4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai Lanjutan
Les Balap Sepeda Trek di Surabaya
Les privat balap sepeda trek di Surabaya untuk sepeda tanpa rem yang pedalnya terus berputar. Pelatih menemui peserta di lintasan tertutup, sesi 90 menit, biaya mulai Rp187.000 per sesi, perlengkapan diperiksa sebelum roda berputar.
Apa itu Les Balap Sepeda Trek di Surabaya?
Les privat balap sepeda trek di Surabaya untuk sepeda tanpa rem yang pedalnya terus berputar. Pelatih menemui peserta di lintasan tertutup, sesi 90 menit, biaya mulai Rp187.000 per sesi, perlengkapan diperiksa sebelum roda berputar.
Konsultasi dan DaftarRincian Layanan
- Tempat latihan
- Lintasan balap sepeda tertutup di wilayah Surabaya, jamnya dipesan sebelum paket berjalan
- Format Sesi
- Satu pelatih mendampingi satu peserta, 90 menit dari pemeriksaan sepeda sampai pendinginan
- Jenjang peserta
- SMP, SMA, mahasiswa, dan dewasa yang sudah lancar bersepeda tanpa dibantu
- Ritme yang lazim
- Empat atau delapan sesi sebulan, disusun mengikuti jam pemakaian lintasan
- Biaya per sesi
- Mulai Rp187.000 sampai Rp303.800, menurut jenjang peserta dan jumlah sesi sebulan
- Sepeda yang dipakai
- Sepeda trek bergigi terkunci tanpa rem; unit pinjaman tersedia sampai sesi keempat
- Perlengkapan wajib
- Helm milik sendiri, sarung tangan berbantalan, kacamata, sepatu bersistem kunci pedal
- Cakupan pelajaran
- Adaptasi gigi terkunci, melambat dengan tekanan berlawanan, naik turun sepeda, ketinggian jalur, start berdiri, taktik berputar, pilihan rasio gigi
- Tutor pendamping
- Pelatih berpengalaman lintasan; pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan bila gaya melatihnya belum cocok
- Pembahasan rekaman
- Bedah rekaman putaran boleh berjalan online, atau di co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi per orang
Fleksibel
3 format sesi balap sepeda trek di Edubia
Pelatih balap sepeda trek menemui peserta di titik latihan yang disepakati di Surabaya, dan jadwalnya mengikuti ketersediaan tempat itu.
Susunan Materi
Susunan materi les balap sepeda trek dari sesi pertama
Sepuluh topik di bawah disusun menurut satu urutan: apa yang sudah sanggup dikerjakan peserta sebelum kecepatannya dinaikkan. Tiap topik membawa satu kesalahan khas yang muncul di lintasan, berikut cara pelatih menanganinya pada sesi berjalan.
- 1
Berkenalan dengan gigi terkunci
Sesi 1Yang dibahas. Peserta duduk di sepeda yang ditahan pelatih, memutar pedal pelan, dan merasakan roda belakang menarik kakinya kembali di setiap titik putaran.
Jebakan umum. Naluri berhenti mengayuh muncul begitu peserta merasa terlalu cepat. Pedal tetap berputar, tumit terangkat, dan badan terguncang di titik yang tidak diduga.
Cara tutor. Pelatih menahan bagian belakang sepeda lalu meminta peserta berhenti mengayuh dengan sengaja, berulang kali, sampai tubuhnya berhenti terkejut.
- 2
Melambat dengan tekanan berlawanan
Sesi 1 sampai 3Yang dibahas. Kaki menahan putaran pedal sedikit demi sedikit sampai sepeda kehilangan kecepatan tanpa roda belakang tergelincir.
Jebakan umum. Tekanan diberikan sekaligus, roda belakang tergelincir sesaat, dan sepeda melenceng dari jalurnya di depan pengendara lain.
Cara tutor. Porsi tekanan dinaikkan bertahap di bagian lintasan yang datar, dengan pelatih menghitung jumlah putaran yang terpakai sampai sepeda benar-benar berhenti.
- 3
Naik dan turun sepeda
Sesi 2Yang dibahas. Urutan menaiki sepeda yang pedalnya tidak bisa didiamkan, dan cara turun yang menahan sepeda tetap tegak sampai kaki menyentuh lantai.
Jebakan umum. Peserta memperlakukan sepeda trek seperti sepeda harian, menaruh satu kaki di pedal lalu menunggu. Pedal berputar sendiri dan tulang keringnya terkena.
Cara tutor. Dilatih di lantai datar dengan pelatih memegang setang, lalu diulang sampai peserta mengerjakannya tanpa berpikir.
- 4
Menjaga jalur tetap lurus
Sesi 2 sampai 4Yang dibahas. Menahan sepeda pada satu jalur di bagian datar lintasan, termasuk saat menoleh, memindahkan tangan, atau menambah tenaga sambil duduk.
Jebakan umum. Bahu ikut bergerak setiap kali peserta menoleh, dan sepeda berpindah jalur sejauh setengah lebar badan tanpa disadarinya.
Cara tutor. Peserta membuntuti garis cat di permukaan lintasan sementara pelatih berdiri di sisi dalam dan menandai putaran yang jalurnya bergeser.
- 5
Masuk ke bidang miring lintasan
Sesi 4 ke atasYang dibahas. Syarat kecepatan sebelum sepeda dinaikkan ke bidang miring, dan cara mempertahankan kecepatan itu selama sepeda menempel di sana.
Jebakan umum. Peserta menaikkan sepeda ke bidang miring dengan tenaga yang sudah habis. Kecepatan turun, sepeda merosot ke bawah, dan pedal tetap menuntut kaki bergerak.
Cara tutor. Ketinggian dinaikkan sedikit demi sedikit, dan pelatih memberi tanda mundur sebelum tenaga peserta habis di ujung lintasan.
- 6
Memilih ketinggian jalur
Sesi 5 ke atasYang dibahas. Perbandingan jarak tempuh antara jalur bawah dan jalur atas dalam satu putaran, dan alasan pengendara sesekali bersedia membayar jarak itu.
Jebakan umum. Peserta bertahan di jalur atas sepanjang putaran karena terasa lebih aman, lalu kehabisan tenaga sebelum putaran terakhir.
Cara tutor. Pelatih meminta peserta menempuh jumlah putaran yang sama di dua ketinggian berbeda pada hari yang sama, lalu membandingkan sisa tenaganya.
