Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Dewasa

Les Bartender di Surabaya

Les bartender Edubia Surabaya adalah kursus privat meracik minuman di rumah Anda, sesi 90 menit. Shaker, jigger, dan saringan disiapkan peserta. Anda berlatih takaran, teknik guncang dan aduk, penanganan es, sampai racikan tanpa alkohol untuk kedai dan hotel.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ peserta didampingi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Les Bartender di Surabaya

Apa itu Les Bartender di Surabaya?

Les bartender Edubia Surabaya adalah kursus privat meracik minuman di rumah Anda, sesi 90 menit. Shaker, jigger, dan saringan disiapkan peserta. Anda berlatih takaran, teknik guncang dan aduk, penanganan es, sampai racikan tanpa alkohol untuk kedai dan hotel.

Konsultasi dan Daftar

Sekilas Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal untuk peserta di Surabaya dan kota tetangganya
Materi yang dipelajari
Perkakas bar, teknik guncang dan aduk, penanganan es, keseimbangan rasa, sirup rumahan, tata station, racikan tanpa alkohol, aturan penyajian, dan working flair
Tutor pengampu
Praktisi bar dan peracik minuman yang lolos seleksi, wawancara, serta uji praktik Edubia
Format Sesi
Privat satu peserta; tutor datang ke rumah, ke co-learning space, atau mengajar online untuk bagian pembahasan
Durasi sesi
90 menit untuk sesi standar, 120 menit untuk simulasi station penuh
Ritme belajar
Sekali atau dua kali sepekan, umumnya sore sampai malam
Biaya
Mulai Rp298.100 per sesi di rumah, ditambah Rp15.000 per sesi bila memakai co-learning space
Jumlah peserta
Satu peserta untuk satu tutor
Tingkat
Pemula sampai peserta yang sudah bekerja di belakang bar
Peralatan
Perkakas bar serta bahan habis pakai seperti es, jeruk nipis, gula, dan air soda disiapkan peserta; tutor menuliskan daftarnya lebih dulu
Tempat belajar
Rumah peserta, co-learning space di Tambaksari atau Wonocolo, atau online untuk sesi pembahasan
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
Bahasa pengantar
Bahasa Indonesia, dengan istilah bar berbahasa Inggris yang dijelaskan saat pertama muncul

Yang membedakan

Keunggulan les bartender di Surabaya

Unggulan utama

Daftar alat bar disusun sebelum sesi pertama

Shaker, jigger, saringan, mixing glass, dan bar spoon disiapkan peserta, dan tutor menuliskan ukuran yang dipakai di bar sungguhan supaya belanjanya tepat.

Jadwal malam yang memang tersedia

Hampir semua peserta bekerja pada siang hari, jadi sesi bartending dijadwalkan sore sampai malam mengikuti jam yang Anda ajukan.

Dua jalur materi yang setara

Jalur beralkohol dan jalur tanpa alkohol dilatih dengan kedalaman yang sama, dan Anda boleh berpindah jalur di tengah program.

Latihan tangan lebih panjang daripada pembahasan

Sebagian besar menit dalam satu sesi dipakai berdiri di depan station, dengan koreksi tutor yang diberikan di tempat.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Kalau profil tutor kurang cocok dengan jalur yang Anda tuju, sampaikan ke tim Edubia dan penggantinya dicarikan.

Tahapan

Tahapan latihan bartending dari pertemuan pertama

Perkiraan berikut memakai ritme dua sesi sepekan disertai latihan mandiri di antara pertemuan. Peserta yang mengambil ritme sekali sepekan biasanya menempuh jarak yang sama dalam waktu sekitar dua kali lipat.

  1. 01

    Tangan mengenal alat

    Pertemuan 1 sampai 2

    Jigger, shaker, dan saringan dipakai dengan air sampai gerakannya tidak lagi kaku. Sasarannya satu, yaitu menakar dua bahan tanpa memeriksa garis dua kali.

  2. 02

    Racikan pertama yang utuh

    Pertemuan 3 sampai 4

    Satu racikan keluarga sour dibuat dari awal sampai tersaji lengkap dengan garnish. Rasanya dicicip lalu dicatat sebagai titik banding untuk pertemuan berikutnya.

  3. 03

    Es dan pengenceran terkendali

    Pertemuan 5 sampai 6

    Racikan yang sama diulang dengan ukuran es berbeda sampai Anda sanggup menebak rasanya sebelum mencicip.

  4. 04

    Dapur sirup milik sendiri

    Pertemuan 7 sampai 8

    Sirup, infusi dingin, dan shrub dibuat di rumah, diberi tanggal, lalu dipakai pada racikan pertemuan sesudahnya.

  5. 05

    Kecepatan dan urutan kerja

    Pertemuan 9 sampai 10

    Lima pesanan disusun berurutan dengan hitungan waktu, dan station dibereskan dalam batas waktu yang disepakati.

  6. 06

    Daftar minuman kecil milik Anda

    Pertemuan 11 sampai 12

    Empat sampai enam racikan disusun jadi satu daftar, lengkap dengan kartu takaran dan hitungan biaya bahan per gelas.

Kecocokan program

Peserta yang cocok mengambil les bartender ini

Peserta yang cocok

  • Anda menyiapkan lamaran ke kedai, restoran, atau lounge hotel di Surabaya dan butuh keterampilan tangan yang bisa diperagakan saat uji praktik.
  • Anda memegang kedai kecil dan ingin daftar minumannya punya ciri yang sulit ditiru tetangga sebelah.
  • Anda pernah bekerja di bagian layanan makanan dan minuman lalu ingin pindah ke belakang bar.
  • Anda hanya sempat berlatih malam hari sesudah jam kerja, dan butuh tutor yang bersedia datang pada jam itu.
  • Anda ingin memusatkan latihan pada racikan tanpa alkohol karena tempat kerja Anda memang tidak menyajikan alkohol.
  • Anda sudah bisa membuat beberapa minuman, tapi rasanya berubah tiap kali dibuat dan Anda ingin takarannya stabil.

Susunan materi

Susunan materi les bartender dan salah kaprah yang sering muncul

Sepuluh pokok berikut disusun berurutan, dan tiap pokok membawa satu kekeliruan khas yang berulang kali menghambat pemula. Tutor menanganinya dengan latihan yang bisa diulang sendiri di rumah.

