Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai Lanjutan

Les Kaligrafi di Surabaya

Les kaligrafi Arab privat di Surabaya mengajarkan cara mengukur huruf memakai titik yang dibuat pena sendiri, dari sudut potong sampai satu baris utuh. Tutor datang ke alamat, biaya mulai Rp128.300 per sesi 60 menit.

4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1.200+ siswa didampingi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Les Kaligrafi di Surabaya

Les Kaligrafi di Surabaya, apa saja?

Les kaligrafi Arab privat di Surabaya mengajarkan cara mengukur huruf memakai titik yang dibuat pena sendiri, dari sudut potong sampai satu baris utuh. Tutor datang ke alamat, biaya mulai Rp128.300 per sesi 60 menit.

Konsultasi dan Daftar

Data Program

Fokus kelas
Kaligrafi Arab: ukuran huruf, sudut pena, dan susunan baris
Tingkat
Pemula sampai lanjutan
Format Sesi
Privat satu tutor satu peserta, di rumah atau lewat kamera
Durasi per sesi
60 menit atau 90 menit
Ritme yang lazim
4 sesi per bulan, bisa ditambah menjadi 8 sesi
Biaya per sesi
Mulai Rp128.300 dengan tutor datang ke alamat peserta
Biaya bulanan
Mulai Rp513.000 untuk 4 sesi kelas 60 menit
Biaya pendaftaran
Rp95.000, dibayar satu kali di awal
Alat yang dipakai
Pena buluh berujung pipih, tinta, kertas berpermukaan rapat
Wilayah layanan
31 kecamatan Kota Surabaya dan 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo
Gaya yang tersedia
Naskhi, Tsuluts, Riq'ah, Diwani, Farisi, Kufi
Penggantian tutor
Bisa diminta kapan saja tanpa biaya tambahan

Tahap demi tahap

Perjalanan peserta les kaligrafi dari titik pertama

Tahapan ini diukur dari ketepatan ukuran, dan lamanya berbeda tiap peserta menurut panjang latihan harian yang sanggup dijalani di luar sesi.

  1. 01
    Pertemuan pertama

    Pengukuran pembuka

    Pena diperiksa, titik dibuat, tinggi alif ditetapkan, dan lembar ukur milik peserta dibuat untuk dipakai seterusnya.

  2. 02
    Pekan awal

    Titik yang seragam

    Sepuluh titik berturut-turut keluar sebangun tanpa peserta memperbaikinya di tengah jalan.

  3. 03
    Bulan pertama

    Huruf tunggal lolos ukuran

    Satu huruf ditulis berulang dengan selisih ukuran yang sudah sulit dilihat mata telanjang.

  4. 04
    Bulan berikutnya

    Sambungan dua sampai tiga huruf

    Huruf disambung tanpa mengubah tinggi badannya maupun kedalaman ekornya.

  5. 05
    Menengah

    Satu baris utuh yang direncanakan

    Ruang baris dibagi dengan pensil lebih dulu, dan huruf penutup mendarat tanpa perlu dimampatkan.

  6. 06
    Lanjutan

    Gaya kedua dibuka

    Peserta mengulang seluruh urutan ukur dari awal untuk gaya baru, dengan tinggi alif dan arah pena yang berbeda.

Yang kami jaga

Bagaimana les kaligrafi di Surabaya berjalan tenang?

Yang sudah kami siapkan begitu keluarga memutuskan mulai les kaligrafi.

Rating tutor Edubia 4,9 dari 1.200 ulasan

Angka itu dihitung dari ulasan wali dan siswa yang sudah menjalani sesi bersama tutor Edubia.

Tutor kaligrafi terverifikasi

Berkas, wawancara, dan uji materi dilalui setiap tutor kaligrafi sebelum ia masuk ke rumah keluarga di Surabaya.

Satu tutor untuk satu siswa

Seluruh jam sesi kaligrafi tertuju pada satu orang, jadi pertanyaan sekecil apa pun terjawab saat itu juga.

Susunan materi

Susunan materi les kaligrafi Arab dan salah ukur yang sering muncul

Sepuluh bagian di bawah disusun mengikuti urutan alat ukurnya: titik lebih dulu, alif sesudahnya, huruf sesudah alif. Peserta bisa masuk di bagian mana pun, dan letak masuknya ditentukan hasil pengukuran pada pertemuan pembuka.

  1. 1

    Titik belah ketupat

    Pertemuan pembuka

    Yang dibahas. Membuat titik dengan menempelkan ujung pena tegak ke kertas, memeriksa bentuknya, dan mengulanginya sampai sepuluh titik berturut-turut keluar sebangun.

    Jebakan umum. Peserta menekan pena sambil menggesernya sedikit, sehingga titik keluar seperti garis pendek dan ukurannya melar tanpa disadari.

    Cara tutor. Tutor meminta peserta mengangkat pena tegak tanpa menariknya, lalu membandingkan kesepuluh titik dengan menaruhnya berdempet di lembar yang sama.

  2. 2

    Alif sebagai satuan ukur

    Dasar

    Yang dibahas. Menyusun titik bertumpuk untuk menetapkan tinggi alif menurut gaya yang dipilih, lalu menulis alif berulang dengan tinggi itu sampai tangan hafal.

    Jebakan umum. Tinggi alif menyusut di baris-baris akhir karena peserta mulai lelah, dan selisihnya baru terasa ketika lembarnya dilihat dari jauh.

    Cara tutor. Tinggi alif ditandai di tepi kiri lembar sebagai pembanding tetap, sehingga peserta bisa memeriksa sendiri di tengah latihan tanpa menunggu tutor.

  3. 3

    Memotong dan merawat ujung pena

    Alat

    Yang dibahas. Membelah ujung buluh, memotong miring, meratakan potongan, dan menyimpan pena supaya tidak mengering di dalam tinta.

    Jebakan umum. Potongan dibuat terlalu panjang sehingga ujungnya lentur, dan garisnya melebar sendiri begitu tangan menambah tekanan.

    Cara tutor. Tutor memotong satu pena di depan peserta sambil menyebut apa yang sedang dicari, lalu peserta memotong pena keduanya dengan tangannya sendiri di sesi yang sama.

