Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Anak usia 5 sampai 12 tahun

Les STEM for Kids di Surabaya

Les STEM for Kids Surabaya dari Edubia mengajak anak usia 5 sampai 12 tahun menguji satu perubahan memakai bahan rumah tangga, mencatatnya di buku sains, lalu memperbaiki rancangannya. Biaya mulai Rp128.300 per sesi, tutor menemui anak di rumah.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les STEM for Kids di Surabaya

Les STEM for Kids di Surabaya, apa saja?

Les STEM for Kids Surabaya dari Edubia mengajak anak usia 5 sampai 12 tahun menguji satu perubahan memakai bahan rumah tangga, mencatatnya di buku sains, lalu memperbaiki rancangannya. Biaya mulai Rp128.300 per sesi, tutor menemui anak di rumah.

Konsultasi dan Daftar

Serba-serbi Program

Usia peserta
5 sampai 12 tahun, adik prasekolah dan anak awal SMP menyesuaikan
Format Sesi
Privat, satu tutor mendampingi satu anak di rumah keluarga
Durasi
60 menit untuk usia 5 sampai 7 tahun, 90 menit mulai usia 8 tahun
Frekuensi
4 sesi per bulan, sekali sepekan pada hari yang tetap
Biaya
Mulai Rp128.300 per sesi 60 menit, Rp171.500 per sesi 90 menit
Isi kurikulum
Uji adil satu perubahan, daur rancang bangun enam langkah, buku catatan sains
Perlengkapan
Bahan dari dapur dan gudang rumah serta alat ukur bersatuan, seluruhnya disiapkan keluarga
Tutor pengampu
Tutor sains dan matematika yang terbiasa mendampingi anak SD
Penilaian
Rubrik proses empat perkara, dikirim ke wali tiap empat sesi
Wilayah layanan
31 kecamatan di Kota Surabaya dan 14 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo
Ruang belajar tambahan
Co-learning space di Tambaksari dan Wonocolo, tambah Rp15.000 per sesi

Fleksibel

STEM for Kids yang menyesuaikan jadwal anak

Tutor STEM for kids datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Keunggulan kelas ini

Yang membuat les STEM for kids kami beda

Uji adil di tiap percobaan

Satu hal diubah, sisanya dijaga tetap, dan daftarnya ditulis sebelum bahan disentuh. Aturan inilah yang membuat kesimpulan anak bisa dipertanggungjawabkan.

Bahan dari dapur dan gudang rumah

Sedotan, botol bekas, balon, kelereng, koran, dan kacang hijau. Anak bisa mengulang percobaannya pada Minggu pagi tanpa menunggu siapa pun.

Buku catatan sains milik anak

Satu buku polos dari sesi pertama sampai termin berakhir, berisi gambar berlabel, kolom dugaan, dan tabel hasil.

Rubrik proses tiap empat sesi

Empat perkara yang diamati langsung, dikirim ke wali sebagai catatan pendek berisi contoh bertanggal, tanpa angka ulangan.

Alat ukur bersatuan disiapkan keluarga sebelum kelas dimulai

Gelas takar, termometer, kaca pembesar, timbangan dapur kecil, serta kabel berlampu kecil dan baterai. Daftarnya dikirim tutor sebelum sesi pertama.

Tutor STEM bisa diganti tanpa biaya tambahan

Bila cara kerja tutor tak cocok dengan anak, sampaikan lewat WhatsApp dan penggantinya dicarikan, dengan buku catatan anak tetap dipakai.

Tahap Belajar

Enam tahap sesi les STEM anak sejak awal

Tahap di bawah dihitung dari sesi pertama pada ritme empat sesi per bulan. Anak yang di rumahnya sudah terbiasa mencatat melewati tahap kedua dengan cepat.

  1. 01

    Sesi pertama, tutor menonton anak bekerja

    Pekan 1

    Anak mengerjakan satu percobaan pendek, dan tutor mencatat pada langkah mana ia berhenti lalu bertanya. Buku catatan dibuka dan halaman aturan ditempel.

  2. 02

    Kolom dugaan mulai terisi sendiri

    Bulan 1

    Anak menulis perkiraan berikut alasannya tanpa diingatkan. Tabel masih diisi bersama tutor, dan satuan sering tertinggal.

  3. 03

    Aturan satu perubahan dipegang anak

    Bulan 2

    Anak menyusun sendiri daftar yang dijaga tetap, dan menegur dirinya ketika hendak mengubah dua hal sekaligus. Tiga kali ulangan berjalan tanpa diminta.

  4. 04

    Tabel dan grafik batang berdiri sendiri

    Bulan 3

    Angka pindah ke batang setinggi kotak buku, dan anak mulai melihat pola lewat bentuk batangnya. Rata-rata sederhana muncul di baris terakhir tabel.

  5. 05

    Rancangan berlangkah banyak

    Bulan 4

    Anak merakit benda berlangkah banyak, misalnya jalur kelereng bertingkat atau menara berpenopang silang, lalu memperbaikinya dua putaran dalam satu sesi.

  6. 06

    Anak memilih pertanyaannya sendiri

    Bulan 5 ke atas

    Pertanyaan datang dari hal yang ia temui sepanjang pekan, dan tutor membantunya memangkas sampai bisa diuji. Buku catatannya sudah jadi kebiasaan tangan.

Susunan Materi

Delapan pokok bahasan di kelas STEM anak

Delapan pokok berikut berulang sepanjang dua termin, dan tutor memutuskan urutannya sesudah menonton anak mengerjakan satu percobaan pendek di sesi pertama.

  1. 1

    Pertanyaan yang bisa diuji

    Sesi 1 sampai 2

    Yang dibahas. Memilah pertanyaan yang bisa dijawab percobaan sore itu dari yang menuntut pustaka atau pendapat orang.

    Jebakan umum. Anak sering membawa pertanyaan raksasa seperti kenapa langit berwarna biru, lalu berhenti sebab tak ada yang bisa dikerjakan di meja.

    Cara tutor. Tutor memangkasnya bersama anak sampai tersisa satu hal yang bisa diubah dan satu yang bisa diukur dengan alat di rumah.

  2. 2

    Dugaan sebelum bahan disentuh

    Sesi 2 sampai 4

    Yang dibahas. Menulis perkiraan berikut alasannya di kolom kiri buku catatan, sebelum bahan dikeluarkan dari wadahnya.

    Jebakan umum. Anak menghapus dugaannya begitu hasilnya kelihatan, sehingga bagian yang justru mengajarkan ikut hilang.

    Cara tutor. Tutor memakai pena warna berbeda untuk kolom dugaan, dan menyepakati sejak sesi pertama bahwa kolom itu tak dihapus.