  1. 1

    Memegang dan membaca jigger

    Pertemuan 1

    Yang dibahas. Cara menjepit jigger di sela jari, membaca garis takaran di dinding dalam, dan menuang tanpa mengangkatnya ke depan mata.

    Jebakan umum. Jigger diisi sampai permukaannya melengkung penuh, sehingga tiap takaran berlebih sedikit dan racikan terasa berat sesudah tiga bahan.

    Cara tutor. Tutor meminta Anda menakar air ke gelas ukur sepuluh kali berturut-turut sambil mencatat selisihnya, sampai mata terbiasa berhenti di garis.

  2. 2

    Mengunci dan membuka Boston shaker

    Pertemuan 1

    Yang dibahas. Sudut memasang tin kecil, tepukan pengunci, dan cara membukanya dengan tumit telapak tangan.

    Jebakan umum. Tin ditepuk terlalu keras sampai macet, lalu dipaksa terbuka dengan diputar dan isinya tumpah ke lantai.

    Cara tutor. Latihan memakai air sampai bunyi kuncinya dikenali, lalu diulang dengan tin dingin karena logam yang menyusut mengubah rasanya di tangan.

  3. 3

    Guncang basah dan guncang kering

    Pertemuan 3

    Yang dibahas. Urutan guncang tanpa es untuk membentuk busa putih telur, disusul guncang dengan es untuk mendinginkan.

    Jebakan umum. Putih telur langsung diguncang bersama es, sehingga busanya tipis dan aromanya berubah amis.

    Cara tutor. Tutor memisahkan dua tahap itu lalu meminta Anda membandingkan dua gelas berdampingan supaya bedanya terlihat sendiri.

  4. 4

    Aduk di mixing glass

    Pertemuan 4

    Yang dibahas. Memutar bar spoon menempel dinding gelas, menghitung putaran, dan menakar pengenceran lewat waktu.

    Jebakan umum. Sendok diputar seperti mengaduk teh, sehingga es berbenturan, serpihannya masuk, dan racikan jadi keruh.

    Cara tutor. Gerakan dilatih dengan air di gelas bening supaya Anda melihat sendiri kapan esnya mulai berputar rapi.

  5. 5

    Menyaring dua tahap

    Pertemuan 4

    Yang dibahas. Memasang saringan hawthorne di mulut tin dan menambahkan saringan halus untuk racikan berbahan buah.

    Jebakan umum. Saringan dipasang miring sehingga serpihan es lolos dan minuman terus mengencer di gelas tamu.

    Cara tutor. Tutor memeriksa sudut pegangan lalu meminta Anda menuang ke gelas bening supaya sisa serpihannya kelihatan.

  6. 6

    Es dan laju pengenceran

    Pertemuan 5

    Yang dibahas. Perbedaan bongkahan besar, kotak kecil, dan es serut, berikut pengaruhnya pada rasa akhir.

    Jebakan umum. Es dianggap sekadar pendingin, lalu racikan yang sama terasa berbeda tiap kali dibuat.

    Cara tutor. Satu racikan dibuat tiga kali dengan tiga ukuran es dan dicicip berdampingan dalam satu pertemuan.

  7. 7

    Sirup rumahan dan takaran manis

    Pertemuan 6

    Yang dibahas. Merebus sirup satu banding satu dan dua banding satu, memberi tanggal, lalu menakarnya dengan botol pompa.

    Jebakan umum. Sirup dibuat terlalu encer sehingga racikan ikut encer, lalu pemanisnya ditambah lagi sampai rasanya menumpuk.

    Cara tutor. Tutor mengajak membuat dua kepekatan sirup di pertemuan yang sama lalu memakainya pada racikan yang sama.

  8. 8

    Menyeimbangkan asam dan pahit

    Pertemuan 7

    Yang dibahas. Menggeser takaran jeruk nipis, menambahkan tetesan bitter, dan memakai sedikit larutan garam.

    Jebakan umum. Rasa asam ditambah terus untuk menekan manis, sampai gelasnya terasa menggigit dan aromanya hilang.

    Cara tutor. Perubahan dibatasi satu bahan tiap percobaan, dicicip, lalu dicatat di kartu racikan Anda.

  9. 9

    Tata station dan kecepatan

    Pertemuan 8

    Yang dibahas. Menyusun rak cepat, sumur es, dan baki garnish menurut jangkauan tangan, lalu mengujinya dengan hitungan waktu.

    Jebakan umum. Alat ditaruh di tempat berbeda tiap kali, sehingga tangan harus mencari dan kecepatan berhenti tumbuh.

    Cara tutor. Posisi alat dikunci sejak pertemuan pertama dan diperiksa ulang di awal tiap sesi berikutnya.

  10. 10

    Racikan tanda tangan sendiri

    Pertemuan 10

    Yang dibahas. Menyusun satu minuman khas berikut kartu takaran, hitungan biaya bahan per gelas, dan cara menyajikannya.

    Jebakan umum. Racikan disusun dari bahan yang sulit didapat, lalu mustahil dibuat ulang begitu pemasoknya kosong.

    Cara tutor. Tutor meminta daftar bahannya diambil dari yang sudah ada di rak, lalu menguji ulang racikan itu dua pekan kemudian.

Angka Nyata

Angka pegangan sebelum mengambil kelas bartending

90 menit
durasi satu sesi latihan racik
5
teknik dasar yang diulang tiap pertemuan
2
co-learning space Edubia di kota ini
49
kecamatan yang dijangkau tutor Edubia

Cakupan

Yang Anda bawa pulang dari les bartender ini

  • Kartu takaran tulisan tangan · Berisi racikan yang sudah Anda uji sendiri, lengkap dengan geseran takaran yang cocok untuk lidah pelanggan Anda.
  • Kalibrasi tuang yang terukur · Selisih tuang Anda dicatat dari pertemuan ke pertemuan, jadi kemajuannya terbaca sebagai angka.
  • Urutan kerja station · Susunan alat dan botol yang sudah Anda pakai berulang, siap dipindahkan ke bar tempat Anda bekerja nanti.
  • Daftar sirup dan infusi rumahan · Cara membuatnya, cara menyimpannya, dan berapa lama masing-masing bertahan di lemari pendingin.
  • Hitungan biaya bahan per gelas · Cara menghitung biaya satu gelas supaya harga jualnya bisa ditetapkan tanpa menebak-nebak.
  • Kebiasaan kebersihan bar · Urutan cuci tiga tahap, pemisahan talenan garnish, dan perawatan corong tuang.
  • Pengetahuan aturan penyajian · Cara membaca izin tempat kerja dan sikap yang diambil saat menghadapi tamu yang memaksa.
  • Gerakan working flair yang aman · Beberapa gerakan kecil yang menempel pada alur kerja dan tidak menambah waktu penyajian.

