Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Lulusan SMP hingga sarjana

Les Privat Persiapan Masuk TNI di Surabaya

Pendaftar Tamtama, Bintara, dan Taruna Akademi TNI di Surabaya disiapkan lewat sesi privat 90 menit: latihan samapta A dan B yang dicatat waktunya, bedah psikotes, dan wawasan kebangsaan. Mulai Rp186.500 per sesi, tutor datang ke rumah.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ peserta didampingi
1-on-1 satu tutor satu peserta
Les Privat Persiapan Masuk TNI di Surabaya

Ringkasan persiapan masuk TNI privat di Surabaya

Pendaftar Tamtama, Bintara, dan Taruna Akademi TNI di Surabaya disiapkan lewat sesi privat 90 menit: latihan samapta A dan B yang dicatat waktunya, bedah psikotes, dan wawasan kebangsaan. Mulai Rp186.500 per sesi, tutor datang ke rumah.

Konsultasi dan Daftar

Sekilas Program

Jalur yang didampingi
Tamtama, Bintara, Taruna Akademi TNI, dan Perwira Prajurit Karier
Sasaran peserta
Lulusan SMP, SMA, dan SMK sederajat, sampai pemegang ijazah D3 dan S1 untuk jalur perwira
Materi akademik
Matematika dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengetahuan umum
Materi non-akademik
Psikotes, wawasan kebangsaan, samapta A dan B, serta renang
Format sesi
Satu tutor satu peserta, 90 menit, di rumah atau lewat sesi daring
Wilayah kunjungan tutor
31 kecamatan di Kota Surabaya
Wilayah layanan tambahan
18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo
Jendela jam sesi
Tiap hari sepekan penuh, dari jam tujuh pagi sampai jam sembilan malam
Biaya
Mulai Rp186.500 per sesi di rumah, tambah Rp15.000 per sesi bila memakai co-learning space Edubia
Bila tutor kurang cocok
Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan
Di luar kuasa kami
Keputusan lulus sepenuhnya milik panitia seleksi
Peralatan dan bahan
Disiapkan peserta, di luar tarif sesi

Menimbang lebih dulu

Menimbang apakah program ini pas dengan keadaanmu sekarang

Peserta yang cocok

  • Lulusan SMA atau SMK yang menyasar jalur bintara dan masih memegang waktu tiga bulan atau lebih menuju pendaftaran
  • Pendaftar yang catatan larinya masih di bawah patokan dan membutuhkan program bertahap yang ditulis rinci
  • Peserta yang kuat di sisi fisik dan tertahan di soal akademik atau psikotes
  • Pendaftar yang pernah gugur di gelombang sebelumnya dan ingin membaca ulang di bagian mana nilainya jatuh
  • Lulusan SMP yang menimbang jalur tamtama dan perlu memastikan syarat gelombang yang sedang dibuka
  • Pemegang ijazah D3 atau S1 yang menyiapkan jalur perwira sambil bekerja, sehingga jadwalnya perlu menyesuaikan

Susunan materi

Susunan materi akademik dan psikotes beserta jebakan khasnya

Tiap topik di bawah dibaca dari bentuk soal yang benar-benar keluar, lalu dipasangkan dengan kesalahan yang sering berulang dan cara tutor menanganinya di sesi.

  1. 1

    Aritmetika dan hitung cepat

    Sering keluar

    Yang dibahas. Operasi campuran, pecahan, persentase, perbandingan, serta hitungan waktu kerja dan kecepatan.

    Jebakan umum. Peserta menguasai caranya dan tetap kehabisan waktu karena mengerjakan semua butir dengan jalan panjang.

    Cara tutor. Tutor melatih jalan hitung singkat yang aman untuk tiap tipe soal, lalu mengukur waktunya per butir sampai kecepatannya stabil.

  2. 2

    Aljabar dan pola bilangan

    Yang dibahas. Persamaan satu dan dua variabel, pola bilangan, deret aritmetika, dan deret geometri.

    Jebakan umum. Deret dibaca sebagai tebakan pola tanpa memeriksa selisih dan rasio antarsuku secara berurutan.

    Cara tutor. Peserta dibiasakan menulis selisih antarsuku lebih dulu di kertas sebelum menebak bentuk polanya.

  3. 3

    Bangun datar dan bangun ruang

    Yang dibahas. Luas, keliling, volume, serta perbandingan sisi pada bangun yang sering muncul di soal seleksi.

    Jebakan umum. Rumus tertukar antarbangun begitu soal disajikan dalam bentuk cerita panjang.

    Cara tutor. Tiap soal digambar ulang di kertas sebelum dihitung, sehingga bangunnya terbaca lebih dulu daripada rumusnya.

  4. 4

    Bahasa Indonesia

    Yang dibahas. Ide pokok paragraf, hubungan antarkalimat, ejaan, dan pilihan kata baku.

    Jebakan umum. Peserta membaca seluruh teks dengan kecepatan yang sama, sehingga waktunya habis di bacaan panjang.

    Cara tutor. Latihan membaca bersasaran: pertanyaannya dibaca lebih dulu, lalu bagian teks yang relevan ditelusuri.

  5. 5

    Bahasa Inggris

    Yang dibahas. Tata bahasa dasar, kosakata umum, dan pemahaman bacaan pendek.

    Jebakan umum. Kalimat diterjemahkan kata demi kata sampai maknanya justru hilang.

    Cara tutor. Peserta dilatih mengenali pola kalimat dan kata penanda waktu supaya jawabannya bisa diambil tanpa menerjemahkan seluruh kalimat.

  6. 6

    Pengetahuan umum

    Yang dibahas. Sejarah nasional, geografi Indonesia, lembaga negara, dan peristiwa yang sedang ramai dibicarakan.

    Jebakan umum. Cakupannya terasa tanpa batas, sehingga peserta membaca acak dan tidak ada yang menempel di ingatan.

    Cara tutor. Cakupan dipersempit ke tema yang berulang di soal seleksi, lalu diulang berkala lewat kartu tanya jawab pendek.

  7. 7

    Hitung cepat berkolom

    Latihan harian

    Yang dibahas. Penjumlahan angka berderet dalam kolom panjang dengan batas waktu yang berpindah tiap kolom.

    Jebakan umum. Peserta memaksa cepat di awal lalu melambat drastis, dan grafik hasilnya terbaca tidak stabil.

    Cara tutor. Latihan harian pendek dipakai membangun tempo yang rata dari kolom pertama sampai kolom terakhir.

  8. 8

    Tes kecerdasan dan penalaran

    Yang dibahas. Deret angka, analogi kata, silogisme, serta penalaran bentuk dan gambar.

    Jebakan umum. Satu soal sulit ditunggui terlalu lama sehingga soal mudah di belakangnya tidak sempat dikerjakan.

