Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai Lanjutan

Les Produksi Musik di Surabaya

Les produksi musik Edubia Surabaya mendampingi Anda menyusun lagu lapis demi lapis di garis waktu, dari rekaman awal sampai penyelesaian akhir. Sesi 90 menit, satu tutor satu peserta, di rumah atau daring, memakai perangkat milik Anda sendiri.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ peserta didampingi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Les Produksi Musik di Surabaya

Apa itu Les Produksi Musik di Surabaya?

Les produksi musik Edubia Surabaya mendampingi Anda menyusun lagu lapis demi lapis di garis waktu, dari rekaman awal sampai penyelesaian akhir. Sesi 90 menit, satu tutor satu peserta, di rumah atau daring, memakai perangkat milik Anda sendiri.

Konsultasi dan Daftar

Serba-serbi Program

Lembaga penyelenggara
Edubia, les privat personal di Surabaya dan kota tetangganya
Materi yang dipelajari
Penyusunan jalur di garis waktu, tempo dan kisi ketukan, rekaman mikrofon, alat bunyi perangkat lunak, penyeimbangan volume, penempatan kiri-kanan, penyaring frekuensi, pemampat dinamika, gema dan tunda, penyelesaian akhir
Tutor pengampu
Praktisi produksi musik yang lolos seleksi, wawancara, dan uji materi Edubia
Format Sesi
Satu tutor satu peserta, di rumah peserta, di co-learning space, atau daring
Durasi sesi
90 menit per pertemuan
Ritme jadwal
4 sesi atau 8 sesi per bulan, jam disepakati bersama tim penjadwalan
Biaya per sesi
Mulai Rp209.300 sampai Rp303.800, menurut jenjang peserta
Tambahan co-learning space
Rp15.000 per sesi di ruang belajar Tambaksari atau Wonocolo
Perangkat peserta
Komputer atau laptop, headphone tertutup, dan kartu suara ringkas kalau merekam
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya, termasuk Gubeng, Rungkut, Tegalsari, Lakarsantri, dan Kenjeran, serta 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
Tingkat awal peserta
Pemula tanpa pengalaman rekaman sampai peserta yang sudah punya proyek berjalan
Penanganan risiko
Penggantian tutor tanpa biaya tambahan bila cara mengajarnya tak cocok
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Perjalanan belajar

Dari proyek kosong sampai lagu siap dibagikan

Urutan berikut menggambarkan program lagu penuh dengan ritme empat sesi sebulan. Peserta yang datang membawa rekaman jadi memulai dari tahap keempat, dan tim penjadwalan menyusun ulang milestonenya sebelum sesi pertama.

  1. 01

    Pendataan perangkat dan tujuan

    Sebelum sesi 1

    Sebelum tutor berangkat, perangkat lunak, kartu suara, headphone, dan jenis musik yang dituju dicatat. Dari catatan itu tutor menyusun urutan sesi yang benar-benar bisa dijalankan di layar Anda.

  2. 02

    Kerangka waktu terpasang

    Sesi 1 sampai 2

    Tempo terkunci, penanda bagian pembuka sampai penutup terpasang, dan jalur ketukan pertama berjalan tanpa mengganggu saat diputar berulang.

  3. 03

    Bunyi mulai masuk

    Sesi 3 sampai 6

    Bas dan pengiring dipasang, lalu perekaman mikrofon dimulai di sudut kamar yang sudah dipilih. Beberapa pengambilan disimpan supaya bagian terbaiknya bisa disambung.

  4. 04

    Campuran mulai terbaca

    Sesi 6 sampai 8

    Volume ditata dari nol dan posisi kiri-kanan ditentukan. Pada tahap ini lagu sudah enak diputar utuh, meski belum satu perkakas pengolah pun terpasang.

  5. 05

    Perapian dengan perkakas

    Sesi 8 sampai 11

    Penyaring frekuensi memotong yang tak terpakai, pemampat merapikan naik turun volume, gema dan tunda menambah kedalaman secukupnya di jalur terpilih.

  6. 06

    Penyelesaian dan pemeriksaan

    Sesi 12

    Kenyaringan dinaikkan ke tingkat lazim, lagu diperiksa di headphone serta dua pengeras suara berbeda, dan berkas akhir disimpan berikut salinan cadangan.

Susunan Materi

Isi kurikulum les produksi musik Edubia

Sebelas pokok di bawah berjalan menurut urutan, sebab yang dikerjakan hari ini menjadi bahan pokok berikutnya. Kolom jebakan berisi kekeliruan yang benar-benar berulang di proyek peserta baru, dan kolom pendampingan berisi cara tutor menanganinya di sesi berjalan.

  1. 1

    Garis waktu dan susunan jalur

    Sesi 1

    Yang dibahas. Membaca tampilan garis waktu, menambah jalur, memberi nama, dan menentukan urutan masuknya tiap bunyi.

    Jebakan umum. Semua bunyi ditumpuk di satu jalur, sehingga satu perubahan kecil memaksa seluruh bagian direkam ulang.

    Cara tutor. Tutor memecah proyek contoh peserta menjadi jalur terpisah di depan matanya, lalu memintanya mengulang pemecahan itu di proyek berikutnya.

  2. 2

    Tempo dan kisi ketukan

    Sesi 1 sampai 2

    Yang dibahas. Menetapkan ketukan per menit, memasang penanda bagian lagu, dan menempelkan bunyi tepat di kisi.

    Jebakan umum. Tempo ditetapkan sesudah beberapa jalur terekam, sehingga seluruh rekaman lama meleset dari kisi.

    Cara tutor. Sesi pertama selalu ditutup dengan tempo dan penanda bagian yang sudah terkunci, sebelum satu bunyi pun direkam.

  3. 3

    Geseran manusiawi di luar kisi

    Sesi 3 sampai 4

    Yang dibahas. Menggeser bunyi beberapa milidetik ke depan atau ke belakang garis supaya lagu terdengar bernapas.

