Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · SD sampai dewasa

Les Basket di Surabaya

Les basket privat Edubia di Surabaya melatih menggiring, menembak, lay-up, mengoper, dan bertahan di lapangan ber-ring dekat rumah. Satu pelatih satu pemain, sesi 60 sampai 90 menit, biaya mulai Rp126.100 per sesi.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les Basket di Surabaya

Basket privat di Surabaya: ringkasnya

Les basket privat Edubia di Surabaya melatih menggiring, menembak, lay-up, mengoper, dan bertahan di lapangan ber-ring dekat rumah. Satu pelatih satu pemain, sesi 60 sampai 90 menit, biaya mulai Rp126.100 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Fakta Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal yang melayani Kota Surabaya dan Sidoarjo
Cabang yang diajarkan
Bola basket, dari kemampuan dasar sampai situasi permainan lima lawan lima
Pelatih pengampu
Pelatih basket terverifikasi yang dicocokkan tim Edubia sesuai usia dan tujuan pemain
Materi yang dipelajari
Menggiring, menembak, lay-up, mengoper, bertahan, memblok badan, dan bola pantul
Biaya per sesi
Mulai Rp126.100 untuk anak SD sesi 60 menit, sampai Rp303.800 untuk peserta dewasa sesi 90 menit
Durasi sesi
60 menit untuk anak SD, 90 menit untuk pelajar SMP, SMA, dan peserta dewasa
Jumlah peserta
Satu pelatih satu pemain, tanpa antrean giliran memegang bola
Ritme latihan
Umumnya dua kali sepekan atau delapan sesi sebulan, dan bisa disesuaikan
Tempat latihan
Lapangan ber-ring yang disepakati: lapangan sekolah, lapangan perumahan, atau gedung olahraga beratap
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, dari Rungkut dan Gubeng sampai Benowo, ditambah 18 kecamatan Sidoarjo
Jam layanan
Setiap hari pukul 07.00 sampai 21.00, dan sesi lapangan terbuka umumnya jatuh pagi atau menjelang petang
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Urutan materi basket

Susunan materi les basket dan kesalahan yang sering muncul

Urutan di bawah mengikuti satu logika: tiap baris menuntut baris di atasnya sudah berjalan. Pemain yang tembakannya dibetulkan sebelum kakinya bisa berhenti tanpa melangkah akan mengulang perbaikan yang sama sebulan kemudian, sebab tenaga tembakannya memang lahir dari kaki yang sama.

  1. 1

    Poros kaki dan berhenti tanpa melangkah

    Dasar aturan langkah

    Yang dibahas. Berhenti dengan dua kaki bersamaan, memilih kaki poros, dan berputar ke depan maupun ke belakang tanpa mengangkat poros dari lantai.

    Jebakan umum. Pemain menggeser kaki porosnya sedikit setiap kali berputar, dan wasit meniup pelanggaran langkah tanpa pemain merasa telah berjalan.

    Cara tutor. Pelatih menandai titik kaki poros di lantai, lalu meminta pemain berputar penuh sambil menjaga titik itu tetap tertutup telapak. Koreksinya terlihat langsung tanpa perlu penjelasan panjang.

  2. 2

    Pantulan rendah tangan kanan dan tangan kiri

    Dua tangan wajib

    Yang dibahas. Dorongan dari ujung jari, telapak yang mengikuti naik turun bola, dan ketinggian pantulan di sekitar pinggang atau lebih rendah.

    Jebakan umum. Bola ditepuk dengan telapak sehingga pantulannya liar, dan tangan lemah dilewati karena terasa canggung.

    Cara tutor. Porsi tangan lemah dibuat lebih banyak daripada tangan kuat sejak pekan pertama, dan pelatih memegang telapaknya di ketinggian sasaran supaya pemain punya ukuran yang bisa dilihat.

  3. 3

    Menggiring tanpa menatap bola

    Syarat melihat rekan

    Yang dibahas. Pandangan lepas dari bola, membaca isyarat pelatih di depan, dan mempertahankan pantulan sambil berjalan lalu berlari.

    Jebakan umum. Kepala terangkat sebentar lalu turun lagi begitu arah berubah, sebab tangan belum hafal bola pada perubahan arah.

    Cara tutor. Perubahan arah dilatih terpisah sampai lancar dengan mata melihat bola, baru digabung dengan latihan membaca jari pelatih dari jarak beberapa langkah.

  4. 4

    Bentuk tembakan dari jarak dekat

    Sumber tenaga di kaki

    Yang dibahas. Jarak kaki selebar bahu, telapak menghadap ring, lengan bawah yang tegak, tangan penyangga yang diam di sisi bola, dan tangan penembak ditahan sampai bola menyentuh ring.

    Jebakan umum. Bola didorong lengan dari depan dada karena ring terasa jauh, dan lintasannya jadi datar sehingga hampir tidak punya sudut masuk.

    Cara tutor. Titik tembak dimundurkan sampai bentuk geraknya bertahan rapi, lalu ditambah sedikit demi sedikit seiring tungkai menguat. Bentuk didahulukan daripada jarak.

  5. 5

    Tembakan bebas dan rutinitas sebelum melepas

    Bisa dilatih sendiri

    Yang dibahas. Urutan tetap sebelum melepas bola: jumlah pantulan yang sama, tarikan napas yang sama, dan posisi kaki yang sama di garis.

    Jebakan umum. Rutinitasnya berubah-ubah, sehingga hasil tembakan bebas naik turun tanpa pemain tahu bagian mana yang bergeser.

    Cara tutor. Pemain menyusun rutinitasnya sendiri bersama pelatih, lalu diminta mengulanginya sampai terasa membosankan. Kebosanan itu tandanya rutinitas sudah stabil.

  6. 6

    Lay-up sisi kanan dan sisi kiri

    Angka pertama pemula

    Yang dibahas. Hitungan dua langkah, tolakan dari kaki berlawanan dengan tangan pelepas, lutut yang naik, dan sasaran di sudut kotak papan.

    Jebakan umum. Pemain melompat dari kaki yang keliru, atau menatap lingkaran ring sehingga bola dilepas terlalu keras dan memantul jauh.

    Cara tutor. Rangkaian dilatih tanpa bola dulu, lalu sambil berjalan, baru sambil berlari. Sisi kiri dimulai segera sesudah sisi kanan lancar, dan tidak ditunda sampai akhir program.

