Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai percakapan

Les Bahasa Isyarat di Surabaya

Les bahasa isyarat Edubia Surabaya adalah kelas privat satu tutor satu peserta, sesi 60 menit, di rumah atau online. Anda melatih bentuk tangan, ruang isyarat, dan ekspresi wajah yang bekerja sebagai tata bahasa. Biaya mulai Rp198.500 per sesi.

Les Bahasa Isyarat di Surabaya
4,9/5
1.200 ulasan
2.500+
tutor terverifikasi
1.200+
peserta didampingi
1-on-1
satu tutor satu peserta

Kenalan dulu dengan Les Bahasa Isyarat di Surabaya

Les bahasa isyarat Edubia Surabaya adalah kelas privat satu tutor satu peserta, sesi 60 menit, di rumah atau online. Anda melatih bentuk tangan, ruang isyarat, dan ekspresi wajah yang bekerja sebagai tata bahasa. Biaya mulai Rp198.500 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Serba-serbi Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, layanan les privat personal untuk Surabaya dan kota tetangganya, dengan tutor yang datang ke alamat peserta atau mengajar online.
Materi yang dipelajari
Lima unsur pembentuk isyarat, ekspresi wajah sebagai penanda tata bahasa, ruang isyarat dan rujukan balik, abjad jari, urutan kalimat, kosakata sesuai bidang peserta, serta etiket berkomunikasi dengan penutur Tuli.
Tutor pengampu
Satu tutor untuk satu peserta. Tim Edubia yang memilihkan tutornya, disesuaikan dengan ragam yang Anda butuhkan dan dengan siapa Anda akan berbicara sehari-hari.
Format Sesi
Tatap muka di rumah peserta, di kantor, di ruang belajar Edubia, atau online dengan kamera setinggi dada dan bingkai yang memuat seluruh ruang isyarat.
Durasi sesi
60 menit. Panjang ini dipilih karena bahu, lengan, dan mata bekerja penuh sepanjang kelas, dan bentuk tangan mulai melunak sesudah satu jam.
Ritme belajar
4 sampai 12 sesi per bulan. Dua sesi sepekan dipakai peserta yang harus segera berbicara di rumah atau di tempat kerja.
Biaya
Mulai Rp198.500 per sesi untuk kelas online 60 menit pada ritme delapan sesi sebulan. Tutor datang ke rumah Rp218.700 per sesi pada ritme yang sama, dengan selisih Rp20.200 yang menutup perjalanannya.
Tempat belajar
Rumah peserta, kantor, atau ruang belajar Edubia di Tambaksari dan Wonocolo dengan tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruangnya.
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo di sisi barat sampai Gunung Anyar di sisi timur, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Taman.
Jumlah peserta
Satu peserta per sesi supaya koreksi bentuk tangan berjalan menerus. Keluarga yang ingin belajar bersama dapat membicarakan susunannya lebih dulu dengan tim Edubia.
Tingkat awal
Pemula tanpa pengalaman sama sekali sampai peserta yang sudah mengenal sebagian isyarat dan ingin memperbaiki keterbacaan tangan serta ekspresinya.
Jadwal
Pagi sampai malam, tujuh hari sepekan. Hari dan jam disepakati bersama tutor sesudah sesi pemetaan kebutuhan di pertemuan pertama.
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor kapan saja bila perlu
Assessment kebutuhan dulu

Tahap demi tahap

Tahapan yang dilalui peserta les bahasa isyarat

Tahapan di bawah adalah gambaran yang lazim, dan kecepatan tiap peserta berbeda menurut seberapa sering ia memakai isyarat di luar jam kelas.

  1. 01

    Pemetaan kebutuhan di pertemuan pertama

    Sesi 1

    Tutor menanyakan siapa lawan bicara Anda, seberapa sering pertemuannya, dan ragam apa yang mereka pakai. Dari sana urutan kosakata dan pilihan ragam ditetapkan.

  2. 02

    Abjad jari dan perkenalan diri

    Pekan pertama

    Anda mengeja nama sendiri dengan ritme yang terbaca, menanyakan nama orang lain, dan mengenali bentuk tangan yang mirip supaya tidak tertukar.

  3. 03

    Kalimat pendek dengan wajah yang bekerja

    Pekan ketiga

    Bertanya dan menjawab dalam kalimat pendek, dengan alis yang sudah membedakan pertanyaan berjawaban iya atau tidak dari pertanyaan berketerangan.

  4. 04

    Ruang isyarat mulai dipakai konsisten

    Bulan kedua

    Anda meletakkan dua tokoh di titik yang berbeda dan merujuknya kembali tanpa mengulang nama, lalu bercerita tentang kejadian kemarin memakai titik yang tetap.

  5. 05

    Percakapan sepuluh menit tanpa suara

    Bulan ketiga

    Sesi berjalan tanpa suara sama sekali, dan Anda mulai menebak isyarat yang belum dikenal dari susunan kalimatnya. Rasa canggung berkurang jauh di tahap ini.

  6. 06

    Perjumpaan dengan penutur Tuli

    Berkelanjutan

    Tutor mendorong Anda mulai berbicara dengan penutur Tuli di luar kelas, dan sesi berikutnya dipakai membahas bagian yang tadi tersendat. Di sinilah kemajuan berpindah dari ruang belajar ke kehidupan sehari-hari.

Cakupan kelas

Isi kelas bahasa isyarat yang Anda bawa pulang tiap sesi

  • Sesi 60 menit satu tutor satu peserta Seluruh waktu sesi dipakai untuk tangan Anda sendiri, dengan koreksi yang datang saat tangan masih di udara.
  • Pemetaan kebutuhan sebelum materi disusun Urutan kosakata ditetapkan dari lawan bicara yang Anda tuju, jadi isyarat yang Anda perlukan pekan ini dipelajari pekan ini juga.
  • Koreksi kelima unsur isyarat Bentuk tangan, lokasi, gerakan, arah telapak, dan ekspresi wajah diperiksa bergantian sampai Anda bisa memeriksanya sendiri.
  • Rekaman pendek tiap sesi Satu potongan direkam untuk Anda tonton ulang di rumah, dan tutor menuliskan tiga hal yang perlu dilatih sampai pertemuan berikutnya.
  • Latihan menangkap isyarat orang lain Bagian yang kerap tertinggal ini mendapat jatah waktu tetap di awal tiap sesi, ketika mata masih segar.
  • Adab berkomunikasi dengan penutur Tuli Cara menarik perhatian, menjaga kontak mata, dan berbicara langsung kepada orangnya dilatih di dalam percakapan.
  • Tutor datang ke alamat Anda Sesi tatap muka berjalan di 31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo, dengan biaya jalan tutor yang sudah larut di dalam tarif per sesi.
  • Ganti tutor tanpa biaya tambahan bila kurang cocok Sampaikan sedini mungkin, dan tim Edubia mencarikan tutor lain yang ragam serta tempo mengajarnya lebih pas dengan kebutuhan Anda.

