4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai mahir
Kursus Videografi di Surabaya
Kursus videografi privat di Surabaya yang melatih sisi pengambilan gambar: eksposur video, aturan rana, ukuran bidikan, gerak kamera, cahaya, dan suara lapangan. Satu pelatih satu peserta di lokasi nyata, mulai Rp97.300 per sesi.
Apa itu Kursus Videografi di Surabaya?
Kursus videografi privat di Surabaya yang melatih sisi pengambilan gambar: eksposur video, aturan rana, ukuran bidikan, gerak kamera, cahaya, dan suara lapangan. Satu pelatih satu peserta di lokasi nyata, mulai Rp97.300 per sesi.
Konsultasi dan DaftarData Program
- Kamera
- kamera video, mirrorless, atau ponsel yang bisa mengunci rana dan laju bingkai
- Perangkat suara
- mikrofon jepit dan perekam saku disiapkan peserta untuk sesi suara
- Lama program
- 16 sampai 22 sesi, tiga di antaranya latihan produksi lapangan
- Jadwal
- tujuh hari sepekan dalam rentang 07.00 hingga 21.00, jam pengambilan menyesuaikan cahaya
- Lokasi latihan
- rumah, kantor, ruang usaha peserta, atau acara yang sedang Anda garap
- Biaya
- mulai Rp97.300 per sesi, pelatih spesialis mulai Rp186.500 per sesi
- Cakupan
- 31 kecamatan Kota Surabaya, ditambah 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo
- Peralatan dan bahan
- Disiapkan peserta, di luar tarif sesi
Titik ukur
Lima tanda kemajuan yang diperiksa di lokasi latihan
Kemajuan di bidang ini terbaca dari seberapa banyak rekaman yang benar-benar terpakai. Lima tanda berikut diperiksa pelatih bersama peserta di lokasi, dengan berkas asli terbuka di layar.
- 01
Berangkat memegang daftar bidikan sendiri
Sesi 1 sampai 3Tanda lolos: peserta menyusun daftar bidikan berisi sekurang-kurangnya delapan baris untuk satu kegiatan, dan seluruh baris itu benar-benar terekam ketika latihan berjalan.
- 02
Rekaman punya bahan untuk disambung
Sesi 4 sampai 8Tanda lolos: satu kegiatan lima menit terekam dalam tiga ukuran bidikan, dan pelatih sanggup menyusun potongan satu menit tanpa satu pun lompatan gambar yang mengganggu.
- 03
Setelan kamera dan gerak sudah terkendali
Sesi 9 sampai 12Tanda lolos: sepuluh bidikan berturut diambil dengan rana yang sejalan dengan laju bingkai, kedipan lampu ruangan hilang, dan gerakan terbaca halus saat diputar pada kecepatan penuh.
- 04
Suara layak dipakai tanpa perbaikan
Sesi 13 sampai 17Tanda lolos: wawancara tiga menit terdengar jernih lewat headphone tanpa pembersihan apa pun, dan suasana ruangan ikut terekam terpisah sebagai cadangan penyambung.
- 05
Satu produksi utuh dijalankan tanpa dituntun
Sesi 18 sampai 22Tanda selesai: peserta menempuh seluruh urutan sendiri, dari daftar bidikan sampai dua salinan berkas yang sudah dibuka dan diperiksa, dengan bahan yang cukup untuk tayangan dua menit.
Pembeda kami
Kenapa memilih les videografi Edubia
Daftar bidikan diperiksa sebelum kamera menyala
Tiap latihan dimulai dari daftar bidikan tertulis, dan pelatih membacanya lebih dulu bersama peserta.
Uji dengar lokasi di tiap sesi lapangan
Sepuluh detik suara ruangan direkam di setiap calon tempat, lalu didengarkan lewat headphone sebelum lokasi ditetapkan.
Tiga ukuran bidikan untuk satu kegiatan
Lebar, medium, dan dekat dikerjakan berurutan supaya penyuntingan punya bahan menyambung tanpa lompatan gambar.
Cahaya dibentuk dengan alat yang ada di ruangan
Jendela, lampu ruangan, karton putih, dan satu kain hitam sudah cukup membentuk wajah tanpa perlengkapan mahal.
Setelan kamera dicatat tiap pengambilan
Laju bingkai, rana, ISO, dan suhu warna ditulis di lembar sendiri, sehingga hasil yang bagus bisa diulang.
Kenapa privat
Bandingkan sendiri: privat, grup, atau otodidak videografi
| Fitur | Pilihan terbaik Les Videografi Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya | Bimbel Videografi Grup | Belajar Videografi Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar videografi | Penuh, satu untuk satu | Terbagi ke banyak peserta | Tanpa pendamping |
| Materi videografi disesuaikan level peserta | |||
| Koreksi langsung saat langkah kerja meleset | Menunggu giliran | Tak ada yang memeriksa | |
| Pekerjaan peserta diperiksa di layar yang sama | Seragam | Cari sendiri | |
| Bahan dipilih dari perkakas yang sudah dipakai peserta | Umum | Tergantung sendiri | |
| Perkembangan dipantau tiap sesi | Sesekali |
Fleksibel
Sesi videografi yang mengikuti agenda Anda
Tutor videografi datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.
Urutan kerja
Sembilan tahap pengambilan gambar yang dilatih satu per satu
Videografi dinilai orang di layar akhir, sementara nasibnya ditentukan jauh sebelum itu, di lokasi, dalam keputusan yang memakan waktu beberapa detik. Susunan materi kelas ini menempuh urutan kerja apa adanya. Pada tiap tahap dilekatkan satu kesalahan yang berulang ditemui pelatih saat memeriksa rekaman peserta baru.
