Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Dewasa

Les Ruwatan Emosi di Surabaya

Les Ruwatan Emosi Surabaya adalah kelas budaya Jawa privat, 90 menit tiap pertemuan dan empat pertemuan sebulan: satu pendamping menemani Anda mempelajari laku ruwat, napas, air, dan catatan pelepasan. Kelas keterampilan mengelola diri, tanpa layanan terapi.

Les Ruwatan Emosi di Surabaya

Les Ruwatan Emosi di Surabaya: gambaran singkatnya

Les Ruwatan Emosi Surabaya adalah kelas budaya Jawa privat, 90 menit tiap pertemuan dan empat pertemuan sebulan: satu pendamping menemani Anda mempelajari laku ruwat, napas, air, dan catatan pelepasan. Kelas keterampilan mengelola diri, tanpa layanan terapi.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal dengan tutor datang ke rumah di Surabaya dan kota tetangganya
Bentuk kelas
Privat, satu pendamping untuk satu peserta dewasa
Materi yang dipelajari
Makna ruwat, urutan lima laku, napas dan laku hening, membaca tanda rasa di tubuh, sedekah, pelepasan simbolik, catatan pelepasan, nrima dan sumeleh
Tutor pengampu
Pendamping yang menguasai pengetahuan budaya Jawa sekaligus cara mengajarkannya kepada orang dewasa
Durasi sesi
90 menit per pertemuan, empat pertemuan dalam sebulan
Biaya
Mulai Rp303.800 per sesi di rumah Anda; belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi
Jadwal
Pagi, sore, atau malam, mengikuti jam ketika rumah Anda sedang tenang
Tempat belajar
Rumah Anda, co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, atau sesi online
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya dari Lakarsantri sampai Mulyorejo, ditambah 18 kecamatan Sidoarjo
Bahasa pengantar
Bahasa Indonesia, dengan istilah Jawa dijelaskan saat pertama muncul
Batas layanan
Kelas budaya dan latihan mengelola diri; perawatan kesehatan jiwa ditangani tenaga berizin
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor kapan saja bila perlu
Assessment mulai dari kebutuhan

Cocok untuk siapa

Peserta seperti apa yang cocok mengambil kelas ruwatan emosi

Peserta yang cocok

  • Orang dewasa yang ingin mengenal laku ruwat sebagai pengetahuan budaya keluarganya sendiri.
  • Anda yang bekerja di Surabaya dengan jam padat dan mencari urutan menenangkan diri yang pendek serta bisa diulang.
  • Peserta yang lebih nyaman belajar berdua daripada di kelas berisi banyak orang.
  • Anda yang terbiasa menulis dan bersedia menuangkan perasaan ke lembar catatan tiap pekan.
  • Warga Sidoarjo yang mencari kelas budaya Jawa dengan pendamping datang ke rumah.
  • Peserta yang sedang dalam perawatan tenaga kesehatan jiwa dan sudah menerima izin dari yang menangani.

Fleksibel

Pilih format les ruwatan emosi yang cocok dengan rutinitas Anda

Tutor ruwatan emosi datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Ke rumah
Tutor datang ke alamat yang Anda pilih
Co-learning
2 titik partner di Surabaya
Online
Sesi berbagi layar dua arah, terjadwal seperti sesi tatap muka

Susunan materi

Susunan materi kelas ruwatan emosi dan salah paham yang menempel padanya

Sembilan pokok di bawah dibagi ke pertemuan mengikuti kecepatan Anda. Kolom kedua menyebut salah paham yang sering ditemui pendamping di lapangan, dan kolom ketiga cara kelas ini menanganinya.

  1. 1

    Arti ruwat dalam bahasa Jawa

    Pertemuan pembuka

    Yang dibahas. Kata ruwat berarti melepas atau membebaskan. Pertemuan pembuka membahas bagaimana kata itu dipakai untuk menyebut serangkaian perbuatan yang disusun agar seseorang berhenti membawa beban lama.

    Jebakan umum. Ruwatan disamakan dengan upacara pengusir sial, sehingga peserta datang menunggu keadaan berubah dari luar dirinya.

    Cara tutor. Pendamping memisahkan dua hal sejak menit pertama: pengetahuan tentang laku yang diwariskan, dan latihan yang Anda kerjakan sendiri. Kelas ini menggarap yang kedua.

  2. 2

    Niat yang ditulis di awal laku

    Ditulis tangan

    Yang dibahas. Cara menyusun satu kalimat niat yang pendek, jelas, dan bisa ditagih diri sendiri, lalu menaruhnya di halaman pertama catatan laku.

    Jebakan umum. Niat ditulis terlalu besar, misalnya ingin berdamai dengan seluruh masa lalu dalam waktu sebulan.

    Cara tutor. Pendamping memecahnya menjadi sasaran satu bulan yang bisa Anda periksa sendiri, lalu memakainya sebagai pembuka tiap pertemuan.

  3. 3

    Penyucian diri dan air berwewangian

    Praktik di rumah

    Yang dibahas. Siraman, membasuh wajah, tangan, dan kaki, serta bunga yang lazim dipakai seperti mawar, melati, dan kenanga, termasuk cara menyiapkannya di kamar mandi rumah biasa.

