4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat
Les Ice Skating di Surabaya
Les privat ice skating di Surabaya untuk usia prasekolah sampai dewasa. Sesi berjalan di gelanggang es, satu pelatih satu peserta, mulai Rp114.800 per sesi. Latihan disusun dari empat sisi bilah yang mendasari seluruh gerak seluncur.
Ringkasan ice skating privat di Surabaya
Les privat ice skating di Surabaya untuk usia prasekolah sampai dewasa. Sesi berjalan di gelanggang es, satu pelatih satu peserta, mulai Rp114.800 per sesi. Latihan disusun dari empat sisi bilah yang mendasari seluruh gerak seluncur.
Konsultasi dan DaftarData Program
- Biaya per sesi
- Mulai Rp114.800 untuk usia prasekolah sampai Rp222.800 untuk peserta dewasa
- Durasi sesi
- 60 menit di atas es, sesuai panjang slot yang lazim dibuka gelanggang
- Ritme latihan
- 4 sesi per bulan untuk pemula, 8 sesi per bulan begitu peserta menahan satu sisi bilah
- Usia peserta
- Mulai 4 tahun, selama peserta sanggup berdiri sendiri dan menerima aba-aba pendek
- Tempat sesi
- Gelanggang es di Surabaya; pelatih menemui peserta di pintu masuk sebelum jam slot dimulai
- Format Sesi
- Satu pelatih mendampingi satu peserta di dalam pagar es, tanpa kelas rombongan
- Wilayah layanan
- Seluruh kecamatan di Surabaya, dari Gubeng dan Tambaksari sampai Lakarsantri, ditambah Waru, Gedangan, Buduran, dan Sedati di Sidoarjo
- Perlengkapan peserta
- Sepatu sewa gelanggang boleh dipakai; sarung tangan dan lapisan pakaian dibawa peserta
- Penggantian pelatih
- Peserta bisa meminta pelatih lain tanpa biaya tambahan sesudah sesi mana pun
- Tiket gelanggang
- Dibayar keluarga di loket dan berada di luar angka biaya program
Kecocokan peserta
Peserta yang cocok mengambil les ice skating privat
Peserta yang cocok
- Anak mulai usia 4 tahun yang sanggup berdiri sendiri dan menerima aba-aba pendek dari orang selain orang tuanya.
- Peserta yang sudah beberapa kali bermain di gelanggang umum lalu berhenti berkembang tanpa koreksi miring badan.
- Peserta yang pindah dari seluncur beroda dan menemukan kebiasaan lamanya tak bekerja di atas es.
- Peserta yang menyiapkan ujian tingkat atau lomba pelajar dan menuntut lengkung rapi di kedua sisi bilah.
- Peserta dewasa yang ingin memulai dari nol tanpa berlatih di tengah kelas anak-anak.
- Keluarga di Surabaya dan kota tetangganya yang jam luangnya sempit dan ingin seluruh menit di es terpakai.
Kelebihan les ini
Kelebihan kelas ice skating bersama Edubia
Pelatih menyebut sisi bilah di tiap aba-aba
Tiap aba-aba di sesi Edubia menyebut sisi mana yang sedang menahan berat. Peserta karena itu memahami apa yang harus diubah saat badannya goyah, tanpa menunggu contoh diulang.
Sesi mengikuti jam gelanggang di Surabaya
Jam sesi disusun dari slot yang dibuka pengelola gelanggang, lalu dicocokkan dengan hari yang keluarga sanggupi. Peserta dari Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gubeng biasanya mengambil slot sore hari kerja; keluarga dari Benowo dan Pakal memilih akhir pekan.
Penilaian awal sebelum peserta melepas pegangan
Sesi pertama dipakai membaca kekuatan pergelangan kaki dan cara peserta menahan miring badan. Rencana latihan disusun sesudah pelatih melihatnya berdiri sendiri di atas es.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan
Cara memberi aba-aba di ruang sedingin gelanggang tak selalu langsung cocok. Keluarga boleh meminta pelatih lain sesudah sesi mana pun, dan lembar sisi bilah peserta ikut pindah.
Biaya sesi terbaca sebelum peserta mendaftar
Angka per sesi ditulis di halaman ini menurut jenjang usia, lengkap dengan pos yang berada di luarnya. Tiket masuk gelanggang dan sewa sepatu dibayar langsung di loket.
Aturan lantai es diajarkan sejak sesi pertama
Gelanggang umum menyepakati satu arah putaran dan jarak aman antarpeluncur. Peserta Edubia mempelajarinya sebelum lajunya naik, termasuk cara jatuh yang menjauhkan jari dari bilah orang lain.
Cakupan program
Yang didapat peserta les ice skating privat di Surabaya
- Pendampingan satu lawan satu di dalam pagar es · Pelatih berada dalam jangkauan suara sepanjang sesi, jadi perbaikan miring badan datang di detik yang sama.
- Pembacaan kekuatan pergelangan kaki di sesi pertama · Bahan latihan ditetapkan sesudah pelatih melihat peserta berdiri dan memindahkan berat, tanpa rencana yang disusun dari formulir.
- Aba-aba yang menyebut bagian tubuh · Tiap koreksi menunjuk tulang mata kaki, kelingking, lutut, atau pinggul, jadi peserta punya yang bisa dirabanya sendiri.
- Lembar sisi bilah yang sudah dikuasai · Sisi yang tenang dan sisi yang menuntut pengulangan dicatat sesudah tiap sesi, dan lembarnya berpindah kalau pelatih diganti.
- Jadwal yang disusun dari slot gelanggang · Jam sesi dipilih dari slot yang dibuka pengelola, lalu dicocokkan dengan hari yang keluarga sanggupi.
- Pemeriksaan ikatan tali di tiap sesi · Tiga bagian ikatan diperiksa sebelum peserta masuk es, sebab ikatan kendur terbaca seperti kemunduran teknik.
- Latihan tata tertib gelanggang umum · Arah putaran, jarak aman, dan cara jatuh dengan jari terkepal dilatih sejak sesi awal, sebelum lajunya naik.
- Hak meminta pelatih lain tanpa biaya tambahan · Cara memberi aba-aba di ruang dingin dan berisik tak selalu cocok pada percobaan pertama, dan penggantian bisa diminta sesudah sesi mana pun.
