4,9/5 · 1.200 ulasan · SMP sampai Umum
Les Lempar Lembing di Surabaya
Les lempar lembing privat di Surabaya yang melatih perpindahan tenaga dari lari ke lengan: pegangan, tarikan sambil berlari, langkah menyilang, sampai jalur siku. Sesi 90 menit mulai Rp187.000, pelatih hadir di lapangan yang sudah disepakati bersama.
Sekilas tentang Les Lempar Lembing di Surabaya
Les lempar lembing privat di Surabaya yang melatih perpindahan tenaga dari lari ke lengan: pegangan, tarikan sambil berlari, langkah menyilang, sampai jalur siku. Sesi 90 menit mulai Rp187.000, pelatih hadir di lapangan yang sudah disepakati bersama.
Konsultasi dan DaftarData Program
- Format Sesi
- Privat satu pelatih satu peserta, 90 menit per pertemuan
- Tempat latihan
- Lapangan panjang yang disepakati di Surabaya atau Sidoarjo
- Jenjang
- SMP, SMA, mahasiswa, dan peserta dewasa yang baru mulai
- Biaya per sesi
- Mulai Rp187.000, naik mengikuti jenjang dan panjang pertemuan
- Ritme yang lazim
- 2 sesi per pekan supaya bahu dan siku sempat pulih
- Cakupan pelajaran
- Pegangan, tarikan sambil berlari, langkah menyilang, tancapan kaki depan, jalur siku, lepasan sah
- Alat yang dibahas di awal
- Lembing latihan, bola medisin, tali karet, dan sepatu lapangan yang aman
- Tutor pengampu
- Pelatih atletik yang lolos berkas, wawancara, dan uji praktik lapangan
- Wilayah layanan
- 31 kecamatan Surabaya dan 18 kecamatan Sidoarjo
Cocok untuk siapa
Peserta yang cocok mengambil kelas lempar lembing
Peserta yang cocok
- Pelajar SMP atau SMA yang dipilih mewakili sekolah di nomor lempar dan butuh bentuk lemparan yang benar sebelum jaraknya ditambah.
- Peserta yang sudah bisa melempar jauh tetapi lemparannya kerap mendarat mendatar sehingga tidak dihitung sebagai lemparan sah.
- Peserta yang merasakan nyeri di sisi dalam siku sesudah melempar dan ingin membereskan jalur sikunya lebih dulu.
- Pemain cabang lain yang badannya sudah terlatih dan ingin memindahkan kekuatan itu ke nomor lempar.
- Peserta dewasa yang berlatih di klub dan jarang mendapat koreksi satu per satu di sesi bersama.
- Peserta yang punya akses ke lapangan panjang di dekat rumahnya dan sanggup berlatih dua kali sepekan.
Yang kami jaga
Apa yang kami siapkan sebelum sesi lempar lembing pertama?
Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi lempar lembing pertama di Surabaya.
Satu tutor untuk satu siswa
Seluruh jam sesi lempar lembing tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.
Garansi ganti tutor
Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor lempar lembing diganti tanpa biaya tambahan.
Rating tutor Edubia 4,9 dari 1.200 ulasan
Angka itu dihitung dari ulasan wali dan siswa yang sudah menjalani sesi bersama tutor Edubia.
Tahap demi tahap
Perjalanan peserta les lempar lembing di Surabaya
Urutan di bawah adalah bentuk yang lazim terjadi. Kecepatannya berbeda antar peserta, dan pelatih menahan peserta di satu tahap selama bentuk gerakannya belum bertahan pada lemparan berulang.
- 01Pertemuan 1
Pemeriksaan awal dan lemparan dari berdiri
Pertemuan pertama mengukur jangkauan bahu, kelenturan punggung atas, dan kekuatan perut samping. Lemparan yang dibuat hanya dari posisi berdiri.
- 02Pekan 2 sampai 3
Pegangan lemas dan bawaan lembing yang diam
Peserta bisa berlari sambil membawa lembing dengan ujung yang terlihat diam di rekaman, dan tekanan jarinya tetap ringan ketika kecepatan naik.
- 03Pekan 4 sampai 6
Tarikan selesai tanpa melambat
Lengan mundur penuh sementara kecepatan lari bertahan. Tahap ini biasanya menahan peserta lebih lama daripada tahap lain di seluruh urutan.
- 04Pekan 7 sampai 10
Menyilang menyambung dengan tancapan
Awalan pendek berjalan utuh dari lari, menyilang, sampai kaki depan yang berhenti, tanpa jeda yang terasa di antara ketiganya.
- 05Bulan 3 ke atas
Awalan penuh dengan bentuk yang bertahan
Peserta berlari penuh dan bentuk lemparannya masih utuh di lemparan kelima maupun kesepuluh pada sesi yang sama.
- 06Sasaran
Lemparan sah berulang dan siap dinilai
Mata lembing mendarat lebih dulu secara berulang, garis batas terjaga, dan peserta siap mengikuti penilaian sekolah atau seleksi klub atletik.
4,9 /5
nilai dari 1.200 ulasan wali yang sudah menjalani
Kata angka
- 1-on-1
- satu tutor satu siswa
- 1.200+
- siswa didampingi
- 2.500+
- tutor terverifikasi
Susunan materi
Susunan materi les lempar lembing dan salah kaprah yang menyertainya
Delapan bagian di bawah dikerjakan berurutan, dan tiap bagian membawa satu kesalahan khas yang muncul di hampir semua peserta. Pelatih membawa daftar ini ke lapangan, jadi peserta tahu bagian mana yang sedang diperiksa pada pertemuan itu.
- 1
Pegangan pada lilitan tali
Pertemuan 1Yang dibahas. Tiga susunan jari di belakang lilitan, telapak yang menghadap ke atas, dan letak batang di sepanjang garis telapak sampai pangkal jari.
Jebakan umum. Peserta meremas erat karena mengira pegangan kuat berarti lemparan kuat, padahal pergelangan yang terkunci menutup dorongan terakhir dari jari.