Fleksibel

Sesi bahasa isyarat yang mengikuti agenda Anda

Tutor bahasa isyarat datang ke tempat pilihan Anda di Surabaya atau via online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan Anda.

Ke rumah
Tutor datang ke alamat yang Anda pilih
Co-learning
2 titik partner di Surabaya
Online
Sesi berbagi layar dua arah, terjadwal seperti sesi tatap muka

Susunan materi

Susunan materi les bahasa isyarat dan salah kaprahnya

Sepuluh pokok bahasan di bawah dijalankan berlapis, tidak berurutan kaku. Tiap pokok punya salah kaprah yang berulang di hampir semua peserta baru, dan cara tutor menanganinya sudah ditetapkan sebelum sesi dimulai.

  1. 1

    Bentuk tangan dan arah telapak

    Sesi awal

    Yang dibahas. Susunan jari yang membentuk isyarat, seberapa rapat kepalan, jari mana yang menekuk, serta ke mana telapak dan ujung jari menghadap.

    Jebakan umum. Peserta menilai tangannya dari sudut pandangnya sendiri, sementara lawan bicara melihat sisi sebaliknya. Arah telapak karena itu kerap luput dari perhatian, dan justru unsur inilah yang mengubah makna.

    Cara tutor. Tutor duduk berhadapan dan meminta Anda menirukan, lalu memindahkan latihan ke depan cermin supaya Anda melihat tangan Anda dari sisi lawan bicara.

  2. 2

    Lokasi isyarat di ruang depan badan

    Sesi awal

    Yang dibahas. Titik tempat isyarat dibuat: dekat dahi, di samping pipi, di depan dada, atau setinggi pinggang, berikut batas ruang yang wajar dipakai.

    Jebakan umum. Tangan pelan-pelan turun ke pangkuan seiring peserta lelah, dan isyarat yang melayang di lokasi keliru terbaca sebagai kata lain.

    Cara tutor. Tutor memberi tanda pendek tiap kali tangan turun, tanpa menghentikan kalimat, supaya kesadaran letak tumbuh sambil percakapan tetap berjalan.

  3. 3

    Gerakan, tempo, dan pengulangan

    Sesi awal

    Yang dibahas. Panjang lintasan tangan, arahnya, kecepatannya, dan berapa kali gerakan diulang untuk menyatakan kegiatan yang berlangsung lama atau berkali-kali.

    Jebakan umum. Pemula bergerak terlalu besar dan terlalu lambat, seakan sedang mengeja di udara, sehingga kalimat terasa panjang dan lawan bicara kehilangan kesabaran.

    Cara tutor. Tutor memberi contoh dua kecepatan berturut-turut lalu meminta Anda menyamakan tempo, dan rekaman ponsel dipakai untuk membandingkan hasilnya.

  4. 4

    Alis, mata, dan kemiringan kepala

    Bagian tersulit

    Yang dibahas. Alis naik untuk pertanyaan berjawaban iya atau tidak, alis turun untuk pertanyaan berketerangan, gelengan untuk sangkalan, kemiringan kepala untuk menandai pokok pembicaraan.

    Jebakan umum. Wajah peserta membeku ketika pikirannya sibuk mengingat isyarat, dan kalimat kehilangan penanda tanya sekaligus penanda sangkalan.

    Cara tutor. Tutor mengulang satu kalimat tanya tiga kali dengan alis berbeda dan meminta Anda menebak mana yang mana, sehingga wajah dilatih sebagai tata bahasa.

  5. 5

    Abjad jari dan pengejaan nama

    Berguna sejak hari pertama

    Yang dibahas. Abjad jari yang dipakai pada ragam yang Anda pelajari, termasuk bentuk yang memakai dua tangan dan yang memakai satu tangan, serta ritme mengeja yang terbaca.

    Jebakan umum. Peserta bersandar pada abjad jari lalu mengeja seluruh kalimat, dan lawan bicaranya berhenti mengikuti jauh sebelum kalimatnya selesai.

    Cara tutor. Tutor membatasi pemakaian abjad jari pada nama dan istilah baru sejak sesi ketiga, dan kosakata pengganti diberikan pada sesi yang sama.

  6. 6

    Ruang isyarat dan rujukan balik

    Sesi menengah

    Yang dibahas. Cara meletakkan orang, tempat, dan benda di titik tertentu di depan badan, lalu merujuknya kembali ke titik itu tanpa mengulang namanya.

    Jebakan umum. Peserta memindahkan tokoh yang sama ke tempat baru di tengah cerita, dan lawan bicara langsung kehilangan alurnya.

    Cara tutor. Latihan bercerita dimulai dengan dua tokoh, lalu tiga, dan tutor menghentikan cerita begitu satu titik berpindah supaya kebiasaan itu tidak mengendap.

  7. 7

    Urutan kalimat dan penanda waktu

    Sesi menengah

    Yang dibahas. Keterangan waktu di awal kalimat, pokok pembicaraan yang diangkat lebih dulu, dan hubungan antar bagian yang ditunjukkan lewat penempatan di ruang isyarat.

    Jebakan umum. Peserta menerjemahkan kalimat Indonesia kata per kata, memasukkan isyarat untuk yang, di, dan adalah, sehingga rangkaiannya tidak dimengerti penutur Tuli.

    Cara tutor. Tutor meminta Anda mengisyaratkan satu kalimat apa adanya, menampilkan susunan yang benar-benar dipakai penutur Tuli, lalu menunjuk bagian yang tadi menggantung.

  8. 8

    Menangkap isyarat orang lain

    Sering terlewat

    Yang dibahas. Membaca isyarat pada kecepatan wajar, menangkap penanda wajah sambil mengikuti tangan, dan menebak makna dari susunan kalimat ketika satu isyarat terlewat.

    Jebakan umum. Kemampuan menangkap hampir selalu tertinggal dari kemampuan membuat isyarat, sebab latihan sendirian melatih satu arah saja.

    Cara tutor. Bagian menangkap ditaruh di sepuluh menit pertama sesi ketika mata masih segar, dan tutor sengaja tidak mengulang terlalu cepat supaya Anda berlatih menebak.

  9. 9

    Kosakata sesuai bidang Anda

    Disesuaikan peserta

    Yang dibahas. Isyarat untuk urusan rumah, sekolah, ruang periksa, meja layanan, atau tempat kerja Anda, disusun dari kalimat yang benar-benar Anda pakai tiap hari.

    Jebakan umum. Daftar kosakata umum yang disalin dari buku terasa lengkap dan jarang terpakai, sementara kata yang Anda butuhkan tiap pagi justru belum dipelajari.