    Cara tutor. Peserta dilatih melewati soal yang menahan lebih dari batas waktu tertentu, lalu kembali kepadanya bila waktunya bersisa.

  9. 9

    Wawasan kebangsaan

    Yang dibahas. Pancasila, UUD 1945 beserta perubahannya, sejarah perjuangan bangsa, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

    Jebakan umum. Hafalan berhenti di judul, sementara soalnya menanyakan isi pasal dan urutan butir.

    Cara tutor. Materi diuji lewat tanya jawab lisan berulang, sehingga hafalannya berpindah ke ingatan jangka panjang.

Rencana dua belas pekan

Dua belas pekan latihan yang catatan angkanya bisa dibaca

Kerangka di bawah dipakai untuk peserta yang memulai tanpa latihan rutin. Peserta yang sudah terbiasa berlari masuk dari pekan keempat, sedangkan peserta yang tanggal seleksinya lebih dekat mendapat susunan padat dengan risikonya diucapkan terbuka.

  1. 01

    Pekan 1: pengukuran dan pemeriksaan

    Titik awal

    Catatan lari 12 menit, jumlah pengulangan tiap gerakan samapta B, dan waktu shuttle run diambil sebagai titik awal. Pada pekan yang sama peserta membuat janji ke dokter gigi serta memeriksakan mata.

  2. 02

    Pekan 2 sampai 4: membangun daya tahan dasar

    Lari tempo nyaman tiga kali sepekan dengan durasi yang naik bertahap, ditambah set kekuatan pendek yang diulang tiap hari. Sasarannya membiasakan tubuh, dan menaikkan beban terlalu cepat di tahap ini justru mengundang cedera.

  3. 03

    Pekan 5 sampai 8: menaikkan tempo dan kekuatan

    Beban naik

    Lari interval jarak pendek masuk jadwal, jumlah pengulangan pull up dan push up dinaikkan lewat set bertingkat, dan latihan berbelok untuk shuttle run mulai diukur waktunya.

  4. 04

    Pekan 6: simulasi penuh pertama

    Seluruh rangkaian samapta dikerjakan berurutan seperti hari pelaksanaan, lengkap dengan pencatatan waktu. Hasilnya dipakai menyetel ulang porsi latihan untuk enam pekan berikutnya.

  5. 05

    Pekan 9 sampai 11: menyerupakan dengan hari tes

    Simulasi

    Latihan dipindah ke jam yang menyerupai jam pelaksanaan, paket soal akademik dan psikotes dikerjakan dalam satu duduk panjang, dan berkas administrasi dituntaskan sampai lengkap.

  6. 06

    Pekan 12: menurunkan beban menjelang hari pelaksanaan

    Pemulihan

    Volume latihan diturunkan sekitar sepekan sebelum tes supaya tubuh pulih penuh, sementara latihan ringan tetap berjalan agar temponya tidak hilang. Tidur dan makan menjadi bagian yang dijaga ketat.

Nilai lebih

Kenapa memilih les persiapan masuk TNI Edubia

Satu tutor satu peserta

Sesi berjalan berdua, sehingga catatan waktu lari, jumlah pengulangan tiap gerakan, dan salah hitung di lembar soal dibahas satu per satu tanpa antre.

Program fisik yang disetel ulang tiap pekan

Beban latihan naik mengikuti catatan pekan sebelumnya, sehingga peserta yang memulai dari nol dan peserta yang sudah rutin berlari menerima porsi berbeda.

Simulasi samapta bercatatan waktu

Lari 12 menit diukur memakai stopwatch di lintasan yang jaraknya sudah pasti, sedangkan empat gerakan samapta B dihitung mengikuti aba-aba dan batas waktu resminya, lalu seluruh angkanya ditulis berurutan sebagai pembanding antarpekan.

Bedah psikotes dan wawasan kebangsaan

Latihan hitung cepat, deret angka, tes menggambar, serta materi Pancasila dan UUD 1945 dikerjakan dengan batas waktu yang sama ketatnya dengan ruang tes.

Daftar periksa kesehatan sejak sesi pertama

Panduan pemeriksaan gigi, mata, kulit, dan postur diberikan di awal supaya perawatan yang menuntut waktu panjang dimulai jauh sebelum berkas dikirim.

Pendampingan berkas administrasi

Urutan pengurusan SKCK, surat keterangan sehat, akta, dan ijazah disusun bersama supaya tidak ada dokumen yang menyusul di hari terakhir.

Bukti Angka

Angka yang diperiksa panitia sejak hari pertama

12 menit
Lama lari yang dinilai pada samapta A
163 cm
Tinggi minimal pendaftar bintara pria
22 tahun
Batas usia pendaftar bintara dan tamtama
90 menit
Panjang satu sesi privat di rumah

Tahapan seleksi

Tujuh pintu yang dilewati pendaftar prajurit secara berurutan

Tiap tahap berlaku sebagai penentu berhenti atau lanjut, dan untuk jalur taruna rangkaiannya berjalan dari tingkat daerah menuju tingkat pusat. Rincian di bawah membaca urutan yang lazim ditemui pendaftar; susunan resminya tetap mengikuti pengumuman panitia pada gelombang yang sedang berjalan.

1

Seleksi administrasi

Tahap 1

Pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen, mulai dari ijazah, akta kelahiran, KTP, kartu keluarga, SKCK, sampai surat pernyataan belum menikah.

Strategi kami. Daftar dokumen disusun mundur dari tanggal penutupan, sebab SKCK dan surat keterangan sehat punya masa berlaku sekaligus antrean pengurusan yang tidak bisa dipercepat.

2

Pemeriksaan kesehatan tahap pertama

Tahap 2

Tinggi dan berat badan, tekanan darah, mata, gigi, telinga hidung tenggorokan, kulit, serta postur tubuh secara umum.

Strategi kami. Pemeriksaan mandiri ke dokter umum dan dokter gigi dijalankan pada pekan pertama program, supaya perawatan panjang memiliki ruang waktu yang cukup.

3

Pemeriksaan kesehatan tahap kedua

Tahap 3

Pemeriksaan laboratorium darah dan urin, foto rontgen dada, rekam jantung, serta penilaian organ dalam.

Strategi kami. Kebiasaan tidur, air minum, dan pengaturan makan disetel sejak jauh hari; perubahan mendadak sepekan menjelang pemeriksaan justru membuat hasilnya berantakan.

4

Kesamaptaan jasmani A dan B

Tahap 4

Lari 12 menit berdiri sebagai samapta A. Samapta B berisi pull up untuk pria atau chinning untuk wanita, lalu sit up, push up, serta shuttle run berpola angka delapan. Renang dinilai sebagai bagian tersendiri.

