Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai pemain tim

Les Voli di Surabaya

Les voli privat Edubia di Surabaya melatih tiga sentuhan bola voli, yaitu menerima, mengumpan, dan memukul, dalam sesi 90 menit di lapangan bernet. Bola dan sepatu disiapkan peserta, lalu pelatih menyetel tinggi net mengikuti usianya.

Les Voli di Surabaya
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terseleksi
1-on-1 perhatian penuh satu siswa
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor prosesnya mudah
Assessment kebutuhan dulu

Mengenal Les Voli di Surabaya

Les voli privat Edubia di Surabaya melatih tiga sentuhan bola voli, yaitu menerima, mengumpan, dan memukul, dalam sesi 90 menit di lapangan bernet. Bola dan sepatu disiapkan peserta, lalu pelatih menyetel tinggi net mengikuti usianya.

Konsultasi dan Daftar

Sekilas Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal yang berkantor di Tegalsari, Kota Surabaya
Cabang yang dilatih
Bola voli di lantai keras beratap dan voli pasir dua lawan dua
Materi yang dipelajari
Sikap siap, passing bawah, passing atas, servis bawah, servis atas, servis mengambang, umpan, smash, blok, penyelamatan bola rendah, rotasi posisi, dan peran libero
Pelatih pendamping
Pelatih voli yang dipilihkan tim Edubia setelah menimbang usia, pengalaman bermain, dan tujuan peserta
Format sesi
Satu pelatih mendampingi satu peserta; kakak beradik atau dua teman bisa digabung dalam satu sesi
Durasi sesi
90 menit, terbagi menjadi pemanasan, pengulangan teknik, perangkaian, lalu permainan singkat berhitung angka
Jadwal
Pagi, sore, atau akhir pekan, dengan ritme empat sampai delapan sesi per bulan
Tempat latihan
Lapangan bernet yang disepakati sebelum sesi pertama, di dalam ruang beratap maupun di lapangan terbuka
Tinggi net
2,43 meter untuk putra dewasa, 2,24 meter untuk putri dewasa, diturunkan untuk kelompok usia sekolah
Perlengkapan
Bola, sepatu bersol karet, pakaian olahraga, air minum, dan pelindung lutut bila perlu, semuanya disiapkan peserta di luar nominal sesi
Biaya
Mulai Rp168.400 per sesi 90 menit; sewa lapangan dibayar langsung kepada pengelola tempat latihan
Tambahan co-learning space
Rp15.000 per sesi untuk tiap peserta, dipakai pada sesi teori rotasi dan tinjauan rekaman latihan
Penggantian pelatih
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan bila cara mengajarnya kurang cocok dengan peserta
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, dari Kenjeran sampai Lakarsantri, meluas ke Waru, Gedangan, dan Sedati

Nilai lebih

Kelebihan kelas voli bersama Edubia

Unggulan utama

Pelatih ikut masuk lapangan tiap sesi

Voli mustahil dilatih seorang diri karena bola harus terus bergerak. Pelatih Edubia berdiri di seberang net, melempar dan mengumpan, lalu menghentikan permainan begitu ada gerakan yang keliru.

Tinggi net disetel sebelum pemanasan

Net yang terlalu tinggi memaksa anak memukul dengan bentuk gerak yang salah supaya bolanya menyeberang. Pelatih menurunkannya lebih dulu, lalu menaikkannya seiring lompatan peserta bertambah.

Bola disiapkan peserta sesuai usianya, di luar tarif

Pelatih menyebutkan ukuran yang cocok sebelum pertemuan pertama. Beratnya disesuaikan, lebih ringan untuk anak sekolah dasar supaya lengannya tak perih.

Sesi 90 menit dengan urutan tetap

Pemanasan, pengulangan satu teknik, perangkaian tiga sentuhan, lalu permainan singkat berhitung angka. Urutannya tak berubah supaya peserta tahu apa yang datang berikutnya.

Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan

Kecocokan cara mengajar terbaca cepat di lapangan voli, dari cara pelatih menaikkan kecepatan bola. Bila kurang cocok, sampaikan kepada tim Edubia dan penggantinya disiapkan.

Susunan materi

Susunan materi les voli, dari sikap siap sampai rotasi

Sepuluh bahan di bawah dilatih berurutan, dan pelatih menaikkan bahan berikutnya sesudah gerakan sebelumnya berjalan tanpa dipikirkan peserta. Tiap bahan disertai kesalahan yang berulang di lapangan dan cara pelatih Edubia menanganinya.

  1. 1

    Sikap siap dan langkah kaki

    Sesi 1 sampai 3

    Yang dibahas. Lutut ditekuk, berat badan di ujung telapak, tangan di depan pinggang, dan dua langkah pertama ke segala arah.

    Jebakan umum. Pemula berdiri tegak menunggu bola datang, sehingga terlambat setengah langkah dan menerima bola di samping badan.

    Cara tutor. Pelatih melempar bola ke arah yang tak diberitahu dari jarak dekat, dan menambah jaraknya sesudah peserta bergerak sebelum bola menyeberang.

  2. 2

    Passing bawah

    Bahan pokok

    Yang dibahas. Bidang lengan yang rapat, siku terkunci, dan sudut pantul yang diatur bahu serta tekukan lutut.

    Jebakan umum. Lengan diayun ke atas seperti hendak memukul, dan bola melambung melewati garis belakang sendiri.

    Cara tutor. Pelatih menahan lengan peserta tetap diam lalu memindahkan dorongan ke kaki, dan bola dilempar rendah supaya peserta merendahkan badan.

  3. 3

    Passing atas

    Bahan pokok

    Yang dibahas. Segitiga jari di atas dahi, sentuhan pendek dengan sepuluh bantalan jari, dan dorongan dari lutut yang meluruskan.

    Jebakan umum. Bola tertahan sesaat di jari atau menyentuh satu tangan lebih dulu, dua hal yang dihukum wasit.

    Cara tutor. Peserta memantulkan bola ke tembok dari jarak dekat, sehingga sentuhan yang terlalu lama langsung terasa dan terdengar.

  4. 4

    Servis bawah

    Sesi awal

    Yang dibahas. Bola dipegang setinggi pinggang, ayunan lengan seperti bandul, dan kontak pada bagian bawah bola.

    Jebakan umum. Bola dilempar ke atas sebelum dipukul, sehingga titik kontaknya berpindah dan servis jarang menyeberang.

    Cara tutor. Peserta diminta memegang bola sampai detik terakhir, lalu memindahkan berat badan ke kaki depan saat lengan mengayun.