    Cara tutor. Tutor meminta Anda mencatat sepuluh kalimat yang kerap Anda ucapkan sepekan, lalu menyusun materi dari daftar itu.

  10. 10

    Nama isyarat dan adab komunitas

    Adab wajib

    Yang dibahas. Cara seseorang memperoleh nama isyarat, kedudukan nama itu di dalam komunitas, dan adab berkomunikasi yang berlaku pada perjumpaan pertama.

    Jebakan umum. Peserta membuat nama isyarat untuk dirinya sendiri karena mengira itu sekadar julukan, padahal nama isyarat diberikan oleh penutur Tuli.

    Cara tutor. Tutor menjelaskan adab ini sejak awal dan melatih perkenalan dengan mengeja nama, cara yang berlaku selama nama isyarat belum Anda terima.

Kecocokan program

Peserta yang cocok mengambil les bahasa isyarat ini

Peserta yang cocok

  • Orang tua yang anaknya Tuli dan membutuhkan bahasa bersama di rumah secepat mungkin.
  • Guru di sekolah yang menerima murid Tuli dan ingin berbicara langsung tanpa selalu bergantung pada pendamping.
  • Perawat, bidan, dan dokter yang sering menerima pasien Tuli di ruang periksa maupun di meja pendaftaran.
  • Petugas layanan publik di kelurahan, bank, loket transportasi, dan meja informasi rumah sakit.
  • Rekan kerja dari karyawan Tuli yang ingin percakapan harian di kantor berjalan tanpa perantara.
  • Saudara kandung, pasangan, atau tetangga yang sehari-hari bertemu penutur Tuli dan ingin mengobrol dengan wajar.

Keunggulan kelas ini

Yang membuat sesi bahasa isyarat terasa beda

Sesi 60 menit yang dibagi lima bagian pendek

Pemanasan tangan, isyarat baru, merangkai kalimat, percakapan tanpa suara, lalu rekaman dan catatan latihan. Pembagian ini menjaga bentuk tangan tetap rapi sampai menit terakhir.

Latihan menangkap isyarat didahulukan

Kemampuan membaca isyarat orang lain hampir selalu tertinggal dari kemampuan membuatnya, jadi bagian menangkap ditaruh di awal sesi ketika mata masih segar.

Adab komunitas diajarkan sejak sesi pertama

Cara menarik perhatian, menjaga kontak mata, dan berbicara langsung kepada orang Tuli dilatih di dalam percakapan, sebab adab yang cuma dibaca tidak terpakai saat gugup.

Jadwal menyesuaikan jam kerja peserta

Sesi berjalan pagi sampai malam, tujuh hari sepekan. Peserta dari kantor layanan publik di Genteng dan Tegalsari umumnya memilih sesi menjelang sore.

Biaya per sesi terbaca sejak awal

Mulai Rp198.500 per sesi untuk kelas online dan Rp218.700 per sesi bila tutor datang ke rumah, tanpa biaya perjalanan yang muncul belakangan.

Penggantian tutor tanpa mengulang biaya dari awal

Bila tempo mengajar atau ragam yang dipakai kurang cocok dengan kebutuhan Anda, tim Edubia mencarikan tutor lain, dan sesi yang sudah Anda jalani tetap terhitung apa adanya.

Perbandingan

Bandingkan sendiri: privat, grup, atau otodidak bahasa isyarat

Fitur Pilihan terbaik Les Bahasa Isyarat Privat Edubia Di tempat pilihan Anda, Surabaya Bimbel Bahasa Isyarat Grup Belajar Bahasa Isyarat Sendiri
Perhatian tutor saat belajar bahasa isyarat Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak peserta Tanpa pendamping
Materi bahasa isyarat disesuaikan level peserta
Fokus ke bab bahasa isyarat yang belum dikuasai Ikut tempo kelas Tergantung sendiri
Assessment kebutuhan bahasa isyarat di awal
Latihan soal bahasa isyarat terarah Seragam Cari sendiri
Jadwal menyesuaikan rutinitas di Surabaya Kelas terjadwal

Apa yang Anda pelajari di kelas bahasa isyarat Edubia

Bahasa isyarat adalah bahasa yang utuh dengan tata bahasanya sendiri, dan komunitas Tuli memakainya untuk seluruh keperluan hidup, dari bercanda di ruang tamu sampai berdebat di ruang rapat. Kelas privat Edubia di Surabaya mengantar Anda masuk ke bahasa itu lewat sesi 60 menit bersama satu tutor, di rumah Anda sendiri atau online.

Huruf besar pada kata Tuli menyebut komunitasnya beserta budayanya, dan begitulah komunitas itu menyebut dirinya. Bahasa yang mereka pakai dibangun di ruang di depan badan. Tangan menyusun bentuk, wajah menyusun tata bahasa, dan arah gerak menyatakan siapa melakukan apa kepada siapa. Ketiganya berjalan serentak, dan itulah sebabnya bahasa isyarat terasa asing pada pekan pertama lalu masuk akal pada pekan kelima.

Sesi pertama dimulai dari pemetaan kebutuhan Anda: dengan siapa Anda akan berbicara, seberapa sering, dan sejauh mana Anda pernah bertemu penutur Tuli. Jawabannya menentukan urutan kosakata yang didahulukan, sebab kebutuhan orang tua yang anaknya Tuli berbeda dari kebutuhan perawat di meja pendaftaran.

Satu isyarat lahir dari lima unsur yang terjadi bersamaan. Mengubah satu saja sudah mengubah maknanya, dan di situlah pemula kerap tergelincir tanpa sadar. Dua isyarat yang bentuk tangannya sama persis bisa berbeda arti hanya karena telapak menghadap ke dalam atau ke luar. Karena itu tutor Edubia memeriksa kelimanya di sesi yang sama, bergantian, sampai Anda bisa memeriksanya sendiri.

Detail

Lima unsur yang diperiksa tutor pada tiap isyarat

01

Bentuk tangan

Susunan jari yang membentuk isyarat: berapa jari terbuka, mana yang menekuk, seberapa rapat kepalan. Jari kelingking yang ikut terangkat tanpa sengaja sudah cukup mengubah satu isyarat menjadi isyarat lain.

02

Lokasi di ruang depan badan

Titik tempat isyarat dibuat: dekat dahi, di depan dada, di samping bahu, atau menempel pipi. Isyarat yang melayang lebih rendah daripada seharusnya terbaca sebagai kata yang berbeda.

03

Gerakan dan pengulangan

Arah jalur tangan, panjang lintasannya, dan berapa kali ia diulang. Pengulangan sering menandai kegiatan yang berlangsung lama, jadi menghentikannya terlalu cepat memendekkan makna.

