4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai tim sekolah
Les Bola Tangan di Surabaya
Les bola tangan privat di Surabaya: pelatih menemui peserta di lapangan keras, mengurai aturan tiga langkah dan garis enam meter, lalu melatih tembakan lompat. Biaya mulai Rp168.400 per sesi 90 menit, sewa lapangan dihitung terpisah.
Mengenal Les Bola Tangan di Surabaya
Les bola tangan privat di Surabaya: pelatih menemui peserta di lapangan keras, mengurai aturan tiga langkah dan garis enam meter, lalu melatih tembakan lompat. Biaya mulai Rp168.400 per sesi 90 menit, sewa lapangan dihitung terpisah.
Konsultasi dan DaftarSpesifikasi Les
- Format Sesi
- Privat satu pelatih satu peserta, 90 menit per pertemuan, di lapangan keras yang disepakati
- Biaya per sesi
- Rp168.400 (SD), Rp187.000 (SMP), Rp205.500 (SMA) pada ritme dua sesi sepekan; Rp303.800 untuk peserta dewasa satu sesi sepekan
- Cakupan pelajaran
- Aturan tiga langkah dan tiga detik, garis enam meter, tembakan lompat, operan atas, pertahanan berbaris, latihan penjaga gawang
- Pokok bahasan penjaga gawang
- Sikap kaki dan tangan terbuka, langkah maju memangkas sudut, menahan bola jarak dekat dengan kaki
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan di Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, tanpa tambahan biaya perjalanan pelatih
- Jam sesi yang lazim diambil
- Pukul enam sampai delapan pagi, atau sesudah pukul empat sore, mengikuti panas lantai lapangan
- Peralatan yang dibawa pelatih
- Bola ukuran 1, 2, dan 3, kerucut penanda garis, kotak pertolongan pertama
- Tutor pendamping
- Pelatih dengan pengalaman bermain atau melatih cabang beregu berlapangan keras di Jawa Timur
Cocok untuk siapa
Peserta yang cocok mengambil les bola tangan privat
Peserta yang cocok
- Siswa SMP dan SMA yang ingin masuk tim bola tangan sekolah dan butuh teknik dasarnya lebih dulu
- Pemain basket atau futsal yang ingin pindah cabang dan perlu membongkar kebiasaan menggiring bola
- Anak SD kelas atas yang sudah kuat berlari dan mencari cabang beregu berlapangan keras
- Peserta yang ingin bermain sebagai penjaga gawang dan butuh porsi latihan yang memang berbeda
- Pemain tim sekolah yang tembakan lompatnya sering terhitung melanggar garis enam meter
- Peserta dewasa yang bermain di komunitas akhir pekan dan ingin memperbaiki bentuk lemparan atasnya
Bandingkan
Kenapa les privat bola tangan lebih efektif di Surabaya?
Les Bola Tangan Privat Edubia
Ke rumah di Surabaya
- Perhatian tutor saat belajar bola tangan : Penuh, satu untuk satu
- Materi bola tangan disesuaikan level siswa
- Belajar bola tangan di tempat Anda, Surabaya
- Perkembangan dipantau tiap sesi
- Assessment kebutuhan bola tangan di awal
- Tutor bola tangan bisa diganti tanpa ribet
Bimbel Bola Tangan Grup
- Perhatian tutor saat belajar bola tangan : Terbagi ke banyak siswa
- Materi bola tangan disesuaikan level siswa
- Belajar bola tangan di tempat Anda, Surabaya
- Perkembangan dipantau tiap sesi : Sesekali
- Assessment kebutuhan bola tangan di awal
- Tutor bola tangan bisa diganti tanpa ribet
Belajar Bola Tangan Sendiri
- Perhatian tutor saat belajar bola tangan : Tanpa pendamping
- Materi bola tangan disesuaikan level siswa
- Belajar bola tangan di tempat Anda, Surabaya
- Perkembangan dipantau tiap sesi
- Assessment kebutuhan bola tangan di awal
- Tutor bola tangan bisa diganti tanpa ribet
4,9 /5
rating dari 1.200 ulasan wali dan siswa
Dipercaya keluarga Surabaya
- 2.500+
- tutor terverifikasi
- 1-on-1
- satu tutor satu siswa
- 1.200+
- siswa didampingi
Susunan materi
Susunan materi les bola tangan dan kesalahan yang berulang di tiap topik
Delapan topik di bawah disusun menurut urutan yang dipakai pelatih di lapangan, dan tiap topik membawa satu kesalahan yang muncul di hampir semua peserta baru. Menyebutkan kesalahannya lebih dulu memangkas waktu koreksi, sebab peserta jadi tahu apa yang sedang diawasi pelatih ketika ia mengulang gerakan yang sama untuk kesepuluh kalinya.
- 1
Hitungan tiga langkah
Sesi 1 sampai 2Yang dibahas. Berlari, menangkap, menghitung langkah, berhenti sebelum langkah keempat, mula-mula tanpa bola lalu dengan bola.
Jebakan umum. Peserta menghitung langkah pertama dari kaki yang salah. Kaki yang menyentuh lantai bersamaan dengan tangkapan sudah terhitung satu, dan hampir semua pemula melewatkannya.
Cara tutor. Pelatih berdiri satu meter di samping peserta dan menghitung keras sejak sentuhan bola. Sesudah dua puluh pengulangan, peserta diminta menghitung sendiri sambil pelatih diam.
- 2
Batas tiga detik dan pemilihan sasaran operan
Sesi 2 sampai 3Yang dibahas. Memindahkan pandangan ke rekan sebelum bola sampai, memilih sasaran operan, melepas bola sebelum hitungan ketiga.
Jebakan umum. Peserta baru mulai mencari rekan sesudah bola menempel di tangan. Waktu berpikir habis oleh pencarian, dan sisa waktunya tidak cukup untuk melempar dengan bentuk yang benar.
Cara tutor. Pelatih memanggil nama sasaran sebelum melempar bola ke peserta, sehingga peserta terbiasa sudah punya tujuan saat menerima. Panggilan itu dihilangkan bertahap.
