Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Mahasiswa dan Peneliti

Les Privat EViews di Surabaya

Pendampingan EViews satu tutor satu peserta di Surabaya: menyusun workfile, uji asumsi klasik, data panel, sampai VECM. Sesi memakai data penelitian Anda sendiri, mulai Rp186.500 per sesi, di rumah atau daring. Tutor dapat diganti tanpa biaya tambahan.

Les Privat EViews di Surabaya
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1-on-1 perhatian penuh satu peserta
Fleksibel rumah · kafe · co-learning · online
Ganti tutor kapan saja bila perlu
Assessment dipetakan di awal

Mengenal Les Privat EViews di Surabaya

Pendampingan EViews satu tutor satu peserta di Surabaya: menyusun workfile, uji asumsi klasik, data panel, sampai VECM. Sesi memakai data penelitian Anda sendiri, mulai Rp186.500 per sesi, di rumah atau daring. Tutor dapat diganti tanpa biaya tambahan.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Peserta
Mahasiswa S1, S2, dan S3 ekonomi, manajemen, akuntansi, serta peneliti dan staf yang memakai EViews untuk laporan kerja
Format sesi
Satu tutor satu peserta, 90 menit, dikerjakan di depan laptop peserta sendiri
Biaya
Mulai Rp186.500 per sesi di rumah peserta; belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi
Wilayah kunjungan Surabaya
Seluruh 31 kecamatan, termasuk Sukolilo, Mulyorejo, Gubeng, Tegalsari, Wonocolo, Rungkut, Gunung Anyar, dan Lakarsantri
Wilayah kunjungan Sidoarjo
Waru, Gedangan, Taman, Buduran, Candi, Sedati, sampai pusat kabupaten
Perangkat
Laptop peserta dengan salinan EViews berlisensi; pemasangan dan pengenalan antarmuka dibahas di sesi pertama bila belum siap
Data latihan
Data penelitian peserta sendiri; set data contoh disiapkan tutor selama data lapangan belum terkumpul
Rumpun analisis
Statistik deskriptif, regresi kuadrat terkecil, uji asumsi klasik, deret waktu, dan data panel
Jadwal
Tujuh hari sepekan dari pagi hingga malam, disepakati per pekan mengikuti jadwal kuliah dan bimbingan
Penggantian tutor
Peserta dapat meminta tutor lain tanpa biaya tambahan bila cara mengajarnya kurang cocok
Batas layanan
Pendampingan mengajarkan analisis; pengerjaan skripsi dan pengolahan data titipan tidak dilayani
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Susunan Materi

Lima belas topik EViews dari workfile sampai koreksi galat

Urutan di bawah adalah urutan penuh program. Peserta bertenggat dekat memulai dari topik yang mendesak, sedangkan peserta yang baru menyusun bab tiga menempuhnya dari awal. Tiap topik memuat jebakan yang sering muncul beserta cara tutor menanganinya di sesi.

  1. 1

    Workfile dan struktur data

    Sesi pertama

    Yang dibahas. Membuat workfile baru, memilih di antara bentuk bertanggal, tak bertanggal, dan panel, memahami baris rentang serta sampel di kepala jendela, dan mengenali objek seri, grup, persamaan, tabel, serta grafik.

    Jebakan umum. Frekuensi dipilih asal-asalan di awal, lalu data kuartalan masuk ke workfile tahunan dan seluruh penanggalan bergeser tanpa peringatan.

    Cara tutor. Tutor meminta peserta menyebut jenis datanya dengan kalimat sendiri sebelum menyentuh menu, lalu keduanya memeriksa baris rentang bersama sesudah workfile terbentuk.

  2. 2

    Impor data dari Excel

    Sesi pertama

    Yang dibahas. Merapikan lembar sumber, mengimpor lewat menu impor berkas, menetapkan kolom tanggal, memberi nama variabel yang sah, dan menandai nilai hilang sebagai NA.

    Jebakan umum. Sel gabungan di baris judul dan pemisah ribuan gaya Indonesia membuat kolom angka terbaca sebagai teks, dan seri masuk dalam keadaan kosong.

    Cara tutor. Berkas Excel dibedah dulu di layar, kolom bermasalah diperbaiki di sumbernya, lalu impor diulang bersama-sama supaya peserta hafal langkahnya.

  3. 3

    Statistik deskriptif dan sebaran

    Wajib

    Yang dibahas. Membaca rata-rata, median, nilai ekstrem, simpangan baku, kemencengan, keruncingan, serta jumlah pengamatan, dan membandingkan sebaran antarvariabel dalam satu grup.

    Jebakan umum. Layar ini dilewati karena dianggap pelengkap belaka, sehingga pencilan dan periode hilang baru ketahuan sesudah bab empat ditulis.

    Cara tutor. Tutor meminta peserta menyebut satu kejanggalan dari tiap variabel sebelum estimasi dijalankan, dan kejanggalan itu ditelusuri sampai sebabnya jelas.

  4. 4

    Regresi kuadrat terkecil

    Inti

    Yang dibahas. Menulis spesifikasi di jendela Equation Estimation, menyebut konstanta secara eksplisit, menetapkan sampel estimasi, dan mengenali tiap baris keluaran yang muncul.

    Jebakan umum. Konstanta lupa ditulis, sehingga garis regresi dipaksa melewati titik nol dan seluruh koefisien berubah tanpa peserta menyadari sebabnya.

    Cara tutor. Peserta mengetik sendiri spesifikasinya, lalu menjalankan dua versi berdampingan untuk melihat perbedaan yang ditimbulkan satu suku konstanta.

  5. 5

    Uji normalitas Jarque-Bera

    Asumsi klasik

    Yang dibahas. Menjalankan uji pada sisaan regresi, membaca kemencengan dan keruncingan, serta menyimpulkan berdasarkan nilai probabilitas.

    Jebakan umum. Uji dijalankan pada variabel mentah, lalu kesimpulannya ditulis seolah menyangkut asumsi regresi.

    Cara tutor. Tutor menunjukkan letak sisaan di dalam objek persamaan, dan peserta menjalankan uji dari sana sampai terbiasa dengan alurnya.

  6. 6

    Multikolinearitas: VIF dan matriks korelasi

    Asumsi klasik

    Yang dibahas. Membuka diagnostik koefisien, membaca Variance Inflation Factor terpusat, membangun matriks korelasi antarvariabel bebas, dan mengenali gejala tak langsungnya.

    Jebakan umum. Korelasi antarvariabel dianggap satu-satunya bukti, padahal kolinearitas bisa lahir dari kombinasi tiga variabel yang korelasi berpasangannya tampak jinak.

    Cara tutor. Kedua alat dibaca berdampingan, lalu peserta memutuskan tindakan dengan pertimbangan teori penelitiannya, tidak semata angka ambang.