    Jebakan umum. Geseran dilakukan serampangan di semua jalur, dan lagu berubah jadi terasa goyah.

    Cara tutor. Latihan dibatasi pada satu jalur perkusi lebih dulu, dengan perbandingan sebelum dan sesudah pada volume yang disamakan.

  4. 4

    Perekaman mikrofon di kamar rumah

    Sesi 4 sampai 6

    Yang dibahas. Memilih sudut ruangan, mengatur jarak dan arah mikrofon, menetapkan tingkat masukan, dan menyusun beberapa pengambilan.

    Jebakan umum. Tingkat masukan dinaikkan terlalu tinggi supaya terdengar keras, dan hasilnya rusak sebelum sempat dicampur.

    Cara tutor. Tutor melatih peserta menyisakan ruang di tingkat masukan, lalu menaikkan volume belakangan di garis waktu.

  5. 5

    Alat bunyi dalam perangkat lunak

    Sesi 4 sampai 6

    Yang dibahas. Memilih warna bunyi, mengatur panjang not, dan menggambar melodi tanpa harus memainkannya secara langsung.

    Jebakan umum. Warna bunyi bawaan dipakai apa adanya di semua jalur, sehingga lagu terdengar seragam dari awal sampai akhir.

    Cara tutor. Peserta diminta menyiapkan tiga pilihan warna untuk satu melodi yang sama, lalu memilih bersama tutor sambil memutar lagu utuh.

  6. 6

    Penyeimbangan volume antar jalur

    Sesi 6 sampai 7

    Yang dibahas. Menata tuas volume dari nol, mendahulukan bas, dan menempatkan vokal terakhir supaya sisa tempatnya terlihat.

    Jebakan umum. Perkakas pengolah dipasang sebelum volume duduk, sehingga masalah volume ditutupi oleh alat yang salah.

    Cara tutor. Tutor mengunci sesi penyeimbangan hanya dengan tuas volume, dan hasilnya disimpan sebagai versi pembanding.

  7. 7

    Penempatan bunyi kiri dan kanan

    Sesi 7 sampai 8

    Yang dibahas. Menentukan posisi tiap jalur di antara dua telinga, menjaga titik tengah, dan memeriksa hasilnya dalam satu kanal.

    Jebakan umum. Terlalu banyak bunyi ditumpuk di titik tengah, dan campuran terasa sempit meski tiap jalurnya terdengar bagus sendiri.

    Cara tutor. Pemeriksaan satu telinga dan pemeriksaan gabungan dijalankan tiap kali posisi berubah, sebagai kebiasaan tetap.

  8. 8

    Penyaring frekuensi

    Sesi 8 sampai 9

    Yang dibahas. Memotong bagian yang tak terpakai di tiap jalur supaya jalur lain punya tempat, lalu menilai hasilnya dengan telinga.

    Jebakan umum. Naluri menambah dituruti di semua jalur, dan lagu berubah penuh sesak tanpa satu bunyi yang menonjol.

    Cara tutor. Tampilan grafik ditutup selama latihan, sehingga keputusan potong diambil dari apa yang terdengar.

  9. 9

    Pemampat dinamika

    Sesi 9 sampai 10

    Yang dibahas. Mengecilkan bagian keras, menahan rentang keras dan pelan, serta menilai seberapa banyak sudah cukup.

    Jebakan umum. Pemampatan dipasang berat di setiap jalur, dan lagu terdengar mendatar sepanjang tiga menit.

    Cara tutor. Perkenalan dibatasi satu jalur vokal, dengan perbandingan menyala dan mati pada volume yang disamakan.

  10. 10

    Gema dan tunda

    Sesi 10 sampai 11

    Yang dibahas. Menambah kesan jarak, memilih panjang gema, dan mengatur pengulangan tunda supaya tak mengaburkan kalimat.

    Jebakan umum. Gema panjang dipasang di banyak jalur, dan vokal terdengar jauh seakan dinyanyikan dari ujung aula.

    Cara tutor. Aturan kerja yang dipakai sederhana: tambahkan sampai terdengar jelas, lalu kurangi sedikit sebelum sesi ditutup.

  11. 11

    Penyelesaian akhir dan penamaan berkas

    Sesi 12

    Yang dibahas. Menaikkan kenyaringan ke tingkat lazim tanpa mendatarkan rentang, menyimpan versi bertanggal, dan menyusun salinan cadangan.

    Jebakan umum. Kenyaringan dinaikkan habis di menit terakhir, dan seluruh naik turun yang dibangun sebelas sesi ikut hilang.

    Cara tutor. Tutor membandingkan versi yang sudah dinaikkan dengan versi campuran mentah pada volume sama, lalu memutuskan bersama peserta.

Yang membedakan

Keunggulan les produksi musik di Surabaya

Pendataan perangkat sebelum berangkat

Perangkat lunak, kartu suara, dan headphone peserta dicatat lebih dulu supaya langkah yang diajarkan benar-benar bisa dijalankan di layar peserta.

Proyek setengah jadi dibuka tiap pertemuan

Sesi selalu berangkat dari berkas yang sudah ada, sehingga pekerjaan pekan lalu tersambung dan tak ada yang dimulai dari nol dua kali.

Latihan telinga sebelum latihan perkakas

Peserta dilatih mendengar selisih volume dan warna bunyi lebih dulu, baru dikenalkan pada perkakas yang mengubahnya.

Sesi daring yang berjalan utuh

Bahan pelajaran berbentuk berkas, jadi pertemuan jarak jauh tetap bisa membuka proyek, memutar ulang, dan menandai jalur bermasalah.

Penamaan berkas diajarkan sejak awal

Versi bertanggal, jalur bernama, dan salinan cadangan dipasang sejak sesi pertama supaya proyek tetap bisa disunting berbulan kemudian.

