4,9/5 · 1.200 ulasan · Semua Tingkat
Les Aksara Pegon di Surabaya
Les aksara Pegon di Surabaya bersama tutor privat Edubia: mengenal huruf serapan ca, nga, pa, ga, nya, membaca kitab kuning berharakat, sampai menulis catatan pegon sendiri. Sesi 90 menit di rumah Anda atau online, biaya mulai Rp97.300 per sesi.
Mengenal Les Aksara Pegon di Surabaya
Les aksara Pegon di Surabaya bersama tutor privat Edubia: mengenal huruf serapan ca, nga, pa, ga, nya, membaca kitab kuning berharakat, sampai menulis catatan pegon sendiri. Sesi 90 menit di rumah Anda atau online, biaya mulai Rp97.300 per sesi.
Konsultasi dan DaftarDetail Program
- Peserta
- Anak usia sekolah sampai dewasa dan lansia, dari pemula hingga pembaca kitab
- Format
- Privat satu tutor satu peserta
- Tempat belajar
- Rumah Anda, co-learning space Edubia, atau online
- Durasi sesi
- 90 menit per pertemuan
- Biaya
- Mulai Rp97.300 per sesi
- Wilayah layanan
- Seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya
- Wilayah tetangga
- 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo, termasuk Waru, Taman, dan Sedati
- Jam layanan
- Setiap hari pukul 07.00 sampai 21.00
- Bila tutor kurang cocok
- Diganti tanpa biaya tambahan
- Peralatan dan bahan
- Disiapkan peserta, di luar tarif sesi
Cocok untuk Siapa
Peserta yang Terbantu Program Ini
Peserta yang cocok
- Santri dan alumni pondok yang ingin merapikan tulisan pegon serta mempercepat catatan makna gandhul
- Mahasiswa sejarah, sastra, dan kajian keislaman yang bertemu naskah pegon dalam penelitian
- Guru TPQ dan madrasah diniyah yang hendak mengajarkan pegon dengan urutan yang runtut
- Jamaah pengajian kitab yang ingin membaca sendiri lapisan terjemahan pegon di kitabnya
- Keluarga yang menyimpan surat atau catatan pegon lama dan ingin membacanya sendiri
Kelebihan les ini
Yang membuat les aksara Pegon kami beda
Tutor berlatar pesantren dan kampus
Pengajar dipilih dari lulusan pesantren Jawa Timur serta mahasiswa dan alumni kajian keislaman yang terbiasa membaca teks pegon setiap hari.
Satu tutor satu peserta
Seluruh sesi berjalan privat, jadi urutan materi mengikuti kecepatan Anda: pelan di huruf yang sulit, cepat di bagian yang sudah lancar.
Arah belajar mengikuti tujuan
Peserta yang mengejar kitab kuning, meneliti naskah kuno, atau ingin menulis catatan pegon harian mendapat susunan materi yang berbeda satu sama lain.
Jadwal luwes tujuh hari sepekan
Sesi tersedia pagi hingga malam, termasuk akhir pekan, menyesuaikan jam sekolah, kuliah, kerja, atau kegiatan pondok.
Tutor dapat diganti tanpa biaya
Bila cara mengajar dirasa belum cocok, tim Edubia mencarikan pengganti tanpa biaya tambahan dan tanpa mengulang administrasi dari awal.
Susunan Materi
Susunan Materi dari Huruf sampai Naskah
Urutan di bawah adalah kerangka umumnya; tutor menggesernya mengikuti titik berangkat dan tujuan tiap peserta.
- 1
Hijaiyah sebagai titik berangkat
Pekan awalYang dibahas. Peninjauan bentuk huruf tunggal dan sambung, harakat, serta kebiasaan baca yang sudah dibawa peserta dari mengaji.
Jebakan umum. Peserta yang lancar melafalkan sering merasa tahap ini boleh dilompati, padahal menulis pegon menuntut ketelitian bentuk yang melampaui kebutuhan membaca.
Cara tutor. Tutor memetakan huruf mana yang perlu dirapikan lewat dikte pendek pada pertemuan awal.
- 2
Huruf serapan ca, nga, pa, ga, nya
Inti programYang dibahas. Bentuk kelima huruf tambahan, asal-usulnya dari jim, 'ain, fa, kaf, dan ya, beserta posisi titiknya di tiap posisi kata.
Jebakan umum. Titik pada pa mudah tertukar dengan titik pada fa saat menulis cepat, dan satu titik yang hilang mengubah bunyi kata.
Cara tutor. Latihan kontras berpasangan: kata yang sama ditulis dengan dan tanpa titik tambahan supaya bedanya terasa di mata dan tangan.