  7. 7

    Memilih operan di bawah tekanan

    Butuh lawan hidup

    Yang dibahas. Operan dada untuk jalur bersih, operan pantul untuk melewati tangan yang terangkat, dan operan atas kepala untuk lawan yang menempel.

    Jebakan umum. Pemain memakai satu bentuk operan untuk semua keadaan, biasanya operan dada, sehingga bola sering terpotong di jalur yang sudah tertutup.

    Cara tutor. Pelatih mengubah tinggi tangannya di tiap ulangan dan menagih keputusan dalam sekejap. Bentuk operannya dirapikan lebih dulu, pemilihannya dilatih sesudahnya.

  8. 8

    Langkah geser menghadapi pembawa bola

    Sumber pelanggaran pemula

    Yang dibahas. Tumit terangkat sedikit, punggung tetap tegak, dorongan datang dari kaki yang jauh, dan jarak ke lawan digeser mengikuti kebiasaannya membawa bola.

    Jebakan umum. Kaki terlambat sehingga tangan yang bekerja, dan pelanggaran datang beruntun tanpa pemain merasa bermain kasar.

    Cara tutor. Latihan geser dijalankan tanpa bola sampai sikapnya bisa ditahan lama, baru dihadapkan pada pelatih yang memegang bola dan berusaha lewat.

  9. 9

    Bola pantul dan urutan memblok badan

    Kebiasaan yang bisa dilatih

    Yang dibahas. Membaca arah pantulan dari sudut tembakan, merebut posisi yang lebih dekat ke ring, menahan jalur lawan dengan badan, lalu menjemput bola di titik jatuhnya.

    Jebakan umum. Pemain langsung melompat menatap bola, mendarat, dan menemukan lawan sudah berdiri lebih dekat ke ring.

    Cara tutor. Pelatih melepas tembakan meleset dari sudut yang berganti-ganti supaya arah pantulan terbaca, dan menagih kontak badan lebih dulu sebelum lompatan dihitung sah.

Pembeda kami

Pembeda les basket Edubia

Satu pelatih satu pemain di lapangan

Ulangan tidak dibagi ke belasan anak, jadi pantulan yang liar dan siku yang melebar sempat dibetulkan di menit yang sama saat kesalahannya muncul.

Rencana latihan disusun sesudah ditakar

Porsi latihan dibagi dari hasil ukur di pertemuan pertama, jadi pemain yang bentuk tembakannya sudah rapi tidak mengulang bab yang sama dari awal.

Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan

Kecocokan antara pelatih dan pemain menentukan seberapa lama latihan bertahan. Kalau terasa tidak klop, penggantian diatur tanpa memulai pembayaran dari awal.

Jam sesi menghindari terik dan hujan

Lapangan terbuka di Surabaya menahan panas sampai sore, dan licin ketika hujan. Jadwal sesi digeser mengikuti dua hal itu.

Pekerjaan antarsesi yang jelas ukurannya

Pantulan dua tangan, tembakan bebas berulang, dan kerja kaki berjalan tanpa siapa pun menemani. Pemain pulang membawa jumlah ulangan yang jelas, sehingga jam bersama pelatih habis untuk yang menuntut lawan hidup.

Catatan kemajuan yang bisa dibaca orang tua

Tiap sesi ditutup catatan singkat: gerak yang dilatih, capaian hari itu, dan sasaran pertemuan berikutnya, jadi perkembangan pemain terbaca tanpa harus menonton tiap latihan.

Isi paket latihan

Yang termasuk dalam paket les basket privat

Penakaran kemampuan di sesi pertama

Tidak ada porsi latihan yang ditetapkan sebelum pelatih melihat sendiri pemain memantulkan bola, menembak, dan berlari bolak-balik.

Rencana latihan tertulis per bulan

Pembagian waktu tiap sesi ditulis dan bisa dibaca pemain maupun orang tuanya, lengkap dengan bagian yang sedang dikejar.

Bola untuk sesi dibawa pelatih

Peserta bisa memulai tanpa membeli apa pun lebih dulu, dan ukuran bola dipilih mengikuti usia serta lebar telapak tangannya.

Pekerjaan antarsesi yang bisa dikerjakan sendiri

Menggiring, tembakan bebas, dan kerja kaki diberikan berikut jumlah ulangannya, sehingga latihan berjalan tanpa menunggu pelatih.

Koreksi bentuk gerak satu per satu

Satu kesalahan dibetulkan sampai selesai sebelum pindah ke kesalahan berikutnya, sebab dua koreksi sekaligus jarang menempel.

Pemanasan bergerak dan pendinginan

Setiap pertemuan dibuka dan ditutup dengan urutan yang sama, dan bagian ini tidak dilewati sekalipun waktunya mepet.

Pencegahan cedera pergelangan dan lutut

Penguatan tungkai bawah, keseimbangan satu kaki, dan koreksi pendaratan berjalan di dalam sesi sebagai bagian tetap.

Catatan singkat sesudah tiap sesi

Isinya capaian hari itu, materi yang menunggu pekan depan, dan hal yang perlu diperhatikan orang tua di rumah.

Fleksibel

3 format kelas basket di Edubia

Sesi basket berjalan di lapangan yang disepakati di Surabaya, dengan porsi latihan penunjang yang bisa dikerjakan di rumah peserta.

Ke rumah
Tutor datang, orang tua bisa memantau
Di lapangan
Sesi di lapangan yang disepakati di Surabaya
Bahasan terpisah
Pembahasan rekaman latihan dan program mandiri bisa berjalan terjadwal

Timbang dulu

Kenapa satu tutor basket untuk satu siswa lebih unggul?

Fitur Pilihan terbaik Les Basket Privat Edubia Ke rumah di Surabaya Bimbel Basket Grup Belajar Basket Sendiri
Perhatian tutor saat belajar basket Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak siswa Tanpa pendamping
Materi basket disesuaikan level siswa
Tutor basket bisa diganti tanpa ribet
Latihan mandiri basket yang terarah Seragam Cari sendiri
Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya Kelas terjadwal
Perbaikan langsung saat gerakan salah Menunggu giliran Tak ada yang mengoreksi

Dari sesi pertama

Tahap latihan basket dari sesi pertama sampai bisa bermain

Rentang waktu di bawah adalah gambaran yang lazim bagi pemain dengan dua sesi sepekan yang juga mengerjakan latihan mandiri di antaranya. Usia, kebugaran awal, dan seberapa sering pemain menyentuh bola di luar sesi menggesernya ke kedua arah.