- 3
Putaran pinggang di balik operan atas
Sesi 3Yang dibahas. Posisi siku di atas bahu, telapak menghadap sasaran, badan berputar dari pinggang, kaki berlawanan dengan tangan pelempar melangkah ke depan.
Jebakan umum. Lemparan dijalankan hanya dengan lengan, sehingga bola melambat dan bahu cepat lelah. Pinggang yang diam adalah tanda yang mudah dilihat dari samping.
Cara tutor. Peserta melempar dari posisi berlutut satu kaki di sesi awal. Posisi itu mematikan bantuan kaki, sehingga peserta merasakan sendiri porsi putaran badan yang selama ini kurang.
- 4
Satu pantulan dan aturan yang mengikutinya
Sesi 3 sampai 4Yang dibahas. Memantulkan bola pada ketinggian pinggang, menangkapnya kembali sambil terus berlari, lalu memakai tiga langkah yang baru.
Jebakan umum. Peserta yang datang dari basket memantulkan bola berkali-kali. Di bola tangan, rangkaian pantulan yang sudah berhenti tidak boleh dimulai lagi sesudah bola ditangkap.
Cara tutor. Pelatih membatasi latihan pada satu pantulan tunggal selama tiga sesi penuh. Batasan itu mematikan kebiasaan lama sebelum kebiasaan baru dibangun.
- 5
Lompatan melewati garis enam meter
Sesi 4Yang dibahas. Menumpu pada langkah ketiga, mengangkat lutut kaki bebas, melayang melewati garis, mendarat dua kaki di dalam daerah gawang.
Jebakan umum. Pendaratan satu kaki dengan badan miring ke samping. Beban jatuh ke satu sisi lutut, dan pola ini yang menumpuk jadi keluhan pada bulan keempat.
Cara tutor. Lompatan dilatih tanpa bola sampai lima pendaratan berturut-turut bertumpu dua kaki. Bola baru dipegang sesudah angka itu tercapai, dan diulang di tiap sesi berikutnya sebagai pemanasan.
- 6
Tembakan yang dilepas sambil melayang
Sesi 5Yang dibahas. Menyatukan lompatan dan lemparan, memilih sudut gawang, melepas bola sebelum kaki menyentuh lantai.
Jebakan umum. Bola dilepas terlalu awal karena peserta takut mendarat di dalam daerah gawang. Tembakan jadi berjarak jauh, dan penjaga gawang punya waktu berlebih.
Cara tutor. Peserta diminta mendarat di dalam daerah gawang secara sengaja tanpa bola sebanyak sepuluh kali. Rasa takut melanggar hilang sesudah ia melihat wasit tidak akan meniup peluit.
- 7
Bergeser dalam pertahanan berbaris
Sesi 6 dan seterusnyaYang dibahas. Langkah menyamping tanpa menyilang kaki, menjaga bahu sejajar tetangga, menjemput penerima bola lalu kembali ke barisan.
Jebakan umum. Peserta memulai geseran dari kaki depan, sehingga badannya berputar dan celah terbuka di belakangnya. Yang benar dimulai dari kaki belakang.
Cara tutor. Pelatih berdiri sebagai tetangga kiri dan kanan bergantian, lalu mengukur berapa jauh bahu peserta tertinggal saat bola berpindah sisi. Angkanya dicatat tiap sesi.
- 8
Sikap dasar penjaga gawang
Porsi terpisahYang dibahas. Kaki dibuka sedikit lebih lebar daripada bahu, kedua lengan terbuka, telapak menghadap depan, berat badan condong ke depan tumit, langkah maju pendek saat penembak menumpu.
Jebakan umum. Penjaga gawang mundur ketika bola datang cepat. Mundur satu langkah melebarkan sudut yang terlihat penembak, dan itu kebalikan dari yang dibutuhkan.
Cara tutor. Latihan dimulai dari lemparan pelan jarak jauh, dan jaraknya dipendekkan sedikit demi sedikit hanya sesudah peserta sendiri menyatakan siap. Nyali tidak dipaksa naik dalam satu sesi.
Cakupan
Yang didapat peserta di paket les bola tangan Surabaya
Pengukuran jangkauan tiga langkah
Pelatih mencatat berapa jauh tiga langkah membawa badan peserta. Angka itu jadi dasar menyusun jarak latihan dan menentukan dari titik mana peserta boleh mulai menembak.
Pencocokan ukuran bola dengan telapak tangan
Tiga ukuran bola dicoba di sesi pertama, dan yang dipilih adalah yang masih bisa dipegang satu tangan tanpa jari menegang.
Pemanasan bahu bertahap sebelum melempar keras
Sekitar sepuluh menit putaran lengan dan lemparan bertenaga kecil mendahului tembakan penuh, tiap sesi tanpa kecuali.
Latihan pendaratan dua kaki sebelum tembakan lompat
Lima pendaratan berturut-turut yang bertumpu dua kaki jadi syarat sebelum bola boleh ikut ke dalam lompatan.
Porsi latihan bertahan berbaris di garis enam meter
Langkah menyamping tanpa menyilang kaki, dilatih dengan pelatih berperan sebagai tetangga barisan di kiri dan kanan bergantian.
Porsi penjaga gawang bila peserta berminat
Setengah jam sesi dipindahkan ke sikap dasar dan gerak kaki penjaga gawang begitu peserta menyatakan minat ke posisi itu.
Lembar angka latihan tiap pertemuan
Jumlah pendaratan dua kaki, lemparan yang masuk, dan langkah berlebih yang terhitung ditulis dan diserahkan seusai sesi.
Peminjaman bola dan kerucut penanda garis
Lapangan sekolah jarang punya garis bola tangan lengkap, jadi penanda garis disiapkan peserta di tiap pertemuan.
Penjadwalan ulang sesi yang batal karena hujan
Lantai beton terbuka menjadi licin saat basah, sehingga sesi dipindahkan ke hari lain atau ke ruang beratap tanpa hangus.