Batas hak cipta dinyatakan terus terang

Peserta diajari membuat bunyinya sendiri dan membaca ketentuan pustaka bunyi berlisensi, tanpa jalan pintas yang berisiko.

Hasil Terukur

Ukuran kerja les produksi musik Edubia

90 menit
Panjang satu sesi produksi musik
10 sampai 14
Sesi yang lazim dipakai sampai satu lagu selesai
49 kecamatan
Wilayah layanan di Surabaya dan kota tetangganya
3 perangkat
Alat dengar yang diperiksa sebelum lagu dinyatakan jadi

Pilihan belajar

Les produksi musik privat, bimbel grup, atau belajar sendiri?

Pilihan terbaik

Les Produksi Musik Privat Edubia

Di tempat pilihan Anda, Surabaya

  • Perhatian tutor saat belajar produksi musik : Penuh, satu untuk satu
  • Materi produksi musik disesuaikan level peserta
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Belajar produksi musik di tempat Anda, Surabaya
  • Assessment kebutuhan produksi musik di awal
  • Tutor produksi musik bisa diganti tanpa ribet

Bimbel Produksi Musik Grup

  • Perhatian tutor saat belajar produksi musik : Terbagi ke banyak peserta
  • Materi produksi musik disesuaikan level peserta
  • Perkembangan dipantau tiap sesi : Sesekali
  • Belajar produksi musik di tempat Anda, Surabaya
  • Assessment kebutuhan produksi musik di awal
  • Tutor produksi musik bisa diganti tanpa ribet

Belajar Produksi Musik Sendiri

  • Perhatian tutor saat belajar produksi musik : Tanpa pendamping
  • Materi produksi musik disesuaikan level peserta
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Belajar produksi musik di tempat Anda, Surabaya
  • Assessment kebutuhan produksi musik di awal
  • Tutor produksi musik bisa diganti tanpa ribet

Kecocokan program

Siapa yang terbantu les produksi musik ini

Peserta yang cocok

  • Penyanyi atau pemain alat musik yang ingin merekam karyanya sendiri di rumah
  • Pembuat konten yang butuh musik latar buatan sendiri untuk menghindari urusan izin
  • Pelajar SMA di Surabaya yang sudah menggambar melodi di layar dan bingung merapikan campurannya
  • Mahasiswa dan pekerja yang punya proyek setengah jadi dan tak pernah sampai versi akhir
  • Peserta yang sudah punya rekaman jadi dan hanya ingin belajar menyeimbangkan serta menyelesaikannya
  • Guru musik atau pengiring ibadah yang ingin membuat iringan sendiri untuk keperluan rutin

Yang Anda dapatkan

Isi paket les privat produksi musik

  • Sesi 90 menit satu lawan satu Tutor bekerja di proyek Anda sendiri, di rumah, di co-learning space Edubia, atau lewat sesi daring.
  • Pendataan perangkat sebelum mulai Perangkat lunak, kartu suara, dan headphone dicatat lebih dulu supaya langkah pertama tak tersendat urusan teknis.
  • Berkas proyek yang tersusun rapi Jalur bernama, versi bertanggal, dan salinan cadangan yang membuat proyek tetap bisa disunting berbulan kemudian.
  • Latihan telinga tiap pertemuan Perbandingan sebelum dan sesudah pada volume yang disamakan, supaya keputusan diambil dari apa yang terdengar.
  • Catatan pekerjaan lanjutan Tiap sesi ditutup dengan satu pekerjaan yang bisa Anda kerjakan sendiri sebelum pertemuan berikutnya.
  • Pemeriksaan di tiga alat dengar Headphone, pengeras suara laptop, dan pengeras suara ponsel, supaya campuran tak hanya enak di satu tempat.
  • Panduan hak cipta yang terus terang Cara membuat bunyi sendiri dan cara membaca ketentuan pustaka bunyi berlisensi, tanpa jalan pintas berisiko.
  • Penggantian tutor tanpa biaya baru Bila cara mengajarnya tak cocok, tim Edubia mencarikan pengampu lain dan proyek Anda dilanjutkan dari versi terakhir.

Apa yang dikerjakan tutor di sesi les produksi musik

Produksi musik berjalan di atas satu garis waktu. Sebuah lagu berdiri dari beberapa jalur yang jalan bersamaan: satu jalur menampung ketukan, satu menampung bas, satu lagi gitar atau papan tuts, dan satu lagi vokal. Pekerjaan seorang produser adalah memutuskan jalur mana masuk pada detik ke berapa, lalu menahan sisanya sampai gilirannya tiba.

Sifat itulah yang membuat produksi musik enak diajarkan pelan-pelan. Tiap lapis berdiri sendiri, jadi vokal yang meleset boleh direkam ulang tanpa membatalkan ketukan yang sudah rapi, dan bas yang terlalu tebal boleh dipelankan tanpa menyentuh gitar sedikit pun. Peserta yang terbiasa merekam sekali jadi untuk semua bunyi biasanya terkejut menemukan bahwa hampir tiap keputusan di sini masih bisa ditarik kembali di pertemuan berikutnya.

Karena itu sesi les di Edubia dibuka dengan cara yang sama tiap kali: proyek yang sedang berjalan dibuka, diputar sekali dari awal, lalu Anda dan tutor menyepakati satu lapis yang digarap hari itu. Sembilan puluh menit habis untuk satu lapis, dan ukuran itu memang wajar. Menumpuk tiga lapis sekaligus dalam satu pertemuan menghasilkan proyek ramai yang susah dirapikan pekan depan.

Urutan pemasangan jalur menentukan seberapa banyak pekerjaan ulang yang menunggu di belakang. Tutor produksi musik Edubia memasang jalur dari bawah ke atas, dimulai dari yang menahan waktu, lalu naik ke yang membawa melodi. Enam jalur berikut hampir selalu muncul di proyek pertama peserta, apa pun jenis musik yang dituju.