  3. 3

    Aturan satu perubahan

    Sesi 3 sampai 6

    Yang dibahas. Menentukan satu hal yang diubah lalu menyusun daftar yang dijaga tetap: bahan, ukuran, tempat, orang yang melempar.

    Jebakan umum. Dua perubahan sekaligus terasa lebih cepat bagi anak, dan hasilnya memang bergeser, cuma penyebabnya jadi tak terlacak.

    Cara tutor. Tutor memulangkan anak ke keadaan lama dengan satu perubahan saja, lalu keduanya membandingkan dua angka berdampingan di tabel.

  4. 4

    Mengukur dan menaksir

    Sesi 4 sampai 8

    Yang dibahas. Memakai pita ukur, gelas takar, stopwatch, dan timbangan dapur; menaksir lebih dulu lalu membandingkannya dengan hasil ukur.

    Jebakan umum. Satuan sering hilang dari kepala kolom, sehingga angka 12 bisa berarti sentimeter, detik, atau butir beban.

    Cara tutor. Tutor menahan pengisian tabel sampai satuannya tertulis, dan anak lama-lama menuliskannya tanpa diminta.

  5. 5

    Mencatat di buku sains

    Berjalan tiap sesi

    Yang dibahas. Gambar berlabel, tabel tiga baris, dan kesimpulan dua baris yang masih bisa dibaca ulang pekan berikutnya.

    Jebakan umum. Angka yang menyimpang jauh biasanya tak dicatat, sebab anak menganggapnya kesalahan yang memalukan.

    Cara tutor. Tutor menyediakan tempat khusus untuk angka menyimpang, lalu mengajak anak menebak sebabnya: pintu terbuka, tangan bergetar, alas miring.

  6. 6

    Membaca tabel dan turus

    Mulai usia 8 tahun

    Yang dibahas. Memindahkan tabel menjadi grafik batang setinggi kotak buku, dan memakai turus untuk mencacah percobaan berhasil dan meleset.

    Jebakan umum. Anak menggambar batang mengikuti perasaannya, sehingga percobaan yang menyenangkan digambar tinggi meski angkanya kecil.

    Cara tutor. Tutor memakai kotak buku sebagai satuan tetap, dan anak menghitung jumlah kotak tiap angka sebelum penanya menyentuh kertas.

  7. 7

    Daur rancang bangun

    Sesi 5 sampai 12

    Yang dibahas. Enam langkah berulang, dengan waktu yang disisakan untuk putaran memperbaiki di sesi yang sama.

    Jebakan umum. Rancangan pertama sering dianggap anak sebagai hasil akhir, sehingga ia berhenti begitu bendanya berdiri.

    Cara tutor. Tutor menyiapkan uji beban sebelum perakitan dimulai, sehingga anak tahu bendanya masih akan diuji lalu digambar ulang.

  8. 8

    Menjelaskan hasil kepada orang lain

    Sesi 9 ke atas

    Yang dibahas. Menceritakan kembali percobaan kepada wali atau saudara, memakai buku catatan sebagai pegangan urutan.

    Jebakan umum. Anak menyebut apa yang terjadi tanpa menyebut apa yang ia ubah, sehingga pendengarnya tak bisa menilai kesimpulannya.

    Cara tutor. Tutor meminta anak membuka halaman daftar hal yang dijaga tetap, dan menyebutkannya sebelum menyebut hasilnya.

Cakupan Program

Yang diterima keluarga tiap termin les STEM

Percobaan berbeda tiap sesi

Sepuluh percobaan berbahan rumah tangga dipakai bergantian, dengan urutan menurut usia anak dan bahan yang tersedia di rumah.

Panduan alat ukur bersatuan

Gelas takar, termometer, kaca pembesar, timbangan dapur kecil, serta kabel berlampu kecil dan baterai disiapkan keluarga, dan tutor menunjukkan cara membaca satuannya.

Buku catatan sains berkerangka tetap

Enam bagian berulang, sehingga anak tahu di mana menaruh dugaan, gambar, tabel, dan kesimpulannya tanpa diarahkan ulang.

Rubrik proses empat perkara

Diisi tiap empat sesi, dikirim ke wali sebagai catatan pendek berisi contoh bertanggal dari sesi yang berlangsung.

Daftar bahan untuk pekan berikutnya

Dikirim sesudah sesi berakhir supaya keluarga bisa menyiapkannya dari dapur, tanpa belanja khusus ke toko alat laboratorium.

Percobaan mandiri yang bisa diulang

Bahannya tetap ada di rumah sesudah tutor pulang, sehingga anak bisa mengulangnya pada akhir pekan tanpa pendampingan.

Penyelarasan dengan tema projek sekolah

Bila sekolah sedang menjalankan tema rekayasa, tutor memilih percobaan yang berbagi keterampilan dengannya tanpa mengerjakan tugas sekolah anak.

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Bila cara kerja tutor tak cocok dengan anak, penggantinya dicarikan dan buku catatan anak dilanjutkan dari halaman terakhir.

Sebelum Memilih

Dua daftar sebelum memilih les STEM anak

Anak yang cocok memulai sekarang

  • Anak yang bosan menghafal dan bertanya kenapa di tengah pelajaran
  • Anak yang banyak bertanya sampai jawaban di rumah habis
  • Anak yang takut salah dan enggan mencoba sebelum yakin
  • Kakak dan adik yang ingin mengerjakan percobaan bersama
  • Wali yang ingin mendampingi anak tanpa memberi jawaban
  • Anak kelas 4 sampai 6 SD yang sekolahnya menjalankan projek rekayasa

Standar layanan

Kenapa keluarga Surabaya memilih les STEM for kids di Edubia?

Yang sudah kami siapkan begitu keluarga memutuskan mulai les STEM for kids.

Perkembangan STEM for kids dicatat tiap sesi

Sesudah pertemuan wali menerima catatan singkat: materi yang dibahas, sejauh mana latihannya berjalan, dan sasaran pertemuan berikutnya.

Tutor STEM for kids datang ke rumah

Sesi berjalan di rumah Anda di Surabaya, di co-learning space partner, atau online bila cuaca dan jadwal menuntut.

Biaya les STEM for kids disepakati di awal

Nominal per sesi dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, tanpa tambahan di tengah jalan.

Apa yang dikerjakan les STEM anak di Surabaya

STEM menyatukan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika lewat satu persoalan yang benar-benar dikerjakan anak, tanpa jadwal bergantian seperti jam pelajaran sekolah. Ketika seorang anak di Gubeng ingin tahu lipatan sayap mana yang membuat pesawat kertasnya melayang lebih jauh, ia menyentuh keempatnya dalam satu sore: pertanyaan yang bisa diuji, alat ukur pilihannya sendiri, rancangan yang ia gambar ulang sesudah lemparan kelima, dan angka di pita ukur yang menutup perdebatan dengan adiknya.