  1. 01

    Pertemuan pertama: menakar apa yang sudah bisa

    Sesi 1

    Pelatih memeriksa pantulan dua tangan, bentuk tembakan dari jarak dekat, kerja kaki, dan napas sesudah lari bolak-balik. Hasilnya jadi dasar pembagian porsi latihan.

  2. 02

    Bulan pertama: bola berhenti dilihat

    Pekan 1 sampai 4

    Pantulan rendah dua tangan mulai stabil, kaki poros tidak lagi bergeser, dan pemain bisa menyebut jumlah jari pelatih sambil menggiring dalam kecepatan berjalan.

  3. 03

    Bulan kedua: tembakan punya bentuk tetap

    Pekan 5 sampai 8

    Siku sudah duduk di bawah bola, pergelangan jatuh tanpa diingatkan, dan tembakan dari jarak dekat masuk berulang. Jarak baru ditambah sesudah bentuknya bertahan.

  4. 04

    Bulan ketiga: lay-up dua sisi berjalan

    Pekan 9 sampai 12

    Hitungan dua langkah terasa wajar sambil berlari, dan sisi kiri sudah dicoba tanpa berhenti berpikir. Operan dada dan operan pantul dipakai sesuai keadaan.

  5. 05

    Bulan keempat sampai keenam: bertahan dan bola pantul

    Bulan 4 sampai 6

    Langkah geser bisa ditahan sepanjang satu serangan, tangan berhenti menempel badan lawan, dan memblok badan sebelum melompat mulai jadi kebiasaan.

  6. 06

    Sesudah setengah tahun: masuk permainan penuh

    Bulan 7 ke atas

    Pemain sudah cukup siap mengikuti latihan tim sekolah atau permainan lima lawan lima di lapangan umum, dan sesi privat bergeser jadi tempat membenahi bagian yang tersendat di sana.

Capaian Kami

Angka yang menjelaskan isi satu sesi les basket

1-on-1
satu pelatih satu pemain
2
langkah sah sesudah bola dikuasai
3,05 m
tinggi ring standar yang dituju
6
kemampuan dasar yang dilatih bergiliran

Sasaran program ini

Peserta yang cocok mengambil les basket privat

Peserta yang cocok

  • Anak SD yang tertarik basket dan butuh bentuk gerak yang benar sejak awal
  • Pelajar SMP atau SMA yang mengincar tim basket sekolah dan butuh kelemahannya ditangani satu per satu
  • Pemain yang sudah ikut latihan tim tetapi jarang mendapat koreksi karena pelatihnya menangani belasan anak
  • Pemain bertubuh pendek yang ingin jalur permainannya disusun jujur sesuai badannya
  • Orang dewasa yang dulu bermain di sekolah dan ingin kembali tanpa cedera
  • Peserta yang jadwalnya berpindah-pindah dan butuh jam latihan yang bisa digeser

Standar layanan

Kenapa keluarga Surabaya memilih les basket di Edubia?

Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi basket pertama di Surabaya.

Tutor basket terverifikasi

Berkas, wawancara, dan uji praktik dilalui setiap pelatih basket sebelum ia mendampingi peserta di Surabaya.

Satu tutor untuk satu siswa

Seluruh jam sesi basket tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.

Perkembangan basket dicatat tiap sesi

Sesudah pertemuan wali menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.

Les basket privat di Surabaya dimulai dari satu aturan

Bola basket punya satu batas yang menentukan hampir seluruh isinya: pemain yang sedang memegang bola tidak boleh berjalan. Pilihannya tinggal tiga, yaitu memantulkan bola ke lantai, berhenti dengan satu kaki tetap menempel sebagai poros, atau melepas bola ke rekan dan ke ring. Gerak menyerang yang terlihat rumit di pertandingan sesungguhnya turunan dari batas sederhana itu.

Karena itu sesi les basket privat Edubia tidak dibuka dengan pertandingan. Pelatih menemui satu pemain di lapangan ber-ring yang disepakati di Surabaya, membawa bola, lalu bekerja 60 sampai 90 menit pada hal yang bisa dilihat langsung: seberapa rendah pantulan bolanya, kaki mana yang jadi poros, dan ke mana mata pemain tertuju ketika bola sedang di tangannya.

Formatnya satu pelatih satu pemain, jadi tidak ada antrean giliran memegang bola. Dalam satu jam, seorang pemain bisa mendapat ratusan pantulan dan puluhan tembakan yang setiap kalinya diperiksa. Di latihan tim yang berisi belasan anak, angka itu terbagi habis, dan kesalahan kecil pada telapak atau siku lewat begitu saja tanpa sempat dibetulkan.

Materi les basket Edubia dibagi menjadi enam kemampuan yang bisa diperiksa satu per satu. Urutannya tidak kaku: pelatih menakar dulu di pertemuan pertama, lalu memberi porsi lebih besar pada bagian yang menahan permainan pemain itu. Anak SD di Wiyung yang belum bisa memantulkan bola tanpa melihatnya jelas butuh susunan berbeda dari pelajar SMA di Gubeng yang tembakan jarak jauhnya sudah masuk sesekali.

Poin penting

Enam kemampuan yang dilatih di sesi les basket

Menggiring dengan mata terangkat

Bola didorong ujung jari, telapak mengikuti naik turunnya, dan pandangan lepas dari bola. Tangan lemah dilatih dengan porsi lebih banyak daripada tangan kuat.

Tembakan yang tenaganya lahir dari lutut

Rangkaian gerak dari tekukan lutut, badan lurus, siku di bawah bola, sampai pergelangan yang jatuh sesudah bola lepas. Dorongan lengan dibetulkan lebih dulu.

Lay-up dan hitungan dua langkah

Dua langkah sah sesudah bola dikuasai, lompatan dari kaki yang berlawanan dengan tangan pelepas, dan pantulan ke kotak papan. Teknik pertama yang menghasilkan angka.

Operan dada, pantul, dan atas kepala

Tiga bentuk operan berikut situasi yang menentukan pilihannya: jarak, posisi tangan lawan, dan apakah penerima sedang diam atau berlari.

Sikap bertahan dan langkah geser

Lutut tertekuk, berat di bola kaki, langkah menyamping tanpa menyilang, dan tangan yang mengganggu jalur bola tanpa menyentuh badan lawan.

Memblok badan sebelum melompat

Mencari lawan lebih dulu, memutar badan, menahan dengan pinggul dan punggung, baru melompat mengambil bola pantul. Kebiasaan yang bisa dilatih siapa saja.