  4. 4

    Arah pena yang dipertahankan

    Teknik

    Yang dibahas. Menahan serongan potongan tetap di satu arah sepanjang goresan, dan mengenali tanda ketika pena tanpa sadar berputar di dalam genggaman.

    Jebakan umum. Pergelangan ikut berputar mengikuti lengkung huruf, sehingga sisi tipis dan sisi tebal bertukar tempat di tengah goresan.

    Cara tutor. Latihan garis lurus sejajar dalam beberapa arah dipakai lebih dulu, sebab perputaran pena langsung terbaca sebagai ketebalan yang tidak seragam.

  5. 5

    Empat wajah satu huruf

    Huruf

    Yang dibahas. Menulis satu huruf dalam bentuk berdiri sendiri, awal kata, tengah kata, dan akhir kata, lalu memeriksa ukuran masing-masing terhadap titik.

    Jebakan umum. Peserta menghafalnya sebagai empat huruf berbeda, lalu tersendat ketika bertemu huruf yang jarang muncul di tengah kata.

    Cara tutor. Keempat wajah ditulis berjajar di satu baris supaya bagian yang tetap dan bagian yang dipotong terlihat berdampingan.

  6. 6

    Garis dasar dan huruf yang menggantung

    Baris

    Yang dibahas. Menjaga baris tetap mendatar, menetapkan kedalaman huruf yang turun di bawah garis, dan mengurangi lembar bergaris secara bertahap.

    Jebakan umum. Baris naik pelan ke kanan karena kertas bergeser sedikit demi sedikit sementara mata setia mengikuti kertasnya.

    Cara tutor. Kertas dipatok memakai alas dan tanda pensil, dan tutor memotret lembar dari atas supaya kemiringannya terlihat jelas oleh peserta.

  7. 7

    Celah antarhuruf dan antarkata

    Baris

    Yang dibahas. Mengukur celah dengan lebar pena, menyamakan celah di dalam satu kata, dan memberi jeda yang lebih lebar di antara dua kata.

    Jebakan umum. Celah menyempit di ujung baris karena peserta baru sadar ruangnya kurang ketika tinggal dua huruf lagi.

    Cara tutor. Kebutuhan ruang dihitung dengan pensil sebelum tinta dipakai, dimulai dari huruf penutup lalu mundur ke depan.

  8. 8

    Menyiapkan tinta dan kertas

    Persiapan

    Yang dibahas. Mengaduk tinta sampai rata, mencobanya di kertas bekas, dan memilih kertas yang seratnya tidak menyeret tinta ke samping.

    Jebakan umum. Tinta terlalu encer membuat tepi huruf berbulu, dan peserta menyangka kesalahan ada pada tangannya.

    Cara tutor. Goresan percobaan diwajibkan di awal tiap sesi, dan tutor menunjukkan bedanya dengan menaruh dua goresan berdampingan.

  9. 9

    Menyusun satu baris panjang

    Komposisi

    Yang dibahas. Merencanakan seluruh baris sebelum menulis, membagi ruangnya, dan menentukan huruf mana yang boleh dipanjangkan untuk mengisi sisa tempat.

    Jebakan umum. Huruf penutup dimampatkan supaya muat, sehingga barisnya terbaca sesak di ujung meski awalnya lapang.

    Cara tutor. Baris dikerjakan dua kali: sekali dengan pensil untuk membagi ruang, sekali dengan tinta mengikuti pembagian itu.

  10. 10

    Menyalin satu huruf berulang

    Latihan harian

    Yang dibahas. Latihan harian berisi satu lembar satu huruf, dengan pemeriksaan selisih ukuran pada pertemuan berikutnya bersama tutor.

    Jebakan umum. Peserta mengejar jumlah lembar dan berhenti memeriksa, sehingga kesalahan yang sama diulang ratusan kali sampai jadi kebiasaan.

    Cara tutor. Huruf yang melenceng dilingkari beserta arah melencengnya, dan lembar berikutnya hanya berisi perbaikan arah itu.

Pembeda kami

Yang membuat les kaligrafi kami beda

Unggulan utama

Ukuran huruf diperiksa dengan titik pena sendiri

Tiap bagian huruf dibandingkan dengan titik yang dibuat pena peserta, sehingga selisih yang tadinya cuma terasa ganjil bisa disebut angkanya.

Ujung pena dipotong ulang saat ukurannya bergeser

Buluh yang melunak membuat titik membulat dan seluruh ukuran ikut melar. Tutor memeriksa ujungnya tiap awal sesi dan memotongnya di tempat.

Tutor kaligrafi datang ke alamat peserta

Sesi berjalan di meja yang sama tiap pekan, sehingga tinggi kursi, arah cahaya, dan jarak mata ke kertas tidak berubah-ubah.

Satu gaya tulisan dituntaskan lebih dulu

Peserta menetap di satu gaya sampai ukurannya stabil. Gaya kedua dibuka sesudah itu supaya aturan ukur keduanya tidak tercampur.

Tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan

Pergantian boleh diminta kapan saja, dan lembar ukur milik peserta tetap dipakai supaya tinggi alifnya tidak berubah di tengah jalan.

Cakupan

Yang didapat peserta di paket les kaligrafi bulanan

  • Lembar ukur milik peserta Berisi titik acuan, tinggi alif, dan lebar pena yang dipakai, sehingga ukurannya tetap sama walau tutornya berganti.
  • Pemeriksaan ujung pena tiap sesi Ujung yang membulat dipotong ulang di tempat, dan peserta diajari mengerjakannya sendiri sesudah beberapa pekan.
  • Daftar belanja alat sebelum mulai Disesuaikan dengan ukuran tangan peserta dan gaya tulisan yang dipilih, dikirim sebelum tutor datang.
  • Lembar bergaris yang disetel sendiri Jarak garisnya mengikuti lebar pena peserta, lalu dikurangi bertahap sampai peserta menulis di kertas polos.
  • Catatan selisih ukuran per pertemuan Huruf yang melenceng dilingkari beserta arahnya, sehingga latihan di rumah punya sasaran yang jelas.
  • Sesi susulan tanpa hangus Pertemuan yang batal dipakai pada tanggal lain yang dipilih peserta dari jam kosong tutor.
  • Hak meminta pergantian tutor Berlaku kapan saja tanpa biaya tambahan bila cara menerangkan ukuran kurang nyambung dengan peserta.
  • Pilihan tempat sesi Di rumah peserta, di ruang kerja bersama dengan tambahan Rp15.000 per sesi, atau lewat kamera.