    Jebakan umum. Air dianggap punya daya sendiri, sehingga peserta menunggu perubahan datang dari airnya.

    Cara tutor. Pendamping menjelaskan air sebagai penanda peralihan yang dirasakan kulit. Yang dilatih perhatian Anda saat membasuh, dan itu yang diperiksa di pertemuan berikutnya.

  4. 4

    Laku hening dan pengaturan napas

    Latihan pokok

    Yang dibahas. Duduk tenang lima sampai lima belas menit, napas perut, hitungan empat masuk dan enam keluar, serta cara kembali ketika pikiran melantur.

    Jebakan umum. Peserta memaksa pikirannya kosong, lalu menyimpulkan dirinya gagal begitu pikiran datang lagi.

    Cara tutor. Pendamping menghitung bersama Anda pada pertemuan awal, lalu memendekkan aba-aba tiap minggu sampai Anda sanggup menghitung sendiri.

  5. 5

    Membaca tanda rasa di tubuh

    Dipraktikkan tiap pertemuan

    Yang dibahas. Rahang mengeras, bahu naik ke arah telinga, napas pendek di dada, telapak berkeringat, perut menegang. Peserta menamai tanda itu lebih dulu sebelum menamai perasaannya.

    Jebakan umum. Semua gejolak disebut marah, sehingga rasa yang sebenarnya kecewa atau was-was ikut ditangani dengan cara yang salah.

    Cara tutor. Pendamping memakai lembar kosakata rasa Jawa dan Indonesia, lalu meminta Anda memasangkannya dengan tanda tubuh yang barusan muncul.

  6. 6

    Sedekah sebagai penutup laku

    Pilihan peserta

    Yang dibahas. Kebiasaan berbagi makanan atau kesempatan saat sebuah laku ditutup, dan bagaimana bentuknya menyesuaikan kemampuan tiap orang.

    Jebakan umum. Sedekah dibaca sebagai syarat tukar-menukar, seolah besarnya menentukan apa yang akan Anda terima.

    Cara tutor. Pendamping menempatkannya sebagai perbuatan sosial yang menutup laku dengan melibatkan orang lain, dan membiarkan Anda memilih bentuk yang wajar bagi keuangan Anda.

  7. 7

    Pelepasan simbolik dan catatan pelepasan

    Berulang tiap selapan

    Yang dibahas. Menulis surat yang tidak dikirim, melipatnya, menyimpannya di wadah tertentu, atau merobeknya. Termasuk aturan keselamatan: sesi Edubia tidak memakai api terbuka di dalam rumah.

    Jebakan umum. Sekali menulis dianggap menuntaskan perkara, lalu peserta kecewa saat rasa yang sama kembali dua pekan kemudian.

    Cara tutor. Pendamping menyusunnya sebagai daur berulang tiap selapan, dengan catatan lama dibaca ulang sebelum catatan baru ditulis.

  8. 8

    Nrima ing pandum dan sumeleh

    Sikap batin

    Yang dibahas. Nrima ing pandum sebagai sikap menerima bagian yang sudah ada, dan sumeleh sebagai sikap meletakkan beban dengan tenang, keduanya dibahas berikut batasnya.

    Jebakan umum. Nrima disamakan dengan membiarkan keadaan buruk berjalan, termasuk keadaan yang sebenarnya masih bisa Anda ubah.

    Cara tutor. Pendamping memisahkan perkara yang berada di tangan Anda dari yang berada di luar itu, dan latihan nrima hanya dikenakan pada kelompok kedua.

  9. 9

    Menutup kelas dan meneruskan laku sendiri

    Pertemuan penutup

    Yang dibahas. Menyusun laku harian sepuluh menit, menandai pemicu yang sudah dikenali, dan menyiapkan daftar orang yang bisa dihubungi ketika rasa sedang berat.

    Jebakan umum. Laku berhenti begitu pertemuan terakhir selesai, dan beberapa bulan kemudian peserta kembali ke titik semula.

    Cara tutor. Pertemuan penutup dipakai menulis rencana lanjutan berikut tanggal peninjauan, dan pendamping menanyakannya sekali lewat pesan sesudah selapan pertama.

Tahap demi tahap

Perjalanan kelas ruwatan emosi sejak pertemuan pertama

Kecepatan tiap peserta berbeda dan pendamping menggeser urutan di bawah mengikuti keadaan Anda. Yang tetap urutan materinya; kapan sebuah rasa terasa lebih ringan berada di luar kuasa siapa pun untuk dijanjikan.

  1. 01

    Pemetaan keadaan dan penulisan niat

    Pertemuan pertama

    Pendamping mendengarkan keadaan Anda, menjelaskan batas kelas secara terbuka, lalu menemani Anda menulis satu kalimat niat di halaman pertama catatan laku.

  2. 02

    Napas dan pengenalan tanda tubuh

    Pertemuan 1 sampai 4

    Latihan duduk hening dimulai pendek lalu ditambah bertahap. Anda mulai menamai rahang, bahu, dan napas sebelum menamai perasaannya.

  3. 03

    Penyucian diri dan surat pelepasan pertama

    Pertemuan 5 sampai 8

    Siraman sederhana di kamar mandi rumah, bunga yang Anda siapkan sendiri dari pasar terdekat, dan surat pertama yang ditulis lalu disimpan.