Apa yang benar-benar dilatih di les bartender privat Surabaya

Di belakang meja bar, pekerjaan seorang bartender berputar pada tiga hal yang berulang sepanjang malam: menakar dengan tepat, mendinginkan sampai suhu yang benar, dan menyajikan gelas yang rasanya sama seperti gelas sebelumnya. Kelas privat Edubia di Surabaya menaruh ketiganya di depan, sebelum masuk ke daftar racikan yang panjang.

Sesi pertama biasanya dimulai dari hal yang terdengar sepele: cara menjepit jigger di sela jari telunjuk dan jari tengah, supaya tangan satunya tetap bebas memegang botol. Dari situ tutor menambah satu lapis tiap pertemuan, mulai dari menutup shaker sampai rapat, membaca garis takaran tanpa mengangkat jigger ke depan mata, hingga menyaring isi tin tanpa menumpahkan serpihan es ke gelas saji.

Peserta di Surabaya datang dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang menyiapkan lamaran ke lounge hotel di Genteng, ada pemilik kedai di Gubeng yang ingin daftar minumannya punya ciri, ada juga yang sekadar ingin menyuguhkan minuman rapi saat menerima tamu di rumah. Susunan sesi mengikuti tujuan itu, dan tutor menyesuaikan porsi penjelasan dengan porsi latihan tangan.

Bentuk tiap alat bar mengikuti pekerjaannya, dan memahami sebabnya membuat tangan lebih cepat terbiasa. Set alat kerjanya disiapkan peserta, dan tutor menerangkan kenapa tiap alat berbentuk begitu sambil Anda memakainya, entah alamat sesinya di Sukolilo, Wonokromo, atau kecamatan lain. Enam alat berikut dipakai hampir di tiap pertemuan; sisanya menyusul saat racikan yang dilatih menuntutnya.

Selengkapnya

Perkakas bar yang disiapkan peserta untuk sesi latihan

01

Boston shaker dua tin

Dua tabung logam yang dikunci dengan satu tepukan. Isinya banyak, dingin cepat merambat lewat logam, dan tidak ada saringan bawaan yang bisa tersumbat ampas jeruk nipis.

02

Cobbler shaker bertutup

Tiga bagian dengan saringan menyatu di tutupnya. Ramah untuk pemula, tapi tutupnya kerap seret ketika logam menyusut kedinginan, dan lubang saringannya mudah tersumbat daun mint.

03

Jigger dua kerucut

Takaran berbentuk dua kerucut bertolak belakang, bergaris ukur di dinding dalamnya. Dipegang di sela telunjuk dan jari tengah supaya tangan penuang tetap bebas bergerak.

04

Saringan hawthorne

Cakram pipih berpegas yang duduk di mulut tin. Pegasnya menahan serpihan es dan ampas buah, dan gagangnya bisa digeser masuk untuk merapatkan saringan.

05

Saringan julep

Sendok cekung berlubang yang masuk ke dalam mixing glass. Lengkungnya mengikuti dinding gelas, jadi ia menahan es batu utuh saat racikan aduk dituang keluar.

06

Bar spoon berpilin

Gagangnya panjang sekitar 30 sentimeter dan berpilin, supaya sendok berputar di antara jari dengan gerakan pergelangan yang kecil. Mangkuknya juga dipakai menakar tetesan bitter.

Lima teknik dasar dan cara tutor memilihkan yang tepat

Racikan apa pun pada akhirnya berdiri di atas lima perlakuan: guncang, aduk, susun langsung di gelas saji, tekan bahan aromatik, dan tuang berlapis. Yang membedakan bartender terlatih dari peracik dadakan adalah tahu perlakuan mana yang dipakai, dan sanggup menerangkan sebabnya.

Kaidah lamanya sederhana. Racikan yang membawa air jeruk, sirup gula, putih telur, atau krim diguncang; racikan yang seluruh isinya minuman keras diaduk. Sebabnya ada di dua tempat. Guncangan memasukkan gelembung udara sehingga bahan berlemak dan berprotein menyatu jadi tekstur berbusa, sekaligus menurunkan suhu dengan cepat. Adukan menjaga cairan tetap bening dan terasa halus di lidah, sesuatu yang hilang begitu udara masuk.

Menyusun langsung di gelas dipakai ketika ada air soda, sebab guncangan akan membuang gasnya. Menekan bahan aromatik dilakukan dengan memutar muddler pelan: daun mint yang robek melepas rasa pahit yang tidak diinginkan. Tuang berlapis mengandalkan selisih kepekatan gula, dituang perlahan lewat punggung bar spoon supaya lapisannya tetap terpisah.

Di kelas privat, tiap teknik dilatih dengan air dan es lebih dulu sampai gerakannya rapi, baru dipakai pada racikan sungguhan. Cara ini menghemat bahan, dan jumlah pengulangannya jauh lebih banyak.

Es adalah bahan, dan tiap sesi memakai dua ukuran

Pemula hampir selalu memperlakukan es sebagai pendingin saja. Padahal es ikut masuk ke dalam gelas sebagai air, dan air itu bagian nyata dari rasa akhir. Racikan yang diaduk terlalu lama jadi encer; yang diaduk terlalu sebentar terasa keras dan panas di tenggorokan. Keduanya sama-sama meleset dari sasaran.