Peserta yang cocok

Peserta yang cocok mengambil les kaligrafi Arab

Peserta yang cocok mengambil kelas ini

  • Anak sekitar tujuh tahun ke atas yang sudah sanggup menahan tangan beberapa menit tanpa berpindah posisi duduk
  • Peserta yang sudah menulis huruf Arab dan ingin bentuknya diukur dengan satuan yang tetap
  • Orang dewasa yang mencari latihan tenang dengan hasil yang bisa diperiksa sendiri tiap pekan
  • Peserta latar seni rupa yang ingin menambahkan huruf Arab ke pekerjaan desainnya
  • Peserta yang pernah belajar sendiri lalu berhenti karena hurufnya terasa hampir benar
  • Keluarga di Surabaya yang menginginkan tutor datang ke rumah pada jam yang ditentukan sendiri
  • Peserta yang jadwalnya berpindah-pindah dan membutuhkan sesi yang bisa digeser tanggalnya

Fleksibel

Pilih format les kaligrafi yang cocok dengan rutinitas keluarga

Tutor kaligrafi datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Les kaligrafi privat di Surabaya dimulai dari satu titik

Kaligrafi Arab punya alat ukur yang tidak dijual di toko alat tulis. Alat ukurnya dibuat sendiri oleh pena yang sedang dipakai: sekali ujung pena ditempelkan tegak ke kertas, ia meninggalkan bidang kecil berbentuk belah ketupat. Bidang itulah yang disebut titik, dan dari titik itu seluruh ukuran huruf diturunkan.

Urutannya searah dan tidak bisa dibalik. Lebar ujung pena menentukan besar titik. Titik yang ditumpuk menentukan tinggi alif, huruf tegak yang jadi patokan. Tinggi alif kemudian menentukan lebar lengkung, dalamnya cekungan, dan panjang ekor huruf lain. Ganti pena dengan yang lebih lebar, dan seluruh karya berpindah ke ukuran baru meski hurufnya sama persis.

Di les privat kaligrafi Edubia, pertemuan pembuka di rumah peserta hampir selalu berhenti lama di bagian ini. Tutor kaligrafi datang ke alamat di Gubeng, Rungkut, Tambaksari, sampai Waru, membawa contoh tulisan dan lembar ukur, lalu meminta peserta membuat satu titik dan menghitungnya. Kelas 60 menit untuk anak jenjang SD dimulai dari Rp128.300 per sesi.

Pertemuan pembuka tidak dipakai untuk menyalin kalimat panjang. Ia dipakai menetapkan enam ukuran yang akan dipakai berbulan-bulan sesudahnya. Keenamnya diperiksa ulang tiap kali peserta berganti pena atau berganti jenis kertas, sebab dua benda itu yang menggeser hasil ukur tanpa peserta sadari.

Garis besar

Yang diukur tutor kaligrafi di sesi pertama

Unggulan utama

Lebar ujung pena

Diukur dengan menempelkan pena tegak ke kertas, lalu membandingkan bidang yang tertinggal dengan lebar potongan aslinya. Ujung yang sudah tumpul meninggalkan bidang membulat dan ukurannya melar.

Bentuk titik

Titik yang benar bersudut, dua sisinya sejajar, dan tepinya berhenti tajam. Titik yang membulat di salah satu sudut menandakan ujung pena perlu dipotong ulang sebelum latihan diteruskan.

Tinggi alif

Titik disusun bertumpuk sampai jumlah yang diminta gaya tulisan yang dipakai. Jumlahnya berbeda antargaya, dan tutor mengambilnya dari contoh yang sedang diikuti peserta.

Serongan potongan pena

Ujung pena dipotong miring. Serongan itu yang membuat garis tegak keluar tipis dan garis melintang keluar tebal tanpa peserta perlu menambah tekanan tangan.

Cara tangan bertumpu

Pergelangan yang menempel penuh ke meja mengunci gerak sampai lengan ikut dipakai, sementara pergelangan yang menggantung membuat garis bergetar di bagian panjang.

Yang diperbaiki les privat saat huruf terasa hampir benar

Peserta yang belajar sendiri dari contoh cetak biasanya sampai di satu keadaan yang membingungkan. Hurufnya sudah mirip, orang lain juga bilang bagus, dan tetap ada rasa ganjil yang sulit ditunjuk letaknya. Rasa ganjil itu hampir selalu berasal dari ukuran, dan ukuran hanya bisa ditunjuk kalau ada satuannya.

Cara memeriksanya sederhana dan agak melelahkan. Tutor menaruh titik pena di samping bagian huruf yang dicurigai, lalu menghitung. Lengkung yang seharusnya selebar tiga titik ternyata dua setengah. Ekor yang seharusnya turun sedalam dua titik berhenti di satu. Selisih sekecil itu hilang dari perhatian pada satu huruf, dan langsung terlihat begitu lima huruf berdiri berjajar di satu baris.

Sesudah selisihnya ketemu, latihannya berganti arah. Peserta berhenti menyalin bentuk dan mulai menyalin ukuran. Tangan menyusul sendiri dalam beberapa pekan, sebab yang sedang dilatih sebenarnya mata.

Peserta yang pindah dari belajar sendiri hampir selalu membawa satu atau dua kebiasaan yang serupa. Kebiasaan itu tidak terlihat pada satu huruf, dan langsung muncul begitu tulisannya dipanjangkan menjadi beberapa baris. Lima hal di bawah adalah yang berulang kali ditemui tutor kaligrafi Edubia pada pertemuan pembuka.

Uraian

Salah ukur yang sering terbawa peserta ke kelas kaligrafi

Titik diperlakukan sebagai hiasan

Titik dianggap sekadar tanda di atas dan di bawah huruf, sehingga peserta tidak pernah memakainya sebagai alat ukur. Seluruh perbandingan huruf lalu ditebak dari ingatan.