Strategi kami. Program dua belas pekan memisahkan latihan daya tahan dan latihan kekuatan pada hari berbeda, dengan simulasi penuh bercatatan waktu tiap dua pekan.

5

Psikologi

Tahap 5

Tes hitung cepat, tes kecerdasan, tes menggambar, dan kuesioner kepribadian yang dikerjakan beruntun selama berjam-jam.

Strategi kami. Latihan pendek harian dipakai membangun kecepatan yang stabil, sedangkan konsistensi jawaban dilatih lewat pembahasan pola pertanyaan yang berulang.

6

Akademik dan mental ideologi

Tahap 6

Matematika dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengetahuan umum, ditambah Pancasila, UUD 1945, serta wawasan kebangsaan beserta wawancaranya.

Strategi kami. Materi dipecah per topik dengan paket soal bertimer, dan wawancaranya dilatih lewat tanya jawab lisan berulang sampai jawabannya keluar dengan kalimat peserta sendiri.

7

Sidang penentuan akhir

Tahap 7

Seluruh nilai dari tahap sebelumnya dievaluasi panitia untuk menetapkan siapa yang diterima, dikerjakan di tingkat daerah dan tingkat pusat.

Strategi kami. Pada tahap ini yang tersisa bagi peserta hanyalah menjaga kondisi tubuh dan kelengkapan berkas sampai hari terakhir, sebab penilaiannya sepenuhnya berada di tangan panitia.

Yang peserta terima

Isi program yang berjalan sepanjang pendampingan

  • Pengukuran awal bercatatan angka · Catatan lari 12 menit, jumlah pengulangan tiap gerakan samapta B, waktu shuttle run, nilai akademik terakhir, dan riwayat kesehatan dicatat pada sesi pertama sebagai titik banding.
  • Program latihan mingguan tertulis · Jadwal tujuh hari berisi jenis latihan, jumlah set, dan angka sasaran, ditulis ulang tiap pekan mengikuti catatan peserta.
  • Paket soal akademik bertimer · Matematika dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengetahuan umum dikerjakan dengan batas waktu, lalu dibahas kesalahannya satu per satu.
  • Latihan psikotes berulang · Hitung cepat, deret angka, penalaran, dan tes menggambar dilatih lewat pengulangan pendek yang tersebar sepanjang pekan.
  • Tanya jawab lisan wawasan kebangsaan · Materi Pancasila, UUD 1945, dan nilai keprajuritan diuji secara lisan supaya jawabannya keluar dengan kalimat peserta sendiri.
  • Daftar periksa kesehatan mandiri · Panduan pemeriksaan gigi, mata, kulit, dan postur beserta urutan penanganannya diberikan sejak sesi pertama.
  • Pendampingan berkas dan tenggat · Urutan pengurusan dokumen disusun mundur dari tanggal penutupan pendaftaran, lengkap dengan pengingat masa berlaku tiap surat dan catatan bahwa SKCK diurus di wilayah kepolisian tempat KTP diterbitkan, termasuk bagi pendaftar ber-KTP Sidoarjo.
  • Laporan kemajuan berkala · Catatan kehadiran, perkembangan angka fisik, dan hasil paket soal dirangkum berkala supaya peserta dan keluarganya membaca posisi yang sama.

Adu cara belajar

Tiga jalan belajar persiapan masuk TNI, mana yang cocok untuk Anda?

Pilihan terbaik

Les Persiapan Masuk TNI Privat Edubia

Di tempat pilihan Anda, Surabaya

  • Perhatian tutor saat belajar persiapan masuk TNI : Penuh, satu untuk satu
  • Materi persiapan masuk TNI disesuaikan level peserta
  • Selaras kurikulum sekolah di Surabaya
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Belajar persiapan masuk TNI di tempat Anda, Surabaya
  • Latihan soal persiapan masuk TNI terarah

Bimbel Persiapan Masuk TNI Grup

  • Perhatian tutor saat belajar persiapan masuk TNI : Terbagi ke banyak peserta
  • Materi persiapan masuk TNI disesuaikan level peserta
  • Selaras kurikulum sekolah di Surabaya : Umum
  • Perkembangan dipantau tiap sesi : Sesekali
  • Belajar persiapan masuk TNI di tempat Anda, Surabaya
  • Latihan soal persiapan masuk TNI terarah : Seragam

Belajar Persiapan Masuk TNI Sendiri

  • Perhatian tutor saat belajar persiapan masuk TNI : Tanpa pendamping
  • Materi persiapan masuk TNI disesuaikan level peserta
  • Selaras kurikulum sekolah di Surabaya
  • Perkembangan dipantau tiap sesi
  • Belajar persiapan masuk TNI di tempat Anda, Surabaya
  • Latihan soal persiapan masuk TNI terarah : Cari sendiri

Persiapan seleksi TNI dihitung mundur dari tanggal pendaftaran dibuka

Penerimaan prajurit TNI berjalan bergelombang sepanjang tahun, dan tiap gelombang membawa pengumumannya sendiri: jalur yang dibuka, batas usia, tinggi badan minimal, sampai daftar berkas yang diminta. Kabar itu biasanya sampai ke calon pendaftar di Surabaya sekitar dua sampai tiga bulan sebelum pendaftaran ditutup, lewat pengumuman resmi dan lewat obrolan di lingkungan sekolah menengah, dari SMK Negeri 1 Surabaya di Wonokromo sampai SMA Negeri 16 Surabaya di Tenggilis Mejoyo.

Rentang dua sampai tiga bulan itu cukup untuk mengurus berkas. Tubuh bergerak lebih lambat daripada map dokumen. Catatan lari 12 menit memang bisa bergeser beberapa ratus meter dalam hitungan pekan kalau latihannya teratur, sementara gigi berlubang yang perlu ditambal atau dicabut menahan seseorang berminggu-minggu sebelum mulutnya benar-benar siap diperiksa.

Program ini karena itu disusun terbalik. Tanggal seleksi diletakkan lebih dulu di kertas, lalu latihan fisik, latihan soal, dan pemeriksaan kesehatan mandiri ditempatkan mundur di pekan-pekan sebelumnya, disesuaikan dengan jarak peserta hari ini terhadap angka yang diminta panitia.

Pertanyaan pertama yang perlu dijawab sebelum latihan dimulai adalah jalur mana yang dituju, sebab syarat ijazah, usia, dan tinggi badannya berbeda-beda. Satu hal yang sering tertukar di percakapan sehari-hari: Akpol berada di bawah Polri, dengan panitia dan jadwal yang terpisah. Padanan jalur taruna di lingkungan TNI hidup di tiga akademi matra.