Poin penting

Susunan jalur yang tutor tata di sesi awal

Jalur ketukan

Rangka waktu lagu. Ia dipasang lebih dulu supaya jalur lain punya patokan kapan harus masuk dan kapan berhenti.

Jalur bas

Penyambung ketukan dengan nada. Volume dan panjang notnya menentukan lagu terdengar padat atau melompong di bagian bawah.

Jalur pengiring

Papan tuts, gitar, atau alat bunyi bawaan perangkat lunak. Di sinilah warna lagu ditentukan sebelum vokal masuk.

Jalur vokal utama

Direkam terpisah dari seluruh pengiring supaya panjang kalimat dan tarikan napas bisa disunting tanpa merusak jalur lain.

Jalur isian

Bunyi pendek yang muncul sesekali: petikan, tepukan tangan, atau dengung panjang. Ia menutup celah yang terasa kosong saat lagu diputar utuh.

Jalur pemandu

Hitungan atau nyanyian kasar yang dipakai sebagai patokan saat merekam, lalu dimatikan sebelum lagu disimpan sebagai versi jadi.

Tempo dan kisi ketukan di sesi awal les produksi musik

Sebelum satu nada masuk, tempo ditetapkan dulu. Angka ketukan per menit menentukan panjang tiap kotak di kisi, dan kisi itulah yang menahan seluruh jalur tetap sejajar. Selama tempo terpasang benar, bunyi yang direkam pada pekan berbeda tetap jatuh di tempat yang sama saat proyek diputar bersamaan.

Pemula biasanya menempelkan semua bunyi persis di garis kisi. Hasilnya rapi dan terdengar kaku, sebab pemain sungguhan tak pernah tepat di garis. Pukulan drum di ketukan kedua sering jatuh beberapa milidetik di belakang, petikan gitar sedikit mendahului, dan jarak sekecil itu yang membuat lagu terdengar bernapas. Tutor melatih telinga Anda mengenali selisih tersebut, lalu menggesernya sendiri di layar.

Latihan geser ini dikerjakan di sesi ketiga atau keempat, sesudah Anda terbiasa memasang bunyi tepat di kisi. Urutannya sengaja begitu: mengenal aturan lebih dulu, baru belajar melanggarnya dengan sadar. Sebagian peserta di Gubeng dan Sukolilo yang datang dari latar musik tradisional justru berangkat dari sisi sebaliknya, dan bagi mereka tutor membalik urutan latihannya.

Yang perlu diketahui

Keunggulan les privat produksi musik di rumah Anda

Tutor datang membawa telinga terlatih, sementara perangkat yang dipakai tetap milik Anda sendiri.

Unggulan utama

Proyek Anda sendiri yang dibuka

Sesi berjalan di atas berkas proyek milik Anda sendiri, lengkap dengan pengaturan yang sudah Anda pilih. Apa yang digarap hari ini masih utuh saat pekan berikutnya dimulai.

Perangkat didata sebelum sesi pertama

Jenis perangkat lunak, kartu suara, dan headphone Anda dicatat lebih dulu, sehingga tutor menyiapkan langkah yang memang bisa dijalankan di layar Anda.

Satu peserta satu tutor

Telinga tiap orang berbeda, dan koreksi campuran hampir mustahil dibagi ke banyak orang sekaligus. Perhatian tutor utuh untuk satu proyek.

Sesi daring berjalan penuh

Bahan pelajaran produksi musik berbentuk berkas, jadi sesi jarak jauh tetap bisa membuka proyek, memutar ulang, dan menandai jalur yang perlu diperbaiki.

Penggantian tutor tanpa biaya tambahan

Kalau cara mengajar tutor terasa tak cocok dengan telinga dan kebiasaan kerja Anda, tim Edubia mencarikan pengampu lain tanpa memungut biaya baru.

Merekam bunyi ruangan dan membangkitkan bunyi di kelas produksi musik

Ada dua cara bunyi masuk ke garis waktu, dan keduanya diajarkan berdampingan. Mikrofon menangkap apa yang benar-benar ada di ruangan: suara Anda, petikan gitar, sekaligus kipas angin dan sepeda motor yang lewat di depan rumah. Alat bunyi di dalam perangkat lunak bekerja terbalik. Ia membangkitkan bunyi yang tak pernah ada di kamar itu, dari papan tuts yang Anda tekan atau dari not yang Anda gambar sendiri di layar.

Perbedaan itu berujung pada perbedaan pekerjaan. Bunyi rekaman menuntut penataan ruang lebih dulu: mencari sudut kamar yang tak memantul, memberi jarak mikrofon dari dinding, dan menunggu jam sepi kalau rumah berada di jalur ramai seperti sebagian wilayah Wonokromo dan Sawahan. Bunyi bangkitan menuntut hal lain, yaitu pemilihan warna dan pengaturan panjang not supaya tak terdengar seragam.

Di jalur yang sama keduanya bertemu, dan di situlah pelajaran menjadi menarik. Vokal rekaman yang membawa suara kamar akan terdengar berjarak dengan papan tuts bangkitan yang bersih tanpa ruangan sama sekali. Menyatukan keduanya adalah pekerjaan beberapa sesi, dan tutor menuntun Anda satu langkah tiap pertemuan.

Produksi musik berjalan di perangkat milik peserta sendiri, jadi pendataan dikerjakan sebelum tutor berangkat. Daftar di bawah bukan belanjaan wajib. Sebagian besar peserta memulai dengan tiga butir pertama saja, lalu menambah sisanya sesudah tahu bagian mana yang benar-benar menghambat pekerjaannya.

Ringkasnya

Perangkat yang peserta siapkan sebelum sesi pertama

Komputer atau laptop

Mesin apa pun yang sanggup memutar sepuluh jalur bersamaan tanpa tersendat. Kapasitas simpan lebih menentukan daripada usia perangkat.