  5. 5

    Servis atas dan servis mengambang

    Bahan lanjutan

    Yang dibahas. Lambungan lurus di depan bahu, tarikan lengan ke belakang kepala, pergelangan yang menutup untuk putaran, dan kontak singkat tanpa pergelangan untuk bola mengambang.

    Jebakan umum. Lambungan jatuh terlalu ke belakang, memaksa badan melengkung, dan bola tersangkut net.

    Cara tutor. Peserta melambungkan bola tanpa memukul, sampai bola jatuh di titik yang sama sepuluh kali berturut-turut.

  6. 6

    Penyelamatan bola rendah

    Bahan lanjutan

    Yang dibahas. Menjatuhkan badan ke samping, mendorong bola dengan satu lengan, dan berguling untuk meredam benturan.

    Jebakan umum. Peserta menjatuhkan badan dengan lutut menyentuh lantai lebih dulu, dan itu yang melahirkan memar berulang.

    Cara tutor. Gerakan dilatih di atas matras tipis lebih dulu, urutannya pinggul, punggung samping, lalu bahu, sebelum dipindahkan ke lapangan.

  7. 7

    Umpan untuk pemukul

    Peran pengumpan

    Yang dibahas. Menaruh bola di titik tetap sekitar satu meter dari net, umpan tinggi ke sisi kiri, dan umpan cepat di depan pengumpan.

    Jebakan umum. Umpan terlalu rapat ke net, sehingga pemukul hanya bisa memukul lurus ke tangan pemblok.

    Cara tutor. Pelatih menandai titik jatuh umpan dengan kerucut, dan peserta menghitung berapa dari sepuluh umpannya jatuh di dalamnya.

  8. 8

    Smash

    Bahan lanjutan

    Yang dibahas. Awalan tiga sampai empat langkah, tolakan dua kaki, ayunan lengan, dan pergelangan yang menutup di atas bola.

    Jebakan umum. Awalan dimulai terlalu cepat, peserta sampai di bawah bola sebelum waktunya, dan memukul dengan lengan setengah tertekuk.

    Cara tutor. Pelatih memberi aba-aba mulai berlari satu hitungan sesudah bola meninggalkan tangan pengumpan, sampai peserta merasakan jedanya.

  9. 9

    Blok di depan net

    Bahan lanjutan

    Yang dibahas. Sikap tangan setinggi bahu, waktu melompat sesudah pemukul, dorongan telapak melewati net, dan larangan menyentuh net.

    Jebakan umum. Jari dibiarkan lemas dan terkilir, atau pemblok melompat bersamaan dengan pemukul lalu sudah turun saat bola dipukul.

    Cara tutor. Latihan dimulai tanpa lompatan, berdiri di atas kotak rendah sambil mengeraskan jari, lalu lompatan ditambahkan sesudah bentuk tangannya benar.

  10. 10

    Rotasi posisi dan peran libero

    Persiapan bermain penuh

    Yang dibahas. Enam nomor posisi, perpindahan searah jarum jam saat merebut servis, dan batasan libero yang berkaus berbeda.

    Jebakan umum. Peserta mengira harus tetap berdiri di nomor posisinya sepanjang reli, padahal urutan hanya diperiksa saat servis dipukul.

    Cara tutor. Enam titik ditandai di lapangan, peserta menyebut nomornya sambil bergeser, dan kerucut menggantikan pemain lain saat ia berlatih seorang diri.

Cakupan

Yang peserta dapat di tiap paket les voli privat

Pelatih yang ikut bermain sepanjang sesi

Bola dilempar, diumpan, dan diservis pelatih, sebab latihan voli menuntut ada orang di seberang net.

Panduan ukuran bola voli per usia

Bola disiapkan peserta. Berat dan ukuran yang pas dengan usianya ditunjuk pelatih sebelum pembelian.

Tinggi net yang disetel per peserta

Net diturunkan untuk peserta usia sekolah, lalu dinaikkan seiring jangkauan lompatannya bertambah.

Catatan pengukuran awal

Jangkauan lompatan, hasil passing, dan servis pada pertemuan pertama ditulis sebagai titik pembanding.

Latihan tiga sentuhan secara utuh

Menerima, mengumpan, dan memukul dilatih terpisah lalu dirangkai, sehingga urutan aslinya terasa.

Pengenalan aturan yang sering dilanggar

Sentuhan ganda, bola tertahan, sentuhan pada net, dan langkah melewati garis tengah dijelaskan sambil bermain.

Latihan penunjang kondisi fisik

Lompat tali, naik turun kotak rendah, langkah menyamping, dan penguatan bahu dengan karet elastis.

Pencegahan cedera jari, bahu, dan lutut

Pemanasan jari, pembatasan jumlah pukulan penuh, serta latihan mendarat dengan dua kaki di tiap sesi.

Pilihan latihan di lantai keras atau pasir

Porsinya disesuaikan dengan tujuan peserta dan keadaan lutut serta pergelangan kakinya.

Tinjauan bulanan bersama pelatih

Gerakan yang membaik dan yang perlu diulang dituliskan tiap bulan, berikut usul jadwal berikutnya.

Tahap demi tahap

Tahapan yang biasa dilalui peserta les voli Edubia

Tahapan di bawah adalah acuan yang lazim, dan kecepatannya berbeda tiap orang. Penggesernya jumlah bola yang benar-benar sampai ke lengan peserta tiap sesi, jarak antar sesi, dan usianya.

  1. 01

    Pengukuran awal di lapangan

    Sesi pertama

    Jangkauan lompatan, passing bawah, passing atas, dan servis dicoba lalu dicatat. Catatan ini yang dibandingkan sebulan kemudian.

  2. 02

    Servis bawah menyeberang berulang

    Sesi 2 sampai 4

    Peserta menyeberangkan servis bawah delapan dari sepuluh percobaan dari belakang garis. Dari sini permainan sederhana bisa dimulai.

  3. 03

    Passing bawah sampai ke sasaran

    Bulan pertama

    Bola servis pelan bisa dipassing ke titik tetap di dekat garis serang. Sentuhan pertama mulai diandalkan, dan rangkaian tiga sentuhan masuk akal untuk dilatih.

  4. 04

    Umpan yang bisa dipukul

    Bulan kedua

    Passing atas menaruh bola di titik yang sama berulang kali, cukup jauh dari net supaya pemukul punya ruang. Latihan berpasangan mulai terasa seperti permainan.

  5. 05

    Smash pertama dari umpan pelatih

    Bulan kedua sampai ketiga

    Awalan, tolakan dua kaki, dan pukulan berjalan dalam satu rangkaian utuh, mula-mula dari net yang diturunkan. Net dinaikkan bertahap sesudahnya.