  4. 04

    Nrima, sumeleh, dan laku berbagi

    Pertemuan 9 sampai 12

    Pembahasan sikap batin berjalan bersamaan dengan sedekah yang bentuk serta ukurannya Anda pilih sendiri.

  5. 05

    Membaca ulang catatan pada selapan pertama

    Hari ke-35

    Catatan yang sudah menumpuk dibaca berurutan berdampingan dengan pendamping, dan kalimat yang berulang ditandai sebagai pemicu.

  6. 06

    Laku harian tanpa pendamping

    Sesudah kelas

    Anda menjalankan urutan yang sudah dikuasai sendirian, dengan satu peninjauan lewat pesan dari pendamping sesudah sebulan berlalu.

Pembeda kami

Kenapa memilih les ruwatan emosi Edubia

Pendamping menguasai laku sekaligus cara mengajarkannya

Tiap laku dijelaskan asal-usulnya, diperagakan pelan, lalu urutannya diserahkan kepada Anda supaya bisa dijalankan tanpa ditemani.

Sesi 90 menit yang muat untuk hening dan menulis

Laku hening menuntut waktu tenang sebelum dan sesudahnya. Panjang pertemuan disetel supaya bagian menulis tidak pernah terpotong jam.

Jam sesi dipilih dari saat rumah Anda sepi

Pendamping menanyakan kapan jalan depan rumah lengang dan penghuni lain sedang keluar, lalu menaruh jadwal tepat di jam itu.

Batas kelas ditulis terbuka sebelum Anda membayar

Apa yang diajarkan dan apa yang berada di luar kemampuan kelas ini disampaikan pada konsultasi pertama, sebelum biaya dibicarakan.

Pendamping bisa diganti bila Anda sungkan bercerita

Kecocokan menentukan di kelas semacam ini. Penggantian dikerjakan tanpa tambahan biaya dan tanpa Anda perlu beralasan panjang.

Catatan laku tetap menjadi milik Anda sendiri

Lembar yang Anda tulis tidak difoto, tidak disalin, dan tidak dibawa pulang oleh siapa pun sesudah pertemuan usai.

Yang dibawa pulang

Yang Anda pegang sesudah kelas ruwatan emosi selesai

  • Catatan laku pribadi Buku tulis berisi niat, seluruh catatan pelepasan, dan tanda tubuh yang sudah Anda kenali. Isinya tidak pernah disalin siapa pun.
  • Urutan lima laku yang bisa dijalankan sendiri Niat, penyucian diri, laku hening, sedekah, dan pelepasan simbolik, lengkap dengan perkiraan waktu tiap bagian.
  • Pola napas empat masuk enam keluar Hitungan yang bisa dipakai di angkutan, di ruang tunggu, atau sebelum rapat, tanpa perlu duduk bersila.
  • Lembar kosakata rasa Jawa dan Indonesia Daftar kata untuk membedakan jengkel, getun, was-was, sungkan, trenyuh, dan legawa supaya penanganannya tidak diseragamkan.
  • Cara menyiapkan air dan bunga di rumah biasa Takaran sederhana memakai mawar, melati, dan kenanga yang dijual di pasar sekitar tempat tinggal Anda.
  • Jadwal laku menurut selapan Tanggal peninjauan berjarak 35 hari yang Anda tandai sendiri di kalender, berikut cara menghitung putaran berikutnya.
  • Daftar tanda yang menuntut bantuan profesional Lembar ringkas berisi keadaan yang sebaiknya dibawa ke psikolog klinis atau dokter spesialis kedokteran jiwa berizin.
  • Rencana laku harian sepuluh menit Susunan pagi atau malam yang panjangnya masuk akal dijalankan di sela pekerjaan, berikut tanggal peninjauannya.

Sebelum memilih

Privat atau bimbel untuk ruwatan emosi? Ini bedanya

Fitur Pilihan terbaik Les Ruwatan Emosi Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya Bimbel Ruwatan Emosi Grup Belajar Ruwatan Emosi Sendiri
Perhatian tutor saat belajar ruwatan emosi Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak peserta Tanpa pendamping
Materi ruwatan emosi disesuaikan level peserta
Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya Kelas terjadwal
Perkembangan dipantau tiap sesi Sesekali
Tahap dinaikkan saat peserta siap Ikut tempo kelas Tergantung sendiri
Latihan mandiri ruwatan emosi yang terarah Seragam Cari sendiri

Apa yang dipelajari di kelas ruwatan emosi Edubia

Ruwat dalam bahasa Jawa berarti melepas. Ruwatan karena itu adalah laku pelepasan: rangkaian perbuatan yang disusun supaya seseorang berhenti membawa beban yang sudah terlalu lama menempel. Kelas ini mengajarkan pengetahuan di balik laku tersebut sekaligus cara menjalankannya, dengan satu pendamping yang menemani dari pertemuan pertama sampai Anda sanggup meneruskannya sendirian.

Materinya berjalan di dua jalur yang saling menopang. Jalur pengetahuan membahas asal kata ruwat, urutan yang lazim ditemui di keluarga Jawa, peran air dan wewangian, serta sikap batin nrima dan sumeleh. Jalur praktik mengisi separuh waktu pertemuan: duduk hening, mengatur napas, mengenali tanda rasa di tubuh, lalu menuliskannya di catatan pelepasan.