Tekanan tangan dipakai mengatur tebal

Peserta menekan pena untuk menebalkan garis, padahal tebal tipis seharusnya lahir dari arah tarikan. Hasilnya dua goresan yang seharusnya kembar keluar dengan ketebalan berbeda.

Contoh disalin dari layar

Ukuran huruf di layar ikut berubah mengikuti perbesaran, sehingga peserta menyalin bentuk tanpa pernah tahu berapa titik tingginya. Contoh cetak berukuran tetap lebih aman untuk latihan ukur.

Baris dimulai tanpa dihitung

Kalimat langsung ditulis dari kanan sampai ruangnya habis, lalu huruf penutup dipepet ke tepi kertas. Pembagian ruang seharusnya dikerjakan dengan pensil lebih dulu.

Pena dibiarkan sampai tumpul

Ujung pena dipakai sampai membulat karena hasilnya masih terlihat bagus dari jauh. Titik yang keluar sudah berganti bentuk, dan seluruh ukuran ikut bergeser tanpa peserta tahu.

Biaya les kaligrafi Arab per sesi di Surabaya

Biaya dihitung per sesi dan menempel pada dua hal: jenjang peserta dan panjang sesinya. Ritme yang lazim diambil peserta kaligrafi adalah empat sesi sebulan, sebab satu huruf perlu waktu mengendap di antara dua pertemuan.

  • Anak jenjang SD, sesi 60 menit, tutor datang ke alamat: Rp128.300 per sesi atau Rp513.000 sebulan.
  • Anak jenjang SD, sesi 90 menit, tutor datang ke alamat: Rp171.500 per sesi atau Rp685.800 sebulan.
  • Peserta jenjang SMP, sesi 90 menit, tutor datang ke alamat: Rp190.400 per sesi atau Rp761.400 sebulan.
  • Peserta jenjang SMA, sesi 90 menit, tutor datang ke alamat: Rp209.300 per sesi atau Rp837.000 sebulan.
  • Peserta dewasa, sesi 90 menit, tutor datang ke alamat: Rp303.800 per sesi atau Rp1.215.000 sebulan.
  • Sesi lewat kamera untuk anak jenjang SD, 90 menit: Rp151.200 per sesi atau Rp604.800 sebulan.

Nominal di atas sudah memuat kunjungan tutor ke alamat peserta, jadi rumah yang jauh dari pusat kota tidak menambah tagihan. Biaya pendaftaran Rp95.000 dibayar satu kali di awal. Sesi yang digelar di ruang kerja bersama menambah Rp15.000 per sesi untuk pemakaian tempat. Kertas, tinta, dan pena buluh dibeli sendiri oleh peserta, dan tutor mengirim daftar belanjanya sebelum pertemuan pertama supaya peserta tidak membeli alat yang belum akan dipakai.

Tiap gaya baku punya aturan ukurnya sendiri: jumlah titik untuk tinggi alif, arah serongan pena yang dipertahankan, dan seberapa jauh huruf boleh melebar. Aturan itu tidak saling meminjam, jadi satu karya dikerjakan dalam satu gaya sampai selesai. Peserta memilih satu gaya di pertemuan pembuka, dan gaya berikutnya dibuka sesudah ukuran gaya pertama stabil.

Rincian

Gaya tulisan yang bisa dipilih di kelas kaligrafi

Naskhi

Huruf-hurufnya duduk rapi di garis dasar dengan lengkung sedang dan jarak yang teratur, sehingga selisih ukuran mudah ditunjuk. Gaya ini lazim dipilih sebagai gaya pertama.

Tsuluts

Huruf tegaknya menjulang dan ekornya panjang, dengan arah pena yang dijaga ketat sepanjang goresan. Ia menuntut ukuran titik yang sudah stabil sebelum dimulai.

Riq'ah

Gaya tulis tangan sehari-hari dengan goresan pendek dan sedikit lengkung. Ukurannya kecil dan cepat, jadi pena yang berputar sedikit saja langsung kelihatan.

Diwani

Barisan hurufnya naik miring dan rapat, dengan sambungan yang mengalir tanpa banyak jeda. Jarak antarhuruf di gaya ini dihitung dari kemiringan barisnya.

Farisi

Selisih tebal tipisnya besar dan barisnya condong turun ke kiri. Penanya dipotong lebih miring daripada gaya lain, jadi peserta biasanya menyiapkan pena khusus.

Kufi

Bentuknya bersudut dan mengikuti petak. Ukurannya dihitung dengan kotak, dan lengkung hampir tidak dipakai, sehingga latihannya terasa lebih dekat ke menggambar.

Contoh tulisan yang dipakai tutor sebagai acuan ukur

Kaligrafi Arab diajarkan dengan contoh, dan contohnya bukan sembarang gambar bagus. Satu lembar contoh yang dipakai kelas privat memuat tiga keterangan sekaligus: gaya tulisannya, berapa titik tinggi alifnya, dan seberapa miring pena dipakai untuk membuatnya. Ketiganya yang memungkinkan peserta mengukur; tanpa ketiganya, sebuah contoh cuma jadi gambar yang ditiru.

Karena itu tutor memilihkan contohnya, lalu menyebut hitungan titiknya di depan peserta. Hitungan itu turun dari gaya yang sedang diikuti dan berbeda antara satu gaya dengan gaya lain. Peserta menyalinnya ke tepi lembar latihan supaya keterangannya tetap terbaca ketika tutor sedang tidak ada di sisi meja.

Cara memakainya juga diatur. Contoh diletakkan di atas lembar latihan, sejajar dengan baris yang sedang dikerjakan, sehingga mata berpindah dalam jarak pendek. Contoh yang ditaruh jauh memaksa mata mengingat bentuknya lebih dulu sebelum menyalin, dan ingatan bentuk selalu kalah teliti daripada perbandingan langsung.

Sesudah beberapa bulan, peran contoh dikurangi. Peserta menulis lebih dulu, baru membandingkan hasilnya, sehingga yang dilatih berpindah dari meniru ke memeriksa.

