Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat

Les Bahasa Jawa di Surabaya

Les Bahasa Jawa privat di Surabaya untuk pelajar yang menempuh muatan lokal sekaligus orang dewasa yang ingin lancar berbahasa krama. Tutor datang ke rumah, sesi 60 menit, latihan ngoko dan krama sejak pertemuan pertama, biaya mulai Rp126.100 per sesi.

Les Bahasa Jawa di Surabaya
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terseleksi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor kapan saja bila perlu
Assessment kebutuhan dulu

Sekilas tentang Les Bahasa Jawa di Surabaya

Les Bahasa Jawa privat di Surabaya untuk pelajar yang menempuh muatan lokal sekaligus orang dewasa yang ingin lancar berbahasa krama. Tutor datang ke rumah, sesi 60 menit, latihan ngoko dan krama sejak pertemuan pertama, biaya mulai Rp126.100 per sesi.

Konsultasi dan Daftar

Yang Perlu Diketahui

Lembaga penyelenggara
Edubia, layanan les privat personal yang berkantor di Surabaya
Cakupan pelajaran
Tingkat tutur ngoko sampai krama alus, kosakata berpasangan, bunyi khas, tata bahasa dasar, dan percakapan sehari-hari
Tutor pengampu
Penutur Bahasa Jawa yang lolos berkas, wawancara, dan uji materi, terbiasa dengan ragam Jawa Timuran
Peserta yang dilayani
Pelajar SD sampai SMA yang menempuh muatan lokal, mahasiswa, dan orang dewasa yang ingin lancar berbahasa krama
Format sesi
Satu tutor satu peserta, berjalan sebagai dialog dua arah dengan pertukaran peran
Durasi sesi
60 menit untuk pelajar, 90 menit untuk peserta dewasa yang berlatih percakapan panjang
Jadwal
Setiap hari, pukul 07.00 sampai 21.00, disusun mengikuti agenda peserta
Biaya
Mulai Rp126.100 per sesi, disepakati terbuka sebelum pertemuan pertama
Tempat belajar
Rumah peserta, co-learning space partner, atau sesi online
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
Penilaian awal
Percakapan 20 menit untuk mengukur ragam yang dikuasai dan bunyi yang masih tertukar
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Cocok untuk siapa

Les Bahasa Jawa ini cocok untuk Anda jika

Peserta yang cocok

  • Anak Anda menempuh muatan lokal Bahasa Jawa di sekolah dan berhenti begitu diminta menulis kalimat krama
  • Anda baru menikah dan ingin menjawab pertanyaan mertua tanpa menunggu diterjemahkan
  • Anda pindah kerja ke Surabaya dan mendapati percakapan kantor berjalan setengah berbahasa Jawa
  • Anda paham saat mendengar Bahasa Jawa tetapi ragu saat harus menjawab dengan krama
  • Pelanggan atau warga yang Anda layani sebagian besar lebih tua dan mengharapkan sapaan hormat
  • Anda ingin memakai satu ragam yang konsisten di rumah supaya anak ikut terbiasa
  • Anda punya acara keluarga dalam waktu dekat dan ingin siap dari salam pembuka sampai pamit

Susunan materi

Susunan materi les Bahasa Jawa dan jebakannya

Urutan ini disesuaikan tutor setelah penilaian awal. Peserta yang sudah memakai ngoko sehari-hari melompati bagian pertama, sementara peserta yang mulai dari nol menempuhnya berurutan.

  1. 1

    Ngoko untuk percakapan akrab

    Sesi 1 sampai 3

    Yang dibahas. Sapaan, kabar, angka, waktu, kegiatan harian, dan kalimat pendek untuk teman sebaya serta orang yang sudah dekat.

    Jebakan umum. Peserta menyusun kalimat Indonesia di kepala lalu menerjemahkannya kata per kata, sehingga kalimatnya benar secara aturan tetapi terdengar asing.

    Cara tutor. Tutor memberi kalimat utuh untuk tiap situasi, lalu meminta peserta memakainya berulang sampai kalimat itu keluar tanpa disusun ulang.

  2. 2

    Ngoko alus saat menyebut orang yang dihormati

    Sesi 4 sampai 6

    Yang dibahas. Cara menyisipkan bentuk hormat ke dalam kalimat ngoko ketika yang dibicarakan orang tua, guru, atau atasan.

    Jebakan umum. Bentuk hormat ditempelkan ke seluruh kalimat, termasuk ke bagian yang menyangkut diri sendiri, sehingga terdengar berlebihan.

    Cara tutor. Tutor menandai bagian kalimat mana yang perlu dinaikkan dan mana yang tetap, memakai contoh dari keluarga peserta sendiri.

  3. 3

    Krama untuk urusan di luar rumah

    Sesi 7 sampai 12

    Yang dibahas. Menanyakan arah, berbelanja, mengurus surat, menghadapi petugas, dan menyapa orang yang baru dikenal.

    Jebakan umum. Peserta yang terlanjur nyaman dengan ngoko lalu memakainya kepada petugas atau pelanggan yang lebih tua, dan percakapan berubah canggung.

    Cara tutor. Tutor menyusun daftar lawan bicara peserta lengkap dengan ragam yang cocok, lalu melatihnya lewat simulasi tempat nyata.

  4. 4

    Krama alus untuk mertua dan tamu

    Sesi 13 sampai 20

    Yang dibahas. Bentuk hormat untuk lawan bicara berpasangan dengan bentuk merendah untuk diri sendiri, dipakai di acara keluarga dan kunjungan.

    Jebakan umum. Kata dhahar, sare, dan tindak dipakai untuk diri sendiri, sehingga penutur terdengar sedang menghormati dirinya.

    Cara tutor. Latihan dua arah: satu putaran peserta menjadi tamu, satu putaran menjadi tuan rumah, dengan koreksi di tiap giliran.

  5. 5

    Pasangan kosakata ngoko dan krama

    Sepanjang program

    Yang dibahas. Kata kerja harian, anggota keluarga, anggota tubuh, benda rumah, dan kata sifat yang berpasangan dua sampai tiga bentuk.

