Lompat ke konten utama

4,9/5 · 1.200 ulasan · Pemula sampai lanjutan

Les Cricket di Surabaya

Les cricket Surabaya dari Edubia melatih memukul, melempar, menjaga gawang, dan menjaga lapangan dengan pendampingan satu lawan satu. Sesi 60 menit dipakai untuk pengenalan, 90 menit untuk latihan penuh. Helm, pelindung, dan bola latihan disiapkan peserta.

Les Cricket di Surabaya

Les Cricket di Surabaya itu seperti apa?

Les cricket Surabaya dari Edubia melatih memukul, melempar, menjaga gawang, dan menjaga lapangan dengan pendampingan satu lawan satu. Sesi 60 menit dipakai untuk pengenalan, 90 menit untuk latihan penuh. Helm, pelindung, dan bola latihan disiapkan peserta.

Konsultasi dan Daftar

Spesifikasi Les

Nama program
Les cricket privat, satu pelatih menemani satu peserta
Cabang olahraga
Cricket, ditulis kriket dalam ejaan Indonesia; permainan bola pukul dua regu
Peserta program
Pemula usia sekolah dasar sampai orang dewasa, perempuan dan laki-laki
Pelatih pendamping
Pelatih cricket yang diseleksi Edubia lalu dijadwalkan tim sesuai kecocokan peserta
Biaya per sesi
Mulai Rp126.100 per sesi, sampai Rp298.100 untuk peserta dewasa dengan sesi 90 menit
Durasi sesi
60 menit untuk pengenalan; 90 menit untuk latihan memukul, melempar, dan menjaga lapangan
Frekuensi latihan
Umumnya dua sesi per pekan; satu sesi per pekan tersedia bagi peserta dengan jadwal sekolah padat
Jumlah peserta
Satu peserta per pelatih; kelas berisi dua orang diatur terpisah lewat WhatsApp
Materi latihan
Memukul, melempar berlengan lurus, menjaga gawang, menjaga lapangan, lari antar-gawang, peraturan dan penghitungan angka
Perlengkapan peserta
Helm berjeruji, pelindung tulang kering, sarung tangan, pelindung badan, tongkat beberapa ukuran, bola lunak dan bola keras; ditanggung peserta di luar tarif sesi
Tempat latihan
Lapangan sekolah, lapangan perumahan, lahan lapang di Lakarsantri dan Benowo, halaman rumah untuk latihan gerak
Wilayah layanan
Seluruh kecamatan di Surabaya, dari Krembangan sampai Gunung Anyar; wilayah Sidoarjo yang berdekatan seperti Waru dan Gedangan
Sesi teori
Di co-learning space Edubia, Tambaksari atau Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi
Jam layanan
Sesi lapangan sesudah pukul 15.30 pada hari sekolah; Sabtu dan Minggu terbuka sejak pagi
Hak ganti pelatih
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan bila gaya melatihnya kurang cocok bagi peserta
4,9/5 1.200 ulasan
2.500+ tutor terverifikasi
1-on-1 satu tutor satu siswa
Ke rumah Surabaya, co-learning, atau online
Ganti tutor prosesnya mudah
Assessment mulai dari kebutuhan

Tahapan latihan

Perjalanan peserta dari sesi pertama sampai bermain penuh

Urutan di bawah gambaran umum, dan waktunya berbeda pada tiap orang. Peserta yang berlatih dua kali sepekan bergerak lebih cepat daripada yang berlatih sekali, sementara usia dan pengalaman sebelumnya ikut menentukan.

  1. 01

    Sesi percobaan dan pemetaan awal

    Pekan pertama

    Pelatih memeriksa pegangan tongkat, sikap siap, cara melempar, dan kenyamanan peserta pada bola lunak. Hasilnya jadi dasar rencana latihan pekanan.

  2. 02

    Pegangan dan sikap siap yang menetap

    Pekan pertama sampai kedua

    Kedua tangan berhenti bergeser dan garis mata tetap sejajar tanpa diingatkan. Sejak titik ini pukulan mulai mengenai bagian tengah tongkat.

  3. 03

    Gerak kaki ke depan dan ke belakang

    Pekan ketiga sampai keempat

    Peserta berhenti berdiri diam. Bola rendah dijemput dengan langkah maju, bola tinggi dihadapi dengan mundur selangkah, dan keduanya muncul tanpa dipikirkan.

  4. 04

    Ayunan lengan lurus yang berulang sama

    Bulan kedua

    Siku berhenti menekuk dan awalan berlari terasa nyaman. Lemparan mulai jatuh di sekitar kotak penanda dengan jumlah yang naik tiap pekan.

  5. 05

    Bola sintetis dan pembacaan pantulan

    Bulan kedua sampai ketiga

    Peserta pindah ke bola yang lebih berat, belajar menilai ketinggian pantulan, dan mulai memakai pelindung tulang kering pada sesi memukul.

  6. 06

    Bola keras dengan pelindung lengkap

    Bulan ketiga ke atas

    Helm berjeruji, sarung tangan, dan pelindung badan dipakai penuh. Laju lemparan dinaikkan bertahap sampai peserta siap ikut permainan bentuk pendek bersama orang lain.

Fleksibel

3 format kelas cricket di Edubia

Tutor cricket datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.