Cara tutor. Pelatih meminta peserta berjalan membawa lembing sampai ujungnya benar-benar diam, lalu menambah kecepatan tanpa mengubah tekanan jari.
- 2
Membawa lembing sambil berlari
Pertemuan 1 sampai 3Yang dibahas. Tinggi tangan, arah siku, dan cara menjaga ujung lembing tetap dekat garis pandang ketika lari mulai cepat.
Jebakan umum. Ujung lembing naik turun mengikuti langkah, tanda bahu ikut berputar setiap kali kaki menyentuh tanah.
Cara tutor. Lari lurus tanpa lemparan, direkam dari samping, diulang sampai ujung lembing terlihat diam di rekaman.
- 3
Tarikan lengan sambil tetap melaju
Bagian tersulitYang dibahas. Membagi tarikan ke dua langkah, menjaga ujung tetap tinggi, dan menahan panggul supaya belum ikut menghadap samping.
Jebakan umum. Kecepatan lari turun begitu lengan mulai mundur, sehingga tidak ada kecepatan tersisa untuk dipindahkan ke lemparan.
Cara tutor. Latihan berjenjang dari berjalan, jogging, lalu berlari, masing-masing berhenti tepat sesudah tarikan selesai.
- 4
Langkah menyilang
Pertemuan 3 sampai 6Yang dibahas. Menyeberangkan tungkai belakang, menjaga panggul menghadap arah lari, dan membuat langkah terakhir panjang serta rendah.
Jebakan umum. Peserta melompat sehingga badan naik turun, atau memperlambat langkah karena merasa perlu bersiap sebelum melempar.
Cara tutor. Berlatih menyilang di sepanjang garis lurus tanpa membawa lembing dulu, dengan pelatih berdiri di samping garis itu.
- 5
Tancapan kaki depan
Penentu jarakYang dibahas. Mendaratkan kaki hampir lurus dengan tumit lebih dulu di depan titik berat badan, lalu menahannya sampai lemparan selesai.
Jebakan umum. Lutut depan menekuk dan badan terus melaju, sehingga kecepatan bocor ke depan dan lemparan berubah menjadi kerja lengan.
Cara tutor. Lemparan dari posisi berdiri lebih dulu, lalu awalan diperpanjang bertahap sambil kaki depan diperiksa ulang di tiap tahap.
- 6
Jalur siku di atas bahu
Aturan keselamatanYang dibahas. Siku yang memimpin telapak, lembing yang ditarik lurus melewati kepala, dan bahu yang tidak membuka ke samping.
Jebakan umum. Siku turun ke samping sehingga lemparan berubah menyamping, bentuk yang menaruh beban geser pada sisi dalam siku.
Cara tutor. Lemparan bola medisin dari atas kepala dipakai lebih dulu supaya jalur yang benar dikenali tanpa beban lembing.
- 7
Busur dada dan penutupannya
Pertemuan 6 ke atasYang dibahas. Melengkungkan punggung atas sebentar, lalu menutup dada ke depan mengikuti panggul yang sudah berputar lebih dulu.
Jebakan umum. Peserta berhenti di posisi membusur, melepas lembing dengan ujung menengadah, dan lemparannya melayang mendatar.
Cara tutor. Perbaikan dikerjakan di panggul dan tungkai belakang, sebab dada menutup sendiri begitu urutan bawahnya benar.
- 8
Lepasan sah dan langkah pemulihan
Syarat perlombaanYang dibahas. Sudut batang terhadap arah terbang, garis batas di ujung awalan, dan cara keluar lapangan sesudah lembing mendarat.
Jebakan umum. Peserta menahan badan dengan lutut sesudah melepas, atau melewati garis batas karena tidak sempat berhenti.
Cara tutor. Langkah pemulihan dilatih terpisah sejak pertemuan awal, jauh sebelum lemparan peserta mulai memanjang.
Kelebihan les ini
Kenapa memilih les lempar lembing Edubia
Pelatih atletik yang menangani nomor lempar
Pendamping sesi berasal dari latar atletik dan terbiasa membaca gerakan lempar, jadi koreksinya menyebut bagian badan yang salah, tidak berhenti pada aba-aba melempar lebih kuat.
Lemparan direkam lalu ditinjau di sesi yang sama
Rekaman diambil dari samping dan dari belakang. Peserta menonton lemparannya sendiri di lapangan, lalu mencoba koreksinya sebelum rasa gerakannya hilang.
Beban lemparan naik hanya sesudah bentuknya bertahan
Jumlah lemparan penuh, jarak, dan berat alat ditambah menurut ketahanan bentuk lemparan, tidak menurut perasaan peserta bahwa ia sudah kuat.
Sesi berhenti saat lapangan tidak lagi steril
Begitu ada orang melintas di jalur awalan atau daerah pendaratan, latihan berhenti. Aturan itu berlaku untuk peserta pemula maupun peserta yang sudah berlatih bertahun-tahun.
Biaya per sesi disepakati sebelum pertemuan pertama
Nominal per sesi, ritme bulanan, dan tambahan biaya pemakaian lapangan bila ada dibicarakan di awal supaya tidak ada angka baru yang muncul di tengah program.
Pelatih lempar lembing bisa diganti tanpa biaya tambahan
Kalau cara mengajarnya belum cocok, penggantian pelatih dikerjakan tanpa memungut biaya baru, dan catatan pemeriksaan awal peserta tetap dipakai.
Cakupan
Yang peserta dapatkan di kelas privat lempar lembing
Pemeriksaan bahu dan punggung atas di awal
Pengukuran jangkauan putar bahu, kelenturan punggung atas, dan kekuatan perut samping dikerjakan sebelum lemparan penuh pertama dibuat.
Tiga susunan pegangan dicoba satu per satu
Telunjuk di belakang lilitan, jari tengah di belakang lilitan, dan jepitan dua jari dicoba bergantian, lalu dipilih yang cocok untuk telapak peserta.
