4,9/5 · 1.200 ulasan · Pelajar sampai Dewasa
Les Menulis di Surabaya
Les menulis Edubia Surabaya melatih dasar menulis: kalimat yang jelas, paragraf yang rapi, dan urutan gagasan. Satu tutor menemani satu peserta 90 menit tiap sesi, di rumah atau daring, memakai tulisan peserta sendiri sebagai bahan tiap pertemuan.
Menulis privat di Surabaya: ringkasnya
Les menulis Edubia Surabaya melatih dasar menulis: kalimat yang jelas, paragraf yang rapi, dan urutan gagasan. Satu tutor menemani satu peserta 90 menit tiap sesi, di rumah atau daring, memakai tulisan peserta sendiri sebagai bahan tiap pertemuan.
Konsultasi dan DaftarFakta Program
- Lembaga penyelenggara
- Edubia, les privat personal di Surabaya dengan area layanan Sidoarjo
- Bidang
- Keterampilan menulis umum: kalimat, paragraf, dan susunan gagasan
- Materi yang dipelajari
- Kalimat tunggal, kata kerja, kalimat pasif, paragraf, penyusunan gagasan, penyuntingan, ejaan, dan tanda baca
- Tutor pengampu
- Tutor menulis yang dicocokkan tim Edubia dengan jenis tulisan peserta
- Format Sesi
- Satu tutor menemani satu peserta, tatap muka di rumah atau daring
- Durasi sesi
- 90 menit, umumnya sekali sepekan
- Jumlah peserta
- 1 orang per sesi
- Biaya
- Mulai Rp190.400 per sesi, sampai Rp303.800 untuk peserta dewasa
- Jadwal
- Tiap hari, pukul 07.00 sampai 21.00
- Tempat belajar
- Rumah peserta, ruang belajar Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, atau daring
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
- Tingkat
- Pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, serta orang dewasa
- Peralatan dan bahan
- Disiapkan peserta, di luar tarif sesi
Cara kami bekerja
Apa yang kami pastikan sebelum menugaskan tutor menulis?
Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi menulis pertama di Surabaya.
Perkembangan menulis dicatat tiap sesi
Sesudah pertemuan wali menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.
Tutor kelas menulis datang ke rumah
Sesi berjalan di rumah Anda di Surabaya, di co-learning space partner, atau online bila cuaca dan jadwal menuntut.
Garansi ganti tutor
Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor menulis diganti tanpa biaya tambahan.
Peserta yang cocok
Les menulis ini cocok untuk peserta seperti apa
Peserta yang cocok
- Pelajar SMP atau SMA yang tugas menulisnya sering kembali dengan catatan tentang kalimat yang berputar
- Mahasiswa yang isi tulisannya sudah ada sementara urutannya belum tersusun
- Pekerja yang laporan atau notulennya sering ditanya ulang isinya oleh pembacanya
- Orang yang ingin menulis untuk dirinya sendiri lalu berhenti di paragraf kedua
- Peserta yang sudah mencoba panduan menulis daring dan butuh pembaca yang menanggapi naskahnya sendiri
- Peserta yang bisa menyediakan sekitar satu jam per pekan untuk tugas menulis di luar sesi
Tahap demi tahap
Perjalanan peserta les menulis dari pertemuan pertama
Perkiraan di bawah memakai ritme sekali sepekan. Peserta yang mengerjakan tugas pendek di antara pertemuan umumnya bergerak lebih cepat daripada perkiraan ini.
- 01
Membaca naskah bersama
Pekan 1Peserta membawa satu tulisan yang sedang dikerjakan. Tutor membacanya, menandai tiga hal, lalu menyepakati sasaran empat pertemuan pertama.
- 02
Membereskan urusan kalimat
Pekan 2 sampai 4Latihan berpusat pada satu kalimat: memotong yang panjang, mengembalikan subjek, memilih kata kerja. Tugas rumahnya satu paragraf tiap pekan.
- 03
Menyusun paragraf yang utuh
Pekan 5 sampai 8Peserta menulis paragraf berkalimat pembuka yang menanggung isinya, lalu berlatih memindahkan kalimat antar-paragraf dan menilai hasilnya.
- 04
Mengurutkan gagasan sebelum menulis
Pekan 9 sampai 12Bahan dikumpulkan, dikelompokkan, lalu diurutkan sebelum menulis. Peserta menyelesaikan satu tulisan utuh mulai dari tahap pengumpulan.
- 05
Menyunting naskah sendiri
Pekan 13 ke atasPeserta menyunting naskahnya lebih dulu, dan tutor memeriksa hasil suntingan itu. Peran tutor bergeser menjadi pembaca kedua.
- 06
Menulis tanpa pendamping harian
LanjutanPeserta memegang lembar periksa pribadinya berikut kebiasaan menulis hariannya. Sesi lanjutan dipakai berkala saat ada naskah yang menuntut perhatian.
Kelebihan les ini
Yang membuat sesi menulis terasa beda
Perhatian penuh pada satu naskah
Sepanjang 90 menit tutor hanya membaca satu tulisan, sehingga kekeliruan yang berulang bisa ditunjukkan berkali-kali sampai peserta mengenalinya sendiri.