Yang didapat

Yang termasuk dalam paket les cricket privat

  • Pemeriksaan pegangan dan sikap siap · Sesi pertama dipakai memetakan kebiasaan yang sudah terbentuk, termasuk kebiasaan yang perlu dirapikan sebelum latihan berat dimulai.
  • Rencana latihan pekanan tertulis · Pelatih menyusun urutan bagian yang dilatih tiap pekan, disesuaikan dengan peran yang dipilih peserta dan waktu yang tersedia.
  • Daftar perlengkapan yang disusun bertahap · Helm, pelindung tulang kering, sarung tangan, pelindung badan, dan tongkat beberapa ukuran dipetakan jadi urutan belanja, mengikuti tahap latihan yang sedang dijalani peserta.
  • Blok memukul di tiap pertemuan · Dilakukan di lajur berjaring atau di depan gawang tunggal, dengan jumlah pengulangan yang dijaga tetap tinggi pada waktu singkat.
  • Blok melempar dengan penanda sasaran · Kotak penanda arah dan panjang dipasang di lajur, dan jumlah lemparan yang masuk dicatat sebagai ukuran kemajuan.
  • Latihan menjaga lapangan tiap sesi · Menangkap bola tinggi, memungut bola rendah, dan melempar ke satu tiang, tiga hal yang mengubah hasil permainan sungguhan.
  • Permainan bentuk pendek sebagai penutup · Aturan dipangkas supaya dua atau tiga orang bisa bermain, sehingga peserta merasakan tekanan waktu dan keputusan lari.
  • Catatan sesi untuk keluarga di rumah · Satu hal yang membaik dan satu hal yang dilatih pekan depan, ditulis singkat sesudah tiap pertemuan selesai.

Susunan materi

Susunan materi latihan cricket per tahap

Sepuluh bagian di bawah dijalankan berurutan, sementara porsinya digeser sesuai peran yang dipilih peserta. Tiap bagian menyebut kesalahan yang sering muncul serta cara pelatih menanganinya di lapangan.

  1. 1

    Pegangan tongkat

    Sesi awal

    Yang dibahas. Letak kedua tangan pada gagang, peran tangan atas sebagai pengarah dan tangan bawah sebagai penahan.

    Jebakan umum. Kedua tangan dipasang berjauhan sehingga tongkat terasa berat dan bidang pukulan sulit diarahkan.

    Cara tutor. Pelatih menandai letak tangan dengan pita di gagang selama beberapa sesi sampai posisinya menetap tanpa perlu dilihat.

  2. 2

    Sikap siap menunggu bola

    Sesi awal

    Yang dibahas. Badan menyamping ke arah pelempar, lutut lentur, kedua mata sejajar, berat badan terbagi rata.

    Jebakan umum. Kepala miring saat menunggu sehingga perkiraan tinggi bola meleset dan tongkat mengenai udara.

    Cara tutor. Peserta menunggu bola dengan tongkat terangkat pelan sementara pelatih memeriksa garis mata dari sisi samping.

  3. 3

    Gerak kaki ke depan

    Bulan pertama

    Yang dibahas. Melangkah menjemput bola yang jatuh dekat kaki agar tongkat bertemu bola sedini mungkin.

    Jebakan umum. Langkah dibuat terlalu lebar sehingga badan jatuh ke depan dan pukulan kehilangan arah.

    Cara tutor. Penanda di tanah membatasi panjang langkah, dan pengulangannya dijalankan tanpa bola pada putaran pertama.

  4. 4

    Gerak kaki ke belakang

    Bulan pertama

    Yang dibahas. Mundur selangkah menghadapi bola yang memantul tinggi supaya tangan punya ruang bekerja.

    Jebakan umum. Peserta berdiri diam lalu mencoba menjangkau bola tinggi dengan tangan saja.

    Cara tutor. Bola lunak dilempar memantul tinggi berulang kali sampai reaksi mundur muncul tanpa diperintah.

  5. 5

    Lari antar-gawang dan panggilan

    Bulan pertama

    Yang dibahas. Memutuskan bersama pasangan kapan lari dimulai, dengan panggilan singkat yang sudah disepakati.

    Jebakan umum. Dua pemukul berlari ke ujung yang sama karena panggilannya terlambat atau kurang jelas.

    Cara tutor. Tiga kata panggilan disepakati di awal lalu dilatih berpasangan, dengan pelatih berperan sebagai penjaga lapangan.

  6. 6

    Memilih bola yang dipukul

    Bulan kedua

    Yang dibahas. Menilai apakah sebuah bola layak dipukul atau lebih aman dibiarkan lewat begitu saja.

    Jebakan umum. Semua bola dikejar, termasuk yang jauh di luar jangkauan, sehingga gawang di belakang terbuka.

    Cara tutor. Dari enam lemparan, peserta diminta membiarkan sebagian lalu menjelaskan alasan tiap keputusannya.

  7. 7

    Ayunan lengan lurus

    Bulan kedua

    Yang dibahas. Lengan yang sudah lurus lalu berputar dari bahu, aturan khas yang menentukan sah tidaknya sebuah lemparan.

    Jebakan umum. Siku menekuk lalu menegang saat bola dilepas, kebiasaan yang sulit dihapus bila dibiarkan lama.

    Cara tutor. Awalan dipendekkan sampai lima langkah, dan rekaman dari sisi samping dipakai untuk memeriksa siku bersama peserta.

