraf berita, satu alamat surel, satu nomor rekening, dengan ukuran berbeda.

  5. 5

    Kode huruf untuk mengeja

    Pertemuan 5 sampai 7

    Yang dibahas. Kata penanda tiap huruf supaya bunyi yang mirip tak tertukar saat mengeja atau mendikte.

    Jebakan umum. Peserta menghafal kode huruf tanpa pernah memakainya, sehingga ia lambat keluar justru saat dibutuhkan di telepon.

    Cara tutor. Kode huruf dipakai untuk mengeja nama, alamat surel, dan nama jalan sendiri, jadi latihannya melekat pada data yang sering ditanyakan orang.

  6. 6

    Penjelajahan lewat struktur

    Pertemuan 7 sampai 10

    Yang dibahas. Melompat antar-judul, antar-tautan, antar-tabel, dan antar-kotak isian, ditambah perintah untuk mengetahui posisi.

    Jebakan umum. Peserta membaca dokumen dari baris pertama karena merasa lompatan berisiko melewatkan sesuatu, lalu kehabisan tenaga sebelum bagian yang dicari terbaca.

    Cara tutor. Tutor memberi tugas menemukan satu keterangan di dokumen panjang dengan batas waktu, sehingga lompatan jadi cara yang masuk akal.

  7. 7

    Berkas, folder, dan penamaan

    Pertemuan 9 sampai 12

    Yang dibahas. Menelusuri daftar berkas, melompat lewat huruf awal, menyalin, memindahkan, mengganti nama, dan menyusun aturan penamaan.

    Jebakan umum. Berkas dipindahkan tanpa pemeriksaan akhir, lalu dianggap hilang padahal ia duduk di folder lain dengan nama sama.

    Cara tutor. Tiap perpindahan ditutup satu perintah yang menyebutkan nama berkas dan letak foldernya, sampai pemeriksaan itu jadi kebiasaan.

  8. 8

    Pengolah kata dan tabel sederhana

    Pertemuan 11 sampai 16

    Yang dibahas. Menulis dokumen panjang, tiga tingkat pemeriksaan, pemeriksa ejaan, dan tabel dengan baris judul yang ditandai.

    Jebakan umum. Tabel dibuat tanpa menandai baris judulnya, sehingga isinya terdengar sebagai deretan angka tanpa keterangan.

    Cara tutor. Tabel latihan diperiksa dengan berjalan menurun satu kolom, dan peserta mendengar sendiri bedanya sebelum dan sesudah baris judul ditandai.

  9. 9

    Peramban dan surel harian

    Pertemuan 13 sampai 20

    Yang dibahas. Dua cara bekerja di halaman web, daftar tautan, pengisian formulir sampai halaman balasan, penyaringan kotak masuk, dan lampiran berkas.

    Jebakan umum. Peserta tertukar antara cara membaca dan cara mengisi, lalu menyangka papan ketiknya rusak karena huruf tak masuk ke kotak isian.

    Cara tutor. Tutor melatih perpindahan bolak-balik puluhan kali dalam satu sesi sampai bunyi penandanya dikenali tanpa berpikir.

  10. 10

    Dokumen gambar dan papan ketik ponsel

    Pertemuan 17 ke atas

    Yang dibahas. Mengenali berkas yang sebenarnya foto, menjalankan pengenalan teks, memeriksa hasilnya, lalu penjelajahan sentuh dan pendiktean di ponsel.

    Jebakan umum. Hasil pengenalan teks dipercaya bulat-bulat, padahal angka dan tanda baca sering meleset dan kolom bisa tertukar.

    Cara tutor. Bagian penting hasil pengenalan diperiksa dengan cara mengeja, dan peserta memutuskan kapan lebih cepat meminta kiriman ulang berbentuk teks.

Peserta yang cocok

Peserta yang cocok mengambil les komputer bicara

Peserta yang cocok

  • Teman Tunanetra yang perlu mengurus dokumen, surel, dan formulir daring sendiri untuk kerja atau kuliah
  • Peserta yang penglihatannya menurun belakangan dan perlu memindahkan cara kerjanya ke telinga dan tangan
  • Peserta dengan sisa penglihatan yang lelah membesarkan tampilan seharian dan ingin menambah suara
  • Peserta yang sudah memakai pembaca layar seadanya dan ingin merapikan perintah yang dipakainya
  • Mahasiswa yang menghadapi tugas berbentuk dokumen panjang, tabel, dan pengiriman lewat surel
  • Anggota keluarga yang selama ini membantu, dan ingin menemani tanpa mengambil alih papan ketik

Fleksibel

3 format kelas komputer bicara di Edubia

Tutor komputer bicara datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Cakupan

Yang peserta bawa pulang dari les komputer bicara

  • Posisi tangan yang bisa diandalkan Sepuluh jari berangkat dari baris tengah setiap kali, dan tangan menemukan tonjolan penanda tanpa dituntun.
  • Daftar perintah yang benar-benar terpakai Perintah baca, perintah posisi, dan perintah pengatur suara yang terpakai tiap hari, diberikan sedikit demi sedikit supaya tinggal lama di ingatan jari.
  • Cara membaca dokumen lewat lompatan Menelusuri judul, tautan, tabel, dan kotak isian, berikut cara memastikan letak sorotan ketika arah hilang.
  • Urusan berkas yang dikerjakan sendiri Menyalin, memindahkan, mengganti nama, dan menyusun aturan penamaan yang membuat daftar berkas cepat disaring.
  • Dokumen tertulis yang siap dikirim Menulis, memeriksa ejaan, menyusun tabel berbaris judul, lalu melampirkannya ke surel sampai balasan terbaca.
  • Formulir daring yang terisi tanpa bantuan Berpindah antar-kotak isian, memeriksa seluruh isian sekali putar, lalu menekan kirim dan mendengar hasilnya.
  • Jalan keluar untuk berkas yang tak terbaca Mengenali berkas yang sebenarnya gambar, menjalankan pengenalan teks, dan meminta kiriman ulang berbentuk teks.
  • Setelan suara yang cocok di telinga sendiri Kecepatan bicara, kerincian tanda baca, dan cara angka dibacakan, dicatat supaya latihan di luar sesi memakai setelan yang sama.