- 1
Ringkasan permintaan dan daftar bidikan
Tahap 1Yang dibahas. Menetapkan siapa penontonnya dan di kanal apa tayangannya berakhir, menulis daftar bidikan, membuat papan cerita sederhana, lalu memperkirakan durasi tiap bagian sebelum berangkat.
Jebakan umum. Kamera dinyalakan tanpa daftar bidikan karena terasa lebih cepat. Peserta pulang membawa dua jam rekaman yang seluruhnya bersudut sama, dan tak satu bagian pun sanggup dirangkai menjadi urutan yang bercerita.
Cara tutor. Pelatih menahan perekaman sampai daftar bidikan tertulis selesai, sekalipun isinya hanya delapan baris. Sesudah dua produksi, peserta biasanya menolak berangkat tanpa lembar itu di saku.
- 2
Tinjau lokasi, izin, dan rencana cadangan
Tahap 2Yang dibahas. Mendatangi lokasi sebelum hari pengambilan, mendengarkan bisingnya, memeriksa arah cahaya pada jam yang direncanakan, mengurus izin ke pengelola, dan menyiapkan langkah bila hujan turun.
Jebakan umum. Lokasi dipilih karena enak dipandang mata, dan bisingnya baru terdengar ketika rekaman diputar ulang di rumah. Suara narasumber tenggelam oleh lalu lintas, sementara gambarnya terlanjur bagus dan sulit direlakan.
Cara tutor. Peserta merekam sepuluh detik suara ruangan di tiap calon lokasi lalu mendengarkannya memakai headphone sebelum memutuskan. Telinga memberi penilaian yang jauh lebih jujur daripada mata.
- 3
Eksposur video dan aturan rana
Tahap 3Yang dibahas. Hubungan rana dengan laju bingkai, bukaan untuk mengatur kedalaman ruang, titik ISO dasar, penyaring peredam cahaya, pola zebra di angka 70, serta penguncian seluruh penyesuaian otomatis.
Jebakan umum. Rana dinaikkan tinggi karena gambar terasa terlalu terang di luar ruangan. Gerakan pada rekaman berubah patah dan berkedut, dan cacat itu mustahil diperbaiki di meja penyuntingan.
Cara tutor. Perbandingan rana dan laju bingkai diberlakukan sebagai aturan tetap sejak sesi pertama, lalu penyaring peredam cahaya diperkenalkan sebagai cara menurunkan terang tanpa merusak gerak.
- 4
Komposisi dan ukuran bidikan
Tahap 4Yang dibahas. Ukuran bidikan dari lebar sampai dekat, urutan lima bidikan untuk merekam pekerjaan, ruang di depan wajah, ruang di atas kepala, garis pandang, dan lapisan benda di muka lensa.
Jebakan umum. Seluruh wawancara direkam dalam satu ukuran yang sama persis. Penyunting kehilangan bahan untuk menyambung, sehingga tiap potongan melahirkan lompatan gambar yang mengganggu penonton.
Cara tutor. Aturan tiga ukuran berlaku sejak latihan pertama: lebar, medium, dekat. Pelatih memeriksa hasilnya di tempat dan meminta pengulangan bila salah satu ukuran belum ada di kartu.
- 5
Gerak kamera
Tahap 5Yang dibahas. Cara memegang kamera dengan dua titik tumpu, geser dan tunduk yang terkendali, gerak maju yang bermotif, pemakaian penstabil, langkah kaki saat mengikuti subjek, serta batas kecepatan geser.
Jebakan umum. Kamera digerakkan hampir sepanjang rekaman karena hasilnya terasa lebih hidup. Penonton lelah setelah dua puluh detik, dan penyunting kehabisan bidikan diam untuk menenangkan urutan.
Cara tutor. Latihan dibalik urutannya: sepuluh bidikan pertama wajib diam betul. Gerak diizinkan setelah peserta menyebutkan alasan naratifnya sebelum tombol rekam ditekan.
- 6
Cahaya utama, pengisi, dan cahaya belakang
Tahap 6Yang dibahas. Menentukan sumber yang memimpin, menambahkan pengisi, memisahkan subjek dari latar, memakai jendela dan lampu ruangan sebagai sumber, memakai kain hitam untuk mengembalikan bayangan.
Jebakan umum. Semua lampu ruangan dinyalakan sekaligus sementara jendela dibiarkan terbuka. Satu sisi wajah berwarna kebiruan dan sisi lainnya kekuningan, dan perbaikan warna sesudahnya selalu menyisakan kesan janggal.
Cara tutor. Peserta mematikan sumber cahaya satu per satu sambil memantau layar sampai tersisa satu yang jelas memimpin. Sumber lain baru ditambahkan setelah tujuannya disebutkan dengan lantang.
- 7
Suara di lokasi
Tahap 7Yang dibahas. Mikrofon jepit dan mikrofon galah, jarak ke sumber suara, pemasangan kabel agar gesekan kain tak terekam, taraf rekam yang aman, suasana ruangan tiga puluh detik, serta penanda untuk penyelarasan.
Jebakan umum. Suara diandalkan sepenuhnya pada mikrofon bawaan kamera dari jarak tiga meter. Yang terekam justru pantulan dinding dan dengung kipas, dan pembersihan sesudahnya tak pernah mengembalikan kejernihannya.
Cara tutor. Peserta merekam kalimat yang sama dengan tiga cara berbeda lalu mendengarkan ketiganya berurutan lewat headphone. Selisihnya begitu terang sehingga perdebatan berhenti di situ juga.
- 8
Bahan pendukung dan kelengkapan rekaman
Tahap 8Yang dibahas. Menyusun bidikan pendukung untuk kegiatan, benda, dan suasana; menghitung jumlah yang memadai untuk durasi tayang; merekam bidikan pembuka dan penutup ruangan; mencentang daftar sebelum pulang.