- 7
Start berdiri dari posisi ditahan
Sesi 6 ke atasYang dibahas. Menyiapkan pedal di sudut berangkat, menahan tarikan setang dengan lengan, dan menerima lepasan dari orang yang memegang sepeda.
Jebakan umum. Peserta menarik setang sebelum sepeda dilepas, sehingga tenaga pertamanya terbuang jadi goyangan dan sepeda berangkat miring.
Cara tutor. Lepasan dilatih tanpa tenaga penuh lebih dulu, dengan pelatih menghitung mundur supaya waktunya bisa diramalkan peserta.
- 8
Berputar di belakang pengendara lain
Sesi 7 ke atasYang dibahas. Jarak yang aman di belakang roda belakang orang lain, cara menjaganya, dan tanda bahwa jaraknya mulai melebar.
Jebakan umum. Peserta menempel terlalu dekat, lalu terpaksa menahan pedal ketika pengendara di depannya melambat sedikit. Tanpa rem, koreksi itu terlambat.
Cara tutor. Dilatih berpasangan dengan selisih jarak yang ditentukan pelatih, dan jaraknya dipersempit hanya sesudah peserta sanggup menahannya lima putaran berturut-turut.
- 9
Membaca bahu dan pinggul lawan
Sesi 8 ke atasYang dibahas. Tanda yang muncul di badan pengendara lain sesaat sebelum ia menambah kecepatan, dan cara membedakannya dari gerakan biasa di atas sadel.
Jebakan umum. Peserta menunggu sampai jaraknya benar-benar melebar. Di lintasan tanpa rem, jarak yang sudah melebar tidak bisa ditutup dengan cepat.
Cara tutor. Rekaman putaran ditonton bersama sesudah sesi, dihentikan pada momen yang menentukan, lalu diulang di lintasan pada pekan berikutnya.
- 10
Memilih rasio gigi sebelum berangkat
Sebelum tiap sesiYang dibahas. Hubungan antara berat kayuhan, jumlah putaran kaki per menit yang sanggup ditahan peserta, dan panjang latihan yang direncanakan hari itu.
Jebakan umum. Peserta memilih gigi berat karena terasa cepat di putaran pertama, lalu kakinya tidak sanggup memutar pedal pada putaran keempat.
Cara tutor. Pelatih meminta peserta menjalani satu sesi dengan gigi yang lebih ringan lebih dulu, dan pilihannya dicatat sebagai titik mula sesi berikutnya.
Cara kami bekerja
Apa yang keluarga dapat dari les balap sepeda trek privat?
Yang sudah kami siapkan begitu keluarga memutuskan mulai les balap sepeda trek.
Garansi ganti tutor
Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor balap sepeda trek diganti tanpa biaya tambahan.
Biaya les balap sepeda trek disepakati di awal
Nominal per sesi dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, tanpa tambahan di tengah jalan.
Titik latihan balap sepeda trek disepakati sebelum sesi pertama
Sesi berjalan di tempat yang disepakati di Surabaya, dan jadwalnya mengikuti ketersediaan tempat itu.
Isi paket
Yang diterima peserta di paket les balap sepeda trek
- Sesi pengenalan gigi terkunci Satu sesi penuh dengan sepeda ditahan pelatih, dipakai mengukur keseimbangan dan kesiapan peserta sebelum paket disusun.
- Pendampingan sepanjang 90 menit Satu pelatih untuk satu peserta, dari pemeriksaan sepeda di tepi lintasan sampai pendinginan yang tetap dikerjakan sambil mengayuh.
- Rencana sesi tertulis Jumlah sesi, urutan bahan, dan tanggalnya disusun sesudah sesi pengenalan lalu diserahkan kepada peserta atau walinya.
- Buku catatan putaran Jumlah putaran, pilihan gigi, dan jarak melambat ditulis tiap sesi sehingga kemajuannya bisa dibandingkan antar pekan.
- Rekaman putaran untuk bagian taktik Video ditonton bersama sesudah sesi dan dihentikan pada momen sebelum pengendara depan bergerak.
- Unit sepeda pinjaman di sesi awal Tersedia sampai sesi keempat, sampai peserta memutuskan melanjutkan dan memilih ukuran rangkanya sendiri.
- Pemeriksaan perlengkapan sebelum masuk Helm, sarung tangan, kacamata, dan sistem kunci pedal dicek satu per satu sebelum sepeda dikeluarkan.
- Program latihan di luar lintasan Sepeda statis di rumah, penguatan tungkai tanpa alat, dan latihan pernapasan yang bisa dijalankan di hari tanpa sesi.
- Pemesanan jam lintasan Tim Edubia mengurus pencocokan jam peserta dengan jam pemakaian lintasan yang tersedia di pekan itu.
- Hak mengganti pelatih Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan bila cara melatihnya belum cocok dengan peserta.
Keunggulan kelas ini
Pembeda les balap sepeda trek Edubia
Gigi terkunci diperkenalkan lebih dulu
Sesi pertama berjalan dengan sepeda ditahan pelatih dan kecepatan hampir nol, sampai tubuh peserta berhenti terkejut oleh pedal yang menarik kakinya.
Melambat tanpa tuas rem dilatih terpisah
Tekanan berlawanan pada pedal dinaikkan bertahap, dan jumlah putaran yang terpakai sampai sepeda berhenti dicatat tiap sesi.
Naik dan turun dilatih di lantai datar
Urutannya diulang sampai peserta melakukannya tanpa berpikir, sebab sepeda trek tidak bisa didiamkan sambil ditumpangi.
Bidang miring dimasuki setelah kecepatan cukup
Ketinggian dinaikkan sedikit demi sedikit, dan pelatih memberi tanda mundur sebelum tenaga peserta habis.
Perlengkapan diperiksa sebelum sepeda keluar
Helm, sarung tangan, kacamata, dan sistem kunci pedal dicek satu per satu di tepi lintasan pada tiap sesi.
Rasio gigi dibicarakan sebelum berangkat
Pilihan hari itu ditetapkan di darat berikut alasannya, sebab menggantinya menuntut perkakas di tepi lintasan.
