4,9/5 · 1.200 ulasan · SD kelas 5 sampai dewasa
Les Privat Lompat Galah di Surabaya
Les privat lompat galah di Surabaya untuk pemula sampai atlet pelajar. Satu pelatih mendampingi satu peserta selama 90 menit, mulai Rp186.500 per sesi, dengan awalan, penanaman galah, ayunan, sampai pendaratan yang dilatih bertahap di bawah pengawasan.
Inti dari Les Privat Lompat Galah di Surabaya
Les privat lompat galah di Surabaya untuk pemula sampai atlet pelajar. Satu pelatih mendampingi satu peserta selama 90 menit, mulai Rp186.500 per sesi, dengan awalan, penanaman galah, ayunan, sampai pendaratan yang dilatih bertahap di bawah pengawasan.
Konsultasi dan DaftarYang Perlu Diketahui
- Jenjang peserta
- SD kelas 5 sampai dewasa, dengan tahapan berbeda per usia
- Bentuk sesi
- Satu pelatih mendampingi satu peserta, 90 menit tiap pertemuan
- Frekuensi yang lazim
- Satu sesi lapangan tiap dua pekan ditambah dua sesi penguatan tiap pekan
- Tempat sesi lapangan
- Fasilitas atletik mitra sesuai kesepakatan pada pertemuan pertama
- Tempat sesi penguatan
- Rumah peserta, lapangan terbuka di dekat rumah, atau ruang belajar bersama Edubia
- Biaya
- Mulai Rp186.500 per sesi 90 menit
- Tambahan ruang belajar bersama
- Rp15.000 per sesi bila memakai ruang Edubia
- Alat yang dibawa pelatih
- Galah latihan sesuai berat badan, penanda awalan, dan pita ukur
- Perlengkapan peserta
- Sepatu lari, celana melekat badan, kaus lengan pendek, dan air minum
- Wilayah layanan utama
- Kota Surabaya, dari Sukolilo dan Rungkut sampai Wiyung dan Lakarsantri
- Wilayah layanan tambahan
- Kabupaten Sidoarjo, terutama Waru, Gedangan, Taman, dan Buduran
- Jam pemesanan sesi
- Setiap hari, pukul 07.00 hingga 21.00 WIB
- Penggantian pelatih
- Boleh diminta kapan saja tanpa biaya tambahan
Yang diterima peserta
Isi Program Lompat Galah Edubia
- Pemeriksaan gerak dasar di pertemuan pertama · Berat badan, kelenturan bahu, waktu lari 30 meter, dan kemampuan bergantung dicatat sebagai titik awal program.
- Galah latihan sesuai berat badan · Pelatih membawa galah dengan angka berat yang cocok, lalu menimbang ulang peserta tiap dua bulan.
- Catatan langkah awalan milik peserta · Jumlah langkah dan letak tanda disalin ke lembar peserta supaya ia sanggup memasangnya sendiri saat bertanding.
- Rekaman video tiap sesi lapangan · Video diputar pelan di pinggir lintasan, lalu satu perbaikan disepakati untuk pertemuan berikutnya.
- Program penguatan untuk di rumah · Daftar latihan bahu, perut, dan sprint pendek yang muat dikerjakan di halaman rumah atau lapangan terdekat.
- Pendampingan pelatih di tiap lompatan · Pelatih berdiri di sisi kotak tancap selama peserta melompat, dan sesi berhenti bila ia harus meninggalkan tempat itu.
- Laporan bulanan berisi angka · Tinggi pegangan, jumlah langkah awalan, dan ketinggian mistar yang dilewati dirangkum tiap akhir bulan.
- Penggantian pelatih tanpa biaya tambahan · Peserta yang merasa cara mengajar pelatihnya kurang cocok boleh meminta pelatih lain kapan saja.
Sebelum mendaftar
Siapa yang Cocok Mengambil Lompat Galah
Peserta yang cocok
- Siswa SMP atau SMA yang sudah terbiasa berlari cepat dan ingin menekuni nomor atletik yang jarang diambil orang
- Peserta berlatar senam, panjat tebing, atau renang yang kekuatan tubuh atasnya sudah terbangun lebih dulu
- Atlet pelajar yang menyiapkan diri untuk pekan olahraga pelajar tingkat kota maupun provinsi
- Anak kelas 5 dan 6 SD yang ingin memulai dari latihan gerak dasar tanpa mistar sama sekali
- Peserta dewasa yang bersedia menjalani pemeriksaan bahu dan punggung sebelum sesi lapangan pertamanya
- Keluarga yang siap menempuh perjalanan ke fasilitas atletik mitra untuk sesi lapangan berkala
Kenapa Edubia
Kelebihan kelas lompat galah bersama Edubia
Pelatih berlatar atletik
Pendamping sesi lompat galah adalah pelatih dengan latar pendidikan kepelatihan olahraga atau pendidikan jasmani, sebagian lulusan kampus keguruan di Surabaya seperti Unesa. Ia menguasai urutan fase lompatan sekaligus cara membaca kesalahan dari rekaman video.