Jebakan umum. Kegiatan utama terekam lengkap sementara bahan pendukungnya nol. Setiap potongan kalimat narasumber melahirkan lompatan gambar, dan penyunting menambalnya dengan bidikan yang dipaksakan.
Cara tutor. Jumlah bidikan pendukung ditetapkan sebagai angka di daftar bidikan, misalnya dua puluh untuk tayangan dua menit, lalu dicentang satu per satu sebelum peralatan dikemas.
- 9
Penyalinan berkas dan serah terima
Tahap 9Yang dibahas. Penamaan berkas di lokasi memakai tanggal terbalik, penyalinan ke dua jenis media, pemeriksaan hasil salinan, penyusunan folder produksi, serta bentuk serah terima kepada klien.
Jebakan umum. Kartu memori diformat di lokasi berikutnya karena penuh, padahal salinannya baru berada di satu tempat. Satu kegagalan penyimpanan menghapus hasil kerja sehari penuh, dan acaranya tak bisa diulang.
Cara tutor. Aturan tiga salinan di dua jenis media menjadi penutup wajib tiap latihan produksi. Pelatih membuka kedua salinan di depan peserta sebelum sesi dinyatakan selesai.
Kecocokan
Siapa yang cocok di kelas videografi ini
Peserta yang cocok di kelas ini
- Anda memegang usaha dan ingin memproduksi sendiri video promosi tanpa menunggu jadwal pihak lain.
- Anda sudah sering merekam, dan hasilnya sulit disunting karena bidikannya kurang beragam.
- Anda ditugasi kantor merekam kegiatan internal tanpa dukungan tim produksi.
- Anda ingin menerima order dokumentasi acara dan perlu terbiasa bekerja di ruang yang tidak bisa dipilih.
- Anda mengajar dan ingin merekam bahan ajar dengan suara jernih serta tempo bicara yang bisa diikuti.
- Anda sudah membeli kamera setahun lalu dan hasilnya masih kalah rapi dibanding rekaman ponsel teman Anda.
Bawaan latihan
Yang perlu disiapkan sebelum sesi lapangan dimulai
- Kamera yang bisa disetel manual Kamera video, mirrorless, atau ponsel yang sanggup mengunci rana, laju bingkai, dan suhu warna pada nilai tetap.
- Kartu memori berkecepatan tulis memadai Kartu lambat menghentikan perekaman sendiri di tengah pengambilan, dan gejala itu kerap disangka kerusakan kamera.
- Baterai cadangan Merekam menguras daya jauh lebih cepat daripada memotret. Satu baterai jarang bertahan sampai latihan lapangan usai.
- Penyangga kamera Tripod ringan sudah memadai. Bidikan diam yang benar-benar diam adalah dasar sebelum gerak kamera dipelajari.
- Headphone tertutup Suara mustahil dinilai lewat pengeras suara kamera. Headphone dipakai sejak tahap meninjau lokasi.
- Penyimpanan cadangan Cakram keras luar atau ruang penyimpanan awan, dipakai menjalankan aturan salinan berlapis di tiap latihan.
- Lokasi yang boleh dipakai berulang Ruang usaha, kantor, atau rumah sendiri. Latihan menuntut tempat yang bisa didatangi lagi tanpa izin berbelit.
- Tiga jam latihan mandiri antar sesi Tugas antar pertemuan berupa perekaman kegiatan nyata, dan itu menuntut waktu di luar jam bersama pelatih.
Kursus videografi privat di Surabaya: susunan latihan dan biayanya
Kursus videografi Edubia mendampingi satu peserta bersama satu pelatih, dan seluruh isinya berdiri di sisi pengambilan gambar. Satu sesi berlangsung 90 menit dengan tarif mulai Rp97.300, digelar di rumah, kantor, atau ruang usaha Anda sendiri, menjangkau 31 kecamatan Kota Surabaya sampai 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Pemisahan itu disengaja. Perkara yang muncul di meja penyuntingan hampir selalu lahir di lokasi beberapa jam sebelumnya: suara narasumber yang tenggelam oleh lalu lintas Jalan Raya Darmo, wawancara yang seluruhnya terekam dalam satu ukuran bidikan sehingga tak tersisa bahan untuk menyambung, atau gerak yang berkedut karena rana disetel terlalu cepat di bawah matahari siang. Perbaikan sesudahnya menghabiskan waktu berlipat dan hasilnya tetap terasa ditambal. Peserta di sini berlatih memutuskan hal semacam itu sebelum tombol rekam ditekan.
Kalau yang mengganjal justru urusan menyusun potongan dan menyambung suara, kursus edit video menjawabnya lebih langsung.
Segitiga eksposur video dan rana yang tidak bebas digeser
Pada foto, tiga pengatur eksposur boleh ditukar sesuka hati. Video mengikat satu di antaranya. Kecepatan rana dipatok kira-kira dua kali laju bingkai, jadi rekaman 25 bingkai per detik memakai rana 1/50 dan rekaman 50 bingkai memakai 1/100. Perbandingan itu yang membuat gerakan di layar terbaca wajar. Rana 1/500 pada siang hari menghasilkan tepian yang terlalu tajam dan gerak yang patah, dan cacatnya menetap di dalam berkas.
Karena rana sudah terikat, terang gambar tinggal diatur lewat bukaan dan ISO. Di ruang terbuka keduanya cepat mentok: bukaan sudah f/11, ISO sudah duduk di titik dasarnya, gambar masih menyilaukan. Di situlah penyaring peredam cahaya masuk sebagai pengatur keempat. Ia menurunkan cahaya yang sampai ke sensor tanpa menyentuh rana maupun kedalaman ruang. Peserta yang berlatih di halaman pabrik daerah Rungkut pada pukul sepuluh pagi merasakan sendiri kenapa benda sekecil itu dibawa ke mana-mana.