Detail

Empat jalur masuk prajurit dan siapa yang berhak mendaftar

Tamtama Prajurit Karier

Ijazah yang diminta berhenti di SMP atau SMA sederajat, mengikuti gelombang yang sedang dibuka. Usia pendaftar berada di rentang 17 tahun 9 bulan sampai 22 tahun. Tinggi badan minimal pendaftar pria di TNI AD dan TNI AL berada di 158 cm sesudah pembaruan syarat, angka yang lebih longgar daripada jalur bintara. Pendidikan pertamanya berlangsung beberapa bulan dan lulusannya masuk golongan pangkat tamtama.

Bintara Prajurit Karier

Ijazah SMA, MA, atau SMK sederajat, usia 17 tahun 9 bulan sampai 22 tahun, dan tinggi badan minimal 163 cm untuk pendaftar pria di ketiga matra. Pendaftar wanita di jalur bintara TNI AD dan TNI AU diminta 157 cm. Nilai akademik ikut dihitung di jalur ini, sehingga latihan soal menuntut keseriusan yang setara dengan latihan fisik.

Taruna Akademi TNI

Ijazah SMA atau MA dengan syarat nilai rata-rata, rentang usia yang sama dengan jalur bintara, belum menikah, serta sanggup tidak menikah selama pendidikan. Pendidikannya berlangsung empat tahun di Akademi Militer Magelang, Akademi Angkatan Laut di Bumimoro Surabaya, atau Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, dan lulusannya dilantik sebagai perwira.

Perwira Prajurit Karier

Jalur untuk pemegang ijazah D3, D4, atau S1 dengan program studi yang diminta tiap gelombang, mulai dari kedokteran dan keperawatan sampai teknik, hukum, dan psikologi. Batas usianya mengikuti keahlian yang sedang dicari, sehingga pendaftar wajib membaca pengumuman gelombang berjalan sebelum menyiapkan berkas apa pun.

Berkas dan syarat yang menggugurkan pendaftar sebelum kemampuannya diukur

Seleksi administrasi berjalan lebih dulu, dan di sinilah sebagian pendaftar berguguran tanpa pernah menyentuh lintasan lari. Dokumen yang lazim diminta mencakup KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, ijazah beserta transkrip nilai, SKCK, surat keterangan sehat, pas foto, surat izin orang tua atau wali, serta surat pernyataan belum menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan berlangsung.

Beberapa syarat berada di luar urusan kertas. Tato dan bekas tindik pada umumnya menggugurkan pendaftar, sedangkan penghapusannya menuntut serangkaian tindakan yang memakan waktu berbulan-bulan. Riwayat pelanggaran hukum terbaca dari SKCK, dan pemeriksaan bebas narkoba juga masuk rangkaian awal ini.

Satu hal perlu diucapkan terang sejak halaman ini: pendaftaran prajurit TNI berjalan lewat kanal resmi tanpa memungut biaya. Siapa pun yang meminta uang dengan alasan mempermudah pendaftaran berada di luar sistem, dan pendaftar berhak menolak sekaligus melaporkannya.

Samapta A: dua belas menit lari yang dirata-ratakan dengan samapta B

Samapta A berbentuk lari selama 12 menit mengelilingi lintasan, dan yang dicatat adalah jarak yang terkumpul sampai peluit berbunyi. Angka 2.400 meter sering disebut sebagai patokan minimal di percakapan calon pendaftar, sementara nilai yang benar-benar dipakai mengikuti tabel penilaian yang dibawa panitia pada gelombang itu, dan tabel tersebut berbeda menurut jalur, matra, serta kelompok usia.

Nilai samapta A kemudian dirata-ratakan dengan nilai samapta B. Artinya dua belas menit ini memegang separuh dari angka jasmani peserta, sehingga peserta yang kuat di pull up tetap tertahan bila jarak larinya pendek.

Kesalahan yang sering terlihat di lapangan ada pada pengaturan tempo. Peserta berangkat terlalu kencang di tiga menit pertama, lalu kehilangan jarak di enam menit terakhir. Latihan yang dipakai program ini memecah masalah itu jadi dua bagian: lari dasar berdurasi panjang di tempo nyaman untuk membangun daya tahan, dan lari interval berjarak pendek untuk membiasakan kaki bergerak di tempo sasaran. Catatan tiap putaran ditulis supaya peserta hafal rasa temponya sendiri tanpa melihat jam. Peserta yang berlatih di lintasan atletik kawasan Tambaksari terbantu oleh jarak yang sudah pasti, sedangkan peserta yang berlari di jalan sekitar rumah diminta mengukur rutenya lebih dulu agar angka antarpekan bisa dibandingkan.

Samapta B dikerjakan beruntun dalam satu rangkaian, sehingga kelelahan dari gerakan sebelumnya ikut terbawa ke gerakan berikutnya. Petugas menghitung hanya pengulangan yang bentuknya sah, dan di sinilah banyak peserta kehilangan angka yang sebenarnya sudah mereka miliki.

Lebih dekat

Samapta B: empat gerakan yang dinilai berurutan dengan waktu dipatok

Pull up untuk pria dan chinning untuk wanita

Dagu wajib melewati palang dan lengan kembali lurus penuh di tiap pengulangan. Ayunan badan membuat hitungan dianulir petugas. Peserta yang belum mampu satu kali pun dilatih lewat gerakan turun tertahan dan bantuan karet, ditambah latihan kekuatan genggaman supaya telapak tangan tidak menyerah lebih dulu daripada lengannya.

Sit up satu menit

Kisaran yang lazim disebut untuk pendaftar pria berada di 35 sampai 40 pengulangan per menit. Posisi tangan dan sudut siku mengikuti aba-aba petugas, dan pengulangan yang tidak kembali menyentuh posisi awal tidak dihitung sama sekali.

Push up satu menit

Kisaran yang lazim disebut untuk pendaftar pria juga berada di 35 sampai 40 pengulangan per menit. Dada wajib turun sampai batas yang ditentukan dan siku lurus penuh saat naik. Latihan bertahap memakai set pendek yang diulang beberapa kali sepanjang hari terbukti lebih awet daripada satu set panjang sampai tenaga habis.

Shuttle run berpola angka delapan

Peserta berlari mengitari dua tiang berjarak 10 meter membentuk angka delapan sebanyak tiga putaran, dan waktunya diupayakan tetap di bawah 20 detik. Yang menentukan di bagian ini adalah teknik berbelok: badan direndahkan, langkah dipendekkan menjelang tiang, lalu didorong lagi keluar tikungan.

Renang: bagian yang kerap ditunda sampai pekan terakhir

Renang masuk rangkaian kesamaptaan, dan bobotnya menebal bagi pendaftar TNI AL. Jarak yang lazim diuji 50 meter dengan gaya bebas atau gaya dada, sedangkan penilaiannya membaca waktu tempuh serta kesanggupan menyelesaikan jarak itu tanpa berhenti di tengah.