Edubia menempatkan kelas ini sebagai kelas budaya sekaligus latihan mengelola diri. Ia tidak berdiri sebagai terapi, tidak mendiagnosis, dan tidak menggantikan perawatan tenaga kesehatan jiwa berizin. Batas itu disampaikan pada konsultasi pertama, sebelum Anda memutuskan mendaftar lewat halaman pendaftaran Edubia.

Batas kelas ruwatan emosi dan kapan menemui tenaga profesional

Tutor yang mendampingi mengajar pengetahuan budaya dan keterampilan menenangkan diri. Ia tidak melakukan pemeriksaan, tidak memberi diagnosis, dan tidak menuliskan obat apa pun. Kalimat itu kami ulang di sesi pertama karena kelas semacam ini mudah disalahpahami sebagai layanan kesehatan.

Ada keadaan yang menuntut bantuan di luar kelas. Tidur yang kacau berminggu-minggu, selera makan yang hilang panjang, ingatan satu peristiwa yang terus kembali sampai pekerjaan harian terhenti, atau munculnya pikiran menyakiti diri sendiri adalah tanda untuk menemui psikolog klinis atau dokter spesialis kedokteran jiwa berizin. Puskesmas di kecamatan tempat tinggal Anda bisa menjadi titik masuk pertama, dan beberapa rumah sakit di Surabaya membuka poli kesehatan jiwa.

Sampaikan keadaan itu ke tim Edubia saat konsultasi awal. Kelas budaya tetap boleh berjalan berdampingan dengan perawatan profesional bila tenaga kesehatan yang menangani Anda mengizinkan, dan urutan itulah yang kami minta Anda tempuh.

Tiap pertemuan mengikuti urutan yang sama, dan pengulangan itu memang disengaja. Laku yang berulang lebih cepat dihafal tubuh daripada penjelasan panjang. Urutan di bawah hidup dalam banyak bentuk di keluarga Jawa; kelas ini menyusunnya menjadi versi ringkas yang muat di ruang tamu rumah biasa. Anda menjalankan kelimanya bersama pendamping pada empat pertemuan awal, lalu memilih bagian mana yang layak dijadikan laku harian.

Sorotan

Lima laku yang menyusun tiap sesi ruwatan

Unggulan utama

Niat

Satu kalimat yang Anda tulis sendiri di halaman pertama catatan laku, dibaca ulang sebagai pembuka tiap pertemuan berikutnya.

Penyucian diri

Membasuh wajah, tangan, dan kaki dengan air yang sudah diberi bunga. Bentuk yang ringkas cukup dikerjakan di kamar mandi rumah.

Laku hening

Duduk tenang lima sampai lima belas menit dengan hitungan napas, sambil membiarkan pikiran datang dan pergi tanpa dikomentari.

Sedekah

Berbagi makanan atau kesempatan sebagai penutup laku. Bentuknya menyesuaikan kemampuan, dan Anda yang menentukan ukurannya.

Pelepasan simbolik

Menulis surat yang tidak dikirim, melipatnya, lalu menyimpan atau merobeknya. Tanda yang dipakai boleh Anda pilih sendiri.

Cara tutor Edubia menemani laku hening

Pada pertemuan awal pendamping menghitung dengan suara pelan: empat hitungan menarik napas, enam hitungan mengeluarkannya. Suara itu dipendekkan tiap minggu sampai tinggal aba-aba pembuka, dan pada bulan kedua Anda menghitung sendiri. Duduk bersila tidak diwajibkan; kursi makan dengan punggung tegak sudah cukup, dan peserta yang lututnya bermasalah justru dianjurkan memakai kursi.

Saat pikiran melantur ke pekerjaan atau percakapan kemarin, pendamping tidak menegur. Ia menunggu, lalu menyebut satu kata pengingat supaya perhatian Anda kembali ke hitungan. Cara ini dipakai karena teguran melahirkan rasa gagal, dan rasa gagal justru memanjangkan waktu yang Anda perlukan untuk tenang.

Sesudah hening berakhir, pendamping diam sekitar satu menit sebelum bertanya. Pertanyaannya selalu tentang tubuh lebih dulu, misalnya bagian mana yang tadi terasa menegang. Tafsir atas isi pikiran Anda tidak diberikan, sebab pekerjaan menafsir itu ada di wilayah kerja tenaga kesehatan jiwa yang berizin.

Peran air dan wewangian dalam sesi ruwatan

Air muncul di hampir semua versi laku ruwat yang masih dijalankan keluarga Jawa. Bentuknya beragam: siraman dengan gayung, membasuh muka di depan cermin, sampai merendam kaki di baskom. Bunga yang lazim dipakai mawar, melati, dan kenanga, tiga jenis yang mudah dibeli di pasar dekat rumah dan harganya kecil.

Kelas ini menjelaskan air sebagai penanda peralihan yang dirasakan kulit. Suhu yang berubah dan wangi yang tiba-tiba muncul menarik perhatian kembali ke tubuh, dan tarikan itulah yang dilatih. Pendamping tidak mengajarkan bahwa airnya bekerja sendiri, sebab klaim semacam itu berada di luar apa yang bisa kami pertanggungjawabkan.