Sesi 90 menit yang utuh
Pemanasan sendi, latihan penanaman galah, lompatan berulang, dan pendinginan muat dalam satu pertemuan tanpa ada bagian yang dilewati. Pertemuan yang lebih pendek memaksa salah satunya dipotong, dan yang dipotong biasanya pemanasan.
Galah dicocokkan dengan berat badan
Angka berat yang tercetak di batang galah dipakai sebagai syarat pemakaian, dan berat peserta ditimbang ulang tiap dua bulan. Peserta usia sekolah masih bertumbuh, sehingga galah yang tepat bulan lalu bisa keliru bulan ini.
Jadwal menyesuaikan sekolah
Pemesanan sesi dibuka tujuh hari sepekan, dari pukul 07.00 dan berakhir pukul 21.00 WIB. Jam sesi lapangan diatur mengikuti pemakaian fasilitas mitra serta cuaca hari itu, dan peserta dikabari titik temunya sehari sebelumnya.
Laporan berisi angka
Tinggi pegangan, jumlah langkah awalan, dan ketinggian mistar yang berhasil dilewati dicatat tiap bulan. Tiga angka itu membuat kemajuan peserta terbaca orang tua tanpa harus menonton latihan.
Pelatih boleh diganti
Peserta yang merasa cara mengajar pelatihnya kurang cocok boleh meminta pengganti tanpa biaya tambahan. Di nomor ini kecocokan berpengaruh langsung ke keberanian peserta menancapkan galah dengan penuh.
Susunan Materi
Susunan Materi Lompat Galah dari Awalan sampai Pendaratan
Sembilan bagian berikut disusun mengikuti urutan gerak, dan pelatih menutup satu bagian sebelum membuka bagian sesudahnya. Kolom miskonsepsi berisi kesalahan yang benar-benar berulang di lapangan.
- 1
Membawa Galah Sambil Berlari
Pekan pertamaYang dibahas. Posisi kedua tangan di batang galah, sudut galah saat mulai berlari, dan cara menurunkan ujungnya tanpa mengubah panjang langkah.
Jebakan umum. Peserta menurunkan galah terlalu awal sehingga berat batangnya menarik badan ke depan, dan langkah memendek dengan sendirinya.
Cara tutor. Peserta diminta berlari 30 meter membawa galah tanpa melompat sambil menghitung langkah dengan suara, sampai iramanya sama dengan lari tanpa galah.
- 2
Awalan dengan Jumlah Langkah Tetap
Dasar wajibYang dibahas. Menetapkan enam, delapan, atau sepuluh langkah, menandai titik awal di lintasan, dan menguji tanda tersebut berulang kali.
Jebakan umum. Tanda dipakai apa adanya dari pekan sebelumnya, padahal sepatu, cuaca, dan kondisi lintasan menggesernya beberapa telapak kaki.
Cara tutor. Tanda diukur ulang di awal tiap sesi lapangan, lalu peserta menyalin angkanya ke lembar catatan miliknya sendiri.
- 3
Penanaman Galah di Kotak Tancap
Fase penentuYang dibahas. Urutan mengangkat kedua tangan, sudut masuk ujung galah, dan waktu penanaman terhadap langkah terakhir sebelum menolak.
Jebakan umum. Penanaman terlambat setengah langkah. Galah baru menyentuh dasar kotak setelah kaki tolak menapak, dan badan tertahan seperti membentur dinding.
Cara tutor. Gerak diulang sambil berjalan, lalu tiga langkah, lalu enam langkah, dengan aba-aba suara pelatih pada saat kedua tangan harus naik.
- 4
Tolakan dan Letak Kaki Tumpu
Sering salahYang dibahas. Letak kaki tolak terhadap garis pegangan tangan atas, arah dorongan, dan sikap dada saat meninggalkan tanah.
Jebakan umum. Kaki tolak jatuh terlalu dekat ke kotak. Badan naik terlalu tegak lalu turun kembali ke arah lintasan, dan mistar tersenggol dada.
Cara tutor. Titik tolak ditandai dengan pita di lintasan, lalu rekaman video diperiksa bingkai demi bingkai untuk mengukur jarak kaki terhadap tangan atas.
- 5
Ayunan Kaki Belakang
Butuh kekuatanYang dibahas. Ayunan panjang bertumpu di sendi bahu, sikap kaki belakang, dan cara membiarkan galah menekuk tanpa dibantu tarikan lengan.
Jebakan umum. Peserta menarik badan dengan lengan seperti gerakan mengangkat dagu di palang. Tekukan galah berkurang dan tenaga lontarnya ikut hilang.
Cara tutor. Latihan ayunan dipindahkan ke palang tunggal tanpa galah lebih dulu, sampai gerak berayun dari bahu terasa wajar bagi peserta.
- 6
Ayunan Balik dan Posisi Terbalik
Latihan luar lapanganYang dibahas. Mengangkat panggul melewati bahu sampai badan terbalik menghadap langit, lalu menahan sikap itu sepersekian detik. Pelatih menyebutnya rock back.