Penyaring peredam yang bisa diputar bebas punya batas pemakaian. Di ujung rentangnya muncul pola silang gelap melintang layar, dan latihan mencakup mengenali gejalanya lalu berhenti sebelum sampai ke sana.
Selengkapnya
Enam setelan yang dikunci sebelum kamera menyala
Laju bingkai
25 bingkai per detik untuk tayangan biasa. Naik ke 50 bingkai hanya bila ada bagian yang akan diperlambat setengah.
Kecepatan rana
Dua kali laju bingkai. Nilai ini ditetapkan lebih dulu, dan setelan lain menyesuaikan diri kepadanya.
Suhu warna
Disetel pada angka kelvin yang tetap. Penyesuaian otomatis bergeser di tengah bidikan saat awan lewat, dan pergeserannya terlihat di layar.
ISO
Banyak kamera punya dua titik ISO dasar. Merekam tepat di salah satunya memberi butiran jauh lebih sedikit daripada nilai di antara keduanya.
Fokus
Fokus manual dengan bantuan garis puncak ketajaman, supaya kamera berhenti berburu tiap ada orang lewat di depan lensa.
Alat ukur terang
Pola zebra disetel di angka 70 untuk memantau kulit wajah, sehingga terang punya ukuran yang bisa dibaca langsung.
Ukuran bidikan dan komposisi: menyiapkan bahan yang bisa disambung
Satu kegiatan yang direkam dari satu titik saja menghasilkan rekaman yang mustahil dipotong. Begitu penyunting memotongnya, gambar melompat dan penonton merasakan sambungan itu. Jalan keluarnya disiapkan di lokasi: setiap kegiatan direkam dalam beberapa ukuran, mulai dari lebar yang menerangkan tempat, medium yang menerangkan orangnya, sampai dekat yang menerangkan apa yang sedang dikerjakan tangannya.
Untuk merekam pekerjaan, pelatih memakai urutan lima bidikan yang lama dipakai juru kamera berita: tangan dari dekat, wajah, satu bidikan lebar, satu dari balik bahu, dan satu dari sudut yang tak biasa. Lima bidikan itu sudah cukup menyusun satu urutan utuh tanpa lompatan, dan seluruhnya bisa diselesaikan dalam empat menit di ruang produksi yang sibuk. Peserta yang merekam perajin di sentra tas Tanggulangin biasanya memakai urutan ini sejak latihan kedua.
Tiga hal lain diperiksa tiap sesi. Sisi pandang narasumber diberi ruang lebih lapang daripada belakang kepalanya. Garis pandang dijaga supaya dua orang yang bercakap tetap saling berhadapan di layar. Dan setiap bidikan direkam sekurang-kurangnya sepuluh detik, dengan tiga detik tenang di awal serta di akhir, sebab bidikan lima detik hampir selalu berakhir terbuang.
Inti bahasan
Yang membedakan latihan berdua dari menonton panduan gratis
Lima hal di bawah terjadi di lokasi, di depan pelatih, dengan kamera menyala.
Tiga produksi lapangan dikerjakan sendiri
Peserta menjalankan seluruh urutan dari daftar bidikan sampai penyalinan berkas sebanyak tiga kali, di keadaan yang berbeda-beda.
Perangkat suara dibawakan pelatih
Mikrofon jepit dan perekam saku hadir di sesi suara, sehingga selisihnya terdengar sendiri sebelum Anda membeli apa pun.
Latihan di lokasi yang benar-benar Anda garap
Ruang usaha, kantor, atau acara milik peserta dipakai sebagai medan latihan, lengkap dengan hambatan aslinya.
Peninjauan rekaman mentah tiap pertemuan
Hasil ditonton tanpa musik dan tanpa sambungan, cara singkat menemukan kelemahan pengambilan gambar sebelum menjadi kebiasaan.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan
Cara mengajar yang kurang sejalan cukup dikabarkan lewat WhatsApp, dan Edubia menyiapkan pengganti tanpa syarat berbelit.
Gerak kamera yang punya alasan
Gerak adalah bagian yang menggoda pemula, dan kerusakan yang ditimbulkannya berjalan cepat. Kamera yang bergerak sepanjang rekaman melelahkan mata dalam dua puluh detik, dan penyunting kehilangan satu pun bidikan diam untuk menenangkan urutan. Karena itu urutan latihan di kelas ini dibalik: sepuluh bidikan pertama wajib diam betul, memakai penyangga atau memakai dua titik tumpu pada tubuh. Gerak baru diizinkan setelah peserta sanggup menyebutkan alasannya sebelum merekam, misalnya mengikuti tangan yang meraih barang, atau maju perlahan ke wajah narasumber saat ia sampai pada kalimat yang penting.
Tiga hal teknis dilatih berulang. Pertama, awalan dan akhiran gerak yang melambat, sebab gerak yang berhenti mendadak terasa seperti tersandung. Kedua, langkah kaki yang mendarat dengan tumit lebih dulu saat mengikuti subjek berjalan. Ketiga, batas kecepatan geser: sensor kamera membaca gambar baris demi baris, sehingga geseran cepat membuat tiang lampu dan kusen pintu tampak miring lalu bergoyang. Peserta yang merekam arus kendaraan di Jalan Ahmad Yani menemui gejala itu pada percobaan pertama.
Penstabil bertenaga listrik masuk di sesi kesembilan, sesudah cara memegang kamera rapi. Alat itu meredam getaran, sementara langkah kaki yang keliru tetap terbaca jelas di layar.