Rekaman dari dua sudut pandang
Lemparan diambil dari samping dan dari belakang, sebab sebagian kesalahan hanya terbaca dari satu arah dan tidak terlihat dari arah satunya.
Program penguatan yang bisa dijalankan sendiri
Gerakan bola medisin, tali karet untuk putaran bahu ke arah luar, dan penahanan badan satu sisi, lengkap dengan jumlah yang boleh dikerjakan di luar sesi.
Aturan keselamatan lapangan yang dilatih
Cara membawa lembing saat berjalan, arah lempar yang disepakati, aba-aba menjemput lembing, dan cara mencabut lembing dari tanah.
Rencana kenaikan beban yang tertulis
Pelatih menetapkan berapa lemparan penuh yang boleh dibuat tiap pertemuan, dan angka itu naik hanya sesudah bentuk lemparan bertahan.
Catatan pertemuan yang bisa dibaca wali
Sesudah sesi, wali menerima ringkasan berisi bagian yang diperiksa, hasil pemeriksaannya, dan bagian yang akan digarap pada pertemuan setelahnya.
Persiapan syarat lemparan sah
Latihan sudut lepasan, garis batas di ujung awalan, dan langkah pemulihan supaya lemparan peserta dihitung ketika dinilai.
Apa yang sebenarnya menentukan jarak di kelas lempar lembing
Orang yang pertama kali memegang lembing hampir selalu menaruh harapan pada lengannya. Lengan terasa seperti bagian yang melempar, jadi lengan itulah yang ditarik sekuat tenaga. Hasilnya lemparan pendek, bahu yang panas keesokan hari, dan kesimpulan keliru bahwa jarak hanya milik orang yang otot lengannya besar.
Cabang ini bekerja terbalik. Jarak lahir dari kecepatan yang dibawa peserta saat berlari, lalu dari seberapa utuh kecepatan itu berpindah naik ke badan sebelum sampai ke tangan. Kaki depan yang berhenti mendadak menahan badan bawah sementara badan atas terus melaju. Dari selisih itulah panggul berputar, dada terbuka, siku menyusul, dan telapak menjadi bagian terakhir yang bergerak.
Karena itu pelatih di kelas privat Edubia memulai dari lari yang tenang, dari cara lembing dibawa supaya ujungnya tidak bergoyang, dan dari kaki mana yang menyentuh tanah lebih dulu di tiga langkah terakhir. Peserta yang membereskan tiga hal itu biasanya menambah jarak sebelum sempat menambah beban latihan sama sekali.
Sesi privat di Surabaya dipakai persis untuk itu. Satu pelatih menonton satu peserta, jadi bagian yang bocor terlihat pada lemparan pertama, sebelum kebiasaan salahnya sempat mengeras.
Cara memegang lembing yang diajarkan tutor sejak sesi pertama
Lembing dipegang pada lilitan talinya, tidak pada batang licin di depan atau di belakang lilitan itu. Permukaan tali cukup kasar sehingga telapak tidak perlu meremas. Telapak menghadap ke atas, pergelangan dibiarkan lemas, dan batang lembing berbaring di sepanjang garis telapak sampai ke pangkal jari.
Susunan jarinya beragam. Sebagian peserta menaruh telunjuk memanjang di belakang lilitan, sebagian menaruh jari tengah, sebagian lagi menjepit batang di antara telunjuk dan jari tengah. Pelatih mencoba ketiganya di pertemuan awal karena panjang jari dan lebar telapak setiap orang berbeda, dan susunan yang nyaman untuk satu tangan terasa kaku di tangan lain.
Satu hal tetap sama pada ketiganya. Pegangan yang terlalu erat menutup jalur lecutan: pergelangan terkunci, telapak ikut kaku, dan lembing lepas tanpa dorongan terakhir dari jari. Peserta yang tegang meremas tanpa sadar, jadi pelatih memeriksanya dengan cara sederhana, yaitu meminta peserta berjalan santai membawa lembing sambil menjaga ujungnya tetap diam.
Pemeriksaan kecil itu masuk ke tiap sesi, termasuk sesi peserta yang sudah berlatih lama. Pegangan adalah bagian yang lekas kembali ke kebiasaan lama begitu peserta ingin melempar jauh.
Dua bagian awalan yang dibedakan pelatih di sesi lempar lembing
Awalan lempar lembing dikerjakan sebagai dua pekerjaan yang berbeda, dan peserta pemula hampir selalu memperlakukannya sebagai satu. Bagian pertama hanya bertugas mengumpulkan kecepatan. Badan tegak, langkah panjang, bahu tenang, dan lembing dibawa setenang mungkin. Bagian kedua bertugas menyiapkan badan tanpa membuang kecepatan yang sudah terkumpul.
Peserta yang menggabungkan keduanya berakhir di salah satu dari dua keadaan. Ia berlari kencang sejak langkah pertama lalu kehabisan kendali saat harus menyamping, atau ia berlari hati-hati sepanjang awalan dan tiba di tempat melempar tanpa apa pun untuk dipindahkan.
Pelatih memisahkan keduanya sejak pekan awal dengan cara yang sederhana: dua bagian itu dilatih terpisah dulu, masing-masing sampai selesai, baru disambung. Iramanya sendiri dinilai lewat bunyi. Langkah yang rata terdengar rata, dan langkah yang melambat menjelang menyilang terdengar berat sebelah. Pelatih berdiri di samping jalur dan mendengarkannya, karena telinga menangkap perubahan irama lebih cepat daripada mata.
Peserta biasanya memakai awalan pendek berminggu-minggu sebelum menambah panjangnya. Awalan yang panjang tidak menambah jarak selama bagian keduanya belum rapi; ia hanya membawa kesalahan yang sama ke kecepatan yang lebih tinggi.
Pertemuan pembuka di Surabaya jarang berisi lemparan penuh. Waktunya habis untuk mengukur bahan yang sudah ada di badan peserta, sebab menambah jarak di atas bahu yang belum siap membuat cedera datang lebih dulu daripada kemajuan. Enam pemeriksaan di bawah dikerjakan berurutan, dan hasilnya menentukan berapa lemparan yang boleh dibuat pada pertemuan kedua.