  6. 06

    Blok dan penyelamatan bola rendah

    Bulan ketiga

    Peserta berani berdiri di depan net dan menjatuhkan badan untuk bola rendah. Dua gerakan inilah yang mengubah pemula jadi pemain yang bisa dipasang di tim.

  7. 07

    Bermain penuh dengan rotasi

    Bulan keempat dan seterusnya

    Peserta mengikuti urutan rotasi tanpa diingatkan, memahami perhitungan angka, dan bisa memilih pukulan sendiri saat sudah melayang di udara.

Peserta yang cocok

Peserta yang biasanya mengambil les voli privat ini

Peserta yang cocok

  • Anak sekolah dasar yang baru mengenal voli dan masih takut menerima bola cepat
  • Pelajar yang menyiapkan diri untuk seleksi tim voli sekolahnya
  • Pemain tim sekolah yang ingin membetulkan satu gerakan, misalnya servis atas yang belum konsisten
  • Orang dewasa yang bermain voli di lingkungan kerja dan ingin memperbaiki passing serta servis
  • Peserta yang lututnya mudah nyeri dan perlu porsi lompatan yang dihitung tiap sesi
  • Kakak beradik atau dua teman yang ingin berlatih dalam satu sesi

Fleksibel

Kelas voli di tempat yang nyaman untuk anak

Sesi voli berjalan di lapangan yang disepakati di Surabaya, dengan porsi latihan penunjang yang bisa dikerjakan di rumah peserta.

Les voli privat Edubia dan dua batasan yang mengatur permainan

Bola voli berdiri di atas dua batasan yang tak dimiliki cabang lain. Bola tidak boleh berhenti sedetik pun, dan satu regu memegang tiga sentuhan sebelum bola wajib menyeberang. Les voli privat Edubia di Surabaya menyusun seluruh sesinya dari dua batasan itu, dalam pertemuan 90 menit di lapangan bernet yang disepakati sebelum sesi pertama.

Tiga sentuhan itu punya urutan baku: menerima, mengumpan, memukul. Sentuhan pertama menentukan nasib dua sentuhan sesudahnya. Bola yang diterima melenceng jauh ke belakang memaksa pengumpan berlari keluar posisi, dan pemukul kehilangan sasaran sebelum sempat melompat. Karena itu pelatih Edubia memberi sentuhan pertama porsi latihan yang jauh lebih panjang, dan smash menyusul sesudah bola pertama peserta rutin jatuh di titik yang sama.

Batasan kedua menjelaskan kenapa voli sulit dilatih seorang diri: bola harus datang dari seberang net. Pelatih Edubia karena itu ikut masuk lapangan sepanjang sesi, melempar, mengumpan, lalu berdiri sebagai pemblok.

Aturan tiga sentuhan terdengar sederhana sampai peserta berdiri di lapangan. Sentuhan pemblok tak dihitung sebagai satu dari tiga, dan satu pemain dilarang menyentuh bola dua kali berturut-turut kecuali sentuhan pertamanya terjadi saat memblok. Dua pengecualian itu yang membuat pemula ragu, dan pelatih menerangkannya sambil bola bergerak.

Uraian

Tiga sentuhan yang jadi urutan tetap di tiap sesi latihan

Sentuhan pertama untuk menerima

Bola dari servis atau serangan lawan diredam dengan passing bawah. Sasarannya menaruh bola melambung tenang di dekat garis serang, di depan pengumpan.

Sentuhan kedua untuk mengumpan

Pengumpan mengangkat bola dengan passing atas ke titik yang selalu sama, sekitar satu meter dari net, supaya pemukul menghitung awalannya sejak bola di udara.

Sentuhan ketiga untuk memukul

Bola diseberangkan lewat smash, pukulan pelan ke ruang kosong, atau umpan tipuan tepat di belakang pemblok. Pilihannya diambil pemukul ketika ia sudah melayang.

Sentuhan pemblok tanpa hitungan

Tangan pemblok yang menyentuh bola di atas net tak memakai jatah tiga sentuhan. Regu yang memblok tetap memegang tiga kesempatan penuh, dan pemblok boleh menyentuh bola lagi.

Sentuhan ganda yang dihukum wasit

Bola yang mengenai dua bagian tubuh berurutan pada satu pemain dihitung pelanggaran. Pengecualiannya sentuhan pertama regu, yang datang langsung dari serangan lawan dalam satu gerakan.

Passing bawah, bagian pertama yang diurutkan pelatih voli

Passing bawah dipakai menerima servis dan serangan keras. Kedua lengan dirapatkan membentuk satu bidang datar dari pergelangan sampai siku, ibu jari sejajar, siku lurus dan terkunci. Bola disentuh sekitar sejengkal di atas pergelangan, tempat tulangnya rata dan arah pantulnya bisa ditebak.

Sudut pantul ditentukan kemiringan bidang lengan dan bahu yang menghadap sasaran, dan bagian inilah yang jarang dipercaya pemula. Naluri pertamanya mengayun lengan ke atas seperti hendak memukul, dan bolanya melambung melewati garis belakang sendiri. Pelatih memperbaikinya dengan menahan lengan peserta tetap diam, menurunkan badan lewat lutut yang ditekuk, lalu memindahkan tenaga dorong ke kaki yang meluruskan.

Urutan berikutnya kaki. Bola di samping badan mustahil dipassing rapi, jadi peserta dilatih melangkah lebih dulu supaya bola selalu berada di depan dada. Sesi awal berisi passing ke dinding, passing berpasangan dengan pelatih, lalu passing bola servis pelan yang jaraknya ditambah sampai jarak penuh.

Passing atas dan larangan menahan bola di kelas privat

Passing atas dipakai untuk mengumpan, dan bentuk tangannya khas. Kedua tangan diangkat di atas dahi, jari terbuka, ibu jari dan telunjuk membentuk segitiga yang cukup lebar untuk melihat bola lewat di antaranya. Bola disentuh dengan bantalan sepuluh jari, telapak tetap kosong. Sentuhannya pendek dan serentak, dorongannya datang dari lutut dan siku yang meluruskan bersamaan.

Dua pelanggaran menunggu di gerakan ini. Bola yang tertahan sesaat di jari dihukum sebagai bola ditahan, dan bola yang menyentuh satu tangan lebih dulu dihukum sebagai sentuhan ganda. Wasit menilainya dari bunyi sentuhan dan lamanya bola menempel, jadi peserta dilatih menyentuh sekejap lalu menarik tangan turun.