Pendaftar dari Surabaya sering menyimpan bagian ini di urutan belakang, sebab lari dan push up bisa dilatih di depan rumah sementara berenang menuntut kolam dan jadwal tersendiri. Padahal peserta yang belum terbiasa berada di air membutuhkan waktu lebih panjang daripada dugaannya. Pada dasarnya badan manusia memang bisa mengapung, dan yang perlu dilatih adalah kebiasaan membuang napas di dalam air lalu mengambilnya kembali dengan tenang.

Sesi privat memegang penyusunan jadwalnya dan koreksi teknik lewat rekaman yang peserta bawa, sedangkan latihan berenangnya sendiri dijalankan peserta di kolam umum sesuai jadwal yang disepakati. Peserta dari Sukolilo dan Rungkut biasanya mengambil jam kolam pagi. Batas itu disebutkan sejak awal supaya tidak ada harapan yang salah alamat.

Tes kesehatan memulangkan pendaftar lebih awal daripada dugaan banyak keluarga

Pemeriksaan kesehatan berjalan dua tahap. Tahap pertama membaca hal yang terlihat dan terukur langsung: tinggi dan berat badan, tekanan darah, mata, gigi, telinga hidung tenggorokan, kulit, serta bentuk tubuh dan postur. Tahap kedua masuk lebih dalam lewat pemeriksaan laboratorium darah dan urin, foto rontgen dada, rekam jantung, dan penilaian organ dalam.

Sifat tahap ini berbeda dari tes lain. Latihan berminggu-minggu memindahkan catatan lari, sementara sejumlah kondisi kesehatan diam saja seberapa keras pun peserta berlatih. Sebagian masih bisa diperbaiki bila ditangani jauh hari, sebagian lagi menutup jalur tertentu secara permanen.

Karena itu daftar periksa kesehatan diberikan pada sesi pertama, jauh sebelum berkas pendaftaran mulai disusun. Peserta diminta memeriksakan diri ke dokter umum dan dokter gigi lebih dulu, supaya waktu yang tersisa dipakai memperbaiki bagian yang memang bisa diperbaiki.

Enam temuan berikut berulang dari gelombang ke gelombang. Kelimanya yang pertama menuntut penanganan dokter, dan lamanya penanganan itulah yang menentukan apakah seorang pendaftar sempat memperbaiki keadaannya sebelum hari pemeriksaan.

Catatan penting

Temuan kesehatan yang sering memulangkan pendaftar dari ruang periksa

Gigi berlubang, sisa akar, dan kawat gigi

Jumlah gigi, lubang yang menganga, sisa akar, karang gigi, dan kondisi gusi semuanya dibaca petugas. Kawat gigi umumnya diminta lepas sebelum pemeriksaan, dan penyesuaian sesudah pelepasan memakan waktu tersendiri.

Buta warna dan kelainan refraksi

Buta warna, baik total maupun parsial, umumnya menutup pendaftaran dan kondisinya diam saja terhadap latihan apa pun. Batas minus dan silinder berbeda menurut jalur serta gelombang yang sedang dibuka.

Varises dan varikokel

Pelebaran pembuluh darah di tungkai maupun di sekitar buah zakar termasuk temuan yang sering muncul pada pemeriksaan tahap kedua. Penanganannya menuntut tindakan medis berikut masa pemulihan, sehingga pendaftar yang menyadarinya lebih awal memegang lebih banyak pilihan.

Ambeien dan hernia

Keduanya diperiksa langsung dan keduanya menuntut penanganan dokter. Pendaftar yang menahan keluhan karena malu justru kehilangan kesempatan memperbaikinya sebelum hari pemeriksaan tiba.

Tato dan bekas tindik

Tanda permanen di kulit termasuk yang dicari petugas, termasuk bekas tindik di telinga bagi pendaftar pria. Penghapusan tato berjalan beberapa kali tindakan dan biasanya menyisakan jejak yang masih terbaca mata.

Postur kaki dan berat badan

Bentuk kaki X atau O, telapak kaki yang datar, serta indeks massa tubuh yang jauh di luar rentang normal ikut dinilai. Berat badan termasuk hal yang masih bisa digeser lewat latihan dan pengaturan makan dalam hitungan bulan.

Gigi: perawatan yang menuntut hitungan bulan

Pemeriksaan gigi menyumbang kegagalan dalam jumlah yang mengejutkan banyak keluarga, sebab gigi jarang masuk daftar persiapan siapa pun. Petugas menghitung jumlah gigi yang tersisa, mencari lubang yang belum ditambal, memeriksa sisa akar, membaca karang gigi, lalu menilai kondisi gusi.

Urutan perawatannya sendiri memakan waktu. Pembersihan karang gigi bisa selesai sekali datang. Penambalan menuntut kunjungan berulang bila lubangnya sudah dalam dan mengenai saraf. Pencabutan meninggalkan luka yang perlu waktu menutup, dan bila gigi yang dicabut termasuk yang dihitung, jumlahnya justru berkurang. Pemakai kawat gigi menghadapi urusan tambahan, sebab pelepasannya diikuti masa penyesuaian.

Semua itu menjelaskan satu saran yang selalu diucapkan di sesi pertama: buat janji ke dokter gigi pada pekan yang sama saat program dimulai. Peserta dari Waru dan Gedangan biasanya memilih klinik dekat rumah supaya kunjungan berulangnya tidak habis di perjalanan. Perawatan yang berjalan berbarengan dengan latihan fisik tidak memakan waktu latihan sedikit pun, sedangkan perawatan yang baru dimulai sebulan menjelang pendaftaran hampir selalu terlambat.

Mata dan buta warna: periksa lebih dulu sebelum biaya lain keluar

Pemeriksaan mata membaca dua hal yang berbeda sifatnya. Ketajaman penglihatan menyangkut minus, plus, dan silinder, dengan batas yang berbeda menurut jalur dan gelombang; sebagian jalur menuntut penglihatan tanpa kelainan sama sekali. Buta warna berdiri di urusan tersendiri: ia diperiksa memakai pelat berangka warna, dan hasilnya diam terhadap latihan, obat, maupun pengaturan makan.

Kalimat itu terdengar keras, dan justru karena itu ia disampaikan di awal. Pendaftar yang menemukan buta warna parsial pada pekan pertama masih memegang pilihan: menanyakan jalur mana yang tetap terbuka baginya, atau mengarahkan waktu dan biayanya ke rencana lain sejak dini. Pendaftar yang baru menemukannya di ruang pemeriksaan resmi kehilangan berbulan-bulan latihan beserta biaya yang sudah dikeluarkan.

Pemeriksaan sederhana ini bisa dikerjakan di klinik atau puskesmas dengan biaya kecil. Menundanya tidak membuat hasilnya berubah.