- 3
Huruf dha dan tha khas Jawa
Pegon JawaYang dibahas. Dua bunyi lidah Jawa yang tak dikenal bahasa Arab, huruf turunannya, dan pemakaiannya di kata sehari-hari.
Jebakan umum. Pemula kerap menulis dha memakai dal biasa, sehingga kata seperti dhahar berubah bunyi saat dibaca balik.
Cara tutor. Dikte memakai daftar kata Jawa harian yang memuat kedua bunyi itu sampai tangan memilih hurufnya tanpa ragu.
- 4
Tanda vokal serta konvensi e dan o
Inti programYang dibahas. Harakat a, i, u, gabungan tanda untuk bunyi e dan o, dan ragam cara naskah menandai e pepet.
Jebakan umum. E taling dan e pepet sering ditulis serupa, dan pembaca lain terpaksa menebak kata yang dimaksud.
Cara tutor. Membaca contoh dari cetakan pegon yang rapi lebih dulu, baru menulis sendiri dengan konvensi yang dipilih dan dijaga konsisten.
- 5
Membaca pegon berharakat
Tengah programYang dibahas. Membaca teks penuh tanda: terjemahan kitab, syiiran, dan bacaan doa yang beredar di lingkungan pesantren.
Jebakan umum. Membaca huruf demi huruf membuat kalimat panjang terasa berat dan maknanya tercecer di tengah jalan.
Cara tutor. Latihan membaca per kata lalu per baris, memakai teks yang topiknya sudah akrab bagi peserta.
- 6
Menulis pegon lewat dikte
Tengah programYang dibahas. Imla bertahap: kata, kalimat, lalu paragraf pendek berbahasa Jawa dan Indonesia.
Jebakan umum. Ejaan pegon untuk kata Indonesia masa kini kadang punya lebih dari satu kemungkinan tulis, dan pemula bingung memilih.
Cara tutor. Tutor menunjukkan konvensi yang umum dipakai penerbit kitab, lalu memakainya konsisten di seluruh latihan.
- 7
Makna gandhul dan tanda kedudukan kata
LanjutanYang dibahas. Cara santri menuliskan terjemahan kecil bercetak miring di bawah baris kitab, berikut singkatan penanda seperti utawi dan iku.
Jebakan umum. Tulisan gandhul berukuran kecil dan miring, jadi pembaca baru sering kehilangan baris yang sedang diikutinya.
Cara tutor. Berlatih pada salinan halaman kitab yang diperbesar lebih dulu, baru turun ke ukuran cetak yang sebenarnya.
- 8
Pegon gundul dan bacaan naskah
LanjutanYang dibahas. Membaca pegon tanpa harakat serta perkenalan dengan gaya tulis naskah lama koleksi museum dan perpustakaan.
Jebakan umum. Tanpa harakat, satu rangkaian huruf bisa terbaca beberapa cara, dan konteks kalimatlah yang memutuskan bacaannya.
Cara tutor. Menebak terbimbing: membaca kalimat utuh lebih dulu untuk menangkap arahnya, baru memeriksa kata demi kata.
Fleksibel
Pilih format les aksara Pegon yang cocok dengan rutinitas keluarga
Tutor aksara Pegon datang ke rumah, co-learning space, atau online. Rencana belajar disusun dari kebutuhan anak.
Alur Belajar
Dari Mengeja sampai Membaca Naskah
Enam penanda ini membantu Anda dan tutor mengukur posisi belajar dari waktu ke waktu, tanpa patokan tempo yang dipaksakan sama untuk semua orang.
- 01
Menulis huruf tunggal dan sambung
Tahap 1Bentuk hijaiyah dirapikan, posisi titik kelima huruf serapan dihafal, dan tangan mulai terbiasa menyambung huruf.
- 02
Merangkai kata Jawa dan Indonesia
Tahap 2Kata sehari-hari ditulis lewat dikte pendek, lalu dibaca balik dari tulisan sendiri sampai lancar dua arah.
- 03
Membaca teks berharakat
Tahap 3Syiiran, doa, dan terjemahan pegon cetakan dibaca per baris dengan tempo yang makin wajar.
- 04
Menulis catatan panjang
Tahap 4Paragraf utuh, surat pendek, dan catatan kajian ditulis dengan ejaan yang konsisten dari awal sampai habis.
- 05
Membaca makna gandhul kitab kuning
Tahap 5Lapisan terjemahan miring di kitab dibaca bersama teks Arabnya, lengkap dengan singkatan penanda kedudukan kata.