Penggantian pelatih tanpa biaya tambahan
Keluarga menyebutkan bagian yang mengganjal lewat pesan, dan pelatih pengganti mengisi slot yang sama pada pekan berikutnya.
Nilai lebih
Nilai lebih paket les bola tangan ini
Pelatih menghitung langkah dengan suara keras
Kesalahan langkah tidak terasa oleh pemainnya sendiri. Koreksi dari jarak satu meter membuat hitungan itu berpindah dari kepala ke kaki dalam hitungan pekan.
Lompatan dilatih sebelum tembakannya
Pendaratan dua kaki dikuasai lebih dulu, baru bola masuk. Urutan ini menahan beban lutut, keluhan yang lazim muncul pada pemain bola tangan pemula.
Ukuran bola dicocokkan dengan telapak peserta
Bola ukuran 1, 2, dan 3 dicoba pada sesi pertama. Bola yang terlalu besar memaksa jari menahan beban yang seharusnya ditanggung telapak.
Latihan berjalan di setengah lapangan bila perlu
Lapangan sekolah di kawasan padat sering berukuran pas-pasan. Bentuk latihan bertahan berbaris dan tembakan sayap tetap bisa berjalan penuh di sana.
Porsi penjaga gawang dipisah sejak sesi ketiga
Aturan yang berlaku untuk penjaga gawang memang berbeda, jadi porsi latihannya dipisahkan begitu peserta menyatakan minat ke posisi itu.
Angka latihan dicatat dan diserahkan ke keluarga
Jumlah lompatan yang mendarat dua kaki dan jumlah lemparan yang masuk dicatat tiap sesi, sehingga kemajuan terlihat sebagai deret angka.
Tahap demi tahap
Perjalanan peserta les bola tangan dari pertemuan pertama
Kemajuan di bola tangan dilaporkan sebagai angka: berapa pendaratan yang bertumpu dua kaki, berapa lemparan yang masuk dari sembilan meter, berapa jauh bahu tertinggal ketika barisan bertahan bergeser. Enam tahap di bawah memakai angka-angka itu sebagai penanda, dan titik mulai peserta ditetapkan pada pertemuan perkenalan.
- 01Dasar
Pekan 1: kaki hafal hitungan tiga langkah
Peserta bisa berhenti tepat pada hitungan ketiga sambil berlari pelan, tanpa perlu menghitung dalam hati. Ini syarat sebelum bola boleh dipegang sambil bergerak.
- 02Teknik dasar
Pekan 2 sampai 3: tangkapan terjadi sambil bergerak
Bola ditangkap ketika kaki masih melangkah, dan operan balik berangkat dari posisi atas. Bahu mulai terbiasa dengan gerakan melempar dari atas kepala.
- 03Keselamatan
Pekan 4 sampai 6: lompat dan mendarat aman
Lima pendaratan berturut-turut bertumpu dua kaki dengan lutut ditekuk. Sesudah angka ini tercapai, tembakan lompat mulai dilatih dengan bola.
- 04Serangan
Bulan 2: tembakan lompat masuk gawang dari sembilan meter
Peserta melepas bola sambil melayang dan mengarahkannya ke sudut yang dipilih sebelum melompat. Penjaga gawang mulai dilibatkan sebagai lawan.
- 05Pertahanan
Bulan 3: bergeser sejajar dalam pertahanan
Bahu peserta tetap sejajar dengan tetangganya ketika bola berpindah sisi, dan ia menjemput penerima bola lalu kembali ke barisan tanpa diperintah.
- 06Kompetisi
Bulan 4 sampai 6: siap ikut seleksi tim sekolah
Peserta menguasai satu posisi pilihan dan mengerti tugas dua posisi di sebelahnya. Porsi latihan bergeser ke permainan kecil dan situasi pertandingan.
Dua aturan yang membuat les bola tangan berbeda dari cabang bola lain
Di bola tangan ada sepetak lantai yang tidak boleh diinjak siapa pun kecuali penjaga gawang. Petak itu dibatasi garis enam meter yang melengkung di depan gawang, dan larangannya berhenti di permukaan lantai. Udara di atas petak yang sama justru terbuka. Pemain boleh melompat melewati garis, melepas bola ketika badannya melayang, lalu mendarat di daerah terlarang tanpa dihukum, asalkan bola sudah lepas sebelum kaki menyentuh lantai.
Batas kedua ada pada tangan. Bola hanya boleh dipegang tiga detik, dan pembawanya hanya boleh melangkah tiga kali sebelum mengoper, memantulkan, atau menembak. Dua angka itu terdengar sepele ketika dibaca dan terasa sempit di lapangan.
Sesi les bola tangan di Surabaya karena itu tidak dibuka dengan permainan penuh. Pelatih Edubia memulai dari hitungan kaki: berjalan tanpa bola, menghitung tiga langkah, berhenti, ulangi sampai hitungan itu berpindah dari kepala ke kaki. Bola baru masuk sesudah hitungannya berjalan otomatis. Peserta yang langsung dilepas bermain hampir selalu melanggar hitungan langkah tanpa sadar, dan pelanggaran itu memberhentikan permainan tiap beberapa detik sampai tak ada yang sempat dilatih.
Dua batas itu juga yang membuat bola tangan enak dipelajari berdua. Kesalahan langkah tidak terlihat oleh pemainnya sendiri; ia butuh orang lain yang berdiri satu meter di sampingnya dan menghitung keras. Di lapangan berisi dua puluh anak, koreksi sekecil itu tidak pernah kebagian giliran.
Enam aturan di bawah menentukan bentuk latihan yang dipilih pelatih pada 20 menit pertama sesi. Peserta yang memahaminya lebih cepat berhenti kehilangan bola karena hal yang sebenarnya bisa dihindari, dan sisa jam latihan bisa dipakai untuk hal yang lebih menarik.