Cahaya wawancara: satu sumber memimpin, sisanya menyusul
Susunan cahaya untuk wawancara berdiri di atas tiga peran. Satu sumber utama membentuk wajah, satu pengisi lembut meringankan sisi gelapnya, dan satu dari arah belakang memisahkan rambut dari dinding. Ketiganya sanggup dibangun tanpa lampu mahal: jendela besar menjadi sumber utama yang sangat lembut, karton putih menjadi pengisi, dan lampu meja kecil di belakang subjek sudah cukup untuk memisahkan.
Dua hukum fisika dipakai di tiap latihan. Sumber yang lebih besar dan lebih dekat memberi cahaya lembut dengan tepi bayangan yang melandai, sementara sumber kecil dan jauh memberi bayangan bertepi tegas. Lalu terang jatuh mengikuti kuadrat jarak: menggeser lampu dua kali lebih jauh menyisakan seperempat terangnya. Peserta melatihnya dengan mendorong satu lampu maju mundur sambil memantau pola zebra di layar, sampai hubungan jarak dan terang terasa masuk akal di tangan.
Di rumah berdinding putih yang lazim di perumahan Waru dan Gedangan, cahaya memantul dari segala arah dan wajah kehilangan bentuknya. Perbaikannya justru menambah gelap: satu kain hitam di sisi berlawanan sumber utama mengembalikan kedalaman. Teknik ini jarang dibahas panduan luar negeri, sebab rumah di sana umumnya lebih gelap.
Jam matahari di Surabaya dan cara memanfaatkannya
Antara pukul sepuluh pagi dan dua siang, matahari Surabaya berdiri nyaris tegak lurus di atas kepala. Rongga mata berubah menjadi dua lubang gelap dan hidung melempar bayangan ke bibir. Jam itu dipakai merekam benda, bangunan, dan kegiatan luar ruang, sementara wajah dipindahkan ke teduh: emper toko, kolong pohon di Taman Bungkul, atau sisi utara sebuah bangunan yang seharian tak kena matahari langsung.
Jendela cahaya hangat di kota ini pendek. Matahari terbenam di Surabaya bergerak antara pukul 17.18 pada akhir Mei dan 17.55 pada akhir Januari, dan karena kota ini duduk dekat khatulistiwa, matahari turun cepat dengan sudut yang hampir tegak. Rentang cahaya jingga yang benar-benar berguna tinggal sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit, jauh lebih singkat daripada yang diceritakan panduan dari negeri empat musim.
Rencana pengambilan gambar sore karena itu disusun ketat. Peralatan sudah berdiri sejak pukul 16.15, narasumber sudah berada di tempatnya, dan daftar bidikan dipangkas sampai muat. Azan magrib yang jatuh di ujung rentang itu diperhitungkan sejak awal sebagai jeda perekaman suara, sekalian jeda bagi orang yang bekerja.
Garis besar
Enam jenis pekerjaan yang sering digarap peserta di Surabaya
Video profil usaha
Kegiatan harian, wawancara pemilik, dan bidikan produk yang dirangkai menjadi pengenalan dua menit untuk calon pembeli.
Konten vertikal pendek
Bidikan cepat untuk kanal media sosial. Pembukanya harus sudah bekerja sebelum detik ketiga habis.
Dokumentasi acara
Seminar, pengajian, atau peluncuran produk. Di sini suara pembicara menentukan lebih banyak daripada gambarnya.
Rekaman bahan ajar
Papan tulis atau tampilan layar dengan suara pengajar yang jernih dan tempo bicara yang memberi jeda untuk mencerna.
Peragaan produk toko daring
Rekaman 30 detik dengan cahaya menetap, latar bersih, dan gerak kamera sederhana yang mengikuti tangan peraga.
Rekaman lapangan dan perjalanan
Kegiatan luar ruang yang menuntut kesiapan cepat serta pengamanan berkas di tempat yang tak punya listrik tetap.
Suara lapangan: cacat yang tidak bisa ditambal sesudahnya
Penonton memaafkan gambar yang kurang tajam, lalu berhenti menonton begitu suaranya berdengung. Urutan perbaikannya sederhana dan jarang dijalankan orang: dekatkan mikrofon ke sumber suara, lalu dekatkan lagi. Mikrofon jepit dipasang sekitar dua puluh sentimeter dari mulut, di bawah kancing kedua, dengan kabel diselipkan ke dalam baju supaya gesekan kain berhenti ikut terekam.
Taraf rekam dijaga agar puncaknya berhenti di sekitar dua belas desibel di bawah batas atas, menyisakan ruang untuk tawa mendadak dan suara yang meninggi. Sebelum meninggalkan lokasi, peserta merekam tiga puluh detik suasana ruangan dalam keadaan hening. Rekaman itu dipakai menutup sambungan supaya latar suara di potongan akhir terdengar utuh.
Hambatan khas kota ini muncul di dalam ruangan. Pendingin udara dan kipas angin memasukkan dengung tetap yang mustahil dibersihkan, sehingga keduanya dimatikan selama pengambilan. Pada siang Surabaya yang menyentuh tiga puluh tiga derajat, keputusan itu memendekkan satu pengambilan sampai kira-kira sepuluh menit sebelum narasumber mulai berkeringat. Peserta karena itu berlatih menyusun urutan pertanyaan supaya bagian penting selesai lebih awal.