  7. 7

    Heteroskedastisitas: White dan Breusch-Pagan-Godfrey

    Asumsi klasik

    Yang dibahas. Menjalankan beberapa bentuk uji ragam sisaan, membaca statistik uji beserta probabilitasnya, dan mengganti matriks kovarians koefisien di tab opsi.

    Jebakan umum. Data dibuang atau ditransformasi berkali-kali sampai uji lolos, padahal perbaikan galat baku sudah cukup untuk menyelamatkan penarikan kesimpulan.

    Cara tutor. Tutor memperlihatkan keluaran sebelum dan sesudah galat baku diperbaiki, sehingga peserta melihat sendiri koefisien yang tetap dan nilai p yang bergeser.

  8. 8

    Autokorelasi: Durbin-Watson dan Breusch-Godfrey

    Asumsi klasik

    Yang dibahas. Membaca statistik Durbin-Watson di kaki keluaran, membandingkannya dengan batas tabel, menjalankan uji Breusch-Godfrey pada orde yang dipilih, dan memakai galat baku HAC.

    Jebakan umum. Durbin-Watson tetap dipakai walau variabel terikat berlag ada di sisi kanan, sehingga kesimpulannya tak berlaku sejak awal.

    Cara tutor. Peserta diminta menyebut isi persamaannya lebih dulu, dan alat uji dipilih sesudah bentuk persamaan itu terbaca bersama.

  9. 9

    Uji akar unit ADF dan Phillips-Perron

    Deret waktu

    Yang dibahas. Menjalankan uji pada tingkat serta pada data yang sudah dibedakan, memilih spesifikasi konstanta dan tren, menetapkan panjang lag, dan menyimpulkan derajat integrasi.

    Jebakan umum. Arah hipotesis nol terbalik saat ditulis di naskah, sehingga seri stasioner dilaporkan sebagai tak stasioner.

    Cara tutor. Tutor meminta peserta menuliskan kalimat kesimpulan lengkap untuk satu seri, memeriksanya bersama, lalu peserta mengerjakan seri sisanya sendiri.

  10. 10

    Kointegrasi Engle-Granger dan Johansen

    Deret waktu

    Yang dibahas. Menguji stasioneritas sisaan regresi jangka panjang, menjalankan uji Johansen atas sistem, membaca statistik trace dan maximum eigenvalue, serta memilih spesifikasi tren deterministik.

    Jebakan umum. Spesifikasi tren dipilih secara bawaan tanpa alasan, padahal jumlah persamaan kointegrasi yang tersimpulkan bisa berubah karenanya.

    Cara tutor. Beberapa spesifikasi dijalankan berdampingan di layar, dan peserta memilih satu yang sejalan dengan teorinya lalu menuliskan alasan pemilihan itu.

  11. 11

    VECM dan model koreksi galat

    Deret waktu

    Yang dibahas. Menyusun persamaan jangka panjang serta jangka pendek, membaca koefisien suku koreksi galat, dan menafsirkan kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan.

    Jebakan umum. Suku koreksi galat bertanda positif dibiarkan lolos, padahal tanda itu menandakan sistem menjauh dari keseimbangan dan spesifikasinya perlu diperiksa ulang.

    Cara tutor. Tutor menelusuri tanda dan besaran koefisien bersama peserta, lalu keduanya memeriksa urutan variabel serta hasil uji kointegrasi yang mendasarinya.

  12. 12

    VAR, impulse response, dan dekomposisi ragam

    Deret waktu

    Yang dibahas. Memilih lag optimum lewat kriteria informasi, memeriksa kestabilan lewat akar polinomial, menjalankan uji kausalitas Granger, serta membaca grafik impulse response dan tabel dekomposisi ragam.

    Jebakan umum. Urutan variabel dalam dekomposisi Cholesky dianggap tak berpengaruh, padahal bentuk respons bisa berubah ketika urutannya diganti.

    Cara tutor. Peserta menjalankan dua urutan berbeda dan membandingkan grafiknya, sehingga pilihan urutan yang ditulis di naskah punya dasar yang bisa dijelaskan.

  13. 13

    ARIMA dan identifikasi lewat korelogram

    Peramalan

    Yang dibahas. Membaca fungsi autokorelasi dan autokorelasi parsial, menebak orde AR serta MA, menetapkan derajat pembedaan, memeriksa sisaan lewat statistik Q, dan menilai ketepatan ramalan.

    Jebakan umum. Model dipilih hanya karena R kuadratnya besar, tanpa memeriksa apakah sisaannya masih menyimpan pola.

    Cara tutor. Beberapa kandidat model diestimasi berdampingan, lalu dibandingkan lewat kriteria informasi dan pemeriksaan sisaan sebelum satu dipilih.

  14. 14

    Data panel: common, fixed, dan random effect

    Panel

    Yang dibahas. Menyusun workfile panel dengan penanda individu dan periode, menjalankan ketiga model dari tab opsi panel, dan membaca perbedaan keluarannya.

    Jebakan umum. Random effect ditolak EViews karena jumlah unit lintas individu tidak melebihi jumlah koefisien, dan pesan penolakan itu disangka kerusakan program.

    Cara tutor. Tutor menghitung bersama peserta berapa individu yang tersedia dan berapa koefisien yang diestimasi, lalu pilihan model disesuaikan dengan kenyataan datanya.

  15. 15

    Menulis keluaran menjadi kalimat naskah

    Penulisan

    Yang dibahas. Menerjemahkan koefisien, galat baku, nilai p, R kuadrat terkoreksi, dan statistik F menjadi kalimat bab empat, serta menyusun tabel hasil yang lazim diterima penguji.

    Jebakan umum. Hubungan statistik ditulis sebagai sebab akibat, padahal data pengamatan tanpa rancangan khusus belum menyanggupi klaim sebesar itu.

    Cara tutor. Peserta menulis draf kalimat hasil di depan tutor, lalu keduanya menyunting kata kerjanya sampai klaimnya sepadan dengan bukti yang dipegang.

Kekuatan program

Yang membuat sesi EViews terasa beda

Sesi berjalan di atas data penelitian peserta

Yang dibuka di layar adalah berkas milik peserta sendiri, lengkap dengan kolom yang berantakan dan periode yang bolong. Latihan memakai data contoh hanya dipakai selama data lapangan belum terkumpul.

Tiap uji dijelaskan berikut alasan pemakaian

Peserta diminta menyebut hipotesis nol tiap uji sebelum menekan tombolnya. Penguji di ruang sidang menanyakan alasan, dan hafalan urutan klik tidak menolong di situ.

Tutor berlatar ekonometrika terapan

Pendamping program ini terbiasa dengan regresi kuadrat terkecil, data panel, dan model deret waktu, serta terbiasa membaca keluaran EViews bersama mahasiswa tingkat akhir.