Sesi taktik memakai rekaman putaran
Video dihentikan pada momen sebelum pengendara depan bergerak, lalu diulang di lintasan pada pekan berikutnya.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan
Catatan putaran dan pilihan gigi peserta diserahkan kepada pelatih penggantinya, sehingga sesi berikutnya berangkat dari angka yang sama.
Tahapan
Tahapan peserta les balap sepeda trek di Surabaya
Enam penanda di bawah dipakai pelatih untuk memutuskan kapan bahan berikutnya dibuka. Kecepatan naiknya berbeda tiap peserta, dan penandanya tetap sama.
- 01
Sepeda ditahan, pedal berputar pelan
Sesi 1Peserta merasakan tarikan gigi terkunci di kecepatan hampir nol, lalu berhenti mengayuh dengan sengaja berkali-kali tanpa terguncang.
- 02
Melambat sendiri sampai berhenti
Sesi 2 sampai 3Tekanan berlawanan dipakai tanpa dibantu, dengan jumlah putaran yang terpakai dicatat pelatih di tepi lintasan.
- 03
Berputar di jalur bawah tanpa bergoyang
Sesi 4Peserta menahan satu jalur sambil menoleh ke belakang, memindahkan tangan, dan menambah tenaga sepuluh kayuhan.
- 04
Menempel di bidang miring satu putaran
Sesi 5 sampai 6Ketinggian dijaga tetap sepanjang putaran, termasuk di bagian lurus tempat kemiringannya berkurang dan sepeda terasa ingin turun.
- 05
Start berdiri lalu berputar berpasangan
Sesi 7 sampai 9Lepasan dari posisi ditahan berjalan tanpa tenaga terbuang, dan jarak di belakang pelatih terjaga selama lima putaran.
- 06
Latihan bersama pengendara lain
Sesi 10 ke atasPeserta masuk ke sesi berkelompok di lintasan dan memutuskan sendiri kapan keluar dari belakang pengendara yang ada di depannya.
Sebelum memilih
Bandingkan sendiri: privat, grup, atau otodidak balap sepeda trek
| Fitur | Pilihan terbaik Les Balap Sepeda Trek Privat Edubia Di titik latihan yang disepakati, Surabaya | Bimbel Balap Sepeda Trek Grup | Belajar Balap Sepeda Trek Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar balap sepeda trek | Penuh, satu untuk satu | Terbagi ke banyak siswa | Tanpa pendamping |
| Materi balap sepeda trek disesuaikan level siswa | |||
| Tahap dinaikkan saat peserta siap | Ikut tempo kelas | Tergantung sendiri | |
| Pelatih balap sepeda trek menemui peserta di titik latihan | |||
| Assessment kebutuhan balap sepeda trek di awal | |||
| Latihan mandiri balap sepeda trek yang terarah | Seragam | Cari sendiri |
Sebelum mendaftar
Peserta yang cocok untuk kelas balap sepeda trek
Peserta yang cocok
- Peserta yang sudah lancar bersepeda tanpa dibantu dan ingin mencoba lintasan tertutup
- Pesepeda jalan raya yang ingin memperhalus irama kayuhan dan kendali jalurnya
- Pelajar SMP dan SMA yang menyiapkan lomba balap sepeda di lintasan
- Peserta di Surabaya atau kota tetangganya yang sanggup datang ke lintasan pada jam pemakaiannya
- Peserta yang menerima aturan perlengkapan keselamatan tanpa tawar-menawar
- Orang tua yang mendampingi anaknya masuk ke cabang lintasan dari nol
Dua hal yang tidak ada di sepeda trek, dan kenapa kelas ini dimulai dari situ
Sepeda trek dipisahkan dari seluruh sepeda lain oleh dua ketiadaan. Yang pertama, tidak ada rem. Tidak ada tuas di setang, tidak ada kabel, tidak ada kampas yang menjepit pelek. Yang kedua, giginya terpasang mati ke roda belakang, sehingga selama roda berputar pedal ikut berputar dan kaki dibawa serta. Pengendara tidak punya pilihan untuk berhenti mengayuh.
Kedua ketiadaan itu terdengar seperti kekurangan, dan di lintasan tertutup keduanya justru yang membuat banyak sepeda bisa berputar berdekatan. Sepeda tanpa rem tidak bisa melambat mendadak, jadi pengendara di belakangnya tidak perlu menebak. Setiap perubahan kecepatan datang bertahap lewat kaki, dan perubahan bertahap terbaca lebih awal oleh semua orang yang ada di sana.
Peserta yang baru pertama naik hampir selalu melakukan hal yang sama: kakinya berhenti bergerak karena naluri. Pedal tetap berputar, tumitnya terangkat lepas dari lingkar putaran, dan badannya terguncang. Itu sebabnya sesi pertama les balap sepeda trek Edubia di Surabaya tidak pernah dimulai dengan kecepatan. Ia dimulai dengan membiarkan kaki dituntun pedal sampai naluri lama itu diam.
Seluruh susunan latihan di halaman ini diturunkan dari dua ketiadaan tadi. Bahan yang tampak berjauhan, dari cara melambat sampai taktik berputar di belakang orang lain, sebenarnya jawaban atas satu pertanyaan yang sama: apa yang dikerjakan pengendara ketika rem tidak ada dan pedal tidak berhenti.
Uraian
Yang dilatih di kelas balap sepeda trek privat
Enam keterampilan di bawah semuanya lahir dari sepeda yang tidak punya rem.
Membiarkan kaki dituntun pedal
Peserta belajar mengikuti putaran pedal tanpa melawannya, sampai naluri berhenti mengayuh tidak muncul lagi di kecepatan penuh.
Mengurangi kecepatan lewat kaki
Tenaga ditahan pelan-pelan lewat kaki yang menekan berlawanan arah putaran, dan besar tekanannya diatur bertahap.
Menaiki sepeda yang tidak bisa diam
Sepeda trek tidak bisa didiamkan sambil ditumpangi, jadi cara menaiki dan menuruninya punya urutan tersendiri.
Jalur yang terbaca pengendara lain
Pengendara lain di lintasan juga tidak punya rem, jadi jalur yang goyah membuat mereka kehilangan waktu untuk memutuskan.
Berangkat dari keadaan diam
Sepeda ditahan orang lain sampai pedal berada di sudut berangkat, lalu dilepas tepat saat tenaga pertama masuk.
Menyimpan tenaga di balik angin
Angin di depan ditanggung pengendara yang ada di depan, dan yang di belakang menyimpan tenaga sampai saatnya keluar.