Menggiring dengan mata terangkat, kerja utama sesi awal

Pemula hampir selalu menatap bola saat memantulkannya, dan karena itu ia tidak pernah melihat rekan yang sedang terbuka. Memperbaikinya lebih banyak soal tangan yang sudah hafal bola tanpa perlu dilihat daripada soal keberanian. Latihannya bertahap, dan setiap tahap punya ukurannya sendiri.

Tahap pertama menyangkut ketinggian pantulan. Bola yang memantul setinggi pinggang atau lebih rendah kembali ke tangan lebih cepat, jadi lebih sulit direbut dan lebih mudah dikendalikan. Bola setinggi dada memberi lawan waktu untuk menyelinapkan tangan. Pelatih memeriksanya dengan berdiri di samping dan meletakkan telapaknya di ketinggian yang dituju.

Tahap kedua menyangkut telapak. Bola didorong dengan ujung jari dan bantalan jari, sementara telapak mengikuti naik turunnya seperti menemani. Tangan yang menepuk bola membuat pantulan liar dan arahnya sulit ditebak pemainnya sendiri.

Tahap ketiga menyangkut mata. Pelatih berdiri beberapa langkah di depan dan mengangkat sejumlah jari yang harus disebutkan pemain sambil terus memantulkan bola. Begitu jumlah jari terbaca benar berulang kali, kepala sudah terangkat tanpa perlu diingatkan. Tangan lemah menjalani seluruh tahap yang sama, dan porsinya justru dilebihkan, sebab lawan akan selalu memaksa pemain bergerak ke sisi yang lebih lemah.

Cara pelatih membenahi tembakan, dari lutut sampai jari

Tembakan basket adalah rangkaian gerak yang berjalan dari lantai ke ujung jari, dan sebagian besar kesalahan mahal terjadi ketika pemain memutus rangkaian itu lalu mendorong bola dengan lengan saja. Gejalanya mudah dikenali: bola berangkat dari depan dada, lintasannya datar, dan bahu pemain terangkat sebelah.

Urutan yang dilatih dimulai dari kaki. Kedua telapak menghadap ring, jarak selebar bahu, lutut ditekuk secukupnya sampai terasa ada tenaga yang bisa didorong ke atas. Dari lutut, tenaga naik lewat pinggul dan badan yang tetap lurus. Siku duduk tepat di bawah bola sehingga lengan bawah kira-kira tegak, dan siku yang melebar ke samping dibetulkan lebih dulu. Tangan penyangga menempel di sisi bola lalu diam saja, sebab dorongan dari tangan penyangga membelokkan bola.

Pelepasan menutup rangkaian itu. Pergelangan jatuh ke depan, jari telunjuk dan jari tengah yang terakhir menyentuh bola, dan tangan ditahan di posisi itu sampai bola menyentuh ring. Putaran mundur yang timbul dari jari membuat bola lebih jinak ketika membentur papan.

Pada anak yang badannya masih kecil, ring standar setinggi 3,05 meter memang terasa jauh, dan tubuh mengakalinya dengan melempar dari bawah. Jalan keluarnya ada di jarak: pelatih memundurkan titik tembak sampai bentuk geraknya bertahan rapi, memakai ring yang lebih rendah bila lapangannya menyediakan, lalu menambah latihan kekuatan tungkai supaya jarak tembak tumbuh dari kaki.

Tiga jenis operan yang dipakai di kelas basket privat

Operan sering dianggap bagian yang mudah, padahal ia yang justru sering merusak serangan. Bola yang hilang di tengah operan memberi lawan serangan balik dalam keadaan terbuka. Di kelas privat, tiga bentuk operan dilatih berpasangan dengan pelatih sebagai penerima sekaligus sebagai pengganggu.

Operan dada dipakai ketika jalur ke penerima bersih dan jaraknya sedang. Bola didorong dari depan dada dengan dua tangan, ibu jari berputar ke bawah saat lepas, dan arahnya lurus setinggi dada penerima. Bola sampai lebih cepat lewat bentuk ini, jadi ia pilihan pertama ketika tidak ada yang menghalangi.

Operan pantul dipakai ketika lawan mengangkat tangannya. Bola dipantulkan ke lantai kira-kira dua pertiga jarak menuju penerima, sehingga naik kembali di sekitar pinggangnya. Pantulan yang jatuh terlalu dekat ke pengoper membuat bola naik terlalu tinggi dan mudah dipotong.

Operan atas kepala dipakai ketika lawan menempel rapat, atau ketika bola perlu dikirim jauh sesudah merebut bola pantul. Bola dilepas dari atas dahi dengan dua tangan, sementara berat badan bergeser sedikit ke depan supaya bola tidak melayang.

Yang dilatih sesudah bentuknya rapi adalah pemilihannya. Pelatih berdiri sebagai lawan dengan posisi tangan yang berubah-ubah, dan pemain harus memutuskan dalam sekejap operan mana yang lewat. Keputusan itu yang membedakan pemain yang hafal teknik dari pemain yang bisa memakainya.

Ringkasnya

Bertahan sebagai kerja kaki di sesi les basket

Hampir semua pelanggaran pemula lahir dari tangan yang bekerja karena kakinya terlambat.

Sikap rendah yang bisa ditahan lama

Lutut tertekuk, punggung tetap tegak, berat badan di bola kaki. Sikap ini melelahkan pada pekan pertama, dan justru itu yang dilatih supaya bertahan sampai menit akhir.

Langkah geser tanpa menyilang

Kaki jauh mendorong dan kaki dekat menerima jarak. Kaki yang menyilang membuat pemain terkunci sepersekian detik, dan waktu sesingkat itu sudah cukup untuk dilewati.

Jarak sepanjang lengan

Terlalu rapat berarti mudah dilewati satu langkah, terlalu jauh berarti memberi ruang menembak. Jaraknya digeser mengikuti kebiasaan pemain yang dihadapi.

Tangan yang mengganggu tanpa menyentuh

Satu tangan menutup jalur bola, satu tangan mengintai jalur operan. Telapak menghadap bola, dan badan lawan sama sekali tidak disentuh.

Membaca pinggul lawan lebih dulu

Gerak bahu dan bola bisa menipu, sementara arah pinggul jujur. Pemain yang belajar menatap pinggul berhenti termakan gerak tipu di langkah pertama.