Tahap demi tahap

Perjalanan peserta les komputer bicara sejak sesi pertama

Rentang pertemuan di bawah adalah rata-rata yang teramati, dan ia bergeser mengikuti jam latihan mandiri serta pengalaman peserta. Tiap tandanya dicapai peserta lewat latihannya sendiri; tutor menyiapkan urutan lalu memeriksa hasilnya tiap empat pertemuan.

  1. 01

    Tangan tahu tempat pulangnya

    Pertemuan 1 sampai 2

    Kesepuluh jari kembali ke baris tengah dari udara tanpa dituntun, dan peserta menyebutkan letak tombol tanpa mencari.

  2. 02

    Mengetik kalimat tanpa berhenti mencari

    Pertemuan 3 sampai 8

    Kalimat pendek selesai diketik dengan salah ketik yang bisa dihitung jari, dan pembetulannya dikerjakan lewat perintah menghapus per kata.

  3. 03

    Membaca dokumen dari kerangkanya

    Pertemuan 7 sampai 10

    Peserta menemukan satu keterangan di dokumen panjang lewat lompatan judul, tanpa membaca dari baris pertama, dan tahu cara kembali saat arah hilang.

  4. 04

    Mengurus berkas sendiri tanpa dituntun

    Pertemuan 9 sampai 12

    Menyalin, memindahkan, dan mengganti nama berjalan lancar berikut pemeriksaan akhirnya, dan berkas lama dirapikan memakai aturan penamaan sendiri.

  5. 05

    Menyelesaikan pekerjaan tulis sampai terkirim

    Pertemuan 13 sampai 20

    Satu dokumen ditulis, diperiksa tiga tingkat, dilampirkan ke surel, lalu dikirim ke penerima sungguhan dalam sesi yang sama.

  6. 06

    Memindahkan kebiasaan itu ke ponsel

    Pertemuan 17 ke atas

    Penjelajahan sentuh, pengetikan lewat layar, dan pendiktean suara dipakai untuk urusan harian, dengan kebiasaan memeriksa yang terbentuk di komputer.

Apa yang dilatih di les komputer bicara Edubia

Di les komputer bicara Edubia, teman Tunanetra di Surabaya berlatih menjalankan komputer lewat papan ketik dan suara pembaca layar. Tetikus tidak dipakai sama sekali. Satu tutor menemani satu peserta selama 60 menit tiap pertemuan, di rumah peserta atau lewat sesi daring, dengan urutan latihan yang disusun dari kemampuan mengetik peserta.

Pergeseran mendasarnya ada di alat tunjuk. Orang yang pernah memakai komputer sambil melihat terbiasa menggerakkan penunjuk ke satu titik lalu menekan, dan cara itu berhenti berguna ketika mata tidak lagi memandu tangan. Penggantinya tersedia di papan ketik: tombol panah untuk berpindah satu baris, tombol lompat untuk berpindah satu bagian, dan satu tombol pengubah untuk memanggil perintah pembaca layar. Semuanya bisa dihafal jari dan diperiksa telinga.

Bahan sesi diambil dari pekerjaan yang benar-benar peserta hadapi: mengisi formulir daring, membalas surel kantor, menyusun laporan kuliah, membaca jadwal, atau merapikan berkas sendiri. Latihan berjalan di perangkat milik peserta, dengan setelan suara yang cocok di telinganya, supaya kebiasaan yang terbentuk langsung terpakai di luar sesi.

Peserta sendiri yang membangun kemandirian di depan komputer, jam demi jam latihan. Yang Edubia siapkan adalah urutan latihannya, tutor yang menemani, dan koreksi yang datang pada detik kesalahan terjadi.

Papan ketik memikul dua pekerjaan di kelas ini: mengetik dan berpindah. Karena itu pertemuan awal membaginya jadi wilayah yang bisa ditemukan tangan tanpa dilihat. Baris tengah tempat sepuluh jari beristirahat, baris angka di atasnya, tombol fungsi di baris teratas, kelompok tombol perpindahan di sebelah kanan, dan papan angka di ujung kanan. Peserta menghafal wilayahnya lebih dulu, baru isinya.

Keenam kebiasaan di bawah diulang di pembuka tiap sesi, seringan apa pun materi hari itu. Pengulangan pendek yang sering jauh lebih awet daripada latihan panjang yang jarang.

Inti bahasan

Enam kebiasaan papan ketik yang dilatih tiap sesi

Menemukan baris tengah tanpa melihat

Dua tombol di baris tengah punya tonjolan kecil yang terasa di ujung jari. Kedua telunjuk menemukannya lebih dulu, delapan jari lain menyusul, dan tangan berangkat dari posisi sama tiap kali.

Mengetik sepuluh jari tanpa menengok

Tiap jari memegang jatah kolom hurufnya sendiri, dan jatah itu dilatih sampai jari bergerak lebih dulu daripada ingatan. Mencari tombol satu per satu memakan waktu yang di sini dibutuhkan untuk hal lain.

Menekan gabungan tombol tanpa lepas

Banyak perintah menuntut dua atau tiga tombol ditekan bersamaan. Peserta menahan tombol pengubah dengan kelingking lalu menekan tombol keduanya tanpa melepas pegangan.

Membetulkan salah ketik dengan telinga

Pembaca layar mengeja huruf terakhir yang masuk. Peserta belajar menghapus satu huruf, satu kata, atau satu baris, lalu memeriksanya dengan mendengarkan baris itu dari awal.

Memeriksa tombol pengunci huruf besar

Huruf yang keluar kapital semua sering berasal dari satu tombol yang tertekan tanpa sengaja. Pembaca layar mengumumkan keadaan tombol itu, dan peserta memeriksanya sebelum mengetik kata sandi.