- 06
Menjajal pegon gundul dan naskah lama
Tahap 6Teks tanpa harakat mulai terpecahkan lewat konteks, dan ragam tulisan tangan penyalin naskah mulai dikenali.
Perbandingan
Kenapa satu tutor aksara Pegon untuk satu siswa lebih unggul?
Les Aksara Pegon Privat Edubia
Ke rumah di Surabaya
- Perhatian tutor saat belajar aksara Pegon : Penuh, satu untuk satu
- Materi aksara Pegon disesuaikan level siswa
- Pekerjaan peserta diperiksa di layar yang sama
- Belajar aksara Pegon di tempat Anda, Surabaya
- Tutor aksara Pegon bisa diganti tanpa ribet
- Bahan dipilih dari perkakas yang sudah dipakai peserta
Bimbel Aksara Pegon Grup
- Perhatian tutor saat belajar aksara Pegon : Terbagi ke banyak siswa
- Materi aksara Pegon disesuaikan level siswa
- Pekerjaan peserta diperiksa di layar yang sama : Seragam
- Belajar aksara Pegon di tempat Anda, Surabaya
- Tutor aksara Pegon bisa diganti tanpa ribet
- Bahan dipilih dari perkakas yang sudah dipakai peserta : Umum
Belajar Aksara Pegon Sendiri
- Perhatian tutor saat belajar aksara Pegon : Tanpa pendamping
- Materi aksara Pegon disesuaikan level siswa
- Pekerjaan peserta diperiksa di layar yang sama : Cari sendiri
- Belajar aksara Pegon di tempat Anda, Surabaya
- Tutor aksara Pegon bisa diganti tanpa ribet
- Bahan dipilih dari perkakas yang sudah dipakai peserta : Tergantung sendiri
Yang Anda Kuasai
Kemampuan di Ujung Program
- Menulis kelima huruf serapan dengan titik yang tepat · Ca, nga, pa, ga, dan nya keluar dari tangan tanpa berpikir panjang, di posisi awal, tengah, maupun akhir kata.
- Membaca teks pegon berharakat · Terjemahan kitab, syiiran, dan catatan pesantren terbaca lancar baris demi baris.
- Menulis dikte kalimat utuh · Kalimat Jawa dan Indonesia tertulis rapi dengan konvensi ejaan yang terjaga konsisten.
- Membaca makna gandhul · Lapisan terjemahan kecil di bawah baris kitab kuning terbaca berikut singkatan penandanya.
- Membaca pegon gundul sederhana · Teks tanpa harakat terpecahkan lewat konteks kalimat, dimulai dari bacaan yang topiknya dikenal.
- Mengenali ragam tulisan naskah · Perbedaan gaya cetakan dan tulisan tangan penyalin naskah lama mulai terbaca tanpa mengagetkan.
Les Aksara Pegon Privat untuk Warga Surabaya
Edubia membuka les privat aksara Pegon untuk warga Surabaya: satu tutor mendampingi satu peserta, belajar di rumah Anda, di co-learning space Edubia, atau lewat sesi online, dengan biaya mulai Rp97.300 per sesi berdurasi 90 menit. Materinya berjalan dari pengenalan huruf sampai lancar membaca kitab kuning berharakat dan menulis catatan pegon sendiri.
Pegon adalah aksara Arab yang dipakai menuliskan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Namanya sering diturunkan dari kata Jawa pego, artinya menyimpang, sebab huruf Arab di sana berbicara dalam bahasa yang berbeda dari bahasa asalnya. Di Surabaya aksara ini hidup dekat sekali: kampung santri Ndresmo di perbatasan Wonocolo dan Wonokromo menampung lebih dari tiga puluh pondok pesantren yang santrinya menulis makna pegon setiap hari, dan rak toko kitab di kawasan Ampel, Semampir, masih memajang kitab terjemah pegon berdampingan dengan kitab berbahasa Arab.
Peserta les ini datang dari latar yang beragam: santri dan alumni pondok yang ingin merapikan tulisannya, mahasiswa yang bertemu naskah pegon di bangku kuliah, guru mengaji, jamaah pengajian kitab, sampai orang yang menemukan surat lama milik keluarganya dan penasaran akan isinya. Tutor menyesuaikan titik berangkat masing-masing, jadi Anda memulai dari bagian yang benar-benar belum dikuasai.
Lima Huruf Serapan Pegon di Luar Hijaiyah
Pegon memakai seluruh abjad hijaiyah, lalu menambahkan huruf untuk bunyi yang tak dikenal bahasa Arab: ca, nga, pa, ga, dan nya. Cara membentuknya hemat dan cerdik: huruf Arab yang bunyinya berdekatan diberi titik tambahan. Ca lahir dari jim, pa dari fa, nga dari 'ain, ga dari kaf, dan nya dari ya. Jumlah titiknya lazim tiga, dan sebagian naskah memakai konvensi titik yang sedikit berbeda, jadi pembaca pegon sekaligus dilatih mengenali variasinya.