Les STEM for Kids Surabaya dari Edubia memakai persoalan semacam itu sebagai bahan tiap sesi. Tutor menemui anak di alamat rumah, di Surabaya maupun Sidoarjo, lalu bekerja di meja makan bersama satu anak saja. Sesi berjalan 60 menit untuk usia 5 sampai 7 tahun dan 90 menit mulai usia 8 tahun, dengan biaya mulai Rp128.300 per sesi.

Halaman ini menguraikan isinya berurutan, dari aturan uji adil sampai biaya dan wilayah yang disinggahi tutor. Bila jadwalnya sudah jelas, daftar sesi les STEM anak atau tanya slot lewat WhatsApp.

Selengkapnya

Empat bidang STEM yang dipakai dalam satu sesi

Keempatnya bekerja di satu percobaan, dan tutor menunjuk perannya saat anak mengerjakannya.

Unggulan utama

Sains: pertanyaan yang bisa diuji

Anak memilah pertanyaan yang bisa dijawab percobaan dari yang hanya bisa dijawab pendapat. Tutor menemaninya menajamkan kalimat sampai tersisa satu hal yang bisa diubah dan satu yang bisa diukur.

Teknologi: alat yang dipilih anak sendiri

Teknologi di kelas ini berarti alat sederhana: pita ukur, gelas takar, corong, penjepit jemuran, stopwatch. Anak memilih yang cocok untuk pertanyaannya, lalu menyebut alasannya sebelum mulai.

Rekayasa: rancangan yang digambar ulang

Rekayasa muncul begitu rancangan pertama roboh. Anak menggambar ulang di buku catatan, menambah satu penopang, lalu mengujinya lagi memakai beban yang sama persis.

Matematika: angka yang menutup perdebatan

Anak mengukur karena jawabannya bergantung pada angka. Panjang lemparan, cacah beban, lama nyala lampu, dan tinggi kecambah masuk ke tabel yang dibaca bersama menjelang sesi berakhir.

Penyatuannya di satu meja belajar

Keempat bidang dikerjakan berurutan pada satu percobaan, di meja yang sama. Anak tak pernah diminta berpindah mata pelajaran di tengah jalan, dan di situlah kelas ini berbeda dari les mapel.

Daur rancang bangun yang dipakai tutor tiap sesi

Rancang bangun anak berjalan dalam enam langkah berulang: bertanya, membayangkan, merencanakan, membuat, menguji, memperbaiki. Urutannya melingkar, dan langkah keenam memulangkan anak ke langkah pertama dengan pertanyaan yang lebih tajam daripada pertanyaan pembuka sesi.

Penyesuaian yang berat justru sering datang dari orang dewasa di rumah. Uji yang gagal di sini dihitung sebagai keterangan, dan angkanya masuk ke buku catatan seperti hasil yang berhasil. Tutor tak memberi tanda silang untuk percobaan yang meleset.

Karena itu tiap sesi menyisakan waktu untuk putaran kedua. Sesi 90 menit di rumah keluarga di Rungkut atau Waru terbagi begini: sepuluh menit membaca ulang catatan pekan lalu, dua puluh menit merancang, tiga puluh menit membuat dan menguji, dua puluh menit memperbaiki lalu menguji ulang, sepuluh menit menulis kesimpulan. Sesi 60 menit memampatkan bagian merancang dan memakai percobaan yang bahannya tertata sebelum tutor tiba.

Enam kartu di bawah adalah urutan yang dipegang tutor sepanjang sesi. Anak usia 5 sampai 7 tahun mengerjakan langkah satu sampai lima dengan bantuan penuh, dan langkah keenam muncul di termin kedua. Anak usia 11 sampai 12 tahun memegang keenamnya sendiri, dengan tutor yang menanyakan alasan di tiap belokan.

Inti bahasan

Enam langkah daur rancang di kelas STEM anak

Bertanya

Anak menyebut apa yang ingin ia ketahui. Tutor memangkasnya menjadi kalimat yang bisa diuji sore itu juga, misalnya berapa lembar koran yang sanggup menahan satu gelas air.

Membayangkan

Anak menyebut beberapa cara yang mungkin dipakai, tanpa satu pun ditolak. Tutor menuliskan seluruhnya di papan kecil supaya cara yang tampak aneh tetap punya tempat.

Merencanakan

Satu cara dipilih, lalu digambar di buku catatan lengkap dengan bahan dan ukuran kasarnya. Gambar itu yang dibandingkan dengan benda jadinya.

Membuat

Anak merakit dengan tangannya sendiri. Tutor menahan diri memegang bahan kecuali untuk keselamatan, misalnya memotong kardus tebal atau memakai lem panas.

Menguji

Benda jadi diuji memakai cara yang disepakati sebelum perakitan dimulai. Ukuran keberhasilannya ditulis lebih dulu, sehingga tak bisa digeser sesudah hasilnya kelihatan.

Memperbaiki

Anak mengubah satu bagian saja, lalu mengulang uji yang sama persis. Mengubah tiga bagian sekaligus menghapus cara untuk tahu bagian mana yang menolong.

Uji yang adil: aturan satu perubahan di tiap sesi

Metode ilmiah untuk anak berhenti di lima hal: pertanyaan, dugaan, uji yang adil, pengamatan yang dicatat, lalu kesimpulan yang bisa dibaca ulang. Yang menuntut latihan berulang adalah uji yang adil, dan aturannya satu kalimat. Ubah satu hal, biarkan sisanya tetap.

Contohnya terasa begitu anak melanggarnya. Seorang anak kelas 3 SD di Sukolilo mengubah lipatan hidung pesawat kertasnya sekaligus melempar lebih kuat, lalu pesawatnya terbang dua meter lebih jauh. Ia menyimpulkan lipatan barunya berhasil. Tutor mengembalikannya ke lemparan lama dengan lipatan baru, dan jaraknya memendek. Yang menolong tadi kekuatan lemparannya.

Karena itu tiap percobaan dimulai dengan dua daftar pendek. Daftar pertama berisi satu hal yang akan diubah. Daftar kedua berisi yang dijaga tetap: bahan, ukuran, tempat, orang yang melempar, sampai jumlah percobaan. Anak usia 8 tahun ke atas sanggup menyusun daftar kedua sendiri sesudah empat sampai lima sesi. Tiga kali ulangan dipakai sebagai patokan, sebab satu kali percobaan gampang meleset oleh angin kipas atau tangan bergetar.