Yang mengatur laju pelarutan itu ukuran dan kondisi esnya. Bongkahan besar punya permukaan yang sedikit dibanding isinya, jadi ia mencair pelan dan cocok untuk minuman yang diminum lambat. Es serut punya permukaan jauh lebih luas, mencair cepat, dan memang dipakai ketika racikan menuntut pengenceran cepat. Es yang sudah lama keluar dari pembeku dan mulai berair melarut lebih cepat lagi, jadi tutor mengajarkan cara memeriksanya dengan tangan sebelum dipakai.

Di rumah, pembeku biasa hanya menghasilkan es kotak kecil. Sesi latihan menyiasatinya dengan cetakan silikon berongga besar yang dibekukan sehari sebelumnya, gelas saji yang didinginkan lebih dulu, dan satu aturan sederhana: es yang dipakai mengguncang tidak pernah ikut pindah ke gelas saji.

Rasa minuman campuran duduk di empat sumbu: kuat, manis, asam, dan pahit. Menyeimbangkannya adalah pekerjaan yang bisa diukur, dan itulah bagian yang diulang terus di kelas privat. Tutor mengajak Anda mencicip di tiap tahap dengan sedotan kecil, mencatat perubahannya, lalu menggeser takaran satu langkah pada percobaan berikutnya.

Inti bahasan

Empat rasa yang ditimbang di tiap kelas racikan

Sisi kuat

Datang dari minuman dasarnya. Ia memberi bobot dan rasa hangat di tenggorokan. Pada racikan tanpa alkohol, bobot itu diambil alih teh pekat, rempah, atau sirup kental.

Sisi manis

Sirup gula satu banding satu memberi manis sekaligus air. Sirup kental dua banding satu memberi manis yang sama dengan air lebih sedikit, jadi racikannya tidak ikut mengencer.

Sisi asam

Jeruk nipis lokal lebih tajam dan lebih wangi daripada limau impor, jadi takarannya kerap dikurangi. Air jeruk yang diperas pagi hari sudah berubah rasanya menjelang malam.

Sisi pahit

Bitter dipakai setetes demi setetes sebagai bumbu. Ia merapikan ujung rasa manis dan meninggalkan aroma yang masih terasa sesudah tegukan pertama.

Titik awal keluarga sour

Dua bagian minuman dasar, satu bagian manis, satu bagian asam. Angka itu titik berangkat, dan tiap dapur menggesernya mengikuti buah yang tersedia hari itu.

Geseran untuk lidah setempat

Tamu di Surabaya umumnya menyukai sisi manis yang sedikit lebih tebal. Pergeserannya dilakukan dengan menambah sirup kental sedikit demi sedikit, sambil menjaga sisi asamnya tetap terasa.

Takaran di kelas privat: jigger dan hitungan cacah

Ada dua cara menakar di belakang bar. Yang pertama memakai jigger, yang kedua menuang langsung dari botol sambil menghitung dalam hati, dikenal sebagai free pouring atau tuang bebas. Keduanya diajarkan, dan urutannya selalu jigger lebih dulu.

Hitungan cacah bekerja karena pourer, yaitu corong tuang yang dipasang di mulut botol, mengalirkan cairan dengan laju yang cukup tetap. Satu hitungan yang mantap kira-kira sepadan dengan satu takaran tertentu. Persoalannya, laju itu berubah. Botol yang tinggal separuh mengalir lebih lambat daripada botol penuh, sirup mengalir lebih pelan daripada cairan bening, dan corong bermulut lebar mengalir lebih deras. Karena itu hitungan wajib dikalibrasi ulang dengan jigger dan gelas ukur, lalu dikalibrasi lagi tiap kali salah satu dari ketiganya berganti.

Bar yang ramai tetap memegang jigger karena tiga alasan yang bisa ditagih: gelas yang keluar pukul delapan malam harus sama dengan gelas yang keluar pukul satu dini hari, biaya bahan per gelas harus bisa dihitung, dan stok di gudang harus cocok dengan catatan penjualan. Tangan yang lelah menjelang tutup adalah tempat selisih itu tumbuh, dan jigger yang menahannya.

Mise en place dan tata station yang dilatih tiap sesi

Mise en place adalah istilah dapur yang berarti segala sesuatu sudah pada tempatnya sebelum pesanan pertama masuk. Di belakang bar, istilah itu berubah jadi daftar yang sangat konkret: jeruk sudah diperas dalam takaran kecil, sirup rumahan sudah dituang ke botol pompa dan diberi tanggal, garnish sudah dipotong dan ditutup, sumur es sudah terisi penuh, dan lap kerja sudah dipisah menurut kegunaannya.

Tata letaknya mengikuti jangkauan tangan. Botol yang sering dipakai berdiri di rak cepat tepat di depan tangan kerja, sementara botol yang jarang keluar naik ke rak belakang. Urutan kerjanya dibaca dari satu sisi ke sisi lain: mengambil gelas, mengisi es, menakar, mengguncang, menyaring, memasang garnish. Sekali urutan itu tertanam, kecepatan datang dengan sendirinya.

Kebersihan diperlakukan sebagai bagian dari alur kerja dan dikerjakan sambil jalan sepanjang malam. Pencuciannya tiga tahap: sabun, bilas, lalu perendaman pembersih kuman. Talenan garnish dipisah dari talenan lain. Sekop es tidak pernah diganti gelas, sebab gelas bisa gompal di dalam sumur es dan pecahannya mustahil ditemukan kembali.

Sebagian besar restoran dan kedai di Surabaya tidak menyajikan minuman beralkohol sama sekali, jadi keahlian meracik tanpa alkohol punya pasarnya sendiri yang besar. Peserta yang mengambil jalur ini melatih hal yang sama beratnya, yaitu keseimbangan rasa, tekstur, dan kecepatan penyajian, dengan tantangan tambahan karena bobot dan pembawa aroma dari alkohol tidak tersedia.

Uraian

Racikan tanpa alkohol yang dicari kedai di Surabaya

Unggulan utama

Sirup rumahan

Pandan, serai, jahe, dan kayu manis direbus jadi sirup pekat lalu disaring. Sirup buatan sendiri memberi ciri yang sulit ditiru kedai sebelah.

Shrub berbahan cuka

Buah, gula, dan cuka didiamkan beberapa hari sampai jadi cairan asam yang tajam. Ia mengambil peran asam sekaligus memberi kedalaman yang mirip hasil fermentasi.