04

Arah telapak

Ke mana telapak dan ujung jari menghadap. Unsur ini kerap lolos dari perhatian pemula karena tangan terasa benar dari sudut pandang si pembuat isyarat, sementara lawan bicara melihat sisi sebaliknya.

05

Ekspresi wajah dan gerak kepala

Alis, mata, mulut, dan kemiringan kepala yang menyertai tangan. Wajah datar membuat kalimat kehilangan penanda tanya, penanda sangkalan, dan penanda ukuran sekaligus.

06

Kelimanya sekaligus

Tutor menandai satu unsur per putaran latihan supaya perhatian Anda tidak pecah, lalu menggabungkannya di menit terakhir sesi ketika tangan sudah hafal jalurnya.

Ekspresi wajah yang dilatih tutor sebagai tata bahasa

Di bahasa lisan, nada suara dan kata tanya yang menandai jenis kalimat. Di bahasa isyarat, pekerjaan itu dipegang wajah. Alis yang naik menyertai pertanyaan yang jawabannya iya atau tidak. Alis yang turun dan sedikit merapat menyertai pertanyaan yang menuntut keterangan seperti siapa, di mana, atau kapan. Rangkaian tangan yang sama terbaca berbeda hanya karena alisnya bergerak ke arah lain.

Gelengan kepala yang berjalan bersamaan dengan isyarat menyatakan sangkalan, dan ia tetap berjalan sepanjang bagian kalimat yang disangkal. Anggukan pendek menegaskan. Kemiringan kepala menandai bagian kalimat yang sedang diangkat sebagai pokok pembicaraan. Mulut pun ikut bekerja: bukaan bibir yang berbeda menyertai isyarat yang sama untuk menyatakan ukuran, jarak, atau kesungguhan.

Peserta dewasa biasanya tertahan lebih lama di bagian ini, sebab sopan santun sehari-hari mengajarkan wajah yang tenang. Tutor Edubia melatihnya dengan potongan pendek: satu kalimat tanya diulang tiga kali dengan alis yang sengaja berbeda, lalu Anda menebak sendiri mana yang terbaca sebagai pertanyaan iya atau tidak. Latihan ini terasa berlebihan pada awalnya, lalu berhenti terasa begitu.

Ruang isyarat dan cara tutor melatihnya tiap sesi

Ruang isyarat adalah bidang di depan badan, kira-kira selebar bahu ditambah sedikit ke samping, dari ubun-ubun sampai pinggang. Seluruh percakapan terjadi di dalam bidang itu. Ia sekaligus berfungsi sebagai papan catatan: orang, tempat, dan benda yang sedang dibicarakan diletakkan di titik tertentu, lalu dirujuk kembali dengan menunjuk titik yang sama.

Contohnya sederhana. Anda menyebut nama seorang rekan dan meletakkannya di sebelah kanan, lalu seorang dokter di sebelah kiri. Sesudah itu kedua nama tadi tidak perlu diulang. Menunjuk kanan sudah berarti rekan, menunjuk kiri sudah berarti dokter. Kata kerja tertentu bahkan bergerak dari satu titik ke titik lain untuk menunjukkan siapa yang melakukan dan siapa yang menerima.

Kesulitan yang khas muncul ketika peserta lupa titik yang sudah dipakainya sendiri, lalu memindahkan orang yang sama ke tempat baru di tengah cerita. Lawan bicara langsung kehilangan alurnya. Tutor Edubia melatih hal ini dengan cerita pendek berisi dua tokoh dulu, baru tiga, dan meminta Anda menceritakan ulang kejadian kemarin memakai titik yang konsisten.

Urutan kalimat yang diluruskan tutor sejak sesi awal

Menerjemahkan kalimat Indonesia kata per kata ke tangan menghasilkan rangkaian yang tidak dimengerti penutur Tuli. Sebabnya urutan dan alatnya memang berbeda. Banyak kata tugas seperti yang, di, ke, dan adalah tidak punya isyarat tersendiri; hubungan antar bagian kalimat ditunjukkan lewat penempatan di ruang dan arah gerak.

Keterangan waktu umumnya ditaruh di depan. Sesudah waktunya ditetapkan, kalimat berikutnya berjalan tanpa penanda waktu lagi sampai waktunya berganti. Pokok pembicaraan sering diangkat lebih dulu, baru keterangannya menyusul, sehingga susunannya terasa terbalik. Jumlah dan ukuran kerap menempel pada isyaratnya sendiri, jadi menambahkan isyarat terpisah justru terdengar berlebihan.

Tutor Edubia menangani ini dengan cara yang tidak melalui teori panjang. Anda diberi satu kalimat Indonesia, mencoba mengisyaratkannya apa adanya, lalu tutor menampilkan susunan yang benar-benar dipakai penutur Tuli dan menunjukkan bagian mana yang tadi menggantung. Perbandingan langsung semacam ini lebih cepat masuk daripada daftar aturan yang dihafal.

Lebih dekat

Cara tutor bahasa isyarat Edubia menjalankan sesi

Enam hal ini yang membedakan sesi privat dari menonton kanal isyarat sendirian.

Tutor dipilihkan menurut lawan bicara Anda

Tim Edubia mencocokkan tutor sesudah tahu siapa yang akan Anda ajak berbicara: anggota keluarga, murid, pasien, atau tamu layanan. Ragam yang dipakai lawan bicara itulah yang dipelajari lebih dulu.

Koreksi lima unsur di detik yang sama

Kesalahan arah telapak atau lokasi isyarat diperbaiki saat tangan masih di udara. Menunggu sampai akhir sesi berarti tangan sudah terbiasa dengan jalur yang keliru.

Rekaman sesi sebagai alat koreksi wajah

Anda tidak bisa melihat wajah sendiri saat berisyarat. Rekaman pendek di ponsel memperlihatkan alis yang diam dan peralihan antar isyarat yang tersendat, dua hal yang sukar dirasakan dari dalam.

Kosakata disusun dari keseharian Anda

Daftar isyarat yang dilatih diambil dari kalimat yang benar-benar Anda ucapkan tiap hari, mulai dari urusan dapur sampai istilah pekerjaan Anda sendiri.

Tutor datang ke rumah di 31 kecamatan

Sesi tatap muka berjalan di rumah, kantor, atau ruang belajar Edubia. Peserta di Rungkut, Wiyung, dan Sukolilo memakai jalur yang sama dengan peserta di Waru dan Gedangan.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Kalau tempo mengajar atau ragam yang dipakai tutor kurang cocok dengan kebutuhan Anda, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan hitungan biaya tidak dimulai ulang dari awal.