Susunan Materi
Susunan materi les ice skating dari sisi bilah ke gerak utuh
Urutan berikut mengikuti tuntutan bilah; nama gerakan menyusul sesudah sisi bilahnya tenang. Tiap butir memuat bahasannya, kesalahan yang berulang di gelanggang, serta cara pelatih Edubia menanganinya. Peserta pindah ke butir berikutnya begitu yang sebelumnya bisa ditahan dengan tenang, tanpa dikunci ke jumlah pertemuan.
- 1
Dua garis tajam pada satu bilah
Sesi awalYang dibahas. Bagian bawah bilah dicekungkan, jadi yang menyentuh es dua garis tajam di kiri dan kanan cekungan. Latihan pertamanya berdiri diam sambil memiringkan pergelangan kaki ke satu sisi lalu ke sisi lain.
Jebakan umum. Peserta mencari titik tengah yang tidak ada dan berdiri kaku dengan lutut terkunci, badan bergoyang kiri kanan sepanjang sesi, lalu menyimpulkan es terlalu licin.
Cara tutor. Pelatih meminta peserta menamai sisi yang sedang dipakai sebelum bergerak. Aba-abanya menyebut bagian tubuh, misalnya tulang mata kaki dalam yang mendekat ke es, jadi ada yang bisa dirabanya sendiri.
- 2
Sisi dalam saat maju
Sesi awalYang dibahas. Miring diarahkan ke lengkung telapak sampai garis tajam sebelah dalam menggigit es. Peserta menahannya beberapa detik sambil meluncur pelan, menegakkan bilah, lalu mengulang di kaki lain.
Jebakan umum. Peserta memiringkan lutut ke dalam sementara pinggulnya tetap di luar. Bilah terlihat miring dari samping, tapi alurnya di es dangkal karena berat badan belum berpindah.
Cara tutor. Pelatih berdiri sejajar peserta dan memberi patokan jarak lutut ke ibu jari kaki. Sesudah tiga pengulangan, peserta melihat alur yang ia tinggalkan dan membandingkannya sendiri.
- 3
Sisi luar saat maju
Penentu kemajuanYang dibahas. Miring dibalik ke arah kelingking sampai garis tajam sebelah luar yang menahan berat. Latihannya luncuran pendek lurus lebih dulu, sebelum lengkungnya dibiarkan terbentuk sendiri.
Jebakan umum. Tubuh menolak arah miring ini sebab lutut tak biasa menekuk ke luar. Peserta menggantinya dengan mengangkat bahu berlawanan, dan hasilnya badan bengkok tanpa bilah yang benar-benar miring.
Cara tutor. Pelatih memulainya di lantai keras pinggir gelanggang, tempat peserta berdiri di sisi luar sepatu tanpa risiko selip. Begitu bentuknya terasa, latihan pindah ke es dengan laju serendah mungkin.
- 4
Sisi dalam saat mundur
MenengahYang dibahas. Miring yang sama seperti sisi dalam maju, dengan arah gerak di belakang punggung. Peserta memakai pinggul dan bahu sebagai penunjuk arah, kepala tetap tegak.
Jebakan umum. Peserta memutar badan penuh untuk melihat ke belakang, dan putaran itu memindahkan berat ke tumit. Bilah kehilangan gigitannya di detik yang sama, dan peserta merasa ditarik ke belakang.
Cara tutor. Pelatih membatasi putaran sampai bahu, lalu berdiri di titik yang terlihat dari sudut itu, sehingga peserta tak perlu mencari pemandangan yang memindahkan beratnya.
- 5
Sisi luar saat mundur
MenengahYang dibahas. Sisi terakhir yang dibuka, sebab ia menggabungkan dua hal yang sama-sama baru. Latihannya mulai dari luncuran mundur pelan dua kaki, lalu berat dipindah ke sisi luar salah satu bilah.
Jebakan umum. Peserta mempercepat luncuran mundur demi kestabilan, dan laju itu menutup rasa pada bilah. Kesalahan miring karena itu tak terasa sampai badan telanjur oleng.
Cara tutor. Pelatih menahan laju dengan meminta peserta berlatih di petak sempit yang ditandai di es. Ruang terbatas memaksa peserta mengandalkan miring badan sebagai pengendali.
- 6
Perpindahan sisi di satu kaki
MenengahYang dibahas. Berpindah dari sisi dalam ke sisi luar tanpa mengangkat kaki. Peserta merasakan bilah melewati titik hampir tegak, tempat es sesaat berhenti menggigit sebelum menggigit di sisi seberang.
Jebakan umum. Peserta mempercepat perpindahan supaya titik netral cepat terlewati. Bilah menyentak, alurnya putus, dan lengkung yang tergambar patah di tengah.
Cara tutor. Pelatih memperlambatnya dengan hitungan panjang dan meminta peserta menahan di titik netral satu hitungan penuh, lalu lajunya dinaikkan bertahap tanpa mengubah bentuk.
- 7
Titik tumpu maju mundur sepanjang bilah
MenengahYang dibahas. Bilah juga dilengkungkan memanjang, jadi bagian yang menempel es berpindah mengikuti condong badan. Peserta melatihnya sambil meluncur lurus, dari tumit ke pangkal jari lalu kembali.
Jebakan umum. Peserta memindahkan berat dengan membungkukkan punggung. Pinggul tertinggal, titik tumpu justru mundur, dan hasilnya kebalikan dari niatnya.
Cara tutor. Pelatih meminta lutut menekuk lebih dalam dengan punggung tegak, lalu memeriksanya dari samping dan meminta peserta menyebut bagian telapak yang terasa menekan.
- 8
Gigi depan pada sepatu figur
Sepatu figurYang dibahas. Kegunaan deretan gerigi di ujung bilah untuk memulai gerakan dari diam, dan keadaan yang membuatnya tersangkut. Peserta juga mengenali bilah hoki yang tanpa gerigi.
Jebakan umum. Peserta memakai gerigi sebagai pendorong utama tiap kali menambah laju. Dorongan dari sisi bilah karena itu tak pernah terbentuk, dan langkahnya berubah jadi lari kecil di atas es.
Cara tutor. Pelatih membatasi gerigi hanya untuk awalan dari diam di sesi-sesi pertama. Dorongan dari sisi bilah dilatih terpisah, dengan aba-aba yang menyebut arah tekanan telapak.
- 9
Membaca kekerasan es hari itu
MenengahYang dibahas. Kekerasan es berubah mengikuti setelan mesin pendingin, jumlah orang yang melintas, dan jarak waktu sejak permukaannya diratakan. Beberapa putaran pembuka dipakai merasakan sedalam apa bilahnya masuk.