Berhenti sedetik sebelum menekan jalan

Kebiasaan yang menyelamatkan banyak pekerjaan: dengarkan apa yang sedang disorot, baru tekan. Jeda sedetik itu mencegah berkas terhapus dan formulir terkirim setengah jadi.

Cara tutor mengenalkan papan ketik lewat sentuhan

Tutor Edubia mulai dari posisi tangan, sebelum satu perintah pun diajarkan. Kesepuluh jari diletakkan di baris tengah, dua telunjuk di tombol bertonjolan, lalu peserta mengangkat tangan dan menemukan posisi itu lagi dari udara. Latihan ini diulang di pembuka tiap sesi sampai tangan pulang sendiri ke tempatnya.

Petunjuk arah diberikan dengan kata yang bisa didengar. Tutor menyebut jarak dalam hitungan tombol berikut nama barisnya: dua tombol ke kanan dari tonjolan kiri, satu baris di bawah huruf pertama, tombol panjang di bawah ibu jari. Tutor yang terbiasa mengajar sambil menunjuk perlu mengganti seluruh kosakatanya, dan Edubia memilihkan yang sudah terbiasa dengan cara bicara ini.

Mengetik buta adalah prasyarat. Selama jari masih mencari tombol satu per satu, tiap perintah dua tombol berubah jadi pekerjaan panjang, dan peserta kehilangan alur pekerjaannya. Karena itu enam sampai delapan pertemuan pertama diisi latihan mengetik: daftar kata pendek dulu, lalu kalimat, lalu paragraf pendek yang isinya diambil dari kebutuhan peserta.

Ukuran kemajuannya bisa didengar peserta sendiri: berapa banyak huruf yang salah dalam satu paragraf, dan berapa sering tangan berhenti mencari. Kecepatan menyusul belakangan.

Kecepatan bicara dinaikkan bertahap sepanjang kelas

Pembaca layar membacakan isi komputer dengan tiga ukuran, dan peserta memilihnya lewat tombol. Satu baris penuh untuk membaca cepat. Satu kata saat memeriksa istilah asing. Satu huruf ketika ejaan harus diperiksa huruf demi huruf, misalnya pada alamat surel, nomor rekening, dan kata sandi baru.

Pada ukuran huruf, pembaca layar menyebut kode huruf supaya bunyi yang mirip tidak tertukar. Beberapa nama huruf terdengar hampir sama lewat pengeras suara kecil, dan salah dengar satu huruf sudah cukup membuat surel gagal terkirim. Kode huruf memberi tiap huruf satu kata penanda, sehingga alamat panjang bisa dicatat sekali dengar. Peserta menghafalnya di pertemuan awal dan memakainya sepanjang program.

Kecepatan bicara disetel rendah pada pertemuan pertama, lalu dinaikkan sedikit demi sedikit. Telinga yang baru berlatih perlu waktu memisahkan kata dari deru suara sintetis. Peserta yang sudah bertahun-tahun memakai pembaca layar sanggup menyimak pada kecepatan yang membuat orang lain menyerah, dan kemampuan itu tumbuh dari pembiasaan.

Naiknya kecepatan punya ukuran yang mudah dipegang: peserta masih menangkap kalimat utuh tanpa perlu mengulang. Begitu pengulangan mulai sering, kecepatannya diturunkan satu tingkat lalu dinaikkan lagi pekan berikutnya, dan setelan terakhir dicatat tiap sesi.

Garis besar

Keunggulan les privat komputer bicara di rumah

Sesi berjalan di perangkat peserta sendiri, di ruang yang bunyinya sudah dikenal.

Satu tutor, satu peserta, satu suara

Dua suara yang bicara bersamaan membuat sesi berhenti berguna. Karena hanya ada satu peserta, tutor menahan penjelasannya sampai pembaca layar selesai, lalu melanjutkan di celah yang tepat.

Latihan di perangkat milik peserta

Susunan tombol, ukuran papan ketik, dan setelan suara berbeda di tiap perangkat. Berlatih di perangkat sendiri membuat kebiasaan langsung terpakai, tanpa perlu diterjemahkan ulang.

Ruang belajar yang bunyinya sudah dikenal

Rumah sendiri punya susunan bunyi yang sudah hafal: arah pintu, letak meja, dengung kipas. Belajar di sana menghemat perhatian yang di tempat asing habis untuk hal lain.

Jadwal sesi mengikuti jam kerja dan kuliah

Sesi bisa diambil pagi sebelum berangkat, siang di sela jadwal, atau malam sesudah pulang. Peserta yang tenaganya habis sore memilih jam pagi, sebab kelas ini menuntut telinga yang masih segar.

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Cocok atau tidaknya cara mengajar terasa dalam dua sampai tiga pertemuan pertama. Kalau belum pas, kabari tim Edubia lewat WhatsApp; penggantian tutor diurus tanpa biaya tambahan.

Pendamping keluarga boleh ikut duduk

Anggota keluarga yang sering diminta membantu bisa ikut mendengarkan. Yang dipelajarinya cara menahan diri: menyebut nama tombol dan membiarkan tangan peserta yang bekerja.

Tombol pengubah dan lapisan perintah di sesi awal

Satu tombol di papan ketik diserahkan sepenuhnya kepada pembaca layar. Selama tombol itu ditahan, huruf di sekitarnya berhenti mengetik dan berubah jadi perintah. Huruf yang biasanya mencetak satu abjad bisa berarti bacakan baris ini, umumkan nama area kerja, atau sebutkan letak sorotan sekarang.

Lapisan perintah itulah yang membuat papan ketik sanggup menggantikan tetikus. Peserta menghafalnya bertahap, dikelompokkan menurut pekerjaannya. Kelompok pertama membaca: satu perintah untuk satu baris, satu untuk seluruh isi, satu untuk menghentikan suara di tengah kalimat. Kelompok kedua memberi tahu posisi: nama area yang sedang dibuka, nama tombol yang disorot, dan huruf ke berapa dalam satu baris.