Buku catatan sains yang dibawa anak tiap kelas

Tiap anak memegang satu buku tulis polos, dipakai sejak sesi pertama sampai termin berakhir. Isinya tiga hal berulang: gambar berlabel, kolom dugaan, dan tabel hasil. Buku ini yang membuat sesi pekan lalu bisa disambung, dan yang membuat anak sanggup menceritakan percobaannya kepada ayahnya pada Sabtu malam.

Keluaran yang jarang diduga orang tua adalah menulisnya. Anak menggambar gelas lalu menamai tiap bagiannya, menulis satuan di kepala kolom, dan menyusun kalimat kesimpulan yang harus dimengerti orang lain. Ia menulis karena butuh catatannya sendiri pekan depan, dan alasan itu lebih tahan lama daripada perintah menulis rapi.

Tutor memeriksa buku catatan di sepuluh menit terakhir tiap sesi. Kerapian tulisan tak dinilai. Yang dilihat: satuan tertulis, angka menyimpang ikut dicatat, dan gambar rancangan cocok dengan benda yang benar-benar dibuat. Buku ini juga yang dibawa anak ke sekolah saat gurunya meminta bukti pengerjaan projek.

Enam bagian di bawah adalah kerangka tetap buku catatan sains anak. Usia 5 sampai 7 tahun mengisi gambar dan tabel dengan bantuan, dan kolom dugaan sering ia isi lewat gambar wajah senang atau bingung. Mulai usia 9 tahun keenamnya ditulis sendiri.

Uraian

Isi buku catatan yang diperiksa tutor tiap sesi

Halaman pertanyaan

Satu pertanyaan per halaman, ditulis besar di baris teratas. Halaman bermuatan dua pertanyaan berakhir dengan tabel yang tumpang tindih dan sulit dibaca ulang.

Kolom dugaan

Diisi sebelum bahan disentuh, memuat perkiraan berikut alasannya. Letaknya di sisi kiri supaya terlihat berdampingan dengan hasil sebenarnya.

Gambar berlabel

Rancangan digambar lalu tiap bagiannya dinamai: penopang, alas, sambungan, beban. Nama itu memberi anak kata untuk menjelaskan bagian mana yang patah.

Tabel percobaan

Tiga baris untuk tiga kali ulangan, dengan satuan di kepala kolom. Tanpa satuan, angka 12 bisa berarti sentimeter, detik, atau butir beban.

Grafik batang sederhana

Angka tabel dipindahkan menjadi batang setinggi kotak buku. Anak usia 8 tahun ke atas melihat pola lewat bentuk batangnya sebelum sanggup menyebutnya.

Kalimat kesimpulan

Dua kalimat: apa yang sekarang ia ketahui, dan apa yang masih ia ragukan. Kalimat kedua jadi pembuka sesi berikutnya, sehingga buku ini menyambung sendiri.

Tahap usia dan isi sesi les STEM anak

Tahun kelahiran menempatkan anak di salah satu dari tiga tahap, dan tutor menggesernya sesudah melihat anak bekerja sekali. Sesi pertama dipakai menonton anak mengerjakan satu percobaan pendek, lalu mencatat pada langkah mana ia berhenti dan bertanya.

Usia 5 sampai 7 tahun bekerja pada hal yang terlihat mata: mengurutkan benda dari ringan ke berat, memilah yang tenggelam dan yang mengapung, lalu menyebut sebab yang bisa ia tunjuk. Usia 8 sampai 10 tahun memegang aturan satu perubahan, memakai alat ukur bersatuan, dan menyusun tabel tiga baris. Usia 11 sampai 12 tahun menulis dugaan berikut alasannya, menjalankan uji berlapis, dan merancang benda berlangkah banyak.

Adik prasekolah yang ikut menonton diberi tugas kecil yang aman. Anak awal SMP diarahkan ke percobaan berdua variabel terkendali, dengan porsi perhitungan yang dinaikkan. Untuk pendampingan anak yang cakupannya lebih luas, tersedia halaman les anak Surabaya.

Panjang sesi mengikuti tahap usia, sebab uji adil tiga kali ulangan menuntut waktu berbeda di tiap tahap. Sesi di Jambangan, Sukodono, dan Mulyorejo memakai pembagian yang sama.

Rincian

Tiga tahap usia dan jadwal sesi les STEM

Usia 5 sampai 7 tahun, sesi 60 menit

Mengurutkan, memilah, dan menyebut sebab yang terlihat langsung. Percobaan dipilih yang hasilnya muncul dalam hitungan detik, misalnya benda mengapung atau bayangan yang memanjang.

Usia 8 sampai 10 tahun, sesi 90 menit

Mengubah satu hal, mengukur dengan satuan, dan menyusun tabel tiga baris. Grafik batang pertama muncul di tahap ini, dan anak mulai menghitung rata-rata sederhana.

Usia 11 sampai 12 tahun, sesi 90 menit

Menulis dugaan berikut alasannya, menjalankan uji berlapis, dan merancang benda berlangkah banyak. Anak mulai memeriksa apakah kesimpulannya menjelaskan angka yang menyimpang.

Adik prasekolah yang ikut menonton

Diberi tugas kecil yang aman: menempel stiker, memegang stopwatch, atau menghitung butir kelereng. Benda kecil dijauhkan dari jangkauan adik di bawah tiga tahun.

Anak awal SMP yang baru mulai

Masuk lewat percobaan yang sama, dengan porsi perhitungan dinaikkan dan dua variabel dikendalikan sekaligus. Buku catatannya memakai kolom tambahan untuk selisih dugaan dan hasil.

Ritme empat sesi per bulan

Sekali sepekan pada hari tetap, sehingga pengamatan bertingkat seperti pertumbuhan kecambah punya jarak waktu yang sama antarsesi.

Percobaan bahan rumah tangga di sesi les STEM Surabaya

Bahan percobaan di kelas ini diambil dari dapur, gudang, dan laci rumah: sedotan, botol bekas, balon, kelereng, koran, kardus, garam, minyak goreng, kapas, dan kacang hijau. Tiga alasan menahan pilihan itu.

Pertama, pengulangan. Percobaan yang bahannya ada di rumah bisa diulang anak pada Minggu pagi tanpa menunggu tutor, dan pengulangan mandiri itulah yang memindahkan pemahaman ke kepala. Kedua, rasa berani. Bahan yang sudah dikenal menghapus rasa asing di depan peralatan laboratorium, sehingga anak lebih cepat mulai. Ketiga, biaya keluarga, sebab bahan percobaan sepanjang satu termin jarang melampaui harga jajan sepekan.