Jebakan umum. Peserta membawa target sesi lalu apa adanya ke es yang lebih keras, lalu menyimpulkan kemampuannya menurun. Latihan berjalan dengan miring badan yang tak cocok dengan permukaannya.
Cara tutor. Pelatih menyebut kondisi es di awal sesi dan menyesuaikan bahannya. Di es keras, latihan digeser ke bagian yang menuntut kestabilan; di es lunak, giliran lengkung dalam.
- 10
Tanda ketumpulan yang terbaca di es
PerawatanYang dibahas. Bilah tajam meninggalkan dua garis rapi bertepi bersih, bilah tumpul meninggalkan garis melebar bertepi kabur. Peserta memeriksa jejaknya sendiri sesudah beberapa putaran.
Jebakan umum. Peserta mengubah tekniknya mengejar rasa yang hilang, padahal yang berubah bilahnya. Kebiasaan salah terbentuk dalam beberapa sesi dan lebih lama dibongkar.
Cara tutor. Pelatih memeriksa jejak di es sebelum menyentuh teknik peserta. Untuk sepatu sewa, temuannya disampaikan ke petugas loket; untuk sepatu sendiri, peserta mencatat jumlah sesi sejak pengasahan terakhir.
- 11
Tiga bagian ikatan tali sepatu
Sesi awalYang dibahas. Bagian jari dibiarkan longgar supaya darah tetap mengalir di ruang dingin, punggung kaki dikencangkan sedang, dan pergelangan dikencangkan penuh sampai tumit tak terangkat dari dasar sepatu.
Jebakan umum. Peserta mengencangkan seluruh tali dengan tarikan sama. Jari kesemutan dalam belasan menit, sementara pergelangan yang kurang ketat membiarkan kaki bergeser dan miring badan berhenti di dalam sepatu.
Cara tutor. Pelatih memeriksa ikatan tiap sesi, termasuk peserta lama. Anak diajari mengencangkan bagian pergelangan sendiri, sebab bagian itu yang kendur lebih dulu.
- 12
Pakaian dan sarung tangan sebagai syarat
Sesi awalYang dibahas. Lapisan tipis bertumpuk yang bisa dilepas satu per satu, kaus kaki setinggi betis, celana panjang cepat kering, dan sarung tangan tertutup penuh, diperiksa sebelum peserta masuk pagar es.
Jebakan umum. Peserta memakai satu lapis tebal, kepanasan di tengah sesi, lalu melepasnya seluruhnya. Suhu tubuh naik turun tajam, dan pergelangan kaki yang dingin kehilangan kepekaan pada sisi bilah.
Cara tutor. Pelatih memeriksa perlengkapan di bangku sebelum sesi dan menyiapkan jeda pendek untuk melepas satu lapis. Sarung tangan jadi syarat masuk, sebab telapak menyentuh es tiap kali peserta jatuh.
- 13
Tata tertib lantai es umum
KeselamatanYang dibahas. Arah putaran yang disepakati pengelola, jarak aman menurut kemampuan berhenti, pembagian tengah dan tepi gelanggang, serta cara jatuh yang menjauhkan jari dari bilah orang lain.
Jebakan umum. Peserta melebarkan telapak tangan untuk menahan badan saat jatuh, dan jari terbuka itu tepat berada di lintasan bilah peluncur berikutnya. Refleks ini terbentuk sejak kecil dan sulit diubah belakangan.
Cara tutor. Pelatih melatih kepalan tangan sebagai gerak pertama begitu badan menyentuh es, lalu bangkit dari berlutut dengan telapak tetap tertutup. Latihannya diulang sampai berjalan tanpa dipikir.
Cara kami bekerja
Apa yang kami pastikan sebelum menugaskan tutor ice skating?
Tiga hal yang sering ditanyakan wali sebelum sesi ice skating pertama di Surabaya.
Garansi ganti tutor
Kalau cara mengajarnya belum cocok, tutor ice skating diganti tanpa biaya tambahan.
Satu tutor untuk satu siswa
Seluruh jam sesi ice skating tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.
Rating tutor Edubia 4,9 dari 1.200 ulasan
Angka itu dihitung dari ulasan wali dan siswa yang sudah menjalani sesi bersama tutor Edubia.
Tahapan latihan
Tahapan les ice skating dari sesi pertama sampai lengkung utuh
Tahapan berikut diukur dari sisi bilah yang sudah bisa ditahan peserta dengan tenang, tanpa memakai jumlah pertemuan sebagai penanda. Peserta yang berlatih dua kali sebulan melewati urutan yang sama dengan tempo berbeda.
- 01
Berdiri dan merasakan dua sisi
Tahap 1Peserta berdiri sendiri di dalam pagar es, memiringkan pergelangan kaki ke satu sisi lalu ke sisi lain, dan menyebut sisi mana yang dipakai. Kepercayaan pada permukaan es terbentuk di sini.
- 02
Menahan sisi dalam sambil bergerak
Tahap 2Luncuran pelan dengan garis tajam sebelah dalam menggigit es beberapa detik. Alur yang tertinggal terbaca sebagai satu garis rapi, dan peserta bisa mengulanginya di kedua kaki.
- 03
Membuka sisi luar saat maju
Tahap 3Miring dibalik ke arah kelingking dan ditahan tanpa bahu ikut terangkat. Tahap ini biasanya menuntut waktu terpanjang, sebab tubuh belum biasa menekuk lutut ke arah itu.
- 04
Bergerak mundur dengan kepala tegak
Tahap 4Luncuran mundur dengan sisi dalam, memakai bahu dan pinggul sebagai penunjuk arah tanpa memutar badan penuh. Peserta sudah tenang di ruang yang tak terlihat.
- 05
Berpindah sisi tanpa mengangkat kaki
Tahap 5Bilah dibawa melewati titik hampir tegak dengan hitungan panjang, dan alurnya tetap menyambung. Dari sini sebagian besar nama gerak seluncur figur berupa gabungan yang sudah dikuasai peserta.
- 06
Menyusun lengkung berurutan
Tahap 6Beberapa lengkung dirangkai berurutan dengan laju yang dijaga tetap, sambil peserta membaca kondisi es hari itu. Tahap ini dipakai peserta yang mengarah ke ujian tingkat atau lomba pelajar.