  8. 8

    Arah dan panjang lemparan

    Bulan kedua sampai ketiga

    Yang dibahas. Sisi mana bola melintasi pemukul, dan seberapa jauh dari pemukul bola menyentuh tanah lebih dulu.

    Jebakan umum. Peserta mengejar laju bola lebih dulu sehingga arahnya berpindah-pindah pada tiap lemparan.

    Cara tutor. Kotak penanda dipasang di lajur, lalu jumlah lemparan yang jatuh di dalamnya dicatat dari pekan ke pekan.

  9. 9

    Menangkap bola tinggi

    Tiap sesi

    Yang dibahas. Membaca lengkung bola, bergerak ke bawahnya, lalu meredam benturan dengan siku yang tetap lentur.

    Jebakan umum. Menunggu di tempat dan menangkap dengan tangan kaku sehingga bola memantul keluar dari telapak.

    Cara tutor. Lambungan diulang dengan jarak yang dinaikkan sedikit demi sedikit, dimulai dari bola lunak.

  10. 10

    Memungut bola lalu melempar ke gawang

    Tiap sesi

    Yang dibahas. Merendahkan badan, telapak tangan menempel tanah, lalu melempar tepat ke tiang di seberang.

    Jebakan umum. Berhenti dulu sebelum melempar sehingga pelari lawan keburu sampai di ujung lajur.

    Cara tutor. Latihan memungut sambil berlari ke arah bola, dengan waktu tempuh dari satu titik ke tiang yang dihitung pelatih.

Kenapa Edubia

Pembeda les cricket Edubia

Unggulan utama

Pelatih datang ke ruang latihan terdekat

Titik latihan dicari di sekitar alamat peserta lebih dulu, jadi waktu di jalan tidak memakan jam latihan sore yang jumlahnya terbatas.

Perlengkapan pelindung dari peserta

Helm, pelindung tulang kering, sarung tangan, pelindung badan, tongkat, dan bola ditanggung peserta di luar tarif sesi. Daftarnya disusun sebelum pertemuan pertama, bersama sepatu olahraga dan air minum.

Jadwal sore yang menyesuaikan cuaca kota

Sesi lapangan dijalankan saat bayangan sudah panjang, dengan jeda minum yang sudah masuk ke dalam susunan sesi.

Urutan bola lunak sebelum bola keras

Tiga tahap bola dipakai berurutan, dan perpindahannya menunggu kesiapan peserta. Rasa takut pada bola tidak sempat tumbuh sejak awal.

Catatan singkat di tiap akhir sesi

Satu hal yang membaik dan satu hal yang dilatih pekan depan ditulis pelatih, sehingga keluarga tahu kapan porsi latihan layak dinaikkan.

Kecocokan program

Peserta yang cocok dan yang sebaiknya menunggu

Peserta yang cocok

  • Peminat cricket yang belum tahu harus mulai dari bagian mana
  • Pelajar yang sekolahnya memperkenalkan cricket dan ingin masuk regu
  • Keluarga yang sudah mengenal cricket dan mencari pelatih rutin di Surabaya
  • Peserta dewasa yang ingin mencoba cabang baru dengan pemanasan lebih panjang
  • Peserta yang jadwalnya berubah-ubah dan butuh jam latihan yang bisa digeser
  • Peserta yang belum punya tongkat, helm, maupun pelindung sendiri

Les cricket di Surabaya dimulai dari bentuk permainannya

Cricket, yang dalam ejaan Indonesia ditulis kriket, dimainkan dua regu yang bergantian memukul dan melempar. Di tengah lapangan terbentang lajur memanjang, dan hampir seluruh kejadian penting berlangsung di sekitarnya. Pada kedua ujung lajur berdiri gawang kecil berupa tiga tiang tegak dengan dua palang mungil di atasnya. Gawang itulah yang dijaga pemukul dan dibidik pelempar.

Angka diperoleh lewat dua jalan. Sesudah bola dipukul, dua pemukul berlari bertukar tempat di antara kedua gawang, dan tiap pertukaran yang selesai menambah satu angka. Jalan kedua lewat batas lapangan: bola yang menggelinding sampai garis batas bernilai empat angka, sedangkan bola yang melewati batas tanpa menyentuh tanah bernilai enam.

Regu yang sedang memukul kehilangan satu pemainnya ketika lemparan mengenai gawang, ketika pukulannya ditangkap sebelum bola jatuh ke tanah, atau ketika gawang dijatuhkan penjaga lapangan sementara pelari belum sampai. Setelah giliran memukul habis, kedua regu bertukar peran.

Sesi pertama di Edubia dipakai memainkan bentuk sederhana permainan ini dengan bola lunak. Peserta melihat sendiri hubungan antara pukulan, lari, dan lemparan sebelum pelatih membahas teknik satu per satu.

Satu regu cricket berisi peran yang tugasnya berbeda jauh, dan pelatih privat menyesuaikan porsi latihan dengan peran yang menarik minat peserta. Anak yang senang berlari biasanya lebih dulu jatuh hati pada penjagaan lapangan, sementara peserta yang sabar sering menemukan kesenangannya pada melempar.