Bertahan di dekat ring

Menjaga pemain yang membelakangi ring menuntut posisi menyamping, satu lengan menahan ruang, dan kaki yang siap menerima dorongan tanpa menabrak.

Rebound di sesi privat: memblok badan dulu, baru melompat

Bola pantul jatuh ke pemain yang sudah berada di tempat yang benar, dan tempat yang benar direbut sebelum bola menyentuh ring. Inilah sebabnya rebound terhitung kebiasaan yang bisa dilatih siapa saja, termasuk pemain yang tidak jangkung.

Urutannya tetap. Begitu tembakan lepas, mata mencari lawan terdekat, badan diputar sampai punggung menghadap lawan itu, lalu pinggul dan punggung menahan jalurnya. Baru sesudah lawan tertahan, pemain melompat menjemput bola. Pemula biasanya membalik urutan ini: ia langsung melompat menatap bola, lalu mendarat dan menemukan lawan sudah berdiri lebih dekat ke ring.

Di sesi privat, latihannya dijalankan dengan pelatih berperan sebagai lawan yang berusaha lewat. Pelatih melepas tembakan yang sengaja meleset dari sudut berbeda-beda supaya pemain terbiasa membaca ke mana bola akan memantul. Tembakan dari sudut samping cenderung memantul menyeberang ke sisi berlawanan, sementara tembakan lurus dari depan sering kembali ke arah penembaknya.

Satu kebiasaan ditanamkan sejak awal: anggap setiap tembakan akan meleset. Pemain yang menunggu hasil tembakan selalu terlambat setengah detik, dan setengah detik itulah jarak antara mendapatkan bola dan menontonnya diambil orang lain.

Yang pelatih kerjakan bersama pemain bertubuh pendek

Pertanyaan ini selalu muncul, biasanya dari orang tua, kadang dari pemainnya sendiri sesudah seleksi tim sekolah. Jawaban jujurnya begini: tinggi badan memang menolong di sekitar ring, terutama untuk merebut bola pantul dan menutup tembakan. Menyangkal itu tidak menolong siapa pun.

Yang juga benar, basket menyediakan beberapa jalur yang tidak ditentukan tinggi badan. Pemain bertubuh pendek umumnya punya titik berat lebih rendah, jadi ia bisa berubah arah lebih cepat dan lebih sulit dijatuhkan keseimbangannya saat menggiring. Ia juga lebih dekat ke lantai, sehingga bola yang dipantulkan rendah relatif lebih aman di tangannya.

Karena itu porsi latihannya digeser. Menggiring dua tangan dilatih sampai setara, perubahan kecepatan dilatih sampai bisa dilakukan tanpa berpikir, dan tembakan dari jarak jauh mendapat waktu lebih besar. Membaca permainan ikut dilatih: kapan mengoper, kapan menahan bola, dan ke mana bergerak ketika bola sedang di tangan orang lain. Di sisi bertahan, pemain pendek justru sering diandalkan menekan pembawa bola lawan sejak awal serangan.

Pelatih Edubia menyampaikan hal ini apa adanya sejak pertemuan awal, berikut posisi yang masuk akal untuk badan pemain itu. Rencana yang berpijak pada tubuh yang sebenarnya jauh lebih berguna daripada semangat yang menutupi kenyataan.

Pergelangan kaki dan lutut: pencegahan yang masuk tiap sesi

Basket menuntut lompatan berulang dan perubahan arah mendadak di lantai keras. Dua hal itu menjelaskan mengapa cedera khasnya berkumpul di pergelangan kaki dan lutut, dan mengapa pencegahannya diturunkan langsung dari gerak yang menyebabkannya.

Pergelangan kaki umumnya terkilir saat pemain mendarat di atas kaki pemain lain, atau saat kaki menahan putaran badan yang mendadak. Yang dilatih karena itu ada tiga: kekuatan otot betis dan tungkai bawah lewat gerakan jinjit yang ditahan, keseimbangan satu kaki dengan mata terbuka lalu tertutup, dan kebiasaan mendarat dengan dua kaki serta lutut yang menekuk. Sepatu ikut dihitung, sebab sol yang sudah licin memaksa pergelangan bekerja lebih keras menahan putaran.

Lutut menanggung beban ketika pemain mendarat dengan kaki kaku atau lutut yang jatuh ke arah dalam. Pelatih memperbaikinya dengan mengoreksi pendaratan satu per satu: lutut segaris dengan ujung kaki, pinggul mundur sedikit, dan benturan pendaratan diredam paha. Latihan penguatan pinggul dan paha belakang menyusul di luar sesi bola.

Jari tangan juga kerap terkena saat menyambut operan dengan jari kaku. Menangkap bola dengan jari sedikit ditekuk dan tangan yang menjemput bola menutup kebiasaan itu. Setiap sesi dibuka pemanasan bergerak dan ditutup pendinginan, dan urutan itu tidak dilewati sekalipun waktunya mepet.

Basket punya sifat yang menguntungkan untuk les privat: sebagian besar kemampuan dasarnya bisa dilatih tanpa lawan sama sekali. Menggiring, tembakan bebas, dan kerja kaki hanya butuh permukaan rata dan bola. Sebagian lain mustahil dilatih sendirian, sebab yang dilatih justru membaca orang lain. Pelatih memisahkan keduanya secara tegas: yang bisa dikerjakan sendiri diberikan sebagai pekerjaan antarsesi, sementara jam bersama pelatih dihabiskan untuk yang menuntut lawan hidup.

Detail

Latihan mandiri dan latihan yang menuntut lawan di jadwal mingguan

Bisa dikerjakan sendiri: menggiring

Pantulan dua tangan, menggiring melewati botol atau tanda di lantai, dan menggiring dua bola sekaligus. Cukup di halaman berpaving atau teras yang rata.

Bisa dikerjakan sendiri: tembakan bebas

Rutinitas yang sama tiap kali, misalnya dua pantulan, satu tarikan napas, lalu melepas. Yang dicatat adalah seberapa mirip gerakannya satu sama lain.

Bisa dikerjakan sendiri: kerja kaki

Berhenti dua kaki, berputar pada kaki poros, dan langkah geser bolak-balik sepanjang garis. Tanpa bola pun latihan ini sudah berjalan.

Butuh lawan: membaca gerak tipu

Menentukan kapan bertahan tetap di tempat dan kapan mengikuti bola hanya bisa dilatih menghadapi orang yang benar-benar berusaha melewati.