    Jebakan umum. Peserta menghafal dua daftar terpisah lalu kehabisan waktu mencocokkannya saat berbicara.

    Cara tutor. Kata dihafal berpasangan sejak awal dan selalu muncul dalam kalimat, tak pernah sebagai daftar telanjang.

  6. 6

    Bunyi dh, th, dan vokal yang melunak

    Tiap sesi

    Yang dibahas. Selisih d dengan dh, t dengan th, vokal a yang terdengar seperti o, dan dua bunyi berbeda di balik huruf e.

    Jebakan umum. Telinga peserta belum membedakan, sehingga wedi dan wedhi keluar dengan bunyi yang sama dan maknanya tertukar.

    Cara tutor. Lima menit awal tiap sesi diisi latihan telinga berpasangan, lalu bunyi itu diuji lagi di dalam percakapan.

  7. 7

    Imbuhan dan penanda waktu

    Sesi 8 sampai 16

    Yang dibahas. Awalan sengau pembentuk kata kerja aktif, awalan pasif, akhiran kepemilikan, serta empat pasang penanda waktu.

    Jebakan umum. Peserta mencari bentuk lampau atau bentuk akan datang pada kata kerjanya, padahal waktu diurus oleh keterangan.

    Cara tutor. Tutor melatih satu kalimat yang sama digeser waktunya empat kali, sehingga peranan keterangan waktu terasa langsung.

  8. 8

    Bertanya dan menyangkal di dua ragam

    Sesi 10 sampai 14

    Yang dibahas. Pasangan kata tanya ngoko dan krama, cara menyangkal kata kerja, dan cara menyangkal kata benda.

    Jebakan umum. Ora dan dudu tertukar, sehingga kalimat penyangkalan terdengar janggal walau kosakatanya sudah benar.

    Cara tutor. Peserta membuat sepuluh kalimat penyangkalan dari kegiatannya sendiri, lima memakai ora dan lima memakai dudu.

  9. 9

    Ragam Suroboyoan dan sapaan khas Surabaya

    Sesi 6 sampai 12

    Yang dibahas. Kata dan sapaan yang hidup di kota ini, tempo bicara yang lebih cepat, serta kata yang menjebak pendatang.

    Jebakan umum. Pendatang menyangka ragam terus terang di Surabaya berarti krama tak lagi dibutuhkan.

    Cara tutor. Tutor menunjukkan situasi mana yang tetap menuntut krama, lalu melatih peserta berpindah ragam dalam satu hari yang sama.

  10. 10

    Unggah-ungguh saat bertamu dan kondangan

    Sesi 16 ke atas

    Yang dibahas. Urutan kunjungan dari salam pembuka, menerima suguhan, menanyakan kabar keluarga, sampai berpamitan.

    Jebakan umum. Kalimatnya sudah benar tetapi urutannya melompat, misalnya langsung ke maksud kedatangan tanpa basa-basi pembuka.

    Cara tutor. Simulasi kunjungan penuh dijalankan sekali tiap beberapa sesi, dengan tutor berganti peran menjadi tuan rumah.

Fleksibel

Pilih format les bahasa Jawa yang cocok dengan rutinitas keluarga

Tutor bahasa Jawa datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Cakupan

Yang Anda dapat di les privat Bahasa Jawa

Daftar lawan bicara dan ragamnya

Peta pendek berisi orang-orang di sekitar peserta lengkap dengan ragam yang cocok untuk masing-masing, disusun di sesi pertama dan diperbarui saat lingkungan peserta berubah.

Catatan pasangan kosakata tiap sesi

Kolom ngoko, krama, dan bentuk hormat berikut satu kalimat contoh dari percakapan sesi itu, dibawa peserta pulang dan dibuka lagi di pertemuan berikutnya.

Naskah dialog untuk situasi nyata

Percakapan kunjungan, kondangan, layatan, melayani pelanggan, atau menghadapi rapat, disusun tutor dari peristiwa yang benar-benar akan dihadapi peserta.

Latihan bunyi di tiap pertemuan

Lima menit awal untuk pasangan bunyi d dan dh, t dan th, serta vokal a yang melunak, diuji ulang di dalam percakapan agar hasilnya bertahan.

Pendampingan tugas muatan lokal

Latihan bentuk soal yang lazim diujikan di sekolah Jawa Timur, dikerjakan memakai buku dan lembar kerja yang dibawa anak dari kelasnya.

Simulasi kunjungan keluarga

Peran ditukar antara tamu dan tuan rumah, dari salam pembuka sampai pamit, supaya peserta terbiasa mendengar sekaligus menjawab dalam satu putaran.

Catatan kemajuan sesudah tiap sesi

Berisi materi yang dibahas, bagian yang sudah lancar, dan bagian yang perlu diulang, sehingga peserta maupun orang tua tahu posisi latihan hari itu.

Jadwal yang bisa digeser

Jam sesi ditetapkan di awal dan bisa diatur ulang dengan kabar sehari sebelumnya, mengikuti kegiatan sekolah, giliran kerja, atau acara keluarga.

Nilai lebih

Kelebihan kelas bahasa Jawa bersama Edubia

Unggulan utama

Tutor mencocokkan ragam dengan lingkungan peserta

Peserta yang tiap hari berhadapan dengan mertua butuh krama alus lebih dulu; anak sekolah butuh bentuk yang diminta gurunya. Tim kami memilihkan tutor yang ragam bahasanya sejalan dengan kebutuhan itu.

Sesi berjalan sebagai dialog dua arah

Bahasa hanya melekat kalau ada lawan bicara. Tutor mengambil peran mertua, tetangga, atau pelanggan, lalu peran itu ditukar supaya peserta terbiasa mendengar sekaligus menjawab dalam satu pertemuan.