Detail
Yang diperiksa pelatih pada sesi lempar lembing pertama
Jangkauan putar bahu
Pelatih mengukur sampai di mana lengan bisa mundur tanpa punggung ikut melengkung menggantikannya. Batas itu menentukan seberapa jauh tarikan boleh dilatih pada pekan pertama.
Kelenturan punggung atas
Busur dada diambil dari punggung atas. Peserta yang punggung atasnya kaku akan mengambil lengkungan itu dari pinggang, dan pinggang tidak dirancang untuk pekerjaan tersebut.
Kekuatan perut samping
Otot perut samping memindahkan putaran panggul ke dada. Kalau ia lemah, putaran berhenti di pinggang dan lemparan berubah menjadi kerja lengan.
Lari lurus tanpa membawa lembing
Peserta berlari kosong dulu supaya pelatih melihat irama langkah aslinya, sebelum irama itu diganggu benda panjang di atas bahu.
Kekuatan kaki tumpu
Kaki depan menanggung seluruh beban pemberhentian. Selisih kekuatan antara kaki kanan dan kaki kiri diukur di awal supaya sisi yang tertinggal digarap lebih dulu.
Riwayat nyeri bahu dan siku
Peserta ditanya soal nyeri lama, terutama di sisi dalam siku. Riwayat itu mengubah urutan latihan dan membatasi jumlah lemparan keras pada bulan pertama.
Menarik lembing ke belakang sambil tetap berlari di kelas privat
Bagian ini yang membuat lempar lembing terasa berbeda dari nomor lempar lain. Lengan yang memegang lembing harus mundur lurus ke belakang ketika badan masih melaju ke depan. Naluri mengatakan sebaliknya: begitu lengan mundur, kaki ikut melambat, dan peserta tiba di tempat melempar tanpa kecepatan yang tadi susah payah dikumpulkan.
Tarikan dikerjakan halus, dibagi ke dua langkah, dan diselesaikan sebelum langkah menyilang dimulai. Selama tarikan berjalan, ujung lembing wajib tetap dekat garis pandang. Ujung yang turun membuat batang mengarah ke tanah, dan lepasan dari posisi itu menukik sebelum sempat melayang. Ujung yang naik terlalu tinggi menimbulkan masalah kebalikannya.
Bahu juga tidak boleh menyeret panggul ikut berputar. Kalau panggul menghadap samping terlalu awal, peserta kehilangan selisih putaran yang justru menjadi sumber tenaga di ujung nanti. Pelatih karena itu melatih tarikan tanpa lemparan lebih dulu: berjalan, lalu jogging, lalu berlari, masing-masing berhenti tepat sesudah tarikan selesai.
Di sesi privat, urutan itu bisa diulang sebanyak yang dibutuhkan satu orang tanpa membuat siapa pun menunggu giliran. Itu alasan praktis memilih kelas satu lawan satu untuk nomor ini.
Langkah menyilang yang dilatih pelatih tanpa mengurangi kecepatan
Sesudah lembing berada di belakang, peserta berhenti berlari menghadap lurus ke depan. Badan bagian atas sudah menyamping, sementara badan bawah harus tetap membawa kecepatan. Jalan keluarnya adalah langkah menyilang: tungkai belakang menyeberang di depan tungkai satunya, sehingga panggul masih menghadap arah lari sementara bahu sudah menghadap samping.
Selisih arah itulah yang disimpan sampai lemparan terjadi. Semakin utuh selisihnya, semakin banyak tenaga yang tersedia ketika badan atas menyusul badan bawah. Langkah menyilang juga menaruh kaki di depan titik berat badan, sehingga peserta bersandar sedikit ke belakang tanpa perlu sengaja melengkungkan punggung.
Kesalahan yang muncul biasanya ada tiga. Peserta melompat sehingga badan naik turun dan kecepatan hilang. Peserta memutar bahu kembali menghadap depan di tengah langkah. Atau peserta memperlambat langkah karena merasa perlu bersiap, padahal justru langkah menyilang terakhir yang wajib panjang serta rendah.
Pelatih memeriksanya dari samping, sebab dari belakang ketiga kesalahan itu hampir tidak terlihat. Rekaman pendek di ponsel dipakai untuk keperluan yang sama, dan peserta menonton lemparannya sendiri di lapangan pada sesi itu juga.
Kaki depan yang menancap: cara pelatih mengubah lari jadi putaran
Di titik inilah seluruh kerja sebelumnya dibayar atau hilang. Kaki depan mendarat hampir lurus, tumit lebih dulu, dan jatuh di depan titik berat badan. Tugasnya menahan badan bagian bawah. Begitu kaki itu berhenti, badan atas masih membawa kecepatan penuh, dan kecepatan itu berbelok naik lewat panggul.
Kalau lutut depan menyerah dan ikut menekuk, tenaga bocor ke depan. Peserta merasa sudah berlari cepat, sudah menarik lembing dengan benar, lalu bingung mengapa lemparannya tetap pendek. Jawabannya hampir selalu ada di kaki itu, sementara lengan sudah bekerja sebaik yang ia bisa.
Latihan yang dipakai pelatih sederhana dan berulang. Peserta melempar dari posisi berdiri dulu supaya rasa berhenti itu dikenali tanpa gangguan lari. Sesudah itu awalannya diperpanjang sedikit demi sedikit sampai peserta berlari penuh, dan tiap kali awalan memanjang pelatih kembali memeriksa kaki depan. Bagian inilah yang pertama rusak begitu kecepatan naik.
Permukaan lapangan ikut menentukan. Rumput yang basah sesudah hujan sore di Surabaya membuat tumit tergelincir, dan tancapan yang tergelincir mengubah lemparan menjadi lemparan lengan. Kalau lapangan licin, sesi berpindah ke latihan kering: tarikan, langkah menyilang, dan penguatan, tanpa lemparan penuh sama sekali.