Materi disusun mengikuti tenggat penelitian

Peserta yang sidang delapan pekan lagi mendapat urutan berbeda dari peserta yang baru menyusun bab tiga. Rumpun uji yang mendesak dikerjakan lebih dahulu.

Penulisan hasil ikut didampingi

Keluaran EViews diterjemahkan menjadi kalimat yang layak masuk bab empat, berikut cara menyusun tabelnya supaya angka tetap terbaca saat naskah dicetak.

Sesi daring memakai layar bersama

Peserta membagikan layarnya sendiri dan tetap memegang papan ketik, sehingga langkah yang dijalankan tersimpan di laptopnya. Rekaman langkah dicatat peserta di lembar kerjanya.

Kunjungan ke rumah dan kos di dalam kota

Tutor mendatangi rumah maupun kos peserta di 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Sukolilo sampai Lakarsantri, serta wilayah Sidoarjo yang bersambung lewat Waru dan Gedangan.

Tutor dapat diganti tanpa biaya tambahan

Bila cara mengajar tutor pertama kurang cocok, peserta menyampaikannya ke tim dan tutor lain dicarikan. Sesi yang sudah berjalan tetap dihitung apa adanya, tanpa potongan sesi pengganti.

Sebelum mendaftar

Siapa yang tertolong program EViews ini

Peserta yang cocok

  • Mahasiswa tingkat akhir ekonomi, manajemen, atau akuntansi yang sudah punya data dan tinggal mengolahnya
  • Peserta yang pernah diajari sekali lalu bingung mengulang langkahnya sendiri di rumah
  • Mahasiswa pascasarjana yang perlu naik dari regresi biasa ke data panel atau model deret waktu
  • Peneliti dan staf kantor yang menyusun laporan berkala dengan data runtut bulanan maupun kuartalan
  • Peserta yang revisi sidangnya menyangkut uji asumsi klasik dan perlu membenahinya dengan cepat
  • Pemakai SPSS yang berpindah ke EViews karena datanya mulai menuntut penanganan deret waktu

Pilihan belajar

Kenapa les privat EViews lebih efektif di Surabaya?

Fitur Pilihan terbaik Les EViews Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya Bimbel EViews Grup Belajar EViews Sendiri
Perhatian tutor saat belajar EViews Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak peserta Tanpa pendamping
Materi EViews disesuaikan level peserta
Tahap dinaikkan saat peserta siap Ikut tempo kelas Tergantung sendiri
Tutor EViews bisa diganti tanpa ribet
Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya Kelas terjadwal
Belajar EViews di tempat Anda, Surabaya

Alur pendampingan

Dari berkas Excel yang berantakan sampai bab empat siap sidang

Panjang tiap tahap bergantung pada kesiapan data dan waktu latihan peserta di luar sesi. Urutan di bawah adalah alur yang lazim ditempuh mahasiswa tingkat akhir di Surabaya dengan dua sesi tiap pekan.

  1. 01
    Sesi 1

    Pemeriksaan data dan penyusunan rencana

    Berkas peserta dibuka bersama, kolom bermasalah ditandai, jenis data ditetapkan, dan rumpun uji yang dibutuhkan disusun mengikuti rumusan masalah serta tenggat sidang.

  2. 02
    Sesi 1 sampai 2

    Workfile berdiri dan data masuk utuh

    Peserta membuat workfile sendiri, mengimpor data, memeriksa jumlah pengamatan tiap variabel, dan memastikan penanggalan terbaca sesuai frekuensi yang dimaksud.

  3. 03
    Sesi 2 sampai 3

    Estimasi pertama berjalan dan terbaca

    Persamaan diestimasi, tiap baris keluaran dijelaskan, dan peserta sanggup menyebut arti koefisien beserta nilai p tanpa membaca catatan.

  4. 04
    Sesi 3 sampai 5

    Empat uji asumsi klasik tuntas dikerjakan

    Normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi diperiksa satu per satu, lengkap dengan penanganan yang dipilih beserta alasannya.

  5. 05
    Sesi 5 sampai 8

    Jalur lanjutan sesuai jenis data

    Peserta berdata runtut melanjutkan ke uji akar unit, kointegrasi, dan model koreksi galat. Peserta berdata panel melanjutkan ke uji Chow, Hausman, serta Lagrange Multiplier.

  6. 06
    Sesi 8 sampai 9

    Hasil disusun menjadi tabel dan kalimat

    Keluaran dibekukan, tabel dirapikan mengikuti bentuk yang lazim diterima penguji, dan kalimat tafsir ditulis peserta sendiri lalu disunting bersama tutor.

  7. 07
    Menjelang sidang

    Latihan menjawab pertanyaan penguji

    Tutor mengajukan pertanyaan yang lazim muncul di sidang tentang pilihan model, arah hipotesis, dan penanganan asumsi, lalu peserta menjawab sambil membuka workfile-nya.

Yang didapat peserta

Cakupan pendampingan EViews privat di Surabaya

  • Sesi 90 menit satu tutor satu peserta · Seluruh waktu dipakai untuk data peserta sendiri, dan tak ada rekan sekelas yang menunggu giliran penjelasan.
  • Pemeriksaan berkas data sebelum estimasi · Kolom tanggal, satuan, pemisah desimal, dan periode kosong diperiksa lebih dulu supaya perhitungan tak perlu diulang.
  • Penjelasan hipotesis nol tiap uji · Peserta menyebut sendiri apa yang sedang diuji sebelum menekan tombolnya, sehingga kesimpulannya tidak terbalik saat ditulis.
  • Penanganan untuk tiap asumsi yang gagal · Setiap kegagalan disertai pilihan tindakan beserta akibatnya, dan pilihan itu dicatat peserta untuk ditulis di naskah.
  • Jalur deret waktu sampai VECM · Uji akar unit, derajat integrasi, kointegrasi, model koreksi galat, dan pembacaan impulse response dikerjakan berurutan.
  • Jalur data panel sampai uji pemilih model · Common effect, fixed effect, random effect, dan ketiga uji pemilihnya dijalankan atas data peserta sendiri.
  • Latihan mandiri di antara sesi · Tutor meninggalkan tugas ringkas yang dikerjakan peserta di laptopnya, dan hasilnya diperiksa di awal pertemuan berikutnya.
  • Penyusunan tabel hasil untuk naskah · Keluaran dibekukan menjadi tabel, dirapikan angka desimalnya, dan disalin ke pengolah kata dalam bentuk yang masih bisa disunting.
  • Penyuntingan kalimat tafsir bab empat · Draf kalimat hasil ditulis peserta lalu disunting bersama sampai klaimnya sepadan dengan bukti statistik yang dipegang.
  • Penggantian tutor tanpa biaya tambahan · Bila cara mengajar kurang cocok, peserta meminta tutor lain dan tim mencarikan pengganti yang menguasai rumpun analisis serupa.
  • Pilihan kunjungan rumah maupun sesi daring · Tutor mendatangi rumah dan kos di seluruh kecamatan Kota Surabaya serta wilayah Sidoarjo terdekat, dan sesi daring tersedia untuk pekan yang padat.