Catatan pasangan kosakata tiap pertemuan

Peserta pulang membawa kolom ngoko, krama, dan bentuk hormat berikut kalimat contohnya. Catatan itu dibuka lagi di sesi berikutnya sehingga kata yang masih goyah tak pernah luput dari latihan.

Pendampingan muatan lokal sekolah

Tutor bekerja memakai buku dan lembar kerja dari sekolah, melatih bentuk soal yang lazim diujikan, dan menutup sesi dengan catatan bagian yang perlu diulang di rumah.

Tutor datang ke rumah di Surabaya

Sesi berjalan di ruang tamu, meja makan, atau tempat lain yang membuat peserta santai berbicara. Tersedia juga co-learning space partner dan sesi online untuk yang jadwalnya berpindah-pindah.

Tahap demi tahap

Perjalanan peserta les Bahasa Jawa dari sesi pertama

Gambaran umum dengan ritme dua sesi sepekan. Peserta yang berlatih dengan lawan bicara nyata di luar sesi biasanya bergerak lebih cepat daripada gambaran ini.

  1. 01

    Peta lawan bicara disusun

    Sesi 1 sampai 2

    Tutor mencatat siapa saja yang ditemui peserta tiap hari dan ragam apa yang cocok untuk masing-masing. Peserta pulang membawa daftar pendek berisi nama orang dan ragam yang dipakai kepadanya.

  2. 02

    Ngoko harian mulai rapi

    Sesi 3 sampai 6

    Sapaan, kabar, angka, dan kegiatan harian keluar tanpa jeda panjang. Peserta sudah bisa membuka percakapan pendek dengan tetangga atau teman sekantor yang seusia.

  3. 03

    Krama dipakai di luar rumah

    Sesi 7 sampai 12

    Peserta berbelanja, menanyakan arah, dan menyapa orang yang baru dikenal memakai krama lugu. Bunyi dh dan th sudah jarang tertukar di kata yang sering dipakai.

  4. 04

    Krama alus untuk acara keluarga

    Sesi 13 sampai 20

    Peserta menjawab pertanyaan mertua, menerima suguhan, dan berpamitan dengan urutan yang sesuai unggah-ungguh. Bentuk hormat dan bentuk merendah sudah tak tertukar arah.

  5. 05

    Percakapan panjang berjalan lancar

    Sesi 21 sampai 28

    Peserta bertahan dalam obrolan sepuluh menit tanpa berpindah ke bahasa Indonesia, termasuk ketika lawan bicara berganti dari teman sebaya ke orang yang lebih tua.

  6. 06

    Kemampuan dirawat dengan ritme lebih longgar

    Setelah program

    Sebagian peserta menurunkan frekuensi menjadi satu sesi sepekan dan meneruskan latihan mandiri. Sesi dipakai untuk membahas percakapan nyata yang terjadi sepanjang pekan.

Bandingkan

Privat atau bimbel untuk bahasa Jawa? Ini bedanya

Fitur Pilihan terbaik Les Bahasa Jawa Privat Edubia Ke rumah di Surabaya Bimbel Bahasa Jawa Grup Belajar Bahasa Jawa Sendiri
Perhatian tutor saat belajar bahasa Jawa Penuh, satu untuk satu Terbagi ke banyak siswa Tanpa pendamping
Materi bahasa Jawa disesuaikan level siswa
Selaras kurikulum sekolah di Surabaya Umum
Belajar bahasa Jawa di tempat Anda, Surabaya
Perkembangan dipantau tiap sesi Sesekali
Latihan soal bahasa Jawa terarah Seragam Cari sendiri

Les Bahasa Jawa privat di Surabaya dimulai dari tingkat tutur

Bahasa Jawa menuntut penuturnya memilih bentuk kata menurut siapa yang diajak bicara. Satu makna kerap punya dua atau tiga bentuk: kata untuk teman sebaya berlainan dengan kata untuk mertua, dan berlainan lagi ketika yang dibicarakan orang yang dihormati. Bagian inilah yang membuat penutur baru berhenti di tengah kalimat, sekalipun daftar kata yang ia hafal sudah lumayan panjang.

Di sesi les privat Bahasa Jawa Edubia, tingkat tutur dikerjakan lebih dulu, sebelum daftar kata dipanjangkan. Tutor memetakan lingkungan bicara peserta: siapa yang ditemui tiap hari, siapa yang perlu dikramakan, dan situasi mana yang selama ini mendorong peserta beralih ke bahasa Indonesia. Dari peta itu tutor menyusun urutan materinya.

Keliru memilih tingkat tutur terasa lebih tajam di telinga orang Jawa daripada keliru menyusun imbuhan. Kalimat yang tata bahasanya berantakan masih terbaca sebagai usaha yang baik, sementara sapaan ngoko kepada orang yang seharusnya dikramakan bisa terdengar kurang hormat walau penuturnya tak berniat begitu. Karena itu tiap latihan di sesi privat selalu berpasangan dengan konteksnya: kepada siapa, di mana, dan dalam suasana seperti apa kalimat itu diucapkan.

Orang lazim menyebut Bahasa Jawa punya dua tingkat, ngoko dan krama. Dalam pemakaian sehari-hari jumlahnya empat, sebab masing-masing punya bentuk campuran yang justru sering dipakai. Peserta yang hanya menghafal dua ujungnya akan terdengar melompat-lompat: terlalu akrab saat berhadapan dengan tamu, lalu terlalu berjarak saat berbicara dengan teman sekantor seusianya.

Empat ragam di bawah dilatih berurutan di kelas privat, dan tiap ragam diberi lawan bicara tetap supaya peserta punya tempat memakainya. Tutor mencontohkan lebih dulu, peserta menirukan, lalu keduanya bertukar peran sampai peserta bisa memilih ragamnya sendiri tanpa berpikir lama.

Garis besar

Empat ragam bahasa yang dilatih tutor di kelas privat

Ngoko lugu

Ragam untuk teman sebaya, adik, dan orang yang sudah akrab. Seluruh katanya ngoko, seperti aku, kowe, mangan, dan turu. Sebagian peserta Surabaya sudah membawa ragam ini dari pergaulan, jadi tutor merapikan pemakaiannya sambil menambal kata yang belum ada.