Sesi pertama les balap sepeda trek: kaki yang belajar dituntun
Sesi pertama berjalan tanpa kecepatan sama sekali. Sepeda ditahan pelatih dari belakang, peserta duduk, dan pedal diputar pelan sekali. Yang dicari di menit-menit itu satu hal saja: peserta merasakan kakinya ditarik kembali oleh roda belakang setiap kali ia mencoba berhenti.
Sesudah itu pelatih meminta sesuatu yang terdengar aneh. Peserta diminta berhenti mengayuh dengan sengaja, berkali-kali, sementara sepeda tetap ditahan. Tujuannya membuat tubuh berkenalan dengan tarikan itu di keadaan yang aman, sehingga ketika hal yang sama terjadi di kecepatan penuh, tubuh sudah pernah merasakannya.
Peserta dari Gubeng dan Sukolilo yang sudah lama bersepeda harian biasanya justru butuh waktu lebih lama di bagian ini. Kebiasaan berhenti mengayuh setiap kali jalan menurun sudah tertanam bertahun-tahun, dan kebiasaan itu yang harus dilepas lebih dulu sebelum apa pun bisa diajarkan.
Menjelang akhir sesi pertama, sepeda dilepas dan peserta berputar pelan di jalur bawah, di bagian lintasan yang datar. Pelatih berjalan di sisi dalam dan tidak meminta apa pun selain satu hal: kaki terus bergerak. Kecepatan, ketinggian jalur, dan taktik menunggu sampai bagian ini benar-benar selesai.
Sepeda tanpa rem memindahkan hampir seluruh urusan keselamatan ke persiapan. Empat pemeriksaan di bawah dikerjakan pelatih di tepi lintasan sebelum peserta naik, dan urutannya tidak pernah dibalik. Pemeriksaan yang sama berlaku untuk peserta yang baru datang pertama kali maupun untuk peserta yang sudah setahun berlatih di Surabaya.
Rincian
Empat pemeriksaan sebelum sesi trek dimulai
Mur roda dan sistem kunci pedal
Roda belakang harus benar-benar terkunci di rangka, sebab tenaga yang masuk lewat gigi terpasang mati menariknya di setiap putaran. Sistem kunci pedal dicoba lepas dan pasang dua kali.
Ketinggian sadel dan jarak setang
Ukuran diperiksa ulang di tiap sesi awal. Sadel yang terlalu tinggi membuat pinggul bergoyang di setiap putaran, dan goyangan itu terbaca sebagai perpindahan jalur oleh pengendara di belakangnya.
Perlengkapan keselamatan peserta
Helm yang talinya terpasang, sarung tangan, dan kacamata dicek satu per satu. Peserta yang kurang salah satu di antaranya tidak diizinkan masuk lintasan hari itu.
Arah putaran dan jam pemakaian
Pelatih memastikan jam pemakaian lintasan hari itu, siapa saja yang sedang berputar, dan di ketinggian mana mereka berada sebelum peserta masuk.
Melambat tanpa tuas rem, dan cara pelatih menaikkan porsinya
Melambat di sepeda trek dikerjakan kaki. Karena pedal terhubung mati ke roda belakang, menahan putaran pedal berarti menahan roda itu sendiri. Peserta menekan berlawanan arah putaran sedikit demi sedikit, dan sepeda kehilangan kecepatan selama tekanan itu bertahan.
Besar tekanannya yang dilatih. Tekanan yang datang sekaligus membuat roda belakang tergelincir sesaat, dan sepeda melenceng dari jalurnya di saat yang sama. Tekanan yang terlalu kecil membuat sepeda hampir tidak melambat sementara peserta merasa sudah bekerja keras. Di antara keduanya ada rentang yang cukup lebar, dan rentang itu ditemukan dengan mengulang.
Cara pelatih mengukurnya sederhana. Peserta diminta melambat dari kecepatan tertentu sampai berhenti, lalu jumlah putaran yang terpakai dihitung. Angka itu dicatat, dan sesi berikutnya meminta angka yang lebih kecil dengan sepeda tetap lurus. Kalau sepedanya melenceng, angka kecil itu tidak dihitung.
Peserta di kelas les balap sepeda trek Edubia juga dilatih melambat sambil ada orang lain di belakangnya. Bagian ini yang kerap dilewati orang yang belajar sendiri. Melambat sendirian di lintasan kosong urusan lain daripada melambat ketika roda depan orang lain berjarak setengah panjang sepeda dari roda belakang Anda.
Naik dan turun sepeda di kelas dasar balap trek
Sepeda biasa bisa didiamkan sambil ditumpangi. Sepeda trek tidak. Selama roda berputar, pedal berputar; begitu roda berhenti, sepeda kehilangan keseimbangan seperti sepeda mana pun. Karena itu naik dan turun punya urutan sendiri, dan urutan itu dilatih sampai peserta tidak lagi memikirkannya.
Naik dimulai dengan sepeda yang sudah bergerak pelan sambil dipegang orang lain, atau dengan sepeda yang ditahan di tepi lintasan. Satu kaki masuk ke pedal yang sedang berada di posisi atas, badan naik, dan kaki kedua menyusul di putaran yang sama. Berhenti sejenak di tengah urutan itu tidak tersedia sebagai pilihan.
Turun dikerjakan terbalik dan lebih menuntut kesabaran. Peserta melambat dengan tekanan berlawanan sampai sepeda benar-benar pelan, mengeluarkan satu kaki dari sistem kunci pedal, lalu menurunkannya ketika pedal sedang berada di bawah. Sepeda ditahan tegak dengan tangan sampai kaki kedua ikut lepas.
Kesalahan yang hampir selalu muncul di sesi kedua: peserta memperlakukan sepeda trek seperti sepeda hariannya. Ia menaruh satu kaki di pedal, lalu menunggu sesuatu. Pedal terus berputar, dan tulang keringnya yang menerima. Luka kecil di titik itu lazim, dan itu sebabnya bagian ini dilatih di lantai datar lebih dulu, sebelum peserta menyentuh lintasan.