Peserta yang tinggal di kos sempit di sekitar kampus di Sukolilo biasanya memakai baskom kecil dan handuk. Peserta yang rumahnya punya halaman di Wiyung atau Lakarsantri kadang memilih laku pagi di luar. Keduanya sah, dan pendamping menyesuaikan urutannya dengan ruang yang benar-benar Anda punya.

Banyak peserta datang dengan satu kata untuk semua gejolak, dan kata itu biasanya marah. Padahal penanganan tiap rasa berbeda: yang muncul cepat perlu diredakan, yang datang berulang perlu ditelusuri sebabnya. Enam kata di bawah dipakai sepanjang kelas, dan Anda memasangkannya dengan tanda tubuh yang barusan terasa.

Yang perlu diketahui

Kosakata rasa yang dipakai di kelas ini

Jengkel

Panas pendek yang naik cepat lalu turun sendiri. Rahang biasanya mengeras lebih dulu daripada suara.

Getun

Sesal yang datang sesudah kejadian lewat, sering disertai percakapan yang terus terulang menjelang tidur.

Was-was

Cemas yang mengarah ke depan. Napas menjadi pendek di dada dan telapak tangan mudah berkeringat.

Sungkan

Enggan bercampur segan, muncul saat Anda ingin menolak sesuatu tetapi merasa berutang budi.

Trenyuh

Haru bercampur iba yang membuat mata panas. Sering keliru dibaca sebagai kelemahan.

Legawa

Rela yang muncul sesudah perkara selesai diurus. Bahu turun dan napas kembali panjang tanpa diminta.

Penanggalan Jawa dan cara menyusun jadwal sesi

Penanggalan Jawa memakai lima hari pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Lima hari itu berjalan berdampingan dengan tujuh hari biasa, sehingga gabungan keduanya berulang setiap 35 hari. Satu putaran itu disebut selapan, dan banyak keluarga memakainya sebagai penanda untuk meninjau kembali sesuatu.

Kelas ini memakai selapan sebagai jarak peninjauan catatan. Pada hari ke-35 Anda membaca ulang seluruh catatan pelepasan bersama pendamping, dan bagian yang berulang ditandai sebagai pemicu. Weton, yaitu gabungan hari lahir dengan pasarannya, dipakai sebagian peserta untuk memilih hari laku supaya mudah diingat.

Penanggalan di sini berfungsi sebagai penanda waktu. Kami tidak mengajarkan bahwa tanggal tertentu menentukan hasil, dan peserta yang jam kerjanya padat bebas memindahkan laku ke hari mana pun. Bulan Sura memang ramai oleh laku semacam ini di banyak daerah, dan kelas tetap berjalan di bulan apa saja sepanjang tahun.

Ringkasnya

Alasan kelas ruwatan emosi berjalan privat

Satu pendamping untuk satu peserta membuat cerita yang berat tak perlu diucapkan di depan orang asing.

Cerita yang jarang diucapkan butuh pendengar tunggal

Peserta hampir selalu menahan bagian yang berat saat ada orang lain di ruangan, dan bagian itu yang justru perlu diurus.

Tempo laku disetel pada napas Anda

Hitungan napas tiap orang berbeda panjangnya. Di kelompok, hitungan disamakan dan sebagian peserta selalu tertinggal.

Materi digeser mengikuti keadaan hari itu

Bila Anda datang sesudah hari yang berat, pendamping menukar pokok bahasan dengan latihan menenangkan diri.

Catatan dibahas berdua tanpa dibacakan siapa pun

Lembar yang Anda tulis tetap tertutup. Pendamping hanya menanyakan bagian yang Anda putuskan untuk dibicarakan.

Nrima dan sumeleh sebagai bahan latihan kelas ini

Nrima ing pandum berarti menerima bagian yang memang sudah menjadi milik seseorang. Sumeleh berarti meletakkan sesuatu dengan tenang, seperti orang menaruh barang berat di lantai sesudah lama menggendongnya. Dua sikap ini sering disebut bersamaan, dan keduanya mudah disalahartikan sebagai sikap membiarkan keadaan buruk berjalan.

Karena itu kelas memisahkan dulu dua kelompok perkara. Kelompok pertama berisi hal yang berada di tangan Anda: cara menjawab, batas yang Anda pasang, jam istirahat, orang yang Anda temui. Kelompok kedua berisi hal yang berada di luar itu, misalnya keputusan orang lain dan peristiwa yang sudah lewat.

Latihan nrima hanya dikenakan pada kelompok kedua. Untuk kelompok pertama, pendamping justru mendorong Anda menyusun langkah yang bisa dikerjakan pekan itu juga. Pemisahan sederhana ini yang membuat sumeleh terasa berbeda dari menyerah, dan peserta biasanya baru merasakan bedanya sesudah menuliskan kedua kelompok itu berdampingan.

Yang menyulitkan laku hening di kota besar adalah suara. Karena itu pendamping menanyakan dua hal sebelum jadwal disepakati: jam ketika jalan depan rumah Anda lengang, dan ruangan mana yang letaknya jauh dari pagar. Wilayah di bawah sudah rutin didatangi, dan peserta di luar daftar itu tetap bisa dilayani lewat sesi online.