Pegon Jawa melangkah lebih jauh lagi. Lidah Jawa mengenal dha dan tha, dua bunyi yang juga tak ada padanannya di abjad Arab, dan keduanya mendapat huruf turunan tersendiri. Urusan vokal diselesaikan lewat kesepakatan tanda: bahasa Arab mengenal a, i, u, maka bunyi e dituliskan dengan fathah yang disusul ya, bunyi o dengan fathah yang disusul wau, sementara e pepet ditandai dengan cara yang berbeda-beda antar penyalin.
Teks pegon ditulis dari kanan ke kiri dan hurufnya bersambung, persis tulisan Arab. Karena itu peserta yang sudah terbiasa mengaji membawa modal besar: bentuk huruf, harakat, dan arah baca sudah ada di tangannya. Yang tersisa adalah membiasakan mata membaca kata Jawa dan Indonesia dalam wujud Arab, dan di titik itulah latihan terarah bersama tutor mempercepat semuanya.
Latihan Menulis Pertama: Alat, Arah, dan Menyalin
Sesi menulis pertama cukup memakai pensil dan buku bergaris. Pensil dipilih karena bentuk huruf pemula masih berubah-ubah, jadi perbaikan tinggal dihapus. Garis buku menjadi pijakan badan huruf: kepalanya duduk di atas garis, sementara ekor huruf semacam mim, nun, dan ya turun melewatinya. Satu hal terasa asing: buku dibuka dari sisi kanan, halaman diisi dari tepi kanan, dan tangan bergerak ke kiri mengikuti arah aksara induknya.
Arah itu membentuk kebiasaan tangan. Kertas boleh dimiringkan sampai pergelangan nyaman, dan peserta kidal tetap terlayani karena tutor menyetel kemiringan kertas serta letak contohnya. Alif, dal, dzal, ra, za, dan wau tidak bersambung ke huruf sesudahnya, sehingga jarak antarhuruf di sekitar keenamnya dilatih tersendiri supaya kata tetap terbaca utuh. Cara penyalin kitab juga diajarkan: kerangka kata ditulis tuntas dulu, titiknya dibubuhkan belakangan. Di pegon titik tambahan itulah yang memisahkan pa dari fa dan nga dari 'ain, jadi menundanya melatih peserta memeriksa kata demi kata.
Sebelum dikte, peserta menyalin. Bahannya teks pendek yang bunyinya sudah hafal, misalnya doa harian atau syiiran, supaya mata, tangan, dan telinga bekerja serempak. Ukuran hurufnya besar dulu, selebar dua garis buku, lalu mengecil pekan demi pekan sampai sebesar catatan makna di kitab. Dari lembar salinan itu tutor melihat huruf mana yang masih goyah, titik mana yang sering tertinggal, dan kapan peserta siap masuk dikte.
Pegon di Pesantren Jawa Timur dan Kitab Kuning
Di pesantren Jawa Timur, pegon adalah keterampilan kerja harian. Saat pengajian bandongan berlangsung, kiai membacakan kitab dan menerjemahkannya, lalu para santri menuliskan arti tiap kata dengan huruf pegon kecil bercetak miring di bawah baris kitabnya. Catatan itu disebut makna gandhul, makna yang menggantung, dan ia dilengkapi singkatan penanda kedudukan kata: utawi menandai subjek, iku menandai predikat, dan seterusnya. Pada pengajian sorogan arahnya berbalik: santri membaca di hadapan kiai, dan catatan pegonnya diuji langsung.
Kitab kuning sendiri berbahasa Arab. Lapisan pegon di sela barisnya itulah yang membuat kitab bisa dibaca ulang bertahun-tahun kemudian, oleh pemiliknya maupun oleh santri generasi berikutnya. Ada pula kitab yang seluruh isinya berbahasa Jawa beraksara pegon, dan yang dikenal luas di antaranya Tafsir Al-Ibriz karya KH Bisri Mustofa, tafsir Al-Quran yang sampai hari ini dikaji di banyak pondok.
Les pegon Edubia melatih persis keterampilan itu. Peserta yang hendak mondok atau sedang nyantri di Ndresmo dan pondok lain di Surabaya bisa berlatih menulis makna gandhul yang rapi dan cepat, sementara jamaah pengajian kitab di kampungnya sendiri bisa belajar membaca lapisan makna yang selama ini terlewati.