Kelompok ketiga mengatur suara: kecepatan, tingkat kerincian tanda baca, dan cara angka dibacakan. Kelompok ini diajarkan lebih awal, sebab peserta perlu sanggup memelankan bicara sendiri ketika sedang menyimak sesuatu yang rumit.

Tutor Edubia memberi jatah lima sampai delapan perintah baru per sesi, lalu menutupnya dengan mengulang semuanya secara acak. Jumlah itu sengaja ditahan: daftar yang panjang mudah dihafal sehari dan hilang sepekan, sementara perintah untuk pekerjaan sungguhan tinggal lebih lama.

Membaca dokumen baris demi baris dari awal sampai akhir memakan waktu yang tidak pernah cukup. Pembaca layar menyediakan lompatan: langsung ke judul berikutnya, ke tautan berikutnya, ke tabel berikutnya, atau ke kotak isian berikutnya. Peserta membaca halaman dari kerangkanya dulu, memutuskan bagian yang dibutuhkan, baru masuk ke sana.

Cara ini punya syarat di luar kendali pembacanya. Dokumen yang penulisnya tak memberi judul pada bagiannya berubah jadi tumpukan baris rata tanpa pegangan, dan pembacanya terpaksa menelusuri dari atas. Karena itu di pertemuan lanjutan peserta menyusun dokumennya sendiri dengan judul bertingkat, supaya terbaca rapi oleh pemakai pembaca layar lain.

Uraian

Cara menjelajah dokumen yang dilatih tutor

01

Melompat antar-judul dalam satu dokumen

Satu tombol memindahkan sorotan ke judul berikutnya, dan tombol lain memilih tingkat judulnya. Dokumen tiga puluh halaman bisa disaring dalam hitungan detik sebelum satu paragraf dibaca penuh.

02

Membuka daftar tautan sebuah halaman

Pembaca layar mengumpulkan semua tautan di satu halaman jadi daftar tersendiri. Peserta mengetik huruf awal tautan yang dicari, mendengar pilihannya menyusut, lalu memilih tanpa membaca isi halaman.

03

Membaca tabel per kolom dan per baris

Perintah khusus tabel membacakan nama kolom di tiap perpindahan, sehingga angka yang terdengar punya keterangan. Tanpa perintah ini, isi tabel terdengar sebagai deretan angka tanpa arti.

04

Berpindah antar-kotak isian di formulir

Satu tombol melompat ke kotak isian berikutnya sambil menyebut namanya dan apa yang sudah terisi. Peserta memeriksa seluruh isian sekali putar sebelum menekan tombol kirim.

05

Mengetahui posisi sorotan saat tersesat

Perintah posisi menyebut nama area kerja, judul bagian terdekat, dan baris ke berapa sorotan berada. Ini pertolongan pertama ketika arah hilang di tengah dokumen panjang.

Kelas berkas dan folder tanpa tetikus

Sesudah papan ketik terpegang, peserta masuk ke urusan berkas. Daftar berkas dibaca menurun satu per satu, dan huruf pertama namanya bisa dipakai untuk melompat: menekan huruf yang sama berulang kali memindahkan sorotan ke berkas berikutnya yang berawalan huruf itu. Peserta yang berkasnya banyak menghemat waktu lewat kebiasaan ini.

Menyalin, memindahkan, dan mengganti nama dilatih sebagai tiga urutan tombol berbeda, masing-masing ditutup satu pemeriksaan: pembaca layar diminta menyebutkan nama berkas berikut letak foldernya sekarang. Pemeriksaan itu yang mencegah berkas seolah menghilang, sebab berkas yang terpindah ke tempat salah tetap ada dan tetap sulit ditemukan.

Penamaan berkas ikut dibahas, dan bagian ini sering luput dari kelas komputer umum. Nama berkas dibacakan sebagai bunyi, jadi tanggal berurutan tetap, kata pertama yang jelas berbeda, dan penghindaran tanda baca yang berisik membuat daftar berkas lebih cepat disaring telinga. Peserta menyusun aturan penamaannya sendiri di sesi ini, lalu memakainya untuk merapikan berkas lama.

Latihan ditutup pekerjaan nyata: memindahkan kumpulan dokumen ke tempat lain, membuat folder baru, lalu menemukan kembali satu berkas tanpa dituntun. Peserta yang menyelesaikannya berhenti meminta tolong untuk urusan berkas sejak pekan itu.

Mengetik dokumen dan tabel di sesi lanjutan

Menulis dokumen panjang menuntut kebiasaan yang berbeda dari mengetik satu kalimat. Peserta memeriksa ulang dengan telinga: membacakan paragraf terakhir sebelum lanjut, memeriksa satu kalimat kata demi kata ketika ada yang janggal, dan mengeja huruf demi huruf pada nama orang serta angka. Ketiganya dipakai bergantian, sesuai seberapa berat akibat kesalahannya.

Pemeriksa ejaan bawaan dipakai sebagai lapis kedua. Ia menandai kata yang mencurigakan, dan pembaca layar mengumumkan tanda itu saat sorotan lewat. Peserta berpindah dari satu tanda ke tanda berikutnya, mendengar usulan penggantinya, lalu memilih. Kata bahasa daerah dan nama orang sering ikut tertandai, jadi peserta juga menambahkannya ke daftar kata yang diterima.

Tabel sederhana masuk di bagian akhir. Tabel dibacakan per sel, dan tanpa baris judul yang ditandai, isi sel berubah jadi deretan angka tanpa keterangan. Peserta membuat baris judul, menandainya, lalu memeriksa hasilnya dengan berjalan menurun satu kolom dan mendengar nama kolomnya disebut di tiap baris.