Meski begitu, kelas pemula di Rungkut maupun di Wiyung tetap mencicipi keempat peran pada bulan pertama. Cricket menempatkan tiap pemain di dua sisi permainan secara bergantian, jadi peserta yang hanya berlatih memukul akan kebingungan begitu regunya berpindah ke sisi melempar. Porsi yang seimbang di awal membuat pilihan peran datang dari pengalaman peserta sendiri.

Catatan penting

Empat peran yang dilatih pelatih cricket di dalam satu kelas

Unggulan utama

Pemukul yang menghadapi bola

Berdiri di depan gawang, memilih bola yang layak dipukul, dan menjaga tiga tiang di belakangnya tetap berdiri. Latihannya bertumpu pada pegangan tongkat, sikap siap, dan gerak kaki.

Pemukul pasangan di ujung lain

Menunggu di ujung lajur seberang, membaca arah bola, lalu memutuskan bersama pasangannya kapan lari dimulai atau dibatalkan. Latihannya soal panggilan yang singkat dan tegas.

Pelempar yang melepas bola

Berlari pendek lalu melepas bola dengan lengan lurus ke arah gawang di seberang. Latihannya menjaga arah dan panjang lemparan tetap sama berulang kali.

Penjaga gawang di belakang tiang

Berjongkok di belakang gawang, menangkap bola yang lolos dari pemukul, dan siap menjatuhkan gawang saat pelari terlambat. Latihannya menuntut sarung tangan tebal dan kaki yang ringan.

Penjaga lapangan jarak dekat

Berdiri beberapa langkah dari pemukul untuk menangkap bola yang terangkat pelan. Latihannya soal refleks tangan dan keberanian menjaga jarak yang benar.

Teknik memukul yang dilatih pelatih pada sesi awal

Pegangan tongkat menentukan hampir semua hal yang terjadi sesudahnya. Kedua tangan diletakkan berdekatan pada gagang: tangan atas mengarahkan bidang pukulan, tangan bawah menahan. Peserta yang memasang kedua tangan berjauhan akan merasa tongkatnya berat dan sulit diarahkan, dan pelatih biasanya menemukan hal ini pada sepuluh menit pertama.

Sikap siap menyusul. Bahu menghadap ke arah pelempar dengan badan menyamping, lutut sedikit ditekuk, kedua mata sejajar. Kepala yang miring saat menunggu membuat perkiraan tinggi bola meleset, dan itulah sebab pukulan pemula sering mengenai udara.

Gerak kaki dibagi dua. Bola yang jatuh dekat kaki dijemput dengan melangkah ke depan sehingga tongkat bertemu bola sedini mungkin. Bola yang memantul jauh lalu naik tinggi dihadapi dengan mundur selangkah, memberi ruang bagi tangan untuk bekerja. Peserta yang berdiri diam di tempat akan selalu terlambat pada salah satu dari keduanya.

Bagian yang jarang dibayangkan pemula adalah memilih bola. Cricket memberi hak penuh kepada pemukul untuk membiarkan bola lewat begitu saja. Bola yang melintas jauh di luar jangkauan tangan lebih baik dibiarkan, dan latihan membiarkan bola sama seriusnya dengan latihan memukul.

Selengkapnya

Perlengkapan pelindung yang disiapkan peserta di kelas cricket

Perlengkapan pelindung ditanggung peserta, dan daftarnya disusun mengikuti tahap latihan supaya pengeluarannya bertahap.

Helm berjeruji untuk bola keras

Dipakai setiap kali peserta menghadapi bola keras. Jerujinya menahan bola yang memantul naik ke arah wajah, dan pelatih menahan sesi bola keras selama helm belum terpasang.

Pelindung tulang kering pemukul

Sepasang pelindung panjang yang diikat di tulang kering. Ia meredam bola yang memantul rendah, bagian tubuh yang sering terkena pemula karena gerak kakinya belum cepat.

Sarung tangan dan pelindung badan

Sarung tangan pemukul berbantal di sisi jari agar genggaman tetap nyaman saat bola menyentuh tongkat dengan keras. Pelindung badan dipakai di bawah celana untuk sesi bola keras.

Tongkat pemukul beberapa ukuran

Panjang dan berat tongkat disesuaikan dengan tinggi badan peserta. Tongkat dewasa di tangan anak membuat ayunan terlambat, dan itu memperlambat perbaikan teknik selama berbulan-bulan.

Bola lunak dan bola keras

Bola karet, bola tenis berlakban, bola sintetis, dan bola kulit dibawa bersamaan. Pelatih memilih yang sesuai dengan tahap peserta pada hari itu.

Kotak obat dan air minum cadangan

Perban, plester, dan air cadangan disiapkan untuk sesi di lapangan terbuka. Lecet di jari dan telapak tangan hal yang wajar pada pekan pertama latihan menangkap.

Gerak lengan lurus, aturan khas yang dilatih di kelas melempar

Cricket mengatur cara bolanya dilepas dengan ketat, dan aturan itu yang pertama dilatih di kelas melempar. Lengan berputar dari bahu seperti jarum jam, dan yang dilarang adalah meluruskan siku di tengah ayunan saat bola dilepas. Kebiasaan menekuk lalu menegangkan siku jauh lebih mudah diperbaiki pada pekan pertama, sebelum tubuh menghafalnya.

Awalan berlari dipendekkan dulu. Peserta baru berlatih dari tiga sampai lima langkah supaya perhatiannya tertuju pada ayunan lengan dan pendaratan kaki depan. Awalan panjang ditambahkan sesudah ayunan lurus itu berjalan sendiri tanpa dipikirkan.