Lebih dekat
Jalur siku yang dijaga tutor di tiap sesi lempar lembing
Satu aturan di bagian ini berlaku tanpa kecuali sepanjang kelas berjalan.
Siku lewat di atas garis bahu
Siku memimpin, telapak menyusul, dan lembing ditarik lurus melewati kepala. Bentuk itulah yang menjaga sendi tetap aman sekaligus memberi jalur tarikan yang panjang.
Siku yang turun ke samping dihentikan
Lemparan menyamping menaruh beban geser pada sisi dalam siku. Pelatih menghentikan rangkaian lemparan begitu bentuk itu muncul dua kali berturut.
Beban naik hanya sesudah bentuknya bertahan
Jarak dan berat alat ditambah ketika jalur siku bertahan pada lemparan kelima maupun kesepuluh, tidak ketika peserta merasa sudah kuat.
Nyeri sisi dalam siku dilaporkan hari itu juga
Rasa nyeri di sisi dalam siku adalah tanda jalur siku sedang salah. Sesi berhenti, dan bentuk lemparan diperiksa ulang sebelum latihan berlanjut.
Lemparan yang melewati garis badan dan cara pelatih mengukurnya
Ada dua cara lembing meninggalkan tangan. Yang pertama, lembing ditarik lurus melewati garis badan, di atas bahu, menuju arah lemparan. Yang kedua, lembing berayun mengitari badan seperti orang melemparkan batu ke samping. Bentuk kedua terasa lebih enak bagi pemula karena bahu tidak perlu terbuka penuh, dan justru itu yang membuatnya menetap.
Pelatih membedakannya dari tiga tanda. Telapak yang menyelesaikan gerakan tinggi di depan badan menandakan tarikan lurus; telapak yang berakhir menyeberang ke arah panggul sebelah menandakan ayunan menyamping. Dada yang menghadap arah lemparan saat lepas menandakan urutan yang benar; dada yang menghadap langit menandakan badan atas berputar terlalu awal.
Tanda ketiga ada di lembingnya sendiri. Lepasan yang bersih membuat batang melayang tenang. Lepasan yang menyamping membuat batang bergetar dan berayun terlihat jelas di udara, dan getaran itu memakan jarak sebelum lembing sempat turun.
Latihan perbaikannya dimulai tanpa lari. Peserta melempar dari berdiri ke arah satu titik yang ditentukan pelatih, dan sasarannya ditaruh cukup tinggi supaya tarikan terpaksa melewati atas bahu. Sesudah bentuk itu bertahan sepuluh lemparan berturut, awalan baru ditambahkan kembali.
Dada yang membusur lalu menutup, dan cara pelatih memperbaikinya
Sesudah kaki depan menancap, badan atas melewati bentuk yang biasa disebut busur. Punggung atas melengkung ke belakang sebentar, dada terbuka menghadap langit, lalu semuanya menutup ke depan ketika lemparan terjadi. Bagian membusur mudah ditiru karena terlihat jelas di foto; bagian menutup yang sering hilang.
Peserta yang berhenti di posisi membusur akan melepas lembing dengan ujung menengadah. Batang lalu melayang menyilang arah terbangnya sendiri, menerima hambatan udara di sepanjang bawahnya, dan jatuh lebih awal daripada yang seharusnya. Lemparan terasa kuat, tetapi jaraknya kalah oleh lemparan yang lebih santai dan lebih rapi.
Perbaikannya jarang berupa perintah untuk menutup dada. Pelatih lebih sering membereskan hal di bawahnya: panggul yang belum sempat mendahului bahu, atau tungkai belakang yang tertinggal terlalu lama. Begitu urutan bawah benar, dada menutup sendiri karena memang tidak punya pilihan lain.
Kelenturan punggung atas menentukan seberapa dalam busur boleh dibentuk, dan peserta yang duduk lama sehari-hari hampir selalu kaku di bagian itu. Karena itu latihan kelenturan punggung atas masuk ke pemanasan tiap sesi, dikerjakan sebelum lemparan pertama dibuat.
Lemparan sah: ujung mendarat dulu dan garis batas yang dijaga pelatih
Lempar lembing punya syarat yang tidak dimiliki nomor lempar lain. Mata logam di ujung wajib menyentuh tanah lebih dulu daripada bagian lembing yang lain. Lemparan yang mendarat mendatar atau membentur ekornya duluan tidak dihitung, seberapa jauh pun ia terbang, dan syarat itu mengubah cara latihan disusun.
Yang menentukan ujung mendarat lebih dulu adalah sudut batang terhadap arah terbangnya pada saat lepas. Kalau batang sejajar dengan arah terbang, ujungnya menurun mengikuti lintasan dan menyentuh tanah lebih awal. Kalau ujung menengadah jauh di atas arah terbang, lembing melayang mendatar lalu mendarat rata.
Syarat kedua ada di kaki. Peserta tidak boleh melewati garis batas di ujung awalan, dan tidak boleh berbalik penuh membelakangi arah lemparan sebelum lembing meninggalkan tangan. Sesudah lembing mendarat, peserta keluar dari belakang garis itu.
Karena itu langkah pemulihan sesudah lepasan ikut dilatih. Badan masih membawa kecepatan penuh saat lembing lepas, dan tanpa langkah pemulihan yang terlatih peserta menahan diri dengan lutut. Pelatih di Surabaya melatih bagian itu sejak awal, jauh sebelum lemparan peserta mulai panjang.
Lembing adalah benda runcing yang melayang jauh, jadi keselamatan di nomor ini tidak pernah menjadi catatan tambahan di akhir penjelasan. Ia bagian dari isi pertemuan pertama, dan pelatih Edubia menghentikan latihan begitu salah satu aturan di bawah tidak lagi terpenuhi. Peserta baru justru menghabiskan sepuluh menit pertamanya untuk enam butir ini, sebelum menyentuh lembing sungguhan.