Pelatih privat bisa berhenti di tengah gerakan, menghitung ulang langkah peserta dengan suara keras, lalu mengulang potongan yang sama sepuluh kali sampai kaki terbiasa. Itu sebabnya urutan aturan di bawah dipakai sebagai daftar periksa, dan bukan dibacakan sekaligus pada sesi pertama.
Poin penting
Enam aturan yang dipakai pelatih menyusun tiap sesi latihan
Tiga langkah, lalu bola harus pergi
Sesudah menangkap, pemain boleh melangkah tiga kali. Langkah keempat menyerahkan bola ke lawan. Hitungan ini dilatih sambil berjalan lebih dulu, baru sambil berlari.
Tiga detik memegang bola
Berdiri diam sambil mencari teman yang bebas biasanya sudah melewati batas ini. Yang dilatih di sesi privat adalah memindahkan pandangan sebelum bola sampai ke tangan.
Pantulan mengulang hitungan langkah
Satu pantulan mengembalikan jatah tiga langkah dari nol. Di bola tangan pantulan berfungsi menambah waktu, sementara jarak tetap ditempuh lewat operan.
Garis enam meter tidak boleh diinjak
Menginjak garis atau lantai di dalamnya membatalkan serangan. Peserta yang terbiasa bermain basket kerap tersandung aturan ini sepanjang sesi pertama.
Lemparan bebas dari sembilan meter
Pelanggaran ringan dibayar dengan lemparan dari garis putus-putus sembilan meter. Cara pemain bertahan berdiri pada momen itu dilatih terpisah.
Tembakan lompat, pelajaran pokok kelas bola tangan
Tembakan yang menjadi tanda pengenal bola tangan adalah tembakan yang dilepas saat pemainnya melayang di atas garis enam meter. Bentuknya begini: pemain berlari dengan irama tiga langkah, menumpu pada langkah ketiga, melompat ke arah gawang melewati garis, melepas bola ketika lompatannya berada di titik teratas, lalu mendarat di dalam daerah yang tadi terlarang. Semua sah selama bola lepas sebelum kaki mendarat.
Yang membuatnya sulit adalah urutan waktunya. Melepas bola terlalu awal berarti pemain menembak dari jarak jauh dan penjaga gawang punya waktu berlebih. Melepas terlalu lambat berarti kaki sudah menyentuh lantai dan wasit meniup peluit. Jarak antara keduanya kira-kira setengah detik, dan setengah detik itulah yang dilatih berulang di sesi privat.
Urutan yang dipakai pelatih di sesi awal dibalik dari urutan bertandingnya. Peserta melompat lebih dulu tanpa bola, mendarat, dan memastikan pendaratannya bertumpu dua kaki. Sesudah pendaratan aman, bola dipegang tanpa dilempar. Sesudah itu baru bola dilepas, mula-mula ke arah gawang kosong dari jarak dekat. Penjaga gawang baru dilibatkan pada urutan terakhir.
Alasannya sederhana. Pendaratan yang salah di bola tangan menanggung risiko lutut, dan lantai keras di lapangan sekolah Surabaya tidak memaafkan pendaratan satu kaki dengan badan miring. Peserta yang belajar melompat sebelum belajar mendarat menabung cedera untuk bulan keempat.
Yang perlu diketahui
Latihan kaki dan latihan tangan dipisah di sesi privat
Enam kemampuan di bawah dilatih bergantian supaya kaki dan lengan tidak lelah pada menit yang sama.
Irama tiga langkah tanpa bola
Berlari sambil menghitung sendiri, lalu berhenti tepat pada hitungan ketiga. Latihan ini dijalankan tanpa bola supaya perhatian peserta utuh di kaki.
Menangkap sambil sudah bergerak
Bola datang ketika peserta sedang berlari, dan langkah pertama dihitung sejak sentuhan. Menangkap sambil berdiri diam membuang satu langkah dari tiga yang tersedia.
Operan atas dari belakang telinga
Operan pokok bola tangan berangkat dari posisi yang sama dengan tembakan, sehingga lawan tidak bisa menebak mana yang datang. Siku diangkat, telapak menghadap sasaran.
Pantulan sebagai penambah waktu
Satu pantulan dipakai ketika tiga langkah habis dan teman belum bebas. Peserta berlatih memantulkan bola pada ketinggian pinggang supaya cepat kembali ke tangan.
Melompat dan mendarat dua kaki
Pendaratan dua kaki dengan lutut ditekuk membagi beban ke dua sisi badan. Ini bagian yang dilatih lebih dulu daripada tembakannya sendiri.
Bergeser menyamping di garis
Pemain bertahan berpindah tanpa menyilangkan kaki, sehingga badannya selalu menghadap penyerang. Latihan ini dijalankan di sepanjang garis enam meter.
Penjaga gawang punya kelas latihan sendiri
Penjaga gawang bola tangan bermain dengan aturan yang berbeda dari sepuluh rekannya. Hanya dia yang boleh berdiri di dalam daerah enam meter, dan hanya dia yang boleh menahan bola dengan bagian badan mana pun, termasuk kaki. Di cabang bola lain, kaki penjaga gawang jarang jadi alat menahan yang utama. Di sini kaki justru sering yang lebih dekat ke bola.
Jaraknya juga berbeda. Penembak melepas bola dari tepi garis enam meter, kadang lebih dekat lagi ketika ia sedang melayang. Artinya penjaga gawang menghadapi bola yang berangkat dari jarak beberapa langkah saja. Waktu bereaksi hampir habis sebelum bola berangkat, jadi yang dilatih lebih dulu adalah posisi berdiri, dan kecepatan tangan menyusul di belakangnya.
Sikap dasarnya membuat badan terbaca lebar oleh penembak: kaki dibuka selebar bahu lebih sedikit, kedua lengan terbuka ke samping, telapak menghadap ke depan, berat badan sedikit di depan tumit. Dari sikap itu penjaga gawang melangkah maju satu langkah pendek ketika penembak menumpu, dan satu langkah itu sudah memangkas sudut yang tersisa.