Butuh lawan: waktu melepas operan

Mengoper terlalu cepat membuat bola datang sebelum penerima siap, terlalu lambat membuat jalurnya sudah tertutup. Ukurannya hanya muncul saat ada yang mengganggu.

Butuh lawan: benturan saat memblok badan

Menahan badan lawan dengan pinggul butuh lawan sungguhan yang mendorong balik. Pelatih mengambil peran ini dengan tekanan yang dinaikkan bertahap.

Lapangan basket di Surabaya dan jam latihan yang menghindari terik

Basket menuntut satu hal yang jarang dituntut les lain: ring. Karena itu sesi les basket Edubia berlangsung di lapangan, dan pemilihan lapangan masuk ke pengaturan jadwal. Tiga jenis tempat lazim dipakai peserta di Surabaya, yaitu lapangan sekolah yang terbuka di luar jam belajar, lapangan ber-ring di perumahan serta fasilitas olahraga umum, dan gedung olahraga beratap.

Cuaca yang menentukan jamnya. Panas di Surabaya menumpuk sepanjang tengah hari, dan lantai lapangan terbuka menahan panas itu lebih lama daripada udaranya. Sesi di lapangan terbuka karena itu jatuh pada pagi hari atau menjelang petang. Di musim hujan, lapangan terbuka jadi licin dan rawan cedera saat berhenti mendadak, jadi sesi digeser ke lapangan beratap atau isinya diganti kerja kaki dan latihan bola di ruang terlindung.

Untuk peserta di kawasan padat seperti Sawahan, Bubutan, dan Wonokromo, lapangan sekolah atau fasilitas umum biasanya jadi pilihan pertama. Di Rungkut, Sukolilo, Mulyorejo, Lakarsantri, dan Sambikerep, lapangan perumahan lebih mudah dijangkau. Peserta di Sidoarjo, terutama Waru, Gedangan, dan Buduran, umumnya memakai lapangan perumahan atau gedung olahraga di dekatnya. Titik latihan disepakati lebih dulu, dan pelatih menyesuaikan perjalanannya.

Bola disiapkan peserta, dan pelatih membantu memilih ukuran yang sesuai umur sebelum sesi pertama. Peserta yang berlatih rutin dianjurkan memiliki bola sendiri, sebab menggiring dan tembakan bebas berjalan tanpa kehadiran pelatih.

Biaya les basket per sesi dan apa yang menggeser angkanya

Biaya les basket Edubia dihitung per sesi, dan angkanya bergerak mengikuti tiga hal: jenjang pemain, panjang satu sesi, dan berapa sesi yang diambil dalam sebulan. Empat titik di bawah memakai hitungan yang sama dengan kalkulator biaya di situs ini, jadi susunannya bisa diperiksa sendiri sebelum menghubungi siapa pun.

Anak SD yang berlatih 60 menit sebanyak delapan sesi sebulan berada di Rp126.100 per sesi. Pelajar SMP dengan sesi 90 menit dan ritme yang sama berada di Rp187.000 per sesi. Pelajar SMA dengan susunan itu berada di Rp205.500 per sesi. Peserta dewasa yang mengambil sesi 90 menit empat kali sebulan berada di Rp303.800 per sesi.

Sesi 90 menit dipilih banyak pelajar SMP dan SMA karena satu sesi basket menuntut pemanasan bergerak, satu blok kerja teknik, satu blok situasi permainan, lalu pendinginan. Sesi 60 menit umumnya dipakai anak SD, yang rentang perhatiannya lebih pendek dan tubuhnya belum menanggung lompatan berulang sebanyak itu.

Nominal itu sudah menghitung kedatangan pelatih ke lapangan yang disepakati di Surabaya. Yang berada di luar angka itu adalah biaya sewa lapangan: sebagian lapangan sekolah dan perumahan bebas biaya, sementara sebagian gedung beratap memungut tarif per jam. Besarnya mengikuti tarif tempat itu dan dibicarakan lebih dulu sebelum jadwal ditetapkan, supaya tidak ada angka yang muncul di tengah jalan.

Lay-up adalah teknik pertama yang benar-benar menghasilkan angka bagi pemula, sebab jaraknya dekat ke ring dan sudut pantulnya bisa dibaca. Ia sekaligus mengajarkan aturan dua langkah yang berlaku di seluruh permainan. Rangkaian di bawah dilatih pelan tanpa bola dulu, lalu dengan bola sambil berjalan, baru dengan bola sambil berlari.

Yang perlu diketahui

Hitungan dua langkah lay-up yang dilatih pelatih basket

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Kuasai bola sambil bergerak

    Bola diambil dari pantulan terakhir saat kaki kanan menyentuh lantai. Titik inilah yang memulai hitungan, dan pemain perlu merasakannya berulang kali sebelum menambah kecepatan.

  2. Langkah pertama, kaki kanan

    Langkah panjang yang mendekat ke ring. Panjang langkah pertama menentukan apakah lompatan nanti jatuh di tempat yang benar atau justru melewati bawah ring.

  3. Langkah kedua, kaki kiri

    Langkah kedua lebih pendek dan menancap sebagai tumpuan lompatan. Bola dibawa naik menempel badan supaya tidak mudah disapu tangan lawan.

  4. Melompat dan mengangkat lutut kanan

    Tolakan dari kaki kiri, lutut kanan naik sebagai penyeimbang sekaligus pelindung. Mata tertuju ke sudut kotak papan, dan tidak ke lingkaran ring.

  5. Lepaskan bola ke kotak papan

    Tangan kanan menaruh bola pelan ke sudut atas kotak, tanpa dilempar keras. Sesudah sisi kanan lancar, seluruh rangkaian diulang bercermin di sisi kiri.

Pendaftaran les basket berbeda sedikit dari les mata pelajaran, sebab tempat latihan ikut ditentukan di awal. Lima langkah di bawah menutup keduanya sekaligus, yaitu pencocokan pelatih dan penetapan lapangan.

Lebih dekat

Cara mendaftar les basket privat di Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Ceritakan usia pemain dan tujuannya

    Anak SD yang baru mengenal bola, pelajar yang mengincar tim sekolah, dan orang dewasa yang kembali bermain menuntut susunan latihan yang berbeda. Tim Edubia mencatat titik awal itu lebih dulu.

  2. Sepakati lapangan dan jam sesi

    Sebut lapangan ber-ring yang mudah dijangkau dari rumah, atau minta bantuan menimbang pilihan di sekitar kecamatan Anda. Jamnya diatur menghindari terik siang.