Infusi dingin

Daun teh, bunga telang, atau kulit jeruk direndam air dingin berjam-jam. Hasilnya bening, wangi, dan membawa rasa sepat yang memberi bobot pada gelas.

Soda racikan

Sirup rumahan disandingkan air berkarbonasi dan diaduk sekali saja. Gasnya bertahan lebih lama kalau gelasnya sudah dingin dan sirupnya dituang lebih dulu.

Minuman tanda tangan kedai

Satu racikan khas yang bisa dibuat dalam 90 detik, memakai bahan yang sudah ada di rak, dan biaya bahannya bisa dihitung per gelas.

Aturan minuman beralkohol yang dibahas sebelum kelas praktik

Bekerja dengan minuman beralkohol di Indonesia berarti bekerja di dalam aturan yang jelas, dan bartender yang memahaminya jauh lebih tenang di lapangan. Peraturan mengelompokkan minuman beralkohol menurut kadar alkoholnya ke dalam beberapa golongan, lalu izin usaha tempat kerja menentukan golongan mana yang boleh disajikan di sana. Hotel, bar, dan restoran berizin punya ruang gerak yang berbeda dengan kedai biasa.

Penjualannya juga dibatasi. Ada batas usia pembeli yang ditetapkan peraturan, dan penjual diwajibkan memeriksa kartu identitas ketika ragu. Menolak melayani tamu yang sudah jelas mabuk adalah bagian dari pekerjaan, dan sikap itu melindungi tamu, tempat kerja, sekaligus Anda sendiri.

Kelas ini membahas mekanismenya, cara membaca izin tempat kerja, dan sikap yang perlu diambil saat tamu memaksa. Angka golongan dan batas usia mengikuti peraturan yang berlaku dan bisa berubah, jadi tutor mengarahkan Anda ke sumber resmi terbaru daripada menghafalkan angka yang gampang basi. Untuk peserta yang menyiapkan kerja di kedai tanpa alkohol, bagian ini tetap dibahas singkat karena pemahamannya sering ditanyakan saat wawancara kerja.

Working flair dan exhibition flair di kelas privat

Flair adalah gerakan bergaya yang dilakukan sambil menyiapkan minuman. Ada dua jenis, dan keduanya menuntut latihan yang berbeda.

Working flair adalah gerakan kecil yang menempel pada alur kerja: memutar tin sekali di udara ketika tangan berpindah ke sumur es, membalik bar spoon di sela jari, menangkap saringan yang meluncur. Ia tidak menambah waktu penyajian dan justru membuat gerakan terlihat rapi. Bagian inilah yang dilatih peserta pada umumnya, dengan satu syarat: takarannya tetap tepat.

Exhibition flair adalah rangkaian panjang dengan beberapa botol, lemparan di belakang punggung, dan tempo yang mengikuti musik. Ia disiapkan untuk lomba dan pertunjukan, memerlukan botol latihan berisi air, alas empuk di lantai, serta waktu latihan yang jauh lebih panjang. Tutor menyiapkannya khusus untuk peserta yang memang menuju ke sana.

Urutannya tetap sama untuk semua orang. Takaran dan kecepatan dikuasai lebih dulu, gerakan bergaya menyusul di belakangnya. Gelas yang terlambat gara-gara atraksi adalah gelas yang gagal, seramai apa pun tepuk tangannya.

Tempat kerja yang berbeda menuntut kebiasaan yang berbeda, dan susunan sesi mengikuti jalur yang Anda tuju. Enam jalur berikut sering muncul di kelas Surabaya, dan tiap jalur menggeser porsi latihan ke bagian yang memang dipakai di sana.

Rincian

Jalur kerja yang disiapkan peserta les bartender

Kedai dan restoran harian

Kecepatan dan keseragaman jadi taruhan utamanya. Latihan diarahkan ke racikan tanpa alkohol, penyiapan sirup dalam jumlah besar, dan menyusun daftar minuman yang biaya bahannya terkendali.

Lounge dan hotel

Standar sajian, kerapian penampilan, dan percakapan singkat dengan tamu ikut dinilai. Latihan menambah racikan klasik serta cara menerangkannya dalam bahasa Inggris sederhana.

Restoran dengan layanan meja

Minuman dipadankan dengan hidangan, dan urutan penyajian mengikuti posisi tamu. Latihan menyentuh dasar penyajian anggur serta racikan beraroma ringan sebelum menu utama.

Kapal pesiar

Kontrak panjang, tempo tinggi, dan racikan baku dalam jumlah besar. Latihan menekankan hafalan takaran, disiplin stok, dan kerja berbahasa Inggris sepanjang giliran.

Katering acara dan bar keliling

Semua disiapkan sebelum tamu datang. Latihan mencakup meracik dalam jumlah besar sejak pagi, memperhitungkan es yang mencair di perjalanan, dan menata station di ruangan yang belum pernah dipakai sebagai bar.

Gerai minuman milik sendiri

Peserta yang menyiapkan usaha kecil belajar menghitung biaya bahan per gelas, memilih alat yang sepadan dengan volume penjualan, dan menyusun daftar minuman yang bisa dikerjakan satu orang.

Latihan di rumah antar sesi tanpa peralatan bar lengkap

Sebagian besar peserta berlatih di meja dapur, dan itu cukup untuk hampir semua hal yang perlu diulang. Yang membuat tangan terbiasa adalah pengulangan, dan pengulangan tidak menuntut minuman mahal.

Latihan menuang bisa dikerjakan dengan air. Tuang ke jigger sambil menghitung, pindahkan ke gelas ukur, catat selisihnya, ulangi dua puluh kali. Selisih yang menyempit dari sesi ke sesi adalah tanda kalibrasi Anda mulai jadi. Latihan mengguncang dipakai untuk membiasakan kunci tin dan sudut lengan, dan air bersama es sudah memberi berat yang mirip racikan sungguhan.

Latihan memotong garnish menuntut pisau tajam dan jeruk murah: potongan roda setebal sama, kulit jeruk tanpa bagian putihnya, dan pilinan yang diperas di atas permukaan minuman. Latihan kecepatan dilakukan dengan menjajarkan lima gelas lalu menyusunnya berurutan sambil menghitung waktu. Kartu racikan ditulis tangan, ditutup, lalu ditulis ulang dari ingatan.