Catatan penting
Aturan keselamatan yang berlaku sepanjang sesi lempar lembing
Lapangan panjang dan kosong dulu
Jalur awalan dan seluruh daerah pendaratan wajib kosong sebelum lemparan pertama. Begitu ada orang melintas, sesi berhenti sampai lapangan bersih kembali.
Satu arah lempar sepanjang sesi
Arah lemparan disepakati di awal dan tidak berubah. Nol lemparan balik arah, sekalipun tempat lembing berada terasa lebih dekat dari sisi seberang.
Menjemput lembing sesudah semua berhenti
Peserta mengambil lembing hanya ketika pelatih memberi aba-aba dan tidak ada seorang pun yang masih memegang lembing lain di tangannya.
Lembing dibawa tegak dengan mata ke bawah
Di luar saat melempar, lembing dibawa berdiri dengan mata menghadap tanah. Membawanya mendatar setinggi bahu membahayakan orang yang berpapasan.
Penonton berdiri di belakang tempat melempar
Siapa pun yang menonton berdiri di belakang garis, tidak di sampingnya dan tidak pernah di depannya, termasuk wali yang mengantar peserta.
Sepuluh menit pertama tiap sesi: pemanasan bahu sebelum lemparan
Urutan pemanasan di kelas ini tetap sama dari pertemuan pertama sampai peserta berlatih bertahun-tahun. Badan dihangatkan lebih dulu lewat lari ringan, sebab bahu memanas dari badan yang sudah hangat. Sesudah itu punggung atas digerakkan memutar dan melengkung, lalu tulang belikat dilatih menahan posisi, baru pergelangan dan siku.
Putaran bahu ke arah luar memakai tali karet ditaruh menjelang akhir urutan. Otot kecil di sekeliling sendi bahu lambat menyala, sementara lemparan justru menuntutnya bekerja di ujung jangkauan. Melewatkan bagian ini membuat lemparan pertama berjalan di atas sendi yang belum siap, dan itulah lemparan yang biasanya meninggalkan nyeri keesokan hari.
Baru sesudah semua itu peserta memegang alat. Lemparan pembuka selalu ringan dan dekat, ditambah sedikit demi sedikit, dan lemparan penuh pertama datang belakangan.
Cuaca Surabaya sering menipu di bagian ini. Udara panas membuat badan cepat berkeringat, sehingga peserta merasa sudah panas padahal sendinya belum digerakkan sama sekali. Pelatih tetap menjalankan urutannya utuh, dan pada sesi sore yang terik justru menambah waktu teduh di antara rangkaian lemparan.
Latihan penguatan yang mendahului penambahan jarak di kelas privat
Bahu adalah sendi yang membayar tagihan lempar lembing. Ia bergerak dalam jangkauan besar, menahan beban di ujung jangkauan itu, lalu berhenti mendadak. Karena itu penguatan bahu di kelas ini memberi porsi besar kepada otot kecil di sekeliling sendi, yaitu otot yang menjaga kepala tulang tetap duduk di tempatnya saat lengan melaju.
Punggung atas mengerjakan tugas kedua. Tulang belikat harus tertahan rapat ketika lengan mundur, dan bagian itu yang lebih dulu lelah pada peserta yang sehari-hari duduk lama di kelas. Perut samping mengerjakan tugas ketiga, yaitu memindahkan putaran panggul ke dada.
Alat yang dipakai sederhana. Bola medisin dilempar dari samping badan dan dari atas kepala untuk melatih urutan yang sama dengan lemparan sungguhan. Tali karet dipakai untuk gerakan memutar bahu ke arah luar. Menahan badan bertumpu pada satu sisi dipakai untuk perut samping, dan ketiganya bisa dikerjakan peserta di rumah tanpa lapangan.
Aturan urutannya tetap: jarak baru ditambah sesudah bentuk lemparan bertahan pada beban yang sudah ada. Peserta yang menambah jarak lebih dulu biasanya kembali membawa keluhan di siku, dan pemulihannya memakan waktu lebih panjang daripada waktu yang tadi terasa dihemat.
Perlengkapan nomor ini sedikit, dan justru karena sedikit tiap butirnya menentukan. Daftar di bawah dibicarakan di pertemuan pertama supaya peserta tidak membeli barang yang belum ia perlukan, sekaligus supaya barang yang benar-benar diperlukan sudah ada sebelum lemparan penuh dimulai.
Selengkapnya
Alat dan perlengkapan yang dibahas sebelum kelas lempar lembing berjalan
Lembing latihan yang lebih ringan dulu
Alat ringan dipakai lebih dulu supaya urutan gerakan dikenali tanpa beban penuh. Berat alat dinaikkan ke ukuran yang sesuai kategori peserta hanya sesudah jalur sikunya bertahan.
Sepatu yang menahan tumit di rumput
Kaki depan mendarat tumit lebih dulu dan harus berhenti di situ. Sol licin membuatnya tergelincir, dan sepatu berpaku hanya dipakai bila pemilik lapangan mengizinkannya.
Tangan telanjang tanpa sarung tangan
Lembing dipegang langsung pada lilitan talinya. Sarung tangan menutup rasa tekanan jari, dan justru rasa itu yang dipakai peserta mengoreksi pegangannya sendiri.
Bola medisin untuk urutan gerakan
Lemparan bola medisin dari atas kepala dan dari samping badan dipakai melatih urutan panggul, dada, dan siku tanpa membebani sendi dengan alat panjang.
Tali karet untuk program di rumah
Putaran bahu ke arah luar dan penahanan tulang belikat dikerjakan peserta di luar sesi. Alatnya murah, ringan, dan dipakai hampir tiap hari di antara pertemuan.
Penanda daerah pendaratan
Kerucut atau penanda lain dipasang mengelilingi daerah jatuhnya lembing. Penanda itu dipasang bahkan pada sesi latihan biasa, supaya batas amannya terlihat dari jauh.