Psikotes berjalan berjam-jam dan ketahanan duduk ikut terbaca

Psikotes seleksi prajurit terdiri dari beberapa jenis soal yang dikerjakan beruntun dalam satu hari panjang. Tes hitung cepat menyajikan deretan angka yang harus dijumlahkan kolom demi kolom, dan yang dibaca pemeriksa adalah kestabilan hasil dari menit ke menit. Tes kecerdasan menampilkan deret angka, analogi kata, dan penalaran bentuk. Tes menggambar meminta peserta menggambar orang serta pohon. Kuesioner kepribadian mengajukan ratusan pernyataan pendek, sebagian menanyakan hal serupa dengan susunan kata berbeda untuk membaca konsistensi jawaban.

Kemampuan yang dilatih di sini ada tiga: kecepatan berhitung yang tidak mengorbankan ketelitian, kesanggupan menangkap instruksi yang dibacakan satu kali saja, dan ketenangan menjawab jujur secara konsisten sepanjang ratusan pernyataan.

Latihannya berbentuk pengulangan pendek harian. Sepuluh menit hitung cepat tiap hari memberi hasil lebih baik daripada satu sesi panjang di akhir pekan, sebab yang sedang dibangun adalah kebiasaan bekerja di bawah tekanan waktu.

Wawasan kebangsaan sering dijawab asal karena terdengar mudah

Materi wawasan kebangsaan mencakup Pancasila beserta butir pengamalannya, UUD 1945 dan perubahan-perubahannya, bentuk negara kesatuan, Bhinneka Tunggal Ika, serta sejarah perjuangan bangsa. Pendaftar TNI juga diminta menguasai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Hafalannya diminta lengkap, dan pemahamannya diuji lewat pertanyaan lanjutan.

Bagian ini terlihat ringan dari jauh, dan itulah sebabnya ia sering dikerjakan dengan persiapan seadanya. Soalnya kerap menanyakan pasal tertentu, urutan butir, atau tahun sebuah peristiwa, sehingga jawaban yang mengambang langsung terbaca salah.

Wawancara mental ideologi menambah lapisan lain. Pertanyaannya menyentuh alasan mendaftar, keadaan keluarga, riwayat organisasi, dan pandangan atas isu kebangsaan. Jawaban hafalan terdengar kaku di ruang wawancara. Latihan yang dipakai berbentuk tanya jawab lisan berulang, sehingga peserta terbiasa menyusun jawabannya dengan kalimat sendiri dan tetap tenang ketika pertanyaannya berbelok.

Penilaian dipegang panitia dan tidak ada pengurusan yang bisa dibeli

Bagian ini ditulis terang supaya tidak ada salah paham di kemudian hari. Seluruh penilaian seleksi prajurit TNI dipegang panitia, ditetapkan lewat sidang penentuan akhir, dan berada di luar kuasa lembaga mana pun di luar panitia itu, termasuk Edubia. Program ini menyiapkan kemampuan yang diukur di ruang seleksi; keputusan lulus atau tidaknya seseorang berada di tangan penyelenggara.

Pendaftaran prajurit TNI tidak memungut biaya. Setiap tawaran yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, koneksi, atau pengurusan khusus adalah penipuan, dan penipuan semacam itu memakan korban tiap gelombang, biasanya keluarga yang sudah mengeluarkan tabungan bertahun-tahun. Tawaran seperti itu ditolak, uangnya jangan dikirim, buktinya disimpan, lalu perkaranya dilaporkan ke kanal pengaduan resmi.

Yang bisa dijanjikan sebuah program persiapan hanya hal yang berada di dalam kuasanya: catatan latihan yang terukur, pembahasan soal yang jujur, dan gambaran realistis tentang jarak peserta hari ini terhadap angka yang diminta. Peserta yang jaraknya masih jauh akan diberi tahu apa adanya, sebab angka yang dibaguskan hanya menunda kekecewaan sampai hari pengumuman.

Biaya program dan apa yang membentuk angkanya

Biaya sesi privat persiapan seleksi prajurit mulai Rp186.500 per sesi 90 menit dengan tutor datang ke rumah peserta. Angkanya berada di atas program mata pelajaran sekolah karena tutor yang memegang kelas ini menyiapkan dua hal sekaligus untuk tiap peserta: paket soal yang mengikuti pengumuman gelombang berjalan, dan program latihan fisik yang ditulis ulang tiap pekan mengikuti catatan waktu peserta.

Sesi di rumah tidak menambah biaya perjalanan. Belajar di co-learning space Edubia menambah Rp15.000 per sesi, dan sebagian peserta memilihnya saat rumah sedang ramai atau saat mereka ingin belajar berdekatan dengan jadwal latihan sore. Peserta yang tinggal jauh dari jangkauan kunjungan bisa mengambil sesi daring untuk bagian akademik dan psikotes.

Jumlah sesi per pekan disepakati sesudah pengukuran awal. Peserta yang tanggal seleksinya tinggal enam pekan jelas menuntut ritme berbeda dari peserta yang masih memegang enam bulan, dan menyamakan keduanya hanya membuat salah satunya membayar untuk hal yang belum ia butuhkan.

Kunjungan tutor di kecamatan Kota Surabaya

Tutor datang ke rumah di 31 kecamatan Kota Surabaya. Pendaftar yang tinggal di sisi utara, di Krembangan, Pabean Cantian, Semampir, Bulak, dan Kenjeran, berada dekat dengan kawasan pendidikan Angkatan Laut di Bumimoro, tempat Akademi Angkatan Laut berdiri sejak 1951. Kedekatan itu membuat kata prajurit terdengar akrab di lingkungan mereka sejak kecil.

Di sisi timur, peserta dari Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, Gunung Anyar, dan Tenggilis Mejoyo biasanya memilih jadwal sesudah magrib karena padatnya jalur MERR pada sore hari. Kelompok tengah kota, Genteng, Bubutan, Tegalsari, Sawahan, Gubeng, Tambaksari, dan Simokerto, cenderung mengambil jam yang lebih awal. Di sisi selatan ada Wonokromo, Wonocolo, Jambangan, Gayungan, Dukuh Pakis, Wiyung, dan Karang Pilang. Sisi barat mencakup Sukomanunggal, Tandes, Asemrowo, Sambikerep, Lakarsantri, Benowo, dan Pakal, wilayah dengan jarak tempuh panjang sehingga sesi di sana dijadwalkan berdempet dengan sesi lain di kecamatan yang sama.

Kantor Edubia sendiri berada di Tegalsari, sedangkan co-learning space yang bisa dipakai peserta ada di Tambaksari dan Wonocolo.