Les ice skating privat di Surabaya: biaya, jadwal, dan tempat sesinya
Les ice skating Edubia di Surabaya adalah pendampingan satu pelatih untuk satu peserta di atas es, mulai Rp114.800 per sesi untuk usia prasekolah dan Rp128.300 per sesi untuk usia SD. Seluncur es menuntut permukaan beku, jadi sesi berjalan di gelanggang es kota ini dan pelatih menemui peserta di pintu masuk sebelum jam slot dibuka. Tiket masuk dan sewa sepatu dibayar keluarga di loket, di luar angka biaya program.
Yang dilatih sejak menit pertama kesadaran terhadap sisi bilah. Bagian bawah sepatu seluncur dicekungkan, jadi yang menyentuh es hanya dua garis tajam di kiri dan kanan cekungan. Peserta selalu berdiri di atas salah satunya, dan hampir seluruh gerak seluncur es adalah nama untuk perpindahan di antara empat kemungkinan: sisi dalam maju, sisi luar maju, sisi dalam mundur, sisi luar mundur.
Keluarga dari Tambaksari, Gubeng, Rungkut, Mulyorejo, sampai Waru dan Gedangan di Sidoarjo memakai jalur pendaftaran yang sama. Peserta boleh meminta pelatih lain tanpa biaya tambahan sesudah sesi mana pun, dan sesi pertama dipakai membaca kekuatan pergelangan kaki sebelum bahan latihan ditetapkan.
Kenapa sesi les seluncur es dimulai dari bilah
Orang yang pertama kali berdiri di atas es hampir selalu mencari titik tengah bilah, dan titik tengah itu tidak ada. Cekungan di bawahnya membuat bagian tengah menggantung sedikit di atas permukaan, dan berat badan selalu jatuh ke salah satu dari dua garis tajam yang mengapitnya. Peserta yang berdiri persis di tengah bergoyang kiri kanan tanpa henti, sebab tak satu sisi pun menggigit.
Karena itu pelatih Edubia membuka sesi dengan satu pertanyaan yang diulang sepanjang latihan: sisi mana yang sedang menahan berat sekarang. Pertanyaan sederhana itu mengubah cara peserta memperbaiki dirinya sendiri. Peluncur yang memahami dirinya sedang di sisi dalam punya satu hal yang bisa diubah, yaitu arah miring pergelangan kaki. Peluncur yang cuma merasa goyah menunggu contoh diulang.
Perbedaan ini juga yang memisahkan seluncur es dari seluncur beroda. Roda menggelinding ke arah ia dihadapkan, dan badan yang miring hanya mengikuti. Bilah es bekerja sebaliknya: badan miring lebih dulu, lalu sisi tajam yang menggigit es menggambar lengkungnya. Bahu yang berputar sendirian hanya membuat bilah menggeser ke samping.
Empat kemungkinan berikut adalah seluruh isi seluncur es pada tingkat dasarnya. Nama gerak yang terdengar rumit di kompetisi hampir selalu berupa perpindahan dari satu ke yang lain, kadang di satu kaki, kadang bertukar kaki. Pelatih Edubia melatih keempatnya bergantian sejak bulan pertama, sebab sisi yang jarang dipakai terasa asing justru ketika dibutuhkan.
Catatan penting
Empat sisi yang dilatih bergantian di kelas ice skating Surabaya
Garis dalam maju: sisi yang dikuasai lebih dulu
Pergelangan kaki dimiringkan ke arah lengkung telapak, dan garis tajam sebelah dalam yang menggigit es. Sisi ini terasa aman sebab lutut menekuk alami ke arah sama, jadi ia yang lebih dulu dikuasai.
Garis luar maju: sisi yang ditolak tubuh
Miringnya dibalik ke arah kelingking, dan tubuh menolak pada percobaan pertama sebab lutut tak biasa menekuk ke luar. Sisi ini yang memisahkan peluncur yang sekadar meluncur dari yang bisa menggambar lengkung.
Garis dalam mundur: arah gerak di belakang punggung
Miring yang sama seperti sisi dalam maju, dengan mata kehilangan pemandangan di depan arah gerak. Peserta memakai bahu dan pinggul sebagai penunjuk arah, berat tetap ditahan garis tajam sebelah dalam.
Garis luar mundur: sisi yang datang terakhir
Gabungan dua hal yang sama-sama asing, jadi ia datang terakhir. Begitu peserta sanggup menahannya beberapa detik, sebagian besar lengkung seluncur figur sudah terbuka untuknya.
Perpindahan di satu kaki
Berpindah dari sisi dalam ke sisi luar tanpa mengangkat kaki menuntut miring badan melewati titik netral. Di titik itu bilah sesaat berdiri hampir tegak, dan es berhenti menggigit sebelum menggigit lagi.
Perpindahan bertukar kaki
Berat dioper dari satu bilah ke bilah lain sambil miringnya dipertahankan. Yang dilatih ketenangan kepala dan bahu selama berat berpindah; laju operannya menyusul sendiri.
Cara pelatih les ice skating mengajarkan miring badan
Miring badan susah dijelaskan dengan kata sifat; menyuruh peserta miring sedikit menghasilkan sepuluh tafsir dari sepuluh orang. Pelatih Edubia karena itu memberi patokan yang bisa diraba sendiri: tulang mata kaki bagian dalam yang mendekat ke es, atau kelingking kaki yang menekan dinding sepatu. Patokan bagian tubuh bekerja lebih cepat daripada patokan derajat.
Sebab teknisnya sederhana. Garis tajam yang menggigit es memotong alur dangkal, dan alur itu menahan bilah supaya tak menyamping. Semakin dalam miringnya, semakin ketat lengkung yang tergambar. Memutar bahu tanpa memiringkan badan hanya menggeser bilah ke samping, dan hasilnya selip yang melebar.
Untuk peserta anak, patokan raba ini juga memangkas rasa takut. Anak yang disuruh miring membayangkan jatuh, sementara anak yang disuruh menekan kelingking ke dinding sepatu mengerjakan sesuatu yang jelas. Di kelas Edubia di Surabaya urutannya dipakai berulang: sebut bagian tubuhnya, tahan hitungan pendek, lalu tegakkan lagi.
Titik tumpu yang berpindah sepanjang bilah selama sesi berjalan
Selain dicekungkan melintang, bilah seluncur juga dilengkungkan memanjang. Bagian tengahnya sedikit lebih rendah daripada ujung depan dan ujung belakang, jadi yang benar-benar menempel es pada satu waktu hanyalah sepotong pendek. Potongan itu berpindah maju dan mundur sepanjang telapak kaki mengikuti condong badan peserta.