Ngoko alus

Kerangka kalimatnya tetap ngoko, tetapi kata yang menyangkut orang yang dihormati diganti bentuk halus. Ragam ini dipakai saat berbicara santai dengan teman mengenai orang tua atau guru, dan banyak peserta baru menyadari keberadaannya di sesi les.

Krama lugu

Ragam sopan untuk urusan harian di luar rumah: menanyakan arah, berbelanja di pasar, mengurus surat di kelurahan. Nadanya sopan tanpa terdengar berjarak, dan inilah ragam yang membuat pendatang cepat diterima tetangga.

Krama alus

Ragam untuk mertua, guru, tamu, dan acara keluarga. Kata yang menyangkut lawan bicara memakai bentuk hormat, sementara kata yang menyangkut diri sendiri memakai bentuk merendah. Bagian ini butuh latihan berulang karena dua arah itu mudah tertukar.

Kepada siapa krama dipakai: latihan tutor per lawan bicara

Pertanyaan yang datang lebih dulu daripada pertanyaan kosakata biasanya berbunyi begini: kepada siapa saya harus memakai krama. Jawabannya bisa disusun dari lingkaran orang di sekitar peserta. Orang tua, mertua, guru, dan tamu yang lebih tua menerima krama alus. Atasan, petugas layanan, dan pelanggan yang lebih tua menerima krama lugu sampai krama alus, tergantung seberapa resmi urusannya. Teman sebaya dan orang yang sudah lama akrab menerima ngoko. Anak kecil juga diajak bicara dengan ngoko, dan orang dewasa yang memaksakan krama kepada anak justru terdengar sedang bercanda.

Ketika peserta memakai ngoko kepada orang yang seharusnya dikramakan, sebagian orang Surabaya memaklumi, apalagi bila terdengar jelas bahwa penuturnya sedang belajar. Di acara adat, kunjungan ke rumah mertua, dan urusan resmi di kampung, kelonggaran itu menipis. Di situlah krama bekerja sebagai tanda bahwa peserta menghargai lawan bicaranya.

Kekeliruan arah sebaliknya jarang dibicarakan, padahal sama merepotkan. Krama alus yang dipakai kepada teman dekat membuat percakapan terasa dingin, dan lawan bicara kerap mengira ia sedang disindir. Tutor melatih kedua arah itu di sesi yang sama supaya peserta punya ukuran.

Uraian

Kesalahan berbahasa yang sering dibetulkan tutor di sesi awal

Lima kekeliruan yang muncul hampir di tiap peserta baru di Surabaya.

Unggulan utama

Menerjemahkan kata per kata dari bahasa Indonesia

Kalimat Indonesia disusun dulu di kepala, lalu tiap katanya dicari padanannya. Hasilnya kalimat yang secara tata bahasa benar tetapi tak pernah diucapkan orang Jawa. Tutor melatih peserta menghafal kalimat utuh untuk situasi tertentu, sehingga otak berhenti menyusun ulang dari bahasa Indonesia.

Bentuk hormat dipakai untuk diri sendiri

Kata dhahar, sare, dan tindak menempel pada orang yang dihormati. Peserta yang berkata kula sampun dhahar sedang menghormati dirinya sendiri, dan bentuk yang tepat adalah kula sampun nedha. Tutor menandai kata mana yang hanya boleh diarahkan keluar.

Dua ragam tercampur di satu kalimat

Bentuknya seperti panjenengan wis dhahar, yang mencampur wis dari ngoko dengan dhahar dari bentuk hormat. Susunan yang utuh berbunyi panjenengan sampun dhahar. Latihan pembetulannya berjalan lewat pengulangan kalimat pendek sampai ragamnya konsisten dari awal sampai akhir.

Sapaan yang terlalu tinggi kepada teman sendiri

Peserta yang baru merasa nyaman dengan krama kerap memakainya ke semua orang. Teman sebaya yang disapa krama alus biasanya balik bertanya ada urusan apa. Tutor memberi daftar orang yang cukup disapa ngoko supaya peserta punya batas yang jelas.

Bunyi d dan dh dianggap sama

Wedi berarti takut, sedangkan wedhi berarti pasir. Peserta yang mengucapkan keduanya sama akan sering diminta mengulang kalimatnya. Tutor melatih letak lidah untuk kedua bunyi itu di menit-menit awal sesi, sebelum masuk ke percakapan.

Kosakata berpasangan dan catatan yang dibawa peserta antar-sesi

Kosakata Bahasa Jawa akan berlipat kalau dihafal satu per satu, sebab satu makna berdiri dengan dua atau tiga bentuk sekaligus. Karena itu tutor Edubia meminta peserta menghafalnya berpasangan sejak awal: makan berbunyi mangan dalam ngoko, nedha dalam krama, dan dhahar dalam bentuk hormat. Tidur berbunyi turu, tilem, dan sare. Pergi berbunyi lunga, kesah, dan tindak. Rumah berbunyi omah, griya, dan dalem. Nama berbunyi jeneng, nama, dan asma. Datang berbunyi teka, dugi, dan rawuh.

Menghafal berpasangan membuat peserta tak perlu mengingat dua daftar terpisah lalu mencocokkannya saat sedang berbicara. Begitu satu bentuk muncul di kepala, bentuk pasangannya ikut terbawa, dan peserta tinggal memilih menurut lawan bicaranya.

Tiap pertemuan menutup dengan catatan pasangan kata yang dibawa peserta pulang: satu kolom ngoko, satu kolom krama, satu kolom bentuk hormat bila ada, ditambah satu kalimat contoh dari percakapan sesi itu. Catatan itu dibuka lagi di pertemuan berikutnya, dan kata yang sudah lancar dicoret supaya daftar yang dilatih selalu berisi kata yang masih goyah.