Bagian yang menuntut kesabaran panjang adalah lidah. Mencicip sirup pada beberapa tingkat pengenceran, lalu mencatat mana yang terasa tipis dan mana yang terasa berat, membuat penilaian Anda lebih tajam daripada sekadar menghitung takaran.

Biaya les bartender privat dan yang sudah tercakup

Tarif kelas privat Edubia untuk peserta dewasa dengan sesi 90 menit di rumah mulai dari Rp298.100 per sesi pada ritme dua kali sepekan. Ritme sekali sepekan berada di Rp303.800 per sesi, sementara sesi panjang 120 menit untuk simulasi station penuh sampai Rp374.600 per sesi. Angka itu sudah menanggung kedatangan tutor ke alamat Anda, termasuk ketika sesi berjalan malam hari.

Perkakas bar dan bahan habis pakai disiapkan sendiri oleh peserta: shaker, jigger, saringan, mixing glass, bar spoon, es, jeruk nipis, gula, teh, air soda, serta botol berisi minuman yang memang Anda punya secara sah. Tutor membantu menyusun daftar belanja sebelum tiap pertemuan, dan sebagian besar bahan latihan awal berharga murah karena tekniknya dilatih dengan air lebih dulu.

Kalau dapur di rumah terlalu sempit untuk berdiri berdua, sesi bisa dipindah ke co-learning space Edubia. Ada dua titik, di Tambaksari dan di Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi di luar tarif tadi. Meja panjang dan akses air di sana memudahkan latihan menyaring, mencuci, dan menata station.

Wilayah yang dijangkau tutor bartender Edubia

Tutor mendatangi alamat peserta di seluruh kecamatan Kota Surabaya, dari Krembangan dan Pabean Cantian di sisi utara sampai Gayungan, Jambangan, dan Karang Pilang di selatan. Sisi timur yang padat kampus, yaitu Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo, termasuk yang sering meminta jadwal malam. Sisi barat seperti Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, dan Benowo dijangkau dengan penyesuaian jam berangkat karena jaraknya.

Kabupaten Sidoarjo ikut dilayani. Waru, Gedangan, Sedati, dan Buduran berdekatan dengan sabuk hotel serta kawasan industri, jadi peserta di sana banyak yang sedang menyiapkan lamaran kerja. Wilayah yang lebih jauh seperti Krian, Wonoayu, Sukodono, dan Tanggulangin tetap terjangkau, dengan jam mulai yang disepakati lebih awal supaya sesi selesai sebelum larut.

Yang membedakan sesi bartending dari les lain adalah daftar belanjanya. Perkakas kerja berupa shaker, jigger, saringan, mixing glass, dan bar spoon disiapkan peserta, dan tutor menuliskan ukuran serta jenisnya sebelum pertemuan pertama supaya belanjanya sekali jalan. Alamat yang jauh dan jam yang mepet dibicarakan sejak awal, dan tim penjadwalan mencocokkan tutor yang tinggal di sisi kota yang sama dengan Anda.

Cara mulai les bartender: dari pesan pertama sampai sesi perdana

Langkah pertama adalah menceritakan tujuan Anda. Menyiapkan lamaran ke hotel, membangun daftar minuman untuk kedai sendiri, atau sekadar ingin menyuguhkan minuman rapi di rumah; ketiganya menghasilkan susunan sesi yang berbeda. Tim Edubia menanyakan itu lebih dulu lewat WhatsApp atau lewat halaman pendaftaran, bersama alamat, jam yang Anda bisa, dan ada tidaknya alat di rumah.

Dari situ tim mencocokkan tutor. Pencocokan di bidang ini perlu perhatian khusus, sebab tutor yang kuat di racikan klasik beralkohol dan tutor yang terbiasa menyusun minuman tanda tangan kedai adalah dua profil berbeda. Kalau sesudah beberapa pertemuan arah latihannya terasa meleset, sampaikan ke tim, dan tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan.

Sesi pertama dipakai untuk memetakan kebutuhan: tutor melihat cara Anda memegang alat, mencoba satu racikan sederhana, lalu menyusun urutan materi untuk beberapa pekan ke depan. Sesudah itu jadwalnya dikunci, dan Anda menerima daftar bahan yang perlu disiapkan sebelum tiap pertemuan.

Sesi disusun supaya waktu berdiri di depan station lebih panjang daripada waktu mendengarkan. Lima tahap berikut berulang tiap pertemuan, dengan isi yang berganti mengikuti materi hari itu.

Garis besar

Urutan satu sesi les bartender 90 menit

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Menata station, 10 menit

    Gelas, es, botol, dan alat ditata pada posisi yang sama setiap kali, supaya tangan bisa menemukannya tanpa melihat.

  2. 2Mengulang teknik kemarin, 15 menit

    Gerakan pertemuan sebelumnya diulang dengan air dan es sampai rapi, jadi materi baru tidak menumpuk di atas gerakan yang masih goyah.

  3. 3Materi baru dan peragaan, 20 menit

    Tutor memperagakan pelan, memisah tiap langkah, lalu Anda menirukan sambil dikoreksi di tempat.

  4. 4Latihan penuh dan cicip, 35 menit

    Racikan dibuat berulang, dicicip, lalu takarannya digeser satu langkah dan dibuat lagi supaya perubahan rasanya terasa jelas.

  5. 5Bereskan dan catat, 10 menit

    Alat dicuci dengan urutan yang benar, station dikembalikan seperti semula, dan takaran yang berhasil hari itu masuk ke kartu racikan Anda.

Tanya jawab

Sebelum daftar les bartender, apa yang perlu ditanyakan?

Berapa biaya les bartender privat di Surabaya dan apa saja yang sudah termasuk?