Detail

Wilayah Surabaya yang didatangi tutor kelas ruwatan

Rumah di sisi timur kota

Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, Gunung Anyar, dan Tambaksari.

Rumah di sisi selatan kota

Wonocolo, Wonokromo, Jambangan, Gayungan, Dukuh Pakis, Wiyung, dan Karang Pilang.

Rumah di sisi barat kota

Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Sukomanunggal, Benowo, Pakal, dan Asemrowo.

Rumah di pusat dan utara kota

Tegalsari, Sawahan, Bubutan, Simokerto, Semampir, Krembangan, Pabean Cantian, Bulak, dan Kenjeran.

Rumah di Sidoarjo

Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Sukodono, Krian, Wonoayu, dan Tanggulangin.

Belajar di co-learning space Edubia

Ruang tenang di Tambaksari atau Wonocolo untuk peserta yang rumahnya sedang ramai, dengan tambahan Rp15.000 per sesi.

Biaya les ruwatan emosi per sesi dan yang tercakup

Biaya kelas ini mulai Rp303.800 per sesi untuk pertemuan 90 menit di rumah Anda, dengan ritme empat pertemuan dalam sebulan. Angka itu memakai tarif jenjang dewasa dan sudah menghitung perjalanan pendamping ke alamat Anda di dalam kota. Peserta yang memilih pertemuan 120 menit, biasanya karena ingin bagian menulis lebih lapang, berada di sekitar Rp374.600 per sesi.

Yang tercakup di dalamnya panduan lengkap kelima laku, lembar kosakata rasa, dan susunan jadwal menurut selapan. Bunga serta air Anda siapkan sendiri karena keduanya dibeli di pasar dekat rumah dan nilainya kecil. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi di atas tarif tadi, dan belajar di rumah tidak menambah apa pun.

Perkiraan untuk kombinasi durasi, jumlah pertemuan, dan cara belajar yang Anda pilih bisa dihitung sendiri di kalkulator biaya Edubia. Rincian tempat belajar ada di halaman lokasi belajar.

Menulis catatan pelepasan di antara jadwal sesi

Catatan pelepasan adalah tulisan tangan yang tidak dikirim kepada siapa pun. Isinya boleh berupa surat kepada orang yang membuat Anda kecewa, daftar kejadian yang masih mengganjal, atau satu paragraf tentang hari yang baru lewat. Yang penting ia ditulis tangan dan diberi tanggal, sebab dua hal itu yang membuatnya bisa dibaca ulang dengan jujur.

Di antara pertemuan, peserta diminta menulis dua kali sepekan, masing-masing sekitar sepuluh menit. Banyak yang memilih waktu sesudah salat magrib atau sebelum tidur, ketika rumah sudah tenang. Pendamping tidak menagih jumlah halaman dan tidak menilai tulisannya, karena catatan yang ditulis untuk dinilai berubah menjadi laporan.

Pada hari ke-35 seluruh catatan dibaca ulang berurutan. Kalimat yang muncul berkali-kali ditandai, dan tanda itu biasanya menunjukkan pemicu yang sebenarnya. Peserta sering terkejut menemukan bahwa yang berulang adalah perkara kecil di rumah, sementara perkara besar yang mereka sangka penyebabnya justru hanya muncul sekali.

Kerahasiaan cerita peserta di kelas privat ini

Sesi berjalan berdua saja, tanpa rekaman suara maupun gambar. Pendamping datang membawa bahan ajar dan jam kecil; telepon miliknya diletakkan dalam keadaan senyap di luar jangkauan tangan. Aturan ini berlaku sama untuk sesi di rumah, di co-learning space Edubia, maupun sesi yang berjalan online.

Catatan laku Anda tulis sendiri dan tetap Anda simpan. Pendamping tidak memfotonya, tidak menyalinnya, dan tidak membawanya pulang. Laporan yang masuk ke tim Edubia sesudah tiap pertemuan hanya memuat kehadiran, pokok materi yang dibahas, serta rencana pertemuan berikutnya.

Laku ruwat menuntut Anda menyebut hal yang jarang diucapkan, jadi kecocokan dengan orang yang menemani sangat menentukan. Bila sesudah dua pertemuan Anda masih merasa sungkan bercerita, pendamping bisa diganti tanpa tambahan biaya, dan permintaan itu tidak perlu Anda jelaskan panjang lebar kepada siapa pun.

Sembilan puluh menit dibagi menjadi enam bagian dengan panjang yang sudah diukur. Pembagian ini dipakai supaya bagian menulis tidak pernah terpotong: catatan itulah yang menyambungkan satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Pendamping membawa jam kecil dan menaruhnya di luar pandangan Anda supaya waktu tetap terjaga tanpa mengganggu.

Poin penting

Jalannya satu sesi les ruwatan emosi 90 menit

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Sepuluh menit menyiapkan ruang

    Memilih sudut yang jauh dari jalan, mematikan pemberitahuan telepon, dan menyingkirkan barang yang menarik perhatian.

  2. Sepuluh menit membaca catatan lama

    Niat yang Anda tulis di pertemuan pertama dibaca ulang, disusul catatan pelepasan minggu sebelumnya.