Headphone tertutup

Wajib dibawa peserta sendiri, sebab menyangkut telinga sendiri. Bentuk tertutup menahan bunyi pantul keluar saat merekam vokal.

Kartu suara ringkas

Penghubung mikrofon dan gitar ke komputer. Ia memangkas jeda antara memainkan not dan mendengarnya kembali di headphone.

Mikrofon satu arah

Menangkap suara dari depan dan menolak sebagian bunyi samping. Pilihan pertama yang masuk akal untuk kamar rumah biasa.

Sekat penyerap sederhana

Selimut tebal, rak berisi buku, atau busa di satu sisi dinding sudah menurunkan pantulan cukup banyak untuk rekaman vokal.

Pengeras suara pemantau

Ditambahkan belakangan, sesudah kebiasaan mendengar terbentuk. Ia memperlihatkan bagian bawah lagu yang sering luput di headphone.

Menyeimbangkan volume: pekerjaan pertama tiap sesi campuran

Sebelum menyentuh penyaring frekuensi atau pemampat dinamika, tutor meminta Anda menurunkan semua tuas volume sampai habis, lalu menaikkannya satu per satu sambil lagu diputar berulang. Bas naik dulu sampai terdengar wajar bersama ketukan. Pengiring menyusul. Vokal terakhir, sebab ia yang menentukan seberapa besar tempat yang tersisa untuk sisanya.

Cara itu terdengar terlalu sederhana untuk disebut pelajaran, dan justru di situ nilainya. Sebagian besar keluhan bahwa campuran terdengar keruh sebenarnya keluhan volume: bas dua desibel terlalu keras, vokal tiga desibel terlalu pelan, isian ramai yang seharusnya berada jauh di belakang. Peserta yang langsung memasang pemampat pada tahap ini biasanya menutupi masalah volume dengan perkakas yang tak dirancang untuk itu.

Tutor memberi satu latihan yang dipakai sepanjang program: seimbangkan seluruh lagu hanya dengan tuas volume, simpan versinya, lalu dengarkan esok hari dengan telinga yang sudah beristirahat. Banyak peserta menemukan bahwa versi tuas polos itu sudah cukup enak, dan sisanya tinggal rapi-rapi kecil.

Sesudah volume duduk, pekerjaan berikutnya adalah menentukan posisi tiap bunyi di antara telinga kiri dan telinga kanan. Dua bunyi yang duduk persis di titik yang sama akan saling menutupi, dan itu sebab umum campuran terasa sempit meski tiap jalurnya terdengar bagus saat disendirikan.

Detail

Penempatan bunyi kiri-kanan yang tutor latih bertahap

Titik tengah yang dijaga

Bas, ketukan bawah, dan vokal utama tinggal di tengah. Ketiganya membawa tenaga lagu, dan memindahnya ke samping membuat lagu goyah.

Sepasang gitar berseberangan

Dua rekaman gitar yang sama persis, satu ditempatkan agak ke kiri dan satu agak ke kanan, melebarkan lagu tanpa menambah volume.

Isian yang menepi

Tepukan, dengung, dan bunyi hiasan diletakkan agak jauh dari tengah supaya tak berebut tempat dengan vokal.

Uji satu telinga

Dengarkan campuran hanya lewat satu sisi headphone. Bunyi yang mendadak hilang biasanya menandakan penempatan yang terlalu ekstrem.

Pemeriksaan gabungan

Jadikan campuran satu kanal sesaat. Kalau ada bunyi yang lenyap, ada dua jalur yang saling meniadakan di titik yang sama.

Catatan posisi tiap jalur

Posisi kiri-kanan dicatat di lembar proyek, supaya campuran yang sudah enak bisa dibangun ulang kalau berkasnya bermasalah.

Menyaring frekuensi sejak sesi keempat les produksi musik

Penyaring frekuensi adalah perkakas yang mengubah hasil pemula lebih cepat daripada perkakas lain mana pun, dan sekaligus yang dipakai keliru lebih dulu. Naluri pertama hampir selalu menambah: menaikkan bagian atas supaya vokal terdengar jernih, menaikkan bagian bawah supaya bas terasa besar. Sesudah enam jalur diperlakukan begitu, lagu terdengar penuh sesak dan tak ada satu bunyi pun yang menonjol.

Yang tutor ajarkan adalah kebalikannya: memotong yang tak terpakai. Gitar tak butuh frekuensi di bawah delapan puluh hertz, dan memotongnya di situ memberi tempat kepada bas. Vokal tak butuh dengung di daerah dua ratus hertz, dan menurunkannya sedikit membuat kalimat terdengar lebih jelas tanpa menaikkan volume sama sekali.

Latihannya dikerjakan dengan telinga, sesudah tampilan grafik ditutup. Anda memutar jalur, menggeser potongan pelan-pelan, dan berhenti pada titik ketika bunyi mulai kehilangan tubuhnya. Titik itu berbeda di tiap lagu, jadi angka hafalan tak menolong banyak. Kemampuan mendengarnya yang menolong, dan itu tumbuh lewat pengulangan tiap pekan.

Pemampat dinamika dan gema dalam kurikulum les produksi musik

Pemampat dinamika mengecilkan bagian yang keras dan membiarkan bagian pelan lewat apa adanya, sehingga jarak antara bisikan dan teriakan menyempit. Vokal yang naik turun tajam jadi lebih rata dan mudah didengar sepanjang lagu. Dipakai berlebihan, perkakas yang sama menyetrika seluruh naik turun itu, dan lagu terdengar mendatar sepanjang tiga menit.

Tutor memperkenalkannya lewat satu jalur saja, biasanya vokal, dengan pengaturan pelan yang sengaja tak mencolok. Anda memutar lagu dua kali: sekali dengan pemampat menyala, sekali dengan pemampat mati, pada volume yang disamakan. Perbandingan itu yang mengajarkan seberapa banyak sudah cukup.