Jebakan umum. Otot perut menyerah lebih dulu sehingga panggul berhenti setinggi pinggang, dan peserta naik dengan badan setengah duduk.
Cara tutor. Angkat kaki sambil bergantung dan gerak senam artistik dasar diberikan sebagai pekerjaan rumah, sebab sikap ini tak bisa dilatih dari lompatan saja.
- 7
Ekstensi Mengikuti Galah yang Menegang
Perlu videoYang dibahas. Meluruskan kedua kaki ke atas tepat ketika galah kembali lurus, sambil menjaga badan tetap dekat dengan batangnya.
Jebakan umum. Ekstensi dilakukan terlalu cepat, sebelum galah selesai menekuk, sehingga peserta terlempar ke depan dengan ketinggian yang kurang.
Cara tutor. Rekaman diputar pelan untuk mencocokkan momen kaki lurus dengan momen batang galah lurus, lalu diulang pada lompatan berikutnya.
- 8
Putaran Badan dan Lepas Tangan
Setelah dasar kuatYang dibahas. Memutar badan setengah lingkaran sehingga perut menghadap mistar, lalu melepas kedua tangan pada saat yang tepat.
Jebakan umum. Tangan dilepas terlalu awal karena peserta ingin lekas melihat mistar, dan dorongan terakhir dari galah hilang begitu saja.
Cara tutor. Latihan dijalankan tanpa mistar lebih dulu, dengan sasaran mendarat di titik yang sudah ditandai di tengah matras.
- 9
Melewati Mistar dan Mendarat
Tahap akhirYang dibahas. Urutan bagian tubuh yang melewati mistar, sikap kedua tangan setelah lepas dari galah, dan arah pendaratan di matras.
Jebakan umum. Peserta melihat ke bawah saat melewati mistar sehingga dagu turun, panggul ikut turun, dan mistar tersenggol paha.
Cara tutor. Ketinggian mistar diturunkan sampai bentuk lompatannya rapi kembali, dan angka pada mistar sengaja tidak diberitahukan pada tahap ini.
Jalan yang ditempuh
Dari Pertemuan Pertama sampai Kejuaraan Pelajar
Rentang waktu di bawah ini gambaran umum untuk peserta usia sekolah yang berlatih satu sampai dua kali sepekan. Peserta berlatar senam, renang, atau sprint biasanya bergerak lebih cepat pada tiga tahap awal.
- 01
Pemeriksaan awal dan pemilihan galah
Pertemuan 1Berat badan ditimbang, kelenturan bahu diperiksa, waktu lari 30 meter dicatat, lalu galah latihan pertama ditentukan dari angka beratnya.
- 02
Menjaga panjang langkah sambil membawa galah
Pekan 1 sampai 2Peserta berlatih menjaga panjang langkah sambil membawa lalu menurunkan galah, sampai iramanya tidak lagi berubah.
- 03
Penanaman berjalan lalu tiga langkah
Bulan 1Gerak mengangkat tangan dan menancapkan ujung galah diulang ratusan kali dengan kecepatan rendah, sebelum kecepatannya dinaikkan.
- 04
Ayunan pertama ke atas matras
Bulan 2Peserta mulai meninggalkan tanah dengan awalan enam langkah dan pegangan rendah, lalu mendarat di tengah matras dengan punggung.
- 05
Lompatan utuh tanpa mistar
Bulan 3Rangkaian awalan sampai putaran badan berjalan sebagai satu gerak, dan pelatih menilai bentuknya lewat rekaman video.
- 06
Mistar pertama pada ketinggian rendah
Bulan 4 sampai 5Mistar dipasang pada tinggi yang sudah biasa dilewati peserta, lalu naik lima sampai sepuluh sentimeter tiap kali bentuknya rapi.
- 07
Pegangan naik dan galah bertambah panjang
Bulan 6 ke atasKenaikan dilakukan setelah peserta mendarat di tengah matras tiga kali berturut-turut, dan kedua perubahan dipisah beberapa pekan.
- 08
Uji coba di kejuaraan pelajar
Tahun pertamaPeserta mencoba nomor lompat galah di kejuaraan tingkat kota, dengan porsi latihan yang diturunkan pada dua pekan terakhir.
Les Lompat Galah Mengubah Kecepatan Lari Menjadi Ketinggian
Lompat galah bekerja dengan satu perhitungan yang sederhana diucapkan dan sulit dikerjakan: tenaga yang dikumpulkan sepanjang lintasan lari dipindahkan ke sebatang galah lentur, lalu dikembalikan lagi kepada atletnya dalam bentuk dorongan ke atas. Peserta yang larinya pelan tidak punya apa-apa untuk dipindahkan, dan galah yang ditancapkan dengan ragu akan menegang tanpa sempat menekuk. Itulah sebabnya pelatih lompat galah menghabiskan waktu jauh lebih banyak di lintasan lari daripada di dekat mistar.