Memotong pena di kelas kaligrafi dan akibatnya pada ukuran

Pena kaligrafi Arab berujung pipih. Ia batang buluh atau bambu kecil yang ujungnya dibelah pendek di tengah, lalu dipotong miring, sehingga yang menyentuh kertas berupa garis pipih selebar potongan itu. Garis pipih inilah yang melahirkan tebal tipis tanpa peserta perlu menambah atau mengurangi tekanan tangan.

Serongannya bekerja begini. Ketika pena ditarik searah dengan potongan, kertas hanya disentuh sisi tipisnya, dan garis yang keluar setipis kawat. Ketika pena ditarik melintang, seluruh lebar potongan menyentuh kertas, dan garis yang keluar setebal ujungnya. Semua ketebalan di antara keduanya lahir dari arah tarikan, sementara arah tarikan sudah ditentukan oleh bentuk hurufnya.

Akibatnya satu: serongan itu wajib dijaga sepanjang menulis. Kalau tangan memutar pena sedikit saja, sisi yang menyentuh kertas berganti, tebal tipisnya bergeser, dan titik yang jadi satuan ukur pun berubah bentuk. Karena itu tutor memeriksa ujung pena tiap awal sesi, lalu mengajari peserta memotong ulang sendiri sesudah beberapa pekan. Buluh yang menyerap tinta akan melunak, ujungnya membulat, dan pekerjaan mengukur langsung ikut kacau.

Huruf Arab berganti bentuk menurut letaknya di dalam kata. Satu huruf yang sama punya wajah ketika berdiri sendiri, wajah ketika membuka kata, wajah ketika terjepit di tengah, dan wajah ketika menutup kata. Perbedaannya sampai ke ukuran: badan huruf memendek di tengah kata, dan ekornya memanjang ketika berada di ujung.

Bagi pemula, kenyataan ini terasa seperti menambah beban hafalan berkali lipat. Di kelas privat urutannya dibalik supaya beban itu turun. Peserta menulis satu huruf dalam empat wajahnya berturut-turut di satu baris, sehingga yang dihafal cukup satu bentuk induk beserta cara ia dipotong dan disambung.

Latihan wajah huruf juga yang menyiapkan pekerjaan berikutnya, yaitu menyambung. Sambungan Arab berjalan mendatar dan sebagian besar huruf menempel di garis dasar, sementara beberapa huruf menolak disambung ke arah kiri dan memaksa penulisnya mengangkat pena. Peserta yang sudah tahu huruf mana saja itu berhenti kaget ketika barisnya tiba-tiba terputus di tengah kata.

Sorotan

Empat wajah satu huruf yang dilatih tutor kaligrafi

Wajah ketika berdiri sendiri

Bentuk penuh huruf, dipakai saat ia tidak menempel pada huruf mana pun. Inilah bentuk yang dijadikan patokan ukur di lembar latihan harian.

Wajah ketika membuka kata

Badan huruf dipertahankan, ekornya dipangkas, dan sisi kirinya disiapkan untuk menyambung ke huruf sesudahnya tanpa mengubah tinggi badannya.

Wajah ketika terjepit di tengah

Kedua sisinya menempel pada tetangganya, badannya memendek, dan tingginya tetap dihitung memakai titik yang sama dengan bentuk penuhnya.

Wajah ketika menutup kata

Ekor huruf muncul kembali dan sering memanjang sampai di bawah garis dasar, sehingga kedalamannya perlu diukur ulang dengan titik.

Garis dasar yang dilatih tiap sesi les kaligrafi

Setiap baris kaligrafi Arab bersandar pada satu garis khayal yang mendatar. Sebagian huruf duduk penuh di atasnya, sebagian menggantung sampai jauh di bawahnya, dan tinggi maupun kedalaman keduanya dihitung memakai titik yang sama.

Garis dasar biasanya yang lebih dulu rusak ketika peserta menulis tanpa pemandu. Baris pertama lurus, baris kedua naik pelan ke kanan, dan baris keempat sudah miring dengan jelas. Sebabnya jarang tangan, dan hampir selalu kertas yang bergeser sedikit demi sedikit sementara mata setia mengikuti kertasnya.

Di kelas privat, garis dasar dilatih memakai lembar bergaris yang jaraknya disetel mengikuti lebar pena peserta, sebab jarak cetak pabrik dibuat untuk pena berukuran lain. Sesudah beberapa pekan, lembar itu dikurangi menjadi dua garis, lalu satu garis, lalu kertas polos.

Peserta yang sudah stabil umumnya menyisakan satu kebiasaan kecil, yaitu memutar kertas sedikit ketika menulis ekor yang panjang. Kebiasaan itu memang dipakai penulis berpengalaman, dan tutor membiarkannya selama arah pena tetap terjaga.

Belanja alat kaligrafi mudah membengkak, sebab tokonya menawarkan banyak barang yang belum diperlukan pemula. Daftar di bawah berisi barang yang benar-benar dipakai sejak pertemuan pertama, dan tutor memeriksanya lewat pesan sebelum berangkat supaya waktu sesi tidak habis untuk mencari-cari.

Poin penting

Alat tulis yang perlu ada sebelum pertemuan pembuka

Pena buluh berujung pipih

Dua batang: satu berujung lebar untuk latihan awal, satu berujung sempit untuk baris kecil. Ujung yang lebar memudahkan peserta melihat bentuk titiknya sendiri.

Tinta yang kekentalannya bisa disetel

Tinta terlalu encer menyebar di serat kertas, tinta terlalu kental berhenti di tengah goresan. Peserta belajar menyetelnya dengan menambah air sedikit demi sedikit.

Kertas berpermukaan rapat

Kertas berserat kasar menyeret tinta ke samping dan membuat tepi huruf berbulu. Kertas yang licin dan agak tebal menahan tinta di tempat ia dijatuhkan.

Alas keras dan lap kecil

Alas menjaga bidang tulis tetap rata di meja rumah yang jarang benar-benar datar. Lap dipakai membuang kelebihan tinta di ujung pena sebelum goresan dimulai.

Contoh tulisan bercetak jelas

Satu lembar contoh berhuruf besar lebih berguna daripada buku tebal bergambar kecil. Peserta perlu melihat tepi goresan supaya bisa membandingkan ukurannya.