Pekerjaan yang dibawa peserta menentukan kedalaman bagian ini. Mahasiswa yang menyusun tugas berhenti di penomoran, kutipan, dan daftar isi. Staf kantor yang mengurus rekap bulanan lanjut ke rumus sederhana dan penyaringan baris.

Halaman web dibaca pembaca layar sebagai teks berurutan, dan tombol serta kotak isian diumumkan menurut jenisnya. Ada dua cara bekerja di sana, dan peserta perlu tahu sedang berada di cara yang mana. Cara pertama untuk membaca, ketika huruf di papan ketik berfungsi sebagai perintah lompat. Cara kedua untuk mengisi, ketika huruf kembali jadi huruf dan masuk ke kotak isian.

Tertukar di antara keduanya hampir selalu muncul di pekan awal, dan obatnya sederhana: dengarkan bunyi penanda pergantian, lalu pastikan dengan satu perintah posisi. Tutor melatihnya dengan berpindah bolak-balik puluhan kali dalam satu sesi sampai bunyi penandanya dikenali tanpa berpikir.

Rincian

Peramban dan surel dalam paket les komputer bicara

Memilih tautan lewat huruf awalnya

Daftar tautan dibuka, huruf awal diketik, pilihan menyusut, lalu tautan dipilih. Kebiasaan ini memangkas waktu di situs berita, portal kampus, dan layanan publik yang halamannya padat.

Mengisi formulir daring sampai terkirim

Latihannya pada formulir sungguhan: pendaftaran layanan, pemesanan, dan isian data diri. Latihan berakhir saat halaman balasan terbaca, sebab hanya itu yang membuktikan kiriman berhasil.

Membedakan tombol, tautan, dan kotak centang

Pembaca layar menyebut jenis benda sebelum namanya. Perbedaan itu menentukan tombol mana yang mengaktifkannya, dan peserta dilatih mendengarnya sampai jadi kebiasaan.

Menyaring kotak masuk surel dari pengirim

Kotak masuk berisi ratusan pesan dibaca menurun tanpa akhir. Peserta menyaring menurut pengirim dan kata pada judul, lalu membaca yang tersisa saja.

Melampirkan berkas ke surel tanpa tetikus

Langkahnya urutan tetap: buka kotak lampiran, telusuri folder, pilih berkas, lalu dengarkan nama lampiran diumumkan sebelum pesan dikirim.

Menghadapi halaman yang menuntut kode gambar

Sebagian situs memasang uji berbentuk gambar yang tak terbaca. Peserta dilatih mencari pilihan bunyi kalau tersedia, dan menyiapkan kalimat permintaan bantuan yang jelas kalau tidak.

Dokumen pindaian yang gagal terbaca di kelas

Sebagian dokumen yang beredar sehari-hari sebenarnya foto, meski disimpan sebagai berkas dokumen. Surat yang dipindai, salinan ijazah, tagihan yang difoto dari ponsel, dan brosur berbentuk gambar termasuk di dalamnya. Pembaca layar tak menemukan satu huruf pun di sana, lalu mengumumkan halaman itu kosong.

Peserta mengenali gejalanya lebih dulu supaya berhenti menyalahkan diri sendiri: berkas berukuran besar yang isinya diumumkan kosong hampir selalu berupa gambar. Sesudah itu peserta menjalankan pengenalan teks, memproses berkas gambar sampai hurufnya bisa dibacakan. Hasilnya jarang rapi. Kolom bisa tertukar, tanda baca meleset, dan angka kadang salah baca, jadi bagian pentingnya diperiksa dengan cara mengeja.

Persoalan serupa muncul pada gambar di halaman web dan dokumen kerja. Gambar yang diberi keterangan teks dibacakan sesuai keterangan itu. Gambar tanpa keterangan hanya diumumkan sebagai gambar, dan isinya berhenti di situ. Peserta yang memahami hal ini mulai menulis keterangan pada gambarnya sendiri, dan itu memudahkan pembaca berikutnya.

Bagian ini juga membahas jalan keluar praktis: meminta pengirim mengirim ulang berkas dalam bentuk teks. Satu kalimat permintaan yang sopan sering lebih cepat daripada memproses ulang berkasnya.

Papan ketik ponsel sebagai kelas lanjutan

Ponsel memakai cara yang berbeda, dan peserta biasanya menanyakannya sejak pertemuan kedua. Layar sentuh tak punya tonjolan, jadi jari menelusuri permukaannya sambil mendengarkan nama benda yang tersentuh, lalu mengetuk dua kali untuk memilih. Usapan ke kanan dan ke kiri memindahkan sorotan satu per satu tanpa perlu menebak letaknya.

Mengetik di ponsel punya dua jalan. Jalan pertama menyentuh huruf di papan ketik layar lalu mengangkat jari saat huruf yang benar terdengar. Jalan kedua memakai pendiktean suara, yang untuk pesan pendek jauh lebih cepat, dan tetap menuntut pemeriksaan sebab hasilnya sering meleset pada nama orang dan angka.

Peserta yang sudah lancar di komputer biasanya berpindah ke ponsel dalam waktu singkat, sebab urusan struktur, judul, dan tombol sudah dipahami. Yang perlu dilatih ulang tinggal gerakan jari dan kesabaran menghadapi aplikasi yang tombolnya tak diberi nama.

Edubia menempatkan bagian ini sesudah dasar di komputer berjalan. Urutannya disengaja: kebiasaan membaca menurut struktur lebih mudah dibangun di papan ketik lengkap.

Kelelahan mendengar dan alasan sesi les dibatasi 60 menit

Menyimak suara sintetis sambil menghafal urutan tombol memakai tenaga yang jarang disadari sebelum dicoba. Telinga bekerja sebagai sumber keterangan utama, dan ingatan menahan banyak hal sekaligus: posisi sorotan, isi baris, perintah berikutnya, dan tujuan pekerjaan hari itu.