Akibatnya langsung terasa. Berat yang dibawa ke depan memindahkan titik tumpu mendekat ke ujung depan, jadi bilah lebih gesit berbelok tapi lebih mudah tersangkut. Berat yang tertinggal di tumit memindahkannya ke belakang, dan peserta merasa ditarik mundur meski kakinya mendorong maju. Sebagian besar jatuh ke belakang di sesi awal lahir dari sini.
Pelatih Edubia melatihnya dengan meminta peserta memindahkan berat perlahan dari tumit ke pangkal jari sambil meluncur lurus, lalu menamai sendiri di mana bilah terasa ringan. Latihan yang terlihat sepele ini yang membuat peserta berhenti kaget saat lantai es berubah di bawah kakinya.
Sepatu seluncur figur punya deretan gerigi di ujung depan bilahnya, sepatu hoki tanpa gerigi, dan perbedaan itu mengubah cara peserta memulai gerakan. Kedua jenis sah dipakai di kelas Edubia, asalkan peserta memahami benda yang dibawanya di bawah kaki.
Selengkapnya
Gigi depan sepatu figur: kegunaannya dan bahayanya di sesi les
Gerigi sebagai alat memulai
Ujung bergerigi ditancapkan ke es untuk dorongan awal dari diam. Peserta yang belum kuat mendorong dengan sisi bilah memakainya sebagai jalan masuk yang cepat dipahami.
Gerigi sebagai penyebab tersangkut
Berat yang condong terlalu jauh ke depan membuat gerigi menyentuh es tanpa diminta. Bilah berhenti seketika sementara badan meneruskan lajunya, dan dari situ datang jatuh ke depan yang keras.
Bilah hoki yang bersih di ujungnya
Tanpa gerigi, dorongan awal hanya datang dari sisi bilah. Peserta yang memakainya mendorong dengan benar sejak awal, dengan biaya awalan yang lebih lambat dikuasai.
Ekor bilah yang panjang pada sepatu hoki
Lengkung memanjangnya lebih pendek dan pusatnya digeser, jadi ia terasa lincah berputar dan kurang stabil saat meluncur pelan. Peserta yang berpindah jenis sepatu perlu satu sesi penyesuaian.
Memilih jenis untuk sesi pertama
Peserta anak yang menyewa sepatu di loket biasanya menerima sepatu figur. Pelatih Edubia menyesuaikan aba-aba dengan sepatu hari itu, tanpa menuntut keluarga membeli sepatu sendiri.
Aturan sederhana soal gerigi
Selama peserta belum sanggup menahan satu sisi bilah dengan tenang, gerigi hanya dipakai untuk berhenti dari posisi berdiri; memakainya sebagai pendorong laju ditunda.
Kekerasan es yang mengubah gigitan bilah selama sesi les
Es berubah dari hari ke hari. Pengelola menyetel mesin pendinginnya, dan lapisan es jadi lebih keras atau lebih lunak mengikuti setelan itu, jumlah orang yang baru melintas, dan lama waktu sejak permukaannya diratakan.
Peserta merasakannya sebagai perubahan gigitan. Es yang lebih keras membuat garis tajam sulit masuk, sehingga miring badan yang biasa terasa kurang menahan dan peluncur merasa lebih mudah selip. Es yang lebih lunak menerima bilah lebih dalam, alurnya lebih jelas, dan peserta justru merasa lebih tertahan saat ingin berpindah sisi. Serpihan putih yang menumpuk sesudah beberapa jam sesi juga mengurangi kepekaan gigitan.
Pelatih Edubia menyebut kondisi es di awal sesi supaya peserta membacanya sebagai keadaan lantai hari itu, sebab es yang mengeras tak menandakan kemampuannya menurun. Sesi sore di gelanggang ramai karena itu terasa berbeda dari sesi pagi di es yang baru diratakan, dan peserta yang memahami sebabnya berhenti menyalahkan kakinya.
Tanda bilah sudah tumpul yang dibaca pelatih dari jejak di es
Ketajaman bilah habis dipakai, dan habisnya bertahap sehingga peserta jarang menyadarinya. Yang berubah lebih dulu jejak di es, dan rasa di kaki menyusul kemudian. Bilah tajam meninggalkan dua garis rapi dengan tepi bersih. Bilah tumpul meninggalkan garis yang melebar, tepinya kabur, dan sering disertai serpihan halus di sisinya.
Gejalanya datang sesudahnya: sisi luar tak mau menahan, luncuran melebar sendiri di tengah lengkung, dan berhenti menuntut tenaga lebih besar. Peserta pemula kerap menyimpulkan kemampuannya menurun, jadi pelatih Edubia memeriksa jejaknya sebelum mengubah teknik.
Sepatu sewa dirawat pengelola menurut jadwal mereka sendiri, jadi peserta cukup memberi tahu petugas kalau menemukan bilah yang jelas tumpul. Peserta bersepatu sendiri diajak mencatat berapa sesi sejak pengasahan terakhir, sebab catatan lebih andal daripada ingatan.
Mengikat tali sepatu: bagian yang menentukan hasil sesi les
Tali sepatu seluncur bukan urusan kerapian. Ia yang menentukan apakah miring badan peserta sampai ke bilah atau berhenti di dalam sepatu. Sepatu yang longgar di pergelangan membuat kaki bergeser di dalamnya, dan peserta yang sudah memiringkan badan dengan benar tetap melihat bilahnya berdiri tegak.
Kebutuhannya berbeda di tiap bagian, dan inilah yang jarang dijelaskan kepada pemula. Di sekitar jari, tali yang terlalu ketat menekan pembuluh dan membuat kaki cepat kesemutan di ruang yang dingin. Di punggung kaki, ketatnya sedang supaya telapak tetap bisa menekuk sedikit. Di pergelangan, tali dikencangkan penuh sampai peserta tidak bisa mengangkat tumitnya dari dasar sepatu. Kaitan teratas kadang dibiarkan lebih longgar supaya lutut masih leluasa menekuk ke depan.
Pelatih Edubia memeriksa ikatan ini di tiap sesi, termasuk untuk peserta yang sudah berbulan-bulan berlatih. Ikatan yang kendur di tengah sesi terasa seperti kemunduran teknik, dan peserta yang tak diberi tahu akan mengejar sesuatu yang sebenarnya ada di talinya.
Suhu di dalam gelanggang ditahan rendah sepanjang jam buka, dan tubuh yang berhenti bergerak selama beberapa menit akan langsung merasakannya. Daftar di bawah adalah syarat berlatih di ruang dingin. Penampilan tak punya urusan di sini.