Tempo mengikuti peserta
Peserta yang butuh empat pertemuan untuk urusan paragraf mendapat empat pertemuan. Materi berikutnya menunggu, dan tak ada rombongan yang berjalan meninggalkannya.
Berlatih di meja sendiri
Tutor datang ke rumah, jadi peserta berlatih di meja, kursi, dan perangkat yang ia pakai sehari-hari untuk menulis.
Jejak perbaikan bisa dibaca ulang
Versi awal naskah disimpan berdampingan dengan versi perbaikannya, sehingga peserta bisa membaca ulang kemajuannya kapan saja.
Fleksibel
3 format kelas menulis di Edubia
Tutor kelas menulis datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Cakupan
Yang didapat peserta les menulis privat Edubia
- Sesi 90 menit satu tutor satu peserta Tutor datang ke alamat peserta di Surabaya atau Sidoarjo, atau sesi berjalan daring dengan naskah dibaca berdua di satu layar.
- Naskah peserta sebagai bahan latihan Tugas sekolah, laporan kerja, atau catatan pribadi yang sedang dikerjakan dibaca dan diperbaiki di dalam pertemuan.
- Tugas menulis pendek tiap pekan Satu paragraf, satu ringkasan, atau satu surat singkat, dikerjakan di rumah lalu dibahas di pertemuan berikutnya.
- Lembar periksa kekeliruan pribadi Daftar hal yang berulang di naskah peserta sendiri, bertambah tiap pertemuan dan dipakai sebelum naskah dikirim ke pembacanya.
- Catatan kemajuan tiap naskah Apa yang sudah diperbaiki, apa yang masih berulang, dan sasaran satu pertemuan berikutnya, tercatat dan bisa dibaca peserta.
- Bacaan pendek pilihan tutor Satu kolom, satu bab, atau satu surat resmi yang dibaca untuk memperhatikan cara kalimatnya dibangun.
- Penggantian tutor tanpa biaya tambahan Bila cara kerja tutor belum cocok, tim Edubia mengganti tutor dan catatan kemajuan peserta ikut berpindah.
- Pilihan tempat belajar Rumah peserta, ruang belajar Edubia di Tambaksari atau Wonocolo dengan tambahan Rp15.000 per sesi, atau sesi daring.
Susunan materi
Susunan materi les menulis dan hambatan khasnya
Tiap tingkat punya hambatan yang berulang di banyak peserta. Daftar di bawah menyebut hambatannya lebih dulu, lalu cara tutor menanganinya di dalam sesi.
- 1
Kalimat tunggal yang jelas
Pertemuan awalYang dibahas. Menemukan subjek dan predikat, menguji kalimat dengan pertanyaan siapa melakukan apa, lalu memeriksa apakah keduanya masih ada setelah kalimat diperpanjang.
Jebakan umum. Peserta menyangka kalimat panjang terdengar lebih pandai, lalu menambah anak kalimat sampai subjeknya hilang di baris ketiga.
Cara tutor. Tutor meminta peserta membaca kalimat itu nyaring dalam satu napas. Tempat napas habis ditandai, kalimat dipotong di situ, lalu dibaca ulang.
- 2
Kata kerja yang menanggung makna
Latihan berulangYang dibahas. Memilih satu kata kerja yang tepat, mengurangi tumpukan kata sifat, dan mengenali kata kerja yang dilemahkan imbuhan berlapis.
Jebakan umum. Tiga kata sifat berderet dipakai untuk menutupi kata kerja yang lemah, dan kalimatnya jadi panjang tanpa menambah keterangan.
Cara tutor. Peserta menghapus semua kata sifat di satu paragraf, membacanya lagi, lalu mengembalikan hanya yang hilang maknanya. Biasanya kembali satu atau dua.
- 3
Kalimat pasif dan pelakunya
Laporan kerjaYang dibahas. Mengenali bentuk pasif, menimbang kapan pelaku boleh ditinggalkan, dan mengubah pasif jadi aktif tanpa menggeser maksud kalimat.
Jebakan umum. Peserta memakai pasif di seluruh laporan karena terdengar resmi, dan pembaca kehilangan siapa yang mengerjakan apa.
Cara tutor. Tutor menandai lima kalimat pasif di naskah peserta. Peserta menulis versi aktifnya, lalu memilih sendiri versi mana yang dipakai berikut alasannya.
- 4
Paragraf berisi satu gagasan
Pertemuan tengahYang dibahas. Menulis kalimat pembuka yang menanggung isi paragraf, menjaga kalimat sesudahnya tetap pada gagasan itu, dan memutuskan kapan paragraf berakhir.
Jebakan umum. Satu paragraf memuat dua atau tiga gagasan sekaligus, dan pembaca kehilangan mana yang sedang dibicarakan.
Cara tutor. Peserta menuliskan isi tiap paragraf dalam satu frasa di pinggir halaman. Paragraf yang butuh dua frasa dipecah menjadi dua.
- 5
Peralihan antar-paragraf
Pertemuan tengahYang dibahas. Menghubungkan paragraf lewat pengulangan kata yang sama, urutan waktu, atau pertanyaan yang dijawab paragraf berikutnya.
Jebakan umum. Kata sambung dipasang di awal tiap paragraf sebagai tempelan, sementara isi kedua paragraf belum berhubungan.