Abjad jari dan nama isyarat di kelas privat ini

Abjad jari dipakai untuk mengeja nama orang, nama tempat, merek, dan istilah yang belum punya isyarat baku. Ia dipelajari pada sesi awal karena berguna sejak hari pertama. Di Indonesia ada abjad jari yang dibentuk dengan dua tangan dan ada yang dibentuk dengan satu tangan, dan yang mana dipakai mengikuti ragam yang Anda pelajari.

Kegunaannya punya batas yang jelas. Mengeja itu lambat, melelahkan jari, dan sulit dibaca ketika kecepatannya naik. Peserta yang menyandarkan diri padanya akhirnya mengeja seluruh kalimat, dan lawan bicaranya kehilangan kesabaran sebelum kalimat selesai. Abjad jari melengkapi kosakata, dan kosakata tetap harus tumbuh.

Nama isyarat berbeda urusannya. Setiap orang yang dikenal komunitas Tuli memperoleh nama isyarat, diturunkan dari ciri fisik, kebiasaan, atau huruf awal namanya yang dipadu satu lokasi. Nama isyarat diberikan oleh penutur Tuli, dan seseorang tidak memilihnya sendiri. Selama Anda belum menerimanya, nama Anda dieja. Tutor Edubia menjelaskan adab ini sejak awal supaya Anda tidak memperkenalkan diri dengan nama isyarat karangan sendiri.

Ragam bahasa isyarat dan cara tutor memilihkannya

Di Indonesia hidup lebih dari satu ragam bahasa isyarat, dan perbedaannya perlu Anda pahami sebelum sesi pertama. Satu ragam tumbuh sendiri di dalam komunitas Tuli, diwariskan antar penutur, dan punya tata bahasa yang berdiri sendiri lepas dari bahasa Indonesia lisan. Ragam lain disusun untuk keperluan pengajaran di sekolah, mengikuti urutan kata dan imbuhan bahasa Indonesia, dengan isyarat yang dipasangkan pada kalimat lisan.

Pilihannya mengikuti siapa lawan bicara Anda. Kalau yang Anda tuju anggota keluarga, tetangga, atau tamu layanan yang tumbuh di dalam komunitas Tuli, ragam komunitas itulah yang perlu dipelajari. Kalau tugas Anda mendampingi murid di ruang kelas bersistem pengajaran sekolah, ragam itu yang lebih dulu berguna. Banyak peserta akhirnya mengenal keduanya.

Isyarat juga bisa berbeda antar daerah, bahkan antar sekolah, persis seperti kosakata bahasa daerah berbeda antar kota. Isyarat yang lazim dipakai di komunitas Surabaya belum tentu sama dengan yang dipakai di daerah lain. Tutor Edubia menandai perbedaan semacam ini saat muncul, jadi Anda tidak kaget ketika bertemu penutur dari luar kota.

Menguasai isyarat saja belum membuat percakapan berjalan. Cara memulai, cara menjaga perhatian, dan cara mengakhiri sama pentingnya, dan semuanya punya adab tersendiri di komunitas Tuli. Tutor Edubia melatihnya sambil jalan, di dalam percakapan, sebab adab yang cuma dibaca di daftar tidak akan terpakai saat gugup.

Selengkapnya

Etiket berbicara yang dilatih bersama tutor

Unggulan utama

Cara menarik perhatian

Tepuk bahu atau lengan atas dengan sentuhan ringan dua kali, lambaikan tangan di dalam jarak pandang, atau ketuk meja supaya getarannya terasa. Menyentuh kepala dan wajah dihindari, begitu pula melempar benda.

Menjaga kontak mata

Memalingkan pandangan di tengah percakapan sama artinya dengan memotong pembicaraan. Kalau Anda harus melihat ke arah lain, beri tanda dulu, lalu kembali.

Berbicara langsung kepada orangnya

Ketika ada pendamping atau juru bahasa, arahkan pandangan dan kalimat kepada orang Tuli yang Anda ajak bicara, dan hindari menitipkan pesan lewat pendampingnya seolah ia yang berkepentingan.

Menjaga garis pandang tetap terbuka

Tangan yang menutup mulut, ponsel yang diangkat, atau tas yang menghalangi dada memotong sebagian isyarat. Kalau harus melintas di antara dua orang yang sedang berisyarat, lewat saja dengan langkah lurus dan tidak berlama-lama.

Ruangan yang cukup terang

Wajah dan tangan perlu terbaca jelas. Duduk membelakangi jendela membuat tangan Anda tampak sebagai bayangan gelap, dan latar berpola ramai membuat jari sulit dipisahkan dari dindingnya.

Latihan mandiri di antara dua jadwal les

Tiga cara latihan yang bekerja untuk bahasa ini sudah lama dikenal para pengajarnya, dan ketiganya murah. Yang pertama berlatih di depan cermin. Anda melihat apa yang dilihat lawan bicara, sehingga jari kelingking yang terangkat sendiri dan bahu yang naik karena tegang langsung terlihat. Cermin besar di kamar sudah cukup.

Yang kedua merekam diri sendiri. Kamera menangkap dua hal yang tidak bisa Anda rasakan dari dalam: wajah yang berhenti bekerja saat pikiran sibuk mengingat isyarat, dan peralihan antar isyarat yang tersendat. Tonton ulang tanpa suara, lalu bandingkan dengan potongan tutor.

Yang ketiga berlatih berpasangan. Bahasa ini dipakai bergantian, dan berlatih sendirian membuat Anda mahir membuat isyarat sekaligus lemah membaca isyarat orang lain. Ajak satu anggota rumah menghafal sepuluh isyarat yang sama, lalu bergantian bertanya dan menjawab. Lima belas menit tiap hari memberi hasil yang lebih baik daripada dua jam sekali sepekan, karena tangan dan mata lelah jauh lebih cepat daripada yang diduga peserta baru.

Ruang belajar yang disiapkan sebelum tutor datang

Kelas bahasa isyarat menuntut satu hal yang tidak diminta kelas lain: tangan dan wajah harus terbaca jelas sepanjang 60 menit. Ruangan yang terang dan latar yang tidak ramai membuat jari mudah dipisahkan dari dindingnya. Meja makan yang menghadap tembok polos biasanya lebih baik daripada sofa yang membelakangi jendela besar.

Tutor dan peserta duduk berhadapan, tanpa meja yang menghalangi badan, pada jarak yang memungkinkan seluruh ruang isyarat dari ubun-ubun sampai pinggang terlihat sekaligus. Kursi tanpa sandaran tangan lebih longgar untuk gerak lengan. Bila di rumah tersedia cermin besar, tutor kerap memindahkan sebagian sesi ke depannya untuk bagian koreksi bentuk tangan.