Sesudah bentuknya rapi, sasaran berpindah ke arah dan panjang. Arah berarti sisi mana bola melintasi pemukul; panjang berarti seberapa jauh dari pemukul bola menyentuh tanah lebih dulu. Pelatih menaruh penanda kecil di lajur latihan lalu menghitung berapa dari enam lemparan yang jatuh di dalam kotak penanda. Angka itu yang dicatat dari pekan ke pekan.

Dua jenis pelempar dikenalkan berdampingan. Pelempar cepat mengandalkan awalan panjang dan laju bola. Pelempar berputar berjalan beberapa langkah saja lalu memutar bola dengan jari atau pergelangan agar arahnya berbelok sesudah memantul. Peserta bertubuh kecil sering menemukan lemparan berputar lebih cocok, dan pelatih menyarankannya sambil membuka pilihan lain.

Latihan menjaga lapangan yang mengisi tiap sesi les

Menjaga lapangan sering dianggap bagian sisa oleh pemula, sementara di pertandingan sungguhan ia yang menentukan berapa angka lolos. Tiga hal dilatih bergantian pada tiap sesi les cricket.

Pertama, menangkap bola tinggi. Bola yang terangkat lambat memberi banyak waktu, dan justru waktu itu yang membuat pemula gugup. Pelatih melambungkan bola berulang dengan jarak yang naik sedikit demi sedikit, sambil membiasakan kedua tangan bertemu di depan wajah dan siku tetap lentur supaya benturan teredam.

Kedua, memungut bola rendah. Bola yang menggelinding cepat dijemput dengan badan direndahkan dan telapak tangan menempel tanah, sehingga bola masuk ke tangan tanpa terlewat di antara kaki. Latihannya dilakukan sambil bergerak, sebab di lapangan hampir tak pernah ada bola yang datang tepat ke tempat berdiri.

Ketiga, melempar tepat ke gawang. Sasarannya kecil, jadi pelatih memasang satu tiang saja lalu menghitung jumlah kena dari sepuluh percobaan. Peserta di Gubeng maupun Mulyorejo biasanya menikmati bagian ini, sebab kemajuannya terlihat di dalam satu sesi.

Dari bola lunak ke bola keras, urutan yang dijaga pelatih

Bola cricket sungguhan terbuat dari gabus berlapis benang, dibungkus kulit, dengan jahitan menonjol melingkari tengahnya. Ia keras dan berat, dan justru karena itu perlengkapan pelindung ada. Peserta baru tidak menghadapinya pada hari pertama.

Urutan yang dipakai berjalan tiga tahap. Tahap awal memakai bola karet atau bola tenis yang ringan. Peserta bebas berlatih tanpa helm, gerakannya lebih berani, dan rasa takut tidak sempat tumbuh. Pukulan yang meleset pun tidak menimbulkan memar.

Tahap kedua memakai bola tenis yang dibalut lakban atau bola sintetis yang lebih berat. Pantulannya mulai menyerupai bola sungguhan dan peserta belajar membaca ketinggian pantulan, sementara risikonya masih rendah.

Tahap ketiga baru bola keras. Di tahap ini helm, pelindung tulang kering, sarung tangan, serta pelindung badan dipakai lengkap tanpa kecuali, dan pelatih menurunkan laju lemparannya selama beberapa pekan sampai peserta terbiasa. Anak usia sekolah dasar umumnya bertahan lebih lama di dua tahap awal, dan perpindahannya diputuskan pelatih bersama keluarga di rumah tanpa target waktu.

Cricket menuntut ruang memanjang, dan di kota sepadat ini ruang seperti itu perlu dicari lebih dulu. Sebelum sesi pertama, tim penjadwalan menanyakan alamat peserta lalu menyisir pilihan di sekitarnya: lapangan sekolah yang sepi sesudah jam pulang, lahan lapang di Lakarsantri dan Benowo yang masih luas, atau gang lebar yang cukup untuk latihan gerak kaki.

Peserta di Rungkut, Gunung Anyar, dan Sukolilo biasanya berlatih di lapangan sekolah atau lapangan perumahan. Peserta di Waru dan Gedangan sering memakai lapangan desa pada sore hari. Ukuran lapangan pertandingan tidak diperlukan; satu lajur lurus sepanjang belasan langkah sudah cukup untuk hampir semua latihan teknik.

Garis besar

Ruang latihan cricket di Surabaya yang dipakai kelas privat

Lajur latihan berjaring

Lajur lurus yang dikelilingi jaring di tiga sisi sehingga bola tidak lari jauh. Ruang ini cocok untuk mengulang pukulan dan lemparan dalam jumlah banyak pada waktu singkat.

Lapangan sekolah sesudah jam pulang

Permukaannya rata dan cukup panjang. Izin serta jam pakai diurus keluarga peserta, dan pelatih menyesuaikan jadwal dengan slot yang didapat.

Lahan lapang di pinggiran kota

Kawasan Lakarsantri, Pakal, dan Sambikerep masih menyisakan tanah lapang. Cocok untuk latihan menjaga lapangan jauh dan lari antar-gawang penuh.

Halaman rumah dan gang lebar

Cukup untuk pegangan tongkat, sikap siap, gerak kaki, dan lemparan bola lunak ke sasaran di dinding. Pilihan ini dipakai saat jadwal peserta sedang padat.