Gema dan tunda dipelajari sesudahnya, sebab keduanya menambah kesan jarak. Gema pendek menempelkan vokal ke ruangan kecil, gema panjang mendorongnya ke ruang besar, dan tunda mengulang kalimat beberapa saat kemudian. Terlalu banyak gema membuat vokal terdengar jauh, seakan dinyanyikan dari ujung aula. Aturan kerja yang dipakai di kelas sederhana: tambahkan sampai terdengar jelas, lalu kurangi sedikit.

Mendengar di banyak perangkat sebelum kelas produksi musik ditutup

Campuran yang terdengar enak di satu perangkat bisa berantakan di perangkat lain, dan itu bukan kegagalan telinga Anda. Headphone menyajikan bagian bawah jauh lebih lengkap daripada pengeras suara ponsel, sementara pengeras suara laptop hampir tak menyajikan bagian bawah sama sekali. Lagu yang basnya diatur hanya lewat headphone sering terdengar kosong begitu diputar dari ponsel.

Karena itu tiap sesi ditutup dengan pemeriksaan singkat di tiga tempat. Headphone dipakai untuk memastikan tak ada bunyi asing yang terselip. Pengeras suara laptop dipakai untuk memeriksa apakah vokal masih terdengar jelas ketika bagian bawah hilang. Pengeras suara ponsel dipakai untuk memeriksa apakah lagunya masih dikenali ketika disajikan seringkas itu.

Peserta yang belajar di co-learning space Edubia di Tambaksari atau Wonocolo memperoleh satu pemeriksaan tambahan, yaitu mendengar lagu di ruang yang lebih besar daripada kamar sendiri. Ruangan baru sering memunculkan dengung yang selama ini tersamar, dan menemukannya lebih awal memangkas pekerjaan ulang di sesi penyelesaian akhir.

Sesi tatap muka berlangsung di rumah peserta, sebab perangkat produksi musik memang duduk di meja peserta dan merepotkan kalau dipindah. Tutor Edubia menjangkau tiga puluh satu kecamatan di kota ini serta delapan belas kecamatan di Sidoarjo. Pengelompokan di bawah dipakai tim penjadwalan saat mencocokkan jam sesi dengan jarak tempuh tutor.

Catatan penting

Wilayah Surabaya yang dijangkau tutor produksi musik

Sisi timur kota

Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo. Wilayah kampus dan permukiman padat, dengan permintaan sesi malam yang tinggi.

Sisi selatan kota

Wonokromo, Wonocolo, Gayungan, Jambangan, Wiyung, dan Dukuh Pakis. Jalur ini biasanya dilayani tutor yang juga mengampu peserta Sidoarjo.

Pusat dan sekitarnya

Tegalsari, Bubutan, dan Simokerto. Kantor Edubia berada di Tegalsari, jadi pengaturan sesi pengganti di sini biasanya cepat selesai.

Sisi barat kota

Lakarsantri, Sambikerep, Benowo, Tandes, dan Sukomanunggal. Perjalanan tutor lebih panjang, sehingga sesi sore lebih mudah diatur daripada sesi siang.

Sisi utara kota

Tambaksari, Kenjeran, Krembangan, Semampir, dan Bulak. Rumah dekat jalan besar biasanya menjadwalkan rekaman vokal di jam malam.

Sidoarjo bagian utara

Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, Sukodono, dan Krian. Peserta di sini banyak yang memilih sesi daring untuk pertemuan campuran.

Biaya dan paket sesi les produksi musik

Biaya mulai Rp209.300 per sesi untuk peserta jenjang SMA dengan sesi 90 menit, empat sesi sebulan, dan tutor datang ke rumah. Peserta dewasa serta pekerja berada di angka Rp303.800 per sesi pada susunan yang sama. Selisihnya mengikuti jenjang peserta, sama seperti seluruh program privat Edubia, dan angka itu sudah memuat perjalanan tutor menuju alamat Anda.

Panjang 90 menit dipilih karena satu sesi produksi musik habis di tiga pekerjaan berurutan: membuka proyek yang tertunda dan memutarnya sekali, menggarap satu lapis, lalu menyimpan versi baru sambil mencatat pekerjaan berikutnya. Sesi 60 menit membuat langkah ketiga terpotong, dan proyek yang ditutup tanpa catatan hampir selalu menyita waktu ekstra pada pertemuan sesudahnya.

Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi, dan tambahan itu ditulis terpisah supaya terlihat jelas. Sesi daring memakai tarif yang lebih ringan karena tak ada perjalanan tutor di dalamnya. Rincian angka menurut jenjang, durasi, dan jumlah sesi bisa dihitung sendiri di kalkulator biaya Edubia sebelum Anda mendaftar.

Jam sesi produksi musik lebih lentur daripada program lain, sebab pekerjaannya tak menuntut ruang khusus selain meja Anda sendiri. Yang menentukan justru kebisingan rumah. Sesi berisi rekaman vokal biasanya digeser ke jam sepi, sedangkan sesi berisi penyeimbangan campuran bisa berjalan kapan saja.

Selengkapnya

Jadwal sesi dan pilihan tempat belajar produksi musik

Sesi tatap muka di rumah

Tutor datang ke meja kerja Anda dan bekerja di perangkat yang memang Anda pakai tiap hari. Pilihan yang diambil sebagian besar peserta baru.

Sesi daring penuh

Berjalan lewat berbagi layar dan pengiriman berkas proyek. Cocok untuk sesi penyeimbangan, penyaringan frekuensi, dan pembahasan campuran.

Sesi di co-learning space

Ruang belajar Edubia di Tambaksari dan Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi. Berguna saat rumah sedang ramai.

Empat sesi sebulan

Ritme yang lazim diambil peserta bekerja. Jeda sepekan memberi waktu berlatih sendiri sebelum lapis berikutnya dikerjakan.

Delapan sesi sebulan

Dipilih peserta yang sedang menyiapkan sekumpulan lagu dengan tenggat sendiri. Tarif per sesinya sedikit lebih ringan.