Bunyi Bahasa Jawa yang dilatih tutor sebelum kosakata bertambah

Sebagian bunyi Bahasa Jawa tak ada di bahasa Indonesia, dan penutur baru kerap melewatkannya karena telinganya belum membedakan. Yang pertama pasangan d dan dh, serta t dan th. Huruf dh dan th diucapkan dengan ujung lidah ditarik lebih ke belakang, menempel di langit-langit keras. Selisihnya menentukan makna: wedi berarti takut, wedhi berarti pasir. Bunyi th di kata kanthi juga jauh dari bunyi th bahasa Inggris, dan peserta yang membawa kebiasaan itu perlu waktu untuk melepasnya.

Yang kedua vokal a di suku terbuka. Kata apa terdengar seperti opo, sega terdengar seperti sego, lima terdengar seperti limo. Di Surabaya bunyi ini kental, dan peserta yang membaca tulisan apa adanya akan langsung terdengar sedang membaca.

Yang ketiga huruf e yang menyimpan dua bunyi berbeda, satu pepet dan satu lagi lebih terbuka. Tutor melatihnya lewat pasangan kata yang diucapkan berurutan, lalu meminta peserta menebak mana yang barusan diucapkan. Latihan telinga ini berjalan lima menit di tiap sesi sampai peserta bisa membedakannya tanpa dibantu tulisan.

Tata bahasa Bahasa Jawa terasa akrab bagi penutur bahasa Indonesia: susunan kalimatnya mirip, kata kerjanya tak berubah menurut waktu, dan imbuhannya bekerja dengan pola yang bisa ditebak. Yang membedakan, hampir tiap bagian tata bahasa itu punya wajah kedua di krama, sehingga peserta perlu mempelajarinya dua kali dalam satu tarikan.

Lima bagian di bawah dibahas bertahap di kelas privat, selalu lewat kalimat yang benar-benar dipakai peserta di rumah atau di tempat kerjanya, sehingga aturan yang baru dipelajari langsung terpakai di percakapan berikutnya.

Rincian

Tata bahasa dasar yang dibahas di kelas les Bahasa Jawa

Imbuhan pembentuk kata kerja

Awalan sengau mengubah kata dasar menjadi kata kerja aktif: jupuk menjadi njupuk, tulis menjadi nulis, sapu menjadi nyapu. Awalan di- membentuk kalimat pasif seperti dituku dan dijupuk. Polanya sedikit, dan begitu dikenali peserta bisa membentuk sendiri puluhan kata kerja.

Akhiran yang ikut berubah di krama

Akhiran -ake pada ngoko berpasangan dengan -aken pada krama. Akhiran -e yang menandai kepemilikan berpasangan dengan -ipun, sehingga omahe berubah menjadi griyanipun. Peserta yang hafal pasangan akhiran ini bisa menaikkan ragam kalimat tanpa menghafal kata baru.

Penanda waktu

Kata kerja Bahasa Jawa tak berubah bentuk menurut waktu; keterangan yang mengurusnya. Sudah berbunyi wis dan sampun, sedang berbunyi lagi dan saweg, akan berbunyi arep dan badhe, belum berbunyi durung dan dereng. Empat pasang kata ini menyelesaikan sebagian besar kebutuhan sehari-hari.

Susunan kalimat dan keterangan

Urutannya pelaku, kata kerja, lalu sasaran, sama seperti bahasa Indonesia. Keterangan waktu dan tempat bisa berdiri di depan atau di belakang. Karena susunannya akrab, peserta bisa fokus pada pemilihan ragam kata tanpa dipusingkan urutan.

Kata tanya dan penyangkalan

Kata tanya berpasangan seperti sapa dan sinten, pira dan pinten, ngendi dan pundi, piye dan pripun. Penyangkalan memakai ora untuk kata kerja dan sifat, dudu untuk kata benda, dengan pasangan krama boten dan sanes. Salah pilih di sini membuat kalimat terdengar janggal walau kosakatanya benar.

Ragam Suroboyoan yang dipakai tutor di sesi percakapan

Bahasa Jawa yang hidup di Surabaya punya warna sendiri. Orang menyebutnya ragam Arek atau Suroboyoan: tempo bicaranya cepat, kalimatnya terus terang, dan basa-basi dipangkas pendek. Ngoko dipakai lebih luas di sini, termasuk kepada orang yang baru dikenal bila usianya sepantaran. Nada terus terang itu menandakan kedekatan, dan orang Surabaya sendiri membacanya sebagai tanda akrab.

Sebagian kata di kota ini juga khas. Gak menggantikan ora, kon dipakai untuk menyebut lawan bicara yang akrab, arek berarti anak atau orang, cak menjadi sapaan untuk laki-laki yang lebih tua sedikit, dan rek menutup kalimat sebagai seruan. Kata sampeyan dipakai luas sebagai sapaan sopan sehari-hari, sementara panjenengan disimpan untuk orang yang lebih dihormati. Ada pula kata yang menjebak pendatang: mari di sini berarti selesai atau sembuh.

Wilayah lain di Jawa Timur berbicara dengan warna yang berlainan; daerah Mataraman di barat provinsi terdengar lebih dekat dengan ragam baku yang diajarkan di sekolah. Tutor menyebut selisih itu apa adanya, tanpa menempatkan satu ragam di atas ragam lain, lalu melatih peserta memakai ragam yang ia butuhkan tiap hari.

Les Bahasa Jawa untuk muatan lokal jenjang SD sampai SMA

Bahasa Jawa berdiri sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Jawa Timur, dari jenjang SD sampai SMA dan SMK. Banyak keluarga di kota berbahasa Indonesia di rumah, sehingga anak bertemu krama pertama kali justru di buku pelajaran. Dari situ lahir keluhan yang sering kami dengar: anak lancar berbicara ngoko dengan temannya, lalu berhenti begitu diminta menuliskan kalimat krama.