Bagian miring lintasan hanya bisa dipakai kalau sepeda melaju cukup cepat. Yang menahan sepeda di sana adalah gaya yang lahir dari kecepatannya sendiri, dan gaya itu hilang begitu kecepatannya turun. Akibatnya terbalik dari dugaan banyak pemula: melaju pelan di bidang miring justru berbahaya, sebab sepeda merosot ke bawah sementara pedal tetap menuntut kaki bergerak. Empat tahap di bawah dijalankan berurutan, dan tahap berikutnya dibuka setelah pelatih melihat tahap sebelumnya berjalan tenang.
Sorotan
Urutan latihan di bidang miring pada paket lanjutan
Berputar tetap di jalur bawah
Peserta menyelesaikan sejumlah putaran di bagian datar dengan kecepatan yang stabil, tanpa menyentuh bidang miring sama sekali.
Naik sejengkal lalu turun lagi
Sepeda dinaikkan sedikit ke bidang miring di satu ujung lintasan, lalu diturunkan di ujung berikutnya. Diulang sampai peserta berhenti menahan napas.
Menempel satu putaran penuh
Ketinggian dijaga tetap selama satu putaran, termasuk di bagian lurus tempat kemiringannya berkurang dan sepeda terasa ingin turun.
Berpindah ketinggian dengan sengaja
Peserta naik dan turun jalur pada titik yang ditentukan pelatih, sehingga perpindahan itu bisa diramalkan pengendara lain di lintasan.
Kenapa pelatih melarang peserta melambat di bagian miring
Aturan yang terasa aneh bagi peserta baru berbunyi begini: kalau merasa lelah di bidang miring, jangan melambat di sana. Turun dulu ke jalur bawah, baru kurangi kecepatan. Aturan ini membalik naluri, sebab di jalan biasa orang justru melambat pada saat merasa tidak sanggup.
Sebabnya ada pada gaya yang menahan sepeda. Selama sepeda melaju cukup cepat, permukaan yang miring itu bekerja seperti lantai yang kebetulan berdiri condong di bawah ban, dan sepeda berjalan di atasnya dengan tenang. Begitu kecepatannya berkurang, dukungan itu berkurang pula dan sepeda mulai merosot. Yang membuat keadaan itu lebih rumit adalah pedal yang tetap berputar: kaki peserta ikut dibawa turun bersama sepedanya.
Karena itu, di kelas les balap sepeda trek, pelajaran melambat selalu diberikan lebih dulu daripada pelajaran menempel di bidang miring. Peserta harus sanggup memindahkan sepedanya ke jalur bawah dengan tenang sebelum ia diizinkan naik.
Pelatih juga memberi tanda mundur sebelum tenaga peserta habis, dan tanda itu disepakati di darat sebelum sesi dimulai. Peserta dari Rungkut, Wonokromo, dan Tenggilis Mejoyo yang berlatih sesudah jam kerja biasanya menerima tanda itu lebih awal, sebab tenaga yang tersisa di malam hari memang berbeda dari tenaga di pagi akhir pekan.
Jalur atas dan jalur bawah, serta biaya jarak yang menyertainya
Lintasan berbentuk lonjong dan permukaannya condong di kedua ujungnya. Karena condong, ada banyak ketinggian yang bisa dipakai pengendara. Ketinggian yang berbeda memberi panjang putaran yang berbeda pula: makin tinggi jalur yang dipakai, makin jauh jarak yang ditempuh untuk satu putaran yang sama.
Selisih itulah yang disebut biaya jarak. Pengendara yang bertahan di jalur atas sepanjang lomba menempuh jarak lebih panjang daripada pengendara yang berputar rapat di jalur bawah, dan tenaga tambahan itu keluar dari kaki yang sama.
Lalu kenapa ada yang tetap memilih jalur atas? Sebab jalur atas menyediakan ruang untuk turun. Turun berarti menukar ketinggian dengan kecepatan tanpa menambah tenaga, dan pertukaran itu berguna di saat tertentu. Jalur bawah memberi jarak yang lebih pendek; jalur atas memberi simpanan yang bisa dipakai sekali.
Di sesi les balap sepeda trek Edubia, peserta diminta menempuh jumlah putaran yang sama di dua ketinggian berbeda pada hari yang sama, lalu membandingkan sisa tenaganya sendiri. Angka di atas kertas jarang mengubah kebiasaan; kaki yang berat di putaran keenam mengubahnya dalam satu sesi.
Jalur lurus yang tidak bergoyang, pelajaran keselamatan di kelas trek
Di lintasan tertutup, semua orang berbagi permukaan yang sama dan tidak seorang pun punya rem. Karena itu jalur yang dipakai seorang pengendara adalah janji kepada orang di belakangnya. Selama jalurnya tetap, orang di belakang bisa memilih lewat sisi dalam atau sisi luar jauh sebelum ia sampai.
Goyangan sekecil setengah lebar badan sepeda sudah cukup untuk menghapus janji itu. Goyangan biasanya datang dari tiga hal: pinggul yang bergerak karena sadel terlalu tinggi, bahu yang ikut berputar saat peserta menoleh, dan tarikan setang yang muncul setiap kali peserta menambah tenaga sambil duduk.
Ketiganya dilatih terpisah. Peserta berputar sambil membuntuti garis cat di permukaan lintasan, lalu diminta mengerjakan hal-hal kecil di atasnya: menoleh ke belakang, memindahkan tangan, menambah tenaga sepuluh kayuhan. Pelatih berdiri di sisi dalam dan menandai putaran yang jalurnya bergeser.
Bagian ini yang kerap diremehkan peserta dewasa yang sudah bertahun-tahun bersepeda di jalan raya Surabaya. Di jalan raya, goyangan kecil tidak berakibat apa-apa karena semua orang punya rem. Di lintasan trek, goyangan kecil itulah yang membuat pengendara di belakang harus menebak.
Perlengkapan di bawah adalah syarat masuk lintasan, dan pelatih Edubia memeriksanya sebelum sepeda dikeluarkan. Peserta yang belum memilikinya bisa memakai unit pinjaman di sesi pengenalan, sementara helm tetap harus milik sendiri sejak sesi pertama karena ukurannya menentukan.
Yang perlu diketahui
Perlengkapan yang dibawa peserta ke tiap sesi lintasan
Helm dengan tali terpasang
Ukuran helm harus pas di kepala peserta. Helm yang longgar berpindah posisi di guncangan pertama dan berhenti melindungi bagian yang seharusnya dilindunginya.