Pegon dan Kelancaran Mengaji Saling Menguatkan
Orang tua di Surabaya sering bertanya, lebih dulu mana antara les mengaji dan les pegon. Jawabannya menenangkan: keduanya memakai huruf yang sama, jadi kemajuan di satu sisi ikut mengangkat sisi lainnya. Anak yang sudah menamatkan Iqra membawa hampir seluruh huruf pegon di kepalanya; yang perlu ditambahkan tinggal lima huruf serapan dan kebiasaan membaca kata Jawa serta Indonesia.
Arus sebaliknya juga bekerja. Latihan pegon menambah jam terbang membaca huruf Arab bersambung, membiasakan mata pada perubahan bentuk huruf di awal, tengah, dan akhir kata, serta menambah kepekaan terhadap harakat, dan semuanya terasa saat anak kembali membaca Al-Quran. Dikte pegon juga melatih telinga memilah bunyi dengan teliti, sebab satu titik yang salah letak mengubah kata.
Karena itu les ini aman berjalan berdampingan dengan TPQ atau kelas tahsin. Keluarga di Rungkut atau Sukolilo yang anaknya mengaji sore biasanya menaruh sesi pegon di akhir pekan supaya keduanya berjalan tanpa bertabrakan, dan tutor Edubia menyelaraskan materinya dengan tahap mengaji si anak.
Manuskrip Pegon sebagai Warisan Jawa Timur
Warisan pegon Jawa Timur tersimpan dalam wujud yang bisa Anda datangi. Museum Negeri Mpu Tantular di Jalan Raya Buduran, Sidoarjo, menyimpan lebih dari 15.000 koleksi, dan di antaranya terdapat koleksi filologika berupa naskah kuno serta 60 manuskrip mushaf Al-Quran. Naskah bertulisan pegon juga tersebar di lemari pesantren tua, perpustakaan kampus, dan rumah keluarga: catatan dakwah, syiiran, surat-menyurat, sampai ijazah keilmuan yang diwariskan turun-temurun.
Pembacanya yang makin sedikit. Naskah yang tak terbaca perlahan kehilangan suaranya, dan di sinilah pembaca pegon baru dibutuhkan. Mahasiswa sejarah dan sastra di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga di Gubeng maupun kajian keislaman UIN Sunan Ampel di Wonocolo bertemu naskah semacam ini dalam kuliah dan penelitian, dan sebagian tiba di naskah pertamanya tanpa pernah diajari membacanya secara khusus.
Untuk kebutuhan itu, les pegon Edubia bisa diarahkan penuh ke bacaan naskah: pegon gundul tanpa harakat, gaya tulisan tangan penyalin, ejaan lama, dan singkatan yang lazim di naskah. Kemampuan ini menjadikan Anda bagian dari kelompok kecil yang menjaga agar warisan tulis Jawa Timur tetap terbaca.
Pegon di Surabaya Hari Ini
Pegon punya tempat tersendiri dalam ingatan kota ini. Hari Santri yang diperingati tiap 22 Oktober lahir dari Resolusi Jihad 1945 yang dikeluarkan di Surabaya, dan arsip organisasi keagamaan dari masa itu banyak yang ditulis dengan aksara pegon. Tiap Oktober, sekolah dan madrasah di berbagai penjuru kota menggelar lomba menulis pegon, dan pertanyaan tentang les pegon ikut ramai bersamanya.
Di bulan Ramadan denyut itu lebih terasa lagi. Pesantren membuka pengajian kilatan yang mengkhatamkan kitab dalam hitungan pekan, jamaah dari luar pondok ikut duduk di serambi, dan halaman kitab para peserta penuh catatan makna pegon yang ditulis berkejaran dengan bacaan kiai. Sebagian peserta les justru datang sesudah pengalaman semacam itu: ikut mengaji, melihat jamaah di sebelahnya mencatat dengan lancar, lalu ingin bisa melakukannya sendiri.
Kebutuhan zaman boleh berubah, dan pegon ikut menyesuaikan: dari catatan makna di pinggir kitab, ke arsip perjuangan, sampai ke layar telepon. Les privat ini menyiapkan Anda membaca dan menulis di ketiga wujud itu, dengan tempo yang mengikuti kesibukan Anda sendiri.
Pegon di Layar: Font, Papan Ketik, dan Naskah Digital
Huruf serapan pegon kini punya tempat resmi di standar aksara komputer, jadi ca, nga, pa, ga, dan nya bisa tampil di dokumen, situs, dan pesan singkat seperti huruf Arab lainnya. Penentunya ada di pilihan font: font Arab yang cakupan hurufnya sempit menampilkan kotak kosong tepat di posisi huruf bertitik tiga, dan tulisan pegon pun tampak berlubang di layar. Tutor menunjukkan font bercakupan luas berikut cara memeriksanya sebelum dipakai.