Pelatih juga menjaga arah ibu jari. Ibu jari yang menunjuk lurus ke depan menerima bola tepat di ujungnya dan mudah terkilir. Di kelas privat kesalahan semacam ini terlihat pada sentuhan pertama dan langsung dibetulkan, sebelum tangan peserta terbiasa dengan bentuk yang keliru.

Rincian

Servis yang diajarkan bertahap oleh pelatih voli

Servis adalah bagian permainan yang sepenuhnya berada di tangan peserta sendiri.

Servis bawah untuk sesi pertama

Bola dipegang setinggi pinggang di depan badan, tangan pemukul mengayun dari belakang seperti bandul, dan bagian bawah bola disentuh telapak yang mengeras. Gerakan inilah yang membuat pemula sudah bisa menyeberangkan bola pada pertemuan pertama.

Servis atas yang berputar ke depan

Bola dilambungkan lurus di depan bahu pemukul, lengan ditarik ke belakang kepala, lalu pergelangan menutup di depan bola. Putaran ke depan itulah yang menarik bola turun cepat begitu melewati net.

Servis mengambang tanpa putaran

Lambungannya rendah dan kontaknya singkat tepat di titik tengah bola, tanpa gerakan pergelangan. Bola yang tak berputar bergoyang di udara saat melewati net dan sulit dibaca penerima.

Penempatan servis ke sasaran

Sesudah bola rutin menyeberang, latihan berpindah ke sasaran: garis belakang, ruang di antara dua penerima, dan sudut yang memaksa penerima bergerak. Sasaran inilah yang mengubah servis jadi serangan pertama.

Servis gagal dan cara membaca sebabnya

Bola yang tersangkut net lahir dari lambungan yang jatuh terlalu ke belakang, dan bola yang keluar garis belakang lahir dari pergelangan yang terbuka. Pelatih menyebut sebabnya tiap kali, sehingga peserta membetulkan lambungannya lebih dulu.

Smash: awalan, tolakan, dan pukulan di sesi lanjutan

Smash menutup rangkaian tiga sentuhan, dan dilatih belakangan karena menuntut tiga hal berjalan bersamaan. Awalannya tiga sampai empat langkah; untuk pemain bertangan kanan urutannya kiri, kanan, lalu kiri dan kanan yang mendarat hampir serentak. Langkah terakhir dibuat panjang dan rendah, tumit menyentuh lantai lebih dulu untuk mengerem laju badan, dan laju yang direm itulah yang diubah jadi tinggi lompatan.

Tolakannya memakai dua kaki bersamaan. Kedua lengan diayun ke belakang pada langkah terakhir, lalu dilempar ke atas ketika kaki menolak. Ayunan itu menambah beberapa sentimeter yang menentukan apakah bola bisa dipukul di atas tangan pemblok. Lengan pemukul ditarik ke belakang kepala dengan siku terangkat, tangan satunya menunjuk bola supaya bahu tetap menghadap sasaran.

Bola dipukul di puncak lompatan, ketika lengan sudah lurus penuh. Telapak menyentuh bagian atas belakang bola dan pergelangan menutup, sehingga bola turun ke lapangan lawan. Pemula yang memukul terlalu dini mengenainya dengan lengan setengah tertekuk, dan bolanya melayang datar keluar garis. Pelatih menahan awalan satu hitungan lebih lama, sesudah bola meninggalkan tangan pengumpan.

Blok terjadi di ruang sempit selebar satu langkah dari net, dan di situlah aturan permainan berkumpul rapat. Pemblok boleh menyeberangkan tangan melewati net asal tak mengganggu bola sebelum lawan memukulnya, dilarang menyentuh net selama bola dimainkan, dan dilarang menginjak garis tengah dengan seluruh telapak kaki. Ketiganya diperiksa pelatih tiap kali peserta mendarat.

Sorotan

Blok di depan net dan aturan yang diperiksa pelatih

Sikap tangan sebelum melompat

Kedua tangan diangkat di depan dada setinggi bahu, jari terbuka lebar dan kaku. Tangan yang bergerak dari bawah pinggang selalu terlambat sampai di atas net.

Saat yang tepat untuk melompat

Pemblok melompat sesaat sesudah pemukul melompat, sebab bola masih perlu waktu untuk sampai. Melompat bersamaan membuat pemblok sudah turun ketika bola baru dipukul.

Tangan yang didorong menyeberang

Telapak didorong ke depan atas net dan menghadap turun ke lapangan lawan, sehingga bola yang mengenainya jatuh di dekat net. Bahu dinaikkan mendekati telinga supaya bola tak lolos di antara lengan.

Sentuhan pada net yang dihukum

Menyentuh net di antara kedua tiang dihitung pelanggaran selama bola masih dimainkan. Peserta dilatih melompat lurus ke atas dan mendarat di titik yang sama.

Jari lemas yang melahirkan cedera

Jari yang tak dikeraskan menerima bola cepat tepat di ujungnya dan terkilir. Pemanasan jari serta latihan menahan bola dengan telapak kaku dikerjakan sebelum blok pertama.

Rotasi dan posisi yang sering tertukar di kelas pemula

Enam pemain di lapangan keras menempati posisi bernomor. Posisi satu di belakang kanan dan dari sanalah servis dilakukan, dua di depan kanan, tiga di depan tengah, empat di depan kiri, lima di belakang kiri, dan enam di belakang tengah.

Rotasi terjadi ketika satu regu merebut kembali hak servis. Semua pemain bergeser satu tempat searah jarum jam: dua ke satu, satu ke enam, enam ke lima, lima ke empat, empat ke tiga, tiga ke dua. Perpindahan itu berlangsung sekali saja pada momen perebutan servis.

Dua salah paham berulang di kelas pemula. Pertama, peserta mengira harus tetap berdiri di nomor posisinya sepanjang reli; padahal urutan posisi hanya diperiksa saat bola diservis, dan sesudahnya pemain bebas berpindah di bidangnya sendiri. Kedua, peserta bergeser ke arah berlawanan karena membayangkan jarum jam dari sisi lawan.

Pelatih Edubia melatihnya dengan cara yang sama tiap sesi: peserta berdiri di enam titik bertanda, menyebut nomornya, lalu bergeser sambil bola diservis pelan. Untuk peserta yang berlatih seorang diri, kerucut menggantikan lima pemain lain, sehingga urutannya terbangun sebelum peserta masuk ke tim sekolahnya.

Libero dan pembagian peran dalam les voli beregu

Satu pemain di lapangan memakai kaus berbeda warna, dan itulah libero. Perannya bertahan sepenuhnya: bermain di barisan belakang, menerima servis, menyelamatkan bola rendah, lalu keluar masuk lapangan tanpa dihitung sebagai pergantian pemain resmi.