Cara tutor. Tutor menutup kata sambungnya, lalu bertanya apakah kedua paragraf masih terbaca berurutan. Kalau belum, urutannya yang diperbaiki.
- 6
Penyuntingan naskah sendiri
Dipakai tiap naskahYang dibahas. Memberi jeda sebelum menyunting, membaca nyaring, memangkas kata yang tak bekerja, dan memeriksa naskah dua kali dengan sasaran berbeda.
Jebakan umum. Peserta menyunting sambil menulis, sehingga paragraf pembuka ditulis ulang belasan kali dan naskahnya tak pernah selesai.
Cara tutor. Draf ditulis sampai habis tanpa disunting. Penyuntingan dijadwalkan sebagai kegiatan terpisah, sekurang-kurangnya beberapa jam sesudahnya.
- 7
Ejaan dan tanda baca
Pertemuan akhirYang dibahas. Awalan di- dan kata depan di, kata baku yang sering tertukar, huruf kapital pada nama diri, serta pemakaian koma.
Jebakan umum. Kekeliruan yang sama berulang di tiap naskah karena peserta belum tahu bahwa hal itu keliru.
Cara tutor. Peserta menyimpan daftar kekeliruan pribadinya, ditambah tiap pertemuan. Daftar itu dipakai sebagai lembar periksa sebelum naskah dikirim.
Apa yang dilatih di les privat menulis Edubia Surabaya
Les menulis Edubia melatih keterampilan yang dipakai sebelum sebuah tulisan punya nama genre: menyusun kalimat yang subjek dan predikatnya terbaca, membangun paragraf berisi satu gagasan, dan mengurutkan bahan sebelum kalimat pertama diketik. Sesi berlangsung 90 menit, satu tutor menemani satu peserta, di rumah peserta di Surabaya atau lewat sesi daring.
Peserta yang datang membawa keluhan yang mirip satu sama lain. Tugas sekolah kembali dengan catatan guru bahwa isinya kurang jelas, tanpa penjelasan lanjutan. Laporan kerja dibaca atasan lalu ditanya ulang isinya. Catatan pribadi berhenti di paragraf kedua karena penulisnya sendiri bingung mau ke mana. Ketiganya bertemu di titik yang sama: kalimat yang belum bekerja dan urutan yang belum diputuskan.
Tutor tidak mengajar dari buku latihan umum. Bahan sesi adalah tulisan peserta sendiri, entah tugas yang belum dikumpulkan, laporan bulanan, catatan harian, atau surat yang sulit diselesaikan. Naskah itu dibaca berdua, ditandai di bagian yang membuat pembaca berhenti, lalu ditulis ulang di tempat. Isi naskah peserta tetap tinggal di antara peserta dan tutor yang mengampunya.
Materi disusun dari satuan terkecil ke satuan yang lebih besar, dan tingkat baru dibuka setelah tingkat sebelumnya terasa ringan. Peserta yang sudah nyaman dengan kalimat boleh langsung masuk ke urusan paragraf; tutor memeriksanya lewat satu tulisan contoh di pertemuan pertama. Enam butir di bawah adalah bentuk lengkapnya, dan tiap peserta memasukinya dari titik yang berbeda.
Ringkasnya
Susunan materi les menulis dari kalimat sampai paragraf
Kalimat yang punya pelaku
Menemukan subjek dan predikat di kalimat sendiri, lalu mengujinya dengan pertanyaan sederhana: siapa melakukan apa. Latihan pertama biasanya memakai kalimat peserta yang panjangnya melebihi tiga baris.
Memotong kalimat panjang
Kalimat yang kehilangan subjeknya di tengah jalan dipotong jadi dua atau tiga. Peserta berlatih menandai titik potong sendiri sebelum tutor menyampaikan pendapatnya.
Kata kerja yang bekerja
Mengganti deretan kata sifat dengan satu kata kerja yang menanggung maksudnya. Peserta membandingkan dua versi kalimatnya sendiri lalu memilih yang lebih cepat dipahami.
Memilih bentuk aktif atau pasif
Mengenali kapan bentuk pasif memang tepat, misalnya saat pelakunya tak penting, dan kapan ia membuat pembaca kehilangan siapa yang bertanggung jawab.
Menjaga paragraf tetap satu urusan
Menulis kalimat pembuka yang menanggung isi paragraf, lalu memeriksa apakah kalimat sesudahnya masih membicarakan hal yang sama.
Menyambung paragraf tanpa tempelan
Menghubungkan paragraf tanpa kata sambung yang dipaksakan. Peserta berlatih memindahkan satu kalimat ke ujung paragraf sebelumnya lalu melihat efeknya.
Cara tutor les menulis memeriksa kalimat peserta
Pertemuan dibuka dengan membaca. Peserta membacakan satu paragraf tulisannya sendiri dengan suara terdengar, dan tutor mendengarkan sambil menandai tempat napas peserta habis. Titik itu hampir selalu sama dengan tempat pembaca nanti berhenti. Cara ini dipakai karena mata penulis sudah hafal kalimatnya sendiri, sementara telinganya belum.