Sarung tangan berbantalan
Telapak tangan adalah bagian yang umum terluka saat peserta jatuh, dan sarung tangan berbantalan menahan gesekan dengan permukaan lintasan.
Kacamata bening atau berwarna
Lintasan berdebu halus, dan mata yang terganggu membuat peserta menoleh atau memejam di saat yang salah.
Sepatu bersistem kunci pedal
Kaki harus terhubung ke pedal, sebab pedal menarik kaki ke atas di separuh putaran. Sepatu biasa terlepas persis di titik itu.
Celana bersepeda berlapis
Sesi 90 menit dijalani hampir seluruhnya di atas sadel, tanpa jeda menuruni jalan seperti bersepeda di luar.
Air minum dan buku catatan sesi
Botol ditaruh di sisi lintasan, sebab minum sambil berputar dilatih belakangan. Buku catatan dipakai menulis jumlah putaran dan pilihan gigi hari itu.
Berlindung dari angin, dan kapan pelatih menyuruh peserta keluar
Pengendara yang berada di depan menerima seluruh dorongan angin. Yang berada tepat di belakangnya menerima jauh lebih sedikit, sehingga ia sanggup menempuh kecepatan yang sama dengan tenaga yang lebih hemat. Di lintasan tertutup, keuntungan itu bertahan selama jaraknya terjaga rapat.
Menjaga jarak rapat tanpa rem adalah pekerjaan yang berbeda dari menjaga jarak rapat dengan rem. Kalau pengendara di depan melambat sedikit, koreksi yang tersedia hanya menahan putaran pedal, dan koreksi itu selalu datang belakangan. Jadi jarak yang dipakai peserta pemula sengaja dibuat lebih longgar daripada jarak yang dipakai peserta yang sudah lama berlatih.
Bagian yang lebih sulit adalah memutuskan kapan keluar. Keluar terlalu awal berarti membuang simpanan tenaga yang sudah dikumpulkan; keluar terlambat berarti jalannya sudah tertutup pengendara lain. Keputusan itu tidak bisa dilatih di rumah, sebab ia menuntut orang lain yang benar-benar bergerak di depan peserta.
Di kelas privat, pelatih Edubia mengambil peran pengendara depan lebih dulu, lalu memberi aba-aba keluar dengan suara. Sesudah beberapa sesi, aba-aba itu dihapus dan peserta memutuskan sendiri, sementara rekaman putaran dipakai membicarakannya sesudah sepeda diturunkan dari lintasan.
Membaca bahu dan pinggul lawan pada sesi taktik
Sebelum seorang pengendara menambah kecepatan, badannya bergerak lebih dulu. Bahu turun sedikit, pinggul bergeser ke depan sadel, dan siku menekuk. Gerakan itu berlangsung sepersekian detik sebelum sepedanya benar-benar melaju, dan bagi orang di belakangnya, sepersekian detik itu berharga.
Kenapa berharga? Sebab di lintasan tanpa rem, jarak yang terlanjur melebar tidak bisa ditutup dengan cepat. Menambah kecepatan menuntut waktu, dan waktu itu sudah habis kalau peserta baru bergerak sesudah melihat jaraknya melebar.
Sesi taktik karena itu melatih perhatian, sementara kecepatan diurus di sesi yang lain. Peserta diminta menyebutkan dengan suara keras setiap kali ia melihat tanda itu muncul pada pengendara di depannya, betul ataupun salah. Pelatih mencatat berapa kali tebakannya tepat, dan angka itu naik jauh lebih cepat daripada catatan waktu putarannya.
Rekaman putaran dipakai di bagian ini. Video ditonton bersama sesudah sesi, dihentikan pada momen sebelum pengendara depan bergerak, lalu peserta diminta menebak apa yang terjadi berikutnya. Peserta di Surabaya yang berlatih sekali sepekan umumnya memerlukan lima sampai tujuh sesi sampai tebakannya lebih sering tepat daripada meleset.
Ringkasnya
Rasio gigi dipilih sebelum berangkat di tiap paket
Pilihan gigi tidak bisa diubah setelah peserta masuk lintasan.
Gigi berat dan gigi ringan
Gigi berat memberi kecepatan lebih tinggi untuk satu putaran kaki dengan tenaga yang lebih besar; gigi ringan menuntut kaki berputar lebih cepat dengan beban yang lebih ringan.
Panjang latihan menentukan pilihan
Sesi yang berisi banyak putaran panjang menuntut gigi yang sanggup ditahan sampai akhir, sementara sesi start berulang menerima gigi yang lebih berat.
Kaki peserta yang menentukan batasnya
Batasnya jumlah putaran kaki per menit yang sanggup dijaga peserta tanpa pinggulnya bergoyang. Batas itu diukur di sesi awal lalu dicatat.
Penggantian dikerjakan di darat
Mengganti gigi menuntut perkakas di tepi lintasan dan memakan waktu. Karena itu pilihannya dibicarakan sebelum sesi, tidak di tengah sesi.
Pilihan hari itu masuk buku catatan
Gigi yang dipakai ditulis berikut alasannya, sehingga sesi berikutnya berangkat dari titik yang sudah diketahui pelatih dan peserta.
Biaya les balap sepeda trek di Surabaya dan isinya
Biaya les balap sepeda trek privat Edubia mulai dari Rp187.000 per sesi. Nominal itu berlaku untuk peserta jenjang SMP dengan sesi 90 menit yang diambil delapan kali sebulan. Peserta jenjang SMA pada ritme yang sama membayar Rp205.500 per sesi, sementara peserta dewasa yang mengambil empat sesi sebulan membayar Rp303.800 per sesi.
Sembilan puluh menit dipakai karena satu sesi lintasan punya bagian yang tidak bisa dipotong: pemeriksaan sepeda dan perlengkapan di tepi lintasan, pemanasan di jalur bawah, bagian latihan hari itu, lalu pendinginan yang tetap dikerjakan sambil mengayuh pelan karena pedal memang tidak bisa berhenti.
Yang termasuk di dalam nominal itu: pelatih yang mendampingi satu peserta sepanjang sesi, buku catatan putaran, dan rekaman putaran begitu bagian taktik dimulai. Karcis masuk lintasan ditagih pengelola lintasan langsung kepada peserta dan nominalnya berubah menurut jam pemakaian, jadi ia dibicarakan terbuka sebelum paket berjalan.