Alat ukur yang jarang ada di rumah disiapkan keluarga: gelas takar bersatuan, termometer, kaca pembesar, timbangan dapur kecil, dan satu set kabel berlampu kecil dan baterai. Daftarnya dikirim tutor sebelum sesi, dan keluarga di Wonokromo maupun Buduran menyiapkannya sekali untuk satu termin.

Sepuluh percobaan berikut dipakai bergantian sepanjang dua termin, masing-masing membawa satu gagasan yang bisa diuji ulang di rumah. Urutannya dipilih menurut usia anak dan bahan yang sudah tersedia, sehingga sesi di Tegalsari bisa berbeda dengan sesi di Krian.

Sorotan

Sepuluh percobaan yang dipakai tutor STEM anak

Menara sedotan yang diberi beban

Sedotan dan selotip dirakit menjadi menara, lalu diberi beban buku sampai roboh. Anak menemukan segitiga menahan bentuknya sementara kotak melipat, dan beban perlu jalan turun ke alas.

Mobil balon di lantai keramik

Balon ditiup lalu udaranya dilepas ke belakang, dan badan mobil berjalan ke depan. Anak mengukur jarak tempuh untuk tiga ukuran tiupan, lalu menemukan dorongan ke satu arah melahirkan gerak ke arah sebaliknya.

Kolom kerapatan cairan

Madu, sirup, air berpewarna, dan minyak goreng dituang berurutan ke satu gelas tinggi. Lapisannya menata diri, dan anak menghubungkan urutannya dengan berat tiap cairan pada takaran sama.

Penyaringan air keruh berlapis

Kerikil, pasir, dan kapas disusun dalam botol terpotong, lalu air bercampur tanah dituang dari atas. Anak melihat kotoran tertahan tiap lapis, dan tutor menegaskan air hasilnya tetap dilarang diminum.

Uji jatuh telur berpembungkus

Telur dibungkus koran, kapas, atau potongan sedotan, lalu dijatuhkan dari tinggi yang sama. Anak menemukan pembungkus yang memperlama waktu berhenti membuat telurnya utuh, lalu mencatat tinggi jatuh di tabel.

Pesawat kertas satu variabel

Satu lipatan diubah sementara kertas, cara melempar, dan tempatnya dijaga sama. Percobaan ini yang dipakai tutor mengajarkan aturan satu perubahan, sebab pelanggarannya langsung terasa.

Rangkaian baterai dan lampu kecil

Kabel, baterai, dan lampu kecil disusun sampai menyala, lalu satu sambungan dilepas. Anak menemukan arus menuntut jalan yang tersambung penuh, dan lampu padam begitu jalannya terputus di mana pun.

Jam bayangan di halaman rumah

Satu tongkat ditancapkan di halaman, ujung bayangannya ditandai tiap tiga puluh menit. Anak melihat arah dan panjang bayangan berubah, lalu menghubungkannya dengan letak matahari sepanjang siang.

Catatan pertumbuhan kacang hijau

Dua gelas berisi kapas basah, satu dekat jendela dan satu di dalam lemari, lalu tinggi kecambah diukur tiap hari. Percobaan inilah yang menuntut anak mencatat di luar jam sesi.

Jalur kelereng dari kardus

Kardus dipotong menjadi talang, lalu kelereng dilepas dari beberapa tinggi awal. Anak mencatat sejauh mana kelereng berjalan, dan menemukan hubungan tinggi lepas dengan jarak tempuh.

Matematika yang hidup di kelas STEM anak

Matematika di kelas ini jarang muncul sebagai soal. Ia muncul sebagai keperluan. Anak mengukur panjang lemparan karena jawabannya bergantung pada angka itu, dan menaksir lebih dulu supaya tahu apakah hasil ukurannya masuk akal. Taksiran yang meleset jauh menandakan pita ukurnya terbaca terbalik.

Enam hal berulang sepanjang termin. Mengukur panjang, waktu, dan berat dengan alat bersatuan. Menaksir sebelum mengukur, lalu membandingkan keduanya. Menulis satuan di kepala kolom sehingga angka 12 tak kabur artinya. Membuat turus untuk mencacah percobaan yang berhasil dan yang meleset. Menyusun grafik batang dari tabel tiga baris. Membaca simetri dan pola berulang pada sayap pesawat kertas maupun jalur kelereng.

Perbandingan berskala masuk di tahap terakhir. Anak usia 11 tahun yang membuat model rumah dari kardus menjaga perbandingan tinggi pintu terhadap tinggi dinding, lalu menghitung berapa sentimeter pintu itu seharusnya bila dindingnya dua kali lebih tinggi. Di titik ini pecahan dan perbandingan mulai terasa sebagai alat kerja yang menentukan apakah modelnya berdiri tegak atau miring. Latihan hitung cepat yang berdiri sendiri dibahas di halaman les jarimatika Surabaya.

Batas layar yang disengaja di kelas STEM anak

Kelas STEM anak di Edubia sedikit memakai layar, dan pilihan itu disengaja. Tiga alasan menahannya, dan ketiganya patut dinyatakan terbuka kepada orang tua yang membandingkannya dengan kelas berbasis aplikasi.

Pertama, tangan menemukan hal yang mata tak temukan. Anak yang menekan menara sedotan merasakan sisi mana yang lentur sebelum melihatnya roboh, dan rasa di jari itu yang membuatnya menambah penopang di tempat yang tepat. Kedua, tayangan bergerak menyodorkan jawaban sebelum pertanyaan anak matang: animasi cairan yang menata diri menghapus kesempatan anak menebak urutan lapisannya. Ketiga, bahannya sudah ada di rumah, sehingga perantara di antara anak dan bahan menambah langkah tanpa menambah pengertian.

Dua pemakaian tetap dipertahankan. Anak boleh memotret hasil percobaannya untuk ditempel di buku catatan, dan boleh melihat foto bangunan atau alat yang sedang ia tiru. Keduanya singkat, di bawah lima menit dalam satu sesi 90 menit, dan alatnya milik keluarga. Keluarga yang menginginkan kelas berperangkat elektronik atau berpapan tik punya dua halaman tersendiri: les robotika Surabaya dan les coding Surabaya.

Keselamatan yang dijaga tutor di rumah peserta

Percobaan berbahan rumah tangga tetap menuntut aturan tegas, sebab dapur dan gudang menyimpan hal yang berbahaya bagi anak. Aturan pertama tanpa perkecualian: sesi berlangsung dengan orang dewasa berada di rumah, dan tutor tak pernah meninggalkan anak sendirian bersama bahan terbuka.