Tiga tuntutan berdiri sekaligus di nomor ini. Kecepatan lari sambil membawa benda panjang di kedua tangan. Kekuatan tubuh atas untuk menahan lalu mengayun berat badan sendiri saat kedua kaki lepas dari tanah. Keberanian yang terukur, artinya berani menancapkan galah sepenuh tenaga sambil tahu persis ke mana badan akan jatuh.
Ketiganya bisa dilatih. Yang tidak menerima tawaran adalah urutannya: kecepatan dulu, kekuatan menyusul, ketinggian belakangan. Peserta yang buru-buru meminta mistar dipasang pada pertemuan kedua hampir selalu berhenti di bulan ketiga, sebab badannya belum sanggup menahan apa yang diminta galah kepadanya.
Satu lompatan lompat galah berlangsung sekitar dua detik, dan di dalam dua detik itu ada delapan pekerjaan yang harus selesai berurutan. Peserta melatihnya satu per satu, lalu menyambungnya pelan-pelan.
Poin penting
Delapan Fase Lompatan yang Dilatih Tiap Sesi
Awalan berlari
Lari 30 sampai 40 meter sambil membawa galah, dengan panjang langkah yang sama tiap kali, supaya kaki tolak selalu mendarat di titik yang sudah ditandai di lintasan.
Penanaman di kotak
Ujung galah masuk ke kotak tancap tepat sebelum kaki tolak menyentuh tanah. Terlambat sepersekian detik saja, galah menahan badan dan laju lari berhenti mendadak.
Tolakan
Kaki tolak mendorong ke atas dan ke depan sementara tangan atas menahan galah tetap tinggi. Titik tolak yang benar berada persis di bawah garis pegangan tangan.
Ayunan kaki belakang: berayun seperti bandul dari sendi bahu
Kaki belakang berayun panjang seperti bandul yang bertumpu di sendi bahu, tanpa ditarik lengan. Ayunan inilah yang memberi galah tekukan terdalamnya.
Ayunan balik ke posisi terbalik
Panggul naik melewati bahu sampai badan terbalik menghadap langit. Pelatih menyebut fase ini rock back, dan ia menuntut kekuatan perut yang dilatih terpisah.
Ekstensi
Kedua kaki diluruskan ke atas mengikuti galah yang menegang kembali. Galah melepaskan tenaga simpanannya persis pada momen ini, dan badan ikut terangkat.
Putaran badan
Badan berputar setengah lingkaran sehingga perut menghadap mistar, lalu kedua tangan melepas galah di titik teratas lintasan gerak.
Melewati mistar: dada, panggul, lalu kedua kaki menyusul
Dada, panggul, lalu kedua kaki menyusul melewati mistar satu per satu. Pendaratan diarahkan ke tengah matras dengan punggung menyentuh lebih dulu.
Tutor Menelusuri Kesalahan Awalan Sebelum Membenahi Mistar
Pelatih berpengalaman jarang memperbaiki gerak yang terlihat gagal. Ia menelusurinya mundur.
Mistar yang jatuh tersenggol dada biasanya berpangkal jauh dari dada. Ia lahir dari titik tolak yang terlalu dekat ke kotak, sehingga badan naik dengan sudut yang terlalu tegak lalu turun kembali ke arah lintasan. Ayunan yang lemah umumnya berasal dari penanaman yang terlambat, karena tangan yang belum sempat terangkat penuh akan menahan bahu saat kaki hendak berayun. Galah yang tak menekuk sama sekali hampir selalu berarti larinya melambat pada enam langkah terakhir.
Rantai sebab ini bergerak satu arah. Kesalahan di awalan menyebar ke seluruh fase sesudahnya, sementara memperbaiki fase akhir tanpa membereskan awalan hanya memindahkan masalahnya ke tempat lain.
Karena itu tiap sesi lapangan direkam. Video diputar pelan bersama peserta di pinggir lintasan, lalu satu perbaikan dipilih untuk pertemuan berikutnya. Satu saja tiap sesi. Peserta yang menerima lima koreksi sekaligus akan memikirkan kelimanya sambil berlari, larinya melambat, dan ia kembali ke masalah yang sama.
Galah Lentur dan Angka Berat yang Wajib Dicek Tutor
Galah lompat masa kini dibuat dari lapisan serat kaca, sebagian dicampur serat karbon, yang digulung mengelilingi inti berongga. Batangnya memang dirancang menekuk sampai membentuk busur, lalu menegang kembali. Kelenturan itu diukur dan dicetak pada batangnya sendiri, bersama panjang galah dan angka berat yang menyatakan galah tersebut dibuat untuk atlet seberat berapa.
Angka berat itu mengikat. Aturan keselamatan yang berlaku luas di kompetisi pelajar mewajibkan peserta memakai galah yang angka beratnya sama dengan atau di atas berat badannya, dan pabrik pembuatnya menyatakan hal serupa. Galah yang angkanya di bawah berat peserta menekuk berlebihan dan sesekali patah di tengah lompatan. Galah yang terlalu keras nyaris tak menekuk, sehingga peserta terlempar balik ke arah lintasan tanpa pernah naik.