Fleksibel

3 format kelas EViews di Edubia

Tutor EViews datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Ke tempat Anda
Toko, kantor, gudang, kafe: pilih yang searah dengan hari kerja
Co-learning
2 titik partner di Surabaya
Online
Sesi berbagi layar dua arah, terjadwal seperti sesi tatap muka

Sesi EViews berpijak pada watak data ekonomi

EViews tumbuh sebagai perangkat lunak ekonometrika, dan sifat itu terasa sejak layar pertamanya. Program statistik umum memperlakukan tiap baris data sebagai pengamatan yang berdiri sendiri. EViews justru bertanya lebih dulu apakah baris-baris itu berurutan menurut waktu, tersebar menurut individu, atau keduanya sekaligus. Jawaban atas pertanyaan itu menentukan menu mana yang nanti hidup dan mana yang tetap kelabu.

Versi yang beredar di kampus Surabaya hari ini adalah EViews 14, dirilis 25 Juni 2024 dan diedarkan S&P Global. Tampilan menunya bergeser sedikit demi sedikit antarversi, sementara urutan kerjanya tetap sama: susun workfile, masukkan data, baca sebarannya, estimasi persamaan, uji sisaan, lalu terjemahkan keluarannya ke kalimat naskah.

Peserta yang datang ke sesi pertama biasanya sudah memegang data dan tenggat. Yang belum ia pegang adalah alasan di balik tiap langkah, dan alasan itulah yang ditanya penguji di ruang sidang. Program ini menaruh alasan tersebut di depan, lalu tombolnya menyusul.

Satu keputusan di menit pertama menentukan seluruh sesi berikutnya. Workfile adalah wadah tempat seri, grup, persamaan, dan tabel peserta hidup bersama, dan bentuknya dipilih sekali di awal.

Garis besar

Tiga bentuk workfile yang dipilih tutor bersama peserta

Deret waktu bertanggal

Dipilih ketika data punya frekuensi tetap: tahunan, kuartalan, bulanan, mingguan, atau harian. EViews menyimpan penanggalan itu di dalam workfile, sehingga pembedaan, lag, dan uji akar unit tahu urutan mana yang benar. Salah menetapkan frekuensi membuat kuartal pertama duduk di baris yang salah, dan seluruh perhitungan sesudahnya ikut bergeser.

Potong lintang tak bertanggal

Dipakai untuk data satu waktu dengan banyak responden, misalnya kuesioner 150 responden pelaku usaha di kecamatan Rungkut. Strukturnya tak bertanggal, jadi menu deret waktu memang sengaja tidak aktif. Peserta yang memaksa menjalankan uji akar unit di sini akan memperoleh angka yang tak punya tafsir.

Panel seimbang dan tak seimbang

Menggabungkan identitas individu dengan periode: 30 perusahaan selama 8 tahun, atau 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur selama satu dasawarsa. EViews meminta dua penanda sekaligus. Panel disebut tak seimbang ketika sebagian individu kehilangan sebagian periode, dan EViews tetap sanggup mengestimasinya asal penandanya benar.

Impor data Excel di sesi pertama tanpa merusak kolom tanggal

Sebagian besar peserta datang membawa berkas Excel, dan di titik inilah sesi pertama sering berhenti lebih lama daripada dugaan. EViews membaca lembar Excel lewat menu impor, sementara ia menuntut bentuk yang rapi: satu baris judul saja, nol sel gabungan, nol baris kosong penyela, dan nama variabel tanpa spasi maupun tanda baca.

Kolom tanggal jadi sumber masalah yang berulang. Excel menyimpan tanggal sebagai angka urut, sedangkan pengaturan wilayah komputer menentukan apakah 03/04/2023 terbaca 3 April atau 4 Maret. Ketika kolom itu terlanjur berubah menjadi teks, EViews menerimanya sebagai deretan huruf dan workfile jatuh ke bentuk tak bertanggal tanpa satu pesan galat pun muncul.

Pemisah ribuan menimbulkan cacat serupa. Angka 1.250,75 yang ditulis gaya Indonesia terbaca sebagai teks pada pengaturan berbahasa Inggris, lalu kolom itu masuk sebagai seri kosong berisi NA. Tutor memeriksa hal ini bersama peserta sebelum satu persamaan pun diestimasi, sebab menemukannya di tengah bab empat berarti mengulang seluruh perhitungan dari awal.

Statistik deskriptif dibaca sebelum regresi dijalankan

Godaan yang berulang pada peserta bertenggat adalah melompat langsung ke jendela estimasi. Tampilan Descriptive Statistics and Tests di EViews memberi rata-rata, median, nilai minimum, nilai maksimum, simpangan baku, kemencengan, keruncingan, dan jumlah pengamatan dalam satu layar, dan layar itu menghemat berhari-hari kerja.

Jarak lebar antara rata-rata dan median menandakan sebaran yang menjulur ke satu sisi. Nilai maksimum yang melompat jauh dari kuartil atas biasanya berarti satu pengamatan pencilan, mungkin salah ketik nol, mungkin peristiwa nyata yang justru menarik untuk dibahas. Jumlah pengamatan yang berbeda antarvariabel menunjukkan ada periode atau responden yang hilang, dan EViews akan diam-diam memangkas sampel saat estimasi berjalan.

Satuan ikut terbaca di sini. Belanja modal dalam miliar rupiah yang disandingkan dengan inflasi dalam persen melahirkan koefisien berangka nol koma nol nol nol sekian, dan angka semacam itu benar secara hitungan sementara mustahil ditafsirkan dengan enak. Transformasi logaritma biasanya menyelesaikannya sekaligus memberi tafsir elastisitas.

Rincian

Empat uji asumsi klasik yang dituntaskan bersama tutor

Uji asumsi klasik menjaga kesahihan penarikan kesimpulan, dan tiap uji menjawab pertanyaan yang berbeda. Menghafal urutannya tanpa alasan membuat peserta kebingungan begitu salah satu di antaranya gagal.

Normalitas lewat Jarque-Bera

Uji ini membaca kemencengan dan keruncingan sisaan, dan hipotesis nolnya menyatakan sisaan menyebar normal. Nilai probabilitas di atas 0,05 berarti hipotesis itu bertahan. Kesalahan yang berulang di meja bimbingan: menguji normalitas pada variabel mentah. Yang dituntut asumsi klasik adalah sisaan regresi, dan pada sampel besar penarikan kesimpulan tetap bertahan lewat teorema limit pusat.