Sesudah itu tutor memberi tanda pada tiga hal saja, tak lebih. Terlalu banyak coretan membuat peserta menutup naskahnya lalu berhenti menulis selama sepekan. Ketiga tanda dipilih menurut hal yang berulang di naskah tersebut: subjek yang menghilang, kata kerja yang dilemahkan imbuhan berlapis, atau paragraf yang memuat dua gagasan sekaligus.
Perbaikan dikerjakan di tempat, di pertemuan yang sama. Peserta menulis ulang satu kalimat, membacanya lagi, lalu membandingkannya dengan versi awal yang sengaja tidak dihapus. Dua versi yang berdampingan itulah yang mengajarkan, sebab peserta melihat sendiri apa yang berubah. Sepanjang proses itu naskah peserta tetap berada di tangan tutor pengampu saja.
Detail
Keunggulan les privat menulis yang dirasakan peserta
Enam hal ini yang membuat sesi menulis terasa berbeda saat tutor duduk di meja peserta.
Bahan sesi adalah naskah peserta
Tutor membaca tulisan yang sedang dikerjakan peserta, jadi latihan langsung mengenai kalimat yang bermasalah di pekerjaan nyata.
Kerahasiaan naskah dijaga
Naskah peserta hanya dibaca tutor pengampu, tidak dipakai sebagai contoh di kelas lain, dan tidak dibagikan tanpa izin tertulis.
Tugas pendek di antara pertemuan
Satu paragraf atau satu ringkasan dikerjakan di rumah lalu dibahas di pertemuan berikutnya, sehingga latihan berjalan terus di luar sesi.
Sesi daring tanpa kehilangan bahan
Bahan sesi menulis berupa teks, jadi naskah bisa dibaca berdua di satu layar dengan hasil yang setara dengan duduk berhadapan.
Tutor dipilihkan tim Edubia
Tim mencocokkan jenis tulisan peserta dengan tutor yang biasa menanganinya. Bila belum cocok, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan.
Catatan kemajuan per naskah
Tiap naskah yang dibahas dicatat: apa yang sudah diperbaiki, apa yang masih berulang, dan sasaran satu pertemuan berikutnya.
Kalimat pasif di kelas menulis dan pelaku yang hilang
Bentuk pasif punya tempatnya. Di dalam laporan, kalimat sampel diambil pada pagi hari memang terdengar lebih wajar, sebab yang penting sampelnya, dan siapa yang mengambil sudah jelas dari konteks. Peserta belajar mengenali situasi semacam itu supaya berhenti menghindari bentuk pasif secara membabi.
Kesulitan muncul saat pasif dipakai untuk menyembunyikan pelaku. Kalimat kesalahan telah dilakukan memberi tahu pembaca bahwa ada kesalahan, sambil menahan keterangan tentang siapa yang melakukannya. Di laporan kerja, kalimat semacam ini membuat atasan bertanya ulang, dan pertanyaan ulang itulah yang membuat sebuah laporan terasa sulit dibaca.
Latihannya sederhana dan dikerjakan bergantian. Tutor mengambil satu kalimat pasif dari naskah peserta, peserta mengubahnya jadi aktif dengan pelaku yang disebutkan, lalu keduanya menimbang versi mana yang lebih jujur untuk keperluan tulisan itu. Kadang jawabannya tetap bentuk pasif, dan kali ini peserta memilihnya dengan alasan yang bisa ia sebutkan.
Banyak peserta datang dengan keyakinan bahwa menulis dimulai dari kalimat pertama. Di sesi ini urutannya digeser: bahan dikumpulkan dulu, dikelompokkan, baru diurutkan. Peserta yang terbiasa macet di paragraf pembuka biasanya menemukan bahwa macetnya berasal dari bahan yang belum lengkap.
Lebih dekat
Latihan menyusun gagasan sebelum sesi menulis dimulai
Mengumpulkan bahan lebih dulu
Peserta menuliskan semua yang ia tahu tentang topiknya dalam potongan pendek, tanpa menyusunnya. Tahap ini sengaja berantakan supaya tak ada yang tertinggal.
Mengelompokkan potongan
Potongan yang membicarakan hal serupa dikumpulkan jadi satu tumpukan. Tiap tumpukan diberi nama oleh peserta sendiri, dan nama itu sering menjadi kalimat pembuka paragrafnya.
Memutuskan urutan
Tumpukan diurutkan menurut apa yang perlu diketahui pembaca lebih dulu. Peserta menguji urutannya dengan membacakan nama tiap tumpukan berturut-turut.
Menyisihkan yang tak terpakai
Tumpukan yang tak masuk ke urutan disisihkan, tidak dihapus. Bahan itu sering terpakai di tulisan berikutnya, dan menyimpannya mengurangi rasa sayang saat memangkas.
Menulis draf pertama tanpa berhenti
Draf pertama ditulis cepat dan sengaja dibiarkan buruk. Peserta menahan diri dari menyunting sampai draf selesai, sebab menyunting terlalu awal membuat paragraf pembuka ditulis ulang belasan kali.
Menyunting tulisan sendiri bersama tutor menulis
Penulis buta terhadap kalimatnya sendiri, dan itu wajar. Kepala penulis membaca apa yang ia maksudkan, sementara pembaca hanya menerima apa yang tertulis. Jarak antara keduanya bisa dipendekkan dengan tiga cara sederhana, dan ketiganya dilatih berulang di sesi penyuntingan.