Garis besar
Perlengkapan yang dibawa peserta ke sesi les ice skating
Sarung tangan yang menutup penuh
Telapak tangan menyentuh es tiap kali peserta jatuh, dan bilah orang lain melintas di sekitarnya. Sarung tangan menahan dingin sekaligus melindungi kulit jari dari sisi tajam yang lewat.
Lapisan pakaian yang bisa dilepas
Dua atau tiga lapis tipis bekerja lebih baik daripada satu lapis tebal. Peserta yang mulai berkeringat di tengah sesi bisa melepas satu lapis tanpa kehilangan penahan dingin sepenuhnya.
Celana panjang yang menutup lutut
Es terasa kasar di kulit saat peserta jatuh, dan permukaannya basah. Celana panjang berbahan cepat kering membuat peserta tetap nyaman sampai sesi berakhir.
Kaus kaki setinggi betis
Satu lapis tipis yang menutup sampai atas batang sepatu. Kaus kaki tebal justru mengurangi rasa di kaki dan membuat peserta sulit membaca sisi bilah yang sedang ia pakai.
Pelindung kepala untuk peserta kecil
Anak yang baru mengenal es jatuh ke belakang lebih sering daripada ke depan. Helm sepeda yang sudah dimiliki keluarga sudah memadai untuk sesi awal.
Air minum yang mudah dijangkau
Udara dingin menyamarkan rasa haus, dan peserta anak sering lupa minum sampai sesi selesai. Botol ditaruh di bangku pinggir supaya bisa diambil saat istirahat pendek.
Tata tertib lantai es yang diajarkan sejak sesi pertama
Gelanggang umum dipakai bersama oleh peluncur dengan kecepatan yang jauh berbeda. Karena itu ada kesepakatan yang berlaku di hampir semua gelanggang, dan peserta Edubia mempelajarinya sebelum kecepatannya naik. Pertama, semua orang berputar ke arah yang sama, dan arah itu diumumkan pengelola di papan atau lewat pengeras suara. Melawan arah membuat tabrakan hampir tak terhindarkan, sebab peluncur yang datang tak sempat melihat.
Kedua, jarak aman diukur dari kemampuan berhenti. Perasaan aman datang belakangan dan sering terlambat. Peluncur yang baru bisa melambat dengan menggeser bilah menyamping menuntut ruang beberapa langkah di depannya. Ketiga, bagian tengah gelanggang biasanya disediakan untuk yang berlatih berputar, sementara tepi dipakai yang meluncur memutar. Peserta les diberi tempat oleh pelatihnya sesuai bahan hari itu.
Yang keempat menyangkut jari tangan, dan ia yang berulang kali luput. Saat jatuh, tangan yang menahan badan berada tepat di lintasan bilah orang lain. Peserta Edubia dilatih mengepalkan jarinya begitu badan menyentuh es, lalu bangkit dari posisi berlutut dengan telapak yang tetap tertutup. Kebiasaan ini dilatih dari awal sebab ia menuntut waktu untuk menjadi gerak refleks.
Biaya les ice skating di Surabaya dan pos yang berada di luarnya
Biaya program dihitung menurut jenjang usia peserta dan panjang sesi. Untuk sesi 60 menit dengan ritme 4 sesi per bulan, angkanya Rp114.800 per sesi untuk peserta usia prasekolah, Rp128.300 untuk usia SD, Rp141.800 untuk usia SMP, Rp155.300 untuk usia SMA, dan Rp222.800 untuk peserta dewasa. Menambah ritme jadi 8 sesi per bulan menurunkannya sedikit, misalnya Rp126.100 per sesi untuk peserta usia SD.
Panjang 60 menit dipilih dengan sengaja. Waktu di atas es dibatasi dua hal: slot yang dibuka pengelola dan daya tahan pergelangan kaki terhadap dingin. Sesi yang lebih panjang berakhir dengan peserta yang berlatih saat kakinya sudah tak peka, sementara latihan sisi bilah menuntut kaki yang masih merasakan.
Dua pos berada di luar angka di atas. Tiket masuk gelanggang beserta sewa sepatu dibayar keluarga langsung di loket, mengikuti tarif pengelola pada jam itu. Kalau porsi pembahasan rekaman latihan diambil di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruangnya. Biaya perjalanan pelatih ke gelanggang tidak ditagihkan terpisah.
Karena tempat latihan ditentukan keberadaan es, jangkauan program ini diukur dari jarak keluarga ke gelanggang, dan jarak pelatih ke rumah peserta berhenti jadi penentu. Penyusunan jadwal dimulai dari jam slot yang dibuka pengelola, sebab bagian itu tak bisa digeser siapa pun, lalu tim Edubia mencocokkannya dengan hari yang keluarga sanggupi dan menetapkan pelatih yang tersedia.
Keluarga dari arah Sidoarjo terbagi dua menurut jarak tempuh: yang dekat mengambil sesi hari kerja, yang jauh memilih satu sesi akhir pekan supaya waktu di jalan terpakai sekali saja. Kalau slot peserta ditutup mendadak pengelola, sesi dipindah ke jam pengganti yang disepakati tanpa biaya baru.
Uraian
Wilayah layanan les ice skating dan cara jadwal sesi disusun
Sisi timur Surabaya
Keluarga di Gubeng, Tambaksari, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Gunung Anyar umumnya mengambil slot sore hari kerja, sebab perjalanan pulang sekolah masih menyisakan waktu sebelum jam slot dibuka.
Pesisir utara Surabaya
Peserta dari Kenjeran, Bulak, Krembangan, Semampir, dan Pabean Cantian biasanya memilih slot siang di akhir pekan. Jalur ke gelanggang dari arah ini padat pada jam pulang kerja.
Pusat kota Surabaya
Dari Tegalsari, Bubutan, Simokerto, Genteng, dan Sawahan, jarak ke gelanggang terpendek dan slot pagi masih terjangkau. Peserta dewasa dari arah ini kerap mengambil sesi sebelum jam kerja dimulai.
Sisi selatan Surabaya
Wonokromo, Wonocolo, Gayungan, Jambangan, Karang Pilang, dan Dukuh Pakis terhubung lewat jalur yang sama dengan peserta dari arah Sidoarjo, jadi slot sore kerap penuh lebih dulu di sini.
Sisi barat Surabaya
Wiyung, Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Sukomanunggal, Benowo, Pakal, dan Asemrowo berjarak lebih jauh dari gelanggang daripada arah mana pun, sehingga keluarga dari sini lebih sering mengambil satu sesi panjang di akhir pekan.