  3. Pelatih dicocokkan lalu diperkenalkan

    Pencocokan dikerjakan tim Edubia berdasarkan usia pemain dan tujuan latihannya. Kalau sesudah berjalan terasa tidak klop, pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan.

  4. Sesi pertama dipakai menakar kemampuan

    Pelatih mengukur tinggi pantulan, arah siku saat menembak, kaki poros, dan napas sesudah lari bolak-balik, lalu menyusun rencana latihan yang dibagikan ke pemain dan orang tuanya.

  5. Latihan berjalan dan catatannya diperiksa

    Tiap sesi menutup dengan catatan singkat: apa yang membaik, apa yang diulang, dan pekerjaan antarsesi untuk pekan berikutnya.

Tanya jawab

Sebelum daftar les basket, apa yang perlu ditanyakan?

Anak saya belum pernah memegang bola basket, mulainya dari mana?

Dari kaki lebih dulu, jauh sebelum urusan ring. Pertemuan pertama dipakai memeriksa apakah anak Anda bisa berhenti dengan dua kaki bersamaan, memilih satu kaki sebagai poros, dan berputar tanpa menggeser poros itu. Bagian ini menahan hampir semua gerak basket, sebab pemain yang memegang bola memang tidak boleh berjalan. Sesudah itu barulah pantulan rendah dua tangan, lalu lay-up, lalu bentuk tembakan dari jarak dekat. Anak yang langsung disuruh menembak ke ring setinggi 3,05 meter biasanya melempar dari bawah dada, dan kebiasaan itu jauh lebih lama dibongkarnya daripada dibangun benar sejak awal.

Berapa biaya les basket privat di Surabaya?

Biayanya dihitung per sesi dan bergerak mengikuti jenjang pemain, panjang sesi, serta jumlah sesi sebulan. Anak SD yang berlatih 60 menit delapan kali sebulan berada di Rp126.100 per sesi. Pelajar SMP dengan sesi 90 menit di ritme yang sama berada di Rp187.000 per sesi, pelajar SMA di Rp205.500 per sesi, dan peserta dewasa dengan sesi 90 menit empat kali sebulan di Rp303.800 per sesi. Perjalanan pelatih menuju lapangan sudah terhitung di dalamnya. Sewa lapangan dihitung terpisah dari angka itu: sebagian lapangan sekolah dan perumahan bebas biaya, sedangkan gedung beratap memungut tarif sendiri.

Di rumah tidak ada ring, sesi latihannya berlangsung di mana?

Di lapangan ber-ring yang disepakati sebelum jadwal ditetapkan. Tiga jenis tempat yang lazim dipakai peserta Edubia adalah lapangan sekolah di luar jam belajar, lapangan ber-ring di perumahan serta fasilitas olahraga umum, dan gedung olahraga beratap. Kalau Anda belum punya gambaran, tim Edubia membantu menimbang pilihan yang dekat dari rumah, misalnya di sekitar Rungkut, Sukolilo, Mulyorejo, atau Wiyung. Sebagian materi memang tidak menuntut ring sama sekali: menggiring, kerja kaki, dan penguatan tungkai cukup di halaman berpaving yang rata, dan bagian ini sering dipakai sebagai latihan mandiri antarsesi.

Anak saya bertubuh pendek, apakah masih ada gunanya berlatih basket?

Ada, dan jalurnya nyata. Tinggi badan memang menolong di sekitar ring, terutama saat merebut bola pantul dan menutup tembakan, dan pelatih Edubia menyampaikan itu apa adanya. Yang juga benar, pemain bertubuh pendek punya titik berat lebih rendah, sehingga ia berubah arah lebih cepat, lebih sulit dijatuhkan keseimbangannya, dan lebih dekat ke bola yang dipantulkan rendah. Porsi latihannya karena itu digeser ke menggiring dua tangan yang setara, perubahan kecepatan, tembakan dari jarak jauh, dan membaca permainan. Di sisi bertahan, pemain pendek justru sering diandalkan menekan pembawa bola lawan sejak awal serangan.

Berapa lama sampai lay-up bisa dilakukan dengan benar?

Untuk pemain yang berlatih dua kali sepekan, hitungan dua langkah sisi kanan umumnya mulai terasa wajar di bulan kedua sampai ketiga, dan sisi kiri menyusul beberapa pekan sesudahnya. Yang menggeser rentang itu ada tiga: usia, sebab anak yang lebih kecil butuh waktu lebih lama menyatukan langkah dengan lompatan; kebugaran, sebab lay-up dijalankan sambil berlari; dan seberapa sering pemain mengulang rangkaian ini di luar sesi. Rangkaiannya sendiri dilatih bertahap, mulai tanpa bola, lalu dengan bola sambil berjalan, baru sambil berlari. Pemain yang buru-buru berlari sejak awal biasanya melompat dari kaki yang keliru.

Bolanya disediakan Edubia atau peserta membawa sendiri?

Bola untuk sesi dibawa pelatih, jadi hari pertama bisa berjalan tanpa membeli apa pun. Untuk peserta yang berlatih rutin, memiliki bola sendiri sangat menolong, sebab menggiring dan tembakan bebas adalah bagian yang bisa dikerjakan tanpa lawan di antara dua sesi. Ukuran yang lazim dipakai: nomor 5 untuk anak di bawah dua belas tahun, nomor 6 untuk pemain putri dan pemula usia sekolah menengah, dan nomor 7 untuk pemain putra remaja ke atas. Selain bola, yang perlu disiapkan hanya sepatu bersol kesat, sebab sol yang sudah aus membuat kaki tergelincir persis saat pemain berhenti mendadak.

Jam berapa sesi basket sebaiknya dijadwalkan di Surabaya?

Untuk lapangan terbuka, pagi hari atau menjelang petang. Tengah hari di Surabaya menumpuk panas, dan permukaan lapangan terbuka menahannya lebih lama daripada udara di atasnya, jadi sesi siang menghabiskan tenaga pemain sebelum latihan intinya dimulai. Peserta yang hanya bisa berlatih siang biasanya diarahkan ke gedung olahraga beratap. Untuk pelajar, sore hari kerja dan pagi akhir pekan adalah dua slot yang banyak dipakai, dan jadwalnya bisa digeser mengikuti ujian sekolah atau kegiatan lain tanpa harus memulai pendaftaran dari awal.

Kalau hujan turun, sesinya dibatalkan?