Cara pertama adalah memberi jeda. Naskah yang baru selesai ditinggalkan semalam, atau sekurang-kurangnya beberapa jam, sebelum dibaca lagi. Cara kedua adalah membaca nyaring, sebab mulut lebih jujur daripada mata. Cara ketiga adalah memangkas kata yang tak bekerja: pengulangan, penebal yang tak menambah keterangan, dan anak kalimat yang hanya mengulang induknya.
Peserta membawa satu naskah lama ke sesi ini, tulisan yang sudah dianggap selesai berbulan sebelumnya. Naskah lama memberi jarak yang tak bisa dibuat-buat, dan peserta biasanya menemukan sendiri lima sampai sepuluh kata yang bisa hilang tanpa mengurangi maksudnya. Sesudah itu tutor memperlihatkan pola yang berulang di naskah tersebut, supaya peserta mengenalinya sendiri di naskah berikutnya.
Kekeliruan ejaan jarang membuat tulisan gagal dipahami, dan justru karena itu ia sering dibiarkan. Pembaca yang menemukan tiga kekeliruan di halaman pertama akan membaca sisanya dengan lebih curiga, sementara penulisnya kehilangan kepercayaan yang belum sempat ia dapatkan. Enam butir di bawah adalah yang berulang di naskah peserta.
Catatan penting
Ejaan dan tanda baca yang sering dibahas di sesi les menulis
Awalan di- yang menempel dan di yang terpisah
Awalan di- menempel pada kata kerja, misalnya ditulis dan dibaca. Kata depan di berdiri sendiri sebelum nama tempat, misalnya di rumah dan di Gubeng. Peserta mengujinya dengan mengganti di menjadi ke.
Kata baku yang sering tertukar
Bentuk seperti praktik, izin, analisis, dan silakan sering tertukar dengan versi lisannya. Peserta menyusun daftar kata yang ia sendiri sering keliru lalu menempelnya di meja kerja.
Huruf kapital pada nama diri
Nama diri berhuruf besar, nama jenis tidak. Peserta berlatih pada nama jabatan, nama hari, dan nama tempat yang muncul di tulisannya sendiri.
Koma sebelum kata sambung
Koma dipakai sebelum tetapi dan sedangkan, dan ditinggalkan sebelum dan pada rincian pendek. Peserta membaca kalimatnya nyaring untuk mendengar letak jedanya.
Kalimat yang kelebihan koma
Koma yang dipakai menyambung dua kalimat utuh membuat pembaca kehilangan batas. Peserta menggantinya dengan titik lalu memeriksa apakah maksudnya tetap utuh.
Imbuhan yang menumpuk
Bentuk seperti mengakibatkan terjadinya bisa dipendekkan tanpa kehilangan maksud. Peserta berlatih memilih satu kata kerja yang menanggung seluruh pekerjaan kalimat.
Kebiasaan menulis harian yang dijaga di antara sesi les
Keterampilan menulis tumbuh dari jam terbang, dan jam terbang tidak muncul dari pertemuan mingguan saja. Karena itu tiap sesi ditutup dengan satu tugas pendek yang dikerjakan di rumah: satu paragraf, satu surat singkat, atau satu ringkasan tiga kalimat dari bacaan hari itu. Tugas tersebut dibahas di pertemuan berikutnya.
Sasaran hariannya sengaja kecil. Peserta yang menargetkan seribu kata sehari biasanya berhenti di hari keempat, sementara peserta yang menargetkan satu paragraf hampir selalu menulis lebih banyak setelah duduk. Ukuran kecil membuat langkah pertama terasa ringan, dan langkah pertama itulah bagian yang berat.
Kemacetan tetap datang, dan peserta punya beberapa cara menanganinya. Salah satunya menulis dari tengah, melewati paragraf pembuka yang belum jelas. Yang lain menulis kalimat jelek dengan sengaja supaya halaman berhenti kosong. Tutor menanyakan kabar tugas itu di awal tiap pertemuan, dan pertanyaan rutin itulah yang membuat kebiasaannya bertahan.
Membaca sebagai bahan sesi les menulis
Penulis yang berhenti membaca akan kehabisan bentuk kalimat. Karena itu sesi menulis selalu membawa satu bacaan pendek, dipilih tutor menurut jenis tulisan yang sedang dikerjakan peserta. Bacaannya bisa satu kolom opini, satu bab buku, atau satu surat resmi yang tersusun rapi.
Cara membacanya berbeda dari cara orang membaca sehari-hari. Peserta diminta memperhatikan bagaimana kalimatnya dibangun: di mana penulisnya memilih kalimat pendek, kapan ia memakai kalimat panjang dengan sengaja, bagaimana satu paragraf berpindah ke paragraf berikutnya tanpa terasa patah. Peserta menyalin dua kalimat yang ia sukai lalu menuliskan alasannya di sebelahnya.
Kalimat salinan itu tinggal di buku latihan dan tidak masuk ke tulisan peserta. Yang dibawa pulang bentuknya: panjang napasnya, letak jedanya, cara penulisnya menahan keterangan sampai akhir kalimat. Setelah beberapa pekan peserta mulai mengenali bentuk yang cocok dengan cara ia berpikir, dan pilihan itu terbawa ke tulisannya sendiri.