Bahan percobaan dilarang masuk mulut, termasuk yang tampak seperti makanan. Sirup, garam, dan minyak goreng dipakai sebagai cairan berbeda kerapatan di gelas percobaan. Percobaan berlem panas dikerjakan tutor, dengan anak berdiri di sisi lain meja. Percobaan yang berpotensi memercik, misalnya menuang cairan dari ketinggian atau melepas balon berisi udara, memakai pelindung mata sederhana.

Kelereng, manik, dan potongan sedotan pendek dijauhkan dari jangkauan adik di bawah tiga tahun, lalu dikembalikan ke wadah tertutup sebelum tutor pamit. Percobaan yang menyangkut air panas atau kompor tak dipakai sama sekali. Anak di Sawahan maupun Sedati mengerjakan percobaan yang sama, dengan aturan yang sama.

Enam aturan berikut dibacakan tutor pada sesi pertama, lalu ditempel di halaman depan buku catatan. Anak usia 5 sampai 7 tahun hafal keenamnya sesudah tiga sesi, sebab tutor mengulangnya tiap kali bahan baru dikeluarkan.

Poin penting

Aturan keselamatan tiap sesi les STEM anak

01

Orang dewasa berada di rumah

Sesi berjalan saat ada orang dewasa di rumah, meski tak menemani sepanjang waktu. Aturan ini berlaku juga di co-learning space.

02

Bahan percobaan dilarang dicicipi

Termasuk bahan yang biasanya dimakan. Begitu sirup atau garam masuk gelas percobaan, ia berhenti menjadi makanan sampai sesi selesai dan wadahnya dicuci.

03

Pelindung mata untuk percobaan memercik

Dipakai saat menuang cairan dari ketinggian, melepas udara balon, atau menjatuhkan benda. Kacamata renang bening milik anak sudah memadai.

04

Lem panas dipegang tutor

Anak menunjuk titik yang perlu direkatkan, dan tutor menempelkannya. Untuk rakitan bersambungan banyak, selotip kertas disiapkan keluarga sebagai pengganti.

05

Benda kecil dijauhkan dari adik balita

Kelereng, manik, dan potongan sedotan pendek disimpan di wadah tertutup begitu selesai dipakai. Meja kerja dipilih di luar jangkauan adik di bawah tiga tahun.

06

Dapur di luar wilayah percobaan

Air panas, kompor, dan pisau tajam tak pernah masuk daftar bahan. Percobaan yang menuntut panas diganti yang memakai suhu ruang dan air keran.

Peran orang tua saat sesi les STEM berlangsung

Orang tua yang menonton sesi menghadapi satu godaan yang sama: memberi tahu jawabannya. Godaan itu muncul ketika anak berhenti, memandangi rakitannya, dan diam. Diam sepuluh sampai lima belas detik itu bagian kerja yang sedang berlangsung, dan menyela di detik keempat memotongnya.

Ada satu penggantian kata yang menolong. Ketika anak keliru, ganti kata salah dengan pertanyaan tentang perkiraannya: apa yang akan terjadi kalau sedotannya ditambah satu. Pertanyaan itu memulangkan anak ke kolom dugaan di bukunya, dan ia menemukan sendiri bagian yang meleset dalam satu putaran. Dua kalimat lain: minta ia menunjuk bagian yang patah lebih dulu, lalu menyebut satu hal yang akan ia ubah berikutnya.

Di luar jam sesi, perannya sederhana. Sediakan satu kotak berisi sedotan, selotip, kardus, dan karet gelang di sudut ruang. Seorang wali di Gunung Anyar menaruhnya di dekat meja belajar, dan anaknya mengulang percobaan menara tiga kali sepanjang pekan tanpa diminta.

Penilaian tanpa angka ujian di kelas les STEM

Kelas ini tak memakai ulangan bernilai angka, sebab yang dilatih berupa cara kerja. Tutor memakai rubrik proses berisi empat perkara yang diamati langsung sepanjang sesi, dan tiap perkara punya empat tingkat: belum tampak, mulai tampak dengan bantuan, tampak sendiri, dan tampak sendiri sambil menjelaskan alasannya.

Keempatnya: mengajukan pertanyaan yang bisa diuji, mengubah satu hal saja, mencatat dengan jujur termasuk angka menyimpang, dan menjelaskan alasan kesimpulannya dengan kalimat yang dimengerti orang lain. Anak yang bertanya kenapa langit biru sedang bertanya hal besar, dan tingkatnya naik begitu ia sanggup memecahnya menjadi pekerjaan meja.

Rubrik itu diisi tiap empat sesi, lalu dikirim ke wali sebagai catatan pendek berisi contoh yang benar-benar terjadi. Seorang wali di Wiyung menerima catatan yang menyebut anaknya masih menambah dua perubahan sekaligus di sesi ketiga, dan sudah menahan diri pada sesi keenam. Contoh bertanggal semacam itu lebih berguna daripada angka tanpa cerita.

Rubrik proses di bawah diisi tutor tiap empat sesi, dan tiap perkara dinilai pada empat tingkat yang sama. Catatannya dikirim ke wali berikut contoh bertanggal.

Yang perlu diketahui

Empat perkara yang dinilai tutor tiap termin

Mengajukan pertanyaan yang bisa diuji

Diamati dari kalimat pembuka anak di tiap sesi. Pertanyaan sebesar kenapa langit berwarna biru naik tingkat begitu anak sanggup memecahnya jadi pekerjaan meja.

Mengubah satu hal saja

Diamati saat anak menyusun daftar hal yang dijaga tetap. Tingkat keempat tercapai ketika anak menegur dirinya sendiri sebelum menambah perubahan kedua.

Mencatat dengan jujur

Diamati dari kelengkapan tabel, termasuk angka menyimpang dan hasil yang meleset dari dugaannya sendiri. Catatan yang rapi tapi memilih-milih angka justru turun tingkat.

Menjelaskan alasan kesimpulannya

Diamati saat anak menceritakan percobaannya kepada wali atau saudara. Tingkatnya naik ketika ia menyebut hal yang ia ubah sebelum menyebut hasilnya.

Sambungan les STEM ke projek sekolah anak

Kurikulum sekolah dasar memberi tempat bagi kerja semacam ini lewat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Salah satu temanya, Rekayasa dan Teknologi, meminta murid menjalani proses rekayasa sederhana: menentukan spesifikasi, membangun model atau purwarupa, lalu mengujinya. Projek itu berjalan dua sampai tiga kali dalam satu tahun ajaran, dengan laporan menjelang tahun ajaran berakhir.