Laju bingkai, kedipan lampu, dan resolusi yang dipilih
Jaringan listrik di Indonesia berjalan pada 50 hertz, dan lampu neon maupun sebagian lampu LED murah ikut berkedip mengikuti irama itu. Kamera yang merekam 30 atau 60 bingkai per detik di bawah lampu semacam itu menangkap pita gelap yang bergulir naik turun di layar. Merekam pada 25 atau 50 bingkai per detik, dengan rana 1/50 atau 1/100, membuat pita itu lenyap. Inilah sebab kelas ini memakai 25 bingkai sebagai setelan bawaan, dan sebab peserta yang menuruti panduan dari Amerika sering menemui kedipan yang tak mereka pahami asalnya.
Resolusi diputuskan dari rencana pemakaian. Merekam 4K lalu menyusunnya di garis waktu 1080 memberi ruang memotong dan menggeser bingkai tanpa kehilangan ketajaman, dan kelonggaran itu berkali-kali menyelamatkan wawancara yang sempat direkam satu kamera saja. Harganya ruang simpan: perekaman 4K pada laju data seratus megabit per detik menghabiskan sekitar 45 gigabita tiap jam, sementara kartu memori berlabel V30 ke atas menjadi syarat supaya perekaman tidak berhenti sendiri di tengah pengambilan.
Kamera ponsel dan mirrorless, ditimbang apa adanya
Ponsel keluaran beberapa tahun terakhir sudah sanggup mengunci laju bingkai, rana, ISO, dan suhu warna lewat aplikasi kamera profesional. Delapan dari sembilan tahap di kursus ini bisa ditempuh dengan ponsel, dan pada dua hal ia justru unggul: peredaman getaran hasil hitungan yang membuat rekaman sambil berjalan tetap rapi, serta kesigapan dikeluarkan dari saku saat kegiatan berlangsung cepat.
Batasnya muncul di tiga tempat. Ruang remang lebih dulu, misalnya dokumentasi pengajian malam di pendapa atau resepsi di gedung berlampu redup; sensor kecil membalasnya dengan butiran. Lalu kedalaman ruang: latar yang melembut di ponsel dihitung perangkat lunak, dan tepinya kerap meleset di rambut serta gagang kacamata. Terakhir perekaman panjang, sebab ponsel memanas pada suhu Surabaya lalu berhenti sendiri, sementara kamera bertubuh lebih besar bertahan sampai baterainya habis.
Anjuran pelatih kepada peserta baru berbunyi begini: mulailah dengan perangkat yang sudah ada di tangan, belanjakan uang pertama untuk mikrofon dan penyangga, lalu tunda pembelian badan kamera sampai Anda sanggup menyebut sendiri keterbatasan mana yang benar-benar mengganggu pekerjaan Anda.
Bahan pendukung yang membuat rekaman dinyatakan cukup
Bahan pendukung adalah rekaman di luar kegiatan utama: tangan yang menutup buku, papan nama di depan bangunan, uap yang naik dari gelas, langkah kaki di lorong. Perannya menutup lompatan gambar saat kalimat narasumber dipotong, memberi jeda bagi mata penonton, dan menerangkan tempat tanpa perlu satu kalimat pun.
Ukuran cukupnya dihitung dengan angka. Untuk video profil usaha berdurasi dua menit, pelatih meminta sekitar dua puluh bidikan pendukung sepanjang sepuluh detik masing-masing, tersebar di tiga wilayah: kegiatan orang, benda dan produk, serta suasana tempat. Peserta mencentangnya di daftar bidikan sebelum meninggalkan lokasi, sebab kembali ke ruang usaha di Krian pada hari berikutnya berarti mengulang perizinan sekaligus mengganggu jadwal orang lain.
Satu kebiasaan kecil menyelamatkan banyak produksi: merekam satu bidikan lebar dari sudut ruangan sebelum apa pun dimulai, dan satu lagi sesudah semuanya selesai. Dua bidikan itu hampir selalu terpakai sebagai pembuka dan penutup.
Penyalinan berkas di lokasi sampai serah terima ke klien
Latihan produksi ditutup dengan pekerjaan yang tak pernah terlihat di layar siapa pun. Berkas disalin ke dua tempat berbeda sebelum kartu memori dimasukkan kembali ke kamera, dan salinan kedua duduk di jenis media yang berlainan, misalnya satu di cakram keras dan satu di ruang penyimpanan awan. Aturan penuhnya menyebut tiga salinan, dua jenis media, satu berada di luar lokasi, dan peserta menjalankannya pada tiap produksi sampai gerakannya menjadi kebiasaan.
Penamaan berkas ditetapkan di lokasi memakai tanggal terbalik beserta nama produksi, sehingga urutannya tetap benar ketika dibaca komputer mana pun. Peserta yang menerima pekerjaan dari klien juga berlatih menyerahkan hasil dengan rapi: folder rekaman mentah, folder suara yang terpisah, catatan bidikan yang menandai bagian gagal, serta satu berkas tayangan untuk ditinjau. Kerapian semacam ini yang membedakan orang yang dipanggil lagi pada bulan berikutnya.
Tempat latihan lapangan di Surabaya dan wilayah sekitarnya
Medan latihan dipilih mengikuti kesulitan yang ingin dipecahkan. Ruang usaha di Tegalsari dan Genteng dipakai berlatih wawancara di bawah cahaya campuran antara lampu neon dan jendela. Kawasan Kota Lama di Krembangan serta Pabean Cantian, yang terbagi menjadi zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, dipakai berlatih bidikan lebar berlapis; Jalan Rajawali dan halaman Gedung Internatio kerap muncul di daftar bidikan peserta. Ruang terbuka di Gubeng dan Mulyorejo dipakai berlatih gerak kamera serta mengikuti subjek yang berjalan.