Biaya les menulis privat dan pilihan tempat belajar
Biaya les menulis Edubia mulai Rp190.400 per sesi untuk peserta jenjang sekolah, dengan sesi 90 menit sekali sepekan dan tutor datang ke alamat peserta. Panjang 90 menit dipakai karena satu sesi menulis perlu memuat tiga pekerjaan sekaligus: membaca naskah peserta, menulis ulang bagian yang ditandai, dan menyiapkan tugas berikutnya.
Peserta dewasa yang menggarap tulisan kerja berada di tarif berbeda, sampai Rp303.800 per sesi untuk durasi dan ritme yang sama. Angka itu berlaku untuk sesi di alamat peserta. Sesi daring lebih ringan karena komponen perjalanan tutor tidak ditagih, dan les menulis hampir tak kehilangan apa pun saat berjalan daring, sebab bahannya teks yang bisa dibaca berdua di satu layar.
Belajar di luar rumah juga terbuka. Edubia punya dua ruang belajar di Surabaya, di Tambaksari dan di Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi per orang di atas tarif les. Pilihan ini dipakai peserta yang di rumahnya sulit menemukan meja tenang, dan menulis memang menuntut meja yang tenang selama satu setengah jam penuh.
Tutor menulis Edubia berangkat ke alamat peserta di seluruh Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Jarak memengaruhi jam yang bisa ditawarkan, jadi peserta di wilayah yang jauh dari pusat kota umumnya mengambil jam sore atau malam. Perkiraan jam berangkat disampaikan tim sebelum jadwal dikunci.
Inti bahasan
Wilayah les menulis yang dijangkau tutor Edubia
Sisi timur kota
Gubeng, Sukolilo, Rungkut, Mulyorejo, Tambaksari, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar. Wilayah kampus dan perumahan, banyak diisi peserta mahasiswa serta pekerja muda.
Pusat dan sisi selatan
Genteng, Tegalsari, Bubutan, Wonokromo, Wonocolo, Jambangan, Gayungan, dan Dukuh Pakis. Kantor Edubia sendiri berada di Tegalsari.
Sisi barat dan utara
Sukomanunggal, Tandes, Lakarsantri, Sambikerep, Benowo, Krembangan, Semampir, Pabean Cantian, dan Kenjeran.
Kabupaten Sidoarjo
Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Sukodono, Krian, Wonoayu, dan Tanggulangin. Peserta di Waru dan Gedangan kerap memilih sesi sore setelah jam kerja.
Jadwal sesi les menulis dan ritme yang dipakai peserta
Sesi les menulis dibuka tiap hari, dari pukul 07.00 sampai 21.00. Peserta pelajar biasanya mengambil jam sesudah sekolah atau akhir pekan, sedangkan peserta yang bekerja memilih malam hari atau Sabtu pagi. Jam yang sudah dipilih dikunci sebagai jadwal tetap, dan perubahan mendadak diberitahukan sehari sebelumnya supaya tutor bisa mengatur perjalanannya.
Ritme sekali sepekan dipakai karena tulisan butuh diendapkan. Tugas yang diberikan hari Selasa dikerjakan pada Rabu atau Kamis, lalu didiamkan dua hari sebelum dibaca ulang di pertemuan berikutnya. Jeda tersebut bagian dari latihan menyunting, dan ia hilang kalau dua sesi ditempatkan berdekatan.
Peserta yang mengejar tenggat boleh menambah menjadi dua sesi sepekan untuk sementara. Bentuk ini umumnya dipakai selama tiga sampai empat pekan, lalu kembali ke ritme semula. Peserta yang berhenti sementara karena ujian atau perjalanan kerja bisa menjeda jadwalnya, dan slot jamnya ditahan bila pemberitahuannya masuk lebih dari sepekan sebelumnya.
Peserta les menulis: pelajar, mahasiswa, dan pekerja
Tiga jenis peserta berulang di kelas menulis Edubia. Yang pertama pelajar SMP dan SMA yang tugasnya kembali dengan catatan tentang kalimat yang berputar. Isinya biasanya sudah ada, dan yang belum tersusun adalah urutannya. Tutor memakai tugas sekolah yang sedang berjalan sebagai bahan sesi supaya latihannya langsung terpakai.
Yang kedua orang yang bekerja dan menulis untuk dibaca orang lain: laporan bulanan, notulen, surat penawaran, atau catatan serah terima. Keluhan mereka jarang menyangkut tata bahasa. Yang menyulitkan umumnya panjang kalimat dan urutan keterangan, dua hal yang membuat pembaca bertanya ulang sebelum sampai ke halaman kedua.
Yang ketiga orang yang menulis untuk dirinya sendiri: buku harian, catatan perjalanan, surat untuk keluarga, atau tulisan yang disimpan tanpa niat diterbitkan. Kelompok ini datang tanpa tenggat, dan justru karena itu ritme sepekan sekali menolong. Keterampilan yang sama nantinya terpakai di tulisan bergenre apa pun, dan urusan genre memang dibereskan belakangan.