Gejalanya khas. Peserta mulai meminta pengulangan pada kalimat yang tadinya jelas. Tangan menekan tombol keliru berturut-turut. Perintah yang lancar sepuluh menit sebelumnya mendadak hilang. Ketika tiga hal itu muncul, tambahan waktu justru menurunkan hasil, dan latihan yang dipaksakan meninggalkan kebiasaan keliru yang lebih lama diperbaiki.

Karena itu sesi les komputer bicara Edubia dipatok 60 menit, dengan jeda pendek di tengah. Jeda dipakai untuk mematikan suara sepenuhnya selama satu sampai dua menit. Diam sebentar mengembalikan ketajaman dengar lebih cepat daripada meneruskan sambil menahan lelah.

Peserta yang ingin maju lebih cepat menambah jumlah pertemuan, sementara panjang sesinya tetap. Dua pertemuan 60 menit dalam sepekan hampir selalu memberi hasil lebih baik daripada satu pertemuan panjang, sebab jarak antar-sesi menyediakan waktu untuk latihan mandiri dan istirahat.

Sisa penglihatan dan cara tutor menyesuaikan kelas

Peserta yang masih punya sisa penglihatan dan peserta yang sama sekali tak punya membutuhkan susunan kelas yang berbeda. Edubia menyebutkannya terus terang sejak percakapan pertama, sebab menyamakan keduanya membuang waktu di kedua sisi.

Yang masih melihat sebagian memakai gabungan: pembesaran tampilan, pasangan warna berbeda terang tinggi, dan suara pembaca layar sebagai pendamping. Tutor mengatur ukuran huruf dan warna lebih dulu, lalu melatih perpindahan lewat papan ketik supaya mata berhenti mencari penunjuk kecil. Sisa penglihatan berguna, dan ia lebih awet kalau tidak dihabiskan berjam-jam untuk pekerjaan yang bisa diambil alih telinga.

Yang tak punya sisa penglihatan bekerja sepenuhnya lewat suara dan sentuhan. Urutan latihannya sama, tempo hafalannya biasanya lebih cepat, dan bagian pengaturan tampilan dilewati. Waktu itu dipakai memperdalam perintah posisi, sebab orientasi di dalam dokumen ditopang ingatan dan pengumuman pembaca layar.

Kondisi penglihatan bisa berubah di tengah program, dan itu sudah diperhitungkan. Peserta yang penglihatannya menurun berpindah ke urutan latihan kedua tanpa mengulang dari nol.

Biaya les komputer bicara per sesi dan pilihan tempatnya

Biaya les komputer bicara Edubia mulai Rp198.500 per sesi untuk pertemuan daring 60 menit dengan ritme dua kali sepekan. Sesi yang tutornya datang ke alamat peserta di Kota Surabaya berada di Rp218.700 per sesi pada ritme yang sama, dan Rp222.800 per sesi kalau pertemuannya sekali sepekan. Selisih antara keduanya adalah biaya perjalanan tutor, yang dihitung terpisah.

Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi di atas tarif itu. Pilihan ini diambil peserta yang rumahnya ramai, atau yang ingin menguji kebiasaannya di ruang dengan bunyi latar berbeda. Dua titiknya berada di Tambaksari dan Wonocolo.

Angka di atas berlaku untuk kelas privat satu peserta. Ritme yang lebih rapat menurunkan biaya per sesi sedikit, sementara panjang sesi ditahan di 60 menit karena alasan di bagian kelelahan mendengar. Peserta yang ingin lebih banyak jam menambah hari.

Perhitungan bulanan yang lebih rinci dijawab tim Edubia lewat WhatsApp, berikut pilihan panjang berlangganan.

Wilayah tutor Edubia dan pilihan sesi daring

Tutor Edubia mendatangi alamat peserta di seluruh Kota Surabaya, termasuk Gubeng, Sukolilo, Rungkut, Wonokromo, Tegalsari, Mulyorejo, Tambaksari, Sawahan, Lakarsantri, dan Gunung Anyar. Peserta di kota tetangganya, misalnya Waru, Gedangan, Taman, Buduran, dan Sidoarjo, dilayani dengan penyesuaian jam berangkat tutor.

Sesi daring banyak dipilih di kelas ini, dan alasannya khas subjek. Seluruh latihan berjalan di dalam komputer peserta sendiri, jadi tutor yang mendengarkan lewat sambungan tetap mengikuti: pembaca layar peserta terdengar sampai ke ujung sana, dan tutor menyebutkan tombol berikutnya. Perjalanan menuju tempat les pun berhenti jadi hambatan.

Peserta yang memilih sesi di rumah biasanya menyiapkan satu meja tetap, kursi dengan tinggi yang pas, dan sumber listrik yang mudah dijangkau. Tempat yang tetap membantu, sebab letak benda yang berubah-ubah memakan perhatian yang seharusnya dipakai untuk perintah baru.

Jam layanan Edubia terbentang dari pagi sampai malam setiap hari, dan sesi komputer bicara banyak diambil pada jam pagi ketika telinga masih segar.

Pendaftaran dibuka lewat WhatsApp atau formulir daring, dan keduanya bermuara ke percakapan pendek yang sama. Tim Edubia perlu tahu tiga hal sebelum menjadwalkan pertemuan pertama: perangkat yang peserta punya, sejauh mana peserta bisa mengetik, dan jam berapa tenaganya masih penuh.

Sorotan

Cara mendaftar les komputer bicara di Surabaya

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Sampaikan kebutuhan lewat WhatsApp

    Cukup sebutkan alamat kecamatan, perangkat yang dipakai, dan jam yang longgar. Percakapan ini selesai dalam sepuluh menit dan tak menuntut persiapan apa pun.

  2. Pertemuan pertama dipakai untuk mengukur

    Tutor memeriksa posisi tangan, kecepatan mengetik, kecepatan bicara yang nyaman didengar, dan pengaturan yang sudah ada di perangkat. Hasilnya menentukan urutan materi berikutnya.