  3. Dua puluh menit membahas materi

    Satu pokok dari susunan materi dibahas, lengkap dengan asal-usulnya dan salah paham yang sering menempel padanya.

  4. Dua puluh menit laku hening dan napas

    Bagian praktik dengan hitungan napas, diakhiri satu menit diam sebelum percakapan dibuka lagi.

  5. Dua puluh menit menulis catatan pelepasan

    Anda menulis sendiri, pendamping menunggu tanpa membaca, dan pertanyaan hanya diajukan bila Anda meminta.

  6. Sepuluh menit menutup laku

    Menyepakati laku harian sampai pertemuan berikutnya, lalu menandai tanggalnya di kalender Anda.

Pendaftaran berjalan lewat empat langkah pendek, dan pada langkah kedua Anda sudah mendengar batas kelas ini secara terbuka. Bila sesudah penjelasan itu Anda memutuskan menunda, tidak ada biaya yang terlanjur keluar.

Lebih dekat

Cara mendaftar kelas ruwatan emosi di Surabaya

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Kirim keterangan awal

    Isi <a href="/daftar">formulir pendaftaran Edubia</a> atau kirim pesan lewat <a href="/hubungi">halaman hubungi</a>, sebutkan kecamatan tempat tinggal dan jam ketika rumah cenderung tenang.

  2. 2Konsultasi awal lewat telepon

    Tim menjelaskan apa yang diajarkan kelas ini serta apa yang berada di luar kemampuannya, lalu menanyakan apakah Anda sedang dalam perawatan tenaga kesehatan jiwa.

  3. 3Pencocokan pendamping

    Edubia memilihkan pendamping yang menguasai laku ruwat dan tersedia di wilayah Anda. Peserta tidak memilih sendiri, dan penggantian tetap terbuka bila kecocokannya kurang.

  4. 4Sepakati jadwal dan mulai sesi pertama

    Jadwal ditaruh pada jam ketika rumah Anda sedang sepi. Pertemuan pertama biasanya berjalan tiga sampai tujuh hari sesudah kesepakatan.

Tanya jawab

Sebelum daftar les ruwatan emosi, apa yang perlu ditanyakan?

Apa yang sebenarnya dipelajari di les ruwatan emosi?

Dua hal berjalan bersamaan. Yang pertama pengetahuan budaya: arti kata ruwat, urutan laku yang lazim ditemui di keluarga Jawa, peran air dan wewangian, serta sikap nrima dan sumeleh. Yang kedua latihan pribadi: duduk hening, mengatur napas, membaca tanda rasa di tubuh, dan menulis catatan pelepasan. Pendamping mengajarkan keduanya, lalu menyerahkan urutannya kepada Anda supaya bisa dijalankan sendiri di rumah.

Apakah kelas ini termasuk terapi atau konseling psikologis?

Tidak. Edubia menempatkan kelas ini sebagai kelas budaya sekaligus latihan mengelola diri. Ia tidak berdiri sebagai terapi, tidak mendiagnosis, dan tidak menggantikan perawatan tenaga kesehatan jiwa berizin. Pendamping mengajar pengetahuan dan praktik. Bila keadaan Anda menuntut penanganan klinis, tim Edubia mengarahkan Anda menemui psikolog klinis atau dokter spesialis kedokteran jiwa lebih dulu.

Berapa biaya les ruwatan emosi per sesi di Surabaya?

Mulai Rp303.800 per sesi untuk pertemuan 90 menit di rumah Anda, dengan ritme empat pertemuan sebulan. Tarifnya memakai jenjang dewasa, dan biaya perjalanan pendamping ke rumah Anda sudah termasuk di dalamnya. Pertemuan yang dipanjangkan menjadi 120 menit berada di sekitar Rp374.600 per sesi. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi, dan kalkulator biaya Edubia bisa menghitung kombinasi pilihan Anda.

Satu pertemuan berlangsung berapa lama?

Sembilan puluh menit, dibagi menjadi enam bagian: sepuluh menit menyiapkan ruang, sepuluh menit membaca catatan lama, dua puluh menit membahas materi, dua puluh menit laku hening, dua puluh menit menulis catatan pelepasan, dan sepuluh menit menutup laku. Pertemuan 60 menit membuat bagian menulis terpotong, sementara bagian itulah yang menyambungkan satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.

Saya tidak berdarah Jawa. Apakah tetap boleh mengikuti kelas ini?

Boleh. Laku ruwat diajarkan di sini sebagai pengetahuan budaya yang terbuka dipelajari siapa saja. Pendamping menjelaskan tiap istilah Jawa saat pertama muncul dan memakai bahasa Indonesia sebagai pengantar. Sebagian peserta justru mengambil kelas ini karena kakek dan neneknya dulu menjalankan laku serupa, dan mereka ingin memahami alasan di baliknya sebelum kebiasaan itu hilang dari keluarga.

Apakah sesinya memakai sesaji, kemenyan, atau api?

Sesi Edubia berjalan sederhana dan aman di rumah biasa. Tidak ada api terbuka, tidak ada pembakaran, dan tidak ada persyaratan sesaji. Yang dipakai air bersih, bunga yang dijual di pasar seperti mawar, melati, dan kenanga, satu buku catatan, serta tempat duduk yang nyaman. Bila keluarga Anda punya kebiasaan sendiri, pendamping menghormatinya dan menyesuaikan penjelasan tanpa mengubah kebiasaan itu.