Pelatih Edubia membawa galah latihan yang sudah dicocokkan dengan berat badan peserta sejak pertemuan pertama, lalu menimbang ulang tiap dua bulan. Peserta usia sekolah yang berat badannya naik lima kilogram sedang memakai galah yang keliru tanpa merasakannya, sampai satu lompatan memberi tahu dengan cara yang tidak menyenangkan.
Yang perlu diketahui
Cara Sesi Lompat Galah Edubia Dijalankan
Satu pelatih satu peserta
Nomor ini menuntut mata pelatih pada tiap lompatan. Sesi rombongan membuat separuh peserta melompat tanpa diawasi, dan pintu itu ditutup sejak awal.
Pemeriksaan galah sebelum dipakai
Retak rambut, penyok, dan lapisan yang mengelupas cukup untuk mencoret sebatang galah dari pemakaian hari itu, sekalipun peserta sudah datang jauh.
Rekaman video tiap pertemuan
Gerak lompat galah berlangsung sekitar dua detik. Peserta tidak mungkin merasakan sudut tubuhnya sendiri tanpa melihat rekamannya diputar pelan.
Program penguatan untuk di rumah
Sebagian besar kemajuan lahir di luar lintasan. Peserta pulang membawa daftar latihan bahu, perut, dan sprint pendek yang muat dikerjakan di halaman rumah.
Sesi berhenti bila syaratnya kurang
Matras berukuran standar, kotak tancap yang benar, dan pelatih di sisi kotak adalah tiga syarat mati. Kurang satu, lompatan hari itu ditunda.
Syarat Keselamatan yang Menghentikan Sesi Bila Kurang
Lompat galah punya daftar syarat yang harus lengkap sebelum satu lompatan pun boleh terjadi, dan daftar itu tidak menerima potongan.
Matras pendaratan adalah syarat pertama. Ukuran acuan badan atletik dunia menetapkan bidang pendaratan sekurang-kurangnya 6,00 meter kali 6,00 meter dengan tebal 0,80 meter, di luar bantalan depan sepanjang sekurang-kurangnya 2 meter yang menutup daerah di sekitar kotak tancap. Matras yang lebih kecil atau lebih tipis mengubah pendaratan biasa menjadi cedera punggung.
Kotak tancap adalah syarat kedua. Ia ditanam rata dengan permukaan lintasan, sedalam sekitar 0,80 meter dari mulut sampai dinding belakangnya, dengan dinding miring yang menahan ujung galah supaya tidak meleset ke samping. Kotak buatan sendiri dari papan kayu atau ban bekas sudah beberapa kali melahirkan cedera pergelangan tangan.
Syarat ketiga berupa manusia. Pelatih berdiri di sisi kotak selama peserta melompat, siap menahan galah yang terlepas atau mendorong badan peserta kembali ke arah matras. Peserta dilarang mencoba sendiri di luar sesi, termasuk memakai galah pinjaman, termasuk pada hari ketika ia merasa sudah bisa.
Menghitung Langkah Awalan di Awal Tiap Sesi Lapangan
Tiap atlet lompat galah memegang angka miliknya sendiri, dan angka itu berupa jumlah langkah awalan. Pemula biasanya berangkat dari enam langkah, naik ke delapan, lalu sepuluh. Atlet pelajar yang sudah matang berlari empat belas sampai enam belas langkah, ganjil atau genap mengikuti kaki mana yang dipakai menolak.
Cara menandainya sederhana. Peserta berdiri di kotak tancap membelakangi lintasan, berlari menjauh sebanyak langkah yang disepakati, lalu titik pemberhentiannya ditandai. Tanda itu diuji dengan berlari maju beberapa kali sampai kaki tolak mendarat di tempat yang sama tiga kali berturut-turut.
Angka ini bergerak terus. Peserta yang larinya menguat menjangkau kotak lebih cepat, sehingga tandanya mundur beberapa telapak kaki. Sepatu yang berbeda menggeser tanda. Lintasan yang basah menggeser tanda. Angin yang melawan pun menggeser tanda, dan itulah sebabnya pelatih mengukur ulang di awal tiap sesi lapangan daripada mempercayai catatan bulan lalu.
Catatan langkah disalin ke lembar milik peserta, supaya ia sanggup memasang tandanya sendiri ketika bertanding tanpa didampingi pelatihnya.
Latihan Pendukung Mengisi Sebagian Besar Jadwal Pekanan
Orang yang membayangkan latihan lompat galah sebagai melompat berulang-ulang akan terkejut melihat isi satu pekannya. Di jadwal atlet mana pun, lompatan sungguhan hanya mengisi sebagian kecil, dan sisanya berupa latihan yang sekilas tampak tidak berhubungan.
Sprint pendek 30 sampai 60 meter melatih hal yang menentukan tinggi lompatan, yaitu kecepatan badan saat menyentuh kotak. Latihan senam artistik mengajarkan tubuh mengenali posisi terbalik lewat berdiri dengan tangan, guling belakang, serta bergantung dan berayun di palang. Ayunan di palang tunggal melatih gerak yang sama persis dengan fase ayunan balik, tanpa risiko yang dibawa galah.