  3. Tutor dicocokkan oleh tim Edubia

    Tim mencocokkan tutor yang terbiasa mengajar tanpa menunjuk, terbiasa menahan bicara saat pembaca layar berbunyi, dan jam kosongnya bertemu jam peserta.

  4. Jadwal dikunci untuk empat pertemuan awal

    Empat pertemuan pertama dijadwalkan sekaligus di hari dan jam yang sama, supaya ritme latihan terbentuk. Sesudahnya jadwal boleh digeser mengikuti pekerjaan atau kuliah.

  5. Latihan mandiri disepakati bersama tutor

    Tiap sesi ditutup satu latihan pendek untuk dikerjakan sendiri di rumah, sekitar dua puluh menit sehari. Tutor memeriksanya di pembuka sesi berikutnya.

Tanya jawab

Bagaimana les komputer bicara berjalan sehari-hari?

Apa bedanya les komputer bicara dengan kursus komputer biasa?

Kursus komputer umum mengandalkan penunjuk dan tampilan: pengajar menunjuk satu titik, peserta mengarahkan tetikus ke sana. Les komputer bicara membuang alat tunjuk itu sepenuhnya. Seluruh perpindahan berjalan lewat papan ketik, dan yang mengabarkan keadaan komputer adalah suara pembaca layar. Urutan materinya juga berbeda: mengetik sepuluh jari didahulukan, sebab perintah dua tombol mustahil dipakai selama jari masih mencari satu per satu. Petunjuk tutor pun diberikan dalam bentuk yang bisa didengar, misalnya dua tombol ke kanan dari tonjolan kiri.

Saya belum pernah mengetik dengan sepuluh jari. Apakah tetap bisa ikut?

Bisa, dan sebagian besar peserta memang berangkat dari titik itu. Enam sampai delapan pertemuan pertama diisi latihan mengetik dari nol: menemukan tonjolan di baris tengah, membagi jatah kolom tiap jari, lalu kata pendek, kalimat, dan paragraf pendek. Tutor mengukur kemajuan lewat jumlah salah ketik per paragraf, supaya peserta tidak tergoda kembali ke kebiasaan dua jari demi mengejar angka. Peserta yang menambah latihan mandiri dua puluh menit sehari biasanya melewati tahap mencari-cari tombol dalam beberapa pekan.

Berapa lama sampai saya bisa memakai komputer tanpa dituntun orang lain?

Waktunya berbeda tiap orang, dan Edubia tidak memberi janji angka. Yang bisa disampaikan adalah tanda kemajuan yang teramati di kelas ini. Tangan biasanya menemukan posisi pulangnya dalam satu sampai dua pertemuan. Mengetik kalimat tanpa berhenti mencari umumnya jatuh di pertemuan ketiga sampai kedelapan. Membaca dokumen lewat lompatan judul dan mengurus berkas sendiri sering tercapai di pertemuan ketujuh sampai kedua belas. Menulis dokumen lalu mengirimnya lewat surel biasanya di kisaran pertemuan ketiga belas ke atas. Jam latihan mandiri yang menggeser seluruh rentang itu.

Apakah saya harus punya komputer sendiri?

Untuk hasil yang bertahan, ya. Susunan tombol, ukuran papan ketik, dan setelan suara berbeda di tiap perangkat, dan kebiasaan yang terbentuk di perangkat orang lain harus diterjemahkan ulang setiap kali. Karena itu seluruh latihan berjalan di perangkat milik peserta, dengan setelan yang dicatat supaya bisa diulang di luar sesi. Papan ketik lengkap yang punya kelompok tombol perpindahan dan papan angka disarankan, sebab banyak perintah memakai wilayah itu. Kalau perangkat yang ada belum ideal, sampaikan saat percakapan awal.

Suara pembaca layar terdengar terlalu cepat untuk saya. Bagaimana kelas menanganinya?

Kecepatan bicara disetel rendah di pertemuan pertama dan dinaikkan sedikit demi sedikit sesudah telinga terbiasa. Ukurannya sederhana: peserta masih menangkap kalimat utuh tanpa perlu mengulang. Begitu permintaan pengulangan mulai sering, kecepatannya diturunkan satu tingkat, lalu dicoba naik lagi pekan berikutnya. Perintah pengatur suara diajarkan lebih awal daripada perintah lain, supaya peserta bisa memelankan sendiri saat menyimak sesuatu yang rumit. Setelan terakhir dicatat tiap sesi sehingga latihan mandiri berjalan pada kecepatan yang sama.

Saya masih punya sisa penglihatan. Apakah kelas ini tetap cocok?

Tetap cocok, dan susunan kelasnya memang disesuaikan. Peserta dengan sisa penglihatan biasanya bekerja dengan gabungan pembesaran tampilan, pasangan warna berbeda terang tinggi, dan suara pembaca layar sebagai pendamping. Tutor mengatur ukuran huruf dan pasangan warna lebih dulu, lalu melatih perpindahan lewat papan ketik supaya mata berhenti dipakai memburu penunjuk kecil. Peserta tanpa sisa penglihatan melewati bagian pengaturan tampilan dan memakai waktu itu untuk memperdalam perintah posisi. Kalau kondisi penglihatan berubah di tengah program, peserta berpindah ke urutan kedua tanpa mengulang dari nol.

Berapa biaya les komputer bicara per sesi?

Biaya mulai Rp198.500 per sesi untuk pertemuan daring 60 menit dengan ritme dua kali sepekan. Sesi yang tutornya datang ke alamat peserta di Kota Surabaya berada di Rp218.700 per sesi pada ritme yang sama, dan Rp222.800 per sesi bila pertemuannya sekali sepekan. Selisihnya adalah komponen perjalanan tutor, yang dihitung terpisah. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi. Seluruh angka itu berlaku untuk kelas privat satu peserta, dan perhitungan bulanan yang lebih rinci dijawab tim Edubia lewat WhatsApp.