Pendaftar dari wilayah Kabupaten Sidoarjo

Kunjungan tutor juga berjalan di 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo. Peserta dari Waru, Gedangan, Taman, dan Sedati berada pada jarak tempuh yang pendek dari pusat kota, sehingga jadwal sore masih mudah disusun. Sedati juga wilayah tempat Bandara Juanda berada, dan sebagian keluarga di sana memiliki kerabat yang bekerja di lingkungan penerbangan, sehingga jalur TNI AU lebih sering ditanyakan di sesi pertama.

Peserta dari Buduran, Candi, Sidoarjo, dan Sukodono umumnya mengambil jadwal akhir pekan. Wilayah barat kabupaten, yaitu Krian, Balongbendo, Prambon, Tarik, dan Wonoayu, ditempuh lebih lama, jadi sesi di sana biasanya disusun dua kali sepekan dengan durasi penuh supaya perjalanan tutor sepadan dengan waktu belajarnya. Bagi peserta dari Porong, Tanggulangin, Krembung, Tulangan, dan Jabon, sesi daring untuk bagian akademik sering dipilih sebagai pelengkap sesi kunjungan.

Menyusun rencana sebelum gelombang berikutnya dibuka

Pendaftar yang datang ke ruang seleksi dengan persiapan matang biasanya mengerjakan hal yang sama: mereka mengetahui angka dirinya sendiri jauh hari, memperbaiki bagian yang bisa diperbaiki, lalu menerima apa adanya bagian yang berada di luar kendali. Dua belas pekan cukup untuk memindahkan catatan fisik sekaligus menaikkan nilai akademik, sepanjang latihannya berjalan tiap hari.

Langkah pertamanya sederhana. Sebutkan jalur yang dituju dan perkiraan tanggal seleksi lewat WhatsApp, lalu pengukuran awal dijadwalkan di rumah. Dari sana peserta akan tahu jarak dirinya hari ini terhadap angka yang diminta panitia, dan jarak itu disampaikan tanpa dibaguskan.

Susunan di bawah dipakai sebagai kerangka, dan porsinya bergeser mengikuti jarak peserta menuju tanggal seleksi.

Selengkapnya

Isi satu sesi 90 menit di rumah peserta

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Membaca catatan latihan pekan lalu

    Sepuluh menit pertama dipakai membaca catatan lari, jumlah pengulangan tiap gerakan, jam tidur, serta keluhan tubuh yang muncul. Angka inilah yang menentukan beban pekan berikutnya.

  2. 2Mengerjakan paket soal bertimer

    Tiga puluh lima menit berikutnya dipakai mengerjakan paket soal akademik atau psikotes dengan batas waktu yang ditegakkan, sehingga tekanan waktunya menyerupai suasana ruang tes.

  3. 3Membahas jawaban yang salah

    Dua puluh menit dipakai membedah salah hitung dan salah membaca perintah satu per satu. Soal yang kebetulan benar karena tebakan ikut dibahas, sebab tebakan yang beruntung menyembunyikan lubang pemahaman.

  4. 4Menyetel program fisik pekan depan

    Lima belas menit dipakai menulis jadwal lari, set kekuatan, dan hari pemulihan untuk tujuh hari ke depan, lengkap dengan angka sasaran yang harus dicatat peserta setiap kali berlatih.

  5. 5Menutup dengan pekerjaan mandiri

    Sepuluh menit terakhir dipakai memastikan peserta paham apa yang dikerjakan sendirian sampai sesi berikutnya, termasuk urusan berkas atau perawatan kesehatan yang sedang berjalan.

Empat langkah berikut biasanya selesai dalam hitungan hari, sehingga peserta yang menghubungi hari ini sudah bisa memegang program latihan pada pekan yang sama.

Inti bahasan

Langkah memulai dari pertanyaan pertama sampai sesi pertama

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Menyebut jalur dan tanggal sasaran

    Kirim pesan WhatsApp berisi jalur yang dituju, jenjang ijazah, serta perkiraan tanggal seleksi. Dua keterangan itu langsung menentukan panjang program dan porsi tiap bagian.

  2. 2Pengukuran awal di rumah

    Catatan lari 12 menit, jumlah pull up, sit up, push up, waktu shuttle run, nilai akademik terakhir, serta riwayat kesehatan diambil sebagai titik banding. Hasilnya disampaikan apa adanya pada hari yang sama.

  3. 3Penetapan jadwal dan tutor

    Tutor dipilih menurut kecocokan materi dan jarak tempuh ke rumah peserta, lalu jadwal disusun mengelilingi jam sekolah, jam kerja, dan waktu latihan fisik harian.

  4. 4Evaluasi tiap empat pekan

    Simulasi penuh dikerjakan berkala dan angkanya dibandingkan dengan pengukuran awal. Bila selisihnya melambat, porsi latihan disetel ulang sebelum peserta kehilangan pekan berharga.

Tanya jawab

Masih ragu soal les persiapan masuk TNI? Ini jawabannya

Berapa biaya les persiapan masuk TNI di Surabaya?

Biayanya mulai Rp186.500 per sesi 90 menit dengan tutor datang ke rumah, dan sesi kunjungan tidak menambah biaya perjalanan. Bila peserta memilih belajar di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi. Jumlah sesi per pekan ditetapkan sesudah pengukuran awal, sebab peserta yang tanggal seleksinya tinggal enam pekan membutuhkan ritme yang berbeda dari peserta yang masih memegang enam bulan.

Berapa lama waktu persiapan yang masuk akal sebelum pendaftaran dibuka?

Dua belas pekan adalah kerangka yang dipakai untuk peserta yang memulai tanpa latihan rutin, sedangkan enam belas pekan memberi ruang lebih lega. Urusan kesehatan punya hitungan sendiri: perawatan gigi dan pemeriksaan mata sebaiknya dimulai pada pekan pertama, sebab keduanya berjalan di luar kendali latihan. Peserta yang waktunya lebih pendek tetap didampingi, dengan risiko yang diucapkan terbuka sejak awal.

Catatan lari saya masih jauh di bawah patokan, apakah masih ada gunanya ikut?

Daya tahan termasuk bagian yang bergerak cepat bila latihannya teratur, dan jarak lari 12 menit umumnya bergeser beberapa ratus meter pada beberapa pekan pertama. Yang menentukan adalah sisa waktu menuju tanggal seleksi dan keteraturan latihan harian. Pengukuran pada sesi pertama akan menunjukkan posisimu hari ini, dan angkanya disampaikan apa adanya, termasuk bila kesimpulannya menyarankan menunda ke gelombang berikutnya.

Materi apa saja yang dibahas selama sesi berjalan?

Sesi mencakup empat wilayah: soal akademik yang terdiri dari matematika dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengetahuan umum; latihan psikotes berikut tes menggambar dan hitung cepat; materi wawasan kebangsaan beserta latihan wawancaranya; dan penyusunan program latihan fisik mingguan. Porsinya bergeser mengikuti kebutuhan peserta, sehingga yang sudah kuat di sisi fisik menerima porsi soal yang lebih besar.