Bentuk soal yang lazim muncul di ulangan berkisar pada beberapa hal: mengubah kalimat ngoko menjadi krama, memilih sapaan yang tepat untuk situasi tertentu, membaca teks pendek lalu menjawab pertanyaannya, menulis paragraf atau surat sederhana dalam krama, dan menjelaskan arti paribasan. Tutor melatih tiap bentuk itu memakai buku serta lembar kerja dari sekolah anak Anda, jadi yang dikerjakan di sesi sama dengan yang diminta gurunya.

Kami mendampingi persiapannya tanpa menjanjikan angka tertentu di rapor. Yang bisa kami jaga tempo latihannya: tiap sesi menutup dengan catatan bagian mana yang sudah lancar dan bagian mana yang perlu diulang pekan depan.

Les Bahasa Jawa untuk peserta dewasa yang tinggal di Surabaya

Peserta dewasa datang dengan alasan yang lebih spesifik daripada pelajar. Ada menantu baru yang ingin menjawab pertanyaan mertua tanpa menunggu suaminya menerjemahkan. Ada karyawan yang pindah tugas ke Surabaya dan mendapati rapat berjalan setengah berbahasa Jawa. Ada pemilik usaha yang pelanggannya sebagian besar lebih tua. Ada pula warga asli yang paham saat mendengar tetapi ragu saat harus menjawab dengan krama.

Untuk mereka, materi disusun dari peristiwa yang benar-benar akan datang: kunjungan ke rumah orang tua pasangan, kondangan, arisan, kerja bakti kampung, menjenguk tetangga yang sakit, dan melayat. Tiap peristiwa punya urutannya sendiri, mulai dari salam pembuka, menerima suguhan dengan halus, menanyakan kabar keluarga, sampai berpamitan tanpa terkesan terburu-buru.

Karena kebutuhannya percakapan, sesi peserta dewasa berjalan sebagai dialog dua arah. Tutor mengambil peran mertua, tetangga, atau pelanggan, lalu peran itu ditukar supaya peserta terbiasa mendengar sekaligus menjawab. Rekaman pendek dari sesi kerap dipakai peserta untuk mengulang di perjalanan menuju kantor.

Sorotan

Latihan mandiri di antara jadwal les yang dianjurkan tutor

Empat latihan pendek yang menjaga hasil sesi tetap melekat sepanjang pekan.

Dengarkan satu percakapan tiap hari

Sepuluh menit cukup: obrolan keluarga, siaran berbahasa Jawa, atau rekaman dialog dari sesi sebelumnya. Sasarannya melatih telinga menangkap ragam yang dipakai penutur, sebelum peserta menirukannya. Tutor menandai satu hal yang perlu diperhatikan tiap pekan supaya kegiatan mendengarkan punya arah.

Baca satu teks pendek tiap pekan

Teks disiapkan tutor sesuai tingkat peserta, panjangnya cukup satu halaman. Membaca bersuara melatih bunyi dh, th, dan vokal a sekaligus menambah kata baru dalam kalimat utuh. Kata yang belum dikenal ditandai untuk dibahas di pertemuan berikutnya.

Pakai satu ragam kepada satu orang

Pilih satu lawan bicara nyata untuk sepekan, misalnya penjual langganan atau tetangga sebelah, lalu pakai satu ragam kepadanya secara konsisten. Latihan ini memindahkan kemampuan dari ruang belajar ke percakapan sungguhan, dan peserta melaporkan hasilnya di sesi berikutnya.

Tambah lima pasang kata tiap pekan

Lima pasang terasa ringan dan bertahan. Catatan pasangan kata dari sesi dibuka dua kali dalam sepekan, sekali di awal dan sekali menjelang pertemuan berikutnya. Peserta yang menjaga ritme ini biasanya sudah memegang ratusan kata dalam beberapa bulan.

Biaya les Bahasa Jawa per sesi dan pilihan durasinya

Biaya mulai Rp126.100 per sesi. Angka itu berlaku untuk pelajar jenjang SD dengan sesi 60 menit, delapan sesi sebulan, dan tutor yang datang ke rumah di Surabaya. Jenjang yang lebih tinggi dan peserta dewasa berada di atasnya, sampai Rp298.100 per sesi untuk sesi 90 menit. Durasi 90 menit banyak dipilih peserta dewasa karena satu percakapan panjang, misalnya simulasi kunjungan ke rumah mertua dari salam sampai pamit, memang menuntut waktu yang utuh.

Belajar di co-learning space partner menambah Rp15.000 per sesi. Dua titiknya NextSpace Kenjeran di Tambaksari dan Union Space Sidosermo di Wonocolo. Sesi yang berjalan di rumah peserta tak menanggung tambahan itu, dan sesi online meniadakan biaya perjalanan tutor.

Nominal per sesi dibicarakan terbuka sebelum pertemuan pertama, lengkap dengan jumlah sesi sebulan dan durasinya, sehingga tak ada tambahan yang muncul di tengah program. Peserta yang menaikkan frekuensi menjelang acara keluarga bisa menurunkannya kembali sesudah acara itu lewat.

Sesi bisa diambil setiap hari, mulai pukul 07.00 sampai 21.00. Pelajar umumnya mengambil jam sore sesudah kegiatan sekolah, sementara peserta dewasa banyak memilih malam hari atau akhir pekan. Jam sesi ditetapkan di awal, dan peserta yang perlu menggeser jadwal cukup mengabari tim kami sehari sebelumnya supaya tutor bisa mengatur ulang rutenya.

Tutor Bahasa Jawa Edubia menjangkau 31 kecamatan Kota Surabaya serta 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo. Alamat di luar kedua wilayah itu tetap berjalan lewat sesi online dengan materi dan catatan yang sama. Peserta yang sedang bertugas di kota lain kerap memakai jalur ini beberapa pekan, lalu kembali ke sesi tatap muka begitu ia pulang.

Yang perlu diketahui

Jadwal les dan wilayah yang dijangkau tutor Bahasa Jawa

Surabaya Timur

Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, dan Tambaksari. Permintaan dari sini datang dari dua kelompok sekaligus: keluarga yang anaknya menempuh muatan lokal, serta pekerja pendatang yang tinggal di sekitar kawasan kampus.