Peserta dari Waru, Gedangan, Buduran, Krian, dan Taman umumnya berlatih di tempat kerja mereka sendiri. Alasannya lugas: hambatan yang perlu diselesaikan memang hambatan yang mereka temui tiap hari, dari langit-langit rendah, dinding putih yang memantulkan cahaya, sampai bising jalan tepat di depan bangunan. Sesi perencanaan dan peninjauan hasil bisa berjalan daring, sedangkan latihan pengambilan gambar tetap tatap muka. Bila Anda ingin berlatih di ruang bersama, co-learning space Edubia tersedia dengan tambahan Rp15.000 per sesi.
Izin merekam di ruang publik Kota Surabaya
Merekam untuk keperluan pribadi di ruang publik Surabaya berjalan bebas. Begitu rekamannya berkepentingan komersial, misalnya video iklan, foto kalender, atau dokumentasi prawedding, Pemerintah Kota Surabaya meminta surat pemberitahuan izin lebih dulu ke kantor Balai Pemuda atau ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Peserta yang menerima order dari klien berlatih mengurusnya sejak tahap tinjau lokasi, sebab surat yang baru diurus pada pagi hari pengambilan gambar berakhir dengan jadwal yang bergeser dan orang yang menunggu.
Di luar izin resmi ada adab lapangan yang ikut dibahas: cara meminta izin singkat kepada pemilik warung yang terasnya dipakai berdiri, cara menghormati orang yang menolak wajahnya terekam, dan cara menempatkan peralatan supaya lalu lalang orang tetap lancar. Pusat perbelanjaan, stasiun, serta kawasan pelabuhan memiliki aturan sendiri, dan pelatih mengarahkan peserta menanyakannya kepada pengelola sebelum peralatan dibawa masuk.
Pelatih videografi Edubia dan cara mereka disaring
Penyaringan pelatih videografi menuntut rekaman mentah, sebab hasil jadi sudah melewati pemotongan, pewarnaan, dan musik yang menutupi keputusan aslinya. Rekaman mentah memperlihatkan justru hal yang ingin diketahui: apakah bidikannya cukup panjang untuk dipakai, apakah tiga ukuran tersedia untuk satu kegiatan, apakah suara direkam terpisah, dan apakah terangnya diukur dengan alat.
Latar mereka berbeda-beda, dan perbedaan itu disengaja. Ada juru kamera acara yang terbiasa bekerja di gedung berpenerangan seadanya dengan tenggat ketat, ada pembuat video komersial untuk merek lokal, ada pula pekerja lepas yang menggarap konten pendek dalam jumlah besar tiap bulan. Anda boleh meminta pelatih yang jenis pekerjaannya berdekatan dengan kebutuhan Anda, dan profil ringkasnya dikirim sebelum jadwal disepakati. Bila sesudah dua sesi cara mengajarnya terasa kurang sejalan, pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan.
Kemampuan yang dipegang peserta selepas program
Keberhasilan kelas ini terbaca dari satu perbandingan sederhana: berapa banyak rekaman yang benar-benar terpakai dibandingkan seluruh yang sempat direkam. Peserta yang tuntas sanggup memasuki ruangan asing, menyebut sumber bising yang mengganggu, menentukan letak kamera dan arah cahaya utama, lalu memutuskan cara merekam suara dalam hitungan menit. Waktu penyuntingan ikut memendek karena bahannya sudah lengkap sejak dari lokasi.
Pemilik usaha memakai kemampuan itu untuk memproduksi materi promosi kapan saja tanpa menunggu jadwal pihak lain. Karyawan yang ditugasi merekam kegiatan kantor berhenti bergantung pada penyedia jasa luar untuk pekerjaan kecil. Peserta yang mengincar pekerjaan lepas menutup program dengan menyusun satu rekaman contoh berdurasi satu menit berisi cuplikan tiga produksi berbeda, disertai catatan jujur mengenai peran yang benar-benar ia kerjakan di masing-masing. Untuk merapikan susunan dan warnanya, sebagian melanjutkan ke kursus Adobe Premiere.
Uraian
Empat langkah mendaftar kelas videografi ini
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Kirim satu rekaman apa adanya
Rekaman dari ponsel pun cukup. Pelatih membaca kebiasaan tangan dan mata Anda dari satu berkas mentah itu.
-
Sebutkan jenis pekerjaan yang Anda tuju
Konten pendek, dokumentasi acara, atau video profil usaha. Ketiganya menghasilkan susunan latihan yang berbeda.
-
Pilih pelatih beserta jadwalnya
Anda menerima profil ringkas pelatih dan jenis pekerjaan yang biasa ia tangani, lalu menetapkan tempat berlatih.
-
Jalani latihan lapangan pertama
Sesi pembuka sudah berisi pengambilan gambar, sebab kebiasaan tangan hanya terbaca ketika kamera menyala.
Program Terkait
Setelah les videografi, peserta biasanya melanjutkan ke sini
Tanya jawab
Berapa biaya dan bagaimana jadwal les videografi?
Berapa biaya kursus videografi privat di Surabaya?
Sesi bersama pelatih umum dimulai dari Rp97.300 untuk 90 menit. Pelatih spesialis, misalnya juru kamera acara atau pembuat video komersial, berada di lapis mulai Rp186.500 per sesi. Perjalanan pelatih ke lokasi latihan di Surabaya sampai Sidoarjo sudah termasuk, sedangkan berlatih di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi.
Kelas ini fokus ke pengambilan gambar atau ke penyuntingan?
Ke pengambilan gambar. Sembilan tahapnya berhenti di serah terima berkas, dan penyuntingan hanya disentuh sebatas merangkai hasil latihan supaya peserta bisa menilai apakah bahannya sudah cukup. Pewarnaan, grafis bergerak, dan penyuntingan mendalam ditangani kursus edit video serta kursus Adobe Premiere.
Bisakah saya mulai dengan kamera ponsel?