Batasannya tegas dan sering ditanyakan peserta. Libero dilarang memblok dan dilarang menyerang bola yang seluruhnya berada di atas ketinggian net. Bila ia mengumpan dengan passing atas dari dalam daerah serang, rekannya pun dilarang menyerang bola itu dari atas ketinggian net. Aturan inilah yang membuat libero berlatih passing dan penyelamatan bola jauh lebih banyak daripada pukulan.

Peran lain dibagi menurut tugas: pengumpan yang menyentuh bola kedua hampir di tiap reli, pemukul sisi kiri yang menerima umpan tinggi, pemukul tengah yang memblok cepat, dan pemukul sisi kanan. Di les privat, peserta dikenalkan ke seluruh peran lebih dulu, baru pelatih menimbang mana yang cocok dengan tinggi badan, kecepatan kaki, dan gerakan yang ia senangi.

Cara angka dihitung dan pengaruhnya pada jadwal sesi

Voli memakai penghitungan angka reli. Tiap reli menghasilkan satu angka bagi regu yang memenangkannya, siapa pun yang menyervis sebelumnya. Satu set berakhir di angka 25 dengan selisih dua. Kalau kedudukan 24 sama, permainan berlanjut sampai selisih dua tercapai, jadi set bisa berhenti di 26 lawan 24 atau lebih jauh.

Pertandingan biasanya dimenangi regu yang lebih dulu meraih tiga set. Set penentu, yakni set kelima, berhenti di angka 15 dengan syarat selisih dua yang sama.

Cara menghitung ini terasa sampai ke jadwal latihan. Tiap reli langsung berbuah angka, jadi kesalahan kecil berubah jadi angka untuk lawan, dan pemain yang jarang berlatih servis menyumbang angka gratis berkali-kali dalam satu set. Karena itu pelatih Edubia menutup tiap sesi dengan permainan singkat berhitung angka.

Voli menuntut lompatan berulang, henti mendadak, dan ayunan bahu yang sama ratusan kali dalam sebulan. Lima bagian tubuh yang berulang kali mengeluh ada di bawah, berikut cara pelatih Edubia menahannya sejak menit pemanasan.

Poin penting

Cedera lazim yang diantisipasi pelatih voli tiap sesi

01

Jari tangan saat memblok

Bola cepat yang mengenai ujung jari lemas membuat sendinya terkilir. Penahannya pemanasan jari, latihan menahan bola dengan tangan kaku, dan pelekat jari untuk peserta yang pernah cedera.

02

Bahu tangan pemukul

Ayunan servis dan smash memakai sendi yang sama berulang-ulang, dan nyeri muncul ketika jumlah pukulan penuh melewati kesanggupan otot sekelilingnya. Pelatih membatasi pukulan penuh tiap sesi dan menambah penguatan bahu dengan karet elastis.

03

Lutut pemain yang sering melompat

Melompat dan mendarat berulang menimbulkan nyeri di bawah tempurung lutut. Mendarat dengan lutut menekuk lembut, memilih lantai yang tak licin, dan menghitung jumlah lompatan tiap sesi menahan nyeri itu berkembang.

04

Pergelangan kaki ketika mendarat

Cedera ini kerap lahir saat pemain mendarat di atas kaki pemain lain dekat garis tengah. Mendarat dengan dua kaki dan berhenti sebelum garis tengah dilatih sejak sesi awal.

05

Punggung bawah pada sikap rendah

Sikap siap yang rendah dan ayunan bahu berulang membebani punggung bawah bila otot perut lemah. Latihan penguat batang tubuh diselipkan di akhir sesi, sepuluh menit tanpa alat.

Kondisi fisik yang dibangun pelatih di luar jam teknik

Voli menuntut tiga kemampuan fisik yang berbeda sifatnya. Pertama lompatan berulang: pemain melompat untuk servis, memukul, dan memblok, kadang tiga kali dalam satu reli. Kedua, berhenti mendadak lalu berganti arah dalam dua sampai tiga langkah, sebab bola jatuh di tempat yang tak diberitahu siapa pun. Ketiga, kekuatan bahu dan punggung atas untuk menahan ayunan yang sama sepanjang sesi.

Latihan penunjangnya sederhana dan tak menuntut alat mahal. Lompat tali untuk daya pegas pergelangan kaki, naik turun kotak rendah untuk tenaga tungkai, langkah menyamping mengikuti aba-aba untuk kecepatan berpindah, dan karet elastis untuk otot sekeliling bahu.

Porsinya diatur mengikuti usia. Anak usia sekolah dasar mendapat porsi lompatan yang kecil dan lebih banyak permainan kaki, sebab tulang dan sendinya masih tumbuh. Peserta remaja dan dewasa mendapat porsi lebih besar, dengan pelatih menghitung jumlah lompatan penuh tiap sesi lalu menurunkannya begitu peserta mengeluhkan nyeri lutut.

Satu keadaan membuat program ini sebaiknya ditunda. Peserta yang masih memulihkan cedera bahu atau lutut menunggu izin dokter lebih dulu, sebab voli menuntut melompat dan mengayun bahu sejak menit awal. Sesi voli dijadwalkan sesudah izin itu keluar.

Lapangan, tinggi net, dan bola yang disiapkan sebelum sesi

Lapangan voli berukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter, dibelah net menjadi dua bidang bujur sangkar. Garis serang ditarik 3 meter dari garis tengah, dan garis itulah yang menentukan siapa boleh menyerang dari mana. Pemain barisan belakang tetap boleh menyerang asal menolak dari belakang garis serang.

Tinggi net berbeda menurut kategori. Putra dewasa memakai net setinggi 2,43 meter, putri dewasa 2,24 meter, dan kelompok usia sekolah memakai net yang diturunkan mengikuti kategori umur penyelenggara. Di lapangan yang tiangnya bisa disetel, pelatih Edubia menurunkan net sebelum pemanasan supaya anak yang baru belajar tetap bisa menyeberangkan bola dengan bentuk gerak yang benar. Di lapangan yang netnya terpasang tetap pada tinggi dewasa, pelatih menukar latihannya: pukulan dilatih dari atas kotak rendah, servis dari jarak yang dimajukan.

Bola disiapkan peserta di luar nominal sesi, dan ukurannya diberitahukan pelatih sebelum pertemuan pertama. Bola ukuran lima untuk remaja dan orang dewasa berbobot sekitar 260 sampai 280 gram. Untuk anak sekolah dasar dipakai bola yang lebih ringan atau lebih lunak, supaya lengan tak perih dan rasa takut menerima bola tak sempat tumbuh.