Surabaya Pusat

Tegalsari, Genteng, Bubutan, dan Simokerto. Sesi di wilayah ini banyak diambil malam hari sesudah jam kerja, dengan tutor yang datang ke rumah ataupun ke tempat tinggal sementara peserta.

Surabaya Barat

Lakarsantri, Sambikerep, Tandes, Benowo, dan Pakal. Jarak antar rumah di sini lebih lebar, jadi jam sesi ditetapkan sejak awal supaya rute tutor tersusun rapi sepanjang pekan.

Surabaya Selatan

Wonokromo, Wonocolo, Jambangan, Gayungan, dan Dukuh Pakis. Sebagian peserta di wilayah ini memilih Union Space Sidosermo di Wonocolo sebagai tempat sesi, terutama yang rumahnya sedang ramai.

Kabupaten Sidoarjo

Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, dan Krian. Peserta dewasa di wilayah ini kerap meminta sesi akhir pekan, terutama saat sedang menyiapkan diri untuk acara keluarga besar.

Sesi pertama les Bahasa Jawa: cara tutor memetakan kemampuan

Pertemuan pertama dibuka dengan percakapan, tanpa buku. Tutor menanyakan kabar, asal keluarga, kegiatan harian, dan siapa saja yang biasa diajak berbicara. Dari jawaban itu tutor sudah bisa membaca tiga hal sekaligus: ragam mana yang sudah dipegang peserta, bunyi mana yang masih tertukar, dan kalimat mana yang selalu ia hindari.

Hasilnya disusun menjadi urutan materi yang dibicarakan langsung dengan peserta atau dengan orang tua bila pesertanya masih sekolah. Peserta yang sudah lancar dengan ngoko akan didorong lebih cepat ke krama; peserta yang mulai dari nol menghabiskan beberapa sesi pertama di sapaan, angka, dan kalimat harian sebelum ragam kedua diperkenalkan.

Kalau cara mengajar tutornya kurang cocok, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Catatan kemajuan ikut berpindah ke tutor penerus, termasuk daftar pasangan kata yang sudah dilatih dan bagian bunyi yang masih perlu diulang, sehingga peserta tak mengulang dari awal.

Pendaftaran dibuat sependek mungkin supaya peserta bisa cepat sampai ke sesi pertama. Yang kami butuhkan di awal cuma dua hal: siapa yang belajar dan untuk keperluan apa Bahasa Jawa itu dipakai. Dari dua jawaban itu tim kami sudah bisa menentukan ragam yang perlu didahulukan dan tutor seperti apa yang cocok mendampingi.

Jarak dari percakapan pertama sampai sesi perdana umumnya satu sampai lima hari kerja, tergantung wilayah dan jam yang diminta.

Poin penting

Cara mendaftar les privat Bahasa Jawa di Surabaya

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Ceritakan kebutuhan berbahasa Anda

    Hubungi tim kami lewat WhatsApp atau isi formulir pendaftaran. Sebutkan siapa yang belajar, kepada siapa Bahasa Jawa akan dipakai, dan tenggat bila ada, misalnya acara keluarga atau ulangan muatan lokal.

  2. Ikuti penilaian awal 20 menit

    Percakapan singkat bersama tutor untuk mengukur ragam yang sudah dikuasai, bunyi yang masih tertukar, dan kosakata yang sudah dipegang. Hasilnya menjadi dasar urutan materi sesi-sesi pertama.

  3. Terima tutor yang kami cocokkan

    Kami memilihkan tutor yang ragam bahasanya sejalan dengan lingkungan peserta sehari-hari, lalu mengabarkan jadwal yang tersedia. Peserta menentukan hari, jam, dan tempat sesi.

  4. Jalani sesi pertama di tempat pilihan Anda

    Tutor datang ke rumah, ke co-learning space partner, atau membuka sesi online. Pertemuan pertama sudah berisi percakapan, sebab bahasa hanya melekat lewat pemakaian.

  5. Baca catatan kemajuan tiap pertemuan

    Sesudah sesi, peserta menerima catatan berisi pasangan kata yang dilatih, bagian yang sudah lancar, dan bagian yang perlu diulang. Catatan itu ikut berpindah bila tutor diganti.

Tanya jawab

Sebelum daftar les bahasa Jawa, apa yang perlu ditanyakan?

Anak saya kelas 4 SD dan pelajaran Bahasa Jawa di sekolahnya sudah memakai krama. Tutor mulai dari mana?

Tutor mulai dari percakapan yang sudah dikenal anak Anda di rumah, lalu memasangkannya dengan bentuk krama satu per satu. Sesi pertama dipakai memeriksa kata apa saja yang sudah ia pegang dari pergaulan, sebab hampir semua anak Surabaya membawa sebagian ngoko tanpa pernah diajari. Materi sekolahnya kemudian dikerjakan memakai buku dan lembar tugas yang ia bawa sendiri.

Saya menantu baru dan sering diam saat berkumpul dengan keluarga suami. Berapa lama sampai bisa menjawab dengan krama?

Peserta yang berlatih dua sesi sepekan umumnya sudah bisa menjawab sapaan, menanyakan kabar, dan berpamitan dengan krama alus dalam delapan sampai dua belas pertemuan. Lamanya bergantung pada seberapa sering ragam itu dipakai di luar sesi. Peserta yang mencoba satu kalimat krama di tiap kunjungan biasanya bergerak lebih cepat daripada yang menyimpannya sampai merasa siap.

Tutor mengajar dengan ragam Suroboyoan atau ragam baku?

Keduanya, dengan porsi yang mengikuti kebutuhan peserta. Tutor Edubia di Surabaya terbiasa dengan ragam Jawa Timuran yang dipakai sehari-hari di kota ini, termasuk sapaan cak dan rek serta pemakaian sampeyan yang lazim di sini. Krama yang dilatih tetap krama yang dipakai di acara keluarga dan diminta sekolah, sebab di situlah ragam terus terang khas Surabaya perlu ditinggalkan sejenak.