Pakaian pun ikut menentukan. Atasan berwarna polos yang berbeda jelas dari warna kulit membuat tangan menonjol, sedangkan motif ramai, kilau logam, dan cincin besar bersaing dengan jari. Kuku yang dipotong pendek memudahkan lawan bicara membaca bentuk tangan. Hal-hal kecil semacam ini disebutkan tutor pada sesi pertama, dan pengaruhnya terasa mulai sesi kedua.

Biaya les bahasa isyarat per sesi di Surabaya

Kelas online 60 menit dengan ritme delapan sesi sebulan, yaitu dua kali sepekan, dimulai dari Rp198.500 per sesi. Bila tutor datang ke rumah Anda dengan ritme yang sama, biayanya Rp218.700 per sesi. Selisih Rp20.200 adalah bagian perjalanan tutor menuju alamat Anda, tanpa tagihan transportasi terpisah di akhir bulan. Ritme empat sesi sebulan berada di Rp222.800 per sesi, sedikit lebih tinggi karena tarif per sesi menurun seiring jumlah sesi bertambah.

Sesi 60 menit dipilih karena bahu, lengan, dan mata bekerja terus-menerus, dan sesudah satu jam bentuk tangan mulai melunak tanpa disadari peserta. Menambah durasi berarti menambah menit yang isyaratnya memburuk, jadi menambah frekuensi memberi hasil lebih baik.

Bila Anda memilih belajar di ruang belajar Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruangnya. Belajar di rumah sendiri tidak menanggung tambahan itu. Rincian per bulan, pilihan lama berlangganan, dan urusan pendaftaran dibahas bersama tim Edubia sesudah jadwal Anda cocok dengan jadwal tutornya.

Tutor Edubia mengajar di 31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo. Alamat Anda menentukan tutor mana yang dicocokkan, sebab jarak tempuh yang wajar membuat jadwal sore lebih mudah dijaga dan sesi tidak sering bergeser.

Inti bahasan

Wilayah yang dijangkau tutor bahasa isyarat

Surabaya Timur

Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar. Banyak peserta di sini pekerja dan tenaga pengajar yang mengambil sesi malam sesudah jam kerja.

Surabaya Pusat

Genteng, Tegalsari, Bubutan, dan Simokerto. Peserta dari kantor layanan publik di sekitar sini sering memakai sesi siang menjelang sore.

Surabaya Selatan

Wonokromo, Wonocolo, Gayungan, Jambangan, Dukuh Pakis, dan Sawahan. Ruang belajar Edubia di Wonocolo berada di kawasan ini.

Surabaya Barat

Wiyung, Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Sukomanunggal, Benowo, dan Pakal. Jadwal pagi lebih lapang di sisi ini karena arus lalu lintasnya lebih ringan.

Surabaya Utara

Tambaksari, Kenjeran, Bulak, Semampir, Pabean Cantian, dan Krembangan. Ruang belajar Edubia di Tambaksari melayani peserta dari sisi ini.

Sidoarjo dan sekitarnya

Waru, Gedangan, Buduran, Taman, Sedati, Candi, Sukodono, dan pusat kota Sidoarjo. Tutor yang berangkat dari sisi selatan Surabaya menuju wilayah ini tidak menagihkan biaya jalan terpisah.

Belajar online dari mana saja

Peserta di luar dua wilayah itu, atau yang jadwalnya berpindah-pindah, mengambil sesi online dengan syarat kamera dan pencahayaan yang dijelaskan tutor di awal.

Sesi di kantor atau sekolah

Untuk peserta yang lebih mudah belajar di tempat kerja, sesi bisa berjalan di ruang rapat kecil selama ruangannya terang dan tidak dilewati banyak orang.

Kelas online bahasa isyarat dan syarat kameranya

Bahasa isyarat sanggup berjalan online, dan sebagian peserta Edubia memang memilih jalur ini. Syaratnya lebih ketat daripada kelas lain karena yang harus sampai lewat layar adalah gerak tangan dan wajah sekaligus. Kamera dipasang setinggi dada dan diarahkan lurus, dengan bingkai yang memuat dari ubun-ubun sampai pinggang. Kamera yang terlalu tinggi memotong bagian bawah ruang isyarat, dan isyarat yang dibuat di depan perut ikut hilang.

Jaringan yang tersendat menghapus sebagian gerak, dan gerak yang hilang berarti makna yang hilang; kalau sambungan berat, matikan dulu aplikasi lain yang memakai jaringan sama. Duduk menghadap sumber terang, jangan membelakanginya, dan pilih dinding polos di belakang punggung. Meja yang menutup dada perlu digeser sedikit supaya lengan bebas bergerak.

Ada satu bagian yang memang lebih sulit di layar, yaitu latihan menarik perhatian lewat sentuhan dan getaran. Bagian itu dilatih menyusul saat Anda bertemu penutur Tuli langsung, dan tutor menyiapkannya lewat peragaan supaya Anda tidak canggung.

Siapa yang duduk di kelas bahasa isyarat ini

Kelompok peserta yang kerap datang adalah orang tua yang anaknya Tuli. Kebutuhannya mendesak, sebab satu rumah membutuhkan bahasa bersama secepat mungkin. Yang dibicarakan di rumah pun jauh lebih luas daripada urusan sekolah: menanyakan kabar hari ini, memutuskan menu makan malam, menenangkan seseorang yang sedang kesal.

Kelompok kedua adalah guru di sekolah yang menerima murid Tuli, disusul tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, dan dokter, karena di ruang periksa satu keterangan yang salah tangkap berakibat serius. Kelompok ketiga adalah petugas layanan publik: staf kelurahan, teller bank, petugas loket transportasi, dan penjaga meja informasi rumah sakit. Kelompok keempat adalah rekan kerja dari karyawan Tuli, yang biasanya datang beberapa orang sekaligus dari satu kantor.

Selain itu ada saudara kandung, pasangan, tetangga, dan peserta yang tertarik pada bahasanya sendiri sebagai bahasa. Alasan terakhir ini sah dan tidak perlu dibenarkan kepada siapa pun. Hasil belajar antar kelompok lebih ditentukan oleh seberapa sering mereka memakai isyarat di luar jam kelas daripada oleh latar pekerjaannya.

Batas jujur les privat bahasa isyarat ini

Ada hal yang perlu disampaikan terus terang sebelum Anda mendaftar. Kelas privat ini pintu masuk. Kefasihan sesungguhnya tumbuh dari perjumpaan berulang dengan penutur Tuli, sebab bahasa ini hidup di dalam komunitasnya dan berubah di sana. Tutor bisa memberi dasar yang rapi, mengoreksi bentuk tangan, dan melatih mata Anda menangkap isyarat orang lain, sementara kecepatan, kelenturan, dan kepekaan pada ragam daerah datang dari duduk bersama penuturnya.