Kalau sesi teori dan pembahasan rekaman digelar di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi per orang di atas nominal program. Sesi teori itu boleh juga berjalan online, dan di jalur itu tambahannya tidak muncul sama sekali.
Jadwal sesi yang mengikuti jam buka lintasan
Jadwal les balap sepeda trek disusun terbalik dibandingkan les yang datang ke rumah. Yang ditetapkan lebih dulu adalah jam lintasan bisa dipakai, dan jam peserta menyesuaikan di sekitarnya. Lintasan punya jam pemakaian sendiri, dan pada jam tertentu ia sudah dipesan kelompok lain.
Karena itu, sesudah peserta mendaftar, tim Edubia menanyakan tiga hal: hari apa saja peserta bisa keluar rumah, berapa lama perjalanannya menuju lintasan, dan apakah ada kegiatan lain di pekan itu yang sudah menghabiskan tenaganya. Jawaban ketiganya dipertemukan dengan jam lintasan yang tersedia.
Peserta yang tinggal di Mulyorejo, Sukolilo, dan Tambaksari biasanya mendapat pilihan jam pagi di akhir pekan, sebab perjalanannya pendek dan mereka sanggup datang sebelum lintasan ramai. Peserta dari Wiyung, Lakarsantri, atau dari arah Waru dan Gedangan lebih sering mengambil satu sesi panjang di akhir pekan daripada dua sesi pendek di hari kerja.
Perubahan jadwal dilayani selama lintasan punya slot pengganti di pekan itu. Kabar yang masuk lebih awal memberi ruang yang lebih lebar, sebab yang harus bertemu adalah jam pelatih dan jam lintasan pada hari yang sama.
Sepeda trek dipakai di lintasan tertutup, dan itu syarat kelas ini
Satu hal harus jelas sebelum siapa pun mendaftar: sepeda trek dipakai di lintasan tertutup, dan ia tidak dipakai di jalan raya. Sepeda tanpa rem yang pedalnya tidak bisa berhenti berputar menuntut jalan tanpa persimpangan, tanpa lampu merah, tanpa kendaraan yang berhenti mendadak, dan tanpa lubang yang muncul tiba-tiba di depan roda depan.
Kelas ini karena itu selalu digelar di lintasan balap sepeda tertutup di wilayah Surabaya, pada jam yang sudah dipesan lebih dulu. Peserta tidak pernah diminta berlatih sendirian di jalan umum sebagai pekerjaan rumah, dan pelatih Edubia tidak memberikan latihan mandiri yang menuntut sepeda trek keluar dari lintasan.
Latihan mandiri yang diberikan berjalan di alat lain: sepeda statis di rumah untuk menjaga irama kayuhan, penguatan tungkai tanpa alat, dan latihan pernapasan. Peserta yang punya sepeda jalan raya boleh memakainya untuk menjaga ketahanan, dengan rem yang lengkap dan gigi yang berputar bebas seperti biasa.
Pertanyaan ini sering datang dari orang tua peserta di Gubeng dan Dukuh Pakis, dan jawabannya selalu sama. Sepeda trek adalah alat lintasan. Di luar lintasan, sepeda ini tidak aman untuk siapa pun yang menaikinya.
Cara mendaftar les balap sepeda trek dan hak ganti pelatih
Pendaftaran dimulai dari formulir singkat di halaman daftar Edubia atau dari percakapan WhatsApp di nomor 0821-3617-6381. Yang ditanyakan di awal: umur peserta, pengalaman bersepedanya selama ini, apakah ia pernah menaiki sepeda bergigi terkunci, dan wilayah tempat tinggalnya di Surabaya atau di kota tetangganya.
Untuk peserta di bawah umur, persetujuan tertulis orang tua atau wali diperlukan sebelum sesi pertama berjalan. Syarat itu tidak bisa dilewati, sebab sesi berjalan di lintasan yang dipakai bersama pengendara lain pada jam yang sama.
Sesi pengenalan dipakai untuk mengukur. Isinya sudah diuraikan di bagian atas halaman ini: sepeda ditahan, pedal diputar pelan, naluri lama dibongkar, lalu peserta berputar sendiri di jalur bawah. Sesudah sesi itu pelatih menyusun rencana tertulis yang menyebut jumlah sesi, urutan bahan, dan tanggalnya.
Kalau cara melatihnya belum cocok dengan peserta, pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan. Catatan putaran dan pilihan gigi peserta diserahkan kepada pelatih penggantinya, sehingga sesi berikutnya berangkat dari angka yang sama. Permintaan penggantian dibicarakan lewat nomor WhatsApp di atas dan dijalankan sebelum sesi berikutnya berjalan.
Start berdiri dipakai ketika sepeda harus berangkat dari keadaan diam. Karena sepeda trek tidak bisa didiamkan sambil ditumpangi, ia ditahan orang lain sampai peserta siap. Lima langkah di bawah dijalankan berurutan, dan pelatih Edubia menghitung mundur supaya waktu lepasnya bisa diramalkan peserta.
Poin penting
Lima langkah sesi start berdiri bersama pelatih
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
1Sepeda ditahan dari belakang
Orang yang menahan memegang sadel dan rangka belakang, menjaga sepeda tegak sementara peserta memasang kedua kaki ke sistem kunci pedal.
-
2Pedal disiapkan di sudut berangkat
Pedal depan diputar ke posisi sedikit di atas mendatar, supaya tenaga pertama masuk pada bagian putaran yang sanggup menerima beban penuh.
-
3Lengan menahan tarikan setang
Kedua tangan menarik setang berlawanan dengan tenaga kaki, sehingga tenaga itu berpindah ke roda belakang dan tidak terbuang jadi goyangan.
-
4Hitungan mundur lalu lepasan
Penahan melepas pada hitungan yang sudah disepakati. Peserta yang berangkat sebelum lepasan justru membuang tenaga pertamanya.
-
5Tiga putaran pertama sambil turun ke sadel
Sesudah sepeda bergerak, peserta menurunkan badan ke sadel dan menyamakan irama kayuhan sebelum menambah kecepatan.
Program Terkait
Kalau les balap sepeda trek belum pas, mulai dari sini
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan siswa les balap sepeda trek di Surabaya?
Saya belum pernah menaiki sepeda yang pedalnya tidak bisa berhenti. Boleh ikut?