Bagaimana kalau saya tidak paham bahasa Jawa?

Itu tidak menjadi soal. Istilah seperti nrima ing pandum, sumeleh, selapan, dan weton dijelaskan sekali saat pertama muncul, lalu ditulis di catatan laku Anda supaya bisa dibaca ulang kapan saja. Pendamping tidak menuntut Anda berbicara Jawa. Peserta yang ingin mendalami pengucapannya boleh meminta pendamping melafalkan pelan, lalu menirukannya pada pertemuan berikutnya.

Rumah saya di Lakarsantri dan jalannya ramai sepanjang hari. Apakah masih terjangkau?

Terjangkau. Pendamping Edubia menjangkau 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Lakarsantri dan Sambikerep di barat sampai Gunung Anyar dan Mulyorejo di timur, ditambah 18 kecamatan Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Sukodono. Perkara kebisingan diurus lewat pemilihan jam: pendamping menanyakan kapan jalan depan rumah Anda lengang, lalu jadwal ditaruh di jam itu. Ruangan yang letaknya jauh dari pagar juga ikut dipilih bersama.

Bisakah sesinya berjalan online?

Bisa, dan sebagian peserta justru memilih begitu karena laku hening terasa lebih longgar tanpa orang lain di ruangan. Bagian yang perlu penyesuaian praktik air: pendamping memandu dari jarak jauh sementara Anda menyiapkannya sendiri di kamar mandi, lalu kembali untuk membahasnya. Sesi online juga dipakai peserta yang sedang dinas ke luar kota supaya ritme empat pertemuan sebulan tetap utuh.

Apa yang perlu saya siapkan sebelum pertemuan pertama?

Satu buku tulis yang khusus dipakai untuk catatan laku, tempat duduk yang nyaman, dan satu jam ketika rumah cenderung sepi. Bunga serta air baru diperlukan mulai pertemuan ketiga, dan pendamping memberi tahu takarannya sepekan sebelumnya. Pakaian bebas asalkan nyaman untuk duduk lama. Tidak ada pembelian alat khusus, dan tidak ada bahan yang harus dipesan dari luar kota.

Bagaimana kalau saya menangis atau kewalahan di tengah sesi?

Itu wajar terjadi dan pendamping sudah menyiapkan jalannya. Latihan dihentikan, Anda diajak kembali ke napas panjang serta menyebut lima benda yang terlihat di ruangan, lalu sesi dilanjutkan hanya bila Anda menginginkannya. Jika keadaan itu berulang di beberapa pertemuan, pendamping menyarankan Anda menemui tenaga kesehatan jiwa berizin, dan saran itu disampaikan terus terang tanpa diperhalus.

Apakah cerita yang saya sampaikan tetap terjaga?

Ya. Sesi berjalan berdua saja, tanpa rekaman suara maupun gambar. Catatan laku Anda tulis sendiri dan tetap Anda simpan; pendamping tidak memfotonya dan tidak membawanya pulang. Laporan yang masuk ke tim Edubia hanya memuat kehadiran, pokok materi yang dibahas, dan rencana pertemuan berikutnya. Isi cerita Anda berhenti di ruangan tempat sesi berlangsung.

Kalau saya merasa sungkan bercerita kepada pendampingnya, apa yang bisa dilakukan?

Cukup kabari tim Edubia lewat WhatsApp atau halaman hubungi. Pendamping bisa diganti tanpa tambahan biaya, dan permintaan itu tidak perlu Anda jelaskan panjang lebar. Kecocokan sangat menentukan di kelas semacam ini karena Anda diminta menyebut hal yang jarang diucapkan. Catatan laku yang telanjur ditulis tetap milik Anda dan tidak diserahkan kepada pendamping baru kecuali Anda sendiri yang membukanya.

Apakah remaja boleh mengambil kelas ruwatan emosi?

Kelas ini disusun untuk peserta dewasa yang mendaftar atas keputusan sendiri, sebab bahan latihannya menuntut kesediaan menuliskan perkara pribadi. Remaja di bawah 17 tahun kami arahkan ke program lain yang cara mengajarnya disetel untuk usia itu. Untuk remaja yang sedang menghadapi tekanan berat, jalur yang benar tetap tenaga kesehatan jiwa berizin, dan sekolah biasanya memegang rujukan yang bisa dipakai.

Bagaimana cara mendaftar dan kapan sesi pertama bisa dimulai?

Mulai dari halaman pendaftaran Edubia atau kirim pesan WhatsApp, sebutkan kecamatan tempat tinggal Anda dan jam ketika rumah cenderung tenang. Tim menelepon untuk konsultasi awal, menjelaskan batas kelas ini, lalu mencocokkan pendamping yang tersedia di wilayah Anda. Pertemuan pertama umumnya berjalan tiga sampai tujuh hari sesudah jadwal disepakati, tergantung ketersediaan pendamping di kecamatan itu.

Yuk Kita Mulai

Jadwalkan sesi ruwatan emosi pertama Anda

Daftar hari ini, tutor ruwatan emosi pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 5 hari kerja.