Multikolinearitas lewat VIF dan matriks korelasi

Variance Inflation Factor terpusat tersedia di menu diagnostik koefisien. Angka di atas 10 menandakan satu variabel bebas terlalu banyak dijelaskan variabel bebas lain. Gejalanya khas dan mudah dikenali: R kuadrat tinggi sementara hampir seluruh t hitung tidak signifikan. Matriks korelasi antarvariabel dibaca berdampingan supaya pasangan yang bermasalah terlihat langsung.

Heteroskedastisitas lewat White atau Breusch-Pagan-Godfrey

Ragam sisaan yang membesar seiring nilai prediksi membuat galat baku salah dihitung, dan nilai p yang dilaporkan ikut menyesatkan. EViews menyediakan beberapa bentuk uji sekaligus di menu diagnostik sisaan. Ketika hipotesis nol ditolak, koefisiennya tetap sah; yang diperbaiki galat bakunya, lewat pilihan matriks kovarians White di tab opsi persamaan.

Autokorelasi lewat Durbin-Watson dan Breusch-Godfrey

Statistik Durbin-Watson tercetak otomatis di kaki keluaran, dan nilainya dibandingkan dengan batas dL serta dU pada tabel. Ia berhenti berlaku ketika variabel terikat berlag masuk ke sisi kanan persamaan. Untuk kasus itu, dan untuk orde yang lebih tinggi, uji Breusch-Godfrey dipakai dengan jumlah lag yang ditetapkan peserta sendiri beserta alasannya.

Yang dikerjakan ketika satu uji asumsi gagal

Kegagalan uji asumsi adalah kejadian biasa dalam penelitian, dan peserta yang mengetahui penanganannya berhenti panik. Sisaan yang tidak normal pada sampel kecil sering pulih sesudah pencilan ditelusuri satu per satu atau variabel ditransformasi ke bentuk logaritma. Pada sampel besar, penarikan kesimpulan tetap berjalan dan hal itu dinyatakan terang di naskah.

Multikolinearitas ditangani dengan mengeluarkan salah satu variabel yang saling menjelaskan, menggabungkan keduanya menjadi satu indeks, atau menerima keadaannya sambil menyatakan tafsir koefisien secara berhati-hati. Heteroskedastisitas dan autokorelasi ditangani di lapisan galat baku: matriks kovarians White untuk yang pertama, galat baku HAC ala Newey-West untuk keduanya sekaligus pada data deret waktu.

Satu kebiasaan yang perlu dihentikan adalah mentransformasi data berulang kali sampai semua uji lolos, tanpa mencatat apa yang dikerjakan. Model yang lahir dari percobaan buta sulit dipertahankan ketika penguji bertanya mengapa variabel tertentu memakai bentuk logaritma sementara variabel lain memakai selisih. Tiap perubahan dicatat berikut alasannya di lembar kerja peserta.

Data ekonomi Indonesia yang runtut menuntut pemeriksaan tambahan sebelum diregresi. Rangkaian berikut adalah urutan yang lazim ditempuh peserta dengan data bulanan atau kuartalan.

Sorotan

Jalur deret waktu dari akar unit sampai koreksi galat

Uji akar unit Augmented Dickey-Fuller

Hipotesis nolnya menyatakan seri mengandung akar unit, jadi nilai p di bawah 0,05 berarti seri stasioner. Peserta memilih apakah persamaan uji memuat konstanta saja, konstanta beserta tren, atau tak keduanya, lalu memilih panjang lag lewat kriteria informasi. Arah hipotesis inilah yang berulang kali terbalik saat ditulis di naskah.

Phillips-Perron sebagai pembanding

Uji ini mengoreksi autokorelasi dan heteroskedastisitas sisaan secara nonparametrik, sehingga ia dipakai berdampingan dengan Augmented Dickey-Fuller. Ketika keduanya memberi kesimpulan berbeda, peserta diminta melihat panjang lag, keberadaan patahan struktural, dan panjang periode datanya sebelum memutuskan derajat integrasi.

Derajat integrasi dan pembedaan

Seri yang stasioner pada tingkat disebut terintegrasi orde nol, dan yang baru stasioner sesudah dibedakan sekali disebut terintegrasi orde satu. Derajat inilah yang menentukan apakah jalur berlanjut ke kointegrasi, ke model koreksi galat, atau kembali ke regresi biasa atas data yang sudah dibedakan.

Kointegrasi Engle-Granger

Bekerja dua tahap: variabel diregresi pada tingkat, lalu sisaan regresi itu diuji stasioneritasnya. Sisaan yang stasioner menandakan hubungan jangka panjang yang stabil. Cara ini rapi untuk dua variabel dan mulai canggung begitu variabelnya bertambah banyak.

Kointegrasi Johansen

Dipakai untuk sistem banyak variabel dan menghasilkan dua statistik: trace dan maximum eigenvalue. Keduanya menunjukkan berapa persamaan kointegrasi yang ada. EViews menawarkan lima spesifikasi tren deterministik, dan pilihan itu wajib disebut di naskah sebab kesimpulannya bisa berubah karenanya.

VECM dan kecepatan penyesuaian

Ketika kointegrasi ditemukan, model koreksi galat menyatukan hubungan jangka panjang dengan penyesuaian jangka pendek. Koefisien suku koreksi galat wajib bertanda negatif dan signifikan, dengan besaran di antara nol dan satu. Angka itu dibaca sebagai kecepatan sistem kembali ke keseimbangan tiap periode.

VAR dan impulse response: memilih lag optimum lewat kriteria informasi

Tanpa kointegrasi, sistem diestimasi sebagai VAR atas data yang sudah stasioner. Lag optimum dipilih lewat kriteria informasi, kestabilan diperiksa lewat akar polinomial yang harus berada di dalam lingkaran satuan, lalu impulse response dan dekomposisi ragam dibaca. Urutan Cholesky ikut memengaruhi hasilnya dan perlu dinyatakan.

ARIMA lewat korelogram

Untuk peramalan satu seri, korelogram fungsi autokorelasi dan autokorelasi parsial dipakai menebak orde AR dan MA. Derajat pembedaan datang dari uji akar unit. Sisaan model diperiksa lewat statistik Q, dan ketepatan ramalan dinilai dengan RMSE, MAE, MAPE, serta koefisien Theil.

Common, fixed, dan random effect dalam sesi data panel

Data panel menyatukan dua sumbu sekaligus, sehingga jumlah pengamatan melonjak tanpa perlu memperpanjang periode. Skripsi manajemen keuangan di Surabaya banyak memakainya: sekian perusahaan terdaftar diikuti selama sekian tahun, dengan rasio keuangan sebagai variabel.

Common effect memperlakukan seluruh pengamatan seolah datang dari satu kolam yang sama, dan ia mengabaikan bahwa tiap perusahaan punya watak sendiri yang tak terukur. Fixed effect memberi tiap individu intersep tersendiri, sehingga watak yang tetap sepanjang waktu terserap ke dalam model. Random effect memperlakukan perbedaan antarindividu sebagai komponen galat acak, dan ia lebih hemat derajat kebebasan selama asumsinya terpenuhi.