Boleh, dan hampir semua peserta baru berada di posisi itu. Sesi pertama seluruhnya dipakai berkenalan dengan gigi terkunci, dengan sepeda ditahan pelatih dan kecepatan hampir nol. Syaratnya satu: peserta sudah lancar bersepeda biasa dan bisa menjaga keseimbangan tanpa berpikir.
Kenapa sepeda trek tidak punya rem sama sekali?
Karena semua orang di lintasan berbagi permukaan yang sama dan berputar searah. Sepeda yang sanggup berhenti mendadak membuat pengendara di belakangnya harus menebak. Tanpa rem, setiap perubahan kecepatan datang bertahap lewat kaki dan terbaca lebih awal oleh orang lain.
Bagaimana cara melambat kalau tidak ada tuas rem?
Dengan menekan berlawanan arah putaran pedal. Karena gigi terpasang mati ke roda belakang, menahan pedal berarti menahan roda. Tekanannya dinaikkan sedikit demi sedikit; tekanan yang datang sekaligus membuat roda belakang tergelincir. Kemampuan ini dilatih di sesi pertama sampai ketiga sebelum kecepatan dinaikkan.
Apa yang terjadi kalau peserta berhenti mengayuh karena panik?
Pedal tetap berputar dan menarik kakinya, jadi badannya terguncang. Itu sebabnya latihan berhenti mengayuh dengan sengaja dikerjakan di sesi pertama sambil sepeda ditahan pelatih. Tujuannya membuat tubuh berkenalan dengan tarikan itu di keadaan aman, sebelum kecepatannya naik.
Umur berapa peserta bisa mulai belajar balap sepeda trek?
Ukuran yang dipakai adalah tinggi badan dan kemampuan bersepeda, sebab sepeda trek dibuat dalam beberapa ukuran rangka. Peserta jenjang SMP yang tinggi badannya sudah cukup untuk rangka terkecil bisa mulai, dan pelatih memeriksanya di sesi pengenalan. Peserta di bawah umur membawa persetujuan tertulis orang tua.
Apakah peserta harus punya sepeda trek sendiri sejak awal?
Sampai sesi keempat, unit pinjaman tersedia di tempat latihan sehingga peserta bisa mencoba lebih dulu. Sesudah peserta memutuskan melanjutkan, pelatih membantu memilih ukuran rangka dan rasio gigi awalnya. Helm tetap harus milik sendiri sejak sesi pertama karena ukurannya menentukan.
Di mana sesi les balap sepeda trek digelar?
Di lintasan balap sepeda tertutup di wilayah Surabaya, pada jam yang dipesan sebelum paket berjalan, dan pelatih menemui peserta di lintasan itu. Bagian teori serta pembahasan rekaman putaran boleh berjalan terpisah: online tanpa tambahan, atau di co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi per orang.
Berapa biaya les balap sepeda trek privat per sesi?
Mulai Rp187.000 per sesi untuk peserta jenjang SMP dengan sesi 90 menit yang diambil delapan kali sebulan. Jenjang SMA pada ritme yang sama Rp205.500 per sesi, dan peserta dewasa dengan empat sesi sebulan Rp303.800 per sesi. Karcis masuk lintasan ditagih pengelola lintasan langsung kepada peserta.
Bisakah sepeda trek dipakai bersepeda di jalan raya Surabaya?
Tidak bisa. Sepeda trek dibuat untuk lintasan tertutup, dan tanpa rem ia berbahaya di jalan yang punya persimpangan, lampu merah, serta kendaraan yang berhenti mendadak. Edubia tidak memberi pekerjaan rumah yang menuntut sepeda trek keluar dari lintasan; latihan mandiri berjalan di sepeda statis atau sepeda jalan raya yang remnya lengkap.
Kenapa melambat di bagian lintasan yang miring justru dilarang?
Yang menahan sepeda di bidang miring adalah gaya yang lahir dari kecepatannya sendiri. Begitu kecepatannya turun, dukungan itu berkurang dan sepeda merosot ke bawah sementara pedal tetap menuntut kaki bergerak. Peserta yang lelah diminta turun dulu ke jalur bawah, baru mengurangi kecepatan di sana.
Seberapa sering sebaiknya peserta berlatih di lintasan?
Delapan sesi sebulan dipakai peserta yang menyiapkan lomba, sementara empat sesi sebulan lazim untuk peserta yang berlatih di luar jam kerja. Jam lintasan yang tersedia sering menjadi penentunya, sebab lintasan dipakai bergantian dengan kelompok lain pada jam tertentu.
Peserta dari luar Kota Surabaya bisa ikut?
Bisa. Yang menentukan adalah lama perjalanan peserta menuju lintasan. Peserta dari Waru, Gedangan, dan Sedati umumnya mengambil satu sesi panjang di akhir pekan, sementara peserta dari Rungkut, Gunung Anyar, dan Tenggilis Mejoyo lebih leluasa memilih jam hari kerja.
Apa saja yang dicatat pelatih sesudah tiap sesi?
Jumlah putaran yang ditempuh, pilihan gigi hari itu berikut alasannya, jumlah putaran yang terpakai ketika peserta melambat sampai berhenti, dan ketinggian jalur yang dipakai. Catatan itu diserahkan kepada peserta atau walinya, dan angkanya menjadi titik mula sesi berikutnya.
Kalau gaya melatih pelatihnya kurang cocok, apa yang bisa dilakukan?
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan. Catatan putaran dan pilihan gigi peserta diserahkan kepada pelatih penggantinya, sehingga sesi berikutnya berangkat dari angka yang sama. Permintaan itu dibicarakan lewat WhatsApp di 0821-3617-6381 dan dijalankan sebelum sesi berikutnya berjalan.
Rasio gigi bisa diubah saat peserta sedang berputar di lintasan?
Tidak bisa. Sepeda trek memakai satu gigi yang terpasang mati, dan menggantinya menuntut perkakas di tepi lintasan. Karena itu pilihannya dibicarakan sebelum peserta berangkat, dengan menimbang panjang latihan hari itu dan batas putaran kaki per menit yang sanggup dijaga peserta.
Daftar Hari Ini
Jadwalkan sesi balap sepeda trek pertama Anda
Tutor balap sepeda trek bisa diganti kalau belum cocok. Konsultasinya gratis, keputusannya tetap di tangan Anda.