Peserta yang ingin bermain sebagai penjaga gawang mengambil porsi latihan yang berbeda sejak sesi ketiga. Pelatih membagi jamnya menjadi dua: setengah untuk sikap dan gerak kaki, setengah untuk menghadapi tembakan sungguhan dari jarak yang ditambah sedikit demi sedikit. Peserta yang belum siap menghadapi bola cepat tetap dilatih dari jarak jauh sampai ia sendiri meminta lebih dekat.
Pertahanan 6-0 dan cara pelatih melatih pergeserannya
Bertahan di bola tangan jarang berbentuk menjaga satu orang. Bentuk yang lazim dipakai tim sekolah adalah 6-0: enam pemain berdiri berdampingan sepanjang garis enam meter, saling bersentuhan bahu, lalu bergeser bersama ke arah bola. Yang dijaga adalah ruang, dan orang yang menerima bola dijemput oleh pemain terdekat sementara lima lainnya ikut menutup celah yang ditinggalkannya.
Bagian yang sulit dilatih adalah kata bersama. Barisan yang bergeser tidak serempak melahirkan celah, dan celah selebar satu badan sudah cukup untuk pemain tengah lawan menembus ke garis. Di latihan tim, kesalahan seperti ini sulit ditunjukkan sebab enam orang bergerak sekaligus dan tidak ada yang merasa dirinya yang terlambat.
Sesi privat menanganinya dengan cara yang berbeda. Peserta berlatih menjadi satu titik dari barisan itu, dengan pelatih berperan sebagai tetangga kiri dan tetangga kanannya secara bergantian. Yang diukur adalah jarak: berapa sentimeter bahu peserta tertinggal ketika bola berpindah ke sisi lain, dan berapa lama ia butuh untuk kembali sejajar. Angka itu turun dalam hitungan pekan sesudah peserta sadar bahwa geseran dimulai dari kaki belakang.
Pemain bertahan di bola tangan juga boleh melakukan kontak badan ke depan, sepanjang lengan ditekuk dan tidak memukul dari samping. Batas itu ditunjukkan sejak sesi bertahan pertama supaya peserta tahu di mana kontak yang sah berhenti dan hukuman dimulai.
Bola tangan menempatkan tujuh orang di lapangan, dan tiap posisi menuntut bentuk badan serta cara berpikir yang berbeda. Peserta biasanya belum tahu posisi mana yang cocok untuknya sampai ia mencoba tiga di antaranya.
Pelatih Edubia memakai empat sesi pertama untuk mencoba, dan menyimpan penentuan posisi sampai peserta punya alasan sendiri untuk memilih. Anak yang dipaksa masuk satu posisi sejak awal biasanya berhenti berkembang di posisi itu juga.
Detail
Posisi bermain yang dibahas dalam paket latihan privat
Pivot bekerja memunggungi gawang
Ia berdiri di antara dua pemain bertahan, menerima bola tanpa melihat gawang, lalu berputar dalam satu gerakan. Latihannya berat di punggung bawah dan kaki tumpu.
Sayap menembak dari sudut sempit
Dari tepi lapangan, sisi gawang yang terlihat tinggal sedikit. Pemain sayap melompat ke arah dalam supaya sudut yang tersisa melebar sebelum bola dilepas.
Gelandang tengah mengatur tempo
Ia memutuskan kapan serangan diperlambat dan kapan bola dikirim ke pivot. Posisi ini menuntut peserta membaca barisan lawan sebelum bola sampai ke tangannya.
Penembak jarak sembilan meter
Menembak dari luar garis putus-putus dengan lompatan tegak. Yang dilatih adalah kekuatan lengan atas dan sudut lepas bola supaya melewati lengan pemain bertahan.
Penjaga gawang menahan dari dekat
Berdiri dengan kaki dan tangan terbuka lebar di dalam daerah enam meter. Porsi latihannya terpisah sejak sesi ketiga sebab aturannya memang berbeda.
Pemain pengganti pertahanan
Beberapa tim menukar satu pemain khusus untuk fase bertahan. Peserta yang kuat bergeser dan berani kontak sering menemukan tempatnya di sini.
Biaya les bola tangan Surabaya per sesi 90 menit
Satu sesi les bola tangan berjalan 90 menit, dan panjangnya ditentukan oleh isi sesinya. Pemanasan sendi bahu dan pergelangan tangan memakan sekitar 15 menit, latihan teknik dengan pengulangan yang cukup memakan sekitar 45 menit, permainan kecil dan pendinginan mengambil sisanya. Sesi 60 menit memaksa salah satu bagian itu dipotong, dan yang biasanya dipotong adalah pemanasan.
Nominalnya mengikuti jenjang peserta pada ritme dua sesi sepekan: Rp168.400 per sesi untuk jenjang SD, Rp187.000 untuk SMP, dan Rp205.500 untuk SMA. Peserta dewasa yang mengambil satu sesi sepekan berada di Rp303.800 per sesi. Nominal itu berlaku sama entah lapangannya berada di Rungkut atau di Waru; jarak tempuh pelatih tidak menggeser angkanya.
Sewa lapangan dibayar langsung ke pengelola tempat, terpisah dari nominal di atas. Angkanya berbeda jauh antara lapangan sekolah yang dipinjam di luar jam pelajaran dan gelanggang olahraga yang menyewakan per jam, jadi pelatih menyebutkan perkiraannya sebelum sesi pertama dijadwalkan. Dua ruang belajar bersama milik Edubia di Tambaksari dan Wonocolo tidak dipakai untuk program ini sebab keduanya ruang belajar tanpa lapangan.
Bola dan kerucut latihan dibawa pelatih. Keluarga peserta tidak perlu membeli bola sendiri sampai peserta tahu ukuran mana yang cocok dengan telapak tangannya, dan itu biasanya baru jelas sesudah sesi keempat.