Biaya les lempar lembing privat di Surabaya per sesi
Sesi lempar lembing privat di Surabaya dimulai dari Rp187.000 per sesi untuk peserta jenjang SMP dengan pertemuan 90 menit dua kali sepekan. Angkanya naik mengikuti jenjang dan panjang pertemuan; peserta dewasa pada durasi yang sama berada di Rp298.100 per sesi. Nominal itu disebutkan terbuka sebelum pertemuan pertama berjalan.
Panjang 90 menit dipilih karena bentuk latihan nomor ini menuntutnya. Pemanasan bahu dan punggung atas memakan waktu sendiri, tiap lemparan diikuti berjalan menjemput lembing, dan peninjauan rekaman dikerjakan di lapangan pada sesi yang sama. Sesi 60 menit tak memuat ketiganya sekaligus, dan bagian yang lebih dulu dikorbankan justru penyiapan bahu.
Ritme dua kali sepekan punya alasan yang sejenis. Siku dan bahu menuntut jeda sesudah lemparan keras, jadi memadatkan sesi menjadi harian tidak menambah jarak, ia menambah risiko.
Edubia punya dua ruang belajar bersama, di Tambaksari dan di Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Ruang itu berguna untuk bagian teori dan peninjauan rekaman, sementara lemparannya sendiri tetap berjalan di lapangan. Sebagian besar peserta lempar lembing memilih menyelesaikan semuanya di lapangan.
Jadwal sesi dan wilayah Surabaya yang dijangkau pelatih
Lempar lembing menuntut lapangan yang panjang, jadi tempat latihan ditentukan lebih dulu daripada jamnya. Pelatih memeriksa lapangan yang tersedia di sekitar alamat peserta: lapangan sekolah, lapangan kampus, atau lapangan terbuka yang cukup untuk jalur awalan sekaligus daerah pendaratan. Kalau lapangan terdekat terlalu pendek, sesi diarahkan ke lapangan lain yang masih terjangkau.
Permintaan diterima dari seluruh kecamatan Surabaya. Peserta di Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, dan Gunung Anyar umumnya memakai lapangan di sisi timur; peserta di Lakarsantri, Sambikerep, Benowo, dan Pakal memakai lapangan di sisi barat. Peserta di Gubeng, Tegalsari, Wonokromo, dan Gayungan berada di tengah, dan pilihan lapangannya lebih sering ditentukan jam pemakaian sekolah. Sidoarjo dilayani juga, terutama Waru, Buduran, Gedangan, Sedati, dan Sukodono.
Jam sesi mengikuti cuaca Surabaya. Pagi sebelum matahari tinggi dan sore menjelang senja adalah dua jendela yang dipakai hampir semua peserta, sebab lapangan terbuka di tengah hari membuat pemanasan selesai sebelum latihan sungguhan dimulai. Musim hujan menggeser isi sesi ke latihan tanpa lemparan penuh.
Sebagian lapangan sekolah dan kampus menarik biaya pemakaian sendiri. Kalau lapangan yang dipilih termasuk yang begitu, besarannya disebutkan di awal supaya tidak muncul di tengah jalan.
Penggantian pelatih dan penjadwalan ulang sesi lempar lembing
Dua hal yang sering ditanyakan sesudah biaya adalah apa yang terjadi kalau pelatihnya tidak cocok, dan apa yang terjadi kalau lapangan tidak bisa dipakai. Keduanya punya jawaban yang sudah ditetapkan sejak awal, jadi peserta tidak perlu menawar apa pun di tengah jalan.
Kalau cara mengajar pelatih terasa tidak cocok, pelatih lempar lembing bisa diganti tanpa biaya tambahan. Peserta menyampaikan alasannya kepada tim Edubia, dan pelatih berikutnya memulai dari angka pemeriksaan yang sudah tercatat, sehingga awalan peserta tidak dikembalikan ke nol.
Sesi yang batal karena hujan diperlakukan berbeda dari sesi yang batal karena peserta berhalangan. Hujan Surabaya datang cepat dan pergi cepat, jadi pelatih menunggu sebentar di lapangan sebelum memutuskan. Begitu permukaan menjadi licin, isi sesi berubah: tarikan, langkah menyilang, dan penguatan tetap berjalan di tempat teduh, sementara lemparan penuh pindah ke pertemuan berikutnya.
Peserta yang berhalangan memberi tahu sebelum pelatih berangkat, dan sesinya dipindah ke jam lain yang masih kosong. Yang tidak dilakukan Edubia adalah memaksa lemparan penuh berjalan di lapangan yang tidak aman, sebab satu lemparan di permukaan licin sanggup membatalkan latihan berminggu-minggu.
Pendaftaran dikerjakan sebelum lapangan dipesan, sebab lapangan yang cocok untuk nomor ini terbatas dan jam pemakaiannya diatur pemiliknya. Lima langkah di bawah dikerjakan berurutan, dan pemeriksaan bahu sengaja ditaruh mendahului pembayaran apa pun.
Inti bahasan
Cara mendaftar kelas privat lempar lembing di Surabaya
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
1Sebutkan jenjang dan pengalaman melempar
Hubungi tim Edubia lewat WhatsApp, lalu sebutkan jenjang peserta, ada atau tidaknya pengalaman atletik, serta riwayat nyeri bahu maupun siku.
-
2Sepakati lapangan dan jam sesi
Tim mencocokkan alamat peserta dengan lapangan yang panjangnya memadai di kecamatan terdekat, lalu menawarkan jendela pagi atau sore yang masih kosong.
-
3Jalani pertemuan pemeriksaan awal
Pertemuan pertama berisi pengukuran jangkauan bahu, kelenturan punggung atas, dan lari tanpa membawa lembing. Hasilnya menentukan beban pertemuan berikutnya.
-
4Tetapkan ritme dan biaya per sesi
Jumlah sesi per bulan dan nominal per sesi ditetapkan sesudah pemeriksaan awal, jadi angkanya berpijak pada rencana latihan yang nyata.
-
5Mulai latihan bertahap di lapangan
Pertemuan berikutnya memanjangkan awalan sedikit demi sedikit. Kalau cara mengajar pelatih belum cocok, pelatih lempar lembing bisa diganti tanpa biaya tambahan.