Mengetik pegon adalah keterampilan tersendiri. Papan ketik Arab di ponsel menyimpan huruf tambahan di balik tekan-tahan pada huruf induknya, harakat disisipkan dari deret simbol yang sama, dan barisnya langsung tersusun dari kanan ke kiri. Kebutuhan ini kerap datang dari mahasiswa yang mengutip naskah ke skripsi: kutipan yang diketik lebih enak dibaca pembimbing daripada potongan foto, dan isinya bisa ditelusuri lewat fungsi pencarian. Peserta bisa meminta satu dua sesi difokuskan ke sana.
Naskah pegon juga makin banyak yang bisa dibaca dari rumah. Perpustakaan Nasional membuka ratusan naskah kuno hasil alih media lewat portal Khastara, dan proyek DREAMSEA, kerja sama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Universitas Hamburg, memotret manuskrip milik pesantren dan keluarga; karya ulama Gresik dan koleksi Pesantren Tebuireng di Jombang sudah masuk repositorinya. Bagi peserta tingkat lanjut, foto beresolusi tinggi itu jadi bahan latihan membaca ragam tulisan tangan, dan tutor memilihkan naskah sesuai tahap Anda.
Jangkauan Tutor dari Kenjeran sampai Krian
Tutor pegon Edubia menjangkau seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya. Keluarga di Tambaksari, Semampir, dan Kenjeran di sisi utara, Gubeng dan Tegalsari di tengah kota, sampai Rungkut, Gunung Anyar, Wiyung, dan Lakarsantri di timur dan barat dilayani tutor yang berdomisili tak jauh dari rumahnya, supaya jadwal pekanan terjaga dan waktu tempuhnya pendek.
Wilayah tetangga ikut terlayani. Di Kabupaten Sidoarjo, sesi berjalan di 18 kecamatan: dari Waru, Taman, dan Gedangan yang menempel ke kota, Sedati di dekat bandara, sampai Krian di sisi barat. Untuk kecamatan yang kebetulan sedang kosong tutor, sesi online menjadi jalur yang disarankan, dengan cara kerja yang sama persis: satu tutor, satu peserta, materi berjenjang.
Jam layanannya longgar: tujuh hari sepekan, setiap hari mulai jam tujuh pagi sampai sembilan malam, jadi sesi bisa diletakkan sesudah sekolah, sesudah kuliah, atau sesudah jam kerja. Selain di rumah, Anda juga bisa memilih belajar di co-learning space Edubia dengan tambahan Rp15.000 per sesi untuk tempatnya.
Dari pesan pertama sampai sesi perdana, alurnya pendek dan seluruh tahap awalnya tanpa biaya.
Lebih dekat
Cara Memulai Les Pegon bersama Edubia
Empat langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.
-
1Ceritakan tujuan Anda
Hubungi tim Edubia lewat WhatsApp dan sampaikan arah belajarnya: membaca kitab kuning, meneliti naskah kuno, atau menulis pegon untuk keperluan harian.
-
2Penjajakan kemampuan awal
Tutor memeriksa kelancaran membaca huruf Arab dan menulis sambung, supaya materi dimulai dari titik yang tepat tanpa mengulang bagian yang sudah dikuasai.
-
3Pencocokan tutor dan jadwal
Tim memilihkan tutor yang berdomisili dekat rumah Anda, dari Kenjeran sampai Waru, lalu jadwal pekan pertama disepakati bersama.
-
4Sesi pertama di tempat pilihan Anda
Belajar di rumah, di co-learning space Edubia, atau online. Lembar latihan huruf dan teks bertahap disiapkan tutor pada tiap pertemuan.
-
5Evaluasi berkala tiap bulan
Kemajuan membaca dan menulis dilaporkan rutin. Bila cara mengajar dirasa belum pas, tutor diganti tanpa biaya dan catatan belajarnya diserahterimakan.
Program Terkait
Les aksara Pegon sering dipasangkan dengan program berikut
Tanya jawab
Sebelum daftar les aksara Pegon, apa yang perlu ditanyakan?
Berapa biaya les aksara Pegon di Surabaya?
Biayanya mulai Rp97.300 per sesi berdurasi 90 menit, sudah termasuk kedatangan tutor ke rumah Anda. Panjang 90 menit dipilih supaya satu pertemuan cukup memuat latihan menulis sekaligus membaca teks pendek, dua hal yang di aksara ini memang berjalan seiring. Bila memilih belajar di co-learning space Edubia, ada tambahan Rp15.000 per sesi untuk tempatnya. Rincian menyesuaikan intensitas dan wilayah, dan tim menghitungkannya di awal sebelum Anda memutuskan apa pun.