Ruang tertutup saat hujan turun

Aula sekolah atau lapangan beratap dipakai untuk latihan tanpa bola keras. Musim hujan membuat pilihan cadangan ini disiapkan sejak awal program.

Ruang belajar untuk sesi teori

Peraturan, cara menghitung angka, dan pembacaan rekaman latihan dibahas di co-learning space Edubia, di Tambaksari atau Wonocolo, dengan tambahan Rp15.000 per sesi.

Jadwal sore dan pengaturan minum di kelas cricket Surabaya

Udara kota ini panas dan lembap hampir sepanjang tahun, sementara cricket termasuk permainan berdurasi panjang. Kedua hal itu bertemu di lapangan terbuka, jadi jam latihan dipilih dengan sadar. Sebagian besar sesi berjalan sesudah pukul 15.30 sampai menjelang magrib, saat bayangan sudah panjang dan permukaan lapangan tidak lagi menyengat.

Sesi pagi tersedia pada Sabtu dan Minggu, umumnya sebelum pukul 09.00. Peserta dewasa yang bekerja kadang memilih jam ini karena lapangan masih sepi. Di tengah pekan, sesi malam hanya dibuka di lapangan berlampu cukup terang, sebab bola keras yang datang di bawah cahaya redup berbahaya.

Soal minum ditangani dengan aturan sederhana: jeda minum masuk ke dalam susunan sesi dan tidak menunggu peserta mengeluh haus. Peserta membawa air minum sendiri dalam jumlah lebih dari cukup, dan pelatih mengingatkan agar diminum sedikit demi sedikit sejak sebelum berangkat. Topi bertepi dan baju berlengan panjang berbahan tipis terasa lebih nyaman daripada kaus tanpa lengan, terutama pada sesi 90 menit.

Kalau hujan turun mendadak, sesi dipindahkan ke ruang tertutup atau dijadwalkan ulang tanpa biaya tambahan, dan keputusan itu diambil sebelum peserta berangkat.

Format pertandingan pendek yang dipakai kelas pemula

Cricket dikenal punya pertandingan yang bisa berlangsung berhari-hari, dan gambaran itu membuat banyak orang mengira permainan ini mustahil dicoba. Kenyataannya cricket punya beberapa panjang pertandingan, dan yang pendek justru disusun supaya orang baru bisa ikut.

Satuan hitung permainan ini disebut over, yaitu enam lemparan sah dari satu pelempar secara berturut-turut. Panjang sebuah pertandingan ditentukan oleh berapa over yang diberikan kepada tiap regu. Semakin sedikit over, semakin pendek pertandingannya, dan semakin cepat peserta merasakan kedua sisi permainan dalam satu sore.

Bentuk pendek juga menyederhanakan hal lain. Jumlah pemain boleh dikurangi, ukuran lapangan disesuaikan dengan ruang yang ada, dan bola lunak tetap dipakai. Kelas privat memakai bentuk ini sebagai latihan penutup: dua atau tiga orang bermain dengan aturan yang dipangkas, sehingga peserta mengalami tekanan waktu dan keputusan lari tanpa menunggu satu regu penuh terkumpul.

Kelas privat ini melatih keterampilan perorangan. Suasana regu penuh datang dari komunitas atau kegiatan sekolah, dan peserta yang memburu suasana itu sejak awal biasanya lebih puas bergabung ke sana sambil berlatih privat di sela-selanya.

Biaya les cricket privat dan yang sudah termasuk di dalamnya

Biaya mulai Rp126.100 per sesi untuk peserta jenjang sekolah dasar dengan sesi 60 menit, dua kali sepekan, dan pelatih datang ke ruang latihan yang disepakati. Sesi 90 menit yang memuat blok memukul, melempar, serta menjaga lapangan sekaligus berada di angka lebih tinggi, dan untuk peserta dewasa dengan ritme yang sama biaya per sesi mencapai Rp298.100.

Yang dihitung terpisah dari angka ini adalah perlengkapannya. Helm berjeruji, pelindung tulang kering, sarung tangan, pelindung badan, tongkat beberapa ukuran, serta bola lunak dan bola keras ditanggung peserta di luar tarif sesi. Daftarnya disusun sebelum pertemuan pertama dan belanjanya bisa dicicil mengikuti tahap latihan: bola lunak lebih dulu, pelindung lengkap menyusul saat bola keras mulai dipakai.

Latihan di lapangan terbuka maupun di halaman rumah tidak menambah biaya. Sesi teori di co-learning space Edubia, di Tambaksari atau Wonocolo, menambah Rp15.000 per sesi dan dipakai saat membahas peraturan, cara menghitung angka, serta rekaman latihan peserta.

Angka persisnya bergantung pada jenjang peserta, panjang sesi, dan jumlah pertemuan per bulan. Tim Edubia menghitungkannya sebelum sesi pertama berjalan.

Siapa yang biasanya mendaftar kelas cricket di Surabaya

Peminat cricket di kota ini datang dari tiga arah yang berbeda, dan pelatih menyesuaikan pendekatannya untuk masing-masing.