Program ini juga tidak menyiapkan Anda menjadi juru bahasa isyarat. Profesi itu menuntut jalur, latihan, dan pengakuan tersendiri, termasuk mengalihbahasakan dua arah dalam waktu nyata dan kode etik yang mengikat. Menawarkan diri sesudah beberapa bulan belajar merugikan orang yang Anda niatkan dibantu.

Edubia tidak mewakili dan tidak berbicara atas nama organisasi Tuli mana pun. Yang Edubia sediakan adalah tutor, jadwal, dan ruang latihan yang tertata. Sikap yang kami tanamkan sejak sesi pertama sederhana: bahasa ini milik komunitasnya, dan Anda datang sebagai tamu yang sedang belajar.

Sesi 60 menit dibagi menjadi bagian pendek karena tangan, bahu, dan mata bekerja penuh sepanjang kelas. Membiarkan satu kegiatan berjalan setengah jam membuat bentuk tangan melemah tanpa disadari, dan bentuk yang melemah itulah yang akhirnya terekam jadi kebiasaan.

Catatan penting

Jalan satu sesi les bahasa isyarat dari menit pertama

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Sepuluh menit pemanasan tangan dan mata

    Peregangan jari dan pergelangan, lalu latihan menangkap isyarat cepat yang dibuat tutor tanpa suara. Bagian menangkap ini sengaja didahulukan karena kemampuan membaca isyarat orang lain biasanya tertinggal dari kemampuan membuatnya.

  2. 2Lima belas menit isyarat baru

    Isyarat baru diperkenalkan sedikit demi sedikit, lengkap dengan kelima unsurnya. Tutor menampilkan, Anda menirukan, tutor mengoreksi arah telapak dan lokasinya, lalu diulang sampai jalurnya stabil.

  3. 3Lima belas menit merangkai kalimat

    Isyarat baru digabung dengan yang sudah Anda kuasai menjadi kalimat utuh, memakai urutan yang dipakai penutur Tuli. Di sinilah penanda waktu di depan kalimat dan penempatan tokoh di ruang isyarat mulai dilatih bersamaan.

  4. 4Sepuluh menit percakapan tanpa suara

    Suara dimatikan sepenuhnya dan percakapan berjalan hanya dengan tangan dan wajah. Aturan ini terasa berat pada sesi pertama dan menjadi bagian yang ditunggu peserta pada sesi kesepuluh.

  5. 5Sepuluh menit rekaman dan catatan latihan

    Satu potongan pendek direkam untuk Anda tonton ulang, lalu tutor menuliskan tiga hal yang perlu dilatih sampai sesi berikutnya. Catatannya sengaja pendek supaya benar-benar dikerjakan.

Tanya jawab

Berapa biaya dan bagaimana jadwal les bahasa isyarat?

Berapa biaya kelas bahasa isyarat privat dan apa saja tambahannya?

Kelas online 60 menit dengan ritme delapan sesi sebulan dimulai dari Rp198.500 per sesi. Bila tutor datang ke rumah Anda dengan ritme yang sama, biayanya Rp218.700 per sesi; selisih Rp20.200 menutup perjalanan tutor ke alamat Anda, di Surabaya maupun Sidoarjo. Ritme empat sesi sebulan berada di Rp222.800 per sesi, sebab tarif per sesi menurun seiring jumlah sesi bertambah. Belajar di ruang belajar Edubia di Tambaksari atau Wonocolo menambah Rp15.000 per sesi; belajar di rumah sendiri tidak.

Apakah saya harus sudah mengenal orang Tuli sebelum ikut kelas ini?

Tidak perlu. Banyak peserta datang tanpa pernah berbicara dengan penutur Tuli, dan sesi pertama disusun untuk keadaan itu. Yang ditanyakan tutor di pertemuan awal justru sebaliknya: apakah ada orang Tuli di sekitar Anda, siapa dia, dan seberapa sering Anda bertemu. Kalau ada, materi disusun dari kebutuhan percakapan itu; kalau belum, tutor menyusunnya dari keseharian Anda lalu mendorong Anda bertemu penutur Tuli sesudah beberapa bulan, sebab kefasihan tumbuh dari perjumpaan berulang.

Ragam bahasa isyarat mana yang akan saya pelajari?

Di Indonesia hidup lebih dari satu ragam. Satu ragam tumbuh sendiri di dalam komunitas Tuli dengan tata bahasa yang berdiri sendiri, satu lagi disusun untuk pengajaran di sekolah dengan mengikuti urutan kata bahasa Indonesia. Pilihannya mengikuti siapa lawan bicara Anda: ragam komunitas untuk berbicara dengan anggota keluarga atau tamu layanan yang tumbuh di dalamnya, ragam sekolah untuk mendampingi murid di kelas. Tim Edubia menanyakannya sebelum mencocokkan tutor, dan banyak peserta akhirnya mengenal keduanya.

Berapa lama sampai saya bisa mengobrol sederhana?

Jujurnya tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang, dan Edubia tidak menjanjikan tingkat kemahiran tertentu dalam jumlah sesi tertentu. Gambaran yang lazim: abjad jari dan perkenalan diri sudah jalan di pekan pertama, kalimat tanya pendek dengan wajah yang bekerja di pekan ketiga, dan pemakaian ruang isyarat yang konsisten pada bulan kedua. Kecepatannya lebih ditentukan seberapa sering Anda memakai isyarat di luar jam kelas daripada oleh bakat. Peserta yang berlatih lima belas menit tiap hari bersama satu anggota rumah bergerak jauh lebih cepat.

Saya tinggal di Lakarsantri. Adakah tutor bahasa isyarat yang menjangkau sisi barat kota?

Ada. Sisi barat Surabaya termasuk Lakarsantri, Sambikerep, Wiyung, Tandes, Benowo, dan Pakal seluruhnya dilayani, begitu pula sisi timur seperti Rungkut dan Sukolilo, sisi utara seperti Tambaksari dan Kenjeran, serta wilayah Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, dan Taman. Alamat Anda ikut menentukan tutor mana yang dicocokkan, sebab jarak tempuh yang wajar membuat jadwal sore lebih mudah dijaga. Sebutkan kecamatan Anda saat menghubungi tim Edubia, lalu hari dan jamnya dibicarakan bersama tutor terdekat.

Apakah bahasa isyarat benar-benar bisa dipelajari secara online?

Bisa, dan sebagian peserta Edubia memang memilih jalur itu. Syaratnya lebih ketat karena yang dikirim lewat layar adalah gerak. Kamera dipasang setinggi dada dan diarahkan lurus, dengan bingkai yang memuat dari ubun-ubun sampai pinggang, sebab kamera terlalu tinggi memotong isyarat yang dibuat di depan perut. Duduk menghadap sumber terang, pilih dinding polos di belakang punggung, dan geser meja yang menutup dada. Satu bagian yang lebih sulit di layar adalah latihan menarik perhatian lewat sentuhan dan getaran, dan itu dilatih saat Anda bertemu penutur Tuli langsung.