Pemindahan jam sesi

Jadwal bisa digeser lewat pemberitahuan ke tim Edubia sehari sebelumnya, dan sesi yang bergeser tetap terhitung utuh.

Hak cipta dan izin bunyi di kelas produksi musik

Pertanyaan ini muncul cepat, biasanya di sesi kelima atau keenam, ketika peserta menemukan potongan bunyi dari lagu orang lain dan ingin memasangnya di proyek sendiri. Jawaban Edubia ditulis terus terang: memakai potongan karya orang lain menuntut izin dari pemegang haknya, dan izin itu urusan yang terpisah dari urusan teknis di garis waktu.

Yang diajarkan di kelas adalah dua jalan yang sah. Jalan pertama membuat bunyinya sendiri, yaitu merekam ulang pola yang serupa dengan alat dan suara Anda, sehingga hasilnya menjadi karya Anda sepenuhnya. Jalan kedua memakai pustaka bunyi berlisensi, dan tutor melatih Anda membaca ketentuan pemakaiannya sampai paham batas mana yang boleh dan mana yang menuntut pembayaran terpisah.

Edubia tak menjanjikan lagu Anda tayang di layanan pemutar musik atau mendatangkan pendengar dalam jumlah tertentu, sebab keduanya berada di luar kendali sebuah kelas les. Yang dijanjikan program ini kemampuan menyusun lagu sendiri dari nol sampai versi jadi, dengan berkas proyek yang rapi dan hak yang jelas.

Satu proyek lagu utuh biasanya menghabiskan sepuluh sampai empat belas sesi, bergantung pada jumlah jalur dan seberapa sering Anda sempat berlatih di luar pertemuan. Enam langkah di bawah adalah urutan yang dipakai tutor produksi musik Edubia, dan tiap langkah ditutup dengan menyimpan versi bertanggal supaya jalan mundur selalu tersedia.

Lebih dekat

Langkah menyelesaikan satu lagu bersama tutor

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Menetapkan tempo dan susunan bagian

    Panjang lagu dibagi jadi bagian pembuka, bagian utama, dan bagian penutup. Penanda dipasang di garis waktu supaya seluruh sesi berikutnya punya alamat yang jelas.

  2. Memasang ketukan dan bas

    Dua jalur penahan waktu dikerjakan sampai bisa diputar berulang tanpa terasa mengganggu. Selama tahap ini melodi sengaja belum disentuh.

  3. Merekam pengiring dan vokal

    Pengambilan dilakukan beberapa kali, lalu bagian yang terdengar bersih dari tiap pengambilan disambung. Jalur pemandu masih menyala sepanjang tahap ini.

  4. Menyeimbangkan dan menempatkan

    Tuas volume ditata dari nol, posisi kiri-kanan ditentukan, dan lagu diputar utuh berkali-kali sebelum perkakas lain dipasang.

  5. Menyaring, memampatkan, memberi ruang

    Penyaring frekuensi memotong yang tak terpakai, pemampat merapikan naik turun volume, gema dan tunda menambah kedalaman secukupnya.

  6. Menyelesaikan dan memeriksa ulang

    Kenyaringan dinaikkan ke tingkat yang lazim, lalu lagu didengar di headphone, pengeras suara laptop, dan pengeras suara ponsel sebelum dinyatakan selesai.

Tanya jawab

Bagaimana les produksi musik berjalan sehari-hari?

Apakah saya perlu punya perangkat sendiri sebelum mengambil les produksi musik?

Perlu, dan cukup komputer atau laptop plus headphone tertutup untuk sesi pertama. Produksi musik berjalan di berkas proyek milik peserta, jadi tutor bekerja di layar Anda dan bukan di layarnya sendiri. Kartu suara serta mikrofon ditambahkan belakangan, saat pelajaran sudah sampai ke tahap merekam. Sebelum sesi pertama, tim Edubia mendata perangkat yang Anda punya supaya tutor menyiapkan langkah yang memang bisa dijalankan di sana.

Berapa biaya les produksi musik privat di Surabaya?

Mulai Rp209.300 per sesi untuk peserta jenjang SMA dengan sesi 90 menit, empat sesi sebulan, dan tutor datang ke rumah. Peserta dewasa berada di Rp303.800 per sesi pada susunan yang sama. Biaya tutor menempuh perjalanan ke alamat Anda sudah termasuk di dalamnya. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi, sedangkan sesi daring lebih ringan karena tak ada perjalanan di dalamnya.

Saya belum bisa memainkan alat musik apa pun. Apakah masih bisa ikut?

Bisa. Sebagian besar bunyi di proyek pemula dibangkitkan dari alat bunyi di dalam perangkat lunak, dan not-notnya digambar satu per satu di layar tanpa perlu memainkannya secara langsung. Kemampuan bermain mempercepat pekerjaan, sementara ia tak menjadi syarat masuk. Peserta yang mulai dari nol biasanya belajar menekan papan tuts sederhana di sepanjang program, sebatas yang diperlukan untuk memasukkan melodi.

Berapa banyak sesi sampai satu proyek lagu selesai?

Sepuluh sampai empat belas sesi untuk satu lagu utuh, terhitung dari menetapkan tempo sampai pemeriksaan di tiga perangkat dengar. Jumlahnya bergerak menurut banyaknya jalur yang Anda pasang dan seberapa sering sempat berlatih di antara pertemuan. Proyek dengan enam jalur selesai lebih cepat daripada proyek dengan dua belas jalur, dan tutor menyesuaikan urutan langkah supaya tenggat pribadi Anda tetap terkejar.

Apakah les produksi musik bisa berjalan daring sepenuhnya?