Tidak otomatis dibatalkan. Lapangan terbuka yang basah berbahaya untuk basket karena permainan ini penuh gerakan berhenti mendadak dan berubah arah, dan permukaan licin mengubahnya jadi risiko cedera pergelangan. Yang biasa dilakukan ada dua. Pertama, sesi dipindahkan ke lapangan beratap kalau ada yang tersedia di sekitar tempat latihan. Kedua, isi sesi diganti ke bagian yang tidak menuntut lapangan penuh, misalnya penguatan tungkai, keseimbangan satu kaki, kerja kaki, dan latihan bola di ruang terlindung. Kalau keduanya tidak memungkinkan, sesi dijadwalkan ulang di waktu pengganti yang disepakati bersama.

Umur berapa anak sebaiknya mulai les basket?

Sekitar usia tujuh sampai sembilan tahun sudah bisa, dengan catatan isinya disesuaikan. Di usia itu yang dilatih adalah mengenal bola, memantulkan tanpa menatap, berhenti dengan dua kaki, dan lay-up pelan, semuanya dalam sesi 60 menit yang diselingi permainan supaya perhatiannya bertahan. Tembakan ke ring standar setinggi 3,05 meter tidak dipaksakan sampai tungkainya cukup kuat; kalau lapangannya menyediakan ring yang lebih rendah, itu yang dipakai lebih dulu. Anak yang lebih muda tetap bisa ikut selama tujuannya mengenal bola dan bergerak, sementara bentuk tembakan orang dewasa ditunda sampai badannya siap.

Latihan apa yang bisa dikerjakan sendiri di antara dua sesi?

Tiga kelompok, dan ketiganya cukup dengan permukaan rata plus bola. Pertama, menggiring: pantulan dua tangan, menggiring melewati botol atau tanda di lantai, dan menggiring dua bola sekaligus untuk pemain yang sudah lancar. Kedua, tembakan bebas: mengulang rutinitas yang sama, dan yang dicatat adalah seberapa mirip gerakannya satu sama lain. Ketiga, kerja kaki: berhenti dua kaki, berputar pada kaki poros, dan langkah geser bolak-balik sepanjang garis, yang bahkan tidak menuntut bola. Sisanya, seperti membaca gerak tipu lawan dan mengukur waktu melepas operan, hanya bisa dilatih menghadapi orang, dan itulah yang mengisi jam bersama pelatih.

Bagaimana kalau pelatihnya terasa tidak cocok dengan anak saya?

Beri tahu tim Edubia, dan penggantian pelatih diatur tanpa biaya tambahan. Kecocokan menentukan seberapa lama latihan bertahan, apalagi di olahraga yang menagih ratusan ulangan dan koreksi berulang. Pencocokan awal dikerjakan berdasarkan usia pemain dan tujuan latihannya, dan penakaran di sesi pertama justru dirancang supaya ketidakcocokan ketahuan cepat. Rencana latihan yang sedang berjalan diserahkan ke pelatih berikutnya lengkap dengan catatan koreksinya, jadi pemain tidak mengulang dari nol. Peserta juga bisa meminta sesi percobaan lebih dulu sebelum memutuskan ritme latihan yang lebih panjang.

Apakah les privat cukup untuk persiapan seleksi tim basket sekolah?

Les privat mengerjakan bagian yang jarang tersentuh di latihan tim, yaitu koreksi bentuk gerak satu per satu dan pembenahan kelemahan yang khas pemain itu. Seleksi sekolah umumnya menilai kemampuan dasar, kebugaran, dan cara pemain membaca permainan, dan ketiganya bisa disiapkan di sesi berdua. Yang tidak bisa digantikan sesi privat adalah pengalaman bermain lima lawan lima. Karena itu susunan yang biasa dipakai peserta adalah tetap ikut latihan tim atau permainan di lapangan umum, lalu memakai sesi privat untuk membenahi bagian yang tersendat di sana. Hasil seleksi sendiri berada di tangan penilai sekolah.

Bagaimana mencegah pergelangan kaki terkilir saat bermain basket?

Pergelangan kaki umumnya terkilir saat pemain mendarat di atas kaki orang lain, atau saat kaki menahan putaran badan yang mendadak. Pencegahannya diturunkan dari dua gerak itu. Kekuatan betis dan tungkai bawah dilatih lewat gerakan jinjit yang ditahan, keseimbangan satu kaki dilatih dengan mata terbuka lalu tertutup, dan pendaratan dibiasakan jatuh di dua kaki dengan lutut menekuk. Sepatu ikut dihitung: sol yang sudah aus membuat kaki tergelincir saat berhenti mendadak. Pemain yang pernah terkilir biasanya memakai penyangga pergelangan selama masa kembali berlatih, dan porsinya dinaikkan bertahap, tidak langsung penuh.

Rumah saya di Sidoarjo, apakah pelatih basket Edubia tetap datang?

Ya. Edubia melayani 31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Sidoarjo, jadi peserta di Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, maupun Sukodono tetap terlayani. Yang membedakan untuk basket adalah titik temunya: pelatih menemui pemain di lapangan ber-ring yang disepakati. Ruang tamu tidak dipakai untuk sesi basket, sebab yang dilatih menuntut ring dan ruang untuk berlari. Karena itu langkah pertama sesudah pendaftaran adalah menyepakati lapangan mana yang masuk akal dari rumah Anda, entah lapangan sekolah, lapangan perumahan, atau gedung olahraga beratap. Sesudah titik itu tetap, jam sesi tinggal disusun mengikuti kegiatan sekolah dan cuaca.

Sudah lama tidak bermain, apakah orang dewasa masih bisa ikut?

Bisa, dan peserta dewasa memang bagian nyata dari kelas basket Edubia. Susunannya berbeda dari kelas pelajar: porsi kebugaran dan pemanasan dibuat lebih panjang, lompatan berulang dinaikkan bertahap, dan pendaratan diperiksa lebih ketat, sebab lutut serta pergelangan orang dewasa menanggung beban yang berbeda dari anak. Bentuk gerak lama yang sudah menempel sejak sekolah biasanya perlu dibongkar sedikit, terutama tembakan yang didorong lengan. Ritme 90 menit sebanyak empat kali sebulan adalah susunan yang banyak dipakai peserta dewasa, dan jamnya biasanya diambil pagi akhir pekan atau sore sesudah jam kerja.

Mulai dari Konsultasi

Langkah pertama Anda di kelas basket dimulai di sini

Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor basket di Surabaya menyesuaikan dengan jadwal Anda.