Apakah Edubia bisa membantu meloloskan saya?

Tidak, dan permintaan semacam itu ditolak. Penilaian seleksi prajurit dipegang panitia dan ditetapkan lewat sidang penentuan akhir; tidak ada lembaga di luar panitia yang bisa memengaruhi hasilnya. Pendaftaran prajurit TNI juga tidak memungut biaya, sehingga tawaran kelulusan berbayar dari pihak mana pun adalah penipuan yang sebaiknya dilaporkan. Yang disiapkan program ini adalah kemampuan yang diukur di ruang seleksi.

Saya lulusan SMP, jalur mana yang terbuka untuk saya?

Jalur tamtama sering membuka pendaftaran bagi pemegang ijazah SMP sederajat, sementara sebagian gelombang menetapkan SMA sederajat. Syaratnya berubah menurut gelombang dan matra, jadi langkah pertama adalah membaca pengumuman resmi yang sedang berjalan. Usia pendaftar berada di rentang 17 tahun 9 bulan sampai 22 tahun, dan tinggi badan minimal pendaftar pria di TNI AD dan TNI AL berada di 158 cm.

Tinggi badan saya 160 cm, apakah masih bisa mendaftar?

Angka 160 cm memenuhi syarat tinggi jalur tamtama di TNI AD dan TNI AL yang berada di 158 cm, sedangkan jalur bintara meminta 163 cm untuk pendaftar pria. Pendaftar wanita di jalur bintara TNI AD dan TNI AU diminta 157 cm. Karena tiap gelombang mengumumkan angkanya sendiri, pengukuran resmi di tempat pendaftaran tetap yang berlaku, dan sebaiknya kamu mengukur ulang tanpa alas kaki pada pagi hari.

Saya memakai kacamata minus, apakah otomatis gugur?

Batas kelainan refraksi berbeda menurut jalur, matra, dan gelombang; sebagian jalur menuntut penglihatan tanpa kelainan sama sekali. Pemeriksaan mata di klinik akan memberi angka pastinya, dan angka itulah yang dibandingkan dengan pengumuman resmi. Buta warna berdiri di urusan berbeda: kondisi ini umumnya menutup pendaftaran dan diam terhadap latihan maupun pengobatan, jadi periksakan lebih dulu sebelum biaya lain dikeluarkan.

Gigi saya berlubang dan masih memakai kawat gigi, kapan harus ditangani?

Mulai pada pekan yang sama saat program berjalan. Pembersihan karang gigi bisa selesai sekali datang, penambalan menuntut kunjungan berulang bila lubangnya sudah dalam, dan pencabutan meninggalkan luka yang perlu waktu menutup. Kawat gigi umumnya diminta lepas sebelum pemeriksaan, dan sesudah pelepasan masih ada masa penyesuaian. Rangkaian itu berjalan berminggu-minggu, jadi menundanya sampai sebulan sebelum pendaftaran hampir selalu terlambat.

Apakah tutornya ikut mendampingi latihan fisik di lapangan?

Sesi privat dipakai menyusun program latihan, memeriksa catatan angkanya, serta mengoreksi teknik gerakan lewat peragaan dan rekaman yang peserta bawa. Latihan hariannya sendiri dijalankan peserta di lintasan, lapangan, atau kolam sesuai jadwal yang sudah ditulis. Batas ini disebutkan sejak awal supaya harapannya jelas, sebab yang membentuk catatan waktu adalah latihan yang berjalan setiap hari.

Bagaimana kalau cara mengajar tutornya kurang cocok dengan saya?

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan, dan permintaannya tidak perlu disertai alasan panjang. Gaya mengajar termasuk hal yang cocok atau tidaknya baru terasa sesudah beberapa sesi berjalan. Catatan kemajuan peserta ikut berpindah ke tutor baru, sehingga program latihan dan daftar materi yang sudah dilewati tetap bersambung tanpa mengulang dari awal.

Kalau rumah saya di luar jangkauan kunjungan, apakah sesinya bisa daring?

Bisa, untuk bagian akademik, psikotes, dan tanya jawab wawasan kebangsaan. Layar cukup memadai untuk membahas lembar jawaban sekaligus menyetel program latihan mingguan. Bagian yang menuntut peragaan gerakan tetap lebih nyaman dikerjakan tatap muka, jadi sebagian peserta memadukan keduanya: sesi daring pada hari kerja dan sesi kunjungan di akhir pekan. Peserta dari Jabon dan Tarik yang jarak tempuhnya panjang sering memakai pola ini.

Jam berapa saja sesi bisa dijadwalkan?

Sesi berjalan sepanjang pekan tanpa hari kosong, dengan jendela jam dari 07.00 sampai 21.00 WIB. Peserta yang masih sekolah biasanya mengambil jadwal sesudah magrib, sedangkan peserta yang sudah bekerja memilih akhir pekan. Jadwal latihan fisik hariannya diletakkan terpisah dari sesi, umumnya pagi atau sore, mengikuti waktu pelaksanaan tes yang biasanya berlangsung pagi hari.

Apakah pendaftaran seleksi prajurit TNI berbayar?

Tidak. Pendaftaran berjalan lewat kanal resmi tanpa pungutan, dan seluruh tahapan seleksinya juga tidak memungut biaya. Bila ada pihak yang meminta uang dengan alasan pendaftaran, pengurusan berkas, atau pengaturan hasil, itu penipuan: simpan buktinya, jangan mengirim uang, lalu laporkan ke kanal pengaduan resmi. Biaya wajar yang keluar hanya untuk keperluan pribadi seperti pemeriksaan kesehatan mandiri dan pengurusan dokumen di instansi masing-masing.

Kalau saya gagal di gelombang ini, apa yang sebaiknya dilakukan?

Langkah pertama adalah mengetahui di tahap mana nilainya jatuh, sebab penanganan gugur di kesehatan berbeda jauh dari gugur di jasmani atau akademik. Selama usia masih berada di dalam batas, gelombang berikutnya tetap terbuka dan pengalaman satu putaran seleksi memberi keuntungan nyata. Sebagian peserta juga menimbang jalur lain yang syaratnya berbeda. Evaluasi ini dikerjakan bersama pada sesi pertama sesudah pengumuman.

Yuk Kita Mulai

Sesi persiapan masuk TNI pertama bisa dijadwalkan minggu ini

Rating 4,9/5 dari 1.200 ulasan. Mulai dari konsultasi kebutuhan persiapan masuk TNI, tanpa komitmen.

  • 2.500+ tutor terverifikasi
  • 1.200+ peserta didampingi
  • 4,9/5 rating ulasan