Kekuatan bahu dan perut dilatih terpisah karena keduanya menahan seluruh berat badan di udara. Kelenturan bahu sering menjadi penghambat yang tidak disadari: peserta yang bahunya kaku tak sanggup mengangkat tangan cukup tinggi saat menanam galah, dan koreksi teknik apa pun akan mentok di situ sampai kelenturannya diurus lebih dulu.
Bagian ini sanggup berjalan di mana saja. Halaman rumah di Rungkut, lapangan terbuka di Wiyung, atau ruang kecil di rumah peserta sudah cukup untuk hampir seluruh daftarnya.
Enam latihan berikut membentuk isi sesi penguatan. Semuanya berjalan tanpa galah, tanpa matras, dan tanpa kotak tancap, sehingga peserta bisa mengerjakannya di dekat rumah pada hari ketika sesi lapangan sedang tidak terjadwal.
Detail
Enam Latihan Penguatan yang Dikerjakan di Luar Jadwal Lapangan
Sprint pendek berulang
Enam sampai delapan kali lari 30 meter dengan istirahat penuh di antaranya. Kecepatan dilatih dalam keadaan segar, sedangkan lari dalam keadaan lelah melatih hal yang berbeda.
Bergantung dan berayun di palang
Ayunan lurus bertumpu di bahu, lalu panggul diangkat melewati bahu. Gerak ini kembar dengan fase ayunan balik yang dipakai di udara.
Berdiri dengan tangan di dinding
Melatih tubuh mengenali posisi terbalik sekaligus menguatkan bahu pada rentang penuh, dengan dinding sebagai penahan supaya aman dicoba sendiri.
Angkat kaki sambil bergantung
Perut yang bekerja menarik panggul, sementara pinggang dijaga tetap tenang. Ulangi dalam kelompok pendek supaya bentuk gerakannya terjaga.
Peregangan bahu dengan tali
Kedua tangan memegang tali selebar bahu lalu diputar ke belakang, menambah rentang gerak yang dibutuhkan saat menancapkan galah.
Tinggi Pegangan yang Dinaikkan Tutor Secara Bertahap
Tinggi pegangan adalah ukuran kemajuan yang jujur di nomor ini. Ia menyatakan seberapa tinggi tangan atas peserta memegang galah dihitung dari ujung bawahnya, dan angkanya menentukan batas atas yang sanggup dicapai lompatan tersebut.
Pemula memegang rendah, sekitar dua meter sampai dua setengah meter, dan itu memang benar. Pegangan rendah membuat galah terasa keras dan lompatannya pendek, sekaligus membuat pendaratan mudah dikendalikan. Tiap kenaikan sepuluh sentimeter menambah beban yang harus ditahan bahu dan perut, sekaligus menambah jarak yang harus ditempuh badan sebelum mencapai matras.
Aturan yang dipakai pelatih pendek saja: pegangan naik setelah peserta sanggup mendarat di tengah matras tiga kali berturut-turut dengan pegangan yang sekarang. Peserta yang menaikkan pegangan karena ingin melewati mistar lebih tinggi, tanpa lulus syarat itu, akan mendarat di pinggir matras.
Galah yang lebih panjang menyusul kemudian, biasanya bersamaan dengan galah bernilai lentur berbeda. Dua perubahan sekaligus membuat peserta kehilangan rasa yang sudah terbangun, jadi keduanya dipisah beberapa pekan.
Kelas Pemula Berjalan Tanpa Mistar Sepanjang Bulan Pertama
Mistar tidak dipasang sama sekali sepanjang bulan pertama, dan peserta perlu diberi tahu alasannya sejak pertemuan awal supaya tidak merasa sedang ditahan-tahan.
Mistar mengubah arah pandangan. Peserta yang melihat mistar akan menyesuaikan tubuhnya demi melewati benda itu, umumnya dengan menekuk pinggang lebih awal, dan gerak tersebut justru mematikan ayunan yang sedang dibangun. Maka urutan latihannya dibalik: peserta lebih dulu diminta melompat sejauh yang ia sanggup ke arah matras tanpa apa pun di depannya, sampai ayunan dan putaran badannya berjalan sendiri.
Mistar pertama dipasang rendah, pada ketinggian yang sudah biasa dilewati peserta lewat lompatan sehari-harinya. Angka pada mistar sengaja tidak diumumkan pada tahap ini. Peserta yang tahu mistarnya berada di 2,00 meter akan berlari berbeda dari peserta yang diminta melompat seperti biasa, dan perbedaan itu selalu mengarah ke bentuk yang lebih buruk.
Kenaikan berikutnya berjarak lima sampai sepuluh sentimeter, dan pelatih menurunkannya kembali begitu bentuk lompatan mulai berantakan.