Anak yang sudah menjalankan daur rancang bangun di rumah datang ke projek sekolah dengan tiga hal yang ia kenal. Ia memahami arti spesifikasi, sebab biasa menulis ukuran keberhasilan sebelum merakit. Ia tahu purwarupa boleh gagal, sebab bukunya penuh rancangan yang digambar ulang. Ia punya cara mencatat, sehingga bagian pelaporan yang biasanya membuat murid berhenti sudah jadi kebiasaan tangannya.

Tutor tak menggarap tugas sekolah anak. Yang dilakukannya menyelaraskan pilihan percobaan: bila sekolah di Gayungan sedang menjalankan tema rekayasa, tutor memilih percobaan yang berbagi keterampilan dengannya, misalnya menara sedotan atau jalur kelereng, sehingga latihan rumah dan tuntutan sekolah saling menopang.

Biaya les STEM for Kids Surabaya per sesi

Biaya mulai Rp128.300 per sesi untuk sesi 60 menit, dan Rp171.500 per sesi untuk sesi 90 menit, dihitung pada ritme empat sesi per bulan dengan tutor yang menemui anak di alamat rumah. Selisihnya menentukan apakah putaran memperbaiki muat dikerjakan sore itu juga. Sesi 60 menit cukup untuk merancang, membuat, dan menguji sekali; sesi 90 menit menambahkan satu putaran mengubah dan menguji ulang, bagian yang justru mengajarkan.

Tarif itu menutup kedatangan tutor ke rumah serta penyusunan percobaan tiap sesi. Alat ukur bersatuan dan bahan habis pakai disiapkan keluarga, sebagian besar dari dapur dan gudang, sehingga belanja sepanjang satu termin biasanya hanya sedotan, balon, dan sekantong kacang hijau.

Bila keluarga memilih belajar di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi, ditulis terpisah dari tarif program. Dua ruangnya berada di Tambaksari dan Wonocolo. Untuk menghitung angka pada ritme sesi berbeda, buka formulir pendaftaran yang menampilkan rinciannya sebelum keluarga memutuskan.

Jadwal, wilayah, dan cara mendaftar les STEM anak

Sesi berjalan sekali sepekan pada hari tetap, empat sesi per bulan. Hari tetap itu penting untuk pengamatan bertingkat seperti catatan pertumbuhan kacang hijau, sebab jarak antarsesi harus sama supaya angkanya bisa dibandingkan. Jam sesi dipilih keluarga: sore sampai malam pada hari sekolah, pagi sampai siang pada akhir pekan. Bila anak sakit atau ada acara keluarga, beri tahu lewat WhatsApp dan sesi dipindahkan ke hari lain.

Tutor menyinggahi seluruh 31 kecamatan di Kota Surabaya. Sisi timur: Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, Gunung Anyar, Tenggilis Mejoyo, Tambaksari. Sisi selatan: Wonokromo, Wonocolo, Jambangan, Gayungan, Karang Pilang, Wiyung, Dukuh Pakis. Sisi barat: Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Sukomanunggal, Benowo, Pakal, Asemrowo. Pusat kota: Tegalsari, Genteng, Bubutan, Sawahan, Simokerto. Sisi utara: Krembangan, Semampir, Pabean Cantian, Kenjeran, Bulak.

Di Kabupaten Sidoarjo, sesi berjalan di Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Sukodono, Krian, Wonoayu, Tanggulangin, Porong, Tulangan, Prambon, Balongbendo, Krembung, dan Jabon. Kalau tutor STEM yang datang tak cocok dengan cara anak bekerja, sampaikan lewat WhatsApp dan penggantinya dicarikan tanpa biaya tambahan, dengan buku catatan anak tetap dipakai. Isi formulir pendaftaran untuk mengunci jadwal, atau tanya lewat WhatsApp bila ingin membahas usia anak dan hari yang tersedia.

Enam langkah berikut dipakai berulang sepanjang termin, dan anak lama-lama hafal urutannya. Di rumah keluarga di Tenggilis Mejoyo dan Gedangan, urutan ini yang membuat sesi tetap berjalan meski percobaannya berganti tiap pekan.

Garis besar

Cara tutor menyusun uji adil bersama anak

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Tulis pertanyaannya di satu baris

    Pertanyaan panjang dipecah sampai tinggal satu. Kalimat panjang biasanya menyimpan dua pertanyaan, dan dua pertanyaan menuntut dua percobaan terpisah.

  2. Catat dugaan sebelum bahan disentuh

    Anak menulis perkiraannya berikut alasannya. Dugaan yang meleset tetap dibiarkan tertulis, sebab membandingkan dugaan dengan hasil itulah pelajarannya.

  3. Tentukan satu hal yang diubah

    Panjang sedotan, jumlah lipatan, banyak air, atau tinggi papan luncur. Satu saja, dan angkanya ditulis supaya bisa diulang pekan depan.

  4. Kunci hal yang dijaga tetap sama

    Bahan, tempat, orang, dan cara mengukur yang sama. Daftar ini yang membuat hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

  5. Ulang tiga kali lalu catat semuanya

    Ketiga angka ditulis, termasuk yang menyimpang jauh. Angka menyimpang sering menyimpan sebab yang menarik, misalnya pintu terbuka yang mengubah aliran udara.

  6. Tutup dengan satu kalimat kesimpulan

    Anak menulis apa yang ia ketahui sekarang dan apa yang masih ia ragukan. Kalimat kedua menjadi pertanyaan pembuka sesi berikutnya.

Pendaftaran berjalan lewat formulir di situs ini atau WhatsApp, dan keduanya bermuara ke jadwal yang sama. Keluarga di Sukolilo maupun Wonoayu melewati empat langkah berikut.

Ringkasnya

Empat langkah mendaftar les STEM anak

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Sebutkan usia anak dan hari yang kosong

    Usia menentukan panjang sesi, dan hari kosong menentukan tutor mana yang tersedia di wilayah rumah. Dua keterangan inilah yang menyusun jadwal awal.

  2. Isi formulir pendaftaran atau kirim pesan

    Formulir di situs menampilkan rincian angka sebelum keluarga memutuskan, sementara jalur WhatsApp cocok untuk keluarga yang ingin bertanya lebih dulu.

  3. Sepakati hari tetap dan tempat sesi

    Hari tetap menjaga jarak antarsesi supaya pengamatan bertingkat bisa dibandingkan. Tempatnya rumah keluarga atau co-learning space di Tambaksari dan Wonocolo.

  4. Sesi pertama dan pembukaan buku catatan

    Tutor menonton anak mengerjakan satu percobaan pendek, mencatat langkah tempat ia berhenti, lalu membuka buku catatan sains dan menempel halaman aturan keselamatan.

Tanya jawab

Bagaimana les STEM for kids berjalan sehari-hari?

Umur berapa anak bisa mulai les STEM?