Jangkauan dari Sidoarjo
Waru, Gedangan, Sedati, dan Buduran masih nyaman untuk sesi hari kerja. Dari Sukodono, Wonoayu, Krian, Tanggulangin, dan Porong, satu sesi akhir pekan biasanya lebih masuk akal daripada dua sesi pendek.
Penilaian awal dan hak mengganti pelatih di program ini
Sesi pertama berfungsi sebagai pembacaan, dan hasilnya menentukan bahan sesi berikutnya. Yang diperiksa pelatih ada tiga: seberapa kuat pergelangan kaki peserta menahan sepatu yang tinggi, seberapa jauh peserta berani memindahkan berat dari tumit ke pangkal jari, dan bagaimana ia bereaksi saat es terasa licin di bawahnya. Ketiganya terlihat dalam sepuluh menit dan tak bisa ditebak dari formulir.
Kecocokan dengan pelatih urusan terpisah, dan di gelanggang ia lebih terasa daripada di ruang kelas. Aba-aba harus pendek, terdengar jelas di atas suara pengeras dan gesekan bilah, serta datang pada waktu yang tepat. Cara satu pelatih memberi aba-aba bisa cocok untuk satu peserta dan menyulitkan yang lain. Keluarga boleh meminta pelatih pengganti sesudah sesi mana pun tanpa biaya tambahan, dan lembar sisi bilah peserta diserahkan lebih dulu supaya bahan tak diulang dari nol.
Peserta yang berhenti sementara karena sakit atau ujian sekolah bisa menunda sesinya. Sesi yang tertunda tidak hangus selama pemberitahuan masuk sebelum jam slot berjalan, sebab tempat di gelanggang sudah dipesan atas nama peserta.
Rincian
Kenapa jam gelanggang lebih terpakai di sesi privat
Empat hal yang berulang disebut keluarga saat memilih pendampingan privat di gelanggang es Surabaya.
Waktu di atas es terpakai penuh
Slot gelanggang dibayar per jam, dan di kelas rombongan sebagian besar waktu itu habis untuk menunggu giliran. Pendampingan satu lawan satu membuat seluruh menit dipakai peserta sendiri.
Aba-aba terdengar di ruang yang berisik
Gelanggang umum ramai oleh pengeras suara dan gesekan bilah. Pelatih yang berada satu meter dari peserta bisa memperbaiki miring badan pada detik yang sama saat kesalahannya terjadi.
Tingkat kesulitan dinaikkan saat peserta siap
Sisi luar dibuka begitu sisi dalam tenang, tanpa menunggu jadwal kelas. Peserta yang menuntut waktu lebih lama di satu sisi mendapatkannya tanpa merasa tertinggal dari siapa pun.
Rasa takut ditangani satu per satu
Sebagian peserta gentar pada es, sebagian pada kecepatan, sebagian pada keramaian di sekitarnya. Ketiganya menuntut penanganan berbeda dan hanya terbaca kalau ada satu orang yang mengamati peserta sepanjang sesi.
Slot gelanggang berjalan menurut jam yang ditetapkan pengelola, jadi urutan di bawah dirancang supaya waktu di atas es habis untuk berlatih. Persiapan diselesaikan sebelum jam slot berjalan. Pelatih Edubia sudah berada di lokasi sebelum jam slot dibuka.
Inti bahasan
Bagaimana satu sesi les ice skating berjalan di Surabaya
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
1Bertemu pelatih di pintu masuk gelanggang
Pelatih menunggu di luar pagar es sepuluh menit sebelum slot dibuka. Keluarga menyelesaikan tiket dan sewa sepatu di loket, lalu peserta langsung diantar ke bangku pemasangan sepatu.
-
2Memasang dan mengikat sepatu
Pelatih memeriksa ikatan di tiga bagian yang berbeda kebutuhannya. Bagian jari dibiarkan longgar, bagian punggung kaki dikencangkan sedang, bagian pergelangan dikencangkan penuh supaya miring badan sampai ke bilah.
-
3Pemanasan di lantai keras sebelum naik ke es
Pergelangan kaki diputar, lutut ditekuk berulang, dan peserta berdiri bergantian di sisi dalam lalu sisi luar sepatu. Semua ini dikerjakan di karet pinggir gelanggang supaya bilah tidak rusak.
-
4Menit awal untuk membaca es hari itu
Peserta meluncur pelan beberapa putaran sementara pelatih memperhatikan seberapa dalam bilah masuk. Dari situ pelatih memutuskan apakah target hari itu diteruskan atau digeser ke bahan yang lebih aman.
-
5Bagian utama latihan sisi bilah
Satu sisi dijadikan pokok latihan hari itu, dengan pengulangan pendek dan istirahat singkat di pinggir. Sisi yang sudah dikuasai tetap dipakai sebagai selingan supaya peserta merasakan bedanya berdampingan.
-
6Menutup sesi dan mencatat
Lima menit terakhir dipakai meluncur bebas dengan satu hal yang diminta pelatih untuk diingat. Sesudah keluar dari pagar es, pelatih menuliskan sisi mana yang membaik dan sisi mana yang menuntut pengulangan.
Program Terkait
Program pendamping les ice skating yang layak dilihat
Tanya jawab
Sebelum daftar les ice skating, apa yang perlu ditanyakan?
Berapa biaya les ice skating privat di Surabaya?
Untuk sesi 60 menit dengan ritme 4 sesi per bulan, biayanya mulai Rp114.800 per sesi untuk peserta usia prasekolah, Rp128.300 untuk usia SD, Rp141.800 untuk usia SMP, Rp155.300 untuk usia SMA, dan Rp222.800 untuk peserta dewasa. Menaikkan ritme ke 8 sesi per bulan menurunkan angkanya sedikit, misalnya Rp126.100 per sesi untuk peserta usia SD.
Tiket masuk gelanggang termasuk biaya les atau dibayar sendiri?
Tiket masuk gelanggang beserta sewa sepatu dibayar keluarga langsung di loket, mengikuti tarif pengelola pada jam itu, dan keduanya berada di luar angka biaya program. Biaya perjalanan pelatih menuju gelanggang tidak ditagihkan terpisah. Kalau pembahasan rekaman latihan diambil di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruangnya.
Umur berapa anak boleh mulai les ice skating?
Mulai 4 tahun, dengan syarat yang lebih menentukan daripada angka umurnya: anak sanggup berdiri sendiri di lantai biasa dan menerima aba-aba pendek dari orang selain orang tuanya. Anak yang belum sampai di titik itu akan menghabiskan waktu sesi untuk digenggam tangannya, dan waktu di atas es terlalu mahal untuk dipakai begitu.