Lantai keras dan pasir: dua permukaan dalam satu paket les

Bola voli dimainkan di dua permukaan yang menuntut gerakan berbeda. Di lantai keras beratap, pijakan kaki bisa ditebak, awalan smash berjalan penuh tiga sampai empat langkah, dan lompatan terasa ringan. Sebagai gantinya, mendarat di lantai keras membebani lutut dan pergelangan kaki lebih berat.

Di pasir, kaki tenggelam beberapa sentimeter tiap kali menapak. Awalan smash memendek jadi satu atau dua langkah, tolakan menuntut tenaga tungkai lebih besar, dan bergerak menyamping terasa berat. Sebagai gantinya, pendaratannya jauh lebih lembut, sehingga peserta yang lututnya mudah nyeri sering dialihkan ke pasir untuk sementara.

Perbedaan lain ada pada jumlah pemain. Di lapangan pasir satu regu berisi dua orang, tanpa garis serang dan tanpa rotasi posisi, jadi keduanya wajib menguasai seluruh peran: menerima servis, mengumpan, memukul, dan memblok. Angin ikut jadi bagian permainan, sebab bola yang tak berputar bisa berbelok sebelum menyeberang.

Peserta les voli Edubia bisa berlatih di kedua permukaan dalam satu paket sesi, dengan porsi yang disesuaikan tujuannya. Yang menyiapkan diri untuk tim sekolah mendapat porsi lantai keras lebih besar; peserta dewasa yang bermain demi kebugaran sering memilih pasir karena beban sendinya lebih ringan.

Pelatih voli Edubia mendatangi lapangan yang disepakati di seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya, dan meluas sampai kecamatan tetangga di Sidoarjo. Penentunya lapangan bernet yang bisa dipakai rutin pada jam yang sama tiap pekan, dan tim Edubia ikut menimbang jarak tempuh dari rumah peserta.

Yang perlu diketahui

Wilayah Surabaya yang dijangkau pelatih voli Edubia

Sisi timur kota

Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, Gunung Anyar, dan Tambaksari. Wilayah ini punya banyak lapangan sekolah dan lapangan kampung beratap bertiang net yang bisa disetel.

Sisi utara dan pesisir

Kenjeran, Bulak, Semampir, Pabean Cantian, dan Krembangan. Peserta di sini kerap menggabungkan sesi lantai keras dengan latihan pasir yang jaraknya dekat.

Sisi selatan kota

Wonocolo, Gayungan, Jambangan, Wonokromo, Dukuh Pakis, Wiyung, dan Karang Pilang. Lapangan beratapnya cukup banyak, sehingga sesi sore tetap berjalan ketika cuaca berubah.

Sisi barat kota

Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Benowo, Pakal, Sukomanunggal, dan Asemrowo. Jadwal pagi di akhir pekan biasanya lebih mudah didapat di wilayah ini.

Pusat kota

Tegalsari, Bubutan, Genteng, Sawahan, dan Simokerto. Lapangan di sini padat terpakai, jadi tim Edubia mengunci jam tetap sejak pekan pertama.

Kecamatan tetangga di Sidoarjo

Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Sukodono, dan Krian. Peserta di perbatasan sering memilih lapangan yang lebih dekat, dan pelatih menyesuaikan jam tempuhnya.

Biaya les voli privat dan yang sudah termasuk di dalamnya

Biaya les voli privat Edubia dimulai dari Rp168.400 per sesi untuk pertemuan 90 menit dengan ritme dua kali sepekan. Angkanya bergerak mengikuti usia peserta, panjang sesi, dan frekuensi latihan dalam sebulan. Peserta dewasa yang berlatih sekali sepekan berada di kisaran Rp303.800 per sesi. Di dalam nominal itu sudah ada penyetelan tinggi net dan penyusunan program latihan bulanan.

Yang berada di luar biaya sesi adalah sewa lapangan. Lapangan bernet dimiliki pihak lain dan tarifnya berbeda antar tempat serta antar jam, jadi peserta membayarnya langsung kepada pengelola. Tim Edubia membantu memilih lapangan yang jamnya cocok, dan menyebutkan kisaran biayanya sebelum sesi pertama dijadwalkan.

Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi tiap peserta. Untuk voli, pilihan itu dipakai pada sesi teori singkat: membaca urutan rotasi, membahas aturan sentuhan, dan menonton ulang rekaman latihan. Latihan bolanya tetap berjalan di lapangan bernet.

Bila cara mengajar pelatih kurang cocok, pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan untuk voli ketidakcocokan biasanya terbaca cepat. Peserta yang takut bola cepat membutuhkan pelatih yang sabar menaikkan kecepatan, sementara peserta yang menyiapkan seleksi tim sekolah membutuhkan pelatih yang tegas soal jumlah pengulangan.

Cara pelatih menyusun sesi 90 menit di lapangan bernet

Sesi 90 menit dibagi dengan urutan tetap, dan urutan itu sengaja tak berubah supaya peserta tahu apa yang datang berikutnya.

Lima belas menit pertama untuk pemanasan: lari ringan, membuka sendi bahu dan pergelangan kaki, lalu passing pelan berpasangan dengan pelatih. Di bagian ini pelatih menanyakan keluhan sisa dari sesi sebelumnya, terutama jari dan lutut.

Empat puluh menit berikutnya untuk pengulangan teknik. Satu sesi memilih satu gerakan utama, misalnya passing bawah menerima servis, lalu mengulangnya dari mudah ke sulit: bola dilempar, diservis pelan, diservis penuh, lalu diservis ke arah yang tak diberitahu. Peserta naik tingkat sesudah sepuluh bola berturut-turut sampai ke sasaran.

Dua puluh menit sesudahnya untuk merangkai: gerakan yang baru dilatih disambung dengan dua sentuhan lain sehingga urutan menerima, mengumpan, dan memukul berjalan utuh. Lima belas menit terakhir untuk permainan singkat berhitung angka dan pendinginan. Di menit penutup pelatih menyebut satu kemajuan hari itu dan satu pekerjaan rumah sampai sesi berikutnya.

Voli menuntut perlengkapan yang sedikit, dan semuanya disiapkan peserta di luar nominal sesi. Daftar di bawah dipakai supaya sesi pertama berjalan tanpa tertunda urusan alat.

Detail

Perlengkapan voli yang disiapkan peserta tiap sesi

Unggulan utama

Bola voli disiapkan peserta tiap sesi

Ukuran lima untuk remaja dan orang dewasa, dan bola lebih ringan untuk anak sekolah dasar. Pelatih menyebutkan ukurannya sebelum sesi pertama.