Program Terkait
Program lain yang sering diambil bersama les lempar lembing
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan siswa les lempar lembing di Surabaya?
Berapa biaya les lempar lembing privat di Surabaya?
Mulai Rp187.000 per sesi untuk jenjang SMP dengan pertemuan 90 menit dua kali sepekan. Peserta dewasa pada durasi yang sama berada di Rp298.100 per sesi. Nominalnya disebutkan sebelum pertemuan pertama dan tidak berubah di tengah program.
Peserta belum punya lembing sendiri, apakah masih bisa ikut?
Bisa. Pertemuan awal justru memakai alat lempar yang lebih ringan supaya urutan gerakan dikenali tanpa beban penuh. Pembelian lembing sendiri dibicarakan sesudah bentuk lemparan bertahan, sebab lembing yang dibeli terlalu dini sering tidak cocok dengan kemampuan pemakainya.
Lapangan seperti apa yang dibutuhkan untuk latihan ini?
Lapangan terbuka yang cukup untuk jalur awalan sekaligus daerah pendaratan, dengan permukaan rata dan tanpa orang yang melintas. Di Surabaya lapangan semacam itu umumnya milik sekolah atau kampus, jadi pelatih memeriksa ketersediaannya di kecamatan terdekat sebelum jam sesi ditetapkan.
Bisakah pelatih menemui peserta di lapangan pilihannya sendiri?
Bisa, selama lapangan itu memenuhi syarat panjang dan keamanan. Kalau lapangan terdekat terlalu pendek, pelatih menawarkan lapangan lain yang masih terjangkau dari alamat peserta. Nomor ini tidak bisa dijalankan di halaman rumah, dan itu batas yang disampaikan sejak awal.
Umur berapa peserta boleh mulai belajar lempar lembing?
Pengenalan gerakan lempar bisa dimulai sejak jenjang SD memakai alat lempar ringan. Lembing sungguhan menunggu sampai bahu dan punggung atas cukup kuat menahan lengan di ujung jangkauannya, dan waktunya berbeda pada tiap anak.
Berapa lama sampai lemparan peserta dihitung sah?
Lemparan sah menuntut mata lembing menyentuh tanah lebih dulu, dan itu urusan sudut lepasan. Peserta yang berlatih dua kali sepekan umumnya mulai menghasilkan lemparan sah berulang sesudah bentuk awalannya utuh, dan bagian awalan itulah yang memakan waktu.
Apakah latihan lempar lembing membuat bahu cedera?
Yang mencederai bahu dan siku adalah jalur siku yang turun ke samping serta jumlah lemparan keras yang berlebihan. Keduanya dijaga di kelas ini: jalur siku diperiksa pada tiap lemparan, dan jumlah lemparan penuh dibatasi pelatih menurut hasil pemeriksaan awal.
Bagaimana kalau turun hujan tepat pada jadwal sesi?
Pelatih menunggu sebentar di lapangan sebelum memutuskan, sebab hujan Surabaya kerap berhenti secepat datangnya. Kalau permukaan menjadi licin, isi sesi berubah menjadi tarikan, langkah menyilang, dan penguatan di tempat teduh, sementara lemparan penuh pindah ke pertemuan berikutnya.
Kalau cara mengajar pelatih tidak cocok, apa yang bisa dilakukan?
Sampaikan alasannya kepada tim Edubia lewat WhatsApp. Pelatih lempar lembing bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan pelatih berikutnya memulai dari angka pemeriksaan yang sudah tercatat sehingga peserta tidak kembali ke titik nol.
Apakah peserta harus sudah kuat sebelum mendaftar?
Tidak. Pemeriksaan di pertemuan pertama justru dipakai untuk menemukan bagian yang masih lemah, lalu program penguatannya disusun dari situ. Yang dihindari adalah menambah jarak lemparan sebelum bahu, punggung atas, dan perut samping siap menanggungnya.
Pelatih lempar lembing Edubia melayani kecamatan mana saja?
Seluruh kecamatan Surabaya, dari Benowo dan Pakal di sisi barat sampai Gunung Anyar dan Rungkut di sisi timur. Sidoarjo dilayani juga, terutama Waru, Buduran, Gedangan, Sedati, dan Sukodono, dengan lapangan yang dipilih menurut jaraknya dari alamat peserta.
Apakah sesi bisa diambil sekali sepekan saja?
Bisa, dan sebagian peserta memang memulainya begitu. Kemajuannya lebih lambat karena bentuk lemparan cepat kembali ke kebiasaan lama di antara pertemuan. Peserta dengan ritme satu sesi biasanya menerima program mandiri tanpa lemparan penuh untuk mengisi jeda itu.
Apa bedanya kelas privat dengan berlatih di klub atletik?
Di klub, satu pelatih menangani banyak orang sekaligus, jadi koreksi datang untuk kesalahan yang terlihat dari jauh. Di sesi privat, pelatih berdiri di samping satu peserta dan menangkap hal yang tidak terbaca dari kejauhan, seperti tekanan jari pada lilitan atau lutut depan yang menekuk sedikit.
Apakah peserta perempuan menjalani latihan yang sama?
Urutan materinya sama: pegangan, tarikan, langkah menyilang, tancapan kaki depan, jalur siku, lepasan. Yang berbeda berat alat yang dipakai, dan lembing latihan dipilih mengikuti jenjang serta kemampuan peserta pada saat itu.
Apakah kelas ini menyiapkan peserta untuk penilaian di sekolah?
Ya. Syarat lemparan sah, garis batas di ujung awalan, dan langkah pemulihan dilatih sejak pertemuan awal, sebab tiga hal itu yang membatalkan lemparan saat dinilai meskipun jaraknya sudah bagus.
Yuk Kita Mulai
Mulai les lempar lembing sekarang
Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor lempar lembing di Surabaya menyesuaikan dengan jadwal Anda.
4,9/5 · 1.200 ulasan wali di Surabaya