Sarana Khusus dan Cara Sesi Diatur di Surabaya
Ada satu hal yang perlu disampaikan terus terang sebelum keluarga memutuskan mendaftar. Lompat galah menuntut sarana yang tak dimiliki lapangan biasa: kotak tancap yang ditanam di ujung lintasan, matras berukuran standar, dan sepasang tiang penyangga mistar. Sarana semacam itu jumlahnya terbatas di mana pun, Jawa Timur termasuk.
Edubia menanganinya dengan memisahkan dua jenis sesi.
Sesi lapangan, yakni pertemuan yang benar-benar memakai galah dan matras, berlangsung di fasilitas atletik mitra yang disepakati bersama pada pertemuan pertama dan mengikuti jadwal pemakaian fasilitas tersebut. Pelatih yang mengurus izin pemakaiannya, lalu peserta dikabari titik temu beserta jamnya sebelum berangkat.
Sesi penguatan dan teknik dasar, yang porsinya justru lebih besar, berjalan di tempat yang jauh lebih mudah dijangkau: halaman rumah peserta, lapangan terbuka di dekat rumah, atau ruang belajar bersama Edubia untuk bagian yang berupa ulasan video dan penyusunan program.
Pembagian ini sekaligus menekan biaya perjalanan keluarga. Peserta pemula pada tahap awal umumnya menjalani satu sesi lapangan tiap dua pekan, sementara sesi penguatan berjalan lebih sering dan lebih dekat rumah.
Wilayah Layanan dan Jadwal Kunjungan Pelatih
Pelatih Edubia mendatangi rumah peserta di seluruh Kota Surabaya. Permintaan lompat galah selama ini banyak datang dari keluarga di Sukolilo, Rungkut, Gubeng, dan Mulyorejo, wilayah yang padat siswa SMA dengan jadwal ekstrakurikuler olahraga, ditambah Tenggilis Mejoyo serta Gayungan.
Sisi barat dan selatan kota ikut terjangkau. Peserta di Wiyung, Lakarsantri, Dukuh Pakis, dan Sambikerep dilayani dengan pengaturan jam yang menghindari padatnya lalu lintas sore.
Kabupaten Sidoarjo masuk wilayah layanan yang sama, terutama Waru, Gedangan, Taman, dan Buduran yang berbatasan langsung dengan kota. Peserta di Krian maupun Candi tetap dilayani, dengan penyesuaian jam berangkat pelatih.
Untuk sesi lapangan, titik temu ditetapkan di fasilitas mitra, jadi peserta dari Tambaksari maupun dari Wonokromo berangkat ke tempat yang sama. Pelatih mengabarkan titik itu sehari sebelumnya berikut perkiraan waktu tempuh dari rumah peserta.
Siswa yang bersekolah di SMA Negeri 15 Surabaya di Gayungan atau SMA Negeri 16 Surabaya di Tenggilis Mejoyo umumnya memilih sesi sore, sementara peserta dari SMA Negeri 1 Waru lebih sering mengambil akhir pekan.
Biaya Sesi Lompat Galah di Surabaya
Rp186.500 per sesi berlaku untuk pertemuan 90 menit, dan panjang itu dipilih karena sesi lompat galah punya bagian yang tidak boleh dipangkas. Pemanasan bahu dan pinggul saja memakan seperempat waktu sesi, sedangkan memangkasnya berarti menaikkan risiko cedera pada sendi yang bekerja terus sepanjang latihan.
Angka tersebut sudah mencakup kedatangan pelatih ke rumah peserta untuk sesi penguatan, di Kota Surabaya maupun di Kabupaten Sidoarjo, serta kehadiran pelatih di fasilitas mitra untuk sesi lapangan. Galah latihan yang cocok dengan berat badan peserta, penanda awalan, dan pita ukur dibawa pelatih tanpa biaya sewa terpisah.
Pertemuan yang memakai ruang belajar bersama Edubia dikenai tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruangnya. Tambahan ini berdiri sendiri di luar tarif sesi dan tidak pernah dijumlahkan diam-diam ke dalamnya.
Batas atas kisaran berada di Rp222.800 per sesi, dipakai untuk peserta dewasa dengan pertemuan yang lebih panjang. Peserta yang merasa pelatihnya kurang cocok boleh meminta pengganti tanpa biaya tambahan.
Jadwal Sesi dan Musim Latihan di Surabaya
Sesi bisa dipesan tiap hari sejak pukul 07.00 sampai 21.00 WIB. Jam sesi lapangan menyesuaikan pemakaian fasilitas mitra beserta cuaca hari itu, sedangkan sesi penguatan di rumah jauh lebih lentur diatur.
Dua jam yang banyak dipilih keluarga di Surabaya adalah pagi akhir pekan, ketika lintasan masih teduh dan udara belum terik, serta sore hari kerja selepas pukul 15.30 bagi siswa yang pulang sekolah lebih awal. Sesi siang di lintasan terbuka dihindari sepanjang tahun, sebab panas kota membuat pemanasan bahu terasa sudah cukup padahal ototnya belum siap.
Musim hujan mengubah ritmenya. Lintasan basah membuat penanaman galah meleset, jadi sesi lapangan dipindah atau ditukar dengan sesi penguatan di dalam ruangan, dan pelatih mengabari peserta beberapa jam sebelumnya.