Sesi bisa berjalan di alamat mana saja?

Tutor Edubia mendatangi alamat peserta di seluruh Kota Surabaya, termasuk Gubeng, Sukolilo, Rungkut, Wonokromo, Tegalsari, Mulyorejo, Tambaksari, Sawahan, Lakarsantri, dan Gunung Anyar. Peserta di kota tetangganya, misalnya Waru, Gedangan, Taman, Buduran, dan Sidoarjo, juga dilayani dengan penyesuaian jam berangkat tutor. Sesi juga bisa berjalan di co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo dengan tambahan biaya venue, atau sepenuhnya daring. Sebutkan kecamatan Anda di percakapan awal supaya tim bisa mencocokkan tutor terdekat.

Apakah sesi daring benar-benar bisa berjalan untuk pelajaran seperti ini?

Bisa, dan di kelas ini sesi daring justru banyak dipilih. Alasannya ada di sifat materinya: seluruh latihan berjalan di dalam komputer peserta sendiri, jadi tutor tidak perlu berada di ruangan yang sama. Suara pembaca layar peserta terdengar lewat sambungan, tutor mendengar perintah yang baru dijalankan, lalu menyebutkan tombol berikutnya. Perjalanan menuju tempat les pun berhenti jadi hambatan, dan bagi sebagian peserta hal itulah yang menentukan program bisa berjalan rutin. Biayanya juga lebih ringan, sebab komponen perjalanan tutor tidak muncul.

Bagaimana kalau cara mengajar tutornya terasa tidak cocok?

Cocok atau tidaknya biasanya terasa dalam dua sampai tiga pertemuan pertama, dan itu wajar. Kabari tim Edubia lewat WhatsApp, sebutkan bagian yang terasa mengganjal, misalnya tutor terlalu cepat bicara, terlalu sering mengambil alih papan ketik, atau kurang telaten menyebutkan letak tombol. Penggantian tutor diurus tanpa biaya tambahan, dan catatan kemajuan peserta dioper ke tutor baru sehingga materi tak perlu diulang dari awal. Menyampaikan keberatan lebih cepat selalu lebih baik daripada menahannya berpekan-pekan.

Bisakah saya memilih sendiri tutornya?

Pencocokan tutor dikerjakan tim Edubia, dan itu disengaja. Untuk kelas ini syaratnya cukup khusus: tutor perlu terbiasa mengajar tanpa menunjuk, terbiasa menahan penjelasannya ketika pembaca layar sedang berbunyi, dan terbiasa menyebut arah dalam hitungan tombol. Tim mencocokkan tutor yang memenuhi syarat itu dengan jam kosong dan wilayah peserta. Yang bisa peserta sampaikan adalah preferensi yang berpengaruh pada kenyamanan belajar, misalnya jenis kelamin tutor, jam sesi, dan bahasa pengantar. Kalau hasilnya terasa belum pas, penggantian diurus tanpa biaya tambahan.

Apakah kelas ini mengajarkan huruf braille?

Tidak, dan pembatasan itu ditulis terus terang supaya tidak ada yang salah harap. Program ini berjalan lewat suara pembaca layar dan papan ketik biasa. Peserta yang sudah membaca braille dan punya papan braille elektronik tetap bisa memakainya di sesi, sebab keterampilan perintah dan penjelajahan yang dilatih di sini berlaku sama. Peserta yang memang mencari kelas membaca dan menulis braille perlu mengambilnya di tempat yang mengajarkan itu. Sampaikan pada percakapan awal kalau kebutuhan Anda ada di sana.

Bolehkah anggota keluarga ikut mendengarkan sesi?

Boleh, dan untuk sebagian rumah hal ini justru membantu. Anggota keluarga yang selama ini sering diminta membantu bisa ikut duduk dan mendengarkan. Yang dipelajarinya adalah cara menemani: menyebut nama tombol, menyebutkan letak dalam hitungan tombol, membacakan hanya bila diminta, dan membiarkan tangan peserta yang bekerja. Kebiasaan mengambil alih papan ketik lahir dari niat baik, dan ia memperlambat peserta. Satu hal yang diminta selama sesi: hanya satu orang bicara pada satu waktu, sebab suara bertumpuk membuat pembaca layar sulit disimak.

Apakah program ini menjanjikan pekerjaan atau kelulusan sertifikasi?

Tidak. Edubia menjual keterampilan yang bisa dipakai, dan menahan diri dari janji yang berada di luar kendalinya. Yang program ini kerjakan adalah melatih peserta mengoperasikan komputer lewat papan ketik dan pembaca layar sampai urusan harian bisa diselesaikan sendiri. Keterampilan itu memang sering dipakai untuk melamar kerja, menyelesaikan tugas kuliah, dan mengurus layanan publik. Penerimaan kerja ditentukan pemberi kerja, dan kelulusan ujian sertifikasi ditentukan lembaga penyelenggaranya. Edubia juga tidak mewakili organisasi mana pun.

Kapan program ini belum pas diambil sekarang?

Ada empat keadaan yang sebaiknya diselesaikan lebih dulu. Pertama, peserta yang belum punya akses ke komputer atau laptop untuk berlatih di luar sesi, sebab kemajuan di kelas ini ditopang jam latihan mandiri. Kedua, peserta yang mencari cara mengoperasikan komputer sepenuhnya lewat perintah suara tanpa papan ketik, yang merupakan keterampilan berbeda. Ketiga, peserta yang mencari kelas membaca dan menulis braille. Keempat, peserta yang lebih membutuhkan pendampingan orientasi dan mobilitas. Sampaikan keadaan Anda pada percakapan awal, dan tim akan berterus terang kalau programnya belum cocok.

Waktunya Belajar

Langkah pertama Anda di kelas komputer bicara dimulai di sini

Satu langkah kecil: konsultasi kebutuhan komputer bicara. Sisanya biar kami yang siapkan.

4,9/5 · 1.200 ulasan peserta di Surabaya