Pensil tipis dan penggaris

Dipakai menandai garis dasar dan menghitung tinggi alif sebelum tinta menyentuh kertas. Tanda pensilnya dihapus sesudah tinta benar-benar kering.

Persiapan tinta dan kertas di awal sesi les kaligrafi

Sepuluh menit pertama tiap sesi biasanya dipakai untuk hal yang terlihat sepele: menyiapkan tinta dan kertas. Urutan ini sengaja tidak dilewati, sebab kegagalan yang muncul di tengah latihan sering berasal dari sini, jauh sebelum tangan peserta ikut disalahkan.

Tinta diaduk sampai warnanya rata, lalu dicoba di sudut kertas bekas. Goresan percobaan itu memberi tahu dua hal sekaligus: apakah tinta mengalir lancar sampai ujung goresan, dan apakah tepinya berhenti tajam. Tepi yang berbulu berarti serat kertas menyeret tinta ke samping, dan latihan ukur hari itu akan sia-sia karena tepi huruf jadi tidak bisa dibandingkan.

Kertas ditandai lebih dulu. Peserta menghitung tinggi alif dengan titik, memberi tanda pensil di tepi kiri lembar, lalu menarik garis dasar tipis. Sesudah tanda itu ada, seluruh sesi berjalan tanpa perlu mengukur lagi. Tutor kaligrafi Edubia mengerjakan bagian ini bersama peserta pada pertemuan awal, lalu melepasnya pelan-pelan sampai peserta menyiapkan sendiri sebelum tutor tiba.

Kebiasaan itu yang membuat sesi 90 menit terasa panjang isinya. Tanpa persiapan, separuh waktu habis untuk membetulkan hal yang seharusnya sudah beres sebelum pena menyentuh kertas.

Isi satu sesi 90 menit les kaligrafi privat

Sesi kaligrafi punya urutan tetap, dan urutan itu yang menjaga waktu tidak habis di satu bagian saja.

Sepuluh menit pertama untuk alat: memeriksa ujung pena, mengaduk tinta, dan membuat goresan percobaan di kertas bekas. Lima belas menit berikutnya untuk mengukur, yaitu membuat titik, menyusunnya menjadi tinggi alif, dan menandai garis dasar di lembar hari itu. Empat puluh menit sesudahnya adalah bagian menulis, dengan tutor berhenti tiap beberapa baris untuk membandingkan hasilnya terhadap titik.

Sisa waktunya dipakai dua hal yang sering dianggap tambahan padahal menentukan isi pekan berikutnya. Pertama, tutor melingkari huruf yang melenceng beserta arah melencengnya, lalu menuliskan satu sasaran untuk latihan harian. Kedua, peserta membereskan alat: pena dibersihkan dari sisa tinta, wadah tinta ditutup, dan lembar latihan disimpan berurutan supaya bisa dibandingkan bulan depan.

Kelas 60 menit memakai urutan yang sama dengan bagian menulis yang lebih pendek. Peserta anak jenjang SD umumnya memilih durasi ini, sebab perhatian pada pekerjaan mengukur sudah menurun jauh sebelum menit keenam puluh.

Kelas kaligrafi untuk anak dan untuk peserta dewasa

Bahan yang diajarkan sama, dan yang berbeda adalah urutan serta panjang tiap bagiannya.

Anak biasanya masuk lewat tangan. Mereka diberi pena berujung lebar supaya titiknya besar dan bentuknya mudah dilihat, lalu diminta membuat titik, garis lurus, dan lengkung sederhana sebelum bertemu huruf. Hitungan tinggi alif diperkenalkan pelan-pelan, dan tutor lebih sering memberi tanda pensil di lembar supaya anak punya patokan yang bisa disentuh. Orang tua menerima lembar bandingan tiap bulan berikut lima hal yang bisa diperiksa sendiri di rumah.

Peserta dewasa biasanya masuk lewat mata. Mereka umumnya datang sudah membawa contoh yang ingin ditiru, dan pertanyaan pertamanya menyangkut kenapa hasilnya berbeda dari contoh itu. Karena itu urutan ukurnya diterangkan utuh lebih dulu, baru latihannya dimulai. Bagian yang menghabiskan waktu lebih lama justru melepas kebiasaan lama, misalnya menekan pena untuk menebalkan garis.

Keduanya bertemu di tempat yang sama: satu huruf disalin berulang sampai selisih ukurannya mengecil. Bedanya cuma seberapa banyak keterangan yang diberikan sebelum tangan mulai bergerak.

Ringkasnya

Yang didapat peserta les kaligrafi Edubia di Surabaya

Enam hal di bawah berlaku pada seluruh paket kelas kaligrafi Edubia.

01

Sesi berjalan di meja peserta sendiri

Tutor membawa contoh tulisan dan lembar ukur ke alamat, sehingga peserta berlatih di tempat yang tinggi kursi dan arah cahayanya sudah dikenal.

02

Ujung pena diperiksa tiap awal pertemuan

Ujung yang membulat dipotong ulang di tempat, sebab ukuran titik ikut berubah begitu potongannya tumpul.

03

Selisih ukuran dicatat per pertemuan

Bagian huruf yang melenceng dicatat beserta arah melencengnya, sehingga latihan di rumah punya sasaran sampai pertemuan berikutnya.

04

Satu gaya diselesaikan sebelum pindah

Peserta menetap di satu gaya sampai ukurannya stabil, dan gaya berikutnya dibuka sesudah itu supaya aturan ukurnya tidak tercampur.

05

Jam sesi mengikuti agenda peserta

Sesi bisa diambil sesudah jam sekolah, pada akhir pekan, atau pada jam kerja untuk peserta dewasa.

06

Pergantian tutor tanpa biaya tambahan

Bisa diminta kapan saja, dan lembar ukur milik peserta tetap dipakai supaya tinggi alifnya tidak berubah di tengah jalan.

Wilayah yang dijangkau tutor kaligrafi dari Surabaya

Tutor kaligrafi Edubia mengajar di seluruh kecamatan Kota Surabaya, dari Benowo, Pakal, dan Sambikerep di sisi barat sampai Gunung Anyar, Rungkut, dan Mulyorejo di sisi timur. Wilayah Kabupaten Sidoarjo juga dilayani, termasuk Waru, Gedangan, Buduran, dan Sukodono.