Pendaftaran dimulai dari percakapan singkat tentang tulisan apa yang sedang menyulitkan. Tim Edubia menanyakan contoh naskah, jenjang peserta, dan wilayah rumah di Surabaya atau Sidoarjo, lalu memilihkan tutor yang cocok. Peserta tidak memilih tutor sendiri; pencocokan dikerjakan tim supaya jenis tulisan peserta bertemu tutor yang biasa menanganinya.
Selengkapnya
Cara mendaftar les menulis privat di Surabaya
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Ceritakan tulisan yang sedang macet
Hubungi tim Edubia lewat WhatsApp, sebutkan jenis tulisan yang sedang dikerjakan, tenggatnya, dan bagian yang terasa berat.
-
Kirim satu contoh naskah
Satu halaman sudah cukup. Naskah dipakai memperkirakan titik mulai, dan sesudah pencocokan hanya dibaca tutor yang kelak mengampu.
-
Pilih durasi dan ritme sesi
Sesi 90 menit sekali sepekan adalah bentuk yang umum untuk les menulis, sebab tugas menulis butuh jeda beberapa hari sebelum dibahas.
-
Jalani pertemuan pertama
Tutor datang ke alamat peserta, atau sesi berjalan daring lewat berbagi layar naskah. Pertemuan pertama dipakai menandai kebiasaan menulis peserta.
-
Atur ulang bila belum cocok
Beri tahu tim Edubia lewat WhatsApp, dan penggantian tutor dikerjakan tanpa biaya tambahan. Catatan kemajuan ikut berpindah ke tutor penerus.
Program Terkait
Program pendamping les menulis yang layak dilihat
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan siswa les menulis di Surabaya?
Apa saja yang dipelajari di les menulis Edubia Surabaya?
Les menulis Edubia melatih keterampilan dasar yang terpakai sebelum jenis tulisannya ditentukan: menyusun kalimat yang subjek dan predikatnya terbaca, memilih kata kerja yang menanggung makna, mengenali kapan bentuk pasif tepat dipakai, membangun paragraf berisi satu gagasan, mengurutkan bahan sebelum menulis, menyunting naskah sendiri, serta ejaan dan tanda baca yang sering keliru. Semuanya dilatih memakai tulisan peserta sendiri, jadi hasil latihannya langsung terpakai pada naskah yang sedang dikerjakan.
Berapa biaya les menulis privat di Surabaya?
Biaya mulai Rp190.400 per sesi untuk peserta jenjang sekolah, dengan sesi 90 menit dan tutor datang ke alamat peserta. Peserta dewasa yang menggarap tulisan kerja berada sampai Rp303.800 per sesi untuk durasi yang sama. Sesi daring lebih ringan karena komponen perjalanan tutor tidak ditagih. Bila peserta memilih belajar di ruang belajar Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, ada tambahan Rp15.000 per sesi per orang di atas tarif les.
Kenapa sesi les menulis dipasang 90 menit dan sekali sepekan?
Satu sesi menulis perlu memuat tiga pekerjaan: membaca naskah peserta, menulis ulang bagian yang ditandai di tempat, dan menyiapkan tugas berikutnya. Enam puluh menit biasanya habis di pekerjaan pertama. Ritme sekali sepekan dipakai karena tulisan butuh diendapkan; tugas yang ditulis Rabu baru terbaca jujur pada Sabtu, dan jeda itu bagian dari latihan menyunting. Peserta yang mengejar tenggat boleh menambah menjadi dua sesi sepekan untuk sementara.
Apakah tulisan saya dibaca orang lain selain tutor?
Naskah peserta hanya dibaca tutor yang mengampu sesinya. Tim Edubia melihat satu contoh naskah saat pencocokan tutor di awal, lalu berhenti di situ. Tulisan peserta tidak dipakai sebagai contoh di kelas lain, tidak ditayangkan di media mana pun, dan tidak dibagikan tanpa izin tertulis. Aturan ini dipegang karena banyak naskah yang dibawa ke sesi bersifat pribadi: catatan harian, surat keluarga, atau laporan kerja yang belum diserahkan.
Saya belum punya tulisan apa pun, apakah tetap bisa ikut?
Bisa. Pertemuan pertama dipakai menulis di tempat: satu paragraf tentang hal yang peserta kuasai, ditulis dalam lima belas menit tanpa disunting. Paragraf itu cukup untuk memperlihatkan kebiasaan menulis peserta, termasuk panjang kalimat yang biasa dipakai dan tempat kalimatnya melebar. Sesudahnya tutor menyiapkan bahan latihan yang sesuai. Peserta yang datang tanpa naskah sering bergerak cepat, sebab tak ada kebiasaan lama yang perlu dibongkar dulu.
Rumah saya di Lakarsantri, apakah masih terlayani?
Terlayani. Tutor menulis Edubia berangkat ke alamat peserta di 31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo, termasuk Lakarsantri, Benowo, dan Sambikerep di sisi barat. Yang berubah menurut jarak hanyalah jam yang bisa ditawarkan: alamat yang jauh dari pusat kota umumnya mendapat pilihan sore atau malam. Perkiraan jam berangkat tutor disampaikan tim sebelum jadwal dikunci, jadi peserta tahu sejak awal.
Bagaimana sesi menulis berjalan kalau dilakukan daring?