Bisa. Ponsel keluaran beberapa tahun terakhir sudah mengunci laju bingkai, rana, dan suhu warna lewat aplikasi kamera profesional, dan delapan dari sembilan tahap bisa ditempuh dengannya. Keterbatasannya terasa di ruang remang seperti gedung resepsi berlampu redup, serta pada perekaman panjang karena ponsel memanas di suhu Surabaya lalu berhenti sendiri.
Berapa sesi sampai saya sanggup memegang satu produksi sendiri?
Peserta yang menyasar konten pendek umumnya menempuh 16 sesi. Peserta yang menyasar dokumentasi acara atau video profil usaha menempuh sekitar 22 sesi, sebab pekerjaan berdurasi panjang menuntut latihan dua kamera, wawancara, serta penataan cahaya di ruang yang tidak bisa dipilih sendiri.
Kenapa rekaman saya berpita gelap bergulir saat merekam di dalam ruangan?
Karena laju bingkainya tak sejalan dengan kedipan lampu. Listrik di Indonesia berjalan pada 50 hertz, sehingga merekam 30 atau 60 bingkai per detik di bawah lampu neon memunculkan pita yang bergulir. Pindah ke 25 atau 50 bingkai dengan rana 1/50 atau 1/100 menghilangkannya, dan tahap ketiga membahas ini sampai tuntas.
Perlukah saya membeli mikrofon sebelum kelas dimulai?
Belum perlu. Pelatih membawa mikrofon jepit dan perekam saku pada tahap suara, dan Anda membandingkan hasilnya dengan mikrofon bawaan kamera pada jarak yang sama. Sesudah mendengar selisihnya lewat headphone, keputusan membeli menjadi jauh lebih mudah diambil dan berpijak pada telinga Anda sendiri.
Di mana latihan lapangan biasanya dijalankan?
Sebagian besar di lokasi yang berhubungan langsung dengan kebutuhan Anda: ruang usaha, kantor, atau rumah. Untuk latihan gerak kamera, pelatih memakai ruang terbuka di sekitar Gubeng dan Mulyorejo. Untuk bidikan lebar berlapis, kawasan Kota Lama di Krembangan dan Pabean Cantian sering masuk daftar.
Peserta dari Sidoarjo dilayani juga?
Dilayani, di 18 kecamatan termasuk Waru, Gedangan, Buduran, Krian, dan Taman. Peserta di sana umumnya memilih berlatih di ruang usahanya sendiri, sebab hambatan yang perlu diselesaikan memang muncul tiap hari di tempat itu: langit-langit rendah, dinding putih yang memantul, dan bising jalan di depan bangunan.
Apakah izin merekam di ruang publik ikut dibahas?
Dibahas di tahap kedua. Untuk keperluan pribadi, merekam di ruang publik Surabaya berjalan bebas. Untuk keperluan komersial seperti iklan, foto kalender, atau prawedding, Pemerintah Kota Surabaya meminta surat pemberitahuan izin lebih dulu ke kantor Balai Pemuda atau ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.
Bagaimana kalau jadwal saya bergeser karena ada acara mendadak?
Jadwal bisa diatur ulang lewat WhatsApp asal dikabarkan sebelum hari pertemuan. Peserta yang bekerja di bidang dokumentasi memang sering menghadapi perubahan mendadak, dan pelatih terbiasa memindahkan sesi ke hari lain dalam pekan yang sama tanpa biaya tambahan.
Jam berapa saja latihan bisa dijadwalkan?
Jadwal terbuka tujuh hari sepekan dalam rentang 07.00 hingga 21.00. Untuk kelas ini jam pengambilan biasanya menempel pada jam cahaya: latihan yang mengandalkan matahari dijadwalkan pagi atau menjelang pukul lima sore, sedangkan latihan suara dan cahaya buatan justru lebih tenang dikerjakan malam saat lalu lintas mereda.
Bagaimana kalau saya kurang cocok dengan pelatihnya?
Kabari lewat WhatsApp dan Edubia menyiapkan pengganti tanpa biaya tambahan maupun syarat berbelit. Pada program lapangan seperti ini kecocokan cukup menentukan, sebab pelatih dan peserta menghabiskan waktu berjam-jam bersama di lokasi dengan tekanan waktu yang nyata.
Apakah pesawat nirawak ikut dilatih dalam program ini?
Tidak sebagai bagian tetap, sebab penerbangannya terikat aturan wilayah udara dan menuntut latihan tersendiri. Kawasan sekitar Bandara Juanda di Sedati termasuk yang dibatasi. Yang dibahas hanya cara memadukan rekaman udara ke dalam susunan bidikan bila Anda sudah memilikinya, termasuk menyamakan warnanya dengan rekaman kamera darat.
Apakah kelas ini membantu menyiapkan rekaman contoh untuk calon klien?
Ya. Dua pertemuan penutup dipakai menyusun rekaman contoh berdurasi satu menit berisi cuplikan tiga produksi berbeda. Pelatih ikut membantu menulis catatan peran yang benar-benar Anda kerjakan di tiap produksi, sebab kejujuran soal peran menentukan kepercayaan calon klien pada percakapan pertama.
Bisakah dua orang berlatih dalam satu sesi?
Bisa, dan pada latihan produksi format ini justru membantu: satu orang memegang kamera sementara yang lain mengurus suara, persis seperti pembagian kerja di lapangan. Kemampuan awal keduanya sebaiknya berdekatan, dan biaya untuk format berdua disepakati lebih dulu sebelum jadwal ditetapkan.
Saatnya Bertindak
Langkah pertama Anda di kelas videografi dimulai di sini
Daftar hari ini, tutor videografi pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 5 hari kerja.