Saya sudah lancar membaca Al-Quran, seberapa cepat bisa membaca pegon?
Modal Anda sudah besar. Hurufnya sama dengan hijaiyah; yang baru tinggal lima huruf serapan serta kesepakatan penulisan bunyi e dan o. Peserta yang bacaan Al-Qurannya lancar biasanya sudah bisa mengeja kata pegon berharakat pada pertemuan pertama. Sisanya soal pembiasaan: mata perlu terbiasa membaca kata Jawa dan Indonesia yang tampil berwujud Arab, dan menulis rapi umumnya meminta waktu lebih panjang daripada membaca. Tutor mengatur porsi keduanya dari sesi ke sesi.
Anak saya baru sampai Iqra 3, apakah pegon terlalu dini untuknya?
Urutan yang kami sarankan: kuatkan dulu pengenalan huruf lewat mengajinya, sebab pegon berdiri di atas hijaiyah yang sama. Anak yang sudah nyaman membaca huruf bersambung akan menikmati pegon; sebelum itu, memikul dua sistem sekaligus justru membebani. Sebagai selingan, tutor bisa menyisipkan pengenalan ringan seperti menuliskan nama si anak dalam pegon supaya minatnya tumbuh, sementara porsi utama tetap penguatan huruf.
Apa bedanya pegon dengan tulisan Arab biasa dan dengan Jawi?
Tulisan Arab menuliskan bahasa Arab. Pegon meminjam huruf yang sama untuk menuliskan bahasa Jawa, Madura, Sunda, dan Indonesia, dengan tambahan huruf bagi bunyi yang tak dikenal abjad asalnya seperti ca, nga, pa, ga, dan nya. Jawi adalah kerabat dekatnya di dunia Melayu, dipakai menuliskan bahasa Melayu dari Sumatera sampai Malaysia. Asasnya serupa, sementara beberapa bentuk huruf tambahan dan kebiasaan ejaannya berbeda, jadi pembaca pegon biasanya cepat menyesuaikan diri saat bertemu teks Jawi.
Kitab kuning berbahasa Arab, lalu di mana peran pegon?
Teks utama kitab memang Arab. Pegon hidup di lapisan maknanya: santri menuliskan arti kata demi kata dengan huruf pegon kecil bercetak miring di bawah baris, yang di pesantren disebut makna gandhul, lengkap dengan singkatan penanda kedudukan kata seperti utawi untuk subjek dan iku untuk predikat. Ada pula kitab yang seluruhnya berbahasa Jawa beraksara pegon, seperti Tafsir Al-Ibriz karya KH Bisri Mustofa. Les ini melatih Anda membaca dan menuliskan kedua lapisan itu.
Wilayah mana saja yang dilayani tutor pegon Edubia?
Seluruh 31 kecamatan Kota Surabaya terlayani, dari Semampir dan Kenjeran di utara sampai Rungkut dan Gunung Anyar di timur, ditambah 18 kecamatan Kabupaten Sidoarjo termasuk Waru, Taman, Gedangan, Sedati, dan Krian. Tim mengutamakan tutor yang tinggal dekat rumah Anda supaya jadwal pekanan stabil. Untuk wilayah yang kebetulan sedang kosong tutor, sesi online disiapkan sebagai jalur pengganti dengan materi dan pengajar berkualifikasi sama.
Bisakah les pegon sepenuhnya online, termasuk latihan menulisnya?
Bisa. Sesi daring berjalan satu tutor satu peserta seperti biasa; kamera diarahkan ke kertas saat latihan menulis, dan hasil dikte difoto lalu ditandai tutor di layar. Jalur ini cocok untuk peserta yang tinggal jauh dari domisili tutor, perantau asal Jawa Timur di kota lain, atau orang tua yang enggan anaknya bepergian malam. Materi, urutan, dan evaluasinya sama persis dengan sesi tatap muka.
Materi dan bukunya dari mana, apakah saya perlu membeli kitab?
Lembar latihan disiapkan tutor pada tiap pertemuan tanpa biaya tambahan, jadi Anda bisa memulai tanpa membeli apa pun. Bila tujuan Anda kitab tertentu, kitab itu dijadikan bahan utama sejak awal. Kitab terjemah pegon dan kitab berharakat mudah dicari di toko kitab kawasan Ampel di Kecamatan Semampir, dan tutor akan menyarankan judul yang sesuai tahap Anda supaya belanjanya tepat guna.