Lima tahun sudah bisa, dengan sesi 60 menit dan percobaan yang hasilnya muncul dalam hitungan detik seperti benda tenggelam dan mengapung. Mulai usia 8 tahun sesi memakai 90 menit, sebab putaran memperbaiki menuntut waktu tambahan. Adik prasekolah yang ikut menonton diberi tugas kecil yang aman, misalnya memegang stopwatch.

Apa beda les STEM dengan pelajaran sains di sekolah?

Pelajaran sains di sekolah berjalan per bab, menuju jawaban yang sudah diketahui gurunya. Di kelas ini anak memegang satu pertanyaan miliknya sendiri, menguji satu perubahan, lalu menulis kesimpulan yang belum tentu sama dengan dugaannya. Sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dikerjakan berurutan pada satu percobaan, di satu meja, dalam satu sesi.

Anak saya belum lancar membaca. Apakah masih bisa ikut?

Bisa. Untuk usia 5 sampai 7 tahun, kolom dugaan diisi lewat gambar wajah senang atau bingung, dan tabel diisi memakai turus. Huruf masuk perlahan lewat nama bagian pada gambar rancangan: alas, penopang, sambungan. Anak menulis sebab ia membutuhkan catatannya pekan depan, dan alasan itu bertahan lebih lama daripada perintah menulis rapi.

Berapa biaya les STEM for Kids di Surabaya?

Mulai Rp128.300 per sesi untuk sesi 60 menit dan Rp171.500 per sesi untuk sesi 90 menit, dihitung pada ritme empat sesi per bulan dengan tutor yang menemui anak di alamat rumah. Alat ukur dan bahan percobaan disiapkan keluarga, di luar tarif itu. Belajar di co-learning space menambah Rp15.000 per sesi, ditulis terpisah dari tarif program.

Bahan percobaannya siapa yang menyiapkan?

Bahan habis pakai diambil dari dapur dan gudang rumah, dan daftarnya dikirim tutor sesudah sesi supaya keluarga sempat menyiapkannya. Isinya biasanya sedotan, botol bekas, koran, kardus, balon, dan kacang hijau. Alat ukur bersatuan seperti gelas takar dan termometer juga disiapkan keluarga, dan dipakai lagi di sesi berikutnya.

Rumah kami di Krian. Apakah sesi bisa dijadwalkan di sana?

Bisa. Di Kabupaten Sidoarjo sesi berjalan di Krian, Wonoayu, Prambon, Balongbendo, Tulangan, Krembung, Tanggulangin, Porong, Jabon, Sukodono, Buduran, Sedati, Gedangan, dan Waru. Jarak tempuh tutor memengaruhi pilihan jam, jadi keluarga di sisi barat Sidoarjo biasanya mengambil slot sore awal atau akhir pekan.

Kalau percobaannya gagal, apa yang dicatat anak?

Angka hasilnya, sama seperti percobaan yang berhasil. Menara sedotan yang roboh pada beban ketujuh memberi tahu anak berapa beban yang sanggup ditahan rancangannya, dan angka itu masuk ke tabel dengan tinta yang sama. Tutor tak memberi tanda silang untuk percobaan yang meleset, dan halaman berikutnya dipakai menggambar ulang rancangannya.

Anak saya takut salah. Apa yang dikerjakan tutor?

Sesi pertama dibuka dengan percobaan yang hasilnya tak bisa dinilai benar atau keliru, misalnya kolom kerapatan cairan yang lapisannya menata diri. Sesudah itu tutor memakai kolom dugaan sebagai penopang: dugaan yang meleset dibiarkan tertulis dan dibahas, sehingga anak melihat sendiri bahwa perkiraan yang keliru tetap memindahkan pengetahuannya satu langkah.

Apakah anak memakai laptop atau tablet selama sesi?

Sedikit sekali. Layar dipakai di bawah lima menit dalam satu sesi 90 menit, untuk dua keperluan: memotret hasil percobaan agar bisa ditempel di buku catatan, serta melihat foto bangunan atau alat yang sedang ditiru. Alatnya milik keluarga, dan sisa sesi berjalan dengan tangan menyentuh bahan.

Kakak dan adik ingin ikut bersama. Bagaimana hitungannya?

Sesi di halaman ini berjalan privat, satu tutor mendampingi satu anak, dan tarif di atas berlaku untuk bentuk itu. Bila kakak dan adik ingin mengerjakan percobaan bersama, tim Edubia menyusun penawarannya terpisah sesudah menghitung selisih usia keduanya. Tanyakan lewat WhatsApp sebelum jadwal dikunci.

Tutornya kurang cocok dengan anak saya. Bisa diganti?

Bisa. Sampaikan lewat nomor WhatsApp di halaman ini, sebutkan bagian yang mengganjal, dan tutor STEM diganti tanpa biaya tambahan. Buku catatan anak dilanjutkan dari halaman terakhir, sehingga percobaan yang sedang berjalan tak perlu diulang.

Sesi bentrok dengan kegiatan sekolah. Bisa digeser?

Bisa. Beri tahu lewat WhatsApp sebelum hari sesi, dan jamnya dipindahkan ke hari lain yang masih kosong. Satu hal yang perlu dijaga: percobaan berpengamatan bertingkat seperti catatan pertumbuhan kacang hijau menuntut jarak waktu tetap, jadi pemindahannya sebaiknya masih di rentang hari yang berdekatan.

Apa yang dinilai kalau tidak ada ulangan?

Rubrik proses berisi empat perkara: mengajukan pertanyaan yang bisa diuji, mengubah satu hal saja, mencatat dengan jujur termasuk angka menyimpang, dan menjelaskan alasan kesimpulannya kepada orang lain. Tiap perkara punya empat tingkat, diisi tutor tiap empat sesi, lalu dikirim ke wali berikut contoh bertanggal.

Sesi bisa berlangsung di co-learning space Edubia?

Bisa, di dua titik: Tambaksari dan Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi di atas tarif program. Beberapa keluarga memilihnya untuk percobaan berlantai luas seperti jalur kelereng bertingkat. Slot jamnya dikunci lewat WhatsApp sebelum sesi pertama.

Apakah les STEM menyiapkan anak untuk projek sekolah?

Secara keterampilan, ya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema Rekayasa dan Teknologi meminta murid menentukan spesifikasi, membangun purwarupa, lalu mengujinya, dan ketiganya berulang tiap sesi di sini. Tutor tak mengerjakan tugas sekolah anak; yang dilakukannya menyelaraskan pilihan percobaan.

Jadwalkan Sesi

Jadwalkan sesi STEM for kids pertama Anda

Cukup ceritakan kebutuhan Anda, kami rancang jalur belajar STEM for kids yang tepat sasaran.