Tarif untuk peserta dewasa dengan sesi 90 menit di rumah mulai dari Rp298.100 per sesi pada ritme dua kali sepekan, dan Rp303.800 per sesi kalau Anda memilih sekali sepekan. Sesi panjang 120 menit untuk simulasi station penuh berada di Rp374.600 per sesi. Angka itu sudah menanggung kedatangan tutor ke alamat Anda, termasuk untuk sesi yang berjalan malam hari. Perkakas bar beserta bahan habis pakai seperti es, jeruk nipis, gula, teh, dan air soda disiapkan peserta di luar tarif itu. Kalau sesi dipindah ke co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo, ada tambahan Rp15.000 per sesi di luar tarif tadi.

Saya belum pernah memegang shaker sama sekali. Apakah kelas ini masih masuk akal untuk saya?

Masuk akal, dan sebagian besar peserta memang berangkat dari titik itu. Pertemuan pertama dimulai dari hal yang sangat mendasar: cara menjepit jigger di sela jari, cara mengunci dua tin shaker dengan satu tepukan, dan cara membaca garis takaran tanpa mengangkat jigger ke depan mata. Semuanya dilatih dengan air dan es lebih dulu supaya pengulangannya banyak sementara bahannya murah. Racikan sungguhan baru masuk ketika gerakan tangan sudah rapi, umumnya di pertemuan ketiga. Tutor menyesuaikan kecepatan dengan Anda, jadi tidak ada bagian yang dilewati karena dianggap sudah bisa.

Apakah saya harus menyediakan minuman beralkohol sendiri untuk latihan di rumah?

Tidak harus. Sebagian besar teknik yang menentukan hasil, yaitu takaran, kunci shaker, laju pengenceran es, dan keseimbangan rasa, dilatih dengan air, teh, sirup, serta air jeruk. Peserta yang menuju tempat kerja berizin biasanya menambahkan bahan beralkohol pada tahap lanjut, dan bahan itu disiapkan sendiri oleh peserta secara sah sesuai aturan yang berlaku. Tutor Edubia tidak membawa maupun menjual minuman beralkohol ke rumah peserta. Kalau Anda memilih jalur tanpa alkohol sepenuhnya, susunan materinya tetap sama beratnya: sirup rumahan, infusi dingin, shrub berbahan cuka, dan minuman tanda tangan untuk kedai.

Peralatan bar siapa yang dibawa ke sesi, dan apakah saya perlu membeli sendiri?

Perkakas bar disiapkan peserta, dan tarif sesi memang tidak memuatnya. Tutor menuliskan daftar belanja sebelum pertemuan pertama: Boston shaker, jigger, saringan hawthorne, saringan halus, bar spoon, muddler, dan mixing glass. Daftar itu disusun sepadan dengan tujuan Anda, sebab peserta yang membuka kedai butuh alat berbeda dengan peserta yang berlatih untuk melamar kerja. Yang perlu tersedia di rumah selain alat itu adalah meja yang cukup lapang untuk berdiri berdua, akses ke air, dan wadah untuk lelehan es. Kalau dapur terasa terlalu sempit, sesi bisa dipindah ke co-learning space Edubia.

Berapa lama sampai takaran saya stabil dan racikannya sama tiap kali dibuat?

Kestabilan datang dari dua hal yang matang pada kecepatan berbeda. Pergelangan dan lengan bawah, yang menanggung guncangan sekaligus putaran bar spoon, umumnya sudah tidak kaku sesudah empat sampai enam pertemuan; sesudah itu selisih tuang Anda ikut menyempit karena tangan berhenti gemetar di akhir gerakan. Lidah butuh waktu lebih panjang, sebab ia perlu mengenali beda rasa antara satu takaran sirup dan takaran berikutnya, dan kepekaan itu tumbuh dari mencicip berulang. Peserta yang berlatih menuang dengan air di antara pertemuan biasanya mencapai takaran yang konsisten sekitar pekan kelima. Tanpa latihan mandiri, waktunya kira-kira dua kali lipat.

Kalau saya bekerja di kedai yang tidak menyajikan alkohol, apakah materinya jadi lebih dangkal?

Tidak. Racikan tanpa alkohol punya persoalan teknisnya sendiri yang justru lebih menuntut. Alkohol memberi bobot, rasa hangat, dan pembawa aroma; tanpa ketiganya, minuman gampang terasa tipis atau kemanisan. Karena itu jalur ini melatih penggantinya secara khusus: teh pekat untuk rasa sepat, shrub berbahan cuka untuk asam yang lebih dalam, sirup kental untuk kekentalan, sedikit larutan garam untuk menekan pahit, dan infusi dingin untuk aroma. Ditambah hal yang dipakai kedai sehari-hari, yaitu waktu penyajian di bawah 90 detik, bahan yang sudah ada di rak, serta biaya bahan per gelas yang bisa dihitung sebelum menetapkan harga jual.

Jam berapa sesi biasanya berlangsung, dan bisakah diatur mengikuti giliran kerja saya?

Sebagian besar sesi bartending berjalan sore sampai malam, antara pukul 17.00 dan pukul 21.00, karena hampir semua peserta bekerja pada siang hari. Jam mulai diajukan oleh Anda saat pendaftaran, lalu tim mencocokkannya dengan tutor yang jam kosongnya bertemu. Peserta yang bekerja dengan giliran berputar biasanya memilih jam berbeda tiap pekan, dan itu bisa dilayani selama diberitahukan beberapa hari sebelumnya. Untuk alamat yang jauh dari tempat tinggal tutor, misalnya di Krian atau Benowo, jam mulainya disepakati sedikit lebih awal supaya sesi selesai sebelum larut malam.

Kecamatan mana saja yang bisa didatangi tutor bartending Edubia?

Seluruh kecamatan Kota Surabaya beserta Kabupaten Sidoarjo masuk wilayah layanan. Di sisi timur, permintaan datang dari Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, dan Gunung Anyar; di tengah kota dari Genteng, Tegalsari, Bubutan, dan Gubeng; di selatan dari Wonokromo, Gayungan, Jambangan, dan Wiyung; di utara dari Krembangan, Semampir, Pabean Cantian, dan Kenjeran; di barat dari Tandes, Sukomanunggal, Lakarsantri, serta Sambikerep. Untuk Sidoarjo, alamat yang sering muncul adalah Waru, Gedangan, Sedati, Buduran, dan Sukodono, sedangkan Krian, Wonoayu, Tanggulangin, dan Porong dilayani dengan jam mulai yang disepakati lebih awal. Jarak tempuh tutor ikut dihitung saat menyusun jadwal, dan jam berangkatnya disepakati sejak awal.