Peserta harus punya sepatu seluncur sendiri atau boleh menyewa?
Sepatu sewa gelanggang boleh dipakai sepanjang program, dan sebagian besar peserta baru memang memulainya begitu. Sepatu sendiri berguna sesudah peserta melewati sisi luar saat maju, sebab ukuran yang pas membuat miring badan sampai ke bilah tanpa kaki bergeser di dalamnya. Edubia tidak menjual sepatu dan tidak mengarahkan peserta ke merek tertentu.
Kami tinggal di Sidoarjo. Sesinya diadakan di mana?
Sesi tetap berjalan di gelanggang es di Surabaya, sebab seluncur es menuntut permukaan beku dan kunjungan ke rumah mustahil untuk cabang ini. Keluarga di Waru, Gedangan, Buduran, dan Sedati umumnya menempuh perjalanan yang wajar ke sana. Peserta dari Krian, Wonoayu, Sukodono, dan Tanggulangin biasanya memilih satu sesi di akhir pekan supaya waktu di jalan terpakai sekali saja.
Anak saya takut jatuh. Apakah tetap bisa ikut?
Bisa, dan rasa takut itu justru dipakai sebagai bahan sesi pertama. Pelatih memisahkan tiga hal yang sering tercampur: takut pada permukaan yang licin, takut pada kecepatan, dan takut pada keramaian di sekitarnya. Ketiganya menuntut penanganan berbeda. Latihan jatuh dengan jari terkepal juga dikerjakan lebih awal supaya peserta tahu apa yang akan terjadi.
Apa bedanya sepatu figur dan sepatu hoki untuk pemula?
Sepatu figur punya deretan gerigi di ujung bilahnya yang berguna untuk memulai gerakan dari diam, dan gerigi itu juga yang menyangkut kalau berat peserta condong terlalu jauh ke depan. Sepatu hoki tidak punya gerigi, jadi dorongan hanya bisa datang dari sisi bilah. Keduanya sah dipakai di kelas Edubia, dan pelatih menyesuaikan aba-aba dengan sepatu yang dipakai hari itu.
Bagian tubuh mana yang biasanya lebih dulu lelah di sesi awal?
Pergelangan kaki, sebab ia yang menahan miring badan sepanjang sesi di dalam sepatu yang tinggi dan kaku. Sesudahnya tulang kering, yang menekan lidah sepatu tiap kali lutut ditekuk ke depan. Karena itu sesi dipatok 60 menit, dan peserta baru biasanya cukup dengan 4 sesi per bulan sampai pergelangannya terbiasa.
Pakaian seperti apa yang perlu dipakai peserta di gelanggang?
Dua atau tiga lapis tipis yang bisa dilepas satu per satu bekerja lebih baik daripada satu lapis tebal, sebab suhu tubuh peserta naik saat berlatih dan turun cepat saat berhenti. Celana panjang berbahan cepat kering, kaus kaki tipis setinggi betis, dan sarung tangan yang menutup penuh melengkapi daftarnya.
Sarung tangan wajib atau boleh dilepas kalau tangan berkeringat?
Wajib dipakai sepanjang sesi. Telapak tangan menyentuh es tiap kali peserta jatuh, dan di gelanggang umum bilah peluncur lain melintas di sekitar tangan yang tergeletak. Sarung tangan menahan dingin sekaligus menjadi lapisan antara kulit jari dan sisi tajam yang lewat. Kalau tangan berkeringat, jeda pendek di pinggir gelanggang lebih aman daripada melepasnya di atas es.
Kenapa bilah perlu diasah, dan apa tandanya sudah tumpul?
Ketajaman habis dipakai secara bertahap, dan tandanya terbaca di es lebih dulu daripada terasa di kaki. Bilah tajam meninggalkan dua garis rapi bertepi bersih; bilah tumpul meninggalkan garis melebar dengan tepi kabur. Gejala yang dirasakan peserta menyusul kemudian: sisi luar tak mau menahan, luncuran melebar sendiri di tengah lengkung, dan berhenti menuntut tenaga lebih besar.
Bagaimana jadwal sesi disusun kalau jam gelanggang berubah?
Penyusunan dimulai dari slot yang dibuka pengelola, sebab bagian itu yang tak bisa digeser siapa pun. Sesudah slot yang mungkin terkumpul, tim Edubia mencocokkannya dengan hari yang keluarga sanggupi lalu menetapkan pelatih yang tersedia di jam itu. Kalau slot yang dipakai ditutup mendadak, sesi dipindah ke jam pengganti yang disepakati bersama tanpa biaya baru.
Bagaimana kalau peserta merasa tidak cocok dengan pelatihnya?
Keluarga bisa meminta pelatih lain sesudah sesi mana pun tanpa biaya tambahan. Kecocokan di gelanggang lebih terasa daripada di ruang kelas, sebab aba-aba harus pendek, terdengar menembus suara pengeras dan gesekan bilah, serta jatuh pada waktu yang tepat. Lembar sisi bilah yang sudah dikuasai peserta diserahkan lebih dulu supaya bahan tak diulang dari nol.
Apakah pelatih menilai kemampuan peserta di awal program?
Ya, dan sesi pertama memang dipakai untuk itu. Yang diperiksa ada tiga: seberapa kuat pergelangan kaki menahan sepatu yang tinggi, seberapa jauh peserta berani memindahkan berat dari tumit ke pangkal jari, dan bagaimana ia bereaksi saat es terasa licin di bawahnya. Ketiganya terlihat dalam sepuluh menit dan tak bisa ditebak dari formulir pendaftaran.
Apakah program ini menyiapkan peserta untuk ujian tingkat atau lomba?
Bisa, dan jalurnya sama sampai tahap kelima. Peserta yang mengarah ke ujian tingkat atau lomba pelajar meneruskan ke penyusunan beberapa lengkung berurutan dengan kecepatan yang dijaga tetap. Pelatih menyesuaikan bahan dengan ketentuan penyelenggara yang berlaku pada tahun itu, dan keluarga mendaftarkan pesertanya sendiri ke penyelenggara.
Siap Bergabung
Siap mulai les ice skating bulan ini?
Rating 4,9/5 dari 1.200 ulasan. Mulai dari konsultasi kebutuhan ice skating, tanpa komitmen.
4,9/5 · 1.200 ulasan wali di Surabaya