Saya sedang meneliti naskah kuno untuk tugas akhir, bisakah materinya difokuskan ke situ?
Bisa, dan permintaan seperti ini punya jalurnya sendiri. Tutor mengarahkan sesi ke bacaan naskah: pegon gundul tanpa harakat, ragam tulisan tangan penyalin, ejaan lama, dan singkatan yang lazim dipakai di naskah. Kebutuhan semacam ini wajar dibawa mahasiswa sejarah, sastra, dan kajian keislaman di kampus sekitar Gubeng maupun Wonocolo. Koleksi filologika Museum Mpu Tantular di Buduran, Sidoarjo, bisa menjadi tujuan latihan lapangan sesudah bacaan Anda cukup kuat.
Bisakah saya sekalian belajar mengetik pegon di komputer atau ponsel?
Bisa, dan permintaannya makin sering muncul. Tutor membantu menyetel papan ketik Arab yang memuat huruf serapan, menunjukkan letak ca, nga, pa, ga, dan nya di balik tekan-tahan huruf induknya, lalu melatih pengetikan memakai bahan yang sama dengan latihan tangan Anda. Font juga diperiksa bersama supaya huruf bertitik tiga tampil utuh di dokumen. Porsi mengetik biasanya diselipkan sesudah tulisan tangan cukup stabil, sebab ingatan bentuk huruf dari tanganlah yang membuat jari cepat hafal letaknya di papan ketik.
Berapa kali sepekan sebaiknya, dan kapan kemajuan mulai terasa?
Umumnya satu sampai dua sesi sepekan. Dua sesi mempercepat pembiasaan tangan, sebab jeda yang pendek menjaga bentuk huruf tetap melekat di ingatan. Kemajuan membaca biasanya terasa lebih dulu: teks berharakat mulai terbaca lancar dalam beberapa pekan bagi peserta yang sudah mengaji, sementara tulisan yang rapi dan cepat menyusul lewat dikte rutin. Tiap bulan tutor menyampaikan catatan kemajuan supaya Anda melihat pergerakannya sendiri.
Kalau cara mengajar tutornya kurang cocok, bagaimana?
Sampaikan saja ke tim Edubia, dan tutor akan diganti tanpa biaya tambahan. Catatan kemajuan Anda diserahterimakan ke tutor berikutnya supaya materi menyambung dan tak mengulang dari titik nol. Kecocokan gaya mengajar memang baru ketahuan sesudah beberapa sesi berjalan, jadi pergantian semacam ini kami perlakukan sebagai bagian yang wajar dari layanan, tanpa perlu sungkan.
Apakah belajar pegon ikut memperbaiki bacaan mengaji anak saya?
Keduanya saling menguatkan. Latihan pegon menambah jam membaca huruf Arab bersambung, membiasakan mata pada perubahan bentuk huruf di awal, tengah, dan akhir kata, serta menambah ketelitian terhadap harakat, dan semuanya terpakai saat anak membaca Al-Quran. Arah sebaliknya juga berlaku: anak yang mengajinya rutin menyerap pegon lebih cepat. Karena itu les ini aman berjalan berdampingan dengan TPQ, dan tutor menyelaraskan materinya dengan tahap mengaji anak.
Orang dewasa dan lansia apakah masih bisa mengikuti?
Sangat bisa, dan format privat memang bersahabat untuk itu: temponya mengikuti Anda, tanpa rasa tertinggal dari peserta lain. Alasan peserta dewasa biasanya personal, dari ingin membaca surat pegon peninggalan orang tua, mengikuti pengajian kitab di kampungnya, sampai menyiapkan diri sebelum anaknya mondok. Jam sesi bebas dipilih, termasuk pagi hari saat badan masih segar, dan tutor menyesuaikan ukuran huruf latihan bila penglihatan mulai menuntut perhatian.
Bagaimana cara mendaftar, dan berapa lama sampai sesi pertama?
Hubungi tim Edubia lewat tombol WhatsApp di halaman ini, lalu ceritakan tujuan belajar dan kecamatan tempat tinggal Anda. Tim akan menjajaki kebutuhan, menghitung biaya, dan mencocokkan tutor yang domisilinya dekat. Pencocokan umumnya rampung dalam hitungan hari kerja, bergantung wilayah dan jadwal yang Anda minta, dan sesi pertama bisa langsung berjalan begitu jadwalnya disepakati. Seluruh proses sampai titik itu tanpa biaya.
Mulai dari Konsultasi
Mulai les aksara Pegon sekarang
Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les aksara Pegon dulu, keputusan belakangan.