Sepatu bersol karet dari peserta

Sol karet yang menggigit lantai menahan kaki tergelincir ketika peserta berhenti mendadak. Untuk sesi di pasir, peserta bermain tanpa alas kaki.

Pelindung lutut bila diperlukan

Peserta yang mulai belajar menyelamatkan bola rendah memakai pelindung lutut, sebab menjatuhkan badan dilatih berulang pada sesi itu.

Air minum dan handuk kecil

Sesi 90 menit di ruang beratap tetap menguras cairan tubuh. Pelatih menjadwalkan dua jeda minum, dan peserta membawa air sendiri.

Pelekat jari untuk yang sering memblok

Peserta yang jarinya pernah terkilir memakai pelekat jari saat latihan blok. Pelatih memasangkannya pada sesi pertama sampai peserta bisa sendiri.

Pendaftaran dimulai dari percakapan singkat tentang usia peserta, tujuannya, dan lapangan mana yang bisa dipakai rutin. Ketiga hal itu yang menentukan tinggi net, berat bola, dan susunan sesi pertama.

Ringkasnya

Cara mendaftar les voli privat Edubia

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Ceritakan usia dan tujuan peserta

    Tim Edubia menanyakan usia, tinggi badan, pengalaman bermain, dan tujuan peserta: mengenal voli, menyiapkan tim sekolah, atau berolahraga rutin. Jawabannya menentukan tinggi net dan berat bola.

  2. 2Sepakati lapangan bernet dan jam tetap

    Pilih lapangan yang bisa dipakai pada jam sama tiap pekan. Tim Edubia menimbang jarak, atap, dan permukaan lantainya, lalu menyebutkan kisaran sewa yang dibayar langsung kepada pengelola.

  3. 3Pelatih dicocokkan oleh tim Edubia

    Peserta tidak memilih sendiri. Tim memilihkan pelatih yang cocok dengan usia dan tujuan peserta, lalu memperkenalkannya sebelum sesi pertama berjalan.

  4. 4Sesi pengukuran di pertemuan pertama

    Pertemuan pertama dipakai mengukur jangkauan lompatan, memeriksa passing bawah dan passing atas, serta mencoba servis. Hasilnya dicatat sebagai titik awal untuk dibandingkan bulan depan.

  5. 5Jadwal berjalan dan ditinjau tiap bulan

    Sesi berjalan mengikuti ritme yang dipilih. Tiap bulan pelatih menuliskan gerakan yang membaik dan yang perlu diulang, dan jadwal bisa digeser bila ada pertandingan sekolah.

Tanya jawab

Apa saja yang perlu diketahui soal les voli di Surabaya?

Berapa biaya les voli privat di Surabaya?

Biaya dimulai dari Rp168.400 per sesi untuk pertemuan 90 menit dengan ritme dua kali sepekan, dan naik mengikuti usia peserta serta panjang sesinya. Peserta dewasa yang berlatih sekali sepekan berada di kisaran Rp303.800 per sesi. Nominal itu memuat penyetelan tinggi net dan penyusunan program latihan bulanan. Bola serta perlengkapan lain disiapkan peserta sendiri. Sewa lapangan berada di luar biaya sesi dan dibayar langsung kepada pengelola tempat latihan. Sesi teori di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi.

Umur berapa anak sudah bisa mulai belajar voli?

Kebanyakan anak siap mulai di usia delapan sampai sembilan tahun, ketika koordinasi tangan dan matanya cukup untuk mengarahkan bola. Pelatih memeriksa tiga hal pada pertemuan pertama: keberanian menerima bola yang datang, kesanggupan lengan memantulkan bola tanpa perih, dan kemampuan mengikuti aba-aba sederhana. Untuk anak yang lebih kecil, pelatih memakai bola berbahan lunak, menurunkan net, dan memperbanyak permainan lempar tangkap sebelum masuk ke passing bawah.

Apakah peserta harus punya bola voli sendiri?

Ya, bola termasuk perlengkapan yang disiapkan peserta, terhitung di luar nominal sesi. Untuk anak usia sekolah dasar dipilih bola yang lebih ringan. Sebelum peserta membeli, pelatih menyebutkan ukuran serta tingkat kekerasan yang cocok sesudah melihat cara lengannya menerima bola. Bola yang terlalu keras untuk anak yang baru mulai membuat lengannya perih, dan rasa takut menerima bola jauh lebih lama hilangnya daripada kesalahan teknik.

Saya belum punya lapangan voli. Bagaimana sesinya berjalan?

Tim Edubia membantu mencarikan lapangan bernet yang bisa dipakai rutin di dekat rumah peserta, beratap maupun terbuka. Yang dipertimbangkan ada empat: jarak dari rumah, ketersediaan jam yang sama tiap pekan, permukaan lantainya, dan apakah tiang netnya bisa disetel. Kesepakatan tempat dibereskan sebelum sesi pertama dijadwalkan supaya latihan tidak berpindah-pindah. Sewanya dibayar langsung kepada pengelola, dan tim Edubia menyebutkan kisarannya lebih dulu.

Apakah tinggi badan menentukan bisa atau tidaknya bermain voli?

Tidak. Tinggi badan membantu untuk memblok dan memukul dari atas net, dan voli menyediakan peran yang justru menuntut kecepatan serta ketenangan tangan. Libero bermain di barisan belakang, menerima servis, dan menyelamatkan bola rendah, dan perannya dinilai dari ketepatan passing. Pengumpan dinilai dari ketetapan titik jatuh bolanya. Servis mengambang lebih ditentukan kelembutan pergelangan daripada jangkauan. Pelatih Edubia mengenalkan semua peran lebih dulu, lalu menimbang mana yang cocok dengan tubuh dan gerakan yang disenangi peserta.

Berapa lama sampai bisa passing bawah sepuluh kali berturut-turut?

Yang menentukan adalah jumlah bola yang benar-benar sampai ke lengan bawah peserta tiap sesi. Di sesi privat, pelatih melempar dua sampai tiga kali lebih banyak bola daripada latihan beregu, sebab tak ada antrean menunggu giliran. Peserta yang berlatih dua kali sepekan biasanya sanggup memassing sepuluh bola lemparan berturut-turut ke sasaran dalam tiga sampai lima sesi, dan menyusul untuk bola servis pelan beberapa pekan kemudian. Lengan bawah yang belum terbiasa akan memerah pada sesi awal, jadi pengulangannya dipecah menjadi putaran pendek berselang istirahat.