Pilihan tempat belajar menentukan beberapa hal teknis. Sesi di rumah memakai meja makan atau meja belajar peserta, dan tutor menyetel tinggi kursi supaya jarak mata ke kertas tetap sepanjang latihan. Sesi di ruang kerja bersama dipilih peserta dewasa yang rumahnya ramai; Edubia memakai dua tempat, satu di Tambaksari dan satu di Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi untuk pemakaian ruang.

Sesi lewat kamera dipakai peserta yang tinggal di luar kedua wilayah itu atau yang jadwalnya berpindah-pindah. Kamera diarahkan tegak lurus ke kertas supaya tutor melihat bidang tulisan tanpa kemiringan, dan peserta memotret hasil latihan untuk diperiksa sebelum pertemuan berikutnya. Biaya sesi lewat kamera lebih ringan karena tidak memuat perjalanan tutor ke alamat.

Latihan harian di antara sesi les kaligrafi

Menyalin satu huruf ratusan kali terdengar seperti hukuman, dan sebenarnya ia pekerjaan mata. Tangan cuma butuh beberapa puluh ulangan untuk hafal jalur goresan; sisanya dipakai mata untuk belajar melihat selisih sebesar seperempat titik.

Ukuran latihan yang dipakai kelas privat Edubia sederhana: satu lembar sehari, satu huruf, dalam empat wajahnya. Lembar itu tidak dinilai bagus atau jelek. Yang dilingkari tutor pada pertemuan berikutnya adalah huruf yang ukurannya melenceng, beserta arah melencengnya.

Mata yang lelah lebih dulu, dan tangan menyusul sesudahnya. Karena itu latihan panjang justru dipecah: dua puluh menit di waktu yang tenang lebih berguna daripada satu jam menjelang tidur, ketika mata sudah berhenti bisa membedakan tepi goresan. Peserta dewasa yang bekerja umumnya memilih pagi sebelum berangkat, sementara anak sekolah memakai jeda sore sesudah pulang.

Ritme sesi bersama tutor menyesuaikan itu. Empat sesi sebulan memberi jeda sepekan yang cukup untuk mengendapkan satu huruf, sedangkan delapan sesi sebulan dipilih peserta yang sedang menyiapkan karya berukuran besar.

Kaligrafi sulit dinilai orang tua yang tidak menulis khat, sebab semua tulisan tampak rapi dari jauh. Lima tanda di bawah bisa diperiksa tanpa keahlian apa pun, cukup dengan menaruh lembar bulan ini di samping lembar bulan lalu.

Detail

Tanda kemajuan yang bisa dilihat orang tua tiap paket bulanan

Titik yang bentuknya seragam

Ambil sepuluh titik di lembar yang sama. Kalau kesepuluhnya sebangun, ujung pena dan cara memegangnya sudah stabil.

Tinggi alif yang tetap dalam satu lembar

Alif di baris pertama dan alif di baris terakhir seharusnya sama tinggi. Selisih yang terlihat mata telanjang berarti ukurannya belum menetap.

Garis dasar yang tetap mendatar

Letakkan penggaris di bawah satu baris. Baris yang naik ke kanan menandakan kertas bergeser ketika peserta menulis.

Celah antarhuruf yang teratur

Celah di dalam satu kata seharusnya seukuran. Celah yang menyempit di ujung kata berarti perencanaan ruangnya belum berjalan.

Ekor yang berhenti di kedalaman sama

Huruf yang menggantung di bawah garis dasar seharusnya turun sedalam yang sama. Ini tanda peserta sudah mengukur kedalaman seteliti ketinggian.

Mengubah jadwal sesi les kaligrafi tanpa kehilangan pertemuan

Jadwal kaligrafi mudah goyah, sebab peserta anak sering kebagian kegiatan sekolah mendadak sementara peserta dewasa punya lembur. Perubahan jadwal karena itu diperlakukan sebagai hal biasa.

Pertemuan yang batal dihitung utuh dan dipakai pada tanggal lain, dan peserta memilih sendiri tanggal penggantinya dari jam kosong tutor. Yang diminta hanya pemberitahuan sebelum tutor berangkat, sebab perjalanan ke alamat sudah terhitung di nominal per sesi.

Peserta yang berhenti agak lama, misalnya karena ujian sekolah, dianjurkan menyimpan pena dan tinta dengan cara tertentu. Buluh yang mengering di dalam tinta akan tersumbat dan ujungnya pecah waktu dipakai lagi, sehingga bentuk titiknya berubah dan pengukuran harus diulang dari awal.

Untuk yang ingin mencoba dulu, satu sesi bisa diambil satuan sebelum mengambil paket bulanan. Tanyakan jam kosong tutor kaligrafi di kecamatan masing-masing lewat nomor WhatsApp resmi Edubia, atau isi formulir pendaftaran dan sebutkan gaya tulisan yang ingin dipelajari.

Pendaftaran dibuat pendek supaya peserta bisa mulai pada pekan yang sama. Yang ditanyakan di awal hanya empat hal, dan keempatnya menentukan tutor mana yang dicocokkan dengan peserta.

Yang perlu diketahui

Cara mendaftar les kaligrafi privat di Surabaya

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Kirim keterangan awal lewat WhatsApp

    Sebutkan jenjang peserta, kecamatan alamatnya, gaya tulisan yang diminati, dan jam yang biasanya kosong di rumah.

  2. 2Pilih panjang sesi dan ritmenya

    Kelas 60 menit dipakai anak yang baru mulai, kelas 90 menit dipakai peserta yang sudah menulis satu baris utuh. Ritme yang lazim empat sesi sebulan.

  3. 3Terima nama tutor beserta latar keahliannya

    Tim Edubia mencocokkan gaya tulisan yang diminati dengan tutor yang memang menekuninya, lalu mengirim jam yang masih tersedia.

  4. 4Jalani pertemuan pengukuran

    Sesi ini dipakai memeriksa pena, membuat titik, dan menetapkan tinggi alif yang akan dipakai peserta seterusnya.

  5. 5Lanjutkan atau minta pergantian tutor

    Kalau cara tutor menerangkan ukuran kurang nyambung dengan cara peserta belajar, tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan.