Pilihan di antara ketiganya ditentukan lewat pengujian, dan urutan pengujiannya punya logika sendiri. Yang perlu dicatat sejak awal: EViews menolak menjalankan random effect ketika jumlah unit lintas individu tidak melebihi jumlah koefisien yang diestimasi. Peserta dengan tujuh perusahaan dan lima variabel bebas akan bertemu pesan penolakan itu, dan jalan keluarnya menambah individu atau menerima fixed effect.

Membaca keluaran EViews baris demi baris

Keluaran estimasi EViews terbagi dua bagian, dan keduanya sama pentingnya. Bagian atas memuat koefisien, galat baku, t hitung, serta nilai p tiap variabel. Koefisien dibaca sebagai perubahan yang diharapkan pada variabel terikat untuk satu satuan perubahan variabel bebas, dengan variabel lain ditahan tetap. Pada model logaritma penuh, angka itu langsung terbaca sebagai elastisitas.

Bagian bawah memuat R kuadrat, R kuadrat terkoreksi, galat baku regresi, statistik F beserta probabilitasnya, kriteria informasi, dan statistik Durbin-Watson. R kuadrat terkoreksi memberi hukuman atas penambahan variabel, sehingga ia lebih pantas dipakai saat membandingkan dua spesifikasi dengan jumlah variabel berbeda. Statistik F menguji seluruh lereng secara bersama-sama.

Satu kombinasi wajib diwaspadai pada data deret waktu: R kuadrat sangat tinggi disertai Durbin-Watson mendekati nol. Pasangan angka itu adalah tanda regresi lancung, hubungan semu antara dua seri yang sama-sama menaik sepanjang waktu. Menulis 0,97 sebagai keberhasilan model dalam kasus itu justru mengundang pertanyaan pertama penguji.

Cacat berikut berulang di meja bimbingan lintas kampus, dan seluruhnya bisa dicegah sebelum estimasi dijalankan.

Yang perlu diketahui

Enam kesalahan yang membuat jadwal penelitian mandek berpekan-pekan

01

Data tak stasioner dipaksa masuk regresi biasa

Dua seri yang sama-sama menaik akan tampak berhubungan erat walau tak ada kaitan ekonominya. Gejalanya R kuadrat tinggi bersama Durbin-Watson yang sangat rendah. Uji akar unit dijalankan lebih dulu, dan hasilnya menentukan apakah model berlanjut ke kointegrasi atau ke data yang sudah dibedakan.

02

Variabel dummy salah kode

Kategori diberi angka 1 dan 2 menggantikan 0 dan 1, sehingga tafsir koefisiennya melenceng. Bentuk lain yang lebih fatal: seluruh kategori dimasukkan bersama konstanta, dan EViews menolak dengan pesan near singular matrix. Satu kategori selalu ditinggalkan sebagai pembanding.

03

Periode hilang tanpa disadari

Baris keterangan di kaki keluaran menyebut jumlah pengamatan sesudah penyesuaian, dan angka itu sering lebih kecil daripada yang dikira peserta. Satu sel kosong di tengah seri memangkas sampel diam-diam, dan hasil yang dilaporkan jadi tak cocok dengan jumlah data yang ditulis di bab tiga.

04

Satuan bercampur dalam satu persamaan

Nilai dalam miliar rupiah disandingkan dengan persentase, lalu koefisien yang keluar berangka sangat kecil dan sulit ditafsirkan. Menyeragamkan satuan atau memakai bentuk logaritma menyelesaikannya, sekaligus membuat kalimat tafsir di bab empat jadi wajar dibaca.

05

Sampel tidak dikembalikan sesudah disaring

Peserta mempersempit periode untuk memeriksa sesuatu, lalu lupa mengembalikannya. Estimasi berikutnya berjalan atas potongan data yang lebih pendek tanpa peringatan apa pun. Baris rentang dan sampel di kepala workfile diperiksa tiap kali sebelum estimasi dijalankan.

06

Keluaran ditempel ke naskah sebagai gambar

Tangkapan layar yang ditempel ke naskah berubah kabur saat dicetak, dan angkanya tidak bisa dicari maupun disunting. Keluaran dibekukan menjadi objek tabel lebih dahulu, lalu disalin sebagai teks bertabel yang masih bisa dirapikan di pengolah kata.

Sesi penulisan hasil: menyusun tabel keluaran EViews ke naskah

Keluaran mentah EViews memuat lebih banyak baris daripada yang diminta penguji. Langkah pertama adalah membekukan tampilan menjadi objek tabel, sehingga angkanya berhenti berubah saat spesifikasi disunting lagi. Objek beku itu dapat disunting langsung: baris yang tidak dibutuhkan dihapus, lebar kolom dirapikan, jumlah angka di belakang koma diseragamkan.

Bentuk yang lazim diterima di kampus Surabaya memuat nama variabel, koefisien, galat baku, t hitung, dan nilai p, ditambah baris R kuadrat terkoreksi serta statistik F di bawahnya. Tanda bintang untuk taraf signifikansi diberi keterangan di catatan kaki tabel. Naskah berbahasa Indonesia memakai koma sebagai pemisah desimal, sedangkan EViews mencetak titik, jadi penyesuaian ini dikerjakan sekali untuk seluruh tabel.

Keluaran mentah tetap disimpan dan dilampirkan. Penguji yang ingin memastikan sebuah angka akan mencarinya di lampiran, dan peserta yang menyimpan berkas workfile-nya rapi dapat menjalankan ulang perhitungan itu di depan mereka.

Batas layanan les privat EViews Edubia disebut sejak awal

Program ini berhenti pada satu garis yang disampaikan sebelum sesi pertama dijadwalkan: peserta menjalankan analisisnya sendiri. Edubia tidak mengerjakan skripsi, tidak menerima pengolahan data titipan, dan tidak menulis bab untuk peserta. Batas itu bagian dari cara kerjanya, dan menyebutkannya di awal menghemat waktu kedua pihak.

Alasannya sederhana. Sidang menanyakan alasan di balik pilihan model, dan pembimbing kerap meminta spesifikasi diubah sepekan sebelum jadwal. Peserta yang datanya diolah orang lain berhenti di situ, sementara peserta yang menjalankan sendiri tinggal membuka workfile-nya dan mengulang langkahnya. Kemampuan itulah yang dibayar dalam sesi pendampingan.

Dalam praktiknya tutor memperagakan sebuah langkah lebih dulu, menjelaskan sebabnya, lalu peserta mengulangi langkah yang sama di laptopnya sampai lancar tanpa dituntun. Tutor menjawab pertanyaan tentang tafsir, memeriksa kekeliruan yang muncul, dan menunjukkan letak menu. Papan ketik tetap dipegang peserta.