Arah pertama, pelajar yang sekolahnya memperkenalkan cricket lewat kegiatan tambahan atau pertandingan antar-kelas. Mereka biasanya sudah pernah memegang tongkat, sering dengan pegangan yang perlu dirapikan, dan datang membawa sasaran jelas berupa tempat di regu sekolah. Latihannya condong ke satu peran yang mereka pilih.

Arah kedua, keluarga yang sudah mengenal cricket sejak sebelum tinggal di Surabaya. Di rumah mereka permainan ini bagian dari percakapan sehari-hari, dan yang dicari adalah pelatih yang bisa menemani anak berlatih rutin. Kelas untuk kelompok ini berjalan cepat pada bagian teori dan lebih lama pada perbaikan teknik.

Arah ketiga, orang dewasa yang ingin mencoba sesuatu yang baru. Sebagian pernah menonton pertandingan lalu penasaran. Kelas untuk peserta dewasa juga dimulai dari bola lunak, dengan porsi pemanasan bahu yang lebih panjang serta penjelasan aturan yang lebih rinci sejak awal. Perempuan dan laki-laki berlatih memakai susunan materi yang sama.

Wilayah yang dijangkau pelatih dan cara memesan jadwal

Pelatih cricket Edubia berangkat ke titik latihan di seluruh Surabaya, dari Bubutan dan Krembangan di sisi utara sampai Jambangan dan Karang Pilang di sisi selatan. Kawasan Sidoarjo yang berdekatan, seperti Buduran, Sedati, dan Sukodono, juga dijangkau dengan penyesuaian jam berangkat pelatih.

Memulainya begini. Kirim pesan berisi usia peserta, pengalaman cricketnya, dan alamat kasar tempat tinggal. Tim menjawab dengan pilihan ruang latihan terdekat, jadwal yang tersedia, serta perkiraan biaya. Sesi pertama berjalan sebagai sesi percobaan: pelatih memeriksa pegangan tongkat, sikap siap, dan cara melempar, lalu menyusun rencana latihan pekanan.

Kalau gaya melatih ternyata kurang cocok, pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan. Permintaan itu disampaikan lewat WhatsApp dan diproses sebelum pertemuan berikutnya, sehingga ritme latihan peserta tidak terputus.

Tiap sesi ditutup dengan catatan singkat berisi satu hal yang membaik dan satu hal yang dilatih pekan depan. Catatan itu yang dipakai keluarga untuk memutuskan kapan porsi latihan dinaikkan atau kapan peserta siap pindah ke bola keras.

Satu sesi 90 menit dibagi menjadi blok pendek yang berselang. Alasannya ada pada cuaca kota dan pada sifat permainannya: cricket menuntut kesiagaan yang datang berulang dalam rentang waktu panjang, jadi latihannya sengaja dibiasakan berhenti lalu mulai lagi, dengan jeda minum di antara blok.

Sesi 60 menit memakai urutan yang sama dengan blok lebih pendek dan satu keterampilan utama per pertemuan. Pada sesi di halaman sempit, blok lari antar-gawang diganti latihan panggilan dan gerak kaki di tempat.

Inti bahasan

Susunan satu sesi les cricket privat dari pemanasan sampai penutup

Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. 1Pemanasan dan pelemasan bahu

    Sepuluh menit lari ringan, putaran bahu, dan pelemasan pergelangan. Bahu pelempar dan punggung bawah pemukul dua bagian yang disiapkan lebih dulu.

  2. 2Blok memukul di lajur latihan

    Dua puluh menit di lajur berjaring atau di depan gawang tunggal. Pelatih melempar dari jarak pendek supaya jumlah pukulan per menit tetap banyak.

  3. 3Jeda minum yang pertama

    Lima menit duduk di tempat teduh. Jeda ini tidak dilewati, dan pelatih mengingatkan peserta minum sebelum rasa haus muncul.

  4. 4Blok melempar ke penanda

    Dua puluh menit mengulang ayunan lengan lurus ke kotak penanda arah dan panjang. Jumlah lemparan dibatasi supaya bahu peserta muda tidak terbebani.

  5. 5Blok menjaga lapangan

    Lima belas menit menangkap, memungut, dan melempar ke satu tiang. Blok ini sekaligus memulihkan napas karena gerakannya berselang.

  6. 6Permainan kecil dan catatan sesi

    Sepuluh menit permainan sederhana berdua atau bertiga, lalu pelatih menulis catatan berisi satu hal yang membaik dan satu hal yang dilatih pekan depan.

Program Terkait

Peserta les cricket juga menanyakan program ini

Tanya jawab

Apa saja yang ditanyakan siswa les cricket di Surabaya?

Apa sebenarnya permainan cricket itu?

Dua regu bergantian memukul dan melempar di sekitar lajur memanjang di tengah lapangan. Pada kedua ujung lajur berdiri gawang kecil berisi tiga tiang. Regu yang memukul mengumpulkan angka dengan berlari bertukar tempat antar-gawang, atau dengan mengirim bola sampai batas lapangan.

Peserta belum pernah memegang tongkat pemukul, apakah tetap bisa ikut?

Bisa, dan itu keadaan yang umum di kelas cricket Surabaya. Sesi pertama memakai bola lunak tanpa helm, isinya memainkan bentuk sederhana permainan supaya peserta merasakan hubungan antara pukulan, lari, dan lemparan sebelum teknik dibahas satu per satu.

Berapa biaya satu sesi les cricket privat?