Bahan sesi menulis berupa teks, jadi hampir tak ada yang hilang saat sesi berjalan daring. Naskah dibuka berdua di satu layar, tutor menandai bagian yang dibahas, dan peserta menulis ulang kalimatnya sambil disaksikan. Membaca nyaring tetap dikerjakan lewat suara. Yang berbeda hanya soal kebiasaan: peserta daring perlu menyiapkan naskahnya sebelum sesi dimulai supaya waktu tidak habis untuk mencari berkas.
Anak saya kelas 8 dan tulisannya berputar-putar, apakah program ini cocok?
Cocok. Pelajar SMP termasuk kelompok yang rutin mengisi kelas menulis Edubia. Tulisan yang berputar biasanya lahir dari urutan yang belum diputuskan, jadi latihan pertama diarahkan ke penyusunan bahan sebelum menulis. Tutor memakai tugas sekolah yang sedang berjalan sebagai bahan sesi, sehingga latihan dan nilai tugas bergerak bersama. Sesi dijadwalkan sesudah jam sekolah atau akhir pekan, dan tugas menulis di rumah dibuat pendek supaya tidak menambah beban.
Apa yang perlu disiapkan sebelum pertemuan pertama?
Cukup tiga hal. Satu naskah yang sedang dikerjakan atau satu tulisan lama yang sudah dianggap selesai, alat tulis atau perangkat yang biasa dipakai menulis, dan meja yang cukup tenang selama 90 menit. Naskah lama sengaja diminta karena jaraknya membuat peserta lebih mudah melihat kekeliruannya sendiri. Peserta yang tak punya keduanya tetap bisa mulai, sebab pertemuan pertama akan diisi menulis di tempat.
Apakah les menulis ini mengajarkan menulis cerita atau naskah iklan?
Kelas ini berhenti di keterampilan dasar yang terpakai di semua jenis tulisan: kalimat, paragraf, urutan gagasan, penyuntingan, serta ejaan dan tanda baca. Peserta yang sudah punya sasaran genre tertentu tetap terlayani di sini untuk dasarnya, dan Edubia menyediakan kelas terpisah untuk kebutuhan genre. Tim akan menyebutkan pilihan yang sesuai saat percakapan pendaftaran, jadi peserta tak perlu menebak kelas mana yang dituju.
Berapa lama sampai tulisan saya terasa berubah?
Perubahan pertama biasanya terlihat pada panjang kalimat, dan itu muncul cepat, sering di pertemuan ketiga atau keempat. Perubahan pada urutan gagasan menuntut waktu lebih panjang, umumnya dua sampai tiga bulan pada ritme sekali sepekan. Yang menggeser perkiraan ini adalah jumlah tulisan yang benar-benar dikerjakan di antara pertemuan. Peserta yang menulis satu paragraf tiap hari bergerak jauh lebih cepat daripada peserta yang menulis hanya saat sesi berlangsung.
Apakah tutor akan memperbaiki naskah saya sampai selesai?
Tutor menandai dan mencontohkan, lalu peserta yang menulis ulang. Satu atau dua kalimat diperbaiki bersama di depan peserta sebagai contoh cara kerjanya, sisanya dikerjakan peserta sendiri di rumah dan dibahas di pertemuan berikutnya. Cara ini dipilih karena naskah yang diperbaiki orang lain akan rapi sekali sambil meninggalkan kebiasaan penulisnya tetap seperti semula. Peserta yang membutuhkan penyuntingan naskah jadi bisa menanyakannya terpisah ke tim Edubia.
Bagaimana kalau saya merasa cara mengajar tutornya kurang cocok?
Beri tahu tim Edubia lewat WhatsApp, dan penggantian tutor dikerjakan tanpa biaya tambahan. Catatan kemajuan peserta ikut berpindah ke tutor penerus, termasuk lembar periksa kekeliruan pribadi dan daftar naskah yang sudah dibahas, jadi peserta tak perlu mengulang dari awal. Pencocokan ulang memakai keterangan yang peserta berikan tentang apa yang terasa kurang pas, misalnya tempo pembahasan atau jenis tulisan yang biasa ditangani tutor.
Apakah bisa ikut kalau saya tinggal di Sidoarjo?
Bisa. Tutor menulis Edubia melayani 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo, termasuk Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Sukodono, dan Krian. Peserta di Waru dan Gedangan kerap memilih sesi sore setelah jam kerja, sedangkan peserta di wilayah selatan lebih banyak mengambil akhir pekan. Sesi daring juga terbuka, dan untuk les menulis pilihan itu hampir tak mengurangi apa pun karena bahan sesinya memang teks.
Apakah ada jadwal di luar jam kerja?
Ada. Sesi les menulis dibuka tiap hari dari pukul 07.00 sampai 21.00, termasuk Sabtu dan Minggu. Peserta yang bekerja umumnya memilih pukul 19.00 pada hari kerja atau Sabtu pagi. Jam yang sudah dipilih dikunci sebagai jadwal tetap supaya tutor bisa mengatur perjalanannya, dan perubahan mendadak cukup diberitahukan sehari sebelumnya. Peserta yang perlu berhenti sementara karena perjalanan kerja bisa menjeda jadwalnya.
Yuk Kita Mulai
Satu konsultasi, rencana les menulis yang jelas
Ribuan keluarga Surabaya sudah memulai. Kini giliran Anda mencoba sesi menulis pertama.