Bisa, dan sebagian peserta memilihnya sejak awal. Bahan pelajaran produksi musik berbentuk berkas, jadi sesi jarak jauh tetap sanggup membuka proyek yang sama, memutar ulang bagian tertentu, dan menandai jalur yang perlu diperbaiki. Tahap yang terbantu oleh sesi daring adalah penyeimbangan volume, penyaringan frekuensi, dan pembahasan campuran. Tahap merekam biasanya lebih enak dikerjakan saat tutor hadir di ruangan.

Kamar saya sempit dan memantul. Apakah masih layak dipakai merekam?

Layak, dengan penanganan sederhana. Pantulan dinding bisa diturunkan memakai selimut tebal, rak berisi buku, atau busa yang dipasang di satu sisi saja. Tutor membantu mencari sudut kamar yang tenang, mengatur jarak mikrofon dari dinding, dan memilih arah menghadap yang menolak sebagian bunyi luar. Rumah di jalur ramai seperti sebagian Wonokromo dan Sawahan biasanya menjadwalkan rekaman vokal di jam malam.

Perlukah membeli pengeras suara pemantau atau cukup headphone saja?

Untuk beberapa bulan pertama, headphone tertutup sudah cukup dan justru lebih hemat. Pengeras suara pemantau berguna sesudah kebiasaan mendengar terbentuk, sebab ia memperlihatkan bagian bawah lagu yang sering luput di headphone dan memperlihatkan bagaimana lagu berperilaku di ruangan. Tutor menyarankan pembelian itu ketika Anda mulai kesulitan menilai bas, dan bukan sebagai syarat masuk program.

Apakah tutor membawa perangkat sendiri ke rumah peserta?

Tutor memakai headphone pribadinya untuk menyimak, sebab menilai campuran menuntut alat dengar yang sudah dikenal telinganya. Seluruh perangkat yang dipakai peserta disiapkan sendiri, termasuk komputer, kartu suara, dan mikrofon, dan biayanya berada di luar tarif sesi. Cara itu disengaja: keterampilan yang Anda bangun harus melekat pada alat yang Anda pakai tiap hari, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan sendiri di antara pertemuan tanpa menunggu tutor datang lagi.

Bagaimana kalau cara mengajar tutornya terasa kurang cocok?

Sampaikan ke tim Edubia lewat WhatsApp, sebutkan bagian mana yang terasa tak nyambung, dan penggantian tutor diproses tanpa biaya tambahan. Produksi musik menuntut kecocokan telinga dan kebiasaan kerja, jadi permintaan semacam ini dianggap wajar dan tak perlu ditahan-tahan. Berkas proyek Anda tetap utuh, dan tutor pengganti melanjutkan dari catatan versi terakhir yang sudah tersimpan.

Jangkauan tutor produksi musik sampai wilayah mana saja?

Seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya, dari Gubeng dan Sukolilo di timur sampai Lakarsantri dan Benowo di barat, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo seperti Waru, Gedangan, Buduran, dan Krian. Alamat yang jauh dari kantor Tegalsari biasanya lebih mudah memperoleh sesi sore atau malam, sebab jarak tempuh tutor ikut dihitung tim penjadwalan saat menyusun jam.

Bolehkah saya memakai potongan bunyi dari lagu orang lain di proyek saya?

Memakai potongan karya orang lain menuntut izin dari pemegang haknya, dan Edubia menyatakan itu terus terang sejak awal. Yang diajarkan di kelas dua jalan yang sah: merekam ulang pola serupa memakai alat dan suara Anda sendiri, atau memakai pustaka bunyi berlisensi sambil membaca ketentuan pemakaiannya sampai paham batasnya. Keduanya menghasilkan proyek yang aman untuk dibagikan.

Apakah materinya sama untuk semua jenis musik?

Dasarnya sama, penerapannya berbeda. Garis waktu, tempo, penyeimbangan volume, penempatan kiri-kanan, penyaring frekuensi, dan penyelesaian akhir berlaku di jenis musik mana pun. Yang bergeser adalah pilihan bunyi, kerapatan jalur, dan seberapa besar rentang keras-pelan yang dipertahankan. Tutor menyesuaikan contoh dan urutan latihan dengan jenis musik yang benar-benar ingin Anda buat.

Kenapa sesinya 90 menit dan tidak lebih pendek?

Karena satu sesi produksi musik habis di tiga pekerjaan berurutan: membuka proyek yang tertunda dan memutarnya sekali, menggarap satu lapis sampai tuntas, lalu menyimpan versi baru sambil mencatat pekerjaan berikutnya. Sesi 60 menit membuat langkah ketiga terpotong, dan proyek yang ditutup tanpa catatan hampir selalu menyita waktu tambahan pada pertemuan sesudahnya.

Bisakah saya hanya belajar menyeimbangkan campuran tanpa merekam sama sekali?

Bisa. Sebagian peserta datang membawa rekaman yang sudah jadi dan hanya ingin merapikannya. Program disusun ulang mengikuti kebutuhan itu: pendataan berkas di sesi pertama, lalu langsung ke penyeimbangan volume, penempatan kiri-kanan, penyaringan frekuensi, pemampat dinamika, dan penyelesaian akhir. Tahap perekaman dilewati, dan jumlah sesi biasanya lebih sedikit daripada program lagu penuh.

Apakah pelajar SMP dan SMA bisa mengambil program ini?

Bisa, dan mereka justru bagian besar dari peserta produksi musik di Surabaya. Materinya identik, hanya kecepatan pembahasan yang disesuaikan dan istilah teknisnya dijelaskan lebih pelan saat pertama muncul. Tarif untuk jenjang SMA dimulai dari Rp209.300 per sesi, lebih ringan daripada tarif peserta dewasa, dan jam sesi biasanya diatur sesudah kegiatan sekolah selesai.

Daftar Hari Ini

Waktunya serius dengan les produksi musik

Ribuan keluarga Surabaya sudah memulai. Kini giliran Anda mencoba sesi produksi musik pertama.

  • 2.500+ tutor terverifikasi
  • 1.200+ peserta didampingi
  • 4,9/5 rating ulasan