Mulai Rp126.100 per sesi untuk jenjang sekolah dasar dengan sesi 60 menit dua kali sepekan. Sesi 90 menit dan jenjang yang lebih tinggi berada di atasnya, sampai Rp298.100 per sesi untuk peserta dewasa. Perlengkapan pelindung berada di luar angka itu dan ditanggung peserta.

Apakah peserta harus membeli tongkat, helm, dan pelindung sendiri?

Ya, perlengkapan itu ditanggung peserta dan berada di luar biaya sesi. Belanjanya bisa dicicil karena tahap awal memakai bola lunak tanpa helm, sehingga helm berjeruji, pelindung tulang kering, sarung tangan, pelindung badan, dan tongkat baru diperlukan saat bola keras mulai dipakai. Daftar beserta ukuran yang cocok disusun bersama pelatih sebelum tahap itu dimulai.

Rumah kami jauh dari lapangan mana pun, latihannya di mana?

Tim penjadwalan menyisir ruang di sekitar alamat peserta lebih dulu: lapangan sekolah sesudah jam pulang, lapangan perumahan, atau lahan lapang seperti di Lakarsantri dan Pakal. Untuk pegangan tongkat, sikap siap, dan gerak kaki, halaman rumah atau gang lebar sudah memadai.

Bola cricket keras dan berat, apakah aman untuk anak?

Bola keras baru diperkenalkan sesudah peserta melewati tahap bola karet dan bola sintetis, dan pemakaiannya selalu disertai helm berjeruji serta pelindung lengkap. Pelatih juga menurunkan laju lemparan pada pekan-pekan pertama. Anak usia sekolah dasar umumnya bertahan lebih lama di tahap bola lunak.

Kenapa hampir semua sesi dijadwalkan sore hari?

Surabaya panas dan lembap, sementara cricket menuntut kesiagaan berulang dalam rentang waktu panjang di lapangan terbuka. Sesi sesudah pukul 15.30 berjalan saat bayangan sudah panjang dan permukaan lapangan tidak lagi menyengat. Sesi pagi tersedia pada Sabtu dan Minggu sebelum pukul 09.00.

Kecamatan mana saja yang didatangi pelatih cricket?

Seluruh Surabaya, dari Bubutan dan Semampir di utara sampai Gayungan dan Karang Pilang di selatan, termasuk Rungkut, Sukolilo, dan Wiyung. Untuk wilayah Sidoarjo, titik yang berdekatan seperti Waru, Buduran, dan Sedati dijangkau dengan penyesuaian jam berangkat.

Berapa lama sampai peserta bisa ikut permainan penuh?

Bergantung pada usia dan frekuensi latihan. Dengan dua sesi sepekan, peserta umumnya sudah nyaman memainkan bentuk pendek berdua atau bertiga dalam beberapa pekan pertama, sementara kesiapan menghadapi bola keras dari pelempar cepat menuntut waktu jauh lebih panjang.

Apakah perempuan bisa mengikuti kelas cricket ini?

Bisa, dan susunan materinya sama. Yang diperhatikan pelatih adalah ukuran tongkat pemukul serta panjang awalan berlari, keduanya disesuaikan dengan tinggi badan dan jangkauan tangan peserta.

Bisakah dua bersaudara berlatih dalam satu sesi?

Bisa diatur, dan susunan sesinya berubah: satu memukul sementara yang lain melempar atau menjaga lapangan, lalu bergantian. Biaya kelas berisi lebih dari satu peserta dihitung terpisah, jadi tim menyiapkan penawarannya lewat WhatsApp sesudah tahu usia dan jumlah pesertanya.

Bagaimana kalau gaya melatih ternyata kurang cocok?

Sampaikan lewat WhatsApp, dan pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan. Permintaan diproses sebelum pertemuan berikutnya sehingga ritme latihan tidak terputus. Sesi pertama memang disiapkan sebagai sesi percobaan, termasuk untuk menilai kecocokan gaya melatih.

Ada latihan yang bisa dikerjakan sendiri di antara dua sesi?

Ada, dan porsinya sengaja kecil supaya tidak membebani. Memegang tongkat sambil memeriksa jarak kedua tangan, mengulang gerak kaki ke depan dan ke belakang di depan cermin, serta melempar bola lunak ke satu titik di dinding sepuluh kali. Semuanya muat di halaman sempit.

Apakah sesi online berguna untuk cabang olahraga seperti ini?

Berguna untuk bagian tertentu: membaca peraturan, memahami cara angka dihitung, dan membahas rekaman latihan yang peserta kirimkan. Latihan gerak tetap menuntut pertemuan langsung, jadi sesi online dipakai sebagai pelengkap saat cuaca atau jadwal sedang tidak memungkinkan.

Bagaimana cara memulai les cricket di Edubia?

Kirim pesan berisi usia peserta, pengalaman cricketnya, dan alamat kasar tempat tinggal. Tim menjawab dengan pilihan ruang latihan terdekat, jadwal yang tersedia, serta perkiraan biaya. Sesi pertama berjalan sebagai sesi percobaan berisi pemeriksaan pegangan, sikap siap, dan cara melempar.

Mulai Sekarang

Mulai les cricket sekarang

Ribuan keluarga Surabaya sudah memulai. Kini giliran Anda mencoba sesi cricket pertama.

4,9/5 · 1.200 ulasan wali di Surabaya