Tanya jawab

Masih ragu soal les kaligrafi? Ini jawabannya

Apa bedanya kaligrafi Arab dengan menulis huruf Arab yang rapi?

Menulis rapi dinilai dengan mata. Kaligrafi dinilai dengan satuan: titik yang dibuat pena, tinggi alif yang dihitung dari titik itu, lalu seluruh huruf lain yang diukur dari alif. Karena itu dua orang bisa menghasilkan tulisan yang sama rapinya, sementara hanya satu yang ukurannya lolos.

Umur berapa anak bisa mulai belajar kaligrafi Arab?

Anak sekitar tujuh tahun umumnya sudah bisa memegang pena berujung pipih dan menahannya di satu arah selama beberapa menit. Di bawah umur itu tangan biasanya masih memutar pena ketika menarik garis, sehingga ukuran titiknya berubah-ubah dan latihan mengukur belum ada gunanya.

Peserta harus sudah bisa membaca huruf Arab dulu?

Tidak. Kelas ini melatih bentuk huruf, jadi peserta yang belum mengenal bacaannya tetap bisa mengikuti. Yang diminta hanya kemampuan membedakan bentuk dan menahan tangan. Sebagian peserta dewasa Edubia justru datang dari latar seni rupa dan menggarap bentuknya lebih dulu.

Berapa biaya les kaligrafi privat di Surabaya?

Kelas 60 menit untuk anak jenjang SD mulai Rp128.300 per sesi, atau Rp513.000 untuk empat sesi sebulan dengan tutor datang ke alamat. Kelas 90 menit untuk peserta dewasa Rp303.800 per sesi. Biaya pendaftaran Rp95.000 dibayar satu kali di awal.

Alat apa yang perlu dibeli sendiri oleh peserta?

Pena buluh berujung pipih, tinta, kertas berpermukaan rapat, alas keras, dan lap kecil. Tutor mengirim daftarnya sebelum pertemuan pertama beserta ukuran pena yang cocok untuk tangan peserta, supaya belanja pertama tidak berisi barang yang belum akan dipakai.

Kenapa satu pena harus dipotong ulang berkali-kali?

Buluh menyerap tinta lalu melunak. Ujung yang melunak membulat, dan titik yang dihasilkannya ikut membulat. Karena titik itu satuan ukur seluruh huruf, ujung yang tumpul menggeser ukuran karya diam-diam. Tutor memeriksa ujung pena tiap awal sesi dan mengajari peserta memotongnya sendiri.

Kalau berganti pena, apakah karya lama masih bisa dilanjutkan?

Pena baru dengan lebar berbeda menghasilkan titik berbeda, sehingga tinggi alif dan seluruh ukuran turunannya ikut berubah. Karya yang sedang dikerjakan sebaiknya diselesaikan memakai pena yang sama. Untuk latihan harian, berganti lebar pena justru dianjurkan sesudah ukuran peserta stabil.

Gaya tulisan mana yang dipelajari lebih dulu?

Naskhi biasanya dipilih sebagai gaya pertama karena hurufnya duduk di garis dasar dan celah antarhurufnya teratur, sehingga salah ukur mudah ditunjuk. Gaya kedua dibuka sesudah ukuran gaya pertama stabil, sebab tiap gaya punya aturan ukur sendiri yang tidak boleh tercampur.

Bisakah dua gaya dipakai dalam satu karya?

Dalam latihan, peserta boleh menulis dua gaya di lembar yang sama untuk membandingkan. Dalam satu karya utuh, keduanya dipisah, sebab tinggi alif, arah pena, dan jarak barisnya berbeda. Mencampurnya membuat mata pembaca kehilangan patokan ukur.

Sesi lewat kamera cukup untuk belajar kaligrafi?

Cukup untuk memeriksa ukuran, sebab yang dinilai adalah hasil di kertas dan itu terlihat lewat kamera yang diarahkan tegak lurus. Yang lebih sulit dikerjakan dari jarak jauh adalah membetulkan cara memegang pena, jadi peserta baru umumnya mengambil beberapa pertemuan tatap muka lebih dulu.

Alamat saya di ujung barat kota, apakah tutornya masih bersedia datang?

Tutor kaligrafi Edubia mengajar sampai Pakal, Benowo, dan Sambikerep di sisi barat, serta sampai Gunung Anyar dan Rungkut di sisi timur. Perjalanan tutor sudah terhitung di nominal per sesi, jadi alamat yang jauh dari pusat kota tidak menambah tagihan bulanan.

Kalau tutornya kurang cocok, apa yang bisa diminta?

Peserta boleh meminta pergantian kapan saja, dan tutor bisa diganti tanpa biaya tambahan. Lembar ukur peserta tetap dipakai oleh tutor berikutnya supaya tinggi alif dan gaya yang sedang dipelajari tidak berubah di tengah jalan.

Kapan biasanya ukuran huruf mulai berhenti meleset?

Untuk satu huruf yang dilatih dalam empat wajahnya, mata umumnya mulai menangkap selisih sekecil seperempat titik sesudah beberapa pekan latihan harian. Tangan menyusul lebih cepat daripada mata. Karena itu kemajuan diukur dari mengecilnya selisih ukuran, dan bukan dari banyaknya huruf yang sudah dilewati.

Anak saya kidal, apakah kaligrafi Arab masih bisa dipelajari?

Bisa. Arah tulisan Arab berjalan ke kiri, sehingga tangan kiri berada di depan goresan yang baru dibuat dan berisiko menyapu tinta basah. Tutor menyetel letak kertas dan sudut pergelangan supaya tangan lewat di luar jalur tinta, lalu memilih tinta yang cepat kering.

Sesi yang batal apakah hangus?

Pertemuan yang batal dihitung utuh dan dipakai pada tanggal lain yang dipilih peserta dari jam kosong tutor. Yang diminta hanya pemberitahuan sebelum tutor berangkat ke alamat, sebab perjalanan itu sudah ikut dihitung di dalam biaya sesi.

Yuk Kita Mulai

Kuasai kaligrafi bersama tutor Surabaya

Ceritakan target kaligrafi Anda, kami carikan tutor yang pas di Surabaya. Tanpa komitmen di awal.