Peserta program ini berkumpul di sekitar kampus, dan tutor menyesuaikan titik temu dengan jadwal kuliah maupun asistensi.

Ringkasnya

Kampus dan wilayah yang dijangkau tutor EViews Surabaya

Sukolilo dan Mulyorejo

Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Keputih berada di kecamatan Sukolilo, sementara Kampus C Universitas Airlangga menempati Mulyorejo di sebelahnya. Peserta dari dua kawasan ini banyak membawa data panel keuangan maupun data survei, dan sesi kerap diminta selepas jam laboratorium.

Gubeng dan Tegalsari

Kampus B Universitas Airlangga di Jalan Airlangga berada di kecamatan Gubeng, tempat Fakultas Ekonomi dan Bisnis bernaung. Kantor Edubia sendiri berada di kecamatan Tegalsari, sehingga penjadwalan ulang untuk peserta di kawasan pusat kota biasanya cepat disepakati.

Gunung Anyar dan Rungkut

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur berdiri di Jalan Rungkut Madya, kecamatan Gunung Anyar, berdekatan dengan Rungkut dan Tenggilis Mejoyo. Sesi sore banyak diminta di kawasan ini oleh mahasiswa yang siangnya masih menjalani praktikum maupun magang di kawasan industri.

Wonocolo dan Gayungan

Universitas Kristen Petra di Siwalankerto masuk wilayah kecamatan Wonocolo, sisi selatan kota yang bersambung ke Gayungan dan Jambangan. Satu co-learning space Edubia berada di kawasan ini, dan belajar di sana menambah Rp15.000 per sesi di atas biaya program.

Lakarsantri dan Wiyung

Kampus Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya berada di kecamatan Lakarsantri, bertetangga dengan Sambikerep dan Wiyung. Jarak tempuh ke sisi barat kota membuat sebagian peserta memilih sesi daring pada hari kerja, lalu memakai jatah kunjungan untuk akhir pekan.

Waru, Gedangan, dan Taman

Tiga kecamatan Sidoarjo ini bersambung langsung dengan sisi selatan Surabaya lewat jalur Ahmad Yani. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo di Jalan Mojopahit dan peserta yang bekerja di kawasan pergudangan Buduran sama-sama terlayani dari titik ini.

Biaya sesi EViews di Surabaya dan cara memulai pendampingan

Sesi EViews Edubia dimulai dari Rp186.500 per sesi 90 menit di rumah atau kos peserta. Panjang itu dipilih supaya satu rumpun uji tuntas dikerjakan berikut pembacaan keluarannya dalam satu duduk, sebab memotong sesi di tengah pengujian sisaan berarti mengulang penyiapan datanya pada pertemuan berikutnya. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi.

Untuk memulai, kirim pesan berisi jenjang studi, topik penelitian, jenis data yang dipegang, dan tenggat yang mengejar. Tim mencocokkan tutor yang terbiasa dengan rumpun analisis itu, lalu menawarkan jadwal. Sesi pertama dipakai memeriksa data serta menyusun urutan materi sisa, sehingga peserta tahu sejak awal berapa sesi yang masuk akal untuk sasarannya.

Bila cara mengajar tutor pertama kurang cocok, peserta menyampaikannya ke tim dan tutor lain dicarikan tanpa biaya tambahan. Jadwal disepakati per pekan, dan peserta yang sedang menghadapi ujian atau bimbingan mendadak dapat menggeser sesi selama pemberitahuannya masuk sehari sebelumnya.

Sesi 90 menit disusun supaya satu rumpun pekerjaan selesai dalam satu duduk, berikut pembacaan keluarannya.

Uraian

Urutan kerja satu sesi EViews yang tuntas

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Membaca rumusan masalah peserta

    Sesi dibuka dengan rumusan masalah dan hipotesis yang sudah ditulis peserta. Model yang diestimasi mengikuti pertanyaan itu, dan pertanyaan yang kabur selalu melahirkan spesifikasi yang sulit dipertahankan di sidang.

  2. Menyiapkan workfile dan mengimpor data

    Bentuk workfile ditetapkan sesuai jenis data, lalu berkas Excel diimpor bersama-sama. Peserta yang mengulang langkah ini sendiri di rumah biasanya sudah lancar pada sesi kedua.

  3. Membaca statistik deskriptif

    Rata-rata, median, nilai ekstrem, dan jumlah pengamatan dibaca sebelum estimasi dijalankan. Sebagian besar cacat data ketahuan di layar ini, dan memperbaikinya di sini jauh lebih murah.

  4. Mengestimasi persamaan

    Spesifikasi ditulis di jendela Equation Estimation dengan konstanta disebut eksplisit. Peserta mengetik sendiri variabelnya supaya terbiasa dengan urutan penulisan yang dibaca EViews.

  5. Menguji sisaan dan membenahi spesifikasi

    Normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi diperiksa satu per satu. Tiap kegagalan punya penanganan tersendiri, dan penanganannya dipilih dengan alasan yang bisa ditulis di naskah.

  6. Menerjemahkan keluaran ke kalimat naskah

    Angka koefisien, galat baku, dan nilai p diubah menjadi kalimat yang jujur soal arah, besaran, dan taraf signifikansi. Tabelnya disusun ulang mengikuti bentuk yang lazim diterima penguji.

Ketiganya dijalankan dari jendela persamaan panel yang sudah diestimasi, dan tiap uji membandingkan sepasang model.

Poin penting

Tiga uji pemilih model panel yang dilatih bersama tutor

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Uji Chow membandingkan common dengan fixed

    Dijalankan lewat pengujian efek tetap yang redundan. Hipotesis nolnya menyatakan model common effect sudah memadai. Nilai p di bawah 0,05 berarti intersep antarindividu memang berbeda, dan fixed effect lebih pantas dipakai.

  2. Uji Hausman membandingkan fixed dengan random

    Hipotesis nolnya menyatakan efek individu tidak berkorelasi dengan variabel bebas, sehingga random effect konsisten. Penolakan hipotesis itu mengarahkan peserta ke fixed effect. Uji ini menuntut model random effect berhasil diestimasi lebih dulu.

  3. Uji Lagrange Multiplier membandingkan random dengan common

    Dipakai ketika Chow dan Hausman memberi arah yang berbeda. Hipotesis nolnya menyatakan tidak ada ragam pada efek individu, sehingga common effect memadai. Penolakannya menunjukkan random effect lebih pantas daripada model kolam bersama.

Program Terkait

Les EViews sering dipasangkan dengan program berikut

Tanya jawab

Apa saja yang ditanyakan peserta les EViews di Surabaya?

Berapa biaya les privat EViews di Surabaya?