Berapa biaya les privat Bahasa Jawa per sesi?

Biaya mulai Rp126.100 per sesi untuk pelajar jenjang SD dengan sesi 60 menit, delapan sesi sebulan, dan tutor yang datang ke rumah. Peserta dewasa yang memilih sesi 90 menit berada di kisaran atas sampai Rp298.100 per sesi. Belajar di co-learning space partner menambah Rp15.000 per sesi, dan seluruh angkanya disepakati sebelum pertemuan pertama.

Berapa lama satu sesi dan berapa kali dalam sepekan?

Sesi baku berjalan 60 menit, sementara peserta dewasa kerap memilih 90 menit supaya satu percakapan panjang tuntas dilatih dari pembuka sampai penutup. Ritme yang kami anjurkan dua sesi sepekan ditambah latihan pendek harian di rumah. Peserta yang menyiapkan acara keluarga tertentu kadang menaikkan frekuensi beberapa pekan, lalu kembali ke ritme semula.

Wilayah mana saja yang dijangkau tutor Bahasa Jawa?

Tutor menjangkau 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Gubeng, Tambaksari, dan Sukolilo sampai Lakarsantri dan Benowo, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, Buduran, dan Sedati. Alamat di luar kedua wilayah itu tetap terlayani lewat sesi online dengan materi dan catatan yang sama.

Saya belum bisa berbahasa Jawa sama sekali. Boleh mulai dari nol?

Boleh, dan kelompok peserta ini justru sering datang: warga yang lahir di Surabaya tetapi berbahasa Indonesia di rumah, serta pendatang yang baru pindah kerja. Tutor mulai dari sapaan, angka, dan kalimat harian dalam ngoko, lalu memasangkannya dengan bentuk krama begitu peserta nyaman menyusun kalimat sendiri tanpa dibantu contoh.

Bisakah sesi berjalan online kalau saya sedang berada di luar kota?

Bisa. Latihan Bahasa Jawa bertumpu pada percakapan dan koreksi bunyi, dan keduanya tetap berjalan lewat sesi online. Tutor mengirim naskah dialog serta daftar pasangan kata sebelum sesi, lalu peserta membacanya bergantian dengan tutor. Banyak peserta memakai jalur ini selama bertugas di luar Surabaya, lalu kembali ke sesi tatap muka begitu pulang.

Apakah materi bisa difokuskan ke persiapan ulangan muatan lokal?

Bisa. Tutor bekerja memakai buku dan lembar kerja dari sekolah anak Anda, lalu melatih bentuk soal yang lazim muncul: mengubah kalimat ngoko menjadi krama, memilih sapaan yang tepat untuk situasi tertentu, menjawab pertanyaan bacaan, dan menulis paragraf pendek berbahasa krama. Kami mendampingi persiapannya tanpa menjanjikan angka tertentu di rapor.

Apakah aksara Jawa ikut diajarkan di program ini?

Program ini menggarap bahasa lisan dan tulisan berhuruf Latin: tingkat tutur, kosakata, tata bahasa, dan percakapan sehari-hari. Aksara Jawa memang ada di muatan lokal sekolah, dan bila anak Anda membutuhkan pendampingan pada bagian itu, sampaikan saat konsultasi supaya tim kami menyiapkan tutor yang tepat untuk kebutuhan tersebut.

Bagaimana kalau cara mengajar tutornya kurang cocok?

Sampaikan kepada tim kami dan tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Catatan kemajuan peserta ikut berpindah ke tutor penerus, termasuk daftar pasangan kata yang sudah dilatih serta bagian bunyi yang masih perlu diulang, sehingga sesi berikutnya menyambung dari titik terakhir peserta.

Orang tua boleh ikut menyimak sesi anaknya?

Boleh, dan di program bahasa kehadiran orang tua sering membantu. Banyak keluarga memakai sesi itu untuk menyepakati satu ragam yang dipakai di rumah, misalnya krama saat menyapa kakek dan nenek. Anak yang mendengar orang tuanya memakai ragam yang sama akan lebih cepat terbiasa daripada anak yang hanya bertemu krama di buku pelajaran.

Saya melayani pelanggan yang kebanyakan lebih tua. Materinya bisa disesuaikan?

Bisa. Tutor menyusun dialog dari situasi yang benar-benar Anda hadapi: menyambut tamu, menawarkan bantuan, menyampaikan kabar yang kurang menyenangkan, dan berpamitan. Ragam yang dilatih krama lugu sampai krama alus, sebab pelanggan yang lebih tua umumnya mengharapkan sapaan hormat sekalipun percakapannya singkat.

Anak saya lahir di Surabaya tetapi di rumah kami berbahasa Indonesia. Apakah dia tertinggal?

Keadaan itu lazim di banyak keluarga Surabaya hari ini, dan anak yang mulai dari nol tetap bisa mengikuti muatan lokal di sekolahnya. Yang dibutuhkan latihan berbicara yang rutin bersama satu orang tetap, dan itulah yang dikerjakan tutor tiap sesi lewat dialog dua arah. Hafalan daftar kata berjalan di belakangnya sebagai pelengkap.

Bagaimana cara memulai les Bahasa Jawa di Edubia?

Hubungi tim kami lewat WhatsApp atau isi formulir pendaftaran, lalu ceritakan siapa yang belajar dan untuk keperluan apa. Kami menjadwalkan penilaian awal 20 menit, memilihkan tutor yang ragam bahasanya cocok dengan lingkungan Anda, lalu menetapkan jam sesi pertama. Jarak dari percakapan pertama sampai sesi perdana umumnya satu sampai lima hari kerja.

Mulai Sekarang

Mulai les bahasa Jawa sekarang

Ceritakan target bahasa Jawa Anda, kami carikan tutor yang pas di Surabaya. Tanpa komitmen di awal.

  • 2.500+ tutor terverifikasi
  • 1.200+ siswa didampingi
  • 4,9/5 rating ulasan