Jadwal latihan yang menyesuaikan panas lapangan Surabaya
Bola tangan dimainkan di lantai keras, dan di Surabaya lantai keras di ruang terbuka menyimpan panas sampai sore. Lapangan beton di sekolah kawasan Rungkut, Gubeng, atau Tandes terasa menyengat antara pukul sepuluh dan pukul tiga, dan bermain di jam itu memperpendek daya tahan peserta jauh sebelum tekniknya sempat membaik.
Karena itu jam sesi yang berjalan lancar sepanjang tahun ada di dua titik: sekitar pukul enam sampai delapan pagi, dan sesudah pukul empat sore. Keluarga di Sukolilo dan Mulyorejo sering memilih jam pagi pada akhir pekan, sementara peserta yang bersekolah sampai siang mengambil sesi sore di hari kerja. Jam sesi ditentukan keluarga lebih dulu, lalu pelatih mengisi slot itu.
Musim hujan mengubah perhitungannya. Lantai beton terbuka menjadi licin dan pendaratan lompat berubah berbahaya, jadi sesi dipindahkan ke aula sekolah berlantai keras atau gelanggang beratap. Kalau ruang beratap tidak tersedia pada jam itu, sesi digeser ke hari lain tanpa hangus, dan pemberitahuannya dikirim sore sebelumnya lewat pesan.
Peserta yang sedang menyiapkan seleksi tim sekolah biasanya menambah ritme menjadi dua sesi sepekan pada dua bulan menjelang seleksi, lalu kembali ke satu sesi sesudahnya. Perubahan ritme seperti ini cukup disampaikan sepekan sebelumnya.
Pelatih menemui peserta di lapangan yang keluarga tentukan, jadi yang menentukan jangkauan adalah letak lapangannya. Daftar di bawah mengelompokkan kawasan menurut jenis lapangan keras yang lazim dipakai peserta di sana.
Lebih dekat
Kawasan Surabaya tempat sesi bola tangan berjalan
Surabaya Timur: Rungkut, Sukolilo, Gunung Anyar
Kawasan sekolah dan kampus dengan lapangan beton beratap sebagian. Peserta di sini banyak mengambil sesi sore hari kerja.
Surabaya Pusat: Genteng, Tegalsari, Bubutan
Lapangan sekolah berukuran pas-pasan, jadi latihan disusun untuk setengah lapangan. Bentuk latihan bertahan berbaris tetap bisa berjalan penuh.
Surabaya Barat: Lakarsantri, Wiyung, Tandes
Banyak lapangan terbuka dengan lantai baru. Sesi pagi akhir pekan berjalan nyaman sampai sekitar pukul delapan.
Surabaya Utara: Kenjeran, Semampir, Bulak
Angin laut menurunkan suhu sore lebih cepat, sehingga sesi pukul empat masih terasa ringan sepanjang musim kemarau.
Surabaya Selatan: Wonokromo, Gayungan, Jambangan
Beberapa gelanggang beratap tersedia di kawasan ini dan menjadi pilihan cadangan ketika hujan turun di jam sesi.
Sidoarjo: Waru, Gedangan, Sedati, Buduran
Peserta di kawasan ini dilayani pelatih yang sama tanpa tambahan biaya perjalanan. Jam sesi umumnya mengikuti jadwal sekolah setempat.
Cedera khas bola tangan dan cara pelatih menahannya
Beban bola tangan menumpuk di tiga tempat: bahu lengan pelempar, jari tangan penangkap, dan lutut kaki tumpu. Ketiganya lahir dari gerakan yang sama-sama diulang ratusan kali dalam satu sesi, dan ketiganya bisa ditekan lewat urutan pemanasan yang benar.
Bahu menerima gerakan melempar dari atas kepala, gerakan yang jarang dilakukan manusia di luar olahraga. Pemanasan karena itu dimulai dari putaran lengan pelan, lalu lemparan jarak dekat dengan tenaga kecil, dan baru sesudah sekitar sepuluh menit peserta boleh melempar keras. Peserta yang datang terlambat lalu ingin langsung menembak keras tetap diminta melewati urutan itu, seberapa pun sisa waktunya tinggal sedikit.
Jari terkilir terjadi ketika bola datang dan telapak belum terbuka menghadapnya. Latihan menangkap dengan dua tangan membentuk segitiga jempol dilakukan sejak sesi pertama justru untuk alasan ini. Ukuran bola ikut menentukan: bola yang terlalu besar untuk telapak peserta memaksa jari menahan beban yang seharusnya ditahan telapak.
Lutut menanggung pendaratan lompat. Pendaratan satu kaki dengan badan miring menaruh beban di satu sisi lutut, dan pola itu yang dikoreksi sejak lompatan pertama dilatih tanpa bola. Peserta yang pernah mengalami cedera lutut menyampaikannya di awal supaya porsi lompatan disusun ulang, dan pelatih menahan diri menaikkan jumlah lompatan sampai peserta melaporkan tidak ada sisa nyeri.
Catatan penting
Perlengkapan yang disiapkan Edubia di tiap sesi bola tangan
Peserta cukup datang dengan sepatu bersol karet dan pakaian olahraga yang menyerap keringat.
Bola ukuran 1, 2, dan 3
Pelatih membawa ketiga ukuran pada sesi pertama supaya telapak peserta bisa dicocokkan langsung. Ukuran yang benar terasa ketika bola masih bisa dipegang dengan satu tangan tanpa jari menegang.
Kerucut dan tanda garis sementara
Lapangan sekolah jarang punya garis bola tangan yang lengkap. Kerucut dipakai menandai garis enam meter dan sembilan meter supaya latihannya berjalan pada jarak yang benar.
Resin pengganti berbahan aman
Pegangan bola di cuaca lembap Surabaya cepat menurun. Bahan pelekat yang dipakai dipilih yang mudah dicuci supaya tidak meninggalkan bekas di lantai sekolah.
Perlengkapan pertolongan pertama
Kotak berisi perban jari, semprotan pendingin, dan pembalut elastis lutut selalu ada di pinggir lapangan. Peserta yang jari terkilir ditangani di tempat sebelum sesi dihentikan.