Mulai Rp186.500 per sesi 90 menit untuk pertemuan di rumah atau kos peserta. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi. Biaya itu mencakup pendampingan satu tutor satu peserta beserta pemeriksaan data sebelum estimasi dijalankan. Jumlah sesi disusun mengikuti tenggat penelitian, dan peserta dapat menambah sesi di tengah jalan.

Saya belum memasang EViews di laptop. Sesi tetap bisa berjalan?

Bisa. Sesi pertama dipakai memasang salinan berlisensi dan mengenalkan antarmuka, dan tutor memperagakan langkahnya lewat layarnya sendiri selama pemasangan belum tuntas. Peserta tetap disarankan memakai laptop sendiri, sebab kemampuan mengulang langkah di rumah adalah bagian yang menentukan hasil pendampingan ini.

Data saya masih di Excel dan kolom tanggalnya berantakan. Itu dibereskan di sesi?

Ya, dan biasanya itu pekerjaan pertama. Lembar Excel dirapikan lebih dulu: satu baris judul, sel gabungan dibuka, pemisah desimal diseragamkan, dan nilai hilang ditandai. Sesudah itu impor diulang bersama-sama supaya peserta hafal langkahnya, sebab data berikutnya di penelitian yang sama akan menempuh jalan yang sama.

Apakah Edubia mengerjakan olah data skripsi saya?

Tidak. Program ini mendampingi peserta supaya menjalankan analisisnya sendiri. Edubia tidak menerima pengolahan data titipan dan tidak menulis bab untuk peserta. Batas itu disampaikan sejak awal, sebab sidang menanyakan alasan di balik pilihan model dan pembimbing kerap meminta spesifikasi diubah pada pekan terakhir.

Berapa sesi sampai saya bisa menjalankan uji asumsi klasik sendiri?

Peserta dengan data yang sudah rapi umumnya sanggup menjalankan regresi kuadrat terkecil beserta empat uji asumsi klasik sesudah tiga sampai lima sesi, dengan latihan mandiri di antaranya. Data yang masih berantakan menambah satu sampai dua sesi di depan, dan jalur data panel maupun deret waktu menambah tiga sampai empat sesi lagi.

Data saya panel 30 perusahaan selama 8 tahun. Materinya sampai mana?

Sampai pemilihan model beserta pengujiannya. Peserta menyusun workfile panel dengan penanda perusahaan dan tahun, menjalankan common effect, fixed effect, serta random effect, lalu memilih di antaranya lewat uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Pembacaan keluaran dan penulisan tabel hasil ikut dikerjakan di sesi yang sama.

Bedanya EViews dengan SPSS untuk penelitian saya apa?

SPSS kuat untuk data potong lintang seperti kuesioner, dan menu analisisnya banyak dipakai penelitian sosial. EViews dirancang untuk data yang punya urutan waktu, sehingga uji akar unit, kointegrasi, VAR, dan model koreksi galat tersedia langsung di menunya. Penelitian yang datanya runtut atau berbentuk panel biasanya lebih ringan dikerjakan di EViews.

Tutor bisa datang ke kos saya di sekitar Keputih?

Bisa. Kawasan Keputih berada di kecamatan Sukolilo dan termasuk wilayah kunjungan reguler, seperti halnya Mulyorejo, Gubeng, Rungkut, Gunung Anyar, dan kecamatan lain di Kota Surabaya. Untuk wilayah Sidoarjo, kunjungan lazim dilayani di Waru, Gedangan, Taman, dan sekitarnya. Alamat serta jam ditetapkan saat pendaftaran.

Saya kuliah pagi sampai sore. Sesi bisa dijadwalkan malam?

Bisa. Tutor program ini melayani sesi dari pagi sampai malam sepanjang pekan, termasuk Sabtu dan Minggu. Sesi malam banyak diambil peserta yang siangnya masih menjalani praktikum atau magang. Jadwal disepakati per pekan supaya perubahan jam kuliah maupun jadwal bimbingan bisa langsung diakomodasi.

Kalau tutor yang datang kurang cocok dengan cara saya belajar?

Sampaikan ke tim Edubia dan tutor lain akan dicarikan tanpa biaya tambahan. Tim menanyakan bagian mana yang terasa kurang cocok, misalnya kecepatan penjelasan atau pilihan contoh, lalu mencocokkan tutor berikutnya dengan catatan itu. Sesi yang sudah berjalan tetap dihitung apa adanya.

Hasil uji ADF dan Phillips-Perron saya berbeda. Mana yang dipakai?

Perbedaan itu wajar dan justru menjadi bahan pembahasan. Tutor memeriksa panjang lag yang dipilih, spesifikasi konstanta serta tren, panjang periode data, dan kemungkinan patahan struktural di tengah seri. Kesimpulan derajat integrasi diambil sesudah keempat hal itu ditimbang, dan alasannya ditulis di naskah supaya bisa dipertanggungjawabkan.

EViews menolak menjalankan random effect di data panel saya. Kenapa?

Model random effect menuntut jumlah unit lintas individu melebihi jumlah koefisien yang diestimasi. Panel berisi tujuh perusahaan dengan lima variabel bebas akan bertemu penolakan itu. Jalan keluarnya menambah individu ke dalam sampel, mengurangi variabel bebas, atau menerima fixed effect sambil menjelaskan alasannya di naskah.

Saya kuliah di luar Surabaya. Ada sesi daring?

Ada. Sesi daring berjalan dengan peserta membagikan layarnya sendiri, sehingga papan ketik tetap dipegang peserta dan langkah yang dikerjakan tersimpan di laptopnya. Format ini juga dipilih peserta di Lakarsantri atau Sidoarjo pada pekan yang padat, lalu jatah kunjungan dipakai untuk akhir pekan.

Sidang saya pekan depan dan revisinya soal uji asumsi. Bisa sesi cepat?

Bisa, selama jadwal tutor masih terbuka. Sampaikan isi catatan revisi beserta berkas workfile yang dipakai, sehingga tutor langsung menuju bagian yang diminta pembimbing. Sesi semacam ini biasanya dipadatkan menjadi dua sampai tiga pertemuan berturut-turut, dan latihan mandiri di antaranya dipangkas seperlunya.

Bagaimana cara menempelkan tabel EViews supaya diterima penguji?

Keluaran dibekukan menjadi objek tabel lebih dulu, baris yang tak diperlukan dihapus, dan jumlah angka di belakang koma diseragamkan. Tabel lalu disalin sebagai teks bertabel ke pengolah kata, memakai koma sebagai pemisah desimal sesuai kaidah bahasa Indonesia. Tangkapan layar dihindari karena kabur saat naskah dicetak.

Siap Bergabung

Siap mulai les EViews bulan ini?

2.500+ tutor terverifikasi siap mendampingi di Surabaya. Mulai dari konsultasi kebutuhan belajar Anda, tanpa komitmen.