Bagaimana kalau tutor yang datang ternyata kurang cocok dengan jalur yang saya tuju?

Sampaikan ke tim Edubia, dan tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Di bidang ini pencocokan memang perlu perhatian khusus, sebab profil pengajarnya berbeda-beda: ada yang kuat di racikan klasik beralkohol beserta urutan penyajian hotel, ada yang terbiasa menyusun minuman tanda tangan untuk kedai tanpa alkohol, ada pula yang berpengalaman di bar bervolume tinggi. Tim menanyakan tujuan Anda sejak awal supaya pencocokan pertama sudah dekat sasaran. Kalau sesudah dua atau tiga pertemuan arah latihannya terasa meleset, penggantinya dicarikan tanpa Anda kehilangan sesi yang sudah dibayar.

Apakah saya perlu mesin es atau pembeku khusus untuk berlatih di rumah?

Tidak perlu. Pembeku rumah tangga biasa sudah cukup, asalkan esnya disiapkan sehari sebelum sesi. Yang disarankan tutor hanyalah satu cetakan silikon berongga besar, harganya murah, supaya Anda punya bongkahan untuk minuman yang diminum lambat di samping es kotak kecil bawaan pembeku untuk mengguncang. Es serut bisa dibuat dengan membungkus es kotak di dalam kain lalu menekannya memakai alat penumbuk. Yang jauh lebih menentukan daripada mesin adalah kebiasaannya: es dibuat dari air bersih, disimpan tertutup supaya tidak menyerap bau lemari pendingin, dan tidak dipindahkan dari tin guncang ke gelas saji.

Apakah program ini bisa diarahkan untuk pemilik kedai yang sedang menyusun daftar minuman?

Bisa, dan itu salah satu jalur yang sering diambil peserta di Surabaya. Susunannya bergeser: porsi teknik dipadatkan ke gerakan yang benar-benar dipakai di kedai Anda, lalu sisa waktunya masuk ke penyusunan menu. Yang dikerjakan meliputi memilih empat sampai enam racikan yang bisa dibuat satu orang di jam ramai, menghitung biaya bahan per gelas, membuat sirup rumahan yang tahan beberapa hari, menakar dengan botol pompa supaya porsinya seragam, dan menulis kartu takaran yang bisa dibaca staf baru. Tutor juga membantu menguji ulang racikan itu dua pekan kemudian, ketika Anda sudah tahu mana yang laku dan mana yang jarang dipesan.

Apakah les ini menyiapkan saya melamar kerja di hotel atau kapal pesiar?

Program ini melatih keterampilan tangan, pengetahuan bahan, dan kebiasaan kerja yang ditanyakan saat wawancara maupun uji praktik. Yang biasa diminta di uji praktik adalah membuat dua atau tiga racikan baku dengan takaran tepat, menjaga station tetap bersih sepanjang pengerjaan, dan menjawab pertanyaan soal urutan penyajian. Ketiganya dilatih berulang di sesi. Yang berada di luar jangkauan program adalah syarat administratif serta proses penyaluran kerja, termasuk dokumen untuk kapal pesiar, sebab itu urusan agen dan pemberi kerja masing-masing. Edubia tidak menjanjikan penempatan kerja dan tidak menerbitkan sertifikasi berlisensi lembaga mana pun.

Bisakah sebagian sesi dilakukan online?

Bisa, untuk bagian yang memang tidak menuntut tutor menyentuh alat Anda. Pembahasan keseimbangan rasa, penyusunan daftar minuman, hitungan biaya bahan per gelas, aturan penyajian, dan tinjauan kartu takaran berjalan baik lewat sesi online. Latihan tangan sebaiknya tetap tatap muka, sebab koreksi sudut lengan, kekuatan tepukan pengunci tin, dan cara memegang saringan jauh lebih cepat kalau tutor bisa menunjukkannya langsung. Banyak peserta memakai campuran keduanya: dua pertemuan tatap muka di rumah dalam sebulan untuk teknik, lalu satu pertemuan online untuk membahas hasil latihan mandiri sepekan sebelumnya.

Bagaimana aturan hukum minuman beralkohol dibahas di kelas?

Dibahas sebagai bagian dari cara kerja sehari-hari. Peraturan di Indonesia mengelompokkan minuman beralkohol menurut kadar alkoholnya, dan izin usaha sebuah tempat menentukan golongan mana yang boleh disajikan di sana. Ada pula batas usia pembeli yang diatur peraturan, sehingga memeriksa kartu identitas ketika ragu adalah bagian dari pekerjaan. Angka golongan dan batas usia mengikuti peraturan yang berlaku serta bisa berubah, jadi tutor mengajarkan cara membacanya dari sumber resmi terbaru dan cara mengenali izin tempat kerja Anda. Sikap saat menghadapi tamu yang sudah mabuk ikut dilatih, termasuk kalimat menolak yang tetap sopan.

Bagaimana cara mendaftar, dan berapa lama sampai sesi pertama berjalan?

Mulai dengan menceritakan tujuan Anda lewat WhatsApp atau lewat halaman pendaftaran Edubia: menyiapkan lamaran kerja, membangun daftar minuman untuk kedai sendiri, atau belajar untuk keperluan pribadi. Sebutkan juga alamat, jam yang Anda bisa, dan ada tidaknya alat di rumah. Tim lalu mencocokkan tutor yang profilnya dekat dengan tujuan itu sekaligus jam kosongnya bertemu dengan jam Anda. Untuk alamat di dalam Kota Surabaya, sesi pertama umumnya bisa berjalan dalam hitungan hari; untuk wilayah Sidoarjo yang lebih jauh, biasanya perlu penyesuaian jadwal sedikit lebih panjang. Sesi pertama dipakai memetakan kebutuhan sebelum susunan materinya dikunci.

Ayo Bergabung

Satu konsultasi, rencana les bartender yang jelas

Rating 4,9/5 dari 1.200 ulasan. Mulai dari konsultasi kebutuhan bartender, tanpa komitmen.

4,9/5 · 1.200 ulasan peserta di Surabaya