Catatan latihan tertulis per sesi
Isinya angka: berapa lompatan mendarat dua kaki, berapa lemparan masuk dari sembilan meter, berapa kali langkah berlebih terhitung. Orang tua menerima salinannya seusai sesi.
Rekaman pendek gerakan peserta
Pelatih merekam beberapa detik tembakan lompat lewat ponsel bila keluarga mengizinkan. Peserta melihat sendiri kaki mana yang menumpu lebih dulu, hal yang sulit dipercaya kalau hanya diberi tahu.
Kalau pelatih belum cocok dengan peserta
Kecocokan di cabang beregu berbeda dengan kecocokan di kelas pelajaran. Peserta bola tangan perlu pelatih yang berani mendekat saat mengoreksi pendaratan, sekaligus cukup sabar menunggu peserta yang takut menghadapi bola cepat. Dua sifat itu tidak selalu ada pada orang yang sama, dan kadang baru terasa sesudah dua atau tiga pertemuan.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan kapan pun keluarga merasa gaya latihannya belum nyambung dengan peserta. Keluarga menyebutkan bagian yang terasa mengganjal lewat pesan, dan pelatih pengganti mengisi slot yang sama pada pekan berikutnya. Lembar angka peserta diserahkan ke pelatih baru, jadi ia tahu di sesi keberapa lompatan mulai mendarat dua kaki tanpa mengulang pengukuran dari nol.
Sebelum paket berjalan pun ada satu pertemuan perkenalan. Isinya sederhana: peserta berlari, menangkap, melempar sekali, lalu pelatih mengukur jangkauan tiga langkahnya. Dari situ keluarga bisa memutuskan apakah ritme dan cara bicara pelatihnya terasa pas.
Sesi yang batal karena hujan, agenda sekolah, atau lapangan dipakai kegiatan lain digeser ke hari lain. Yang diminta hanya kabar sebelum pelatih berangkat, sebab begitu ia sudah di jalan, slot itu terhitung terpakai.
Urutan di bawah dipakai untuk peserta yang belum pernah memegang bola tangan. Peserta yang sudah masuk tim sekolah biasanya melompati dua sesi pertama, dan pelatih menentukannya sesudah melihat satu rangkaian lari-tangkap-lempar pada pertemuan perkenalan.
Enam sesi ini dihitung sebagai satu paket 90 menit dan berjalan di lapangan yang disepakati bersama keluarga peserta.
Ringkasnya
Isi enam sesi pertama les bola tangan privat
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Sesi 1: mengukur langkah dan ukuran bola
Pelatih mencari ukuran bola yang telapak peserta masih bisa pegang dengan satu tangan, lalu mencatat berapa jauh tiga langkahnya membawa badan. Dua angka itu jadi dasar seluruh latihan berikutnya.
-
Sesi 2: berhenti tepat pada hitungan ketiga
Latihan berlari lalu berhenti, mula-mula tanpa bola, kemudian sambil memegang bola. Peserta mulai merasakan bahwa tiga langkah berakhir lebih cepat daripada dugaannya.
-
Sesi 3: menangkap sambil berlari dan mengoper balik
Bola dilempar pelatih ke depan langkah peserta. Yang dinilai adalah apakah tangkapan terjadi ketika kaki masih bergerak, sebab tangkapan sambil berdiri sudah memakan satu langkah.
-
Sesi 4: melompat melewati garis enam meter
Lompatan dilatih tanpa bola sampai pendaratan dua kaki terasa mantap. Peserta melihat sendiri bahwa mendarat di dalam daerah gawang tidak dihukum selama bola sudah lepas.
-
Sesi 5: melepas bola sambil melayang
Lompatan dan lemparan disatukan, mula-mula ke gawang kosong dari tiga langkah di depan garis. Jarak ditambah setelah lima lemparan berturut-turut mendarat di dalam gawang.
-
Sesi 6: satu lawan satu dengan penjaga gawang
Pelatih berdiri di gawang dan mulai membaca arah tembakan. Di sesi ini peserta pertama kali merasakan bahwa arah pandangan matanya membocorkan tujuan lemparannya.
Program Terkait
Kalau les bola tangan belum pas, mulai dari sini
Tanya jawab
Masih ragu soal les bola tangan? Ini jawabannya
Berapa biaya les bola tangan di Surabaya per sesi?
Pada ritme dua sesi sepekan, biayanya Rp168.400 per sesi untuk jenjang SD, Rp187.000 untuk SMP, dan Rp205.500 untuk SMA. Peserta dewasa yang mengambil satu sesi sepekan berada di Rp303.800 per sesi. Satu sesi berjalan 90 menit dan pelatih datang ke lapangan yang disepakati. Sewa lapangan dibayar langsung ke pengelola tempat dan angkanya disebutkan sebelum sesi pertama dijadwalkan.
Kenapa satu sesi bola tangan berjalan 90 menit?
Pemanasan bahu dan pergelangan tangan memakan sekitar 15 menit, dan memotongnya berarti melempar keras dengan sendi yang belum siap. Latihan teknik butuh sekitar 45 menit supaya satu gerakan sempat diulang cukup banyak untuk berubah jadi kebiasaan. Sisanya dipakai permainan kecil dan pendinginan. Sesi 60 menit memaksa salah satu dari tiga bagian itu dipangkas.
Di lapangan seperti apa sesi bola tangan bisa berjalan?
Yang dibutuhkan lantai keras dan rata seluas kira-kira setengah lapangan basket, dengan dua sisi yang bisa dipakai sebagai gawang. Lapangan beton sekolah, aula berlantai keras, dan gelanggang olahraga beratap semuanya bisa dipakai. Pelatih membawa kerucut untuk menandai garis enam meter dan sembilan meter, sebab lapangan sekolah jarang punya garis bola tangan yang lengkap.
Anak saya sudah main basket, apakah bola tangan jauh berbeda?