Peserta yang menyiapkan kejuaraan pelajar biasanya menambah frekuensi tiga sampai empat bulan menjelang tanggal lomba, lalu menurunkannya kembali pada dua pekan terakhir supaya badannya segar saat bertanding.
Isi Sesi Pertama Sebelum Peserta Menyentuh Galah
Pertemuan pertama tidak berisi lompatan. Pelatih menimbang berat badan, memeriksa kelenturan bahu, mencatat waktu lari 30 meter, dan melihat apakah peserta sanggup bergantung sambil mengangkat lutut ke dada. Empat pemeriksaan sederhana itu menentukan galah mana yang boleh dipakai serta berapa lama tahap dasar akan berjalan.
Hasilnya disampaikan apa adanya. Peserta yang bahunya kaku akan diberi tahu bahwa dua sampai empat pekan pertama berisi kelenturan dan penguatan, dan itu memang jawaban yang jujur bagi badan yang belum siap tergantung di galah.
Keluarga yang ingin menakar dulu bisa mulai dari satu sesi pemeriksaan, lalu memutuskan setelah membaca catatannya. Sampaikan usia peserta, berat badan, wilayah tempat tinggal, dan jam yang memungkinkan lewat WhatsApp Edubia, lalu tim menyusun jadwal pertemuan pertamanya.
Urutan di bawah ini dipakai pada sesi lapangan, yaitu pertemuan yang benar-benar memakai galah dan matras. Sesi penguatan di rumah punya susunan yang lebih ringkas.
Ringkasnya
Susunan Satu Sesi 90 Menit
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Pemanasan sendi dan lari ringan
Lima belas menit untuk bahu, pinggul, dan pergelangan tangan. Tiga sendi inilah yang menanggung beban berat ketika seluruh berat badan tergantung di galah.
-
Lari membawa galah tanpa melompat
Sepuluh menit memperbaiki cara menurunkan ujung galah pada enam langkah terakhir tanpa memperlambat kaki. Bagian ini terasa membosankan dan menentukan segalanya.
-
Latihan penanaman
Gerak menancapkan galah diulang sambil berjalan, lalu berlari tiga langkah, sampai kedua tangan naik penuh sebelum kaki tolak menyentuh tanah.
-
Lompatan berulang
Delapan sampai dua belas lompatan dengan awalan pendek. Jumlahnya dijaga, sebab lompatan kelima belas hampir selalu lebih buruk daripada lompatan kesepuluh.
-
Ulasan video singkat
Rekaman diputar pelan di pinggir lintasan, lalu satu perbaikan disepakati bersama peserta untuk dikerjakan pada pertemuan berikutnya.
-
Pendinginan dan peregangan bahu
Sepuluh menit terakhir dipakai menurunkan denyut nadi dan memanjangkan otot bahu yang baru saja bekerja pada rentang penuh.
Peserta yang ingin bertanding punya jalur yang jelas, dan jalur itu dimulai dari kejuaraan pelajar di kotanya sendiri. Rincian tanggal serta batas usia berubah tiap tahun, jadi selalu cek pengumuman resmi penyelenggaranya.
Lebih dekat
Jenjang Kompetisi Lompat Galah di Jawa Timur
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
Kejuaraan pelajar tingkat kota
Pekan olahraga pelajar tingkat kota dan kabupaten menjadi pintu masuk pertama bagi siswa SMP dan SMA yang tinggal di Surabaya. Nomor lapangan biasanya sepi peminat, sehingga peluang tampilnya lebar.
-
Pekan olahraga pelajar Jawa Timur
Jenjang provinsi mempertemukan atlet pelajar dari seluruh Jawa Timur. Peserta perlu lolos seleksi di tingkat kota atau kabupaten asalnya lebih dulu.
-
Kejuaraan nasional kelompok umur
Kejuaraan nasional kelompok remaja dan junior membuka jalan ke tim yang lebih tinggi. Batas usia kelompok dihitung pada tahun berjalan, jadi rencana latihan disusun mundur dari tanggal lombanya.
-
Pekan olahraga provinsi Jawa Timur
Lompat galah putra dan putri termasuk nomor yang dipertandingkan di pekan olahraga provinsi, dengan atlet mewakili kota atau kabupaten asalnya.
-
Jenjang di atas kejuaraan provinsi
Atlet asal Jawa Timur pernah menapak dari pekan olahraga pelajar provinsi ke kejuaraan remaja nasional, lalu ke kejuaraan Asia Tenggara kelompok junior dan pekan olahraga nasional. Jalur itu panjang dan menuntut latihan bertahun-tahun.
Program Terkait
Les lompat galah sering dipasangkan dengan program berikut
Tanya jawab
Apa saja yang ditanyakan siswa les lompat galah di Surabaya?
Ambil Langkahnya
Satu konsultasi, rencana les lompat galah yang jelas
Tutor lompat galah bisa diganti kalau belum cocok. Konsultasinya gratis, keputusannya tetap di tangan Anda.