Berapa kali sepekan sebaiknya berlatih voli?

Dua kali sepekan adalah ritme yang dipilih sebagian besar peserta, dan alasannya ada pada tubuh. Bahu yang mengayun servis serta smash dan lutut yang melompat membutuhkan sedikitnya satu hari jeda sebelum dibebani pola gerak yang sama. Ritme sekali sepekan tetap berjalan untuk peserta berjadwal sekolah padat, hanya kemajuannya lebih pelan karena bentuk gerak yang baru dilatih mudah hilang. Peserta yang menyiapkan diri untuk pertandingan sekolah kadang menambah jadi tiga kali sepekan, dengan satu sesi berisi latihan kaki dan penguatan bahu tanpa lompatan penuh.

Anak saya ingin masuk tim voli sekolah. Apa yang dilatih lebih dulu?

Urutannya menerima servis, servis, lalu rotasi. Pelatih sekolah hampir selalu menilai calon pemain dari kemampuan menerima servis, sebab pemain yang sentuhan pertamanya kacau membuat seluruh rangkaian regu gagal. Sesudah itu servis, karena servis yang konsisten menyeberang langsung menyumbang angka. Rotasi menyusul supaya anak tak bingung ditempatkan di posisi mana pun, dan smash dilatih belakangan. Yang bisa dijanjikan program ini adalah kesiapan teknik dan kondisi fisik yang terukur pada hari seleksi; keputusan penerimaan tetap di tangan pelatih dan pihak sekolahnya.

Apakah pelatihnya ikut bermain di lapangan?

Ya, dan itu bagian dari cara kerja latihan voli. Bola harus datang dari seberang net, dan bola yang dilempar sendiri tak pernah menyerupai bola sungguhan. Sepanjang sesi pelatih melempar bola untuk passing, menyervis dengan kecepatan yang dinaikkan bertahap, mengumpan untuk latihan pukulan, lalu berdiri sebagai pemblok ketika peserta belajar mengarahkan bola menghindari tangan lawan. Pada permainan singkat di penghujung sesi, pelatih bermain sebagai lawan supaya teknik yang baru dilatih diuji dalam keadaan menegangkan.

Bagaimana kalau hujan dan lapangannya terbuka?

Lapangan voli terbuka menjadi berbahaya begitu basah. Lantainya licin di area pendaratan, dan bola yang menyerap air bertambah berat sehingga lengan penerima lebih mudah memar. Karena itu sesi dipindahkan ke lapangan beratap bila tersedia, atau digeser ke jam lain pada pekan yang sama. Peserta di wilayah dengan pilihan lapangan beratap terbatas biasanya memilih jam pagi, ketika hujan lebih jarang turun. Tim Edubia mengabari perubahan jadwal sedini mungkin, dan sesi yang batal karena cuaca dijadwalkan ulang tanpa hangus.

Apakah Edubia juga melatih voli pasir dua lawan dua?

Ya. Voli pasir dilatih dengan penyesuaian yang jelas: awalan smash memendek jadi satu atau dua langkah karena kaki tenggelam, tolakan menuntut tenaga tungkai lebih besar, dan tak ada rotasi posisi karena satu regu berisi dua orang. Kedua pemain wajib menguasai semua peran, dari menerima servis sampai memblok. Angin ikut jadi bahan latihan, sebab bola yang tak berputar bisa berbelok sebelum menyeberang. Peserta di kecamatan pesisir seperti Kenjeran dan Bulak biasanya menggabungkan sesi lantai keras dengan sesi pasir dalam satu bulan.

Bagaimana mencegah jari terkilir saat memblok?

Jari terkilir hampir selalu lahir dari jari yang lemas ketika bola cepat mengenai ujungnya. Pencegahannya berlapis. Pertama, jari dipanaskan di awal sesi dengan meremas bola dan menahannya pada telapak yang kaku. Kedua, latihan blok dimulai tanpa lompatan, cukup berdiri di atas kotak rendah, sampai bentuk tangan peserta benar. Ketiga, jari dibuka lebar dan dikeraskan sejak bola masih di udara. Peserta yang jarinya pernah cedera memakai pelekat jari selama latihan blok, dan bila terkilir tetap terjadi sesi berikutnya dialihkan ke servis serta kerja kaki.

Bisakah dua orang berlatih dalam satu sesi les voli?

Bisa, dan untuk voli hal itu punya manfaat tersendiri. Rangkaian tiga sentuhan menuntut lebih dari satu pemain di satu sisi net, jadi kakak beradik atau dua teman bisa langsung melatih pasangan menerima dan mengumpan sementara pelatih menyervis dari seberang. Yang perlu diperhatikan adalah selisih kemampuan. Bila salah satu jauh lebih pemula, pelatih memisahkan porsi latihannya di paruh pertama sesi lalu menyatukannya di paruh kedua. Sampaikan rencana ini sejak awal supaya tim Edubia menyiapkan susunan sesi dan biayanya.

Kalau cara mengajar pelatihnya kurang cocok, apa yang bisa dilakukan?

Sampaikan kepada tim Edubia dan pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan. Untuk voli, ketidakcocokan biasanya terbaca dalam dua sampai tiga sesi, dan bentuknya khas. Ada peserta yang takut pada bola cepat dan membutuhkan pelatih yang sabar menaikkan kecepatan servis sedikit demi sedikit. Ada peserta yang menyiapkan diri untuk seleksi tim sekolah dan membutuhkan pelatih yang tegas soal jumlah pengulangan. Ceritakan gejalanya secara konkret, misalnya peserta menghindar saat bola datang, supaya penggantinya dipilih dengan tepat.

Wilayah mana saja yang didatangi pelatih voli Edubia?

Pelatih mendatangi lapangan yang disepakati di seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya: Gubeng, Sukolilo, dan Rungkut di sisi timur; Kenjeran, Bulak, dan Semampir di sisi utara; Wonocolo, Gayungan, dan Wiyung di sisi selatan; Lakarsantri, Tandes, dan Benowo di sisi barat; Tegalsari, Bubutan, dan Sawahan di pusat kota. Layanannya meluas ke kecamatan tetangga di Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, dan Krian. Peserta di perbatasan sering memilih lapangan yang lebih dekat lintas wilayah.

Ayo Bergabung

Sesi voli pertama bisa dijadwalkan minggu ini

Kebutuhan dipetakan dulu, biaya per sesi dibicarakan terbuka, baru les voli berjalan.

  • 2.500+ tutor terverifikasi
  • 1.200+ siswa didampingi
  • 4,9/5 rating ulasan