Dasar larinya membantu, dan kebiasaan menggiringnya justru menghambat. Di bola tangan, rangkaian pantulan yang sudah berhenti tidak boleh dimulai lagi sesudah bola ditangkap, dan jatah langkahnya hanya tiga. Pemain basket juga terbiasa berhenti di depan ring, sementara di bola tangan lantai di dalam garis enam meter tidak boleh diinjak. Tiga sesi pertama biasanya habis untuk membongkar tiga kebiasaan itu.
Umur berapa anak bisa mulai belajar bola tangan?
Sekitar kelas empat SD sudah bisa, dengan catatan ukuran bolanya menyesuaikan telapak tangan anak. Yang lebih menentukan daripada angka umur adalah apakah tangan anak sudah sanggup memegang bola dengan satu tangan tanpa jari menegang. Pelatih membawa tiga ukuran bola pada sesi pertama justru untuk memeriksa hal itu di tempat, dan anak yang telapaknya masih kecil memakai ukuran 1 sampai tangannya tumbuh.
Apakah peserta perlu punya bola sendiri?
Belum perlu di awal. Pelatih membawa bola ukuran 1, 2, dan 3 ke tiap sesi, dan ukuran yang cocok untuk peserta biasanya baru jelas sesudah sesi keempat. Membeli bola sebelum ukurannya diketahui sering berakhir dengan bola yang terlalu besar, dan bola yang terlalu besar memaksa jari menahan beban yang seharusnya ditanggung telapak tangan.
Apa benar pemain boleh mendarat di dalam daerah gawang?
Benar, selama bola sudah lepas dari tangan sebelum kaki menyentuh lantai. Larangan garis enam meter berlaku untuk lantainya, dan udara di atasnya terbuka. Justru inilah bentuk tembakan yang menjadi tanda pengenal bola tangan. Banyak peserta baru melepas bola terlalu awal karena takut melanggar, sehingga tembakannya jadi berjarak jauh dan mudah ditahan penjaga gawang.
Bagaimana kalau anak ingin jadi penjaga gawang?
Porsinya dipisahkan sejak sesi ketiga, sebab aturan yang berlaku untuk penjaga gawang memang berbeda. Ia boleh berdiri di dalam daerah enam meter dan boleh menahan bola dengan kaki. Setengah jam sesi dipakai untuk sikap berdiri dan gerak kaki, setengahnya lagi untuk menghadapi tembakan sungguhan dari jarak yang dipendekkan sedikit demi sedikit.
Jam berapa sesi latihan sebaiknya diambil di Surabaya?
Sekitar pukul enam sampai delapan pagi, atau sesudah pukul empat sore. Lantai keras di ruang terbuka menyimpan panas antara pukul sepuluh dan pukul tiga, dan bermain di jam itu memperpendek daya tahan peserta jauh sebelum tekniknya sempat membaik. Keluarga di kawasan Sukolilo dan Mulyorejo banyak memilih jam pagi akhir pekan, sementara peserta yang bersekolah sampai siang mengambil sesi sore.
Kalau hujan turun tepat di jam sesi, latihannya bagaimana?
Sesi dipindahkan ke aula berlantai keras atau gelanggang beratap kalau ada yang tersedia pada jam itu. Kalau tidak ada, sesi digeser ke hari lain tanpa hangus dan pemberitahuannya dikirim sore sebelumnya lewat pesan. Lantai beton terbuka yang basah membuat pendaratan lompat berbahaya, dan itu risiko yang tidak sebanding dengan satu sesi.
Sampai mana pelatih bola tangan bisa datang?
Seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo di barat sampai Gunung Anyar di timur, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo termasuk Waru, Gedangan, dan Sedati. Titik temunya lapangan, sebab pelatih menuju tempat latihan secara langsung. Jarak tempuh pelatih tidak menggeser nominal per sesi.
Berapa lama sampai anak siap ikut seleksi tim sekolah?
Peserta yang mulai tanpa pengalaman biasanya butuh empat sampai enam bulan pada ritme dua sesi sepekan. Penandanya tiga angka: pendaratan lompat sudah bertumpu dua kaki, tembakan dari sembilan meter sudah masuk secara berulang, dan bahu tetap sejajar dengan barisan ketika bertahan. Peserta yang sudah bermain di tim sekolah biasanya sampai jauh lebih cepat.
Cedera apa yang sering muncul dan bagaimana pelatih menahannya?
Tiga tempat menanggung beban: bahu lengan pelempar, jari tangan penangkap, dan lutut kaki tumpu. Bahu ditangani lewat pemanasan bertahap sepuluh menit sebelum melempar keras. Jari terkilir ditekan lewat latihan menangkap dua tangan sejak sesi pertama. Lutut dijaga lewat aturan pendaratan dua kaki yang dilatih sebelum tembakannya. Peserta dengan riwayat cedera menyampaikannya di awal supaya porsi lompatan disusun ulang.
Bisakah pelatih diganti kalau cara mengajarnya belum cocok?
Bisa, dan tanpa biaya tambahan. Keluarga menyebutkan bagian yang mengganjal lewat pesan, lalu pelatih pengganti mengisi slot yang sama pada pekan berikutnya. Lembar angka peserta diserahkan ke pelatih baru sehingga pengukuran tidak diulang dari nol. Sebelum paket berjalan pun ada satu pertemuan perkenalan berisi lari, tangkap, dan satu lemparan, supaya keluarga bisa menilai ritme pelatihnya lebih dulu.
Apakah bola tangan hanya untuk anak laki-laki?
Tidak. Bola tangan dimainkan tim putra maupun putri dengan aturan yang sama, dan yang berbeda hanya ukuran bola yang dipakai. Sesi privat menyesuaikan ukuran bola serta porsi latihan kekuatan ke peserta yang ada di depan pelatih, jadi anak perempuan yang baru mulai tidak dipaksa memakai bola yang telapaknya belum sanggup pegang.
Mulai dari Konsultasi
Tanyakan biaya dan jadwal les bola tangan lebih dulu
Sejak sesi pertama, tutor bola tangan menyesuaikan materi dengan level dan target Anda di Surabaya.