Kenapa sesinya 60 menit dan tidak dibuat lebih panjang?

Alasannya datang dari bahasanya sendiri. Bahu, lengan, jari, dan mata bekerja terus-menerus sepanjang kelas, dan sesudah kira-kira satu jam bentuk tangan mulai melunak tanpa disadari peserta. Menit tambahan sesudah titik itu melatih isyarat yang sudah memburuk, dan tangan mengingat jalur keliru sama baiknya dengan jalur benar. Menambah frekuensi karena itu memberi hasil lebih baik daripada memanjangkan satu pertemuan. Peserta yang ingin bergerak cepat mengambil dua sesi sepekan, dengan latihan pendek di rumah pada hari di antaranya.

Anak saya Tuli dan saya baru mulai belajar, dari mana sebaiknya saya mulai?

Mulai dari ragam yang sudah dipakai anak sehari-hari, dan itu hal pertama yang ditanyakan tutor di sesi pemetaan. Kalau ia tumbuh di lingkungan komunitas Tuli, ragam komunitas itu yang perlu Anda pelajari lebih dulu supaya percakapan di rumah nyambung sejak awal. Kosakatanya disusun dari kalimat yang benar-benar Anda ucapkan tiap pagi dan malam, dari urusan makan, mandi, dan sekolah sampai pertanyaan bagaimana harinya berjalan. Banyak orang tua mengambil dua sesi sepekan pada bulan-bulan pertama.

Apakah saya bisa menjadi juru bahasa isyarat setelah menyelesaikan kelas ini?

Tidak, dan Edubia menyampaikan hal itu terus terang sejak awal. Menjadi juru bahasa isyarat menuntut jalur, latihan, dan pengakuan tersendiri, termasuk kemampuan mengalihbahasakan dua arah dalam waktu nyata, penguasaan istilah berbagai bidang, dan kode etik yang mengikat. Kelas privat ini membangun kemampuan Anda berbicara langsung dengan penutur Tuli dalam urusan sendiri. Menawarkan diri sebagai juru bahasa sesudah beberapa bulan belajar merugikan orang yang Anda niatkan dibantu, terutama di ruang periksa, ruang sidang, atau meja layanan.

Apa yang perlu saya siapkan di rumah sebelum tutor datang?

Satu ruangan yang cukup terang dengan latar tidak ramai, dan dua kursi yang bisa dihadapkan tanpa meja di antaranya. Meja makan yang menghadap tembok polos lebih baik daripada sofa yang membelakangi jendela besar, sebab duduk membelakangi jendela membuat tangan Anda tampak sebagai bayangan gelap. Kenakan atasan polos yang warnanya berbeda jelas dari warna kulit, potong kuku pendek, dan lepas cincin serta gelang yang berkilau. Kalau ada cermin besar di rumah, sebutkan kepada tutor; sebagian latihan bentuk tangan dipindahkan ke depannya.

Bagaimana kalau saya merasa kurang cocok dengan tutornya?

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan permintaannya cukup Anda kirim lewat jalur yang sama dengan tempat Anda mendaftar. Ketidakcocokan di kelas bahasa isyarat sering berasal dari dua hal: tempo mengajar yang terlalu cepat sehingga Anda kehilangan sebagian isyarat, atau ragam yang dipakai tutor berbeda dari ragam lawan bicara Anda. Keduanya bisa dibereskan dengan mencocokkan ulang, dan hitungan biaya tidak dimulai dari nol. Katakan sedini mungkin, sebab kebiasaan bentuk tangan yang keliru makin lama makin sulit diperbaiki.

Apakah anggota keluarga lain boleh ikut duduk di sesi yang sama?

Format bakunya satu tutor satu peserta, sebab koreksi bentuk tangan menuntut perhatian menerus pada satu pasang tangan. Meski begitu, keluarga yang ingin belajar bersama sering punya alasan yang masuk akal, apalagi bila di rumah ada anggota keluarga Tuli dan seisi rumah perlu memakai bahasa yang sama. Susunan semacam itu bisa dibicarakan lebih dulu dengan tim Edubia sesudah tahu berapa orang yang ikut. Cara lain yang murah dan sering berhasil: satu orang mengambil kelas, lalu melatih anggota rumah lain dengan sepuluh isyarat yang sama tiap pekan.

Bagaimana cara mendaftar dan kapan sesi pertama bisa mulai?

Hubungi tim Edubia lewat tombol pendaftaran di halaman ini atau lewat WhatsApp, sebutkan kecamatan Anda, siapa yang akan Anda ajak berbicara, dan jam yang lowong di jadwal Anda. Tim yang mencocokkan tutornya, sebab pencocokan mempertimbangkan ragam yang Anda butuhkan sekaligus jarak tempuh ke alamat Anda. Sesudah tutor cocok dan jadwal disepakati, sesi pertama umumnya berjalan dalam hitungan hari, dan dipakai untuk pemetaan kebutuhan, jadi Anda sudah mulai mengeja nama sendiri pada hari yang sama.

Apakah tangan saya harus lentur atau perlu bakat khusus?

Tidak. Bahasa isyarat dipelajari seperti bahasa lain, lewat pengulangan dan pemakaian, dan jari yang kaku pada pekan pertama melunak sendiri seiring latihan. Yang lebih menentukan adalah kesediaan memakai wajah, dan di situlah peserta dewasa biasanya tertahan, sebab sopan santun sehari-hari mengajarkan wajah yang tenang. Alis yang bergerak terasa berlebihan pada sesi pertama, lalu berhenti terasa begitu sesudah beberapa pertemuan. Peserta dengan keterbatasan gerak tangan tetap bisa mengikuti kelas ini; sampaikan keadaannya lebih dulu supaya tutor menyesuaikan pilihan isyarat.

Kenapa saya diminta merekam diri sendiri saat berlatih?

Karena Anda tidak bisa melihat wajah sendiri saat berisyarat, sementara wajah mengerjakan sebagian tata bahasanya. Rekaman pendek memperlihatkan dua hal yang mustahil dirasakan dari dalam: alis yang berhenti bekerja ketika pikiran sibuk mengingat isyarat, dan peralihan antar isyarat yang tersendat sehingga kalimat terpotong-potong. Tonton ulang tanpa suara, lalu bandingkan dengan potongan yang dibuat tutor di sesi terakhir. Bersama latihan di depan cermin, cara ini menutup sebagian besar kesalahan yang biasanya baru ketahuan berbulan-bulan kemudian.

Ambil Langkahnya

Waktunya serius dengan les bahasa isyarat

Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les bahasa isyarat dulu, keputusan belakangan.